. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

MALAYSIA : Muslimah dilarang Murtad Jadi Hindu

Perkembangan dan penerapan Islam dalam masyarakat dan budaya Malaysia dan Brunei.

MALAYSIA : Muslimah dilarang Murtad Jadi Hindu

Postby Adadeh » Sat Jul 07, 2007 1:34 am

Terlahir sebagai Muslimah dan Sekarang Memeluk Hindu

SHAH ALAM, Malaysia - Seorang wanita yang terlahir sebagai Muslimah dipaksa masuk rehabilitasi Islam selama 6 bulan karena dia ingin memeluk agama Hindu. Demikian dilaporkannya di hari Jum'at setelah dia dibebaskan dan dia bersumpah tidak akan kembali memeluk agama aslinya (Islam).
"Karena kelakuan mereka, aku jadi bertambah benci pada Islam sekarang," demikian dikatakannya kepada para wartawan. "Mereka katakan tempat itu adalah sekolah, padahal hanyalah penjara saja."
Malaysia dianggap satu dari negara2 Muslim yang paling toleran, dan dalam keadaan damai antar ras selama hampir 4 dekade. Tapi Malaysia menganut dua hukum agama. Hukum Pengadilan Islam Sharia mengatur masalah2 pribadi bagi Muslim, sedangkan Pengadilan pemerintah mengatur orang2 Hindu, Kristen, Budah, dan agama lainnya.
Departemen Agama Islam di sebelah selatan negara bagian Malaka menangkap Revathi, yang berasal dari ras India, di bulan Januari dan mengirimnya ke konseling agama setelah petugas pengamat Islam mengetahui dia menikah dengan pria Hindu.
Tuah Atan, pengacara yang mewakili Departemen Agama Islam berkata petugas pengamat Islam tetap berharap Revathi kembali ke Islam.
Revathi lahir dari orangtua Muslim India yang memberinya nama Muslimah, yakni Siti Fatimah. Dia dibesarkan secara Hindu oleh neneknya, dan mengganti namanya di tahun 2001, tapi di KTP tetap tertulis dia beragama Islam.
Pejabat2 Islam menyita anak perempuan Revathi dan suami Hindunya yang berusia 18 bulan di bulan Maret dan memberikan anak ini kepada ibu Revathi yang Muslim.
Lim Kit Siang, ketua partai oposisi Democratic Action Party berkata di hari Jum'at bahwa moderat Muslim harus mengamati kasus2 seperti ini karena menjelekkan citra Malaysia yang menunjukkan "wajah Islam yang bengis dan tidak toleran."
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Hand15 » Sun Jul 08, 2007 1:24 am

Hari itu ada di tayangkan di Al Jazeera, bener bener kasihan perempuan itu, menangis nangis ketika bertemu dgn suaminya di depan pagar pintu gerbang "rehabilitasi".
Syukurlah perempuan itu sudah dikeluarkan.

http://www.youtube.com/watch?v=mgnncfYRPxk
Hand15
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby ali5196 » Sun Jul 08, 2007 7:29 pm

MALAYSIA : Revathi, HINDU yg dipaksa agar tetap MUSLIM
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: MALAYSIA : Muslimah dilarang Murtad Jadi Hindu

Postby gungyu » Sun Jul 29, 2007 4:32 pm



Suka saya menjelaskan hal murtad ini dari segi agama Islam.

Apakah ugama? Ugama adalah satu pegangan hidup dan ada kaitannya dengan Tuhan. Maka adakah satu agama itu boleh dijadikan permainan semata-mata? Tidak. Lebih-lebih lagi ugama Islam, satu ugama kebenaran.

Mari kita lihat satu perkara. Satu golongan asalnya bukan dari Islam, dan masuk agama Islam. Kenapa dia masuk agama Islam? Kerana dia sudah benar-benar yakin terhadap agama Islam. Jika dia tidak yakin pada Islam, pastinya dia tidak akan memeluk Islam. Dan kemudian haruskah dia keluar semula ke agama lain? Tidak seharusnya berlaku seperti itu . Kerana apa? Kenapa dia masuk agama Islam? Kerana dia sudah yakin dengan agama Islam. Maka kenapa harus dia kembali semula ke agama lainnya?

Lihat pula situasi yang anda sebutkan ini. Rivathi itu. Kenapa dia ingin keluar dari Islam? Adakah kerana dia tidak yakin dengan Islam? Tidak. Dia ingin keluar dari Islam bukannya kerana dia tidak yakin pada Islam, tetapi kerana 'cinta' nya terhadap lelaki penganut hindu. Adakah itu yang seharusnya berlaku? Adakah kerana 'cinta', menyebabkan ugama itu boleh diperlekehkan sedemikian rupa? sedangkan 'cinta' itu kaitannya hanya dengan makhluk, tetapi ugama itu kaitannya dengan Tuhan.

Bung, kenapa Jabatan Agama Islam Melaka menahan beliau? Kerana itulah perintah agama Islam. Maka adakah bersalahan apa yang dilakukan oleh Jabatan Agama Islam Melaka itu jika tindakan tersebut adalah memenuhi perintah agama Islam? pastinya tidak.

Apa yang dilakukan oleh umat Islam adalah untuk menyelamatkan akidah wanita Islam tersebut daripada terpesong ke dalam agama kesesatan. Adakah tindakan itu membawa kebaikan kepada wanita tersebut? Sudah pasti kerana dengan penahanan itu akan membolehkan dia berfikir, menggunakan akal pemikirannya untuk menilai yang mana baik dan yang mana buruk. Mungkin dia tidak dapat melihat keburukan yang bakal dialaminya di atas tindakannya itu. Justeru itu, adalah menjadi satu kewajipan umat Islam yang lain untuk menyadarkannya kembali kepada kebenaran. Maka itu adalah satu usaha yang dapat dilakukan. Seterusnya terpulang pada individu itu sendiri, adakah selepas itu dia kan kembali ke Islam atau ingin keluar daripada Islam. Islam sememangnya memandang berat tentang perlakuan murtad ini. Seaba itulah dalam Islam seseorang yang murtad itu seharusnya di bunuh. Itu perintah Tuhan. Maka adakah kita ingin mengingkari perintah Tuhan? Pastinya tidak.

Berkenaan dengan anak mereka berdua, adalah amat wajar dipisahkan daripada ibunya yang ternyata sekarang tidak mahu kembali ke Islam. Ini kerana supaya anak itu terus berada dalam ugama kebenaran. Juga satu usaha untuk menyelamatkan akidah seorang makhluk Allah. Adakah itu menjadi kesalahan jika itu yang dituntut dalam Islam?
gungyu
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Sun Jul 29, 2007 3:47 pm

Postby Hand15 » Sun Jul 29, 2007 11:34 pm

Kenapa si Revathi pindah agama? Bukan semata karena cinta, tapi karena memang dia telah dipaksa sejak kecil tanpa tahu apa apa untuk menganut agama Islam tanpa pilihan lain.

Beda kalau memang orang yg mualaf trus masuk Islam. Ini, dianya dari kecil sudah dipaksa masuk Islam dgn alasan ikut orang tuanya. Kepercayaaan yang berdasarkan pemaksaan atau keturunan orang tua tidak bisa dikatakan kepercayaan yang sesungguhnya.

Justru menurut saya, Revathi itu "mualaf" menganut Hindu karena memang dia percaya terhadap agama Hindu, bukan semata karena suaminya, melainkan juga nenek Revathi yg membesarkannya jugalah seorang Hindu.

Ibunya yang muslim lahir sebagai Hindu mendapat Hak untuk memilih Islam dan keluar dari Hindu, mengapa si Revathi tidak diperbolehkan?

Pikirkanlah sendiri ketidakadilan ini...
Hand15
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby up1234go » Fri Aug 31, 2007 1:38 am

gungyu wrote:Apa yang dilakukan oleh umat Islam adalah untuk menyelamatkan akidah wanita Islam tersebut [daripada terpesong ke dalam agama kesesatan. Adakah tindakan itu membawa kebaikan kepada wanita tersebut? Sudah pasti kerana dengan penahanan itu akan membolehkan dia berfikir, menggunakan akal pemikirannya untuk menilai yang mana baik dan yang mana buruk. Mungkin dia tidak dapat melihat keburukan yang bakal dialaminya di atas tindakannya itu. Justeru itu, adalah menjadi satu kewajipan umat Islam yang lain untuk menyadarkannya kembali kepada kebenaran. Maka itu adalah satu usaha yang dapat dilakukan. Seterusnya terpulang pada individu itu sendiri, adakah selepas itu dia kan kembali ke Islam atau ingin keluar daripada Islam. Islam sememangnya memandang berat tentang perlakuan murtad ini. Seaba itulah dalam Islam seseorang yang murtad itu seharusnya di bunuh. Itu perintah Tuhan. Maka adakah kita ingin mengingkari perintah Tuhan? Pastinya tidak.

Berkenaan dengan anak mereka berdua, adalah amat wajar dipisahkan daripada ibunya yang ternyata sekarang tidak mahu kembali ke Islam. Ini kerana supaya anak itu terus berada dalam ugama kebenaran. Juga satu usaha untuk menyelamatkan akidah seorang makhluk Allah. Adakah itu menjadi kesalahan jika itu yang dituntut dalam Islam?



klik : Murtad Wanita : apa hukumannya ? JANGAN DILEWATKAN !


====

ali5196 wrote:SILAHKAN NETTER PERIKSA LAGI BAHASA INGGRISNYA, KALAU2 SAJA INI ISAPAN JEMPOL PENERJEMAH.

http://muslim-quotes.netfirms.com/femaleapostate.html

PERLAKUAN TERHDP MUSLIMAH YG MURTAD
Kutipan dari sumber2 Islam;

MATI ATAU PENJARA DAN SIKSAAN SAMPAI IA BERTOBAT ATAU MATI


1) http://islamdebatingkit.ezfish.net/femaleapostate.html
Perlakukan terhdp Murtad wanita, menurut kelima aliran yurisprudensi Islam: Maliki, Shafi’I, Hanbali, Hanafi dan Shi'ah.

-------------------------------------------------------------------------------

2) Dari: Sebuah Sintesa ttg Hukum Islam ttg Penghinaan terhdp Allah (Blasphemy) atau Kemurtadan (Apostasy )
oleh Syed Mumtaz Ali

http://muslim-canada.org/APOSNOFR.HTM#II

II. dari Abingdon Dictionary of Living Religions
Dlm tradisi nabi, irtidad/murtad dikenakan hukuman mati, pandangan yg dipegang dan ditulis secara mendetil, baik dlm buku2 hukum Sunni dan Shi'ah. (4) Namun, sang pelaku biasanya diberikan kesempatan utk bertobat. Hanya murtad lelaki yg dewasa dan berpikiran sehat dan bertindak atas kemauan sendiri dikenakan hukuman mati (secara tradisi oleh pedang). Wanita akan dipenjarakan sampai mererka bertobat (Hannafi dan Shi'ah) atau dihukum mati (Maliki, Shafi'I dan Hanbali).

IV. Hukum Negara Muslim
Saya ingin mencuplik dibawah ini paragraf 330 - 335 dari artikel Dr. Muhammad Hamidullah, "The Muslim Conduct of State". Buku ini adalah otoritas yg diakui oleh Hukum Internasional Islam dan bahwa Hukum Irtidad dibahas dlm konteks internasional: .....

... Jadi juga, seorang wanita murtad, atau seorang hermafrodit (berkelamin dua), menurut aliran Hanafi, tidak akan dihukum mati tetapi dipenjara dan bahkan disiksa secara fisik. Lelaki tua yg tidak diharapkan memiliki keturunan, juga dikecualikan (paragraf 333)
------------------------------------------------ -------------------------------------

3) Islamic Law and Society Archives
http://huquq.com/

Encyclopedia Online ttg Hukum Islam: Hukum Perkawinan, Waris, Perceraian, ...
http://huquq.com/maghniyah/magniyah.htm

Halangan terhdp Hak Waris
http://huquq.com/maghniyah/inheritance.htm

Aliran2 Islam menyebutkan 3 halangan terhdp hak waris:
a. Perbedaan agama,
b. Pembunuhan dan
c. Perbudakan. Kami akan melewatkan pembahasan ttg perbudakan dan akan membahas kedua kasus diatas.

a. Perbedaan Agama ....

Seorang murtadd 'an millah akan diminta utk bertobat. Kalau ia melakukannya, ia akan memiliki kesemua hak dan kewajiban seorang Muslim. Jika ia tidak bertobat, ia akan dieksekusi dan isterinya akan mematuhi 'iddah perceraian dari waktu dimulainya kemurtadannya. Lalu jika ia ebrtobat saat isterinya dalam masa 'iddah, isterinya akan kembali padanya dan kekayaannya tidak akan dibagi2kan kecuali ia (suaminya) mati atau dibunuh.

Seorang wanita tidak akan dihukum mati terlepas dari kemurtadannya karena ia 'an fitrah atau 'an malah. Tetapi ia akan dipenjara dan dipukuli pada saat azl* sampai ia bertobat atau mati. Hartanya akan dibagi2kan hanya setelah kematiannya. (al-Sayyid Abu al-Hasan's Wasilat alnajat dan Sheikh Ahmad Kaashif al-Ghi~a"s Safeenat al-najat, baab al-'irth)

*catatan:
Waktu azl', mungkin maksudnya asr'....?
(azl = coitus interruptus ; asr = salah satu kelima waktu sholat) (lihat kutipan berikutnya)

---------------------------------------------------------------------- ---------------

4)Dari:
Kebebasan Berpikir dan Beragama dlm Islam
http://www.kadivar.com/Htm/English/Pape ... Rights.htm

Kelompok pertama: Muslim
Oleh karena itu seroang Muslim yg menjadi murtad dan tidak mau kembali ke Islam, jika ia seorang lelaki, ia akan dihukum mati dan jika ia seorang wanita ia akan dihukum penjara seumur hidup dgn kerja rodi.

Diantara bukti bagi hukuman bagi murtad wanita ini adalah tradisi otentik Imad.

Saya bertanya kpd Imam Sadegh ttg Muslim murtad. Ditetapkannya, wanita itu tidak akan dibunuh tapi dikenakan kerja rodi dan akan diberikan gizi ataupun minuman hanya sebatas menjaga ia tetap hidup, dan ia akan mengenakan kain kasar dan akan dipukuli pada saat sholat 22.

22- Al' Tahzib, ch.10, pg.143, tradition 565, Men layahzarol'Faghih,ch. 3, pg.89, tradition 335, Vasael ol'Shiite, Abvabe Had ol'Mortad,section 4, tradition 1, ch.28,pg.330.
---------------------------------------------------------------------- ---------------

5) Dari:
Islamic Association of North Texas
http://www.iant.com/

http://www.iant.com/imam.php
Lihat : Dr. Yusuf Ziya Kavakci
Lihat : karya2 Dr. Kavakci (Dr Kavakci's Works )
---> Multaqa'l-Abhur oleh Ibrahim al-Halabi (Terjemahan dari bhs Arab)
---> Bagian #5 dari 11 (.txt)

Buku Hukum Internasional (al-Siyar)
www iant com/imam/multaqa5.txt

Bab ttg Irtidad
.....
Wanita yg murtad tidak akan dibunuh, ia akan dipenjara sampai ia bertobat dan ia dipukuli setiap hari.
---------------------------------------------------------------------- ---------------

6) Situs2 Kristen – mengutip sumber2 Islam:

Dari:
Appendix B
Murtad dlm Islam dan Hukumannya: Beberapa Kutipan
http://answering-islam.org/Hahn/Mawdudi/#appb

1. Dari Hidayat, atau Pengarahan: Komentar ttg Hukum Muslim, terjemahan Charles Hamilton, London, 1791, Vol. II, hal. 225-228:

Ditulis dalam Jama Sagheer, -- "Wanita murtad akan dipaksa utk kembali kpd agamanya, entah ia wanita bebas atau budak" – Sang budak harus dipaksa oleh pemiliknya; -- ia harus dipaksa karena alasan yg sudah dinyatakan; dan ini harus dilaksanakan pemiliknya karena ia memiliki hak dari Tuhan dan hak sbg pemilik. Juga disebutkan bahwa murtad wanita harus dipukuli setiap hari secara keras sampai ia kembali ke agamanya.
-------------------------------------------------------------- ----------------------

7) Buku online :
Hukuman bagi Kemurtadan dlm Islam
Menurut Keempat Aliran Hukum Islam

'Abdurrahmani'l-Djaziri
http://www.light-of-life.com/eng/ilaw/l5721efc.htm
Dari 'Abdurrahmani'l-Djaziri's Kitabul'l-fiqh 'ala'l-madhahibi'l-'arba'a (Vol. 5, hal. 422-440) ((diterjemahkan dari bhs Arab)

Edisi Arab pertama (Kairo): 1934;
Edisi Arab ke-8 (Kairo): 1987;
Edisi Inggris pertama (Villach): 1997

3. Kasus Murtad Wanita
http://www.light-of-life.com/eng/ilaw/l5721et1.htm#p19
Menurut Shafi´i, Hanbali dan Maliki:
Hukuman bagi murtad wanita sama dgn murtad lelaki. Selama 3 hari ia harus diminta utk kembali kpd Islam, sebelum kematiannya, karena kemungkinan orang zalim telah membingungkan pengertiannya; shg ada kemungkinan ia bisa dibebaskan dari kebingungannya. Menawarkan sang murtad sebuah batas waktu utk bertobat sudah disetujui.

Menurut sebuah tradisi yg disampaikan Daruqutni, mengutip Djabir b. Abdillah, nabi menawarkan Islam kpd seorang wanita bernama Ummu Rumman yg murtad. NABI saw (DAMAI DAN RAHMAT ALLAH BESERTANYA ! :shock: ) mengatakan, "Bagus jika ia bertobat. Jika tidak, IA HARUS DIBUNUH, karena sbg murtad ia harus diperlakukan sbg wanita yg memerangi Muslim, ditawan dlm perang suci (jihad); dan oleh karena itu halal utk membunuhnya dgn pedang…"

Nabi (saw) mengatakan, "IA YG MENGUBAH AGAMANYA HARUS DIBUNUH"; ini berlaku bagi bagi lelaki maupun perempuan. Kemurtadan seorang lelaki mengakibatkan hukuman mati baginya. Juga telah disetujui secara bulat bahwa Irtidad (murtad) adalah tindakan laknat yg harus mendapat hukuman parah/mengerikan (‘horrible punishment’). Kemurtadan wanita tidak kurang laknatnya. Oleh karena itu ia juga perlu dihukum mati.

Maliki:
Kematian seorang wanita yg sedang menyusui harus ditunda sampai waktu menyusui bayinya selesai dan tidak ditemukan seorang pengganti yg dapat menyusui bayinya, atau jika bayi itu tidak dapat menerima wanita lain selain ibunya. Kematian seorang wanita menikah dan janda cerai yg diberikan opsi utk kembali ke Islam (talaqu radj'a) juga harus ditunda. Bagi janda cerai yg menolak utk kembali ke Islam, ia harus dibunuh tanpa ragu2, kecuali ia sedang datang bulan (bahkan jika ia menstruasi sekali dalam lima tahun).

Kalau ia tidak datang bulan, karena kondisi badan lemah atau menopause yg diragukan, ia harus dibiarkan selama 3 bulan, kalau2 ia hamil. Kalau ia ternyata tidak hamil, ia harus segera dibunuh setelah diminta utk bertobat. Jika tidak menikah, ia tidak boleh dibebaskan dari hukuman.

Hanafi:
Wanita murtad tidak boleh dibunuh; tetapi jika ia membunuh orang lain, ia tidak boleh dipenjara, entah ia wanita bebas atau budak, karena nabi melarang bahwa wanita harus dibunuh. Lebih baik utk menangguhkan hukuman di Akhirat, karena mempercepat hukuman hanyalah melanggar konsep ‘tribulation’(?) (mabada' al-Ibtila'). Satu2nya pengecualian adalah bagi Darul Harb/Wawasan Perang. Namun, wanita di masa perang, lain dgn lelaki, tidak berada dlm bahaya nyata, jadi sang murtad wanita harus diperlakukukan seakan ia belum pernah menjadi Muslim.

Setiap hukuman harus ditentukan, karena bermanfaat bagi kita didunia ini; yi, hukuman bagi penghinaan secara lisan, mabok2an, perzinahan, pencurian. Jadi, hukuman sudah disahkan utk melindungi rakyat, kehormatan, pemikiran, hubungan dan uang. Hukuman mati atas seorang murtad harus dgn tujuan menghindari kezaliman, bukan sbg balas dendam atas kemurtadan :roll: , karena Allah akan membalas sang murtad dgn hukuman yg lebih berat. Jadi, hukuman harus dibatasi kpd mereka yg dapat berperang (yi lelaki).

Itulah mengapa nabi (saw) melarang wanita dihukum mati (?? Loh, kok berlawanan dgn yg diatas ??), karena mereka tidak terlibat perang. Ini menurut tradisi. (Menurut satu tradisi, nabi mengijinkan seorang wanita murtad utk dibunuh, bukan hanya karena ia murtad tetapi karena ia tukang sihir dan seorang penyair yg mengejeknya dan memanas-manasi ke-30 puteranya agar melawannya.)

Wanita murtad harus dipenjara sampai ia kembali ke Islam atau mati, dihukum pecut 39 kali per hari – yg merupakan hal yg tidak kurang dari kematian; pecutan yg tidak terputus2 akhirnya akan mengakibatkan kematian. Ia harus dipenjara karena ia, setelah menjadi Muslim, tidak memberi Allah apa yg menjadi hakNya; shg ia harus diwajibkan agar menebus hak2Nya ini dgn pemenjaraannya.

Menurut tradisi dlm al-djamius's-sagir, sang wanita, entah bebas ataupun budak, harus di paksa utk kembali memeluk Islam. Seorang gundik harus dipaksa oleh pemiliknya, karena adanya dua hak disini : hak Allah dan hak pemiliknya. Wanita bebas yg murtad tidak akan diperbudak asal ia berada dlm Darul Islam. Tetapi ia harus DIPUKULI secara eksesif setiap hari, guna memaksanya utk kembali ke Islam dan mendapatkan kembali budayanya; kalau tidak, suami Muslimnya akan mewarisi seluruh hartanya.

Abu Yusuf, mengutip Abu Hanifa, mengutip Asem Ibn Abi al-Gunud, mengutip dari Abi Razin, mengutip dari Ibn Abbas mengatakan: "Jangan membunuh wanita jika mereka murtad dari Islam. Mereka harus dipenjara, ditawarkan kesempatan utk kembali ke Islam dan lalu dipaksa utk kembali ke Islam."

Dikutip dari Ibn Umar bahwa seorang wanita dibunuh saat berlangsungnya salah satu perebutan kawasan oleh nabi. Oleh karena itu, rasulullah – saw (DAMAI BESERTANYA) – melarang pembunuhan wanita dan anak2. Muhamad meriwayatkan:
"Kami diberitahu bahwa Ibn Abbas mengatakan, 'Jika seorang wanita murtad dari Islam, ia harus dipenjara.'" Pendapat ini bukan pendapat yg harus ditafsirkan.

Dikutip dari Moaz Ibn Gabal bahwa Rasulullah saw (DAMAI dan RAHMAT ALLAH BESERTANYA ! ) – mengatakan kpdnya …
: "Setiap lelaki yg murtad dari Islam harus diberikan kesempatan utik kembali ke Islam. Jika ia bertobat, terimalah pertobatannya. Tetapi jika tidak, POTONG KEPALANYA.
Setiap wanita yg murtad harus ditawarkan kesempatan utk kembali ke Islam. Jika ia bertobat, terimalah pertobatannya. Jika ia tidak bertobat, berikan ia kesempatan kedua, dsb." (Hadis).

Dikutip dari Imam Ali bahwa Daruqutni berkata dlm koleksi hadisnya bahwa wanita murtad harus diberikan kesempatan utk bertobat. Kalau tidak ia harus dibunuh.

Ada bukti bahwa Hanifi mengatakan bahwa murtad wanita tidak boleh dibunuh tetapi hanya diPENJARA DAN DIPUKULI. (‘hanya’ ????) :roll:
---------------------------------------------------------------------- ---------------
Lihat juga Info umum dari aliran dan sekte2 Sunni
http://www.philtar.ucsm.ac.uk/encyclope ... index.html
http://www.philtar.ucsm.ac.uk/encyclope ... index.html
up1234go
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: MALAYSIA : Muslimah dilarang Murtad Jadi Hindu

Postby Phoenix » Fri Aug 31, 2007 1:52 am

gungyu wrote:Suka saya menjelaskan hal murtad ini dari segi agama Islam.


Terima kaseh atas pengakuan awak.
tidak ada paksaan dalam agama islam? Omong kosong belaka
Berarti benar yah kalau tindakan begitu emang dibenarkan dalam islam?
muslim emang paling taat mengikuti ajaran agamanya..bahkan lebih taat daripada ajaran itu sendiri...
ck..ck..ck...si Montir kudu baca nih soal agama bejatnya!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby up1234go » Fri Aug 31, 2007 2:16 am

Phoenix ... coba lihat ini link yang satu ini !!

klik : ISLAM TIDAK MENGENAL PAKSAAN
up1234go
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm


Return to Islam di Malaysia dan Brunei



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users