. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Injil?)

Pembahasan tentang Isa Almasih, Injil, Taurat dari apa yang tertulis dalam Qur'an, dan bukan dari kitab suci non-Islam.

Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Injil?)

Postby moslem » Fri Jan 19, 2007 9:20 pm

Bagian 1:

"Dan sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?" (QS. 26:196-197 )


Topik kali ini mencoba menganalisis untuk mengungkap tentang kisah nabi Nuh as yang terdapat dalam AlQuran dan bagaimana terdapatnya kontradiksi antara Alquran dan kitab-kitab sebelumnya yang menunjukkan adanya penyimpangan ajaran-ajaran dan disembunyikannya tentang kabar datangnya ajaran Islam. Baiklah mari kita analisis peristiwa ini:

Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa peristiwa banjir tersebut terjadi sebagaimana yang diceritakan dalam Al Quran dimana banjir tersebut juga digambarkan secara hampir serupa pada banyak catatan peradaban-peradaban masa lalu dan dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat beragam.

Di samping dikemukakan dalam Perjanjian Lama dan Baru, kisah tentang banjir Nuh ini diungkap secara serupa dalam catatan-catatan sejarah Sumeria dan Asiria-Babilonia, dalam legenda-legenda Yunani, dalam epik Shatapatha Brahmana dan Mahabarata dari India, dalam beberapa legenda Wales di Kepulauan Inggris, dalam Nordic Edda, dalam legenda-legenda Lithuania, dan bahkan dalam cerita-cerita yang berakar dari Cina. Bagaimana mungkin cerita-cerita yang begitu rinci dan relevan dapat dikumpulkan dari berbagai daratan yang jauh secara geografis dan budaya, saling berjauhan antara mereka dan juga dengan wilayah banjir?

Jawabannya jelas: fakta bahwa peristiwa yang sama dituturkan dalam berbagai catatan sejarah berbagai bangsa tersebut, yang kecil kemungkinan saling berkomunikasi, merupakan bukti nyata bahwa mereka menerima pengetahuan dari sebuah sumber ilahiah. Tampak bahwa banjir Nuh, salah satu kejadian terbesar dan paling destruktif dalam sejarah, telah diwartakan oleh banyak nabi yang diutus ke pelbagai peradaban dengan tujuan untuk memberi contoh. Dengan demikian, berita tentang banjir Nuh tersebar ke berbagai kebudayaan.

Namun, walau banyak diriwayatkan dalam berbagai budaya dan sumber ajaran berbagai agama, cerita tentang banjir dan nabi Nuh itu telah banyak berubah dan membias dari kisah aslinya karena kepalsuan sumber, kekeliruan penyampaian, atau bahkan mungkin karena tujuan yang tidak benar. Riset menunjukkan bahwa di antara sekian banyak riwayat yang menuturkan peristiwa tersebut dengan berbagai perbedaan, penggambaran paling konsisten hanya terdapat dalam Al Quran.


Apakah Banjir itu Bencana Lokal atau Global ?


kejadian 6:5-8

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.


kejadian 6:11-13

6:11. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.


Namun dalam AlQuran, jelas ditunjukkan bahwa tidak seluruh dunia, tetapi hanya umat Nabi Nuh yang dihancurkan. Sebagaimana Nabi Hud diutus hanya untuk kaum 'Ad (QS. 11:50 ), nabi Saleh diutus untuk kaum Tsamud (QS. 11:61 ), serta seluruh nabi sebelum Muhammad SAW hanya diutus untuk umat mereka saja, nabi Nuh hanya diutus kepada umatnya dan banjir tersebut hanya memusnahkan umat nabi Nuh.

Mereka yang dimusnahkan adalah orang-orang yang sepenuhnya menolak pernyataan kerasulan Nuh dan berkeras menentangnya. Di samping itu, dalam AlQuran, Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak akan menghancurkan suatu umat kecuali telah diutus seorang rasul kepada mereka dan seorang rasul adalah seseorang yang dikenal oleh umatnya dan diberi tanggungjawab hanya kepada umatnya saja dan bukan untuk umat yang dihandel oleh nabi yang lain sebelum semua ini disatukan dalam Al Islam. Penghancuran juga hanya terjadi jika seorang pemberi peringatan telah sampai kepada suatu kaum, dan ia didustakan dan kaumnya mengalami kezaliman yang tidak dapat dimaafkan lagi.



Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. 2:213 )

dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka. (QS. 37:72 )

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (QS. 23:23 )

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", (QS. 71:1 )

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. 7:64 )

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (QS. 28:59 )

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. 3:164 )

Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya). (QS. 23:32 )

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman." (QS. 7:85 )

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (QS. 17:2 )


kejadian 19:12-14, 24-25

19:12. Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: "Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, 19:13 sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya." 19:14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.

19:24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; 19:25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.


kejadian 19:27-28

19:27. Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, 19:28 dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan. 19:29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.


keluaran 6:13

6:13 Demikianlah TUHAN telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun, raja Mesir, dengan membawa perintah supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir.


bilangan 16:28-32

16:28 Sesudah itu berkatalah Musa: "Dari hal inilah kamu akan tahu, bahwa aku diutus TUHAN untuk melakukan segala perbuatan ini, dan hal itu bukanlah dari hatiku sendiri: 16:29 jika orang-orang ini nanti mati seperti matinya setiap manusia, dan mereka mengalami yang dialami setiap manusia, maka aku tidak diutus TUHAN. 16:30 Tetapi, jika TUHAN akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista TUHAN." 16:31 Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka, 16:32 dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka


1 tawarikh 12:11-12

21:11 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Haruslah engkau memilih: 21:12 tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."


2 tawarikh 24:19

24:19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.


yeremia 7:25

7:25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka. 7:27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 7:28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."


yeremia 19:14-15, 26:12-15, 35:15

19:14 Ketika Yeremia pulang dari Tofet, ke mana TUHAN telah mengutusnya untuk bernubuat, berdirilah ia di pelataran rumah TUHAN dan berkata kepada segenap orang banyak: 19:15 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas segala kota sekitarnya seluruh malapetaka yang telah Kukatakan akan menimpa mereka, sebab mereka berkeras kepala dan tidak mendengarkan perkataan-perkataan

26:12 Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu. 26:13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. 26:14 Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. 26:15 Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu."

35:15 Aku telah mengutus kepadamu segala hamba-Ku, yakni para nabi, terus-menerus, mengatakan: Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka, maka kamu akan tetap diam di tanah yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Tetapi kamu tidak mau memperhatikannya dan kamu tidak mau mendengarkan Aku.


yesaya 66:17-19

66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN. 66:18 Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. 66:19 Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa.


yehezkiel 2:3-5, 3:5-6

2:3 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. 2:4 Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. 2:5 Dan baik mereka mendengarkan atau tidak--sebab mereka adalah kaum pemberontak--mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.
3:5 Sebab engkau tidak diutus kepada suatu bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah, tetapi kepada kaum Israel; 3:6 bukan kepada banyak bangsa-bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah, yang engkau tidak mengerti bahasanya. Sekiranya aku mengutus engkau kepada bangsa yang demikian, mereka akan mendengarkan engkau.


matius 15:24

15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."


Sebagaimana keterangan-keterangan diatas, Allah tidak akan menghancurkan suatu kaum sebelum menurunkan rasul yang menyampaikan kebenaran kepada kaum tersebut. Kembali ke kisah banjir nabi Nuh, sebagai pemberi peringatan dan salah satu rasul, Nuh hanya diutus untuk kaumnya. Karena itu, Allah tidak menghancurkan kaum-kaum yang belum diutus rasul atau kaum-kaum lainnya yang mempunyai rasulnya masing-masing.

Dari pernyataan-pernyataan dalam AlQuran, dapat dicermati bahwa banjir Nuh adalah bencana regional, bukan global. Penggalian-penggalian pada daerah-daerah arkeologis yang diperkirakan sebagai lokasi terjadinya banjir yang akan dibahas berikutnya menunjukkan bahwa banjir tersebut bukanlah sebuah peristiwa global yang mempengaruhi seluruh bumi, akan tetapi merupakan sebuah bencana yang sangat luas yang hanya mempengaruhi bagian tertentu dari wilayah Mesopotamia.




Apakah Seluruh Binatang Dinaikkan ke atas Perahu?


Para penafsir Bibel yakin bahwa Nabi Nuh memasukkan seluruh spesies binatang di muka bumi ke atas perahu dan binatang-binatang itu bisa selamat dari kepunahan berkat Nabi Nuh. Menurut keyakinan ini, sepasang dari tiap spesies penghuni daratan dibawa bersama ke atas perahu.

Mereka yang mempertahankan pernyataan ini sudah tentu harus menghadapi banyak kejanggalan serius dalam berbagai hal. Pertanyaan tentang bagaimana binatang yang diangkut itu diberi makan, bagaimana mereka ditempatkan di dalam perahu itu, atau bagaimana mereka dipisahkan satu sama lain mustahil dapat terjawab. Lagi pula, masih ada pertanyaan: Bagaimana binatang-binatang dari berbagai benua yang berbeda dapat dibawa bersamaan, berbagai mamalia di kutub, kanguru dari Australia, atau bison yang ada di Amerika? Juga, lebih banyak lagi pertanyaan menyusul, seperti bagaimana binatang yang sangat berbahaya, yang berbisa seperti ular, kalajengking, dan binatang-binatang buas bisa ditangkap, serta bagaimana mereka dapat bertahan terpisah dari habitat alamiahnya hingga banjir itu surut?

Inilah berbagai pertanyaan yang dihadapi Perjanjian Lama. Dalam AlQuran, tidak ada pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh spesies binatang di muka bumi dinaikkan ke atas perahu. Dan sebagaimana telah ditegaskan sebelumnya, banjir tersebut hanya terjadi pada suatu wilayah tertentu, sehingga binatang yang dinaikkan ke perahu pun hanyalah yang hidup di wilayah umat Nabi Nuh tinggal.

Poin penting di sini adalah bahwa kebijaksanaan ilahiah dalam perintah Allah kepada nabi Nuh untuk mengumpulkan berbagai binatang adalah untuk menunjang kehidupan baru setelah banjir berakhir, bukan untuk kepentingan mempertahankan genus berbagai binatang. Selama banjir itu bersifat regional, maka kepunahan berbagai jenis binatang tidak akan mungkin terjadi. Besar kemungkinan, setelah banjir, berbagai binatang dari wilayah-wilayah lain perlahan-lahan akan bermigrasi ke wilayah tersebut dan kembali memadati daerah itu sebagaimana sebelumnya. Yang penting adalah kehidupan yang akan dirintis kembali begitu banjir berakhir, dan binatang-binatang yang dikumpulkan dimaksudkan untuk tujuan ini. Dalam kitab Taurat malah nabi Nuh menggunakan sebagian binatang-binatang tersebut sebagai korban bakaran:



kejadian 8:20

8:20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.



Seberapa Tinggikah Banjir Tersebut?


Pertanyaan lain di seputar banjir itu adalah, apakah ketinggian air cukup untuk menenggelamkan gunung? Sebagaimana diketahui, AlQuran menginformasikan bahwa perahu nabi Nuh itu terdampar di "Al Judi" seusai banjir. Umumnya, kata "Judi" dirujuk sebagai lokasi gunung tertentu, sementara kata itu berarti "tempat yang tinggi atau bukit" dalam bahasa Arab. Karenanya, kemungkinan besar bahwa dalam Al Quran, "Judi" bisa jadi tidak digunakan sebagai nama gunung tertentu, akan tetapi untuk mengisyaratkan bahwa perahu Nuh telah terdampar pada suatu ketinggian. Di samping itu, makna kata "judi" yang disebutkan di atas mungkin juga menunjukkan bahwa air bah itu mencapai ketinggian tertentu, tetapi tidak mencapai ketinggian puncak gunung. Dengan kata lain bahwa banjir itu kemungkinan besar tidak menenggelamkan seluruh bumi dan semua gunung-gunung sebagai-mana digambarkan dalam Perjanjian Lama, tetapi hanya menggenangi wilayah tertentu.

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim." (QS. 11:44 )

Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.


Lokasi Banjir Nuh

Daratan Mesopotamia diduga kuat sebagai lokasi banjir nabi Nuh. Di sini terdapat peradaban tertua yang dikenal sejarah. Lagi pula, karena berada di antara sungai Tigris dan Eufrat, secara geografis tempat ini sangat memungkinkan terjadinya sebuah banjir besar. Di antara faktor penyebab terjadinya banjir besar kemungkinan karena kedua sungai ini meluap dan membanjiri wilayah tersebut.

Alasan kedua, daerah tersebut diduga kuat sebagai tempat terjadinya banjir bersifat historis. Dalam catatan sejarah berbagai peradaban manusia di wilayah tersebut, banyak dokumen yang ditemukan merujuk pada sebuah banjir yang terjadi dalam periode yang sama. Setelah menyaksikan kebinasaan kaum Nabi Nuh, peradaban-peradaban tersebut agaknya merasa perlu mencatat dalam sejarah mereka, bagaimana bencana itu terjadi, serta akibat-akibat yang ditimbulkannya. Diketahui pula bahwa mayoritas legenda tentang banjir tersebut berasal dari Mesopotamia. Lebih penting lagi bagi kita adalah temuan-temuan arkeologis. Temuan-temuan tersebut membenarkan terjadinya sebuah banjir besar di wilayah ini. Dalam penggalian-penggalian yang dilakukan, tersingkap jejak-jejak nyata sebuah bencana dahsyat.

Penggalian-penggalian di wilayah Mesopotamia mengungkap bahwa berkali-kali dalam sejarah, wilayah ini diserang berbagai bencana sebagai akibat dari banjir dan meluapnya Sungai Eufrat dan Tigris. Misalnya, pada milenium kedua sebelum Masehi (2000-an SM), pada masa Ibbisin, penguasa negeri Ur yang luas, yang berlokasi di sebelah selatan Mesopotamia, sebuah tahun tertentu ditandai dengan "pasca Banjir yang melenyapkan garis batas antara langit dan bumi". Sekitar 1700 SM, pada masa kekuasaan Hamurabi dari Babilonia, sebuah tahun ditandai dengan terjadinya peristiwa "kehancuran kota Eshnunna oleh air bah". Pada abad ke-10 SM, pada masa pemerintahan Nabumukinapal, sebuah banjir terjadi di kota Babilon. Setelah zaman nabi Isa as (Yesus) pada abad ke-7, ke-8, ke-10, ke-11, dan ke-12, banjir-banjir yang bersejarah terjadi di wilayah tersebut. Dalam abad ke-20, kejadian serupa terjadi pada tahun 1925, 1930, dan 1954. Jelaslah bahwa wilayah ini telah senantiasa diserang bencana banjir, dan sebagaimana ditunjukkan dalam Al Quran, sangat mungkin suatu banjir besar-besaran telah membinasakan suatu komunitas tertentu secara keseluruhan.



Bukti-Bukti Arkeologis tentang Banjir

Bukanlah suatu kebetulan bila sekarang ini banyak ditemukan jejak-jejak dari kebanyakan kaum yang menurut AlQuran telah dibinasakan. Bukti-bukti arkeologis menyajikan fakta, bahwa semakin mendadak kehancuran suatu kaum, semakin memungkinkan untuk mendapatkan sebagian bekasnya.

Jika sebuah peradaban hancur secara tiba-tiba, yang dapat terjadi karena bencana alam, emigrasi yang mendadak, atau perang, jejak-jejak peradaban ini sering dapat lebih terpelihara. Rumah-rumah yang pernah mereka huni, peralatan-peralatan yang pernah mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, segera akan terkubur. Maka, semua itu dapat terpelihara dalam waktu yang lama tanpa tersentuh tangan manusia, dan menjadi bukti penting tentang masa lampau bila dikeluarkan.

Jadi begitulah hingga banyak bukti tentang banjir di daerah tersebut terungkap saat ini. Diperkirakan terjadi sekitar milenium ke-3 SM, sebuah banjir telah mengakhiri suatu peradaban seluruhnya dengan seketika, dan selanjutnya menyebabkan lahirnya sebuah peradaban baru sebagai gantinya. Jadi, bukti-bukti nyata tentang banjir ini telah terpelihara selama ribuan tahun agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya.

Banyak penggalian telah dilakukan untuk menyelidiki banjir yang telah menenggelamkan daratan-daratan Mesopotamia. Dalam berbagai penggalian di wilayah tersebut, di empat kota utama ditemukan jejak-jejak yang menunjukkan terjadinya sebuah banjir besar. Kota-kota tersebut adalah kota-kota penting di Mesopotamia; Ur, Erech, Kish, dan Shuruppak. Penggalian-penggalian di kota-kota ini mengungkap bahwa keempat kota ini telah dilanda sebuah banjir sekitar milenium ke-3 SM.

Pertama, mari kita lihat penggalian-penggalian yang dilakukan di kota Ur.

Sisa-sisa tertua dari sebuah peradaban yang tersingkap dari penggalian terdapat di kota Ur, yang kini telah berganti nama menjadi "Tell al Muqayyar", berusia 7000 tahun SM. Sebagai situs dari salah satu peradaban tertua, kota Ur telah menjadi wilayah hunian tempat silih bergantinya berbagai kebudayaan.

Temuan arkeologis dari kota Ur memperlihatkan bahwa di sini peradaban pernah terputus setelah terjadinya sebuah banjir dahsyat, dan kemudian peradaban-peradaban baru tampil. R. H. Hall dari British Museum melakukan penggalian pertama di tempat ini. Leonard Woolley yang melakukan penggalian setelah Hall, menjadi pengawas penggalian yang secara kolektif dikelola oleh the British Museum dan University of Pennsylvania. Penggalian-penggalian yang dipimpin Woolley, yang berpengaruh di seluruh dunia, berlangsung dari 1922 sampai 1934. Penggalian-penggalian oleh Sir Woolley dilakukan di tengah padang pasir antara Baghdad dan Teluk Persia. Pendiri pertama kota Ur adalah kaum yang datang dari Mesopotamia Utara dan menyebut diri mereka "bangsa Ubaid." Pada awalnya, penggalian itu dilakukan untuk menghimpun informasi tentang mereka. Penggalian yang dilakukan Woolley digambarkan oleh seorang arkeolog Jerman, Werner Keller, sebagai berikut:

Woolley misalnya, menamakan makam para bangsawan Sumeria tersebut dengan nama "Kuburan Raja-Raja Ur". Fakta ini terungkap saat sekop para arkeolog mengenai sebuah tanggul sepanjang 50 kaki di sebelah selatan candi dan mengungkap deretan panjang pekuburan yang tertimbun. Kuburan-kuburan batu yang ditemukan benar-benar merupakan tempat penyimpanan harta, karena dipenuhi piala-piala mahal, beraneka kendi dan vas yang indah, barang becah belah dari perunggu, kepingan-kepingan mutiara, lapis lazuli, dan perak yang mengelilingi jasad-jasad yang telah menjadi debu. Harpa dan lira tersandar di dinding-dinding. Tepat di bawah lantai dari salah satu lubang kubur para raja, di bawah lapisan abu kayu, para arkeolog menemukan tablet-tablet tanah liat, yang dipenuhi huruf yang jauh lebih tua daripada tulisan pada kuburan. Melihat sifat dari tulisan, tablet-tablet tersebut kemungkinan dibuat sekitar tahun 3.000 SM. Berarti, mereka dua atau tiga abad lebih awal dari makam tersebut.

Tingkatan yang baru, dengan pecahan-pecahan kendi, pot, dan mangkuk terus muncul. Para ahli memperhatikan bahwa sisa tembikar itu secara mengejutkan tidak terlalu berubah; tampak serupa dengan yang ditemukan di pekuburan para raja. Karena itulah, sepertinya selama berabad-abad peradaban Sumeria tidak mengalami perubahan yang radikal. Mereka tentunya, dapat disimpulkan, telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi jauh lebih awal lagi.

Dalam beberapa hari penggalian, para pekerja berteriak bahwa mereka telah sampai di tingkat dasar. Lantai itu berupa pasir, jenis pasir murni yang hanya bisa didepositkan oleh air. Penggalian diteruskan dan pada kedalaman sepuluh kaki, lapisan lumpur terhenti sama mendadak dengan bermulanya. Di bawah deposit tanah liat setebal kurang lebih sepuluh kaki, bukti-bukti baru dari hunian manusia ditemukan. Wujud dan kualitas dari tembikar tampak sangat berubah. Di sini, barang-barang tersebut dibuat dengan tangan. Sisa-sisa logam tak ditemukan di mana-mana. Peralatan primitif yang muncul terbuat dari pengerjaan dengan batu api. Ini mesti berasal dari Zaman Batu!

Banjir itulah penjelasan satu-satunya bagi besarnya deposit tanah liat di bawah bukit di kota Ur, yang dengan cukup jelas memisahkan dua masa kehidupan. Laut telah meninggalkan jejak-jejak yang tidak terpungkiri dalam bentuk sisa-sisa organisme laut kecil yang tersimpan dalam lumpur.

Analisis mikroskopis mengungkapkan bahwa deposit tanah liat yang besar di bawah bukit di kota Ur telah terakumulasi sebagai akibat dari banjir teramat besar yang laksana melenyapkan peradaban Sumeria kuno. Epik tentang Gilgamesh dan cerita tentang Nuh tersatukan dengan lubang galian yang jauh di bawah gurun Mesopotamia. Max Mallowan menuturkan pikiran-pikiran Leonard Woolley, yang menyatakan bahwa endapan masif sebesar itu dan terbentuk dalam suatu periode waktu hanya bisa terjadi karena bencana banjir yang sangat besar. Woolley juga menguraikan bahwa lapisan banjir yang memisahkan kota Sumeria di kota Ur dengan kota Al Ubaid yang penduduknya menggunakan tembikar yang dicat, sebagai sisa dari Banjir tersebut.

Ini semua menunjukkan bahwa kota Ur adalah salah satu dari berbagai daerah yang terkena banjir Nuh. Digambarkan oleh Werner Keller bahwa arti penting penggalian arkeologis di Mesopotamia adalah bahwa sisa-sisa kota di bawah lapisan berlumpur tersebut membuktikan pernah terjadinya banjir di tempat ini pada dahulu kala. Kota lain di Mesopotamia yang juga menyimpan jejak-jejak banjir Nuh adalah kota Kish di Sumeria, yang saat ini dikenal sebagai "Tall Al Uhaimer". Menurut sumber-sumber Sumeria kuno, kota ini merupakan "kedudukan dari dinasti 'pascadiluvian' yang pertama". Kota Shuruppak di sebelah selatan Mesopotamia, yang saat ini bernama "Tall Far'ah" pun menyimpan jejak-jejak nyata dari banjir tersebut. Studi arkeologis yang dilakukan di kota ini dipimpin oleh Erich Schmidt dari Universitas Pennsylvania antara tahun 1922-1930. Penggalian-peng-galian ini mengungkapkan tiga lapisan hunian manusia dalam rentang waktu sejak masa prasejarah hingga dinasti Ur ketiga (2112-2004 SM). Temuan paling istimewa adalah reruntuhan rumah-rumah yang dibangun dengan baik, sekaligus dengan tablet-tablet bertulisan paku (cuneiform) tentang catatan administratif dan daftar kata-kata, yang mengindikasikan keberadaan suatu masyarakat yang telah maju pada akhir milenium ke-4 SM.

Poin terpenting adalah dimengerti bahwa sebuah banjir besar telah terjadi di kota ini sekitar tahun 2900-3000 SM. Menurut catatan Mallowan, 4-5 meter di bawah tanah, Schmidt telah mencapai lapisan tanah kuning (dibentuk oleh banjir) yang berupa campuran tanah liat dan pasir. Lapisan ini lebih dekat ke lapisan datar daripada profil tumulus dan dapat teramati di seputar tumulus. Schmidt memastikan bahwa lapisan yang terbentuk dari campuran tanah liat dan pasir ini, yang tersisa dari masa kerajaan kuno Cemdet Nasr, sebagai "pasir yang berasal dari dalam sungai" dan ini menghubungkannya dengan Banjir Nuh.

Pada penggalian yang dilakukan di kota Shuruppak, ditemukan sisa-sisa banjir yang terjadi kurang lebih tahun 2900-3000 SM. Mungkin, kota Shuruppak terkena imbas dari banjir sebesar kota-kota lain. Tempat terakhir yang menunjukkan terjadinya banjir adalah kota Erech di selatan kota Shuruppak yang kini dinamai "Tall al-Warka". Di kota ini, sebagaimana di kota-kota yang lainnya, ditemukan lapisan banjir. Lapisan ini berjangka waktu antara 2900-3000 SM seperti yang lain. Sebagaimana diketahui, sungai Eufrat dan Tigris melintasi Mesopotamia dari ujung ke ujung. Tampaknya selama peristiwa itu, kedua sungai ini meluap, begitupun banyak sumber mata air lainnya, besar maupun kecil, dan ketika bersatu dengan air hujan, telah menyebabkan sebuah banjir yang dahsyat. Peristiwa itu digambarkan dalam AlQuran sbb:



"Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan." (QS. 54:11-12 )

Jika faktor-faktor penyebab banjir itu dibahas satu per satu, tampaklah bahwa kesemuanya itu merupakan fenomena yang sangat alami. Adapun yang menjadikan peristiwa itu penuh mukjizat adalah karena kejadiannya bersamaan dengan peringatan nabi Nuh kepada kaumnya tentang bencana seperti itu terlebih dahulu.

Pengujian terhadap bukti yang didapat dari kajian lengkap mengungkapkan bahwa daerah banjir membentang sekitar 160 km (lebar) dari timur ke barat, dan 600 km (panjang) dari utara ke selatan. Ini menunjukkan bahwa banjir tersebut menutupi seluruh daratan Mesopotamia. Jika di uji urutan kota-kota Ur, Erech, Shuruppak, dan Kish yang menunjukkan jejak-jejak banjir Nuh, tampaklah bahwa kota-kota ini berada dalam satu garis sepanjang rute tersebut. Oleh karena itu, banjir tersebut pastilah telah melanda keempat kota ini dan daerah-daerah sekitarnya.

Di samping itu, harus dicatat bahwa pada sekitar 3.000 tahun SM, struktur geografis daratan Mesopotamia berbeda dengan kondisi sekarang. Pada masa itu, posisi sungai Eufrat terletak lebih ke timur dibandingkan dengan posisi saat ini; garis arus sungai itu sesuai dengan garis yang melewati kota Ur, Erech, Shuruppak, dan Kish. Dengan terbukanya "mata air di bumi dan di surga", agaknya sungai Eufrat meluap menyebar sehingga merusak empat kota di atas.




Mitos-mitos yang menyebutkan adanya kejadian banjir nabi Nuh


Peristiwa banjir Nuh tersebut disebarluaskan ke hampir semua manusia melalui lisan para nabi yang menyampaikan agama yang hak, tetapi akhirnya menjadi legenda oleh berbagai kaum, dan kisah itu mengalami berbagai penambahan dan pengurangan dalam periwayatannya.

Allah SWT telah menyampaikan kisah tentang banjir Nuh kepada manusia melalui para rasul dan kitab-kitab yang Dia turunkan kepada berbagai masyarakat agar hal itu menjadi peringatan atau permisalan. Namun, tiap masa kitab-kitab tersebut telah dirubah dari aslinya, dan penggambaran banjir Nuh juga telah ditambahi unsur-unsur mitologis. Hanya Al Quran satu-satunya sumber yang secara mendasar sesuai dengan temuan-temu-an dan observasi empiris. Hal ini tidak lain karena Allah telah menjaga Al Quran dari perubahan, meski sebuah perubahan kecil sekalipun, maupun pengurangan. Sesuai isyarat Al Quran:


"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. 15:9 ).


Kebudayaan Sumeria:

Dewa yang bernama Enlil memberi tahu orang-orang bahwa dewa-dewa yang lain ingin menghancurkan umat manusia, namun ia berkenan untuk meyelamatkan mereka. Pahlawan dalam kisah ini adalah Ziusudra, raja yang taat dari negeri Sippur. Dewa Enlil memberi tahu Ziusudra apa yang harus dilakukan agar selamat dari Banjir. Teks yang menceritakan pembuatan kapal tersebut hilang, namun fakta bahwa bagian ini pernah ada terungkap dalam bagian-bagian yang menyebutkan bagaimana Ziusudra diselamatkan. Begitupun berdasarkan versi Babilonia tentang banjir, dapat disimpulkan bahwa dalam versi Sumeria yang lengkap tentulah terdapat rincian yang lebih menyeluruh tentang penyebab kejadian tersebut dan bagaimana perahu dibuat.

Kebudayaan Babilonia:

Ut-Napishtim adalah padanan bangsa Babilonia terhadap Ziusudra, pahlawan Sumeria dalam peristiwa banjir. Tokoh penting yang lain adalah Gilgamesh. Menurut legenda, Gilgamesh memutuskan untuk mencari dan menemukan para leluhurnya untuk mendapatkan rahasia kehidupan abadi. Ia diperingatkan akan berbagai bahaya dan kesulitan dalam perjalanan itu. Ia diberi tahu bahwa ia harus melakukan perjalanan melewati "pegunungan Mashu dan perairan maut"; dan perjalanan seperti itu hanya pernah diselesaikan oleh dewa matahari Shamash. Namun Gilgamesh menghadapi semua bahaya perjalanan dan akhirnya berhasil mencapai Ut-Napishtim. Naskah ini terpotong pada bagian yang menceritakan pertemuan antara Gilgamesh dan Ut-Napishtim; dan selanjutnya ketika teks dapat terbaca, Ut-Napishtim menceritakan kepada Gilgamesh bahwa "para dewa menyimpan rahasia kematian dan kehidupan bagi diri mereka sendiri" (mereka tidak akan memberikannya kepada manusia). Atas jawaban ini, Gilgamesh bertanya bagaimana Ut-Napishtim dapat mem-peroleh keabadian; dan Ut-Napishtim menceritakan kepadanya kisah banjir sebagai jawaban atas pertanyaan ini. Banjir tersebut juga diceritakan dalam kisah "dua belas meja" yang terkenal dalam epik tentang Gilgamesh. Ut-Napishtim memulai dengan mengatakan bahwa kisah yang akan diceritakan kepada Gilgamesh merupakan "sesuatu yang rahasia, sebuah rahasia dari dewa-dewa". Ia bercerita bahwa ia berasal dari kota Shurup-pak, kota tertua di antara kota-kota di daratan Akkad. Berdasarkan ceritanya, dewa "Ea" telah memanggilnya melalui dinding kayu gubuknya dan menyatakan bahwa para dewa telah memutuskan untuk menghancurkan semua benih kehidupan dengan sebuah banjir; namun penyebab keputusan mereka tidak diterangkan dalam cerita banjir Babilonia sebagai-mana halnya dalam kisah banjir Sumeria. Ut-Napishtim menceritakan bahwa Ea telah menyuruhnya membuat sebuah perahu dan ia harus membawa serta "benih-benih dari semua makhluk hidup"dengan perahu itu. Ea memberitahunya ukuran dan bentuk kapal itu; berdasarkan hal ini, lebar, panjang, dan tinggi kapal menjadi sama. Badai besar menjungkirbalikkan segala sesuatu selama enam hari dan enam malam. Pada hari ketujuh, badai reda. Ut-Napishtim melihat bahwa di luar kapal, "semua telah berubah menjadi lumpur yang lengket". Kapal tersebut terdampar di gunung Nisir.

Menurut catatan Sumeria-Babilonia, Xisuthros atau Khasisatra diselamatkan dari banjir oleh sebuah kapal yang panjangnya 925 meter, bersama keluarganya, teman-temannya, dan berbagai jenis burung dan binatang. Disebutkan bahwa "air meluap hingga ke langit, lautan menutupi pantai, dan sungai meluap dari tepiannya". Dan kapal itu pun akhirnya terdampar di gunung Corydaean.

Menurut catatan Asiria-Babilonia, Ubar Tutu atau Khasisatra diselamatkan bersama keluarga, pembantu, ternaknya, dan binatang-binatang liar dalam sebuah kapal yang panjangnya 600 kubit, tinggi dan lebarnya 60 kubit. Banjir tersebut berlangsung selama 6 hari dan 6 malam. Ketika kapal tersebut mencapai gunung Nizar, merpati yang dilepaskan kem-bali, sedangkan burung gagak tidak kembali.

Berdasarkan beberapa catatan Sumeria, Asiria dan Babylonia, Ut-Napishtim beserta keluarganya selamat dari banjir yang terjadi selama 6 hari dan 6 malam. Dikatakan "Pada hari ketujuh Ut-napishtim melihat keluar. Semuanya sangat sepi. Manusia sekali lagi menjadi lumpur." Ketika kapal terdampar di gunung Nizar, Ut-napishtim mengirim ma-sing-masing seekor burung merpati, burung gagak dan burung pipit. Burung gagak tinggal memakan bangkai, sedangkan dua burung yang lain tidak kembali.


Kebudayaan India:

Dalam epik Shatapatha Brahmana dan Maha-bharata dari India, seseorang bernama Manu diselamatkan dari banjir bersama Rishiz. Menurut legenda, seekor ikan yang ditangkap oleh Manu dan dilepaskannya, tiba-tiba berubah menjadi besar dan menyuruhnya untuk membuat sebuah perahu dan mengikatkan ke tanduknya. Ikan ini dianggap penjelmaan dari dewa Wishnu. Ikan tersebut menarik kapal mengarungi ombak yang besar dan membawanya ke utara, ke gunung Hismavat.

Kebudayaan Wales:

Menurut legenda Wales (dari Wales, wilayah Celtic di Inggris), Dwynwen dan Dwyfach selamat dari bencana besar dengan sebuah kapal. Ketika bah yang amat mengerikan yang terjadi akibat meluapnya Llynllion yang dinamai Danau Gelombang surut, mereka berdua memulai kembali kehidupan di daratan Inggris.

Kebudayaan Skandinavia:

Legenda Nordic Edda mengisahkan tentang Bergalmir dan istrinya yang selamat dari banjir dengan sebuah kapal besar.

Kebudayaan Lithuania:

Dalam legenda Lithuania, diceritakan bahwa beberapa pasang manusia dan binatang diselamatkan dengan berlindung di puncak sebuah gunung yang tinggi. Ketika angin dan banjir yang berlangsung selama dua belas hari dan dua belas malam tersebut mulai mencapai ketinggian gunung yang hampir menenggelamkan mereka yang ada di sana, Sang Pencipta melemparkan sebuah kulit kacang raksasa kepada mereka. Mereka yang ada di gunung tersebut selamat dari bencana dengan
berlayar bersama kulit kacang raksasa ini.


Kebudayaan Cina:

Sumber-sumber bangsa Cina mengisahkan tentang seseorang yang bernama Yao bersama tujuh orang lain, atau Fa Li bersama istri dan anak-anaknya, selamat dari bencana banjir dan gempa bumi dalam sebuah perahu layar. Dikatakan bahwa "seluruh dunia hancur. Air menyembur dan menenggelamkan semua tempat". Akhirnya, air pun surut.

Banjir Nuh dalam Mitologi Yunani:

Dewa Zeus memutuskan untuk memusnahkan manusia yang menjadi semakin sesat, dengan sebuah banjir. Hanya Deucalion dan istrinya Pyrrha yang selamat dari banjir, karena ayah Deucalion sebelumnya telah menyarankan anaknya untuk membuat sebuah kapal. Pasangan ini mendarat di gunung Parnassis sembilan hari setelah menaiki kapal.



Banjir Nabi Nuh dalam Perjanjian Lama


kejadian 6:17-21

6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."

6:22. Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.


kejadian 7:1-5

7:1. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 7:2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 7:3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 7:4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."

7:5. Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.


kejadian 7:7-9

7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.


kejadian 7:14-16

7:14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 7:15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.


kejadian 7:23

7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.


kejadian 6:18

6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.


kejadian 7:7

7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.


kejadian 7:13

7:13. Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu,


kejadian 7:6, 11

7:6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.

7:11. Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.


kejadian 8:13

8:13. Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.


kejadian 9:28

9:28. Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. 9:29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.


Menurut Perjanjian Lama, sesuai dengan pernyataan bahwa “semua makhluk di dunia akan mati” dalam sebuah banjir yang menggenangi seluruh permukaan bumi, maka seluruh manusia dihukum, dan yang selamat hanya mereka yang menaiki bahtera bersama Nuh. Saya mempunyai suatu perspektif bahwa kata "semua" ini menunjukkan bahwa bangsa-bangsa selain bani Israel adalah bangsa-bangsa berdosa sehingga kata "semua mahkluk akan dimusnahkan" dipakai dalam kitab-kitab mereka. Hal ini diperkuat dengan apa yang tercantum dalam Injil:


galatia 2:15

2:15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.


Sayangnya Allah telah menyangkalnya dalam AlQuran tentang kriteria kaum yang berdosa yang mana hanya Allah yang bisa menentukannya.


Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa." (QS. 6:147 )

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (QS. 5:18 )

Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar." (QS. 62:6 )


Menurut kitab kejadian 7:14-16 secara literal disebutkan bahwa segala binatang liar (tentunya termasuk serigala, singa, harimau, ular kobra, buaya) dan binatang melata (tentunya termasuk kalajengking berbisa, laba-laba, cecak, ular python, ular derik, lintah, dll) dimasukkan kedalam kapal nabi Nuh. Apakah kelihatan tidak berbahaya bagi penumpang kapal dan juga adanya hewan-hewan buas pemangsa (karnivora) yang bisa memangsa satu sama lain dan dapat memenuhi kapal? Dan bagaimana mereka bisa bertahan di atas kapal tanpa habitat aslinya selama 1 tahun 1 bulan?

Juga menurut kitab Pentateuch ini pada pasal kejadian 6:17-21, 7:7-9, 7:14-16, Nuh secara tepat memasukkan hewan-hewan yang sepasang-sepasang, akan tetapi kemudian menjadi berkontradiksi (berubah menjadi) tujuh pasang (bukan sepasang lagi) untuk hewan yang tidak haram ("clean", BBE) dan sepasang untuk hewan yang haram ("unclean", BBE) pada ayat kejadian 7:1-5.

Hal ini menimbulkan pertanyaan? Apakah Allah berfirman secara tidak konsisten dalam satu kejadian dengan satu waktu yang sama? ataukah bani Israil bermaksud mengubah ayat-ayat namun karena ketidaktelitian dan keluguan mereka, maka hal ini menunjukkan bahwa bani Israil terindikasi telah mengubah-ubah perkataan jika ayat diatas tidak mempunyai pengertian yang konsisten.

Logika atau alasan yang masuk akal kenapa suatu kejadian yang sama di waktu yang sama bisa mempunyai dua pengertian, tidak lain hal ini menunjukkan 2 kemungkinan, setidaknya bagi saya pribadi, bahwa bani Israel mencoba mengklaim bahwa Nuh as adalah penganut ajaran Taurat (sebagai nenek moyangnya) atau klaim lain untuk penyesuaian bagi adat mereka yang diharamkan oleh Allah SWT untuk memakan hewan-hewan tertentu setelah diturunkannya Taurat untuk menunjukkan kontinyuitas ajaran Taurat sejak masa nabi Nuh as. Mari kita simak apa yang terdapat dalam kitab Pentateuch mereka dan dari Quran:



imamat 20:24-26

20:24 Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: Kamulah yang akan menduduki tanah mereka dan Akulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain.
20:25 Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.

20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.


ulangan 14:1-21

14:1. "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; 14:2 sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi." 14:3 "Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. 14:4 Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing;
14:5 rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan. 14:6 Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah--yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua--dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan. 14:7 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu. 14:8 Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. 14:9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik boleh kamu makan, 14:10 tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik janganlah kamu makan; haram semuanya itu bagimu. 14:11 Setiap burung yang tidak haram boleh kamu makan. 14:12 Tetapi yang berikut janganlah kamu makan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; 14:13 elang merah, elang hitam dan burung dendang menurut jenisnya; 14:14 setiap burung gagak menurut jenisnya; 14:15 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya; 14:16 burung pungguk, burung hantu besar, burung hantu putih; 14:17 burung undan, burung ering dan burung dendang air;
14:18 burung ranggung, dan bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar. 14:19 Juga segala binatang mengeriap yang bersayap, itupun haram bagimu, jangan dimakan. 14:20 Segala burung yang tidak haram boleh kamu makan. 14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."


imamat 11:1-47

Silahkan baca sendiri di Perjanjian Lama......


Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. (QS. 17:2-3 )


AlQuran juga secara jelas menyatakan bagaimana sikap kebiasaan bani Israil/Yahudi yang suka menentu-nentukan sendiri keharaman dan kehalalan suatu hewan sebelum diturunkan Taurat:


Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar." (QS. 3:93 )

Dan mereka mengatakan: "Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. Dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6:138-139 )

(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar, dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan ?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 6:143-148 )


Ada suatu indikasi bahwa karena angka 7 merupakan bilangan keramat bangsa Yahudi (dibuktikan dengan hari Sabat, jumlah sujud, jumlah hari, jumlah bulan, jumlah tahun, jumlah keluarga, jumlah anak, jumlah pohon korma, umur nabi-nabi, jumlah sesepuh bani Israel, jumlah suku, jumlah pasukan, jumlah lembu dan domba, jumlah lampu, jumlah berat perak, jumlah percikan yang (hampir atau semuanya) selalu mengandung angka tujuh) sehingga Yahudi membawa-bawa adat mereka untuk dimasukkan kedalam kisah nabi Nuh (yang secara kronologis jaman bukanlah nabi mereka) untuk menguatkan eksistensi mereka. Sebagai pelengkap suatu sudut pandang, apa yang pernah dilakukan oleh Abraham menunjukkan kesamaan persepsi dengan 'kepercayaaan /kebiasaan' bangsa Yahudi terhadap bilangan 7.


kejadian 12:28-30

21:28 Tetapi Abraham memisahkan tujuh anak domba betina dari domba-domba itu. 21:29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: "Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?" 21:30 Jawabnya: "Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini."


Menurut kitab Taurat jumlah orang yang masuk ke dalam kapal adalah delapan orang, yaitu Nuh, Sem, Ham, Yafet, istri Nuh, dan ketiga istri anaknya dan umur Nuh adalah 600 tahun pada waktu kejadian air bah.


Banjir Nabi Nuh dalam Perjanjian Baru

2 petrus 2:5

2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;

Cross check :
Dan terpisah, bukan di bumi yang telah tua, tetapi selamatlah Nuh sebagai orang yang ke delapan, seorang penyeru kesalehan, membawa dalam banjir ke atas dunia yang tidak taat pada Tuhan. (Peter kedua 2:5 )


1 petrus 3:20

3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

Cross check :
Di saat mereka itu ingkar (tidak mentaati), ketika suatu masa Tuhan lama menderita menunggu di masa Nuh, sembari perahu dipersiapkan, dalam jumlah beberapa, delapan jiwa diselamatkan oleh air. (Peter pertama 3:20 ).


matius 24:37-39

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Cross check :
Tetapi, pada masa Nabi Nuh, dan juga kedatangan seorang anak laki-laki. Dan pada hari- hari di mana mereka sebelum datangnya banjir, mereka makan dan minum, mereka menikah dan saling memberi dalam pernikahan itu, hingga datanglah suatu waktu ketika Nuh masuk ke dalam perahu, dan mengertilah dia tidak lebih hingga datangnya banjir, dan dia membawa mereka semua menjauh, demikian juga dengan datangnya seorang anak lelaki itu. (Matius 24:37-39 ).


lukas 17:26-27
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Cross check :
Dan sebagaimana pada hari-hari masa Nuh, dan seharusnya juga juga pada masa seorang anak laki-laki. Mereka makan, minum, menikahi isteri, mereka saling diberi dalam perkawinan, hingga datanglah suatu hari ketika Nuh memasuki perahu, dan banjir datang, dan menghancurkan mereka semua. (Lukas 17: 26-27 ).


2 petrus 3:5-6

3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.

Cross check :
Dikarenakan mereka mengabaikan, bahwa dengan kata Tuhan surga-surga menjadi tua, dan bumi mempertahankan air dan berada di dalam air: Di mana bumi kemudian, diluapi dengan banjir, dibinasakan. (Peter kedua 3:5-6 ).


Semua legenda dan kisah dalam kitab-kitab mengindikasikan sebuah realitas sejarah yang konkret. Dalam sejarah, setiap masyarakat menerima risalah, setiap insan menerima wahyu suci, sehingga banyak kaum yang mengetahui peristiwa Banjir Nuh. Sayangnya, begitu manusia berpaling dari esensi wahyu suci, catatan tentang peristiwa banjir besar pun mengalami banyak perubahan versi dan berubah menjadi legenda dan mitos seperti yang ditunjukkan dalam berbagai versi cerita diatas. Bahkan terjemahan dalam Injilpun, secara esensi (maknawi) bisa berbeda satu sama lain? Jadi pengertian mana yang harus dipakai, karena misalnya pengertian roh, yang dimaksud roh itu apakah roh betulan, jin/syetan, malaikat atau seorang manusia?

Bagaimana dengan pandangan Quran sendiri, berikut beberapa penjelasan dari hal tersebut:



Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. 23:27 )


Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya." Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan."

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. 11:40-43, 46, 49 )


Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. 29:14-15 )


Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. 7:64 )


Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. 69:11-12 )
Last edited by moslem on Fri Jan 19, 2007 9:30 pm, edited 2 times in total.
User avatar
moslem
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 441
Joined: Fri Oct 13, 2006 3:13 pm
Location: antah berantah, small village

Postby moslem » Fri Jan 19, 2007 9:24 pm

Bagian 2:

Lanjutan kalimat diatas:

Al Quran secara konsisten menyatakan bahwa jumlah hewan yang dibawa adalah dalam jumlah sepasang-sepasang, ada putra nabi Nuh yang tidak ikut kapal (karena memilih menjadi orang kafir), banjir yang hanya menimpa umatnya saja (tidak seluruh dunia seperti yang disebut dalam Taurat dan dapat dibuktikan dengan data-data arkeologis), dan mendaratnya kapal di gunung/bukit yang tinggi, dan umur nabi Nuh adalah 950 tahun pada waktu terjadinya air bah tersebut.
Sejauh ini klaim yang disebut dalam Al Quran adalah cukup konsisten baik hubungannya dengan ayat-ayat lain maupun dengan data-data penelitian arkeologis dan juga menyebut hal-hal seperti ada putra Nuh yang tidak naik kapal. Namun kontradiksi yang paling mencolok adalah umur Nuh yang disebut dalam Taurat pada saat terjadi musibah air bah adalah 600 tahun, sementara Al Quran menyebut 950 tahun. Dan kapan beliau meninggal tidaklah diceritakan dalam AlQuran.

Jadi pernyataan siapa yang salah dan siapa yang benar? Dari ayat-ayat Al Quran diatas terlihat Quran memiliki konsistensi dalam penyampaian berita sementara pada Taurat ditemukan beberapa hal kontradiktif dan yang paling fatal adalah penyebutan satu peristiwa yang memiliki dua fakta. Namun berdasarkan berita-berita kitab suci telah menjadi suatu isyarat kenabian (baik dalam AlQuran maupun Bibel dan Taurat) bahwa seorang nabi akan meninggal tidak lama sesudah urusan dengan umatnya tergenapi/mencapai puncaknya (setidaknya pada contoh Adam, Musa, Harun, Isa, dan Muhammad SAW). Karena itu adalah mungkin menjadi hal yang kurang sinkron jika nabi Nuh dalam Taurat dinyatakan masih hidup selama 300 tahun lagi setelah musibah air bah tergenapi untuk menghukum umatnya.



"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?" (QS. 26:196-197 )


Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. (QS. 17:2-3 )

Tanpa bermaksud menjustifikasi peristiwa secara ketok palu secara lebih awal, mari selanjutnya kita coba-coba analisis isi apa yang dikatakan Taurat:


kejadian 9:18-26

9:18. Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan. 9:19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. 9:20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 9:21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. 9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. 9:23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. 9:24. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, 9:25 berkatalah ia "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." 9:26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.


Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu." Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku." (QS. 23:26 )


AlQuran menyebut bahwa ada seorang anak nabi Nuh yang memilih kafir dan tidak mau masuk ke kapal, akan tetapi Taurat tidak menyebut apa-apa tentang anak nabi Nuh yang kafir dan tidak mau masuk kapal tersebut. Sementara Taurat menyebut bahwa ada tiga anak Nuh yang masuk ke kapal, akan tetapi salah satu anak tersebut, yaitu Ham 'dimasa sisa 300 tahun' hidup nabi Nuh melakukan kesalahan dengan 'menceritakan aib' nabi Nuh dan akhirnya anak tersebut dikutuk menjadi hamba yang paling hina beserta keturunannya sekalian (bangsa
Kanaan). Sebenarnya siapakah anak dari Nabi Nuh yang tidak ikut naik kapal? Dari sejarah 25 rasul akan didapat keterangan siapakah anak nabi Nuh yang tidak ikut naik kapal tersebut.

Sebagai salah satu referensi yang sempat saya ambil adalah dari Syi'ah Encyclopedia, yaitu sebagai berikut:


==================================
Is Imamat a matter of Inheritance?
==================================
According to the Shi'a, Imam is chosen by Allah. It is not the matter of
inheritance, for if it was the case, then Imam al-Husain (AS) should not have
become Imam after the martyrdom of Imam al-Hasan (AS). Imam al-Hasan had many
children and descendants, yet non of them became Imam. Rather, his brother, Imam
al-Husain (AS), became Imam after him. Also there have been some heretical sons
and grandsons for some of the Imams, non of whom received the position of
Imamat. This shows that leadership is not hereditary. Of course, a pure gene is
necessary for the Imam, but Imam needs many other qualifications as well. Allah
knows who has all such qualifications. It was just Allah's wish to put all the
Imams in the Progeny of the Prophet (PBUH&HF).

In fact, if one study the history of the prophets of God, he will find that they
were from the same family. Allah, to whom belong Might and Majesty, said:

"And when Abraham was tested by his Lord with certain commands and he
fulfilled them. Then He said: Lo! I appoint you an Imam for mankind.
(Abraham) said: And of my offspring (will there be Imam)? He said: My
covenant does not reach the wrong-doers (among them)." (Quran 2:124).

In the above verse, Allah did not deny leadership from the descendants of
Abraham, but He rather limited this position to the qualified progeny of the
Prophet Abraham. Allah said that God-assigned leadership does not reach to a
person who is a "Dhalim" (wrong-doer), even if such person is the descendant of
Abraham. Thus being the descendant of Abraham does not necessarily make the
person Imam because there should be other qualifications beside it. Those among
them who were not wrong-doer (free from sin) were qualified, since they not only
had pure gene, but they have gained other qualifications through hardship. As
Allah had the foreknowledge of their patience and qualifications, He entrusted
them with this position, and preferred them above all His creation:

Lo! Allah preferred Adam and Noah and the Family of Abraham and the Family
of 'Imran above (all His) creatures. (3:33)

Prophet Muhammad's lineage goes back to Prophet Ishmael (Isma'il) (AS), the son
of Prophet Abraham (AS). Also Prophet Moses (AS) and Prophet Jesus (AS) were
both from Prophet Isaac (AS) who was the other son of Prophet Abraham (AS). In
fact ALL the prophets after Abraham were from his House. Yet, we do not claim
that Prophethood is hereditary. He was Allah who chose them one by one. In other
words, we do not say that the son of the Prophet should always be a prophet.
There should be many other qualifications beside it, otherwise Kan'an, the son
of Noah (AS), would have survived. Prophet Noah (AS) had three other sons: Aam,
Sam and Yafas who were believers and who with their wives entered the Ark and
were saved. They were from different mother than that of Kan'an, however.

Therefore being son of a prophet or an Imam does not necessarily make the person
prophet or Imam or even righteous. In short, pure gene for the prophets and
Imams is necessary but NOT sufficient.

Ulul-Amr/Imam is assigned by Allah, the same way that prophet is assigned by
Allah. Look at Holy Quran in which Allah frequently stated that He is the one
who assigns Imam. (see Quran 2:124, 21:73, 32:24, etc.)

There are twelve Imams who are assigned by Allah as the successors of Prophet
Muhammad (PBUH&HF). There is a widespread tradition in the Sunni documents which
states that the number of Imams after the Prophet are twelve. (See for instance,
Sahih al-Bukhari, Arabic-English version, v9, p250, tradition #329; Sahih
Muslim, English version, Chapter DCCLIV, v3, p1009, traditions #4477, #4478;
Sahih al-Tirmidhi, v4, p501; Sunan Abu Dawud, v2, p421 ;
Musnad Ahmad Ibn Hanbal, v5, p106). There are other Sunni documents in which the
Prophet (PBUH&HF) even mentioned these twelve Imams name by name. (see, for
instance, "Yanabi' al-Mawadda" by al-Qunduzi al-Hanafi).

Allah assigned these twelve Imams, not just because they were from the House of
the Prophet (PBUH&HF), but because they were, in their times, the most
knowledgeable, the most illustrious, the most god-fearing, the most pious, the
best in personal virtues, and the most honored before Allah; and their knowledge
was derived from their ancestor (the Prophet) through their fathers, and also by
direct teachings from Allah through inspiration (Ilham).

The successors of the prophets (except the successors of Prophet Muhammad) were
also prophets, and thus they were all assigned by Allah. Also Quran tells that
some prophets, with the order of Allah, assigned Imams (who were not prophets).
Let me give you some verses of Quran:

Didn't you turn your vision to the chiefs of the children of Israel after
Moses? They said to a Prophet (that was) among them: "Appoint for us a
king that we may fight in the cause of Allah." (Quran 2:246)

Anyone who has been specifically assigned by Allah as king is an Imam. A prophet
can also be Imam/king but not all the prophets were Imam. If one becomes a
divinely appointed king/Imam, it does not necessarily mean that he will
physically govern. The above verse of Quran is about Talut (AS) Below is another
verse of Quran which provides more details:

Their Prophet[1] said to them: "Allah has appointed Talut (Saul) as
king[2] over you." They say: "How can he exercise authority over us when
we are better fitted than he to have authority and he has not been given
wealth enough?[3]" He (i.e., their Prophet) said: "Allah has chosen
him[4] above you and has gifted him abundantly with knowledge[5] and
bodily prowess; Allah grants His authority to whom He pleases.[6]
Allah cares for all and He knows all things." (Quran 2:247)

The first part of the above verse (marked 1) proves that the community had a
prophet and Talut was among the people of that community, so that their Prophet
was the prophet of Talut also. Thus Talut was not a prophet.

The part marked 2, shows that Allah appointed Talut as Imam/leader/king. Part 3
shows that divinely appointed king is not chosen based on wealth. This kingship
is primarily spiritual, and of course Talut is the most qualified person to
govern physically also, but the latter depends on the adherence of people to
them while the former position (spiritual leadership) is always fixed for the
Imam. Electing Imam/king is not the duty of People, and as Part 4 suggests,
Allah chooses king/Imam for He knows who is the most qualified for such eminent
position. King here means the person who has authority by Allah. This is proved
by Part 6 of the above. The person who has this authority is replete with
knowledge and wisdom as Part 5 testified. In the next verse, we read:

And (further) their Prophet said to them: "A sign of his authority is
that there shall come to you the Ark of the Covenant with (an assurance)
therein of security from your Lord and the relics left by the family of
Moses and the family of Aaron carried by angels. In this is a Symbol
for you if you indeed have faith." (Quran 2:248)

Also in another verse, Allah mentions:

Or do they envy mankind for what Allah has given them of His bounty? But
We have bestowed the House of Abraham the Book and Wisdom and bestowed
upon them a great kingdom. (Quran 4:54)

Again this kingdom is Imamat since only very few members of the House of Abraham
physically governed.


==================
House of Noah (AS)
==================

And Noah Cried unto his Lord and said: "My Lord! Verily my son is of my
family; and verily Your promise is true, and You are the most just of
the judges."

He (Allah) said: "O Noah! Verily he is not of your family; Verily
he is (of) conduct other than the righteous; Therefore do not ask what
you have no knowledge about; Verily I advice you not to be of the
ignorant ones." (Quran 11:45-46)


Abul Ala Maududi wrote in his commentary of the above verse that:

"If a part of the body of a person becomes rotten and the surgeon
decides to cut it off, he will not comply with the request of the
patient, who says 'Do not cut because it is a part of my body'. The
surgeon will reply, 'It is no longer a part of your body because it is
rotten.' Likewise when a righteous father is told that his son is a
worthless act, it means to imply that the efforts that you made to bring
him up as a good son have gone waste for the work is spoilt and ended in
utter failure."

Sunni reference: Commentary of Quran by Abul Ala Maududi (published by the
Islamic Publications (Pvt) Limited), p367, under verse 11:45-46

Prophet Noah (AS) was pleading for his own son and the reply was that the lad
was not worthy of being his son. It is made crystal clear by this verse that
though one might be of the same blood and flesh, born through the same
parents, but if the issue doesn't possess the good qualities of the parents
then he or she is not of his parents' stock (as said in the second verse).
Noah had three other sons, Aam, Sam and Yafas who were believers and who with
their wives entered the Ark and were saved and Kanan was Noah's son by his
OTHER wife who was a disbeliever and perished along with her son.


It can be concluded that if any one does not hold the goodness of the correct
faith in Allah, be he the son of the Apostle, he is not to be of the stock of
his parentage; His very birth through his own parents is denied to him, even
the right to be on God's earth is withdrawn from him, and he is to be
destroyed.

Thus, even one is to be the son of a prophet of Allah, the lack of
righteousness gets him disowned from the progeny (Itrat) of the apostolic
family. It is for this reason that the term Ahlul-Bayt is restricted to the
deserving members of the House of the Prophet and doesn't cover all of those
who are born from his blood. Ahlul-Bayt are only the individuals among
Prophet's descendants who also had close affinity in character and utmost
spiritual attainment with Prophet (PBUH&HF).



"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing)," (QS. 66:10 )


Sangat jelas ditunjukkan dalam dokumen Islam dan ayat diatas bahwa ada istri nabi Nuh yang kafir (tidak ikut naik kapal) dan anaknya yang kafir tersebut (yang juga tidak ikut naik kapal) bernama Kan'an. Karena itu jika mengacu ke dalam referensi Islam sangat tampak sekali bahwa Yahudi mengubah jalan cerita dan cerita mabuknya nabi Nuh tentunya hanya sebuah rekayasa.

Dalam Taurat juga digambarkan bahwa nabi Nuh sedang "gila" (mabuk) dan mengeluarkan sumpah serapah (kutukan), akan tetapi dalam Quran justru bangsa kafirlah yang menyumpahi/mengutuk nabi Nuh sebagai "orang gila" dan menunggu/membiarkan kelakuan nabi Nuh sampai suatu waktu tertentu. Mari kita simak apa yang dikatakan Quran tentang kesalehan nabi Nuh:



Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik. Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. (QS. 57:26-27 )

Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh). (lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (QS. 37:78-84 )

"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing)," (QS. 66:10 )

kejadian 6:8-9

6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


Selanjutnya kita lanjutkan analisis ini, dari kitab kejadian pasal 10 dan 11 akan didapat daftar keturunan/anak cucu Set, Ham, dan Yafet dimana mereka bertiga adalah putra-putra nabi Nuh. Dari Yafet misalnya akan berketurunan Magog (bangsa Yajuj? versi Quran) dan keturunannya akan menyebar dan berpencar menjadi bangsa-bangsa di pesisir (middlestream) dan mengangkat keturunan Yafet menjadi ras diatas Kana'an (keturunan Ham).

Dari Ham sendiri, bapa Kanaan (versi Taurat), karena telah dikutuk oleh Nuh tadi 'menghasilkan' keturunan 'orang-orang berdosa' seperti Nimrod, penguasa Babel (Namrudz, raja Babilonia), bangsa Sodom dan Gomorah, Adma dan Zeboim yang dimusnahkan oleh Tuhan (lihat Hosea 11:8 )



kejadian 10:6, 15-20

10:6. Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.

10:15. Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het, 10:16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi; 10:17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini, 10:18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu. 10:19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. 10:20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.


Sementara keturunan Sem justru didoakan oleh nabi Nuh (lihat kejadian 9:26 ) agar menjadi ras yang terpuji dan penguasa atas keturunan Kanaan (yang dikutuk oleh Nuh tadi), dan terbukti melahirkan nabi-nabi besar terutama bagi bani Israel seperti Selah (nabi Saleh), Lot (nabi Luth), Abraham, Ismael, Ishaq, Yakub, Ayub, Musa, Harun, Yusuf, Daud, Salomo (Sulaiman as), dan Isa as dan Muhammad SAW nabi segala umat (lihat kitab 1 Tawarikh pasal 1-9, 23-27 ).

Akan tetapi ayat-ayat dibawah justru menunjukkan sebaliknya dengan yang dikatakan di kejadian 9:26, bahwa doa-doa yang pernah dipanjatkan Nuh hanya kepada kaumnya saja akan tetapi nabi Ibrahimlah yang pernah memanjatkan doa agar keturunannya menjadi orang terhormat, dan Allah mengabulkannya dengan pengecualian terhadap orang yang zalim ('orang yang terkutuk', pen. muslim):


Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya." Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." (QS. 11:45-46 )

Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan." Mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam." Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku." Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS. 26:117-121 )

Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman. Maka dia mengadu kepada Tuhannya: "bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)." Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. (QS. 54:9-11 )

Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu." Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku." (QS. 23:25-26 )

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (QS. 2:124 )



Sementara ayat-ayat dibawah tidaklah menunjukkan bukti bahwa nabi Nuh pernah berdoa terhadap keturunannya, akan tetapi hanya suatu pernyataan dari Allah SWT sendiri terhadap anak cucu nabi Nuh yang akan melanjutkan keturunan:


Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan. (QS. 37:75-77 )


kejadian 9:1

9:1. Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.



Selanjutnya mari kita analisis apa yang disebut dalam kitab Pentateuch dan sedikit Injil:


1 tawarikh 9

9:1. Seluruh orang Israel telah terdaftar dalam silsilah; mereka tertulis dalam kitab raja-raja Israel, sedang orang Yehuda telah diangkut ke dalam pembuangan ke Babel oleh karena perbuatan mereka yang tidak setia.


2 raja-raja 5:15

5:15. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"


kejadian 12:1-3

12:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."


kejadian 17:1-14

17:1. Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 17:2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

17:4. "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja (mainstream).

17:7. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 17:13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."


kejadian 12:6

12:6. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. 12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.


kejadian 15:17-21

15:17. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. 15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: 15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, 15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim, 15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."


kejadian 22:17-18

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."


kejadian 23:6-7

23:6 "Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu." 23:7 Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,


kejadian 24:7

24:7 TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini (maksudnya tanah Kanaan, pen. muslim)--Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.


kejadian 28:13-15

28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."


bilangan 33:50-35

33:50. TUHAN berfirman kepada Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho: 33:51 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 33:52 maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka; juga haruslah kamu membinasakan segala patung tuangan mereka dan memusnahkan segala bukit pengorbanan mereka. 33:53 Haruslah kamu menduduki negeri itu dan diam di sana, sebab kepadamulah Kuberikan negeri itu untuk diduduki. 33:54 Maka haruslah kamu membagi negeri itu sebagai milik pusaka dengan membuang undi menurut kaummu: kepada yang besar jumlahnya haruslah kamu memberikan milik pusaka yang besar, dan kepada yang kecil jumlahnya haruslah kamu memberikan milik pusaka yang kecil; yang ditunjuk oleh undi bagi masing-masing, itulah bagian undiannya; menurut suku nenek moyangmu haruslah kamu membagi milik pusaka itu. 33:55 Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumbar di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.


ulangan 7:1, 8:1, 9:1

7:1. "Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu,

8:1. "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

9:1. "Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit--


kejadian 17:20

17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.


kejadian 25:13-18

25:13 Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, 25:14 Misyma, Duma, Masa, 25:15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. 25:16 Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya. 25:17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. 25:18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.


1 tawarikh 1:28-31

1:28. Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael. 1:29 Inilah keturunan mereka: anak sulung Ismael ialah Nebayot, lalu Kedar, Adbeel, Mibsam, 1:30 Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, 1:31 Yetur, Nafish dan Kedma; mereka itulah anak-anak Ismael.


1 tawarikh 1:34

1:34 Abraham memperanakkan Ishak. Anak-anak Ishak ialah Esau dan Israel.


kejadian 24:37

24:37 Tuanku itu telah mengambil sumpahku: Engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan, yang negerinya kudiami ini,


kejadian 28:6

28:6. Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ--pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: "Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan" -- 28:7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram, 28:8 maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.


kejadian 16:3

16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.


kejadian 32:27-28

32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." 32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."


kejadian 35:10

35:10 Firman Allah kepadanya: "Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu." Maka Allah menamai dia Israel.


kejadian 33:20

33:20 Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: "Allah Israel ialah Allah."


kejadian 49:28

49:28. Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.


kejadian 47:27-29

47:27. Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah Gosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ. Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak. 47:28 Dan Yakub masih hidup tujuh belas tahun di tanah Mesir, maka umur Yakub, yakni tahun-tahun hidupnya, menjadi seratus empat puluh tujuh tahun. 47:29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: "Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya tanganmu di bawah pangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,


kejadian 46:1-3

46:1. Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya. 46:2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: "Yakub, Yakub!" Sahutnya: "Ya, Tuhan." 46:3 Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 46:4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."


imamat 20:24

20:24 Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: Kamulah yang akan menduduki tanah mereka dan Akulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain.

20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.


keluaran 13:5


13:5 Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.


Dari ayat-ayat diatas akan didapati fakta-fakta sebagai berikut:

1. Keunggulan/ketinggian ras keturunan Abraham atas ras-ras lain.

2. Keturunan Nuh dari silsisah Sem yang menurunkan para nabi termasuk Abraham, yang kemudian berketurunan menjadi nabi-nabi dibawah beliau dan para raja-raja dan kekuasaan yang besar yang dianugrahkan Allah SWT kepada bani Israel.

3. Allah bahkan menganugrahi gelar/sebutan Israel kepada Yakub, nabi bangsa Israel sendiri.


Namun ada hal-hal lain yang menjadi parameter sebagai berikut:

1. Tidak ada indikasi secara konsisten bahwa Allah mengutus banyak nabi kepada bangsa Israel yang menunjukkan bahwa mereka adalah bangsa yang dipilih Tuhan dalam arti karena kesalehannya kecuali hal-hal selain itu. Justru karena secara turun-temurun bani Israel melakukan banyak kemungkaranlah sehingga diutus nabi-nabi yang mendampingi bani Israel dan Allah telah membinasakan sebagian generasi bangsa Israel seperti yang banyak disebut dalam AlQuran bahkan mengutuk sebagian keturunannya menjadi kera dan babi (Quran verse). Sementara secara historis jaman, nabi sebelum Musa semisal Nuh, Lot dan Ibrahim bukanlah nabi-nabi bangsa Israel kecuali bani Israel mencoba mengklaimnya bahwa Nuh as pernah mengutuk tanah Kanaan.

2. Kisah tentang Ismael dan keturunannya yang hanya disebut secara singkat dalam Taurat bahwa ia beranak dua belas raja, namun raja yang mana ternyata tidak disebutkan/diceritakan dalam kitab Taurat dan apa saja aktivitas Ismael juga tidak disebutkan, juga kejadian-kejadian yang menimpa Abraham. Namun kisah-kisah tentang Ishak cukup bertaburan dibahas dalam Perjanjian Lama, padahal Ishak bukan nabi bani Israel tapi sekedar moyang bani Israel. Nabi khusus (spesial) bani Israel adalah Musa dan Yesus. Sementara Yehezkiel, Yakub, Yusuf, Daud, Salomo, Daniel, Yesaya adalah nabi-nabi yang hidup untuk umat saat itu (local area) termasuk dari bani Israel sendiri. Mari kita tengok satu ayat Taurat dan ayat-ayat dalam AlQuran:


ulangan 30:20

30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS. 2:125 )

Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu." (QS. 37:97 )

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." (QS. 6:74 )

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 2:258 )


Sebagai kitab Allah SWT, Taurat sangat rinci mencatat setiap kejadian sejak masa Adam dengan mencatat setiap keturunan atau generasi penerusnya dan setiap kejadian. Akan tetapi kisah-kisah penting seperti diatas yaitu pembangunan (rekonstruksi) Ka'bah oleh nabi Ibrahim dan Ismail, nabi Ibrahim yang diutus sebagai rasul bagi suatu kaum penyembah berhala (penyembah langit, bintang-bintang dan bulan, serta berbagai berhala), kisah Namrudz yang ditantang nabi Ibrahim agar menerbitkan matahari dari barat, perjuangan nabi Ibrahim melawan kaumnya untuk membuat mereka meninggalkan kepercayaan-kepercayaan takhyul, permusuhan dari kaumnya termasuk ayahnya sendiri, dilemparkannya nabi Ibrahim ke dalam api, penghancuran berhala-berhala kaumnya, ternyata tidak ada satu pun dari hal-hal di atas diceritakan dalam Perjanjian Lama.

4. Dalam banyak ayat misal kejadian 28:13-15 disebutkan bahwa semua keturunan Ishaq akan mendapat berkat diseluruh bumi dan keturunannya akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara, dan selatan dan diberkati. Akan tetapi kenyataan sekarang, sudahkah nubuat Taurat ini terpenuhi? Justru agama Islam dan umat Islamlah yang mengembang diseluruh pelosok jagad, baik dari golongan miskin maupun kaya dan malah orang Israel justru berusaha melakukan kemungkaran dengan menjajah negeri Palestina.

5. Dalam pasal kejadian 15:17-21 dinubuatkan, bahwa keturunan Abraham akan menguasai negeri-negeri Mesir, akan tetapi kenyataan sekarang penguasa dan rakyat Mesir dan jazirah Arab justru didominasi oleh orang-orang Islam (keturunan Ismail) dan bukan oleh Yahudi (keturunan Ishak).

6. Dalam kejadian 15:17-21, disebutkan bahwa negeri-negeri yang diberkati (Tanah Terpilih/Tanah yang Dijanjikan) adalah tanah Kanaan. Karena itu hal ini sangat kontradiktif dengan pernyataan Nuh as bahwa ia pernah mengutuk tanah Kanaan (tempat kelahiran para nabi dan makam orang-orang suci) dalam ayat kejadian 9:25, kejadian 23:6-7 dan kejadian 24:7.

Menurut penafsiran saya, ada suatu upaya pengaburan sejarah bahwa agar tanah Kanaan diinterpretasikan sebagai tanah 'kutukan' untuk menjaga supaya ras Yahudi tetap terlihat paling unggul karena umat Yahudi kemungkinan mendapati ayat-ayat berikut (jika ayat-ayat ini memang asli) dalam kitabnya yang asli:



ulangan 20:16-18

20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, 20:17 melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, 20:18 supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada TUHAN, Allahmu.


yehezkiel 16:1-3

16:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 16:2 "Hai anak manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem perbuatan-perbuatannya yang keji 16:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.


kejadian 24:2-4

24:2 Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: "Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, 24:3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. 24:4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku."


kejadian 28:1-2, 6-9

28:1. Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan. 28:2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu

28:6. Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ--pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: "Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan" -- 28:7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram, 28:8 maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. 28:9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.


kejadian 25:19-24

25:19. Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak. 25:20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya. 25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. 25:22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN. 25:23 Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." 25:24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
25:25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
25:26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.


Dari ayat diatas, bani Israil kemungkinan besar berusaha membelokkan persepsi dengan tujuan tertentu karena Yakub selaku anak yang lebih muda menikah dengan orang diluar Kanaan (yang mana Kanaan 'diasumsikan' telah dikutuk dan menjadi hamba keturunan Sem). Padahal dalam perspektif berbeda (misal dikaitkan dengan ayat AlQuran), justru ayat diatas menunjukkan pengertian/nubuat lain bahwa ajaran Taurat akan dilebur dalam (mengikuti) ajaran Islam (yang lebih muda) dan juga bahwa 'saudara muda/umat Islam'lah yang akan mengalahkan 'saudara tuanya/Yahudi' suatu saat kelak.


Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu([b]Taurat, pen. muslim): "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."[/b] Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami (penaklukan Yerusalem oleh tentara Romawi tahun 70 M, pen) yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung (umat Yahudi yang menyebar ke manca negara dan tidak punya negara, pen), dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu (umat Yahudi, pen) giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (mempunyai 'negara' yaitu Israel tahun 1948 dan kekuasaan yang besar). Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri (menguasai teknologi) dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu (umat Yahudi/Israel, pen) dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (QS. 17:2-7 )


Komposisi lain dari ayat Perjanjian Lama diatas juga menyatakan bahwa saudara tua Yakub (anak Ishaq) adalah seorang manusia yang berbulu dan berwarna merah. Tidakkah ini mencerminkan kondisi moyang/generasi bani Israil yang pernah dikutuk menjadi kera? (Quran verse).


daniel 9:11-13

9:11 Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.
9:12 Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem.
9:13 Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.


Ok kalau kembali ke ayat Quran surah 37:78-84 dan kitab kejadian 6:8-9 nabi Nuh adalah seorang yang terpuji ahklaknya, seorang yang tidak bercela dijamannya dan orang yang beriman, dan menjadi nenek moyang nabi Ibrahim. Karena itu sangat diyakini bahwa ayat kejadian 9:18-26 dan umur Abraham 600 tahun waktu terjadi air bah, dan peristiwa Nuh yang mabuk setelah kejadian air bah tersebut sehingga mengutuk tanah Kanaan adalah sebuah ayat manipulasi untuk 'sedikit mengurangi' kesalehan nabi Nuh yang dijuluki "orang gila" oleh kaum kafir dan bani Israil menggantinya agar orang kafirlah yang disebut "gila/terkutuk" oleh nabi Nuh dan memberikan ruang/tempat dalam kitab Taurat agar dapat mengangkat status nabi Nuh dan keturunannya nabi Ibrahim menjadi nenek moyang secara 'legitimate' bagi bani Israel dan juga untuk menjadi alasan/dasar untuk mendiskreditkan tanah Kanaan sebagai tanah 'underlevel/daerah jajahan' untuk menguatkan/melegetimasi ras Yahudi sebagai kaum/umat pilihan Tuhan.. (under my assumption).

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu (membalas perbuatan mereka dengan air bah, pen) sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. 11:38 )

Adapun sedikit perspektif dibawah dari Injil dan Quran memberikan riwayat dan penilaian yang berbeda tentang nabi Ibrahim/Abraham:


roma 11:1 (Injil)

11:1. Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.


galatia 4:21-31 (Injil)

4:21. Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? 4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 4:23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 4:24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar-- 4:25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. 4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 4:27 Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami." 4:28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 4:29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 4:30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." 4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.


Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (QS. 3:65 ) (maksudnya pada jaman dulu orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim as itu dari golongannya (nabinya). Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Ibrahim as itu datang sebelum mereka dan bukan nabi mereka, nabi mereka adalah Musa dan Yesus).


Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri/muslim/submission (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (AlQuran, surah 3:67-68 )


ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan (QS. 2:140 )


Selanjutnya simak pernyataan-pernyataan beberapa orang dibawah:


"Eksistensi Israel sebagai sebuah negara modern agak membingungkan karena tidak tertulis dalam kitab suci." (Thomas L. Friedman, ahli Timur Tengah dari Oxford University, AS)


"Di bawah kerajaan Islam agama Yahudi dan Kristen mampu hidup damai secara harmonis selama lebih dari enam ratus tahun. ...Mereka tidak menjadi korban pembantaian seperti di belahan Eropa lainnya." (Karen Amstrong, dalam 'The Battle for God')


"Tidak ada yang lunak menyangkut pendudukan Israel di wilayah-wilayah yang direbut pada tahun 1967. Hak-hak rakyat Palestina telah dilanggar secara sistematis oleh Shabak, polisi rahasia Israel." (Paul Findley, penulis buku 'Diplomasi Munafik ala Yahudi')


"(Ini merupakan) Serangan paling tajam yang pernah diarahkan oleh seorang mitra yunior (Israel) kepada pelindungnya yang kuat dan kaya (AS)." (Eric Silver, penulis Inggris yang mengungkapkan pengkhianatan Israel terhadap Amerika)


"Kalau mau tahu kejahatan Yahudi, simaklah ungkapan-ungkapan para pejabatnya." (William G. Carr, penulis buku 'Yahudi Menggenggam Dunia')


"Saya ingin mengatakan sesuatu yang sangat jelas: Jangan khawatir tentang tekanan Amerika pada Israel. Kami, bangsa Yahudi, mengkontrol Amerika, dan orang Amerika tahu hal itu!" (P.M. Israel Ariel Sharon)


"Ras kami adalah Ras Pilihan. Kami adalah yang dipilih Tuhan di planet ini. Kami berbeda dengan ras lain, karena mereka adalah serangga. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan ras kami, ras lain adalah binatang buas, paling tinggi cuma binatang ternak. Ras lain, kami anggap kotoran manusia. Kami memang ditakdirkan untuk memerintah ras-ras yang lebih rendah. Kerajaan kami akan diperintah oleh para pemimpin kami dengan batangan besi. Ras lain akan menjilati kaki kami dan menghamba pada kami seperti budak!" (P.M. Israel Menechem Begin)


"Satu juta orang Arab tidak lebih berarti dibanding seujung kuku seorang Yahudi!" (Rabbi Yaacov Perrin, New York Daily News, 28/02/1994, hal. 6)


Sejauh ini perkiraan-perkiraan diatas saling menguatkan satu sama lain untuk menunjukkan indikasi bahwa Yahudi/bani Israil mengubah/menambah/mengurangi ayat-ayat dalam kitab-kitab mereka untuk menghapus fakta sebenarnya dengan tujuan-tujuan dan kepentingan tertentu yang tidak lebih adalah dominasi kekuasaan dan seks (money, power, and sex). dan untuk memberikan pijakan di masa mendatang bagi pembangunan konsep "ras/suku bangsa"-nya. Bangsa Yahudi percaya bahwa mereka adalah kaum yang selalu dipilih oleh Tuhan dan merasa lebih unggul dari yang lainnya. Silahkan eksplorasi sendiri kitab Perjanjian Lama dan Quran sedalam-dalamnya untuk mengungkap bukti-bukti kejahilan bani Israel menyangkut harta, kekuasaan dan seks yang mencerminkan kelakuan umat Yahudi di jaman modern sebagaimana yang pernah dikatakan nabi Muhammad SAW bahwa fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah soal wanita/perempuan.

galatia 2:15

2:15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain


[color=blue]Karena itu jika banyak terdapat hal yang berkontradiksi antara Quran dan kitab sebelumnya, adalah bukan suatu hal yang menunjukkan bahwa isi Quran adalah suatu kesalahan, akan tetapi kitab-kitab sebelumnyalah yang diubah-ubah untuk kepentingan tertentu...:)



keluaran 2:6-9

2:5. Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.


Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari. dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?." (QS. 28:8, 9, 12 )


Adakah hal-hal diatas yang bertentangan? Entah apakah putri Firaun atau salah satu keluarga Firaun yang mengambil bayi Musa dari sungai, entah apakah putri Firaun atau perempuan-perempuan mana saja yang mau menyusuinya yang ditemui oleh kakak Musa, apakah terdapat pertentangan? Ataukah ayat-ayat di kitab Taurat telah diubah-ubah oleh bani Israel dengan mengganti istri Firaun dengan putri Firaun? Istri Firaun adalah salah seorang wanita mulia yang dijanjikan surga oleh Allah SWT karena keimanannya melawan kekafiran Firaun yang justru tidak didapati keterangan ini pada kitab Taurat ("Altered Taurat")...


Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (QS. 66:11 )


Wallahu 'alam....


Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 3:66 )


Akhirnya jika kembali ke persoalan tentang umur Nabi Nuh yang sesungguhnya saat musibah air bah terjadi, untuk dibuktikan kitab mana yang salah pernyataannya, salah satu caranya adalah dengan cara membuktikan klaim AlQuran bahwa kitab-kitab sebelumnya diubah-ubah ayatnya untuk menunjukkan bahwa data-data diatas juga kemungkinan telah mengalami perubahan, seperti soal 7 pasang hewan yang dibawa masuk ke atas kapal nabi Nuh yang sangat pantas untuk dikatakan sebuah perubahan ayat.... Silahkan menuju sub indeks "Pembuktian Muhammad SAW sebagai nabi terakhir" di web http://www.faithfreedomwatch.tz4.com


Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. 5:48 )
User avatar
moslem
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 441
Joined: Fri Oct 13, 2006 3:13 pm
Location: antah berantah, small village

Postby moslem » Fri Jan 19, 2007 10:28 pm

--------------------------

Fenomena Dead Sea Scroll

Quote:

Karena telah terbukti bahwa Taurat tidak pernah berubah dari jaman dulu sampai sekarang (lihat bukti2 Dead Sea Scroll), maka sudah jelas bahwa Muhammadlah yang salah mengutip sewaktu mendengar kisah itu dari kaum Yahudi di Arabia.

Kutipan dari 25 Fascinating Facts of Dead Sea Scrolls:
The Scrolls can be divided into two categories-biblical and non-biblical. Fragments of every book of the Hebrew canon (Old Testament) have been discovered except for the book of Esther.


terjemahan:
Naskah2 terbagi atas dua kategori: Alkitab dan non-Alkitab. Naskah2 setiap kitab Ibrani (Alkitab Perjanjian Lama) telah ditemukan kecuali kitab Esther.


Sungguhkah Dead Sea Scroll mencerminkan naskah asli?, mari cek data-data berikut:

The source of this excitement is what these Dead Sea Scrolls reveal about the history of the Second Temple period (520 B.C.E.-70 C.E.), particularly from the second century B.C.E. until the destruction of the Second Temple in 70 C.E.-a time of crucial developments in the crystallization of the monotheistic religions.

matius 1:17

1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.


Setidaknya Musa hidup dijamannya Fir'aun Menephthah (1232-1224 S.M.) dan umur Musa 120 tahun, sehingga tidak ada yang menjamin bahwa bani Israel tidak mengubah kitab-kitab mereka dalam waktu-waktu sesudah kematian Musa as, sementara Dead Sea Scroll hanya mencatat manuskrip sampai tahun 520 SM, waktu yang jauh untuk mendekati masa pemerintahan nabi Daud as sekalipun.


Referensi Arkeologi:
Diambil dari situs http://www.harunyahya.com
Everett C. Blake, Anna G. Edmonds, Biblical Sites in Turkey, Istanbul: Redhouse Press, 1977, p. 13
dan lain-lain.
User avatar
moslem
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 441
Joined: Fri Oct 13, 2006 3:13 pm
Location: antah berantah, small village

Postby AkuAdalahAing » Fri Jan 19, 2007 10:58 pm

mo banjir kek...
mo gempa bumi kek...
mo angin puting beliung kek...

yang penting aku tetap "BANGGA" akan sifat nabi dan allah ku yang tercatat dalam qur'an dan hadist. TITIK !!!
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Inj

Postby vicanguryx » Thu Apr 12, 2012 4:21 pm

moslem wrote:fakta bahwa peristiwa yang sama dituturkan dalam berbagai catatan sejarah berbagai bangsa tersebut, yang kecil kemungkinan saling berkomunikasi, merupakan bukti nyata bahwa mereka menerima pengetahuan dari sebuah sumber ilahiah. Tampak bahwa banjir Nuh, salah satu kejadian terbesar dan paling destruktif dalam sejarah, telah diwartakan oleh banyak nabi yang diutus ke pelbagai peradaban dengan tujuan untuk memberi contoh. Dengan demikian, berita tentang banjir Nuh tersebar ke berbagai kebudayaan.


Mohon dijelaskan dengan mendetail (kalau bisa dalam daftar & referensi) apa yang dimaksud dengan "banyak nabi yang diutus ke pelbagai peradaban".

Fakta sejarah bahwa Islam lahir pada zaman Muhammad & tidak ada referensi atau bukti sejarah yang mengatakan sebaliknya, sungguh menyulitkan kita untuk percaya Islam ada sebelum Muhammad ada.
User avatar
vicanguryx
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 55
Joined: Wed Apr 11, 2012 3:56 pm

Re:

Postby simplyguest » Sat Apr 14, 2012 9:43 am

moslem wrote:--------------------------

Sungguhkah Dead Sea Scroll mencerminkan naskah asli?, mari cek data-data berikut:

The source of this excitement is what these Dead Sea Scrolls reveal about the history of the Second Temple period (520 B.C.E.-70 C.E.), particularly from the second century B.C.E. until the destruction of the Second Temple in 70 C.E.-a time of crucial developments in the crystallization of the monotheistic religions.

matius 1:17

1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.


Setidaknya Musa hidup dijamannya Fir'aun Menephthah (1232-1224 S.M.) dan umur Musa 120 tahun, sehingga tidak ada yang menjamin bahwa bani Israel tidak mengubah kitab-kitab mereka dalam waktu-waktu sesudah kematian Musa as, sementara Dead Sea Scroll hanya mencatat manuskrip sampai tahun 520 SM, waktu yang jauh untuk mendekati masa pemerintahan nabi Daud as sekalipun.


Referensi Arkeologi:
Diambil dari situs http://www.harunyahya.com
Everett C. Blake, Anna G. Edmonds, Biblical Sites in Turkey, Istanbul: Redhouse Press, 1977, p. 13
dan lain-lain.


"tidak menjamin" apakah berarti pasti dirubah?

Lalu apakah yang menjaga kitab2 dahulu itu hanya Musa? Jadi setelah kematian Musa, berarti kitab2 itu pasti dirubah olah bangsa Israel? Trus apa gunanya nabi2 selanjutnya setelah Musa kalau begitu?

"...Dead Sea Scroll hanya mencatat manuskrip sampai tahun 520 SM...".
Trus apa harus sampai ditemukan gulungan2 yang benar2 ditulis pada zaman Musa? Teori arkeologi macam apa itu kalo harus menunggu sampai benar2 ditemukan gulungan yang ditulis pada jamannya...

Dengan adanya penemuan Dead sea Scrolls, bukankah justru berarti bahwa kitab2 yang ditulis setelah tahun 520 SM itu terbukti keakuratannya, seperti kitab Yesaya, Daniel dan kitab2 lain?
User avatar
simplyguest
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1906
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Inj

Postby angky » Sat Apr 14, 2012 10:08 am

moslem wrote:Setidaknya Musa hidup dijamannya Fir'aun Menephthah (1232-1224 S.M.) dan umur Musa 120 tahun, sehingga tidak ada yang menjamin bahwa bani Israel tidak mengubah kitab-kitab mereka dalam waktu-waktu sesudah kematian Musa as, sementara Dead Sea Scroll hanya mencatat manuskrip sampai tahun 520 SM, waktu yang jauh untuk mendekati masa pemerintahan nabi Daud as sekalipun.


Jika ada perubahan MENDASAR dari DSS, pada jaman Kristus hadir, tentu Kristus akan MENCELA DAN MENENTANG Kitab kitab yang diajarkan di sinagoga. Tuduhan kepalsuan baru muncul di abad ke 6 M yang setelah ditelisik pun bukan menuduh KITAB nya yang palsu tetapi praktek dan pengajaran. Mengenai praktek dan pengajaran menyimpang sudah ditemui dan tercatat dalam PB.
angky
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3329
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Inj

Postby vicanguryx » Fri Apr 27, 2012 9:26 am

moslem wrote:Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS. 69:11-12 )
moslem wrote: Apakah Banjir itu Bencana Lokal atau Global ?


Diambil dari : http://christiananswers.net/indonesian/ ... c005i.html

1. Semua gunung tertutupi.
Puncak gunung yang tertinggi di Bumi ini kurang lebih 20 kaki diatas permukaan air (Kejadian 7:19-20). Sungguh tidak masuk akal bahwa Air bah yang menutupi gunung tertinggi di Asia Tengah tidak akan mempengaruhi daerah lainnya. Sebagai tambahan, air yang setinggi gunung itu tetap ada selama 5 bulan (Kej 7:18-24, 8:1-5)

2. Bahtera Nuh sangat besar.
Bahtera dipersiapkan untuk mencegah kepunahan manusia dan hewan. Jika Air bah hanya terjadi secara lokal, TUHAN dapat mengirimkan mereka ke daerah yang aman dari dunia. TUHAN memperingatkan Nuh tentang Air bah 120 tahun sebelum terjadinya. Pastinya, Nuh dan keluarga dapat saja pindah sejauh-jauhnya pada waktu itu. Dan juga, jika Air bah hanya terjadi secara lokal, bahtera tersebut tidak perlu dibuat sebesar itu. Pada waktu besi pertama direkonstruksi pada masa sekarang ini, Bahtera tersebut adalah kapal terbesar yang pernah dibuat pada masanya. Bahtera itu cukup besar untuk menjadi tempat tinggal pasangan-pasangan semua makhluk hidup bernapas yang ada, hewan-hewan yang ada di Bumi ini.

moslem wrote:Tidak ada indikasi secara konsisten bahwa Allah mengutus banyak nabi kepada bangsa Israel yang menunjukkan bahwa mereka adalah bangsa yang dipilih Tuhan dalam arti karena kesalehannya kecuali hal-hal selain itu. Justru karena secara turun-temurun bani Israel melakukan banyak kemungkaranlah sehingga diutus nabi-nabi yang mendampingi bani Israel dan Allah telah membinasakan sebagian generasi bangsa Israel seperti yang banyak disebut dalam AlQuran bahkan mengutuk sebagian keturunannya menjadi kera dan babi (Quran verse). Sementara secara historis jaman, nabi sebelum Musa semisal Nuh, Lot dan Ibrahim bukanlah nabi-nabi bangsa Israel kecuali bani Israel mencoba mengklaimnya bahwa Nuh as pernah mengutuk tanah Kanaan.


Pertanyaannya : untuk apa TUHAN mengutus nabi kepada bangsa yang saleh ?
TUHAN memilih Israel semata-mata karena kasih anugerahNYA & JanjiNYA.
Siapa yang bilang Nuh, Lot dan Abraham adalah nabi ? bukannya AlQuran ? Israel tidak pernah menyatakan hal ini, apalagi mencoba mengklaim. Ini seperti pepatah "Lempar batu sembuyi tangan" atau "maling teriak maling".

moslem wrote:Sementara ayat-ayat dibawah tidaklah menunjukkan bukti bahwa nabi Nuh pernah berdoa terhadap keturunannya, akan tetapi hanya suatu pernyataan dari Allah SWT sendiri terhadap anak cucu nabi Nuh yang akan melanjutkan keturunan:

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan. (QS. 37:75-77 )


Tadi katanya Local ? kenapa hanya anak cucu Nuh (menurut AlQuran adalah nabi) yang melanjutkan keturunan ? :rolleyes:

moslem wrote:Jadi pernyataan siapa yang salah dan siapa yang benar? Dari ayat-ayat Al Quran diatas terlihat Quran memiliki konsistensi dalam penyampaian berita sementara pada Taurat ditemukan beberapa hal kontradiktif dan yang paling fatal adalah penyebutan satu peristiwa yang memiliki dua fakta. Namun berdasarkan berita-berita kitab suci telah menjadi suatu isyarat kenabian (baik dalam AlQuran maupun Bibel dan Taurat) bahwa seorang nabi akan meninggal tidak lama sesudah urusan dengan umatnya tergenapi/mencapai puncaknya (setidaknya pada contoh Adam, Musa, Harun, Isa, dan Muhammad SAW). Karena itu adalah mungkin menjadi hal yang kurang sinkron jika nabi Nuh dalam Taurat dinyatakan masih hidup selama 300 tahun lagi setelah musibah air bah tergenapi untuk menghukum umatnya.


Surat 4:157-158 menyatakan bahwa Isa tidak meninggal tetapi langsung diangkat oleh Awloh.

Dari "Siapakah Allah ini ?" hal.80
Jika umat Muslim tetap mempertahankan pendapat mereka bahwa Yesus tidak pernah mati namun diangkat ke surga dalam keadaan hidup, mereka secara logis harus mengakui kesimpulan-kesimpulan berikut ini :
Pertama, Yesus masih tetap hidup sampai hari ini di surga seperti ketika Dia masih di bumi karena kita tidak dapat membayangkan Dia mati di surga.
Kedua, jika Yesus belum meninggal, dan tidak akan pernah meninggal, klaim Muhammad sebagai penerus Yesus jelas tidak mungkin terjadi alias nihil atau hampa belaka.
User avatar
vicanguryx
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 55
Joined: Wed Apr 11, 2012 3:56 pm

Re: Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Inj

Postby Brawijaya V » Wed Jun 20, 2012 12:02 am

vicanguryx wrote:1. Semua gunung tertutupi.
Puncak gunung yang tertinggi di Bumi ini kurang lebih 20 kaki diatas permukaan air (Kejadian 7:19-20). Sungguh tidak masuk akal bahwa Air bah yang menutupi gunung tertinggi di Asia Tengah tidak akan mempengaruhi daerah lainnya. Sebagai tambahan, air yang setinggi gunung itu tetap ada selama 5 bulan (Kej 7:18-24, 8:1-5)



Bro.. cuman mau tanya... apa bener puncak gunung tertinggi di bumi itu 20 kaki? Berarti cuma 6 meter dong???
Brawijaya V
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 302
Joined: Tue Sep 28, 2010 3:23 am

Re: Kontradiksi dalam kisah nabi Nuh (Muhammad Menjiplak Inj

Postby vicanguryx » Thu Jul 05, 2012 3:59 pm

Brawijaya V wrote:Bro.. cuman mau tanya... apa bener puncak gunung tertinggi di bumi itu 20 kaki? Berarti cuma 6 meter dong???

Ha ha, maap bro. maklum modal copas, Seharusnya ditulis "puncak gunung tertinggi di bumi tertutupi air sampai 6 meter".

Thanks, JBU. :rock:
User avatar
vicanguryx
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 55
Joined: Wed Apr 11, 2012 3:56 pm


Return to Quran & ISA Almasih, Injil



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users