Chondena wrote:@fayhem
Allah menurunkan 3 agama, Yahudi, nasrani dan Islam.
Menurutku itu bukan awloh islam
Menurut sejarah yang lebih dulu ada daripada quran, bukan awloh islam yang menurunkan itu
Kecuali kalo kamu punya naskah sejarah yang lebih tua dari naskahku yang menceritakan awloh islam
Chondena wrote:Oiya mas fayhem lalu mengapa pada kitab kejadian, dan keluaran. Tidak mengapa melakukan poligami, Lamekh salah satunya.
Dulu manusia sangat sedikit, jadi wajar kalo poligami, bahkan incest
Coba bayangkan dari 2 orang menjadi bermilyar orang, apa yang dilakukan untuk bisa berkembang seperti itu pada jaman dahulu saat manusia masih sedikit bisa dihitung dengan jari ?
Chondena wrote:Bahkan dalam kidung agung ada puisi tentang beristri banyak. Kemudian para nabi melakukan poligami, seperti Daud, solomon, Abraham, Yakub. Bahkan tuhan tidak marah dan memujinya dengan memberi sebutan " Nabi yang taat dan berkenan di hatinya" pada kisah para Rasul.
Idem sama diatas
Jika kamu menggunakan perjanjian lama, tentunya kamu juga menggunakan perjanjian baru, yang juga ada sebelum muhammad, dimana perjanjian baru itu mengajarkan one vs one, poligami ataupun poliandri dilarang.
Kamu membaca kisah-kisah itu atau cuma copas saja ?
Kuberitahu ya, daud, solomon, abraham dan yakub itu bukan nabi
Chondena wrote:@topsy
saya tidak menjilat ludah sendiri, pada postingan pertama saya memang mengatakan sangat keliru kalau ada orang yang berasumsi haramnya poliandri hanya dikarenakan belum dikenal tes DNA. Itu memang benar, di postingan kedua saya hanya membenarkan perkataan Maz, bahwa hikmahnya memudahkan menentukan ayah yaitu tanpa tes DNA. Sekaligus saya menambahkan kemudahan2 yg lain.
Lalu bagaimana dengan perempuan mandul ? boleh kan poliandri ?
Lalu bagaimana dengan budak-budak ? boleh kan mereka poliandri ?