. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Mon Mar 30, 2009 5:39 pm

newbie wrote:Ayu aku cuma mau tanya beberapa hal tolong dijawab tegas YA atau TIDAK:

Apakah kamu mau menjaga penis ayahmu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan dirumahmu? (QS 23:5-6)
atau, Apakah kamu rela ayahmu Kawin sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pembantu di rumah saja? (QS 4:3)
Apakah kamu mau ayahmu memukul ibumu? (QS 4:34), atau mengurungnya sampai mati? (QS 4:15), Maukah engkau Merampok sebab itu halal? (QS 8:69, QS 48:20), "Senangkah engkau ayahmu akan dihadiahi cewek-cewek cantik di surga nanti? (QS 52:17-20, QS 56:22-24), Maukah engkau memBunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu? (QS 9:123, QS 9:5)

Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......



Ayulestari wrote:
Ayu juga mau tanya nih, ayat yang akang ambil udah bener kaga? Jawab yang tegas YA atau Tidak, Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......


Ayu, anda punya quran kan?
Atau pake quran online, ayat2 nya tertulis tuh, tinggal cek kebenaran nya.

Muslim semua tau lah ayat2 tsb, cuma pura2 aja, biar bisa cari siasat.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby newbie » Mon Mar 30, 2009 5:50 pm

Ayulestari wrote:Ayu kan sudah pernah bertanya, Adakah di Alkitab/AlQuran yang mengatakan bahwa Tuhan itu maha kecil?
Apa itu dogma? Apa sampeyan sudah tau apa itu artinya dogma?
Dan siapakah bidah? Apakah orang Kristen adalah bidah, sedangkan Ayu adalah Kristen Sejati?

...

Ajaran yang berdasarkan kitab suci bukanlah Dogma, sampeyan salah mengartikan dogma, dogma adalah hasil rundingan dan diputuskan bersama oleh para pimpinan agama, kalau dalam islam sama seperti Itihat para ulama saat memutuskan makruh atau haramnya rokok. Bedanya dengan agama kristen justru yang disepakati bersama adalah siapa tuhan? Dalam islam tidak ada yang namanya dogma, semuanya bersumber dalam kitab suci, Siapakah Tuhan? Semuanya sepakat menjawab Allah, tanpa harus dirundingkan dulu, apapun sektenya, baik itu Akhmed musadek, atau Mirza gulam ahmad, atapun lia eden, semuanya sepakat dengan kitab suci bersama yaitu Al-Quran, Sebaiknya sebelum sampeyan bicara soal kebenaran Tuhan yang diukur dari dogma atau moralitas manusia sebaiknya sampeyan belajar dulu apa itu dogma.
...

Sampeyan mau bicara soal Moral atau Dogma? Apa yang dilakukan oleh Ibrahim ataupun musa, bukanlah atas dogma, tapi atas Iman kepada Allah, dogma adalah atas kesepakatan bersama, apa saat ibrahim mau membunuh anaknya ibrahim harus mengadakan konsili dulu? Untuk menetapkan bahwa yang menyuruhnya menyembelih anaknya apa Allah atau Setan gitu?

...

Mbak yu, saya kagum dengan ke-PEDE-an anda mendefinisikan arti DOGMA. Bahkan saking PEDE anda menyuruh mereka belajar dulu arti dogma. Wah wah.. kalau boleh tau anda dapat arti dogma dari mana sumbernya? Sebelum anda membusungkan dada, lebih baik baca ini.

Dogma is the established belief or doctrine held by a religion, ideology or any kind of organization: it is authoritative and not to be disputed, doubted or diverged from. The term derives from Greek δόγμα "that which seems to one, opinion or belief"[1] and that from δοκέω (dokeo), "to think, to suppose, to imagine"[2]. The plural is either dogmas or dogmata , from Greek δόγματα.

At the core of the dogma concept is absolutism, infallibility, irrefutability, unquestioned acceptance (among adherents) and anti-skepticism. [3]These concepts typically invoke criticism from moderate and modulated conceptual approaches, and thus "dogma" is often colloqually used to indicate a doctrine which has the problem of claiming absolute truth, when other concepts may be superior.

(terjemahan inggrisnya)

Dogma
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dogma (dari bahasa Yunani, bentuk jamak dalam bahasa Yunani dan Inggris kadangkala dogmata) adalah kepercayaan atau doktrin yang dipegang oleh sebuah agama atau organisasi yang sejenis untuk bisa lebih otoritatif. Bukti, analisis, atau fakta mungkin digunakan, mungkin tidak, tergantung penggunaan.

Dogma, iman, dan logika
Ada kesamaan konsep antara dogma dan aksioma yang digunakan sebagai titik awal untuk analisis logika. Aksioma dapat dianggap sebagai konsep dasar atau 'sudah semestinya demikian' sehingga tak terbayangkan orang akan membantahnya. Dogma juga bersifat sangat mendasar (misalkan, dogma bahwa 'Tuhan itu ada') namun juga mencakup himpunan yang lebih besar dari kesimpulan yang membentuk bidang pikiran (keagamaan) (misalkan, 'Tuhan menciptakan alam semesta'). Aksioma adalah pernyataan yang tidak bisa dibuktikan benar atau salah, atau pernyataan yang diterima atas kegunaannya. Dogma mungkin dapat dianggap sebagai sesuatu yang lebih kompleks, sebuah produk dari bukti-bukti lainnya. Filsafat dan teologi menemukan cara untuk membahas semua pernyataan, baik yang diklasifikasikan sebagai aksioma atau dogma.

Dogma keagamaan, yang dipikirkan secara matang, didasarkan kepada bukti-bukti selain dogma itu sendiri dan akhirnya kepada iman. Mungkin puncak uraian terorganisasi dari sebuah dogma teologi adalah Summa Theologica Katolik Roma yang dicetuskan oleh St Thomas Aquinas, yang mengusulkan hubungan antara iman dan penolakan: "Bila lawan kita tidak percaya akan wahyu Tuhan, maka tidak akan ada cara lain untuk membuktikan obyek-obyek iman melalui penalaran, melainkan hanya dengan menjawab penolakannya atau penyangkalannya —bila memang dia memilikinya— terhadap iman atau kepercayaan tersebut.


SUMBER: http://en.wikipedia.org/wiki/Dogma

Dogma tiap agama beda-beda mbak. Dasarnya islam mengakui Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya dan Muhammad SAW adalah rasulnya. Kristen mengakui Yesus sebagai Tuhan, menitis jadi manusia, dan mati disalib. Buddha - Sang Buddha Gautama lahir ke dalam dunia, melihat kesengsaraan, mencari kebenaran melalui pengosongan diri, akhirnya Ia sempurna naik ke Nirwana - dan lain-lain.
Itu doktrin yg absolut buat tiap agama boleh beda. Itu misteri. Dan iman menyatukan pemeluknya dalam dogma.
Tapi... bagaimana ajaran "moral" (nilai kemanusiaan) yg diturunkan dr Atas? Itu yg sedang di kritik.
Bagaimana suatu diskusi atau debat bisa berjalan kalau tidak ada kesepakatan definisi bahasan? Coba koreksi dulu pemahaman anda terhadap dogma mbak, dan....... silahkan lanjut!
newbie
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 713
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby newbie » Mon Mar 30, 2009 5:55 pm

Sori agak lama reply bener2 susah koneksi internetnya sore ini. Alhamdullilah mbak yu, saya cek ke Al-Quran online dan Al-Quran kitab yg dibukukan, intinya memang demikian mbak, jadi saya jawab "YA". Tolong, jawab pertanyaan saya yg sebelumnya. Terima kasih.
newbie
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 713
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Alkindy » Mon Mar 30, 2009 6:07 pm

Postingan ayulestari terlalu panjang, ane mau menanggapi tentang dogma dan moralitas :

Ayulestari wrote:Ajaran yang berdasarkan kitab suci bukanlah Dogma, sampeyan salah mengartikan dogma, dogma adalah hasil rundingan dan diputuskan bersama oleh para pimpinan agama, kalau dalam islam sama seperti Itihat para ulama saat memutuskan makruh atau haramnya rokok. Bedanya dengan agama kristen justru yang disepakati bersama adalah siapa tuhan? Dalam islam tidak ada yang namanya dogma, semuanya bersumber dalam kitab suci, Siapakah Tuhan? Semuanya sepakat menjawab Allah, tanpa harus dirundingkan dulu, apapun sektenya, baik itu Akhmed musadek, atau Mirza gulam ahmad, atapun lia eden, semuanya sepakat dengan kitab suci bersama yaitu Al-Quran, Sebaiknya sebelum sampeyan bicara soal kebenaran Tuhan yang diukur dari dogma atau moralitas manusia sebaiknya sampeyan belajar dulu apa itu dogma.


DOGMA


Tentu saja ajaran menggunakan DOGMA. Al Qur'an gak bisa berdiri sendiri tanpa Hadist, Tafsir, Ijma Sahabat, Sirah dan Qiyyas. Al Qur'an diklaim sebagai firman auwloh juga hasil dari DOGMA Muhammad yg dilanjutkan para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut tabi'in dan Ulama setelahnya. Dapatkah anda mengetahui maksud/makna tersembunyi dari Al Qur'an tanpa bantuan tafsir?? Dapatkah Syari'at dijabarkan oleh Al Qur'an tanpa penjelasan Hadist (contoh, rukun shalat)???? Itulah yang dimaksud DOGMA oleh bang Duladi.......

Bukankah kodifikasi Al Qur'an juga hasil rundingan Utsman bin Affan dan Zaid bin Tsabit???? Hasil rundingan ini melahirkan apa yg disebut dengan Mushaf Utsman/Mushaf Imam??? Namun ternyata hasil rundingan itu juga gagal karena Ubay bin Ka'ab dan Abdullah bin Mas'ud menolak Al Qur'an versi Utsman???? Ayulestari, apakah anda akan menyangkal bahwa Ajaran Islam juga ditegakkan dari hasil rundingan/dogma ????

Apakah anda yakin Ahmad Mussadiq, Lia Eden, Mirza Ghulam Ahmad semuanya sepakat dengan Kitab Suci Bersama yaitu Al Qur'an?? Mengapa Kaum Muslim membenci mereka setengah mati dan mengkafirkan mereka???? Bukankah itu karena Hasil Rundingan mereka berbeda versi dengan Muslim Mayoritas (baca=islam sunni)???? Bagaimana dengan Hasil Rundingan Syi'ah, Hasil Rundingan Wahabbi, Hasil Rundingan Druze, Hasil Rundingan Khawariz????

MORALITAS

Manusia diberi akal budi oleh Sang Pencipta untuk memilih mana yang baik dan yang jahat, Akal budi dan hati nurani yang bersihlah yang bisa membedakan baik dan jahat tanpa dijejali oleh dogma2 agama. Saya beri contoh :

- Mencuri = Tanpa membaca Al Qur'an manusia sudah tau bahwa itu jahat, karena merugikan orang lain,
- Membunuh = Tanpa membaca Al Qur'an manusia sudah tau bahwa itu jahat, karena menghilangkan hak hidup orang lain,
- Memperkosa = Tanpa membaca Al Qur'an manusia sudah tau bahwa itu jahat, karena merendahkan martabat wanita,
- Berbohong = Tanpa membaca Al Qur'an manusia sudah tau bahwa itu jahat, karena memperdaya orang lain,
- Berzinah = Tanpa membaca Al Qur'an manusia sudah tau bahwa itu jahat, karena merusak hubungan suami istri.

Perbuatan2 di atas adalah JAHAT bila manusia menggunakan akal budi dan hati nurani yang diberikan Tuhan (biarpun cuma se-uprit kata anda). Dari akal budi dan hati nurani yang jujurlah kita bisa menilai MORALITAS yang diajarkan suatu Agama.
Apa barometer yang universal???? Ajaran Moralitas yang benar dari suatu agama tidak akan berlawanan dengan norma2 positif masyarakat. Kalo Tuhan melarang manusia untuk menggunakan akal budi dan hati nurani yang jujur dalam menilai moralitas suatu Agama,,,,, Kenapa Tuhan menciptakan OTAK??????????? :shock: :shock:
User avatar
Alkindy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 183
Joined: Wed Feb 18, 2009 12:11 pm
Location: The Holy Land

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Tue Mar 31, 2009 1:04 am

Ayulestari wrote:Ayu ya Ayu, muhammad Jaya ya muhammad jaya, begini biar orang kafir disini tidak penasaran juga dengan ayu, ayu akan menyebutkan ayu ini siapa. Sampeyan tentu tau dengan beast666 kan? yang berdialog di MYQURAN? beast666 bukanlah pribadi tapi tergabung dalam beberapa orang pekanbaru, saya tinggal disana, kita sama-sama buat id beast666 tapi saya rasa debat dengan menggunakan ID satu bersama adalah suatu hal yang kurang nyaman, maka saya memisahkan diri dari beast666, saya berdebat dengan ID sendiri, Beast666 tergabung oleh teman-teman sekolah dan kuliah, diantara nya salah satu adalah Handika yang masih kuliah, Vincent lim yang masih sekolah SMA di Saint Marry, Faridh masih SMP, dll. Handika awal pembuat ID beast666. Sampai disini saya tidak tau harus bilang apa lagi, kalau masih belum percaya ya terserahlah.


Baiklah, saya mencoba untuk percaya bahwa Ayu memang benar-benar Ayu, bukan "SAMPAH MASYARAKAT" seperti yang saya kenal selama ini. Berarti Ayu ada kemungkinan untuk disadarkan dan MENANG atas kebohongan Islam. Semoga ...

Kristen Sejati dan Kristen Bidah

Ayulestari wrote:Kristen yang bid’ah, karena kenapa? Karena Dodma ketuhanan sampe sekarang masih dipeselisihkan, jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah? Yang mengganggap dll. Jadi jika kristen benar, maka jelas Islam akan masuk surga


Kristen mana yang benar menurut Ayu?
Dan Ayu masih belum menjawab: Apakah Ayu merasa sebagai Kristen Sejati?

Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?

Ayulestari wrote:Dengan hati nurani, maka sampeyan sudah jelas menolak tuhan, karena jika sampeyan di posisi ibrahim saat itu, pasti sampeyan akan melontar Allah dengan batu, sambil mengatakan “ dasar tuhan tidak bermoral”


Memang kalau saya berada di posisi Ibrahim, saya akan menganggap "Tuhan tidak bermoral". Tapi, apakah hal itu benar-benar dikehendaki oleh Tuhannya Ibrahim? Itu hanyalah ujian belaka, Tuhan tidak pernah benar-benar menghendaki seorang bapak menyembelih anaknya. Anda sudah tahu sendiri ending-nya, bukan? Apakah Ibrahim akhirnya benar-benar menyembelih anaknya? Tuhan mencegah Ibrahim melakukan perbuatan bejat, dan bukan malah membiarkannya seperti awloh membiarkan para pemujanya berbuat bejat.

Tambahan lagi.
Tuhannya Ibrahim beda dengan tuhan yang Ayu sembah.
Tuhannya Ibrahim terbukti benar-benar Tuhan. Bacalah di kitab Taurat, bagaimana Ibrahim menyaksikan Tuhannya menunggangbalikkan kota Sodom dan Gomora yang penduduknya BERMORAL BEJAT. Dengan kuasa ilahi yang nyata, bukan dengan NGIBUL ataupun dengan KEKERASAN BERSENJATA.

Sementara tuhannya Ayu bukan saja ia adalah sosok kibulan, tapi juga BENAR-BENAR MENGHENDAKI bapak bunuh anak dan anak bunuh bapaknya, seperti yang terjadi seusai Perampokan atas Bani Kilab.

Al-Tabaqat, Ibn Sa’d, vol. ii p.201
Muhammad mengirim al-Dahak ibn Sufyan ke al-Zuji untuk mengajak orang2 B. Kilab memeluk Islam. Ketika mereka menolak, tentara2 Muslim menyerang mereka dan memaksa mereka berlarian pergi ketakutan. Diantara para Muslim terdapat seorang Jihadis tulen bernama al-Asyad . Dia bertemu dengan ayahnya yang bernama Salamah yang sedang mengendarai kuda. Al-Asyad meminta ayahnya masuk Islam. Tapi ayahnya malah menegurnya karena memeluk Islam. Al-Asyad jadi marah dan dia memotong kuda ayahnya. Ketika ayahnya terjatuh, dia lalu menangkapnya sampai para Muslim yang lain tiba di tempat itu dan membunuhnya.

Bagaimana seorang anak bisa tega membantai ayahnya sendiri demi awloh? Dan awloh tidak melarang perbuatan keji itu tetapi malah memerintahkannya.

QS 58:22
Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah-ayah atau putra-putra atau saudara-saudara laki atau bangsa mereka. Karena Allah telah menentukan iman mereka, dan memperkuatnya dengan Roh (bimbingan sejati) dari diriNya sendiri. Dan dia akan menerima mereka masuk Surga di mana sungai2 mengalir.

Al-Hafiz Al-Bayhaqi mencatat bahwa `Abdullah bin Shawdhab berkata, " Ayah dari Abu Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah bin Al-Jarrah berkali-kali memuji-muji dewa2 kepada anak lakinya di hari (perang) Badr, dan Abu Abu `Ubaydah terus menghindarinya. Ketika Al-Jarrah terus memuji, anak lakinya yakni Abu `Ubaydah berjalan menujunya dan membunuhnya. Allah menurunkan ayat ini berdasarkan kejadian itu. (Ibnu Kathir, Tafsir QS 9:24 & QS 58:22)

Dari sini kita bisa simpulkan bahwa ISLAM itu SALAH!!!

Ayulestari wrote:Cek kemabali ayat yang kamu kutip
Surat 23:5-6, 4:34, 4:15, 8:69, 48:20, 52,17-20, 56:22-24, sebutkan kepada saya terjemahan siapa yang menerjemahkan seperti itu? Kalau hanya versi kedengkian sampeyan terbukti sampeyan memang tukan fitnah.


Saya yakin Ayu pasti punya Alquran.

"Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Perangi orang-orang yang tidak mau bertobat sampai mereka bersedia bayar upeti." (QS 9:29)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

---------------------------------------------------------

Islam mencontoh keburukan-keburukan manusia di masa lalu, dan tidak mencontoh yang baik-baiknya

Ayulestari wrote:siapa sih yang mengakatakan bahwa Islam itu menuru kebejatan orang-orang zaman dulu? Ayu hanya menganalogikan bahwa sampeyan tidak bisa menilai moral Tuhan dengan Nurani sampeyan yang kecil itu…. Paham?


Kita harus bisa buktikan dulu, apakah awloh yang disembah Muhammad itu benar-benar Tuhan seperti tuhan yang disembah Israel, atau cuma tuhan fiktif rekayasa Muhammad belaka. Jadi, janganlah kita 100% percaya bahwa si Panjul atau si Awloh adalah PASTI TUHAN, lantas kita tidak boleh menilai moralitasnya. Kepada apapun atau siapapun yang mengaku atau diakui sebagai tuhan wajib untuk ditelaah kebenarannya dan juga moralitasnya.

Ayulestari wrote:Apa sampeyan sepakat, bahwa Tuhan israel itu adalah pengajar keburukan?


Tuhan Israel yang terbukti benar-benar EKSIS & MAHAKUASA itu tidak pernah mengajarkan "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3). "Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15), "Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20), "Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24), "Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Ayu wrote:Kalau dinilai dari moralitas manusia maka jelas Tuhan adalah bejat, karena kenapa? Karena jelas Tuhan menyuruh Ibrahim Membunuh anaknya, menyuruh Musa membunuh orang amalek, menghukum Ular yang tidak pernah bersalah, menghukum Yudas yang tidak bersalah, jadi dengan pola pikir sampean berarti Tuhan Adalah bejat. Apakah kecuali Nabi Muhammad? Alasannya karena Allah adalah ciptaan Nabi muhammad, jika itu alasan sampeyan makanya sampeyan saya suruh untuk menguji pembuat pergedel seperti analogi saya kemarin.


Logikanya, kalau awloh bukan karangan Muhammad, dia tentu tidak perlu ditolong oleh Muhammad, tahu bahwa bintang bukan misil untuk menembak setan, tahu kalau kisah Ashabul Kahfi adalah dongeng, tahu kalau gender ditentukan oleh kromosom dan bukan oleh mana yang duluan nyembur, tahu kalau ZINAH itu SALAH, tahu kalau mengucapkan kata "mudah-mudahan" itu tidak layak bagi dirinya yang katanya MAHA TAHU, dan masih banyak bukti nalar seabrek yang bisa Ayu ketahui dari FFI.

Tidak usah lari ke masalah Ibrahim, Musa atau lainnya, sebab mereka bukan agama. Islam adalah agama, tetapi ia malah mengajarkan hal-hal yang tidak bermoral. Dari situlah kita tahu kalau Islam itu salah!!! Ayu mencoba membenarkan KEBEJATAN AJARAN-AJARAN ISLAM dengan mengambil sampel kisah sejarah yang terekam dalam Taurat. Itu artinya Ayu sebenarnya tahu kalau Islam itu bejat. Ayu mencoba lari dari masalah dan beranggapan "kalau Ibrahim boleh bejat, Musa boleh bejat, kenapa Islam gak boleh ikutan bejat?" Karena itulah saya berkesimpulan: Islam bukan agama sempurna, melainkan agama bejat yang meniru kebejatan orang-orang terdahulu.

Kenapa kita tidak bisa mencocokkan Islam dengan yang baik-baik dari orang-orang terdahulu, tapi malah mencocokkan Islam dengan yg jelek-jelek? Karena memang Islam itu jelek!

Ayulestari wrote:Saya sudah bilang, yang dilakukan ibrahim bukan Dogma, jangan sampeyan samakan Perintah tuhan dengan Dogma


Saya tidak pernah mengatakan demikian. Ibrahim diuji oleh Tuhan apakah dia patuh atau tidak, dan setelah Ibrahim menunjukkan kepatuhannya Tuhan melarang Ibrahim dari perbuatan keji, yaitu melarang Ibrahim menyembelih anaknya sendiri. Jelas di sini bahwa konteksnya bukan IBRAHIM vs ISLAM, karena Ibrahim adalah manusia, bukan sebuah agama. Dengan membandingkan Islam dengan agama-agama asli, terbukti bahwa Islam itu SALAH!!! Bukan karena dogmanya sehingga saya berkesimpulan demikian, melainkan karena AJARAN MORAL-nya.

Ayulestari wrote:Yang disuruh Allah untuk menyembelih anaknya hanya Ibrahim, Allah tidak menyuruh itu sebagai perjanjian kekal buat keturunan ibrahim, yang menjadi perjanjian kekal buat seluruh keturunan ibrahim adalah Sunat, tapi lagi-lagi Dogma menentang perjanjian ibrahim dan Allah tersebut, terbukti dari pelanggaran perintah sunat, ini baru disebut Dogma dan itu adalah Bidah.


Umat Kristen tidak sunat tidak bisa kita vonis salah. Justru Ayu yang mempermasalahkan hal itu malah menampakkan gejala sakit jiwa, karena tampaknya Ayu hendak mencari gara-gara dengan umat Kristen. Kita harusnya jujur dengan nalar kita sendiri, kalau SUNAT dan TIDAK SUNAT bukanlah suatu masalah, tapi kalau ada suatu agama yg mengajarkan "Jagalah penismu kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu!" atau "Pukullah istrimu!" ini barulah masalah, karena ini JELAS-JELAS SALAH!!!

Apakah sampeyan masih belum dapat melihat posisi sampeyan di sini?
Sampeyan mempersoalkan hal-hal yang tidak penting dalam agama lain, sementara saya mempersoalkan hal yang sudah jelas-jelas salah dalam agama kita.

Ngapain kamu ngurusin masalah sunat atau tidak sunatnya umat lain?
Agama kita sendiri ini lho, malah ngajarin zinah, ketidaksetiaan, kekerasan rumah tangga, kebencian terhadap sesama dan perampasan harta benda orang lain...!!!!

Ibaratnya Ayu memarahi seorang teman, "Hei, kenapa kamu makan daging babi? Itu salah!!!"
sementara Ayu sendiri malah makan daging manusia dan Ayu sama sekali tidak merasa bersalah.

Perbandingannya adalah: DOGMA yang tak penting vs MORALITAS BEJAT
Sunat atau tidak sunat bukanlah suatu hal yang salah, tetapi MENIDURI BABU-BABU jelas ini adalah salah!!!
Percaya pada hukum karma atau tidak percaya pada hukum karma bukanlah suatu hal yang salah, tetapi Merampas harta orang lain ini jelas SALAH!!!
Percaya bahwa Tuhan itu tauhid atau tidak percaya bahwa Tuhan itu tauhid bukanlah suatu hal yang salah, tetapi mengijinkan seorang suami tidak setia pada istrinya dan bahkan menzinahi babu-babunya adalah SALAH!!!!

Ayu wrote:Sekarang mana buktinya ayu mengatakan bahwa Islam Itu agama Bejat?


Buktinya dari pengambilan sampel yang Ayu lakukan, mengutip kisah orang-orang terdahulu yang bejat.
Kalau Islam bukan agama bejat, tentu saja sampel yang dipakai adalah kisah orang-orang mulia, seperti Adam yang cuma beristri satu, atau seperti Ishak yang setia pada Ribka, atau seperti Musa yang walaupun dicerca oleh bani Israel dia malah mendoakan keselamatan mereka, Musa tidak mendendam dan tidak melaknat umatnya agar di-azab sebagaimana "musa" versi Muhammad yang pendendam dan berhati busuk (Baca: Muhammad, Manipulator Besar & Pengarang Cerita Fiksi). Kenapa yang Ayu pakai untuk mencocokkan Islam adalah yang buruk-buruk? Karena Islam itu buruk.

Ayu wrote:Jelas sampeyan mendikte tuhan, karena sampeyan mengukur kebaikan dari hati nurani manusia, “suruhan tuhan untuk membunuh anak ibrahim itu jelas menurut ukuran nurani adalah bejat, nah jika kita mengatakan suruhan tuhan itu adalah bejat, itu sama saja sampeyan mendikte tuhan.


Toh, terbukti, Tuhan tidak bejat, khan? Tuhan malah mencegah Ibrahim dari perbuatan itu. Ayu pasti tahu kisahnya. Ishak ditukar Tuhan dengan seekor domba, karena Tuhan tidak pernah membenarkan seorang bapak menyembelih anaknya. Apa yang Tuhan suruhkan pada Ibrahim hanyalah suatu ujian iman belaka, karena sebelumnya Tuhan sudah berjanji pada Ibrahim kalau dari Ishak-lah keturunannya akan mewarisi Tanah Perjanjian.

Ayulestari wrote:Kalau tiba-tiba sampeyan dapat wahyu dari jibril, itu artinya sampeyan hanya ngaku-ngaku atau hanya bohong belaka, karena setiap yang menerima wahyu adalah disebut nabi


Salah besar!!!
Kain juga menerima wahyu dari Tuhan, tetapi Kain bukan nabi.
Ada banyak sekali orang-orang dalam zaman Taurat yang menerima wahyu dari Tuhan, tapi mereka bukan nabi.
Jadi jangan Ayu salah sangka, mengira orang yang menerima wahyu atau orang yang mengaku menerima wahyu pasti nabi.
Dan dari mana Ayu tahu kalau saya bohong, sementara Muhammad tidak bohong? Bukankah Muhammad sama seperti saya, tidak bisa membuktikan dengan apapun kecuali dengan bualan-bualan? Dan kalau Muhammad boleh membatalkan sumpahnya untuk tidak menzinahi babu, kenapa saya tidak boleh? Saya pun boleh melanggar sumpah saya karena apa yang dihalalkan awloh tidak boleh diharamkan manusia. Tuhan membolehkan saya meniduri babu-babu yang saya miliki, dan itu kenikmatan yang Tuhan berikan untuk saya. Sampeyan tidak berhak mengatai saya BEJAT, karena seperti yang Ayu katakan, KEBENARAN tidak dinilai dari moralitas manusia.

Ayu wrote:dan nabi muhammad adalah nabi terakhir dan ini adalah Janji Allah, dan janji Allah adalah pasti bukan janji palsu yang bisa diganti oleh Dogma, seperti perintah Sunat yang akhirnya diganti oleh Dogma sesat ala paulus


Itulah dogma.
Ayu sudah didogma kalau Muhammad itu nabi terakhir, titik.
Dogma tidak boleh dipertanyakan, karena dogma tersebut menjadi pondasi keimanan sebuah agama.
Sekalipun tidak ada bukti yang masuk dinalar bahwa tuhan bernama awloh benar-benar pernah menyatakan itu, Ayu harus menelan mentah-mentah apa yang Islam katakan.
Kita tidak berhak menyatakan dogma yang Ayu imani itu salah, dan kita memang tidak bisa mengetahui benar dan salahnya kecuali menunggu sampai hari kiamat. Jadi, untuk mengukur kebenaran sebuah agama, adalah dari AJARAN MORALNYA, bukan dari DOGMANYA.

Lewat ajaran moralnya, saya menjadi tahu kalau ISLAM itu SALAH! Jadi, tidak ada harapan selamat bagi orang yang menganut agama ini. Jalan amannya adalah KELUAR DULU dari Islam.

Ayulestari wrote:Ajaran yang berdasarkan kitab suci bukanlah Dogma, sampeyan salah mengartikan dogma


Kitab suci adalah buatan manusia, sekalipun itu diimani berasal dari Tuhan, toh secara realitas, itu adalah buatan manusia. Sekalipun muslim sudah didogma bahwa Alquran itu kitab yang turun dari langit, tetap saja secara AKAL Alquran adalah buku buatan manusia.
Apapun yang mengandung pemahaman untuk diimani sebagai landasan beragama, itu adalah dogma, tidak peduli itu berasal dari kitab suci ataupun hasil kesepakatan para ulama.


Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?

Ayu wrote:Makanya ayu katakan, jika kristen benar (Tidak disebutkan Sektenya) tentu semua sekte kristen masuk surga khan? Ayo semuanya memiliki pernyataaan yang berbeda tentang siapa itu YESUS???? Jadi jelas kalaupun salah Nabi muhammad mengatakan siapa yesus yang jelas Nabi muhammad memuliakannya sebagai Nabi. Sama dengan sekte-sekte kristen lain yang hanya menabikan Yesus


Kalau Kristen benar, berarti Alkitab benar.
Dan Alkitab menyatakan Yesus itu Tuhan. Kalau ada aliran Kristen yang tidak mengakui Yesus itu Tuhan, mereka pasti memiliki kitab sucinya sendiri, contohnya Kristen Saksi Jehovah yang memiliki kitab sucinya sendiri, ibarat Yahudi yang lebih percaya Talmud daripada Taurat.

Ayu tidak bisa membantah lagi, bahwa apabila Kristen benar, berarti Muhammad adalah NABI PALSU, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus.
Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Masih saya tanyakan:
Benarkah Muhammad mengakui Yesus Anak Allah? Tolong tunjukkan ayatnya dari Alquran.
Kalau Ayu beranggapan Anak Allah = Nabi, coba Ayu jawab: Pernahkah seorang nabi berkata, "Aku sudah ada sebelum abraham"
“Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Ayulestari wrote:Jika kebenaran Tuhan harus diukur dengan moral, maka semua Tuhan adalah salah


Benar. Karena itulah saya berani meyakinkan Ayu kalau Awloh itu tuhan palsu, karena JELAS-JELAS TIDAK BERMORAL!
Islam adalah agama yang salah!!! Jangan lari lagi ke persoalan Abraham, Yakub, Musa dst... karena mereka bukan agama. Moralitas Abraham atau moralitas orang-orang terdahulu tidak ada sangkut pautnya dengan AJARAN MORAL yang diajarkan oleh Islam sebagai agama.


Awloh TIDAK MAHA TAHU

Ayulestari wrote:Analogi nya begini “ Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan menyontek, sedangkan saya tidak tau?”. Jadi kata “kamu” adalah duladi dan kata “saya” adalah ayu, siapa yang sedang mengira bahwa “Ayu” tidak tau duladi menyontek? Duladi atau Ayu?


Lihat yang berwarna merah besar. Kata yang dipakai bukan "TIDAK" melainkan "BELUM". Jadi itu bukan perkiraan orang kafir, tapi suatu fakta yang diungkapkan oleh Muhammad.

QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tidak usah jauh-jauh lha, coba pernahkah "awloh aka Muhammad" mengatakan suatu kejadian yang bakal terjadi, seperti Tuhannya Musa yang sudah tahu apa yang bakal orang Israel lakukan bahkan jauh-jauh hari sebelumnya di masa Abraham? Atau setidaknya, seperti Yesusnya Kristen yang sudah tahu kalau Petrus akan menyangkalnya sebanyak 3 kali atau tentang apa yang bakal menimpa dirinya di Yerusalem?

Untuk membuktikan kemampuan AWLOH yang konon katanya "MAHA TAHU" itu dan bukannya "BELUM TAHU", maka setidaknya harus ada bukti kalau AWLOH pernah memberitahu SUATU KEJADIAN yang nanti BAKAL TERJADI.

Dan perlu diketahui pula, bahwa SAMA SEKALI JANGGAL bila Tuhan yang MAHA TAHU itu mengatakan "MUDAH-MUDAHAN". Sebagai perbandingan, carilah dalam Taurat, pernahkah Tuhannya Israel mengucapkan kata "mudah-mudahan" sewaktu berfirman? Yang kerap mengucapkan "mudah-mudahan" adalah manusia, tetapi tidak pernah kita temukan Tuhan dalam Taurat mengucapkan kata itu. Di dalam Alquran yang konon katanya WAHYU SEJATI itu, berulangkali kita temukan awloh mengucapkan "mudah-mudahan". Jelaslah sudah, kalau awloh bukan TUHAN. Awloh tidak lain adalah pribadi Muhammad sendiri, selaku pencipta sosok fiktif tersebut.


Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayu masih tidak percaya bahwa "KAMI" adalah Muhammad + Awloh (kadang juga + Jibril)? Perhatikan ayat ini:

QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.
Analogi:
Ibu berkata: Kalian harus hormat kepada Ayah dan Ibu. Sesungguhnya kami adalah orang tua kalian dan pemelihara kalian.

Ayu wrote:Benar, tapi Rasul di ayat itu tidak disebutkan Nabi Muhammad, tapi semua Rasul, tapi karena Rasul hanya tinggal nabi Muhammad maka rasul yang harus diikuti adalah Nabi Muhammad.


Secara tidak langsung Ayu mengakui kalau pronoun "KAMI" memang sebagai kata ganti bagi "AWLOH & RASULNYA".

Masih mau bukti lagi kalau "ALLAH & RASULNYA" berarti AWLOH & MUHAMMAD (=KAMI) ?

QS 57:19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

QS 48:13. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

QS 33:31. Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia.

QS 64:8. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayulestari wrote:coba temukan dalam Al-Quran, adakah awloh berkata Kami adalah Allah + Nabi????


Sudah dibuktikan lewat ayat-ayat di atas, bahwa KAMI = AWLOH + MUHAMMAD.

Ayulestari wrote:Hanya penilaian yang maksa banget, supaya nafsu sampeyan terpenuhi
Mana buktinya kata KAMI = Allah + Nabi Muhammad?
Saya ulangi Allah menggunakan istilah “Kami” untuk merujuk diri-Nya sendiri di berbagai tempat dalam Al-Qur`an.


Kalau memang pronoun "kami" untuk merujuk diri-Nya sendiri, kenapa di QS 70:40 menggunakan pronoun "aku"?

QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Kalau benar awloh lebih menyukai pronoun "kami", bukankah semestinya di ayat itu awloh mengucapkannya seperti berikut:

QS 70:40. Maka KAMI bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Kata "aku" dalam ayat di atas memang Muhammad, bukan awloh. Karena akan janggal sekali kalau sampai awloh bersumpah dengan Tuhan, padahal oleh Arab Awloh diklaim sebagai Tuhan. Jadi Tuhan yang mana lagi yang sedang diajak bersumpah?

Untuk mengetahui apakah Quran itu kata-kata manusia atau kata-kata Tuhan, sebenarnya gampang. Cukup membandingkan GAYA UCAPANNYA dengan gaya ucapan Tuhan dalam Taurat atau Kitab Para Nabi.

Ayu wrote:Dalam bahasa Arab, kata ganti orang “Kami” tidak hanya dipergunakan bagi suatu bentuk jamak, tetapi juga dipergunakan untuk memberikan penekanan pada keagungan, kemuliaan, kehormatan, kejayaan, posisi yang tinggi, dan posisi dalam bentuk tunggal. Istilah “Kami” yang digunakan bagi Allah merupakan aplikasi dari konteks ini.


Kata "kami" tidak menunjukkan keagungan bila diterapkan pada subyek/obyek tunggal, melainkan sikap TIDAK PEDE atau MERENDAHKAN DIRI.
Bandingkan bila SBY Presiden kita memakai pronoun "Saya" dengan pronoun "Kami". Mana yang lebih tegas dan berwibawa? Tentu saja "SAYA". Pemakaian bentuk "kami" menunjukkan dirinya tidak berani bertanggung jawab sendirian, melainkan menjadikan tanggung jawab itu sebagai tanggung jawab kolektif, tanggung jawab bersama. Misalnya:
"Saya akan menurunkan harga BBM bulan depan." Ini menunjukkan KETEGASAN.
"Kami akan menurunkan harga BBM bulan depan." Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa SBY tidak pede atau tidak yakin dengan janjinya sendiri, sehingga membuat janji itu sebagai janji kabinet, janji pemerintah (=jamak) dan bukan janji dia sebagai Pribadi (=tunggal). Kalaupun janjinya miss, SBY tidak bisa dituding bersalah sendirian, melainkan Pemerintah (=Jamak), yaitu orang-orang yang duduk di dalam kabinet juga turut terlibat.

Di dalam Taurat kita tahu bahwa tidak pernah Tuhan memakai pronoun "KAMI" sewaktu berfirman kepada manusia. Tetapi Muhammad di dalam menyampaikan ucapan yang menurut klaimnya sendiri adalah WAHYU itu, kerap menggunakan pronoun "KAMI". Hal itu menunjukkan kurang pedenya Muhammad dalam menyamar sebagai "sosok awloh" sehingga perlu menyatukan "Pengutus dengan Utusannya" dalam satu kata ganti, "KAMI". Sehingga ini menyiratkan KEJAMAKAN, "Awloh tidak sendirian lho", ada Awloh & RasulNya. Atau, Rasul tidak sendirian lho, ada Awloh juga, sehingga menjadi "AWLOH & RASULNYA". Makanya, kalian jangan macam-macam ya?! Dalam hal ini awloh dibuat seolah-oleh membela Muhammad dan Muhammad membela awloh. Hal ini secara mental membuat Muhammad menjadi SANGAT PEDE sebab dia merasa tidak sendirian, walau secara AKAL WARAS dan REALITAS awloh itu hanyalah sosok fiktif ciptaannya sendiri.

Sewaktu Muhammad disindir oleh Ashma binti Marwan lewat puisi, Muhammad mengatakan: "Si Ashma ini telah menyakiti / menyinggung perasaan AWLOH & RASULNYA". Jadi, dengan membuat seolah ada 2 Pribadi, bukan cuma dia sendiri saja yang merasa disakiti hatinya oleh puisi itu, Muhammad merasa LEBIH PEDE & LEBIH BERKUASA ketimbang dia menonjolkan dirinya sendiri dalam bentuk tunggal. Muhammad merasa lebih berkuasa bila dia menggunakan frasa "AWLOH & RASULNYA" ketimbang dia menggunakan frasa tunggal.

BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Mana bukti sejarah yang mengatakan kalau kabah ada pada abad ke 4 masehi? Penyidik sejarah itu siapa? Kalau masalah monas itu sudah jelas, sejarah dan disana jelas tertulis kalau didirikan bukan direnofasi dan jelas bahwa sebelumnya disana memang tidak ada monas.


Duladi wrote:Begini saja, silakan Ayu buktikan bahwa Kabah sudah ada pada zaman Abraham. Tentang penyelidikan sejarawan yang menyatakan Kabah baru ada pada kisaran abad 4 Masehi, silakan Ayu baca di Resource Center tentang Kabah.

Ayu wrote:Masalah bukti, ayu punya bukti di Al-Quran yang ditulis dari Firman Pencipta Alam semsta, masalahnya kan sampeyan yang mengatakan Kakbah dibangun abad ke 4 kan ga punya bukti, seharusnya sampeyan yang memberikan bukti dari ucapan sampeyan. Analoginya begini, saya mengatakan Alkitab itu tidak suci lagi, tentu yang memberikan bukti adalah saya, kenapa saya malah menyuruh krissten untuk membuktikan kesucian alkitab? Jika itu tentu mereka akan tertawa….


Kalau buktinya dari Alquran, saya pun bisa mengarang kitab lalu menuliskan, "Monas didirikan oleh nabi Adam".
Kita sama-sama tahu kalau Alquran itu sumbernya dari Muhammad, jadi bagaimana kitab yang dikarangnya sendiri kau jadikan bukti?
Muhammad membual tentang Kabah, saya boleh dong membual tentang Monas? Khan sama-sama tanpa bukti? Pikirkanlah Ayu, keimanan Islam itu modalnya cuma KEGOBLOKAN SAJA. Pokoknya NURUT, tidak ada kekritisannya. Dari dulu sampai sekarang, mana ada ulama Islam yang menyelidiki kebenaran klaim tersebut dan mencoba mempertanyakannya?

Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayu wrote:Pelaranggaran hukum bukan dinilai dari Jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Jika sampeyan ditilang karena tidak memakai Helm apa sampeyan akan mengatakan " Kenapa kamu menghukum saya? kamu pikir tidak pake helm suatu kejahatan?"

Masalahnya, apakah muslim yang MERUSAK RUMAH orang itu adalah POLISI?
Dan

Ayulestari wrote:Yang merasakan dampak lingkungan kan warga, bukan polisi, bagaimana jika anak-anak warga sekitar terpengaruh dengan ajaran sesat kristen?


Kita tidak bisa menyatakan sebuah agama itu sesat karena dogma yang diimaninya. Tetapi kita dapat menyatakan Islam itu SANGAT SESAT karena mengajarkan KEBEJATAN!

Merusak rumah orang itu SALAH! Itulah sebabnya Hukum Negara melarang perbuatan itu. Herannya, Islam yang katanya AGAMA RAHMAT dari Tuhan malah mengijinkan perbuatan jahat itu?

Kalau Islam itu agama yang benar dan sempurna, muslim tidak seharusnya merasa takut terpengaruh. Justru karena Islam itu KEROPOS dan akan runtuh total bila sampai KEBEJATANNYA diungkap, itulah sebabnya muslim KETAKUTAN terhadap agama lain. Muslim melarang umat lain membangun tempat ibadah di lingkungan muslim justru menunjukkan kalau muslim itu TAKUT.

Ayulestari wrote:Negara kita adalah negara hukum, masalah kalau hanya pengajian tidak ada pengrusakan kok, bahkan kami menghormati, Bahkan tetangga saya adalah kristen dan mereka tidak punya lahan untuk tempat parkir tamu-tamu mereka, saya justru membuka pintu pagar rumah saya untuk mempersilahkan mereka parkir disana, jika memang mereka tidak melanggar hukum dan sudah. Tapi memang pengajian tersebut hanya memang sekedar pengajian biasa, seperti syukuran, Arisan agama, yang mana memang hanya dilakukan sekali-sekali bukan setiap Minggu, dan kalau setiap minggu mungkin halaman ruhan saya akan menjadi kubangan lumpur karena berlubang-lubang selalu jadi tempat parkir . Dan kalau ruham saya memang menjadi Ruhah Ibadah saya tidak bisa protes kalau rumah saya dihancurkan, jika setiap saat dikunjungi jemaat dari luar, saat subuh, zuhur, asar, magrib, isa, dan saya tidak punya izin membangun Rumah Ibadah, walaupun tidak dirusak tapi trantip wajar untuk merusaknya. Dan tidak bisa disalahkan, karena saya memang tinggal dinegara hukum.


*****!!! Yang namanya negara hukum itu HARUS MENGIKUTI PROSEDUR HUKUM, bukannya main RUSAK-RUSAKAN. Justru itu membuktikan warga main hakim sendiri dan tidak menghormati MEKANISME HUKUM yang ada. Bagaimana kamu bisa mengatakan Indonesia negara hukum, tapi malah membenarkan tindakan pengrusakan? Sekali lagi, maaf, kamu itu *****!!!!!

Otakmu sudah dikunci oleh Islam, sehingga tidak bisa lagi membedakan mana salah dan mana benar. Yang MERUSAK dibela, sedangkan yang beribadah dituding-tuding dan dihujat. Kenapa matamu begitu picek sehingga tidak bisa melihat SIAPA YG JAHAT & siapa yang di-dzolimi?

Muhammad kawin karena BIRAHI

Ayu wrote:Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”

Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.


Dengan mengatakan: "Dia BERHAK bagiku...." itu sama artinya dengan "MEMAKSA". Bila Muhammad sudah berkata demikian, siapa yang berani melawan? Apalagi Muhammad juga membual dengan cerita berikut:


Ayu wrote:Sekali lagi Duladi tidak bisa membedakan kata “Berhak” dengan kata “Halal” atau memang hanya strategi dalam memplesetkan hadist.


Apa bedanya BERHAK & HALAL? Bukankah tetap saja HASRAT MENGAWINI AISYAH itu datangnya dari Muhammad? Itu menunjukkan bahwa Muhammad seorang pedofil.
Jadi bukan karena Abu Bakar yang minta, tapi inisiatif itu datangnya dari Muhammad, junjungan tersayang kaum muslimin, yang katanya akhlaknya SUPER MULIA itu. Tidak tahunya, BEJAT!

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140
Diceritakan oleh Aisyah: Rasul Allah berkata kepadaku, "Kamu telah ditunjukkan padaku dalam mimpi sebanyak 2 kali sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain. Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’

Ayu wrote:Lagi-lagi plesetan hadist, hadist itu berbunyi begini:
Diceritakan oleh Aisyah: Rasulullah berkata kepadaku, "Kamu diperlihatkan ke aku dua kali di mimpiku sebelum aku menikahi mu. Aku melihat, satu malaikat sedang membawa kamu dengan wajah tertutup dan pakaian yang terbuat dari sutera dan disebutkan (Oleh malaikat ) ke aku, "Dia adalah istrimu, sehingga aku membuka penutup wajah nya,' dan aku tengok, itu adalah kamu. maka aku katakan (pada diri sendiri), 'Kalau ini mimpi dari Allah, maka ini harus terjadi"

Lagi-lagi terbukti keburukan sampeyan tukan membuat plesetan hadist.


Apa bedanya, Ayu? Kamu ini BERPURA-PURA ***** atau MEMANG SUDAH *****, ya?

Hadist itu juga menguatkan fakta bahwa Muhammad SANGAT BERHASRAT pada Aisyah yg 6 tahun, sehingga dia berkata, "MAKA INI HARUS TERJADI!"

Ayulestari wrote:Itu hanya pertanyaan rasulullah, kepada jabir, apa alasan jabir tidak menikahi seorang wanita perawan? Disana terdapat banyak kalimat tanya, jadi jelas disana bukan saran ataupun perintah untuk menceraikan istri lalu cari anak-anak. Saran ayu sebaiknya sampeyan belajar lagi untuk apa penggunaan tanda “?” dalam suatu kalimat dan tanda “!” dalam suatu kalimat.


Justru saran yang berbentuk pertanyaan itu LEBIH KUAT & LEBIH TAJAM menusuk hati daripada saran yang berupa kalimat biasa.
Apa yang Muhammad ucapkan Itu membuktikan Muhammad bukan orang baik. Bagaimana kalau sampai Jabir menceraikan istrinya dan kemudian mengawini anak-anak seperti yang Muhammad sarankan? "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak, supaya bisa ditimang-timang dan bisa diajak bermain?" Bukankah ini KONYOL? Inikah moral seorang NABI SUCI AKHIR ZAMAN?

PERAMPOKAN BADAR

Ayulestari wrote:mungkin perlu diperjelas dulu :

1. Siapakah Abu Sufyan? Apakah orang baik yang tidak mengusir umat islam dari mekah? Atau salah satu kaki tangan Abu Jahal yang telah mengusir umat islam dari mekah?
2. dimana terjadinya perampasan terebut, apakah disekitar wilayah Madinah atau di mekah atau diluar madinah?
3. Bagaimana status 'pedagang' dengan Abu jahal pada waktu itu.

Coba sampeyan jelaskan berdasarkan hasil scan dari kitab tertua ibn hisam ataupun ibn ishaq milik sampeyan tersebut maka dengan sendirinya terjawab!!


Tetap saja tidak membantah fakta bahwa motivasi penyerangan karavan dagang itu adalah KARENA MENGINGINKAN HARTA alias MERAMPOK.
Muhammad tidak peduli siapa yang memimpin rombongan kafilah itu, karena sebelum kejadian di lembah Badar, Muhammad dan gerombolannya dari orang-orang Anshar sudah mencoba berulangkali merampok kafilah dagang yang melintasi perbatasan Medinah - Mekkah.

Ayulestari wrote:Jelas perampokan adalah dilarang oleh Allah nih Buktinya:
8:67 Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[4:94] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperan b1a g) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mu'min" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni'mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan


Kedua ayat di atas bukan larangan merampok, melainkan sekedar nasihat munafik dari Muhammad kepada pengikutnya agar tidak tamak harta.
Faktanya sesuai dengan sumber-sumber sejarah Islam tertua, baik dari Tabari maupun Sirah Nabawiyah terbukti bahwa Muhammad menyerang demi HARTA.

Ayulestari wrote:Jadi jelas, apa yang dilakukan rasul bukanlah perampokan seperti apa yang dilakukan yesus terhadap kambing yang dicurinya.
Matt 21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor b22 keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
21:3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Jadi jangan samakan Rasullulah dengan seorang perampok seperti yesus.


Para pembaca bisa menilai.

Bila hal seperti itu kau katakan "MERAMPOK", bukankah terlebih lagi apa yang sudah Muhammad perbuat terhadap karavan dagang suku Quraish dan penduduk kota Kaybar? Ini belum mengungkit persoalan "PERAMPOKAN MEDINAH".

Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:Yang sampeyan kutip, penyebab perang kaybar atau akibat perang khaibar?
Bukankah kemarin sampeyan mengatakan penyebab perang Kaibar awalnya Perampokan yang dilakukan rasulullah, mana buktinya? Sirah yang sampeyan kutip adalah setelah usai perang bukan penyebab perang.
Sampeyan benar-benar tidak mengerti dengan bahasa indonesia yang benar, ingat Penyebab itu letaknya sebelum terjadinya sesuatu bukan setelah terjadi sesuatu. Ingat hukum sebab akibat, bukan hukum akibat sebab.


Sekali lagi para pembaca bisa menilai KEDUNGUAN dari orang ini. Orang ini bertanya, "Bukankah kemarin sampeyan mengatakan penyebab perang Kaibar awalnya Perampokan yang dilakukan rasulullah, mana buktinya?"

Orang ini tidak bisa menangkap dari apa yang sudah dibacanya dengan terang dan jelas, dan masih bertanya, "MANA BUKTINYA?"
Untuk mengetahui apakah seseorang itu MERAMPOK atau TIDAK, bukankah dengan melihat apa yang dia lakukan? Dan ending-nya cukup jelas, Muhammad MERAMPOK.

Kalau tujuannya untuk menyebarkan agama, murni misinya untuk "mentobatkan" manusia agar selamat dari siksa api neraka, tentu saja seorang nabi tidak menggandrungi harta sampai segitunya, sehingga dia harus menyiksa orang yang sudah tidak berdaya sedemikian rupa.

Orang ini juga mencoba untuk tidak melihat bahwa motivasi penyerangan adalah karena harta, sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Tabari (dan dibenarkan pula dalam Sirah Nabawiyah, bahkan sirah yang direka ulang oleh Mubarakfury):

    Tabari, vol.viii, p.117:
    Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

Dan di dalam hadist pun terungkap, bahwa motivasi penyerangan Kaybar adalah karena MUSLIM KELAPARAN:

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 547:
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Ketika Khaibar ditaklukkan, kami berkata, “Sekarang kita bisa makan kurma2 kami!”

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 548:
Dikisahkan oleh Ibn Umar:
Kami tidak makan kecuali setelah kami menaklukkan Khaibar.

Sahih Muslim 2/96
Dikisahkan oleh Anas:
Setelah Rasulullah SAW kembali ke Madinah, orang-orang Muhajirin menyerahkan apa yang dulu pernah diberikan orang-orang Anshar kepada mereka berupa pohon dan buah korma, karena mereka kini sudah mempunyai pohon korma di Kaybar.

Salam,
DULADI
31 Maret 2009
Last edited by Duladi on Tue Mar 31, 2009 10:54 am, edited 1 time in total.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Alkindy » Tue Mar 31, 2009 2:25 am

Salut dah buat Bang Dul =D> =D> Tapi apa gak kepanjangan tuh koment-nya :( :(
Ane yakin ayulestari lagi terbinun2,,,, mau quote satu persatu :lol: :lol:
User avatar
Alkindy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 183
Joined: Wed Feb 18, 2009 12:11 pm
Location: The Holy Land

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby newbie » Tue Mar 31, 2009 11:20 am

Salut buat bang Dul. Penjelasan yg bagus dan kena sasaran.

Ok ga apa-apa ayu ga percaya sama Dewa Siva dan kehebatanNya.
Ok ga apa-apa ayu ga percaya sama kisah-kisah taoisme dan menganggapnya fiksi belaka.
Ok ga apa-apa ayu ga percaya sama Yesus itu Tuhan.
Ok ga apa-apa ayu ga percaya sama Buddha.
It's OK. Itu dogma atau ajaran inti tiap agama.

Tapi ajaran2 diatas ga ngajarin kegilaan seperti yang diajarin muhammad yang teranglah secara moral itu biadab.
newbie
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 713
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Apr 06, 2009 6:57 am

Kristen mana yang benar menurut Ayu?
Dan Ayu masih belum menjawab: Apakah Ayu merasa sebagai Kristen Sejati?


Bah…. Macam mana pulaknya kau ini lai?, kalau kristen menurut ku benar, tentulah aku tidak akan keluar dari kristen, macam-macam ajanya kau.hihihihi

Memang kalau saya berada di posisi Ibrahim, saya akan menganggap "Tuhan tidak bermoral".


Kalau begitu, apakah YHWH tidak pantas dikatakan Tuhan? Apakah saat melakukan penyembelihan itu niat ibrahim bukan menyembelih anaknya? Apakah tuhan tidak mengetahui isi hati ibrahim?

Tapi, apakah hal itu benar-benar dikehendaki oleh Tuhannya Ibrahim? Itu hanyalah ujian belaka, Tuhan tidak pernah benar-benar menghendaki seorang bapak menyembelih anaknya.


Ujian itu adalah ujian keimanan, Apakah Abraham benar cinta kepada Tuhan atau kepada Anaknya yang Tunggal?
Nah tentu dalam ijian cinta ini tuhan lebih mengetahui hati Abraham, jika isi hati Abraham mengatakan “Ah pura-pura aja menyembelih anak, kan entar tuhan pasti ga tegaan ngeliatnya” Jika Tuhan maha tahu isi hati Abraham maka pasti Abraham jelas tidak cinta pada Tuhan, tapi cinta kepada Anaknya, ujian abraham jelas gagal, tapi jika hati Abraham mengatakan, “Aku cinta kepada Tuhan, dan ini Perintahnya harus aku lakukan, walaupun dia anakku satu-satunya, tapi perintah Tuhan harus aku lakukan” nah keliatan disini adalah “Niat Bejat Abraham”.


Anda sudah tahu sendiri ending-nya, bukan? Apakah Ibrahim akhirnya benar-benar menyembelih anaknya?


Bagaimana dengan niat ibrahim?

dan bukan malah membiarkannya seperti awloh membiarkan para pemujanya berbuat bejat.


Sampeyan kan ga punya bukti. Paling dari Ayat hasil plesetan.

Tambahan lagi.
Tuhannya Ibrahim beda dengan tuhan yang Ayu sembah.
Tuhannya Ibrahim terbukti benar-benar Tuhan. Bacalah di kitab Taurat, bagaimana Ibrahim menyaksikan Tuhannya menunggangbalikkan kota Sodom dan Gomora yang penduduknya BERMORAL BEJAT. Dengan kuasa ilahi yang nyata, bukan dengan NGIBUL ataupun dengan KEKERASAN BERSENJATA.


Bukankah Kebenaran Tuhan harus diukur dari Moral manusia seperti yang sampeyan ucapkan?
Tuhannya Abraham jelas tidak bermoral (Menurut logika sampeyan)
Masalah menunggang balikkan kota sodom dan gomora, Panjulpun bisa mengatakannya, panjul lah yang menghancurkan situ gintung karena desa itu tidak menyembah Panjul.

Silahkan buktikan kebenaran kota sodom dan gomora itu dari penemuan sejarah!!!

Sementara tuhannya Ayu bukan saja ia adalah sosok kibulan, tapi juga BENAR-BENAR MENGHENDAKI bapak bunuh anak dan anak bunuh bapaknya, seperti yang terjadi seusai Perampokan atas Bani Kilab.


Baca Hadist tersebut dengan bener dulu.
Biasanya kafir suka ngutip hadis Bukhari, kok sekarang jadi takut ? malah mengeluarkan hadis lain, hihihihii Alkitab aja kitab sampeyan, berani sampeyan plesetkan, dan hadist bukharipun ketauan kalau hasil penipuan kafir, sekarang malah pakai hadist Al-Tabaqat, tapi walaupun saya tidak bisa mencek kebenaran nya karena saya tidak punya kitab tersebut, jelas yang namanya sudah pernah berbohong sekali, maka untuk ribuan kali orang tidak akan percaya.


Bagaimana seorang anak bisa tega membantai ayahnya sendiri demi awloh? Dan awloh tidak melarang perbuatan keji itu tetapi malah memerintahkannya.

QS 58:22
Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah-ayah



Mana kalimat perintah membunuh diayat tersebut?


Bagaimana seorang anak bisa tega membantai ayahnya sendiri demi awloh? Dan awloh tidak melarang perbuatan keji itu tetapi malah memerintahkannya.

QS 58:22
Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah-ayah


Jadi sampeyan tidak setuju dengan ayat itu? Makanya Ayu katakan jika kristen benar maka semua agama pasti masuk surga, karena sampeyan jelas menolak ayat diatas maka orang yang menentang YHWH dan yesus akan bertemu dan berteman dengan orang yang percaya pada YHWH dan Yesus diakhirat, makanya jika kristen benar maka semua agama masuk surga.

Saya yakin Ayu pasti punya Alquran.

"Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.


Emang ga begitu kok bunyinya, sampeyan kalau metik ayat dengan bener biar sampeyan bisa mengerti, sedangkan yang bener aja sampeyan susah ngartinya apalagi dengan ple-setan



atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.


Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan


"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15)


Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.


Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan

"Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

"Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Silakan bantah kalau Alquran tidak menyatakan begitu.

Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan

Maaf saya tidak akan menanggapi sampeyan masalah ayat diatas sampe sampeyan bisa mengutip ayat dengan bener.

Kita harus bisa buktikan dulu, apakah awloh yang disembah Muhammad itu benar-benar Tuhan seperti tuhan yang disembah Israel, atau cuma tuhan fiktif rekayasa Muhammad belaka. Jadi, janganlah kita 100% percaya bahwa si Panjul atau si Awloh adalah PASTI TUHAN, lantas kita tidak boleh menilai moralitasnya. Kepada apapun atau siapapun yang mengaku atau diakui sebagai tuhan wajib untuk ditelaah kebenarannya dan juga moralitasnya.


Ok saya silahkan sampeyan untuk menguji moral TUHAN, dan silahkan sampeyan paparkan argumen sampeyan tentang bagaimana sebaiknya moral TUHAN itu menurut sampeyan?

Gimana moral yang baik itu menurut sampeyan? Apakah moral yang baik itu seperti ini:
1. melarang manusia untuk menjaga kemaluannya?
2. Melarang manusia untuk nikah? Tapi harus berzina?
3. membiarkan istri berbuat salah tanpa teguran
4. membolehkan istri sampeyan berzina
5. melarang mengambil harta perang
6. yang menghadiahkan pria disurga cewek-cewek jelek
7. membiarkan diri dianiaya dan tersesat
8. Yang menganjurkan Seorang bapak menikahi anak kandungnya?
9. Yang menganjurkan orang boleh menucuri keledai?
10. Yang memberikan orang minuman memabukkan, padahal jelas mabuk membuat orang hilang akal dan berbuat tindakan diluar batas.




Tuhan Israel yang terbukti benar-benar EKSIS & MAHAKUASA itu tidak pernah mengajarkan "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3). "Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15), "Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20), "Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24), "Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)


O… Apakah tuhan yang baik itu tuhan yang :

1. melarang manusia untuk menjaga kemaluannya?
2. Melarang manusia untuk nikah? Tapi harus berzina?
3. membiarkan istri berbuat salah tanpa teguran
4. membolehkan istri sampeyan berzina
5. melarang mengambil harta perang
6. yang menghadiahkan pria disurga cewek-cewek jelek
7. membiarkan diri dianiaya dan tersesat
8. Yang menganjurkan Seorang bapak menikahi anak kandungnya?
9. Yang menganjurkan orang boleh menucuri keledai?
10. Yang memberikan orang minuman memabukkan, padahal jelas mabuk membuat orang hilang akal dan berbuat tindakan diluar batas.



Logikanya, kalau awloh bukan karangan Muhammad,
1. dia tentu tidak perlu ditolong oleh Muhammad,
2. tahu bahwa bintang bukan misil untuk menembak setan,
3. tahu kalau kisah Ashabul Kahfi adalah dongeng,
4. tahu kalau gender ditentukan oleh kromosom dan bukan oleh mana yang duluan nyembur,
5. tahu kalau ZINAH itu SALAH,
6. tahu kalau mengucapkan kata "mudah-mudahan" itu tidak layak bagi dirinya yang katanya MAHA TAHU, dan masih banyak bukti nalar seabrek yang bisa Ayu ketahui dari FFI.


1. Kita belum membicarakan soal ini, monolong yang bagaimana yang sampeyan maksudkan?
2. Tentang bintang sebagai penembak setan ini sudah kita bicarakan, dan saya bertanya sama sampeyan yang sampe sekarang belum sampeyan jawab, buktikan dulu bahwa setan itu ada? Dan bagaimana cara untuk dapat melihat bener atau tidaknya sedangkan yang ditembak aja nggak keliatan? Setelah sampe sampeyan bisa melihat setan, barulah saat itu sampeyan bisa membuktikan itu salah atau tidak.
3. Belum dibicarakan sudah berani mengatakan dongeng, apalagi cerita itu adalah juga cerita dari kristen, apa itu artinya orang kristen memang suka dengan cerita-cerita dongeng?
5. Masalah zina, keliatan sampeyan bukan muslim, karena jelas islam melarang zina, terbukti dari hukum yang keras terhadap para pezina, bagaimana dengan kristen? Kalau benar kristen melarang zina ada ga hukuman bagi pezina?

6. Sudah dijawab, mana argumen sampeyan terhadap tulisan saya tentag Mudah-mudahan ini?

Sudah seabrek bukti yang telah ayu sanggah dan tidak tersanggahkan lagi oleh sampeyan tapi terus sampeyan ulang-ulang.




Tidak usah lari ke masalah Ibrahim, Musa atau lainnya, sebab mereka bukan agama. Islam adalah agama, tetapi ia malah mengajarkan hal-hal yang tidak bermoral.


Gubrak!?!?!?!

Bukankah sampeyan kemarin yang mau menilai moral TUHAN? Sekarang kok malah tidak boleh membawa masalah ibrahim, musa atau elisa atau pun paulus yang mengatakan setubuhi anak kandung sendiri itu baik? Mereka kan punya TUHAN, apa khusus untuk TUHAN mereka maka moral Tuhan ga boleh dinilai? Atau justru Tuhan dengan Moral bejat seperti itu malah dikatakan Baik? Jadi bener dong moral tidak bisa diukur, karena menurut Paulus dan sampeyan Menyetubuhi anak sendiri berbuat baik, sedangkan menurut saya Menyetubuhi anak kandung sendiri justru perbuatan yang sangat berdosa dan jahat, jadi jelas gimanapun moral ga bisa diukur dong, karena ukuran moral manusia itu berbeda-beda.

Dari situlah kita tahu kalau Islam itu salah!!! Ayu mencoba membenarkan KEBEJATAN AJARAN-AJARAN ISLAM dengan mengambil sampel kisah sejarah yang terekam dalam Taurat. Itu artinya Ayu sebenarnya tahu kalau Islam itu bejat. Ayu mencoba lari dari masalah dan beranggapan "kalau Ibrahim boleh bejat, Musa boleh bejat, kenapa Islam gak boleh ikutan bejat?" Karena itulah saya berkesimpulan: Islam bukan agama sempurna, melainkan agama bejat yang meniru kebejatan orang-orang terdahulu.


Ayu tidak pernah membenarkan ucapan sampeyan bahwa islam itu bejat, ayu hanya sekedar untuk mengingatkan sampeyan akan ajaran agama kristen yang melarang pengikutnya untuk menilai moral TUHAN. Karena tuhan pemilik semuanya dia berhak melakukan apapun terhadap makhluknya, manusia tidak punya hak mengatur dan mengatakan perbuatan TUHAN adalah salah.

Saya masih teringat pertanyaan saya kepada Romo, waktu itu saya masih kecil, saya bertanya “Romo kenapa elisa hanya dibilang botak oleh anak kecil yang tidak tau apa-apa malah dikutuk olehnya dengan mati mengenaskan? Bukankah kutukan itu atas kehendak Tuhan? Bukankah Elisa orang suci?” Romo mengatakan “Tuhan mengabulkan kutukan elisa bukan karena Tuhan itu jahat, kita hanya manusia tidak patut kita mengatur Tuhan, dia memiliki hak atas kepunyaannya”


Kenapa kita tidak bisa mencocokkan Islam dengan yang baik-baik dari orang-orang terdahulu, tapi malah mencocokkan Islam dengan yg jelek-jelek? Karena memang Islam itu jelek!


Hahahaha… Seharusnya pertanyaan itu diajukan kediri sampeyan!!!
Siapapun yang tidak buta pasti tau mana yang jelek.
Orang melek pasti tau bahwa islam adalah bener.



Saya tidak pernah mengatakan demikian. Ibrahim diuji oleh Tuhan apakah dia patuh atau tidak, dan setelah Ibrahim menunjukkan kepatuhannya Tuhan melarang Ibrahim dari perbuatan keji, yaitu melarang Ibrahim menyembelih anaknya sendiri. Jelas di sini bahwa konteksnya bukan IBRAHIM vs ISLAM, karena Ibrahim adalah manusia, bukan sebuah agama. Dengan membandingkan Islam dengan agama-agama asli, terbukti bahwa Islam itu SALAH!!! Bukan karena dogmanya sehingga saya berkesimpulan demikian, melainkan karena AJARAN MORAL-nya.


Keliatan sampeyan memang bukan Muslim, Islam mengajarkan perintah-perintah Tuhan sama seperti ajaran Ibrahim yang mana berisi perintah-perintah Tuhan, jelas perintah Tuhan tidak boleh dinilai, terbukti Ibrahim seorang yang memang Cinta kepada Tuhan dibandingkan Anaknya satu-satunya yang dicintainya tersebut lebih mengikuti perintah Tuhan (bejat jika diukur oleh moral manusia) ketimbang nirani yang dikuasai akal.



Umat Kristen tidak sunat tidak bisa kita vonis salah. Justru Ayu yang mempermasalahkan hal itu malah menampakkan gejala sakit jiwa, karena tampaknya Ayu hendak mencari gara-gara dengan umat Kristen. Kita harusnya jujur dengan nalar kita sendiri, kalau SUNAT dan TIDAK SUNAT bukanlah suatu masalah, tapi kalau ada suatu agama yg mengajarkan "Jagalah penismu kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu!" atau "Pukullah istrimu!" ini barulah masalah, karena ini JELAS-JELAS SALAH!!!


Setiap perintah pasti ada nilai hikmah dibalik perintah tersebut, contohnya sunat, apakah maksud YHWH menyuruh Ibrahim dan keturunannya Untuk disunat? Apakah YHWH hanya sekedar menyuruh?

Begitu juga perintah Tuhan untuk menjaga Kemaluan kecuali terhadap Istri dan Istri (mantan Budak), disini jelas terkandung nilai moral yang tinggi ketimbang pengaruh yang mengatakan Ngesek dengan Anak kandung sendiri itu berbuat baik, apa nilai moralnya menjaga kemaluan? Banyak sekali, orang berfikir pasti dapat melihat conto-contoh dari orang-orang yang tidak menjaga kemaluannya.
Orang berfikir bukan orang yang berfikir kenikmatan sesaat seperti tidak disunat kan enak ga sakit, tapi orang berfikir adalah orang yang berpandangan maju kedepan, nilai moral yang terkadung dalam sunat pasti ada, tentu bagi orang yang berfikir berpandangan jauh kedepan.

Sama seperti dua orang yang di berikan Jamu dan Sirup, orang yang memperhitungkan masa depannya pasti akan memilih minum jamu, karena dia berfikir pasti besok dia sehat dengan meminum jamu ini, tapi orang yang punya akal pendek, pasti memilih sirup “ Ah buat apa minum jamu getir, mending ini sirup manis” Efeknya besok dia harus menanggung batuk, bibir jontor.

Jadi jika benar kebenaran Tuhan itu diukur dari moral baik nya, jelas semua agama masuk neraka kecuali Islam.




Apakah sampeyan masih belum dapat melihat posisi sampeyan di sini?
Sampeyan mempersoalkan hal-hal yang tidak penting dalam agama lain, sementara saya mempersoalkan hal yang sudah jelas-jelas salah dalam agama kita.

Ngapain kamu ngurusin masalah sunat atau tidak sunatnya umat lain?
Agama kita sendiri ini lho, malah ngajarin zinah, ketidaksetiaan, kekerasan rumah tangga, kebencian terhadap sesama dan perampasan harta benda orang lain...!!!!


Apakah sampeyan memang tidak menemukan nilai-nilai moral yang terkandung dalam perintah Tuhan Sunat tersebut? Apakah perintah-perintah itu hanya sekedar perintah tanpa ada kandungan maksud tertentu dari tuhan?

Orang yang tidak sunat, sama saja dengan orang yang tidak menjaga kemaluannya dari penyakit, itu sudah sebagai bentuk nilai moral,

Agama kita sendiri ini lho, malah ngajarin zinah, ketidaksetiaan, kekerasan rumah tangga, kebencian terhadap sesama dan perampasan harta benda orang lain...!!!!


Agama Kita???? “Gubrak!?!!?!?!?!”
Sori ya kang saya ga merasa seagama dengan sampeyan, soalnya agama saya tidak membolehkan berzina, ketidaksetiaan, kekerasan rumah tangga, kebencian terhadap sesama, dan perampasan harta benda orang lain.


Ibaratnya Ayu memarahi seorang teman, "Hei, kenapa kamu makan daging babi? Itu salah!!!"
sementara Ayu sendiri malah makan daging manusia dan Ayu sama sekali tidak merasa bersalah.


Analogi sampeyan salah total, yang ayu lakukan hanyalah menegur teman yang sedang berbuat salah, tapi malah teman yang berbuat salah itu memfitnah ayu melakukan perbuatan yang lebih keji lagi, jadi analoginya menolong anjing kejepit.


Buktinya dari pengambilan sampel yang Ayu lakukan, mengutip kisah orang-orang terdahulu yang bejat.
Kalau Islam bukan agama bejat, tentu saja sampel yang dipakai adalah kisah orang-orang mulia, seperti Adam yang cuma beristri satu, atau seperti Ishak yang setia pada Ribka, atau seperti Musa yang walaupun dicerca oleh bani Israel dia malah mendoakan keselamatan mereka, Musa tidak mendendam dan tidak melaknat umatnya agar di-azab sebagaimana "musa" versi Muhammad yang pendendam dan berhati busuk (Baca: Muhammad, Manipulator Besar & Pengarang Cerita Fiksi). Kenapa yang Ayu pakai untuk mencocokkan Islam adalah yang buruk-buruk? Karena Islam itu buruk.


Sampeyan salah menangkap maksud ayu, ayu mengambil analogi itu sebagai cermin bahwa Perintah Tuhan tidak bisa diukur dengan hurani manusia.


Toh, terbukti, Tuhan tidak bejat, khan? Tuhan malah mencegah Ibrahim dari perbuatan itu. Ayu pasti tahu kisahnya. Ishak ditukar Tuhan dengan seekor domba, karena Tuhan tidak pernah membenarkan seorang bapak menyembelih anaknya. Apa yang Tuhan suruhkan pada Ibrahim hanyalah suatu ujian iman belaka, karena sebelumnya Tuhan sudah berjanji pada Ibrahim kalau dari Ishak-lah keturunannya akan mewarisi Tanah Perjanjian.


Apakah saat itu Ibrahim terbukti beriman kepada Tuhan? Apakah Tuhan saat itu mengetahui apa keimanan apa yang didalam hati Ibrahim?


Salah besar!!!
Kain juga menerima wahyu dari Tuhan, tetapi Kain bukan nabi.
Ada banyak sekali orang-orang dalam zaman Taurat yang menerima wahyu dari Tuhan, tapi mereka bukan nabi.Jadi jangan Ayu salah sangka, mengira orang yang menerima wahyu atau orang yang mengaku menerima wahyu pasti nabi.


Keliatan sampeyan memang bukan seorang muslim, apa ada di Al-Quran mengatakan Qabil (kain) menerima wahyu?

Dan dari mana Ayu tahu kalau saya bohong, sementara Muhammad tidak bohong? Bukankah Muhammad sama seperti saya, tidak bisa membuktikan dengan apapun kecuali dengan bualan-bualan?


Sudah pernah saya jawab, Karena Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.


Dan kalau Muhammad boleh membatalkan sumpahnya untuk tidak menzinahi babu, kenapa saya tidak boleh? Saya pun boleh melanggar sumpah saya karena apa yang dihalalkan awloh tidak boleh diharamkan manusia. Tuhan membolehkan saya meniduri babu-babu yang saya miliki, dan itu kenikmatan yang Tuhan berikan untuk saya. Sampeyan tidak berhak mengatai saya BEJAT, karena seperti yang Ayu katakan, KEBENARAN tidak dinilai dari moralitas manusia.


Sebelum ini berlanjut, sebaiknya sampeyan belajar dulu untuk membedakan Budak dan Babu. dan ingat ini hanya membahas tentang membedakan antara Budak dan Babu, untuk masalah menzinai budak atau babu, nanti kita bahas setelah sampeyan sudah bisa membedakan antara budak dan babu


Itulah dogma.
Ayu sudah didogma kalau Muhammad itu nabi terakhir, titik.
Dogma tidak boleh dipertanyakan, karena dogma tersebut menjadi pondasi keimanan sebuah agama.
Sekalipun tidak ada bukti yang masuk dinalar bahwa tuhan bernama awloh benar-benar pernah menyatakan itu, Ayu harus menelan mentah-mentah apa yang Islam katakan.
Kita tidak berhak menyatakan dogma yang Ayu imani itu salah, dan kita memang tidak bisa mengetahui benar dan salahnya kecuali menunggu sampai hari kiamat. Jadi, untuk mengukur kebenaran sebuah agama, adalah dari AJARAN MORALNYA, bukan dari DOGMANYA.

Lewat ajaran moralnya, saya menjadi tahu kalau ISLAM itu SALAH! Jadi, tidak ada harapan selamat bagi orang yang menganut agama ini. Jalan amannya adalah KELUAR DULU dari Islam.


Islam tidak mengajarkan Dogma, Islam mengajarkan perintah dan larangan, sama seperti ajaran Ibrahim.

Masalah yang memerintahkan dan melarang itu Tuhan atau Tidak, pengujiannya tentu dari pengakuannya, masasih Ngaku menciptakan Bumi tapi ga tau bentuk bumi itu bulat? Sama saja ada orang yang ngaku buat komputer tapi ngatain komputer itu terbuat dari tepung terigu.

Jadi apa bila ada perintah dari yang ngaku Tuhan tapi tuhannya ga tau ama ciptaan sendiri, jelas itu adalah tuhan ngibul alias tuhan Panjul ciptaan Paijo/ Tuhan Bapa ciptaan Paulus.


Kitab suci adalah buatan manusia, sekalipun itu diimani berasal dari Tuhan, toh secara realitas, itu adalah buatan manusia. Sekalipun muslim sudah didogma bahwa Alquran itu kitab yang turun dari langit, tetap saja secara AKAL Alquran adalah buku buatan manusia.
Apapun yang mengandung pemahaman untuk diimani sebagai landasan beragama, itu adalah dogma, tidak peduli itu berasal dari kitab suci ataupun hasil kesepakatan para ulama.


Tinta, kertas dan jilitnya memang buatan manusia, tapi Kalimatnya diimani oleh muslim sebagai wahyu dari Tuhan, bukan di Dogmakan sebagai wahyu dari Tuhan, kalau didogmakan itu sama saja terima dan manut aja, tapi Al-Quran jelas bukan untuk orang-orang yang didogmakan atau manut doang tapi orang-orang yang percaya karena kebenaran isinya.

Kalau Kristen benar, berarti Alkitab benar.
Dan Alkitab menyatakan Yesus itu Tuhan. Kalau ada aliran Kristen yang tidak mengakui Yesus itu Tuhan, mereka pasti memiliki kitab sucinya sendiri, contohnya Kristen Saksi Jehovah yang memiliki kitab sucinya sendiri, ibarat Yahudi yang lebih percaya Talmud daripada Taurat.


Kalau kristen benar, seperti yang telah saya bicarakan diatas, karena sampeyan menolak ayat ini:
QS 58:22
Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah-ayah

Maka jelas islam akan masuk sorga.


Kalau Kristen benar, berarti Alkitab benar.
Dan Alkitab menyatakan Yesus itu Tuhan. Kalau ada aliran Kristen yang tidak mengakui Yesus itu Tuhan, mereka pasti memiliki kitab sucinya sendiri, contohnya Kristen Saksi Jehovah yang memiliki kitab sucinya sendiri, ibarat Yahudi yang lebih percaya Talmud daripada Taurat.


Yahudi memiliki talmud, Ok saya dah tau.
Trus apa kitab suci Sekte Ebion (Sekte Tertua Kristen lo)?
Apa Alkitab Yahudi Nazrani?
Apa alkitab Saksi jehovah?


Ayu tidak bisa membantah lagi, bahwa apabila Kristen benar, berarti Muhammad adalah NABI PALSU, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus.
Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Masih saya tanyakan:
Benarkah Muhammad mengakui Yesus Anak Allah? Tolong tunjukkan ayatnya dari Alquran.

Kalau Ayu beranggapan Anak Allah = Nabi, coba Ayu jawab: Pernahkah seorang nabi berkata, "Aku sudah ada sebelum abraham"

“Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”


Ini sudah pernah dibahas, dan sampe sekarang belum ada sanggahan dari sampeyan, jadi sampeyan belum bisa membuktikan bahwa Anak Allah itu = Allah

Benar. Karena itulah saya berani meyakinkan Ayu kalau Awloh itu tuhan palsu, karena JELAS-JELAS TIDAK BERMORAL!
Islam adalah agama yang salah!!! Jangan lari lagi ke persoalan Abraham, Yakub, Musa dst... karena mereka bukan agama. Moralitas Abraham atau moralitas orang-orang terdahulu tidak ada sangkut pautnya dengan AJARAN MORAL yang diajarkan oleh Islam sebagai agama.


Jika semua Tuhan adalah salah, tentu sampeyan harus terima juga bahwa semua agama adalah salah, karena semuanya jika dinilai dari moral maka semuanya mengajarkan kebejatan kecuali Islam.
Salah satu contoh adalah kristen.


Lihat yang berwarna merah besar. Kata yang dipakai bukan "TIDAK" melainkan "BELUM". Jadi itu bukan perkiraan orang kafir, tapi suatu fakta yang diungkapkan oleh Muhammad.

QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Ngapain susah-susah, ganti aja, toh tidak merubah maksudnya khan?

Analogi nya begini “ Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan menyontek, sedangkan saya belum tau?”. Jadi kata “kamu” adalah duladi dan kata “saya” adalah ayu, siapa yang sedang mengira bahwa “Ayu” belum tau duladi menyontek? Duladi atau Ayu?


Tidak usah jauh-jauh lha, coba pernahkah "awloh aka Muhammad" mengatakan suatu kejadian yang bakal terjadi, seperti Tuhannya Musa yang sudah tahu apa yang bakal orang Israel lakukan bahkan jauh-jauh hari sebelumnya di masa Abraham? Atau setidaknya, seperti Yesusnya Kristen yang sudah tahu kalau Petrus akan menyangkalnya sebanyak 3 kali atau tentang apa yang bakal menimpa dirinya di Yerusalem?


Nabi muhammad sudah meramalkan tentang kedatangan sampeyan kemuka bumi, tapi dalam bentuk nubuat, karena semuanya itu masih rahasia. Jadi nabi muhammad hanya memberikan kisi-kisi tentang zaman akan datang, dan terbukti ternyata Dadjal itu benar ada.


Tidak usah jauh-jauh lha, coba pernahkah "awloh aka Muhammad" mengatakan suatu kejadian yang bakal terjadi, seperti Tuhannya Musa yang sudah tahu apa yang bakal orang Israel lakukan bahkan jauh-jauh hari sebelumnya di masa Abraham? Atau setidaknya, seperti Yesusnya Kristen yang sudah tahu kalau Petrus akan menyangkalnya sebanyak 3 kali atau tentang apa yang bakal menimpa dirinya di Yerusalem?



Ok benarkah YHWH memang maha tahu? Nih contoh ketidak tauan YWH

Sebagai umat muslim tentu menyadari bahwa Tuhan itu maha tahu, jika tidak maha tahu tentu dia bukan Tuhan tapi hanya mengaku Tuhan dan tidak pantas disembah, nah pernah dengar cerita dongeng dalam alkitab tentang ishak memberkati Yakub? Walaupun yang diberkati Yakub padahal nama yang diberkati diucapkan untuk Esau, dan berkat yang diberikan malah memang terjadi pada yakub, padahal yakub mengadakan tipu daya kepada ayahnya, dan tuhan pun mengabulkan berkat dari tipu daya tersebut, apa tuhan tidak tau bahwa itu adalah tipu daya? Mana kemaha tauan tuhan?

Perhatian: kepada kaum muslim, certa ini tidak diambil dari Al-quran jadi kita tetap pada keimanan kita pada Al-quran bahwa yakub tidak sebejat Yakub yang ada dialkitab, nih ceritanya. Dalam kejadian pasal 27

Karena ishak sudah tua renta maka matanya sudah kabur dan mau meninghal, trus dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Yes, Ded, wat hepen sih ded?". "Lihat, ane dah tua, ane dah mau koit nih, ane kepingin makan enak, ambillah senjata lu, pergilah berburu binatang, entar ente gwa berkati dah…"
“Ok ded, gwa nurut ame lu”

Wanita jahat Ribka (Ibu kandung Esau) mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, Setelah Esau pergi berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu: “bla…bla…bla… “ kata bapak mu, sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.

Ambil dua anak kambing yang baik yang kita pelihara entu maka aku akan masak yang enak Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia modar."
kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. Ntar ketahuan, bukan dapat berkat eh malah kena kutuk"

Ibunya berkata kepadanya: "jangan takut dah, gwa ntar yang nanggung kutukan itu."
Lalu dimasaklah makanan enak, trus yakub dipakaikan pakaian yang cantik kepunyaan Esau. Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.

Lalu yakub masuk kekamar Ishak "Helo ded" Sahut ayahnya: "Yup, ente siape?"

Kata Yakub kepada ayahnya: "Gwa Esau, anak sulung lu, nih makanan enak nyang lu mau, trus cepat dah lu berkatin gwa, ntar malah modar duluan lu."

Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: "Iye-Iye, anakku!. Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan."

Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau."

Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,

Tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Iye, gimanasih kok nggak kenal ame anak ndiri, buruan dong! Ntar lu keburu modar dah.

Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku." Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub (Aneh yang dipakai Yakub adalah Pakaian Esau tapi kok bisa bau pakaian Yakub?), diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia." Pengkhianatan Yakub Ini Bisa dikabulkan tuhan, Hm…betul betul ajaran yang mengajar halalnya menjadi penghianat, tuhan sendiri tidak mengutuki penghianat tapi malah mengabulkan berkat, apa tuhan emang segoblok itu ya?

Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah bapa ku tersayang dan makan daging buruan masakan anakmu ini, agar engkau memberkati aku."

Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah ya bapa anakmu, anak sulungmu, Esau." Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati. (darimanasih dia tau, emang ishak tuhan?)"

Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah anak yang malang itu dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu dan tuhan kita menyukai tipu daya, makanya dikabulkan ."

Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?"

Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

Bukan Berkat yang diterima Esau, tapi malah kutukan dari ayahnya sendiri, dan hal tersebut terkabul, benar-benar ini satu lagi ayat yang memboleh kan adanya tipu daya untuk mengharap warisan dari orang tua. Jadi hati-hati terhadap orang kristen, karena mereka selalu mengadakan tipu daya, karena mereka sudah diajarkan dalam alkitab, bahwa menipu kakak kandung sendiri aja halal hukumnya.

Jadi Ishaq Buta maka YHWH pun ikut Buta,

Nih bukti-bukti YHWH tidak maha tahu:

1 samuel 15:11 "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.
kejadian 6:6-7. maka menyesallah tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-nya. Berfirmanlah tuhan: "aku akan menghapuskan manusia yang telah kuciptakan itu dari muka bumi.....,
kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu
Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12). Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1: 28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.
Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34: 4-5). Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melaikan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10­11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.
Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30). Dalam kitab Yeremia 36: 30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini ternyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Raja­raja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.




Bukti Yesus Tidak Maha Tahu:


Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27). Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota­ kota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang lalu.

Dan perlu diketahui pula, bahwa SAMA SEKALI JANGGAL bila Tuhan yang MAHA TAHU itu mengatakan "MUDAH-MUDAHAN". Sebagai perbandingan, carilah dalam Taurat, pernahkah Tuhannya Israel mengucapkan kata "mudah-mudahan" sewaktu berfirman? Yang kerap mengucapkan "mudah-mudahan" adalah manusia, tetapi tidak pernah kita temukan Tuhan dalam Taurat mengucapkan kata itu. Di dalam Alquran yang konon katanya WAHYU SEJATI itu, berulangkali kita temukan awloh mengucapkan "mudah-mudahan". Jelaslah sudah, kalau awloh bukan TUHAN. Awloh tidak lain adalah pribadi Muhammad sendiri, selaku pencipta sosok fiktif tersebut.


Mudah-mudahan (ngasa) yaitu Kepastian yang Rahasia

Ayu masih tidak percaya bahwa "KAMI" adalah Muhammad + Awloh (kadang juga + Jibril)? Perhatikan ayat ini:


Memang kok “Kami” berarti Tunggal Berkuasa.


QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.
Analogi:
Ibu berkata: Kalian harus hormat kepada Ayah dan Ibu. Sesungguhnya kami adalah orang tua kalian dan pemelihara kalian.


Sampean salah analogi karena Ayah dan Ibu adalah satu level tidak bisa dianogikan antara Allah dan Rasul yang memang level derajatnya berbeda jauh, jadi analogi yang tepat itu dimisalkan Raja atau Presiden yang bicara:
“ Sesungguhnya orang yang menetang Kami (Raja) dan Ayu (rakyat biasa tapi diberi kepercayaan untuk menyampaikan pesan-pesan raja) pasti mendapatkan kehinaan...bla….bla…bla……. (ada tanda berhenti) sesungguhnya Kami (Raja) telah memperlihatkan bukti (bahwa ayu sebagai utusan raja)

Secara tidak langsung Ayu mengakui kalau pronoun "KAMI" memang sebagai kata ganti bagi "AWLOH & RASULNYA".


Tidak, ayu Cuma membenarkan kalau menentang Rasul memang jelas pasti menentang Allah,

QS 57:19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.


Jelas disini ga ada yang aneh, dan masih bisa diterima kalau “Kami”= Allah yang tunggal tanpa tambahan

QS 48:13. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

QS 33:31. Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia.

QS 64:8. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Cuba saja sampeyan pahami kalimatnya udah jelas, caranya, maaf tidak ada maksud untuk menyamakan Allah = Raja, Rasul = Rakyat jelata, tapi hanya sebagai Analogi antara Raja dan Rakyat Jelata yang menjadi kepercayaan raja

Silahkan Rubah Allah menjadi Raja, dan Rasul menjadi Rakyat jelata kepercayaan raja. Dan kami = Raja yang Tunggal dalam Keagungannya.


Sudah dibuktikan lewat ayat-ayat di atas, bahwa KAMI = AWLOH + MUHAMMAD.



Sudah disanggah tuh diatas


Kalau memang pronoun "kami" untuk merujuk diri-Nya sendiri, kenapa di QS 70:40 menggunakan pronoun "aku"?


Allah juga menggunakan kata Aku untuk menyatakan dirinya.
Kata “Aku” adalah kata untuk menunjukkan Ketegasan, sedangkan kata “Kami” digunakan untuk menunjukkan Kebesaran nya.


Kalau benar awloh lebih menyukai pronoun "kami", bukankah semestinya di ayat itu awloh mengucapkannya seperti berikut:


Lagi-lagi fitnah, siapa yang bilang Allah menyukai pronoun “Kami”?

Saya hanya menjelaskan kenapa kata “kami” digunakan untuk menyebut diri Tuhan, bukan saya mengatakan Allah menyukai kata “Kami”

Kalaulah pengertian kata "KAMI" ("nahnu" dalam bahsa Arabnya) itu bermasalah secara tata bahasa Arab atau gaya bahasa Arab dan menimbulkan pengertian bahwa Allah itu jamak (tidak tunggal), tentunya sudah banyak dipermasalahkan oleh orang kafir quraisy yang dikenal memiliki gaya bahasa yang tinggi dan jago-jago membuat syair. Sejarah mencatat bahwa seorang utusan Quraisy (ahli bahasa) setelah mengetahui ketinggian gaya bahasa al-Qur'an menyatakan bahwa sekali-kali al-Qur'an itu bukanlah syair. Tidak mungkin ia dibuat oleh manusia. Jadi, saudaraku kaum muslimin, semakin kita teliti komentar-komentar "mereka" akan semakin terlihatlah kesesatan mereka.


Kata "kami" tidak menunjukkan keagungan bila diterapkan pada subyek/obyek tunggal, melainkan sikap TIDAK PEDE atau MERENDAHKAN DIRI.
Bandingkan bila SBY Presiden kita memakai pronoun "Saya" dengan pronoun "Kami". Mana yang lebih tegas dan berwibawa? Tentu saja "SAYA". Pemakaian bentuk "kami" menunjukkan dirinya tidak berani bertanggung jawab sendirian, melainkan menjadikan tanggung jawab itu sebagai tanggung jawab kolektif, tanggung jawab bersama. Misalnya:
"Saya akan menurunkan harga BBM bulan depan." Ini menunjukkan KETEGASAN.
"Kami akan menurunkan harga BBM bulan depan." Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa SBY tidak pede atau tidak yakin dengan janjinya sendiri, sehingga membuat janji itu sebagai janji kabinet, janji pemerintah (=jamak) dan bukan janji dia sebagai Pribadi (=tunggal). Kalaupun janjinya miss, SBY tidak bisa dituding bersalah sendirian, melainkan Pemerintah (=Jamak), yaitu orang-orang yang duduk di dalam kabinet juga turut terlibat.


Gubrak?!?!?! Aneh itukan klaim sampeyan pribadi sendiri.

Dalam kamus bahasa apa kami=tidak PEDE? Hihihihihi

Disini kita tidak sedang bicara arti kata “Kami” menurut sampeyan, tapi Menurut bahasa “Arab”


Kalaulah pengertian kata "KAMI" ("nahnu" dalam bahsa Arabnya) itu bermasalah secara tata bahasa Arab atau gaya bahasa Arab dan menimbulkan pengertian bahwa Allah itu jamak (tidak tunggal), tentunya sudah banyak dipermasalahkan oleh orang kafir quraisy yang dikenal memiliki gaya bahasa yang tinggi dan jago-jago membuat syair. Sejarah mencatat bahwa seorang utusan Quraisy (ahli bahasa) setelah mengetahui ketinggian gaya bahasa al-Qur'an menyatakan bahwa sekali-kali al-Qur'an itu bukanlah syair. Tidak mungkin ia dibuat oleh manusia. Jadi, saudaraku kaum muslimin, semakin kita teliti komentar-komentar "mereka" akan semakin terlihatlah kesesatan mereka.

Kata "kami" tidak menunjukkan keagungan bila diterapkan pada subyek/obyek tunggal, melainkan sikap TIDAK PEDE atau MERENDAHKAN DIRI.
Bandingkan bila SBY Presiden kita memakai pronoun "Saya" dengan pronoun "Kami". Mana yang lebih tegas dan berwibawa? Tentu saja "SAYA". Pemakaian bentuk "kami" menunjukkan dirinya tidak berani bertanggung jawab sendirian, melainkan menjadikan tanggung jawab itu sebagai tanggung jawab kolektif, tanggung jawab bersama. Misalnya:
"Saya akan menurunkan harga BBM bulan depan." Ini menunjukkan KETEGASAN.
"Kami akan menurunkan harga BBM bulan depan." Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa SBY tidak pede atau tidak yakin dengan janjinya sendiri, sehingga membuat janji itu sebagai janji kabinet, janji pemerintah (=jamak) dan bukan janji dia sebagai Pribadi (=tunggal). Kalaupun janjinya miss, SBY tidak bisa dituding bersalah sendirian, melainkan Pemerintah (=Jamak), yaitu orang-orang yang duduk di dalam kabinet juga turut terlibat.


Jangankan bahasa Arab, Bahasa Indonesia sampeyan pun kacau, ini jelas arti kata “kami” hasil olahan otak sampeyan bukan dari kamus bahasa indonesia,

Dalam bahasa Indonesia yang diambil dari Bahasa Melayu kata “Kami” bukan pronoun yang digunakan karena tidak bertanggung jawab, tapi karena kesopanan,

Kami berarti saya dan beberapa orang

Kami Juga berarti Saya tunggal, Menunjukkan Kesopanan, bicara kepada orang yang dihormati, seperi bicara kepada orang yang lebih tua, atau dituakan, kata kami digunakan untuk Saya Tunggal. Raja-raja melayu juga sering menggunakan kata kami untuk dirinya sendiri sebagai bentuk bahwa dirinya tidak merendahkan rakyatnya kesopanan nya kepada rakyatnya.




Di dalam Taurat kita tahu bahwa tidak pernah Tuhan memakai pronoun "KAMI" sewaktu berfirman kepada manusia. Tetapi Muhammad di dalam menyampaikan ucapan yang menurut klaimnya sendiri adalah WAHYU itu, kerap menggunakan pronoun "KAMI". Hal itu menunjukkan kurang pedenya Muhammad dalam menyamar sebagai "sosok awloh" sehingga perlu menyatukan "Pengutus dengan Utusannya" dalam satu kata ganti, "KAMI". Sehingga ini menyiratkan KEJAMAKAN, "Awloh tidak sendirian lho", ada Awloh & RasulNya. Atau, Rasul tidak sendirian lho, ada Awloh juga, sehingga menjadi "AWLOH & RASULNYA". Makanya, kalian jangan macam-macam ya?! Dalam hal ini awloh dibuat seolah-oleh membela Muhammad dan Muhammad membela awloh. Hal ini secara mental membuat Muhammad menjadi SANGAT PEDE sebab dia merasa tidak sendirian, walau secara AKAL WARAS dan REALITAS awloh itu hanyalah sosok fiktif ciptaannya sendiri.

Sewaktu Muhammad disindir oleh Ashma binti Marwan lewat puisi, Muhammad mengatakan: "Si Ashma ini telah menyakiti / menyinggung perasaan AWLOH & RASULNYA". Jadi, dengan membuat seolah ada 2 Pribadi, bukan cuma dia sendiri saja yang merasa disakiti hatinya oleh puisi itu, Muhammad merasa LEBIH PEDE & LEBIH BERKUASA ketimbang dia menonjolkan dirinya sendiri dalam bentuk tunggal. Muhammad merasa lebih berkuasa bila dia menggunakan frasa "AWLOH & RASULNYA" ketimbang dia menggunakan frasa tunggal.


Memang benar alkitab tidak ada kata ganti Kami untuk menunjukkan diri Allah, kenapa?
Karena terjemahan, bisa jadi dalam bahasa asli ada penggunaan kata ganti kami, tapi karena sudah hasil dari terjemah sana kemari akhirnya hilang ditelan pastur

Tapi yang anehnya alkitab malah menggunakan kata “Aku” untuk menunjukkan YHWH+Malaikat



Kalau buktinya dari Alquran, saya pun bisa mengarang kitab lalu menuliskan, "Monas didirikan oleh nabi Adam".
Kita sama-sama tahu kalau Alquran itu sumbernya dari Muhammad, jadi bagaimana kitab yang dikarangnya sendiri kau jadikan bukti?
Muhammad membual tentang Kabah, saya boleh dong membual tentang Monas? Khan sama-sama tanpa bukti? Pikirkanlah Ayu, keimanan Islam itu modalnya cuma KEGOBLOKAN SAJA. Pokoknya NURUT, tidak ada kekritisannya. Dari dulu sampai sekarang, mana ada ulama Islam yang menyelidiki kebenaran klaim tersebut dan mencoba mempertanyakannya?


Makanya ayu sudah katakan, untuk menguji Kitab itu dari Tuhan atau hanya karangan sendiri sebaiknya uji kebenaran ucapan Tuhannya, bertentangan tidak dengan kenyataan? Kalau misalnya ular ternyata pemakan daging malah dikatakan pemakan debu, itu artinya bertentangan dnegan kenyataan dan jelas Tuhan tersebut tidak menciptakan ular karena tidak tau ular itu makan apa.


Merusak rumah orang itu SALAH! Itulah sebabnya Hukum Negara melarang perbuatan itu. Herannya, Islam yang katanya AGAMA RAHMAT dari Tuhan malah mengijinkan perbuatan jahat itu?

Kalau Islam itu agama yang benar dan sempurna, muslim tidak seharusnya merasa takut terpengaruh. Justru karena Islam itu KEROPOS dan akan runtuh total bila sampai KEBEJATANNYA diungkap, itulah sebabnya muslim KETAKUTAN terhadap agama lain. Muslim melarang umat lain membangun tempat ibadah di lingkungan muslim justru menunjukkan kalau muslim itu TAKUT.


Merusak Rumah Orang memang salah kok, yang kita bicarakan disini kan soal Ruham yang melanggar ketentuan. Di Negara Amerika yang penduduknya mayoritas kristen pun melakukan hal yang sama Ruham orang muslim, padahal tidak terbukti disana dijadikan mesjid, tapi hanya ditinggal beberapa bulan, ketika kembali sudah jadi gereja. Ya untuk itu sampeyan menutup mata sampeyan, karena sampeyan memang buta sebelah


Kalau Islam itu agama yang benar dan sempurna, muslim tidak seharusnya merasa takut terpengaruh. Justru karena Islam itu KEROPOS dan akan runtuh total bila sampai KEBEJATANNYA diungkap, itulah sebabnya muslim KETAKUTAN terhadap agama lain. Muslim melarang umat lain membangun tempat ibadah di lingkungan muslim justru menunjukkan kalau muslim itu TAKUT.


Umat muslim tidak pernah takut, yang ditakutkan itu justru anak-anak muslim, karena yang mudah untuk dibujuk rayu adalah anak-anak, dan anak-anak adalah penerus. Yang tua-tua sih buat apa dibujuk, wong dah mau meninggal kok.



*****!!! Yang namanya negara hukum itu HARUS MENGIKUTI PROSEDUR HUKUM, bukannya main RUSAK-RUSAKAN. Justru itu membuktikan warga main hakim sendiri dan tidak menghormati MEKANISME HUKUM yang ada. Bagaimana kamu bisa mengatakan Indonesia negara hukum, tapi malah membenarkan tindakan pengrusakan? Sekali lagi, maaf, kamu itu *****!!!!!

Otakmu sudah dikunci oleh Islam, sehingga tidak bisa lagi membedakan mana salah dan mana benar. Yang MERUSAK dibela, sedangkan yang beribadah dituding-tuding dan dihujat. Kenapa matamu begitu picek sehingga tidak bisa melihat SIAPA YG JAHAT & siapa yang di-dzolimi?


Apa sampeyan pikir pengrusakan Rumah Ibadah liar itu sebelumnya tanpa prosedur Hukum? Hukum sendiri udah Impoten, mungkin karena trima suap dari Vatikan, dalam orang-orang FPI mereka memiliki orang-orang yang tau hukum, sampeyan jangan asal bicara orang-orang islam itu bertindak bukan melalui prosedur hukum, jika seandainya Rumah Ibadah liar itu tidak segera di tindak oleh lembaga hukum indonesia, maka Hukum jangan menyalahkan FPI ataupun Organisasi Islam lainnya jika sudah turun tangan.


Apa bedanya BERHAK & HALAL? Bukankah tetap saja HASRAT MENGAWINI AISYAH itu datangnya dari Muhammad? Itu menunjukkan bahwa Muhammad seorang pedofil.
Jadi bukan karena Abu Bakar yang minta, tapi inisiatif itu datangnya dari Muhammad, junjungan tersayang kaum muslimin, yang katanya akhlaknya SUPER MULIA itu. Tidak tahunya, BEJAT!



Loh sampeyan ini gimanasih, ini sudah dijawab berulang kali loh:

[quote=”ayulestari”]
Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.
[/quote]

Lihat jawaban ayu yang diatas jawaban ini sudah kemarin-kemarin lo, jadi jika kata “Halal” berubah jadi “Berhak” maka kalimat akan berubah jadi pemaksaan, jelas sampeyan merubah kata Halal menjadi “Berhak” bertujuan agar terlihat disana memaksa.




Duladi
Diceritakan oleh Aisyah: Rasul Allah berkata kepadaku, "Kamu telah ditunjukkan padaku dalam mimpi sebanyak 2 kali sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain. Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’”



Ayu wrote:
Lagi-lagi plesetan hadist, hadist itu berbunyi begini:
Diceritakan oleh Aisyah: Rasulullah berkata kepadaku, "Kamu diperlihatkan ke aku dua kali di mimpiku sebelum aku menikahi mu. Aku melihat, satu malaikat sedang membawa kamu dengan wajah tertutup dan pakaian yang terbuat dari sutera dan disebutkan (Oleh malaikat ) ke aku, "Dia adalah istrimu, sehingga aku membuka penutup wajah nya,' dan aku tengok, itu adalah kamu. maka aku katakan (pada diri sendiri), 'Kalau ini mimpi dari Allah, maka ini harus terjadi"

Lagi-lagi terbukti keburukan sampeyan tukan membuat plesetan hadist.


Apa bedanya, Ayu? Kamu ini BERPURA-PURA ***** atau MEMANG SUDAH *****, ya?


Sampeyan yang *****, lihat kalimat yang dibold, apa itu bukan salah satu pemalsuan yang sampeyan buat? Apa di hadist tersebut ada kata Aisyah kecil?


Hadist itu juga menguatkan fakta bahwa Muhammad SANGAT BERHASRAT pada Aisyah yg 6 tahun, sehingga dia berkata, "MAKA INI HARUS TERJADI!"


Kalimat “Harus Terjadi” dalam bahasa arabnya digunakan kata “Mufngula” yang artinya Bisa berarti “Pasti Terjadi”. Jadi jelas hadist tersebut tidak mengatakan rasul memaksa Aisya tapi menceritakan bahwa kejadian mimpinya memang terjadi.
Ayulestari
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Apr 06, 2009 6:58 am

Justru saran yang berbentuk pertanyaan itu LEBIH KUAT & LEBIH TAJAM menusuk hati daripada saran yang berupa kalimat biasa.
Apa yang Muhammad ucapkan Itu membuktikan Muhammad bukan orang baik. Bagaimana kalau sampai Jabir menceraikan istrinya dan kemudian mengawini anak-anak seperti yang Muhammad sarankan? "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak, supaya bisa ditimang-timang dan bisa diajak bermain?" Bukankah ini KONYOL? Inikah moral seorang NABI SUCI AKHIR ZAMAN?


Sampeyan hanya berlebihan menangkap maksud rasul,

Riwayat Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasul Allah berkata kepada saya, "Apakah wanita yang anda Kawini? "Aku menjawab," Aku telah menikah dengan seorang janda” Dia berkata, "Kenapa, Apakah kamu tidak menyukai wanita perawan dan belaian untuk mereka?" Jabir juga berkata:" Rasulullah berkata, "Mengapa kamu tidak menikahi gadis muda, sehingga Anda dapat bermain dengan dia dan dia dengan anda?

Pertanyaan tersebut bermaksud bahwa rasul tidak menyarankan untuk umatnya menikahi janda, dan tidak melarang orang untuk menikahi janda, nikah sama janda sih baik, dan nikah dengan perawan juga baik.

Makanya nabi bertanya kenapa? Apa kamu tidak menyukai wanita perawan? Jadi nabi ingin mendengarkan alasan jabir menikahi janda.



Tetap saja tidak membantah fakta bahwa motivasi penyerangan karavan dagang itu adalah KARENA MENGINGINKAN HARTA alias MERAMPOK.
Muhammad tidak peduli siapa yang memimpin rombongan kafilah itu, karena sebelum kejadian di lembah Badar, Muhammad dan gerombolannya dari orang-orang Anshar sudah mencoba berulangkali merampok kafilah dagang yang melintasi perbatasan Medinah - Mekkah.


Terbantah dong, jika nabi memang gemar merampok tentu semua kafilah dagang nyang liwat yang di sikat. Kafilah dagang tertentu saja yang di hadang oleh pasukan Nabi, ini jelas bukan tujuan perampokan, jika kita jelas melihat latar belakang siapa itu abu sufyan

Sudah jelas Ghazwa atau ghazwu itu berarti razia,




Kedua ayat di atas bukan larangan merampok, melainkan sekedar nasihat munafik dari Muhammad kepada pengikutnya agar tidak tamak harta.
Faktanya sesuai dengan sumber-sumber sejarah Islam tertua, baik dari Tabari maupun Sirah Nabawiyah terbukti bahwa Muhammad menyerang demi HARTA.


Ayat itu memang bukan larangan merampok, saya hanya mengatakan bahwa Peperangan bukan berarti perampokan, lihat baik-baik harta yang diambil itu harta yang gimane? Harta itu adalah harta hasil perang, jadi tidak apa-apa untuk diambil, Alkitab pun pernah bicara kan soal ini.

Jika agama lain memang melarang untuk mengambil harta perang, sebutkan dimana larang tersebut !!! mana kitabnya, atau kristen apa ada larangan untuk mengambil harta hasil perang?

Perampokan jelas adalah pencurian, dan jelas hukum islam terhadap Pencurian adalah potong tangan, sebutkan hukum apa buat kristen yang mencuri? Jika tidak ada hukumnya maka kristen jelas boleh mencuri

38. Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.




Para pembaca bisa menilai.

Bila hal seperti itu kau katakan "MERAMPOK", bukankah terlebih lagi apa yang sudah Muhammad perbuat terhadap karavan dagang suku Quraish dan penduduk kota Kaybar? Ini belum mengungkit persoalan "PERAMPOKAN MEDINAH".


Yang dilakukan nabi muhammad adalah wajar karena harta itu jelas ganimah,

Tradisi perang Arab jahiliyah saat itu adalah, bila mereka sudah commit untuk perang, dan itu dilakukan dimedan laga, mereka membawa serta apa yang mereka cintai termasuk harta benda mereka, sebagai commitment untuk tidak melakukan desersi atau katakanlah perang seperti mempertaruhkan apa yang mereka cintai.

Itulah sebabnya mengapa dikalangan orang Arab saat itu bila memenangkan perang (musuh mati atau lari menyelamatkan diri) berarti mendapatkan harta yang ditinggalkan musuh yang disebut dengan ghaniimah.

Apakah war booty /spoil the war/ pampasan perang berkonotasi illegal dan immoral?
So jelas spoils of war apalagi dalam arti "al ghanaa`im" tidak berkonotasi illegal dan immoral.


Sedangkan Yesus jelas adalah orang yang bejat, karena tanpa alasan mencuri keledai milik orang, jadi seperti yang sampeyan katakan tidak perlu menunggu kiamat kristen jelas bejat dan yang bejat jelas masuk neraka.

Lihat apakah motif yesus menyuruh orang mencuri keledai?
Apakah keledai tersebut dikembalikan yesus?
Dalam hukum islam jelas yesus harus dihukum potong tangan karena itu jelas kebejatan.

Mark 11:2-6; Luke 19:30-34

Juga apakah Jesus membayar ganti rugi kepada pemilik 2000 ekor babi yang diceburkan kedanau??

Kok seenak ee dewe pindahin roh halus ke dalam babi piaraan orang trus malah diceburin lagi kedanau, ga diganti lagi, kemana moral yesus??? Pantaskah bermoral bejat dikatakan TUHAN??? Tidak bukan??

Kalaoo babinya dimakan kan lumayan bisa bikin yesus jadi gendut, jadi di jemuran kaga malu-maluin.




Sekali lagi para pembaca bisa menilai KEDUNGUAN dari orang ini. Orang ini bertanya, "Bukankah kemarin sampeyan mengatakan penyebab perang Kaibar awalnya Perampokan yang dilakukan rasulullah, mana buktinya?"

Orang ini tidak bisa menangkap dari apa yang sudah dibacanya dengan terang dan jelas, dan masih bertanya, "MANA BUKTINYA?"
Untuk mengetahui apakah seseorang itu MERAMPOK atau TIDAK, bukankah dengan melihat apa yang dia lakukan? Dan ending-nya cukup jelas, Muhammad MERAMPOK.

Kalau tujuannya untuk menyebarkan agama, murni misinya untuk "mentobatkan" manusia agar selamat dari siksa api neraka, tentu saja seorang nabi tidak menggandrungi harta sampai segitunya, sehingga dia harus menyiksa orang yang sudah tidak berdaya sedemikian rupa.

Orang ini juga mencoba untuk tidak melihat bahwa motivasi penyerangan adalah karena harta, sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Tabari (dan dibenarkan pula dalam Sirah Nabawiyah, bahkan sirah yang direka ulang oleh Mubarakfury):
Tabari, vol.viii, p.117:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

Dan di dalam hadist pun terungkap, bahwa motivasi penyerangan Kaybar adalah karena MUSLIM KELAPARAN:

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 547:
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Ketika Khaibar ditaklukkan, kami berkata, “Sekarang kita bisa makan kurma2 kami!”

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 548:
Dikisahkan oleh Ibn Umar:
Kami tidak makan kecuali setelah kami menaklukkan Khaibar.

Sahih Muslim 2/96
Dikisahkan oleh Anas:
Setelah Rasulullah SAW kembali ke Madinah, orang-orang Muhajirin menyerahkan apa yang dulu pernah diberikan orang-orang Anshar kepada mereka berupa pohon dan buah korma, karena mereka kini sudah mempunyai pohon korma di Kaybar.

Salam,
DULADI
31 Maret 2009



Yang kita bicarakan adalah Penyebab perang, bukan motivasi berperang kalau motivasi berperang itu banyak, bukan hanya Harta, tapi ada Pahala, Syahid, dll, itu semua menjadi motivasi untuk semangat berperang, tapi sekarang kita bicarakan adalah PENYEBAB PERANG.

Jika benar penyebab perang yang dilakukan nabi karena Ketertarikan Harta apakah sampeyan mau katakan kalau Istana Vatikan itu warisan Rasul? Hihihihihii ga kebalik ya?
Ayulestari
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Mon Apr 06, 2009 5:38 pm

Kristen Sejati dan Kristen Bidah

Ayulestari wrote:Bah…. Macam mana pulaknya kau ini lai?, kalau kristen menurut ku benar, tentulah aku tidak akan keluar dari kristen, macam-macam ajanya kau.hihihihi


Menanggapi komentar Saudara sebelumnya:

    Jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah? Yang mengganggap dll. Jadi jika kristen benar, maka jelas Islam akan masuk surga


Nah, saya tanya:
Kristen mana yang benar menurut Ayu?
Dan Ayu masih belum menjawab: Apakah Ayu merasa sebagai Kristen Sejati?

Abraham bejat menjadi contoh teladan bagi ajaran Islam?

Ayulestari wrote:Nah tentu dalam ijian cinta ini tuhan lebih mengetahui hati Abraham, jika isi hati Abraham mengatakan “Ah pura-pura aja menyembelih anak, kan entar tuhan pasti ga tegaan ngeliatnya” Jika Tuhan maha tahu isi hati Abraham maka pasti Abraham jelas tidak cinta pada Tuhan, tapi cinta kepada Anaknya, ujian abraham jelas gagal, tapi jika hati Abraham mengatakan, “Aku cinta kepada Tuhan, dan ini Perintahnya harus aku lakukan, walaupun dia anakku satu-satunya, tapi perintah Tuhan harus aku lakukan” nah keliatan disini adalah “Niat Bejat Abraham”.


Abraham bukan agama, tapi Islam adalah agama.

Apakah menurutmu, Islam boleh mengajarkan hal-hal bejat karena dulu Abraham juga bejat?

Saya bisa katakan Islam itu salah karena mengajarkan kebejatan, tetapi agama lain tidak salah karena tidak mengajarkan kebejatan.

Ini bukan membicarakan agama Islam vs nabi, atau agama Islam vs orang-orang terdahulu, tapi Islam vs agama-agama lain.

Kalau menurutmu ini Tuhan vs Awloh, maka yang jadi pertanyaan saya adalah:
Tuhan pada akhirnya mencegah Abraham dari berbuat bejat, sementara awloh malah mengumbar kebejatan melalui perbuatan-perbuatan Muhammad dan juga ajaran-ajarannya dalam Alquran. Kenapa Ayu melihat "NIAT BEJAT Abraham" dan bukan melihat "PERBUATAN BAIK"-nya? Karena Islam itu mencontoh kebejatan orang-orang terdahulu.

Ayu wrote:Bukankah Kebenaran Tuhan harus diukur dari Moral manusia seperti yang sampeyan ucapkan?
Tuhannya Abraham jelas tidak bermoral (Menurut logika sampeyan)


Tuhannya Abraham barulah dapat dikatakan tidak bermoral kalau Tuhan tidak mencegah Abraham menyembelih anaknya. Tapi nyatanya, Tuhan memang membenci perbuatan jahat itu, khan? Bandingkan dengan Awloh.

Ayu wrote:Masalah menunggang balikkan kota sodom dan gomora, Panjulpun bisa mengatakannya, panjul lah yang menghancurkan situ gintung karena desa itu tidak menyembah Panjul.

Silahkan buktikan kebenaran kota sodom dan gomora itu dari penemuan sejarah!!!


Berarti Ayu sudah meragukan cerita jiplakan Muhammad berikut:

QS 29:31. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim."

Kalau Taurat salah, otomatis penjiplaknya, dalam hal ini Surat An-Kabut ayat 31 juga salah.

Itu terjadi pada zaman Abraham, dan kisah itu dikutip oleh Muhammad seolah awloh-lah yang melakukannya. Padahal, yang melakukan itu adalah YHVH Tuhannya Israel, bukan Awloh. Bisa saja Paijo mengaku nabi, dan mengklaim tuhan yang mengutusnya mampu menurunkan hujan api dan belerang dari langit seperti yang pernah dilakukannya terhadap kota Sodom dan Gomora. Seperti itulah yang dilakukan Muhammad, dan muslim-muslim yang tidak sadar dengan tipuan pikiran ini, membanggakan awloh dan menyangkanya benar-benar HEBAT dan MAHAKUASA. Padahal, ditilik sepanjang sejarah Muhammad, tak pernah satu kalipun awloh melakukan hal-hal yang luar biasa seperti yang pernah dilakukan oleh Tuhannya Israel pada masa nabi-nabi.

Islam itu SUDAH PASTI SALAH!!!!

Ayu wrote:QS 58:22
Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah-ayah

Mana kalimat perintah membunuh diayat tersebut?


Islam melarang muslim berteman dengan orang yang menentang Islam, bahkan sekalipun mereka adalah ayah atau anak atau sanak saudaranya sendiri.
Dan contoh penerapannya jelas, seperti yang sudah saya kutip terdahulu:

Ibnu Kathir, Tafsir QS 9:24 & QS 58:22
Al-Hafiz Al-Bayhaqi mencatat bahwa `Abdullah bin Shawdhab berkata, " Ayah dari Abu Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah bin Al-Jarrah berkali-kali memuji-muji dewa2 kepada anak lakinya di hari (perang) Badr, dan Abu Abu `Ubaydah terus menghindarinya. Ketika Al-Jarrah terus memuji, anak lakinya yakni Abu `Ubaydah berjalan menujunya dan membunuhnya. Allah menurunkan ayat ini berdasarkan kejadian itu.

Jelas sekali bahwa Islam itu SALAH, karena mengajarkan hal-hal biadab.

Ayu wrote:"Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)

Emang ga begitu kok bunyinya, sampeyan kalau metik ayat dengan bener biar sampeyan bisa mengerti, sedangkan yang bener aja sampeyan susah ngartinya apalagi dengan ple-setan


Memang QS 23:5-6 seperti itulah MAKNA-nya.
Islam mengajarkan, "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu."

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal sebejat ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?

Ayu wrote:atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)

Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan


Memang, QS 4:3 seperti itulah makna-nya.
Islam mengajarkan, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi para pelayan saja."

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal sebejat ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?

Ayu wrote:"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15)

Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan


Tidak perlu dijelaskan lagi, karena QS 4:34 dan QS 4:15 memang MENGAJARKAN KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA.

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal seburuk ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?

Ayu wrote:"Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20)
"Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24)
"Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Kutip ayat yang bener dulu, dengan sendiri sampeyan bisa paham maksud ayat, kalau belum ngarti juga biar ayu yang menjelaskan kepada sampeyan


Ayu punya Alquran, tapi tidak berani membacanya.

Islam sudah jelas-jelas mengajarkan KEBEJATAN, masihkah dianggap BENAR?

Ayu wrote:Gimana moral yang baik itu menurut sampeyan? Apakah moral yang baik itu seperti ini:
1. melarang manusia untuk menjaga kemaluannya?


Yang jadi masalah, Islam memerintahkan muslimin menjaga penisnya kecuali terhadap istri dan babu-babunya. Ini yang tidak bisa dibenarkan! Ini jelas salah!!!! Hanya orang yang moralnya bejat yang menganggap ajaran seperti ini benar.

Ayu wrote:2. Melarang manusia untuk nikah? Tapi harus berzina?


Yang jadi masalah, Islam tidak dikaruniai akal budi sehingga umatnya dapat melihat bahwa PERSELINGKUHAN & ZINAH itu SALAH, walaupun ditutupi dengan AKAD NIKAH atau NIKAH SIRIH sekalipun. Islam mengajari para muslimin untuk kawin sebanyak 2, 3 atau 4. Jelas ini tidak mengajarkan KESETIAAN, tapi PERSELINGKUHAN & PENGUMBARAN HAWA NAFSU. Kalau seorang pria sudah menikahi seorang gadis, dan kemudian dia tertarik lagi dengan wanita lain, itu apa namanya kalau bukan TIDAK SETIA alias SELINGKUH? Dan Islam punya cara agar perbuatan salah itu menjadi benar, yaitu dengan mensahkannya melalui UPACARA AKAD. Akad artinya Perjanjian. Jadi perkawinan dalam Islam hanyalah sebuah perjanjian belaka, bukan sebuah ritual yang suci. Perkawinan dalam Islam adalah perjanjian seperti seorang pria hidung belang mengikat perjanjian dengan seorang pelacur tentang lama waktu kencan dan berapa tarifnya, dan ini terlihat jelas dalam nikah Mut'ah atau Kawin Kontrak. Coba, kalau Ayu sudah menikah, sewaktu Ayu dulu di hadapan Modin atau Penghulu, pernahkah Ayu disuruh bersumpah/berjanji: "Saya akan setia dengan suami untuk selamanya" dan demikian juga sebaliknya suami Ayu disumpah untuk setia pada Ayu untuk selamanya? TIDAK ADA ITU!!!! Karena itulah pernikahan Islam itu bisa dibuat main-main, dan Muhammad yang cerdik itu tahu memanfaatkan ritus akal-akalan itu untuk menutupi perbuatan zinah dan perselingkuhan agar tidak dianggap salah.

Mahar dalam Islam dapat disamakan dengan UPAH yang diberikan seorang pria hidung belang kepada pelacurnya.

QS 4:24
Maka para wanita yang telah kamu nikmati, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban; dan setelah mahar dibayar, kalian setuju untuk berpisah, maka tiada kesalahan padamu,

Ayat Quran di atas dalam terjemahan Indonesia kata "wanita" diubah menjadi istri.

Hal ini berarti jika seorang Muslim ingin berhubungan seks dengan wanita yang bukan istrinya, maka Muslim boleh bersetubuh dengan wanita itu, asalkan wanita itu bersedia dan Muslim membayarnya dengan harga yang disetujui wanita tersebut. Dengan kata lain, Muslim halal untuk menikmati pelacuran sesaat. (Baca Sahih Al Bukhari, bab Zinah, nomer 5116.)

Ayu wrote:3. membiarkan istri berbuat salah tanpa teguran


Yang jadi masalah, Islam memberikan cara teguran yang salah, yaitu dengan KEKERASAN!
Apakah wanita itu hanya dianggap sebangsa hewan, sehingga harus ditegur dengan kekerasan?
Ini merendahkan martabat perempuan dan juga menanamkan benih KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA. Ini salah, dan sampeyan menganggap yang salah ini benar?

Ayu wrote:4. membolehkan istri sampeyan berzina


Yang jadi masalah, Islam melarang istri berzinah, tapi membolehkan suami berzinah atau berselingkuh dengan kedok "nikah".

Hukum masyarakat Baduy terhadap perzinahan adalah hukum cambuk dan pengasingan selama setahun. Karena Islam berkembang dari pemikiran dan kepercayaan Baduy, Muhammad pun mencontek hukuman ini seperti yang dinyatakannya dalam Qur'an:
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allâh, jika kamu beriman kepada Allâh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [QS 2:2]

Muhammad mengatakan bahwa malaikat pembawa wahyu yang menyampaikan hukum ini padanya.

Muhammad pertama kali menyaksikan hukuman rajam ini saat perajaman dilaksanakan terhadap wanita Yahudi yang berzinah [Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.] Dia tercengang melihat hukuman rajam ini dan pergi ke sekolah Yahudi untuk menanyakan hal ini. Abdullah bin Salam, Yahudi yang lalu jadi Muslim, menemani Muhammad. Orang² Yahudi tidak mau menjelaskan hukum rajam itu padanya, karena mereka tahu tujuan Muhammad adalah mengutip semua rincian hukum ini dalam Qur'annya dan lalu mengakuinya sebagai wahyu dari malaikat. Karena itulah, para Yahudi menyatakan bahwa mereka mengikat para pezinah, menjemurnya di bawah terik matahari, dan memukuli mereka. Mereka berkata tidak ada hukum rajam dalam Taurat.

Abdullah bin Salam menantang mereka dengan menghardik, "Pendusta!" Muhammad mulai memohon jawaban dari kaum Yahudi tentang hukum rajam, "Aku mohon kalian, demi nama Tuhan, yang memberi Taurat pada Musa, aku memohon kalian dalam namaNya yang menyelamatkan bani Israel dari hukuman Firaun dengan membelah laut, penyediakan awan sebagai penaung, dan menurunkan Manna dan burung puyuh." [Ibn Kathir, hal. 619-620.] Muhammad terus memohon sampai akhirnya salah seorang dari kaum Yahudi membacakan Taurat baginya tapi sambil menutupi keterangan hukum rajam dengan tangannya. Dia membaca bagian atas dan bawah tangannya, sambil melewati keterangan tentang hukum rajam [Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.]

Abdullah bin Salam merenggut tangan orang Yahudi itu sambil berkata, "Apa yang kau sembunyikan?" Orang Yahudi itu menjawab, "Hukum rajam." Sejak saat itu, Muhammad tahu bahwa hukuman bagi pezinah dalam Yudaisme adalah hukum rajam, tapi dia tidak tahu aturan rincinya, sehingga Muslim harus mencontek terlebih dahulu pada Taurat untuk bisa melakukannya. Muhammad berkata dalam Qur'annya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allâh, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allâh dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS 5:44)

Lebih jauh lagi, Muhammad mengatakan: "Keputusanku dan penghakimanku berdasarkan apa yang tertulis dalam Taurat." [Asbabb Al Nuzzul, Al Neassbory, hal. 197.] Karena penolakan dari pihak kaum Yahudi, maka Muhammad tidak mencantumkan hukum rajam itu dalam Qur'an. Tapi dia menerapkan hukum rajam yang brutal dan keji ini dan menghalalkannya dalam Islam [Sahih Al Bukhari, Al Muharben, perkataan nomer 6830] Para ulama Islam jaman sekarang kebingungan tentang penghalalan hukum ini, karena tiada aturannya dalam Qur'an.

Kebencian Muhammad pada wanita dan diskriminasi yang diterapkannya pada wanita bahkan juga tampak jelas dalam aturan rajam bagi pezinah. Pezinah pria harus berdiri di tengah lapangan dikitari para Muslim yang akan merajamnya. Jika batu pertama tidak berakibat fatal, maka pria ini bisa melarikan diri. Hukumannya lalu dianggap sudah selesai dan kenyataan dia mampu menyelamatkan diri dianggap sebagai kehendak Allâh untuk menyelamatkannya. Sebaliknya, pezinah wanita harus ditanam di lubang besar di tengah lapangan dan dikubur sampai batas bahunya, sambil dikitari Muslim yang merajamnya. Dengan demikian wanita itu tidak bisa melarikan diri, dan dengan demikian Muhammad bisa yakin bahwa wanita itu pasti mati.

Ayu wrote:5. melarang mengambil harta perang


Sewaktu Amerika menginvasi Irak, apakah seluruh harta benda rakyat Irak turut dijarah?
Sewaktu Israel menyerang Gaza, apakah seluruh harta benda rakyat Palestina di Gaza turut dijarah?

Tujuan perang-perang Muhammad adalah untuk MERAMPOK, karena dengan cara itulah dia mendapatkan nafkah hidupnya.
Dan Muhammad mengajarkan perampokan itu dalam Alqurannya, dan mengatakan kepada para pengikutnya sebagai HARTA PEMBERIAN AWLOH, ibarat makanan halal.
Ini jelas ajaran yang sesat, ini jelas-jelas SALAH!

Ayu wrote:6. yang menghadiahkan pria disurga cewek-cewek jelek


Yang jadi masalah bukan karena cewek-ceweknya cantik, tapi memberikan "cewek" sebagai hadiah untuk para pria itu jelas BEJAT!
Saya yakin Ayu adalah seorang pria, bukan seorang perempuan. Sebagai seorang pria, Ayu tidak merasa janji awloh itu sebagai sesuatu yang bejat. Tapi cobalah Ayu berdiri di pihak istri, atau di pihak anak-anak yang menyaksikan ayahnya bersetubuh/bersenggama dengan cewek-cewek lain. Apa yang Ayu rasakan?

Pernah saya membuat suatu perumpamaan, seandainya presiden menghadiahi ayah sampeyan dengan puluhan cewek-cewek atas jasanya terhadap negara, muslim yang menjadi lawan debat saya berkata, "Itu khan presiden bejat!" dan "Jangan samakan kehidupan di dunia dengan kehidupan di surga!"

Lho?

Coba dinalar, dong! Kalau presiden saja dianggap tidak pantas memberikan hadiah berupa cewek-cewek, apalagi Tuhan? Memangnya Tuhan itu GERMO?
Dan kalau apa yang di dunia ini dianggap kotor, jelek, bejat, kenapa di surga yang katanya suci itu malah dibenarkan hal-hal kotor dan bejat seperti itu?

Ayu wrote:7. membiarkan diri dianiaya dan tersesat


Tolok ukur "sesat" untuk setiap agama adalah subyektif, dan tidak bisa karena kita menganggap orang lain sesat lantas kita dibenarkan MEMBUNUHNYA.
Ini ajaran gila, dan jelas salah!

Ayu wrote:Bukankah sampeyan kemarin yang mau menilai moral TUHAN? Sekarang kok malah tidak boleh membawa masalah ibrahim, musa atau elisa atau pun paulus yang mengatakan setubuhi anak kandung sendiri itu baik?


Tidak saya temukan dalam agama non-Islam yang mengajarkan hal-hal bejat seperti Islam.
Saya bukan menilai moral Tuhan di sini, tapi menilai moral suatu agama yang konon katanya agama dari Tuhan. Nah, Ayu sebagai muslim didogma kalau semua agama itu salah kecuali Islam. Inilah yang perlu saya luruskan, karena pemahaman seperti itu sangat membodohkan. Bagaimana Ayu bisa menganggap agama yang baik itu salah, sementara Islam yang mengajarkan hal-hal bejat dan jahat dianggap benar?

Ayu wrote:Mereka kan punya TUHAN, apa khusus untuk TUHAN mereka maka moral Tuhan ga boleh dinilai? Atau justru Tuhan dengan Moral bejat seperti itu malah dikatakan Baik?


Saya tidak pernah mengatakan Tuhan yang jahat itu baik. Kalau Tuhan itu jahat, sudah pasti saya katakan jahat.
Dan saya tidak menemukan "kejahatan" Tuhan Israel, tetapi saya menemukan ratusan kejahatan awloh aka Muhammad.

Ayu wrote:Jadi bener dong moral tidak bisa diukur


Sebuah pengakuan dari seorang muslim, bahwa Islam itu buta rohani sehingga tidak mampu menilai moral.
Pantes, Syekh Puji dalam Islam dianggap benar, sedangkan masyarakat beradab tahu kalau itu bejat.
Penyebabnya adalah karena agama kita ini, yakni Islam, memang tidak memiliki kemampuan untuk mengukur moral disebabkan Islam buta rohani.

Ayu wrote:Saya masih teringat pertanyaan saya kepada Romo, waktu itu saya masih kecil, saya bertanya “Romo kenapa elisa hanya dibilang botak oleh anak kecil yang tidak tau apa-apa malah dikutuk olehnya dengan mati mengenaskan? Bukankah kutukan itu atas kehendak Tuhan? Bukankah Elisa orang suci?” Romo mengatakan “Tuhan mengabulkan kutukan elisa bukan karena Tuhan itu jahat, kita hanya manusia tidak patut kita mengatur Tuhan, dia memiliki hak atas kepunyaannya”


Kalau begitu, apa hak awloh, apakah benar dia Tuhan? Buktikan dari catatan sejarah kalau awloh memiliki INDIKASI ADA!!!! Dan bukan karangan Muhammad!!!!

Ayu wrote:Islam mengajarkan perintah-perintah Tuhan sama seperti ajaran Ibrahim yang mana berisi perintah-perintah Tuhan, jelas perintah Tuhan tidak boleh dinilai


Salah besar kalau perintah awloh tidak boleh dinilai.
Buktikan dulu apakah awloh itu benar-benar Tuhan, barulah Ayu bisa mengatakan awloh tidak boleh dinilai.

Ayu wrote:Sori ya kang saya ga merasa seagama dengan sampeyan, soalnya agama saya tidak membolehkan berzina, ketidaksetiaan, kekerasan rumah tangga, kebencian terhadap sesama, dan perampasan harta benda orang lain.


Kalau begitu, coba apa maksudnya ayat ini:

QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Satu ayat itu saja sudah mengandung 2 ajaran bejat:

1) Mengajarkan bahwa seorang suami boleh selingkuh dengan wanita lain selain dari istrinya yang pertama sampai sebanyak 3 orang.
2) Kalau seorang suami takut tidak bisa menafkahi istrinya, mending meniduri babu-babunya dengan jumlah tidak terbatas.

Jelas kalau agama kita ini mengajarkan TIDAK SETIA, SELINGKUH & ZINAH!!!

Ayu wrote:Keliatan sampeyan memang bukan seorang muslim, apa ada di Al-Quran mengatakan Qabil (kain) menerima wahyu?


Menurut Quran, Firaun menerima wahyu, tapi Firaun bukan nabi. Jangan-jangan Ayu menganggap Firaun itu juga nabi karena dia menerima wahyu.

Ayu wrote:Duladi:
Dan dari mana Ayu tahu kalau saya bohong, sementara Muhammad tidak bohong? Bukankah Muhammad sama seperti saya, tidak bisa membuktikan dengan apapun kecuali dengan bualan-bualan?

Sudah pernah saya jawab, Karena Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.


Siapa yang bilang kalau Muhammad nabi terakhir?

Apakah ucapan dari diri sendiri bisa dipercaya? Semisal saya mengaku nabi, kemudian agar saya tidak ditiru oleh orang lain karena saya menyadari betapa mudahnya menjadi nabi seperti saya, saya mengatakan bahwa saya adalah nabi yang terakhir. Orang-orang sesudah saya tidak boleh mengaku nabi, kalau berani mengaku nabi, harus dibunuh. Bukankah ini KLAIM SEPIHAK?

Duladi wrote:Dan kalau Muhammad boleh membatalkan sumpahnya untuk tidak menzinahi babu, kenapa saya tidak boleh? Saya pun boleh melanggar sumpah saya karena apa yang dihalalkan awloh tidak boleh diharamkan manusia. Tuhan membolehkan saya meniduri babu-babu yang saya miliki, dan itu kenikmatan yang Tuhan berikan untuk saya. Sampeyan tidak berhak mengatai saya BEJAT, karena seperti yang Ayu katakan, KEBENARAN tidak dinilai dari moralitas manusia.


Ayu wrote:Sebelum ini berlanjut, sebaiknya sampeyan belajar dulu untuk membedakan Budak dan Babu. dan ingat ini hanya membahas tentang membedakan antara Budak dan Babu, untuk masalah menzinai budak atau babu, nanti kita bahas setelah sampeyan sudah bisa membedakan antara budak dan babu


Dalam Islam, BUDAK = BABU.
Tanya, apakah Maria itu BUDAK ataukah BABU?

Maria digenjot Muhammad tanpa dinikahi, sampai Maria melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ibrahim. Dalam Islam, seorang majikan boleh meniduri babu-babunya yang jelas-jelas dalam masyarakat beradab hal itu merupakan perbuatan zinah.

Alquran Wahyu Tuhan?

Ayu wrote:Tinta, kertas dan jilitnya memang buatan manusia, tapi Kalimatnya diimani oleh muslim sebagai wahyu dari Tuhan, bukan di Dogmakan sebagai wahyu dari Tuhan, kalau didogmakan itu sama saja terima dan manut aja, tapi Al-Quran jelas bukan untuk orang-orang yang didogmakan atau manut doang tapi orang-orang yang percaya karena kebenaran isinya.


Siapa yg bilang Alquran harus diimani sebagai wahyu dari Tuhan? Muhammad. Jadi, itulah dogma. Muslim sudah didogma bahwa Alquran itu wahyu Tuhan, titik. Maka dari itu kritik dan telaah atas hal itu diharamkan karena dianggap MERAGUKAN KEBENARAN DOGMA yang sudah diberikan Muhammad. Ayu mengatakan Alquran itu dipercaya karena kebenaran isinya? Bagaimana bisa dipercaya sebagai wahyu Tuhan, kalau model omongannya saja lebih mirip kata-kata manusia ketimbang kata-kata Tuhan?

Untuk bisa melihat itu dengan jelas, bandingkanlah KATA-KATA TUHAN & KATA-KATA MANUSIA dalam Taurat dengan KATA-KATA AWLOH dalam Alquran.
Ayu akan melihat bahwa kata-kata awloh dalam Alquran sama seperti kata-kata manusia dalam Taurat, dan sama sekali tidak mirip dengan kata-kata Tuhan dalam Taurat.

3 contoh saja:
1) Manusia memuji-muji Tuhan dengan kata-kata yang membesar-besarkan, seperti: "MAHA MELIHAT, MAHA MENDENGAR" dst. Hal ini jelas kita temukan dalam kata-kata manusia dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan dalam Alquran. Jadi, perkataan Alquran = kata-kata manusia dalam Taurat
2) Manusia kerap mengatakan, "mudah-mudahan". Hal ini jelas kita temukan dalam ucapan manusia dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan juga dalam Alquran sebagai kata-kata awloh. Jadi, perkataan awloh = perkataan manusia dalam Taurat.
3) Manusia bersumpah demi Tuhan, atau demi yang lebih tinggi darinya. Hal ini kita temukan dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan juga dalam Alquran, di mana awloh bersumpah demi bintang, demi bulan, demi bukit, demi kota, dst.... di mana mengindikasikan derajat awloh lebih rendah daripada benda-benda ciptaan tersebut, ibarat manusia bersumpah demi benda-benda langit seperti dalam tradisi Pagan. Jadi, perkataan sumpahnya awloh = perkataan sumpahnya manusia.

Dari 3 hal ini saja, maka kita sudah berani mengambil kesimpulan PASTI, kalau awloh adalah Muhammad sendiri. Alquran bukan kata-kata Tuhan, melainkan kata-kata Muhammad, yang notabene memang seorang manusia belaka, bukan Tuhan.

Penyalahgunaan Kekuasaan atas nama Awloh

Ayu wrote:ayu Cuma membenarkan kalau menentang Rasul memang jelas pasti menentang Allah,


Dan hal itu menjadi SUMBER KEKUASAAN MUHAMMAD, karena siapapun yang berani menentangnya, akan dianggapnya telah menentang awloh.
Tidak pernah dalam tradisi nabi-nabi asli, bahwa orang yang menentang nabi akan dituduh sama dengan menentang Tuhan. Hanya orang **** saja yang percaya dengan dogma seperti itu. Dan para penguasa yang dzolim suka mendoktrin para pengikutnya dengan cara demikian, agar dirinya dipatuhi secara total. Itulah gaya seorang DIKTATOR, yang menerapkan paham totaliter.

Muhammad seorang PERAMPOK

Berdasarkan catatan riwayat sejarah sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam, Muhammad melakukan penyerangan terhadap para kafilah dagang Quraish yang sedang melewati perbatasan dikarenakan menginginkan HARTA KEKAYAAN yg dibawa.
Nah, pertanyaan saya tegas saja:
Apakah Ayu sudah mau mengakui kalau Muhammad itu PERAMPOK?
Jawab dengan tegas: Ya atau Tidak.

Muhammad seorang PEDOFILI

Berdasarkan bukti ucapan Muhammad dan perilaku Muhammad terhadap Aisyah, Muhammad menyukai anak-anak di bawah umur untuk dijadikan istrinya.
Pertanyaan saya tegas saja:
Apakah Ayu sudah mau mengakui kalau Muhammad itu seorang PEDOFIL?
Jawab dengan tegas: Ya atau Tidak.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Apr 13, 2009 9:15 am

Menanggapi komentar Saudara sebelumnya:
Jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah? Yang mengganggap dll. Jadi jika kristen benar, maka jelas Islam akan masuk surga


Nah, saya tanya:
Kristen mana yang benar menurut Ayu?
Dan Ayu masih belum menjawab: Apakah Ayu merasa sebagai Kristen Sejati?


Nah maka saya tanya lagi

Jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah? Yang mengganggap dll. Jadi jika kristen benar, maka jelas Islam akan masuk surga




Abraham bukan agama, tapi Islam adalah agama.

Apakah menurutmu, Islam boleh mengajarkan hal-hal bejat karena dulu Abraham juga bejat?

Saya bisa katakan Islam itu salah karena mengajarkan kebejatan, tetapi agama lain tidak salah karena tidak mengajarkan kebejatan.

Ini bukan membicarakan agama Islam vs nabi, atau agama Islam vs orang-orang terdahulu, tapi Islam vs agama-agama lain.

Kalau menurutmu ini Tuhan vs Awloh, maka yang jadi pertanyaan saya adalah:
Tuhan pada akhirnya mencegah Abraham dari berbuat bejat, sementara awloh malah mengumbar kebejatan melalui perbuatan-perbuatan Muhammad dan juga ajaran-ajarannya dalam Alquran. Kenapa Ayu melihat "NIAT BEJAT Abraham" dan bukan melihat "PERBUATAN BAIK"-nya? Karena Islam itu mencontoh kebejatan orang-orang terdahulu.



Ayu tidak pernah membenarkan ucapan sampeyan bahwa islam itu bejat, ayu hanya sekedar untuk mengingatkan sampeyan akan ajaran agama kristen yang melarang pengikutnya untuk menilai moral TUHAN. Karena tuhan pemilik semuanya dia berhak melakukan apapun terhadap makhluknya, manusia tidak punya hak mengatur dan mengatakan perbuatan TUHAN adalah salah.

Saya masih teringat pertanyaan saya kepada Romo, waktu itu saya masih kecil, saya bertanya “Romo kenapa elisa hanya dibilang botak oleh anak kecil yang tidak tau apa-apa malah dikutuk olehnya dengan mati mengenaskan? Bukankah kutukan itu atas kehendak Tuhan? Bukankah Elisa orang suci?” Romo mengatakan “Tuhan mengabulkan kutukan elisa bukan karena Tuhan itu jahat, kita hanya manusia tidak patut kita mengatur Tuhan, dia memiliki hak atas kepunyaannya”


Abraham bukan agama, tapi Islam adalah agama.


Abraham pengikut adalah pelaku perintah tuhan, sedangakan Islam adalah ajaran perintah Tuhan, sama saja kan sama-sama perintah Tuhan

Tuhannya Abraham barulah dapat dikatakan tidak bermoral kalau Tuhan tidak mencegah Abraham menyembelih anaknya. Tapi nyatanya, Tuhan memang membenci perbuatan jahat itu, khan? Bandingkan dengan Awloh.


Jika tuhan abraham memang tidak mencegah pembunuhan itu apakah Tuhan akan dikatakan Bejat? Seperti tuhan tidak mencegah perbuatan Elisa mengutuk anak kecil? Apakah itu tidak bejat?, trus apakah beda Tuhannya Abraham dengan Tuhannya Paulus, Elisa, atau Ishaq, yang terang-terangan melakukan kebejatan?

Apakah tuhan Abraham beda dengan tuhannya Daud?

Jika tuhannya Elisa mengabulkan kutukan Elisa, tentu Tuhan nya Ibrahim juga mengabulkan Kutukan Elisa bukan? Jika demikian Apa tuhan Ibrahim itu bejat?


Berarti Ayu sudah meragukan cerita jiplakan Muhammad berikut:

QS 29:31. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim."

Kalau Taurat salah, otomatis penjiplaknya, dalam hal ini Surat An-Kabut ayat 31 juga salah.

Itu terjadi pada zaman Abraham, dan kisah itu dikutip oleh Muhammad seolah awloh-lah yang melakukannya. Padahal, yang melakukan itu adalah YHVH Tuhannya Israel, bukan Awloh. Bisa saja Paijo mengaku nabi, dan mengklaim tuhan yang mengutusnya mampu menurunkan hujan api dan belerang dari langit seperti yang pernah dilakukannya terhadap kota Sodom dan Gomora. Seperti itulah yang dilakukan Muhammad, dan muslim-muslim yang tidak sadar dengan tipuan pikiran ini, membanggakan awloh dan menyangkanya benar-benar HEBAT dan MAHAKUASA. Padahal, ditilik sepanjang sejarah Muhammad, tak pernah satu kalipun awloh melakukan hal-hal yang luar biasa seperti yang pernah dilakukan oleh Tuhannya Israel pada masa nabi-nabi.


Saya tidak meragukan cerita dalam Al-Quran, saya hanya meragukan cerita dalam Alkitab soal setelah kejadian Sodom dan Gomora, tentang Anak Luth yang ngesek dengan Ayah sendiri, apakah kebejatan mereka meninggalkan bukti arkeolog? Seperti gua tempat mereka ngesek itu dimana? Apakah cerita kebejatan ini Fakta atau Fiktif?




Islam melarang muslim berteman dengan orang yang menentang Islam, bahkan sekalipun mereka adalah ayah atau anak atau sanak saudaranya sendiri.
Dan contoh penerapannya jelas, seperti yang sudah saya kutip terdahulu:


Apa YHWH atau Yesus menganjurkan orang kristen untuk berteman dengan para penentang YHWH dan Yesus (Setan)? Apa pemerintah Indonesia atau Amerika atau Malaysia akan membiarkan para penentang negara tinggal dinegaranya? Atau membiarkan para pelaku gerakan separatis melakukan pertentangan terhadap negara gitu?


Ibnu Kathir, Tafsir QS 9:24 & QS 58:22
Al-Hafiz Al-Bayhaqi mencatat bahwa `Abdullah bin Shawdhab berkata, " Ayah dari Abu Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah bin Al-Jarrah berkali-kali memuji-muji dewa2 kepada anak lakinya di hari (perang) Badr, dan Abu Abu `Ubaydah terus menghindarinya. Ketika Al-Jarrah terus memuji, anak lakinya yakni Abu `Ubaydah berjalan menujunya dan membunuhnya. Allah menurunkan ayat ini berdasarkan kejadian itu.

Jelas sekali bahwa Islam itu SALAH, karena mengajarkan hal-hal biadab.


Ayah Abu ubaydah jelas bersalah, karena telah mentuhankan Anak sendiri sebagai Olok-olok, setiap yang bersalah memang harus dihukum siapapun, apa pun hubungannya, ini demi tegaknya keadilan. Ayah Abu dibunuh bukan karena dia Kafir, tapi karena dia telah mengolok-ngolok dengan menyembah-nyembah anaknya yang padahal anaknya jelas menyembah Allah.




Memang QS 23:5-6 seperti itulah MAKNA-nya.
Islam mengajarkan, "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu."

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal sebejat ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?


Saya punya Al-Quran kok, dan saya sudah membacanya, ayat itu tidak begitu isinya, dan ini jelas plesetan hasil rekaan sampeyan



Memang, QS 4:3 seperti itulah makna-nya.
Islam mengajarkan, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi para pelayan saja."

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal sebejat ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?


Saya punya Al-Quran kok, dan saya sudah membacanya, ayat itu tidak begitu isinya, dan ini jelas plesetan hasil rekaan sampeyan, jadi ga pertulah saya tanggapin, karena umat muslim dan para pembaca telah mencek sendiri di Quran masing-masing, jelas disini ada plesetan dari sampeyan


Tidak perlu dijelaskan lagi, karena QS 4:34 dan QS 4:15 memang MENGAJARKAN KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA.

Ya Tuhan, ini AGAMA ataukah ALIRAN SETAN?
Bagaimana sebuah agama yang konon katanya berasal dari Tuhan langsung, dapat mengajarkan hal seburuk ini?
Masihkah Ayu tidak melihat KESALAHAN dalam agama ini?


Memang tidak perlu dijelaskan lagi, karena sudah jelas sampeyan salah ngutip ayat, alias sehingga mengutip ayat jadi sembrono gitu


Ayu punya Alquran, tapi tidak berani membacanya.

Islam sudah jelas-jelas mengajarkan KEBEJATAN, masihkah dianggap BENAR?


Ayu berani kok baca Al-Quran, sampeyan aja yang ga berani ngutip ayat dengan bener karena takut ketahuan kedunguuan otaaak sampeyan


Yang jadi masalah, Islam memerintahkan muslimin menjaga penisnya kecuali terhadap istri dan babu-babunya. Ini yang tidak bisa dibenarkan! Ini jelas salah!!!! Hanya orang yang moralnya bejat yang menganggap ajaran seperti ini benar.


Emang salah sampeyan mengutip ayat.


Yang jadi masalah, Islam tidak dikaruniai akal budi sehingga umatnya dapat melihat bahwa PERSELINGKUHAN & ZINAH itu SALAH, walaupun ditutupi dengan AKAD NIKAH atau NIKAH SIRIH sekalipun. Islam mengajari para muslimin untuk kawin sebanyak 2, 3 atau 4. Jelas ini tidak mengajarkan KESETIAAN, tapi PERSELINGKUHAN & PENGUMBARAN HAWA NAFSU.


Jelas itu adalah ayat yang memberikan Batasan dalam jumlah Istri, Dalam kitab-kitab suci agama didunia tidak ada agama yang lain selain islam, baik itu Weda, Ramayana, Mahabharat, Geeta, Talmud atau Alkitab tidak menemukan satu batasan jumlah isteri, jadi ini tidak adil jika islam justru memberika batasan dalam jumlah istri dikatakan sebagai bentuk perzinahan, sedangkan agama lain tidak satupun yang memberikan batasan dalam jumlah istri dikatakan itulah yang baik, apa hukumnya jika orang kristen menikah lebih dari empat? Apakah itu dilarang dalam kristen? Apa hukumnya jika hindu menikahi wanita sebanyak 5 atau 6 atau 7 apakah agama mereka melarang dan itu sah-sah saja karena tidak ada larangan ataupun batasan dalam jumlah istri dalam kitab suci mereka.

Banyak para pemuka agama Hindu, menurut kitab-kitab mereka, telah melakukan poligami, apakah itu arti nya mereka berzina?. Raja Dashrat, ayah dari Rama, memiliki lebih dari satu isteri. Krishna memiliki beberapa istri. Dalam waktu sebelumnya, orang-orang Kristen sebelum menetapkan jumlah istri juga melakukan poligami, karena Alkitab tidak menempatkan batasan pada jumlah isteri. Baru beberapa abad yang lalu gereja membatasi jumlah istri menjadi satu, apakah tuhannya kristen tidak tau kalau itu berarti berzina sehingga harus diputuskan bahwa poligami sama dengan berzina setelah beratus tahun kematian Tuhan?

Poligami diperbolehkan dalam Judaisme. Berhubung dgn Talmud menurut hukum, Ibrahim memiliki tiga istri, dan Salomo memiliki ratusan istri. Praktik terus sampai Rabbi Gershom ben Yehudah (960 CE ke 1030 TM) mengeluarkan dekrit menentangnya apakah Tuhan YHWH tidak mengetahui kalau poligami itu sama dengan Zina? Dan baru akhirnya Rabbi Gershom yang mengkritik YHWH yang tidak tau bahwa Poligami itu zina? Aneh Tuhan YHWH tidak berkata apa-apa soal poligami, sedangkan manusianya yang mengatur itu. Sephardic masyarakat Yahudi yang tinggal di negara-negara Muslim yang terus berlatih hingga sebagai sebagai akhir 1950, sampai sebuah undang-undang dari Ketua kaum pendeta Yahudi Israel memperpanjang larangan tentang menikahi lebih dari satu isteri. (Catatan: sensus pada 1975 di India Hindu Melakukan Poligami melebihi warga mulim disana. Laporan dari 'Committee of The Status Wanita dalam Islam', yang diterbitkan pada tahun 1975 di 66 dan 67 yang persentase Poligami perkawinan antara tahun 1951 dan 1961)

Apakah semuanya melakukan Zina??????

DR. Muhammad Fu’ad al-Hasyimi, mantan pemeluk kristiani yang akhirnya masuk Islam, di dalam bukunya ”Religions on The Scales” (hal. 109) berkata:
the Church as having recognized polygamy up to the 17th century. None of the four gospels is known to have explicitly barred polygamy. It so happened that some European peoples, dictated only by non polygamy pagan traditions, barred the practice of keeping more than one wife. When that anti polygamy minority converted to Christianity, it clamped the traditional polygamy ban down on the rest of Christians. As time passed by, Christianity was increasingly, falsely though, believed to have essentially barred polygamy. It is only an old tradition clamped by some down on the others throughout ages.

Apakah artinya YHWH tidak mengetahui apa itu artinya Zina? Sehingga harus manusia yang mengajarkan YHWH bahwa zina itu adalah poligami gitu?







Kalau seorang pria sudah menikahi seorang gadis, dan kemudian dia tertarik lagi dengan wanita lain, itu apa namanya kalau bukan TIDAK SETIA alias SELINGKUH? Dan Islam punya cara agar perbuatan salah itu menjadi benar, yaitu dengan mensahkannya melalui UPACARA AKAD. Akad artinya Perjanjian. Jadi perkawinan dalam Islam hanyalah sebuah perjanjian belaka, bukan sebuah ritual yang suci.

Coba, kalau Ayu sudah menikah, sewaktu Ayu dulu di hadapan Modin atau Penghulu, pernahkah Ayu disuruh bersumpah/berjanji: "Saya akan setia dengan suami untuk selamanya" dan demikian juga sebaliknya suami Ayu disumpah untuk setia pada Ayu untuk selamanya? TIDAK ADA ITU!!!! Karena itulah pernikahan Islam itu bisa dibuat main-main, dan Muhammad yang cerdik itu tahu memanfaatkan ritus akal-akalan itu untuk menutupi perbuatan zinah dan perselingkuhan agar tidak dianggap salah.



Adakah dalam alkitab saat melakukan pernikahan orang harus melakukan ucapan “Saya akan setia dengan suami untuk selamanya” ? alkitab jelas menjelaskan hal yang terpenting dalam pernikahan adalah Mas Kawin, bukan perjanjiannya dengan cara yang diucapkan lewat mulut, karena Maskawin sudah sebagai simbol ikatan, agama apa saja membolehkan untuk cerai? Jika rumah tangga memang tidak bisa dipertahankan lagi.

Makanya berjanji untuk setia selama adalah hal yang telah mendahului Tuhan, karena siapasih yang tau kalau masa depan rumah tangganya akan selamanya langgeng tanpa ada masalah? Jika ada masalah dan tidak bisa di hindari lagi kecuali cerai, gimana? Apa bersedia untuk mengingkari Janji? Janji adalah hutang, dan itu bukan untuk dilanggar dan harus dipenuhi. Apalagi janji dihadapan Tuhan dan dengan bawa-bawa nama Tuhan.





Perkawinan dalam Islam adalah perjanjian seperti seorang pria hidung belang mengikat perjanjian dengan seorang pelacur tentang lama waktu kencan dan berapa tarifnya, dan ini terlihat jelas dalam nikah Mut'ah atau Kawin Kontrak.

Kawin kontrak hukumnya Haram. Karena itu memang pelacuran ala orang Shiah, dan orang Suni jelas tidak pernah membenarkan hal itu

Mahar dalam Islam dapat disamakan dengan UPAH yang diberikan seorang pria hidung belang kepada pelacurnya.

QS 4:24
Maka para wanita yang telah kamu nikmati, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban; dan setelah mahar dibayar, kalian setuju untuk berpisah, maka tiada kesalahan padamu,

Ayat Quran di atas dalam terjemahan Indonesia kata "wanita" diubah menjadi istri.

Hal ini berarti jika seorang Muslim ingin berhubungan seks dengan wanita yang bukan istrinya, maka Muslim boleh bersetubuh dengan wanita itu, asalkan wanita itu bersedia dan Muslim membayarnya dengan harga yang disetujui wanita tersebut. Dengan kata lain, Muslim halal untuk menikmati pelacuran sesaat. (Baca Sahih Al Bukhari, bab Zinah, nomer 5116.)



Nah ketauan lagi bikin Fitnah. Dadjal memang sudah datang nih.
Kutip ayat yang bener dong!! Nih ayat nya ga ada tuh ayat itu mengatakan yang dibold

. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu[284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Yang jadi masalah, Islam memberikan cara teguran yang salah, yaitu dengan KEKERASAN!
Apakah wanita itu hanya dianggap sebangsa hewan, sehingga harus ditegur dengan kekerasan?
Ini merendahkan martabat perempuan dan juga menanamkan benih KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA. Ini salah, dan sampeyan menganggap yang salah ini benar?


Lihat baik-baik, ini bertahap kesalahan pertama dinasehati, tapi masih bandel, maka dipisahkah, masih juga membandel baru dipukul, lihat dan plototin tuh ayat baik-baik!!!\

maka (1) nasehatilah mereka dan (2) pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan (3) pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar

Jika istri sampeyan melakukan perbuatan salah, apakah ada dalam alkitab mengajarkan untuk nasehati dia dulu?

Al-quran adalah satu-satunya Kitab didunia yang mengajarkan agar istri jika berbuat salah tindakan pertama yang dilakukan adalah Nasehati. Ini artinya muslim tidak boleh untuk memukul istri tanpa nasehat terlebih dahulu, beda dengan agama lain, jika istri berbuat salah maka suami boleh saja menginjak-injak lehernya hingga tewas, dan cara kejam lainya pun boleh dilakukan karena tidak ada larangan dalam alkitab tuh. Alkitab tidak memberikan batasan dalam menasehati istri, jadi tentu boleh dengan cara kekerasan.

Yang jadi masalah, Islam melarang istri berzinah, tapi membolehkan suami berzinah atau berselingkuh dengan kedok "nikah".


Sudah dijelaskan diatas tuh, tentang poligami


Hukum masyarakat Baduy terhadap perzinahan adalah hukum cambuk dan pengasingan selama setahun. Karena Islam berkembang dari pemikiran dan kepercayaan Baduy, Muhammad pun mencontek hukuman ini seperti yang dinyatakannya dalam Qur'an:
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allâh, jika kamu beriman kepada Allâh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [QS 2:2]

Muhammad mengatakan bahwa malaikat pembawa wahyu yang menyampaikan hukum ini padanya.

Muhammad pertama kali menyaksikan hukuman rajam ini saat perajaman dilaksanakan terhadap wanita Yahudi yang berzinah [Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.] Dia tercengang melihat hukuman rajam ini dan pergi ke sekolah Yahudi untuk menanyakan hal ini. Abdullah bin Salam, Yahudi yang lalu jadi Muslim, menemani Muhammad. Orang² Yahudi tidak mau menjelaskan hukum rajam itu padanya, karena mereka tahu tujuan Muhammad adalah mengutip semua rincian hukum ini dalam Qur'annya dan lalu mengakuinya sebagai wahyu dari malaikat. Karena itulah, para Yahudi menyatakan bahwa mereka mengikat para pezinah, menjemurnya di bawah terik matahari, dan memukuli mereka. Mereka berkata tidak ada hukum rajam dalam Taurat.

Abdullah bin Salam menantang mereka dengan menghardik, "Pendusta!" Muhammad mulai memohon jawaban dari kaum Yahudi tentang hukum rajam, "Aku mohon kalian, demi nama Tuhan, yang memberi Taurat pada Musa, aku memohon kalian dalam namaNya yang menyelamatkan bani Israel dari hukuman Firaun dengan membelah laut, penyediakan awan sebagai penaung, dan menurunkan Manna dan burung puyuh." [Ibn Kathir, hal. 619-620.] Muhammad terus memohon sampai akhirnya salah seorang dari kaum Yahudi membacakan Taurat baginya tapi sambil menutupi keterangan hukum rajam dengan tangannya. Dia membaca bagian atas dan bawah tangannya, sambil melewati keterangan tentang hukum rajam [Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.]

Abdullah bin Salam merenggut tangan orang Yahudi itu sambil berkata, "Apa yang kau sembunyikan?" Orang Yahudi itu menjawab, "Hukum rajam." Sejak saat itu, Muhammad tahu bahwa hukuman bagi pezinah dalam Yudaisme adalah hukum rajam, tapi dia tidak tahu aturan rincinya, sehingga Muslim harus mencontek terlebih dahulu pada Taurat untuk bisa melakukannya. Muhammad berkata dalam Qur'annya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allâh, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allâh dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS 5:44)

Lebih jauh lagi, Muhammad mengatakan: "Keputusanku dan penghakimanku berdasarkan apa yang tertulis dalam Taurat." [Asbabb Al Nuzzul, Al Neassbory, hal. 197.] Karena penolakan dari pihak kaum Yahudi, maka Muhammad tidak mencantumkan hukum rajam itu dalam Qur'an. Tapi dia menerapkan hukum rajam yang brutal dan keji ini dan menghalalkannya dalam Islam [Sahih Al Bukhari, Al Muharben, perkataan nomer 6830] Para ulama Islam jaman sekarang kebingungan tentang penghalalan hukum ini, karena tiada aturannya dalam Qur'an.

Kebencian Muhammad pada wanita dan diskriminasi yang diterapkannya pada wanita bahkan juga tampak jelas dalam aturan rajam bagi pezinah. Pezinah pria harus berdiri di tengah lapangan dikitari para Muslim yang akan merajamnya. Jika batu pertama tidak berakibat fatal, maka pria ini bisa melarikan diri. Hukumannya lalu dianggap sudah selesai dan kenyataan dia mampu menyelamatkan diri dianggap sebagai kehendak Allâh untuk menyelamatkannya. Sebaliknya, pezinah wanita harus ditanam di lubang besar di tengah lapangan dan dikubur sampai batas bahunya, sambil dikitari Muslim yang merajamnya. Dengan demikian wanita itu tidak bisa melarikan diri, dan dengan demikian Muhammad bisa yakin bahwa wanita itu pasti mati.


Sampeyan salah tuh dalam menulis riwat ini, tapi saya ga mau nanggapinnya, karena nggak nyambung dengan yang sampeyan Quote.

Pembahasan yang panjang banget, tapi tidak nyambung dengan pernyataan, maka akan saya ulangi lagi pernyataan yang sama:

Ayu Wrote: Agama yang baik bagi sampeyan adalah agama yang membolehkan istri sampeyan berzina.

Sewaktu Amerika menginvasi Irak, apakah seluruh harta benda rakyat Irak turut dijarah?
Sewaktu Israel menyerang Gaza, apakah seluruh harta benda rakyat Palestina di Gaza turut dijarah?

Tujuan perang-perang Muhammad adalah untuk MERAMPOK, karena dengan cara itulah dia mendapatkan nafkah hidupnya.
Dan Muhammad mengajarkan perampokan itu dalam Alqurannya, dan mengatakan kepada para pengikutnya sebagai HARTA PEMBERIAN AWLOH, ibarat makanan halal.
Ini jelas ajaran yang sesat, ini jelas-jelas SALAH!


Harta rampasan perang tidak ditentukan seberapa banyak diambil tidak ada ketentuannya dalam Alkitab ataupun Al-Quran, sedangkan Yesus tanpa sebab perang beraninya mencuri Keledai orang dan membunuh babi orang, baiklah saya ulang lagi pernyataan saya masalah harta perang:

Tradisi perang Arab jahiliyah saat itu adalah, bila mereka sudah commit untuk perang, dan itu dilakukan dimedan laga, mereka membawa serta apa yang mereka cintai termasuk harta benda mereka, sebagai commitment untuk tidak melakukan desersi atau katakanlah perang seperti mempertaruhkan apa yang mereka cintai.

Itulah sebabnya mengapa dikalangan orang Arab saat itu bila memenangkan perang (musuh mati atau lari menyelamatkan diri) berarti mendapatkan harta yang ditinggalkan musuh yang disebut dengan ghaniimah.

Apakah war booty /spoil the war/ pampasan perang berkonotasi illegal dan immoral?
So jelas spoils of war apalagi dalam arti "al ghanaa`im" tidak berkonotasi illegal dan immoral.


Sedangkan Yesus jelas adalah orang yang bejat, karena tanpa alasan mencuri keledai milik orang, jadi seperti yang sampeyan katakan tidak perlu menunggu kiamat kristen jelas bejat dan yang bejat jelas masuk neraka.

Lihat apakah motif yesus menyuruh orang mencuri keledai?
Apakah keledai tersebut dikembalikan yesus?
Dalam hukum islam jelas yesus harus dihukum potong tangan karena itu jelas kebejatan.

Mark 11:2-6; Luke 19:30-34

Juga apakah Jesus membayar ganti rugi kepada pemilik 2000 ekor babi yang diceburkan kedanau??

Kok seenak ee dewe pindahin roh halus ke dalam babi piaraan orang trus malah diceburin lagi kedanau, ga diganti lagi, kemana moral yesus??? Pantaskah bermoral bejat dikatakan TUHAN??? Tidak bukan??

Kalaoo babinya dimakan kan lumayan bisa bikin yesus jadi gendut, jadi di jemuran kaga malu-maluin.


Tolok ukur "sesat" untuk setiap agama adalah subyektif, dan tidak bisa karena kita menganggap orang lain sesat lantas kita dibenarkan MEMBUNUHNYA.
Ini ajaran gila, dan jelas salah!


Sampeyan yang gila, ayat itu bukan suruhan untuk membunuh orang sesat tapi jelas karena orang sesat itu mencoba menindas muslim

Ayat 9:123 adalah disebabkan mereka menindas kaum muslim, adapun tujuannya untuk menghentikan penindasan

Makanya saya mengatakan jika sampeyan menolak ayat ini sama saja sampeyan
Ayu Wrote:

7. membiarkan diri dianiaya dan tersesat


Untuk ayat 9:5 : Disini bisa jelas jika sampeyan membaca ayat sebelumnya, lihat baik-baik ayat sebelumnya yaitu 9:4 terang sekali disini yang dimaksud bukanlah kaum musrik seluruhnya yang ada didunia ataupun tetangga saya yang musrik, karena saya juga memiliki tetangga yang musrik tapi saya tidak membunuhnya karena Islam mengajarkan saya menghormati keputusan dan pilihan orang lain, tugas saya hanya memberi tau, kalau masih musrik ya terserah dia, atau ayat ini juga bukan ditujukan buat kaum musrik arab, melainkan kaum musrik yang arab yang berkumpul dibulan haji yang membuat perjanjian terhadap muslim kemudian mengingkari perjanjian tersebut, maka itu saya katakan jika sampeyan menolak ayat ini jelas sampeyan setuju jika sampeyan membiarkan diri sampeyan tersesat dalam pengingkaran janji.


Tidak saya temukan dalam agama non-Islam yang mengajarkan hal-hal bejat seperti Islam.
Saya bukan menilai moral Tuhan di sini, tapi menilai moral suatu agama yang konon katanya agama dari Tuhan. Nah, Ayu sebagai muslim didogma kalau semua agama itu salah kecuali Islam. Inilah yang perlu saya luruskan, karena pemahaman seperti itu sangat membodohkan. Bagaimana Ayu bisa menganggap agama yang baik itu salah, sementara Islam yang mengajarkan hal-hal bejat dan jahat dianggap benar?


Bukti-bukti kebejatan kristen sudah saya paparkan dan sampeyan tidak punya argumen bantahan, itu artinya sampeyan setuju bahwa YHWH dan Yesus adalah bejat, dan pasti yang bejat adalah neraka yang kekal tidak akan pernah berhenti azab diberlakukan untuk orang-orang kafir selamanya.


Saya tidak pernah mengatakan Tuhan yang jahat itu baik. Kalau Tuhan itu jahat, sudah pasti saya katakan jahat.
Dan saya tidak menemukan "kejahatan" Tuhan Israel, tetapi saya menemukan ratusan kejahatan awloh aka Muhammad.


Mata sampeyan kan Cuma satu, makanya sampeyan tidak bisa melihat kebejatan YHWH.


Sebuah pengakuan dari seorang muslim, bahwa Islam itu buta rohani sehingga tidak mampu menilai moral.


Menilai moral apa? Tuhan atau Manusia?


Sebuah pengakuan dari seorang muslim, bahwa Islam itu buta rohani sehingga tidak mampu menilai moral.


Saya ulangi lagi:

Bukankah sampeyan kemarin yang mau menilai moral TUHAN? Sekarang kok malah tidak boleh membawa masalah ibrahim, musa atau elisa atau pun paulus yang mengatakan setubuhi anak kandung sendiri itu baik? Mereka kan punya TUHAN, apa khusus untuk TUHAN mereka maka moral Tuhan ga boleh dinilai? Atau justru Tuhan dengan Moral bejat seperti itu malah dikatakan Baik? Jadi bener dong moral tidak bisa diukur, karena menurut Paulus dan sampeyan Menyetubuhi anak sendiri berbuat baik, sedangkan menurut saya Menyetubuhi anak kandung sendiri justru perbuatan yang sangat berdosa dan jahat, jadi jelas gimanapun moral ga bisa diukur dong, karena ukuran moral manusia itu berbeda-beda.


Pantes, Syekh Puji dalam Islam dianggap benar, sedangkan masyarakat beradab tahu kalau itu bejat.
Penyebabnya adalah karena agama kita ini, yakni Islam, memang tidak memiliki kemampuan untuk mengukur moral disebabkan Islam buta rohani.



Halah kang…kang sampeyan kok aneh banget sih,
Herandeh kafir kok selalu menjadikan Syekh Puji sebagai Senjata,
kok sampey ke masalah Syekh puji? Emang siapa yang ngebelain syehk puji? Saya nggak punya urusan tuh ama syekh puji si manusia sombong itu, Iblis aja yang taat kepada Allah diusir dari Surga gara-gara sombong, ini hanya orang yang disebut Syekh, seberapa taat sih si Puji itu dibandingkan Iblis?, mau mampus, mau bunuh diri, mau masuk penjara, biarin aja kaleee. Ngapain ngurusin orang sakit kayak syekh puji? Sampeyan penggemarnya ya?


Kalau begitu, apa hak awloh, apakah benar dia Tuhan? Buktikan dari catatan sejarah kalau awloh memiliki INDIKASI ADA!!!! Dan bukan karangan Muhammad!!!!



Heheheh kang, mestinya akang mengakui dulu kalau Moral Tuhan memang tidak bisa diukur..
Karena sampeyan belum mengakuinya maka Pernyataan diulangi:

Saya masih teringat pertanyaan saya kepada Romo, waktu itu saya masih kecil, saya bertanya “Romo kenapa elisa hanya dibilang botak oleh anak kecil yang tidak tau apa-apa malah dikutuk olehnya dengan mati mengenaskan? Bukankah kutukan itu atas kehendak Tuhan? Bukankah Elisa orang suci?” Romo mengatakan “Tuhan mengabulkan kutukan elisa bukan karena Tuhan itu jahat, kita hanya manusia tidak patut kita mengatur Tuhan, dia memiliki hak atas kepunyaannya”



Salah besar kalau perintah awloh tidak boleh dinilai.
Buktikan dulu apakah awloh itu benar-benar Tuhan, barulah Ayu bisa mengatakan awloh tidak boleh dinilai.


Gimane cara membuktikannye? Gimana sih sampeyan?
Bukannya sampeyan sendiri yang mengatakan untuk membuktikan tuhan itu benar-benar Tuhan harus dari penilaian moralnya?

Gimana apa sampeyan mau mencabut kata-kata sampeyan? Atau bahasa memalukannya: “Menjilati Ludah Sendiri”?





Kalau begitu, coba apa maksudnya ayat ini:

QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Satu ayat itu saja sudah mengandung 2 ajaran bejat:

1) Mengajarkan bahwa seorang suami boleh selingkuh dengan wanita lain selain dari istrinya yang pertama sampai sebanyak 3 orang.
2) Kalau seorang suami takut tidak bisa menafkahi istrinya, mending meniduri babu-babunya dengan jumlah tidak terbatas.

Jelas kalau agama kita ini mengajarkan TIDAK SETIA, SELINGKUH & ZINAH!!!


Tumben banget nih akang bisa ngutip ayat dengan bener, tapi sayang udah benerpun ngutip ayat tetep aje akang sangat sulit sekali memahami bahasa Indonesia dengan bener.

Baiklah saya akan memulai menjelaskan kepada Akang bagaimana kekacauan bahasa Indonesia akang dalam memahami ayat ini:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.


Lihat baik-baik kata yang dibold adalah kata “atau”, nah lihat baik-baik tuduhan sampeyan no 2:

2) Kalau seorang suami takut tidak bisa menafkahi istrinya, mending meniduri babu-babunya dengan jumlah tidak terbatas.

Lihat kata yang saya bold, kata itu jelas adalah ketidak mengertian sampeyan akan bahasa Indonesia dengan benar. Coba perhatikan lagi kalimatnya:

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau [b]budak-budak yang kamu miliki”

Lihat kata “Kawinilah” dan juga Kata “Atau”

Lihat disana jelas maksud ayatnya, bahwa jika kamu tidak dapat berlaku adil maka [b] kawinilah
seorang saja “atau” budak yang kamu miliki, jadi jelas bukan disuruh “tiduri” Pelayan, tapi “kawinilah” budak-budak yang kamu miliki.

Nah ayat ini maksud nya jelas dalam bahasa Indonesia pun ayat ini sudah jelas bahwa tuhan memberikan cara dalam memelihara anak yatim jika kamu tidak dapat berlaku adil atau ragu dalam hal keadilan untuk anak perempuan yang yatim, maka tuhan “menganjurkan” ingat menganjurkan ini bukan mewajibkan tapi anjuran kalau memang ingin berbuat baik memelihara anak yatim tapi takut tidak adil maka dianjurkan untuk menikahi Ibu-ibu atau menjadi ayah bagi anak-anak yatim tersebut dan dibatasi hanya sampei empat Ibu-ibu saja, lalu Ayat ini juga menerangkan jika kamu takut juga tidak dapat berbuat adil terhadap dua atau tiga atau empat orang tersebut, maka nikahi saja Satu orang Ibu dari anak yatim tersebut atau menikahi tawanan (mikul yakin = Tawanan Perang) lebih baik dari pada menganiaya.

Jadi jelas disini kekacauan bahasa Indonesia akang, jika kata “Kawinilah” berarti “meniduri” seperti yang akang pahami jadinya ayat itu bukan hanya menyuruh meniduri “Budak” tapi wanita-wanita lain juga , padahal “meniduri” wanita apapun statusnya baik budak ataupun tawanan ataupun wanita merdeka tanpa ada ikatan perkawinan adalah Zina, sedangkan dalam Islam yang namanya Zina adalah Haram dan hukuman nya sangat berat

Untuk lebih pahamnya akang bisa baca ayat sebelumnya:

2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan[267]. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

Lihat ayat ke empat diatas, jadi jelas kelanjutan ayat menerangkan bahwa siapapun wanita yang dinikahi baik itu budak, tawanan, dan merdeka sekalipun maka harus memberikan kepada mereka mas kawin, dan mas kawin dibayarkan waktu akad nikah, ini sudah jelas adalah budak ataupun tawanan perang ataupun janda ataupun anak yatim semuanya harus melalui prosedur pernikahan bukan main embat hantam kromo wae bawa bobok diranjang segala seperti yang sampeyan tuduhkan jadi “Dikawini” dengan “Ditiduri” adalah dua kata yang berbeda, baik makna maupun lafalnya.


Menurut Quran, Firaun menerima wahyu, tapi Firaun bukan nabi. Jangan-jangan Ayu menganggap Firaun itu juga nabi karena dia menerima wahyu.


Menurut Quran atau menurut sampeyan yang kaga bisa paham bahasa dengan baik?




Siapa yang bilang kalau Muhammad nabi terakhir?

Apakah ucapan dari diri sendiri bisa dipercaya? Semisal saya mengaku nabi, kemudian agar saya tidak ditiru oleh orang lain karena saya menyadari betapa mudahnya menjadi nabi seperti saya, saya mengatakan bahwa saya adalah nabi yang terakhir. Orang-orang sesudah saya tidak boleh mengaku nabi, kalau berani mengaku nabi, harus dibunuh. Bukankah ini KLAIM SEPIHAK?


Siapa yang bisa percaya dengan orang pembohong seperti sampeyan? Kata “Halal” saja dibohongi jadi “Berhak” itu sama saja mempercayai kalau Paulus si pendusta sebagai seorang Rasul. Nabi muhammad mengaku melihat Jibril patut di percayai karena sebelum bertemu Jibril nabi Muhammad terkenal akan kejujurannya, sampeyan? Ngaku terima wahyu? Siap-siap aja orang kristen doang yang bakalan percaya, soalnya paulus si bajingan tengik bisa dipercaya ama mereka apa lagi sampeyan yang bajingan Dadjal. hihihi


Dalam Islam, BUDAK = BABU.
Tanya, apakah Maria itu BUDAK ataukah BABU?

Maria digenjot Muhammad tanpa dinikahi, sampai Maria melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ibrahim. Dalam Islam, seorang majikan boleh meniduri babu-babunya yang jelas-jelas dalam masyarakat beradab hal itu merupakan perbuatan zinah.


Maria hanya disebut sebagai istri nabi, tidak budak ataupun Babu.
emangnya seluruh isteri-isteri nabi itu diceritakan secara detail perkawinannya dengan Rasulullah SAW? Mohon dikaji kembali sejarah itu baik-baik lagi. Dalam beberapa ungkapan sejarah, Maria tetap disebut sebagai zawjun (Istri) Nabi. Bahkan saya belum menemukan bahwa beliau (Maria) itu disebut sebagai hamba sahaya (Budak)nya nabi.

Jangan mengalihkan pertanyaan, pertanyaan diulangi:


Sebelum ini berlanjut, sebaiknya sampeyan belajar dulu untuk membedakan Budak dan Babu. dan ingat ini hanya membahas tentang membedakan antara Budak dan Babu, untuk masalah menzinai budak atau babu, nanti kita bahas setelah sampeyan sudah bisa membedakan antara budak dan babu

Siapa yg bilang Alquran harus diimani sebagai wahyu dari Tuhan? Muhammad. Jadi, itulah dogma. Muslim sudah didogma bahwa Alquran itu wahyu Tuhan, titik. Maka dari itu kritik dan telaah atas hal itu diharamkan karena dianggap MERAGUKAN KEBENARAN DOGMA yang sudah diberikan Muhammad. Ayu mengatakan Alquran itu dipercaya karena kebenaran isinya? Bagaimana bisa dipercaya sebagai wahyu Tuhan, kalau model omongannya saja lebih mirip kata-kata manusia ketimbang kata-kata Tuhan?

Untuk bisa melihat itu dengan jelas, bandingkanlah KATA-KATA TUHAN & KATA-KATA MANUSIA dalam Taurat dengan KATA-KATA AWLOH dalam Alquran.
Ayu akan melihat bahwa kata-kata awloh dalam Alquran sama seperti kata-kata manusia dalam Taurat, dan sama sekali tidak mirip dengan kata-kata Tuhan dalam Taurat.

3 contoh saja:
1) Manusia memuji-muji Tuhan dengan kata-kata yang membesar-besarkan, seperti: "MAHA MELIHAT, MAHA MENDENGAR" dst. Hal ini jelas kita temukan dalam kata-kata manusia dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan dalam Alquran. Jadi, perkataan Alquran = kata-kata manusia dalam Taurat
2) Manusia kerap mengatakan, "mudah-mudahan". Hal ini jelas kita temukan dalam ucapan manusia dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan juga dalam Alquran sebagai kata-kata awloh. Jadi, perkataan awloh = perkataan manusia dalam Taurat.
3) Manusia bersumpah demi Tuhan, atau demi yang lebih tinggi darinya. Hal ini kita temukan dalam Taurat. Dan hal yang sama kita temukan juga dalam Alquran, di mana awloh bersumpah demi bintang, demi bulan, demi bukit, demi kota, dst.... di mana mengindikasikan derajat awloh lebih rendah daripada benda-benda ciptaan tersebut, ibarat manusia bersumpah demi benda-benda langit seperti dalam tradisi Pagan. Jadi, perkataan sumpahnya awloh = perkataan sumpahnya manusia.

Dari 3 hal ini saja, maka kita sudah berani mengambil kesimpulan PASTI, kalau awloh adalah Muhammad sendiri. Alquran bukan kata-kata Tuhan, melainkan kata-kata Muhammad, yang notabene memang seorang manusia belaka, bukan Tuhan.


Contoh yang sampeyan berikan adalah contoh dari seorang yang sudah putus asa dalam mengambil keputusan, soalnya lihat

1. Belum kita bicarakan dan belum dibahas, sampeyan berani mengambil kesimpulan bahwa tuhan dalam Alkitab tidak memuji Maha Melihat, Maha mendengar.

2. Pembahasan ini sudah dijelaskan dan sampei sekarang belum ada argumen sampeyan untuk membantah argumen saya, jadi sampeyan jelas memaksakan nafsu sampeyan disini

3. Ini juga sudah dibahas, sampe sekarang belu ada juga tanggapan sampeyan yang membuktikan sampeyan memang tidak mampu untuk berfikir lagi, ini jelas pemaksaan lagi, atau bisa dikatakan jurus muter



Dan hal itu menjadi SUMBER KEKUASAAN MUHAMMAD, karena siapapun yang berani menentangnya, akan dianggapnya telah menentang awloh.
Tidak pernah dalam tradisi nabi-nabi asli, bahwa orang yang menentang nabi akan dituduh sama dengan menentang Tuhan. Hanya orang **** saja yang percaya dengan dogma seperti itu. Dan para penguasa yang dzolim suka mendoktrin para pengikutnya dengan cara demikian, agar dirinya dipatuhi secara total. Itulah gaya seorang DIKTATOR, yang menerapkan paham totaliter.


Bisa sampeyan tunjukkan bukti ucapan sampeyan dalam Alkitab? adakah orang Shaleh atau Orang zaman terdahulu yag menentang Nabi-nabi terdahulu?

Muhammad seorang PERAMPOK

Berdasarkan catatan riwayat sejarah sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam, Muhammad melakukan penyerangan terhadap para kafilah dagang Quraish yang sedang melewati perbatasan dikarenakan menginginkan HARTA KEKAYAAN yg dibawa.
Nah, pertanyaan saya tegas saja:
Apakah Ayu sudah mau mengakui kalau Muhammad itu PERAMPOK?
Jawab dengan tegas: Ya atau Tidak.


Berdasarkan dialog kita, sampeyan tidak punya jawaban atas argumen saya, itu artinya ucapan anda diatas ini adalah hanya pendapat diri sendiri, jadi sangat memalukan sekali jika sampeyan bicara hanya menurut pendapat diri sampeyan sendiri tanpa ada argumen, saya pun bisa juga bicara menurut pendapat saya sendiri bahwa Nabi Muhammad orang Baik dan Tuhan Orang Kristen adalah manusia Bejat

Muhammad seorang PEDOFILI

Berdasarkan bukti ucapan Muhammad dan perilaku Muhammad terhadap Aisyah, Muhammad menyukai anak-anak di bawah umur untuk dijadikan istrinya.
Pertanyaan saya tegas saja:
Apakah Ayu sudah mau mengakui kalau Muhammad itu seorang PEDOFIL?
Jawab dengan tegas: Ya atau Tidak.
.


Lagi-lagi hanya menurut pendapat sampeyan, karena argumen saya sudah tidak terjawab lagi oleh sampeyan, jadi sampeyan jelas sudah tidak punya argumen untuk membuktikan nabi Muhammad Pedop dan argumen sampeyan hanya menurut pendapat sampeyan, kalau begitu saya juga bisa mengatakan menurut pendapat saya Yesuslah yang Homosexuil makanya para GAY banyak yang masuk kristen, Karena mereka telah melakukan Sunnah Yesus.
Ayulestari
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Mon Apr 13, 2009 1:08 pm

Jika Kristen benar, Muslim akan ke neraka

Ayu wrote:Jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah?


Kalau menurut Ayu, Kristen mana yang benar?
Ayu mengatakan bidah adalah ajaran yang tidak sesuai dengan kitab sucinya.
Nah, kitab sucinya orang Kristen itu apa? Bukankah Alkitab?

Kalau Kristen benar, berarti Alkitab benar, dan Alquran salah.
Alkitab mengatakan Yesus mati disalib, sedangkan Alquran menyangkalnya.
Alkitab mengatakan Yesus adalah Juruselamat yg dijanjikan Yahweh, sedangkan Alquran tidak mengakui itu dan malah mengangkat RAJA RAMPOK MUHAMMAD sebagai Juruselamat yang terjanjikan.

Islam mengklaim Alquran adalah kitab penyempurna yang membatalkan kitab-kitab sebelumnya. Kalau Kristen benar, otomatis klaim Islam gugur dan terbukti ngibul. Nah, masihkah Ayu beranggapan muslim tetap selamat walaupun Islam salah? Di mana nalar Ayu? Bukankah Ayu menjadi ***** gara-gara terus membela kekuclukan Islam?

Apakah Tuhan juga bejat seperti Awloh?

Ayu wrote:Ayu tidak pernah membenarkan ucapan sampeyan bahwa islam itu bejat, ayu hanya sekedar untuk mengingatkan sampeyan akan ajaran agama kristen yang melarang pengikutnya untuk menilai moral TUHAN. Karena tuhan pemilik semuanya dia berhak melakukan apapun terhadap makhluknya, manusia tidak punya hak mengatur dan mengatakan perbuatan TUHAN adalah salah.


Kita memang tidak berhak mengatur perbuatan Tuhan, selama apa yang dianggap Tuhan itu memang sungguh-sungguh Tuhan.
Tetapi kita berhak mempertanyakan moralitas awloh, karena awloh tidak terbukti sebagai Tuhan sungguhan. Awloh cuma alter ego Muhammad belaka. Awloh adalah wayang ilusi ciptaan Muhammad, dan Muhammad adalah dalangnya. Jadi, mempertanyakan moralitas awloh sama dengan mempertanyakan moralitas dalangnya (Muhammad). Saya sama sekali tidak merasa mengkritik Tuhan, karena saya tahu bahwa yang saya kritik memang bukan Tuhan, melainkan seorang manusia (Muhammad).

Anda lihat dalam kisah Abraham. Tuhan terbukti TIDAK BEJAT, karena ternyata perintahNya kepada Abraham untuk menyembelih anaknya itu hanyalah sebuah cobaan ("ngetes"), yang saya yakin datangnya dari Setan. Apakah Ayu Ingat dengan kisah Ayub? Inisiatif mencobai itu datang dari Setan, dan Tuhan yang Bijaksana menganggap baik pencobaan itu sehingga Dia merestui. Tetapi Tuhan tidak benar-benar menghendaki Abraham berbuat seperti apa yang dikehendaki setan, yaitu menyembelih anaknya. Tuhan hanya ingin menguji iman Abraham kepada-Nya, karena sebelumnya Tuhan sudah berjanji bahwa anak keturunan Abraham satu-satunya yang tersisa, yaitu Ishak akan mewarisi Tanah Perjanjian. Setan ingin menjatuhkan Abraham, setan ingin mendapatkan satu kesalahan yang bisa dia dakwa-kan atas diri Abraham, mungkin karena ketidakpatuhannya, mungkin karena ketidaksetiaannya. Saya yakin bahwa PERINTAH GILA yang Tuhan berikan untuk Abraham itu pasti datang atas keinginan setan, terbukti pada akhirnya Tuhan mencegah Abraham dari perbuatan keji itu.

Nah, berbeda dengan ajaran: "Ngeseklah dengan budak-budak!" "Pukullah istrimu!", "Tidak usah setia dengan istrimu, selingkuhlah dengan wanita-wanita lain sebanyak 3, atau tidurlah dengan budak-budak sebanyak mungkin!" dan seterusnya..... Ini bukan NGETES, tapi BENAR-BENAR PERINTAH untuk DITERAPKAN SEPENUHNYA oleh muslim. Anda bisa bayangkan, "tuhan" macam apa yang membolehkan umatnya melakukan kebejatan-kebejatan?

Ajaran-ajaran yang sudah pasti salah, membuktikan agama itu salah!

Ayu wrote:Ayu berani kok baca Al-Quran, sampeyan aja yang ga berani ngutip ayat dengan bener karena takut ketahuan kedunguuan otaaak sampeyan


QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

QS 23:5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Ayu wrote:Lihat disana jelas maksud ayatnya, bahwa jika kamu tidak dapat berlaku adil maka kawinilah seorang saja “atau” budak yang kamu miliki, jadi jelas bukan disuruh “tiduri” Pelayan, tapi “kawinilah” budak-budak yang kamu miliki.


Kalau budak-budak (=jamak) itu dikawini, maka seharusnya tidak ada kalimat "kawinilah Seorang saja".

Muhammad menganjurkan muslim yang takut bertanggung jawab pada banyak istri, untuk menikah secara sah sebanyak 1 saja, atau tidak usah menikah secara sah cukup meniduri pelayan-pelayannya dengan tidak ada batasan masalah jumlah. Karena itulah dituliskan, "Kawinilah seorang saja atau BUDAK-BUDAK yang kamu miliki."

Dan itu dikuatkan dengan surat Al-Mu'minuun ayat 5 dan 6, yang menegaskan bahwa seorang muslimin wajib menjaga penisnya kecuali terhadap istri atau budak-budaknya.

Ajaran bejat ini sudah diterapkan oleh Muhammad sendiri, para kalifah dan para ulama kaffah sampai detik ini. Tidak ada penguasa Islam yang setia pada 1 orang istri, mereka pasti memiliki banyak istri dan gundik-gundik atau harem (budak seks). Kalau Ayu menyangkal makna dari ayat ini, berarti Ayu juga menyangkal FAKTA SEJARAH.

Mungkin Ayu termasuk orang yang bermoral, tapi Islam tidak bermoral. Apa jadinya kalau orang bermoral menganut agama tidak bermoral?

Ayu wrote:Jadi jelas disini kekacauan bahasa Indonesia akang, jika kata “Kawinilah” berarti “meniduri” seperti yang akang pahami jadinya ayat itu bukan hanya menyuruh meniduri “Budak” tapi wanita-wanita lain juga , padahal “meniduri” wanita apapun statusnya baik budak ataupun tawanan ataupun wanita merdeka tanpa ada ikatan perkawinan adalah Zina, sedangkan dalam Islam yang namanya Zina adalah Haram dan hukuman nya sangat berat.


Masalahnya, MENIDURI PELAYAN tanpa ikatan dalam Islam tidak dianggap zinah, karena hal itu sudah di-sunnah-kan oleh Muhammad sendiri.
Ingat dengan kisah Muhammad dan Maria?

Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa rasul (PBUH) melakukan persetubuhan dg Mariyah dirumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (dibelakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.” (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Tapi kemudian Muhammad menyesal, kenapa dia mesti menuruti keinginan istrinya agar tidak menyentuh Maria lagi, padahal Maria itu begitu seksi dan merangsang? Seperti biasa, Muhammad tidak hilang akal. Dia mengarang ayat untuk membatalkan sumpahnya dan membolehkan Muhammad menggauli babunya itu lagi:

Q 66:1,2
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Pertanyaan untuk Ayu: Muhammad itu BEJAT. Ya atau tidak?

Ayu wrote:Maria hanya disebut sebagai istri nabi, tidak budak ataupun Babu.
emangnya seluruh isteri-isteri nabi itu diceritakan secara detail perkawinannya dengan Rasulullah SAW? Mohon dikaji kembali sejarah itu baik-baik lagi. Dalam beberapa ungkapan sejarah, Maria tetap disebut sebagai zawjun (Istri) Nabi. Bahkan saya belum menemukan bahwa beliau (Maria) itu disebut sebagai hamba sahaya (Budak)nya nabi.


http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muh ... ahim1.html

    Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Koptiik, Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu (=melahirkan Ibrahim) masih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm'l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di 'Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur.

    ...

    Setelah ternyata Maria mengandung dan kemudian lahir Ibrahim - ketika itu usianya sudah lampau enampuluh tahun - sangat gembira sekali ia. Rasa sukacita telah memenuhi hati manusia besar ini. Dengan kelahirannya itu kedudukan Maria dalam pandangannya tampak lebih tinggi, dari tingkat bekas-bekas budak ke derajat isteri. Ini menambah ia lebih disenangi dan lebih dekat lagi.

Walaupun Muhammad menggenjot Maria berulangkali, status Maria tetaplah budak, hingga Maria melahirkan anak haram bernama Ibrahim.

Bisa dilihat juga disini:
http://www.islamqa.com/index.php?ref=47 ... xt=mariyah
Maria bukan istri Muhammad, melainkan hanya seorang gundik.

Dan juga menurut Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam (baca Sirat Nabawi Ibnu Hisyam halaman 631), Maria bukanlah istri sah nabi. Status Maria adalah hamba sahaya (pelayan/budak).
Hal itu dikuatkan oleh ulama modern Mubarakfoury dalam Sirah Nabawiyah karangannya (baca hal. 565).

Ayu wrote:padahal “meniduri” wanita apapun statusnya baik budak ataupun tawanan ataupun wanita merdeka tanpa ada ikatan perkawinan adalah Zina, sedangkan dalam Islam yang namanya Zina adalah Haram dan hukuman nya sangat berat


Lihat, pria muslim yang meniduri wanita budak tawanan perang, tidak dianggap zina dan tidak pernah dianggap melanggar hukum Islam:

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#459
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus (mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita). Maka ketika kami bermaksud melakukan coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.

Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506:
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan2 wanita dan ingin menyetubuhi wanita2 itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi tentang coitus interruptus …

Sahih Muslim Book 008, Number 3371:
Abu Sirma berkata kepada Abu Sa'id al Khadri: O Abu Sa'id, apakah kau mendengar Rasul Allah berkata tentang al-azl (coitus interruptus) ? Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasul Allah dalam perjalanan ke Bi'l-Mustaliq dan mengambil tawanan2 wanita Arab yang cantik2; kami terangsang melihat mereka, karena kami jauh dari istri2 kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandera untuk ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka tapi dengan melakukan azul (coitus interruptus) …

Lihat jawaban Muhammad, nabi "MULIA" itu:
“Lebih baik kalian tidak membuang sperma kalian, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada."

Muhammad tidak mempersoalkan perbuatan zinah anak buahnya, justru Muhammad malah menganjurkan anak buahnya menyemprotkan sperma mereka ke dalam rahim para wanita yang diperkosa itu.

Jelas di sini bahwa seorang pria muslim yang meniduri pelayan atau wanita yang berada dalam kekuasaannya tidak dianggap zinah. Dan Ayu juga sudah melihat bagaimana perilaku Muhammad dan juga sikap Muhammad terhadap anak buahnya yang berbuat zinah.

Nah sekali lagi saya tanya:
Muhammad itu BEJAT. Ya atau tidak?


Muhammad seorang Perampok

Ayu wrote:Berdasarkan dialog kita, sampeyan tidak punya jawaban atas argumen saya, itu artinya ucapan anda diatas ini adalah hanya pendapat diri sendiri, jadi sangat memalukan sekali jika sampeyan bicara hanya menurut pendapat diri sampeyan sendiri tanpa ada argumen, saya pun bisa juga bicara menurut pendapat saya sendiri bahwa Nabi Muhammad orang Baik dan Tuhan Orang Kristen adalah manusia Bejat


Itu bukan pendapat, tapi FAKTA MORAL yang dapat kita saksikan berdasarkan tulisan sejarah.

Saya belum menyuguhkan perampokan-perampokan Muhammad yang lain, baru dari 2 kasus saja, yaitu PERAMPOKAN di BADAR dan PERAMPOKAN KAYBAR. Berdasarkan bukti sahih dari sejarawan tertua (bukan tulisan ulama modern), kita menjadi tahu kalau Muhammad tidak membawa misi agama tuhan, melainkan misi seorang PERAMPOK, PREMAN dan PENJAJAH.

Saya hanya ingin mendapatkan KETEGASAN dari sikap Ayu di sini:
Apakah Ayu sudah bisa menerima kalau Muhammad itu PERAMPOK?
Ya atau Tidak?


Muhammad seorang PEDOFILI

Ayu wrote:Lagi-lagi hanya menurut pendapat sampeyan, karena argumen saya sudah tidak terjawab lagi oleh sampeyan, jadi sampeyan jelas sudah tidak punya argumen untuk membuktikan nabi Muhammad Pedop dan argumen sampeyan hanya menurut pendapat sampeyan, kalau begitu saya juga bisa mengatakan menurut pendapat saya Yesuslah yang Homosexuil makanya para GAY banyak yang masuk kristen, Karena mereka telah melakukan Sunnah Yesus.


Tidak usah menghindar terus. Saya sudah buktikan pada Ayu kalau Muhammad memang kawin dengan anak di bawah umur, dan dia bahkan menganjurkan pengikutnya untuk kawin dengan anak-anak agar bisa diajak bermain dan ditimang-timang. Saya hanya minta ketegasan sikap Ayu, agar saya mengetahui apakah Ayu sudah mengerti atau belum.

Apakah Ayu sudah mau mengakui kalau Muhammad itu seorang PEDOFIL?
Jawab dengan tegas: Ya atau Tidak.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby newbie » Mon Apr 13, 2009 1:40 pm

@Bro Duladi
Gue ga yakin ayulestari alias trimbill alias malamputri ini mau mengakuinya. Selama orang ga "keluar" dari suatu paradigma dan menganut faham universal, ia hanya akan seperti katak dalam tempurung. Tapi thanks banget bro Duladi bravo banget gue suka sama pemikiran2 ente yg kritis.
newbie
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 713
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby siali sina » Thu Apr 30, 2009 3:40 pm

:stun: curang, postingan saya ttg perbandingan agama yahudi, islam dan kristen dibuang ke keranjang sampah, tapi diatas banyak yg oot k kristen :shock: :roll:
siali sina
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 525
Joined: Tue Mar 03, 2009 1:45 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby moh_mad007 » Thu Apr 30, 2009 4:24 pm

siali sina wrote::stun: curang, postingan saya ttg perbandingan agama yahudi, islam dan kristen dibuang ke keranjang sampah, tapi diatas banyak yg oot k kristen :shock: :roll:


He...siali sina , masalah agama Yahudi , Kristen dan Islam gak bisa dibanding-banding kan !!! islam aja yg pingin pengakuan !!!! tentang agama samawi itu gak ada itu cuman karangan islam aja!!!! Yahudi mengakui Kristen juga sebaliknya TAPI Yahudi & Kristen gak MENGAKUI islam , di quran mu aja dah nyata2 kok MEMBENCI YAHUDI & NASRANI/KRISTEN kok !!!! Lhoooo....sekarang malah minta2 PENGAKUAN????? Nehiiiii....nehiiii...ya....

Kalo pingin minta PENGAKUAN , HAPUS TUH ayat2 dalam quran yg MEMBENCI Yahudi & Nasrani dibilang KAFIR!!!!!
User avatar
moh_mad007
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2408
Joined: Tue Jan 15, 2008 12:18 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Fri May 08, 2009 12:32 am

Ada yang berani gantikan Ayu Lestari?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby gbu » Fri May 08, 2009 12:45 am

bung DULADI, sy bener2 salut sm anda !!
GBU !
gbu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 189
Joined: Tue Feb 17, 2009 12:57 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby siali sina » Fri May 15, 2009 1:29 pm

Head Fixer wrote:wah sayang nalar dan logika udeh ancur dul .... CALO !! (CAcat LOgika)

:rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
siali sina
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 525
Joined: Tue Mar 03, 2009 1:45 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby siali sina » Fri May 15, 2009 1:33 pm

moh_mad007 wrote:He...siali sina , masalah agama Yahudi , Kristen dan Islam gak bisa dibanding-banding kan !!! islam aja yg pingin pengakuan !!!! tentang agama samawi itu gak ada itu cuman karangan islam aja!!!! Yahudi mengakui Kristen juga sebaliknya TAPI Yahudi & Kristen gak MENGAKUI islam , di quran mu aja dah nyata2 kok MEMBENCI YAHUDI & NASRANI/KRISTEN kok !!!! Lhoooo....sekarang malah minta2 PENGAKUAN????? Nehiiiii....nehiiii...ya....

Kalo pingin minta PENGAKUAN , HAPUS TUH ayat2 dalam quran yg MEMBENCI Yahudi & Nasrani dibilang KAFIR!!!!!


1)Bila kami nyata2 membenci yahudi / nasrani/ kristen,maka tdk akan ada ayat," bagimu agamamu bagiku agamaku,"
serta tdk ada sunnah Rasulullah SAW yg menyatakan," lindungi kaum minoritas selama mrk tdk mengumumkan perang pd kita," juga tdk akan ada sunnah/ hadist yg berbunyi," barang siapa yg menyakiti umat Nabi Isa AS, sama saja menyakiti Nabi Isa AS, dan sama saja menyakitiku."
2)siapa yg mnt pengakuan? :shock: kita mah asik2 aja cuy
siali sina
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 525
Joined: Tue Mar 03, 2009 1:45 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby kutukupret » Fri May 15, 2009 2:42 pm

moh_mad007 wrote:He...siali sina , masalah agama Yahudi , Kristen dan Islam gak bisa dibanding-banding kan !!! islam aja yg pingin pengakuan !!!! tentang agama samawi itu gak ada itu cuman karangan islam aja!!!! Yahudi mengakui Kristen juga sebaliknya TAPI Yahudi & Kristen gak MENGAKUI islam , di quran mu aja dah nyata2 kok MEMBENCI YAHUDI & NASRANI/KRISTEN kok !!!! Lhoooo....sekarang malah minta2 PENGAKUAN????? Nehiiiii....nehiiii...ya....

Kalo pingin minta PENGAKUAN , HAPUS TUH ayat2 dalam quran yg MEMBENCI Yahudi & Nasrani dibilang KAFIR!!!!!


siali sina wrote:1)Bila kami nyata2 membenci yahudi / nasrani/ kristen,maka tdk akan ada ayat," bagimu agamamu bagiku agamaku,"
serta tdk ada sunnah Rasulullah SAW yg menyatakan," lindungi kaum minoritas selama mrk tdk mengumumkan perang pd kita," juga tdk akan ada sunnah/ hadist yg berbunyi," barang siapa yg menyakiti umat Nabi Isa AS, sama saja menyakiti Nabi Isa AS, dan sama saja menyakitiku."
2)siapa yg mnt pengakuan? :shock: kita mah asik2 aja cuy


Aturan kan bisa di buat manusia yang bukan berasal dari auwloh elu (baca: FATWA)
Hayooo...........di Quran, Hadist, tafseer ada nggak ATURAN BER-PEDOPHILE ??? KARENA APA ???

Jawab :
1. Ada Nabi yang Ber-Pedophile
2. Ber-Pedophile-kah Nabi itu
3. jawaban 1 dan 2 semua Benar, Nabi itu Muhammad saw.
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users