Tanpa Nama wrote:
Wuih, si Kimi ngomongnya sih gampang banget!!! Menyodorkan leher ketika bisa menghindari pedang itu tindakan **** dan HANYA orang **** yang mau melakukan itu. Sikap ksatria itu gak selalu ditunjukkan dengan sikap frontal gak pikir panjang. Mereka gak kesini juga karena ada larangan dari kedubes Inggris sendiri.
anda menulis spt orang yang tidak beriman,
Musuh dan teroris boleh merancang yang buruk thd kita, tapi USIA kita di pegang kendali oleh YME. walau ada ratusan bom, klo Tuhan bilang belum waktuNya, ya akan aman2 aja.
TAPI,
walau ga ada bom sama sekali, klo emang udh waktunya, bisa aja terjadi kecelakaan pswt kan (anda pasti tau maksud saya)
mikimos wrote:euw...................
ada urusan apa antara MU dengan teroris Indonesia...
Indonesia kena bom
yang jatuh Indonesia, bukan MU... nggak ada beban bagi MU untuk mengirim pesan sama teroris dong
yang harus mengirim pesan sama teroris itu ya pemerintah Indonesia sendiri
berani nggak tuh mengirim pesan supaya si wasir pencetak suicide bomber segara diberangus

masa membebankan sama MU sih...
yang bener aja k'Kimi...
miki
Nah itu dia,
Sikap cuek, tdk empati, menunjukan MU tdk pantas di idolakan.
Ingatlah,
Fans rela mati buat tim, pada kerusuhan lgia champion 85 klo ga salah puluhan fans juve n liverpool bentrok dan meninggal.
Skrg pertanyaannya,
Rela mati kah tim untuk fas?
Klo tidak kesian sekali fans MU, cinta bertepuk sebelah tangan.
Tim olahraga slalu mengadang2 sportifitas dan value positif lainnya di lapangan,
Kini saatnya membuktikan, sifat yg sama juga hadir di luar lapangan
Regars