



Maysaroh wrote:Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih atas empati Sdr terhadap musibah yg menimpa keluarga saya. Saya jadi terkesan dan terharu membacanya, tidak disangka kata-kata sejuk seperti itu bisa terlontar keluar dari Saudara yg gemar menghujat dan menghina agama orang lain. (Maaf, jangan tersinggung ya?).
Maysaroh wrote:
Biar memberikan kesan silaturrahim, saya panggil Asbunawas dengan panggilan Mas Asbun aja. Tidak apa-apa, kan?
Maysaroh wrote:
Mas Asbun menanyakan soal keaslian foto. Benar, itu foto saya. Memang ada apa, Mas?
Maysaroh wrote:
Anda menulis :
Justru saya berharap Mas Asbun juga bersedia menampilkan wajah Mas di forum ini, supaya saya tahu wajah orang yang sedang saya ajak diskusi.
Maysaroh wrote:
Kemudian, Mas Asbun bertanya kepada saya tentang apa yang akan saya lakukan bila diri saya diserang oleh musuh? Saya akan mencoba mempertahankan diri. Ini jawaban saya. Bukankah jawaban ini yang Mas Asbun harapkan?
Maysaroh wrote:Tetapi untuk kasus nabi Muhammad, apa benar dia diserang/diperangi? Apa Mas Asbun tahu sendiri kalau nabi Muhammad membunuh dan merampok lantaran dia diserang atau diperangi oleh kafir? Apakah Mas Asbun dapat memberi bukti otentik bahwa Muhammad diperangi dan bukan dia yang memerangi?
Maysaroh wrote:Pernyataan Mas tentang “ada aksi pasti ada reaksi”. Menurut pendapat saya, reaksi itu memang sudah menjadi kodrat, tapi reaksi yang melampaui batas itu bukan lagi reaksi yg sewajarnya, melainkan dendam. Dan secara nurani, saya tidak bisa percaya bahwa dendam telah menjadi ajaran dari sebuah agama yg katanya mengajarkan kasih sayang kepada sesama.
Maysaroh wrote:Mas Asbun menganggap bahwa apa yang saya lihat pada diri Muhammad adalah keliru, karena saya melihatnya dari sisi HITAM sehingga yang nampak adalah kebrutalan, kejahatan dan kemaksiatan. Sebaliknya Mas dan juga teman-teman saya yang lain melihat diri Muhammad dari sisi PUTIH, sehingga yang nampak adalah kebaikan dan keagungannya.
Mas memberi contoh demikian:
“....Seorang HITLER juga diagung2kan oleh para pendukungnya, dan Kepala Bandit pun bisa dianggap orang yang bijaksana oleh anak buahnya....”
Bukankah dengan contoh itu Mas sedang menyindir nabi Muhammad dan para pengikutnya?
Maysaroh wrote:Seorang yang hidupnya benar-benar PUTIH, tidak akan memiliki sisi HITAM sekalipun orang berusaha mencari-carinya.
Apa Mas tahu Madam Theresa? Semua orang memuji ibu ini, dan kita semua setuju tidak ada HITAM-PUTIH pada dirinya walau kita melihat dari sisi mana pun, yang ada cuma PUTIH saja.
Maysaroh wrote:Begitu pula pada junjungan umat Budhis, Sidharta Gautama. Sifatnya yang welas asih itu benar-benar cerminan dari keseluruhan watak dan perilaku hidupnya. Tak ada catatan yang menceritakan sisi HITAM dari Sidharta Gautama. Coba Mas pikir, kalau Sang Budha saja bisa benar-benar PUTIH, lalu kenapa nabi kita yang katanya nabi teladan bagi seluruh umat manusia malah memiliki sisi HITAM?
Dengan ditemukannya sisi HITAM pada diri nabi kita, bukankah ini membuktikan nabi kita tidak benar-benar PUTIH?
Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”....Perbandingan2an yang anda lakukan lebih kepada sisi2 Gelap yang bisa terjadi pada sebuah AGAMA manapun yang dilakukan oleh para penganutnya yang memang sudah menyimpang dari KESUCIAN AGAMA itu sendiri.....”
Saya setuju sama Mas, bahwa semua orang pasti punya sisi gelap tanpa melihat apa pun agamanya. Tapi tidakkah Mas berpikir barang sejenak pun kalau agama kita memang mengajarkan hal-hal yang di luar akal sehat?
Maysaroh wrote:
Mas menulis:
”...Sebagai Contoh : Kelakuan AMROZI, apakah dibenarkan oleh ISLAM ? jelas TIDAK!, Akan tetapi kelompok2 mereka menatasnamakan Kesucian Tuhan dalam perbuatannya yaitu dengan nama JIHAD....”
Apakah menurut Mas yang dilakukan AMROZI itu salah?
Apakah menurut Mas yang dilakukan Imam Samudra, Nurdin M Top, Doktor Azahari itu semua keliru dan tidak sesuai dengan ajaran Islam?
Kalau salah kenapa Abu Bakar Baasyir mendukung kelompok-kelompok radikal ini? Bahkan sang Ustadz juga mengirimkan pasukan JIHADnya ke Ambon di mana hal itu malah memperkeruh suasana. Menurut pendapat Mas pribadi, apakah Mas Asbun lebih mengerti ISLAM daripada Ustadz Abu Bakar Baasyir?
Maysaroh wrote:
Nabi Muhammad dalam pidato perpisahannya menyerukan: "Saya diperintahkan utk memerangi semua orang sampai mereka mengatakan la illaha illalah"
Saladin (1189M) pahlawan Islam kenamaan sepanjang sejarah juga meneruskan sunnah beliau: “Saya akan menyeberangi lautan menuju pulau2 mereka utk mengejar mereka sampai tidak ada orang lagi di muka bumi ini yg tidak mengakui Allah.”
Pemimpin Muslim Iran Ayatollah Khomeini (1979) juga menyerukan hal serupa: “Kami akan mengekspor revolusi kami keseluruh dunia sampai seruan "la illaha illalah Muhamad rasulullah" dikumandangkan di seluruh dunia.”
Dan Osama bin Laden (November 2001) juga menyatakan hal yg sama seperti pendahulunya: “Saya diperintahkan utk memerangi orang sampai mereka mengatakan tidak ada tuhan selain Allah dan rasulnya Muhamad.”
Maysaroh wrote:
Coba Mas resapi pernyataan-pernyataan mereka, baik atau jahat? Kalau nabi kita sendiri mengatakan itu, berarti Muslim yang menerapkannya adalah The True Moslem, sedangkan Muslim yang tidak mengamalkan ajaran nabi bukanlah Muslim yang sejati. Bagaimana pendapat pribadi Mas?
Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”...Tindakan BUNUH diri dan MEMBUHUH ORANG lain adalah Perbuatan yang tidak dapat dibenarkan oleh AGAMA Manapun ketika dalam kondisi suatu bangsa/masyarakat dalam keadaan damai (TIDAK PERANG)......”
Dengan perkataan lain, apabila kondisi masyarakat dalam keadaan PERANG maka hal itu dibolehkan dalam Islam? Ya, Mas, saya setuju bahkan bukan cuma agama Islam, seluruh dunia juga akan berkata setuju yaitu dengan syarat: Kondisi Perang.
Tapi persoalannya sekarang, apa definisi Perang menurut nabi kita? Bukankah orang yang didakwahi namun tetap menolak maka ia masuk kategori orang yang halal diperangi? Bila alasan “Perang” dijadikan dasar bagi semua perbuatan biadab, maka Islam tidak lagi sebuah agama yang rahmatan lil alamin, tapi sebuah ancaman serius bagi kemaslahatan umat manusia. Sebab sewaktu-waktu “seruan perang” bisa dikobarkan sepihak oleh Islam. Bagaimana Mas, menurut pendapat pribadi Mas Asbun?
Maysaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
”...Akan tetapi sekarang, yuk mari kita lihat secara PUTIH, mengingat MAISAROH adalah “bekas” orang yang juga pernah menjadi Pengikut seorang Muhammad mari kita lihat seorang Muhammad secara ISLAM, bukan secara mereka yang berdiri di luar Muhammad....”
Baik, anggap saja Muhammad tidak punya sisi hitam. Untuk sementara saya mencoba untuk menutup mata terhadap semua bukti konkrit yang sudah saya miliki, bahkan yg telah saya alami sendiri. Dalam diskusi ini, yang saya butuhkan sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu AKAL & NURANI.
Anggap saja semua argumentasi yang saya tulis di atas adalah intermezo.
Ini pertanyaan kedua saya untuk Mas Asbun: “Dari mana Mas Asbun tahu kalau Muhammad itu nabi?”
Maysaroh wrote:
Ini pertanyaan yang sangat sederhana, Mas. Tolong dijawab secara sederhana pula.
Saya tunggu jawaban jujur dari Mas Asbun, dan dimohon tidak mengutip kata-kata atau pendapat orang lain.
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Maisaroh wrote:
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih atas pujiannya, saya percaya Mas orangnya baik.
Walau Mas enggan menampilkan foto di forum ini, saya tetap beranggapan Mas adalah seorang yang berwajah kalem dan baik hati.
Semoga benar demikian.
Maisaroh wrote:
Mas Asbun menulis:
Mengenai hujat menghujat dan hina menghina, anda mungkin bisa membaca dari ulasan saya sebelumnya, setetes air yang jatuh diatas genangan selalu akan menimbulkan riak diatasnya, setiap aksi pasti ada reaksi. Saya tidak maksud menghujat & menghina, tapi hanya menyampaikan realitas kemampuan kesederhanaan pandangan saya yang saya pahami dan saya mengerti. Begitupun dengan neter2 disini, ketika mereka kita anggap ulasan2 mereka sebagai bentuk suatu perbuatan yang menghujat dan menghina, mereka pun beralasan yang sama.
Tidak Mas Asbun, Mas tidak jujur. Sebenarnya yang lebih dahulu menghujat adalah agama kita. Mas kan tahu sendiri, Islam baru muncul pada abad ke-7, sedangkan agama-agama lainnya sudah ada sebelumnya, bahkan ratusan tahun sebelum Islam lahir. Di dalam kitab suci mereka masing-masing tidak pernah ada kata-kata hinaan ataupun hujatan terhadap agama kita, tetapi lihatlah Alquran, isinya penuh dengan ajaran kebencian kepada kaum di luar kita.
Maisaroh wrote:
Saya baca dari komentar-komentar Mas, tampaknya Mas Asbun masih terus berusaha untuk percaya Muhammad orang baik. Sekali lagi Mas tidak jujur. Mas tidak bisa membohongi diri sendiri, Mas telah menjadi seorang pengecut.
Maisaroh wrote:
Mas sendiri bilang, bahwa agama sama dengan pakaian. Dan pakaian itu bila dirasa tidak cocok, sudah menjadi hak kita untuk melepasnya dan menggantinya dengan pakaian yang lebih pantas untuk kita pakai. Namun saya baca dari ulasan Mas Asbun mengenai agama sebagai pakaian, sangat membingungkan. Apakah Mas hendak bilang kalau agama Islam bisa/boleh ditafsirkan oleh si pemakainya sekehendak hatinya, menurut apa kata hatinya yang dianggapnya paling cocok untuk dia gunakan?
Maisaroh wrote:
Agama Islam itu tidak benar, Mas. Agama Islam itu mendua. Sikapnya bercabang.
Mas bisa saja berbohong dan mengatakan Islam itu agama yang baik, penuh kasih sayang terhadap sesama, mengajarkan kesabaran dan tidak ada ajaran dendam, karena ayat-ayat itu ada di dalam Alquran.
Tetapi bagi Muslim lain yang ingin melampiaskan rasa benci dan dendam kepada sesama, yang ingin memerangi sesama, yang ingin mengkambing-hitamkan sesama, dia akan temukan ayat-ayat pendukung di dalam Alquran juga.
Maisaroh wrote:Kalau Mas tidak berani menampilkan ayat-ayat buruk itu di sini, berarti Mas seorang pengecut dan pembohong. Apakah ayat-ayat jahat itu baru akan ditampilkan bila saatnya tepat saja? Tidak, Mas. Mas harus tampilkan ayat-ayat itu di sini, bukan saya. Sebab lantaran ayat-ayat itulah saya harus kehilangan kakak saya. Kalau Islam itu sebuah kebenaran, kenapa Mas berusaha menutup-nutupi dan berlagak tidak tahu?
Maisaroh wrote:
Saya percaya Mas Asbun adalah seorang pria yang baik dan jujur. Maka dari itu saya mohon Mas berani menunjukkan ayat-ayat jahat itu di sini untuk kita diskusikan. Selama masalah ini tidak jernih, jangan harap Mas bisa mengislamkan saya kembali.
Maisaroh wrote:
Kemudian tentang istilah ‘perang’ yang dipakai nabi Muhammad. Benarkah itu bukan perang yang sesungguhnya? Benarkah itu cuma kata kiasan? Mas Asbun harus berani menjelaskannya sekali lagi dan jangan bohong kepada saya. Mas harus berani berkata jujur.
Maisaroh wrote:
Tahukah Mas, orang yang membohongi diri sendiri berarti dia seorang pengecut. Dan seorang pengecut gampang disetir oleh orang lain, dan orang lain itu adalah nabi Muhammad. Nabi Muhammad telah mengendalikan miliaran otak manusia di bumi. Mereka seperti orang-orang yang tak bernurani, karena segenap akal budinya telah disita oleh Muhammad. Walau pun mereka tahu ada yang tidak beres dengan nabi Muhammad, mereka tetap saja berusaha membutakan akal pikirannya untuk tetap percaya. Ada yang tidak beres dengan nabi ini, Mas? Apa Mas masih saja pura-pura tidak tahu, dan minta saya yang menunjukkannya di sini?
Maisaroh wrote:Mas mengatakan bahwa pengetahuan akan kenabian Muhammad Mas dapatkan secara turun-temurun. Dan sumber utamanya berawal dari kitab suci Alquran.
Baik. Muhammad diklaim sebagai nabi, asalnya dari kata-kata Alquran.
Kemudian, Mas Asbun menulis:
Kalo Al-Quran tidak ane percayai, emangnya siapa lagi yang harus ane percayai, wong dia datangnya dari ALLAH koq. Iya engga jeng ?
Bukankah kata-kata Mas ini tidak intelek?
Apakah ucapan seperti ini cukup logis?
Apakah kata-kata Mas ini bisa terbilang sangat rasional?
Maisaroh wrote:Siapa yang bilang Alquran datang dari Allah, Mas?
Coba renungkan. Siapa yang bilang Alquran berasal dari Allah?
Maisaroh wrote:
Bukankah Muhammad sendiri yang mengatakan itu?
Dan bila Muhammad sendiri yang mengatakan itu, kemudian di dalam kitab yang sama ada pernyataan Muhammad seorang rasul. Bukankah ini konyol, Mas?
Apakah ini rasional?
Dapatkah ini dipercaya begitu saja?
Kenapa kita sama sekali tidak khawatir bahwa diri kita telah menjadi KORBAN PEMBODOHAN?
Coba Mas renungkan. Apakah orang yang percaya dengan omongan Muhammad pantas disebut pintar dan intelek?
Coba renungkan baik-baik:
Yang mengucapkan ayat itu Muhammad.
Yang bilang kalau ayat itu dari Allah juga Muhammad.
Yang bilang Muhammad itu nabi juga Muhammad sendiri.
Betapa bodohnya saya, Mas, yang begitu saja percaya pada semua omongannya. Kita kan punya AKAL, Mas? Tapi kenapa tidak kita gunakan?

Mas Asbun wrote:Yang dimaksud hujatan dalam Islam oleh anda itu yang mananya sih neng? Tolong sampaikan disini, nanti ane bantu jelasin…
Setau ane AL-Quran memiliki sifat yang TEGAS & LUGAS dalam menentukan sebuah Keputusan dan Hukuman. Al-Quran diyakini oleh ISLAM sebagai Kalam Ilahi, jadi apapun yang tertulis disitu adalah keputusan dan ketetapan TUHAN.
Kalaupun anda sebut bahwa didalam Al-Quran terdapat kata2 Hinaan dan kata2 Hujatan terhadap orang2 diluar ISLAM, mungkin karena anda memang salah dalam menilai ketetapan2 dan keputusan itu. Di dalam Al-Qur’an malah setau ane lebih banyak sifat2 kemuliaan bagi manusia dan memuliakan manusia.
Jadi tolong sampaikan ayat2 tentang “kebencian” itu menurut anda disini.
Adakah yang salah dalam diri saya kalao saya mempercayai terhadap orang yang saya CINTAI?
Munculnya CINTA dikarenakan adanya berbagai alasan yang bisa membuat orang menjadi jatuh CINTA, dan saya juga menemukan banyak hal pada pribadi RASUL yang membuat saya jatuh cinta.
Apakah wajar seseorang memiliki rasa cinta dikatakan PENGECUT?
Anda mendapat ajaran darimana sehingga anda memiliki kesimpulan seperti itu?
Bukankah KEBENCIAN seperti itu yang telah anda dapatkan setelah keluar dari ISLAM?
Anda menuduh ISLAM penuh kebencian
ternyata bukan pada iSLAMnya, tapi pada diri anda sendirilah rasa kebencian itu sebenarnya bersemayam.
Tuhan memciptakan Surga-NYA dengan tingkatan2 dan fasilitas yang berbeda2, yang dia jadikan kelak sebagai BUAH/”IMBALAN” dari proses Interpretasi yang dilakukan manusia selama hidup, ketika Interpretasi kebenarannya yang dilakukannya semakin mendekati dan berada dekat dengan SUMBER KEBENARAAN itu sendiri, maka tingkatan “Buah” dari hasil interpretasinya berada pada tingkat yang semakin tinggi dan semakin mendekati pada yang MAHA BENAR itu sendiri.
Percayalah neng, Allah lebih tahu dari apa yang manusia tidak ketahui.
Ingin memahami Agama secara baik, fahamilah secara sederhana terlebih dahulu bahwa Agama itu adalah Pakaian bagi Diri kita.
Kalau saya jelas tidak pernah melihat bahwa ada ayat2 yang anda katakan sebagai “Ayat2 Jahat” didalam Al-Quran, karena saya masih bisa melihat pada sisi dan pada posisi sebenarnya, yang memang bisa berdampak baik bagi diri saya dan insya allah bagi orang lain juga.
di Negara Brunai, Negara ISLAM yang adem ayem, apakah orng2 ISLAM Brunai harus teriak2 ngajak2 Perang terhadap negara lain karena ingin mengamalkan Isi Al-Quran? (Konyol pan?), ane yakin warga Brunai sekarang juga lagi berperang melawang segala Keinginan2 Hawanafsunya untuk diperturutkan.
Makanya nabi berpesan untuk memerangi Hawa Nafsu, Karena itu merupakan JIHAD dan bentuk perang paling AKBAR bagi UMAT Manusia di era “damai” sekarang ini.
Nah eneng maisaroh sendiri pernah engga merasakan atau melakukan Perang melawan Hawa Nafsu sendiri?
AGAMA tanpa IMAN adalah MATI!.
Begitu juga dengan saya, Dalam AGAMA saya Al-Qur’an menerangkan bahwa Al-Qur’an sebagai Kalam ALLAH, maka secara IMAN, saya memang harus PERCAYA, karena itulah AGAMA.
Kalo anda sih ya pasti engga percaya, IMAN dan AGAMAnya aja udah lepas koq…., itu tandanya anda tak lebih seperti orang yang sudah MATI.
Makanya dalam pandangan saya secara agama dalam memahami manusia sya punya prinsip bahwa ORANG BAIK BELUM TENTU BENAR, ORANG BENAR PASTI BAIK.
Katanya anda “bekas” ISLAM, koq sampai tidak tahu?, ane berikan beberapa bukti ayatnya saja yang menerangkan bahwa AL-Quran itu berasal dari ALLAH
Al-Quran : 20.99. ‘Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran)’.
Kalau bukan dari ALLAH yang memberitahukan kepada seorang Muhammad, bisakah seorang Muhammad mengetahui berbagai banyak Sejarah tentang sebuah bangsa, peristiwa dan kaum sebelumnya yang tertulis secara gamblang didalam Al-Qur’an ?
Ayat lainnya ;
Al-Quran 3.60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Muhammad telah menyampaikan kepada semua Manusia bahwa yang Haq adalah Haq yang bathil adalah bathil, meskipun Agama baru di Dunia sekarang yang bernama AGAMA HAM banyak yang tidak suka dengan isi ayat2 Al-Quran karena menurut mereka bertentangan dengan HAM !,
Pertanyaan dari Ane, tinggian mana sih Hak seorang Manusia dengan Hak Allah ?, koq manusia sok ngatur2 hak2nya sendiri dan pingin haknya dijunjung tinggi sama Allah? Pret!
Neng Maisaroh,
Muhammad yang mengatakan ayat2 tsb, memang IYA!, memang betul sekali dia yang mengatakannya, akan tetapi kita juga harus berpikir, bahwa banyak keajaiban dari ayat2 yang diucapkannya yang kalo ayat2 tsb adalah informasi dari manusia, maka kita sebagai manusia biasa harus melakukan survey2 secara langsung untuk membuktikannya atas kemungkinan segala kebenaran atas apa yang telah diucapkannya.
Apakah seorang manusia biasa sanggup melakukan survey pada masa dulu kedalam lautan yang terpisah dan menyampaikan sebuah berita tentang lautan yang terpisah dan tidak memiliki rasa yang sama?
Mohon untuk neng Maisaroh Renungkan, saya tunggu kalo ada yang belum faham dan mohon dijawab kalo ada pertanyaan dari saya.







Return to Ruang Debat Terbatas
Users browsing this forum: No registered users