. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Lagi TKW di siksa di Arab!!!

Membahas pengalaman kerja orang di SAUDI pada umumnya dan kasus2 penganiayaan
terhdp TKW asal Indonesia di Malaysia, Saudi, pada khususnya.

Lagi TKW di siksa di Arab!!!

Postby randysoros » Tue Mar 17, 2009 8:09 am

Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal cianjur, jawa barat, mengalami kekerasan fisik yg dilakukan oleh adik dan ipar majikannya di Arab Saudi. Linda Laelasari Pardi, 22, kini di rawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. TKW warga kampung Cilaku, Cianjur, ini berangkat ke Arab Saudi Februari 2006 melalui PT BM, PTJKI yg bermarkas di Jakarta.

Selama dua tahun bekerja, korban tidak luput dari penyiksaan. Upaya menyelamatkan diri, selalu gagal. Terakhir ia di siram adik ipar majikannya dengan larutan soda pelancar saluran. Cairan kimia ini, membuat tubuth dan wajahnya melepuh.
Luka bekas injakan dan setrum listrik dari setrika panas dan pukulan benda tumpul masih membekas di badan dan punggung korban.
"Dia sudha pernah kami bawa pulang ke rumah setelah satu bulan di rumah sakit polisi. Namu kondisinya makin merana dan tidak membaik secara penuh. Kami minta PTJKI bertanggung jawab termasuk gaji korban yg belum di bayarkan," ujar Mansyur, paman korban kepada wartawan, Sabtu (28/2/2009).
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, melalui humasnya Ahmad Ubaidillah membenarkan ada warganya yang mengalami kekerasan fisik saat menjadi TKW di Riyadh, Arab Saudi.(poskota/IM)
User avatar
randysoros
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 232
Joined: Fri Dec 21, 2007 1:20 pm
Location: soya uro

Re: Lagi TKW di siksa di Arab!!!

Postby a_man » Wed Apr 08, 2009 10:47 am

Ini dunia ato neraka sih ??

Ato muslims sudah gak sabar pengen ke neraka ??
Bakar diri aja, cepet tuh. \:D/ \:D/
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4318
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Lagi TKW di siksa di Arab!!!

Postby Sabilla » Fri Nov 19, 2010 11:19 pm

Migrant CareTuding Arab Saudi Tutup Mata terhadap Penyiksaan
Jum'at, 19 November 2010 | 08:11 WIB
Image
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman Mohammed Amen al-Khayyath. Foto : TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman Muhammad Amen Alkhayat tentang kasus Sumiati merupakan kasus yang jarang terjadi dinilai Migrant Care sebagai kebohongan.

"Saudi Arabia sungguh menunjukkan mereka telah menutup mata terhadap berbagai macam pelanggaran yang telah terjadi," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, dalam keterangannya persnya, Jumat (19/10).

Kemarin Duta Besar Abdurrahman dalam keterangan persnya mengatakan di antara sejuta lebih pekerja migran asal Indonesia di Saudi, kasus Sumiati merupakan hal yang jarang terjadi. Faktanya, kata Anis, sepanjang 2010, Migrant CARE mencatat ada 5.563 pekerja rumah tangga yang bermasalah di Saudi.


Rinciannya, korban penganiayaan 1097 orang, 3.568 orang sakit akibat situasi kerja tidak layak, dan 898 orang korban kekerasan seksual dan tidak digaji.

Sementara pada 18 November 2010, pada pukul 22.30 Wib, Migrant CARE mendapatkan informasi bahwa di Arab Saudi Arabia, Kikim Komalasari binti Uko Marta (No Pasport AN 010821), pekerja rumah tangga asal Cianjur Jawa Barat meninggal dunia. Kikim meninggal akibat disiksa, diperkosa dan jenazahnya dibuang di tempat sampah umum.


Di sisi lain, kekerasan terhadap Sumiati binti Salam Mustapa (23 tahun) sudah sepuluh hari terungkap ke publik, tapi hingga 18 November 2010,kepolisian Saudi belum menahan majikan Tenaga Kerja Wanita asal Nusa Tenggara Barat ini. Padahal tenaga kerja yang dikirim PT. Rajana Falam Putri yang beralamatkan di Jl H. Saidi 46 Tanjung Barat Jakarta Selatan, mengalami penyiksaan hingga mulutnya digunting.

Situasi ini, Anis menambahkan, menunjukkan pembiaran terhadap berbagai kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja rumah tangga migran. Pemerintah, kata dia, tampaknya tak menganggap persoalan serius sehingga seharusnya tidak lagi ada korban yang berjatuhan.

Sayangnya, kata Anis, Saudi dan Indonesia, seia sekata menolak konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang perlindungan pekerja rumah tangga yang dikemukakan dalam Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa pada Juni 2010.

"Untuk itu, kami menegaskan bahwa kasus Sumiati dan Kikim Komalasari merupakan kejahatan kemanusiaan yang pelakunya tidak tunggal," kata Anis. Kami di sini adalah Migrant CARE, ATKI, IMWU, SBMI, JRMK, JALA PRT, FSPI Reformasi, FPTSK, Kapal Perempuan, E-Net for Justice, Sekolah Perempuan Ciliwung, SARI, dan INFID.

Menurut mereka, pemerintah Indonesia dinilai menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap berulangnya kejahatan kemanusiaan terhadap pekerja migrant Indonesia di Saudi.

Kerajaan Arab Saudi mengaku sedih atas kasus penyiksaan yang menimpa Sumiati binti Salan Mustapa di Arab Saudi. "Kegembiraan mereka adalah kegembiraan kami, kesedihan mereka juga kesedihan kami," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Mohammed Amen al-Khayyath, di kediamannya kemarin.

Penyiksaan yang dialami Sumiati, kata Abdurrahman, merupakan kekejaman yang tak bisa diterima. "Perbuatan ini bertentangan dengan ajaran Islam dan hukum dunia," ujarnya. Dia menambahkan, Khalid Saleh al-Akhmin, majikan korban, yang diduga menyiksa


Dianing Sari
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra ... 78,id.html
Sabilla
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1311
Joined: Mon Jul 20, 2009 8:23 pm


Return to Ruang TKW Indonesia



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users