. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Maisaroh v Asbunawas: Mengkritisi Muhammad & Kitabnya

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Setelah membaca post ini saya setuju dgn :

Maisaroh
4
100%
Abunawas
0
No votes
 
Total votes : 4

Maisaroh v Asbunawas: Mengkritisi Muhammad & Kitabnya

Postby Maisaroh » Wed Jun 06, 2007 12:04 pm

Hal : Permohonan

Kepada
Yth. Moderator


Saya menghendaki di topik ini hanya saya dan Asbunawas saja yang terlibat, netter lain hanya boleh membaca tanpa mengomentari.

Semoga Moderator berkenan atas permohonan saya ini.

Tertanda:

Maisaroh
User avatar
Maisaroh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Sat Jun 02, 2007 1:08 pm

Postby Maisaroh » Wed Jun 06, 2007 12:33 pm

To: Asbunawas

Di thread lain Saudara menanyakan apa agama saya. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya belum memilih satu agama pun untuk dipeluk, mengingat trauma saya terhadap Islam. Perlu Saudara ketahui, kakak saya meninggal secara tragis akibat peristiwa Bom Bali th 2002 yg lalu. Niatan dia adalah untuk rekreasi bersama calon suaminya, tapi malah mengantar nyawa. Sejak peristiwa itu, saya mulai kritis terhadap Islam. Dan saya menjadi anti terhadap semua agama, karena buat saya semua agama adalah penipu.

Saat ini, secara diam-diam saya memang sedang memilih-milih agama untuk dipeluk, karena saya tak mau disebut PKI (orang yg tak beragama). Tapi menurut saya, PKI lebih mulia daripada Islam. PKI cuma membantai para jenderal, tetapi Muslim membantai ribuan orang secara kejam. Menurut cerita orang tua saya yg tinggal di satu daerah di Jawa Timur, mereka menjadi saksi mata kekejaman orang-orang Muslim dalam membantai sesamanya yg dicurigai antek-antek komunis. Mereka cerita sungai tak lagi berisi air, tapi penuh dengan bongkahan kepala manusia. Dan sebagian dari kepala-kepala itu ada yang ditanam di dalam kolong jembatan sebagai tumbal. Anak-anak kecil pun tidak luput dari pembantaian. Para warga yang dituduh eks PKI itu dikejar-kejar oleh Muslim ibarat tikus-tikus yang tak berharga. Ada yang sembunyi di dalam parit, di dalam plafon rumah, dan di mana pun yg sekiranya bisa menyelamatkan diri mereka dari amuk massa. Ke mana pun mereka lari dan bersembunyi, Muslim akan menemukan mereka dan membacoki tubuh mereka hingga tak utuh lagi. Saya jadi berpikir: Lebih mulia mana, PKI ataukah Muslim?

Semula saya tidak mengerti dengan semua kebiadaban ini, sampai akhirnya mata saya terbuka dan cukup jelas sekali saya dapat melihat Islam yg sesungguhnya, yg barangkali hal ini tidak dimiliki oleh teman-teman saya yg masih Muslim.

Meskipun saya berjilbab, tapi diri saya bukan lagi seorang Muslimah. Saya sudah meninggalkan Islam sejak 3 tahun yang lalu. Dan kini, dengan berbekal AKAL & NURANI saya hendak mengajak Asbunawas untuk mengkritisi Islam, terutama kenabian Muhammad dan kitab sucinya.

Walaupun ini mustahil, tapi siapa tahu berkat Asbunawas saya bisa mendapat hidayah kembali untuk menjadi seorang Muslim.

Pertanyaan pertama saya: Saya ingin tahu bagaimana pendapat Asbunawas terhadap segala kebrutalan Muhammad di masa hidupnya? Saya kira tidak perlu menampilkannya secara rinci di sini karena ini juga sudah dibahas dan ditampilkan di thread lain situs ini.

Per poin saja, agar diskusi kita bisa fokus.

Saya tunggu ulasan Asbunawas.

Wassalam,

Maisaroh.
User avatar
Maisaroh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Sat Jun 02, 2007 1:08 pm

Postby asbunawas » Wed Jun 06, 2007 2:06 pm

Untuk Maisaroh, terima kasih kalau anda percaya bahwa saya bisa menjadi teman ngobrol yang baik untuk anda, dan sebelumnya saya juga turut mengucapakan belasungkawa atas apa yang terjadi terhadap kakak anda.

Yang namanya Kematian, semua Mahluk akan mengalaminya, karena semua itu adalah Takdir yang sudah ditetapkan oleh TUHAN, saya sendiri pasti akan mati, begitu juga anda, dan begitu juga kakak anda.

Setiap proses menuju kepada kematian masing2 dengan jalan yang berbeda-beda, ada yang cuman gara2 terkena angin duduk, mati ramai2 satu pesawat karena jatuh, mati karena jatuh di kamar mandi, tertabrak mobil, tersedak makanan, salah minum obat, kena penyakit, mati gara2 menerima telpon yang mengagetkan dsb..dsb…, dan itulah Proses menuju kepada kematian, tapi ujung2nya sama yaitu mempertanggung jawabkan segala perbuatan ketika kita masih hidup kepada sang Penciptanya.

Hanya kadang kala karena kita MANUSIA selalu muncul sifat2 Manusiawinya, karena ketika kita melihat seseorang mati yang seolah2 tidak lazim, maka Rasa KEMANUSIAANNYA selalu muncul, dan kitapun bertanya-tanya, Adilkah dengan PEROSES2 KEMATIAN SEPERTI itu? Padahal yang namanya KEMATIAN adalah sebuah PROSES SINGKAT kepada Kehidupan yang SEBENARNYA, dan yang terpenting adalah BEKAL setelah KEMATIAN itu sendiri. Dan semoga KAKAK anda membawa bekal yang memadai sehingga bisa bertemu dengan Penciptanya dalam keadaan tidak menyesali PROSES KEMATIAN itu sendiri.

Mengenai diri anda sendiri setelah anda meninggalkan ISLAM, dan sekarang tidak memiliki PEGANGAN HIDUP, saya bisa memahami kalo proses perjalanan spiritual anda seperti itu, karena saya melihat bahwa anda terlalu FOKUS memperhatikan apa yang terjadi di luar.
Sehingga pengisian untuk Nutrisi bagi diri sendiri terlupakan.
Perbandingan2an yang anda lakukan lebih kepada sisi2 Gelap yang bisa terjadi pada sebuah AGAMA manapun yang dilakukan oleh para penganutnya yang memang sudah menyimpang dari KESUCIAN AGAMA itu sendiri.

Setiap PENGANUT sebuah AGAMA banyak yang telah BERLAGA menjadi NABI dan TUHAN bagi dirinya sendiri, sehingga mereka melakukan Pembenaran2 atas Nama AGAMA atas tindakan2 dan perbuatan yang dilakukannya sendiri.

Sebagai Contoh : Kelakuan AMROZI, apakah dibenarkan oleh ISLAM ? jelas TIDAK!, Akan tetapi kelompok2 mereka menatasnamakan Kesucian Tuhan dalam perbuatannya yaitu dengan nama JIHAD.

Tindakan BUNUH diri dan MEMBUHUH ORANG lain adalah Perbuatan yang tidak dapat dibenarkan oleh AGAMA Manapun ketika dalam kondisi suatu bangsa/masyarakat dalam keadaan damai (TIDAK PERANG).

Akan tetapi Perbuatan AMROZI Dkk, kini juga dijadikan senjata oleh para pembenci ISLAM, bahwa AMROZI dkk adalah the TRUE ISLAM !

Mengenai PKI, saya kira peristiwa tsb adalah REAKSI dari AKSI yang terjadi yang dilakukan oleh PKI itu sendiri. Anda tentu lebih Paham bahwa setiap AKSI yang muncul pasti akan ada REAKSI yang menyusul. Setetes air yang terjatuh diatas genangan air, akan selalu menimbulkan riak, karena itu adalah merupakan HUKUM ALAM.

Sebagai contoh, seorang copet saja yang cuman gara2 dia mengambil Dompet yang Isinya cuman Gopean, ternyata akibatnya bisa membuat nyawanya sendiri bisa melayang gara-gara digebukin masa ratusan.

Anda mengatakan bahwa anda masih berjilbab, boleh saya bertanya, apakah yang ada diavatar itu adalah Foto anda sendiri? Tolong jawab sejujurnya biar tidak ada dusta diantara kita…hehehehe.

Mohon maaf tulisan perkenalannya kepanjangan, tapi pertanyaan pertama yang anda sampaikan adalah?

Saya ingin tahu bagaimana pendapat Asbunawas terhadap segala kebrutalan Muhammad di masa hidupnya? Saya kira tidak perlu menampilkannya secara rinci di sini karena ini juga sudah dibahas dan ditampilkan di thread lain situs ini.

Mungkin anda pernah mendengar ungkapan bahwa HIDUP adalah HITAM PUTIH?.
Dalam memandang dan menjalani kehidupan, setiap manusia selalu akan melihat SISI HITAM dan SISI PUTIH tergantung POSISI yang MELIHAT itu sendiri.

Sebagai Contoh Ketika anda berada pada Forum FFI, anda akan melihat Pandangan2an bahwa seorang MUHAMMAD dianggap tak lebih adalah seorang penjahat kelas kakap yang seakan2 tidak pantas menjadi seorang NABI, akan tetapi ketika anda hadir di FORUM ISLAMI, maka anda akan membaca pandangan2 Muhammad, bahwa beliau adalah Nabi yang sangat Agung, mulia, sederhana, tauladan, cerdas, dan berakhlak mulia.

Jelas sekali kan perbedaannya? Itu artinya kita berada simanapun, dibelahan bumi manapun, pandagan manusia terhadap suatu peristiwa, tokoh dan lainnya akan selalu bisa dilihat secara HITAM dan PUTIH.

Seorang HITLER juga diagung2kan oleh para pendukungnya, dan Kepala Bandit pun bisa dianggap orang yang bijaksana oleh anak buahnya.

Akan tetapi sekarang, yuk mari kita lihat secara PUTIH, mengingat MAISAROH adalah “bekas” orang yang juga pernah menjadi Pengikut seorang Muhammad mari kita lihat seorang Muhammad secara ISLAM, bukan secara mereka yang berdiri di luar Muhammad.

Fokus pertanyaan anda : Apakah benar seorang Muhammad memiliki sifat2 Brutal di masa hidupnya?

Brutal dari sisi apa? Saya juga bisa jadi orang brutal yang menebaskan Golok ke perut atau ke leher perampok yang tiba2 masuk kerumah saya sendiri, dimana perampok tsb sudah mengancam keselamatan nyawa keluarga ane sendiri dan akan menyerang serta merebut harta hasil jerih payah saya sendiri.

Dan bukan tidak mungkin, tindakan saya yang sampai menggorok leher dan menusuk perut si rampok itu, sama keluarga si rampoknya sayapun akan disebut sebagai orang yang brutal, biadab, tidak berprikemanusiaan, pembunuh dll.

Akan tetapi Nabi dalam melakukan Perlawanan dan Pembelaannya pun selalu berpegang pada sumber yang jelas, sebab Allah sendiri memberikan “masukan’ :

16. 126. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

22.60. Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.


Pertanyaannya sekarang kepada anda, kalo saya boleh bertanya kepada anda sendiri, biar berimbang, apa yang anda lakukan untuk mempertankan harga diri anda, keamanan anda serta amanah yang anda bawa dari serangan pihak lain?.

Mudah2an penjelasan saya yang sederhana dan singkat ini bisa anda pahami.

Wassalam.
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby Maisaroh » Thu Jun 07, 2007 9:14 pm

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih atas empati Sdr terhadap musibah yg menimpa keluarga saya. Saya jadi terkesan dan terharu membacanya, tidak disangka kata-kata sejuk seperti itu bisa terlontar keluar dari Saudara yg gemar menghujat dan menghina agama orang lain. (Maaf, jangan tersinggung ya?).

Biar memberikan kesan silaturrahim, saya panggil Asbunawas dengan panggilan Mas Asbun aja. Tidak apa-apa, kan?

Mas Asbun menanyakan soal keaslian foto. Benar, itu foto saya. Memang ada apa, Mas?

Justru saya berharap Mas Asbun juga bersedia menampilkan wajah Mas di forum ini, supaya saya tahu wajah orang yang sedang saya ajak diskusi.

Kemudian, Mas Asbun bertanya kepada saya tentang apa yang akan saya lakukan bila diri saya diserang oleh musuh? Saya akan mencoba mempertahankan diri. Ini jawaban saya. Bukankah jawaban ini yang Mas Asbun harapkan?

Tetapi untuk kasus nabi Muhammad, apa benar dia diserang/diperangi? Apa Mas Asbun tahu sendiri kalau nabi Muhammad membunuh dan merampok lantaran dia diserang atau diperangi oleh kafir? Apakah Mas Asbun dapat memberi bukti otentik bahwa Muhammad diperangi dan bukan dia yang memerangi?

Pernyataan Mas tentang “ada aksi pasti ada reaksi”. Menurut pendapat saya, reaksi itu memang sudah menjadi kodrat, tapi reaksi yang melampaui batas itu bukan lagi reaksi yg sewajarnya, melainkan dendam. Dan secara nurani, saya tidak bisa percaya bahwa dendam telah menjadi ajaran dari sebuah agama yg katanya mengajarkan kasih sayang kepada sesama.

Mas Asbun menganggap bahwa apa yang saya lihat pada diri Muhammad adalah keliru, karena saya melihatnya dari sisi HITAM sehingga yang nampak adalah kebrutalan, kejahatan dan kemaksiatan. Sebaliknya Mas dan juga teman-teman saya yang lain melihat diri Muhammad dari sisi PUTIH, sehingga yang nampak adalah kebaikan dan keagungannya.

Mas memberi contoh demikian:
“....Seorang HITLER juga diagung2kan oleh para pendukungnya, dan Kepala Bandit pun bisa dianggap orang yang bijaksana oleh anak buahnya....”

Bukankah dengan contoh itu Mas sedang menyindir nabi Muhammad dan para pengikutnya?

Seorang yang hidupnya benar-benar PUTIH, tidak akan memiliki sisi HITAM sekalipun orang berusaha mencari-carinya.

Apa Mas tahu Madam Theresa? Semua orang memuji ibu ini, dan kita semua setuju tidak ada HITAM-PUTIH pada dirinya walau kita melihat dari sisi mana pun, yang ada cuma PUTIH saja.

Begitu pula pada junjungan umat Budhis, Sidharta Gautama. Sifatnya yang welas asih itu benar-benar cerminan dari keseluruhan watak dan perilaku hidupnya. Tak ada catatan yang menceritakan sisi HITAM dari Sidharta Gautama. Coba Mas pikir, kalau Sang Budha saja bisa benar-benar PUTIH, lalu kenapa nabi kita yang katanya nabi teladan bagi seluruh umat manusia malah memiliki sisi HITAM?

Dengan ditemukannya sisi HITAM pada diri nabi kita, bukankah ini membuktikan nabi kita tidak benar-benar PUTIH?

Mas Asbun menulis:
”....Perbandingan2an yang anda lakukan lebih kepada sisi2 Gelap yang bisa terjadi pada sebuah AGAMA manapun yang dilakukan oleh para penganutnya yang memang sudah menyimpang dari KESUCIAN AGAMA itu sendiri.....”

Saya setuju sama Mas, bahwa semua orang pasti punya sisi gelap tanpa melihat apa pun agamanya. Tapi tidakkah Mas berpikir barang sejenak pun kalau agama kita memang mengajarkan hal-hal yang di luar akal sehat?

Mas menulis:
”...Sebagai Contoh : Kelakuan AMROZI, apakah dibenarkan oleh ISLAM ? jelas TIDAK!, Akan tetapi kelompok2 mereka menatasnamakan Kesucian Tuhan dalam perbuatannya yaitu dengan nama JIHAD....”

Apakah menurut Mas yang dilakukan AMROZI itu salah?
Apakah menurut Mas yang dilakukan Imam Samudra, Nurdin M Top, Doktor Azahari itu semua keliru dan tidak sesuai dengan ajaran Islam?
Kalau salah kenapa Abu Bakar Baasyir mendukung kelompok-kelompok radikal ini? Bahkan sang Ustadz juga mengirimkan pasukan JIHADnya ke Ambon di mana hal itu malah memperkeruh suasana. Menurut pendapat Mas pribadi, apakah Mas Asbun lebih mengerti ISLAM daripada Ustadz Abu Bakar Baasyir?

Nabi Muhammad dalam pidato perpisahannya menyerukan: "Saya diperintahkan utk memerangi semua orang sampai mereka mengatakan la illaha illalah"

Saladin (1189M) pahlawan Islam kenamaan sepanjang sejarah juga meneruskan sunnah beliau: “Saya akan menyeberangi lautan menuju pulau2 mereka utk mengejar mereka sampai tidak ada orang lagi di muka bumi ini yg tidak mengakui Allah.”

Pemimpin Muslim Iran Ayatollah Khomeini (1979) juga menyerukan hal serupa: “Kami akan mengekspor revolusi kami keseluruh dunia sampai seruan "la illaha illalah Muhamad rasulullah" dikumandangkan di seluruh dunia.”

Dan Osama bin Laden (November 2001) juga menyatakan hal yg sama seperti pendahulunya: “Saya diperintahkan utk memerangi orang sampai mereka mengatakan tidak ada tuhan selain Allah dan rasulnya Muhamad.”

Coba Mas resapi pernyataan-pernyataan mereka, baik atau jahat? Kalau nabi kita sendiri mengatakan itu, berarti Muslim yang menerapkannya adalah The True Moslem, sedangkan Muslim yang tidak mengamalkan ajaran nabi bukanlah Muslim yang sejati. Bagaimana pendapat pribadi Mas?

Mas Asbun menulis:

”...Tindakan BUNUH diri dan MEMBUHUH ORANG lain adalah Perbuatan yang tidak dapat dibenarkan oleh AGAMA Manapun ketika dalam kondisi suatu bangsa/masyarakat dalam keadaan damai (TIDAK PERANG)......”

Dengan perkataan lain, apabila kondisi masyarakat dalam keadaan PERANG maka hal itu dibolehkan dalam Islam? Ya, Mas, saya setuju bahkan bukan cuma agama Islam, seluruh dunia juga akan berkata setuju yaitu dengan syarat: Kondisi Perang.

Tapi persoalannya sekarang, apa definisi Perang menurut nabi kita? Bukankah orang yang didakwahi namun tetap menolak maka ia masuk kategori orang yang halal diperangi? Bila alasan “Perang” dijadikan dasar bagi semua perbuatan biadab, maka Islam tidak lagi sebuah agama yang rahmatan lil alamin, tapi sebuah ancaman serius bagi kemaslahatan umat manusia. Sebab sewaktu-waktu “seruan perang” bisa dikobarkan sepihak oleh Islam. Bagaimana Mas, menurut pendapat pribadi Mas Asbun?

Mas Asbun menulis:
”...Akan tetapi sekarang, yuk mari kita lihat secara PUTIH, mengingat MAISAROH adalah “bekas” orang yang juga pernah menjadi Pengikut seorang Muhammad mari kita lihat seorang Muhammad secara ISLAM, bukan secara mereka yang berdiri di luar Muhammad....”

Baik, anggap saja Muhammad tidak punya sisi hitam. Untuk sementara saya mencoba untuk menutup mata terhadap semua bukti konkrit yang sudah saya miliki, bahkan yg telah saya alami sendiri. Dalam diskusi ini, yang saya butuhkan sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu AKAL & NURANI.

Anggap saja semua argumentasi yang saya tulis di atas adalah intermezo.

Ini pertanyaan kedua saya untuk Mas Asbun: “Dari mana Mas Asbun tahu kalau Muhammad itu nabi?”

Ini pertanyaan yang sangat sederhana, Mas. Tolong dijawab secara sederhana pula.

Saya tunggu jawaban jujur dari Mas Asbun, dan dimohon tidak mengutip kata-kata atau pendapat orang lain.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
User avatar
Maisaroh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Sat Jun 02, 2007 1:08 pm

Postby FFI Admin » Thu Jun 07, 2007 11:26 pm

Kepada Moderator FFI dan Ruang Bedah Islam, mohon jangan pindahkan debat bermutu bebas caci-maki ke luar dari Ruang Bedah Islam.

Forum Admin.
FFI Admin
Forum Admin
Forum Admin
 
Posts: 364
Joined: Wed Mar 15, 2006 1:25 pm

Postby asbunawas » Fri Jun 08, 2007 4:05 pm

Maysaroh wrote:Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih atas empati Sdr terhadap musibah yg menimpa keluarga saya. Saya jadi terkesan dan terharu membacanya, tidak disangka kata-kata sejuk seperti itu bisa terlontar keluar dari Saudara yg gemar menghujat dan menghina agama orang lain. (Maaf, jangan tersinggung ya?).


Terus terang, sifat saya yang sebenarnya memang seperti itu, sebab yang namanya Kematian, adalah merupakan peristiwa yang selalu menyentuh hati saya, dan selalu membuat diri saya sendiri merasa takut, takut kalau pada saat saya mati, bekal yang saya kumpulkan belum mencukupi untuk saya jadikan bekal setelah kematian. Dan saya sendiri kadang selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan orang mati sampai pada liang kuburnya, sambil membayangkan diri sendiri, yang kalau suatu saat nanti, giliran saya yang tiba yang dimasukan ke dalam liang kubur itu…, siapa yang akan menemani saya diruang yang gelap dan sempit itu?

Saya selalu membayangkan, didalam kubur itu gelap, pengap, sempit, tapi untung agama saya memberikan penjelasan. Bahwa lubang kubur bisa menjadi tempat yang menyenangkan, karena ketika kita mati menjadi manusia yang menjadi Tamu Allah asalkan kita selama di dunia menjadi hamba Allah yang baik, dan bukan menjadi Musuh Allah yang datang ke “Rumah Allah”.

Saya juga kadang berpikir, Alam Akhirat adalah menjadi Rumah Allah, apabila kita menjadi hamba Allah yang baik, maka ketika kita mendatangi Rumah Allah akan mendapatkan sambutan yang baik dari yang punya Rumah, maka ketika kita hidup di Dunia menjadi Musuh Allah, maka ketika kita datang ke rumah Allah? Masya Allah, seorang musuh memasuki rumah yang dulu selama Dunia kita membencinya, saya yakin anda pun akan kebingungan ketika memasukinya. Dan mudah2an kita semua menjadi Tamu Allah yang baik, yang akan diterima oleh yang punya Rumah dengan sambutan yang memberikan kebahagiaan bagi kita. Amin.

Saya juga kadang suka membayangkan, ketika saya diturunkan dan disimpan didalam liang kubur bisa jadi tidak ada yang peduli lagi terhadap saya, mungkin hanya sebahagian orang yang menangisi kepergian saya, bahkan rekan-rekan dan neter2 FFI yang setiap hari saya temui pun mungkin tidak akan ada tahu dan peduli, ketika saya berhadapan dan diharuskan mempertangung jawabkan perbuatan2an saya di depan Hakim yang MAHA AGUNG…, masya allah!

Mengenai hujat menghujat dan hina menghina, anda mungkin bisa membaca dari ulasan saya sebelumnya, setetes air yang jatuh diatas genangan selalu akan menimbulkan riak diatasnya, setiap aksi pasti ada reaksi. Saya tidak maksud menghujat & menghina, tapi hanya menyampaikan realitas kemampuan kesederhanaan pandangan saya yang saya pahami dan saya mengerti. Begitupun dengan neter2 disini, ketika mereka kita anggap ulasan2 mereka sebagai bentuk suatu perbuatan yang menghujat dan menghina, mereka pun beralasan yang sama.

Tapi biarlah itu semua yang MAHA BENAR yang menilai, sebab kalau manusia hanyalah memiliki sifat MERASA BENAR dan MERASA PALING benar saja, sehingga manusia pun bisa menghalalkan segala caranya kalo sudah dirinya merasa lebih benar dan selalu berlindung dibalik KEBENARAN sesuai asumsinya sendiri yang belum tentu BENAR.

Maysaroh wrote:
Biar memberikan kesan silaturrahim, saya panggil Asbunawas dengan panggilan Mas Asbun aja. Tidak apa-apa, kan?


Ohh Nda apa-apa.., kalo mau memanggil Om James Bond juga engga apa-apa, saya akan merasa senang hati…hehehe, maaf becanda biar kita engga usah terlalu serius.

Maysaroh wrote:
Mas Asbun menanyakan soal keaslian foto. Benar, itu foto saya. Memang ada apa, Mas?


Oooh Itu asli toh? Kamu orangnya manis dan cantik juga, mudah2an kamu juga memiliki hati yang cantik dan manis juga sehingga setiap orang bisa merasa betah dekat kamu dan merasa senang ketika ngobrol sama kamu. (koq jadi chating gini sih hehehehe, jadi malu nih karena ditonton sama jutaan permirsa FFI).
Biasanya kalo parasnya cantik, hatinya cantik akan selalu terhindar dari penyakit2 hati, seperti berbohong, berkata tidak baik, memfitnah, mencela orang, dan penyakit hati lainnya yang mudah2an itu semua bisa terdapat pada diri kamu sendiri. Wallahuallam.


Maysaroh wrote:
Anda menulis :
Justru saya berharap Mas Asbun juga bersedia menampilkan wajah Mas di forum ini, supaya saya tahu wajah orang yang sedang saya ajak diskusi.


Apakah memang perlu?, bukankah anda hanya untuk berdiskusi dengan saya dan bukan untuk memandang wajah saya kan?
Terus terang sih, kalo bagi saya sendiri, saya merasa takut memasang Foto di Forum FFI ini, Takutnya nanti banyak yang kesengsem terhadap saya…..hehehehe..(maaf becanda lagi, sebab sebetulnya saya orangnya senang becanda, jadi kalo Mbak Maysaro perlu temen untuk ngobrol sekedar untuk ketawa-ketawi bisa menghubungi saya juga atau bisa saling ketemuan dengan saya..hehehe)


Maysaroh wrote:
Kemudian, Mas Asbun bertanya kepada saya tentang apa yang akan saya lakukan bila diri saya diserang oleh musuh? Saya akan mencoba mempertahankan diri. Ini jawaban saya. Bukankah jawaban ini yang Mas Asbun harapkan?


Standard juga jawabannya, Manusia yang Sehat memang akan berusaha mempertahankan atas segala apa yang menjadi miliknya, menjadi amanahnya, dan menjaga terhadap keselamatan bagi dirinya.

Maysaroh wrote:Tetapi untuk kasus nabi Muhammad, apa benar dia diserang/diperangi? Apa Mas Asbun tahu sendiri kalau nabi Muhammad membunuh dan merampok lantaran dia diserang atau diperangi oleh kafir? Apakah Mas Asbun dapat memberi bukti otentik bahwa Muhammad diperangi dan bukan dia yang memerangi?


Sebenarnya saya sendiri sudah menanyakan seperti apa yang dituduhkan oleh anda, Apakah benar tuduhan anda bahwa Muhammad adalah seorang yang Brutal semasa hidupnya?, seorang Muhamad brutal dari sisimananya? Tapi sayang anda tidak menjawabnya tapi anda malah bertanya kepada saya, jadi untuk sementara saya negulang kembali pertanyaan tersebut untuk anda. dan saya belum akan memberikan bukti2 tsb, sebelum anda menjelaskan “sisi2 kebrutalan” muhammad menurut anda.

Sebenarnya dibeberapa Topik sudah dijelaskan oleh rekan muslim lainnya tentang Alasan Nabi Muhammad dalam melakukan peperangannya, cuman sayang saya lupa lagi topiknya, mungkin Moderator atau simpunya Topik mau bantu untuk memberikan Linknya.

Saya kira alasan ditopik itu cukup memberikan penjelasan secara gamblang tentang Peperangan yang dilakukan oleh Rasul.

Tapi sebelum saya menjelaskan ulang, pertanyaan saya kepaa anda berlum terjawab, dari sisi mana anda melihat “kebrutalan” seorang Muhammad?

Maaf saya sepertinya membalas pertanyaan dengan pertanyaan, tapi maksud saya agar pertanyaan saya sebelumnya untuk mengetahui sisi Kebrutalan menurut anda bisa terjelaskan lebih dahulu.

Maysaroh wrote:Pernyataan Mas tentang “ada aksi pasti ada reaksi”. Menurut pendapat saya, reaksi itu memang sudah menjadi kodrat, tapi reaksi yang melampaui batas itu bukan lagi reaksi yg sewajarnya, melainkan dendam. Dan secara nurani, saya tidak bisa percaya bahwa dendam telah menjadi ajaran dari sebuah agama yg katanya mengajarkan kasih sayang kepada sesama.


Ajaran mana yang menyuruh manusia untuk berbuat Dendam, adakah Dendam diajarkan dalam ISLAM, didalam ISLAM tidak ada ayat yang menyuruh manusia untuk berbuat Dendam, tapi ALLAH menekankan manusia untuk selalu berbuat SABAR, salah satu ayat yang memerintahkan manusia untuk berbuta sabar sebagaimana Q:S : 3: 186:
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan"

Bahkan Ayat2 yang menyuruh umat manusia agar bersabar begitu banyak disampaikan didalam al-quran, saya kira karena anda “bekas” seorang muslim, anda bisa menggalinya kembali biar saya tidak disebut asbun, meskipun nick saya memang asbunawas.

Kalau boleh boleh saya bertanya kepada anda? Dimana ayat yang menyatakan bahwa didalam ISLAM bahwa DENDAM adalah perbuatan yang diperintahkan kepada manusia?


Maysaroh wrote:Mas Asbun menganggap bahwa apa yang saya lihat pada diri Muhammad adalah keliru, karena saya melihatnya dari sisi HITAM sehingga yang nampak adalah kebrutalan, kejahatan dan kemaksiatan. Sebaliknya Mas dan juga teman-teman saya yang lain melihat diri Muhammad dari sisi PUTIH, sehingga yang nampak adalah kebaikan dan keagungannya.

Mas memberi contoh demikian:
“....Seorang HITLER juga diagung2kan oleh para pendukungnya, dan Kepala Bandit pun bisa dianggap orang yang bijaksana oleh anak buahnya....”

Bukankah dengan contoh itu Mas sedang menyindir nabi Muhammad dan para pengikutnya?


Kalo saya berpendapat, anda sepertinya mulai tidak enak untuk diajak ngobrol yang baik dan sehat, anda mulai mengedepankan asumsi2 anda yang bertolak belakang dengan apa yang saya sampaikan, adakah saya menyinggung bahwa perbuatan HITLER dan KEPALA BANDIT tsb sebagai sindiran terhadap Muhammad? Atau adakah saya menyebut bahwa perbuatan HITLER dan BANDIT adalah sebagai Pribadi Muhammad dan Pengikutnya?

Mudah2an untuk diskusi selanjutnya anda bisa lebih sehat lagi dalam menerima sebuah ulasan.

Maysaroh wrote:Seorang yang hidupnya benar-benar PUTIH, tidak akan memiliki sisi HITAM sekalipun orang berusaha mencari-carinya.

Apa Mas tahu Madam Theresa? Semua orang memuji ibu ini, dan kita semua setuju tidak ada HITAM-PUTIH pada dirinya walau kita melihat dari sisi mana pun, yang ada cuma PUTIH saja.


Madam Theresa? Saya juga tahu, dan saya mengenalnya, Madam Theresa adalah merupakan Tokoh dan Sosok yang Mulia juga dimata saya sebagai MANUSIA, Madam theresa diagung2kan dan mendapatkan berbagai penghargaan dari MANUSIA sebagai manusia agung dan mulia karena mengedepankan sisi-sisi kemanusiaan.

Mudah2an Madam Theresa selalu dimuliakan oleh MANUSIA dan selalu diagung-agungkan oleh MANUSIA dikarenakan memiliki Pribadi yang baik terhadap MANUSIA.

Dan saya pribadi sebagai MANUSIA merasa salut atas sisi-sisi kemanusiaan seorang Madam Theresa.

Begitu juga dengan Seorang Sharon Stone (Artis Film Basic Instinc) saya juga salut atas sisi KEMANUSIAANNYA, konon katanya puluhan Juta Dollar dari uang hasil perolehan dia dari Main Film Basic Insting dan Film Lainnya, Dia juga sumbangkan juga untuk membantu Misi kemanusiaan dibeberapa negara2 Miskin lainnya, dan dia sumbangkan juga untuk membantu anak-anak afrika yang kelaparan. Begitu juga dengan Madona (penyanyi), anda mungkin kenal juga, Madonapun dalam masalah kemanusiaan dia sering membantu Misi2 Kemanusiaan, baik yang dia sponsori sendiri maupun yang disposory oleh yayasan2 kemanusian dunia lainnya. Begitu juga dgn Angelina Jolie yang main di Film SIN dengan Anthonio Banderas, dia menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF di Afrika juga, dan secara sisi kemanusiaan Tokoh2 tsb memang layak mendapatkan Penghargaan, acungan jempol dan dijadikan Manusia Mulia dimata MANUSIA, karena mereka telah memuliakan Manusia lainnya, dan balasan bagi manusia yang selalu memuliakan manusia adalah Kemuliaan dari MANUSIA itu sendiri.

Maysaroh wrote:Begitu pula pada junjungan umat Budhis, Sidharta Gautama. Sifatnya yang welas asih itu benar-benar cerminan dari keseluruhan watak dan perilaku hidupnya. Tak ada catatan yang menceritakan sisi HITAM dari Sidharta Gautama. Coba Mas pikir, kalau Sang Budha saja bisa benar-benar PUTIH, lalu kenapa nabi kita yang katanya nabi teladan bagi seluruh umat manusia malah memiliki sisi HITAM?

Dengan ditemukannya sisi HITAM pada diri nabi kita, bukankah ini membuktikan nabi kita tidak benar-benar PUTIH?


Karena anda manusia maka anda akan selalu melihat sisi seorang Sidharta, Madam Theresa dengan mengunakan Kacamata KEMANUSIAAN.
Dan sayapun sebagai manusia selalu memberikan Hormat dan merasa salut bagi mereka-mereka yang memiliki sifat2 KEMANUSIAAN yang baik.

Dalam ulasan anda terhadap ORANG2 BAIK tsb, anda membelokan kepada seorang Muhammad? Adakah yang salah dengan Muhammad dan anda mengatakan memiliki Sisi Hitam, Sisi Hitam darimana? saya ingin bukti dulu dari anda? terlalu banyak tuduh2an2 yang berseliweran di Forum2 ini dan terlalu banyaknya neter2 yang juga mengacaukan isi topik, sehingga saya tidak bisa menjelaskan secara sehat, ketika saya bertemu dengan anda yang lebih sehat, mudah2an saya bisa menjelaskannya.

Tolong anda sebutkan sisi gelap menurut anda tsb.


Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”....Perbandingan2an yang anda lakukan lebih kepada sisi2 Gelap yang bisa terjadi pada sebuah AGAMA manapun yang dilakukan oleh para penganutnya yang memang sudah menyimpang dari KESUCIAN AGAMA itu sendiri.....”

Saya setuju sama Mas, bahwa semua orang pasti punya sisi gelap tanpa melihat apa pun agamanya. Tapi tidakkah Mas berpikir barang sejenak pun kalau agama kita memang mengajarkan hal-hal yang di luar akal sehat?


Contohnya?

Maysaroh wrote:
Mas menulis:
”...Sebagai Contoh : Kelakuan AMROZI, apakah dibenarkan oleh ISLAM ? jelas TIDAK!, Akan tetapi kelompok2 mereka menatasnamakan Kesucian Tuhan dalam perbuatannya yaitu dengan nama JIHAD....”

Apakah menurut Mas yang dilakukan AMROZI itu salah?
Apakah menurut Mas yang dilakukan Imam Samudra, Nurdin M Top, Doktor Azahari itu semua keliru dan tidak sesuai dengan ajaran Islam?
Kalau salah kenapa Abu Bakar Baasyir mendukung kelompok-kelompok radikal ini? Bahkan sang Ustadz juga mengirimkan pasukan JIHADnya ke Ambon di mana hal itu malah memperkeruh suasana. Menurut pendapat Mas pribadi, apakah Mas Asbun lebih mengerti ISLAM daripada Ustadz Abu Bakar Baasyir?



Begini lho Mbak, Agama bagi saya adalah ibarat pakaian untuk diri sendiri. Pakaian yang kita pakai apakah terasa nyaman atau tidak nyaman tergantung kita yang merasakan. Abu bakar basyir misalkan kalo dia merasa nyaman pakai jaket kulit ditengah panas yang terik yang monggo wae, toh dia sendiri yang merasakannya, amrozi misalkan merasa nyaman dengan pakai singlet dimalam yang dingin ya silahkan toh dia sendiri yang merasakan. Akan tetapi orangpun akan sendirinya melihat bahwa Pakaian yang mana sebenarnya yang layak dan mana yang tidak layak dipakai oleh orang2 tsb sesuai dengan situasinya.

Kalau saya misalkan merasa nyaman dengan pakaian kemeja ditambah dari dan celana katun saat bekerja dikantor dan temen sekerja juga merasa nyaman dan enak ketika melihat saya, itulah saya !.

Jadi artinya, agama bisa menjadi bagian yang paling mendasar untuk diri sendiri karena hasilnya adalah akan dirasakan oleh diri sendiri juga.

Anda faham dengan maksudnya ? boleh bertanya kalo masih belum faham. Tapi itulah bahasa saya, sebab menurut anda saya tidak perlu jadi Profesor atau menjadi orang pintar tapi cukup untuk berbicara secara Nurani, dan itulah Nurani saya.


Maysaroh wrote:
Nabi Muhammad dalam pidato perpisahannya menyerukan: "Saya diperintahkan utk memerangi semua orang sampai mereka mengatakan la illaha illalah"

Saladin (1189M) pahlawan Islam kenamaan sepanjang sejarah juga meneruskan sunnah beliau: “Saya akan menyeberangi lautan menuju pulau2 mereka utk mengejar mereka sampai tidak ada orang lagi di muka bumi ini yg tidak mengakui Allah.”

Pemimpin Muslim Iran Ayatollah Khomeini (1979) juga menyerukan hal serupa: “Kami akan mengekspor revolusi kami keseluruh dunia sampai seruan "la illaha illalah Muhamad rasulullah" dikumandangkan di seluruh dunia.”

Dan Osama bin Laden (November 2001) juga menyatakan hal yg sama seperti pendahulunya: “Saya diperintahkan utk memerangi orang sampai mereka mengatakan tidak ada tuhan selain Allah dan rasulnya Muhamad.”



Serem ya kedengarannya kalo mendengar kata Perang atau Memerangi?
Contoh : Perang Iran Irak, Perang Amerika – Irak, Perang Dingin Amerika – Unisovyet, Perang Afganistan, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Moral, Perang Argumentasi, Perang Pendapat, Perang Tulisan…dll.dll.dll….

Anda mungkin pernah mendengar Kampanye yang mengatakan : Mari Kita Perangi NARKOBA, atau “Memerangi NARKOBA adalah Menyelamatkan Anak Bangsa!”

Apakah setiap mendengar kata Perang harus identik dengan senjata? pesawat tempur, kapal Induk, bunuh membunuh, tembak menembak? tusuk menusuk pakai bambu runcing? Bombardir sana bombardir sini?

Contoh : Seorang ibu dengan sifat keibuannya memberikan nasihat kepada anaknya ”Anakku, kalau kamu menyayangi diri kamu sendiri dan mencintai Ibu kamu yang sudah melahirkan kamu, kamu hindari semua obat2an yang bisa menjerumuskan kamu kepada kehancuran, tidak ada gunanya nak kamu bergaul dengan barang2 haram tsb”.

Nasihat si Ibu tsb tak lebih juga merupakan Wujud Perang terhadap Narkoba agar anaknya tidak MATI gara2 barang haram tsb? apakah si Ibu harus dengan membawa2 pedang dan senjata untuk menjalankan perangnya tsb?

Contoh lagi : Kita sering menyaksikan tim gabungan kepolisian di beberapa negara yang kontak senjata dengan para gembong mafia dan gembong2 narkoba, bahkan tidak lebih sampai terjadi kematian yang mengenaskan gara2 aksi perang terhadap NARKOBA tsb.

Dengan kedua contoh tsb, saya mudah2an anda bisa faham, bahwa setiap perang tidak harus selalu dilakukan atau tidak harus selalu diwujudkan dengan jatuhnya KORBAN sampai mati dan menghilangkan nyawa, tapi bisa, juga dengan melalui nasihat, dakwah, yang kalo sekarang mungkin bisa dikatakan dengan PERANG ARGUMENTASI dan PERANG TULISAN dan PERANG PENDAPAT…, atau lebih kita kenal dengan sebutan DEBAT.

Tapi tergantung levelnya.., kalo level gembong Narkobanya udah kayak mafia2 di ITALI atau Gembong2 Narkotika di Meksiko, yang kelompok2nya sudah seperti angkatan perang, sudah pasti untuk melawam mereka harus dihadapi juga dengan pake senjata.

Jadi sebenarnya, tidak serem juga kan dengan kata2 para Tokoh2 ISLAM itu sendiri?, meskipun memakai kata2 PERANG atau MEMERANGI.?
Jangan terlalu didramatisir lah…., seakan2 Kalimat LAILAHA ILLALAH itu harus selalu disampaikan dengan PEDANG terus, kalo dulu orang2nya benar2 barbar dan jahiliyah, ya harus dilawan lagi pake pedang, masa PEDANG harus dilawan pake Lidi, ya masti konyol nantinya.

Kalo sekarang ya cukup dengan Ceramah, Dakwah, Debat, Nasihat, Prilaku yang baik, prilaku yang benar2 ISLAMI dan menunjukan Ahlaqul Karimah yang baik.

Ditipi2 aja sekarang sering koq memakai kata perang & memerangi, yaitu contohnya tadi seperti diatas : Mari Kita Perangi NARKOBA, atau “Memerangi NARKOBA adalah Menyelamatkan Anak Bangsa!”

, daripada berteriak menegakan HAM&DEMOKRASI tapi dipaksakan pake embargo ekonomi, embargo senjata, dan penyerangan dengan Koalisi Gabungan Negara2 yang tujuannya Emang Perang beneran seperti kayak di Irak.

Tapi balik lagi, kita engga usah jauh2 ngomongin Irak, Toh ketika mati kita engga bakalan ditanya tentang perang Irak juga kan? Karena pakaian yang kita pakai, maka kita yang harus menjaganya untuk tetap selalu bersih dan menjadi nyaman untuk diri sendiri dan dilihat oleh orang lain.

Maysaroh wrote:
Coba Mas resapi pernyataan-pernyataan mereka, baik atau jahat? Kalau nabi kita sendiri mengatakan itu, berarti Muslim yang menerapkannya adalah The True Moslem, sedangkan Muslim yang tidak mengamalkan ajaran nabi bukanlah Muslim yang sejati. Bagaimana pendapat pribadi Mas?



Pendapat saya pribadi, yaitu tadi sama dengan isi kampanye seperti Bangsa Kita lagi perang terhadap Narkoba yang isinya :

“Mari Kita Perangi NARKOBA”, atau “Memerangi NARKOBA adalah Menyelamatkan Anak Bangsa!”

Kalo menurut saya pribadi tidak seseram yang anda kira toh? Karena pengertian perang tidak harus selalu menimbulkan pertumpahan darah dan menimbulkan jatuhnya korban toh?


Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”...Tindakan BUNUH diri dan MEMBUHUH ORANG lain adalah Perbuatan yang tidak dapat dibenarkan oleh AGAMA Manapun ketika dalam kondisi suatu bangsa/masyarakat dalam keadaan damai (TIDAK PERANG)......”

Dengan perkataan lain, apabila kondisi masyarakat dalam keadaan PERANG maka hal itu dibolehkan dalam Islam? Ya, Mas, saya setuju bahkan bukan cuma agama Islam, seluruh dunia juga akan berkata setuju yaitu dengan syarat: Kondisi Perang.

Tapi persoalannya sekarang, apa definisi Perang menurut nabi kita? Bukankah orang yang didakwahi namun tetap menolak maka ia masuk kategori orang yang halal diperangi? Bila alasan “Perang” dijadikan dasar bagi semua perbuatan biadab, maka Islam tidak lagi sebuah agama yang rahmatan lil alamin, tapi sebuah ancaman serius bagi kemaslahatan umat manusia. Sebab sewaktu-waktu “seruan perang” bisa dikobarkan sepihak oleh Islam. Bagaimana Mas, menurut pendapat pribadi Mas Asbun?



Anda sepertinya PHOBIA terhadap kata PERANG deh, mudah2an dengan penjelasan saya diatas, sebagaimana contoh seorang ibu yang menasihati anaknya untuk MEMERANGI NARKOBA agar anaknya tidak MATI KONYOL gara2 NARKOBA, anda tidak lagi merasa Phobia dengan Kata Perang.
Faham neng?

Malahan kalo ane sendiri juga menganggap bahwa Neter2 MUSLIM di FFI juga sedang melakukan PERANG dengan Para KAFIRIN disini, tapi tidak ada KORBAN yang jatuh juga kan? merela saling melancarkan serangan argumen demi argumen dan saling mempertahankan argumen, cuman sayang Kaum ISLAM di FFI hanya disuruh untuk bertahan dikarenakan Perang di FFI usah diatur, bahwa ISLAMlah yang harus diserang, dan ISLAM tidak boleh menyerang dengan menggunakan senjata apapun, maupun dengan cara OOT keagama lain..hehehehe (maaf cuman intermeso saja tapi mudah2an bisa membantu memberikan penjelasan kepada anda).


Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”...Akan tetapi sekarang, yuk mari kita lihat secara PUTIH, mengingat MAISAROH adalah “bekas” orang yang juga pernah menjadi Pengikut seorang Muhammad mari kita lihat seorang Muhammad secara ISLAM, bukan secara mereka yang berdiri di luar Muhammad....”

Baik, anggap saja Muhammad tidak punya sisi hitam. Untuk sementara saya mencoba untuk menutup mata terhadap semua bukti konkrit yang sudah saya miliki, bahkan yg telah saya alami sendiri. Dalam diskusi ini, yang saya butuhkan sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu AKAL & NURANI.

Anggap saja semua argumentasi yang saya tulis di atas adalah intermezo.

Ini pertanyaan kedua saya untuk Mas Asbun: “Dari mana Mas Asbun tahu kalau Muhammad itu nabi?”



Ane jujur aja ya, Pertama dari Orang Tua ane, setelah dari orang Tua ane, dari guru Agama, setelah gitu guru ngaji juga bilang sama, sehabis dari guru ngaji dari AL QURAN. Ujungnya emang ternyata Al-Quran memberitakan bahwa Muhammad itu adalah Nabi.
Jadi mulai dari Ortu, guru ngaji, guru agama ternyata sumber Infonya memang dari AL-Qur’an.
Al-Quran diyakini sebagai Kalam Allah, jadi Allahlah yang memberitahu kepada ISLAM, bahwa Muhammad adalah seorang NABI&RASUL.

Apakah ayat2nya perlu saya sampaikan juga, saya kira engga perlu kali ya, kan anda ‘bekas’ islam, jadi tahu dong ayat2nya juga.

Kalo Al-Quran tidak ane percayai, emangnya siapa lagi yang harus ane percayai, wong dia datangnya dari ALLAH koq. Iya engga jeng ?

Maysaroh wrote:
Ini pertanyaan yang sangat sederhana, Mas. Tolong dijawab secara sederhana pula.
Saya tunggu jawaban jujur dari Mas Asbun, dan dimohon tidak mengutip kata-kata atau pendapat orang lain.

Wassalamualaikum Wr. Wb.



Memang pertanyaan dari anda sangat sederhana dan saya juga sudah sampaikan penjelasnnya dengan bahasa yang sederhana, mudah2an anda bisa faham dengan bahasa ASLI saya yang tidak saya copy paste dari mana-mana, kecuali mungkin ayat2 saja. karena kita lagi bicara dari hati kehati toh?


Wasalam.
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby Maisaroh » Sat Jun 09, 2007 2:01 am

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih atas pujiannya, saya percaya Mas orangnya baik.

Walau Mas enggan menampilkan foto di forum ini, saya tetap beranggapan Mas adalah seorang yang berwajah kalem dan baik hati. Semoga benar demikian.

Mas Asbun menulis:
Mengenai hujat menghujat dan hina menghina, anda mungkin bisa membaca dari ulasan saya sebelumnya, setetes air yang jatuh diatas genangan selalu akan menimbulkan riak diatasnya, setiap aksi pasti ada reaksi. Saya tidak maksud menghujat & menghina, tapi hanya menyampaikan realitas kemampuan kesederhanaan pandangan saya yang saya pahami dan saya mengerti. Begitupun dengan neter2 disini, ketika mereka kita anggap ulasan2 mereka sebagai bentuk suatu perbuatan yang menghujat dan menghina, mereka pun beralasan yang sama.

Tidak Mas Asbun, Mas tidak jujur. Sebenarnya yang lebih dahulu menghujat adalah agama kita. Mas kan tahu sendiri, Islam baru muncul pada abad ke-7, sedangkan agama-agama lainnya sudah ada sebelumnya, bahkan ratusan tahun sebelum Islam lahir. Di dalam kitab suci mereka masing-masing tidak pernah ada kata-kata hinaan ataupun hujatan terhadap agama kita, tetapi lihatlah Alquran, isinya penuh dengan ajaran kebencian kepada kaum di luar kita.

Saya baca dari komentar-komentar Mas, tampaknya Mas Asbun masih terus berusaha untuk percaya Muhammad orang baik. Sekali lagi Mas tidak jujur. Mas tidak bisa membohongi diri sendiri, Mas telah menjadi seorang pengecut.

Mas sendiri bilang, bahwa agama sama dengan pakaian. Dan pakaian itu bila dirasa tidak cocok, sudah menjadi hak kita untuk melepasnya dan menggantinya dengan pakaian yang lebih pantas untuk kita pakai. Namun saya baca dari ulasan Mas Asbun mengenai agama sebagai pakaian, sangat membingungkan. Apakah Mas hendak bilang kalau agama Islam bisa/boleh ditafsirkan oleh si pemakainya sekehendak hatinya, menurut apa kata hatinya yang dianggapnya paling cocok untuk dia gunakan?

Agama Islam itu tidak benar, Mas. Agama Islam itu mendua. Sikapnya bercabang.

Mas bisa saja berbohong dan mengatakan Islam itu agama yang baik, penuh kasih sayang terhadap sesama, mengajarkan kesabaran dan tidak ada ajaran dendam, karena ayat-ayat itu ada di dalam Alquran.

Tetapi bagi Muslim lain yang ingin melampiaskan rasa benci dan dendam kepada sesama, yang ingin memerangi sesama, yang ingin mengkambing-hitamkan sesama, dia akan temukan ayat-ayat pendukung di dalam Alquran juga.

Kalau Mas tidak berani menampilkan ayat-ayat buruk itu di sini, berarti Mas seorang pengecut dan pembohong. Apakah ayat-ayat jahat itu baru akan ditampilkan bila saatnya tepat saja? Tidak, Mas. Mas harus tampilkan ayat-ayat itu di sini, bukan saya. Sebab lantaran ayat-ayat itulah saya harus kehilangan kakak saya. Kalau Islam itu sebuah kebenaran, kenapa Mas berusaha menutup-nutupi dan berlagak tidak tahu?

Saya percaya Mas Asbun adalah seorang pria yang baik dan jujur. Maka dari itu saya mohon Mas berani menunjukkan ayat-ayat jahat itu di sini untuk kita diskusikan. Selama masalah ini tidak jernih, jangan harap Mas bisa mengislamkan saya kembali.

Kemudian tentang istilah ‘perang’ yang dipakai nabi Muhammad. Benarkah itu bukan perang yang sesungguhnya? Benarkah itu cuma kata kiasan? Mas Asbun harus berani menjelaskannya sekali lagi dan jangan bohong kepada saya. Mas harus berani berkata jujur.

Tahukah Mas, orang yang membohongi diri sendiri berarti dia seorang pengecut. Dan seorang pengecut gampang disetir oleh orang lain, dan orang lain itu adalah nabi Muhammad. Nabi Muhammad telah mengendalikan miliaran otak manusia di bumi. Mereka seperti orang-orang yang tak bernurani, karena segenap akal budinya telah disita oleh Muhammad. Walau pun mereka tahu ada yang tidak beres dengan nabi Muhammad, mereka tetap saja berusaha membutakan akal pikirannya untuk tetap percaya. Ada yang tidak beres dengan nabi ini, Mas? Apa Mas masih saja pura-pura tidak tahu, dan minta saya yang menunjukkannya di sini?

Mas mengatakan bahwa pengetahuan akan kenabian Muhammad Mas dapatkan secara turun-temurun. Dan sumber utamanya berawal dari kitab suci Alquran.

Baik. Muhammad diklaim sebagai nabi, asalnya dari kata-kata Alquran.

Kemudian, Mas Asbun menulis:
Kalo Al-Quran tidak ane percayai, emangnya siapa lagi yang harus ane percayai, wong dia datangnya dari ALLAH koq. Iya engga jeng ?

Bukankah kata-kata Mas ini tidak intelek?
Apakah ucapan seperti ini cukup logis?
Apakah kata-kata Mas ini bisa terbilang sangat rasional?

Siapa yang bilang Alquran datang dari Allah, Mas?
Coba renungkan. Siapa yang bilang Alquran berasal dari Allah?

Bukankah Muhammad sendiri yang mengatakan itu?
Dan bila Muhammad sendiri yang mengatakan itu, kemudian di dalam kitab yang sama ada pernyataan Muhammad seorang rasul. Bukankah ini konyol, Mas?

Apakah ini rasional?
Dapatkah ini dipercaya begitu saja?
Kenapa kita sama sekali tidak khawatir bahwa diri kita telah menjadi KORBAN PEMBODOHAN?

Coba Mas renungkan. Apakah orang yang percaya dengan omongan Muhammad pantas disebut pintar dan intelek?

Coba renungkan baik-baik:

Yang mengucapkan ayat itu Muhammad.
Yang bilang kalau ayat itu dari Allah juga Muhammad.
Yang bilang Muhammad itu nabi juga Muhammad sendiri.


Betapa bodohnya saya, Mas, yang begitu saja percaya pada semua omongannya. Kita kan punya AKAL, Mas? Tapi kenapa tidak kita gunakan?

Mohon ini direnungkan, Mas. Mohon direnungkan. Saya tunggu tanggapan Mas selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
User avatar
Maisaroh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Sat Jun 02, 2007 1:08 pm

Postby asbunawas » Mon Jun 11, 2007 1:42 pm

Untuk maisaroh tersayang.

Mohon maaf kakanda belum bisa mereply postingan anda tsb, dikarenakan kesibukan kakanda minggu2 ini.

Apabila kakanda sudah terlepas dari segala kesibukan, maka kakanda dengan sendirinya dan tanpa diminta akan membalasnya.

Semoga adinda menjadi maklum

Terima kasih.

ASBUNAWAS
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby asbunawas » Tue Jun 19, 2007 5:27 pm

Mohon maaf, sebelumnnya atas keterlambatan replyan saya atas obrolan sederhana dengan Neng Maisaroh ini, dikarenakan beberapa hal yang tidak bisa saya jelaskan, karena saya beberapa hari yang lalu tidak muncul di Topik Obrolan ini.

Dan biar tidak ada Prasangka diantara kita dan tidak ada prasangka dari netter2 lain dalam Obrolan saya dengan Maysaroh, maka dengan ini saya buka kembali…, dan semoga berkenan.
Selamat mengikuti…


Maisaroh wrote:
Assalamualaikum Wr. Wb.

Terima kasih atas pujiannya, saya percaya Mas orangnya baik.

Walau Mas enggan menampilkan foto di forum ini, saya tetap beranggapan Mas adalah seorang yang berwajah kalem dan baik hati.
Semoga benar demikian.


Amien, dan sepertinya tuduhan anda memang benar..hehehe, koq bisa tahu…

Maisaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
Mengenai hujat menghujat dan hina menghina, anda mungkin bisa membaca dari ulasan saya sebelumnya, setetes air yang jatuh diatas genangan selalu akan menimbulkan riak diatasnya, setiap aksi pasti ada reaksi. Saya tidak maksud menghujat & menghina, tapi hanya menyampaikan realitas kemampuan kesederhanaan pandangan saya yang saya pahami dan saya mengerti. Begitupun dengan neter2 disini, ketika mereka kita anggap ulasan2 mereka sebagai bentuk suatu perbuatan yang menghujat dan menghina, mereka pun beralasan yang sama.

Tidak Mas Asbun, Mas tidak jujur. Sebenarnya yang lebih dahulu menghujat adalah agama kita. Mas kan tahu sendiri, Islam baru muncul pada abad ke-7, sedangkan agama-agama lainnya sudah ada sebelumnya, bahkan ratusan tahun sebelum Islam lahir. Di dalam kitab suci mereka masing-masing tidak pernah ada kata-kata hinaan ataupun hujatan terhadap agama kita, tetapi lihatlah Alquran, isinya penuh dengan ajaran kebencian kepada kaum di luar kita.


Yang dimaksud hujatan dalam Islam oleh anda itu yang mananya sih neng? Tolong sampaikan disini, nanti ane bantu jelasin…
Setau ane AL-Quran memiliki sifat yang TEGAS & LUGAS dalam menentukan sebuah Keputusan dan Hukuman. Al-Quran diyakini oleh ISLAM sebagai Kalam Ilahi, jadi apapun yang tertulis disitu adalah keputusan dan ketetapan TUHAN.

Kalaupun anda sebut bahwa didalam Al-Quran terdapat kata2 Hinaan dan kata2 Hujatan terhadap orang2 diluar ISLAM, mungkin karena anda memang salah dalam menilai ketetapan2 dan keputusan itu. Di dalam Al-Qur’an malah setau ane lebih banyak sifat2 kemuliaan bagi manusia dan memuliakan manusia.

Jadi tolong sampaikan ayat2 tentang “kebencian” itu menurut anda disini.


Maisaroh wrote:
Saya baca dari komentar-komentar Mas, tampaknya Mas Asbun masih terus berusaha untuk percaya Muhammad orang baik. Sekali lagi Mas tidak jujur. Mas tidak bisa membohongi diri sendiri, Mas telah menjadi seorang pengecut.


Adakah yang salah dalam diri saya kalao saya mempercayai terhadap orang yang saya CINTAI?
Munculnya CINTA dikarenakan adanya berbagai alasan yang bisa membuat orang menjadi jatuh CINTA, dan saya juga menemukan banyak hal pada pribadi RASUL yang membuat saya jatuh cinta.

Apakah wajar seseorang memiliki rasa cinta dikatakan PENGECUT?
Anda mendapat ajaran darimana sehingga anda memiliki kesimpulan seperti itu?

Bukankah KEBENCIAN seperti itu yang telah anda dapatkan setelah keluar dari ISLAM?

Anda menuduh ISLAM penuh kebencian, ternyata bukan pada iSLAMnya, tapi pada diri anda sendirilah rasa kebencian itu sebenarnya bersemayam.

Maisaroh wrote:
Mas sendiri bilang, bahwa agama sama dengan pakaian. Dan pakaian itu bila dirasa tidak cocok, sudah menjadi hak kita untuk melepasnya dan menggantinya dengan pakaian yang lebih pantas untuk kita pakai. Namun saya baca dari ulasan Mas Asbun mengenai agama sebagai pakaian, sangat membingungkan. Apakah Mas hendak bilang kalau agama Islam bisa/boleh ditafsirkan oleh si pemakainya sekehendak hatinya, menurut apa kata hatinya yang dianggapnya paling cocok untuk dia gunakan?


Kemampuan akal dan pikiran manusia memiliki keterbatasan2an dan perbedaan2an, sehingga kemampuan berpikir dan kemampuan secara fisik bisa menimbulkan berbagai interpretasi yang berbeda untuk memahami sesuatu hal yang dipercayai, dan begitupun juga dengan Agama, akan tetapi selama kita berdiri dalam satu Pondasi yang sama, maka dalam ISLAM bukanlah suatu bencana.

Tuhan memciptakan Surga-NYA dengan tingkatan2 dan fasilitas yang berbeda2, yang dia jadikan kelak sebagai BUAH/”IMBALAN” dari proses Interpretasi yang dilakukan manusia selama hidup, ketika Interpretasi kebenarannya yang dilakukannya semakin mendekati dan berada dekat dengan SUMBER KEBENARAAN itu sendiri, maka tingkatan “Buah” dari hasil interpretasinya berada pada tingkat yang semakin tinggi dan semakin mendekati pada yang MAHA BENAR itu sendiri.

Percayalah neng, Allah lebih tahu dari apa yang manusia tidak ketahui.

Maisaroh wrote:
Agama Islam itu tidak benar, Mas. Agama Islam itu mendua. Sikapnya bercabang.

Mas bisa saja berbohong dan mengatakan Islam itu agama yang baik, penuh kasih sayang terhadap sesama, mengajarkan kesabaran dan tidak ada ajaran dendam, karena ayat-ayat itu ada di dalam Alquran.

Tetapi bagi Muslim lain yang ingin melampiaskan rasa benci dan dendam kepada sesama, yang ingin memerangi sesama, yang ingin mengkambing-hitamkan sesama, dia akan temukan ayat-ayat pendukung di dalam Alquran juga.


Itulah yang disebut INTERPRETASI, manusia semakin hari akan memiliki kemampuan Interpretasi dalam banyak hal, tidak cuman dalam memahami sebuah ayat2 saja dalam sebuah Kitab Suci. Kalo kita ambil

contoh sederhananya gini aja :
Kalaupun orang2 pinter diseluruh dunia dikumpulkan dan dilombakan, maka hasilnya adalah akan ada yang jadi Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan1,2,3, Juara Favorit dll, yang masing2 dari “hadiah” atas hasil kepintarannya mendapatkan fasilitas yang berbeda-beda. Bahkan tidak jarang juga malah ada yang mendapatkan cemoohan, kritikan, hujatan2, dikarenakan hasil dari interpretasi dalam memberikan jawabannya dikarenakan SALAH.

Jadi segala hal bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda2, tapi hasil dari Proses Interpretasi itu akan tetap kembali kepada diri kita sendiri yang merasakan.

Ingin memahami Agama secara baik, fahamilah secara sederhana terlebih dahulu bahwa Agama itu adalah Pakaian bagi Diri kita.

Pernah nyoba?

Maisaroh wrote:Kalau Mas tidak berani menampilkan ayat-ayat buruk itu di sini, berarti Mas seorang pengecut dan pembohong. Apakah ayat-ayat jahat itu baru akan ditampilkan bila saatnya tepat saja? Tidak, Mas. Mas harus tampilkan ayat-ayat itu di sini, bukan saya. Sebab lantaran ayat-ayat itulah saya harus kehilangan kakak saya. Kalau Islam itu sebuah kebenaran, kenapa Mas berusaha menutup-nutupi dan berlagak tidak tahu?


Kalau saya jelas tidak pernah melihat bahwa ada ayat2 yang anda katakan sebagai “Ayat2 Jahat” didalam Al-Quran, karena saya masih bisa melihat pada sisi dan pada posisi sebenarnya, yang memang bisa berdampak baik bagi diri saya dan insya allah bagi orang lain juga.

Makanya saya minta anda sampaikan ayatnya tsb disini, biar tidak menjadi fitnah, kalo jadi fitnah kan jadinya engga baik, iya engga neng?, Ayo sbutin aja, engga usah malu-malu. Kan situ udah engga punya agama, kalo udah engga punya agama mau ngapa-ngapain juga bebas, iya kan?

Maisaroh wrote:
Saya percaya Mas Asbun adalah seorang pria yang baik dan jujur. Maka dari itu saya mohon Mas berani menunjukkan ayat-ayat jahat itu di sini untuk kita diskusikan. Selama masalah ini tidak jernih, jangan harap Mas bisa mengislamkan saya kembali.


Penjelasan yang sama untuk anda: Kalau saya jelas tidak pernah melihat bahwa ada ayat2 yang anda katakan sebagai Ayat2 Jahat didalam Al-Quran, karena saya masih bisa melihat pada sisi dan pada posisi sebenarnya, yang memang bisa berdampak baik bagi diri saya dan insya allah bagi orang lain juga.

Maisaroh wrote:
Kemudian tentang istilah ‘perang’ yang dipakai nabi Muhammad. Benarkah itu bukan perang yang sesungguhnya? Benarkah itu cuma kata kiasan? Mas Asbun harus berani menjelaskannya sekali lagi dan jangan bohong kepada saya. Mas harus berani berkata jujur.


Itu udah jujur koq neng, ya emang Interpretasi ane ya seperti itu, emang kalo interpretasi eneng kayak gimana ?
Tidak semua jaman, dan sejarah sebuah bangsa harus selalu diisi dengan perang mulu. Makanya ane kembali lagi bahwa ayat2 yang menyebutkan tentang Sejarah Perang itu secara Strategynya bisa dipakai oleh sebuah bangsa yang memang kondisinya dalam Perang dan sedang berperang.

Contoh : di Negara Brunai, Negara ISLAM yang adem ayem, apakah orng2 ISLAM Brunai harus teriak2 ngajak2 Perang terhadap negara lain karena ingin mengamalkan Isi Al-Quran? (Konyol pan?), ane yakin warga Brunai sekarang juga lagi berperang melawang segala Keinginan2 Hawanafsunya untuk diperturutkan.

Makanya, nabi pernah berpesan bahwa PERANG YANG LEBIH BESAR dan sangat DAHSYAT bagi Manusia adalah PERANG melawan NAFSUNYA sendiri. Perang BADAR yang begitu besar dan memakan korban Ribuan nyawa, Nabi menganggapnya bahwa itu adalah perang biasa. Karena apa? Kondisi manusia yang akan datang setelah NABI akan menghadapi peperangan lain yang tidak hanya bentrok secara Fisik, tapi “bentrokan” secara moral, akal dan pikiran yang bisa mengiring Manusia menjadi menjadi Tawanan2 dan kacung2 dari NAFSUNYA sendiri, karena selalu diperturutkan.
Makanya nabi berpesan untuk memerangi Hawa Nafsu, Karena itu merupakan JIHAD dan bentuk perang paling AKBAR bagi UMAT Manusia di era “damai” sekarang ini.

Bagaimana kalo di Irak, di Afganistan, dan dinegara2 Islam yang sedang Konflik dengan negara lain, ya silahkan JIHAD yang sesuai dengan kondisi bangsanya, toh yang jadi WASIT tetep juga yang diatas sana.

Faham engga neng?
Luar biasa ternyata ISLAM itu ya?. Apa-apa yang ada dalam pikiran kita sekarang, ternyata sudah dipikirkan oleh ISLAM.

Nah eneng maisaroh sendiri pernah engga merasakan atau melakukan Perang melawan Hawa Nafsu sendiri?.


Maisaroh wrote:
Tahukah Mas, orang yang membohongi diri sendiri berarti dia seorang pengecut. Dan seorang pengecut gampang disetir oleh orang lain, dan orang lain itu adalah nabi Muhammad. Nabi Muhammad telah mengendalikan miliaran otak manusia di bumi. Mereka seperti orang-orang yang tak bernurani, karena segenap akal budinya telah disita oleh Muhammad. Walau pun mereka tahu ada yang tidak beres dengan nabi Muhammad, mereka tetap saja berusaha membutakan akal pikirannya untuk tetap percaya. Ada yang tidak beres dengan nabi ini, Mas? Apa Mas masih saja pura-pura tidak tahu, dan minta saya yang menunjukkannya di sini?


Anda ini koq hobynya maksa2 ya? Saya udah berkata jujur malah dituduh bilang bohong, emang maunya eneng maisaroh itu pigimana sih ?.. hehehehe

Sok lah tunjukan dulu apa yang tidak beres dari seorang Muhammad, nanti saya jelasin lagi…

Nah jaminan eneng sendiri dengan HIDUP tanpa AGAMA dan Kalo MATI BESOK jaminannya apa?

Tolong jawab juga ya, jangan ane terus dong ya jawab.

Maisaroh wrote:Mas mengatakan bahwa pengetahuan akan kenabian Muhammad Mas dapatkan secara turun-temurun. Dan sumber utamanya berawal dari kitab suci Alquran.

Baik. Muhammad diklaim sebagai nabi, asalnya dari kata-kata Alquran.

Kemudian, Mas Asbun menulis:
Kalo Al-Quran tidak ane percayai, emangnya siapa lagi yang harus ane percayai, wong dia datangnya dari ALLAH koq. Iya engga jeng ?

Bukankah kata-kata Mas ini tidak intelek?
Apakah ucapan seperti ini cukup logis?
Apakah kata-kata Mas ini bisa terbilang sangat rasional?



Hehehe, si eneng ini aneh, kalo yang namanya agama itu menyangkut IMAN neng !, tanyain deh sama yang lain, apa ada yang pernah melihat TUHAN ? ane jawab pasti semuanya juga belum pada ngelihat, tapi kenapa orang2 yang beragama percaya bahwa TUHAN itu ada ?..., Itulah IMAN !

Coba juga tanya ame agama lain, apakah pernah ada yang ketemu ama YESUS ? tapi kenapa mereka pada percaya bahwa YESUS itu adalah TUHAN? Apabener wajah YESUS yang dipajang dirumah2 mereka itu adalah Wajah YESUS yang ASLI sehingga mereka PERCAYA / YAKIN dan Mengimaninya 100% meskipun belum pernah lihat YESUS yang ASLINYA, dan jawabannya adalah.. Itulah IMAN !

AGAMA tanpa IMAN adalah MATI!.

Begitu juga dengan saya, Dalam AGAMA saya Al-Qur’an menerangkan bahwa Al-Qur’an sebagai Kalam ALLAH, maka secara IMAN, saya memang harus PERCAYA, karena itulah AGAMA.

Kalo anda sih ya pasti engga percaya, IMAN dan AGAMAnya aja udah lepas koq…., itu tandanya anda tak lebih seperti orang yang sudah MATI.


Makanya dalam pandangan saya secara agama dalam memahami manusia sya punya prinsip bahwa ORANG BAIK BELUM TENTU BENAR, ORANG BENAR PASTI BAIK.

Faham engga neng Maksudnya?.

Maisaroh wrote:Siapa yang bilang Alquran datang dari Allah, Mas?
Coba renungkan. Siapa yang bilang Alquran berasal dari Allah?


Katanya anda “bekas” ISLAM, koq sampai tidak tahu?, ane berikan beberapa bukti ayatnya saja yang menerangkan bahwa AL-Quran itu berasal dari ALLAH

Al-Quran : 20.99. ‘Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran)’.

Kalau bukan dari ALLAH yang memberitahukan kepada seorang Muhammad, bisakah seorang Muhammad mengetahui berbagai banyak Sejarah tentang sebuah bangsa, peristiwa dan kaum sebelumnya yang tertulis secara gamblang didalam Al-Qur’an ?

Maisaroh aja di Topik sebelah udah seminggu bikin ayat2nya masih bolong2 dan blepotan aja tuh, belum lagi kalo dikasih pertanyaan2 dari ane yang harus ada hubungannya dan dikuatkan juga dengan ayat2 lainnya…hehehe, maaf ah OOT dikit ke topik sebelah…, Maisaroh udeh kembangkempis aja tuh hidungnya karena disamain dengan Muhammad…, padahal engga ada apa-apanye…


Ayat lainnya ;

Al-Quran 3.60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Muhammad telah menyampaikan kepada semua Manusia bahwa yang Haq adalah Haq yang bathil adalah bathil, meskipun Agama baru di Dunia sekarang yang bernama AGAMA HAM banyak yang tidak suka dengan isi ayat2 Al-Quran karena menurut mereka bertentangan dengan HAM !,

Pertanyaan dari Ane, tinggian mana sih Hak seorang Manusia dengan Hak Allah ?, koq manusia sok ngatur2 hak2nya sendiri dan pingin haknya dijunjung tinggi sama Allah? Pret!




Maisaroh wrote:
Bukankah Muhammad sendiri yang mengatakan itu?
Dan bila Muhammad sendiri yang mengatakan itu, kemudian di dalam kitab yang sama ada pernyataan Muhammad seorang rasul. Bukankah ini konyol, Mas?

Apakah ini rasional?
Dapatkah ini dipercaya begitu saja?
Kenapa kita sama sekali tidak khawatir bahwa diri kita telah menjadi KORBAN PEMBODOHAN?

Coba Mas renungkan. Apakah orang yang percaya dengan omongan Muhammad pantas disebut pintar dan intelek?

Coba renungkan baik-baik:

Yang mengucapkan ayat itu Muhammad.
Yang bilang kalau ayat itu dari Allah juga Muhammad.
Yang bilang Muhammad itu nabi juga Muhammad sendiri.

Betapa bodohnya saya, Mas, yang begitu saja percaya pada semua omongannya. Kita kan punya AKAL, Mas? Tapi kenapa tidak kita gunakan?



Neng Maisaroh,
Muhammad yang mengatakan ayat2 tsb, memang IYA!, memang betul sekali dia yang mengatakannya, akan tetapi kita juga harus berpikir, bahwa banyak keajaiban dari ayat2 yang diucapkannya yang kalo ayat2 tsb adalah informasi dari manusia, maka kita sebagai manusia biasa harus melakukan survey2 secara langsung untuk membuktikannya atas kemungkinan segala kebenaran atas apa yang telah diucapkannya.

Apakah seorang manusia biasa sanggup melakukan survey pada masa dulu kedalam lautan yang terpisah dan menyampaikan sebuah berita tentang lautan yang terpisah dan tidak memiliki rasa yang sama?

Saya kira Neng Maisaroh juga sudah membaca di topik lain yang menyangkut keajaiban2 dalam Al-Quran yang menyangkut banyak hal tentang Alam yang …apabila manusia biasa yang memberitakannya, maka harus ada survey yang secara detail dan menyeluruh bagi ketersempurnaan atas kebenaran dari Informasi2nya.

Dengan satu ayat itu saja kita seharusnya lebih bisa berpikir decara jernih, darimana sumber Informasi yang menakjubkan tsb kalau bukan dari yang telah MENCIPTAKANNYA.

Mohon untuk neng Maisaroh Renungkan, saya tunggu kalo ada yang belum faham dan mohon dijawab kalo ada pertanyaan dari saya.

Wasalam.
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby asbunawas » Fri Jun 22, 2007 4:30 pm

Neng Maisarohnya kemana ya? koq tidak ada khabar berita? jangan2 udah Masuk Islam lagi nih..?

Haloowwwww?
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby Maisaroh » Sat Jun 23, 2007 10:58 pm

Mas Asbun wrote:Yang dimaksud hujatan dalam Islam oleh anda itu yang mananya sih neng? Tolong sampaikan disini, nanti ane bantu jelasin…

Surah Anfal ayat 55
“Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman.”

Quran juga cukup jelas menyatakan siapa kafir yang dimaksud:

Surah Bayyinah ayat 1
“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik…”

Setau ane AL-Quran memiliki sifat yang TEGAS & LUGAS dalam menentukan sebuah Keputusan dan Hukuman. Al-Quran diyakini oleh ISLAM sebagai Kalam Ilahi, jadi apapun yang tertulis disitu adalah keputusan dan ketetapan TUHAN.

Apakah keyakinan Mas ini ada dasarnya? Dan apakah dasarnya sahih secara akal?

Kalaupun anda sebut bahwa didalam Al-Quran terdapat kata2 Hinaan dan kata2 Hujatan terhadap orang2 diluar ISLAM, mungkin karena anda memang salah dalam menilai ketetapan2 dan keputusan itu. Di dalam Al-Qur’an malah setau ane lebih banyak sifat2 kemuliaan bagi manusia dan memuliakan manusia.

Mas Asbun keliru, tidak ada sifat-sifat mulia dalam Alquran. Yang ada cuma tulisan-tulisan membahas Yahudi dan Nasrani, dan penegasan yang diulang-ulang bahwa Muhammad seorang Rasul Allah yang harus dipatuhi, dihormati dan tidak boleh ditentang.

Jadi tolong sampaikan ayat2 tentang “kebencian” itu menurut anda disini.

Surah Anfal ayat 55
“Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman.”

Surah Bayyinah ayat 6
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu seburuk-buruk makhluk.”

Surah Ali-Imran ayat 28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Adakah yang salah dalam diri saya kalao saya mempercayai terhadap orang yang saya CINTAI?

Lihat dulu, Mas, siapa orang yang kita cintai, jangan cuma ikut-ikutan apa kata orang.

Munculnya CINTA dikarenakan adanya berbagai alasan yang bisa membuat orang menjadi jatuh CINTA, dan saya juga menemukan banyak hal pada pribadi RASUL yang membuat saya jatuh cinta.

Pribadi Rasul yang baik atau pribadi Rasul yang buruk?
Para pengikut di Madinah juga cinta kepada Rasul karena mereka dinafkahi barang-barang jarahan dan wanita-wanita tangkapan.
Apakah karena iming-iming keduniawian dan surga palsu dari sang Rasul sehingga Mas Asbun sangat mencintainya?

Satu yang Mas Asbun harus tahu. Saya sangat muak bila mendengar cerita para lelaki Muslim di surga akan dihadiahi istri-istri. Memang akan dikemanakan istrinya yang di dunia? Kenapa perasaan wanita dikesampingkan? Kenapa Islam cuma mengutamakan syahwat kaum lelaki saja?

Saya beruntung karena ayah sudah pindah agama Kejawen 1 bulan yang lalu. Saya tidak sudi ayah terbuai oleh janji-janji nabi Arab tentang persetubuhan dan istri-istri cantik di surga. Saya jijik bila harus menyaksikan ayah tertarik dengan janji-janji itu. Tapi syukurlah, ayah tidak tertarik karena ayah sangat sayang pada ibu. Saya merasakan hidayah dari Tuhan Hyang Agung kepada keluarga saya.

Apakah wajar seseorang memiliki rasa cinta dikatakan PENGECUT?

Mas Asbun, cinta buta dapat menyebabkan seseorang berubah menjadi jahat dan pengecut. Dia akan berusaha menutup-nutupi kesalahan orang yang dicintanya agar tidak terlihat atau terembus keluar.

Anda mendapat ajaran darimana sehingga anda memiliki kesimpulan seperti itu?

Saya menemukannya sendiri. Tidak ada orang yang mengajari saya. Saya tahu bahwa ajaran Quran adalah biang keladi dari semua malapetaka yg menimpa orang-orang tak berdosa. Sekitar 3 tahun yang lalu saya menyatakan keluar dari organisasi IPPNU, dan saya keluar dari Islam secara diam-diam. Meski saya memakai jilbab, tapi saya tidak pernah lagi menjalankan ritual-ritual **** ajaran nabi Arab.

Mas Asbun, mata saya dengan sangat terang sekali dapat melihat dengan jelas, kalau Allah yang diperkenalkan nabi Arab bukanlah Tuhan. Apa yang saya baca dari Alquran telah menyatakan dengan cukup jelas sekali bahwa Quran hanyalah kumpulan kata-kata nabi Arab. Semuanya dia ucapkan untuk keuntungan dia pribadi.

Sungguh mati, saya sempat tertawa dalam hati, kenapa saya selama ini begitu lugu bisa percaya saja dengan cerita-cerita Ustadz. Saya hanya disuruh menghafal ayat-ayat tanpa saya sendiri mengerti dengan benar apa maksudnya. Semenjak peristiwa ledakan itu, mata saya yang selama ini seolah ada selaput yang menutupinya, seketika terlepas. Saya dapat membaca dengan baik makna dan maksud dari tiap kata dan kalimat Quran yang selama ini saya anggap sebagai ayat-ayat suci. Sungguh sangat mengejutkan hati, SAYA TELAH DITIPU OLEH ORANG ARAB.

Walaupun saya telah mengetahui ini sendiri tanpa hasutan atau bimbingan dari orang lain, saya tetap berusaha mencari informasi-informasi dari luar apakah benar apa yang saya ketahui ini.

Buku-buku tentang Islam saya pelajari kembali. Akhirnya terkuak sudah misteri ini.
Bahwa inti dari ajaran Islam sebenarnya adalah PEMULIAAN DIRI MUHAMMAD.


Kita diwajibkan memuja nabi Arab ini dengan propaganda yang tidak faktuil, dengan mengumbar slogan-slogan kalau nabi Muhammad adalah manusia termulia di dunia dan di akhirat, dia telah berjasa besar bagi umat manusia karena telah menunjukkan jalan kebenaran dan kita diwajibkan men-sholawatinya atas jasa-jasa besar beliau.

Bagi saya ini adalah kebodohan terbesar dalam hidup. Tapi saya telah melewatinya, dan saya sudah merasa terbebas dari kebodohan-kebodohan ini. Saya tidak lagi merasa sebagai orang yang telah dibodohi. Saya telah merdeka dari perbudakan pikiran ini. Doktrin-doktrin dari ajaran Arab sudah tidak mempan lagi, karena saya sudah mengetahuinya bahwa semua itu hanya intrik-intrik nabi Arab untuk kemuliaan dirinya sendiri.

Dugaan saya ini masih kabur, walaupun dalam hati saya sudah bisa menerka-nerka sendiri apa yang dimaksud dengan ‘laknat-laknat Allah’ di dunia kepada orang kafir, saya masih belum yakin 100% sampai akhirnya saya temukan situs bermutu ini sekitar 5 bulan yang lalu dari hasil surfing internet di rumah teman. Teman saya bilang, kalau situs FFI adalah situs dajjal, perusak keimanan Islam dan pemecah persatuan dan kesatuan bangsa. Tapi buat saya, situs FFI adalah situs paling bermutu yang pernah saya temui. Info-infonya mengenai Islam begitu lengkap dan detail, bahkan murni dari sumber-sumber Islam sendiri.

Iman murtad saya dari Islam semakin kuat dan terkukuhkan. Saya berterima kasih kepada FFI. Tapi perlu Mas Asbun ingat sekali lagi, bukan FFI penyebab saya murtad, karena saya sudah menyatakan diri keluar dari Islam jauh sebelum FFI ini ada (seandainya benar FFI baru muncul tahun 2005).

Bukankah KEBENCIAN seperti itu yang telah anda dapatkan setelah keluar dari ISLAM?

Tidak, justru kebencian itu ada bila saya terus berkutat dalam agama sesat dari Arab ini. Hati saya akan terus-menerus ditempa untuk benci kepada orang lain yang tidak memuja Muhammad dan Allahnya. Tapi semenjak saya keluar, saya merasa diri saya telah terbebas dari kungkungan pembodohan ajaran Arab.

Saya orang Jawa Mas, saya bukan orang Arab. Saya tidak mau budaya negeri sendiri disulap dan diubah seluruhnya menjadi Arab. Apakah Mas Asbun tidak menyadari kalau Islam adalah sebuah penjajahan terselubung? Arab berambisi menguasai dunia memakai jalur ajaran agama. Melalui Islam, bangsa Arab dimuliakan. Semua yang serba Arab dianggap luhur dan suci. Sementara warisan budaya leluhur sendiri dicemooh.

Kenapa tiba-tiba bahasa Arab berubah menjadi bahasa Tuhan, padahal sebelum abad ke-7 bahasa Arab bukan apa-apa?

Anda menuduh ISLAM penuh kebencian

Bukan saya menuduh, Mas, tapi memang benar begitu kenyataannya.

ternyata bukan pada iSLAMnya, tapi pada diri anda sendirilah rasa kebencian itu sebenarnya bersemayam.

Tidak, Mas, saya tidak benci siapapun. Justru bila saya tetap Islam, saya akan benci Yahudi, Nasrani, Amerika. Apa-apa dibilang Yahudi penyebab kekacauan. Apa-apa selalu menuduh Amerika Serikat bila suatu hal menimpa umat Islam. Apa-apa selalu menuduh Kristenisasi. Apakah Mas Asbun tidak menyadari justru Islamisasi juga sedang terjadi secara besar-besaran di negara kita?

Mas Asbun, saya mohon maaf sebelumnya bila ada kata-kata saya menyinggung Mas. Saya menjadi begitu antipati pada bangsa Arab. Baru-baru ini juga mereka datang ke Jawa Barat hanya untuk mencari kepuasan seks dengan wanita-wanita pribumi. Mereka menerapkan prostitusi terselubung dengan tameng Kawin Sirih dan Mutah. Ini menambah ketidaksukaan saya pada bangsa Arab. Mohon maaf bila Mas Asbun adalah WNI Keturunan Arab. Saya tidak bermaksud mencela bangsa tertentu, tapi ini kenyataan.

Tuhan memciptakan Surga-NYA dengan tingkatan2 dan fasilitas yang berbeda2, yang dia jadikan kelak sebagai BUAH/”IMBALAN” dari proses Interpretasi yang dilakukan manusia selama hidup, ketika Interpretasi kebenarannya yang dilakukannya semakin mendekati dan berada dekat dengan SUMBER KEBENARAAN itu sendiri, maka tingkatan “Buah” dari hasil interpretasinya berada pada tingkat yang semakin tinggi dan semakin mendekati pada yang MAHA BENAR itu sendiri.

Semakin dalam manusia mengenal Islam, ada 2 kemungkinan dampaknya:
1. Ia semakin jauh tersesat dalam dunia mimpinya sendiri. Dia akan kehilangan AKAL SEHATNYA, dan hidup bagaikan zombie-zombie yang dengan taat mengabdi pada nabi Arab.
2. Ia semakin sadar bahwa dirinya tertipu.

Percayalah neng, Allah lebih tahu dari apa yang manusia tidak ketahui.

Bila Allah yang Mas Asbun maksudkan adalah Allah hasil ajaran nabi Arab, maka saya percaya kalau Allah ini sama sekali tidak tahu apa-apa. Justru manusia biasa lebih pintar dan lebih cerdas daripada Allah hasil ajaran nabi Arab.

Ingin memahami Agama secara baik, fahamilah secara sederhana terlebih dahulu bahwa Agama itu adalah Pakaian bagi Diri kita.

Justru itu Mas, karena agama itu ibarat pakaian, kita jangan fanatik buta terhadapnya. Lepaskan kalau tidak cocok, dan gantilah dengan pakaian lain yang lebih pantas.

Kalau saya jelas tidak pernah melihat bahwa ada ayat2 yang anda katakan sebagai “Ayat2 Jahat” didalam Al-Quran, karena saya masih bisa melihat pada sisi dan pada posisi sebenarnya, yang memang bisa berdampak baik bagi diri saya dan insya allah bagi orang lain juga.

Mas Asbun telah berbohong. Saya melihat Mas menghina dan mengolok-olok tuhan umat lain, apakah ini bukan dampak dari membaca ayat-ayat Alquran?

Suatu ketika kelak, bisa saja Mas Asbun bertindak seperti Imam Samudra yang meledakkan sebuah tempat ibadah umat lain demi kecintaan Mas kepada nabi Arab. Mas tidak lagi memikirkan siapa saja yang bakal menjadi korbannya nanti.

di Negara Brunai, Negara ISLAM yang adem ayem, apakah orng2 ISLAM Brunai harus teriak2 ngajak2 Perang terhadap negara lain karena ingin mengamalkan Isi Al-Quran? (Konyol pan?), ane yakin warga Brunai sekarang juga lagi berperang melawang segala Keinginan2 Hawanafsunya untuk diperturutkan.

Brunei Darussalam tidak bisa dijadikan sampel sebuah negara Islam yang sesungguhnya, walau Islam menjadi agama negara di sana.

Kenapa Mas tidak mengambil contoh dari negara-negara Islam yang lain di Timur Tengah? Kenapa Mas pilih Brunei?

Makanya nabi berpesan untuk memerangi Hawa Nafsu, Karena itu merupakan JIHAD dan bentuk perang paling AKBAR bagi UMAT Manusia di era “damai” sekarang ini.

Nabi Arab mengatakan itu karena dia sendiri kesulitan menahan hawa nafsunya.

Itulah sebabnya dia mengajarkan JIHAD terhadap hawa nafsu, sebagai ungkapan kata-kata bijak untuk mengajar dirinya sendiri walau dia tak sanggup melaksakannya.

Seandainya Muhammad mampu meredam hawa nafsunya sendiri, Muhammad tidak akan mengajari itu.
Ini adalah cerminan dari dirinya sendiri yg tak mampu meredam hawa nafsunya.

Nah eneng maisaroh sendiri pernah engga merasakan atau melakukan Perang melawan Hawa Nafsu sendiri?

Sudah, Mas. Dan perang melawan hawa nafsu dalam diri saya ini adalah berhasil memerangi doktrin-doktrin sesat nabi Arab sehingga saya berhasil bebas dari jerat tipu-tipunya.

Seandainya saya tidak memeranginya, doktrin-doktrin sesat nabi Arab ini akan terus membelenggu hati saya supaya saya tetap terus memuja Muhammad. Tapi saya telah berhasil mengalahkan hawa nafsu ini, sehingga walaupun kakek dan nenek saya adalah seorang kyai (sekarang sudah almarhum), agama tidak menjadi agama keturunan. Saya telah berhasil mengalahkan tradisi yang mendarah daging ini, dan saya senang karena telah menjadi pemenangnya.

AGAMA tanpa IMAN adalah MATI!.

Tapi iman yang membuta adalah salah, justru mencelakakan.

Begitu juga dengan saya, Dalam AGAMA saya Al-Qur’an menerangkan bahwa Al-Qur’an sebagai Kalam ALLAH, maka secara IMAN, saya memang harus PERCAYA, karena itulah AGAMA.

Siapa yang bilang, Mas?
Siapa yang mengatakannya bahwa Alquran adalah Kalamullah?

Kalo anda sih ya pasti engga percaya, IMAN dan AGAMAnya aja udah lepas koq…., itu tandanya anda tak lebih seperti orang yang sudah MATI.

Saya hidup kok, Mas. Justru teman-teman saya yg masih berkutat dengan kepercayaan butanya itulah yang sudah mati AKAL & NURANINYA.

Walau mereka tidak jahat seperti Amrozi atau Imam Samudera, tapi doktrin-doktrin jahat itu telah mereka telan bulat-bulat, tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menerapkannya. Untuk saat ini, hanya hati nurani sajalah yang membuat mereka manahan diri.

Walau mereka Muslim, tapi mereka lebih suka menerapkan PANCASILA daripada ajaran nabi Arab.
Tidakkah ini saja cukup bukti bahwa ajaran nabi Arab memang sangat buruk?

Makanya dalam pandangan saya secara agama dalam memahami manusia sya punya prinsip bahwa ORANG BAIK BELUM TENTU BENAR, ORANG BENAR PASTI BAIK.

Saya setuju Mas, bahwa orang baik belum tentu benar, dan orang benar pasti baik. Tapi, menjadi Muslim, berarti ia telah menjadikan dirinya sebagai orang tidak benar. Bila dia orang tidak benar, bagaimana dia bisa berbuat baik?

Katanya anda “bekas” ISLAM, koq sampai tidak tahu?, ane berikan beberapa bukti ayatnya saja yang menerangkan bahwa AL-Quran itu berasal dari ALLAH

Al-Quran : 20.99. ‘Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran)’.

Kata-kata Muhammad bukanlah bukti, Mas.
Bagaimana Mas bisa dengan begitu mudahnya menjadikan kata-kata sang lakon utama sebagai bukti?
Bukankah itu untuk keuntungannya sendiri, sebab Alquran memang hasil karangannya?

Kalau bukan dari ALLAH yang memberitahukan kepada seorang Muhammad, bisakah seorang Muhammad mengetahui berbagai banyak Sejarah tentang sebuah bangsa, peristiwa dan kaum sebelumnya yang tertulis secara gamblang didalam Al-Qur’an ?

Kata siapa tertulis secara gamblang, Mas?
Muhammad tidak mampu menceritakan secara gamblang kisah nabi-nabi terdahulu.
Bahkan banyak yang keliru dan salah kaprah.

Ayat lainnya ;

Al-Quran 3.60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Muhammad telah menyampaikan kepada semua Manusia bahwa yang Haq adalah Haq yang bathil adalah bathil, meskipun Agama baru di Dunia sekarang yang bernama AGAMA HAM banyak yang tidak suka dengan isi ayat2 Al-Quran karena menurut mereka bertentangan dengan HAM !,

Pertanyaan dari Ane, tinggian mana sih Hak seorang Manusia dengan Hak Allah ?, koq manusia sok ngatur2 hak2nya sendiri dan pingin haknya dijunjung tinggi sama Allah? Pret!

Ayat Alquran tidak bisa dijadikan pembenar, karena itu kata-kata Muhammad.
Bagaimana Mas bisa begitu yakin bahwa kata-kata Muhammad adalah kata-kata Hyang Maha Kuasa?

Manusia memang tidak berhak sok ngatur-ngatur kekuasaan Tuhan, tapi masalahnya di sini, Allah bukanlah Tuhan. Mas terlalu percaya dan terlalu fanatik dengan semua ucapan nabi Arab. Mas telah tertipu. Semua ajaran nabi Arab ini adalah untuk kepentingan dia sendiri dan untuk kemuliaannya sendiri.

Dari mana awal munculnya agama Islam? Dari Muhammad.
Dari mana awal munculnya kitab Alquran? Juga dari Muhammad.
Dari mana awal ide munculnya klaim bahwa Muhammad utusan Allah? Juga dari kata-kata Muhammad.

Bukankah orang yang percaya dengan omongan 1 orang saja sama dengan orang ****?

Kemudian, kalau kita tetap ingin percaya saja tanpa mempedulikan AKAL SEHAT, sudahkah kita mempertimbangkan bagaimana pribadi dan tingkah laku orang tersebut?

Layakkah perilaku dan tabiat-tabiatnya diyakini sebagai perilaku dan tabiat-tabiat seorang nabi utusan Tuhan?

Seorang nabi utusan Tuhan haruslah sempurna, tapi Muhammad manusia tak sempurna, yang tidak bisa menguasai hawa nafsunya sendiri, gila seks, seorang pembunuh sadis, suka merampok dan memperbudak manusia.

Dari tinjauan pertama saja, kebenaran Muhammad sudah meragukan.
Terlebih lagi bila ditinjau dari kehidupan dan perilakunya, malah semakin nyata ketidakbenarannya.

Kalau Muslim tetap saja beriman dan memuliakan si penipu ini, bukankah ini **** namanya?

Apakah Mas Asbun tidak merasa sebagai orang ****? Yaitu orang yang telah dibodohi orang Arab? Atau, Mas Asbun memang warga keturunan Arab, sehingga apapun perilaku nabi Arab Mas Asbun tetap berjuang membelanya?

Neng Maisaroh,
Muhammad yang mengatakan ayat2 tsb, memang IYA!, memang betul sekali dia yang mengatakannya, akan tetapi kita juga harus berpikir, bahwa banyak keajaiban dari ayat2 yang diucapkannya yang kalo ayat2 tsb adalah informasi dari manusia, maka kita sebagai manusia biasa harus melakukan survey2 secara langsung untuk membuktikannya atas kemungkinan segala kebenaran atas apa yang telah diucapkannya.

Tidak ada satu pun yang benar dari ucapan-ucapannya.
Tidak ada keajaiban dari ayat-ayat yang diucapkannya. Semuanya itu hanya trik dan usaha mencocok-cocokkan saja.

Apakah seorang manusia biasa sanggup melakukan survey pada masa dulu kedalam lautan yang terpisah dan menyampaikan sebuah berita tentang lautan yang terpisah dan tidak memiliki rasa yang sama?

Apakah yang Mas maksudkan itu surah Ar-Rahman ayat 19-20 dan Al-Furqon ayat 53?

Ar-Rahman:19-20
Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.

Al Furqan:53
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."

Kita tahu bahwa di atas daratan juga ada danau, sungai dan sumber-sumber mata air. Air di atas daratan adalah tawar, sedangkan air laut adalah asin. Muhammad gemar melakukan perjalanan jauh, dan dia tentu tahu ada muara sungai di tepi laut. Ia merasakan bahwa air sungai yang di muara sungai itu terasa tawar dan bisa diminum, tidak tercemari oleh asinnya air laut. Hal inilah yang mengundang kekaguman Muhammad sehingga selain pengetahuannya dari Taurat, ia juga menuliskan perkataannya itu dari hasil pengalamannya sendiri. Muhammad yang tidak mengerti hukum fisika itu berimajinasi seolah di antara muara sungai dan lautan tersebut ada sekat (dinding) yang tidak kasat mata. Padahal itu sebuah teori fisika yang bisa dijelaskan dengan nalar. Posisi laut lebih rendah dari daratan, sementara air yang mengalir ke laut itu berasal dari gunung yang rasanya tawar. Selagi air dari daratan itu terus mengalir ke arah laut, tentu saja air laut tidak bisa naik ke muara sungai sehingga zat garam dari air laut tertahan dan tidak bisa masuk ke daratan.

Kalau di dasar lautan terdapat sumber air tawar, itu hal yang juga bisa dijelaskan dengan teori fisika. Bukankah air dari pegunungan selain mengalir ke laut melalui sungai-sungai di atas permukaan bumi, ia juga mengalir melalui sungai-sungai bawah tanah?

Dan kalau Mas Asbun mau jujur, ayat AlFurqon 53 tersebut tidak sesuai bila dicocokkan dengan kisah temuan Mr Costeau. Sebab yang dibicarakan Muhammad itu adalah masalah pemisahan secara horizontal, bukan membicarakan di dalam air laut yang asin terdapat sekumpulan air tawar. Ini di luar konteks, dan sangat menyimpang sekali cara menafsirkannya.

Sudah biasa, kalau para ulama Muslim suka main cocok-cocokkan tanpa menggunakan pikiran yang logis. Penafsirannya serba ngawur dan asal comot saja.

Mohon untuk neng Maisaroh Renungkan, saya tunggu kalo ada yang belum faham dan mohon dijawab kalo ada pertanyaan dari saya.

Justru sayalah yang kini berharap agar Mas Asbun yang merenungkannya.
Tekad saya meninggalkan Islam sudah bulat, dan saya tahu apa yang saya lakukan ini merupakan hidayah dari Sang Pencipta.

Mas Asbun belum mendapatkan hidayah dari Sang Pencipta, sehingga masih terus membiarkan diri Mas ditipu mentah-mentah oleh orang Arab.

Semoga Mas mau merenungkannya secara baik-baik.

Wassalam,

MAISAROH
User avatar
Maisaroh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Sat Jun 02, 2007 1:08 pm

Postby asbunawas » Thu Jun 28, 2007 2:43 pm

Hai May!... (Maisaroh maksudnya red.)

Maaf ya telat responnya…..
Terus terang aku sudah membaca tulisan maisaroh yang panjang lebar itu yang membuatku benar-benar sangat “memukau”. Tulisan maisaroh sangat “menyentuh” dan semakin menyadarkan aku bahwa ternyata apa yang maisaroh tuliskan memang sangat…… bertolak belakang dengan pandanganku dan akan terus bertolak belakang dengan pemahamanku tentang Islam, dikarenakan karena kita memiliki sudut pandang yang memang berbeda.

So, saya juga sempat mampir2 dan ngintip2 apa yang maisaroh obrolkan juga dengan mas Kelihgo, yang begitu panjang lebar dan sampai sekarang masing2 tidak ada titik temu meskipun masing2 sudah menyampaikan bukti2 atas pandangan2 yang dikemukakan.

Dan kalaupun aku membahas juga satu persatu atas postingan maisaroh secara detailpun saya yakin, hasilnya adalah, hanyalah pengulangan2an pembhasan2 yang juga sudah dibahas ditopik sebelah yang terus selalu terjadi hanya balasan2 pembahasan yang tidak berkesudahan, sampai akhirnya kita seperti kayak Liburan di hari minggu dengan naik Delman Istimewa disamping pak KUSIR yang sedang bekerja…, shingga terjadilah DEBAT KUSIR itu.


So, untuk menghilangkan pengulangan2 pembahasan yang pasti terjadi, bagaimana kalo kita membahas sesuatu yang lebih ril yang benar2 menyangkut kepada kehidupan kita sendiri dimana kita sebagai manusia yang sudah pasti akan merasakannya secara langsung dan memang sedang berlangsung.

Gimana? Setuju?

Kalaupun tidak setuju, saya coba untuk mengajukan pertanyaan sama Maisaroh.
1. Apa yang menjadi Tujuan Maisaroh sekarang dalam menjalani Hidup sekarang ini?
2. Apa makna Kematian dan MATI bagi anda?
3. Apakah anda peracya bahwa setelah Kematian akan ada KEHIDUPAN?

untuk sementara 3 saja dulu, dan itu yang ingin saya ketahui dari anda. Pertanyaan ini meskipun saya ajukan untuk anda sendiri, insya allah tidak akan menyimpang dari topik semula.

Mudah2an dengan kita memulai dari sudut yang lain anda bisa menemukan ISLAM yang sebenarnya.

Terima kasih.
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby FFI Admin » Sat Jun 30, 2007 6:30 am

Sdr. Asbunawas,
Ketiga pertanyaan baru yang Anda ajukan tidak ada hubungannya dengan Islam, terutama tema pokok pembahasan: Muhammad dan Kitabnya.
Jikalau Anda memang sudah tidak berminat lagi berdebat tentang Muhammad dan Kitabnya dengan Sdr. Maisaroh, silakan katakan saja dan dengan begitu thread akan ditutup.
FFI Admin
Forum Admin
Forum Admin
 
Posts: 364
Joined: Wed Mar 15, 2006 1:25 pm

Postby asbunawas » Sat Jun 30, 2007 11:34 am

Terima kasih Bung Admin atas atensinya.

Saya menyampaikan Hal tsb bukan karena saya tidak ingin melanjutkan ngobrol2 dengan Maisaroh, sebab anda sendir juga melihat, hal2 tentang Muhammad juga sudah dibahas juga dalam obrolan maisaroh dengan kelihgo. yang tentunya kalaupun saya juga menanggapi secara detail apa yang maisaroh tuliskan, maka pembahasannya akan kearah sana juga seperti di topik sebelah.

Jadinya saya coba untuk membahas dari sudut pandang lain yang saya YAKIN, bahwa jawaban itu akan juga tetap merefer ke Topik awal. hanya saja mungkin ini baru tahap pertanyaan awal saja kepada maisaroh.

Kalau anda mengatakan Ketiga pertanyaan tsb tidak ada hubungannya dengan ISLAM, saya kira anda Keliru, karena ISLAM memiliki keterangan2 dan referensi2 yang lebih jelas dari isi ketiga pertanyaan tsb.

Tapi selebihnya saya serahkan kepada maisaroh, apakah dia akan menjawab atau tidak.
kalau dia tidak menjawab itu tandanya saya pun mohon pamit dari topik ini dan sayapun hanya akan mengikuti obrolan maisaroh dengan kelihgo. dimana jawaban2 bung kelihgo tidak kurang dan lebihnya masih sama dan satu pandangan dengan saya.

Terima kasih.
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby FFI Admin » Tue Jul 03, 2007 1:09 am

Thread ditutup.
Sdr. Asbunawas dipersilakan buka thread baru di Ruang Bedah Islam yang bersangkutan dengan ketiga pertanyaanmu.
Juga silakan menawarkan kepada sdr. Maisaroh apakah berkenan berdebat tentang ketiga pertanyaan tersebut.
FFI Admin
Forum Admin
Forum Admin
 
Posts: 364
Joined: Wed Mar 15, 2006 1:25 pm

Mohon maaf

Postby ibra » Sat Apr 19, 2008 8:46 am

Moderator yth
Mohon maaf kalau saya lancang memposting di thread yang sudah ditutup ini. Hanya ada beberapa klarifikasi yang mungkin mas Abunawas tidak punya waktu melakukannya. Hanya sedikit mengenai ayat-ayat yang digunakan Ibu Maisaroh yang ingin saya lihat dari versi bagaimana Tafsir Qur'sn menjelaskannya. Mohon maaf kiranya tidak berkenan

Semua berkaitan dengan taffir quotationnya dari tafsir Al Maroghy (Ahmad Mustafa Al Maroghy, Mesir: Nustafa Al Babil Halabi)

Surah Anfal ayat 55

“Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman.”
Tafsir ayat ini agak panjang
Dari Said bin Zubair, Al Anfal 55 turun atas sangat kufurnya 6 suku kaum Yahudi di Hijaz di antaranya adalah Ibnu Tabut , Ka’ab bin Asyraf dan Abu Jahal. Mengapa mereka sangatlah bebal nya, karena mereka mengerti dan memahami kandungan Al Qur’an namun mereka mengingkarinya. Allah SWT menyebut kaum-kaum itu sebagai Ad dawab (suatu frasa yang biasanya merujuk pada Binatang berkaki empat).

Mengapa mereka dikatakan “begitu bebalnya”.
1. Mereka bertaklid, statis dalam taqlidnya tanpa mau membuka mata untuk iman, terus menerus berada dalam kekafiran PADAHAL mereka tahu kandungan Al Qur’an
2. Mengkhianati janji. Terutama merujuk pada Bani Quraizah. Dalam perjanjian awal hijrah nabi, kaum Yahudi sudah sepakat bahwa mereka akan dilindungi agama , diri dan harta mereka, namun mereka justru memasok senjata pada kaum musrikun lain dalam perang Badar (Ibnu Abbas). Setelah itu mereka meminta maaf “kami lupa dan keliru”. Namun ternyata janji tinggal lah janji, pemimpin Yahudi Madinah yang sudah menyepakati bersama perjanjian tersebut (Kaab bin Asyraf) datang langsung ke Mekkah untuk menyatakan perlawanan kepada Rasulullah, maka terjadilah Perang Khandak.

Dua hal di atas membuat turnnya wahyu /firman Allah QS8.55 ini yang ’kelihatan begitu keras” namun sebenarnya latar belakangnya adalah hal di atas, begitu muslihatnya kaum Yahudi Arab.


Surah Bayyinah ayat 1
“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik…”
Ayat ini turun menyikapi dua hal : ahli kitab adalah orang Yahudi dan Nasrani Arab di kala itu yang banyak melakukan bid’ah-bid’ah atas ajaran nenek moyangnya. Memasukkan hal-hal non agama menjadi ajaran agama, dan mencampuradukkan budaya dalam agama.
Orang musyrik yang di maksud dalam ayat ini adalah orang-orang arab penyembah berhla yang patuh pada kekuatan wasani, namun mereka berkeras diri bahwa ajaran yang mereka anut adalah temurun dari ajaran Ibrahim AS

Ali Imran 28

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)
Asbabun nuzulnya begini:
Para muslimin di awal fasenya adalah orang-orang pejuang, secara ekonomi maupun secara strata sosial. Karena itulah mereka sering silau dengan kemuliaan (ekonomi dan sosial) orang-orang kafir Quraisy. Mereka sering curhat, berkeluh kesah, yang ujungnya nasehat orang-orang kafir tersebut menyalahkan agama yang dianut (Islam).Rifa’ah Ibnu Munzir, Abdullah bin Zubair, Saad bin Khaisamah yang sering mengingatkan orang-orang muslimin agar berhati-hati dengan orang kafir tersebut (Al Hijaj ibnu Amr, Ibnu Abil Huqaiq, Qais ibnu Zaid).
Namun kalau hubungannya sekedar muammalah dan saling menguntungkan, tidak apa-apa berhubungan dengan orang musyrik sebagaimana hubungan antara Rasulullah SAW dan Bani Khuza’ah.

Ar-Rahman:19-20
Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.
Maaf, terjemahannya sedikit meleset:Dia membiarkan kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (20) antar keduanya ada batas yang tidak dilalui masing-masing.

Saya bahkan tidak menemukan asbabun nuzul yang spesifik pada ayat-ayat ini karena begitu (tidak memerlukan penjelasan) jelasnya ayat ini. So what is going wrong.
Ada laut jawa di utara jawa, ada samudera hindia di selatan, jawanya gak ditembus, ada laut china selatan sebelah timur sumatera, ada samudera hindia di barat, sumateranya gak di tembus.Ada laut Arab sebelah barat India, ada teluk benggala di timurnya, Indianya di tengah, laut merah sebelah barat arab, teluk persi sebelah timur, arabnya di tengah, samudera pasifik sebelah barat south America, samudera atlantik di timurnya…Samudera atlantik sebelah timur florida, selat florida sebelah selatan, teluk mexico sebelah barat, florida di tengah

Al Furqan:53
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."

Saya juga tidak menemukan tafsir asbabun nuzul ayat ini, karena meurut saya, IMHO, ayat di atas juga jelas. Tidak ada hubungan antara elevasi sungai dan laut. Ayat di atas murni membahas laut. Mungkin anda belajar fisika jauh lebih dalam, Konon yang paling terkenal tawar adalah di sekitar terusan suez di laut Merah dan Laut Hitam. kalau anda liat, dari Laut Tengah masuk ke Terusan Suez keluar di Selat Babul Mandep (sebelah utara Djibuoti/Tanjung Guardafui), sangat kecil lubang keluarnya. Seakan ada pemisah antara laut Merah yang tawar dan laut arab di sebelah tenggara Arab yang asin, dan laut Tengah yang juga asin. Yang juga mungkin bisa kita lihat adalah Laut Kaspia yang tawar di apit Iran, Iraq, Israel, Turkmenistan, dsb. Laut Hitam juga begitu. Laut Hitam yang tawar hanya punya akses keluar (kecil sekali) di selat Istambul. So?

Next Comments
“Mas Asbun keliru, tidak ada sifat-sifat mulia dalam Alquran. Yang ada cuma tulisan-tulisan membahas Yahudi dan Nasrani, dan penegasan yang diulang-ulang bahwa Muhammad seorang Rasul Allah yang harus dipatuhi, dihormati dan tidak boleh ditentang. “
Jelas tidak benar. Kalau kita pelajarai lebih dalam mayoritas ayat Al Qur’an justru membahas masalah Muammalah.

By the way, Anda bisa melihat ayat tentang homoseks (QS7.80, QS 23.7, QS27.54, 29.28, 29.31,

Tentang keutamaan ibu, 2.233, 4.135, 28.7, 39,6 (dan masih banyak lagi)

Tentang keutamaan orang berilmu 58.11, 9.122, 31.27 (dan masih banyak lagi)

Kita bisa melihat proses pembuatan janin 53.32, 3.6, 22.5,23.13

Kalau anda orang ekonomi, fiscal policy and taxation bisa anda lihat di 9.29, 2.(43,83)

Solusi Amrtya Sen tentang Poverty tidak jauh jauh amat dari 89.16, intinya harus ada keinginan dari diri pribadi untuk lepas dari vicous circle.

Tentu saja tentang kiamat, 1.4, 10.15, 101 (1,2,3,4), dst

Kalau anda dokter kulit, sejenak bolehlah anda baca 30.22, kalau anda ginekolog ingatkan pasien anda untuk tidak melakukan 2.222, kalau anda bidan suruhlah ibu-ibu 2.233

Kalau anda kerja di KPK, liriklah sejenak 83.1,2,3, 2.278. Bisa juga untuk anda yang kerja di trade center2 (baca : ruko) 83.1-6

Kalau anda seorang tabib atau punya toko obat, cobalah menjual komoditas ini 16.69, insya allah segala macam obat sembuh...wallahu ’alam

Bagaimana ombak di buat ya (24.10)

Kenapa ya di tiap negara tetap saja ada angka kejahatan 6.123

Lucu juga kalau kita ceritakan ke anak cucu kita tentang semut, lebah, rayap 34.14

Kalau anda kerja di Freeport, bolehlah anda baca2 18.96, 34.12, 55.35

Kok di Jatim banjirrr mulu, di Kupang kering muluuu 23.18

Oh iya, jangan biarkan istri jablay, 4.129

Entahlah, kalau anda masih menganggap AQ hanya sebatas yang anda ungkapkan

Wallahul Muwaffiq ilaa aqwamith thorieq
wallahu alam bishowab
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Re: Maisaroh v Asbunawas: Mengkritisi Muhammad & Kitabnya

Postby kbg » Thu Jun 03, 2010 11:25 am

Mas Ibra topik sudah di closed tapi masih aja anda ingin mengambil alih, sudah jelas kalau asbunawas tidak memiliki kemampuan lagi untuk membuktikan pembelaan terbaiknya, dimata saya anda tidak lebih baik dari asbunawas, saya sudah pernah diskusi dengan anda, anda sama saja seperti yg lain, suka menipu diri sendiri dan tidak jujur.

kebohongan adalah hal utama yg kalian selalu pertahankan dan kalian akan senang untuk hidup dgn penuh kebohongan. karena sisi kalian memang dimulai dari kebohongan itu sendiri, (fallacy)
User avatar
kbg
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 862
Joined: Wed Oct 11, 2006 2:41 pm
Location: http://www.kbg.co.za/


Return to Ruang Debat Terbatas



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users