. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby pod-rock » Sat May 16, 2009 6:47 am

LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Tabloid Suara Islam
Edisi 67
Tgl 15 Mei - 5 Juni 2009 M
20 Jumadil Awwal - 11 Jumadil Akhir 1430H

Rezim Presiders Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata tidak hanya mengobok-obok kekuatan politik Islam melalui strategi koalisi dengan Partai Demokrat (PD) untuk mengusung dirinya menjadi capres. Jika SBY terpilih kembali dan pemerintahannya sukses dalam 5 tahun mendatang, maka SBY dan PD akan diuntungkan. Sebaliknya jika gagal, maka parpol Islam akan dijadikan kambing hitam.

Tidak hanya persoalan politik Islam diobok-obok, rezim SBY sengaja membiarkan aliran sesat berkembang di Indonesia. SBY berharap aliran sesat bekerja efektif untuk mengobok-obok aqidah umat Islam Indonesia. Bahkan siapapun yang menganjurkan pembubaran aliran sesat, pasti akan berhadapan dengan meja hijau. Penahanan Habib Riziq dan Munarman dalam kasus pembubaran aliran sesat Ahmadiyah dan pengadilan Bambang Irawan Berta Hajarullah Aswad dalam kasus aliran sesat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), menjadi bukti betapa rezim SBY menjadi sponsor penodaan aqidah umat Islam Indonesia.

Adapun yang lebih mengherankan lagi ternyata rezim SBY berani membungkam kritik ilmiah demi dukungannya terhadap aliran sesat LDII. Terbukti karena kritikannya terhadap LDII di forum diskusi yang diselenggarakan RRI Tanjungpinang, Riau Kepulauan tahun 2008 lalu, Hajarullah Aswad terpaksa harus berhadapan dengan PN Tanjung Pinang dan divonis 2 tahun penjara.

Vonis penjara 2 tahun harus dihadapinya hanya karena menerangkan kesesatan LDII yang diambil dari buku karangan anggota MUI Pusat, Muhammad Amin Djamaluddin dengan judul "Kupas Tuntas Kesesatan clan Kebohongan LDII". Padahal buku itu ditulis sebagai jawaban atas buku pedoman resmi LDII yang berjudul "Direktori LDII".

"Saya yang hanya menerangkan buku pak Amin Djamaluddin dalam suatu diskusi ilmiah, justru divonis 2 tahun penjara. Sedangkan pak Amin sendiri yang menulisnya justru tidak diapa-apakan. Padahal pak Amin sendiri sudah menerangkannya dengan jelas ketika hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Pinang tahun 2008 lalu, sedangkan buku tersebut tidak pernah dilarang Kejaksaan Agung," ungkap mantan PNS Depag Riau itu kepada Suara Islam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Hajarullah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan mengatakan LDII sebagai aliran sesat. Padahal yang berhak mengatakan demikian hanyalah MUI. Sehingga JPU menuntut 6 bulan penjara, tetapi Majelis Hakim justru menvonis 2 tahun penjara pada April 2009 lalu. Adapun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah tindakan Hajarullah dengan mengatakan LDII sebagai aliran sesat termasuk perbuatan pidana, padahal itu dikatakannya dalam diskusi ilmiah di RRI Tanjung Pinang dengan mengutip buku Amin Djamaluddin.

Kesesatan LDII

Aliran sesat LDII bagaikan bunglon dengan berganti-ganti nama. Sejak didirikan pertama kali oleh Nurhasan Ubaidah Lubis tahun 1954 di Kediri Jawa Timur, semula bernama Darul Hadis (DH). Setelah Darul Hadis dilarang, kemudian berganti dengan Islam Jamaah (IJ). Islam Jamaah dilarang, berganti menjadi Lemkari. Setelah Lemkari dilarang, sejak 1991 menjadi LDII.

Nurhasan Ubaidah Lubis yang selama hidupnya dikenal dekat dengan mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Letjen Ali Moertopo, meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas dalam perjalanan Kediri-Jakarta untuk menghadiri Kampanye Golkar di Lapangan Banteng, Jakarta pada pemilu 1982, yang akhirnya menimbulkan kerusuhan massa tersebut. Sejak Nurhasan meninggal, tongkat estafet kepemimpinan sebagai Amir Islam Jamaah digantikan anaknya, Abdul Dhohir. Namun sejak meninggalnya sang Amir, Abdul Dhohir (2007), kepemimpinan LDII dipegang adiknya, Abdul Aziz yang bergelar Sulthon Aulia, yang merupakan anak bungsu Nurhasan Ubaidah Lubis.

Menurut anggota MUI Pusat, Amir Djamaluddin, LDII dikatakan sebagai aliran sesat dikarenakan ajarannya yang menyimpang dari ajaran Islam.

Pertama, hanya Imam atau Amir LDII yang berhak dan rah menyampaikan ayat-ayat Al Qur'an (ma'qul ke Amir).

Kedua, doktrin LDII meliputi fatana (cerdas), witana (boleh berbohong) dan budi luhur. Adapun yang dipersoalkan adalah witana, dengan membolehkan pengikutnya untuk berbohong.

Ketiga, jika keluar dari Jamaah LDII dianggap menjadi kafir. Jika meninggal dunia wajib masuk neraka. Adapun yang masuk surga hanyalah Jamaah LDII, selainnya masuk neraka.

Keempat, tidak bersedia menjadi makmum sholat pada orang lain clan harus menjadi imam.

Kelima, jika pengikut LDII melakukan perbuatan dosa seperti onani, homosexual dan aborsi, maka taubatnya dengan cara membayar denda kepada sang Amir di Kediri, yang diistilahkan dengan berbakti kepada pusat. Adapun denda untuk onani sebesar Rp. 2000 perhari selama sebulan atau Rp 60 ribu. Untuk homosexual sebesar Rp. 2000 perhari selama 3 bulan atau Rp. 180 ribu. Sedangkan kejahatan aborsi dendanya Rp. 2000 perhari selama 6 bulan atau Rp. 360 ribu

Keenam, wanita LDII tidak boleh menikah dengan pria diluar LDII. Tetapi kalau pria LDII boleh menikah dengan wanita selain LDII. Maka tidaklah mengherankan jika setiap tahun LDII mengadakan acara Cinta Alam Indonesia (CAI), dimana merupakan ajang perkenalan antara pemuda dan pemudi LDII yang akhirnya menjurus pada perjodohan. Acara tahunan tersebut biasanya diadakan di Wonosalam, Jawa tengah.

Sejak masih bernama Darul Hadis dan Islam Jamaah sudah dilarang pemerintah (1971). Bahkan Gubernur Jawa Timur, Sularso, tahun 1988 melarang Lemkari menyebarkan ajarannya di Jawa Timur karena menimbulkan keresahan masyarakat secara luas. Bahkan pada Munas MUI tahun 2005, telah merekomendasikan agar pemerintah melarang LDII menyebarkan ajarannya di Indonesia.

Menurut pakar LDII, Hartono Ahmad Jaiz, saat ini LDII memiliki dua badan yakni sebagai Keamiran yang berpusat di Kediri dan dipimpin Abdul Aziz dan sebagai sebuah organisasi yang berpusat di Jakarta dan dipimpin Abdullah Syam. Namun kepemimpinan tertinggi tetap berpusat di Kediri yang dipimpin Abdul Aziz. Jadi organisasi LDII tetap akan mendukung Keamiran LDII di Kediri. Dengan demikian, sesungguhnya organisasi LDII hanyalah sebuah baju, tetapi untuk urusan aqidah tetap menjadi kewenangan sang Amir, Abdul Aziz.

"Jadi kalau tahun 2006 lalu LDII menyatakan sudah memiliki paradigma baru, sesungguhnya itu hanyalah bithonah (kebohongan). Paradigma baru itu hanyalah dalam organisasi, bukan perubahan aqidah LDII," tegas Hartono Ahmad Jaiz, penulis beberapa buku tentang LDII tersebut.

Mengenai besarnya dana yang dimiliki LDII, salah seorang mantan pengikut LDII menceriterakan kepada Suara Islam, dana tersebut diperoleh dari "zakat" 10 persen penghasilan perbulan dari pada anggotanya untuk disetorkan kepada pimpinan pusat di Kediri.

Karena LDII terbagi dalam 2 wilayah, yakni wilayah barat berpusat di Jakarta dan timur di Kediri, maka sumber pendanaan juga didapat dari kedua wilayah tersebut. Menurut sumber itu, untuk setiap bulan diperkirakan dana yang disetorkan dari wilayah barat mencapai Rp. 8 miliar, sedangkan dari wilayah timur mencapai Rp. 7 miliar. Dengan demikian, setiap bulannya terkumpul dana sebesar Rp. 15 miliar untuk disetorkan kepada sang Amirdi Kediri, Jawa Timur.

(Lim)
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby Foxhound » Sat May 16, 2009 7:50 am

pod-rock wrote:Menurut anggota MUI Pusat, Amir Djamaluddin, LDII dikatakan sebagai aliran sesat dikarenakan ajarannya yang menyimpang dari ajaran Islam.


Ini buktinya Islam tidak tahu malu!! Bilang LDII ajaran sesat, tidak mengaca apakah agama mereka tidak punya sikap yang sama terhadap seluruh umat manusia.

Pertama, hanya Imam atau Amir LDII yang berhak dan rah menyampaikan ayat-ayat Al Qur'an (ma'qul ke Amir).


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Cuma ustadz2 yang boleh menafsirkan dan menyampaikan ayat-ayat AlQuran, kalau ada orang yang bertanya2 tentang Islam, disuruh diam, kalau sudah dicurigai mau murtad.... :axe:

Kedua, doktrin LDII meliputi fatana (cerdas), witana (boleh berbohong) dan budi luhur. Adapun yang dipersoalkan adalah witana, dengan membolehkan pengikutnya untuk berbohong.


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Taqiya dan kitman adalah budaya Islam secara umum ](*,)

Ketiga, jika keluar dari Jamaah LDII dianggap menjadi kafir. Jika meninggal dunia wajib masuk neraka. Adapun yang masuk surga hanyalah Jamaah LDII, selainnya masuk neraka.


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Jika keluar dari Islam dianggap menjadi murtad. Jika meninggal dunia wajib masuk neraka. Adapun yang masuk surga hanyalah Islam, selainnya masuk neraka

Keempat, tidak bersedia menjadi makmum sholat pada orang lain clan harus menjadi imam.


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Emangnya Sunni mau jadi makmum sholatnya Shiah? Dan sebaliknya?

Kelima, jika pengikut LDII melakukan perbuatan dosa seperti onani, homosexual dan aborsi, maka taubatnya dengan cara membayar denda kepada sang Amir di Kediri, yang diistilahkan dengan berbakti kepada pusat. Adapun denda untuk onani sebesar Rp. 2000 perhari selama sebulan atau Rp 60 ribu. Untuk homosexual sebesar Rp. 2000 perhari selama 3 bulan atau Rp. 180 ribu. Sedangkan kejahatan aborsi dendanya Rp. 2000 perhari selama 6 bulan atau Rp. 360 ribu


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Membunuh orang aja bisa cuma bayar diyat, apalagi cuma onani, homosexual dan aborsi

Keenam, wanita LDII tidak boleh menikah dengan pria diluar LDII. Tetapi kalau pria LDII boleh menikah dengan wanita selain LDII. Maka tidaklah mengherankan jika setiap tahun LDII mengadakan acara Cinta Alam Indonesia (CAI), dimana merupakan ajang perkenalan antara pemuda dan pemudi LDII yang akhirnya menjurus pada perjodohan. Acara tahunan tersebut biasanya diadakan di Wonosalam, Jawa tengah.


Apa bedanya dengan Islam secara umum? Wanitanya tidak boleh menikah dengan pria kafir juga. Kalau prianya disuruh menikahi wanita kafir terus memualafkan.

ISLAM MEMANG TIDAK TAHU MALU!!!
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby pod-rock » Sun May 24, 2009 6:57 am

LDII Makin Berani, MUI Bungkam?

Setelah berurusan dg Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dua ustadz terancam dijebloskan ke penjara. LDII makin berani, MUI bungkam. Ada apa?

Oleh Adhes Satria

Majalah Sabili
No.23 TH.XVI
4 Juni 2009
11 Jumadil Akhir 1430

LDII merasa punya peluru tajam untuk memberondong ustadz-ustadz yang mendakwahkan LDII sebagai aliran sesat di Indonesia. Yang jelas, sudah dua ustadz diseret ke pengadilan. Selain ustadz Hajarullah Aswad, asal Tanjungpinang, LDII juga menyeret ustadz Bambang Irawan Hafiluddin untuk dijebloskan ke dalam penjara.

Kasus ustadz Hajarullah bermula Oktober 2007. Kala itu, pukul 07.00 WIT, ia mengisi ceramah dan talkshow tentang aliran sesat di RRI Riau dengan tema al Qiyadah al-Islamiyah. Dalam ceramah itu, ia menyinggung Ahmadiyah dan LDII. Dalam menyampaikan kesesatan LDII, Hajarullah merujuk buku-buku resmi terbitan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) karya ustadz Amin Djamaluddin dan ustadz Hartono Ahmad jaiz.

"Buku rujukan saya terbitan LPPI yang dijual bebas. Buku itu diberi pengantar oleh Ketua MUI KH Ali Yafie. Jika buku itu tak dilarang Kejaksaan Agung, kenapa saya dituntut. Kalau LDII tak suka, komplain saja ke penulisnya," ujar Hajarullah.

Anehnya, tanpa dimintai keterangan oleh kepolisian, Hajarullah langsung ditetapkan sebagai tersangka. Ia pun heran, dan segera melayangkan surat ke Mabes Polri. Tapi hingga kini, tak ada tanggapan. Maka sejak November 2008, Hajarullah menjalani proses hukum. Sampai 18 Februari 2009, sudah 12 kali ia menjalani persidangan.

LDII menuduh Hajarullah melanggar pasal 156 KUHP yakni, tindak pidana di muka umum menyatakan perasaan bermusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Indonesia, dengan tuntutan pidana enam bulan penjara. Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dengan kurungan enam bulan penjara (18/2). Anehnya, Majelis Hakim memvonis dua tahun penjara. Sumber Sabili menginformasikan, ada indikasi Ketua Majelis Hakim menerima "upeti" dari LDII antara Rp 50-150 juta.

Atas vonis ini, pengacara Hajarullah menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru. "Sampai sekarang, ustadz masih mengisi pengajian, belum dieksekusi," ujar Dedi Sanjaya, rekan ustadz Hajarullah saat ditemui Sabili di Jakarta belum lama ini.

Dalam sidang di PN Tanjungpinang, Ketua Majelis Hakim mengeluarkan statemen di depan 487 ustadz yang berdemo. "Ini pembelajaran untuk ustadz, penceramah dan para dai agar tidak vocal dalam ceramahnya." Padahal, ulama punya kewajiban menjelaskan mana hak dan batil, yang menyimpang harus diluruskan.

Keberanian LDII belakangan ini disinyalir karena LDII memiliki banyak orang di birokrasi dan aparat. "Nampaknya begitu. Dalam persidangan selalu ada yang berpakaian dinas, bahkan berseragam aparat keamanan dengan pangkat lumayan tinggi. Mereka rutin datang setiap sidang" imbuh Dedy

Kasus Bambang Irawan

Sebelumnya (2006), kasus serupa dialami mantan aktivis Islam Jamaah (LDII) Bambang Irawan Hafiluddin. Ia dituduh mencemarkan nama baik. Berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Bekasi, Bambang dikenai hukuman pidana empat bulan. Bambang pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung. Anehnya, Pengadilan Tinggi malah menetapkan enam bulan penjara.

Perjuangan ustadz Bambang pun terus berlanjut. Ia dan kuasa hukumnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Tapi, pada 19 Februari 2009, berdasarkan putusan MA, 28 April 2008, PN Bekasi memberitahukan lewat surat resmi bahwa permohonan kasasinya ditolak. Untuk melaksanakan Putusan MA tertanggal 22 April 2009 lalu, Kejaksaan Negeri (Bekasi mengeluarkan surat panggilan terhadap Bambang.

Kuasa Hukum Bambang Irawan, H Abdul Chalim Soebri SH menegaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan putusan MA berupa Peninjauan Kembali (PK) dan grasi kepada Presiden RI melalui Pengadilan Negeri Bekasi, 20 Februari 2009. "Mengingat pengajuan grasi masih dalam proses hukum, kami berharap Kejaksaan Negeri Bekasi tidak melaksanakan putusan pengadilan dengan terburu-buru," ujamya.

Menurut Abdul Chalim, beberapa alasan diajukannya penundaan pelaksanaan putusan MA. Pertama, proses grasi sedang berjalan. Kedua, klien kami bukan pelaku tindak pidana sadis sehingga putusan MA tak perlu tergesa-gesa. "Kami menduga dan punya alasan kuat terhadap pelaksanaan putusan MA terkesan dipaksakan atas keinginan dan tekanan pihak tertentu," tegasnya.

Sejak awal, Bambang tak pernah memenuhi panggilan dalam persidangan. Jika panggilan ketiga tak hadir, kejaksaan akan menjemput. "Ada indikasi LDII bernafsu menjebloskan Bambang ke penjara. Ada kepentingan politik dalam kasus ini," tambah Chalim.

Chalim pun berharap dukungan umat Islam untuk melawan arogansi LDII ini. Untuk itu MUI diharapkan segera menjelaskan pada umat dan pemerintah tentang kesesatan LDII. "MUI jangan bungkam, jangan menunggu kerusuhan meluas. Ini masalah akidah."

MUI Bungkam

Menanggapi kedua kasus ini, Ketua LPPI Amin Djamaluddin mengaku bingung. "Saya sudah sampaikan saat menjadi saksi di pengadilan, bahwa yang menulis buku kesesatan LDII itu saya. Bahkan buku itu dijual bebas. Datanya juga saya pertanggungjawabkan. Seharusnya saya yang dituntut, bukan yang membaca. Kalau yang baca dituntut, berapa banyak yang akan dituntut LDII?" Ujamya.

Peneliti aliran sesat Harlon Ahmad Jaiz tak memungkiri, LDII memang makin berani. Kenapa kian berani? Pertama, kehadiran KH Ma'ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa MUI pada Rakernas LDII yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta, Selasa 6 Maret 2007. Padahal, MUI telah mengeluarkan ketetapan bagi seluruh pengurus berupa larangan menghadiri acara yang diselenggarakan LDII. Pasalnya, MUI tetap menyatakan LDII sebagai aliran sesat.

Kedua, kehadiran Jusuf Kalla (JK) Ketua Umum Golkar dan Wakil Presiden R1 di markas LDII Kediri, Jawa Timur, pada 23 Januari 2009 lalu. Kehadiran Jusuf Kalla saat itu untuk meresmikan masjid dan menara pondok Pesantren LDII Burengan, Kediri. JK juga meminta dukungan LDII dalam pemilu legislatif dan pilpres mendatang. "Di LDII ini serasa rumah sendiri, untuk itu saya sebagai Ketua Umum Golkar dan Wapres meminta dukungan bapak-bapak pimpinan ponpes Burengan dan pengurus DPP LDII dalam pemilu dan pilpres mendatang," pinta JK.

Ketiga, beberapa waktu lalu (16/1), MUI Provinsi DKI Jakarta membuka. Pelatihan Pembekalan Kader Dai - Da'iyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi DKI Jakarta di Aula Yayasan Minhajurrosidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Yang sangat disesalkan, ada oknum pengurus MUI yang sedang meneliti LDII, malah difasilitasi LDII, mulai dari tiket pesawat terbang, hotel hingga uang saku. Malah dalam ijtima' ulama Komisi Fatwa MUI di Padang Panjang - entah diundang atau tidak - LDII terdaftar dalam buku hadir terbitaan MUI Pusat. "Saya protes keras dan minta klarifikasi, sejak kapan urusan LDII dengan MUI selesai. Mana bukti ini sudah selesai?" tanya Amin Djamaluddin.

Ketika ustadz Bambang dan Hajarullah teriak untuk meminta dukungan umat Islam, khususnya MUI, tak satu pun pengurus MUI yang bergeming alias bungkam. Saat dikonfirmasi Sabili, ihwal MUI tak bersuara menyikapi kasus ini, Ketua MUI KH Cholil Ridwan menegaskan, pihak MUI masih menunggu kedua ustadz itu datang ke MUI.

Kita tak ingin ada pengurus MUI yang pura-pura tidak tahu. Melayani umat tidak harus menunggu. Kita juga berharap, tuntutan LDII terhadap dua ustadz yang dizalimi, tak membuat para pendakwah melemah. Tetaplah katakan apa adanya.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby DHS » Sun May 24, 2009 7:54 am

Ya jelaslah MUI bungkam, wong MUI sudah kesusupan anggota HTI.
Jangan2 MUI dapat cipratan Petrodollar juga makanya memfatwa "musim kawin Arab" aja mandul dia, kalau memfatwa hal2 yang lebih tidak HAQ kok ringan tangan ya?
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby Nonsense » Sun May 24, 2009 2:07 pm

Heran, ngapain aliran sesat diributkan? kan sudah ditakdirkan AllahSWT sendiri bahwa Islam pecah jadi banyak aliran n satu saja yg benar(maksudnya benar2 Islam, kalo ajarannya sih ya jauh dari kebenaran).

Faathir:8 "Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Yang menyesatkan juga AllahSWT sendiri :snakeman: , koq pada protes?
User avatar
Nonsense
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 178
Joined: Sun Sep 28, 2008 10:58 am

Re: LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan

Postby tnagrax » Fri Dec 28, 2012 8:16 pm

Hm... saya lihat website2x mereka seperti di LDII atau LDII Karawang atau curhatnya warga mereka di LDII Ku kok kayaknya mereka biasa aja sih... :stun:
tnagrax
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Fri Dec 28, 2012 8:11 pm


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Baidu [Spider]