. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Perkembangan dan penerapan Islam dalam masyarakat dan budaya Malaysia dan Brunei.

Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby Adadeh » Sun Nov 13, 2005 3:11 pm

http://www.state.gov/g/drl/rls/irf/2005/51518.htm

MALAYSIA
Pengekangan Kebebasan Beragama


Walau UUD menjamin kebebasan beragama, dalam prakteknya, ini tidak berlaku bagi Muslimin. Mereka tidak boleh pindah agama. Sering pengadilan sekuler menyerahkan kekuasaan pada pengadilan2 syariah dalam hal perpindahan agama, baik masuk atau meninggalkan Islam.

Bulan Juli 2004, Pengadilan Negeri mendukung keputusan pengadilan yang lebih rendah (thn 2002) bahwa hanya Pengadilan Syariah sajalah yang berhak memutuskan apakah seorang Muslim telah murtad.
Di tahun 2000, Pengadilan Syariah menetapkan hukuman penjara 3 tahun atas empat orang karena murtad.

Di thn 2004 juga, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan bahwa hanya Pengadilan Syariah sajalah yang punya kekuasaan terhadap tuntutan seorg ibu non-Muslim untuk membatalkan perpindahan agama kedua anaknya ke Islam tanpa persetujuan ibu tersebut. Sang ayah masuk Islam setelah berpisah dari istrinya dan dia lalu mengubah agama anak2nya untuk mendapat hak asuh atas mereka. MCCBCHS (organisasi Kristen Malaysia) menyatakan bahwa keputusan Pengadilan Tinggi itu “menginjak-injak hak orangtua non-Muslim.” Ibu tersebut mengajukan banding dan akhirnya meninggalkan Malaysia bersama kedua anaknya.

Aliran Islam lain

Pemerintah menentang pemahaman yang dianggap ‘tidak sesuai’ dengan Islam dengan alasan bahwa kelompok yang punya pandangan ekstrim dapat mengancam keamaman negara. Menurut apa yang ditulis di website milik Islamic Development Department, 56 ajaran yang tak sesuai Islam telah ditentukan dan dilarang bagi Muslim. Ajaran2 ini antara lain adalah meditasi Shi'a, ajaran2 Baha'i. Pemerintah dapat menahan anggota2 kelompok2 yang tidak mengikuti ajaran2 Sunni yang resmi tanpa lewat jalur pengadilan di bawah keputusan Internal Security Act (ISA).

Pemerintah terus mengamati aktivitas2 kelompok minoritas Shi’a.

Kristen
Ajakan murtad terhdp Muslim ke agama lain sangat dilarang, tapi ajakan masuk Islam terhdp non-Muslim ke Islam boleh2 saja. Pemerintah membatasi peredaran Alkitab, rekaman2 dan tulisan2 Kristiani berbahasa Melayu di Semenanjung Malaysia. Di bulan April 2005, Perdana Menteri mengumumkan bahwa Alkitab2 berbahasa Melayu harus dibubuhi kata2 “Tidak Untuk Muslim” di halaman depan dan hanya bisa disebarkan di gereja2 dan toko2 buku Kristen. Penyebaran bahan2 informasi Kristiani berbahasa Melayu di Malaysia Timur kena sejumlah batasan.

Tanggal 25 April, 2005, dua misionaris asing ditangkap setelah mengedarkan bahan2 agama di depan mesjid Putrajaya dan dituntut “mengganggu kedamaian kegiatan beragama.” Setelah 10 hari, Pemerintah menarik tuntutan dan membebaskan mereka.

Menurut MCCBCHS, Pemerintah membatasi pemberian visa bagi pendeta asing di bawah 40 tahun untuk memperlambat masuknya pendeta muda yang masih penuh semangat masuk Malaysia. Meskipun wakil kelompok non-Muslim tidak ada yang duduk dalam panitia imigrasi yang mensahkan permintaan visa, MCCBCHS diminta rekomendasinya. Tahun 2003, Pemerintah setuju untuk mengeluarkan pembaruan otomatis ijin kunjung bagi pendeta luar negeri.

Pemerintah melarang publikasi yang dapat membangkitkan pertentangan agama dan ras. Di tahun 2004, Pemerintah melarang orang2 Muslim untuk nonton “The Passion of the Christ” tapi non-Muslim boleh nonton film ini di layar pribadi.

Negara2 bagian punya kekuasaan atas ijin membangun tempat2 ibadah non-Muslim dan pengaturan tanah kuburan bagi non-Muslim. Pengeluaran ijin membangun tempat ibadah seringkali lamban. Peraturan Pemerintah mengharuskan adanya persetujuan dari Konsul Islam di setiap negara bagian untuk memberi ijin mendirikan institusi agama non-Islam di daerah itu. Setelah menghadapi keluhan2 dari organisasi2 agama non-Muslim selama bertahun-tahun, Kementrian Perumahan dan Pemerintah Lokal akhirnya mengumumkan di tahun 2003 bahwa persetujuan seperti itu tidak diperlukan lagi. Meskipun begitu, beberapa kelompok agama mengeluh karena hukum negara bagian dan keputusan Pemerintah lokal tetap saja membatasi pendirian tempat2 ibadah non-Muslim.

Warga Muslim di sebuah perumahan di Kajang menentang pembangunan gereja di tempat tinggal mereka yang mayoritas Muslim. Di bulan Mei 2005, badan pemerintah lokal memutuskan bahwa daerah itu hanya untuk perumahan saja dan menolak permintaan ijin pembangunan gereja. Pembangunan gereja Katolik Roma tertahan sampai lebih dari 14 tahun oleh pemerintah negara bagian Selangor sebelum akhirnya gereja itu selesai dibangun tahun 2004. Rumah2 ibadah tanpa ijin dapat dihancurkan oleh pemerintah.

Hukum Syariah
Dalam hal keluarga dan agama, semua Muslim tunduk pada hukum Sharia. Menurut beberapa pendukung hak2 wanita, para wanita menderita diskriminasi karena intrepetasi hukum Sharia dan penerapannya yang tidak sama dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya.

Bulan Januari 2005, pihak berwajib dari departemen agama Federal Territories menggerebek sebuah nightclub di Kuala Lumpur dan menahan kira2 100 pengunjung Muslim karena “bertingkah tak senonoh” dan karena mengunjungi tempat yang menjual minuman beralkohol. Para penegak hukum tidak menangkap pengunjung2 non-Muslim, dan akhirnya tuntutan terhadap pengunjung2 Muslim dibatalkan.

Di bulan Januari 2005, pemerintah negara bagian Kelantan yang dikuasai oleh PAS, mengusulkan aturan berpakaian bagi wanita2 non-Muslim di supermarket. Perkumpulan2 wanita menentang pembatasan ini dengan menyatakan bahwa menentukan cara berpakaian adalah pelanggaran terhadap hak2 gender wanita. Juga di Kelantan bulan Januari, sebanyak 307 pasangan didenda karena perbuatan “tak senonoh” seperti gandeng tangan, berciuman dan berpelukan di tempat umum.

Di tahun 2004 saat pemilu, PAS kalah di Trengganu dan kehilangan kontrol atas pemerintahan negara bagian. Di Kelantan, PAS kehilangan dukungan tapi tetap mengontrol pemerintahan lokal dengan perbedaan suara yang sedikit. Banyak pengamat mengartikan ini sebagai penolakan orang2 terhadap usul PAS untuk mendirikan negara Islam dan pelaksanaan hukum Islam yang lebih keras yang dipromosikan oleh PAS.


Pelanggaran Kebebasan Beragama

Menurut Pemerintah, tidak seorangpun ditahan dibawah aturan ISA atas dasar agama selama periode yang diamati dalam laporan tertulis ini.

Pemerintah khawatir bahwa ajaran2 yang “bertentangan” (dengan Islam Sunni) dapat memecah belah Muslim. Anggota kelompok2 yang berbeda dapat ditangkap dan dituntut. Dengan ijin Pengadilan Syariah, mereka akan “direhabilitasi” dan dikembalikan ke “jalur Islam yang benar.” Contoh, Departemen Agama Negara Bagian Selangor menahan 66 anggota kelompok yang “bertentangan” di tahun 2003 dan menangkap 96 pengikut sekte lain yang juga “bertentangan” di bulan April 2004. Di tahun 2002, Pemerintah memaparkan bahwa Malaysian Islamic Development Department (Departemen Pengembangan Islam Malaysia) telah “merehabilitasi” ratusan pengikut kelompok2 yang “bertentangan” setelah mereka menjalani “konseling” di pusat rehabilitasi agama di negara bagian Negeri Sembilan.

Pemerintah tetap menuntut semua pegawai negeri Muslim untuk mengikuti kelas2 agama yang telah disahkan Pemerintah.

Kejahatan oleh Organisasi Teroris

Tidak ada laporan kejahatan yang mengarah pada agama tertentu oleh kelompok2 organisasi selama periode waktu yang ditelaah dalam laporan tertulis ini.


Section III. Perilaku Sosial

Hubungan antar agama yang damai di dalam masyarakat mendukung kebebasan beragama.

Organisasi non-Muslim dewan gereja Kristen dan antar agama di negara Malaysia termasuk MCCBCHS, the Malaysian Council of Churches, dan Christian Federation of Malaysia. Organisasi Muslim umumnya tidak berpartisipasi dlm organisasi Kristen.

Thn 2003, NGO2 Muslim memboikot seminar yang berjudul "Toward the Creation of an Inter-religious Council" (Menuju Pembentukan Dewan Antar Agama) dengan alasan seminar ini bisa mendorong Muslim jadi murtad, dan lalu membuka jalan bagi agama2 lain untuk menyebarkan ajaran agama mereka diantara para Muslim. Di tahun 2004, beberapa NGO garis keras memboikot dan mengutuk usulan pembentukan dewan antar agama dengan alasan “urusan yang berhubungan dengan Islam hanya bisa didiskusikan antar Muslim.”

Di bulan Oktober 2003, Perdana Menteri waktu itu, Mahathir, sering menggunakan bahasa anti-Semitik (anti Yahudi) tatkala menyampaikan pidato di Organization of Islamic Conference (OIC) di Kuala Lumpur. Perkataan Mahathir tentang orang2 Yahudi di OIC mengundang berbagai kutukan internasional. Perdana Menteri Abdullah Badawi, yang menggantikan Mahathir dua minggu setelah pidato OIC itu, lalu menekankan toleransi agama kepada semua kepercayaan.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby damansara » Fri Mar 16, 2007 1:34 am

lho kenapa pula org yg sudah memeluk agama Islam tak boleh berpidah agama? Bukankah ini hak azasi semua orang? Jelas2 sudah Pemerintah Malaysia telah menginjak hak azasi manusia.

Saya pikir hanya di negara Indonesia saja yang HAM nya perlu dperjuangkan... ternyata di Malaysia HAM yg begitu simple aja harus diperjuangkan, bahkan rakyatnya harus hijrah dari negara Malaysia agar tidak terkena hukuman gara2 pindah Agama...

Sungguh kasian sekali bagi mereka pemeluk Agama Islam di Malaysia jika begitu kejadiannya... tragis sungguh tragis....
damansara
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Fri Mar 16, 2007 12:34 am

Postby Vahn-Craze » Mon May 21, 2007 11:59 pm

Ah bull **** bener peraturan kek gitu.. uda jelas-jelas melanggar HAM itu..

Parah dah peraturan kek gini.. Mending migrasi dah klo gitu.. parah parah... :x :x :x :x :x
User avatar
Vahn-Craze
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 52
Joined: Sun May 20, 2007 4:28 am
Location: Free Momed Area

Postby openyourmind » Tue May 22, 2007 6:46 pm

Dalam islam, mereka tidak mengenal HAM.

Kalo pindah agama saja sudah harus dibunuh atau diusir, itu sudah melanggar HAM.
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Re:

Postby mampir » Tue Jul 21, 2009 11:06 am

damansara wrote:lho kenapa pula org yg sudah memeluk agama Islam tak boleh berpidah agama? Bukankah ini hak azasi semua orang? Jelas2 sudah Pemerintah Malaysia telah menginjak hak azasi manusia.

Saya pikir hanya di negara Indonesia saja yang HAM nya perlu dperjuangkan... ternyata di Malaysia HAM yg begitu simple aja harus diperjuangkan, bahkan rakyatnya harus hijrah dari negara Malaysia agar tidak terkena hukuman gara2 pindah Agama...

Sungguh kasian sekali bagi mereka pemeluk Agama Islam di Malaysia jika begitu kejadiannya... tragis sungguh tragis....

Jadi semboyan dari ayat dibawah ini hanyalah pemanis untuk menutup kebusukan Islam.

Al Kaafiruun :
[1] Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir,
[2] aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
[3] Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
[4] Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
[5] Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
[6] Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".
User avatar
mampir
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 230
Joined: Fri Sep 16, 2005 1:00 pm

Re: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby I Want You » Tue Sep 29, 2009 9:45 am

biasalah , islam memang :

- Berwajah dua , yang satu pura2 toleransi , namun pada kenyataannya diskriminasi
- menjalankan taqqiya ( selalu berpura2 , melakukan tipuan "suci" agar islam bisa eksis )
- tidak suka dengan prinsip Golden Rule
- Ikut Syetan Lewat Ajaran Muhammad.
:-k
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby walet » Fri Mar 07, 2014 10:51 pm

Image
Kampanye anti kristen saat pemilu Malaysia
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby Hppy » Sun Jun 15, 2014 8:41 pm

Hasan Ali: Masih ada ruang dakwa BSM
http://www.malaysiakini.com/news/265764
7:48PM - 15 Jun 2014

Presiden NGO pro-Melayu JATI Datuk Hasan Ali berpendapat masih ada ruang untuk mendakwa Persatuan Bible Malaysia (BSM) kerana keputusan Peguam Negara Tan Sri Abdul Gani Patail tidak mutlak.

Katanya, pendakwaan masih boleh dijalankan mengikut Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Selangor 1988.

Peruntukan berkenaan, yang digunakan oleh Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) untuk menyerbu premis BSM pada Januari lalu, boleh dikuatkuasa dan digunakan untuk pendakwaan.

Menurut Hasan, sesetengah pakar dan pengamal undang-undang menganggap keputusan Abdul Gani Patail menutup kes itu tidak bermakna kes tidak boleh diteruskan.

"Keputusan peguam Negara itu bagi sesetengah pakar dan pengamal undang-undang bukanlah sesuatu yang mutlak. Masih ada ruang dan cara yang boleh digunakan untuk mempertikai dan menukar keputusan tersebut.

Sampai masanya

"Setahu JATI, sejak Enakmen ini berkuatkuasa lebih daripada 25 tahun yang lalu, belum pernah sekalipun pesalah dibawa ke muka pengadilan.

"JATI berpendapat, sampailah masanya peruntukan dalam enakmen ini digunakan.

"Persoalan sah ataupun tidaknya peruntukan yang terdapat di dalam Enakmen ini terpulanglah kepada budi bicara dan keputusan Mahkamah kelak," kata beliau

Walaupun tidak menyebut BSM secara khusus, kenyataan itu menunjukkan Hasan mahu BSM dikenakan tindakan kerana memiliki naskhah Bible terbabit.

Beliau yang juga hekas exco hal ehwal agama Selangor menyelar menteri besar yang memangku jawatan tersebut, kerana didakwa mengunci mulut mengenai keputusan Peguam Negara untuk tidak meneruskan pendakwaan ke atas BSM.

"Bagi JATI amatlah malang dalam mana menteri besar seorang Muslim dengan sebahagian daripada anggota exconya yang juga muslim tidak dapat mempertahankan Islam dalam konteks pentadbiran negeri.

"Mereka dilihat sebagai pihak yang mengiyakan sahaja kehendak rakan kongsi politik khususnya DAP, PKR dan beberapa kerat pimpinan PAS yang atas nama pakatan politik mereka sanggup membelakangkan Islam demi mengekal dan memperluaskan sedikit kuasa yang mereka perolehi," kata beliau.

Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005
Mirror 1: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
Hppy
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 8
Joined: Sun Jun 15, 2014 7:53 pm

Re: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby Hppy » Mon Jun 16, 2014 1:36 pm

Begitu rapuhnya iman para pengamal islam di Malaya-sial (Sabah & Sarawak bukan Malaysia takrifan orang melayu Malaya-itu benar kerna ia sebuah negara yang bergabung. Sarawak + N.Borneo+Malaya=Malaysia). DR MASHITAH IBRAHIM dalam tulisannya di portal Berita Sinar harian bertarikh 25 Januari 2013 bertajuk Bahaya alkitab pada akidah Muslimin.

Dalam tulisanya itu antara lainnya menyatakan demikian, (kata2 Ma-shit-ah)
Dalam Bible versi bahasa Melayu atau Alkitab, tercatat begini: “Kerana ALLAH begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengurniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (John 3:16).

Manakala terjemahan Philippians 4:19 ke dalam bahasa Melayu ialah: “ALLAHku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.”


Dia menegaskan kononnya Bagi orang Melayu-Islam di Malaya itu,
ayat-ayat sebegini mengelirukan dari segi terjemahan, konteks dan makna. Dalam AlKitab, terdapat ratusan ayat-ayat sebegini.


Persoalannya adakah Alkitab ini dikhususkan untuk orang Melayu Malaya. Oh ya perlu difahami juga bahawa bangsa+bahasa=Melayu=Islam ato tepatnya bangsa+bahasa=melayu=Darul Islam manakala Non Islam+Cina+India+suku2 bukan Islam=Darul Harb walaupun itu tidak terang-terang mereka lakukan tapi sangat jelas dalam aktiviti pendahwaan mereka.

Penulis dan penterjemah Kristian menggunakan pelbagai istilah yang lazim kepada penganut Islam seperti firman, iman, taubat dan khutbah. John dan Philippians dirujuk sebagai rasul Yohanes dan Filipi, sebagaimana Stefanus dan ramai lagi. Pada Psalm 121:4, ALLAH dianggap Penjaga Israel.
:axe:

Lazim kepada islam ato bahasa lazim. Bingungnya orang Melayu Malaya ini. Setelah dengan nyaringnya mereka menuntut seluruh rakyat Malaysia utk menghormati Bahasa Jiwa Bangsa namun pada akhirnya dalam konteks penggunaan bahasa dalam keagamaan rupanya :snakeman: :toimonster:

Bagi menjelaskan konsep triniti atau tritunggal, seorang paderi Indonesia, Joas Adiprasetya, menjelaskan ia bermaksud satu ALLAH yang wujud dalam tiga peribadi (perichoresis) atau disebut ALLAH Persekutuan, lalu memetik John 17:21 di mana Jesus berkata: “Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Menurut padre ini, sebagai umat terpilih, orang Kristian diberi iman dan diberkati ALLAH. Oleh itu, mereka perlu bersikap terbuka kepada orang Beragama lain, bertujuan mengundang mereka untuk turut menerima iman Kristian dan menunjukkan bahawa mereka juga dikasihi ALLAH.


memangnnya pemahaman trinitinya semacam pemahaman muslim imang gitukah, ya bahlol.... Kalu mimamng beza ya sudah pigi sana.... Mimangnya agamaku agamamu jua?.... BANGANG.

Sebuah penerbitan yang menyasarkan belia bertajuk “Renungan Pemuda dan Remaja” tulisan Rudy Assa (Obor Kebenaran Publishing, 2011) menerangkan konsep iman sebegini: “Roh Kudus membuat firman ALLAH hidup di dalam kita. Tanpa Roh Kudus tak mungkin kita dapat menggerakkan iman kita. Roh kudus adalah dinamo yang menggerakkan iman sehingga menjadi dinamis dan kreatif.” (ms 11)

Beliau telah menghasilkan beberapa buku untuk remaja antara tahun 2005 dan 2011. Sebuah buku untuk kanak-kanak berumur 10-14 tahun tulisan Helen Haidle bertajuk “Field Guide to Bible Promises” telah diterjemah sebagai “Ayuh Temukan Janji-Janji ALLAH Bagimu” (Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2001) manakala buku “The Kingdom of God” oleh Dr Bill Winston telah ditukar judulnya kepada “Kerajaan ALLAH Di dalam Anda” (Light Publication, 2012).

Itukan imanya orang Kristian ya mimangnya itu iman mu

Di kebanyakan gereja dan sekolah Kristian di Indonesia, penganut dan pelajar diajar lagu-lagu gospel yang dikompilasi sebagai “Nyanyian Kristian Pilihan” dan “Kumpulan Lagu Anak Sekolah Minggu”. Antara seni kata lagu-lagu gospel yang terkandung dalam kompilasi bertajuk “Nyanyian Pilihan Saat Berdukacita” adalah seperti berikut: “Dia hiduplah, Dia hiduplah. Duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Haheluya Yesus sudah bangkit, Dari salib dan kematian. Glori, glori, sungguh Dia ALLAH.” (Lagu “Tuhan Yesus Turun Dari Syurga”).

Manakala dalam sebuah lagu lagi, terdapat bait ini: “ALLAH menjagaku. Tak usah ku bimbang, Yesus peliharaku. Tak usah ku susah, Roh Kudus hiburku. Tak usah ku cemas, Dia memberkatiku. El Shaday, El Shaday, ALLAH Maha Kuasa.”

Mimangnya itu negara Malaya-sial kah?...

Contoh-contoh yang disebutkan ini merupakan bahaya pemahaman yang dihadapi oleh umat Islam di negara ini dan boleh merosakkan akidah apabila penggunaan kalimah ALLAH dan Bible versi bahasa Melayu (berserta penerbitan lainnya) dibenarkan.

Bahaya dan merosakkan akidah kapla hotak lu!!! ato itu mimang kebencian lu sama orang2 non-islam?...

Sesungguhnya, pemimpin pembangkang yang memperjuangkan pendirian ini, sama ada untuk seminggu atau lebih lama, perlulah muhasabah diri. Mengucaplah dan bertaubatlah. Sempena Maulidur Rasul, marilah kita mengingati kebesaran dan kemuliaan Rasulullah SAW dan perteguhkan iman kita.

Cis!!!!... ternyata semata2 demi nafsu politik akhirnya... Itulah islamiknya islam di Malaya-sial demi kepentingan politik segala cara dibuatnya......
Mirror 1: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
Hppy
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 8
Joined: Sun Jun 15, 2014 7:53 pm

Re: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005

Postby Hppy » Mon Jun 16, 2014 2:02 pm

Munshi Abdullah dan Bible Melayu tulisan DR MASHITAH IBRAHIM Di portal Sinar Harian bertarikh 1 Jun 2012, adalah fitnah belaka. Kenapa? kerna ternyata sehingga hari ini agama Islam masih wujud malahan spanjang penjajahan penjajah telah menetapkan bahawa pendahwaan hanyalah kepada mereka2 yang tidak beragama, buktinya Ma-Shit-Ah dan org2 melayunya masih islam shingga ke hari ini. Dan keduanya kami2 yg non-slam ini ternyata bukan muslim dari dahulu lg melainkan org2 yg dijagalkan ksebagai manusia yang kejam yg suka memengga kpla orang.

Berikut kata Ma-Shit-Ah saya qoute-kan
Awal minggu ini, sebuah NGO mendakwa gerakan memurtadkan umat Islam bertumpu di Selangor, Pulau Pinang, Perak dan Melaka.

Berdasarkan maklumat yang ia terima daripada mereka yang pernah terjebak, gerakan kristianisasi dijalankan secara berkumpulan dan setiap kumpulan menyasarkan sehingga 400 orang Islam untuk dimurtadkan. Ini prospek yang cukup menggerunkan.

Antara langkah awal yang dijalankan gerakan ini ialah menterjemah Injil ke bahasa Melayu. Umat Melayu-Islam di Asia Tenggara menjadi sasaran sejak abad ke-17 di era penjajahan kuasa Belanda dan Portugis yang mendominasi rantau kaya sumber ini.

Begitu joroknya manusia seekor ini kerna ternyata dakwaannya semata2 utk menghalang terbitan alkitab berbahasa Malaysia smata2. pada hal kisah pemurtadan 400 orang tersebut adalah kebohongan smata2 utk mencetuskan kemarahan orang-oranng islam di Malaya-sial. Mana kes 400 org yg dimurtadkan itu? shingga hari ini 2014 ternyata 400 orang itu hanya omong kosong kerna tiada kes semacam itu pun yg berlaku.. Itu hanyalah pencetus dan penguat seruan perang oleh Ma-Shit-Ah...

Kegiatan mubaligh kristian di Indonesia ditaja oleh Syarikat Hindia Timur, syarikat Belanda terbesar ketika itu. Kerani syarikat bernama Albert Cornelius Ruyl dan Jan van Hasel adalah perintis kerja menterjemah Bible ke bahasa Melayu antara 1628-46, dan disambung oleh dua paderi, Justus Heurn (1651) dan Daniel Brower (1662).

Pada 1691, Gereja Batavia (Jakarta) mengarahkan Dr Melchiar Leidekker pula meneruskan usaha ini dan beliau sempat menyiapkan 90 peratus sebelum meninggal dunia 10 tahun kemudian.

Dengan bantuan Rev. Peter van der Vorm, Bible pertama dalam bahasa Melayu Rumi dicetak di Belanda pada 1733 dan versi Jawi di Jakarta pada 1758. Bible inilah digunakan mubaligh kristian untuk memurtadkan
umat Melayu-Islam di Malaysia sehingga 1853 dan Indonesia sehingga 1916.

Selain paderi Belanda dan Portugis, paderi British yang berpusat di Pulau Pinang juga terbabit dalam usaha menterjemah Bible ke bahasa Melayu. Mereka yang berusaha memperbaiki versi Leidekker ialah Robert Hutchings and J. McGinnis, yang dikatakan memiliki penguasaan bahasa Melayu lebih baik daripada Willam Marsden yang menghasilkan kamus Melayu.

Penaja paling aktif ialah London Missionary Society (LMS), yang menjadikan Melaka sebagai pusatnya di rantau ini mulai 1841.

Mana orang Melayu yang dimurtadkan itu tunjukkan nama keturunannya. Sepanjang sejarah hanya orang cina dan India serta orang Asli di Malaya yang didahwa oleh para Misionaris.... Itu terbukti hingga ke hari ini... atao org2 melayu yg dimurtadkan itu adakah telah kamu bunuh?... Mimang islamkan pembunuh segala zaman!!!....

Apa yang menarik dalam rencana “The History of the Translation of the Bible into Bahasa Malaysia” tulisan Robert A. Hunt dalam Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society (Bil 62 Bahagian 1 No. 256 Jun 1989) ialah pembabitan tokoh bahasa, Abdullah bin Abdul Kadir atau Munshi Abdullah, yang pernah diwawancara oleh pelajarnya, William Milne untuk sebuah penerbitan tajaan LMS.

Apabila ditanya pandangannya mengenai Bible bahasa Melayu, beliau berkata terdapat banyak kesalahan dari segi pemilihan perkataan, maksud, nahu dan penggunaan bahasa.

Kata Hunt: “It is no exaggeration to say that for the forty years after this interview, Abdullah would dominate efforts to translate the Bible into Malay, despite the fact that his contribution was rarely acknowledged publicly, and was sometimes hidden” (hal 38)

Fakta ini mengejutkan kerana kebanyakan kita tidak pernah tahu bahawa Munshi Abdullah berperanan besar menyediakan Bible bahasa Melayu yang diguna untuk memurtadkan umat Islam.

Mungkinkah Abdullah telah terperangkap? Antara mubaligh Kristian yang membantu Abdullah termasuk Claudius Thomsen, Benjamin Keasberry, John Stronach dan Thomas Beighton. Mereka menghasilkan istilah-istilah seperti kerajaan syurga (Kingdom of Heaven), mulut Allah (word of God), anak Allah (son of God) dan Bapamu yang ada di syurga (Our Father, who are in Heaven).

Abdullah meninggal dunia di Makkah pada 1854, dua tahun selepas terhasilnya New Testament dalam bahasa Melayu Rumi. Dua tahun selepas kematiannya, New Testament dalam Jawi dicetak dan diedar di seluruh Semenanjung, Sumatera, Sabah dan Sarawak.

Kata Hunt lagi: “In many ways, the year 1852 mark the end in Bible translation into Malay, an era which was defined, not by any mission strategy or social upheaval, but by the unrelenting efforts of Munshi Abdullah to convince Christian missionaries to do justice to their own scriptures in the language of the Malays.” (hal. 41)

Hunt mengenal pasti seorang guru bahasa di Normal School, Melaka bernama Suleiman serta beberapa pengajar Melayu lain turut terbabit menterjemah Bible ke bahasa Melayu.

Mereka membantu bekas askar British yang menjadi paderi, William Shellabear (yang turut menghasilkan naskhah Sejarah Melayu) mencetak Bible bahasa Melayu Rumi untuk golongan
Baba. Selepas Perang Dunia Kedua, kegiatan lebih rancak sehingga terhasilnya ‘Mengenal Alkitab Anda’ pada 1969, ‘Perjanjian Baru, Today’s Malay Version’ pada 1974 dan ‘New Testament in the Alkitab’ pada 1987.

Kegiatan ini berterusan sehingga sekarang. Justeru, umat Islam perlu ambil iktibar dan bertekad dalam usaha mempertahankan akidah demi kedaulatan agama.

****!!!! omong kosong terbukti orang Melayu tidak ada yang di murtadkan sejak awal sejarah penjajahan pun.... Pernyataan Ma-SHIT-Ah ini hanya semata2 sbgi propaganda untuk membangkitkan amarah dan seterusnya utk mencetuskan perang agama dari kalangan Islam kpda non-Islam oleh Ma-SHIT-Ah si perempuan jalang doyan publishiti....
Mirror 1: Laporan Kebebasan Beragama di Malaysia 2005
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static
User avatar
Hppy
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 8
Joined: Sun Jun 15, 2014 7:53 pm



Return to Islam di Malaysia dan Brunei



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users