. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Makna Perkawinan Di Mata Allah Swt In The Spirit Laskar Wong

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Makna Perkawinan Di Mata Allah Swt In The Spirit Laskar Wong

Postby seruni » Fri Jun 15, 2012 1:01 pm

Makna Perkawinan Di Mata Allah Swt In The Spirit Laskar Wong Kito (Illah Kenthir 5)

Bila kita menghadiri acara pernikahan adad Jawa, di depan pintu gerbang terdapat rangkaian dekorasi. Ada pohon Tebu, ada buah Pisang, Padi, dan sebagainya. Semuanya itu hanyalah symbol yang tidak pernah disembah. Tetapi sebenarnya mengandung makna yang dalam. Pohon Tebu mengandung makna anteping kalbu. Pohon Pisang mengandung makna supaya berbuah banyak. Pohon Padi agar semakin berisi semakin menunduk. Orang Jawa mengatakan bahwa perkawinan itu, “ora bondo ora rupo mung ati pawitane-podo karepe-” (Bukan harta dan bukan penampilan hanya hati modalnya-sama kehendaknya-). Oleh karena itu, pasangan pengantin wanita disebut Garwo (sigaraning nyowo-belahan jiwa-pinang dibelah dua). Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Memang mereka secara badaniah 2 (dua), tetapi secara rohani mereka satu. Mungkin lebih popular dengan “two in one”. Oleh karena itu, saat dibuatkan Akta Perkawinan hanya terdiri dari satu lelaki dan satu perempuan.

Sekalipun hanya terdiri dari dari 1 (satu) laki-laki dan 1 (satu) wanita. Pengalaman pada malam pertama merupakan perjuangan yang sulit. Tidak tahu seandainya dengan 2 (dua) wanita. Maklum umur 18 tahun sudah kawin dan wanitanya 14 tahun. Di Desa hanya dijodohkan. Yang penting wanita dan lubangnya bisa dimasuki. Tetapi karena sama-sama ateping kalbu (satu cita dan rasa) akhirnya terusan Zues bobol. Sekarang menuai kebebasan dapat masuk bludas-bludus lancar. Dengan rajin mengitik-ngitik keluarlah anak banyak disertai dengan cucu-cucu. Jika menginginkan kelahiran anak laki atau perempuan tinggal melihat Kalender. Walaupun usia perkawinan sudah menginjak usia perkawinan emas. Tapi rasanya Garwo masih kelihatan cantik dan segar. Bersyukur anak cucuk sering panggil ‘Eyang’. Mereka menyebutnya seperti Mimi lan Mintuno sampai Kaken inen-inen. Seperti Rama dan Shinta atau Romeo and Yulie. Yang jelas semua anak lahir dari buah cinta dan kehendak dari kedua Orang Tuanya. Sekalipun hidup dalam kemiskinan dan pekejaan sehari-hari hanya menyusuri kejamnya jalan raya. Tetapi apakah sejak semula manusia ini diciptakan harus berhadapan dengan kejamnya dunia?.

Kisah penciptaan sedikit banyak dapat dipercaya. Segala sesuatu yang ada pastilah ada yang memulai dan mengakhiri, ada pertemuan dan ada perpisahan. Demikian juga dengan dengan kisah penciptaan Adam-Hawa. Mereka memadu cinta layaknya pasangan Rama dan Shinta. Mereka dapat in the horney tanpa ada yang mengganggu. Hingga akhirnya seperti Mimi lan Mintuno. Jika Adam berpoligami, dengan siapakan Adam melakukan poligami?. Jika Adam bercerai, dengan siapakah Adam bercerai?. Jika Hawa meninggal terlebih dahulu, dengan siapakah Adam akan menikah?. Tidak ada pengadilan Agama. Jika Adam selingkuh, dengan siapakah Adam selingkuh?. Jika Adam melakukan perbudakan, siapakah yang diperbudak?. Jika Adam membunuh, siapakah yang dibunuh?. Jika Adam berperang, dengan siapakah Adam berperang?. Pendek kata Adam tidak pernah memiliki sedikitpun persoalan dan kesalahan hidup terhadap siapapun?. Mereka memang seperti Rama dan Shinta, hingga akhirnya menjadi nenek moyang kita. Hanya kematian yang bisa memisahkannya. Maka dapat disimpulkan bahwa Adam-Hawa sejak semula dunia diciptakan semua baik adanya. Adam-Hawa hidup damai dan tenang dalam romatisme asmara Mimi lan Mintuno. Romantisme Adam-Hawa inilah yang sebenarnya menjadi Kiblat perkawinan masyarakat Jawa dalam memaknai pernikahannya.


Kiblat Perkawinan Yang Dipakai Allah Swt

Kita semua pasti sudah tahu berapa jumlah istri Muhammad. Kalau bertanya dengan sauadara-saudara kita yang Islam KTP jawabannya berbeda-beda. Ada yang menjawab 2 (dua), ada yang menjawab 12 (dua belas), ada yang menjawab 20 (dua puluh), dan segala macam. Bahkan ada yang marah-marah ketika ditanya, sebab dikira menghina. Bagaimana dapat mengenali sang pencipta (kenalilah penciptamu), jika jumlah istri nabi kita sendiri saja tidak diketahui dengan pasti?. Ibarat Pedagang Telur, dapat dikenali dari telur yang biasanya 1 kg berisi 16 butir, disunat menjadi 12 butir, dari istri nabi yang berjumlah 12 disunat menjadi 4 (empat). Ditanya baik-baik dikira menghina. Jika ditarik ke depan, kita hanya ingin mengetahui jumlahnya dengan pasti untuk menghitung anggaran belanja (APBN) agar penghasilan cukup untuk dimakan. Terlebih dalam situasi ekonomi yang sangat sulit seperti sekarang. Ini artinya mulut (firman) Allah Swt tidak dapat dipercaya.. Apa salahnya jika Allah Swt jujur kepada kita?, Apakah kejujuran suatu tindakan yang salah?.

Karen Armstrong dan banyak literature yang menyebutkan bahwa istri Muhammad berjumlah 12 (dua belas). Begitu Kotijah meninggal bukannya mendekatkan diri pada Allah Es-We-Te, justru tindakannya membabi buta (tuwo-tuwo ndrabas kakehen ampas). Ini berarti dalam masyarakat Jawa bukan lagi disebut Garwo atau two in one, melainkan Garlas (sigar di Las, mau Las Listrik, Las Karbit, atau lebih intelek, Las Vegas, maksudnya Muhammad dapat meniduri wanita kesana-kemari). Peternak Ayam Bangkok biasanya 1 (satu) ekor pejantan untuk 10 (sepuluh) ekor betina. Agar tidak banyak biaya pakan yang dikeluarkan untuk pembiakannya. Bisnis rumahan modal kecil agar tidak banyak merugi. Ini artinya, Allah Swt menghina dan melecehkan Muhammad dengan memperlakukan seperti Ayam. Kata hati hendak memberi ridho, pada akhirnya hanya menjerumuskan Muhammad seperti Hewan. Hal demikianlah yang dikenal oleh Muhammad dan kita manusia bahwa Allah Swt sebagai sang pencipta. Tetapi yang sesungguhnya di mata Allah Swt, manusia bukan makluk ciptaan tertinggi yang bermartabat luhur dan berbudi. Tetapi nilai hidup dan martabat kita hanya disetarakan dengan Hewan piaraan. Tidak seperti romantisme Adam-Hawa sejak semula dunia ini dijadikan. Hal demikian diperkuat dengan pernyataaan dalam Al-Quran dan Hadits.

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa kita diberi ridho memiliki 4 (empat) istri dengan syarat adil. Jika demikian, maka unsure cinta suci tidak dapat diketemukan. Jika kita konsisten dengan anjuran Al-Quran, maka Pohon Tebu hanya sekedar dekorasi yang tidak mengandung makna. Hal demikian berarti Allah Swt tidak mengerti apa yang dimaksud dengan cinta, apa yang dimaksud dengan kasih, apa yang dimaksud dengan sayang. Kapan masing-masing berdiri sendiri dan kapan ketiganya harus dipersatukan. Pada hal semua itu menjadi hakekat diri masyarakat Jawa dalam rangka memaknai kehidupannya agar supaya keturunannya sebagai bagian dari dirinya sendiri dengan apa yang disebut bibit, bobot dan bebet.

Bibit, bobot, dan bebet seseorang diungkapkan dalam pepatah “Kacang ora mongso ninggalo Lanjaran” atau “Penthil (calon buah) ora bakal tibo adoh soko uwite”. Artinya, tingkah laku dan perbuatan seorang anak itu tidak akan jauh berbeda dari Bapak atau Ibunya. Dalam ilmu kedokteran disebut Gen atau DNA. Pembawa sifat keturunan. Oleh karena itu, Orang-Tua Jawa selalu berhati- hati, baik dalam kata maupun tindakannya agar tidak ditiru oleh anakknya. Sebab anak hanya bisa menirukan dan melakukan tindakan sebagaimana yang diajarkan oleh Orang-Tuanya. Sebaliknya Allah Swt telah memberikan ridho kepada Muhammad dengan beristrikan 12 (dua belas). Dan berdasarkan literatur masih ada wanita yang tidur bersama Muhammad diluar jumlah 12 wanita itu. Dengan demikian menurut filsafat Jawa Muhammad bukan keturunan Adam-Hawa. Sebab telah meninggalkan “Lanjarannya” atau “buah jatuh terlampau jauh dari pohonnya. Maka dapat disimpulkan bahwa Muhammad tidak memiliki benang merah dengan Gen atau DNA yang dimiliki oleh Adam-Hawa. Minimal sebagai anak (Muhammad) yang durhaka kepada nenek moyang kita. Menghina dan melecehkan budaya Jawa yang menganut Garwo sigaraning Nyowo. Dengan demikian secara non-verbal Allah Swt telah melakukan penghujatan dan durhaka tehadap Adam-Hawa. Secara otomatis melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap lembaga perkawinan adad Jawa. Maka dapat dipastikan bahwa Adam-Hawa bukan hasil ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu, Adam diberi gelar AS (American Society), dan Muhammad diberi gelar SAW (Soldier’s Anarchy for Women). Sebab Adam-Hawa Nabinya kaum Kafir. Yang menjadi Kiblat lembaga perkawinan masyarakat dan adat Jawa. Sebaliknya di mata Allah Swt segala output berbasis Insaniah dan Hewaniah. Oleh karena itu akan lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya bila menyembah Allah Swt secara muni dan konsekwent. Kecuali bila kita mendustakan dan menyelewengkan. Sebab di mata Allah Swt, perkawinan manusia ber-kiblat pada peternak Ayam Bangkok dengan 1 (satu) Pejantan untuk 10 (sepuluh) Betina. Mengajarkan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah dengan berkiblat pada Ayam.

======================

Kata kunci : Makna; Spirit (Spirituality): Kenalilah Penciptamu.
seruni
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 6
Joined: Wed May 09, 2012 12:33 pm

Re: Makna Perkawinan Di Mata Allah Swt In The Spirit Laskar

Postby Dreamsavior » Sat Jun 16, 2012 12:00 pm

Jadi.... dimana rekan-rekan muslimah nih?
Gimana pendapat mereka? Terlebih lagi ketika ketaatan mereka pada allah SWT harus melawan suara hati dan martabat mereka sebagai manusia bermoral.
User avatar
Dreamsavior
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 726
Joined: Wed May 11, 2011 10:43 am

Re: Makna Perkawinan Di Mata Allah Swt In The Spirit Laskar

Postby bluelotusfriend » Thu Jun 28, 2012 5:34 pm

Dreamsavior wrote:Jadi.... dimana rekan-rekan muslimah nih?
Gimana pendapat mereka? Terlebih lagi ketika ketaatan mereka pada allah SWT harus melawan suara hati dan martabat mereka sebagai manusia bermoral.


buat apa denger pendapat rekan muslimah ?? mereka itu kan mahluk yang kurang dalam kecerdasannya, ****, dan kelak bahan bakar neraka ...
makanya poligami pun TIDAK WAJIB ijin istri pertama ...
bluelotusfriend
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 956
Joined: Fri Oct 07, 2011 4:32 pm


Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users