. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kisah2 Seputar Mei 1998

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Rainn Forestha » Sat Apr 14, 2012 3:06 pm

Temans, sebentar lagi bulan Mei dan biasanya mulai diberitakan kembali hal2 & kisah2 seputar peristiwa Mei 1998.

Kalau tidak keberatan, sudikah teman2 FFI berbagi kisah yg dialami atau diketahui, terkait Mei 1998, baik yg di Jakarta maupun di berbagai daerah lainnya?
Karena yg umum diberitakan rasanya sudah hanya itu2 saja. Siapa tahu apa yg kita share bisa sedikit banyak ikut mumbuka mata atau bahkan menguak yang terselubung.

Kisah saya, yang di hari sesudah Soeharo turun tahta menyempatkan diri untuk 'main' ke kompleks gedung MPR DPR di pagi hari, adalah adanya kelompok agamis yg menyusup masuk lewat belakang (gerbang depan dijaga mahasiswa, siapapun yg ingin masuk harus menunjukkan kartu mahasiswa yg masih berlaku) berteriak2 mengusir yang membawa anak kecil. Berikutnya stelah steril dari anak2, mulailah ada keributan yg untungnya tidak memakan korban jiwa. Kejadian setelah itu sih seperti yg diberitakan koran. Adanya rapat akbar dan datangnya tokoh2 penentang Soeharto yg berbicara di depan umum di kompleks MPR DPR.

Saya penasaran tentang apa yg terjadi di wilayah lain Jakarta, juga di wilayah lain Indonesia.
Teman saya yg di Surabaya bercerita bahwa pada saat tersebut di Surabaya, militer Laut kekurangan personel (banyak dikirim ke ibukota) sehingga terpaksa mengerahkan tenaga sipilnya untuk memakai seragam marinir dan berjaga2 sambil membawa senjata tanpa peluru. Sementara militer asing juga berjaga2 di laut sekitar. Syukurlah Surabaya tidak megalami kekacauan seperti Jakarta.

Sementara mantan saya, Katholik keturunan China, yg waktu menjelang Soeharto turun ia naik KA dari Jatim ke Jakarta, bercerita bahwa untung ia hafal aneka ayat2 penting Quran. Jadi sepanjang jalan ia banyak membaca ayat2 sehingga tidak ada yg mencurigainya sbg nonmuslim. Kalo tidak, bisa jadi kami tidak bertemu kembali, katanya.

Adakah temans yg mempunyai pengalaman2 lain seputar Mei 1998?

Silakan di-share.....
User avatar
Rainn Forestha
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 666
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby verdomazeg » Sat Apr 14, 2012 5:15 pm

Image


Latar belakang
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

1998


Image


Krisis ekonomi dan Kerusuhan Mei 1998

22 Januari
    Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.
12 Februari
    Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.
10 Maret
    Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.
18 April
    Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta.
1 Mei
    Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
7 Mei
    Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan.
9 Mei
    Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei
    Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.
15 Mei
    Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali ke tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima Wakil Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
18 Mei
    Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana.

    Pukul 21.30 WIB, empat orang menko diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu". Namun, niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, "Urusan kabinet adalah urusan saya." Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.
19 Mei
    Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar (Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma'ruf Amin dari NU. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi.

    Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.

    Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu.
    Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei
    Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.

    500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.

    Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru

    Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

    Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ Habibie.

    Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
21 Mei
    Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru".

    Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR.

    Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.

    Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga."

    Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.
22 Mei
    Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi".

    Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.

Image


Pengangkatan Habibie sebagai Presiden

Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.
Last edited by verdomazeg on Sun Apr 15, 2012 8:41 am, edited 2 times in total.
verdomazeg
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 275
Joined: Mon May 23, 2011 5:34 pm

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby verdomazeg » Sat Apr 14, 2012 5:23 pm

Image

Kerusuhan Mei 1998

Image

Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei - 15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.

Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Surakarta. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.

Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Sebagian masyarakat mengasosiasikan peristiwa ini dengan peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal yang sistematis atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi.

Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama yang dianggap kunci dari peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa bukti-bukti konkret tidak dapat ditemukan atas kasus-kasus pemerkosaan tersebut, namun pernyataan ini dibantah oleh banyak pihak.

Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.
verdomazeg
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 275
Joined: Mon May 23, 2011 5:34 pm

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Rainn Forestha » Sat Apr 14, 2012 6:07 pm

kalau pengalaman pribadi Verdomazeg seputar Mei 1998 ada?
ceritain dong...

Kalau saya, terus terang waktu masa krisis 1998 saya hidup di 'menara gading' yang dijaga amat ketat. Saya bisa mendengar aneka keramaian (karena saya tinggal dekat pusat demo) dan melihat beberapa tentara intel yg dandan ala mahasiswa, tapi melihat dunia luar (kerusuhan di Jakarta) hanya dari TV.
Dokter langganan saya pun menitipkan mobilnya di kompleks kami.
Tapi saya sungguh tidak tahu adanya kejahatan terhadap warga keturunan, sampai mantan saya bercerita betapa gentingnya situasi di jalanan, nyawa taruhannya. Betapa dia selalu berusaha melebur dengan massa dan fasih mengutip ayat2 quran sehingga bisa selamat sampai tujuan.

Jadi 'main' ke kompleks MPR DPR dan memotret suasananya pun baru berani setelah Soeharto lengser keprabon dan melihat mood demonstran di pagi yang cerah tersebut (awalnya) seperti picnic. Euphoria menikmati keberhasilan menurunkan Soeharto. Sekalipun mereka memberlakukan penjagaan ketat di gerbang MPR DPR yg dekat tol tengah kota. Kartu mahasiswa benar2 diperiksa dan diteliti masa berlakunya. Tapi setelah di dalam, apalagi di rerumputan dan sekitar kolam, suasananya agak santai, banyak yg foto2.
Tapi ya itu, dekat Gedungnya awalnya biasa saja, tapi kedatangan gerombolan berpeci (adapula yg bersarung) jadi menimbulkan kekacauan.
User avatar
Rainn Forestha
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 666
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby nadia ghazali » Sun Apr 15, 2012 7:23 pm

Thanks sis Rain yg mengangkat topik ini
Aku dr luar daerah....tp aku ada di jkt sekitar bulan april and may buat ngurus visa sekolah di kuningan
Untung semua kelar sebelum peristiwa itu terjadi..,
Kl tsk mungkin aku jg menjadi salah satu korbanya krn muka saya yg amoy banget
Udah jelas siapa dalang dibalik semua itu....
Bukan rahasia umum hal spt ini tdk akan terselesailan Dgn tuntas krn negara indo yg korup
Doa saya panjatkan buat Ita seorang aktivis muda yg berani dan tulus dgn keadilan, romo sandoyawan dkk dan korban korban peristiwa may 1998

Utk pengikut syaiton arab...kalian bisa menghancurkan fisik kafir...tp tdk akan pernah bisa menghancurkan jiwa, raga, will power dr kafir..... Krn Tuhan sejAti pencipta alam semesta selalu menyertai kami
nadia ghazali
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1141
Joined: Fri Nov 19, 2010 9:48 am

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Rainn Forestha » Mon Apr 16, 2012 10:29 pm

samasama, Sis Nad.
Terima kasih juga atas kisahnya seputar kejadian, syukurlah urusannya lancar dan dalam lindungan Tuhan.

Tujuan saya buka thread ini sebetulnya karena ingin tahu pengalaman temanteman lainnya, yang terluput dari pemberitaan. Kisah seharihari temans di sekitar peristiwa Mei 1998. Yang tidak bisa ditemukan di Google atau Wikipedia. Kisah2 pribadi, baik yg di Jakarta maupun luar Jakarta.

Saya menduga serangan terhadap saudara2 keturunan China terjadi di beberapa konsentrasi saja. Mengingat teman ayah saya yg tinggal di Pondok Indah merasa tidak perlu 'ditemani' walau ayah saya siap membantu.

Sementara kalau melihat TV waktu itu, tidak terbayangkan kengerian yang terjadi di jalanan dan kompleks ruko dan perumahan semengerikan yang kemudian muncul, dibuka di depan umum (kudos untuk para relawan, terlebih alm. Ita dkk).

Karena itu, saya harap teman2 yg lain pun sudi membagi secuil kisahnya.


:-k
User avatar
Rainn Forestha
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 666
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Mon Apr 16, 2012 10:42 pm

wah kalo saya dulu jauh dari lokasi kejadian, kota pun berbeda. jdi ga ada yg bisa di share selain apa yg saya liat di tv dan internet yg benar2 mengerikan dan merubah pandangan saya thd orang indonesia yg katanya ramah dan murah senyum.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Bagol5 » Tue Apr 17, 2012 12:30 pm

Mei 1998: kalo saya dulu pas masih SD kelas 6. Sekolah dipulangkan lebih cepat, Rame2 jalan kaki ber 20 anak, nganterin pulang temen tionghoa 5 orang... Puji Tuhan temen2 tionghoa saya selamat tiba di tempat, ga kekurangan apapun. nyampe rumah jam 2 siang. Sampai rumah diomelin emak... :roll:

malam hari, mall klender udah dibakar. saya nonton tv, Ada manusia terpanggang hidup2 di depan pintu mall. [-(
om saya, ikutan ronda dari jam 12 malem sampe jam 3 pagi. Abis itu ketiduran di teras rumah. :green:

komplek rumah saya juga relatif aman, ga ada gangguan berarti. paling suara kotbah di mesjid aja tuh yang bikin panas kuping... bunuh kafir, bantai kafir.
User avatar
Bagol5
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 755
Joined: Sat Feb 20, 2010 9:34 pm
Location: jakarta timur selatan pusat

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Kibou » Tue Apr 17, 2012 12:42 pm

Saya saksi mata aksi perusakan dan penjarahan pada kerusuhan Mei '98, terjadi di seberang kompleks perumahan yang saya tempati saat itu yaitu di daerah Jakarta Barat.
Waktu itu saya dan para warga kompleks membuat pagar betis di setiap jalan masuk kompleks perumahan, sementara itu massa mengamuk dan menjarah kompleks pertokoan dan ruko yang ada di seberang kami.

Yang saya lihat:

1. massa kebanyakan adalah laki-laki, ada juga anak-anak seusia SMP.
2. mereka melempari bangunan pertokoan dengan batu sambil berteriak-teriak. Wajah mereka terlihat gembira.
3. setelah beberapa lama mereka merusak gedung pertokoan, saya melihat mereka mulai berjalan sambil mengangkut jarahan: kasur, peralatan-peralatan elektronik seperti televisi, dll
4. untungnya, tidak ada usaha dari massa tersebut untuk menembus pagar betis untuk menyerang kompleks perumahan.
5. setelah beberapa lama kerusuhan ini berlangsung, kerumunan massa tersebut mulai berkurang. Setelah merasa aman, warga kompleks perumahan mulai meninggalkan jalan masuk kompleks.

Demikian garis besar kejadian yang saya lihat waktu itu.
User avatar
Kibou
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1242
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby swatantre » Wed Apr 18, 2012 1:09 am

Bagol5 wrote:
komplek rumah saya juga relatif aman, ga ada gangguan berarti. paling suara kotbah di mesjid aja tuh yang bikin panas kuping... bunuh kafir, bantai kafir.

Ane curiga, pas di seputar hari kerusuhan itu kok banyak cerita disini bahwa masjid2 mengumandangkan khutbah yang bernada SANGAT menghasut ya? Bukannya meredam ini kok malah membakar situasi yang SANGAT SANGAT RAWAN DAN GAMANG? Kecurigaan ane, mungkinkah ada "kerjasama" antara "pemrakarsa" kerusuhan (semua juga tau kalo itu kerusuhan tidak alami. Seterhimpit2nya orang indo kalo gak ada provoksi terstruktur gak ada yang mau bertindak gila bakar sepeda ato ban bekas di jalan, lhah ini malah bakar mal dan jarah ruko2 chinese....) dengan "kaum berjubah"...?

Jadi inget kerjasama nazi dengan mufti yerusalem dalam membanatai yahudi nih...
Last edited by swatantre on Sat Apr 21, 2012 7:26 am, edited 1 time in total.
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4173
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Bagol5 » Wed Apr 18, 2012 2:01 am

swatantre wrote:Ane curiga, pas di seputar hari kerusuhan itu kok banyak cerita disini bahwa masjid2 mengumandangkan masjid yang bernada SANGAT menghasut ya? Bukannya meredam ini kok malah membakar situasi yang SANGAT SANGAT RAWAN DAN GAMANG? Kecurigaan ane, mungkinkah ada "kerjasama" antara "pemrakarsa" kerusuhan (semua juga tau kalo itu kerusuhan tidak alami. Seterhimpit2nya orang indo kalo gak ada provoksi terstruktur gak ada yang mau bertindak gila bakar sepeda ato ban bekas di jalan, lhah ini malah baakr mal dan jarah ruko2 chinese....) dengan "kaum berjubah"...?

Jadi inget kerjasama nazi dengan mufti yerusalem dalam membanatai yahudi nih...


yah semua seakan saling mendompleng. dari perekonomian yang anjlok, politik memanas, segala yang terpendam di dalam hati semasa pemerintahan orde baru, tumpah ruah ke jalan. jadi mirip orang purba semua.

disertai pandangan masyarakat pribumi tentang orang chinese
yang selalu "terlihat mewah", kafir, putih2 cewenya ==> iri hati (kesenjangan sosial), ajaran nabi sedeng, dan napsu binatang purba.
tambah suara-suara ghoib melalui Toa di rumah ibadah agama arab, yang menyuarakan(ngompor2i) agar membantai kafir laknatullah, ditambah pembacaan ayat2 setan.

maka bisa kita lihat rupa para pelaku kerusuhan mei 1998. menjarah sambil ketawa2, melempar kaca toko sambil ketawa2, membakar ruko sambil ketawa2, bahkan mungkin memperkosa sambil ketawa2. padahal sama sekali tidak ada hal lucu pada kejadian kerusuhan itu.

atau mungkin mereka ngetawain diri mereka sendiri...? :green:
User avatar
Bagol5
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 755
Joined: Sat Feb 20, 2010 9:34 pm
Location: jakarta timur selatan pusat

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby gulita » Fri Apr 20, 2012 10:02 am

Udah mau Mei lagi ya,
Waktu kejadian itu aku kost disalah satu Ruko deket Pasar daerah Kedoya, sekitar 200 mtr dari Pesing.
Kira-kira sebulan sebelum kejadian, rekan kerjaku (sebut saja namanya NN) ngasih tau temennya yang Cina mesti hati-hati ,
karena sepertinya akan ada kejadian sesuatu, soalnya temen-temen adeknya yang kuliah banyak yang cerita,
diantara mereka ada yang beli teh botol diwarung, pemilik warung menolak dibayarin, jawabannya "nanti aja bayarnya", ada juga yang beli
bakso, abangnya menolak untuk dibayarin, tapi waktu denger gossip itu aku bilang, gak mungkinlah, paling cuma nakut-nakutin aja.

Rekan kerjaku siNN itu Cewe Muslim, bapaknya Muslim, sedang ibunya Cina, bapaknya lumayan berpengaruh.

Pada Tanggal 14 Mei 1998, kami terkurung ditempet kerja (Kedoya), untung tempet kerjaku dirumah Bos, kami dapet informasi dari kurir
yang setiap hari nganter barang ke Mangga Dua, "massa perusak sudah sampai Indosiar ", begitu kata dia, karena gak konsen kerja lagi,
Bosku bolehin kita liat siaran TV dan denger radio (SNRA) yang selalu update informasi, hampir semua stasiun TV menayangkan kejadian
penjarahan, perusakan, dan bakar-bakar yang dilakukan massa, sementara dari Radio begitu banyak pendengar yang meminta bantuan
petugas keamanan , karena konsentrasi massa mengarah kedaerah mereka, sebagian lagi pendengar ada yang memberi
informasi untuk tidak melewati jalur tertentu, karena perusakan sedang terjadi, sampai jam 20.00 malam aku baru bisa pulang dianter
sama kurir Bosku , jalan-jalan sangat sepi, suasana mencekam, hanya ada beberapa orang yang berjaga-jaga dipinggir jalan.

Temen kost banyak yang terjebak ditempet kerja gak bisa pulang, karena kost-ku berlantai 4, kita leluasa ngeliat dari atap ruko yang terbuka,
waktu itu langit Jakarta dipenuhi asap hitam seperti habis perang, sekali-kali terdengar suara motor yang berlari kencang dari arah pesing.
malam itu kami tidak bisa tidur karena berjaga-jaga diatap ruko.
gulita
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 321
Joined: Mon Feb 11, 2008 2:50 pm

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Aku-Suka-Hujan » Fri Apr 20, 2012 7:36 pm

Waktu itu saya masih SD dan tinggal di Kec. Tambora, Kel. Dirahasiakan. Kebetulan waktu itu saya lagi main di rumah tetangga, kemudian di suruh pulang. Terus sesudah di rumah dilarang keluar rumah. Buka TV, lihat pasar glodok dibakar dan dijarah...

Laki-laki satu gang semuanya keluar bawa senjata... Ada bawa golok, bambu runcing, katana dan tombak improvisasi (pipa paralon dengan pisau dapur yang diikat diujungnya - ini paling beda sendiri jadi paling berkesan). Papi saya keluar bawa katana... (Entah pinjam katana siapa [setelah saya pikir2 lagi] kok bisa yah orang2 gang saya punya banyak senjata??? Ini misteri yang sampai sekarang saya masih penasaran, namun tidak mau bertanya ke papi...). Banyak orang Tionghua juga numpang ngumpet di gang kami...
Sorenya... Gang sempat tegang, soalnya ada yang bilang kalau massa lagi ngumpul di depan Roxy Mas (iu tuh yang kemarin sempat dibilang ada kuntialanaknya) di Jalan Hasyim Ashari dan mau bergerak ke tempat kami (mungkin karena di kelurahan kami dan tetangganya Jembatan Besi, banyak rumah Tionghua???). Tapi untungnya ternyata massa malah bergerak ke tempat lain (ngejarah toko?)... Malam hari kemudian satu gang ronda malam dengan senjata... Selama beberapa hari saya dan adik2 dilarang keluar rumah dan dilarang sekolah...
hal yang paling bekesan berikutnya: TIAP MALAM, Mesjid di kelurahan di seberang rel (rumah saya berdekatan dengan rel kereta api) berkoar lewat TOA-nya: BUNUH CINA, BUNUH KRISTEN, MEREKA MUSUH ISLAM... Bla-bla-bla Yada-yada-yada... Saya sempat menangis takut (namanya juga masih kecil) memikirkan apa yang akan terjadi kalau ada orang muslim yang datang ke gang kami... (hal yang lucu... mengingat tetangga saya kebanyakan orang muslim juga)...
Hal tersebut berlangsung selama beberapa hari.............
User avatar
Aku-Suka-Hujan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Rainn Forestha » Sat Apr 21, 2012 12:04 am

tenyata cerita teman2 sedikit banyak mirip juga dan ada benang merahnya. Adanya hasutan untuk melakukan kekejian dengan terang2an.

jadi ingat... mama saya yg waktu itu tinggal di Surabaya cerita, bahwa pemuda karang taruna kompleks perumahan kami sempat mendapat selebaran. Isinya menghasut untuk melakukan 'gangguan' pada nonmuslim. Untungnya kehadiran tentara laut kuat di Surabaya (selain doa2 kencang dari kalangan tertentu, sampai keliling kota sambil mematok dalam doa) sehingga kerusuhan tidak terjadi. Para pemuda kompleks kami juga sampai menggembok gerbang sambil berjaga2.
User avatar
Rainn Forestha
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 666
Joined: Tue Apr 25, 2006 9:49 pm
Location: earth

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Rahalbin » Mon May 14, 2012 11:45 am

Sundul untuk mengingatkan kekejaman mantera auwo wakbar mei 1998.
User avatar
Rahalbin
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 249
Joined: Thu Jan 05, 2012 3:07 pm

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby Akris » Mon May 14, 2012 6:40 pm

Wow! nice share guys... sayang aku waktu itu masih smp dan ga inget apa2..cma nonton diTV aja, kalau daerahku aman2 aja (kebetulan bukan dr jakarta dskt)..skali lagi thx bgt sharenya, sangat menambah wawasan.. smoga kedepan ga ada kejadian kaya gini lagi.. [-o< [-o<
User avatar
Akris
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 249
Joined: Mon Aug 24, 2009 10:12 pm

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby nadia ghazali » Sat May 19, 2012 7:48 pm

Tragedy Mei 1998 tdk akan terulang lagi kl Indonesia udah bebas dr syaiton arab
nadia ghazali
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1141
Joined: Fri Nov 19, 2010 9:48 am

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby snipey » Sun May 20, 2012 7:46 am

:stun:

hmm..kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa yg sebenarnya gak ingin saya ingat.
Menjijikkan kalo ingat pejabat yg kita percayai bisa merancang kekejian spt itu.
Penembakan oleh sniper militer thd para mahasiswa, penculikan aktivis, pengerahan massa agar rusuh dsb.

Ada upaya pengalihan opini dan penunggangan atas upaya pengalihan opini tsb.
Saya percaya semula niatnya adalah utk mempertahankan kekuasaan Suharto, namun ternyata ada pihak yg menelikung
dan justru ingin menjatuhkan Suharto via kerusuhan yg menyebar cepat. Presiden Suhartopun jatuh.

Salah satu pihak yg merupakan pelaku bayaran dr kerusuhan tsb adalah laskar islam yg saat ini kita kenal dgn nama FPI.
Front Pembela Islam. Gerombolan bayaran ini dulu dibiayai dan diperintah oleh sekelompok petinggi militer RI utk melakukan
tindakan anarkis...baik yg bersifat pro pemerintah maupun anti pemerintah (tergantung skenario yg dibuat petinggi itu).

Setelah orde baru tumbang, FPI sebenarnya langsung kehilangan sumber dana. Yg akhirnya skrg cari gara-gara demi uang tebusan.
Spt kasus protes keras mereka thd konser Lady Gaga di Jkt (awal Juni nanti).
Andai promotor bijak, FPI siap utk berunding kok, dgn harga yg cocok tentunya.

Kantor saya terlambat memulangkan karyawan, kami dibebastugaskan pukul 14.00 setelah berbagai pembakaran mall terjadi di Bekasi.
Hari itu tanggal 14 Mei 98.
Suasana mencekam dan kami saling mengucapkan kata-kata perpisahan ..terutama pd mereka yg harus menempuh bahaya pulang ke Jkt.
Jarak kantor kami di Bekasi hingga Jakarta sekitar 35 km. Jalan Tol Jkt-Cikampek kosong...motor bebas masuk...gardu tol kosong krn ditinggal lari
petugasnya. Di jalanan kami zig-zag keluar masuk tol utk mencari lokasi yg tak terkepung asap. Sampai suatu saat diputuskan tak aman lagi utk
tetap bersama-sama.

Kami berhenti di sekitar jembatan tol Pekayon, berpisah meninggalkan kendaraan kantor, mencari selamat masing-masing.
Saya dan seorang teman naik ke arah Pd Gede (jalan tol ada di bawah kami) dari ketinggian itulah saya hitung ada 7 titik kebakaran besar, terlihat dr asap hitam besar yg menjulang. Baru satu menit saya menarik napas menuju jln raya, terdengar raungan motor dan tembakan pistol...tercekat krn sadar itu peluru
betulan! Polisi bermotor menembak-nembak ke udara tak jauh dr tempat saya berdiri.

Rupanya tengah terjadi penjarahan. Sebuah hipermarket sedang ludes dijarah penduduk sekitar.
Angkot satupun tak ada yg mau angkut penumpang, krn semua dicarter para penjarah utk mengangkut TV, Kulkas, Lemari, kasur springbed, AC.
Sayapun berjalan kaki hingga ke terminal terdekat sekitar 5 km jauhnya.
Sepanjang jalan angkot penuh sesak dgn barang jarahan bergerak ke arah Pd gede.
Saya berjalan kaki bersama para penjarah...saya pasang muka sangar walau dgn pakaian kantoran...maksutnya biar gak diganggu.
Syukurlah mereka hanya pikirkan jarahan mereka (kipas angin, susu, mini compo, TV dsb).

Waktu itu saya belum punya HP, pacar tercinta kerja di Jkt, nun jauh 30 km dr saya berada.
Saya berhasil mengetahui keberadaan dia menggunakan telepon biasa ke tpt kostnya.

Ternyata, dia kebetulan gak masuk kerja hari itu krn kena flu! Syukurlah! Tempat kerjanya hanya sepelemparan batu dr lokasi
penembakan Semanggi dan demo besar di situ.

Hari-hari berikutnya saya isi dgn nonton TV, dengar radio dan berjaga ronda dgn seisi rumah. Membawa kayu, clurit, pedang dsb.
Keluarga besar kami memang muslim 99%, kecuali saya tentunya. Mereka punya usaha penyewaan mobil yg lumayan.
Panik tentu saja krn berbagai berita rombongan penjarah mendekati kompleks kami.
Kalut kemana menyembunyikan mobil-mobil yg saat itu berjumlah sktr 12 buah di halaman.

Kami menulisi tembok rumah dgn cat semprot "MILIK MUSLIM! PRIBUMI ASLI 100%" "PRO REFORMASI" "AUWLOH" dsb
Sambil tak lupa merentangkan sajadah di sepanjang pagar.
Kami kaum pria tidur bergantian..pokoknya siang malam pagar harus dijaga sebanyak mungkin orang, dgn senjata seadanya.
Kantor cabang bank BCA,dan bank lainnya.. sktr 50 mtr dr rumah, habis dijarah siang hari tanggal 15 Mei.

hiks... jika TUHAN memang ada...itulah saatnya menyeru namaNya dalam berbagai gaya dan bahasa.
Nasib dan nafkah sungguh diujung tanduk. Tolong kami ya TUHAN.
User avatar
snipey
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1064
Images: 2
Joined: Mon Aug 30, 2010 8:32 am

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby nadia ghazali » Sun May 20, 2012 8:33 pm

Tuhan...curahkan Kasihmu kpd bamgsa Indonesia
Berikan kesempatan kpd mrk yg belum mengenalMu utk mengenalMu
Sehingga bangsa ini bisa hidup dgn damai krn mrk telah sadar dan menyembah Tuhan yg benar dan penuh kasih. Amin
nadia ghazali
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1141
Joined: Fri Nov 19, 2010 9:48 am

Re: Kisah2 Seputar Mei 1998

Postby pigsy » Thu Aug 22, 2013 12:23 pm

Mei 1998, membawa kenangan pahit bagi kami (Tionghoa). Saya salah seorang yang hampir menjadi korban kerusuhan tersebut. Tetangga saya jadi korban penjarahan toko, seorang sahabat saya jadi bangkrut karena toko berasnya habis dijarah dan dibakar. Syukurnya, berkat kegigihan mereka, hari ini mereka sudah pulih secara ekonomi. Kawan sekantor saya (wanita) harus lompati pagar komplek perumahannya untuk dapat menghindari kerusuhan di rumahnya. Seorang kenalan lelaki, mengungsi dengan pesawat dari Medan ke Jakarta menghindar dari kerusuhan di kampungnya, tapi setiba di Jakarta juga terjadi kerusuhan keesokan harinya.

Ini bukan cerita sensasi, justru berita yang muncul kepermukaan adalah berita yang lolos dari sensor pemerintah karena malu. Jika berita sebenarnya terbuka, maka gambar dan kisahnya akan lebih memilukan. Mengapa Bumi Sriwijaya yang kaya, Negeri Majapahit yang beradab bisa menjadi seperti ini. Mengapa karena kulit kami lebih kuning, maka mereka berhak membakar kami agar kulit kami jadi hitam pekat, apakah karena mata kami lebih kecil, maka mereka berhak memukul wajah kami hingga lebam??

13 Mei 1998, hari ini kami di kantor mendengarkan siaran radio karena beberapa hari sebelumnya sudah ramai demo mahasiswa untuk menggulingkan Soeharto. Tengah hari radio menyiarkan, terjadi penembakan di Kampus Trisakti, beberapa jam kemudian asap sudah membumbung di jalan Latumenten, Grogol. Dari kantor saya di Jakarta Barat, asap sudah bisa dilihat. Kami mulai kuatir dan minta kepada Boss agar bisa dipulangkan lebih awal. Boss saya bilang, kita tunggu beberapa jam lagi. Jam 2 siang, kondisi makin parah maka Boss putuskan tutup kantor dan kami pulang. Untuk besok agar saling berkomunikasi apakah kantor akan tetap tutup atau dibuka. Selama perjalanan pulang, kondisi jalan masih biasa saja. Jam 4 sore saya di rumah, dan berita di TV sudah semakin parah dan kebakaran di mana-mana. Seorang tukang ojek yang melihat saya di depan rumah bertanya heran;” Koq bapak bisa pulang? Di jalan sekarang semua mobil atau motor sudah diperiksa. Kalau Cina disuruh turun dan digebukin (dipukuli), malah sudah ada yang motornya dibakar di …………. (lokasi ini hanya 3 Km dari rumah saya)”. Saya bersyukur karena kami waspada hingga bisa mendesak ke Boss agar bisa pulang awal. Rute jalan yang saya lewati untuk pulang adalah rute yang paling parah kerusuhannya.

Malamnya berita di TV makin memanas, seluruh kota besar terjadi kerusuhan, pembakaran, penjarahan dan pemerkosaan. Malam itu di komplek perumahan kami, semua berjaga hingga pagi. Saya membawa parang, sebagian besar membawa golok, kawan Bugis saya membawa samurai 1 meter. Ada sekelompok massa dari daerah sekitar 10 km dari lokasi kami sudah menyerbu, menjarah dan membakar pasar yang sebagian besar pedagangnya memang orang Tionghoa perantauan dari Bangka dan Pontianak, sebagian adalah Tionghoa Asli daerah ini. Massa berasal dari daerah yang sejak lama dikenal kental ke-Islam-annya. Menurut kabar beberapa waktu sesudahnya, ada beberapa Ulama yang memang menggerakkan massa tersebut.

14 Mei 1998, pagi hari suasana di perumahan kami masih mencekam. Saya mengendarai sepeda motor keluar melihat kondisi pasar. Saya mengenakan jaket dan helm agar tidak terlihat wajah saya. Kondisi pasar yang hanya berjarak 2 km dari rumah saya sangat mengenaskan. Dari semalam hingga pagi ini, massa masih menjarah dan membakar toko-toko sepanjang jalan. Saat melihat kejadian itu, saya sempat membuka kaca helm saya yang gelap, dan seseorang dari penjarah sempat melihat saya dan mencoba mengejar saya. Segera saya putar arah melarikan diri dari situ. Hari ini kami istirahat karena semalaman tidak tidur.

Malamnya, sekelompok massa meneror perumahan. Mereka berteriak-teriak menakut-nakuti warga perumahan. Untung, malam itu ada Ulama deket perumahan yang berhasil meredam massa, jika tidak malam itu sudah terjadi perang. Kami di perumahan sudah memakai tanda dengan tali rafia di tangan sebelah kiri dan senjata parang, golok samurai sudah di asah. Kami sudah pasang strategi jebakan, karena massa di luar sekitar 400-600 orang, sedang kami di dalam berjumlah lebih dari 1000 orang. Puluhan orang sudah dipersiapkan sebagai pemancing massa yang akan membawa massa ke lapangan di tengah perumahan, mereka akan lari kesana saat massa mengejar, dan kami akan menyerang massa tersebut di lapangan, jumlah kami lebih banyak. Syukur, mereka bisa diredam, jika tidak malam itu akan terjadi pertumpahan darah, dan saya tidak yakin apakah saya bisa selamat. Anak saya baru berumur beberapa bulan saat itu.
Memang perumahan kami mayoritas pribumi pendatang. Tionghoanya hanya beberapa orang saja. Tapi incaran massa memang warga Tionghoa. Toko-toko mereka sudah habis hari ini. Seorang tetangga saya yang aktif di PKS bilang pada saya;” Jangan takut Pak, saya akan jaga rumah bapak”. Saat ini beliau sudah pindah kerja di Abu Dhabi.

15 Mei 1998, kondisi sudah mulai tenang. Massa hanya sesekali kumpul di depan perumahan. Warga sekitar sudah mulai sadar dan tidak lagi ikut membatu massa. Sekarang mereka justru membantu korban kerusuhan. Tapi kami tetap berjaga-jaga hingga beberapa hari kemudian. Saya jatuh sakit karena seminggu ini bergadang menjaga rumah.
Seminggu kemudian kantor saya baru bisa buka. Kondisinya penuh lemparan batu. Kaca-kaca pecah. Sepanjang perjalanan ke tempat kerja, jalan-jalan penuh sisa bakaran ban, toko-toko dan ruko hangus. Sebuah apartemen dekatr kantor jadi korban keganasan massa. Banyak amoi-amoi diperkosa di sana. Sebuah rumah duka juga dibakar. Jenazah yang belum dikuburkan, yang sedang disemayamkan di sana didorong ke jalan. Mereka menista kami karena kulit kami lebih kuning, dan mata kami lebih kecil.

Oh Indonesia. Mau jadi apa negeri ini. Negeri yang bhinneka, yang sudah ratusan tahun nenek moyang saya lahir dan makan dari tanah negeri ini. Saya berdoa, semoga peristiwa ini tidak berulang lagi. Cukup saya yang merasakan, dan cukup kakek saya yang kehilangan adiknya saat kerusuhan massa saat jaman perang kemerdekaan dulu karena milisi muslim menggorok lehernya.

Ya Tuhan, ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Kisah2 Seputar Mei 1998
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
pigsy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 214
Joined: Tue Sep 09, 2008 9:48 am

Next

Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users