. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby Cratos.RR » Sun Apr 08, 2012 1:25 am

Salam,

Saya tertarik membahas mengenai zina dan hal yang berkaitan dengan zina dalam perspektif Islam, setelah membaca argumen argumen teman teman muslim dalam menanggapi 4 trit yang membahas zina yang dibuat oleh bung Keeamad yakni:
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/tidak-ada-tawanan-yang-dizinahi-muslim-gak-ada-yg-berzinah-t48104/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/nikah-zinah-perkosa-an-di-mata-allah-islam-t48173/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/larangan-haram-memperkosa-dalam-quran-t48149/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/tafsir-hadis-berzina-dengan-iman-t48315/

Baiklah kita akan membahas dua topik yakni perzinahan dan pemerkosaan.
1. Perzinahan

Kita akan membahas perzinahan ditinjau dari ayat ayat zina dalam Al-Quran
Surah An-Nur:

الزَّانِيَةُ وَ الزَّاني‏ فَاجْلِدُوا كُلَّ واحِدٍ مِنْهُما مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِما رَأْفَةٌ في‏ دينِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ
الْآخِرِ وَ لْيَشْهَدْ عَذابَهُما طائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِني

2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari mereka berdua seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegahmu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

Para ulama fiqih memberikan batasan bahwa zina yang dimaksud dengan ayat diatas adalah :
masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita tanpa nikah atau syibhu nikah (mirip/setengah nikah).

Ulama Al-Hanafiyah memberikan definisi yang terperinci akan pengertian zina yakni
hubungan seksual yang haram yang dilakukan oleh mukallaf (aqil baligh) pada kemaluan wanita yang hidup dan musytahah dalam kondisi tanpa paksaan dan dilakukan di wilayah hukum Islam (darul Islam) di luar hubungan kepemilikan (budak) atau nikah atau syubhat kepemilikan atau syubhat nikah.
[Al-Bada’i 7: 33 dan Al-Bidayah Syarhul Hidayah 4:138]

Bila kita tarik kesimpulan akan definisi Al-Hanafiyah ini maka kita bisa melihat lebih detail lagi bahwa:
1.Hubungan seksual : sedangkan percumbuan yang tidak sampai penetrasi bukanlah dikatakan sebagai zina.
2.yang haram : maksudnya pelakuknya adalah seorang mukallaf (aqil baligh). Maka orang gila atau atau anak kecil tidak masuk dalam definisi ini.
3.pada kemaluan : sehingga bila dilakukan pada dubur bukanlah termasuk zina oleh Al-Imam Abu Hanifah.
Sedangkan oleh Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah meski dilakukan pada dubur sudah termasuk zina.
4.wanita : bila dilakukan pada sesama jenis atau pada binatang bukan termasuk zina.
5.yang hidup : bila dilakukan pada mayat bukan termasuk zina.
6.musytahah : maksudnya adalah bukan wanita anak kecil yang secara umum tidak menarik untuk disetubuhi.
7.dalam kondisi tanpa paksaan : perkosaan yang dialami seorang wanita tidaklah mewajibkan dirinya harus dihukum.
8.dan dilakukan di wilayah hukum Islam (darul Islam)
9.di luar hubungan kepemilikan (budak) atau nikah atau syubhat kepemilikan atau syubhat nikah.


Ada beberapa hal yang menentukan suatu perbuatan tersebut termasuk zina secara syar`i atau tidak; yakni:
1.Pelakunya adalah seorang mukallaf, yaitu aqil dan baligh. Sedangkan bila seorang anak kecil atau orang gila melakukan hubungan seksual di luar nikah maka tidak
termasuk dalam kategori zina secara syar`i yang wajib dikenakan sangsi yang sudah baku. Begitu juga bila dilakukan oleh seorang keterbelakangan mental yang para
medis mengakui kekurangannya itu.
2.Pasangan zinanya itu adalah seorang manusia baik laki-laki ataupun seorang wanita. Sehingga bila seorang laki-laki berhubungan seksual dengan binatang seperti
anjing, sapi dan lain-lain tidak termasuk dalam kategori zina.
3.Dilakukan dengan manusia yang masih hidup. Sedangkan bila seseorang menyetubuhi seorang mayat yang telah mati, juga tidak termasuk dalam kategori zina yang
dimaksud.
4.Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa zina itu hanyalah bila dilakukan dengan memasukkan kemaluan lak-laki ke dalam kemaluan wanita. Jadi bila dimasukkan ke dalam
dubur (anus), tidak termasuk kategori zina yang dimaksud dan memiliki hukum tersendiri. Namun Imam Asy-Syafi`i dan Imam Malik dan Imam Ahmad tetap menyatakan bahwa hal itu termasuk zina yang dimaksud.
5.Perbuatan itu dilakukan bukan dalam keadaan terpaksa baik oleh pihak laki-laki maupun wanita.
6.Perbuatan itu dilakukan di negeri yang secara resmi berdiri tegak hukum Islam secara formal, yaitu di negeri yang ‘adil’ atau ‘darul-Islam’.

Sedangkan untuk sampai kepada eksekusi atas pelaku perzinahan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain :
1.Pelakunya adalah seorang yang sudah cukup usia (baligh).
2.Pelakunya adalah seorang yang sudah waras akalnya (aqil). Seorang gila bila berzina dengan orang waras, maka yang dihukum hudud hanyalah yang waras saja,
sedangkan yang gila tidak dihukum hudud.
3.Pelakunya adalah seorang muslim dan muslimah. Pendapat Al-Malikiyah bahwa bila seorang kafir laki-laki berzina dengan seorang wanita kafir maka tidak dihukum
hudud tetapi dihukum ta`zir sesuai dengan pandangan hakim sebagai pelajaran bagi keduanya. Sedangkan bila laki-laki kafir berzina dengan wanita muslimah, maka yang laki-laki dihukum ta`zir sedang yang muslimah dihukum hudud.

Menurut Jumhur Ulama bagi seorang kafir yang berzina, akan dihukum hudud, dengan beberapa ketentuan yakni:
1.Perbuatan itu dilakukan dalam keadaan tidak terpaksa. Jumhur ulama sepakat bahwa seorang yang berzina karena terpaksa, maka tidak dapat dijatuhi hukuman hudud.
Sedangkan Imam Ahmad mengatakan harus dihukum hudud. Namun Sehingga yang dizinai secara paksa atau diperkosa tidak dihukum.
2.Perbuatan itu dilakukan dengan seorang manusia bukan dengan hewan. Bila dilakukan dengan hewan, maka pelakuknya dihukum dengan ta`zir bukan dengan hudud.
Sedangkan hukum hewan yang disetubuhi itu tetap halal dan dagingnya boleh dimakan. Namun Al-Hanabilah menyatakan bahwa bila perbuatan itu disaksikan oleh minimal 2 orang, maka hewan itu dibunuh, pelakunya diwajibkan membayar harga hewan itu tapi dagingnya tidak halal dimakan.
3.Pasangan itu baik laki-laki atau wanita adalah mereka yang sudah masuk kategori bisa melakukan hubungan seksual. Bila laki-laki bersetubuh dengan wanita di
bawah umur, tidak dihukum hudud. Begitu juga bila seorang wanita dewasa bersetubuh dengan anak kecil yang belum baligh.
4.Perbuatan itu tidak mengandung syubhat. Seperti bila seorang menyangka wanita yang disetubuhinya adalah istrinya tapi ternyata bukan. Ini adalah pendapat jumhur
ulama. Dan karena syubhatnya itu, maka Imam Abu Hanifah dan Abu Yusuf mengatakan tetap harus dihukum hudud.
5.Pelakunya adlaah orang yang mengerti dan tahu bahwa ancaman hukuman zina adalah hudud yaitu rajam atau cambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun.
Sehingga bila pelakunya mengaku bahwa dia tidak tahu ancaman hukuman zina, maka para ulama berbeda pendapat.
6.Wanita yang dizinai bukanlah seorang kafir harbi.
7.Wanita yang dizinai adalah seorang wanita yang masih hidup atau bernyawa.

Para ulama membagi pelaku zina menjadi dua macam, yaitu :
- Pelaku zina yang belum pernah menikah sebelumnya secara syar`i. Pelakunya disebut ghairu muhshan.
Hukuman zina ghairu muhshan adalah jalad atau cambuk dan diasingkan selama setahun.
- Pelaku zina yang sudah pernah menikah sebelumnya secara syar`i. Pelakunya disebut muhshan.
Pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam, yaitu dilempari dengan batu hingga mati.
Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu.
Syarat untuk memenuhi kriteria ihshah (muhshan) adalah sebagai berikut:
1.Islam
2.Baligh
3.Akil
4.Merdeka
5.Iffah
Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.
6.Tazwij
Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar yang sesuai dengan tuntunan muhammad.
7.Pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani.
Bila salah satu syarat diatas tidak terpenuhi, maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam.

Untuk bisa melakukan hukuman bagi pezina, maka harus ada ketetapan hukum yang syah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat.
Hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara :
1.Ikrar atau pengakuan dari pelaku
Pengakuan sering disebut dengan ‘sayyidul adillah’, yaitu petunjuk yang paling utama. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah melakukan kejahatan. Bila seorang telah berikrar di muka hakim bahwa dirinya berzina, maka tidak perlu adanya saksi-saksi.
Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya, maka hukuman hudud bisa dibatalkan.
Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya, maka tidak bisa dihukum. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku.
2.Saksi yang bersaksi di depan mahkamah
Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksi-saksi.
Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah :
Dasarnya adalah surah An-Nisa

وَ اللاَّتي‏ يَأْتينَ الْفاحِشَةَ مِنْ نِسائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ
الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبيل

15. Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zina), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila para saksi itu telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat, maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud.
Para saksi tersebut harus memenuhi beberapa syarat atau ketentuan untuk dapat dikatakan syah yakni:
- Para saksi ini sudah baligh semua. Bila salah satunya belum baligh, maka persaksian itu tidak syah.
- Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya.
- Para saksi ini adalah orang orang yang beragama Islam.
- Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina.
- Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar, bukan dengan bahasa kiasan.
- Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dan dalam satu waktu. Dan bila melihatnya bergantian, maka tidak syah persaksian mereka.
- Para saksi ini semuanya laki-laki. Bila ada salah satunya wanita, maka persaksian mereka tidak syah.

Di luar kedua hal diatas dalam rangka menjatuhkan hukuman zina, maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman hudud, tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku.
Terdapat perbedaan pendapat antara Ali bin Abi Thalib dan Imam Malik ra. mengenai bila ada seorang wanita hamil dan tidak ada suaminya,
Menurut Ali bin Abi Thalib tidak bisa langsung divonis telah berzina. Tetap diperlukan pengakuan atau persaksian.
Namun menurut Imam Malik ra.bila ada seorang wanita hamil dan tidak ada suaminya, maka wanita itu harus dihukum hudud.

Teman teman muslim dan non muslim , dapat melihat bahwa Islam dengan segala ajaran dan aturan nya sangat merendahkan kaum wanita. Hak hak mereka diabaikan, dan mereka dianggap sesuatu yang sangat rendah sehingga ucapan mereka , pendapat mereka tidak diperhitungkan dalam dunia Islam.


2. Perkosaan

Islam tidak mengenal istilah perkosaan, hanya mengenal zinah. Sehingga setiap peristiwa perkosaan akan diterapkan aturan dalm konsep perzinahan.
Bila teman teman telah membaca uraian diatas, akan jelas sekali bahwa tuduhan perkosaan oleh kaum muslim terhadap kaum non muslim tidak akan diterima oleh mereka. Aturan aturan tersebut hanya berlaku di dalam kalangan kaum muslim. Sehingga apapun yang mereka lakukan terhadap kaum non muslim, itu adalah hal hal yang sah dan halal dalam Islam.

Dan bilamana diterapkan aturan aturan zina tersebut, perempuan yang menjadi korban tidak akan pernah bisa mendapatkan keadilan karena persyaratan konyol yang dibuat sehingga tidak memungkinkan mereka mendapatkan keadilan.

Silahkan bagi temen temen muslim dan non muslim untuk menganalisa pemahaman mengenai zina dan perkosaan dalam konsep Islam dalam uraian diatas. Pakailah nurani, logika dan akal sehat dalam memahaminya.

Salam anak bangsa,
User avatar
Cratos.RR
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby keeamad » Sun Apr 08, 2012 1:38 am

Terimakasih Bro Cratos

Saya ingin meminta tanggapan anda, terutamnya ttg LOGIKA quran atas Zinah dan Perkosaan.
Kutipannya:
Ada beberapa hal yang menentukan suatu perbuatan tersebut termasuk zina secara syar`i atau tidak; yakni:
5.Perbuatan itu dilakukan bukan dalam keadaan terpaksa baik oleh pihak laki-laki maupun wanita.

Jika MEMANG DILAKUKAN Secara Terpaksa,
Hukum / Dalil Apa Yang Akan Dikenakan Kepada PRIA DAN Wanita YANG Telah MENGADU Zakar dan Farji Mereka itu???

Di sisi lain:
2. Perkosaan

Islam tidak mengenal istilah perkosaan, hanya mengenal zinah. Sehingga setiap peristiwa perkosaan akan diterapkan aturan dalm konsep perzinahan.

Kira2x, PERKOSAAN itu masuk DALAM Uraian KATEGORI / Tipe / Model Zinah Yang Seperti Apa dan Bagaimana???

Salam

Edited:
Saya kurang mengerti TULISAN berikut:
7.dalam kondisi tanpa paksaan : perkosaan yang dialami seorang wanita tidaklah mewajibkan dirinya harus dihukum.
Apakah Kata "TANPA" seharusnya Kata "DENGAN"???
User avatar
keeamad
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6726
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby Cratos.RR » Sun Apr 08, 2012 2:25 am

keeamad wrote:Saya ingin meminta tanggapan anda, terutamnya ttg LOGIKA quran atas Zinah dan Perkosaan.
Kutipannya:
Ada beberapa hal yang menentukan suatu perbuatan tersebut termasuk zina secara syar`i atau tidak; yakni:
5.Perbuatan itu dilakukan bukan dalam keadaan terpaksa baik oleh pihak laki-laki maupun wanita.

Jika MEMANG DILAKUKAN Secara Terpaksa,
Hukum / Dalil Apa Yang Akan Dikenakan Kepada PRIA DAN Wanita YANG Telah MENGADU Zakar dan Farji Mereka itu???

Di sisi lain:
2. Perkosaan

Islam tidak mengenal istilah perkosaan, hanya mengenal zinah. Sehingga setiap peristiwa perkosaan akan diterapkan aturan dalm konsep perzinahan.

Kira2x, PERKOSAAN itu masuk DALAM Uraian KATEGORI / Tipe / Model Zinah Yang Seperti Apa dan Bagaimana???

Salam


Salam bung Keeamad,

Anda cermat dalam membaca uraian tersebut bung Keemad, saya salute terhadap anda.

Jika memang dilakukan terpaksa, tidak ada hukum yang dapat diterapkan.
Dan hal ini berkaitan dengan pertanyaan anda selanjutnya yakni mengenai perkosaan

Mengenai perkosaan, hal ini sebenarnya tidak ada terdapat di dalam Islam,sehingga tidak dapat dikategorikan dalam zina dalam bentuk apapun.

Namun pada saat ini ada kaum muslim (moderat) yg mengatakan bahwa perkosaan itu termasuk kategori zina, ini dilakukan hanya untuk menutupi hal ini dari hukum hukum universal yang diterapkan oleh sebagian besar negara yg menganggap bahwa perkosaan termasuk tindak kejahatan. Oleh karena itu, pada uraian diatas saya mengatakan bahwa setiap peristiwa perkosaan akan diterapkan aturan dalam konsep perzinahan dan untuk penerapannya tergantung oleh hakim syar`i yang menangani nya.

Dan bila berpegangan pada Islam yang seutuhnya tanpa adanya distorsi dari ajaran ajaran kemanusiaan, maka tidak ada perkosaan di dalam Islam.Tidak akan ada masalah perkosaan yang akan tuntas dan memperoleh keadilan dalam Islam bung Keemad, karena sekali lagi Islam tidak mengenal perkosaan.

Salam anak bangsa,
User avatar
Cratos.RR
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby Cratos.RR » Sun Apr 08, 2012 2:38 am

keeamad wrote:Edited:
Saya kurang mengerti TULISAN berikut:
7.dalam kondisi tanpa paksaan : perkosaan yang dialami seorang wanita tidaklah mewajibkan dirinya harus dihukum.
Apakah Kata "TANPA" seharusnya Kata "DENGAN"???


Salam bung,

Kalimat tersebut memang ditulis tanpa paksaan. Bila "tanpa" paksaan, hal itu akan dianggap zina. Dan bila "dengan" itu bukan dianggap zina dan tidak diberlakukan suatu hukuman terhadap kejadian tersebut.

Salam anak bangsa,
User avatar
Cratos.RR
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby muslim rocker » Sun Apr 08, 2012 2:41 am

kalau hanya tafsir dr 1 ayat yg anda bawa, yah bisa saja ditafsirkan demikian suka2 oleh anda..tp tidak demikian dengan ayat2 lain. Laknat Allah jelas kepada Umat luth yg Homo dan lesbian, hadits2 yg melaknat hub. seks dengan Binatang...dsb....dsb.

seperti juga kl yg ditafisrkan sila pertama saja dalam pancasila..yah Ujungnya cuman bicara Tuhan saja, gk ada bicara Kerakyatan, persatuan bangsa, UU...dll...
Last edited by muslim rocker on Sun Apr 08, 2012 2:44 am, edited 1 time in total.
User avatar
muslim rocker
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 472
Joined: Mon Oct 11, 2010 9:18 am

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby keeamad » Sun Apr 08, 2012 2:43 am

Cratos

Kalo dari hadis tirmizi, saya menangkap kesan bahwa,
Wanita yang mengaku dipaksa begini dan begitu (dalam kurung - diperkosa),
tapi tidak bisa membuktikan siapa pelakunya KECUALI HANYA Tuduhan Dan Kesaksiannya sendiri,
dan belum ADA PENGAKUAN Dari Pria Yang Melakukannya,
Wanita tsb SUDAH Dianggap Berzinah (dalam dalil quran, PENGAKUAN Pelaku / Si WANITA, Diterima ...)

Bagaimana menurut anda bro?
User avatar
keeamad
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6726
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby keeamad » Sun Apr 08, 2012 2:49 am

muslim rocker wrote:kalau hanya tafsir dr 1 ayat yg anda bawa, yah bisa saja ditafsirkan demikian suka2 oleh anda..tp tidak demikian dengan ayat2 lain. Laknat Allah jelas kepada Umat luth yg Homo dan lesbian, hadits2 yg melaknat hub. seks dengan Binatang...dsb....dsb.

seperti juga kl yg ditafisrkan sila pertama saja dalam pancasila..yah Ujungnya cuman bicara Tuhan saja, gk ada bicara Kerakyatan, persatuan bangsa, UU...dll...


Kita bukan bicara laknat, kita BICARA ZINA ....
Sebutin dari quran ente, kalo hubungan wanita sesama jenis itu zina ...

Ngerti ora son?
User avatar
keeamad
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6726
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby Cratos.RR » Sun Apr 08, 2012 3:13 am

keeamad wrote:Kalo dari hadis tirmizi, saya menangkap kesan bahwa,
Wanita yang mengaku dipaksa begini dan begitu (dalam kurung - diperkosa),
tapi tidak bisa membuktikan siapa pelakunya KECUALI HANYA Tuduhan Dan Kesaksiannya sendiri,
dan belum ADA PENGAKUAN Dari Pria Yang Melakukannya,
Wanita tsb SUDAH Dianggap Berzinah (dalam dalil quran, PENGAKUAN Pelaku / Si WANITA, Diterima ...)

Bagaimana menurut anda bro?


Bung Keeamad, hal itu sudah sesuai dengan Al-Quran surah An-Nisa

وَ اللاَّتي‏ يَأْتينَ الْفاحِشَةَ مِنْ نِسائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ
الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبيل
15. Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zina), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila para saksi itu telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Hak wanita tidak ada di dalam Islam bung, jika wanita mengadukan "pemerkosaan" yang menimpa nya akan dianggap berzina di dalam Islam.
Wanita dalam Islam, kemanapun dia pergi keluar dari rumah, harus disertai oleh wali/muhrimnya baik adik, abang laki2 maupun ayah. Dan wanita tidak diperbolehkan memakai pakaian selain burqa, dan melakukan pekerjaan pekerjaan lainnya tanpa ada nya kawalan dari walinya. Wanita tidak mempunyai identitas diri nya sendiri, mereka akan memakai identitas sang ayah. Dan hal ini terjadi di kawasan Arab,yang menerapkan hukum syar`i di negaranya.
Itulah hukum syar`i sebenarnya bung. Mungkin bung pernah mengetahui atau mendengar hal ini.

Oleh karena itu, apabila wanita mengalami pemerkosaan. Pihak wanita yang akan langsung disalahkan , dan dianggap telah berzina walaupun kenyataan sebenarnya dia diperkosa karena Islam telah membatasi wanita sedemikian rupa, sehingga bila terjadi pemerkosaan , itu adalah salah si wanita itu sendiri. Inilah kenyataan yang sulit diterima oleh teman teman muslim terutama yang di Indonesia. Begitu janggal, aneh dan tidak adil. Namun itulah Islam yang sebenarnya.

Salam anak bangsa,
User avatar
Cratos.RR
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 98
Joined: Sat Nov 19, 2011 2:22 pm
Location: Di Lembah Kidron

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby muslim rocker » Mon Apr 09, 2012 10:48 am

muslim rocker wrote;
kalau hanya tafsir dr 1 ayat yg anda bawa, yah bisa saja ditafsirkan demikian suka2 oleh anda..tp tidak demikian dengan ayat2 lain. Laknat Allah jelas kepada Umat luth yg Homo dan lesbian, hadits2 yg melaknat hub. seks dengan Binatang...dsb....dsb.

seperti juga kl yg ditafisrkan sila pertama saja dalam pancasila..yah Ujungnya cuman bicara Tuhan saja, gk ada bicara Kerakyatan, persatuan bangsa, UU...dll...

keemad wrote
Kita bukan bicara laknat, kita BICARA ZINA ....
Sebutin dari quran ente, kalo hubungan wanita sesama jenis itu zina ...

Ngerti ora son?

yg ngga2 aja anda..
ya, saya berbicara zina

Laknat dan adzab kepada umat Luth jelas sekali krn Homoseksual dan Lesbian.
berjibun di al quran kisahnya.
User avatar
muslim rocker
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 472
Joined: Mon Oct 11, 2010 9:18 am

Re: Konsep perzinahan dan pemerkosaan dalam Islam

Postby duren » Mon Apr 09, 2012 12:05 pm

Apa urusannya zina sama perkosa ? #-o

Islam mengijinkan PEMERKOSAAN terhadapa ISTRI SENDIRI !!
iSLAM MENGIJINKAN AZL !!
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11038
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm


Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users