. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

mendoakan orang yang sudah mati...??!!

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Postby nafaurbach » Mon Oct 16, 2006 5:32 pm

thanks buat masukannya. Tolong berikan keterangan lebih lanjut, kamu sadarnya islam busuk karena FFI atau tidak ? Ini penting buat masukan kami. Horas bah !


Saya mulai menyadari ini kira-kira 5 tahun terakhir. Saya baru tahu FFI kira-kira 2 minggu yang lalu, tapi adanya FFI membuat saya mendapatkan 'rumah' untuk menyalurkan segala uneg-uneg tentang ajaran Islam. FFI seperti bensin yang disiramkan ke api yang ada di kepala saya. Keyakinan saya bahwa islam mengandung banyak kesesatan menjadi 101% setelah membaca tulisan-tulisan yang ada di FFI.

Saya dukung keberadaan FFI ini, semoga terus eksis dan berhasil 'menyadarkan' banyak orang.
User avatar
nafaurbach
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 111
Joined: Sat Oct 07, 2006 8:07 pm
Location: Inside Kabah

Re: Perihal Mati menurut ISLAM

Postby ganteng_maut » Mon Oct 16, 2006 5:35 pm

dear all,

luv_nice wrote:Yang mengadili itu malaikat atau Tuhan sih. Apakah Tuhan Esa itu artinya Tuhan benar satu (konsep bilangan matematis) sehingga gak bisa mengadili seluruh manusia, sehingga harus pakai asisten?
Kalau memang begitu, berarti ketika Tuhan menyertai saya, Dia sedang tidak menyertai anda? hehehehe.


Tampaknya anda salah mengerti, yang mengadili emang cuma Tuhan, dan terjadinya nanti setelah kiamat. Yang di Alam Kubur itu cuma disiksa. Itung-itung bonus lah... Kalo nggak bisa jawab pertanyaannya (cuma dites) ya hadiahnya disiksa sampe kiamat. Tapi kalo bisa jawab dengan benar, dikasi bonus yang enak (kuburnya dilapangkan, ditidurkan sampe kiamat dateng, jadi kerasa bentar, de el el)


Masih mudah-mudahan, tanpa kepastian. Gak ada yang menjamin ketika ketiga2nya 'dihitung' maka dosa manusia akan dihapuskan. Percayalah, upaya manusia saja tidak akan menyelamatkan.
Pernah kecemplung sumur? (semoga belum). Apakah ktika kecemplung sumur bisa selamat kalau hanya dikasih petunjuk dari atas? Yang pasti korban hanya bisa selamat kalau penolong turun sendiri ke dalam sumur dan mengangat korban.


Saya juga belom pernah kecemplung sumur, tapi kayaknya ada banyak cara bwat nolong. Bisa aja kan si penolong ngasi tali ke bawah. Selama sang korban berpegangan erat sama tali itu dia nggak bakal jatuh ke sumur lagi.

Oya, jadi inget satu pembicaraan dengan teman. Kalo anda sudah menjadi orang tua (bukan tua umurnya, udah punya anak maksudnya :wink: ) Lalu anak anda menemui kesulitan (misal nggak bisa ngerjain PR) Apa yang akan anda lakukan? Apa anda akan turun tangan ngerjain PR anak anda? Walaupun anda tahu itu tidak akan membantu kehidupan anak anda dikemudian hari?

Mati syahid kan mati di jalan Tuhan, membela Tuhan? Tapi kenapa dalam Islam diperkenankan untuk mengingkari Tuhan kalau nyawa terancam? Bukankah ini (mati karena mempertahankan iman dalam kondisi nyawa terancam) mati syahid yang lebih indah daripada mati dlam upaya memerangi umat lain?


Gimana strategi aja. Dalam kasus Ammar bin Yasir banyak pertimbangan yang harus dipikirkan juga, jadi ngga bisa langsung menghakimi Ammar salah, atau menyimpulkan bahwa berbohong itu dibolehkan. Perasaan ini juga yang jadi bahan perdebatan Syiah-Sunni.
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby bambang » Mon Oct 16, 2006 5:42 pm

ali5196 wrote:
Masalahnya dlm Islam, Muslim PASTI ke surga, biar kelakuannya didunia SUPER BURUK, dan orang lain yg SUPER BAIk pasti ke neraka karena dia bukan Muslim. ITU yg kalian harus fokuskan. Perkara Hindu/Budha dan agama2 lain berdoa atau bahkan menyembah nenek moyang mereka, SO WHAT ?? Siapa kalian yg berani asumsi bahwa ini tidak perlu ? Martin Luther aja saat sekarat minta pengampunan dan minta didoakan-gitu versi Katolik. Ataukah dia udah begitu yakin akan masuk surga setelah mengakibatkan perang saudara paling berdarah di Eropa diabad 17 ?

Kalian lupa prinsip2 THE GOLDEN RULE ? Perlakukanlah orang sebagaimana kau juga ingin diperlakukan. Nah, kalau elu sbg orang beragama, nggak mau doa-in orang yg sudah mati, yah terserah. Tapi jangan ntar elu mati, terus ngomel lagi: wah, nggak ada yg ingat gua lagi nih !! Sorry, yg ini OOT.

OK. silahkan dilanjutkan. Tolong jangan ngalor ngidul ke Kristen lagi. Bosan gua bacanya.

Good point .......

Manusia2 mempunyai hati-nurani terhadap saudara dan sesama manusia, baik di Hindu, Budha atau agama2 kepercayaan nenek moyang lainnya sehingga mereka tergerak mendoakan orang2 yang dikasihinya yang telah meninggal itu kepada Tuhan.

Tetapi di islam, orang2nya diajar untuk tidak mengasihi sesama manusia selain sesamanya dalam islam; Dan itu belum seberapa..........yang paling parahnya adalah islam sesungguhnya mengajarkan perlawanan kepada Tuhan, Allah Yang Mahatinggi.
Kalau sudah demikian apa yang dapat diperbandingkan lagi dalam ajaran islam ini dengan agama2 lainnya di dunia ??

Tidak ada !!

Kalau begitu, mari kita telanjangi ramai-ramai ajaran islam ini.....setuju!?
bambang
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1619
Joined: Tue Aug 22, 2006 2:02 am

Postby ali5196 » Mon Oct 16, 2006 5:42 pm

ganteng maut, gua asumsi kau Muslim. Sorry kalau gua salah.

Kalau elu Muslim, kau nggak perlu jaba-jaba panjang lebar. Save time and energy, man.

Pada prinsipnya dalam islam ; semua Muslim akan masuk surga. YA/TIDAK ?

Pada prinsipnya dalam Islam: semua Muslim akan masuk surga, biar suicide bomber, biar mengakibatkan kematian 3000 orang, jutaan orang. Yg penting kalau sebelum bunuh nyebut nama Allah, udah pasti ini perbuatan yg akan membawanya ke surga (biar harus spend time sebentar di neraka). YA/TIDAK ?

Udah jawab pertanyaan simpel diatas aja. Nggak sulit khan ? Kalau kau nggak bisa jawab, itu tanda kau bingung. :twisted:
Last edited by ali5196 on Mon Oct 16, 2006 5:51 pm, edited 4 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Oct 16, 2006 5:44 pm

bambang wrote:Kalau begitu, mari kita telanjangi ramai-ramai ajaran islam ini.....setuju!?
MERDEKA ! Ayo sebarkan FFI ke teman2mu ! :wink:
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ganteng_maut » Mon Oct 16, 2006 5:51 pm

dear all,

wah, kalo diskusi kan ngeliat orangnya dulu. Ada tipe orang yang harus diomongin to the point. Tapi ada juga orang-orang yang susah ngerti, jadi harus dikasi contoh, harus alon alon asal kelakon..

Kalo saya percaya TIDAK.

Semua orang yang beriman walaupun sebesar Zarrah akan masuk Surga.

Tapi tau kan definisi iman dalam Islam?

1. Diyakini dalam hati
2. Diucapkan dengan lisan
3. Diamalkan dengan perbuatan

Kalo satu nggak lulus ya nggak bisa dibilang beriman dong.

Apa orang Islam KTP yang nggak shalat bisa masuk surga. Mungkin.. Tapi saya berani jamin kalo dia nggak tobat dia nggak bakal langsung masuk surga. Ya lewat neraka dulu lah, beberapa ribu tahun, tergantung amal amalannya.
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby ganteng_maut » Mon Oct 16, 2006 5:52 pm

ali5196 wrote:
bambang wrote:Kalau begitu, mari kita telanjangi ramai-ramai ajaran islam ini.....setuju!?
MERDEKA ! Ayo sebarkan FFI ke teman2mu ! :wink:


Muslim kan perlu ketawa juga... :wink:
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby ali5196 » Mon Oct 16, 2006 5:56 pm

ganteng_maut wrote:wah, kalo diskusi kan ngeliat orangnya dulu.
Disini semuanya TO THE POINT. Alon2 asal kelakon itu tanda
Muslim bingung.

Kalo saya percaya TIDAK.
tenk u. Jadi kau tidak percaya bahwa Muslim pasti akan ke surga ? Kalau gitu kau bukan lagi Muslim.

Semua orang yang beriman walaupun sebesar Zarrah akan masuk Surga.
Persis, terlepas dari kelakuannya. Kau berani mengatakan kpd Muslim lainnya bahwa Khomeini dan Bin laden tidak akan masuk surga ? Silahkan sesama Muslim saling debat.

Tapi tau kan definisi iman dalam Islam?
TAHU PERSIS ! Yg penting berbuat sesuai dgn perintah Allah. Dan perintah Allah itu termasuk bunuh kafir. Kalau kau tidak setuju ini, kau BUKAN Muslim.

Pikirlah dgn jernih & to the point. Hanya dgn begini kau bisa menemukan kebenaran. The truth waits for no one. Kebenaran tidak akan menunggu siapa2. :wink:
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ganteng_maut » Mon Oct 16, 2006 6:07 pm

hihihi bang ali, justru ik lagi nggak ngomongin muslim. Kemaren ik ngobrol sama netter kapir, dia bilang kalo orang tarik garis lurus nggak mungkin nyampe kabah, tapi malah ke langit. Makanya ik ngasi penjelasan pelaaaaaaaaan banget, dikasi contoh segala. Disesuaikan dengan iq dia lah. Kalo ik mau pergi ke kampus atau ke rumah, ik bakal nyampe di tempat tujuan, bukannya di langit atas kampus atau rumah ik. Ik kan ngga punya sayap :wink:

Waduh, ko jawaban ik dipotong-potong gitu. Kalo baca tu mbok yang bener to.. Kan ik bilang semua Muslimbakalmasuksurgaasalimannyasesuaidenganyangdisaratkandengankatalaintidakterlepasdarikelakuannya.

Wuih, apa setelah nulis kaya gini masi dipotong-potong juga nggak tau deh :wink:

Kurang satu bang ali, pikiran jernih, to the point, dan hati yang lapang. Kalo orang udah benci dan gelap mata, nggak mungkin bisa ngeliat kebenaran itu. Namanya juga gelap mata, apa yang keliatan???
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Re: Perihal Mati menurut ISLAM

Postby luv_nice » Tue Oct 17, 2006 9:25 am

ganteng_maut wrote:dear all,

luv_nice wrote:Yang mengadili itu malaikat atau Tuhan sih. Apakah Tuhan Esa itu artinya Tuhan benar satu (konsep bilangan matematis) sehingga gak bisa mengadili seluruh manusia, sehingga harus pakai asisten?
Kalau memang begitu, berarti ketika Tuhan menyertai saya, Dia sedang tidak menyertai anda? hehehehe.


Tampaknya anda salah mengerti, yang mengadili emang cuma Tuhan, dan terjadinya nanti setelah kiamat. Yang di Alam Kubur itu cuma disiksa. Itung-itung bonus lah... Kalo nggak bisa jawab pertanyaannya (cuma dites) ya hadiahnya disiksa sampe kiamat. Tapi kalo bisa jawab dengan benar, dikasi bonus yang enak (kuburnya dilapangkan, ditidurkan sampe kiamat dateng, jadi kerasa bentar, de el el)

Mungkin itu pemahaman anda, tapi kayaknya malaikat anda sudah mengambil kewenangan Tuhan.


Masih mudah-mudahan, tanpa kepastian. Gak ada yang menjamin ketika ketiga2nya 'dihitung' maka dosa manusia akan dihapuskan. Percayalah, upaya manusia saja tidak akan menyelamatkan.
Pernah kecemplung sumur? (semoga belum). Apakah ktika kecemplung sumur bisa selamat kalau hanya dikasih petunjuk dari atas? Yang pasti korban hanya bisa selamat kalau penolong turun sendiri ke dalam sumur dan mengangat korban.


Saya juga belom pernah kecemplung sumur, tapi kayaknya ada banyak cara bwat nolong. Bisa aja kan si penolong ngasi tali ke bawah. Selama sang korban berpegangan erat sama tali itu dia nggak bakal jatuh ke sumur lagi.


Pakai tali bisa, tapi jelas tidak ada jaminan korban akan kuat naik, kalau sumur 3 meter sih mungkin. Tapi dosa manusia kalau diibaratkan jatuh ya sumur yg sedemikian dalamnya. Satu2nya kepastian adalah bila penolong itu turun tangan sendiri, apalagi penolongnya adalah yg begitu besar kuasanya.
Tapi silakan aja kalau anda lebih suka ditolong pakai tali, berpayah2 naik ketika mungkin tungkai anda sudah patah di sana sini karena jatuh dari ketinggian. Ketika udara pengap dalam sumur membuat nafas anda begitu sesak sehingga untuk bisa bernafas segar saja susah apalagi harus naik lewat tali.
Hidup itu pilihan bung.

Oya, jadi inget satu pembicaraan dengan teman. Kalo anda sudah menjadi orang tua (bukan tua umurnya, udah punya anak maksudnya :wink: ) Lalu anak anda menemui kesulitan (misal nggak bisa ngerjain PR) Apa yang akan anda lakukan? Apa anda akan turun tangan ngerjain PR anak anda? Walaupun anda tahu itu tidak akan membantu kehidupan anak anda dikemudian hari?

Membuat PR bukan ilustrasi yang relevan untuk kejatuhan dosa. Apakah anda menganggap membuat PR adalah suatu konsekuensi dari perbuatan buruk, apakah membuat PR adalah suatu penderitaan? Atau mungkin anda menanamkan pemahaman pada anak anda bahwa membuat PR itu adalh beban hidup?? Hehehehe

Mati syahid kan mati di jalan Tuhan, membela Tuhan? Tapi kenapa dalam Islam diperkenankan untuk mengingkari Tuhan kalau nyawa terancam? Bukankah ini (mati karena mempertahankan iman dalam kondisi nyawa terancam) mati syahid yang lebih indah daripada mati dlam upaya memerangi umat lain?


Gimana strategi aja. Dalam kasus Ammar bin Yasir banyak pertimbangan yang harus dipikirkan juga, jadi ngga bisa langsung menghakimi Ammar salah, atau menyimpulkan bahwa berbohong itu dibolehkan. Perasaan ini juga yang jadi bahan perdebatan Syiah-Sunni.

Yah itu lah pola pikir muslim, STRATEGI! Bahkan kesetiaan pada Tuhan pun harus dikorbankan dengan startegi untuk mempertahankan nyawa yg notabene adalah milik Tuhan sendiri.
Di atas tuh ada yg bilang kayak gini :
Tapi tau kan definisi iman dalam Islam?
1. Diyakini dalam hati
2. Diucapkan dengan lisan
3. Diamalkan dengan perbuatan
Kalo satu nggak lulus ya nggak bisa dibilang beriman dong.

Nah gimana dong?
Satu hal yang pasti, islam adalah ajaran yg penuh dengan INKONSISTENSI
luv_nice
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 695
Joined: Tue Aug 15, 2006 11:08 am

Postby Sashimi » Tue Oct 17, 2006 11:04 am

setau gue, doa itu cuma satu satunya cara komunikasi kita sama Allah, kalo ada yang pake kirim2an salam sama orang yang udah mati, apalagi kirim pahala, emang masih bisa? kalo cuma buat mengenang akan si dia yang udah tiada, boleh kali sekali sekali, asal jangan 5 kali sehari setiap hari seumur hidup, itu namanya kelewatan banget, mana topik doanya sama dan di ulang2
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Oh My God !!

Postby ds » Tue Oct 17, 2006 11:29 am

nafaurbach wrote:Keyakinan saya bahwa islam mengandung banyak kesesatan menjadi 101% setelah membaca tulisan-tulisan yang ada di FFI.


Kamu kan emang Non Muslim sejak lahir !!
Koq bisa jadi begini !!
Coba lihat (inget - inget) postingan kamu sebelumnya ?
Yeee.....
ds
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 89
Joined: Thu Sep 28, 2006 10:28 am

Postby cahkangkung » Tue Oct 17, 2006 11:51 am

Heh ds,kalo elu ga percaya ama si Nafaurbach elu tanya2 dan tes aja, daripada maen tuding dan tuduh!!

Mentalitas muslim banget untuk selalu tidak percaya bahwa di dunia ini ada yang bisa Murtad!
Ga sadar apa,semakin banyak tau!

Setau gua dari postingan2 elu,kayaknya elu juga kagak tau banget ttg Islam cuma udah kecuci otak aja untuk selalu membela Islam.
User avatar
cahkangkung
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1429
Joined: Mon Sep 25, 2006 8:43 am
Location: Malta

Postby joshua » Tue Oct 17, 2006 12:03 pm

hehehe.... hahaha... huhuhu ....

thread lucu .. apalagi pas baca di awal2nya..

makasih joke2nya yahh .. lumayan ngisi waktu siang gw.. kebetulan lg agak ngantuk...

OOT nih yeee
joshua
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 84
Joined: Fri Aug 18, 2006 2:36 pm

Postby ganteng_maut » Tue Oct 17, 2006 2:04 pm

dear all,

menurut saya ndak begitu. malaikat kan cuma ngelakuin yang diperintahkan Tuhan. Apa menurut anda Tuhan perlu turun tangan sendiri ngelemparin orang yang tidak beriman ke neraka? Tuhan mampu, saya percaya itu. Kalau begitu mari kita kembali ke tujuan awal penciptaan. Untuk apa malaikat diciptakan?

Hmm, anda pingin contoh yang relevan... Kalau begitu kita rubah kasusnya. Ada orang yang ganteng, dikasi waktu 1 minggu untuk buat laporan tentang hasil praktikum, tapi karena si ganteng ini lebih suka main PES dan nonton Naruto, sampai 1 hari sebelum deadline si ganteng belum nulis apa-apa. Anda, dilain pihak, adalah teman si ganteng yang paling pintar, anda bisa nulis 24 laporan dalam waktu 1 hari. Lalu apa yang akan anda lakukan ketika si ganteng minta bantuan anda bwat nulis laporannya?

Yup, hidup ini penuh strategi. Manusia harus berpikiran jauuuuuuh ke depan. Ada 2 alternatif, surga dan neraka. Ntar mau masuk yang mana ya? Apa yang harus dilakukan agar bisa masuk surga/neraka ya? Nggak usah jauh-jauh deh, setiap bangun tidur otak harus langsung jalan. Hari ini kuliah apa? Ntar malam mau masak apa? Ada barang yang harus dibeli ato nggak? dst..

Iya mas/mbak.. Nyawa milik Tuhan, tapi Tuhan juga nyuruh manusia menghargai nyawa kan? Memang harus dilihat kasus per kasus. Dalam perang, mati mulia dan mati konyol itu tipis banget bedanya...

Ah, nggak juga mas/mbak. Justru menurut saya malah Kristen yang nggak konsisten. Tapi udah deh, ntar jadi OOT :wink:
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby luv_nice » Tue Oct 17, 2006 2:52 pm

ganteng_maut wrote:dear all,

menurut saya ndak begitu. malaikat kan cuma ngelakuin yang diperintahkan Tuhan. Apa menurut anda Tuhan perlu turun tangan sendiri ngelemparin orang yang tidak beriman ke neraka? Tuhan mampu, saya percaya itu. Kalau begitu mari kita kembali ke tujuan awal penciptaan. Untuk apa malaikat diciptakan?

Hmm, anda pingin contoh yang relevan... Kalau begitu kita rubah kasusnya. Ada orang yang ganteng, dikasi waktu 1 minggu untuk buat laporan tentang hasil praktikum, tapi karena si ganteng ini lebih suka main PES dan nonton Naruto, sampai 1 hari sebelum deadline si ganteng belum nulis apa-apa. Anda, dilain pihak, adalah teman si ganteng yang paling pintar, anda bisa nulis 24 laporan dalam waktu 1 hari. Lalu apa yang akan anda lakukan ketika si ganteng minta bantuan anda bwat nulis laporannya?

dimana relevansi contoh ini dengan keselamatn. Selalu anda melihat bahwa dosa itu perkara sepele yg bisa diatasi oleh usaha manusia sendiri. Makanya contohnya selalu hal2hal yg mengandalkan usaha manusia.

Yup, hidup ini penuh strategi. Manusia harus berpikiran jauuuuuuh ke depan. Ada 2 alternatif, surga dan neraka. Ntar mau masuk yang mana ya? Apa yang harus dilakukan agar bisa masuk surga/neraka ya? Nggak usah jauh-jauh deh, setiap bangun tidur otak harus langsung jalan. Hari ini kuliah apa? Ntar malam mau masak apa? Ada barang yang harus dibeli ato nggak? dst..

Hidup akan lebih indah jika ketika bangun pagi kita berserah pada Tuhan agar sehari ini apapun yang kita lakukan adalah yang seturut dengan kehendak Tuhan. Karena hidup ini demikian berharga di mata Tuhan. Dengan begitu kita akan menjalani hidup bukan sebagai pertempuran, persaingan semata sehingga menyebabkan orang lain sering dianggap penghalang. Hidup yang berserah pada Tuhan adalah hidup yang memancarkan kasih pada semua orang. Kenapa bisa memancarkan kasih? Karena hubungan dengan Tuhan sudah dipulihkan, manusia tinggal merefleksikan untuk orang lain.

Iya mas/mbak.. Nyawa milik Tuhan, tapi Tuhan juga nyuruh manusia menghargai nyawa kan? Memang harus dilihat kasus per kasus. Dalam perang, mati mulia dan mati konyol itu tipis banget bedanya...

Ah, nggak juga mas/mbak. Justru menurut saya malah Kristen yang nggak konsisten. Tapi udah deh, ntar jadi OOT :wink:

Mati mempertahankan iman dalam kondisi kepepet, jelas bukan mati konyol. Itu syahid yang sesungguhnya. Mempertahankan iman sampai titik darah penghabisan. Nyawa memang berharga, tapi karena nyawa bukan milik kita, maka ketika harus memilih antara mempertahankan nyawa atau iman, orang yg setia pada Tuhan pasti akan rela kehilangan nyawa.
Yang konyol adalah maju perang yg katanya membela agama, tapi ternyata mati sia2 dan justru menyeret orang lain dalam kematian. Kenapa sia2? Karena Tuhan tidak perlu dibela, pembalasan adalah hak Tuhan.
luv_nice
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 695
Joined: Tue Aug 15, 2006 11:08 am

Postby ganteng_maut » Tue Oct 17, 2006 3:19 pm

luv_nice wrote:dimana relevansi contoh ini dengan keselamatn. Selalu anda melihat bahwa dosa itu perkara sepele yg bisa diatasi oleh usaha manusia sendiri. Makanya contohnya selalu hal2hal yg mengandalkan usaha manusia.


Benar, Allah sudah memberi petunjuk, manusia bisa berusaha menghapus atau menutupi dosanya sendiri. Well, hasil akhir memang ada di tangan Tuhan apakah dosanya diampuni atau tidak, tapi kalo ngga ada usaha sama sekali, gimana bisa diampuni.

Hidup akan lebih indah jika ketika bangun pagi kita berserah pada Tuhan agar sehari ini apapun yang kita lakukan adalah yang seturut dengan kehendak Tuhan. Karena hidup ini demikian berharga di mata Tuhan. Dengan begitu kita akan menjalani hidup bukan sebagai pertempuran, persaingan semata sehingga menyebabkan orang lain sering dianggap penghalang. Hidup yang berserah pada Tuhan adalah hidup yang memancarkan kasih pada semua orang. Kenapa bisa memancarkan kasih? Karena hubungan dengan Tuhan sudah dipulihkan, manusia tinggal merefleksikan untuk orang lain.


Pandangan yang bagus, sayangnya berapa persen dari umat Kristen yang menyadari hal itu. Tapi saya masih ada pertanyaan. Bagaimana contoh praktek yang anda sebutkan itu. Apa anda mau tetap diam di tempat tidur sebelum Tuhan ngasi tau anda apa yang dia mau dari anda hari ini. Atau gimana?

Mati mempertahankan iman dalam kondisi kepepet, jelas bukan mati konyol. Itu syahid yang sesungguhnya. Mempertahankan iman sampai titik darah penghabisan. Nyawa memang berharga, tapi karena nyawa bukan milik kita, maka ketika harus memilih antara mempertahankan nyawa atau iman, orang yg setia pada Tuhan pasti akan rela kehilangan nyawa.
Yang konyol adalah maju perang yg katanya membela agama, tapi ternyata mati sia2 dan justru menyeret orang lain dalam kematian. Kenapa sia2? Karena Tuhan tidak perlu dibela, pembalasan adalah hak Tuhan.


Dulu juga pernah ada hadits yang melarang semua orang turun ke medan perang. Lah, kalo semua orang mati, terus yang mau nyembah Tuhan siapa? Makanya, mati syahid ok, berdakwah ok juga. Lebih ok lagi kalo seumur hidup dakwah, tapi matinya syahid, ok ok deh..

Tepat!! Tuhan tidak perlu dibela, tapi coba anda jawab, Tuhan senang nggak sama orang yang membela dia? Jadi saya membela Allah bukan karena Allah perlu dibela, tapi karena saya yang ingin mendapat kemuliaan yang hanya diberi kepada orang-orang yang membela Allah. Simpel kan? :wink:
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby sergius » Tue Oct 17, 2006 5:06 pm

ganteng_maut wrote:Pandangan yang bagus, sayangnya berapa persen dari umat Kristen yang menyadari hal itu. Tapi saya masih ada pertanyaan. Bagaimana contoh praktek yang anda sebutkan itu. Apa anda mau tetap diam di tempat tidur sebelum Tuhan ngasi tau anda apa yang dia mau dari anda hari ini. Atau gimana?


Oi ganteng_maut, Tuhan mereka dengan Tuhan anda lain. Kalo Tuhan dalam Qoran anda suka minta2 dan nuntut macem2. Tuhan mereka lain. Tuhan mereka gak menuntut yang aneh2. Yang penting bertobat dan berbuat baik. Gak pake kewajiban2. Gak pake bunuh2 orang yang gak mau mengakui Tuhan.

Dulu juga pernah ada hadits yang melarang semua orang turun ke medan perang. Lah, kalo semua orang mati, terus yang mau nyembah Tuhan siapa? Makanya, mati syahid ok, berdakwah ok juga. Lebih ok lagi kalo seumur hidup dakwah, tapi matinya syahid, ok ok deh..

Tepat!! Tuhan tidak perlu dibela, tapi coba anda jawab, Tuhan senang nggak sama orang yang membela dia? Jadi saya membela Allah bukan karena Allah perlu dibela, tapi karena saya yang ingin mendapat kemuliaan yang hanya diberi kepada orang-orang yang membela Allah. Simpel kan? :wink:


Omongan lu anteng maut, kyk orang yang ketemu preman sadis yang berkuasa. Lu bela dia dan namanya karena lu mau mendapat kemuliaan darinya? Astaga. Cari muka banget. Oh iya, maksud lu dengan kata "membela Allah" apaan?? Dengan cara membunuhi orang yang gak mengakui Islam sebagai satu2nya agama??? Dengan cara2 rusak, perkosa, rampok, dan lain sebagainya yang dihalalkan dalam Qoran??? Atau sebenarnya lu mau bela Dia karena lu tau lu bakalan dapat 72 everlasting virgin dan sungai susu???
User avatar
sergius
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2063
Joined: Sun Sep 24, 2006 3:46 am
Location: Tzu Chi homebase

Postby ganteng_maut » Tue Oct 17, 2006 5:40 pm

dear all,

wah, jadi tambah oot nih...

sergius wrote:Oi ganteng_maut, Tuhan mereka dengan Tuhan anda lain. Kalo Tuhan dalam Qoran anda suka minta2 dan nuntut macem2. Tuhan mereka lain. Tuhan mereka gak menuntut yang aneh2. Yang penting bertobat dan berbuat baik. Gak pake kewajiban2. Gak pake bunuh2 orang yang gak mau mengakui Tuhan.


yo yo yo, saya juga tahu Tuhan saya sama Tuhan mereka lain. Saya kan pingin tahu dengan cara apa Tuhan mereka ngasi tau mereka apa yang dia mau dari mereka. Atau gimana?

Omongan lu anteng maut, kyk orang yang ketemu preman sadis yang berkuasa. Lu bela dia dan namanya karena lu mau mendapat kemuliaan darinya? Astaga. Cari muka banget. Oh iya, maksud lu dengan kata "membela Allah" apaan?? Dengan cara membunuhi orang yang gak mengakui Islam sebagai satu2nya agama??? Dengan cara2 rusak, perkosa, rampok, dan lain sebagainya yang dihalalkan dalam Qoran??? Atau sebenarnya lu mau bela Dia karena lu tau lu bakalan dapat 72 everlasting virgin dan sungai susu???


weleh, orang sama tuhan ya beda dong mas. Di agama lain juga gitu, orang kristen bertindak sesuai ajaran kasih yesus, biar yesus seneng, trus dimasukin surga. Orang buddha bertindak sesuai ajaran buddha, biar buddha seneng, trus dimasukin surga. trus apa masalahnya?

yah, habis gimana lagi.. kan pilihannya cuma 2, surga atau neraka. Gw si ngga mau masuk neraka, jadi mending pilih surga aja. Trus lo gimana? Nggak mau masuk surga? Selamat masuk neraka aja deh... :P
User avatar
ganteng_maut
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby nafaurbach » Sat Oct 21, 2006 6:49 am

Tepat!! Tuhan tidak perlu dibela, tapi coba anda jawab, Tuhan senang nggak sama orang yang membela dia? Jadi saya membela Allah bukan karena Allah perlu dibela, tapi karena saya yang ingin mendapat kemuliaan yang hanya diberi kepada orang-orang yang membela Allah. Simpel kan?

Aduh-aduh, jaman gini masih banyak juga muslim guoblog.
Tuhan senang sama orang yang membela Dia? Membelanya dengan cara apa dulu? Kalau membela Tuhan dengan membunuh manusia cuma tuhannya orang muslim yang suka. Orang ISLAM berfantasi bahwa mereka bisa masuk surga dengan membunuh orang asalkan itu diberi label 'membela agama allah'. Membunuh manusia ciptaan Tuhan adalah penghinaan bagi Tuhan, orang Islam membela Tuhan dengan menghina Tuhan, betul-betul absurd dan tolol. Hanya orang muslim yang punya logika tolol dan bejat macam ini.

Ganteng Maut, lu tau nggak definisi setan menurut Yesus:

"Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yoh.8:44).

Tuhannya muslim mencintai darah dan menginginkan pembunuhan terhadap orang-orang yang katanya kafir. Tuhannya muslim juga pendusta, ia memutar balikkan Kitab Suci dan mengajarkan orang Islam untuk 'berbohong demi kebaikan'. Tuhannya muslim adalah pembunuh sekaligus pendusta. Siapa lagi tuhannya muslim kalau bukan IBLIS.

Dan cuma logika pengikut IBLIS yang percaya tuhannya senang dibela dengan CARA APAPUN, termasuk menipu, bom bunuh diri, teror, dan berbagai ritual kematian lainnya.

Setuju nggak..!!!!!
User avatar
nafaurbach
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 111
Joined: Sat Oct 07, 2006 8:07 pm
Location: Inside Kabah

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users