. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby NoMind » Wed Sep 14, 2005 1:02 pm

Ayat Quran 4:24 berikut adalah ayat yang merupakan dasar bagi umat Islam, terutama Islam Syiah, menerapkan dan mempraktekkan kawin Mutah.

Ada juga yang mengartikan ayat tsb bukan sebagai kawin Mutah melainkan aturan pemberian mahr, tetapi penafsiran tsb menjadi masalah karena mahr dlm ayat tsb baru diberikan setelah seorang wanita di campuri. Penafsiran ini tentunya bisa menjurus ke prostitusi legal.

Sedangkan kaum Syiah dengan tegas mengatakan bahwa ayat tsb adalah ayat yang melegalkan kawin Mutah. Seperti hukum dan aturan Allah lainnya dalam Quran, tentunya yang ini juga berlaku sampai akhir jaman.


Quran 4:24

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.



Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 013A.

Narrated By 'Abdullah :
We used to participate in the holy battles led by Allah's Apostle and we had nothing (no wives) with us. So we said, "Shall we get ourselves castrated?" He forbade us that and then allowed us to marry women with a temporary contract (2) and recited to us: 'O you who believe ! Make not unlawful the good things which Allah has made lawful for you, but commit no transgression.' (5.87)




Sahih Mulsim. Book 8. Marriage. Hadith 3432.

http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html#008.3432

Abu Sa'id al-Khudri (Allah her pleased with him) reported that at the Battle of Hanain Allah's Messenger (may peace be upon him) sent an army to Autas and encountered the enemy and fought with them. Having overcome them and taken them captives, the Companions of Allah's Messenger (may peace be upon him) seemed to refrain from having intercourse with captive women because of their husbands being polytheists. Then Allah, Most High, sent down regarding that: "And women already married, except those whom your right hands possess (iv. 24)" (i.e. they were lawful for them when their 'Idda period came to an end).


Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3251.

http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html#008.3251

Iyas b. Salama reported on the authority of his father that Allah's Messenger (may peace be upon him) gave sanction for contracting temporary marriage for three nights in the year of Autas and then forbade it.

Terjemahan NoMind:

Iyas b. Salama melaporkan atas otoritas ayahnya bahwa Rasulullah (saw) menetapkan nikah kontrak sementara (mut'a, red) selama tiga hari di tahun perang Autas dan kemudian melarangnya.




With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby NoMind » Sun Apr 16, 2006 11:24 am

:oops:


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Briansantoso » Tue Apr 18, 2006 1:46 am

udah 7 bulan masih belon ada 1 muslim pun yang mampu membelanya. Kasihan banget, mereka pasti malu en pura2 gak melihat topik ini. Paling2 bentar lagi para muslim rame2 posting menghujat kristen, lihat aja...
Briansantoso
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 61
Joined: Tue Oct 04, 2005 12:28 am
Location: Jakarta

Postby NoMind » Fri Jul 07, 2006 8:06 am

:roll:
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadi

Postby nasha » Mon Jul 10, 2006 10:13 pm

NoMind wrote:Ayat Quran 4:24 berikut adalah ayat yang merupakan dasar bagi umat Islam, terutama Islam Syiah, menerapkan dan mempraktekkan kawin Mutah.

Ada juga yang mengartikan ayat tsb bukan sebagai kawin Mutah melainkan aturan pemberian mahr, tetapi penafsiran tsb menjadi masalah karena mahr dlm ayat tsb baru diberikan setelah seorang wanita di campuri. Penafsiran ini tentunya bisa menjurus ke prostitusi legal.

Sedangkan kaum Syiah dengan tegas mengatakan bahwa ayat tsb adalah ayat yang melegalkan kawin Mutah. Seperti hukum dan aturan Allah lainnya dalam Quran, tentunya yang ini juga berlaku sampai akhir jaman.


Quran 4:24

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.



Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 013A.

Narrated By 'Abdullah :
We used to participate in the holy battles led by Allah's Apostle and we had nothing (no wives) with us. So we said, "Shall we get ourselves castrated?" He forbade us that and then allowed us to marry women with a temporary contract (2) and recited to us: 'O you who believe ! Make not unlawful the good things which Allah has made lawful for you, but commit no transgression.' (5.87)




Sahih Mulsim. Book 8. Marriage. Hadith 3432.

http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html#008.3432

Abu Sa'id al-Khudri (Allah her pleased with him) reported that at the Battle of Hanain Allah's Messenger (may peace be upon him) sent an army to Autas and encountered the enemy and fought with them. Having overcome them and taken them captives, the Companions of Allah's Messenger (may peace be upon him) seemed to refrain from having intercourse with captive women because of their husbands being polytheists. Then Allah, Most High, sent down regarding that: "And women already married, except those whom your right hands possess (iv. 24)" (i.e. they were lawful for them when their 'Idda period came to an end).


Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3251.

http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/008.smt.html#008.3251

Iyas b. Salama reported on the authority of his father that Allah's Messenger (may peace be upon him) gave sanction for contracting temporary marriage for three nights in the year of Autas and then forbade it.

Terjemahan NoMind:

Iyas b. Salama melaporkan atas otoritas ayahnya bahwa Rasulullah (saw) menetapkan nikah kontrak sementara (mut'a, red) selama tiga hari di tahun perang Autas dan kemudian melarangnya.




With Best Regards,
NoMind


sudah saya jawab di http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 3309#43309
User avatar
nasha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Sat Jun 17, 2006 9:39 pm

Postby NoMind » Tue Jul 11, 2006 9:35 am

nasha wrote:banyak fakta praktik kawin kontrak bukan hanya dilakukan oleh orang arab. Tapi banyak juga perkawinan ini dilakukan oleh bule barat, seperti di Jepara, Solo, Semarang dan kota2 besar lainnya. Hanya saja pada kenyataannya orang arab lebih anda ekspost karena ada motif lain dibalik semua ini. Kawin kontrak bukan hal tabu di beberapa daerah berbasis orang asing bule.

Jepara adalah daerah yang dipilih untuk sebuah riset yang dilakukan oleh Dian Rida Kiswari. Penelitian dilakukan secara mendalam, dengan wawancara dan pengambilan data pada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan mebel ukir milik pengusaha asing yang menikah dengan orang Jepara.

Demi sebuah alasan sejumlah orang asing ini memilih untuk menikahi perempuan perempuan pribumi. Berbagai macam motif dibalik pernikahan ini. tapi pada dasarnya ialah berorientasi demi memuluskan bisnis mereka. Karena sebagai orang asing akan sangat sulit medirikan perusahan, membeli tanah, mempunyai rumah atas nama mereka. Tapi yang namanya juga kawin kontrak, dimana2 tidak lepas dari hubungan seks.

Hukum nikah mut’ah

statement NoMind di bawah ini sangat disayangkan.

NoMind wrote: Ayat Quran 4:24 berikut adalah ayat yang merupakan dasar bagi umat Islam, terutama Islam Syiah, menerapkan dan mempraktekkan kawin Mutah.

Ada juga yang mengartikan ayat tsb bukan sebagai kawin Mutah melainkan aturan pemberian mahr, tetapi penafsiran tsb menjadi masalah karena mahr dlm ayat tsb baru diberikan setelah seorang wanita di campuri. Penafsiran ini tentunya bisa menjurus ke prostitusi legal.


Karena Seolah2 Islam semuanya sepakat dengan perkawinan mut’ah. Padahal pada kenyataannya hanya aliran Syi’ah yang memperbolehkan. sedangkan perlu diketahui menurut kronologi historikalnya syi’ah bukan aliran madzhab tetapi aliran politik.

Majelis Ulama Indonesia dalam fatwanya tanggal 25 Oktober 1997 menetapkan bahwa Nikah Mut’ah hukumnya HARAM, dan pelaku nikah mut’ah dihadapkan ke pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-perundangan yang berlaku. praktek nikah mut’ah telah menimbulkan keprihatinan, kekhawatiran dan keresahan bagi para orang tua, ulama, pendidik, tokoh masyarakat dan ummat Islam, serta dipandang sebagai alat propaganda paham Syi’ah di Indonesia. Ketiga, bahwa mayoritas ummat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni yang tidak mengakui dan menolak paham Syi’ah.

Adapun dalil-dalil yang menjadi dasar keharaman nikah mut’ah adalah sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mukminun ayat 5 dan 6 serta hadits Nabi s.a.w. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Pengharaman nikah mut’ah oleh Nabi s.a.w. disabdakan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu tatkala terjadi perang Khaibar pada tahun 7 Hijrah dan kedua pada Fathu Makkah pada tahun 8 Hijrah. Dari Ali ibn Abi Thalib r.a. ia berkata kepada Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi s.a.w. melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar. Diriwayatkan dari Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani, ia berkata: ‘kami bersama Rasulullah s.a.w. dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: ‘ada selimut seperti selimut.’ Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram dan tiba-tiba aku melihat Nabi s.a.w. sedang berpidato di antara pintu Ka’bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut’ah, maka sekarang yang memiliki isteri dengan cara nikah mut’ah haruslah ia menceraikannya dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya janganlah kalian ambil lagi, karena Allah Azza wa Jalla telah mengharamkan nikah mut’ah sampai hari Qiyamat.

Semua madzhab, baik madzhab Hanafi, madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali juga mengharamkan nikah mut’ah, karena memang telah dilarang Allah dan Rasul-Nya, dan hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut’ah dianggap telah mencapai peringkat mutawatir.

Jadi hukum nikah mut’ah telah dianggap batal (naskh) karena telah ditegaskan oleh hadist Nabi tsb. Terimakasih.

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=203934
http://www.minggupagi.com/print.php?sid=95163
http://liputan6.com/view/8,117948,1,0,1141268686.html
http://www.minggupagi.com/article.php?sid=94782

Karena topik ini lebih spesifik mengenai Mutah, maka saya jawab di sini saja.

Muhammad menghalalkan Mutah dan kemudian mengharamkannya. Atas dasar apa Muhammad menghalalkan Mutah dan atas dasar apa mengharamkannya?


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby kalangkilang » Sun Jun 19, 2011 8:56 pm

NoMind wrote:Karena topik ini lebih spesifik mengenai Mutah, maka saya jawab di sini saja.

Muhammad menghalalkan Mutah dan kemudian mengharamkannya. Atas dasar apa Muhammad menghalalkan Mutah dan atas dasar apa mengharamkannya?


With Best Regards,
NoMind


topik menarik..
pertanyaan dari NoMind,,kok belum terjawab selama 5 tahun ini yah,,,
jawaban untuk pertanyaan ini apa yah??

Muhammad menghalalkan Mutah dan kemudian mengharamkannya. Atas dasar apa Muhammad menghalalkan Mutah dan atas dasar apa mengharamkannya?
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby fire » Mon Jun 20, 2011 9:20 am

ayo donk moslem..... gue juga pengin tau nih.....!!!

tidak adakah satupun moslem yang bisa menjelasan fenomena aneh ini...???? mana ustad2 nya nih??
ayo donk.... 5 tahun lebih untuk sebuah pertanyaan...???? wah, suatu penantian yang panjang.....
User avatar
fire
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 704
Joined: Sat Apr 10, 2010 11:59 am

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby silent » Fri Aug 19, 2011 6:44 pm

sepertinya ini lebih lama dari nungguin cerita yang di thread Duladi yang butuh 14 bulan sebelum ada bung CS yang bilang cerita itu palsu..

udah 6 tahun nih :toimonster:
User avatar
silent
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 131
Joined: Thu Jan 27, 2011 2:48 pm

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby mbah.erott » Fri Aug 19, 2011 7:14 pm

:stun:
Ya ampuuun... Ternyata islam ajarannya saling kontradiktif ya?

Dan tidak ada yang mampu klarifikasi... Ckckck..
User avatar
mbah.erott
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2730
Joined: Sat Aug 14, 2010 12:33 pm
Location: Iran, lagi ngegedein petasan di tangan ane jadi rudal Shahab-5 buat Ahmadinejad

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby Captain Pancasila » Fri Aug 19, 2011 9:34 pm

NoMind wrote:Mengapa Mutah Yg Dihalalkan Al Quran Bisa Diharamkam Hadis?

Al-Qur'an tidaklah pernah menghalalkan Mut'ah...
dari : http://www.google.co.id/url?url=http:// ... Ag&cad=rja

In verse 4:24 in the Qur'an, it states:

"(And also prohibited are) the women already bound in marriage, except the bondwomen you come to own. It is has been written by Allah for you. All except them have been permitted for you to seek (to marry) through your wealth, binding yourself, (in marriage) and not only for lust. So, whoever of them you have benefited from, give them their due as obligated. And there is no sin on you in what you mutually consent to after the (initial) settlement. Surely, Allah is All-Knowing, All-Wise. (Surah an-Nisa, Ayat 24)"[citation needed]

Sunnis argue that because it is stated in the verse that marriage should not take place only for lust, Mut'ah marriages should not be permitted since that is one of the purposes of the limited union.

jadi, menikah itu tidaklah diperbolehkan, jika alasannya hanyalah berdasarkan atas nafsu syahwat aja, seperti halnya yang terjadi pada nikah mut'ah...
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3342
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby dulilah » Sat Aug 20, 2011 1:20 am

Captain Pancasila wrote: dari : http://www.google.co.id/url?url=http:// ... Ag&cad=rja

In verse 4:24 in the Qur'an, it states:

"(And also prohibited are) the women already bound in marriage, except the bondwomen you come to own. It is has been written by Allah for you. All except them have been permitted for you to seek (to marry) through your wealth, binding yourself, (in marriage) and not only for lust. So, whoever of them you have benefited from, give them their due as obligated. And there is no sin on you in what you mutually consent to after the (initial) settlement. Surely, Allah is All-Knowing, All-Wise. (Surah an-Nisa, Ayat 24)"[citation needed]

Sunnis argue that because it is stated in the verse that marriage should not take place only for lust, Mut'ah marriages should not be permitted since that is one of the purposes of the limited union.

Captain Pancasila wrote:jadi, menikah itu tidaklah diperbolehkan, jika alasannya hanyalah berdasarkan atas nafsu syahwat aja, seperti halnya yang terjadi pada nikah mut'ah...



وأحل - dan dihalalkan
لكم - bagimu
ما - apa
وراء - selain
ذلكم - demikian itu
أن - bahwa
تبتغوا - kamu mencari
بأمولكم - dengan hartamu
محصنين - untuk dikawini
غير - tidak/bukan
مسفحين - untuk berzina
فما - maka apa
استمتعتم - telah kamu nikmati
به - dengannya
منهن - dari/diantara mereka
فءاتوهن - maka berikan kepada mereka
أجورهن - ujuurahunna - mahar/maskawin
فريضة - suatu kewajiban
ولا - dan tidak
جناح - junaaha - berdosa
عليكم - atas/bagi kamu
فيما - terhadap apa
ترضيتم - kamu saling merelakan
به dengannya
من - dari
بعد - sesudah
الفريضة - ditentukan
إن - sesungguhnya
الله - Allah
كان - adalah Dia
عليما - Maha Mengetahui
حكيما - Maha Bijaksana

Menikmati perempuan2 (sangat diperbolehkan terutama bagi budak2) --> berikan maharnya (setelah dinikmati) --> baru disebut scr sah menikah ==> Hal tsb bukan berzinah (menurut QS 4:24).

Sdh dibahas di: nikah-muttah-peng-halal-an-pelacuran-t16506/?hilit=nikah%20mut%27ah

salam
User avatar
dulilah
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Fri Nov 23, 2007 8:50 pm

Re: Mengapa Mutah Yg Dihalakan Al Quran Bisa Diharamkan Hadis?

Postby nasha » Tue Sep 20, 2011 12:37 am

Ternyata FFI masih eksis, ya. Padahal udah 6 tahun saya nggak buka situs ini. Hehe.. =D>

Mau diskusi lagi tapi ntar juga cuman ngabisin waktu, nggak ada yang mau ngalah, meskipun telah diberikan banyak argumentasi. Mending ngeliat aja. Hehe.. O:)
User avatar
nasha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Sat Jun 17, 2006 9:39 pm


Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users