. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

KERIS: lambang peradaban Melayu yg dihancurkan Islam

Khusus ttg sepak terjang/sejarah jihad dan penerapan Syariah di INDONESIA & negara jiran (MALAYSIA)

Postby ali5196 » Fri Oct 13, 2006 11:28 am

KERIS: lambang peradaban Melayu (pra-Islam) yg dihancurkan Islam.

Lama sebelum keris direndahkan statusnya menjadi benda mati tidak berarti, auranya sbg benda sakral sudah dihancurkan oleh Islam-Dr Farish Noor

http://www.kakiseni.com/articles/columns/MDExMg.html
Dari Majapahit kpd Putrajaya: Keris adalah lambang Berkembang dan Matinya Peradaban (Bagian 2)
Dari barang mewah menjadi senjata: De-mistifikasi Keris dlm Dunia Islam.


Image

Islam tidak hanya menggantikan para dewa dan dewaraja peradaban kuno. Islam juga mengambil alih hak cipta keris.

Salah satu contoh paling nyata dampak radikal Islam terhdp dunia
Indo-Melayu adalah terhdp budaya istana[/b]. Jaman kebesaran Hindu-Buddha yg diwarnai oleh romantisisme dan fantasi, secara bertahap diwarnai prosa kering Muslim dgn cerita2 pahlawan yg lebih berkisar di bumi. Naratif2 'made in Arab' ini memberikan dunia Melayu lambang2, tokoh2 dan metafor baru yg sama sekali asing dari budaya asli.

Kerajaan2 yg ada berupaya kuat menahan gelombang perubahan ini, mencoba menjaga kesinambungan aura mistik dan misterius kerajaan masa lalu. Dlm naratif pro-Kerajaan Sejarah Melayu misalnya, kami mendapat cerita2 hebat ttg keris2nya Hang Tuah yg bernama keris Tameng Sari yg mampu terbang ke angkasa memantau bajak laut dan kapal2 musuh.

Setelah datangnya para pemikir Sufi Melayu spt Hamzah Fansuri, Shamsul-din Pasai dan Abdul-Rauf Singkel, dongeng2 metafisik Islam mereka terbukti jauh lebih destruktif terhdp rejim Dewaraja Indo-Melayu. Menariknya Islam, spt yg diajarkan para Sufi kpd para calon2 pengikut adalah tujuan menjadi insanu’l-kamil (manusia sempurna), sesuatu yg bisa dicapai rakyat maupun Raja. Keduanya tiba2 menjadi
sederajad. Tidak lagi ada hirarki kraton. Pihak Sufi juga mengajarkan bahwa LOGIKA/nalar adalah universal, dan oleh karena itu semua Muslim sama rendah/tinggi dihadapan Tuhan. Spt yg dinyatakan Al-Attas : Dlm interpretasi Islamnya Sufi, ‘esensi manusia adalah bahwa ia rasional dan rasionalitas adalah hubungan antara dirinya dan realitas.' Konsep2 persamaan derajad spiritual ini memberi orang awam rasa harga diri persamaan sederajad dgn kaum ningrat.’

Pukulah Islam paling radikal terhdp era pra-Islam ini adalah
demitologisasi dunia Melayu secara bertahap. Ini dampak Islam yg paling mengubah pandangan Indo-Melayu. Ismail Hamid mengatakan ‘Islam mengakhiri sistim kasta Hindu' dan ‘sbg gantinya, Islam menerapkan konsep ‘demokrasi’’ (??) yg didasarkan pada persamaan derajad semua Muslim (!) didepan Tuhan. Jadi lewat tasawuf (metafisika rasional) Sufi dan Ulama, elemen2 indah budaya Indo-Melayu terkikis.

Pada akhirnya, para pakar Muslim, Sufi, penyair dan sejarawan berhasil MENYUSUN KEMBALI DAN MENCIPTAKAN KEMBALI cara berpikir bangsa Melayu sedemikian rupa shg bahkan elemen2 esoterik KERISpun tidak selamat dari serangan2 para revisionis ini.

Akibat Islam dan perubahan dlm masyarakat Muslim-Melayu, pembuatan keris menjadi hal yg umum, dan akhirnya dibawa keluar dari perbatasan istana. Hamzuri menulis bahwa dari periode Mataram (antara abad 15-17), produksi keris menjadi bisnis masal. Pada saat era Jogya-Solo (setelah Perjanjian Giyanti th 1755), ‘produksi keris menjadi universal, dan tidak lagi monopoli empu istana. Timbul empu2 dan tukang2 pandai besi yg meninggalkan Jawa dan pindah ke Sumatera dan jazirah Melayu karena memburuknya keadaan politik dan sosial di Jawa.

Pada abad 16-17, pembuatan keris tersebar diseluruh dunia Melayu dng pusat2 produksi spt Patani, Kelantan, Aceh, Melaka, Minangkabau, Palembang, Bantam, Demak, Jogjakarta, Surakarta, Bali, Makassar, Goa, Banjarmasin, Mindanao dan kepulauan Sulu.

Akibatnya, timbullah kelompok2 dan kelas2 sosial baru; tuan tanah, pedagang dan Muslim2 kelas buruh. Proses ini juga mengakibatkan kurangnya penghargaan bagi keris karena semakin mudah terjangkau oleh kelompok2 sosial baru ini. Keris dipopulerisasi dan di-vulgarisasi. (Yang sangat membuat geram kelas2 ningrat tradisional).

Belum lagi kedatangan kaum Ferenggi (Kristen) dgn maksud dagang ke wilayah Indo-Melayu, yg oleh Islam dianggap sbg musuh bebuyutan. Kini diperlukan senjata yg lebih efisien dan bukan sekedar pajangan.
Dari lambang sakral dan obyek mewah yg berstatus, keris menjadi senjata yg bisa dipakai utk membunuh. Terjadilah modifikasi terhdp bentuk keris, spt keris2 yg lebih panjang (Keris Sundang-nya kaum Moro dari Flipina Selatan dan Keris Bahari dari Sumatra).

Bagian hulu (bagian kayu) juga menghadapi evolusi. Muslim2 tulen keberatan atas pelambangan dewa2 Hindu dlm wayang dan hulu2 keris. Dan mereka mengubahnya dari ukiran2 dewa menjadi ukiran mahluk2 berburuk rupa’.

Garuda yg tadinya menjadi tumpangan dewa Wisnu, diturunkan statusnya menjadi pekaka. Bentuk2 ukiran para dewa dan mahluk2 kurawa masa lalu diganti dgn kaligrafi arab, pola2 bunga dan geometris yg akhirnya semakin mengIslamkan kepulauan Melayu ini dlm abad2 mendatang.

Di daerah2 spt Patani dan Kelantan dimana penampakan Wisnu-Garuda terlalu kuat, sosok Garuda dimodifikasi sedemikian rupa sampai menjadi bentuk tubuh setengah manusia yg berjongkok dgn sayapnya dicabut.

Sementara produksi keris di jaman Hindu-Budha dipengaruhi elemen2 religius dan legenda2, produksi keris di jaman Islam menciptakan rumus2, perbendaharaan, tabu dan kode2 jimat baru.

Jadi, pengakuan Islamis bahwa Islam menghapuskan dongeng2 dan takhyul2 jaman pra-Islam adalah omong kosong. Justru mereka menambahkannya lapisan takhyul baru pada sistim kepercayaan orang Melayu yg sudah sarat dgn kepercayaan pra-Islam. Investigasi atas upacara pembuatan keris dijaman Islam menunjukkan bahwa pengaruh pra-Islam masih nampak, Islam hanya menambahkan lambang2, kode2 dan jimat2 Islami.

Dan setelah di-demitologisasi, di-popularisasi dan di-sekularisasi, Keris masih juga harus menghadapi hantaman ‘modernisasi.’

----------------------------------
Dari Majapahit - Putrajaya: Keris sbg lambing Perkembangan dan Matinya Peradaban (Bagian 3-selesai)

Image

... Muslim ingin sekali menghilangkan segala jejak budaya pra-Islam.

Abad ke 19 menyaksikan serangan yg paling keras, tidak hanya terhdp gaya hidup kaum ningrat, tetapi juga terhdp budaya dan nilai2 mereka. Semangat para haji yg memimpin Perang Paderi di Minangkabau, th 1821-1832 ditujukan utk memerangi adat yg dianggap tidak Islami dan oleh karena itu harus di-eradikasi.

Semangat ini juga ditunjukkan para Ulama yg memimpin Aceh melawan Belanda dlm perang sangat parah; Perang Aceh, 1873-1912. Juga oleh para jendral Muslim yg memimpin kaum Moro melawan musuh Spanyol di Filipina Selatan.

Kaum Muda abad ke 19 berikutnya yg nasionalis dan aktivis menyerang upacara2 adat spt upacara nikah tradisional, upacara pencukuran rambut bagi bayi, upacara penguburan dan upacara persembahan pada dewi laut, Nyai Loro Kidul.. Akibatnya, kepercayaan kpd KERIS juga mengalami nasib naas yg sama karena dianggap sbg benda memalukan yg mengingatkan Muslim pada jaman ‘jahiliyah,’ jaman dimana Muslim belum Muslim sejati.

Lembar mata uang 50-Ringgit Malaysia yg pernah menyandang gambar Keris Tajong, kini dihias dgn gambar kilang minyak.

Di jaman modern ini, Keris merupakan sebuah fenomena yg tidak dimengerti dan bahkan bahan tertawaan. Salah satu kontroversi keris menyangkut monumen besar berbentuk keris buatan Eropa dan dipamerkan diluar stadion nasional diluar Bukit Jalil, Selangor, 1998. Orang2 konservatif yg pro-keris sangat kisruh dgn bentuk monumen yg mahal luar biasa (RM 9 million) tanpa memperhatikan segi2 artistik. Sementara Muslim keberatan karena bentuknya spt besi telanjang (padahal seharusnya berada dlm keadaan dibungkus) dan ujung tajamnya mengarah ke langit, yg dianggap sbg posisi agresif dan menghina (biasa …. apa2 dianggap menghina oleh Muslim !) yg menganggapnya sbg menusuk pantat Allah. :lol:

Monumen2 keris juga menghiasi langit kota2 Kuala Lumpur, Selangor, Shah Alam dan Kelang. Bagi Commonwealth Games 1998, sejumlah monumen keris dipesan tetapi tidak pernah rampung. Mereka2 ini berbentuk tabung pembungkus keris (tanpa pisau dan ujung kayunya) yg ditanam ditanah dan terbuat dari besi. Monumen ini juga mengundang marah para kolektor dan pakar keris.

Nasib sekarat Keris seakan melambangkan evolusi suku2 bangsa Melayu dlm dunia modern. Terjepit antara ulama yg melulu mengutuk jaman nenek moyang pra-Islam, dgn jaman kini yg tidak lagi mempedulikan arti dan relevansi keris. Jadi, keris tidak lagi dapat terbang, dan terkekang di bumi spt manusianya.

Dng naik dan jatuhnya keris, kami menyaksikan terkikisnya peradaban Melayu yg pada saat ini sedang mencari2 jati dirinya.

Kuala Lumpur-London, 1999
------------------------------------
Dr Farish A. Noor, orang Malaysia, Muslim, sejarawan, pakar sains dan pengumpul barang antik.
Last edited by ali5196 on Mon Oct 16, 2006 3:30 pm, edited 6 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Oct 13, 2006 11:33 am

http://www.kakiseni.com/articles/people/MDA5Mg.html

Masa Lalu Malaysia DICURI: wawancara dng Dr. Farish A Noor
by Jenny Daneels
05-12-2001

dipindah ke post tersendiri :
Bagian 13b: Jihad di Malaysia
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=7168
Last edited by ali5196 on Tue Nov 07, 2006 4:51 pm, edited 6 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Laurent » Sat Jul 21, 2007 8:37 am

BGm dgn yg ini :

UNESCO Kukuhkan Keris RI Sebagai Warisan Dunia
Denpasar (ANTARA News) - Organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan (UNESCO) Badan Perserikatan Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia.

"Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 Nopember 2005," kata Pemilik Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka di Ubud, Rabu.

Menjelang penyelenggaraan pameran sekaligus tambahan 218 bilah keras sebagai koleksi Museum Neka, ia mengatakan, negara tetangga seperti Singapura, Brunei Darussalam dan
Filipina hingga kini belum berhasil mengukuhkan kerisnya diakui dunia.

Keris Indonesia, termasuk Bali diakui sebagai karya agung warisan dunia mendorong untuk menjadikan keris untuk menambah koleksi museum yang telah dirintisnya sejak 25 tahun silam.

"Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi lukisan dan patung," tutur Suteja Neka.

Tambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi secara ketat yang dilakukan pakar dan pejuang keris Indonesia Ir. Haryono Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro (Mpu dan Pakar keris).

Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam kehidupan manusia pada jaman dahulu hingga sekarang. Kebiasaan memanfaatkan senjata keris sebagai senjata, benda berwasiat dan kelengkapan upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali.

"Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni, bukan karena berwasiat," ujar Suteja Neka.

Ia merupakan pewaris membuat peralatan perang, khususnya keris bertuah, bahkan leluhurnya Pande Pan Nedeng adalah Mpu Keris dari Kerajaan Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3, Ida Dewa Agung Djelantik yang menduduki tahta pada abad 19 (1823-1845).

Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Suteja Neka dikenal sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu, antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New York World Fair, Amerika (1964).

Lewat museum Neka yang dirintis 25 tahun silam diharapkan mampu melestarikan dan mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah diakui dunia, harap suteja Neka
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5692
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby ali5196 » Sat Jul 21, 2007 5:00 pm

Bukti lagi bahwa obyek2 pra-Islam atau non-islam terus mengharumkan nama Indonesia diluar negeri.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Laurent » Sat Jul 28, 2007 2:55 pm

mungkin keris tak bisa dipake buat menggal kepala orang & potong tangan org kali
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5692
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby swatantre » Tue Jul 31, 2007 11:24 am

Ada juga yang berpendapat kalau keris sejatinya bukan buat mencincang daging orang atau hewan. Kalau cuman buat menjagal, kenapa harus pake bentuk yang rumit (berluk), bukannya lurus dan tajam sehingga mudah diasah. Belum lagi detil pamor, pegangan, dst, yang semestinya tidak perlu jadi perhatian amat oleh para Empu bila fungsi utama keris adalah sebagai senjata pembunuh.
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4020
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby AL_SIAPA » Tue Sep 25, 2007 5:22 am

penghancur kebudayaan!!!!
hati ini menangis
jiwa ini rindu

kebesaran nenek moyang yg sejati telah di rusak
peninggalan keagungan telah dirampas

ouWWWWWWWWWWWW
teganya teganya .teganya...teganya.teganya....

dasar bengis!!!!!!!!!
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta


Return to Resource Centre Jihad di INDONESIA



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users