by ibenk muslim » Tue Aug 17, 2010 10:46 pm
Maaf saya tidak sama persepsi dengan yang anda berikan tetapi point nya adalah akan banyak perdebatan tentang list berapa jumlah istri Rasulullah yang bisa kita tampilkan baik anda maupun saya dari keterangan /literature islam tentang ini tetapi point nya adalah saya menganggap
Ribuan tahun sebelum Islam datang, poligami sudah dipraktikkan meluas oleh masyarakat di berbagai belahan bumi. Nabi Muhammad SAW lahir dan tumbuh di tengah masyarakat seperti itu, jadi tidak benar kalau Islam yang dianggap sebagai pemula poligami.
Perkawinan Nabi yang monogami dan penuh kebahagiaan dengan Khadijah berlangsung 28 tahun. Beliau baru menikah lagi 2 tahun setelah Khadijah wafat. Rasul Saw kala itu berumur 54 tahun, menikahi Saudah bint Zam’ah yang berumur 65 tahun (ada riwayat yang menyebut 72 tahun). Beliau menikahi Saudah untuk melindungi perempuan tua yang sudah menopouse dari keterlantaran dan tekanan keluarga yang masih musryik.
Ketika dilamar, Saudah bilang,”Ya Rasul, saya sudah tak punya hasrat seksual…”
Semua perkawinan itu terjadi di Madinah dan dalam rentang waktu relatif pendek, 5 tahun. Sebagian istri Rasul Saw telah berumur, punya banyak anak dan janda para sahabat yang gugur dalam perang. Dari 11 istrinya Rasul tidak dikaruniai anak (hanya dengan Khadijah punya 6 anak).
Kesalehan dan kemuliaan akhlak Rasul Saw dalam memilih istri digambarkan dalam banyak hadits, di antaranya hadits Amrah bint Abdurrahman, Rasulullah Saw ditanyai: Ya Rasul mengapa engkau tidak menikahi perempuan dari kalangan Anshar yang sangat terkenal kecantikannya?”
“Mereka adalah perempuan yang sangat pecemburu dan tidak akan bersabar dimadu. Sementara aku punya beberapa istri dan aku tidak suka menyakiti kaum perempuan berkenaan dengan hal itu.” Jawab Rasulullah Saw.
Jadi Rasul memang menikah bukan kare na sex dan banyak praktik dalam pernikahanya yang bisa dijadikan pelajaran
Bahkan jika dalam tema ini diperdebatkan tentang perkawinan Rasul dan Siti Aisyah pun masih akan banyak perdebatan dan tentang ini tentang umur asisyah dan kehidupanya karena saya ambil contoh bahwa Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini tentang umur Aisyah yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibnu `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari ayahnya, yang mana seharusnya minimal dua atau tiga orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun di Madinah, di mana Hisham ibnu `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, di samping kenyataan banyaknya murid-murid di Madinah, termasuk yang terkenal adalah Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hishamtinggal di sana dan pindah dari Madinah ke Iraq pada usia tua.
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibnu `Urwah, Ibn Hambal dan Ibn
Sad), Aisyah dipinang pada usia tujuh tahun dan mulai berumah tangga pada usia sembilan tahun. Tetapi di bagian lain, Tabari mengatakan: “Semua anakAbu Bakar (empat orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari dua istrinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, At-Tabari (922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).
Jika Aisyah dipinang 620 M (Aisyah umur tujuh tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia sembilan tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyahdilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613 M, yaitu tiga tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada zaman Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyahberumur 14 tahun ketika dinikahi. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
Untuk maslah list saya tdk sama persepsinya dgn anda,dan apay ang anda coba beritahukan apa yang salah dari tiap2 perkawinan itu,..
Karena intinya kami muslim liat dari sudut hikmah dari perkawina Rasul,….
Terima kasih , Semoga Allah memberi Hidayah-Nya