. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Sat Apr 23, 2011 12:18 am

Mr. Harahap, baca2 link dari ente -> http://www.ashhabulkahfi.com/2009/07/me ... n-uud.html
Mang ngeri!
Ane kenal NON moslem nyang deket ame petinggi polisi,
polisi mang binyun karena kelompok mereka belon melakukan nyang melanggar hukum!

Baru wacana wae!

Kalo maseh wacana belon bisa ditangkep!

Mang Pemerintah Indonesia nyang mayoritas moslem kebinyunan musti bijimane!

Semuanya ntuh bersumber dari buku Timur Tengah kata Sidney Jones -> sidney-jones-asal-terorisme-adalah-buku-dari-timur-tengah-t44066/

Tapi kite2 ngga perlu cawatir, masyarakat NON moslem didunia mulai-in engeh bahaya ugama eslaam!

Kalo ente biza english cuba ente baca di (ane kutip sebagian) -> http://www.faithfreedom.org/articles/op ... lah-virus/

THE DEADLY ALLAH VIRUS /MATINYA VIRUS AUWLLOH SWT

faithfreedom.org wrote:.................Today there are many powerful threats to Allah virus. The ex-Muslim and freethinking websites have awakened many Muslims to take a hard look at their cherished faith. The recent developments in communications technology, particularly satellite television and the Internet in even the remotest harems of Islamic nations, is profoundly altering the mental climate in the Muslim world. Another threat of Allah virus is the continual march of science. Yet another threat is the Psychology. Many psychologists can clearly see what Islam does to Muslims, how it destroys healthy relationships and families, forces people into self-defeating beliefs and generates unjust hate. Religion is a major contributor to mental illness. But for Islam, it by itself is a mental illness. Humanity’s worst scourge, the Allah virus must be completely eliminated from the earth like the smallpox virus which was eradicated in the 1970s from human populations. Otherwise the Allah virus, if survives, will happily take us back to Stone Age.

Kalo ada nyang jago english biza terjemahin lebih baek, ane cuman biza baca dan ngerti sendiri, tapi nerjemahin refot dah! :lol:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Sat Apr 23, 2011 1:13 am

@Bigman
HALLO Mr BIG
rokok dulu bro . . . baru ketik lg . . . .


mmg hrs kt sadari ttg hal itu, tp jg kita hrs sadari bahwa saat ini islam sdh msk ke birokrasi pemerintahan
padahal power terbesar yg bisa bendung islam adalah power dari pemerintah
tp selama idiologi pancasila dan uud 45 msh dipegang teguh islam msh akan kerepotan
sayangnya, org2 kita sdh banyak luntur rasa nasionalismenya,

ayo netter2 yg berkompeten bisa gasak org2 gila itu gak ?
masa uud 45 dan pancasila dibilang muysrik ? sirik ? idiologi kafir ? pada sadar gak tuh ?
ada jg yg bilang Indonesia nyembah burung garuda ??? :shock:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini link nya : http://www.facebook.com/dansersexy/post ... 4571305659
Burung garuda pancasila dalam ajaran NII kw9 alzaytun dianggap sebagai berhala dan barangsiapa ( semua orang NKRI ) yang mengikuti dan bersumber hukum dari pancasila maka dianggap belum beriman ( kafir ) karena dianggap masih menyembah berhala burung garuda pancasila..sumber berita klik www.nii-crisis-center.com Gmn pendapat temen temen tentang hal ini ??
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
related post : ( yg lbh parah surat ajakan perang dari islam aceh) :
http://dir.groups.yahoo.com/group/PPDi/message/9991
Guenoeng Geureudoeng <apalambak2000@...> wrote:

--- warwick aceh <universityofwarwick@...>
wrote:
> Assalamualaikum.
>
> Wahai Bangsa Aceh yang mempunyai cita-cita untuk
> membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan kafir
> laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala
> burung garuda dan pancasila.
>
> Apabila "Hikayat Prang Sabi" dikumandangkan oleh
> endatu kita untuk memerangi kafir laknat belanda
> pada satu ketika, maka bergetarlah semua kafir
> laknat penjajah belanda pada masa itu. Alhamdulillah
> dengan semangat jihad yang tinggi, endatu kita telah
> berhasil mengusir dan sebahagiannya menguburkan
> kafir laknat penjajah belanda tersebut.
>
> Kini giliran kita pula anak cucu para endatu kita,
> untuk terus bangkit menentang dan mengusir kafir
> laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala
> burung garuda dan pancasila.
>
> Kita Bangsa Aceh tidak seiman dengan mereka kafir
> laknat penjajah indonesia jawa yang menyembah
> berhala burung garuda dan pancasila. Tidak ada dalam
> ajaran Islam, kalaupun kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila mengaku dirinya Islam, untuk datang ke
> Negara kita Aceh untuk menjajah, membunuh,
> memperkosa wanita, merampas harta Bangsa dan Negara
> Aceh. Maka kita Bangsa Aceh jangan sekali-kali
> ragu-ragu untuk menyebutkan kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah burung garuda dan pancasila
> itu sebagai kafir laknat. Maka kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila itu wajib kita perangi sehingga kafir
> laknat penyembah berhala burung garuda dan pancasila
> itu meninggalkan dan angkat kaki dari Negara kita
> Aceh.
>
> Kita jangan tertipu dengan Syariat Islam yang
> dipropagandakan oleh kafir laknat penjajah indonesia
> jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila.
> Semua propaganda yang dilakukan oleh kafir laknat
> penjajah indonesia jawa penyembah berhala pancasila
> dan burung garuda itu hanyalah mengikuti apa yang
> telah dilakukan oleh kafir penjajah belanda pada
> satu ketika dahulu. Kita Bangsa Aceh belum lupa lagi
> dengan sejarah kafir laknat belanda yang mengirim
> Snouck Horgronje ke Aceh untuk berpura-pura sebagai
> orang yang mengaku dirinya Islam. Perkara yang sama
> juga sedang dilakukan oleh kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila untuk menipu dan menghancurkan perjuangan
> Bangsa Aceh.
>
> Kafir laknat penjajah indonesia jawa peneyembah
> berhala burung garuda pancasila hanya berpura-pura
> dengan Islam. Siapa sahaja dari kafir laknat
> penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila yang menjadi pemimpin mereka,
> maka ia akan tetap haus terhadap darah Bangsa Aceh.
>
> Lihat apa yang telah dilakukan oleh si gigolo
> soekarno?
> Lihat apa yang telah dibuat oleh si algojo soeharto?
> Lihat apa yang telah dilakukan oleh anak hasil
> kumpul kebo habibie?
> Lihat apa yang telah dilakukan oleh dajjal
> abdurrahman wahid?
> Lihat apa yang telah dilakukan oleh anak gigolo
> soekarno-megawati?
> Lihat apa yang sedang dan akan dilakukan oleh
> penerus penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila SBY?
>
> Mengapa saya minta Bangsa Aceh untuk melihat si
> penerus penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila. Apabila dia melakukan kampanye pemilihan
> dia sebagai pemimpin kafir penjajah laknat indonesia
> jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila,
> dia menari dan menyanyi dengan penyanyi rock di atas
> pentas. Apabila dia terpilih jadi pemimpin kafir
> laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala
> burung garuda dan pancasila, istrinya pura-pura
> ambil selendang dan meletakkan di atas kepala supaya
> kita dapat ditipunya bahwa dia adalah orang Islam
> juga dan perlu kita ikut dia. Kemudian lihat
> sekarang, apa yang selalu dipakai oleh isteri si
> pemimpin kafir laknat penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila itu. Kita Bangsa Aceh tidak
> dibenarkan oleh agama kita, Islam, untuk memilih
> pemimpin yang seperti ini dan haram hukumnya.
> Apalagi Negara kita Aceh adalah bukan bahagian dari
> negara kafir laknat penjajah indonesia jawa
> penyembah berhala burung garuda dan pancasila itu.
>
> Apalagi kalau pemimpin kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila datang ke Negara kita Aceh, ia akan
> berpura-pura pakai jilbab seperti yang dilakukan
> oleh bekas pemimpin kafir laknat penyembah berhala
> burung garuda dan pancasila itu, megawati. Selepas
> itu dia pakai rok pendek. Kita generasi Bangsa Aceh
> sekarang ini, tidak akan tertipu dengan pura-pura
> dan propaganda kafir laknat penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila itu. Hati kita tetap tegar
> untuk mengusir kafir laknat penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila itu dari Negara Aceh, walaupun
> kita dipaksa untuk memiliki KTP merah putih dalam
> kantong kita.
>
> Ingat wahai Bangsa Aceh yang mempunyai cita-cita
> untuk membebaskan diri dari kebiadaban kafir laknat
> penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila. Kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila adalah tetap musuh kita sebelum kafir
> laknat tersebut keluar dari Negara Aceh dan
> kedaulatan negara kita Aceh kita tegakkan kembali.
> INI INGAT SEMUA WAHAI BANGSA ACEH DAN AJARKAN KEPADA
> SEMUA ANAK CUCU DAN KETURUNAN KITA.
>
> Keturunan kafir laknat penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila seperti si matius dharminta
> (kebanyakan nama merekapun sama sekali tidak ada
> hubungan dengan Islam), akan selalu berusaha untuk
> melemahkan semangat perjuangan kita.
>
> Demi Allah kita Bangsa Aceh akan terus berjuang
> untuk mengusir dan menguburkan kafir laknat penjajah
> indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila di bumi Aceh.
>
> Sekian dan wassalam.
>
======================================================
>
> "matius dharminta" mr_dharminta@...
>
> wahai warwick aceh, sadarkah anda? bahwa
> wahai-wahai yang anda teriakan tak ada lagi yang mau
> dengerin, apalagi ngikutin..!! kasihaaan deh
> lhooe....
>
> warwick aceh <universityofwarwick@...>
> wrote: Assalamualaikum.
>
> Wahai Bangsa Aceh semua yang berada di Negara Aceh
> Merdeka dan yang berada di luar negara.
>
> Kita tidak akan pernah tunduk kepada kafir laknat
> penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila. Selama kafir penjajah laknat
> indonesia jawa penyembah berhala pancasila dan
> burung garuda masih berada di atas bumi Negara Aceh
> Merdeka, maka selama itulah masih kita anggap kafir
> laknat penyembah berhala burung garuda dan pancasila
> itu sebagai musuh kita Bangsa Aceh dan wajib kita
> perangi dengan segala kekuatan dan peralatan yang
> kita miliki.
>
> Jadi bagi kita Bangsa Aceh, tidak ada alasan
> menyebut diri kita sebagai bangsa indonesia dan
> mengaku negara penjajah yang biadab itu sebagai
> negara kita. Jadi kalau kita Bangsa Aceh ditanya
> oleh orang lain atau siapa sahaja "Kamu dari/orang
> indonesia?" Maka jawaban kita "TIDAK! SAYA DARI
> ACEH!". Kalau yang berada di luar negara Aceh dan
> mahu mengirim surat atau apa-apa sahaja ke Aceh,
> maka dalam alamat yang kita tujukan ke Aceh jangan
> sekali-kali menulis "indonesia" di bawahnya. Kita
> hanya cukup menulis "SUMATRA" di akhir alamat yang
> kita tujukan. Kita Bangsa Aceh wajib berbangga
> dengan negara kita sendiri, dan wajib menunjukkan
> identiti kita. Bukannya mengaku orang kafir laknat
> penjajah penyembah berhala burung garuda dan
> pancasila itu.
>
> Ingat juga, kita Bangsa Aceh tidak ada alasan untuk
> menyerah negara kita dibawah cengkeraman kafir
> penjajah laknat indonesia jawa penyembah berhala
> burung garuda dan pancasila itu.
>
> Sekian dan salam untuk semua Bangsa Aceh yang
> mempunyai cita-cita untuk merdeka dari kafir laknat
> penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung
> garuda dan pancasila.
>
> Wassalam.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini link lain lg ( maap kl sdh pernah ada yg posting ), yg gak kalah gilanya

http://lintastanzhim.wordpress.com/tauh ... lian-ragu/

Masihkah Kalian Ragu…?

Seri Materi Tauhid – 13
Masihkah Engkau Ragu…?

Jika orang kafir ragu atau tidak mengetahui kekafiran dirinya sendiri, maka itu bisa kita maklumi. Namun sangatlah tidak wajar kalau orang yang mengaku bara’ dari orang kafir, namun tidak mengetahui bahwa orang yang di hadapannya adalah kafir, padahal segala tingkah laku, keyakinan dan ucapannya sering dia lihat dan dia dengar.

Banyak orang yang mengaku Islam bahkan mengaku dirinya bertauhid tidak mengetahui bahwa negara tempat ia hidup dan pemerintah yang yang bertengger di depannya adalah kafir. Ketahuilah, sesungguhnya keIslaman seseorang atau negara bukanlah dengan sekedar pengakuan, tapi dengan keyakinan, ucapan dan perbuatannya.

Sesungguhnya kekafiran Negara Indonesia ini bukanlah hanya dari satu sisi yang bisa jadi tersamar bagi orang yang rabun. Perhatikanlah, sesungguhnya kekafiran negara ini adalah dari berbagai sisi, yang tentu saja tidak samar lagi, kecuali atas orang-orang kafir. Inilah sisi-sisi kekafiran Negara Indonesia dan pemerintahnya:

* Berhukum dengan selain hukum Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa

Indonesia tidak berhukum dengan hukum Allah, tetapi berhukum dengan qawanin wadl’iyyah (undang-undang buatan) yang merupakan hasil pemikiran setan-setan berwujud manusia, baik berupa kutipan atau jiplakan dari undang-undang penjajah (seperti Belanda, Portugis, dll) maupun undang-undang produk lokal. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“…barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al Maidah: 44)

Ayat ini sangat nyata, meskipun kalangan Murji-ah yang berkedok Salafiy ingin memalingkannya kepada kufur asghar dengan memelintir tafsir sebagian salaf yang mereka tempatkan bukan pada tempatnya.

Negara dan pemerintah negeri ini lebih menyukai undang-undang buatan manusia daripada Syari’at Allah, maka kekafirannya sangat jelas dan nyata. Kekafiran undang-undang buatan ini sangat berlipat-lipat bila dikupas satu per satu, di dalamnya ada bentuk penghalalan yang haram, pengharaman yang halal, perubahan hukum/ aturan yang telah Allah tetapkan dan bentuk kekafiran lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Seseorang di kala menghalalkan keharaman yang sudah di-ijma-kan, atau mengharamkan kehalalan yang sudah di-ijma-kan, maka dia kafir murtad dengan kesepakatan fuqaha”. (Majmu Al Fatawa 3/267)

Bahkan Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan bahwa di antara pentolan thaghut adalah: Orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan. Kemudian beliau menyebutkan dalilnya, yaitu Surat Al Maidah: 44 tadi.(Risalah fie Ma’na Thaghut, lihat dalam Majmu’ah At Tauhid).

Al Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Tidak ada perselisihan di antara dua orang pun dari kaum muslimin bahwa orang yang memutuskan dengan Injil dari hal-hal yang tidak ada nash yang menunjukkan atas hal itu, maka sesungguhnya dia itu kafir musyrik lagi keluar dari Islam.” (Dari Syarh Nawaqidul Islam ‘Asyrah, Syaikh Ali Al Khudlair)

Bila saja memutuskan dengan hukum Injil yang padahal itu adalah hukum Allah -namun sudah dinasakh-, merupakan kekafiran dengan ijma kaum muslimin, maka apa gerangan bila memutuskan perkara dengan menggunakan hukum buatan setan (berwujud) manusia, sungguh tentu saja lebih kafir dari itu…

Syaikh Abdurrahman ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Siapa yang menyelisihi apa yang telah Allah perintahkan kepada Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan cara ia memutuskan di antara manusia dengan selain apa yang telah Allah turunkan atau ia meminta hal itu (maksudnya minta diberi putusan dengan selain hukum Allah) demi mengikuti apa yang dia sukai dan dia inginkan, maka dia telah melepas ikatan Islam dan iman dari lehernya, meskipun dia mengaku sebagai mukmin.” (Fathul Majid: 270)

Apakah presiden, wakilnya, para menterinya, para pejabat, para gubernur hingga lurah, para hakim dan jaksa, apakah mereka memutuskan dengan hukum Allah atau dengan hukum buatan? Apakah mereka mengamalkan amanat Allah dan Rasul-Nya atau amanat undang-undang? Jawabannya sangatlah jelas. Maka dari itu tak ragu lagi bahwa mereka itu adalah orang kafir.

Apakah RI ini berhukum dengan syari’at Allah? Jawabannya: TIDAK.

Apakah RI tunduk pada hukum Allah? Jawabannya: TIDAK.

Berarti RI adalah negara jahiliyyah, kafir, zhalim dan fasiq, sehingga wajib bagi setiap muslim membenci dan memusuhinya, serta haramlah mencintai dan loyal kepadanya.

* Mengadukan kasus persengketaannya kepada thaghut

Di antara bentuk kekafiran adalah mengadukan perkara kepada thaghut. Saat terjadi persengketaan antara RI dan pihak luar, maka sudah menjadi komitmen negara-negara anggota PBB adalah mengadukan kasusnya ke Mahkamah Internasional yang berkantor di Den Haag Belanda. Maka inilah yang dilakukan RI, misalnya saat terjadi sengketa dengan Malaysia tentang kasus Pulau Sipadan dan Ligitan, mengadulah negara ini ke Mahkamah Internasional. Sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang mengklaim bahwa dirinya beriman kepada apa yang telah Allah turunkan kepadamu dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu, seraya mereka ingin merujuk hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk kafir terhadapnya. Dan syaitan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sangat jauh”. (An Nisaa: 60)

Yang jelas sesungguhnya negara ini pasti mengadukan kasus sengketanya dengan negara lain kepada Mahkamah Internasional, padahal AllahSubhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul serta ulil ‘amri di antara kalian. Kemudian bila kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu adalah lebih baik dan lebih indah akibatnya”. (An Nisaa: 59)

Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “(Firman Allah) ini menunjukkan bahwa orang yang tidak merujuk hukum dalam kasus persengketaannya kepada Al Kitab dan As Sunnah serta tidak kembali kepada keduanya dalam hal itu, maka dia bukan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim: 346)

Hukum internasional adalah rujukan negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedangkan itu adalah salah satu bentuk thaghut dan merujuk kepadanya adalah kekafiran dengan ijma ‘ulama.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan hukum paten yang diturunkan kepada Muhammad ibnu ‘Abdillah –sang penutup para Nabi- dan ia justeru merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum yang sudah dinasakh (dihapus), maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang merujuk hukumkepada ILYASA dan ia lebih mendahulukannya daripada hukum (yang dibawa Rasulullah). Siapa yang melakukan itu, maka dia kafir dengan ijma’ kaum muslimin”. (Al Bidayah wan Nihayah: 13/119)

Ilyasa atau Yasiq adalah kitab yang memuat hukum-hukum yang dicuplik (diadopsi .ed) oleh Jengis Khan dari berbagai hukum, yaitu dari Yahudi, Nasrani, Islam dan hukum-hukum hasil pemikirannya sendiri yang dijadikan rujukan oleh anak cucunya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim 3/131 dalam penafsiran Al Maaidah: 50

Jadi ‘konstruksi’ Ilyasa atau Yasiq tersebut adalah sama persis dengan kitab-kitab hukum yang dipakai di negara ini dan yang lainnya

* Negara dan pemerintah ini berloyalitas kepada orang-orang kafir, baik yang duduk di PBB atau yang ada di Amerika, Eropa dll, serta membantu mereka dalam rangka membungkam para muwahhidin mujahidin

Bukti atas hal ini sangatlah banyak. Salah satunya yang paling menguntungkan kaum kuffar barat dan timur, yang banyak menjebloskan para mujahidin ke dalam sel-sel besi adalah diberlakukannya Undang-undang Anti Jihad (menurut bahasa mereka Undang-undang Anti Terorisme), dan tentu saja negara ini pun ikut aktif dalam hal itu dengan memberlakukan UU Anti Terorisme.[1] Sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaaberfirman:

“…Dan siapa yang tawalliy (memberikan loyalitas) kepada mereka di antara kalian, maka sesungguhnya dia tergolong bagian mereka”. (Al Maaidah: 51)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ibnu Baz berkata: “Dan para ‘ulama Islam telah ijma’ bahwa orang yang menopang orang-orang kafir dan membantu mereka atas kaum muslimin dengan bentuk bantuan apa saja, maka dia kafir seperti mereka”. (Majmu’ Al Fatawaa 3/994, Cet I Th. 1416 H. Darul Wathan.)

Sebelumnya Syaikhul Islam Muhammad Ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah telah menyebutkannya dalam risalah beliau tentangPembatal Keislaman.

* Memberikan atau memalingkan hak dan wewenang membuat hukum dan undang-undang kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa

Telah kita ketahui bahwa hak menentukan hukum atau aturan atau undang-undang adalah hak khusus bagi Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, jika itu dipalingkan kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa maka menjadi salah satu bentuk dari syirik akbar. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“…Dan Dia tidak menyertakan seorangpun dalam hukum-Nya.”

Dalam qiro’ah Ibnu ‘Amir yang mutawatir:

”Dan janganlah kamu sekutukan seorang pun dalam hukum-Nya.” (Al Kahfi: 26)

“Hukum (keputusan) itu hanyalah milik Allah.” (Yusuf: 40)

Tasyri’ (pembuatan hukum) adalah hak khusus Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, sehingga pelimpahan sesuatu darinya kepada selain Allah adalah syirik akbar, sedangkan di NKRI hak dan wewenang pembuatan hukum/ aturan diserahkan kepada banyak sosok dan lembaga, yaitu kepada MPR, DPR, DPD, Presiden dll.

Inilah bukti-buktinya:

1. UUD 1945 Bab II Pasal3 ayat 1: “Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang Undang Dasar”. Ini artinya MPR adalah arbab (tuhan-tuhan) selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Orang-orang yang duduk sebagai anggotanya adalah orang-orang yang mengaku sebagai ilah (tuhan), sedangkan orang-orang yang memilihnya dalam Pemilu adalah orang-orang yang mengangkat ilah yang mereka ibadati. Sehingga ucapan setiap anggota MPR: “Saya adalah anggota MPR” bermakna “Saya adalah tuhan selain Allah”.
2. UUD 1945 Bab VII Pasal 20 ayat 1: “Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang undang”. Padahal dalam Tauhid pemegang kekuasaan Undang-undang/hukum/aturan tak lain hanyalah Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.
3. UUD 1945 Bab VII Pasal 21 ayat 1: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-undang”.
4. Bab III PAsal 5 ayat 1: “Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat”.
5. Bahkan kekafirannya tidak terbatas pada pelimpahan wewenang hukum kepada para thaghut itu, tapi semua diikat dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu UUD. Rakyat lewat lembaga MPR-nya boleh berbuat apa saja TAPI harus sesuai dengan UUD, sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 1 (2): “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar”.

Presiden pun kekuasaannya dibatasi oleh UUD sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Bab III Pasal 4 (1): “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”.

Jadi jelaslah, BUKAN menurut Al Qur’an dan As Sunnah, tetapi menurut Undang-Undang Dasar Thaghut. Apakah ini Islam atau kekafiran…?!

Bahkan bila ada perselisihan kewenangan antar lembaga pemerintahan, maka putusan final diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi, sebagaimana dalam Bab IX Pasal 24c (1): “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang Undang Dasar, memutuskan pembubaran Partai Politik dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum”.

Perhatikanlah, padahal dalam ajaran Tauhid, semua harus dikembalikan kepaa Allah dan Rasul-Nya:

“…….Kemudian bila kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, bila kalian (memang) beriman kepada Allah dan Hari Akhir”. (An Nisaa: 59)

Dalam tafsir ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “(Ini) menunjukkan bahwa orang yang tidak merujuk dalam hal sengketa kepada Al Kitab dan As Sunnah dan tidak kembali kepada keduanya dalam hal itu, maka dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir ”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim 2/346)

Demikianlah, dalam Islam Al Qur’an dan As Sunnah adalah tempat untuk mencari keadilan, tetapi dalam ajaran thaghut RI keadilan ada pada hukum yang mereka buat sendiri.

* Pemberian hak untuk berbuat syirik, kekafiran dan kemurtadan dengan dalilh kebebasan beragama dan HAM

Undang Undang Dasar Thaghut memberikan jaminan kemerdekaan penduduk untuk meyakini ajaran apa saja, sehingga pintu-pintu kekafiran, kemusyrikan dan kemurtadan terbuka lebar dengan jaminan UUD. Orang yang murtad dengan masuk agama lain merupakan hak kemerdekaannya dan tak ada sanksi hukum atasnya, padahal dalam ajaran Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa orang yang murtad hanya memiliki dua pilihan: Kembali pada Islam atau menerima sanksi bunuh, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam: “Siapa yang mengganti dien-nya, maka bunuhlah dia”. (Muttafaq ‘Alaih)

Berhala-berhala yang disembah baik yang berbentuk batu atau selainnya dan budaya syirik dalam berbagai bentuk, seperti meminta-minta ke kuburan, membuat sesajen, memberikan tumbal, mengkultuskan sosok dan bentuk-bentuk syirik lainnya mendapatkan jaminan perlindungan sebagaimana tercantum dalam:

a) Bab XI Pasal 28 I (3): “Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban”.

b) Bab XI Pasal 29 (2): “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu“.

Mengeluarkan pendapat, pikiran dan sikap, meskipun berbentuk kekafiran adalah hak yang dilindungi negara:

a) Bab X A Pasal 28E (2): “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

b) Bab X A Pasal 28E (3): “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.

* Menyamakan antara orang kafir dengan orang muslim

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa telah membedakan antara orang kafir dengan orang muslim dalam ayat-ayat yang sangat banyak.

“Tidaklah sama (calon) penghuni neraka dengan penghuni surga…” (Al Hasyr: 20)

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman seraya mengingkari orang yang menyamakan antara dua kelompok dan membaurkan hukum-hukum mereka:

“Apakah Kami menjadikan orang-orang muslim seperti orang-orang mujrim (kafir)”. (Al Qalam 35-36)

“Dan apakah orang-orang yang beriman itu seperti orang-orang yang fasiq? ” (As Sajdah: 18)

“Katakanlah: Tidak sama orang yang busuk dengan orang yang baik”. (Al Maaidah: 100)

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa ingin memilah antara orang kafir dengan orang mukmin: “Agar Allah memilah orang yang buruk dari orang yang baik”.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menginginkan adanya garis pemisah syar’i antara para wali-Nya dengan musuh-musuh-Nya dalam hukum-hukum dunia dan akhirat. Namun orang-orang yang mengikuti syahwat dari kalangan budak undang-undang negeri ini ingin menyamakan antara mereka, sehingga termaktub dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 (1): “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Maka dari itu mereka MENGHAPUS segala bentuk pengaruh agama dalam hal pemilahan dan perbedaan di antara masyarakat. Mereka sama sekali tidak menerapkan sanksi yang bersifat agama dalam UU mereka. Mereka tidak menggunakan sanksi yang telah Allah turunkan, dan yang paling fatal adalah tak ada sanksi bagi orang yang murtad. Karena mereka menyamakan semua pemeluk agama dalam hal darah dan kehormatan, kemaluan dan harta, serta mereka menghilangkan segala bentuk konsekuensi hukum akibat kekafiran dan kemurtadan.

Renungkanlah, Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa membedakan antara muslim dan kafir, tapi hukum thaghut justeru menyamakannya. Maka siapakah yang lebih baik? Tentulah aturan Allah Yang Maha Esa.

* Sistem yang berjalan adalah demokrasi

“Kekuasaan (hukum) ada di tangan rakyat” (bukan di Tangan Allah), itulah demokrasi, dan sistem inilah yang berjalan di negara ini. Dalam UUD 1945 Bab I Pasal 1(2): “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”. Sehingga disebutkan juga dalam Bab X A Pasal 28 I(5): “Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka……”dll.

Kedaulatan, kekuasaan serta wewenang hukum dalam ajaran dan dien (agama) demokrasi ada di tangan rakyat atau mayoritasnya. Sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Dan apa yang kalian perselisihkan di dalamnya tentang sesuatu, maka putusannya (diserahkan) kepada Allah”. (Asy Syura: 10)

“Kemudian bila kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, bila kalian memang beriman kepada Allah dan Hari Akhir”. (An Nisaa: 59)

“(Hukum) putusan itu hanyalah milik Allah”. (Yusuf: 40)

Namun para budak UUD mengatakan: “Putusan itu hanyalah milik rakyat lewat wakil-wakilnya, apa yang ditetapkan oleh Majelis Rakyat ‘boleh’, maka itulah yang halal, dan apa yang ditetapkan ‘tidak boleh’, maka itulah yang haram”. Inilah yang dimaksud oleh pasal di awal pembahasan point ini.

Dalam agama demokrasi, keputusan yang benar yang mesti dijalankan adalah hukum atau putusan mayoritas, sebagaimana yang dinyatakan UUD 1945 Bab II Pasal 2(3): “Segala putusan Majelis Permusyawaratan rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak”. Padahal AllahSubhaanahu Wa Ta’aalaa menyatakan:

“Dan bila kamu mentaati mayoritas orang yang ada di bumi, tentulah mereka menyesatkan kamu dari jalan Allah”. (Al An’am: 116)

“Dan tidaklah mayoritas manusia itu beriman, meskipun kamu menginginkannya”. (Yusuf: 103)

“…namun mayoritas manusia tidak mengetahuinya”. (Al Jatsiyah: 26)

“…namun mayoritas manusia itu tidak mensyukurinya”. (Ghafir: 61)

“…namun mayoritas manusia itu tidak beriman”. (Ghafir: 59)

“Dan mayoritas manusia tidak mau, kecuali mengingkari”.(Al Furqaan: 50)

“Dan mayoritas mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan mereka itu menyekutukan(Nya)”. (Yusuf: 106)

“Dan mayoritas mereka tidak suka pada kebenaran”. (Al Mu’minuun: 70)

“….Bahkan mayoritas mereka tidak memahami”. (Al ‘Ankabuut: 63)

Cobalah bandingkan dengan agama demokrasi yang dianut oleh pemerintah dan Negara Kafir Republik Indonesia (NKRI)…!!

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menyatakan:

“Dan putuskan di antara mereka dengan pa yang telah Allah turunkan dan jangan ikuti keinginan-keinginan mereka, serta hati-hatilah mereka memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Allah turunkan kepadamu”. (Al Maaidah: 49)

Tetapi dalam agama demokrasi: Putuskanlah di antara mereka dengan apa yang mereka gulirkan dan ikutilah keinginan mereka serta hati-hatilah kamu menyelisihi apa yang diinginkan rakyat…

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Dan Dia tidak menyertakan seorangpun dalam hukum-Nya”. (Al Kahfi: 26)

Namun dalam agama demokrasi, bukan sekedar menyekutukan selain Allah dalam hukum, tetapi hak dan wewenang membuat hukum itu secara frontal dirampas secara total dari Allah dan dilimpahkan kepada rakyat (atau wakilnya).

Rakyat atau wakil-wakilnya adalah tuhan dalam agama demokrasi, maka seandainya ada orang yang mau menggulirkan hukum Allah (misalnya sebatas pengharaman khamr atau penegakkan rajam) tentu saja harus disodorkan dahulu kepada DPR untuk dibahas bersama presiden, demi mendapatkan persetujuan bersama. (Betapa mengerikannya hal ini, karena wahyu Allah -Tuhan alam semesta- harus terlebih dahulu mendapat persetujuan makhluk bumi yang hina…ed)

Dalam realitanya pengguliran hukum Allah itu tak mungkin terwujud, karena setiap peraturan tak boleh bertentangan dengan konstitusi negara, yaitu UUD 1945.

Agama demokrasi menjamin bahwa rakyat memiliki hak untuk bebas memilih, bila rakyat memilih kekafiran dan kemusyrikan, maka itulahkebenaran…

Enyahlah ajaran busuk ini dan enyahlah syaithan yang mewahyukannya…!!!

* NKRI berlandaskan Pancasila

Pancasila -yang notabene hasil pemikiran manusia- adalah dasar negara ini, sehingga para thaghut RI dan aparatnya menyatakan bahwa Pancasila adalah pandangan hidup, dasar negara RI serta sumber kejiwaan masyarakat dan negara RI, bahkan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Oleh sebab itu pengamalannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia dan setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalan Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan serta lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. (Silahkan lihat buku-buku PPKn atau yang sejenisnya).

Jadi dasar negara RI, pandangan hidup dan sumber kejiwaannya bukanlah Laa ilaaha illallaah, tapi falsafah syirik Pancasila thaghutiyyah syaithaniyyah yang digali dari bumi Indonesia bukan dari wahyu samawiy ilahiy.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Itulah Al Kitab (Al Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk (pedoman) bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Al Baqarah: 2)

Tapi mereka mengatakan: Inilah Pancasila, pedoman hayati bagi bangsa dan pemerintah Indonesia. (Inilah Pancasila, tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk (pedoman) bagi bangsa dan pemerintah Indonesia)

Kemudian kami katakan kepada mereka: Inilah Pancasila, sungguh tak ada keraguan, sebagai pedoman kaum musyrikin Indonesia.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“……..Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah ia..” (Al An’am: 153)

Tapi mereka mengatakan: Inilah Pancasila Sakti, maka hiasilah hidupmu dengan moral Pancasila.

Dalam rangka menjadikan generasi penerus bangsa ini sebagai orang yang Pancasilais (baca: musyrik), para thaghut menjadikan PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) atau Pendidikan Kewarganegaraan atau Tata Negara atau Kewiraan sebagai mata pelajaran bagi para sisiwa atau mata kuliah wajib bagi para mahasiswa. Siapa yang tak lulus dalam matpel atau matkul ini, maka jangan harap dia lulus dari lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Dalam kesempatan ini, marilah kita kupas beberapa butir dari sila-sila Pancasila yang sempat (bertahun-tahun) wajib dihafal, diujikan dan dijadikan materi penataran P4 di era ORBA:

Sila ke-1 Butir ke-2:

Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya

Pancasila memberikan kebebasan orang untuk memilih jalan hidupnya. Seandainya ada muslim yang murtad dengan masuk Nasrani, Hindu atau Budha, maka berdasarkan Pancasila itu adalah hak asasinya, kebebasannya, dan tidak ada hukuman baginya, bahkan si pelaku mendapat jaminan perlindungan. Hal ini jelas membuka lebar-lebar pintu kemurtadan, sedangkan dalam ajaran Tauhid, Rasulullah bersabda: “Siapa yang merubah dien (agama)nya, maka bunuhlah dia” (Muttafaq ‘alaih)

Di sisi lain banyak orang muslim tertipu, karena dengan butir ini mereka merasa dijamin kebebasannya untuk beribadat, mereka berfikir toh bisa adzan, bisa shalat, bisa shaum, bisa zakat, bisa haji, bisa ini bisa itu, padahal kebebasan ini tidak mutlak, kebebasan ini tidak berarti kaum muslimin bisa melaksanakan sepenuhnya ajaran Islam, lihatlah apakah di Indonesia bisa ditegakkan had? Apakah kaum muslimin bebas untuk ikut serta di front jihad manapun? Tentu tidak, karena dibatasi oleh butir Pancasila yang lain.

Sila ke-1 Butir ke-1:

Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang beradab

Ya, beradab menurut ukuran isi otak mereka, bukan beradab sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Contoh: Ada orang yang murtad dari Islam, lalu ada muslim yang menegakkan hukum Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dengan membunuhnya, maka orang yang membunuh demi menegakkan hukum Allah ini jelas akan ditangkap dan dijerat hukum thaghut lalu dijebloskan ke balik jeruji besi.

Berdasarkan butir ini, seorang muslim pun tidak bisa nahyi munkar, contoh: jika seorang muslim melihat syirik –sebagai kemunkaran terbesar- dilakukan, misalnya ada yang menyembah batu atau arca, minta-minta ke kuburan, mempersembahkan sesajen atau tumbal, maka bila ia bertindak dengan mencegahnya atau mengacaukan acara ritual musyrik itu, maka sudah pasti dialah yang ditangkap dan dipenjara (dengan tuduhan mengacaukan keamanan atau merusak program kebudayaan dan pariwisata, ed ), padahal nahyi munkar adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya dalam agama Islam. Lalu apakah arti kebebasan yang disebutkan itu? Bangunlah wahai kaum muslimin, jangan kau terbuai sihir para thaghut…

Sila ke-2 Butir ke-1:

Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia

Maknanya adalah tidak ada perbedaan di antara mereka dalam status derajat, hak dan kewajiban dengan sebab dien (agama), sedangkan AllahSubhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Katakanlah: Tidak sama orang yang buruk dengan orang yang baik, meskipun banyaknya yang buruk menakjubkan kamu”. (Al Maaidah: 100)

“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan yang bisa melihat, tidak pula kegelapan dengan cahaya, dan tidak sama pula tempat yang teduh dengan yang panas, serta tidak sama orang-orang yang hidup dengan yang sudah mati”. (Faathir: 19-22)

“Tidaklah sama penghuni neraka dengan penghuni surga”. (Al Hasyr: 20)

“Maka apakah orang yang mu’min (sama) seperti orang yang fasiq? (tentu) tidaklah sama…” (As Sajdah: 18)

(Sedangkan kaum musyrikin dan thaghut Pancasila menyatakan: “Mereka sama…”)

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Maka apakah Kami menjadikan orang-orang Islam (sama) seperti orang-orang kafir. Mengapa kamu (berbuat demikian): Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Atau adakah kamu memiliki sebuah Kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu baca, di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu?”. (Al Qalam: 35-38)

Sedangkan budak Pancasila menyamakan antara orang-orang Islam dengan orang-orang kafir.

Jika kita bertanya kepada mereka: Apakah kalian mempunyai buku yang kalian pelajari tentang itu?

Mereka menjawab: Ya, tentu kami punya, yaitu buku PPKn dan buku-buku lainnya yang di dalamnya menyebutkan: Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia.

Wahai orang yang berfikir, apakah ini Tauhid atau kekafiran….?

Sila ke-2 Butir ke-2

Saling mencintai sesama manusia

Pancasila mengajarkan pemeluknya untuk mencintai orang-orang Nasrani, Budha, Hindu, Konghucu, kaum sekuler, kaum liberal, para demokrat, para quburiyyun, para thaghut dan orang-orang kafir lainnya. Sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menyatakan:

”Engkau tidak akan mendapati orang-orang yang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka itu adalah ayah-ayah mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, atau karib kerabat mereka” (Al Mujaadilah: 22).

Pancasila berkata: Haruslah saling mencintai, meskipun dengan orang non muslim (baca: Kafir).

Namun Allah memvonis: Orang yang saling mencintai dengan orang kafir, maka mereka bukan orang Islam, bukan orang yang beriman.

Jadi jelaslah bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa mengajarkan Tauhid, sedangkan Pancasila mengajarkan kekafiran. Dia berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian jadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai auliya yang mana kalian menjalin kasih sayag terhadap mereka”. (Al Mumtahanah: 1)

“Sesungguhnya orang-orang kafir adalah musuh yang nyata bagi kalian”. (An Nisaa: 101)

Renungilah ayat-ayat suci tersebut dan amati butir Pancasila di atas. Lihatlah, yang satu arahnya ke timur, sedangkan yang satu lagi ke barat.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman tentang ajaran Tauhid yang diserukan oleh para Rasul:

“…Serta tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja”. (Al Mumtahanah: 4)

Namun dalam ajaran thaghut Pancasila: Tidak ada permusuhan dan kebencian, tapi harus toleran dan tenggang rasa dengan sesama manusia apapun keyakinannya.

Apakah ini tauhid atau syirik? Ya tauhid, tapi bukan tauhidullah, namun tauhid (penyatuan) kaum musyrikin atau tauhidut thawaaghiit.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah”.

Namun seseorang yang beriman kepada Pancasila akan mencintai dan membenci atas dasar Pancasila. Dia itu mu’min (beriman), tapi bukan kepada Allah, namun iman kepada thaghut Pancasila. Inilah makna yang hakiki dari Ketuhanan Yang Maha Esa.Namun Yang Maha Esa dalam agama Pancasila bukanlah Allah, tapi itulah Garuda Pancasila yang melindungi pemuja batu dan berhala!!!

Enyahlah tuhan esa yang seperti itu…dan enyahlah pemujanya…

Sila ke-3 Butir ke-1

Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan

Inilah yang dinamakan dien (agama) nasionalisme yang juga merupakan salah satu bentuk ajaran syirik, karena menuhankan negara (tanah air). Dalam butir di atas disebutkan bahwa kepentingan nasional harus didahulukan atas kepentingan apapun, termasuk kepentingan golongan (baca: agama). Jika ajaran Tauhid (dien Islam) bertentangan dengan kepentingan syirik dan kekufuran negara, maka Tauhid harus mengalah. Sedangkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya”. (Al Hujurat: 1)

“Katakanlah: Bila ayah-ayah kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, isteri-isteri kalian, karib kerabat kalian, harta yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah yang engkau sukai lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta dari jihad di jalan-Nya, maka tunggulah….” (At Taubah: 24)

Maka dari itu jika nasionalisme adalah segalanya, maka hukum-hukum yang dibuat dan diterapkan adalah yang disetujui oleh kaum kafir asli dan kaum kafir murtad. Syari’at Islam yang utuh tak mungkin ditegakkan, karena menurut mereka syari’at (hukum) Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa sangat-sangat menghancurkan tatanan kehidupan yang berdasarkan paham nasionalis[2].

Sebenarnya jika setiap butir dari sila-sila Pancasila itu dijabarkan seraya ditimbang dengan Tauhid, tentulah membutuhkan waktu dan lembaran yang banyak. Penjabaran di atas hanyalah sebagian kecil dari bukti kerancuan, kekafiran, kemusyrikan dan kezindiqan Pancasila sebagai hukum buatan manusia yang merasa lebih adil dari Allah. Uraian ini insya Allah telah memenuhi kadar cukup sebagai hujjah bagi para pembangkang dan cahaya bagi yang mengharapkan lagi merindukan hidayah.

Maka setelah mengetahui kekafiran Pancasila ini, apakah mungkin bagi seseorang yang mengaku sebagai muslim masih mau melantunkan lagu: “Garuda Pancasila… akulah pendukungmu…. sedia berkorban untukmu…?’ Sungguh, tak ada yang menyanyikannya, kecuali seorang kafir mulhid atau orang jahil yang sesat, yang tidak tahu hakikat Pancasila.

Pembaca sekalian, demikianlah sebagian kecil dari sisi-sisi kekafiran NKRI. Ini hanyalah ringkasan kecil dari kekafiran-kekafiran nyata yang beraneka ragam. Setelah mengetahui hal ini, apakah mungkin seorang muslim:

· Loyal (setia) kepada NKRI dan rela berkorban untuknya?

· Melantunkan lagu: “Bagimu negeri…jiwa raga kami”

· Bersumpah setia kepadanya hanya karena menginginkan harta dunia yang hina?

· Menjadi aparat keamanan yang melindungi Negara Kafir Republik Indonesia?

Semoga Allah selalu memberikan hidayah, kekuatan dan kesabaran kepada kita untuk menegakkan Tauhid.

Nantikan penjabaran selanjutnya tentang:

· Bagaimanakah status para aparat TNI, POLRI, intelejen dan SP mereka?

· Bagaimana status rinci bagi PNS?

dalam Seri Materi Tauhid selanjutnya…

[1] Diantaranya adalah: UU No.15 Th. 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Peraturan Pemerintah No.24 Th. 2003 tentang Tata Cara Perlindungan terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, dan Hakim dalam perkara Tindak Pidana Terorisme.(ed.)

[2] Perhatikanlah, demi Allah pada hakikatnya tak ada kaum nasionalis Islami atau yang sering juga disebut kaum nasionalis religius, karena Islam tak mengenal cinta negara atau bangsa atau tanah air dengan membabi buta, yang menjadi ukuran cinta dan benci adalah hanya keimanan. Islam mengajarkan bahwa kepentingan agama adalah segalanya, jelaslah tak ada kepentingan yang boleh didahulukan di atas kepentingan agama Allah, apalagi kepentingan negara kafir ini. (ed.)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JITAX 1 MILYAR KALI !!!
USTAD CS GIMANA NIH, ANAK BUAH PADA ZEMRAWUT ??
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby kalangkilang » Sat Apr 23, 2011 2:06 am

@bung harahap..

nice topic & good job bung,,,
semoga anda dapat 72 bidadari...
=D>
harahap wrote:mmg hrs kt sadari ttg hal itu, tp jg kita hrs sadari bahwa saat ini islam sdh msk ke birokrasi pemerintahan
padahal power terbesar yg bisa bendung islam adalah power dari pemerintah

yah..anda sangat benar, hal ini sudah dibuktikan dengan maraknya perda shariah dibeberapa daerah.
tinggal langkah terakhir mengganti UUD 45, dan pembukaan UUD 45.

Melihat gelagat terakhir dari beberapa ormas islam sepeninggal gus dur, dan lemahnya wibawa pemerintah...
hmm,,agak mengkuatirkan kondisi republik ini sekarang..

kalau saya prediksi sih..
indonesia akan menuju negara islam atau republik indonesia akan diambang perpecahan ](*,)

semoga prediksi saya salah besar.
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Sat Apr 23, 2011 2:24 am

BRO kalangkilang
anda sadari atau tidak tapi semoga prediksi anda salah besar.

kl mmg terjadi, anda tahu,ada kejadian/peristiwa apa sebelum terjadi bencana alam besar, tsunami / gempa ??
kalo prediksi anda terjadi akan terjadi pula prediksi2 sesepuh tentang tanah jawa, kl dibahas disini gue pastikan OOT
itu salah satu sebab kraton jogja dan solo rukun, bersatu melakukan labuhan bersama ( dari th 98 kl gak salah sampe sekarang )
dan wlpn cuma sedikit IFF adalah salah satu balancingnya

semoga mmg tidak akan terjadi prediksi anda
dan tidak terjadi pula semua visi saya

amin BRO .. amin
BD
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Sat Apr 23, 2011 10:31 am

http://cetak.kompas.com/read/2011/04/23 ... n.presiden

Image

Tangani Empat Pilar,
MPR Minta Bantuan Presiden


Sabtu, 23 April 2011

Harian Kompas-Hal 3 wrote:Majelis Permusyawaratan Rakyat meminta bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk badan khusus yang berfungsi menyebarluaskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Majelis Permusyawaratan Rakyat menyadari keterbatasan mereka dalam menjalankan tugas tersebut.
Empat pilar yang selama ini berusaha disebarluaskan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, MPR yang beranggotakan 692 orang merasa tidak mampu untuk melakukannya hingga ke seluruh pelosok Tanah Air.
”Kami merasa tidak sanggup kalau tidak ada bantuan dari pihak eksekutif,” kata Ketua MPR Taufiq Kiemas, Kamis (21/4), dalam jumpa pers di Kantor Presiden.
Taufiq bersama Wakil Ketua MPR Meilani Leimena dan Lukman Hakim Saifuddin menemui Presiden Yudhoyono untuk membicarakan berbagai hal, termasuk meminta bantuan mendirikan badan yang bertugas menyebarluaskan empat pilar tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, MPR juga memberikan undangan kepada Yudhoyono agar dapat hadir dan memberikan pidato kebangsaan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni mendatang.
Menurut Lukman, MPR meminta Presiden ikut memikirkan perlunya dibuat semacam badan khusus yang berfungsi melakukan proses internalisasi empat pilar secara lebih terstruktur, lebih sistematis, dan masif. ”Proses internalisasi ini nantinya dapat menjangkau seluruh penjuru Indonesia,” katanya.
Lukman menjelaskan, Presiden menyambut baik permintaan MPR. ”Bahkan, Presiden menyatakan bahwa terkait dengan persoalan ideologis seperti itu, tidak bisa tidak seluruh komponen bangsa harus kompak bersatu dalam perjuangan memelihara dan mempertahankan ideologi bangsa,” tuturnya.
Lukman mengungkapkan, badan yang diusulkan MPR tidak akan menyerupai lembaga Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) pada masa silam. BP-7 dahulu bertugas melakukan P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) lewat sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Namun, BP-7 dan P-4 dinilai kurang menyediakan ruang bagi dialog partisipatif dari masyarakat.
Oleh karena itu, menurut Lukman, metode penyebarluasan itulah yang kini perlu dipikirkan baik-baik. ”Kita membutuhkan badan untuk menyebarluaskan empat pilar, tetapi badan itu tentu tidak akan seperti BP7 dulu,” ujarnya. (ATO)

Moga2 ada imbasnye Bro Harahap. :lol:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Sat Apr 23, 2011 12:03 pm

Semoga aja Bro Bigman,

ha ha
masa kita disebut penyembah berhala Burung Garuda

tolol amat yah ??

:rolling: :rolling:
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby kalangkilang » Sat Apr 23, 2011 12:25 pm

harahap wrote:semoga mmg tidak akan terjadi prediksi anda
dan tidak terjadi pula semua visi saya


sama-sama berdoa semoga prediksi saya salah besar..
cuma sayangnya kita menghadapi kemunafikan disisi lain, sudah jelas-jelas pemboman dan aksi anarkis dilakukan oleh orang islam, tapi sebagian besar umat islam percaya, bahwa perbuatan itu didalangi oleh yahudi, cia, atau mossad.

salah satu perjuangan lewat FFI ini, membuka borok-borok islam....
supaya Republik indonesia masih bisa berdiri dengan landasan UUD 45 dan semangat proklamasi 17081945.


Bigman wrote:Tangani Empat Pilar, MPR Minta Bantuan Presiden

kita harapkan ada efeknya juga bung bigman...
kalau tidak,,berarti siap-siap berjihad di medan perang nih.... :green:
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Sat Apr 23, 2011 9:22 pm

http://www.detiknews.com/read/2011/04/2 ... mi?9911022

Image
Amien Rais: NII Harus Dibasmi

detiknews wrote:Lamongan - Menurut mantan ketua MPR Amien Rais, gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia (NII) harus dibasmi karena bertentangan mulai dari tumit hingga rambut dengan Pancasila. Amin meminta agar NII jangan dibiarkan menjadi besar.

"Kita sudah sepakat membangun negara bukan berdasar agama atau syariah tapi negara pancasila yang sumber-sumbernya juga dari agama," ujar Amien usai menghadiri acara pelantikan PD Aisyiah Lamongan yang berlangsung di GOR Pemuda, Lamongan, Jawa Timur,Sabtu (22/04/2011)..

Amien menjelaskan, Muhammadiyah dan NU sebagai dua organisasi mainstream di Indonesia tidak mempunyai pikiran untuk membentuk negara islam atau yang lainnya. Pasalnya, kata Amin, kita sudah sepakat untuk mendasarkan negara pada Pancasila yang disinari oleh akhlak keagamaan.

"Sehingga NII ini merupakan sebuah kontradiksi dan harus dibasmi," katanya.

Lebih jauh, Amien menambahkan, mumpung api mengenai NII ini belum menjadi besar maka perlu untuk diperangi segera. "Mumpung api mengenai NII ini belum besar maka harus segera diperangi," pungkasnya.

Ane jadi inget nyanyian....... :lol:

Jangan kamu kuatir
Burung di udara Dia plihara
Jangan kamu kuatir
Bunga di padang Dia hiasi
Jangan kamu kuatir
Apa yang kau makan, minum, pakai
Jangan kamu kuatir
Bapa di surga memlihara.
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Sun Apr 24, 2011 12:35 pm

@bigman
bagus begitu,
semakin dikorek semakin dalam lukanya, semakin sakit rasanya,
semoga menggugah rasa nasionalisme orang orang itu

BD
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Sun Apr 24, 2011 7:41 pm

http://forum.tempointeraktif.com/node/826

24 Apr 2011
NII Solusi Untuk Indonesia?

Tempo interaktif wrote:traktor:
Saya pernah baca sebuah selebaran yang dikeluarkan oleh orang orang atau organisasi yang punya niat suci untuk mendirikan pemerintahan Islam di Indonesia. Membuang Azas Pancasila, dan memeluk Syariat Islam sebagai dasar negara. Gagasan ini tertuang dalam agenda yang mereka sebut Negara Islam Indonesia atau sering disingkat NII.

Banyak keunggulan keunggulan Islam mereka tuangkan dalam selebaran tersebut. Termasuk pada kejayaan Turki yang sempat mengalahkan bahkan Romawi. Bahwa Islam juga sempat menguasai hampir seluruh Eropa. Dan mengambil Syariat Islam sebagai dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah satu-satunya jalan keluar dari kondisi bangsa yang sangat semraut sekarang ini.

Membaca selebaran tersebut, saya merasa wajar bila ada banyak Muslim yang terperangah akan kebesaran Islam di masa lampau. Dan angan anganpun bertiup pada mereka. Kisah kisah tersebut menjadi pelecut bagi perjuangan mulia, mendirikan Negara Islam Indonesia.

Terutama mereka yang buta sejarah akan dengan gampang sekali terhasut oleh selebaran selebaran atau tulisan tulisan sejenis itu yang banyak beredar di Internet.

Tapi sekali lagi saya tegaskan. Mereka buta sejarah.

Mereka memenggal sejarah tersebut. Memenggal bagian Mongol menghancurkan Turki dan kekaisaran Islam yang demikian besar itu sampai ke akar akarnya dalam hitungan minggu atau bulan, mungkin hari.


Mongol dengan Jengish Khan yang menguasai hampir 1/3 dunia, membuat kejayaan Islam yang dibangun sedemikian lama luluh lantak dalam sekejap. Bagian ini dipenggal. Kemudian yang dipenggal lagi adalah, kenyataan bahwa DNA bangsa Arab sampai hari ini terkontaminasi DNA bangsa Mongol. Ini fakta yang tidak bisa diberangus.

Kesalahan dari hal tersebut adalah mencampuradukkan Politik, Militer dengan Agama. Ini konyol. Dalam sebuah perdebatan, kaum pendukung NII ini bisa berkilah, bahwa akhirnya penguasa Mongol yang menaklukkan Turki itu pun masuk Islam.

Emangnya masuk Islam susah banget ya? Segala cara dilakukan Mongol untuk menaklukkan daerah daerah yang dia mau. Jangankan masuk Islam, membunuh, memperkosa, merebus orang hidup hidup mereka lakukan. Eropa hingga detik ini berhutang pada MONGOL atas gagalnya Islamisasi Eropa karena serbuan Mongol secara mendadak ini.

Dengan cara yang paling kejam dan sadis yang bisa dipikirkan manusia itu baru Mongol bisa menaklukkan daerah mana saja. Benar, daerah mana saja... Kecuali Nusantara, khususnya Jawa sebagai sentral politik Nusantara di masa lampau.

Jadi jangan semakin **** protes, Jawa bukan segalanya. Indonesia bukan Jawa. Benar sekali. Duluan ada Jawa baru Indonesia. Di tahun tahun ini belum ada Indonesia. Kepikiran juga belum. Nusantara itu sekitar 17.000 an pulau. Berapa persen yang sudah ada manusianya?

Maka Jawa dari dulu, dari wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia ini adalah pusat dari politik Nusantara bahkan Asia Tenggara, termasuk Thai, Kamboja, Campa dll. Jadi sekali lagi jangan so stupid, tinggalkan dulu kedaerahan yang fanatik, kalau ingin menelaah sejarah Indonesia jaman dulu.

Bahkan Sriwijaya lewat wangsa Sailendra membangun Borobudur itu di Jawa, bukan di Sumatera tempat pusat kerajaan dengan dinasti paling awet sepanjang sejarah (8 abad). Anda bisa bandingkan sendiri dinasti Mongol yang memerintah Cina tahan berapa lama? 2 abad? Atau dinasti Chin atau Han atau Ming? 2 - 4 abad? Majapahit 4 abad?

Sriwijaya bisa sampai 8 abad.

Nah, kembali ke gagasan NII penting karena kejayaan Islam dulu. Yang ternyata habis digasak Mongol dengan sekali hembusan Nafas. Mongol yang tak pernah gagal untuk menguasai daerah manapun. KECUALI...... MONGOL GAGAL MENGUASAI JAWA.

Sekali dalam sejarah kejayaan Mongol, Gagal menaklukan daerah lain, yah Jawa.

Kertanegara merusak Mengki utusan Mongol. Mongol membalas dengan menyerbu Jawa dengan armada paling kuat yang pernah menyerang Jawa. Mongol dikadali Raden Wijaya, yang kemudian mendirikan Majapahit.

Lengkapnya baca ini: Ini Dia Orang Jawa Yang Pernah Mempermalukan Cina/Mongo

Peristiwa nyaris sama dilakukan Soekarno sewaktu memproklamirkan negri ini. Soekarno mengkadali Jepang yang bermaksud menyerahkan NKRI kembali ke Sekutu/Belanda.

Dan sejarah bisa membodoh-bodohi orangkan....

Penggagas dan pendukung NII yang percaya begitu saja akan kejayaan Islam di masa lampau itu. Bila ngerti sejarah dan melihat kembali ke sejarah Klasik Jawa/Indonesia tak bakal berani mengambil kisah kejayaan Turki tersebut untung mengganti NKRI menjadi NII.

Eropa/Romawi ditahlukkan Turki/Islam - Turki/Islam - ditahlukkan Mongol.

Mongol - mau menaklukkan Nusantara/Jawa/Indonesia Sekarang - GAGAL TOTAL! Sisa sisa orang Cina dan Mongol yang tak berani pulang ke Cina/Mongol, sekarang banyak terdampar di Pulau Bangka dan Kalimantan.

Mungkin bila kejayaan Turki Usmani itu dipakai untuk propaganda Islam di negara lain seperti Malaysia atau Filipina selatan, it's ok... bener bisa dipakai.

Tapi di Indonesia... Wakakakakaka.... Mongol saja tidak bisa menguasai negri ini!

Tapi yah itu tadi, mental orang Indonesia di jaman modern pasca rezim Soeharto ini teramat sangat lemahnya. Karena negara kacau balau, pedenya menguap. Yang ada adalah sibuk cari ideologi asing. Ideologi asing yang sayangnya berasal dari daerah yang ternyata hanya satu kontinen dan sangat homogen. Apa bedanya Arab dengan Israel secara biologi? termasuk homogen kan. Masih satu suku kalau di kita Indonesia.

Tapi di Indonesia. Orang Jawa dengan orang Batak saja bedanya puarahhhh.

Sudah begitu, bila ideologi asing yang sukses menyatukan wilayah nya yang seperti itu, apa relevan untuk Indonesia yang sangat majemuk ini? Makanya [disensor] itu negara liberal! NKRI atau MATI. TITIK!

I Love Indonesia

Tapi sekarang, nyang ane denger di TV ame radio, hipnotis nyang disalahin!
Aya2 wae dah alesannya!
:lol:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Topsy KreeT » Sun Apr 24, 2011 10:52 pm

Topsy KreeT wrote:
din = state = negara
Dasar negara quran dan sunah, hukumnya syariah islam.


debat-alwi-alatas-versus-ali-sina-t40962/
ALWI ALATAS wrote:Dan sekarang, mari saya jelaskan tentang jihad dan posisi Islam dalam hal ini. Saya harus mulai dari istilah yang sangat dasar yaitu 'agama' seperti yang digunakan oleh orang Kristen dan 'din' seperti yang digunakan oleh Al-Qur'an. Kata 'Agama' berdasarkan Cambridge Dictionary berarti “keyakinan dan menyembah tuhan atau dewa, atau sistem seperti keyakinan dan ibadah”. Sederhananya, agama merupakan sistem keyakinan dan ibadah. Dengan kata lain, hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah. Agama tidak berbicara tentang negara, dan tidak berbicara sistem sosial, juga tidak mengandung ide tentang pengetahuan duniawi, dan tak ada hubungannya dengan urusan duniawi. Semua itu berdasarkan bahasa dan definisi agama. Itu sebabnya para sarjana Barat, khususnya sosiolog dan antropolog, selalu menempatkan agama sebagai bagian budaya, dan bukan di level yang sama dengan itu. Ini juga mengapa Kristen hanya bicara tentang perdamaian, dan tidak memiliki pengajaran tentang perang. Jadi, ketika ternyata pada waktu perang, mereka tidak bisa menghindari, mereka harus 'pergi keluar' untuk sementara dari agama untuk meminjam dan membenarkan konsep perang (kekerasan) dari sistem lain, yang sebenarnya tidak agama menurut agama mereka.

Orang-orang Kristen memahami agama - agama mereka, yaitu Kristen, dan agama lain - seperti itu. Tetapi Islam bukan hanya agama, islam itu “din”. Din memiliki makna yang berbeda dengan agama. Din tidak hanya sebuah sistem kepercayaan dan ibadah, melainkan seluruh sistem kemanusiaan, itu 'peradaban yang lengkap’, seperti yang disebutkan oleh H.A.R Gibb (dan dia bukan seorang Muslim). Dengan demikian, sistem ibadah hanya sebagian dari Islam. Sebagai peradaban yang lengkap, Islam juga berbicara tentang negara, hukum, sistem ekonomi dan sosial, tentang manusia dan masyarakat, dan tentang perdamaian dan perang. Singkatnya, Islam mengajarkan tentang urusan duniawi dan setelah urusan dunia. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan ‘din’ dengan agama, sebaliknya kita harus membandingkan ‘din’ dengan negara dan peradaban. Kita tidak bisa memahami Islam hanya sebagai agama, seperti orang Kristen memahami kekristenan mereka. Dari sudut pandang ini, kita memahami mengapa Islam mendukung perang, begitu pula kedamaian, sama seperti peradaban lain juga mengatur perang dan perdamaian (dan bukan hanya perdamaian). Kemudian, untuk pertanyaan mengapa Islam mengijinkan jihad dan perang sama saja dengan pertanyaan mengapa Amerika Serikat, atau negara lain, menetapkan dan memungkinkan pasukan perang?



Amin rais wrote:Sehingga NII ini merupakan sebuah kontradiksi dan harus dibasmi"

:supz: Mari sama-sama kita basmi Negara Iclam. :-"
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 9:31 am

blm ada komen dari muslim ya??
MALU kali ya ??
sklh2 islam adanya pelajaran PMO, Pendidikan Moral Onta !!

nih contohnya moral onta :

http://www.inilah.com/read/detail/73114 ... ada-henti/

Melihat Bendera NII Berkibar Tiada Henti
Headline

INILAH.COM, Jakarta - Bendera Negara Islam Indonesia (NII) miliki warna dasar merah putih. Di tengah-tengahnya, ada gambar bulan sabit dan bintang.

Gambar bendera NII muncul di situs NII. Situs yang beralamat www.darul_islam.tripod.com itu memang diperuntukkan untuk anggota dan simpatisan NII.

Sebelumnya diberitakan, beredar sebuah situs yang ditujukan untuk anggota dan simpatisan Negara Islam Indonesia (NII). Situs NII ini dibuat sejak 21 Agustus 2000, dan di-update oleh pembuatnya tanggal 29 Agustus 2000.

Tidak hanya untuk anggota NII, situs tersebut diperuntukan untuk orang yang penasaran dengan NII. Hal ini ditunjukan dalam kalimat pembuka situs.

Ahlan wa Sahlan ...

Selamat datang di situs kami. Situs ini bukan atas nama Negara Islam Indonesia, melainkan situs pribadi yang dibuat secara berjama'ah. Situs ini ditujukan untuk anggota dan simpatisan Negara Islam Indonesia juga bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Negara Islam Indonesia.

Selain itu, pembuat situs NII yang belum diketahui namanya,meminta pengunjung situs untuk mengisi buku tamu serta tulis pesan. Tujuannya, untuk menstatistik seberapa banyak warga Islam Indonesia yang menginginkan berdirinya Negara Islam Indonesia. [bar]
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 10:04 am

sambungan atas
http://darul_islam.tripod.com/
Ahlan wa Sahlan ...

Selamat datang di situs kami. Situs ini bukan atas nama Negara Islam Indonesia, melainkan situs pribadi yang dibuat secara berjama'ah. Situs ini ditujukan untuk anggota dan simpatisan Negara Islam Indonesia juga bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Negara Islam Indonesia.

Kami berdiri karena agama menuntut kita untuk melaksanakan hukum-Nya secara keseluruhan (kaffah). Sebagaimana telah Allah firmankan dalam Surat Al-Baqarah ayat 208 : "Masuklah kamu sekalian kedalam islam secara keseluruhan". Namun terkadang syetan selalu saja menggoda manusia dengan segala cara. Untuk itu Berhati-hatilah dengan gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia, sedangkan dalam tindak-tanduknya jauh sekali dari Sunnah Rasul.

Kami pun menyadari akan ketidakmungkinannya Islam bisa ditegakkan pada pemerintahan yang tidak berasaskan Islam apalagi yang phobi terhadap Islam sehingga Umat Islam sering diadu domba untuk mengesankan bahwa jika agama yang menjadi asas maka pasti akan terjadi saling hantam antar pemeluk agama bahkan antar umat islam itu sendiri. Untuk lebih mengetahui lebih lanjut, bacalah Profil Negara Islam Indonesia yang menceritakan tentang sejarah-sejarah yang melatarbelakangi berdirinya Negara Islam Indonesia. Tengok pula Sirrah Rasulullah yang berisi tentang sejarah dan langkah-langkah Rasulullah dalam menzhohirkan dienul Islam. Atau anda bisa klick Q/A Negara Islam. Disini anda bisa memahami lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan dalil naqli dan aqli tentang wajib diberlakukannya hukum Islam.

Untuk melengkapi informasi keislaman, kami sajikan pembahasan tentang tema-tema yang up to date. Simak saja informasiny di Catatan Pinggir.

Tapi, sebaiknya anda isi dulu buku tamu kami, serta tulis pesan-pesan anda. Hal ini pun kami gunakan untuk menstatistik seberapa banyak warga Islam Indonesia yang menginginkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Atau lebih afdhalnya anda bisa kirim lewat Email kami ke darul_islam@hotmail.com. Insya Allah, hasil statistik akan kami tampilkan di homepage ini.

Untuk segala pengalaman anda selama menjadi Warga Negara Islam Indonesia atau pun segala kritikan anda, silahkan sampaikan kepada kami melalui darul_islam@hotmail.com. atau syuro_n11@yahoo.com

Sebagai penutup, kami bacakan firman Allah : "Bersegeralah kamu untuk berjuang di jalan Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah" (QS At-Taubah : 41)

INDONESIA MAU DIJAJAH SAMA ISLAM !!!!!
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Rasionalis » Wed Apr 27, 2011 11:07 am

...Posisi Islam sekarang ini persis seperti "babi hutan luka" karena "tembakan" internet. Menyeruduk apa saja yang ada di depannya. Babi luka itu berada di lapangan terbuka, tanpa pohon atau semak belukar yang melindunginya.
...Satu-satunya yang bisa menyelamatkan hidupnya hanyalah negara berdasarkan Syariah.
User avatar
Rasionalis
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1068
Joined: Sun Dec 19, 2010 12:29 am
Location: Whereever I want to be

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 5:44 pm

oke, sore2 sambil minum kopi, ngrokok, dapat tulisan lama 2010 ttg tantangan perang dari orang islam kepada NKRI

link : http://m.politikana.com/baca/2010/09/24 ... kafir-nkri

menuju babak perang fisik terbuka...Umat Islam vs penguasa kafir nkri • penulis: Rahwana Dasamuka, 24 September 2010 14:01:29 • 9 Komentar • Penting +2

Perilaku biadab den 88 yang lebih menyerupai perilaku babi dan monyet ternyata tak juga kunjung henti, dengan didukung oleh rakyatnya yang kafir namun merasa Muslim, penguasa nkri laknatuLLAAH ini ingin tetap memaksa Umat Islam untuk berhukum dengan pancasila dan uud 45 amandemen nya yang busuk tersebut. Hal ini tidak akan mampu menyurutkan cita cita Kaum Muslimin yang berada di negeri ini untuk tetap patuh dan tunduk (Taslim/Islam) kepada Wahyu ALLAAH saja. Mungkin mereka sekaraqng merasa kuat dan mampu, tapi itupun belum teruji karena terbukti dibeberapa tempat aparat nkri ini sebenarnya hanya pengecut yang berlagak jagoan. Pada beberapa kasus misalnya di berbagai daerah konflik antar agama di negeri ini. Sangat banyak dapat diketahui militer yang sembunyi menyelamatkan diri ketika konflik sedang berlangsung. Inilah mental pengecut aparat nkri.

Nah sekarang mereka kembali unjuk gigi menembaki orang yang tidak bersalah dengan mengerahkan sekian banyak personel. Kemudian membunuhnya setelah terlebih dahulu memfitnahnya dengan tuduhan teroris atau perampok bank.Hmmmmm rupa rupanya mereka sudah meresa mampu menghadapi Kaum Muslimin atau sudah benar benar ingin mengajak perang...okelah kalau begitu. Genderang perang ini akan kami sambut dengan senang hati wahai laknatuLLAAH atas kalian semua. Kami akan buktikan siapa yang lebih berjaya diatas segenap kemampuannya. Perlakuan kalian sudah tidak lagi dapat ditolerir. Kasus priok,aceh,ambon dll semakin membuat kami bersemangat melawan atau memerangi kalian. Karena kalian begitu berambisi untuk menekan kami agar kami patuh terhadap undang undang kafir kalian. Demi ALLAAH !!! perang ini akan kami hadapi dengan senang hati. Dengan semangat piknik atau rekreasi. Karena berjihad adalah piknik bagi kami. Apakah sebagai penguasa dinegeri yang majemuk ini kalian sudah merasa berlaku adil dengan memaksakan kaum beragama untuk berhukum dengan hukum najis buatan kalian ???? Kami tidak memaksa umat lain untuk berhukum dengan Hukum Islam, namun biarkanlah kaum beragama yang ada dinegeri ini berhukum sesuai dengan keyakinannya masing masing. Kalian yang dungu dungu itu apakah faham dengan makna adil yang sebenarnya ??? Adil yang sebenarnya adalah biarkan umat beragama berhukum dengan agamanya sendiri dengan Kitab mereka sendiri dan bukan dengan pancasila atau uud45 kalian yang najis tersebut.

Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan ALLAAH dan Aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu (QS 42:15)

"Dan apabila kamu menghakimi diantara insan handaklah kamu membuat keputusan dengan adil (QS an Nisaa' 4:59)

"Jadilah kamu orang-orang yang menjadi penegak keadilan dan jadilah saksi karena ALLAAH, walaupun perkara itu bertentangan dengan dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat" (QS an Nisaa' 4:136)

"Dan janganlah permusuhan suatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlaku adilllah, itu lebih dekat kepada takwa". (QS al Maa'idah 5:9)

" "Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. (keluaran 23 : 1-2)

"Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran."( imamat 19:15)

Sedangkan menurut Islam adil adalah mengikuti ALLAAH dan RAsulNYA.Keadilan itulah jalan yang lurus yang bersesuaian dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, penyelewengan keadilan adalah kesesatan yang nyata, maka kalau ada orang yang mengaku Muslim namun berhukum kepada selain Islam dia adalah kafir walau dia shalat haji zakat haji dan puasa. telah dikatakan sebagai berikut:

Telah sempurnalah kalimat RABBmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan DIA lah yang MAHA MENDENGAR lagi MAHA MENGETAHUI (QS 6:115)

"Selamanya UmmatKu tidak akan bersepakat dalam kesesatan" ( Al Mu'jam al Kabirnya ath Thabrani dengan urutan sanad Ibnu 'Umar-Amr bin Dinar-Mu'tamir bin Sulaiman-Muhammad bin Abu Bakr al Maqdami-'AduLLAAH bin Ahmad bin Hanbal )

"Barang siapa yang membenci SunnahKu maka dia bukan dari golonganKu"( Musnad Ahmad 5/409, dengan urutan sanad Mujahid-Manshur-Jarir-Yahya bin Sa'id )

"Melakukan keadilan adalah kesukaan orang orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat" ( Amsal Salomo 21 : 15)

"Raja yang berlaku bijak dapat mengenal orang orang fasik, dan menggilas mereka berulang ulang" ( Amsal Salomo 20:26 )

Didalam Qur'an sumber kekafiran adalah tidak berhukum dengan Hukum ALLAAH yang berasal dari Wahyunya, maka Hukum bagi rakyat adalah Hukum yang dari ALLAAH yang oleh Sang Pemimpin diterapkan dalam negera yang dipimpinnya, dijelaskan

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan ALLAAH, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik (QS 5:47)

Injil Perjanjian Lama : Bila tidak ada Wahyu menjadi liarlah rakyat. Berbahagialahorang yang berpegang pada Hukum (Amsal 29:18)

"...takutlah akan ALLAAH dan berpeganglah pada perintah perintahNYA, karena ini adalah kewajiban setiap orang " (perjanjian lama, pengkhotbah 12:11)

"Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan semua pegawainya menjadi fasik" (Amsal 29:12)

"Laku bhrtya matinggal ratunya, yan hana ratu akeras mapanas ing gawe, byakta sira tininggal ing wadwa nira, leheng ikang ratu makeras swapadi ngrutu makumed tar paradanda, yan hana ratu mangkana tininggal kawulanira, ya leheng makumed paradanda swapadi ratu awisesa, awisesa ngaranya manarub, ya hana wwang kulina janma sinoraken, yang hana wang adhahjati dinuhuraken, yeka anarub ngaranya, yan hana ratu mangkana tininggal sira de ning janma wwang kulina janma" Terjemahanya Sebagai Berikut : "Pelayan dapat meninggalkan rajanya, bila raja kejam dan bengis tindakannya. Raja yang demikian tentu akan ditinggalkan rakyatnya.Lebih baik raja yang kejam daripada raja yang kikir dan sewenang-wenang Raja yang kikir dan sewenang-wenang lebih baik daripada raja awisesa, yaitu raja yang mencampurbaurkan persoalan.Orang-orang yang arif bijaksana direndahkan dan orang yang hina dimuliakan, itulah mencampur-baurkan namanya. Bila ada raja yang demikian akan ditinggalkan oleh orang-orang arif" (slokantara 40)

Menegakkan Keadilan merupakan beban perintah yang wajib dilaksanakan oleh insan dibumi ini. Dalam Manawa Dharmasastra VII Sloka 19 ada dinyatakan kalau vonis dijatuhkan tanpa pertimbangan yang matang (keadilan) akan menghancurkan segala-galanya.

Adalah kewajiban bagi setiap orang untuk mendedikasikan (membaktikan) hidupnya, intelejensi (kepandaiannya), kekayaannya, kata-katanya, dan pekerjaannya bagi kesejahteraan mahluk lain"
(Bhagawata Purana : 10.22.35)

"saktah karmany avidavamso yatha, khurvanti bharata, kuryad vidvams tathasaktas cikirsur loka-samgraham" "Seperti orang yang **** yang bekerja keras karena keterikatan atas kerja mereka demikian seharusnya orang pandai bekerja tanpa kepentingan pribadi, melainkan untuk kesejahteraan manusia dan memelihara ketertiban sosial. (Bagawad Gita : III.25).

Sang Buddha bersabda,"Manusia seharusnya mencari kebajikan ...." (Dhammapada 116)
" dan Andaikata seseorang melihat seorang bijaksana ............ hendaklah ia mengikuti orang bijaksana itu ...." (Dhammapada 76)

Didalam kristen disebutkan :

"...Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." Yohanes 6:35
"...Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8:12

Bila didalam budha dikenal karma dan vipaka, maka Karma adalah tindakan (hukum), lalu Vipaka, buah atau hasilnya (keadilan), yang keduanya adalah reaksi dari suatu aksi.karena disebutkan :

"Sesuai dengan benih yang tumbuh sendiri, Jadi yang Anda memanen buah dari sana, Penjahat yang baik akan mengumpulkan bagus, Pelaku yang jahat, jahat Bawah adalah benih dan kamu akan merasakan buah itu. "( Samyutta Nikaya)

Bilamana seorang pemimpin dalam sebuah negara selalu mengikuti Kebenaran dan dharma, serta mencukupi kebutuhan rakyatnya, maka semua orang bijaksana dan tokoh masyarakat akan mengikuti dan menyebarkan dharma kepada masyarakat luas (Atharva Veda: 3.4.2)

Bagi kalian rakyat Indonesia dungu yang enagku Muslim...serta mendukung penguasa nkri ini kami katakan sesungguhnya kalian hanyalah kafir yang merasa sebagai Muslim.Keadaan kalian tidak ada ubahnya denga kaum aad laknatauLLAAH yang mendukung penguasanya dqalam penentangan terhadap penerapan HUkum ALLAAH dan RAsulNYA.

"...mereka (kaum 'aad) menuruti perintah setiap penguasa yang sewenang wenang lagi menentang Kebenaran, dan mereka diikuti laknat didunia ini dan dihari kiamat, ketahuilah sesungguhnya kaum 'aad itu kafir kepada RABB mereka : (QS 11:59-60)

Sebab sesungguhnya ALLAAH telah mewajibkan kaum Muslimin mentaati dan membantu Pemerintah yang Muslim, sebagaimana DIA mengharamkan atas mereka taat atau membantu pemerintah yang kafir, serta DIA mewajibkan atas mereka untuk melengserkan pemimpin bila dia kafir, oleh sebab itu para ulama' berkata sesungguhnya wajib atas setiap Muslim untuk mengetahui keadaan pemerintahannya. (lihat Al-Mustashfa, Abu Hamid Al-Ghozali juz 2 hal 390).

Begitu juga kalian yang mengaku sebagai pengikut Yesus atau budha...sesungguhnya kalian semua adalah sampah busuk yang merasa diri suci bersih dan benar.

"banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari ALLAAH orang menerima keadilan (Amsal 29:26)

Bila seorang pemimpin yang pemarah dengan kesombongannya ingin menghancurkan dan menghina para Brahmana yang ahli Veda, maka negara tersebut akan hancur. (Atharva Veda: 5.19.6)


GIMANA MUSLIM MUSLIM ???
GIMANA AKANG CS?? BENER2 SPT INIKAH ISLAM ?? GUE YAKIN CS BUKAN TYPE MUSLIM SUKA PERANG,
LALU GIMANA TINDAKANNYA ? TIDAK MENDUKUNG TAPI KALO MENANG TETEP IKUT PESTA ??
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 10:28 pm

malam semua, ini gue tambah dengan semangat jihad abu bakar pasir gosong

http://www.seruu.com/index.php/20110425 ... d-698.html

Baasyir : NKRI Sistem Buatan Manusia Yang Thogud dan Kafir
Senin, 25 April 2011 12:21 Redaksi Seruu.Com Utama - Hukum & Kriminal

Jakarta, Seruu.com - Ustadz Abu Bakar Baasyir, menyatakan bahwa dirinya menolak sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia dikarenakan sistem tersebut thogud dan merupakan sistem yang bukan diadopsi dari islam sehingga tidak layak di berlakukan di negara dengan masyoritas muslim. Menurut Baasyir sistem yang tepat bagi dirinya adalah Daulah Islamiyah dimana syariat islam menjadi pegangan dan aturan yang dipakai dalam pemerintahan.

Hal ini dikatakan oleh ABu Bakar Baasyir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/04) saat menjawab pertanyaan apakah dirinya setuju dengan NKRI. "NKRI itu sistem yang kafir dan thogud , sistem buatan manusia yang tidak berpegang pada syariat islam," ujarnya di PN Jaksel, Senin (25/04).

Ia juga mengatakan bahwa karena itu pemerintahan yang ada di Indonesia adalah pemerintahan Thogud. "Pemerintahan Indonesia sejak jaman Soekarno hingga Yudhoyono itu Thogud," paparnya. Menurutnya hal tersbeut dibuktikan dengan berbagai macam tindakan negara terutama Yudhoyono yang cenderung memojokan Islam. "Terbukti dengan pembentukan Densus 88 dan bekerjasama secara masif dengan Amerika dan Australia untuk memerangi Islam," tegasnya.
Namun meski meyakini Daulah Islamiyah sebagai satu-satunya pemerintahan dan sistem negara yang sesuai dengan ajaran Islam, Baasyir menekankan bahwa hingga detik ini dirinya tidak pernah menyerukan dilakukan jihad fisik untuk melakukan perubahan tersebut. "Karena Islam di Kita belum mampu untuk melakukan jihad fisik, jadi Saya menempuh jalur dakwah untuk melakukan perubahan," tandas Baasyir.

Lebih lanjut ia juga memaparkan bahwa secara khusus ia juga sudah pernah mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat surat mengenai sistem negara yang dianggapnya sistem kafir tersbeut. "Saya sendiri sudah ingatkan SBY lewat surat," ujar Baasyir.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

bagaimana saudara saudara ku se NKRI ????? para veteran pejuang kemerdekaan ?? TNI ??
yg gue tebel+bold ?? seperti itukah islam ?????
misal mereka mampu pasti sudah angkat senjata dan ngajak perang,
gue jd pengen liat komentar doramma, pasti heboh ...
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 10:49 pm

Yang ini dari nii crisis center
hari kmrn buat firefox crash, tp saat ini bisa kebuka, ampe gue buka linknya siap2 crash lg, he he
so.. gue ngerti kl ajaran islam itu egois tp gak nyangka se egois ini, memaksakan kehendak sampe negara aja harus nurut sama dia, kalo gak nurut di anggap kapir, gila semua, onta2 mmg gila semua

http://www.nii-crisis-center.com/home/c ... kafir.html

KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?

Jazirah Arab dulu terletak ditengah-tengah dua kekuatan besar : Romawi di Barat dan Persia di Timur yang keduanya selalu bertikai
DULU :
Q.S 30/2-4 : Yang pertama kalah Romawi dinegeri terdekat saat memperebutkan sungai Mesopotamia. Lalu beberapa tahun lagi akan menang Persia hancur karena perang saudara. Saat Romawi menang, orang beriman di jazirah Arab bergembira karena sebentar lagi Romawi akan hancur ditaklukan umat Islam.
SEKARANG :
Indonesia terletak di antara dua blok, yaitu Barat : USA dan sekutunya serta USSR (Rusia). Pertama kalah adalah USA di vietnam, kemudian beberapa tahun lagi Rusia (USSR) hancur karena perang saudara. Dihari kemenangan bangsa Romawi (USA) orang-orang beriamn akan bergembira karena sebentar lagi akan ditaklukan oleh Islam.
Apakah benar tempat Islam bangkit ada di Indonesia?
18/16-17 : tempat yang sangat luas/gua, Indonesia negara paling luas di Asia dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)
secara Alam, Geografis dan Budaya Indonesia paling mirip dengan jazirah Arab.
ISLAM BANGKIT dalam bentuk POHON dan didalam GUA masih tersembunyi.
Apa maksudnya ? 2/26 :

Kembali ke kondisi RI saat ini

RI punya hukum tertinggi Q.S 6/57
PANCASILA yang buat manusia berdasarkan Hawa Nafsu hanya ALLAH yg berhak membuat
maka 200juta jiwa lebih menggunakan Hukum Pancasila sebagai Hukum tertinggi
24/1 wajib pakai Hukum Islam
5/50 Hukum siapa yang paling benar Hukum ALLAH selain itu Hukum Jahiliyah
Hukum PANCASILA = Hukum Jahiliyah
4/105 AlQuran sebagai Hukum = untuk mengadili
Pertanyaan umum : Indonesia kan masyarakat majemuk(banyak Agama)
Jawab : Islam mengatur Manusia, bukan hanya orang islam.
Contoh : Jaman Rasul ada yang disebut Kafir Dzimni (kafir yang dilindungi, karena tunduk terhadap Hukum Islam)
Justru PS yang tidak bisa mengatur masyarakat Majemuk, kerusuhan SARA ada dimana-mana.

Di RI tidak ada Umat Islam, yang ada umat PS yang merasa Islam karena statusnya di mata ALLAH = Kafir,Zhalim,Fasik
Huku . ALLAH hanya dipakai untuk Ritual.
Hukum. PancaSila (Bathil) : Ekonomi, Sosial, Budaya, Hk. ALLAH (Haq) : Shalat, Puasa, Zakat,
Politik, Negara, Masyarakat Haji, Nikah, Waris

Jalan tengah = PancaSila ( PS )
4/17 Jadi Kafir karena ada yang Jahiliyah yaitu Hukumnya = PS

Mau menggunakan hukum ALLAH di wilayah Republik Indonesia?
Tidak bisa walaupun mau. Kalau dipaksakan akan diperangi oleh alat negara (ABRI, Polri). Dalam hal ini posisi penguasa adalah penindas (pemaksa) dan posisi rakyat adalah tertindas (dipaksa untuk memberlakukan aturan setempat yang tidak berdasarkan kehendak Allah (ALQURAN ).
Contoh: Secara aturan ideologi
Wilayah Aceh atas inisiatif GAM (Gerakan Aceh Merdeka) hendak memberlakukan Hukum Islam (syari’at Islam) pada seluruh aspek kehidupan warga Aceh, maka gerakan ini langsung mendapat tekanan/ penindasan oleh pemerintah RI dan dipaksa untuk kembali kepada hukum RI yang berdaulat yaitu Hukum yang berdasar Pancasila. Meskipun harus ditempuh dengan jalan kekerasan seperti penekanan/pemaksaan secara bersenjata. Daerah Operasi Militer yang pernah terjadi tahun 1954 di Aceh kini terulang kembali.

Secara aturan politik
Money politics berlaku untuk segala tata ketertiban dan keamanan di seluruh wilayah RI yang dikuasai oleh politik materialistik-liberalisnya Amerika. Di satu sisi rakyat menghendaki keadilan hukum, yang salah ya salah, yang benar ya benar. Namun di sisi lain secara tidak tertulis di RI berlaku keadilan atas uang, siapa yang mau dibenarkan atau dibela, bisa saja asal ada uangnya. Sehingga yang benar bisa jadi yang salah, dan yang salah bisa jadi yang benar. (Ingat pelajaran Thaghut: uang bisa berarti berhala). Dalam hal ini kita ditindas oleh yang kuat secara ekonomi (orang kaya) atau status sosial (pejabat, tokoh, preman).

Secara aturan sosial
Keadilan sosial di RI sebanding dengan tingkat sosial. Semakin tinggi status sosial seseorang semakin banyak ia mendapat keistimewaan (privillage), namun semakin rendah status sosial seseorang semakin terabaikan kesejahteraan kehidupannya (mirip aturan kasta). Dirasakan bahwa keadilan berpihak kepada yang berstatus sosial tinggi. Apabila ada protes atas keadilan akibat pembedaan ini maka otomatis dibuat perkara agar pihak yang lebih tinggi status sosialnya menang. Contoh kasus Munir. Mencoba mengusik keistimewaan elit politik atas berbagai pelanggaran Hak Azasi Manusia yang selama ini dilakukan oleh para penguasa pemerintahan kepada rakyat. Maka indakan Juga atas aturan pembedaan sosial ini maka timbul pembedaan tempat, kualitas, dan harga: sekolah mahal dan sekolah murahan, supermarket dan pasar tradisional,

Bahkan secara diri pun kita bisa menjadi penindas atas diri kita sendiri. Yaitu bila kita mengandalkan/ selalu menuruti/ tunduk/ pasrah kepada hawa nafsu kita bahkan ketika kebaikan/ rezeki Allah itu tiba.
Contoh: Kita bersikap malas/ tenang-tenang bila punya uang cukup.
Kita bersikap pesimis bila tidak punya uang.
Kita bersikap putus asa bila sulit mencari uang.
Kita bersikap kikir bila punya uang.
Kita bersikap boros/ foya-foya bila mudah mendapatkan uang.
Sikap-sikap tersebut tidak terjadi begitu saja, yang pasti sejalan dengan perjalanan hidup kita dipengaruhi/ diajarkan/ dididik oleh lingkungan kita yang cenderung negatif (baik lungkungan keluarga/ teman/ masyarakat/ negara). Sebaliknya, kita tidak akan bersikap demikian bila lingkungan kita positif dan maju. Bahkan dengan lingkungan yang positif, kita akan bertambah maju.

maka orang tertindas harus ?
4/97,98,99 : Bumi ALLAH luas Harus Hijrah, kalau tidak mati tertindas = Jahanam.
Kecuali kalau tidak tahu/tidak mampu! “ Masih mudah-mudahan, tidak pasti!!
Sekarang sudah tahu Harus HIJRAH! Hijrah kemana?

Ayat-ayat penguat :
33/64-68 : Jangan menyalahkan pimpinannya
2/165-167 : Jangan ikut pimpinan yang tidak pakai AQ.
24/39 :Amal-amal orang kafir fatamorgana
Di RI tidak bisa ibadah !!!walau hanya sedikit.
NILAINYA :100 % batil / sia-sia
# Pahamkan kepada ahlul TL bahwa di RI sudah tidak bisa apa-apa lagi.Jadi Cuma ada satu pilihan
yaitu HIJRAH !!!
Jadi HIJRAH ke mana?Kembali pada konsep AQ!
AQ=Buku yang baik (Ummul Kitab),isinya kalimat-kalimat yang baik.
Perumpamaan AQ=14/24-25,perumpamaan kalimat yang baik,seperti pohon yang baik.
Buku yang baik harus ada pembukaan ,isi dan penutup

Pembukaan isi Penutup

Al-Faatihah 14/24-25 An-Naas

NA’BUD (umat/pelaksana)
ULUHIYAH/UBUDIYAH


MULK (tempat)
MULKIYAH


RABB(aturan)
RUBUBIYAH
Penjabaran
Yang diibadati Penguasa Pengatur

ULUHIYAH/UBUDIYAH MULKIYAH RUBUBIYAH
Yang beribadah Kekuasaan Aturan

RESUME :
- Jadi Hijrahnya kemana? Ke Negara Islam!!=> Konsep AQ adalah bicara suatu Negara!

- Perumpamaan Pohon = Suatu Negara! Jadi Islam bangkit oleh suatu pohon = Negara. Adanya dimana? Di Indonesia,tapi masih didalam GUA,masih sembunyi. Belum muncul! (Ingat Materi Kebangkitan Islam!!)

25/53 = Dua Negara Mengalir Berdampingan.Negara Islam Selalu Ada.
2/256 = Buhul Tali ALLAH.
- Arab Saudi, Brunei bukan negara islam => karena kerajaan!

Ayat – ayat Penguat : * 9/24 = ALLAH nomor satu
* 9/41 = Berangkatlah
* 9/27-30 = Kamu sudah dipanggil
* 22/58 =
* 10/25 =
Hadits : “Tidak ada ibadah sebelum Hijrah”
KALAU MAU HIJRAH ADA SYARATNYA / PROSES IMIGRASI
1. Syahadat :
48/10 =
48/18 =
3/112 =

2. Janji : 3/112 = lihat “Foot Note” tali perjanjian dengan manusia =Pemerintah Islam.
3. Shodaqoh Hijrah : 1 x seumur hidup
9/102-103
- 9/102 : Ada yang mengaku k.z.f. karena menyampurkan yang Haq dengan yang Bathil(A.Q +PS) Ingin Hijrah
- 9/103 : Ambil shodaqoh mereka untuk membersihkan diri mereka. Karena mereka kotor. ( ½ - ½ = 2 illahnya = musyrik).Musyik = Najis = 9/28.
8/38 Kalau hijrah semua dosanya diampuni.
Berapa semestinya kita bershodaqoh? Sebesar-besarnya.
47/37-38 = jangan kikir
3/91 = kalo hitung-hitungan, emas sepenuh bumi juga tidak bisa menyelamatkan orang kafir.
Shodaqoh : ada azam & ada cash( min. 1 juta cash). Hijrah itu mahal. NII itu mahal !!! Kuliah Aja Mahal !!!! Apalagi mau diterima menjadi warga negara (Green Card kalau istilah Amerika) !!!!
4. Infak : Mendanai Negara = tiap bulan.
3/92 Membelanjakan Harta yang baik/ jangan yang buruk untuk mndanai negara.
2/254 minimal : Rp. 100.000/bulan
2/267
5. Tidak Merokok :HARAM !!!!!
2/168 ; Makan makanan yang baik.
6. Tidak Boleh Pacaran : 17/32 jangan dekati zina
7. Tidak ada hubungan dengan QM (ABRI,Polisi,Jaksa,Hakim,Banser, dll). Tidak ada hubungan QM adalah : saudara jauh maupun dekat, akitf maupun pnsiun, ada atau meninggal, teman, pacar, tetangga, ll.
Kunci QM : 60/1
Fahamkan definisi jujur jujur mampu memenuhi semua syarat untuk hijrah, termasuk mengenai QM.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
mungkin spt ini materi doktrin onta2, gue heran kok onta2 pada nurut sama doktrin gila kaya gini,
gimana muslim ??? kok gak ada yg kasi masukan ?? komen kek gimana ...
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Wed Apr 27, 2011 11:23 pm

http://nasional.kompas.com/read/2011/04 ... di.Ancaman

Gerakan Makar
Menko Polhukam: NII Belum Jadi Ancaman
Hindra Liu | Pepih Nugraha | Rabu, 27 April 2011 | 20:04 WIB

Image
Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan

KOMPAS.com wrote:JAKARTA, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, gerakan Negara Islam Indonesia saat ini belum menjadi ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, Djoko meminta seluruh aparat penegak hukum dan komponen masyarakat untuk tetap waspada.
Segala upaya untuk memengaruhi pikiran orang lain demi mendirikan NII tidak dapat dibenarkan. "Ini harus kita lawan bersama," kata Djoko kepada para wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Menurut Djoko, ada dua jenis gerakan ini, yaitu gerakan NII yang memang berusaha mengubah ideologi NKRI dan sekadar mencari keuntungan semata. Menko Polhukam mengaku belum tahu seberapa besar kekuatan dan dampak dari gerakan ini. "Kita tidak tahu jumlah orang yang dipengaruhi dan memengaruhi," katanya.

Dikatakan pula, aparat penegak hukum belum melihat adanya keterkaitan gerakan ini dengan kelompok gembong teroris almarhum Noordin M Top. Namun, kemungkinan ini masih terus digali. Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memantau titik-titik yang diduga menjadi tempat pergerakan NII. Pemantauan ini dilakukan karena mulai merebaknya kasus cuci otak dan penipuan akhir-akhir ini.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno menjelaskan, pihaknya sudah memetakan belasan tempat yang dijadikan basis-basis kelompok NII di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Kami sudah mapping di Klender, Tangerang, dan Bekasi. Semuanya dipantau intel," ujarnya.

Sujarno menambahkan, kepolisian belum bisa mengetahui aktivitas kelompok NII karena kegiatannya berada di rumah-rumah warga dan terselubung. "Mereka kegiatannya 'kan terselubung, tidak kelihatan, jadi sulit untuk kami pantau," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat harus bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap gerakan NII. Selain di Ibu Kota, dalam dua pekan terakhir, kasus cuci otak terjadi pada sejumlah mahasiswa di Bogor, Malang, dan Yogyakarta. Mereka yang didekati kebanyakan mahasiswa yang baru menjejak bangku kuliah. Modus yang digunakan biasanya mengajak untuk menjadi responden penelitian.

Semoga Republik Indonesia gagal dijadiin NII.......! :supz:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby harahap » Wed Apr 27, 2011 11:49 pm

sori kelupaan, di nii crisis centre ada no hape nya,

Pengaduan Online 02191178046 - 087737707351 - 085211231363 - 08985151228

link : http://www.nii-crisis-center.com/home/c ... kafir.html

silaken coba2 tlp, gue males, sori , nehik , ...
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: MAHASISWA UMM MALANG DI CUCI OTAK : NKRI NEGARA KAFIR

Postby Bigman » Wed Apr 27, 2011 11:57 pm

http://www.tempointeraktif.com/hg/polit ... 37,id.html

NU: Radikalisme di Indonesia Sudah Lampu Merah
Rabu, 27 April 2011 | 10:22 WIB

Image

TEMPO Interaktif wrote:Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai radikalisme di Indonesia sudah pada tingkatan "lampu merah" atau sangat membahayakan. Karena itu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu meminta negara untuk segera bertindak tegas.

"Ini sudah lampu merah, sudah emergency," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa 26 April 2011.

Said Agil menambahkan, terungkapnya pelaku teror bom beberapa pekan terakhir menunjukkan indikasi itu. Pelaku bom itu berasal dari kalangan terpelajar. Mereka juga memiliki perekonomian yang baik. Itu berbeda dengan pelaku bom saat Bom Bali atau Bom Marriot. Keadaan itu, kata Said Agil, menunjukkan radikalisme telah menyentuh kalangan menengah.

Said Aqil juga merujuk hasil survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) yang menunjukkan lebih dari 49 persen pelajar di Jakarta dan sekitarnya cenderung setuju menempuh aksi kekerasan untuk menyelesaikan masalah agama dan moral.

Survei yang digelar selama Oktober 2010-Januari 2011 tersebut dilakukan di 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri dengan responden 590 guru pendidikan agama Islam di SMP dan SMA, 993 siswa SMP umum kelas VII dan IX, serta siswa SMA kelas X, XI, XII.

Selain itu, menurut Said Aqil, jaringan kelompok radikal juga sudah sampai ke tingkat desa, tidak hanya terkonsentrasi di kota."Ini jelas bahaya sekali. Radikalisme sudah sempurna, punya sistem, orang, pelatih, dan sumber dana," kata Said Aqil.

Menurutnya, merebaknya radikalisme bukti kegagalan Kementerian Agama menjalankan tugasnya membangun, mengawal, dan meningkatkan moralitas dan spiritualitas bangsa.

Said Aqil mengatakan perlu penanganan secara komprehensif untuk menanggulangi radikalisme, mulai dari pendekatan konstitusi khususnya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Indonesia bukan negara agama, pendekatan ekonomi, sosial budaya, hingga keamanan."Ini butuh `political will` pemerintah dan DPR," kata alumni Universitas Ummul Qura, Arab Saudi tersebut.

Yang tidak kalah penting dilakukan, menurut Said Aqil, adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan dihilangkannya ketidakadilan di bidang hukum, politik, ekonomi, dan lainnya.

"Selama masih seperti itu, pemerintah tidak akan dipercaya. Nasihat, arahan, khutbah tidak ada artinya. Suara NU sampai habis pun tidak ada artinya," katanya.

Dikatakannya, radikalisme agama memang bukan asli Indonesia, tetapi datang dari luar dan mendapat sokongan dari luar. ikatakannya, setidaknya ada 12 organisasi atau yayasan di Indonesia yang mengajarkan teologi radikal dan mendapat dukungan dana dari Timur Tengah terutama Arab Saudi.

Menurut Said Aqil, kepentingan politik, terutama pihak yang mencoba meraih simpati dari kalangan Islam, turut memiliki andil bagi tumbuh suburnya radikalisme. Demi kepentingan politik, kelompok-kelompok radikal justru "dilindungi"."Kita tuntut keberanian pemerintah untuk menindak gerakan radikal atas nama apapun," katanya.

WDA | ANT

Binyun dah gw, nyang mane nyang bener! :lol:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users