. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Mari saksikan kesaksian para mualaf

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 9:16 pm

Thanks to Duren yang sudah memberikan link
http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... si-alkitab


Muslim2 FFI suka sekali mengatakan cerita murtad di FFI itu cuma hoax. Tetapi di belahan dunia (internet) yang lain, mereka suka sekali mengkoleksi cerita mualaf.

Di lain sisi, ada juga muslim2 yang taqiya di FFI ini, yang ngaku2 pemeluk Kristen di situs ini. Satu bahkan nekad PM saya, dan tetap setia "mengingatkan" bahwa aktifitas saya di sini bertentangan dengan ajaran Kristen. Yaitu si Russkayaprada aka Rurik. Yang akhirnya salah ngomong ketika mengutip kata 'mazhab' untuk aliran kekristenan. Padahal 'mazhab' hanya dikenal oleh muslim, tidak dipakai oleh Kristen.

Thread ini saya buat, untuk tempat para netter yang mendeteksi cerita2 mualaf palsu. Cerita dan analisanya bisa diposkan di thread ini.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Bernard Nababan

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 9:21 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... si-alkitab

saya mulai dengan Bernard Nababan

Bernard Nababan wrote:Pengantar : Menjadi seorang pendeta adalah harapan kedua orang tuanya. Namun, kehendak Allah SWT mengantarkan Bernard Nababan pada kebenaran Islam. Bahkan, ia akhirnya menjadi juru dakwah dalam agama Islam.

Saya lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 November 1966. Saya anak ke-3 dari tujuh bersaudara. Kedua orang tua memberi saya nama Bernard Nababan. Ayah saya adalah seorang pendeta Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Sumatra Utara. Sedangkan, ibu seorang pemandu lagu-lagu rohani di gereja. Sejak kecil kami mendapat bimbingan dan ajaran-ajaran kristiani. Orang tua saya sangat berharap salah seorang dari kami harus menjadi seorang pendeta. Sayalah salah satu dari harapan mereka.

Kemudian, saya disekolahkan di lingkungan yang khusus mendidik para calon pendeta, seperti Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Kristen. Lalu berlanjut pada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Nomensen, yaitu sekolah untuk calon pendeta di Medan. Di kampus STT ini saya mendapat pendidikan penuh. Saya wajib mengikuti kegiatan seminari. Kemudian, saya diangkat menjadi Evangelist atau penginjil selama tiga tahun enam bulan pada Gereja HKBP Sebagai calon pendeta dan penginjil pada Sekolah Tinggi Teologi, saya bersama beberapa teman wajib mengadakan kegiatan di luar sekolah, seperti KKN (Kulah Kerja Nyata).
.
.
.
.
Dari uraian K.H. Khotib Umar tersebut saya melihat ada perbedaan yang sangat jauh antara agama Islam dan Kristen yang saya anut. Dalam agama Kristen, saya mengenal ada tiga Tuhan (dogma trinitas), yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Agama Kristen tidak mempercayai kerasulan Muhammad SAW, Bahkan, mereka menuduhnya tukang kawin. Mereka juga hanya percaya kepada tiga kitab suci, Taurat, Zabur, dan Injil.


Ini orang ngaku seminari, tapi bilang orang Kristen hanya percaya Taurat, Zabur dan Injil?

Zabur, tidak dikenal dengan Zabur, melainkan Mazmur. Dan selain Taurat 5 kitab, Mazmur 1 kitab, dan Injil 4 kitab, masih banyak lagi kitab di dalam Alkitab.

Dan penipu yang sekolah seminari ini, hanya kenal Taurat, Zabur dan Injil :green:
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Dr Antonius Sina Kumanireng

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 9:26 pm

Nama saya Antonius Sina Kumanireng, kerap disapa Anton Sina. Saya anak kedua dari lima bersaudara yang lahir di tengah-tengah keluarga penganut Kristen Katolik yang masih sangat ketat mengamalkan ajaran agama. Ayah saya, Kumanireng, salah seorang pastor sekaligus anggota DPRD Tk. II Kab. Ende, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat kelahiran saya mayoritas penduduknya beragama Kristen, termasuk seluruh keluarga saya.
Sejak kecil, saya telah dipersiapkan menjadi calon pendeta yang diharapkan menjadi penyebar agama di kampung halaman. Karena itu, saya pun sejak kecil bekerja sebagai tukang pukul lonceng gereja. Meskipun ayah saya terbilang penganut Kristen yang ketat, namun sejak kecil saya sering memberontak terhadap keluarga dan para pastor.

Saya kerap melemparkan pertanyaan kepada para pendeta, meskipun mereka sering memberikan jawaban yang tidak memuaskan. Dan kekecewaan itu, saya terus mencari kebenaran lewat gereja. Suatu ketika saya ikut kebaktian di gereja. Tba-tiba hati saya yang gundah menjadi tenang. Tapi, ketika keluar dari gereja hati saya kembali bimbang dan kacau. Bahkan, menyebabkan saya bertengkar dengan saudara saya di rumah. Maklum, keluarga saya termasuk keluarga yang kacau.

Saya sendiri tak paham betul, apa sesungguhnya yang menyebabkan keluarga saya berantakan. Padahal, tiap hari keluar-masuk gereja. Saya sendiri bahkan terlibat minum-minuman keras. Hati saya terus bertambah kacau. Akhirnya, saya mencari kebenaran di luar rumah.

Suatu ketika, saya ditawari pastor untuk belajar ke Roma, Italia, atas beasiswa dari Belanda. Saya menolak tawaran itu dengan alasan ingin belajar di negeri sendiri. Saya terus mencari kebenaran karena keluarga saya telah berantakan. Saya membuka Alkitab Injil, lalu saya temukan Matius 26:20-25 yang berbunyi, "Yesus datang untuk menebus dosa-dosa manusia. "


Ini orang ngaku Kristen Katolik.... tapi membedakan pendeta dan pastor tidak bisa dan berlepotan semua. Ayahnya seorang pastor..... kenapa nggak ngaku aja sekalian ibunya seorang suster biarawati ya?? :green:

saya paling seneng kalau ada orang yang ngaku mualaf... bisa jadi tontonan badut
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby mikimos » Tue Feb 15, 2011 9:42 pm

Ada mualaf yang paliiiiiiing dibangga-banggain minta ampun sama muslim...
Kisah mualafnya si Yahya Waloni..

Jaman dulu udah pernah dibahas sedikit sama K' Foxhound malah...
Saya copas aja lagi disini, biar dijadiin satu sama kisah2 mualaf lain yang "membanggakan" ntu... :green:


dari: duladi-vs-semua-muslim-buktikan-islam-bukan-agama-gendheng-t23890/page20.html

Yahya Waloni? oo.. pendeta palsu yang ngaku2 pernah jadi rektor UKIP itu?

Padahal UKIP baru berdiri 3 tahun dan dari pertama berdiri sampai sekarang rektornya belon ganti, gua kenal tuh.. Prof. Dr. Sasmoko Image

Nih gua kasih salah satu email pendukung Yahya Waloni

http://www.mail-archive.com/islamkriste ... 97790.html
Mantan Pendeta menemukan Cahaya Islam
tanggal : 09/02/2007

al-islahonline.com : Alhamdulillah, telah masuk Islam seorang Kristen
dengan data sebagai berikut :

Nama Mula-mula : Yahya Yopie Waloni
Nama Islam : Moh. Yahya Waloni
Tempat, Tgl lahir : Manado, 30-11-70
Karir :

·Mantan Pendeta GKI
·Lulusan S3 / Doktor Theologia
·Pendiri dan Rektor UKIP (Universitas Kristen Indonesia Papua) Sorong,
STT Calvinis
·Dan berbagai jabatan strategis lainnya.

Sebelum masuk Islam beliau dapat dibi-lang hidup sangat berkecukupan
bahkan mewah, mendapatkan gaji rutin dari luar negeri, jemaat dan dari
mengajar kira-kira sebesar Rp. 11.000.000,- namun saat ini, se-mua
kemewahan dan fasilitas telah beliau tinggalkan untuk mencapai
kebenaran ha-kiki yaitu Islam. Tapi sayang sekali, ta-bungan yang
selama ini beliau kumpulkan telah diblokir oleh pihak gereja.

Dan saat ini, beliau sangat memerlukan bantuan kita semua untuk
mendapatkan kontrakan di wilayah Cileungsi yang sebe-sar Rp. 2.500.000
untuk satu tahun, semoga bantuan kita sekecil apapun dapat menja-dikan
beliau dapat istiqomah dalam Islam.

Berikut ini sumbangan yang berhasil dihimpun :

·DKM Masjid Nurul Falah : Rp. 250.000
·Majlis Ta'lim Ibu-Ibu : Rp. 150.000
·Buletin Al-Islah : Rp. 250.000
·Hamba Allah : Rp. 100.000


Dan bagi siapa saja yang ingin membantu beliau atau ingin mengundang
beliau untuk bercerita tentang pengalamannya hingga masuk Islam, dapat
menghubungi kami melalui email kami.

Insya Allah apada kesempatan yg akan datang kan kami ulas pengalaman
spiritual Sdr. Yahya ini, bagaimana dia menemukan cahaya Islam,
bagaimana setalah kehidupannya setelah menjadi seorang mu'alaf.


http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... eluk-islam

Yang dari sini ada tambahan yang lucu...

Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997. Tahun 2004 ia kemudian pindah ke Balikpapan.
Saat ditemui, Yahya memperlihatkan ijazah asli yang dikeluarkan Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado tertanggal 10 Januari 2004. Sehingga titel yang didapatnya pun akhirnya lengkap menjadi Dr Yahya Yopie Waloni, S.TH, M.TH.


Image

Yang baca ini dan nggak ngeliat betapa lucunya kibul2 kesaksian si Yahya, kebangetan dah...
Image


miki
Last edited by mikimos on Tue Feb 15, 2011 10:55 pm, edited 1 time in total.
User avatar
mikimos
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3215
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Bernard Nababan

Postby duren » Tue Feb 15, 2011 9:45 pm

Bernard Nababan wrote:Kemudian, saya disekolahkan di lingkungan yang khusus mendidik para calon pendeta, seperti Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Kristen. Lalu berlanjut pada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Nomensen, yaitu sekolah untuk calon pendeta di Medan. Di kampus STT ini saya mendapat pendidikan penuh. Saya wajib mengikuti kegiatan seminari. Kemudian, saya diangkat menjadi Evangelist atau penginjil selama tiga tahun enam bulan pada Gereja HKBP Sebagai calon pendeta dan penginjil pada Sekolah Tinggi Teologi, saya bersama beberapa teman wajib mengadakan kegiatan di luar sekolah, seperti KKN (Kulah Kerja Nyata).

Ooo kamu ketahuan \:D/

Di Medan ga ada STT Nomensen .. yang ada adalah U H Nomensen

Alamat SEKOLAH TINGGI THELOGIA (STT) HKBP adalah di PEMATANG SIANTAR

PENDUSTA !!
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11066
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Gold Fret

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 9:53 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... n-al-quran

AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik. Beliau mengajarkan Alkitab (Injil) pada saya sejak saya masih kecil dengan harapan agar saya menjadi penerus cita-citanya di kemudian hari. Saya belajar Alkitab pasal demi pasal dan ayat demi ayat dengan seksama. Berkat bimbingannya, saya betul-betul memahami kandungan dan tafsiran Alkitab. Sejak saya berumur empat belas tahun, saya diberi kepercayaan berceramah di gereja pada setiap hari Minggu dan hari-hari keagamaan Kristen lainnya.


Heran ya, favorit muslim koq mesti ngakunya ayahnya pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik.... ketauan langsung boongnya, bedain pendeta ama pastor aja nggak bisa... :lol:
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Bisara Mahmud Sianturi

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 10:07 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... ngan-agama

Nama saya Bisara Mahmud Sianturi, kelahiran Tapanuli Utara. Keluarga saya pemeluk Kristen yang taat. Ayah saya, Mangantar Sianturi, bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit, Jambi. lbu saya, Delima Boruhombing, seorang ibu rumah tangga biasa. Saya sulung dari lima bersaudara, satu laid-laki dan tiga perempuan.
Masa kecil saya sangat kental dipengaruhi ajaran Kristen. Orang tua kami sangat keras dalam hal agama. Mereka selalu menyuruh saya agar rajin ke gereja. Ayah juga seorang pengurus gereja. Kakek saya sendiri, pendiri Gereja HKI (Huria Kristen Indonesia) pertama di Indonesia sebelum pecah menjadi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan).
.
.

Mendengar uraian itu, hati kecil saya tak menolak. Selanjutnya dia menjelaskan lagi bahwa dalam Injil, Nabi Isa menyebutkan adanya seorang pengganti di masa datang sebagai pengganti Yesus. Saya akui itu. Tetapi, sepengetahuan saya, yang dimaksud pengganti di masa mendatang adalah Yesus. Sementara, di sekte lain, penggantinya adalah Elias. Lalu, sekte lain seperti Pantekosta menyatakan Roh Kudus.
.
.
Perintah yang dilanggar itu setelah datang Paulus yang menyuruh tidak bersunat. Katanya, Paulus sudah mendapatkan wahyu. Padahal, Paulus itu tak ada hubungannya dengan Yesus, terpaut kurang lebih 500 tahun.

Setelah mendapatkan keterangan yang begitu mendalam, akhirnya, kebekuan hati saya mulai mencair Saya menerima kebenaran Islam. Alhamdulillah, sejak itu aku mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, dan resmi menganut agama Islam. (Agus Salam/dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/) oleh Mualaf Online Center http://www.mualaf.com


Anak pendeta.. tapi ngertinya Paulus terpaut 500 tahun dengan Yesus :lol:
Dah gitu pengganti Yesus koq bisa Yesus, Elias.... dan yang mengakui penggantinya Roh Kudus hanya Pentakosta.... Muslim...muslim.... nabinya tukang bohong, tukang fitnah, pengikutnya sama semua :lol:
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Okto Rahmat Tobing

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 10:26 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... ang-shalat

Nama saya Okto Rahmat Tobing, lahir di Tanjung Pinang, Riau, dari keluarga Kristen Protestan. Ayah saya salah satu pengurus gereja di HKBP Tanjung Pinang atau lebih dikenal dengan Situa HKBP Sebagai keluarga yang fanatik terhadap agama, saya diharuskan aktif mengikuti kegiatan gereja.
Sebenamya, lingkungan tempat kami tinggal, mayoritas beragama Islam. Tetapi sepengetahuan saya, agama Islam yang mereka anut sebagian besar hanya Islam abangan. Mereka banyak juga yang ikut Natalan, tidak shalat, mabuk-mabukan, bahkan berjudi. Memang, toleransi beragamanya cukup tinggi. Saya sendiri suka mengikuti kegiatan tarawih di bulan Ramadhan bersama teman-teman. Menginjak remaja, saya mulai risih dengan semua itu. Apalagi bila mendengar suara azan yang membisingkan telinga.
.
.

Di rumah itu juga, saya bertemu dengan K.H. Abdullah Wasian, seorang kristolog dan Bapak Abraham David Mendey, mantan pendeta. (baca kisah mualaf Bpk. Abraham David Mendey ini di website ini, Saya sempat berargumentasi dengannya. Di antaranya mengenai ayat-ayat Bibel (Alkitab) yang janggal. Juga mengenai Nabi Muhammad yang sebenarnya ada di dalam Alkitab, yaitu yang tertera dalam Perjanjian Lama 18:18 yang berbunyi, "Secrang nabi akan dibangkitkan di antara saudara saudara mereka seperti engkau ini, apakah engkau menaruh firmanku pada mulutnya ia akan mengatakan kepada mereka segala yang kuperintahkan. "

Jadi, di Perjanjian Lama itu ada disebutkan tentang Nabi Muhammad. Tetapi ayat tersebut tak pernah diakui oleh orang-orang Kristen. Lalu, saya juga diberi kaset video tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW. Walaupun dengan bahasa Arab, tetapi saya menyukainya.


Ngakunya fanatik Kristen, cara mengutip alkitab aja nggak bener.. (Perjanjian Lama 18:18)... nyebut alkitab aja bibel beberapa kali...

Ulangan 18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Jelas2 Musa bicara dengan bangsa Israel (Yahudi).... koq diaku2 Muhammad, Islam memang tidak tahu malu dah...
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Willibrordus Romanus Lasiman

Postby Foxhound » Tue Feb 15, 2011 10:31 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... gama-yesus


Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Willi mengajar di sebuah SMP Negeri di kota Gudeg. Sedangkan ilmu Kristologi yang dimilikinya sejak jadi misionaris, membuatnya menjadi rujukan jamaah untuk bertanya tentang perbandingan Islam dan Kristen. Ustadz Wahid alias pak Willi, adalah mubaligh tangguh yang mahir dalam Kristologi.
.
.
.

Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi "Apostolos", Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi?

Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.

Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah "Kristen" muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata "Kristen" atau "Kristianos" bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata "Kristen".

Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat penyebutan "Kristen" tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada.


Seorang Kristolog mengajukan pertanyaan apa agama Yesus?!?!? Gini ni, kalau ada muslim ngaku Kristen terus mualaf, ceritanya jadi aneh2... arti kata Kristen aja nggak tahu....
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Abraham David Mandey : Pendeta yang mendapat Hidayah Allah

Postby kalangkilang » Tue Feb 15, 2011 10:44 pm

Friday, 24 June 2005 17:00

Barangkali tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa perjalanan hidupnya merupakan suatu kasus yang langka dan unik. Betapa tidak, Abraham David Mandey yang selama 12 tahun mengabdi di gereja sebagai "Pelayan Firman Tuhan ", istilah lain untuk sebutan pendeta, telah memilih Islam sebagai "jalan hidup" akhir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Di samping itu, ia yang juga pernah menjadi perwira TNI-AD dengan pangkat mayor, harus mengikhlaskan diri melepas jabatan, dan memulai karir dari bawah lagi sebagai kepala keamanan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Cerita Beliau ini, - mohon maaf - tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan Institusi tertentu karena apa yang telah terjadi Beliau terima dengan ikhlas dan tawakal, Beliau hanya ingin menceritakan proses bagaimana Beliau mendapat hidayah dan tantangannya sebagai mualaf - red.

Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.

Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.

Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin "Sapta Marga"-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.

Meskipun dipersiapkan sebagai perwira pada bagian pembinaan mental, tetapi dalam beberapa operasi tempur saya selalu dilibatkan. Pada saat-saat operasi pembersihan G-30S/PKI di Jakarta, saya ikut bergabung dalam komando yang dipimpin Kol. Sarwo Edhie Wibowo (almarhum).

Setelah situasinegara pulih yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru tahun 1966, oleh kesatuan saya ditugaskan belajar ke STT (Sekolah Tinggi Teologi) milik gereja Katolik yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta. Di samping belajar sejarah dan filsafat agama Kristen. STT juga memberikan kajian tentang sejarah dan filsafat agama-agama di dumia, termasuk studi tentang Islam.


Menjadi Pendeta.

Sambil tetap aktif d TNI-AD, oleh Gereja Protestan Indonesia saya ditugaskan menjadi Pendeta II di Gereja P***** (edited) di Jakarta Pusat, bertetangga dengan Masjid Sunda Kelapa. Di gereja inilah, selama kurang lebih 12 tahun (1972-1984) saya memimpin sekitar 8000 jemaat yang hampir 80 persen adalah kaum intelektual atau masyarakat elit.

Di Gereja P***** (edited) ini, saya tumpahkan seluruh pengabdian untuk pelayanan firman Tuhan. Tugas saya sebagai Pendeta II, selama memberikan khutbah, menyantuni jemaat yang perlu bantuan atau mendapat musibah, juga menikahkan pasangan muda-mudi yang akan berumah tangga.

link: http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... niawan/111

kisah yang payah..
darimana ceritanya alumni STT katolik menjadi pendeta kristen protestan... :rolling:
dan sepertinya...setahu saya,,seorang pendeta yang melayani digereja protestan,,tidak pernah merangkap pekerjaan di instansi lain...apalagi bilamana gereja tersebut berada dalam naungan PGI..
kalau ngarang,,yang benar dong...
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Situa Ojak Hutagaol (H. Abd. Razak H.)

Postby mikimos » Tue Feb 15, 2011 11:19 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... niawan/128

Keluarga kami sangat taat beragama. Papi saya adalah seorang akhvis gereja sehingga saya dan seluruh keluarga selalu mempelajari agama. Teringat ketika masih kecil, papi sering menyuruh saya untuk datang ke gereja. Bahkan kalau tak mau, ia sering memarahi saya.

Di antara perintah (ayat) Injil yang tidak dipatuhi umat Kristen adalah soal keharusan memakal kerudung bagi kaum wanitanya, termasuk perintah tak boleh memakan daging babi, seperti tertuang dalam Injil Matius 5:17 dan Imamat 11: 7. Umat Kristen tak mempedulikan larangan ini. Lain halnya dengan Islam yang selalu menaati perintah tersebut.


Perintah Injil untuk memakai kerudung bagi kaum wanita?
Keluarganya sangat taat beragama, bahkan papinya seorang aktivis gereja... tapi orang ini bahkan belum bisa bedain mana Injil dan mana bukan Injil....
Image


miki
Last edited by mikimos on Tue Feb 15, 2011 11:58 pm, edited 1 time in total.
User avatar
mikimos
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3215
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Abraham David Mandey : Pendeta yang mendapat Hidayah Allah

Postby mikimos » Tue Feb 15, 2011 11:57 pm

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... niawan/111

Selain bisa2nya lulusan dari STT Katolik namun jadi pendeta gereja Protestan...

Setelah situasinegara pulih yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru tahun 1966, oleh kesatuan saya ditugaskan belajar ke STT (Sekolah Tinggi Teologi) milik gereja Katolik yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta.


:stun:
Ditugaskan belajar ke STT oleh kesatuan?
Maksudnya apa ya? Keperluan apa yang bisa menjelaskan kok kesatuan sampe ngurusin anggotanya belajar ke STT untuk jadi seorang pendeta???

Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta.

Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.


:green: :green: :green:

Kendati sebagai pendeta, saya juga anggota ABRI yang harus selalu siap ditugaskan di mana saja di wilayah Nusantara. Sebagai perwira ABRI saya sering bertugas ke seluruh pelosok tanah air Bahkan, ke luar negeri dalam rangka tugas belajar dari markas, seperti mengikuti kursus staf Royal Netherland Armed Forces di Negeri Belanda. Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.


Pendeta sekaligus perwira ABRI....
Image

Salah satunya tentang komentar K.H. E.Z. Muttaqin (almarhum) terhadap krisis perang saudara di Timur Tengah, seperti diYerusalem dan Libanon. Waktu itu (tahun 1983), K.H.E.Z. Muttaqin mempertanyakan dalam khutbah Idul Fitrinya, mengapa Timur Tengah selalu menjadi ajang mesiu dan amarah, padahal di tempat itu diturunkan para nabi yang membawa agama wahyu dengan pesan kedamaian?

Saya begitu tersentuh dengan ungkapan puitis kiai dan Jawa Barat itu. Sehingga, dalam salah satu khutbah saya di gereja, khutbah Idul Fitni K.H. E.Z. Muttaqin itu saya sampaikan kepada para jemaat kebaktian.
Saya merasakan ada kekagetan di mata para jemaat. Saya maklum mereka terkejut karena baru pertama kali mereka mendengar khutbah dari seorang pendeta dengan menggunakan referensi seorang kiai Tetapi, bagi saya itu penting, karena pesan perdamaian yang disampaikan beliau amat manusiawi dan universal.

Sejak khutbah yang kontroversial itu, saya banyak mendapat sorotan. Secara selentingan saya pemah mendengar "Pendeta Mandey telah miring." Maksudnya, saya dinilai telah memihak kepada salah satu pihak. Tetapi, saya tidak peduli karena yang saya sampaikan adalah nilai-nilai kebenaran.

Pada tahun 1982 itulah saya benar-benar mencoba mendekati Islam. Selama satu setengah tahun saya melakukar konsultasi dengan K.H. Kosim Nurzeha yang juga aktif di Bintal (Pembinaan Mental) TNI-AD. Saya memang tidak ingin gegabah dan tergesa-gesa, karena di samping saya seorang pendeta, saya juga seorang perwira Bintal Kristen dilingkungan TNI-AD. Saya sudah dapat menduga apa yang akan terjadi seandainya saya masuk Islam.


Tahun 1982 itulah bener2 coba mendekati Islam, saking dekatnya... akhirnya kebablasan.... sampai2 bisa mengkotbahkan ke jemaatnya sesuatu yang diambilnya dari komentar seseorang yang dibuat pada tahun 1983.
Image

Bohongnya kelebihan nih......


miki
User avatar
mikimos
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3215
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Stefanus R Sumangkir

Postby mikimos » Wed Feb 16, 2011 12:20 am

http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalama ... niawan/140

Pada 1986-1987, Sumangkir dikirim untuk menuntut ilmu di sekolah teologi di Malang, Jawa Timur. Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk jadi penginjil pun diserapnya. Hingga 1988, Sumangkir dipercaya Gereja Maranatha Slawi untuk membimbing jemaat.


Di STT cuma satu tahun dan kemudian langsung bisa membimbing jemaat???
](*,)

Sejak itu dia mencoba membuka-buka Injil yang menjadi pedoman bagi agama Kristen. Ternyata Surat Imamat 11 ayat 7 menyebutkan babi haram karena memiliki dua kuku yang terbelah.


Image

Lagi2....
Rupanya dalam Injil ada Surat Imamat ya?
Lulusan STT kok bisa2nya nemu Surat Imamat dalam Injil to?

Image


miki
User avatar
mikimos
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3215
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: Dr Antonius Sina Kumanireng

Postby stopclaiming » Wed Feb 16, 2011 2:14 am

Nama saya Antonius Sina Kumanireng, kerap disapa Anton Sina. Saya anak kedua dari lima bersaudara yang lahir di tengah-tengah keluarga penganut Kristen Katolik yang masih sangat ketat mengamalkan ajaran agama. Ayah saya, Kumanireng, salah seorang pastor sekaligus anggota DPRD Tk. II Kab. Ende, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat kelahiran saya mayoritas penduduknya beragama Kristen, termasuk seluruh keluarga saya.
Sejak kecil, saya telah dipersiapkan menjadi calon pendeta yang diharapkan menjadi penyebar agama di kampung halaman. Karena itu, saya pun sejak kecil bekerja sebagai tukang pukul lonceng gereja. Meskipun ayah saya terbilang penganut Kristen yang ketat, namun sejak kecil saya sering memberontak terhadap keluarga dan para pastor.

Saya kerap melemparkan pertanyaan kepada para pendeta, meskipun mereka sering memberikan jawaban yang tidak memuaskan. Dan kekecewaan itu, saya terus mencari kebenaran lewat gereja. Suatu ketika saya ikut kebaktian di gereja. Tba-tiba hati saya yang gundah menjadi tenang. Tapi, ketika keluar dari gereja hati saya kembali bimbang dan kacau. Bahkan, menyebabkan saya bertengkar dengan saudara saya di rumah. Maklum, keluarga saya termasuk keluarga yang kacau.

Saya sendiri tak paham betul, apa sesungguhnya yang menyebabkan keluarga saya berantakan. Padahal, tiap hari keluar-masuk gereja. Saya sendiri bahkan terlibat minum-minuman keras. Hati saya terus bertambah kacau. Akhirnya, saya mencari kebenaran di luar rumah.

Suatu ketika, saya ditawari pastor untuk belajar ke Roma, Italia, atas beasiswa dari Belanda. Saya menolak tawaran itu dengan alasan ingin belajar di negeri sendiri. Saya terus mencari kebenaran karena keluarga saya telah berantakan. Saya membuka Alkitab Injil, lalu saya temukan Matius 26:20-25 yang berbunyi, "Yesus datang untuk menebus dosa-dosa manusia. "


"MERAH" pertama berkata "keluarga katolik yang ketat", tetapi berikutnya "maklum, keluarga saya termasuk keluarga yang kacau sampai2 binggung apa penyebab kekacauan keluarganya"

"BIRU" Bapaknya katanya pastor, tetapi kalimat berikutnya jadi penganut kristen yang ketat.......

"PINK" kenapa ga nanya ke bapaknya sendiri, kan bapaknya pastor, sekaligus anggota dprd, dan sekaligus penganut kristen yang ketat...
User avatar
stopclaiming
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Thu Jun 10, 2010 1:52 pm

Re: Bernard Nababan

Postby stopclaiming » Wed Feb 16, 2011 2:31 am

Bernard Nababan wrote:Pengantar : Menjadi seorang pendeta adalah harapan kedua orang tuanya. Namun, kehendak Allah SWT mengantarkan Bernard Nababan pada kebenaran Islam. Bahkan, ia akhirnya menjadi juru dakwah dalam agama Islam.

Saya lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 November 1966. Saya anak ke-3 dari tujuh bersaudara. Kedua orang tua memberi saya nama Bernard Nababan. Ayah saya adalah seorang pendeta Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Sumatra Utara. Sedangkan, ibu seorang pemandu lagu-lagu rohani di gereja. Sejak kecil kami mendapat bimbingan dan ajaran-ajaran kristiani. Orang tua saya sangat berharap salah seorang dari kami harus menjadi seorang pendeta. Sayalah salah satu dari harapan mereka.

Kemudian, saya disekolahkan di lingkungan yang khusus mendidik para calon pendeta, seperti Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Kristen. Lalu berlanjut pada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Nomensen, yaitu sekolah untuk calon pendeta di Medan. Di kampus STT ini saya mendapat pendidikan penuh. Saya wajib mengikuti kegiatan seminari. Kemudian, saya diangkat menjadi Evangelist atau penginjil selama tiga tahun enam bulan pada Gereja HKBP Sebagai calon pendeta dan penginjil pada Sekolah Tinggi Teologi, saya bersama beberapa teman wajib mengadakan kegiatan di luar sekolah, seperti KKN (Kulah Kerja Nyata).

Dari uraian K.H. Khotib Umar tersebut saya melihat ada perbedaan yang sangat jauh antara agama Islam dan Kristen yang saya anut. Dalam agama Kristen, saya mengenal ada tiga Tuhan (dogma trinitas), yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Agama Kristen tidak mempercayai kerasulan Muhammad SAW, Bahkan, mereka menuduhnya tukang kawin. Mereka juga hanya percaya kepada tiga kitab suci, Taurat, Zabur, dan Injil.


baru dari dia nih saya dengar krestennya ada 3 tuhan.... =D>
Juga, tukang kawin itu HINAAN, bukan tuduhan. TUDUHANNYA adalah NABI PALSU..... :rofl:
User avatar
stopclaiming
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Thu Jun 10, 2010 1:52 pm

Re: Willibrordus Romanus Lasiman

Postby stopclaiming » Wed Feb 16, 2011 2:56 am

Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Willi mengajar di sebuah SMP Negeri di kota Gudeg. Sedangkan ilmu Kristologi yang dimilikinya sejak jadi misionaris, membuatnya menjadi rujukan jamaah untuk bertanya tentang perbandingan Islam dan Kristen. Ustadz Wahid alias pak Willi, adalah mubaligh tangguh yang mahir dalam Kristologi.

Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi "Apostolos", Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi?

Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.

Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah "Kristen" muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata "Kristen" atau "Kristianos" bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata "Kristen".

Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat penyebutan "Kristen" tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada.


Unik sekali pemikiran mubaligh ini, selain mengartikan atheist = ga beragama (mestinya ga percaya adanya tuhan), dia juga mengutip jawaban dari pertanyaannya sendiri tentang kristen agama Yesus dari buku Pendeta Yosias Leindert Lengkong, dimana tertulis orang2 luar yang memandang murid Yesus berkata kristen/kristianos tanpa perduli mencari tahu arti kata kristianos yaitu pengikut Yesus..... :rolling:
User avatar
stopclaiming
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Thu Jun 10, 2010 1:52 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby stopclaiming » Wed Feb 16, 2011 3:03 am

@ foxhound
wah kok kesaksian2nya "di luar imajinasi" semua yah? jangan2 situs yang anda berikan itu TELAH DIHACK KAFIR AMERIKA, YAHUDI untuk membuat islam yang sumber science itu terlihat ****????


:rofl: :rolling: :rofl:
User avatar
stopclaiming
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Thu Jun 10, 2010 1:52 pm

Re: Abraham David Mandey : Pendeta yang mendapat Hidayah Allah

Postby stopclaiming » Wed Feb 16, 2011 3:22 am

Kendati sebagai pendeta, saya juga anggota ABRI yang harus selalu siap ditugaskan di mana saja di wilayah Nusantara. Sebagai perwira ABRI saya sering bertugas ke seluruh pelosok tanah air Bahkan, ke luar negeri dalam rangka tugas belajar dari markas, seperti mengikuti kursus staf Royal Netherland Armed Forces di Negeri Belanda. Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.

[/quote]

=D> =D> =D>
ternyata Royal Netherland Armed Forces buka tempat kursus yah??? mantap....

kursus stafnya divisi apa??
Koninklijke Landmacht (angkatan darat), atau Koninklijke Marine (angkatan laut), atau Koninklijke Luchtmacht (angkatan udara), atau Koninklijke Marechaussee (polisi militer)

oh iya harusnya saya tidak usah bertanya, karena dia berkata kursus staf di Royal Netherland Armed Forces, itu berarti dia ikuti semua divisi yang ada......


hebat sekali mualaf kita ini......... :partyman:
User avatar
stopclaiming
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Thu Jun 10, 2010 1:52 pm

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Foxhound » Wed Feb 16, 2011 5:41 am

stopclaiming wrote:@ foxhound
wah kok kesaksian2nya "di luar imajinasi" semua yah? jangan2 situs yang anda berikan itu TELAH DIHACK KAFIR AMERIKA, YAHUDI untuk membuat islam yang sumber science itu terlihat ****????

:rofl: :rolling: :rofl:


Itulah muslim, kegemarannya adalah fitnah dan saksi dusta. Mereka tidak PD dgn agamanya hingga harus berpromosi dengan cara demikian.

Saya baru berpraduga, karena baru sampai sekarang bisa dapat cerita mualaf dari satu sumber sebanyak itu. Tapi kalau ada cerita pengakuan mualaf dr Kristen, dimana penyebabnya adalah karena mereka mengaku telah mempelajari Kristen dan ternyata ajarannya payah dan islam lebih baik, hampir bisa dipastikan (dr pengalaman saya) adalah hoax. Dengan mudah kita akan bs melihat ajaran kristen yg mereka presentasikan adalah berupa tuduhan klasik muslim yg tidak pernah mendengar sama sekali kekristenan.... Injil yg kebolak balik, tuhan yang tiga, tdk bs mengerti perbedaan kristen dan katolik.

Sejauh ini, score saya masih 100%, pengakuan mualaf yg seperti di atas yang saya temui adalah hoax. Yg lucu dan luar biasa memalukan, seringkali mereka juga bohong tentang hal2 umum yang bisa dengan mudah dilihat kebenarannya.... Tetapi seperti biasa, muslim akan tutup mata thd kebenaran, dan lebih mencintai apa yang memuaskan nafsu dan keinginan mereka....

Semoga ini bisa menncelikkan mata dan membukakan telinga..
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Mari saksikan kesaksian para mualaf

Postby Topsy KreeT » Wed Feb 16, 2011 10:35 am

Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis. Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi "Apostolos", Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi?

Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.


masa' Ustadz Wahid alias pak Willi, mubaligh tangguh yang mahir dalam Kristologi gak tahu sih..
yesus itu kan beragama islam. :green:
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users