fayhem wrote:Misalnya ada seorang wanita sebut saja A, A itu punya suami Z, dan mempunyai anak C
Lalu entah nasib sial, A ketangkap muslimin dan dijadikan budak,
Apakah otomatis A bercerai dengan Z ?
maz wrote:yup,dgn sendirinya
Ada dalilnya ? aq tunggu
Apakah otomatis C bukan lagi anak A ?
maz wrote:yup.namun statusnya sbg anak A mrdka..bkn anak A bdak
Lho A itu sebagai budak maz, bukan seorang yang merdeka ?
Bagaimana status anaknya (C) saat A menjadi budak ?
Apakah C bukan lagi anak A ?
Andaikata budak tersebut bebas,
apakah A harus kawin lagi dengan Z ?
maz wrote:A dah anggp Z suami gk tnggung jwb..ngapain gk ditbus pd waktu trtangkap sblm djdikn budk.
Tipikal muslim, pura-pura nggak mengerti maksud pertanyaannya, selalu mengeles mencari kelemahan suatu pertanyaan
Maksud pertanyaanku secara lengkap adalah
jika A tau kalo Z itu tidak mampu untuk menebusnya, dan A juga tipe wanita yang setia terhadap Z,
Bagaimanakah jika suatu saat A menebus dirinya dengan upahnya sendiri atau temannya yang menebus, apakah A harus nikah lagi dengan Z ? Ataukah A otomatis kumpul lagi dengan Z tanpa harus nikah lagi ? Padahal A ingin bisa bersama Z lagi.
apakah C kembali lagi menjadi anak C ?
(??)
maz wrote:statusnya tetap sbg anak A mrdka
Saat A menjadi budak bagaimana bisa dikatakan A merdeka ?