. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Tue Nov 24, 2009 3:19 pm

gua baru dapat selebaran , terus gua ketik ulang kesaksiannya , mudah2an ngk repost dan ngk promosi Kristen , kalo di rasa promosi Kristen , di buang aja.

Kesaksian Drs. A. Purnama Winangun

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima , menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya di luar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu di ucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya di antaranya surat 112 Al Ikhlaash , surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia , maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia PT. Sari Agung.

Keinginan saya yang sangat mendesak untuk mempelajari isi buku Al Qur’an ini di sebabkan karena saya harus mencari jawaban terhadap peristiwa yang saya baru alami di Kupang , dimana saya telah di jamah Tuhan Yesus secara ajaib dan saya meyakininya bahwa memang Yesus dan bukan setan yang telah menjamah saya secara ajaib itu.

Setelah tiga minggu saya meneliti dan mempelajari buku Al Qur’an tersebut barulah saya memperoleh pengertian yang sebenarnya tentang siapa yang di maksudkan dalam buku Al Qur’an sebagai Allah dan siapa saja yang akan menerima pahala dan yang akan di selamatkan, yang akan masuk sorga. Untuk selanjutnya perkenankanlah saya memberikan kesaksian saya bagaimana Yesus menjamah saya.

A. JAMAHAN TUHAN YANG AJAIB

Pada suatu hari saya harus mengantarkan seorang mitra usaha saya yang berkebangsaan Amerika ke Kupang untuk bertemu dengan seorang yang di sekitar tahun 1973 pernah mati dan hidup kembali pada hari ke enam, orang Amerika tersebut bernama Loduvicus Alexander , suami dari kemenakan istri saya yang baru bertobat dan masuk sekolah Teologia Fuller di California , USA. Dia mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dokumentasi dari orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut , dan saya bertindak sebagai penerjemahnya. Pada tanggal 5 Mei 1993 kami berdua tiba di Kupang melalui Darwin , Australia .

Di Airport kami di jemput oleh Urias Bait , Dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan seorang ibu bernama M.T. Nalle Octavianus , seorang pengusaha kontraktor di Kupang yang selanjutnya mengantarkan kami ke Hotel Wisma Cendana Kupang.

Kami memberitahukan maksud kedatangan kami kepada mereka. Untuk maksud ini maka M.T. Nalle berusaha mencari informasi mengenai hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut . Setelah memperoleh informasi seperlunya , maka pada petang harinya M.T. Nalle di sertai beberapa orang lainnya mengantarkan kami ke So’e untuk bertemu dengan salah seorang Pendeta yang tertua di pulau Timor bagian barat ( NTT ) yang bernama pendeta Manuian yang di harapkan mengetahui hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Oleh Pendeta Manuian di sarankan agar kami kembali ke Kupang , karena orang yang pernah mati tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Silva Obed dan suaminya bernama Lazarus tinggal di kampung Amfoang yang hanya bisa di hubungi melalui jalan laut , yaitu naik motor boat atau perahu layer dari Kupang. Jika naik motor boat minimal 2 jam lamanya di perjalanan. Maka pada malam hari itu kami kembali ke Kupang.

Mengingat L. Alexander tidak sanggup melakukan perjalan melalui laut dengan motor boat atau perahu layar karena sering mabuk laut dan muntah-muntah maka kami merencanakan untuk mencari seorang yang mengetahui alamat Silva Obed dari kampung Amfoang dengan motor boat yang akan kami charter atau sewa. Esok harinya tanggal 6 Mei 1993 kami mendapatkan informasi dari GJ Koamesah-Rondo , sahabat dari Urias Bait bahwa Silva Obed beserta suaminya sering singgah di rumah adiknya yang bernama Richard Rondo , yaitu pada waktu Silva Obed melakukan perjalanan melayani Tuhan di Kupang , Oleh sebab itu pada petang harinya rombongan kami datang mengunjungi rumah Richard Rondo di Bakunase yang terletak di pinggir kota Kupang dan kami di terima diruang depan yang telah di lapisi tikar , di samping adanya beberapa kursi . Kepada Richard Rondo kami menjelaskan maksud kedatangan kami dan memohon bantuannya agar dia dapat menjemput Silva Obed beserta suaminya dengan motor boat sewaan yang biaya perjalanannya kami sediakan sejumlah Rp.1.000.000,- ( Satu Juta Rupiah ) .

Richard Rondo merasa perlu untuk menceritakan peristiwa mujizat yang di alami oleh Silva Obed dan suaminya Lazarus pada sekitar tahun 1973 , Keluarga Lazarus adalah petani miskin yang hanya hidup dari bercocok tanam . Pada suatu hari setelah mereka berdua selesai bekerja diladang dan hendak berangkat pulang ke rumahnya , Silva Obed mendegar suara Tuhan yang berpesan bahwa ia akan mati pada keesokan harinya, tetapi akan di pakai Tuhan untuk melayani orang-orang di sekitarnya untuk memberitakan khabar keselamatan dan agar orang-orang tersebut bertobat , karena sebagaian besar dari mereka belum mengenal Tuhan. Oleh sebab itu jika Silva Obed mati , maka ia tidak boleh di kuburkan dan merupakan tugas suaminya untuk hanya membaringkannya di bale-bale dan di jaga selama lima hari dengan berdoa terus menerus. Ternyata Silva Obed benar benar meninggal dunia pada keesokan harinya , dan Lazarus segera melaporkan ke RT/RW mengenai suara yang hanya di dengar oleh isterinya dan yang berpesan kepadanya untuk tidak di kuburkan bila ia mati karena ia akan di bangkitkan kembali pada hari ke enam.

Tentu saja peristiwa ini menggemparkan masyarakat Amfoang , terlebih lagi setelah tiga hari dibaringkan di bale-bale dan suaminya terus menerus berdoa di sampingnya , tubuh Silva Obed mulai mengeluarkan cairan yang sangat busuk baunya , sehingga lurah memerintahkan kepada Lazarus untuk segera menguburkan Silva Obed , istrinya itu ; agar tidak terjadi kehebohan di kampung Amfoang.

Walaupun lurah dan camat mendesak agar Silva Obed segera di kuburkan , tetapi suaminya Lazarus tetap tidak mau melaksanakannya, karena dia sudah berjanji kepada isterinya untuk melaksanakan pesan Tuhan sampai Silva Obed dibangkitkan pada hari ke enam. Akhirnya lurah dan camat dapat memahami sikap Lazarus, tetapi tetap memperingatkannya , kalau pada hari ke enam Silva Obed tidak hidup kembali , harus di kuburkan. Ternyata pada hari ke empat cairan yang keluar dari tubuhnya mulai berhenti , dan bau busuknya mulai berkurang dan pada hari ke lima keadaan tubuhnya sudah tidak basah lagi dan tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Pada hari ke enam di pagi hari sekitar jam 04.00 waktu setempat , terjadilah keajaiban dan mujizat yang menakjubkan . Silva Obed bangkit dan hidup kembali sedangkan suaminya masih tertidur disamping bale-bale , yang menunggunya dengan setia .

Akhirnya masyarakat di sekitarnya turut kagum dan mengucap syukur atas peristiwa yang sungguh ajaib itu .

Sejak itu Silva Obed , walaupun buta huruf dapat memberitakan Firman Tuhan sesuai Alkitab dalam bahasa asli daerah Timor dan melayani Tuhan, di sertai suaminya menyiarkan berita keselamatan bagi penduduk sekitarnya sampai ke Kupang.

Kemudian, lima tahun yang lalu , sekitar tahun 1988 Silva Obed beserta suaminya untuk pertama kalinya singgah di rumah Richard Rondo dan pada saat itulah putri dari Richard Rondo yang bernama Gloria Pricilia menerima anugerah berupa karunia penglihatan , karunia pendengaran dan bahkan dapat memahami keseluruhan isi Alkitab , walaupun anak perempuan tersebut baru berusia 11 tahun. Demikian cerita singkat yang di sampaikan oleh Richard Rondo kepada kami tentang Silva Obed dan suaminya Lazarus dan anugerah karunia yang di terima putrinya Gloria Pricilia.

Setelah itu Richard Rondo beserta seluruh keluarganya termasuk Gloria Pricilia memohon diri kepada kami untuk melakukan doa di ruang dalam . Suara nyanyian pujian terdengar dari ruang dalam sampai ruang depan di mana kami berada. Dan untuk pertama kalinya saya baru mengetahui bahwa sebelum orang Kristen berdoa, mereka mengangkat lagu pujian terlebih dalulu. Setelah selesai berdoa, Richard Rondo keluar dari ruang dalam diikuti seluruh keluarganya sambil berseru bahwa Roh Kudus akan mengarahkan Silva Obed dan suaminya berangkat dari Amfoang ke Kupang , keesokan harinya.
Tentu saja berita ini merupakan berita yang aneh bagi saya , lalu segera saya tanyakan kepada Richard Rondo , “ Apa yang di maksudkannya dengan Roh Kudus akan mengarahkan mereka dari Amfoang ke Kupang dan siapa Roh Kudus itu ? “ Kemudian Richard Rondo sekali lagi menjelaskan kepada saya bahwa melalui berita Tuhan yang di terima Gloria Pricilia maka Roh Kudus akan menggerakkan mereka untuk dating ke Kupang dan di jelaskan juga bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Setelah dengan terheran-heran saya mendengarkan penjelasan Richard Rondo , maka saya terjemahkan berita itu kepada L. Alexander dan diapun tertawa sambil berkata bahwa hal ini adalah peristiwa yang luar biasa , karena walaupun tidak ada hubungan telepon , tetapi berita yang begitu cepat telah dapat di sampaikan melalui Roh Kudus.

Kemudian Richard Rondo memohon lagi untuk berdoa mengucap syukur karena Roh Kudus telah campur tangan menuntun Selvia Obed dan suaminya untuk dating ke Kupang. Tapi kali ini acara doa tidak di lakukan diruang depan, dimana kami semua berada. Karena mereka semua akan berdoa , sedangkan saya bukan orang Kristen , maka saya bersiap siap untuk keluar ruangan, dan pandangan mata saya menuju ke luar yang ternyata hari sudah malam dan gelap. Pada waktu saya ragu-ragu untuk keluar karena di luar sangat gelap maka Richard Rondo menawarkan kepada saya untuk tinggal saja di ruangan itu dan duduk di ujung ruangan yang ada kursinya. Sayapun langsung duduk di kursi yang ada di sudut dan mengamati dengan tenang apa yang akan mereka lakukan dalam doa tersebut. Setelah itu Richard Rondo memulai memimpin doa syukur dengan terlebih dahulu mengangkat lagu-lagu pujian dan penyembahan.
Baru saja Richard Rondo memulai dengan doanya maka sekonyong-konyong Gloria Pricilia yang mempunyai karunia penglihatan dan pendengaran mengucapkan dengan lantang sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk kebawah banyak malaikat turun ke ruangan itu , bahkan ruangan itu hampir penuh dengan malaikat , Dengan adanya berita mengenai turunnya malaikat , maka seluruh hadirin yang ada di situ menundukan kepalanya dan satu orangpun tidak ada yang berbicara kecuali Gloria Pricilia yang terus menyebutkan tentang kehadiran para malaikat.

Selanjutnya Gloria Pricilia memberitahukan bahwa Yesus datang dan berada di tengah-tengah mereka , kemudian seluruh hadirin secara serempak sujud dengan mukanya di rapatkan ke lantai tikar. Saya yang sejak tadi mengamati dan ikut mendengar semua ucapan Gloria Pricilia , sebenarnya takjub melihat semua yang terjadi, dan saya terus melihat ke atas dan ke sekeliling ruangan dengan harapan saya dapat melihat Yesus dan para malaikat-Nya, tetapi saya tidak melihat apa-apa kecuali yang saya lihat hanyalah seluruh hadirin sujud dengan muka merapat ke lantai dan Gloria Pricilia yang duduk dengan menundukan kepalanya dan terus mengucapkan tentang kehadiran Yesus.
Sementara itu Yesus menghampiri L. Alexander dan memberkatinya , karena dia akan membuat dan menyusun dokumentasi mengenai kuasa Tuhan yang hidup , yang di nyatakan melalui peristiwa ajaib yang di alami oleh Silva Obed , agar orang-orang di Amerika tahu bahwa Tuhan menyatakan Kuasa-Nya sampai sekarang.

Setelah Yesus memberkati L.Alexander maka Yesus berjalan ke tengah-tengah ruangan kemudian melihat saya yang sedang duduk di sudut ruangan. Saya terkejut ketika Gloria Pricilia menyebut nama saya , maka saya terus mengamati Gloria Pricilia yang tetap menundukan kepalanya ke bawah dengan mengucapkan apa yang di lakukan oleh Yesus. Sambil memandang saya , Yesus datang menghampiri saya dan berdiri di hadapan saya , sedangkan saya tetap mengamati Gloria Pricilia sambil sesekali melihat-lihat ke sekeliling saya dengan harapan saya dapat melihat Yesus , tetapi ternyata saya tetap tidak melihat apa-apa. Setelah Yesus berdiri di hadapan saya , maka Yesus membuka telapak tangan kanan yang menunjukan angka sepuluh, kemudian membuka telapak tangan kiri yang menunjukan tanda Tanya yang besar. Sejenak Yesus memperhatikan tangan kiri tersebut, kemudian Yesus menutup kembali telapak tangan kanan yang di susul dengan menutup telapak tangan kiri. Segera setelah telapak tangan kiri di tutup maka terasa ada benda yang jatuh di atas kepala saya , sehingga saya berusaha menoleh ke atas untuk mengetahui apa gerangan yang terjatuh di atas kepala saya, tetapi ternyata saya tidak bisa menggerakkan kepala saya bahkan tangan saya yang ingin meraba kepala saya pun seolah-olah terikat tidak bisa bergerak. Kemudian benda yang terjatuh di atas kepala saya tersebut lambat laun terasa merupakan pegangan tangan yang mencengkram kepala saya yang pegangannya makin lama makin keras , sehingga mulai terasa sakit dan seolah-olah kuku jarinya di tekankan di kepala saya. Di saat itu saya mulai takut karena saya telah merasakan ada sentuhan dan pegangan yang dengan kuatnya mencengkram kepala saya tetapi wujud tubuhnya sama sekali tidak kelihatan , Sementara itu Gloria Pricilia tetap meyebutkan bahwa Yesus berdiri di hadapan saya.
Saya mulai berpikir apa gerangan kehendak Yesus untuk menyakiti kepala saya , Kemudian terlintas di pikiran saya yaitu jika yang mencengkram kepala saya hingga terasa sakit adalah Yesus , maka saya akan berserah diri kepada Yesus , Oleh sebab itu saya berbisik di dalam hati saya demikian : “ Jika memang Engkau , Yesus yang berdiri di hadapanku dan mencengkram kepalaku hingga terasa sakit sekali ini , maka aku akan menyerahkan diriku kepadaMu. “ Segera setelah bisikan saya selesai saya ucapkan , maka saya merasakan bahwa cengkraman tangan Yesus di lepaskan dan beban sakitpun hilang hingga perasaan legapun timbul. Tetapi ternyata Yesus masih berdiri di hadapan saya dan sekali lagi membuka telapak tangan kanan yang menunjukan angka sepuluh dan menyusul membuka lagi telapak tangan kiri yang tadi menunjukan huruf tanda tanya besar tetapi sekarang juga menunjukan angka sepuluh, kemudian Yesus menumpangkan tanganNya ke atas kepala saya dan saya di berkati. Setelah itu Yesus pergi dari ruangan itu di ikuti oleh seluruh malaikat.

Sementara itu saya menjadi gelisah karena memikirkan pernyataan saya yang berserah diri pada Yesus. Mengapa harus saya nyatakan demikian , padahal saya bukan orang Kristen , selain itu sayapun merasa telah mengkhinati agama saya sehingga keadaan saya pada saat itu disamping lega karena dibebaskan dari cengkraman tangan yang menyakitkan sekaligus berada dalam pikiran yang kacau balau.

Setelah seluruh malaikat meninggalkan ruangan itu, maka para hadirin tidak lagi sujud tetapi kembali duduk seperti semula dan semua pandangan mata mereka tertuju pada saya, sedangkan Richard Rondo langsung bertanya kepada saya mengapa huruf tanda tanya yang besar di telapak kiri berubah menjadi angka sepuluh. Pada saat itu saya sebenarnya berada dalam keadaan tertekan karena mempunyai perasaan bersalah akibat telah mengkhianati agama saya. Sayapun langsung menanyakan kepada Richard Rondo , tentang arti angka sepuluh yang di jawab bahwa angka sepuluh adalah angka tertinggi bagi orang Kristen. Kemudian sayapun menceritakan apa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu Gloria Pricilia menyebut bahwa setelah Yesus menutupkan telapak tangan kiri Dia , tetap berdiri dihadapan saya, dan pada waktu itulah terasa ada yang mencengkram kepala saya sampai terasa sakit sekali yang baru dilepaskan dari cengkraman tangan tersebut setelah saya mengucapkan dalam hati saya bahwa saya menyerahkan diri saya kepada Yesus , Dan dengan keterangan saya tersebut Richard Rondo berseru “HALELUYA , Pak Purnama telah menerima Yesus”.

.....
Last edited by I Want You on Tue Nov 24, 2009 3:21 pm, edited 1 time in total.
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Tue Nov 24, 2009 3:19 pm

Langsung saya menjawab bahwa saya tidak menerima Yesus, karena saya sendiri tidak begitu menyadari mengapa keluar dari hati sanubari saya ucapkan bahwa saya berserah diri kepada Yesus dan ternyata pernyataan tersebut telah membebaskan saya dari cengkramanNya yang dashyat. Dalam keadaan perasaan gelisah saya minta agar kami segera pulang ke hotel , karena saya merasa letih dan perlu istirahat.

Keesokan harinya sekitar jam empat pagi waktu setempat , saya telah bangun dan bermaksud melakukan sembahyang subuh. Tetapi pada saat terlintas dalam ingatan saya peristiwa yang terjadi terhadap diri saya , kemarin malam tentang bagaimana dashyatnya tangan Yesus mencengkram kepala saya dan masih terngiang ngiang ucapan Rondo Richard bahwa saya telah menerima Yesus. Oleh sebab itu timbul perasaan takut kalau-kalau Yesus datang lagi, sedangkan saya hanya seorang diri berada di kamar hotel. Setelah berfikir sejenak , maka saya tetap berniat untuk melakukan sembahyang subuh dan langsung mencari sajadah saya ( tikar sembahyang dari bahan permadani ), yang seingat saya, saya letakkan di atas kursi hotel. Tetapi sajadah tersebut setelah saya cari di kursi, kemudian dalam kopor dan dalam lemari pakaian ternyata tidak saya ketemukan. Menurut hemat saya tidak mungkin sajadah itu hilang begitu saja, tentunya ada orang yang menyembunyikannya. Pikiran saya tertuju kepada L. Alexander , bahwa dialah yang menyembunyikan sajadah saya tersebut , karena dia pernah mengatakan , mengapa saya harus mencari arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Hal ini di katakannya pada waktu di Darwin , ketika dia masuk ke kamar saya di hotel sewaktu saya sedang mencari arah kiblat dengan mempergunakan kompas. Dia juga mengatakan bahwa jika orang Kristen melakukan sembahyang atau berdoa , mereka bebas menghadap kemana saja tidak terikat oleh suatu arah , oleh sebab itu dia merasa sedih melihat saya karena harus bersusah payah menentukan arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Perkataan L. Alexander tersebut menyinggung perasaan saya dan langsung saya katakana kepadanya agar jangan sekali-kali menyinggung agama saya dan jika dia sekali lagi mengatakan hal yang demikian , maka saya akan pulang ke Jakarta dan dia saya persilahkan mencari penerjemah lainnya.

Karena pengalaman itu , saya telah mencurigai L.Alexander, maka saya segera keluar dari kamar saya dan menuju kamar L.Alexander yang letaknya tidak jauh dari kamar saya dan langsung mengetuk-ngetuk pintunya. Sambil terkejut dia terbangun dan bertanya : “Mengapa membangunkan saya sepagi ini ? “ Kemudian saya bertanya apakah dia menyembunyikan sajadah saya dan dia menjawab sejak saya pernah marah karena pembicaraan kiblat, maka sejak itu dia tidak pernah lagi masuk ke kamar saya maupun mengambil sesuatu termasuk sajadah saya.

Oleh sebab itu sayapun segera melaporkan kepada resepsionis hotel dan mengajukan keluhan bahwa barang saya di kamar ada yang hilang. Kemudian resepsionis menanyakan kepada saya , barang apakah yang hilang dari kamar saya ? Saya jawab adalah sajadah saya hilang dari kamar. Lalu sambil menertawakan saya, resepsionis itu berkata bahwa di hotel ini tidak pernah terjadi peristiwa kehilangan uang atau barang lainnya dari kamar tamu , apalagi sajadah yang tidak ada nilainya. Mendengar bahwa sajadah saya tidak ada nilainya, maka sayapun tersinggung lalu marah dan membentak resepsionis tersebut sambil berkata bahwa sajadah tersebut sangat tinggi nilainya karena di pergunakan untuk sembahyang. Melihat keadaan saya yang marah itu , maka resepsionis tersebut segera minta maaf dan berjanji akan mencarinya dengan jalan menanyakan seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut. Dan ternyata setelah staf hotel mencarinya maka tidak seorangpun yang mengambil atau melihat sajadah saya .

Kemudian pada siang harinya kami datang kerumah Richard Rondo untuk menanyakan berita selanjutnya mengenai Silva Obed dan suaminya ,Richard Rondo mengatakan bahwa telah di terima berita melalui Gloria Pricilia bahwa pagi ini sewaktu Silva Obed dan suaminya bersiap-siap untuk berangkat dari kampong Amfoang ke Kupang, mereka telah di tahan oleh keluarga yang anaknya menderita sakit jiwa dan meminta agar Silva Obed menyembuhkan anaknya yang sedang sakit jiwa tersebut supaya dapat kembali waras. Oleh sebab itu kedatangan Silva Obed ke Kupang mengalami penundaan dan baru di harapkan sampai ke Kupang setelah beberapa hari kemudian.

Ketika saya memberitahukan kepada Richard Rondo bahwa saya telah kehilangan sajadah pagi ini, diapun memberi komentar bahwa saya sudah menerima Yesus , maka saya tidak perlu lagi sembahyang di atas sajadah tersebut, oleh sebab itu sayapun tidak perlu memiliki sajadah , Justru komentar itu yang membuat saya gelisah dan keinginan yang begitu mendesak untuk mengetahui siapa Yesus itu sebenarnya yang telah mencengkram kepala saya dengan dashyat.

Karena tertundanya kedatangan Silva Obed beserta suaminya ke Kupang , maka saya putuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan memberitahukan L. Alexander agar tinggal saja di Kupang , menunggu sampai tibanya Silva Obed dan suaminya sedangkan penerjemah sebagai ganti saya dapat di lakukan oleh Urias Bait , dosen dari Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah bersedia bertindak sebagai penerjemah. Tetapi karena perasaan solider terhadap saya , maka kami sama-sama pulang ke Jakarta , tetapi kemudian L. Alexander pergi lagi ke Kupang , setelah Silva Obed dan suaminya tiba di Kupang.

Segera setelah saya berada kembali di Jakarta, saya mulai mencari informasi untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Yesus itu. Kepada teman-teman saya, saya ceritakan peristiwa terhadap diri saya di Kupang dan pada umumnya mereka mengatakan bahwa saya telah di jamah oleh setan iblis , bahkan ada yang menertawakan saya , karena menurut kata mereka Yesus itu adalah Nabi Isa AS yang sudah lama mati.

Akhirnya saya memutuskan untuk menelitinya dari buku Al Qur’an dengan pemikiran bahwa jika didalam buku Al Qur’an tidak dapat di ungkapkan siapa sebenarnya Yesus itu, maka yang menjamah saya memang setan-iblis , tetapi jika dari buku Al Qur’an dapat di ungkapkan siapa Yesus itu , maka saya percaya dan yakin yang menjamah saya di Kupang pada waktu itu benar-benar Yesus dan saya akan konsekwen berserah diri kepadaNya.

B. AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG MENYELAMATKAN.

Mulai dari tanggal 12 Mei 1993 , saya mulai dengan intensif mempelajari buku Al Qur’an terjemahan Indonesia, terbitan PT. Sari Agung, tertanggal 2 Oktober 1991. Saya mempelajari Al Qur’an dengan ada terjemahan bahasa Indonesianya , karena saya sendiri tidak menguasai bahasa Arab. Setelah lebih dari seminggu saya pelajari dengan intensif, maka saya menemukan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Isa Putra Maryam di berkati dengan berbagai mujizat. Oleh sebab itu , Dia dapat menyembuhkan orang buta , orang sakit lepra dan menghidupkan orang mati.

Pada saat itu pula saya merasa sakit kepala di mana rasa sakitnya hampir menyamai rasa sakit pada waktu kepala saya di cengkram oleh tangan Yesus di Kupang. Maka saya segera berdoa dan memohon kepada Isa AS agar , Dia menyembuhkan sakit kepala saya , karena menurut ayat Al Qur’an , Dia dapat menyembuhkan penyakit yang lebih berat lagi , yaitu lepra. Tetapi doa saya tidak terkabul , karena rasa sakitnya masih tetap saja. Kemudian untuk kedua kalinya saya berdoa dan rasa sakitnya tetap saja , bahkan sakitnya lebih parah. Akhirnya saya berpikir , mungkin cara saya berdoa yang salah dan terlintas dalam ingatan saya, bahwa pada waktu di Kupang , orang-orang Kristen berdoa dengan menyebut nama Yesus bukan nama Isa Almasih. Oleh sebab itu untuk ketiga kalinya saya berdoa tetapi sekarang dengan menyebut nama Yesus dan memohon kepadaNya untuk kesembuhan sakit kepala saya. Segera setelah ucapan doa saya selesai, maka sakit kepala saya terasa diangkat perlahan-lahan, sehingga sakitnya pun hilang sama sekali dan terasa seluruh tubuh di pulihkan kembali sehingga menjadi segar bugar. Air mata saya berlinang karena saat itulah saya yakin nama Yesus itu adalah nama Tuhan yang hidup , yang telah mendengarkan doa saya.

Kemudian saya terus mempelajari ayat ayat Al Qur’an , sampai saya menemukan ayat ayat Al Qur’an yang sangat menentukan bagi saya untuk menerima Yesus dan penelitian saya berakhir pada tanggal 28 Mei 1993 dengan di ketemukannya ayat-ayat penting yang perlu saya ketahui antara lain ayat-ayat yang menyatakan :
-Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab ( Az Zukruf ayat 4 )
-Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil ( surat-surat Al Baqarah , Ali Imran , An Nisaa , dll )
-Al Qur’an ditujukan untuk bangsa Arab yang berbahasa Arab ( Fushshilat ayat 3 )
-Muhammad bukan penolong dan penyelamat , melainkan hanya seorang pemberi peringatan ( Az Zumar ayat 19 , Al Baqaroh ayat 119 )
-Atas perintah/Firman Allah , Isa Almasih putra Maryam adalah orang yang paling atas kedudukannya di dunia dan akhirat. ( Ali imran ayat 45 )
-Umat Nasrani / Ahli Kitab yang beriman masuk Surga ( Al Maidah ayat 65 )

Kemudian setelah di temukan ayat yang sangat menentukan bagi saya , yaitu :
Isa Almasih adalah pertanda bagi kiamat , oleh sebab itu ikutlah dan taatlah kepada Isa Almasih karena inilah jalan yang lurus ( Az Zukruf ayat 61 dan ayat 63 ) ,
Maka saya ambil keputusan bahwa yang menjamah saya di Kupang dengan dashyat dan ajaib adalah Yesus . Oleh sebab itu saya konsekwen menerima Yesus dengan sukacita dan akhirnya di baptis pada tanggal 30 Mei 1993. Akhir kata ,

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta , 30 Mei 1993
Tertanda ,

Drs. A. Poernama Winagun
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby Lost In Imagination » Tue Nov 24, 2009 4:00 pm

WOW................ beruntung sekali dirimu yg dijamah langsung oleh Tuhan Yesus !!
Lost In Imagination
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 169
Joined: Thu Nov 05, 2009 8:55 pm
Location: HERE

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Wed Nov 25, 2009 10:38 am

sumber:swaramuslim.net

Fatwa Mati : untuk Penginjil Suradi & Pendeta H.A. Poernama Winangun


EMPAT utusan Forum Ulama Umat (FUU), Bandung, Sabtu pagi pekan lalu, bertandang ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya. Utusan FUU yang dipimpin Hadi Muhammad itu berencana menemui Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mulyono Sulaiman. Tapi, si tuan rumah tak ada di tempat. Mereka hanya diterima Sekretaris Pribadi Kapolda Metro, Inspektur Satu Kristian.

Dari Mapolda, mereka meneruskan ke Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri). Maksudnya, mau menemui Kapolri Jenderal Suroyo Bimantoro. Ternyata, ia pun tak ada di tempat. ''Bapak sedang ke luar kota,'' kata seorang bintara. Tak puas dengan jawaban itu, utusan FUU ini menuju ke kediaman Kapolri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, tak jauh dari Mabes Polri.

Lagi-lagi, utusan FUU ini kecele. Mereka hanya ditemui seorang staf, Brigadir Tri Cahyono.

''Bapak sedang pergi ke Surabaya,'' kata Tri Cahyono. Lalu, dengan sopan Try menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu dititipkan. ''Akan kami sampaikan,'' tuturnya. Apa boleh buat, Hadi Muhammad pun mengeluarkan satu bundel berkas, dan dua keping kaset. ''Ini bukti-bukti penghinaan yang dilakukan Pendeta Suradi dan Poernama,'' ujar Hadi. Bundel dan kaset sejenis juga diberikan kepada Mapolda.

Yang dituding Hadi sebagai penghina adalah dr. Suradi ben Abraham, seorang penginjil yang juga Ketua Yayasan Nehemia, di Jalan Proklamasi 47, Jakarta Pusat. Sedangkan Drs. H.A. Poernama Winangun, alias H. Amos, adalah seorang pendeta yang juga aktif di Yayasan Nehemia tersebut.

Pengaduan Hadi ke Jakarta itu merupakan tindak lanjut dari fatwa yang dikeluarkan FUU di Masjid Istiqomah, Bandung, Ahad 25 Februari lalu. Waktu itu, dalam acara tablig akbar yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah, KH Athian Ali Muhammad Da'i, Ketua FUU, membacakan ''Fatwa Forum Ulama Umat Mengenai Penghinaan Terhadap Islam''.

Fatwa dalam tiga lembar kertas ukuran folio itu berisi dua butir pernyataan. Pertama, bahwa berdasarkan syariat Islam, mereka yang menghina Islam seperti Pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun wajib dihukum mati. Kedua, sebagai tindak lanjutnya, FUU meminta pemerintah melaksanakan tindakan hukum untuk menghindari umat Islam mengambil cara sendiri.

Fatwa itu kontan disambut dengan teriakan takbir sahut-menyahut. Tangan-tangan umat teracung ke atas sembari mengepal. Mata mereka menatap tajam, menyebarkan kebencian dan kemarahan.

Mengapa FUU sampai mengeluarkan fatwa mati? Dalam pandangan FUU, baik Suradi maupun Poernama telah terang-terangan menghina Nabi Muhammad dan Allah SWT. Penghinaan itu, menurut Athian, tertuang dalam buletin Gema Nehemia, buku-buku, ataupun kaset-kasetnya yang telah beredar luas, sampai ke luar Jawa.

Suradi, misalnya, mengatakan bahwa Tuhannya umat Islam adalah hajar aswad (batu hitam) yang menempel di dinding Ka'bah di Mekkah itu. Tak hanya itu. Disebutkan pula bahwa wahyu yang diterima Nabi Muhammad di Gua Hira adalah suara setan; Al-Quran itu bukanlah ayat suci, karena ayat-ayatnya bertentangan; Muhammad belum selamat, karena lima kali dalam sehari umat Islam mendoakannya, dengan membaca ''Allahumma shalli ala sayidina Muhammad, wa ala ali sayidina Muhammad (Ya Allah selamatkanlah Muhammad dan keluarganya); dan masih banyak lagi.

Adapun penghinaan Pendeta Drs. H.A. Poernama Winangun kepada umat Islam, antara lain, tulisannya di buku Upacara Ibadah Haji. Di buku yang terbit pada Desember 1997 itu, Poernama menyatakan bahwa kedudukan Nabi Isa AS sama dengan Allah SWT; Nabi Muhammad pernah memerkosa seorang gadis; Nabi Musa AS lebih memiliki pengetahuan dibandingkan dengan Allah SWT; umat Islam memberhalakan Ka'bah; dan masih banyak lagi yang tak patut ditulis.

Fatwa FUU itu kontan direspons meriah. Sepanjang pekan lalu, radio-radio swasta di Bandung membincangkannya. Khatib-khatib Jumat juga menghadirkan materi fatwa mati itu di atas mimbar. Di antaranya di Masjid Al-Manar di Jalan Putar, masjid di kompleks Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri di Jatinangor, dan masjid di lingkungan Kampus Universitas Islam Bandung.

Dukungan terhadap fatwa mati juga mengalir. Misalnya, ada 30 pernyataan sikap yang datang dari dewan keluarga masjid, dan 20 pimpinan pondok pesantren di Bandung. Partai dan ormas Islam di Jawa Barat pun menyampaikan sikap dukungannya. Antara lain, dari Partai Persatuan Pembangunan, Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Laskar Ababil Jabar, dan Ikhwanul Muslimin Jabar. ''Semuanya dinyatakan secara tertulis,'' tutur Athian. Ia juga masih menunggu dukungan resmi dari Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat, walau dukungan perorangan dari warga NU sudah disampaikan.

Tapi, sebagai warga negara yang baik, masih kata Athian, pihaknya tak mau main hakim sendiri. ''Kami mengirim utusan untuk membawa bukti-bukti itu ke Polda Metro Jaya,'' katanya. Dan, urusan itu sudah dilakukan oleh Hadi Muhammad Sabtu lalu tersebut.

Di kalangan Kristen Protestan, ''jualan'' model Suradi dan Poernama juga dianggap bermasalah. ''Kami sedang merintis untuk membuat aktivitas yang membuat antarumat beragama rukun, eh, kok malah ada masalah seperti ini,'' tutur Pendeta E.P. Sembiring. Pendeta yang aktif di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ini menganggap metode yang dipakai Suradi tak bakal efektif. ''Kalau antarumat beragama mau rukun, ya jangan memasuki wilayah agama orang lain,'' katanya. Sebab, cara-cara seperti itu hanya membuat masalah saja.

Dua tahun lalu, Suradi pernah membuat geger umat Kristiani. Pasalnya, dia mengusulkan pada Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) agar mengubah nama Allah menjadi Yahwe Elohim yang berasal dari bahasa Ibrani. ''Usulan itu tak ada yang menanggapinya,'' ujar Sembiring. Alkitab terbitan LAI, masih kata Sembiring, tidak hanya dipakai kalangan Protestan, melainkan juga umat Katolik.

Hal senada juga disampaikan Pendeta Dr. I.P. Lambe. Menurut Sekretaris Umum PGI ini, yang disampaikan kelompok Suradi itu merupakan pendapat mereka sendiri. ''Walau sama-sama bersumber dari Alkitab, Suradi punya pengertian sendiri,'' ia menegaskan.

Menurut Lambe, PGI akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan MUI untuk menjelaskan duduk soalnya. ''Kami akan sampaikan bahwa itu bukan ulah gereja atau umat Kristen keseluruhan. Mudah-mudahan pemerintah dapat melokalisasi persoalan, supaya tidak menjadi persoalan yang ditimpakan kepada seluruh umat Kristen,'' katanya.

Menghadapi ancaman fatwa mati tersebut, Suradi tidak terlalu cemas. ''Saya sudah sering diancam dan diteror. Kalau memang harus mati karena pelayanan, ya apa boleh buat. Nabi-nabi juga mati dibunuh,'' kata Suradi sambil membetulkan letak kacamatanya. Bahkan, dengan nada pasrah Suradi menambahkan: ''Saya sudah diberi tambahan umur oleh Tuhan. Sekarang saya mau membalasnya dengan pelayanan.''

Pada Gatra, Suradi mengaku bahwa dirinya dibesarkan di kota Yogyakarta, di lingkungan ayah dan ibu yang muslim. Semua kewajiban agama, mulai salat hingga puasa, dijalani keluarga ini secara baik, kecuali pergi haji yang belum ditunaikan. ''Ayah saya cuma pegawai negeri, tidak mampu,'' ujar anak kelima dari tujuh bersaudara ini.

Semula, Suradi seorang muslim. Pada usia 21 tahun, ia beralih menjadi Kristen. Ia lalu diajak Hamran Amrie (meninggal pada 1987) yang perjalanan keagamaannya juga mirip dengan Suradi --dari Islam menjadi Kristen-- untuk menjadi penginjil, pada 1982. Karena meyakini setiap pengikut Kristus keturunan Nabi Abraham, Suradi menambahkan di belakang namanya ''ben Abraham''.

Pada 1982 itu, Suradi mulai mengajarkan Injil. Ia berkhotbah dari satu gereja ke gereja lain. Ia menyebarluaskan keyakinannya yang baru tersebut. Rumah yang ditempati sejak 1965, di Jalan Proklamasi 47, Jakarta Pusat, selain menjadi tempat praktek dokter (praktek umum dan gigi), juga dipakai sebagai lokasi kursus penginjilan dengan nama Yayasan Christian Centre Nehemia.

Kursus penginjilan itu rutin, tiga kali sepekan selama enam bulan. Dalam setahun, kursus diadakan sampai dua kali. ''Tahun ini sudah 16 angkatan. Tiap angkatan 30 orang lulus,'' ujar ayah tujuh anak itu. Berhubung biaya kursus gratis, Suradi melakukan seleksi ketat terhadap siapa pun yang ingin mengikuti kursusnya. Ia tak mau terbuka menyebutkan dari mana dana untuk kursus dan penyebaran buletin Gema Nehemia diperolehnya.

Yang pasti, Suradi bersikeras bahwa apa yang dilakukannya selama ini tidak bermaksud menyinggung Islam. ''Saya membandingkan ajaran Islam dengan Kristen, supaya orang Kristen tidak pindah agama menjadi Islam,'' katanya. Selain itu, ''Kalau orang Islam imannya kuat, tentu tidak perlu terpengaruh dengan ucapan saya,'' kata kakek tujuh cucu ini.

Kini, Suradi dan Poernama memang sudah dituduh melakukan penghinaan terhadap agama Islam. Hukum positif bakal menjeratnya. ''Tentang penghinaan terhadap agama, hukum positif kita telah memberi ruang,'' tutur Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, guru besar hukum tata negara, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, kepada Hendri Firzani dari Gatra. Masih menurut Jimly, ''Dalam KUHP, itu diatur dalam Pasal 156 sampai 157.''

Oleh sebab itu, Jimly menganjurkan agar persoalan ini diserahkan kepada pengadilan. ''Biarlah pengadilan yang memutuskan, walaupun tidak sampai hukuman mati,'' ia menambahkan. Jimly benar. Untuk urusan penghinaan terhadap agama, menurut KUHP Pasal 156a, hukuman maksimalnya adalah lima tahun penjara.

Dalam kancah kerukunan umat beragama Indonesia, Suradi seakan memecahkan rekor untuk diburu. Pasalnya, ketika para pemuka agama mencoba mencari titik-titik temu dan menjauhkan perbedaan, Suradi malah tampil untuk mengoyak-ngoyaknya.

Itu sebabnya, baru pertama kali ini ada fatwa mati untuk seorang penginjil dan seorang pendeta. Di tingkat dunia, pada 1989, Salman Rushdie, penulis novel Ayat-ayat Setan, juga divonis mati oleh Imam Khomeini dari Iran. Fatwa itu dikeluarkan Khomeini karena, dalam novelnya, Salman dituduh telah menghina ajaran Islam.

Herry Mohammad, Asrori S. Karni, Sulhan Syafi'i, dan Ronald Panggabean
[Laporan Utama Gatra Nomor 16, Beredar Senin, 5 Maret 2001]
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Wed Nov 25, 2009 10:39 am

sumber : timfakta.blogspot.com

Seorang bos sebuah perusahanan di kawasan Jakarta Selatan, merangkap sebagai misionaris Kristen. Kepada bawahannya ia menyodorkan buku saku 77 halaman berjudul “Riwayat Singkat Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad SAW” tulisan Drs A Poernama Winangun. Seorang muslimah yang menjadi sasaran misi bos Kristen tersebut, meminta kepada Tim FAKTA untuk menjawabnya.

Buku saku yang sarat dengan penyimpangan tafsir Al-Qur`an dan sejarah Rasulullah ini tergolong buku “gelap” karena tidak mencantumkan nama dan alamat penerbitnya. Akibatnya, Tim FAKTA menemui jalan buntu untuk bisa berdialog dengan penulis buku ini. Maka melalui rubrik ini, Tim FAKTA mengundang Poernama Winangun, penulis buku ini untuk berdialog secara ilmiah mengenai isi buku tersebut.

Setelah pindah agama dari Islam, Poernama Winangun rajin menulis buku-buku yang menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur`an untuk menyebarkan kekristenan kepada umat Islam. Dalam menulis buku, Poernama sering memakai nama alias Drs H Amos, Drs Ara Apwin, dll. Bila diteliti, tulisan-tulisan tersebut bukan hasil pikiran dan penelitian sendiri, melainkan hasil jiplakan terhadap tulisan islamologi para pendeta dan penginjil. Hal ini terlihat dari jurus-jurus yang sama ketika menyimpangkan ayat-ayat Al-Qur`an. Ditambah lagi dengan riwayat hidup Poernama Winangun sendiri sebagai seorang yang awam dalam hal keislaman.

Dalam kesaksiannya, Poernama Winangun mengaku lahir pada tanggal 17 Mei 1935. Ia pindah agama dari Islam ke Kristen dalam usia 58 tahun (tanggal 30 Mei 1993). Sampai bulan Mei 1993 (sebelum masuk Kristen), dia hanya hafal surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Naas, Al-Ikhlash dan Al-Kautsar, tanpa mengetahui artinya.

Ia juga mengaku sebagai orang yang tidak mengerti Bahasa Arab, sehingga yang dipelajari hanya terjemahan Al-Qur`an saja. Dalam mencari kebenaran agama Kristen, ia mengaku mempelajari dan meneliti Al-Qur`an hanya dalam tempo tiga minggu saja.

Bisa dibayangkan, orang Islam yang sudah berumur 58 tahun hanya hafal lima surat pendek dalam Al-Qur`an tanpa memahami artinya (Catatan : seperti kebanyakan orang Islam di Indonesia yang tidak memahami apa arti ayat alquran yg dihafalnya) ............ Padahal anak TK/TPA Islam rata-rata sudah hafal puluhan ayat Al-Qur`an (Catatan : yang juga tidak memahami apa artinya).... Inilah bukti betapa awamnya wawasan Islam penginjil Poernama, tak lebih pandai daripada anak TK Islam.

Dengan modal ilmu yang dangkal tentang Islam, maka meneliti Al-Qur`an dalam waktu 3 minggu untuk mencari kebenaran Kristen adalah hal yang mustahil dan tidak masuk akal.
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby slowrock » Sun Nov 29, 2009 12:58 pm

Lost In Imagination wrote:WOW................ beruntung sekali dirimu yg dijamah langsung oleh Tuhan Yesus !!


tolong jaga forum tetap netral
slowrock
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Joined: Tue May 06, 2008 2:21 am

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby AkalSehat » Sun Nov 29, 2009 1:01 pm

alhamdulilah allahuakblarrr!!! :turban:
AkalSehat
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 805
Joined: Wed Sep 02, 2009 1:09 am

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby walet » Wed Dec 16, 2009 3:22 am

Tanpa FFI pun banyak murtadin, apalagi dipercepat dengan FFI yang dikunjungi ribuan orang perhari, pasti akselerasi kemurtadan sangat cepat sekali.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Thu Dec 17, 2009 12:22 pm

walet wrote:Tanpa FFI pun banyak murtadin, apalagi dipercepat dengan FFI yang dikunjungi ribuan orang perhari, pasti akselerasi kemurtadan sangat cepat sekali.


betul Bro Walet , sekarang kita pikirkan dan kita bantu penyebaran FFI ini , agar setiap orang bisa tau ttg FFI ini. makin banyak orang tau FFI , makin cepat kita mengentaskan pembodohan yang telah berabad2 kepada bangsa dan negeri kita yang tercinta ini. \:D/
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby saksang » Tue May 11, 2010 9:25 pm

dia hanya hafal surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Naas, Al-Ikhlash dan Al-Kautsar, tanpa mengetahui artinya.


itulah yg dinamakan Iman buta! berapa persen jumlah muslim yg begini..
saksang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Kesaksian Drs. A. Poernama Winangun

Postby I Want You » Wed May 12, 2010 1:13 pm

dia hanya hafal surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Naas, Al-Ikhlash dan Al-Kautsar, tanpa mengetahui artinya.

saksang wrote:itulah yg dinamakan Iman buta! berapa persen jumlah muslim yg begini..


boleh di katakan di atas 65 % :green:
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem


Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users