. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 1:52 am

Tulisan ini saya susun sedemikian rupa hingga Juli 2009 dan akan terus diupdate di tengah kesibukan pekerjaan saya. Mudah2an berkenan bagi teman2. Thanks atas tanggapannya.
Last edited by love_peaceful2 on Thu Aug 06, 2009 2:17 am, edited 1 time in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 1:53 am

KRONOLOGI KONTROVERSI VAKSINASI
MENINGITIS MENINGOKOKUS PADA JEMAAH HAJI INDONESIA



Fungsi dari vaksin meningitis sendiri adalah untuk mencegah penularan meningitis meningokokus antarjemaah yang melakukan ibadah haji karena penyakit meningitis itu mematikan. Meningitis meningokokus adalah penyakit radang selaput otak dan selaput sumsum tulang yang terjadi secara akut dan cepat menular.DK

Tahun 2002
Karena sejak tahun 2002, Kementerian Kerajaan Arab Saudi telah mengharuskan negara-negara yang mengirimkan jamah haji untuk memberikan vaksinasi meningitis meningokokus dan menjadikannya syarat pokok dalam pemberian visa haji dan umrah.DK

Tahun 2006
Kedubes Kerajaan Saudi Arabia di Jakarta melalui Nota Diplomatik No 211/ 94/71/577 tanggal 1 Juni 2006 JH 08-05-09 yang ditujukan ke Departemen Luar Negeri tanggal 7 Juni 2006 mengajukan beberapa persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi pendatang untuk haji dan umrah, antara lain: vaksinasi meningitis meningokokus ACYW 135. Ini merupakan syarat mutlak dalam pemberian visa haji dan umrah tahun 1427 H (2006 M) dan merupakan tanggung jawab pihak penyelenggara haji dan umrah.DK

Depkes RI sudah melakukan sosialisasi intensif tentang kewajiban vaksinasi meningitis bagi calon jamaah umrah kepada Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) untuk keberangkatan haji tahun 2006 dan seterusnya. DK


Tahun 2009 (24 April - 3 Juli)

Dibagi atas 5 (lima) bagian secara historis:

I. Awal Kontroversi Haramnya Vaksin Meningitis Meningokokus ACYW 135
II. Pernyataan Sikap MUI, Pemerintah, Produsen dan DPR/LSM/Masyarakat Pra-Klarifikasi
III. Klarifikasi oleh Produsen
IV. Pernyataan Sikap MUI, Pemerintah, Produsen dan DPR/LSM/Masyarakat Pasca-Klarifikasi
V. Hoax atau Isu yang Berkembang
Last edited by love_peaceful2 on Thu Aug 06, 2009 10:53 pm, edited 4 times in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 1:55 am

I. Awal Kontroversi Haramnya Vaksin Meningitis Meningokokus ACYW 135

Kontroversi vaksin meningitis ini berawal dari pernyataan Ketua MUI Sumsel KH Sodikun, 24 April 2009, bahwa:

    "Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika MUI Sumsel yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, bahwa melalui hasil penelitian mereka, menemukan kandungan enzim babi pada vaksin meningitis meningokokus ACYW 135."
Last edited by love_peaceful2 on Thu Aug 06, 2009 2:19 am, edited 1 time in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 1:57 am

II. Pernyataan Sikap MUI, Pemerintah, Produsen dan DPR/LSM/Masyarakat Pra-Klarifikasi

2.1. Sikap Pemerintah RI - Pra-Klarifikasi

Pernyataan pemerintah tidaklah satu karena adanya kepentingan antardepartemen yang berbeda. Perihal kandungan material dan proses pembuatan vaksin tersebut adalah tanggung jawab Depkes RI. Perihal haram tidaknya vaksin tsb adalah tanggung jawab MUI Pusat. Perihal pengaturan dan ijin keberangkatan jamaah haji adalah tanggung jawab Depag RI. Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) RI tidak diketahui memiliki tanggung jawab apa dalam kasus ini, tapi turut meramaikan polemik/kontroversi.-red

    2.1.1. Sikap Depkes RI - Pra-Klarifikasi

    Depkes RI melalui Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2 PL) Depkes, dr Tjandra Yoga Adhitama, yang dikeluarkan melalui Pusat Komunikasi Publik Depkes kepada Dinas Ke sehatan provinsi. Dalam surat tertanggal 4 Mei 2009, Depkes memastikan bahwa:
      "vaksin yang digunakan calon jamaah haji dan umrah Indonesia adalah vaksin meningitis Mencevax ACWY. Dalam proses pembuatannya, vaksin ini menggunakan kultur media yang bebas binatang, termasuk bebas dari material bovine (sapi) dan porcine (babi)".JH 04-05-09 JH 24-05-09
    Menkes Siti Fadilah Supari sempat berjanji akan menguji kandungan vaksin meningitis dengan BPOM. JH 08-05-09

    2.1.2. Sikap BPOM RI - Pra-Klarifikasi

    Kepala BPOM, Husniah Ru biana Thamrin Akib, dalam rapat dengar pendapat de ngan Komisi VIII pernah mengatakan:
      "tak ada satu pun vaksin meningitis di dunia ini yang tidak mengandung enzim babi"JH 08-05-09
    Deputi Bidang Pengawasan Produk Teurapetik dan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan, Lucky S Slamet, malah balik bertanya kepada Republika ketika ditanya rencana Menkes untuk menguji kandungan vaksin meningitis antara Depkes bersama BPOM:
      "Siapa yang bilang kami menguji vaksin itu," JH 08-05-09

2.2. Sikap Produsen (SmithKline Beecham Pharmaceuticals) - Pra-Klarifikasi

Produsen vaksin meningitis “Mencevax ACWY”, SmithKline Beecham Pharmaceuticals, asal Belgia, pun telah mengirim kan surat ke Depkes dan mengklaim:
    "produk vaksin meningitis SBP bebas dari unsur babi". JH 08-05-09
Penjelasan itu tampak ber tolak belakang dan tentu saja membingungkan umat Muslim.

2.3. Sikap MUI Pusat - Pra-Klarifikasi

MUI Pusat mengeluarkan sejumlah pernyataan:

    1. Memfatwakan bhw Vaksin Meningitis yang Digunakan Selama Ini adalah HARAM, namun diperbolehkan penggunaannya selama dalam keadaan darurat (sebelum ada penggantinya)
    Setidak-tidaknya setelah informasi dari Ketua MUI Sumsel di atas dilansir, MUI Pusat masih memperbolehkan para jemaah yang akan pergi umrah atau haji untuk melakukan vaksinasi meningitis walaupun dalam proses pembuatan vaksin tersebut menggunakan enzim tripsin yang berasal dari babi.-red

    Pernyataan Prof Dr Umar Shihab, Ketua Fatwa MUI, saat media briefing di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (7/5).
      "Pemerintah Saudi mewajibkan seseorang yang melakukan umrah dan haji harus disuntik vaksin meningitis. Belum ada media lain untuk menghasilkan vaksin itu selain lewat babi. Jadi sebenarnya vaksin yang mengandung babi itu haram, namun dalam keadaan darurat hal tersebut diperbolehkan,"KP 07-05-09
      ‘’Namun, karena tidak ada vaksin yang lain, MUI menetapkan penggunaannya boleh dilakukan, karena keadaan darurat. Agar tidak ada kegelisahan atau kerisauan bagi calon jamaah haji dan umrah,’’ JH 08-05-09
    Muhammad Nadzatuzzaman Husen, menemani Umar Shihab, Direktur LP POM MUI, saat media briefing di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (7/5) menyatakan:
      "Kebanyakan vaksin yang ada saat ini dibuat melalui porcine (enzim protease dari babi) yang ada pada babi. ]"Yang mengembangkan adalah negara Barat yang tidak mempermasalahkan halal-haram, sebenarnya enzim tersebut juga ada pada sapi. Tapi ilmuwan tetap memakai babi, karena 96 persen DNA babi mirip dengan DNA manusia," KP 07-05-09
      "Sudah merupakan standar dunia bahwa vaksin untuk penyakit-penyakit yang berasal dari virus, selalu menggunakan enzim babi." JH 08-05-09
    MUI akan menetapkan fatwa terkait penggunaan vaksin meningitis itu setelah bertemu dengan pemerintah.

    Membingungkan Hingga kini, terdapat per bedaan pendapat mengenai kandungan enzim babi dalam vaksin meningitis. Terlihat masih terdapat kesimpangsiuran pernyataan2 di atas. Apakah vaksin yang dihasilkan benar2 bebas dari enzim babi atau tidak.-red

    2. Akan segera mengadakan pertemuan dgn pemerintah dan mendesak pemerintah melakukan audit pada produsen
    Pernyataan Prof Dr Umar Shihab, Ketua Fatwa MUI, saat media briefing di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (7/5).
      "Untuk mencegah keresahan akibat masalah itu, kami secepatnya akan menggelar pertemuan antara Komisi Fat wa MUI, Departemen Ke sehatan, dan Departemen Agama," JH 08-05-09
    Muhammad Nadzatuzzaman Husen menemani Umar Shihab, Direktur LP POM MUI, saat media briefing di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (7/5) menyatakan:
      "Kita harus melakukan audit ke pabriknya supaya bisa tahu prosesnya dari awal sampai akhir, supaya bisa memastikan apakah produknya benar bebas dari unsur babi." JH 08-05-09

    3. Mendesak Depkes RI mencari vaksin meningitis yang tak mengandung unsur babi
    Pernyataan Prof Dr Umar Shihab, Ketua Fatwa MUI, saat media briefing di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (7/5).
      "Masa darurat ini tak boleh berlaku terus-menerus. Kami minta pemerintah dalam hal ini Depkes untuk mengupayakan vaksin meningitis yang tidak haram," JH 08-05-09
    Umar juga menerangkan, Malaysia juga menggunakan vaksin yang sama dengan Indonesia. Namun, Umar juga menerangkan keadaan darurat seperti ini tidak dapat dibiarkan berlarut. Dalam waktu dekat ini, pihak MUI yang diwakili oleh lembaga fatwa dan LP POM akan bertemu dengan pemerintah, yang diwakili oleh Departemen Kesehatan dan Departemen Agama, akan melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut. KP 07-05-09

    Selanjutnya ia juga meminta pemerintah untuk melakukan audit pada sebuah perusahaan dari Belgia yang mengklaim mempunyai vaksin meningitis dengan merek Mencevax ACWY yang tidak mengandung porcine.
      "Yang mengatakan bebas ini kan perusahaannya dan itu perlu diaudit. Datangi pabriknya sehingga dapat menyaksikan semuanya, jangan hanya katanya,". KP 07-05-09

2.4. Sikap DPR/LSM/Masyarakat - Pra-Klarifikasi

Terjadi pro cons vaksinasi meningitis haram di kalangan masyarakat/ulama/legislatif.-red

Anggota Komisi IX DPR, Zuber Safawi, mendesak Depkes dan BPOM segera mengklarifikasi kandungan vaksin meningitis. Menurut dia, jika dibiarkan berlarutlarut, calon jamaah haji dan umrah akan semakin resah. JH 08-05-09

Lembaga Advokasi Konsumen Muslim Indonesia dan Rabhitah Haji Indonesia meragukan kehalalan vaksin meningitis yang diwajibkan bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Pasalnya, vaksin tersebut dicurigai mengandung enzim babi, yang jelas haram bagi kaum Muslim. KP 22-05-09
Last edited by love_peaceful2 on Thu Aug 06, 2009 2:20 am, edited 2 times in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 1:58 am

III. Klarifikasi Produsen (Glaxo Smith Kline/GSK)

Pertemuan dilangsungkan pada Rabu, 20 Mei 2009 ….. dengan hasil sbb:

    "Dalam presentasi GSK di hadapan sejumlah lembaga terkait, terungkap bahwa pembuatan vaksin meningitis ternyata masih menggunakan enzim babi. Meski pada hasil akhirnya vaksin meningits itu tak lagi mengandung enzim babi, namun dalam prosesnya masih menggunakan enzim babi" JH 24-05-09
Temuan itu sekaligus mematahkan klaim GKS dan Depkes.
Last edited by love_peaceful2 on Thu Aug 06, 2009 2:21 am, edited 1 time in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 2:04 am

IV. Pernyataan Sikap MUI, Pemerintah, Produsen dan DPR/LSM/Masyarakat Pasca-Klarifikasi

4.4. Sikap DPR/LSM/Masyarakat - Pasca-Klarifikasi

    4.4.1. Sikap Amphuri - Pasca-Klarifikasi

    Baluki Ahmad, pimpinan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), pasca pertemuan sejumlah lembaga dengan GSK memberikan sejumlah pernyataan.

      1. Amphuri tak setuju status hukum vaksin meningitis itu jatuhnya darurat, jika dalam proses pembuatannya telah bersentuhan dengan enzim babi.
        “Kita masih menunggu hasil MUI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), katanya masih harus dikaji. Jika penyakit Ini tidak endemik dan tidak menular di Indonesia walaupun hanya bentuk pencegahan, vaksin ini tidak terlalu penting atau tidak darurat. Kalau pada akhirnya darurat, saya tidak setuju, harus dicarikan jalan keluar dengan tetap mencari vaksin yang halal." JH 24-05-09
      Menanggapi pernyataan Depag yg tetap akan menggunakan Vaksin haram pertengahan Juli 2009, Amphuri tetap menyarankan agar berupaya terlebih dahulu, tidak bisa langsung menggunakan vaksin yang tidak halal tersebut.
        Paling tidak ada upaya, jangan kita dikorbankan". JH 03-07-09

      2. Amphuri mendesak MUI dan pemerintah segera membuat keputusan tentang status hukum enzim ini dengan tepat.

      3. Baluki bertekad akan menyarankan jamaah umrah dan haji agar tidak perlu disuntik vaksin, jika MUI dan pemerintah menetapkan status darurat. Alasannya, menurut Baluki, jumlah jamaah umrah yang tidak mau disuntik vaksin meningitis kian bertambah.
        "Saya lebih baik menyarankan tidak usah disuntik jika statusnya darurat. Ini harus ada legitimasi hukum yang jelas. Umat jangan dikorbankan karena persoalan-persoalan tertentu,"JH 24-05-09)
        "Mereka (jemaah haji/umroh) akhirnya hanya diperiksa dan mendapatkan kartu kuning, tanpa disuntik. Ini kan untuk ibadah, mereka yang cemas karena masalah ini tidak dapat dipaksa untuk disuntik,"JH 24-05-09)

    Menanggapi pernyataan Depag yg tetap akan menggunakan Vaksin haram pertengahan Juli 2009 tanpa menunggu fatwa MUI, AMPHURI akan menaati aturan yang ditetapkan pemerintah tentang penggunaan vaksin meningtis asal Belgia. Namun, penggunaan vaksin meningitis untuk jamaah haji tersebut tidak bisa dipaksakan.
      "Jangan paksakan jamaah haji, mereka akan pakai atau tidak. Jangan salahkan jamaah haji juga kalau mereka menolak. Karena ini menyangkut masalah akidah mereka. Kita kan sudah punya MUI yang menentukan haram atau tidaknya, JH 03-07-09
      "Kalau Menag akan menanggung risiko jamaah haji, terserah saja. Tapi, kalau MUI sudah mengharamkan, mau bagaimana,"JH 03-07-09


    4.4.2. Sikap Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi - Pasca-Klarifikasi

    Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi, turut mendukung upaya pembelian vaksin meningitis (radang selaput otak) yang halal. Hal ini demi menjaga ketenteraman calon jamaah haji. Namun, imbuh Zuber, dari keterangan Departemen Kesehatan (Depkes), hingga saat ini belum ditemukan vaksin meningitis yang berbahan halal.
      "Pada prinsipnya, kami menyetujui apa yang bisa menjamin ketenteraman jamaah haji. Kami mendukung dan mendorong pembelian vaksin, apakah itu dari Malaysia atau negara lain, jika terbukti vaksin tersebut halal demi ketenteraman jamaah haji," JH 24-06-09
      "Maka itu, harus ditegaskan adakah vaksin dari bahan halal atau tidak. Apakah vaksin meningitis produksi Malaysia itu halal atau tidak," JH 24-06-09


    4.4.3. Sikap Lembaga Lain - Pasca-Klarifikasi

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof Dr Abdullah Syah, MA, di Medan ...? dan Ustaz Ir H Kanti Prayogo, Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bekasi di Bekasi, Selasa (9/6) dengan tegas menolak vaksin meningitis haram tsb. KP 09-06-09

    Ketua MUI Sumut, Prof DR Abdullah Syah MA, di Medan, Selasa (23/6) mewakili (MUI) Sumatra Utara (Sumut) mengharapkan pemerintah dapat membeli vaksin meningitis yang halal dari Malaysia, untuk digunakan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah.
      "Pemerintah melalui Departemen Kesehatan, dapat menggunakan vaksin yang halal dan jangan yang bercampur lemak babi," JH 24-06-09

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat, dan Wakaf Kanwil Depag DIY, Muhammad. melaporkan bahwa para calon jamaah haji di kota gudeg terus mendatangi kantor Departemen Agama setempat, terkait polemik vaksin meningitis. Sebagian calon jamaah haji di wilayah itu mengaku bingung dengan perang pernyataan antarinstansi, terkait vaksin yang diwajibkan bagi calon jamaah haji.
      "Mereka mempertanyakan kepastian halal dan haramnya vaksin itu," JH 18-06-09

    Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Palembang sejak 8 Juni 2009 telah menghentikan sementara pelayanan penyuntikan vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah asal daerah itu. MUI Sumsel mendukung penuh keputusan KKP kelas II Palembang tersebut.JH 18-06-09

    Ketua PBNU, KH Ridwan Lubis, di Jakarta, Kamis (18/6) meminta pemerintah dalam hal ini Depkes diminta untuk menindaklanjuti temuan vaksin tanpa mengandung enzim babi seperti diklaim MUI Sumsel.
      "Sebaiknya pemerintah menindaklanjuti temuan itu. Benar atau tidak. Kalau memang ya, berarti khan ada alternatif lain untuk vaksin meningitis ini, yang tidak mengandung babi. Sehingga calon jamaah haji dan jamaah umroh saat ini tidak resah," JH 18-06-09
      "Karena selama ini yang diklaim oleh dunia medis, vaksin yang digunakan sekarang ini adalah satu-satunya yang ada sekarang dan digunakan oleh 77 negara. Kecuali penemuan itu sama sekali baru. Jadi harus dibuktikan dulu," JH 18-06-09

Ketua MUI Pusat, Amidhan juga mengharapkan jangan kemudian ternyata kondisi vaksin baru yang dimaksud ternyata seperti vaksin yang digunakan saat ini.
    "Jangan seperti yang sekarang. Kalau yang sekarang, vaksin itu diperiksa ya tidak ada lagi porcene babi itu. Tapi dalam prosesnya khan menggunakan enzim babi. Karena ada kaidah, bila awalnya itu haram, maka akhirnya juga haram,"JH 18-06-09


4.4. Sikap Pemerintah RI - Pasca-Klarifikasi

    4.4.1. Sikap Depkes RI - Pasca-Klarifikasi

    Depkes RI melalui Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menyampaikan sejumlah pernyataan:

      1. Menghormati Fatwa MUI

      Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, pada acara talk show membahas vaksin meningitis yang mengandung enzim babi di Masjid Al Azhar, Jakarta, Sabtu. …tgl? menyatakan menghormati fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang vaksin meningitis yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi bagi jamaah haji. Menurut Menkes, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan ketika MUI telah mengeluarkan fatwa haram karena Depkes hanya bagian kecil dari lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan haji.
        "Kini kami menunggu fatwa MUI karena pada Juli 2009 visa calon jamaah haji Indonesia harus diurus," JH 29-06-09

      Sblmnya…-red

      Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, meralat pernyataan kontroversialnya pada Sabtu (13/6) lalu. Ralat tersebut disampaikan pada Selasa (16/6) malam dalam pertemuan dengan pimpinan MUI di Kantor MUI. Sekretaris Umum MUI, M Ichwan Sam, menuturkan, Menkes bertemu dengan pimpinan harian, unsur komisi fatwa, dan unsur LPPOM MUI. Menurut dia, selain untuk bersilaturahim, kedatangan Menkes ke MUI juga bertujuan untuk menyamakan persepsi, khususnya masalah vaksin meningitis yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi bagi seluruh jamaah calon haji dan umrah.Siti Fadilah menyatakan, keputusan tentang haram atau halalnya suatu produk, termasuk vaksin meningitis yang digunakan calon jamaah haji, umrah, dan pekerja musiman merupakan kewenangan MUI. JH 18-06-09 KP 17-06-09

      Sblmnya…-red

      Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari memberi pernyataan kontroversial dalam acara Tanwir Aisiyah II di Yogyakarta, Sabtu (13/6) lalu. Siti Fadilah sempat mengatakan, untuk mengetahui apakah vaksin mengandung babi atau tidak, bukan wewenang MUI.
        "Tetapi, kalau babi itu haram, memang wewenang MUI." JH 18-06-09
      Pernyataan tersebut mengundang reaksi keras dari MUI.

      2. Kekhawatiran Timbulnya Hambatan Jika Urusan Fatwa Belum Selesai
      Menkes yakin pemerintah Arab Saudi tidak akan mau menguruskan visa manakala masalah ini belum selesai. Dikhawatirkan hal ini bisa menjadi hambatan bagi calon jamaah haji Indonesia berangkat tahun ini. JH 29-06-09

      3. Mewujudkan Indonesia Mampu Produksi Sendiri Vaksin Halal
      Menkes mengatakan Indonesia siap memproduksi sendiri vaksin meningitis berlabel halal pada tahun 2010 sebagai solusi terhadap persoalan ini. JH 29-06-09

    4.4.2. Sikap Depag RI - Pasca-Klarifikasi

    Menteri Agama (Menag) Mohammad Maftuh Basyuni menegaskan pihaknya tetap menunggu keputusan dari Departemen Kesehatan (Depkes) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyangkut vaksin meningitis. Namun diharapkan, masalah vaksin yang telah diwajibkan sejak tahun 2006 ini, segera diselesaikan sebelum bulan Agustus agar tidak mengganggu persiapan pelaksanaan ibadah haji 2009. Dikatakan, pada pekan ini akan ada sidang pembahasan vaksin meningitis antara Depkes dan MUI. Demikian ucapan Menag kepada Republika di sela-sela acara Haul Masyayikh orangtua Menag di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6).
      "Ini persoalan antara Depkes dan MUI. Apa yang diselesaikan nanti, kita tunggu saja," JH 29-06-09

    Dijelaskan, bila belum ada kesepakatan antara MUI dan Depkes hingga bulan Agustus mendatang, sedangkan waktu pelaksanaan haji semakin dekat, serta pemerintah Arab Saudi tetap mewajibkan, maka sebagai mitra kerja, Depag berpegang pada keputusan Depkes. JH 29-06-09

    Menteri Agama (Menag) Mohammad Maftuh Basyuni menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 700 ribu jamaah haji yang menunggu.
      "Nantinya terserah jamaah haji, yang mau ikut putusan Depkes mari, yang tidak silakan turun kita gantikan dengan jamaah baru," JH 29-06-09

4.4. Sikap MUI Pusat - Pasca-Klarifikasi

Berdasarkan hasil uji laboratorium, dalam proses pembuatan vaksin meningitis itu terjadi tiga kali bersentuhan dengan unsur babi JH 25-06-09. Dengan demikian, MUI Pusat menyatakan sejumlah sikap:

    1. Rencana Menetapkan Fatwa Penggunaan Vaksin Haram Pada Pertengahan Juli 2009
    MUI akan menetapkan fatwa penggunaan vaksin meningitis bagi jamaah haji pada pertengahan Juli 2009 untuk melanjutkan fatwa haram MUI terhadap vaksin tersebut sebelumnya. Kiai Ma’ruf, Ketua MUI, mengungkapkan:
      "Pertengahan Juli ini, kita sudah bisa putuskan seperti apa. Baru kita mengeluarkan rekomendasi," JH 03-07-09
    Kiai Ma’ruf juga menegaskan jika penggunaan vaksin meningitis diwajibkan, kemungkinan hukumnya akan menjadi darurat.
      "Tapi, tidak semua orang menjadi darurat. Kami akan memilah dan memerinci mana yang akan darurat mana yang tidak." JH 03-07-09

    Sblmnya…. -red

    Adapun Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Aminuddin Ya`qub, menegaskan kembali keputusan fatwa haram MUI terhadap vaksin meningitis bagi calon jamaah haji, tetapi masalah penggunaannya masih akan dikaji dalam Komisi Fatwa.
      "Yang pasti MUI dan para ulama terus berupaya keras memecahkan masalah vaksin meningitis yang mengandung enzim babi," 29 Juni 2009 JH 29-06-09

    Lima hari seblmnya…-red

    Kiai Umar menegaskan, karena telah bersentuhan dengan enzim babi, sebenarnya MUI menyatakan status vaksin itu adalah haram. Pemerintah, papar dia, meminta agar MUI menetapkan fatwa tentang vaksin itu. Rencananya, MUI akan membahas masalah itu pada Selasa (26/5) mendatang dalam forum rapat harian MUI. Pihaknya memperkirakan kemungkinan besar MUI masih akan memutuskan status darurat bagi vaksin meningitis itu. Pasalnya, kata dia, meski telah bersentuhan dengan enzim babi, vaksin meningitis sangat dibutuhkan umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci. Pihaknya menegaskan, status vaksin meningitis itu tak boleh darurat terus-menerus.
      "Karena vaksin ini diwajibkan untuk jamaah haji dan umrah, kemungkinan hasilnya akan darurat dan tidak jadi masalah bagi umat Islam untuk menggunakannya, karena ini dalam keadaan terpaksa. Secepatnya kita akan tetapkan fatwanya,”…. . Harus secepatnya diganti dengan bahan halal, seperti tumbuhan atau hewan yang halal." JH 24-05-09a

    Sblmnya....

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan kembali bersidang untuk membuat keputusan tentang penggunaan vaksin meningitis, yang mengandung unsur babi bagi calon jemaah haji atau umrah. JH 24-06-09

    2. Meminta Depag menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penggunaan vaksin meningitis bagi jamaah haji.
    Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin dalam pernyataan kepada Republika, Kamis (2/7) menanggapi dengan tegas pernyataan Departemen Agama melalui Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni, yang telah memutuskan akan menggunakan vaksin meningitis buatan Glaxo Smith Kline (GSK) Belgia pada pertengahan Juli 2009 bagi jamaah haji.
      "Seharusnya, Menteri Agama menunggu keputusan (fatwa -red) MUI," JH 03-07-09

    3. Menunggu Jawaban Kerajaan Saudi Arabia Tentang Hukum Penggunaan Vaksin Haram sebagai Dasar Penetapan Fatwa
    MUI masih menunggu jawaban dari Pemerintah Arab Saudi terkait efektivitas penggunaan vaksin meningitis. MUI juga bersikap proaktif dengan mengirimkan utusannya ke Arab Saudi untuk menanyakan pendapat ulama di tanah suci, tentang hukum vaksin meningitis ini. JH 03-07-09

    Sblmnya ....

    Setelah menetapkan hukum vaksin meningitis bagi jamaah haji dan umrah haram, sejumlah pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Muhammad al-Khayyat, untuk membahas efektivitas penggunaan vaksin tersebut. Ketua Hubungan Luar Negeri MUI, KH Muhyiddin Junaidi kepada Republika, Rabu (24/6) mengatakan:
      "Kami sampaikan kepada Dubes bahwa MUI telah memutuskan vaksin meningitis yang digunakan jamaah haji hukumnya haram, karena mengandung unsur babi," JH 25-06-09

    Ketua MUI Amidhan di Jakarta ...? menyatakan:
      "Kalau belum juga ada jawaban dari Arab Saudi tentang kebijakan menggunakan vaksin itu, pekan depan kami akan kembali bersidang untuk menentukan langkah apa yang mesti diambil," JH 24-06-09

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muhammad Nadratuzzaman Hosen, menegaskan, Pemerintah Arab Saudi harus menyampaikan alasan tentang kewajiban penggunaan vaksin meningitis bagi jamaah haji. Berkali-kali, Nadratuzzaman mengungkapkan bahwa vaksin meningitis buatan GSK haram, karena menggunakan enzim babi dalam proses pembuatannya.
      "Harus ada alasan dari ulama Arab Saudi, mengapa membolehkan penggunaan vaksin meningitis ini," JH 3-07-09

    ”Para ulama mempertanyakan, apakah calon jamaah haji memang wajib disuntik vaksin meningitis yang mengandung babi? tutur Kiai Junaidi. Menurut dia, Dubes Arab Saudi menghormati keputusan MUI terkait vaksin meningitis dan berjanji akan membahas masalah itu dengan para ulama di Arab Saudi. JH 25-06-09

    Menurut dia, selanjutnya Pemerintah Arab Saudi juga akan memberikan jawaban resmi atas pertanyaan mengenai kebijakan negara itu, yang mewajibkan setiap calon jamaah haji dan umrah mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit meningitis (radang selaput otak) tersebut serta kemungkinan untuk merevisinya. 25 Juni 2009 JH 25-06-09


Poin penting
"Yang jadi masalah sekarang penggunaan enzim babi pada meningitis dan sudah berlangsung bertahun-tahun apa masih boleh dikatakan darurat. Harus ada tindakan untuk mengganti dengan bahan yang halal atau bila belum ditemukan sementara tak perlu divaksin dululah," ujarnya.
namun dalam kasus ini MUI pasti mengerti, dalam ajaran agama diperbolehkan memakai produk yang bersangkutan asal dalam keadaan yang mendesak. Masalah ini (vaksin untuk para calon jamaah haji) adalah hal mendesak,"
etanol dalam obat batuk sebagai solven, obat batuknya tetep halal dikonsumsi
Last edited by love_peaceful2 on Sun Aug 09, 2009 1:30 am, edited 2 times in total.
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby love_peaceful2 » Thu Aug 06, 2009 2:11 am

V. Hoax atau Isu Yang Berkembang

1. Malaysia Telah Memproduksi Vaksin Meningitis Bebas Penggunaan Enzim Babi
Ini jelas hoax. Hoax ini dilontarkan oleh ...? Sanggahan diberikan oleh Menkes RI dan Kepala BPOM RI.

Menkes RI telah mendapatkan informasi langsung dari salah seorang Direktur Lembaga Halal Malaysia ( Direktur Sijjil) Tn Zainal Abidin Bin Jaffar yang menyatakan sampai saat ini Malaysia belum bisa memproduksi sendiri vaksin meningitis. (KP 17-06-09
Husniah Rubiah Thamrin Akib, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi pernyataan di Jakarta, Kamis (11/6)
    "Kalau ada yang bilang mengapa Indonesia tidak menggunakan vaksi seperti punya Malaysia, itu adalah suatu kesalahan. Vaksin yang kita punya sama dengan vaksin di 77 negara lain."(KP 17-11-09)

Perlu tambahan penegasan menteri bhw vaksin meningitis yg digunakan dunia masih menggunakan enzim babi dalam proses pembuatannnya.

2. MUI Sumsel melakukan uji laboratorium terhadap Vaksin Meningitis
Ini juga ternyata HOAX, sebab yang dilakukan hanya studi literatur. MUI Pusat melakukan klarifikasi langsung pada MUI Sumsel. Berikut pernyataan Ketua MUI, Amidhan:
    "Karena yang dulu (Ketua MUI Sumsel) mengatakan mengandung babi itu kan ternyata penyelidikan melalui literatur. Waktu itu juga setelah kita panggil MUI Sumsel, buktinya di mana. Ternyata cuma informasi dari penelitian literatur mereka itu,". (JH 18-06-09

3. MUI Sumsel Menemukan Info Bahwa Ada Vaksin Meningitis Diproduksi Tanpa Menggunakan Enzim Babi
Seperti diberitakan Republika (17/6), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Selatan (Sumsel) berupaya mencari vaksin meningitis pengganti yang tak mengandung enzim babi. Berikut pernyataan Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun:
[list]"Upaya kami mencari vaksin meningitis yang tidak mengandung enzim babi, mulai membuahkan hasil. Kami berhasil mendapat informasi dari distributor farmasi di Singapura bahwa ada vaksin meningitis, yang tidak mengandung atau dibuat dengan enzim babi,". JH 18-06-09
[list]"Vaksin meningitis yang tak mengandung enzim babi itu adalah vaksin A, C, Y, & W135, yang diproduksi JN-International Medical Corporation dari Amerika Serikat. Kini, MUI Sumsel masih terus berusaha memperoleh sampel vaksin tersebut." JH 18-06-09
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Re: Kronologi Kontroversi Vaksinasi Meningitis pada Jemaah Haji

Postby kutukupret » Thu Aug 06, 2009 8:30 am

Ternyata BABI di ciptakan Auwloh masih ada manfaatnya :green:
Kenapa di haramkan Oleh Auwloh ?

atau

Kenapa Auwloh swt menghendaki UMATnya untuk MEMAKAI SESUATU yg DIHARAM-KAN sebelum masuk "Rumah Auwloh swt" :lol:
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm


Return to KOLOM BABI, hewan dll tata cara makan dan pantangan Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users