. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Postby the unbeatable » Tue Nov 04, 2008 1:42 am

Kenapa muslim sujud menghadap kota mekkah?

Jawaban:

Klaim sepihak (Kompas) mode: on

Karena muslim (terutama muslim Indonesia) budak/ternak perahan nya Arav

Klaim sepihak (Kompas) mode: off
User avatar
the unbeatable
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 195
Joined: Sat Oct 25, 2008 12:45 am

Postby Duladi » Tue Nov 04, 2008 1:55 pm

Azizgol wrote:kaya'nya jawaban yg pas buat yg tanya arah sholat, yaitu biar lebih rapi dan tdk tertabrak temen sebelahnya.


Ini adalah alasan kanak-kanak (childish) banget.
Sholat menghadap Ka'bah (di Mekkah) maksudnya biar rapi dan tidak tabrakan teman sebelahnya, WOI........ Keren tuh alasannya! :lol:

Kenapa tidak melihat obyeknya, kenapa bisa-bisanya muslim dibujuk dengan alasan se-childhish ini buat nyembah berhala Arab? :lol:

Ingat! Dahulu ketika Indonesia dijajah Jepang, orang-orang Indonesia diharuskan menghormat ke arah Tokyo. Kenapa Tokyo? Karena SANG KAISAR JEPANG ada di sana!!!!! :evil:

Jepang jujur akan berkata: "Iya, kalian harus menghormat ke arah Tokyo, sebagai gambaran ketundukan kalian pada SANG KAISAR. Sang Kaisar adalah Tuhan kalian."

Jepang taqqiyah, akan berkata begini:
1) Itu untuk persatuan arah, agar ketika kalian memberi hormat tidak saling tubrukan dengan teman sebelah.
2) Itu adalah perintah Kaisar yg harus dipatuhi, gak boleh tanya kenapa atau apa alasannya. Pokoknya harus nurut.
3) Supaya terlihat rapi. Itulah indahnya JEPANG.

satu bukti klo islam itu indah.


Kata-kata sampeyan sudah terekam dalam:

Self-Brainwashing, penggoblokan atau pencerdasan?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=29853
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby LinduA » Tue Nov 04, 2008 3:05 pm

duladi wrote:

Hadist itu hanya menegaskan saja, bahwa doa muslim yang diarahkan ke Ka'bah DIJAMIN PASTI terkabul


Ha...ha....ha.... anda sudah mulai berubah.....
Sudah bisa menjamin pasti terkabul..ha....ha....ha....Anda rupanya sudah menjadi Tuhan ya...?

Itu artinya, doa menghadap ke arah lain tidak akan dikabulkan oleh jin Arab.


Kacau...kacauuuu. Amburadul.....
Disuruh membuktikan adanya keharusan berdo'a menghadap ke Ka'bah tidak bisa, malah ngarang2 yang lain.

Di dalam Alquran, sebagai dasar dari hadist-hadist di atas, telah cukup jelas memerintahkan setiap budak Arab agar memalingkan wajahnya ketika sembahyang:


Sembahyang itu tidak hanya berdo'a, tetapi juga mengagungkan Allah, mensykuri atas nikmat yang telah diberikan Allah, ikrar dll.
Kalau ayat2 Al Qur'an yang sampeyan suguhkan nggak usah di-ulang2, kami juga tahu kok.
Yang perlu dijawab: Mana bukti yang mengharuskan umat Islam kaau berdo'a harus menghadap ke Mekah?
Nanti kan jawabnya juga muter2 lagi. Saya tahu anda hanya mengarang dan pasti tidak akan bisa membuktikan.

Inikah hasil anda pindah agama? Kasihan .......

Presiden, Wapres, dan menteri-menteri bukanlah muslim tulen.
Mereka menjadikan PANCASILA sebagai falsafah hidupnya, bukan Alquran dan sunnah Rosul.


Anda punya cermin mas dul? Cobalah bercermin dulu.......
Anda ini apa ya...? Kok bisa2 nya menilai seperti diatas. Coba kalau anda berani menyampaikan hal diatas langsung melalui surat pembaca. Anda pasti tidak berani kan?

Wanita-wanita kafir boleh diperkosa atau dijadikan budak seks, orang-orang kafir boleh dibunuh kapan pun muslim suka, kecuali mereka berguna untuk menafkahi muslim, maka mereka dijadikan dhimmi.


Betapa jahatnya anda dengan menyatakan ini. Mana ada ajaran Al Qur'an yang membolehkan sepertI diatas?
Paling2 anda akan menjawab contoh2 ayat yang akan di-plintir2.
Ini sudah terbukti beberapa kali anda me-mlintir2 ayat.

Presiden, wapres dan menteri-menteri "belum" ***** dan "belum" jahat, karena mereka tidak menerapkan ajaran Islam sepenuhnya.

Kenapa anda beri tanda kutip ( " ) pada kata2 belum? Sebetulnya anda akan mengatakan ***** dan jahat karena mereka Muslim. Ah......
Dunia ini semakin terbalik. Ngaca....ngaca.......

Kalau saja AA Gym SETIA pada istrinya, tentu saja dia tidak akan tega menduakan sang istri. Islam menyebabkan si pemeluknya berbuat bejat tanpa dihantui perasaan bersalah. Berbeda dengan agama-agama lain. Pemeluknya berbuat dosa, maka ia akan dihantui perasaan bersalah. Tampaknya Islam cocok untuk rujukan orang-orang bermental bejat yang ingin mendapatkan pembenaran dan pelegalan atas nafsu jahatnya.


Ha....ha....ha..... Ini namanya sama dengan perbahasa :
"Kuman diseberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tidak nampak."
Cak dul.... cak dul.......
Anda lupa kalau yang ngajari sex bebas itu teman2 se-iman anda dari negara2 Barat sana? Apa akibatnya? Di-mana2 AIDS menyebar dan merenggut nyawa.
Mana yang lebih bejat dengan yang nikah resmi? Mana yang lebih menjadi budak duniawi? Sex bebas atau nikah resmi? Jelas yang menikah resmi tidak menularkan penyakit, tetapi teman seiman anda-lah yang suka menyebar penyakit.


Jangan lupa, banyak tokoh agama Islam yang terpuji kelakuannya, misalnya alm. Buya HAMKA, Alm. A. Hassan, Bp. Din Samsudin dll.


Mereka tidak menjalankan ajaran Islam sepenuhnya.


Betapa entengnya anda menjawab. Inikah pelajaran yang anda dapat setelah pindah agama?
Syeh Puji, Amrozi, Habib Rizieq jelas saya tidak memujinya, karena menurut saya kelakuan mereka memang tidak sesuai dengan syari'at Islam. Aneh bin ajaib kalau ada orang non Islam yang menilai Muslim yang menjalankan ajaran Islam sepenuhnya atau tidak.

Kalau hanya ngarang2 seperti ini, anak kecil juga bisa cak dul........
Jangan ngomong doang............Buktikan pernyataan anda dan ...... janganlah mengarang dijadikan bukti.

Mereka berjuang untuk negara ini, jadi yang berjasa adalah manusianya, bukan agamanya.


Betapa liciknya anda memberi komentar.....
Kalau ada Muslim yang jelek, maka yang disalahkan agamanya.
Kalau ada Muslim yang baik, maka yang dipuji orangnya.
Inikah ajaran yang anda terima setelah keluar dari Islam?

Sdr LinduA, saya tidak mengatai Anda demikian. Yang saya katakan ***** itu muslim, bukan Anda


Aduuuh cak dul. Nggak usahlah diputer-puter. Saya sebagai Muslim tetap memegang teguh bahwa sesama Muslim adalah saudara.
Yang jelas disini anda telah mengumpat.... dan itu adalah salah satu pelajaran yang anda dapatkan setelah anda keluar dari Muslim.

Lihat, agama apa yang isi kitabnya mengajarkan permusuhan terhadap umat lain? Kalau ia bukan agama tak waras alias agama sakit?

Maksud anda diatas adalah agama Islam?
Coba bacalah surat Al Maidah ayat 69 berikut:

"Sesungguhnya orang2 mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Lihatlah, apakah ada permusuhan diayat tersebut? Coba jelaskan, apa ada agama selain Islam yang menjamin umat agama lain setara dengan agamanya sendiri?

Coba sdr jawab dengan jujur, apakah anda sewaktu Muslim mengikuti slogan anda diatas?


Kenapa anda tidak jujur untuk menjawab pertanyaan saya ini?
Inikah yang anda dapatkan setelah keluar Islam? Ketidak jujuran?

"Itu perintah awloh", kenapa mereka tidak berpikir, "Apa maksudnya awloh menyuruh kami menyembah kota Arab?"


Males saya ngomentari...... Karena sudah dijelaskan, anda juga nggak mudeng2. Selalu dikomentari yang itu2 dan muter2.

Apakah Anda tidak merasa kehilangan jati diri Anda sendiri sebagai bangsa Indonesia, wahai LinduA? Di mana pakaian adat bangsa sendiri, sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan pakaian gaya Timur Tengah. Rumah-rumah dipenuhi oleh kaligrafi-kaligrafi Arab, nuansa Arab, musik-musik pun bernuansa Arab. Gaya bicara pun berubah, menjadi keArab-araban. Saudara LinduA, apakah ini bukan *****?


Jawablah secara jujur, bukankah ini kelakuan anda semasa anda masih Muslim? Jadi, anda sebenarnya mengolokkan anda sendiri.

Bagi saya, siapa saja yang ingin seperti anda sebutkan diatas adalah hal yang biasa. Kalau membangun rumah bergaya "Mediterian" yang ke-barat2an dan isinya juga mengikuti ke-barat2 an apakah itu juga *****.

Maaf cak dul, alasan2 anda sungguh tidak bisa saya terima. Malah saya berfikiran negatif (tapi mungkin benar), anda pada waktu Muslim tersinggung yang amat dalam dengan seseorang Muslim lainnya sampai dendamnya ke-ubun2. Dan ini adalah sebagai pelampiasan.
LinduA
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby kutukupret » Tue Nov 04, 2008 3:48 pm

cahayaterang wrote:Saya sangat terkesan atas penjelasan dari Saudara Duladi , benar2 membuka wawasan saya mengenai islam yang sesungguhnya. Terima kasih sebesar besarnya buat saudara Duladi ! semoga akan terus lahir Duladi duladi baru, Tuhan Berkati !


Bung Duladi.........selamat ya.
sekaligus ....thanks berat, Wawasan saya terbuka lebar......

biarkan LinduA ber-Caci Maki......hanya itu yang bisa diperbuat oleh muslim yang terpojok...dan...tersudut.

Sukses selalu.........Cheers
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby Duladi » Tue Nov 04, 2008 4:58 pm

LinduA wrote:Ha...ha....ha.... anda sudah mulai berubah.....
Sudah bisa menjamin pasti terkabul..ha....ha....ha....Anda rupanya sudah menjadi Tuhan ya...?


Bukan saya yang menjamin, tapi nabimu.

Hadits riwayat Ibnu Majah
Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah.

Sembahyang itu tidak hanya berdo'a, tetapi juga mengagungkan Allah, mensykuri atas nikmat yang telah diberikan Allah, ikrar dll.


Jadi, ketika muslim mensyukuri nikmat, berikrar, dsb harus menghadap Ka'bah. Tidak hanya sholat saja yang menghadap Ka'bah. Itu benar sekali, karena dahulu Ustad saya pun berkata begitu.

Mana bukti yang mengharuskan umat Islam kalau berdo'a harus menghadap ke Mekah?


Sudah saya berikan buktinya, dari hadist dan dari Alquran, tapi Anda terus saja menutup mata. Saya akan kutipkan lagi di sini dengan membuang bagian-bagiannya yang tak perlu.

QS 2:144. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.

QS 2:149. Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

QS 2:150. Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya

Presiden, Wapres, dan menteri-menteri bukanlah muslim tulen.
Mereka menjadikan PANCASILA sebagai falsafah hidupnya, bukan Alquran dan sunnah Rosul.


Anda punya cermin mas dul? Cobalah bercermin dulu.......
Anda ini apa ya...? Kok bisa2 nya menilai seperti diatas. Coba kalau anda berani menyampaikan hal diatas langsung melalui surat pembaca. Anda pasti tidak berani kan?


Karena Islam ubah manusia menjadi jahat, saya tidak berani melakukannya secara terang-terangan. Saya masih sayang pada nyawa saya, dan tugas saya masih belum selesai. Masih banyak teman-teman saya yang muslim belum saya ajak keluar.

Wanita-wanita kafir boleh diperkosa atau dijadikan budak seks, orang-orang kafir boleh dibunuh kapan pun muslim suka, kecuali mereka berguna untuk menafkahi muslim, maka mereka dijadikan dhimmi.


Betapa jahatnya anda dengan menyatakan ini. Mana ada ajaran Al Qur'an yang membolehkan sepertI diatas?


Baca ayat Alquran ini:

Wanita-wanita kafir boleh diperkosa saat Islam menyatakan PERANG:

QS 23:5-6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

Footnote:
[994]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu

orang-orang kafir boleh dibunuh kapan pun muslim suka saat Islam benar-benar berkuasa

QS 9:123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

mereka berguna untuk menafkahi muslim, maka mereka dijadikan dhimmi

QS 9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Paling2 anda akan menjawab contoh2 ayat yang akan di-plintir2.
Ini sudah terbukti beberapa kali anda me-mlintir2 ayat.


Saya tidak memelintir ayat. Surat At-Taubah (QS 9) adalah surat yang dikarang Muhammad justru pada saat damai, setelah Mekkah sudah jatuh ke tangannya. Muhammad memaksa orang-orang Mekkah masuk Islam dengan surat itu.

Mana yang lebih bejat dengan yang nikah resmi? Mana yang lebih menjadi budak duniawi? Sex bebas atau nikah resmi? Jelas yang menikah resmi tidak menularkan penyakit, tetapi teman seiman anda-lah yang suka menyebar penyakit.


Dua-duanya sama-sama bejat.
Bedanya, Islam melegalkan kebejatan itu sehingga membuat si pelaku merasa nyaman dan tidak dihantui perasaan bersalah.

Jangan lupa, banyak tokoh agama Islam yang terpuji kelakuannya, misalnya alm. Buya HAMKA, Alm. A. Hassan, Bp. Din Samsudin dll.


Mereka tidak menjalankan ajaran Islam sepenuhnya.


Betapa entengnya anda menjawab. Inikah pelajaran yang anda dapat setelah pindah agama?
Syeh Puji, Amrozi, Habib Rizieq jelas saya tidak memujinya
,

Kenapa? Karena mereka betul-betul menjalankan AJARAN ALQURAN & SUNNAH ROSUL, sehingga Saudara Lindu tidak bisa memujinya. Hati nurani Anda menyadari itu.

karena menurut saya kelakuan mereka memang tidak sesuai dengan syari'at Islam.


Tidak sesuai? :lol:
Apakah sampeyan mengerti dengan ucapan sampeyan sendiri? Bisakah Saudara jelaskan itu, bahwa Syariat Islam menentang PEDOFILI, menentang PEMBUNUHAN terhadap orang-orang kafir? Syariat Islam yang mana? Bisa Anda tunjukkan sekarang? Bila Anda tidak bisa, kata-kata Anda akan saya rekam di:

Self-Brainwashing, penggoblokan atau pencerdasan? http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=29853

Mereka berjuang untuk negara ini, jadi yang berjasa adalah manusianya, bukan agamanya.


Betapa liciknya anda memberi komentar.....
Kalau ada Muslim yang jelek, maka yang disalahkan agamanya.


Karena ajaran agamanya yang menyebabkan muslim jelek.
Jadi di mana letak salahnya ucapan saya?

Kalau ada Muslim yang baik, maka yang dipuji orangnya.


Karena walaupun ajaran agamanya jelek, ia tidak mengamalkannya.
Jadi di mana letak salahnya ucapan saya?

Lihat, agama apa yang isi kitabnya mengajarkan permusuhan terhadap umat lain? Kalau ia bukan agama tak waras alias agama sakit?

Maksud anda diatas adalah agama Islam?
Coba bacalah surat Al Maidah ayat 69 berikut:

"Sesungguhnya orang2 mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Lihatlah, apakah ada permusuhan diayat tersebut? Coba jelaskan, apa ada agama selain Islam yang menjamin umat agama lain setara dengan agamanya sendiri?


:lol: Saudara Azizgol, kenapa ayat itu yang Anda comot? kenapa bukan ayat ini:

QS 3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

QS 9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Ayat-ayat RAYUAN itu diciptakan Muhammad saat dia sedang senang hati.
Tapi setelah dia marah, dia karang ayat-ayat jahat yang isinya membatalkan ayat-ayat sebelumnya. QS 9 membatalkan QS 5 (Surat Al-Maidah) ayat 69 yang Anda kutip di atas.

Bagi saya, siapa saja yang ingin seperti anda sebutkan diatas adalah hal yang biasa. Kalau membangun rumah bergaya "Mediterian" yang ke-barat2an dan isinya juga mengikuti ke-barat2 an apakah itu juga *****?


Mereka lakukan itu untuk mengikuti modernisasi, dan mereka tidak mengkultuskannya. Sedangkan Islam, membuat apapun yang dari Arab menjadi KULTUS, dianggap ada hubungannya dengan "tuhan". Nanti bangunan-bangunan mewah di Indonesia akan diruntuhkan seperti muslim meruntuhkan menara kembar WTC di New York 2001 silam, dan diganti dengan rumah-rumah batu seperti yang ada di Iran, Pakistan, Mesir dan negara-negara kisruh yang menganut Syariat Islam di Timur Tengah. Islam bukan agama universal, karena Islam mengusung budaya Arab dan tidak menghormati budaya setempat.

Anda bisa melihat Iran dan Mesir, mereka kehilangan jati diri dan berubah total menjadi Arab. Apakah kamu mau Indonesia menjadi ARAB juga? :evil:

Anda bisa juga belajar dari Somalia. Setelah negeri itu dikuasai oleh Islam, KEKERASAN AGAMA langsung terjadi. Tidak tanggung-tanggung: PEMBUNUHAN di depan umum. Baca beritanya di:
SOMALIA : Mengaku Berzinah, Muslimah Minta dirajam mati
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=29772

Maaf cak dul, alasan2 anda sungguh tidak bisa saya terima. Malah saya berfikiran negatif (tapi mungkin benar), anda pada waktu Muslim tersinggung yang amat dalam dengan seseorang Muslim lainnya sampai dendamnya ke-ubun2. Dan ini adalah sebagai pelampiasan.


Pertobatan seseorang seringkali memang harus diawali oleh rasa sakit. Tapi saya menyadari kepalsuan Islam lewat nurani dan kecerdasan.
Saya berharap Saudara LinduA mau menggunakan nurani dan kecerdasan yang sudah dianugerahkan Tuhan pada Anda, sehingga Anda akhirnya mau keluar dari agama palsu buatan Arab ini. Doa seluruh teman-teman FFI selalu menyertai Anda.

Salam.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Tue Nov 04, 2008 5:02 pm

kutukupret wrote:
cahayaterang wrote:Saya sangat terkesan atas penjelasan dari Saudara Duladi , benar2 membuka wawasan saya mengenai islam yang sesungguhnya. Terima kasih sebesar besarnya buat saudara Duladi ! semoga akan terus lahir Duladi duladi baru, Tuhan Berkati !


Bung Duladi.........selamat ya.
sekaligus ....thanks berat, Wawasan saya terbuka lebar......

biarkan LinduA ber-Caci Maki......hanya itu yang bisa diperbuat oleh muslim yang terpojok...dan...tersudut.

Sukses selalu.........Cheers


Tolong doakan Sdr LinduA agar ia mau membuka nalar dan nuraninya.

Salam.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Orang Botak 667 » Wed Nov 05, 2008 1:36 am

oom dul, kayaknya klo dibikin pdfnya keren tuh oom.
User avatar
Orang Botak 667
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 71
Joined: Tue Oct 21, 2008 11:21 pm
Location: Tempat dimana semua pemeluk agama hidup rukun dan damai (IN MY DREAM!!!)

Postby LinduA » Wed Nov 05, 2008 2:56 pm

duladi wrote:

Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah.


Inilah yang saya maksud anda suka mlintir2, "diperkenankan" itu jelas bukan "harus". Apalagi anda membuat pernyataan kalau berdo'a tidak menghadap Ka'bah adalah bid'ah, sungguh2 tidak ada hukum Islam yang menyatakan seperti itu.

Disuruh membuktikan adanya keharusan berdo'a menghadap ke Ka'bah tidak bisa, malah ngarang2 yang lain.


Bukankah TERBUKTI pernyataan saya?

Sdr duladi, saya kan sudah jelaskan, berdo'a itu adalah bagian dari sholat, tetapi sholat terdiri dari berdo'a, bersyukur, mengagungkan Allah,ikrar dll. Berdo'a jelas bisa dilakukan diluar sholat, kapan saja, dimana saja (kecuali di kamar kecil) dan bisa menghadap kemana saja.
Sholat/sembahyang jelas ada aturannya, menghadap ke Ka'bah, waktunya tertentu.
Yang anda sebutkan dalam Al Qur'an QS 2:144, QS 2: 149 dan QS 2: 150 adalah penjelasan untuk sholat, bukan untuk berdo'a.

Silahkan cari lagi, mana dalilnya berdo'a diharuskan menghadap ke Ka'bah?

Anda ini apa ya...? Kok bisa2 nya menilai seperti diatas. Coba kalau anda berani menyampaikan hal diatas langsung melalui surat pembaca. Anda pasti tidak berani kan?


Karena Islam ubah manusia menjadi jahat, saya tidak berani melakukannya secara terang-terangan. Saya masih sayang pada nyawa saya, dan tugas saya masih belum selesai. Masih banyak teman-teman saya yang muslim belum saya ajak keluar.


Kalau hanya ngomong gini... banyak mas temennya. Ngomong tanpa BUKTI, oaakeh cak.

[994]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu

Footnote ini ada kurangnya mas, yaitu :
dan kebiasaan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini.

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa budak pada waktu perang yang tertawan sudah menjadi milik tuannya. Tentunya pemiliknya berhak untuk mengatur budak tadi. Dan ini hanya terjadi waktu perang dan masih adanya perbudakan.
Dan Islam justru secara bertahap melarang perbudakan dan sampai saat ini tidak ada lagi perbudakan.
Apakah ini masih relevan dengan pernyataan anda, bahwa Islam boleh memperkosa?
Jangankan memperkosa, berzina saja dilarang. Lihat ayat selanjutnya, QS 23:7.

QS 9:123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.


Lalu anda mengartikan:
orang-orang kafir boleh dibunuh kapan pun muslim suka saat Islam benar-benar berkuasa


Berarti anda tidak ada bedanya dengan Amrozi cs., yang cara berfikirnya sempit.
"perangilah orang-orang kafir", tidak harus secara fisik saja, tetapi bisa juga secara non-fisik. Sepert juga kalimat "perangilah hawa nafsumu", jelas bukan perang secara fisik.
Dan andaikan dilakukan secara fisik, itupun tidak ada kata2 yang menyatakan "boleh dibunuh"
Sekali lagi, TERBUKTI anda suka mlintir2.

QS 9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Ada Footnote jizyah yang anda tidak mau anda jelaskan.
638) Jizyah ialah: pajak kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang2 yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi jaminan keamanan diri mereka.

Yah, yang namanya pajak itu kan sudah biasa. Disinipun anda juga bayar pajak. Umat Islam dikenai kewajiban membayar zakat, masak yang non Muslim tidak dikenai pajak? Dan di ayat ini juga menjelaskan, kalau orang-orang non-muslim membayar Jizyah, mereka dijaga keamanannya.
Bukannya disuruh membunuh orang kafir, tapi malah disuruh menjaga keamanannya. Kurang apa baiknya Islam ini?

mereka berguna untuk menafkahi muslim, maka mereka dijadikan dhimmi


TERBUKTI anda telah mlintir2 ayat lagi bukan?

Saya tidak memelintir ayat. Surat At-Taubah (QS 9) adalah surat yang dikarang Muhammad justru pada saat damai, setelah Mekkah sudah jatuh ke tangannya. Muhammad memaksa orang-orang Mekkah masuk Islam dengan surat itu.

Dengan BUKTI2 yang saya sampaikan, jelas anda sudah memlintir-mlintir untuk mengartikan ayat2 Al Qur'an sesuai selera anda!

Dua-duanya sama-sama bejat.

Jelas anda sudah tidak fair. Yang satu penebar penyakit, yang satu bersih dari penyakit. Masa' disamakan.

Kenapa? Karena mereka betul-betul menjalankan AJARAN ALQURAN & SUNNAH ROSUL, sehingga Saudara Lindu tidak bisa memujinya. Hati nurani Anda menyadari itu.

Coba anda jelaskan, apa sih definisi betul-betul menjalankan AJARAN AL QUR'AN & SUNNAH ROSUL.
Kalau anda tidak bisa menjawab (sebagaimana juga pertanyaan2 saya yang lain), JANGANLAH anda membuat pernyataan2 seperti anak kecil.

Apakah sampeyan mengerti dengan ucapan sampeyan sendiri? Bisakah Saudara jelaskan itu, bahwa Syariat Islam menentang PEDOFILI, menentang PEMBUNUHAN terhadap orang-orang kafir? Syariat Islam yang mana? Bisa Anda tunjukkan sekarang? Bila Anda tidak bisa, kata-kata Anda akan saya rekam di:


Lho, masak saya tidak mengert dengan ucapan saya sendiri? Apa nggak kebalik?
Lihat Surat An Nisa ayat 6:
Dan ujilah 269) anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.
Footenote 269):Yakni mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka, kelakuan dan lain2 sampai diketahui anak itu dapat dipercaya.
Untuk sampai taraf diatas, tentunya hanya bisa dilakukan bagi yang sudah dewasa, kan?
Sedangkan cukup umur, dilain Al Qur'an, dijelaskan sudah dewasa.

Jelas, Allah sendiri menyatakan bahwa gadis boleh dikawini kalau sudah cukup umur (dewasa).

Kalau soal pembunuhan, sudah dijelaskan diatas.

Karena ajaran agamanya yang menyebabkan muslim jelek.
Jadi di mana letak salahnya ucapan saya?


Anda memberi contoh hanya yang jelek2 saja, cobalah lihat Uztad Jefry Buchory dan Ustad Yusuf Mansur.
Mereka dengan background yag jelek dan setelah mendalami Agama Islam, sekarang menjadi orang baik.
Jadi, komentar anda selalu mengarah: kalau ada Muslim berkelakuan tidak baik, yang disalahkan agamanya. Kalau ada Muslim yang baik, itu karena orangnya.
Sedangkan kalau non-muslim berkelakuan tidak baik, itu karena orangnya. Tetapi kalau non-muslim berkelakuan baik, itu karena agamanya.
Betapa tidak fairnya anda cs.

QS 3:85 dan QS 9:29
Anda sewaktu Muslim apakah tidak pernah diajari kalau semua agama Samawi itu adalah Islam? Jadi pengikut Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an, menurut pengertian Islam, agamanya adalah Islam. Dan itulah orang-orang Yahudi, Shabiin dan Nasrani yang dijelaskan dalam surat Al Maidah ayat 69.
Hanya pengikut2 Taurot dan Injil yang sudah dirubah-rubah dari aslinya, itulah yang bukan Islam.(QS 5:13 dan QS 5:15).

Ayat-ayat RAYUAN itu diciptakan Muhammad saat dia sedang senang hati.
Tapi setelah dia marah, dia karang ayat-ayat jahat yang isinya membatalkan ayat-ayat sebelumnya. QS 9 membatalkan QS 5 (Surat Al-Maidah) ayat 69 yang Anda kutip di atas.


Dimana ada kejelasan Muhammad marah lalu membatalkan ayat2?
Nah, TERBUKTI lagi anda telah mlintir ayat2.

Mereka lakukan itu untuk mengikuti modernisasi, dan mereka tidak mengkultuskannya. Sedangkan Islam, membuat apapun yang dari Arab menjadi KULTUS, dianggap ada hubungannya dengan "tuhan".


Saya dan banyak saudara2 Muslim tidak pernah meng KULTUS kan seperti yang anda tuduhkan. Jauuuh lebih banyak yang seperti saya, dibandingkan dengan apa yang saudara tuduhkan (mungkin termasuk anda sewaktu anda Muslim, karena ini adalah cerminan anda).

Saya terus terang malas mau meneruskan diskusi ini karena:

KETIDAK JUJURAN ANDA SUDAH TERUJI
1. Pertanyaan saya yang meminta kejujuran anda, ternyata tidak dijawab.
2. TERBUKTI banyaknya ayat2 Al Qur'an yang sudah anda plintir2.

Saran saya: bertobatlah cak dul, mumpung masih ada waktu.
Kalau sudah nafas tinggal dikerongkongan, Tuhan tidak akan mengampuni anda.
LinduA
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby Duladi » Wed Nov 05, 2008 5:06 pm

Sdr LinduA,

LinduA wrote:Inilah yang saya maksud anda suka mlintir2, "diperkenankan" itu jelas bukan "harus".


Makna "HARUS" itu kita temukan dalam ayat-ayat Quran di surat Al-Baqoroh ayat 144, 149 dan 150 seperti yang sudah saya kutip sebelumnya.

Sedangkan dalam hadist ibnu majah kita temukan makna "SATU-SATUNYA DOA YG TERKABUL", adalah doa yang mengikuti perintah Quran Al-Baqoroh 144,149 dan 150, yaitu menghadap ke Ka'bah Mekkah.

Apalagi anda membuat pernyataan kalau berdo'a tidak menghadap Ka'bah adalah bid'ah, sungguh2 tidak ada hukum Islam yang menyatakan seperti itu.


Alquran Surat Al-Baqoroh sudah mengharuskan itu, berarti muslim yang tidak patuh sama dengan Bidah. Anda mengaku muslim, tapi sebenarnya Anda sama seperti orang Yahudi yang disuruh masuk Islam dan sembahyang menghadap Ka'bah tetapi tidak mau. Tujuan Muhammad mengubah arah kiblat dari Yerusalem ke Ka'bah adalah untuk membedakan siapa yang MUSLIM TULEN (setia pada Muhammad) dan siapa yang munafik (tidak setia pada Muhammad).

Sdr duladi, saya kan sudah jelaskan, berdo'a itu adalah bagian dari sholat, tetapi sholat terdiri dari berdo'a, bersyukur, mengagungkan Allah,ikrar dll.


Maka dari itu, apapun yang menyangkut "komunikasi" dengan awloh, haruslah tertuju ke Ka'bah, sebab di situlah awloh tinggal.

kapan saja, dimana saja (kecuali di kamar kecil) dan bisa menghadap kemana saja.


Nah, inilah bidah, tidak sesuai dengan PERINTAH ALQURAN.

Di dalam surat Al-Baqoroh tidak dijelaskan itu perintah khusus untuk sholat saja, tapi untuk segala sesuatu yang menyangkut "komunikasi" dengan awloh.

Sebaiknya saya kutip ulang di sini agar Anda mau menyimaknya dengan seksama:

QS 2:144. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.

QS 2:149. Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

QS 2:150. Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya

Tidak ada kata "SHOLAT" di situ. Jadi yang dimaksud oleh 3 ayat di atas adalah APAPUN yang berhubungan dengan awloh, yaitu ikrar, berdoa, sholat, bahkan tidur dan mati pun tubuh harus menghadap ke kiblat, kecuali beol dan kencing. :lol: Ada larangan keras bagi muslim untuk beol dan kencing menghadap Ka'bah, karena itu dianggap menghina awloh yang tempat tinggalnya di Ka'bah. :lol: Itu tertulis dalam hadist, Anda bisa membacanya dalam Resource Center tentang Hadist di FFI ini. Lengkap lho! :lol:

Footnote ini ada kurangnya mas, yaitu :
dan kebiasaan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini.


Memangnya pangkat Imam lebih tinggi dari "firman" awloh? :lol:
Karena muslim sadar akan kegilaan dan ketidakmanusiawian ajaran itu sehingga beberapa ulama ingin mengubahnya. Kalau Muhammad masih hidup, bisa dijantur tuh ulama! :lol:

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa budak pada waktu perang yang tertawan sudah menjadi milik tuannya. Tentunya pemiliknya berhak untuk mengatur budak tadi. Dan ini hanya terjadi waktu perang dan masih adanya perbudakan.


Ya, itu hanya terjadi waktu perang. Dan "Perang" ini adalah SEWAKTU-WAKTU, bila Islam sudah dirasa cukup kuat dan berkuasa, pemimpin Islam akan menyatakan PERANG terhadap non-muslim. Inilah bahayanya Islam, agama gendeng. :evil:

Dan Islam justru secara bertahap melarang perbudakan dan sampai saat ini tidak ada lagi perbudakan.


Anda tidak baca berita-berita di dunia Islam di Timur Tengah, yang masih banyak menyukai perbudakan? TKW-TKW Indonesia yang bekerja di Arab Saudi pun tidak dianggap sebagai karyawan, melainkan budak. Itulah sebabnya banyak dari TKW-TKW kita yang pulang dalam keadaan hamil. :evil: Hukum di negara kita melarang majikan menyetubuhi budaknya, tapi Hukum Islam membolehkan itu.

Apakah ini masih relevan dengan pernyataan anda, bahwa Islam boleh memperkosa?
Jangankan memperkosa, berzina saja dilarang. Lihat ayat selanjutnya, QS 23:7.


Saudara Lindu, sudah lama saya ingin mengupas topik tentang zinah. Sebenarnya yang dilarang berzinah dalam Islam itu cuma kaum perempuannya saja, sedangkan kaum laki-laki tidak dikenal tuduhan zinah. Laki-laki muslim bebas berbuat zinah kapan saja, tetapi kaum perempuannya tidak boleh berbuat itu. Bila ketahuan mereka melanggar, atau bahkan tidak melanggar melainkan mereka sengaja diperkosa, dianggap sama dengan berzinah dan mereka harus dihukum mati dengan cara dirajam atau dicambuk. Apakah Saudara Lindu belum baca berita tentang ini di Somalia dan Arab Saudi?

Islam /Muslim dlm Gambar Dan Berita Internasional
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... m.php?f=56

QS 9:123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.


Lalu anda mengartikan:
orang-orang kafir boleh dibunuh kapan pun muslim suka saat Islam benar-benar berkuasa.

Berarti anda tidak ada bedanya dengan Amrozi cs., yang cara berfikirnya sempit.
"perangilah orang-orang kafir", tidak harus secara fisik saja, tetapi bisa juga secara non-fisik. Sepert juga kalimat "perangilah hawa nafsumu", jelas bukan perang secara fisik.
Dan andaikan dilakukan secara fisik, itupun tidak ada kata2 yang menyatakan "boleh dibunuh"
Sekali lagi, TERBUKTI anda suka mlintir2.


Justru Saudara Lindu-lah yang telah memelintir ayatnya.
Jelas kata PERANGILAH adalah perang fisik, bukan perang non-fisik. Anda mengubah maknanya menjadi makna lain, agar ayat itu kelihatan baik.

Baca sekali lagi, simak baik-baik kata demi kata, terutama kata yang saya CETAK BESAR:

QS 9:123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa

Islam yang katanya agama penuh rahmat ini, mengajak Anda memerangi orang-orang non-muslim yang ada di sekitar Anda. Coba, waraskah ini? :evil: Saudara LinduA, saya akan sedih bila Anda tidak mau keluar dari agama gila ini. Saya akan menangisi Anda, saya akan sangat menyesal sekali.... :cry:

QS 9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Ada Footnote jizyah yang anda tidak mau anda jelaskan.
638) Jizyah ialah: pajak kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang2 yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi jaminan keamanan diri mereka.

Yah, yang namanya pajak itu kan sudah biasa.


Kenapa Anda bisa dengan begitu entengnya menganggap itu biasa? :cry:
Itu adalah PENJAJAHAN!!!!! :evil:

Semula Anda adalah orang yang merdeka, tapi tiba-tiba Anda diserang oleh kawanan preman, Anda dipaksa masuk geng mereka. Kalau Anda menolak bergabung, Anda disuruh bayar PAJAK sebagai uang keselamatan. Bagaimana ini bisa dianggap biasa? :evil:

Saudara LinduA, berpikirlah dengan nurani, jangan terburu-buru membela, bila hati nuranimu menyatakan itu salah. :cry:

Disinipun anda juga bayar pajak.


Iya, ini untuk negara sendiri, untuk pemerintah kita sendiri.
Kita lahir di Indonesia dan tinggal di Indonesia, maka kita harus berbakti pada negara Indonesia.

Tapi bila Anda diserang oleh negara asing, dan dipaksa pindah kewarganegaraan, Anda menolaknya, lalu Anda disuruh bayar pajak kepada mereka, apakah ini bisa dianggap biasa? :evil:

Jangan berbicara pajak!!! Pajak warga negara dibayarkan kepada negara untuk kesejahteraan bersama. Baik non-muslim maupun muslim tidak ada pembedaan. Sedangkan bila Islam menjadikan non-muslim sebagai dhimmi, warga non-muslim itu adalah warga kelas dua yang diwajibkan menafkahi orang-orang muslim dari hasil jerih payah dan keringat mereka. :evil: Muslim tinggal duduk-duduk santai, dan para dhimmi yang bekerja untuk mereka. Tiap bulan mereka harus setor upeti pada para "anak-anak raja" itu. Anda senang dengan keadaan seperti itu? :evil: Bila Anda senang, berarti jiwa Anda serupa dengan jiwa PENJAHAT!!!!

Umat Islam dikenai kewajiban membayar zakat, masak yang non Muslim tidak dikenai pajak?


Lho, itu khan urusan intern agama, to? :evil:
Masak orang Kristen berkata: "Orang Kristen disuruh bayar perpuluhan, masak orang non-Kristen tidak?"

Ini cara berpikir yang tidak waras!!!!! :evil:

Jadi karena iri, menganggap umat lain keenakan, lantas Anda memaksa umat agama lain untuk bayar upeti pada Anda? :evil:

Siapa bilang di Indonesia ini, non-muslim tidak bayar pajak? Setiap pengusaha, setiap orang yang terdaftar sebagai WAJIB PAJAK, tidak peduli apapun agamanya, membayar pajak pada pemerintah. Sungguh **** kalau kita menyamakan zakat dengan pajak. :evil:

Alasan Anda ini alasan yang diciptakan ULAMA ONTA ARAB untuk mencuci otak dan untuk mencari pembenaran saja terhadap masalah jizyah. Bukalah pikiran Anda!!!!

Dan di ayat ini juga menjelaskan, kalau orang-orang non-muslim membayar Jizyah, mereka dijaga keamanannya.


Iya, lha wong sudah bayar uang keselamatan? Anda senang menganut AGAMA SINTING begini? Ini agama atau GENG PREMAN? :evil:

Bukannya disuruh membunuh orang kafir, tapi malah disuruh menjaga keamanannya. Kurang apa baiknya Islam ini?


Aduuuuh, sampeyan ini kok begitu ya? :evil:
Kok sempat-sempatnya membuat kalimat SANJUNGAN untuk agama gila ini?

Saudara LinduA: Apakah Anda tidak tahu yang namanya PREMAN?

Preman itu, kalau tidak dikasih uang, dia akan memusuhi kita.
Tapi kalau sudah dikasih uang, dia akan melindungi kita, karena dia butuh uang kita.

Masih belum mengerti jugakah Anda ini? :evil:

Coba anda jelaskan, apa sih definisi betul-betul menjalankan AJARAN AL QUR'AN & SUNNAH ROSUL


7 AJARAN UTAMA ALQURAN

1) Benci kafir, jangan berteman dengan kafir, kecuali untuk siasat.
2) Jangan biarkan kafir memimpin, baik ekonomi, politik, sosial, maupun hankam.
3) Bunuh kafir di mana pun berada, bila Islam sudah cukup kuat.
4) Jadikan non-muslim yang berguna sebagai dhimmi, untuk menafkahi muslim lewat jizyah
5) Pukullah istri, dan gantilah istri sewaktu-waktu bila bosan
6) Setubuhi pelayan adalah halal
7) Ambillah istri sebanyak 2, 3, 4 atau mengoleksi gundik-gundik.
dan masih banyak lagi.

SUNNAH ROSUL

1) Sholat 5 kali sehari
2) Cium hajar aswad dengan penuh cinta pada saat haji
3) Latihan membunuh manusia lewat Jumroh
4) Poligami
5) Menikmati legitnya vagina anak-anak (Pedofil)
dan masih banyak lagi.
Dan masih banyak lagi ajaran-ajaran tak waras lainnya.

Kalau muslim belum mengamalkan minimal 7 ajaran Alquran dan minimal 5 Sunnah Rosul di atas, berarti dia belum MENJADI MUSLIM KAFFAH.

Coba Anda pikir, ajaran-ajaran di atas apakah TERPUJI?

Lihat Surat An Nisa ayat 6:
Dan ujilah 269) anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.
Footenote 269):Yakni mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka, kelakuan dan lain2 sampai diketahui anak itu dapat dipercaya.
Untuk sampai taraf diatas, tentunya hanya bisa dilakukan bagi yang sudah dewasa, kan?
Sedangkan cukup umur, dilain Al Qur'an, dijelaskan sudah dewasa.

Jelas, Allah sendiri menyatakan bahwa gadis boleh dikawini kalau sudah cukup umur (dewasa).


Definisi cukup umur dalam Islam itu bagaimana? Apakah Aisyah yang baru berumur 6 tahun itu cukup umur, sehingga Muhammad menikahinya? :evil: Umar pun lebih bejat lagi. Dia malah mengawini seorang bocah balita yang masih berada di gendongan ibunya. :evil:

Cukup Umur dalam Islam itu relatif, karena yang dimaksud cukup umur itu bukan standar masyarakat, tapi "menurutmu", yaitu menurut inisiatifmu sendiri apakah anak itu "enak" untuk dibuat mainan. Muhammad malah memberi saran begini:

Kawinlah dengan gadis-gadis kecil agar bisa ditimang-timang dan diajak bermain

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.
Dinarasikan oleh Jabir bin 'Abdullah :
Ketika aku menikah, Rasulullah berkata kepadaku: "Anak perempuan yang bagaimanakah yang telah kau nikahi?" Aku menjawab, "Aku telah menikahi wanita setengah baya." Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mencari para perawan agar kamu bisa menimang-nimang mereka?" Jabir juga berkata: Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak supaya kamu bisa bermain dengannya dan dia bermain denganmu?"


Anda memberi contoh hanya yang jelek2 saja, cobalah lihat Uztad Jefry Buchory dan Ustad Yusuf Mansur.
Mereka dengan background yag jelek dan setelah mendalami Agama Islam, sekarang menjadi orang baik.


Mereka menjadi orang baik dalam penilaian Anda.
Sekarang silakan Anda cocokkan, apakah Ustad Jeffry atau Ustad Yusuf Mansur itu melakukan salah satu dari ketujuh ajaran Alquran berikut:

1) Benci kafir, jangan berteman dengan kafir, kecuali untuk siasat.
2) Jangan biarkan kafir memimpin, baik ekonomi, politik, sosial, maupun hankam.
3) Bunuh kafir di mana pun berada, bila Islam sudah cukup kuat.
4) Jadikan non-muslim yang berguna sebagai dhimmi, untuk menafkahi muslim lewat jizyah
5) Pukullah istri, dan gantilah istri sewaktu-waktu bila bosan
6) Setubuhi pelayan adalah halal
7) Ambillah istri sebanyak 2, 3, 4 atau mengoleksi gundik-gundik.

Kalau mereka tidak melakukan satu pun dari 7 ajaran di atas, berarti mereka belum mengamalkan ajaran Islam secara kaffah (sempurna). Jadi pantas saja para ustad itu BAIK, karena mereka BELUM atau TIDAK menjalankan ajaran agamanya.

Kalau para ustad itu melakukan satu saja dari 7 ajaran di atas, masihkah Saudara memujinya sebagai muslim baik?

Jadi, komentar anda selalu mengarah: kalau ada Muslim berkelakuan tidak baik, yang disalahkan agamanya. Kalau ada Muslim yang baik, itu karena orangnya.


Itu benar.
Karena ustad Jeffry tidak mau (atau belum mau) melaksanakan 7 ajaran utama Islam, maka dia menjadi orang baik. Jadi di sini yang menjadi penentu kebaikannya adalah orangnya.

Ustad Abu Bakar Baasyir yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara Arab dan dia begitu anti-kafir, tentulah bukan salah orangnya, tapi salah agamanya, karena sang ustad menjadi demikian karena mengamalkan ajaran Islam.

Sedangkan kalau non-muslim berkelakuan tidak baik, itu karena orangnya.


Benar, karena agama non-Islam memiliki AJARAN GOLDEN RULE: Cinta kasih. Bila ada non-muslim yang jahat, berarti itu adalah kesalahan orangnya, sebab dia tidak mau mengamalkan ajaran agamanya.

Tetapi kalau non-muslim berkelakuan baik, itu karena agamanya.
Betapa tidak fairnya anda cs.


Karena itu selaras dengan ajaran agamanya.

QS 3:85 dan QS 9:29
Anda sewaktu Muslim apakah tidak pernah diajari kalau semua agama Samawi itu adalah Islam?


Dengan cara berpikir seperti sampeyan ini, maka Kristen dan Yahudi adalah KAFIR, karena mereka tidak mau masuk Islam.

Jadi pengikut Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an, menurut pengertian Islam, agamanya adalah Islam.


Inilah pemaksaan. Orang Yahudi dan Kristen yang menolak paham ini, yaitu tak mau meninggalkan agamanya dan tidak mau masuk Islam disebut kafir.

Dan itulah orang-orang Yahudi, Shabiin dan Nasrani yang dijelaskan dalam surat Al Maidah ayat 69.


Iya, tapi setelah Muhammad tahu mereka tetap menolaknya walaupun sudah dirayu pakai surat Al-Maidah, maka Muhammad membuat pernyataan kebencian:

QS 98:1
Orang-orang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Hanya pengikut2 Taurot dan Injil yang sudah dirubah-rubah dari aslinya, itulah yang bukan Islam.(QS 5:13 dan QS 5:15).


Makanya, SAMA AJA!!! Karena Islam menganggap taurat dan injil yang ada sekarang ini sudah tidak asli, maka orang-orang Yahudi dan kristen adalah KAFIR. Mereka barulah bukan kafir bila sudah mau masuk Islam. :evil:

Ayat-ayat RAYUAN itu diciptakan Muhammad saat dia sedang senang hati.
Tapi setelah dia marah, dia karang ayat-ayat jahat yang isinya membatalkan ayat-ayat sebelumnya. QS 9 membatalkan QS 5 (Surat Al-Maidah) ayat 69 yang Anda kutip di atas.


Dimana ada kejelasan Muhammad marah lalu membatalkan ayat2?
Nah, TERBUKTI lagi anda telah mlintir ayat2.


QS 2:106 Ayat mana saja yang Kami nasakhkan (batalkan), atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

QS 16:101 Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Saya terus terang malas mau meneruskan diskusi ini karena:

KETIDAK JUJURAN ANDA SUDAH TERUJI
1. Pertanyaan saya yang meminta kejujuran anda, ternyata tidak dijawab.


Saya sudah jawab semua pertanyaan Anda.

2. TERBUKTI banyaknya ayat2 Al Qur'an yang sudah anda plintir2.


Kenyataannya bukan saya yang memelintir ayat, tapi justru Anda sendiri.
Anda mengubahnya sesuka hati Anda agar ayat yang sesungguhnya jelek itu tampak baik. Inilah yang disebut taqqiya, menipu untuk melindungi Islam.

Saran saya: bertobatlah cak dul, mumpung masih ada waktu.
Kalau sudah nafas tinggal dikerongkongan, Tuhan tidak akan mengampuni anda.


Tuhan yang mana? "Tuhan palsu" yang nongkrong di Ka'bah? Dia tidak bisa apa-apa, Saudara Lindu. Dia sudah MAMPUS di tangan saya.

Anda mestinya menyadari kebodohan agama buatan Arab ini. Keluarlah darinya. Saya tetap berdoa untuk Anda.

Salam.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby LinduA » Thu Nov 06, 2008 4:21 pm

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman"

(Surat Al Baqarah: 6 dan Surat Yasin: 10)

Sungguh benar Allah dengan segala firman-Nya.

"Anda diberi penjelasan atau tidak diberi penjelasan adalah sama saja"


Makna "HARUS" itu kita temukan dalam ayat-ayat Quran di surat Al-Baqoroh ayat 144, 149 dan 150 seperti yang sudah saya kutip sebelumnya.


Sudah saya jelaskan, bahwa ayat ini untuk sholat, bukan untuk berdo'a dan sudah saya jelaskan bedanya sholat dan berdo'a, tapi bagi anda sama saja dijelaskan atau tidak dijelaskan.
Memang betul tidak ada kata2 sholat, tapi kalau anda pelajari sejarah turunnya ayat2 Qur'an, turunnya ayat2 ini adalah untuk sholat.
Ini diperkuat dengan kata2 "kiblat", yaitu arah menghadap waktu sholat.

Soal TKW hamil, diperkosa, tidak hanya di Arab Saudi saja, tetapi di-negara2 lain (mis. Malaysia yang diperkosa non Islam) juga ada.
Demikian juga "kekerasan", tidaklah harus dengan fisik. Bisa saja dengan kata2. Silahkan cek saja pengertian KDRT.


Kenapa Anda bisa dengan begitu entengnya menganggap itu biasa? Crying or Very sad
Itu adalah PENJAJAHAN!!!!! Evil or Very Mad


Al Qur'an diturunkan di negeri orang Arab (sekarang Arab Saudi), dinegaranya Nabi Muhammad dan hanya sewaktu Nabi Muhammad hidup, lalu dimana ada penjajahannya?

Masak orang Kristen berkata: "Orang Kristen disuruh bayar perpuluhan, masak orang non-Kristen tidak?"

Ini cara berpikir yang tidak waras!!!!!


Ini juga sesuai dengan ayat yang saya kutip diatas. Maksudnya, wajar saja setiap warga negara itu dikenakan pajak. Umat Islam pajaknya adalah Zakat dan orang2 non Muslim Jizyah.

Soal pernikahan juga sudah saya jelaskan di topik lain, tetapi sesuai ayat diatas, sama saja dijelaskan atau tidak dijelaskan.

Karena anda menganggap Al Qur'an dikarang oleh Nabi Muhammad, pantas saja anda menyatakan Muhammad membatalkan ayat2. Bagi kami umat Islam, Allah Maha Kuasa yang menurunkan Al Qur'an dan bukan Muhammad.

Saya sudah jawab semua pertanyaan Anda.

Coba saja posting2 saya, ada yang sampai 2x saya tanyakan.

Jadi sesuai dengan ayat2 Al Qur'an diatas, sama saja saya jelaskan atau tidak dijelaskan, saya cukupkan saja diskusi ini sampai disini.

Harap dimaafkan kalau ada kata2 saya yang kurang berkenan dihati anda. Mungkin saja bisa bertemu diposting yang lain.
LinduA
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Postby Duladi » Thu Nov 06, 2008 11:06 pm

LinduA wrote:"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman"
(Surat Al Baqarah: 6 dan Surat Yasin: 10)

Sungguh benar Allah dengan segala firman-Nya.


Iya, benar sekali. Muhammad selalu gagal dalam debat untuk meyakinkan bahwa dirinya nabi asli, sehingga dia mengarang ayat awloh di atas, sebagai wujud keputusasaannya.

"Anda diberi penjelasan atau tidak diberi penjelasan adalah sama saja"


Semestinya saya yang berkata seperti itu. Karena walaupun saya sudah memberi Anda penjelasan bahwa Islam itu salah, Anda telah ditipu bangsa Arab, allah swt itu sosok fiktif karangan Muhammad, Anda tetap sama saja.

Makna "HARUS" itu kita temukan dalam ayat-ayat Quran di surat Al-Baqoroh ayat 144, 149 dan 150 seperti yang sudah saya kutip sebelumnya.


Sudah saya jelaskan, bahwa ayat ini untuk sholat, bukan untuk berdo'a dan sudah saya jelaskan bedanya sholat dan berdo'a, tapi bagi anda sama saja dijelaskan atau tidak dijelaskan.


Ayat-ayat itu tidak menyebut "sholat".

Tapi dari ritual sholat yang diarahkan ke arah Mekkah, akhirnya saya tahu kalau muslim menyembah tuhannya Arab. Sama seperti ketika bangsa kita disuruh menghormat ke arah Tokyo, karena di Tokyo ada Kaisar yang dilambangkan sebagai dewa.

Memang betul tidak ada kata2 sholat, tapi kalau anda pelajari sejarah turunnya ayat2 Qur'an, turunnya ayat2 ini adalah untuk sholat.
Ini diperkuat dengan kata2 "kiblat", yaitu arah menghadap waktu sholat.


Saudara LinduA, semula Anda mengatakan sholat bermakna luas, bukan cuma gerakan badan yang dilakukan setiap 5 waktu itu saja, tapi juga berdoa, berikrar adalah termasuk "sholat". Dan sekarang Anda mengatakan sholat itu berbeda dengan berdoa. Saya bukannya hendak mencari-cari kesalahan Anda lewat permainan kata-kata, tapi saya rasa Anda sendiri kebingungan dan mengarang-ngarang sebisa mungkin untuk menutupi fakta bahwa tuhan Islam adalah tuhannya orang Arab.

Fakta tetap fakta, Saudara Lindu. Percuma walaupun Anda mengarang-ngarang definisi "sholat" dan "doa" untuk mengaburkan fakta itu.

Anda setiap hari sholat menghadap ke Ka'bah. Itu adalah BUKTI FAKTUIL dan TAK TERBANTAHKAN bahwa Islam bukan agama universal, tapi agama Arab yang menyembah tuhannya bangsa Arab.

Hal kedua adalah bahasa. Anda sholat membaca mantera-mantera dalam bahasa Arab. Anda juga dilarang mengganti kata "allah" dengan kata bahasa lokal, semisal "Gusti" atau "Tuhan". Itupun harus diucapkan dengan lafal Arab, yaitu owo atau awloh.

Anda bukan penyembah Tuhan yang Benar, tapi penyembah tuhan ciptaan bangsa Arab, yang secara roh dia itu merujuk pada sosok Iblis yang tinggalnya di bumi karena tercampakkan dari surga.

Dilihat dari sudut manapun, sosok yang Anda sembah selalu mengarah pada Iblis. Coba, apakah Anda tidak takut? :evil:

Kita belum membahas tabiat-tabiatnya. Bila kita membahas itu pula di sini akan menambah panjang daftar bukti KEIBLISAN awloh. Kata kuncinya cuma satu, yaitu "JAHAT".

Soal TKW hamil, diperkosa, tidak hanya di Arab Saudi saja, tetapi di-negara2 lain (mis. Malaysia yang diperkosa non Islam) juga ada.
Demikian juga "kekerasan", tidaklah harus dengan fisik. Bisa saja dengan kata2. Silahkan cek saja pengertian KDRT.


Tetapi agama apa yang membenarkan pemeluknya menyetubuhi pelayan?

Kenapa Anda bisa dengan begitu entengnya menganggap itu biasa? Crying or Very sad
Itu adalah PENJAJAHAN!!!!! Evil or Very Mad


Al Qur'an diturunkan di negeri orang Arab (sekarang Arab Saudi), dinegaranya Nabi Muhammad dan hanya sewaktu Nabi Muhammad hidup, lalu dimana ada penjajahannya?


Memangnya Anda tidak pernah baca sejarah perkembangan Islam?

Mesir, Persia, Yerusalem, Turki, semuanya dihancurkan oleh Islam lewat penyerangan atas nama agama. Penduduknya yang tidak mau bergabung dengan geng Islam, dipaksa bayar pajak Jizyah.

Dan mengomentari kata-kata Anda yang menganggap kalau pemaksaan itu dilakukan di dalam negeri Arab sendiri adalah tidak masalah, jelas keliru. Karena walaupun Arab itu sebuah jazirah yang luas, tetapi ketika itu Arab bukanlah sebuah negara. Mekkah dan Medinah bukan milik satu negara. Ketika Muhammad menjadi "raja kecil" di Medinah, dan menjadikan Medinah sebagai pusat gerombolannya, maka sama saja Medinah telah berdiri sendiri sebagai sebuah negara. Dan begitu pula Mekkah, adalah sebuah pemerintahan sendiri yang dikuasai oleh orang-orang Quraish. Ketika Muhammad menguasai Mekkah dan memaksa penduduknya masuk Islam lewat surat At-Taubah, apakah Anda menganggap itu hal yang biasa dan terpuji? :evil: Semula orang-orang Quraish Mekkah hidup merdeka, tidak membayar pajak pada Medinah. Tapi setelah Muhammad menguasainya, mereka diharuskan bayar jizyah pada Medinah. Bukankah ini sama dengan penjajahan?

Begitu pula Kaybar, yang semula hidup makmur dengan orang-orang Yahudi sebagai pendirinya, akhirnya hancur di tangan Muhammad dan orang-orang Yahudi diperlakukan seperti orang-orang buangan.

Oya, kenapa mesti jauh-jauh, kenapa kita tidak menilik kota Medinah yang dikuasai Muhammad itu? Memangnya semula Medinah itu dihuni oleh siapa dan dibikin maju oleh siapa? Orang-orang Yahudi. Orang-orang Arab Badui adalah para perampok, pencopet dan gelandangan. Orang-orang Yahudi-lah yang berjasa memajukan kota Medinah dengan perdagangannya. Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang terampil, mereka membuat kerajinan dari logam. Mereka adalah para pebisnis. Tapi kemudian apa yang terjadi pada mereka setelah Muhammad masuk ke kota itu? MALAPETAKA. Anda mesti baca Sejarah Muhammad secara lengkap, agar Anda tahu siapa Muhammad sebenarnya.

Saya berikan Anda satu link cepat untuk mengetahui sejarah Muhammad:

http://mengenal-muhammad.t35.com
atau
http://muhammad-saw.t35.com

Anda bisa mempercayai isinya, karena sumbernya dari sumber-sumber Islam sendiri.

Masak orang Kristen berkata: "Orang Kristen disuruh bayar perpuluhan, masak orang non-Kristen tidak?"

Ini cara berpikir yang tidak waras!!!!!


Ini juga sesuai dengan ayat yang saya kutip diatas. Maksudnya, wajar saja setiap warga negara itu dikenakan pajak. Umat Islam pajaknya adalah Zakat dan orang2 non Muslim Jizyah.


Kenapa anda masih saja menyamakan zakat dengan pajak?

Memang sudah menjadi kewajiban setiap warga negara membayar pajak pada pemerintahnya, tidak perlu diajari Islam, pemerintah sekuler pun tahu itu.

Tapi apa hak Islam memaksa non-muslim bayar UPETI pada muslim? Bukankah ISLAM itu adalah GENG PREMAN? :evil:

Kenapa Anda masih saja tidak mengerti dengan ketidakwarasan Islam?

Apakah anda mau, bila agama lain tiba-tiba menyerang Anda, dan memaksa Anda bayar pajak pada mereka? Ketika Anda protes, mereka bilang: "Lho, itu adil. Kami saja disuruh bayar perpuluhan, kenapa kalian tidak? Agar adil, kalian dikenakan PAJAK KESELAMATAN, sebagaimana kami diharuskan bayar perpuluhan. Kalau kalian menolak, maka tidak ada kewajiban bagi kami untuk melindungi nyawa kalian. Nyawa kalian halal kami lenyapkan." :evil:

Karena anda menganggap Al Qur'an dikarang oleh Nabi Muhammad, pantas saja anda menyatakan Muhammad membatalkan ayat2. Bagi kami umat Islam, Allah Maha Kuasa yang menurunkan Al Qur'an dan bukan Muhammad.


Tuhan yang maha kuasa tidak akan plintat-plintut.
Tentu saja yang plintat-plintut dan suka membatalkan ayat-ayat itu adalah manusia.

Dan manusia itu, tidak lain adalah Muhammad.

Logika yang sederhana, bukan?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Fri Nov 07, 2008 7:05 am

Sdr LinduA, mohon diskusi kita di topik berikut jangan Anda tinggalkan:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 2&start=20
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby kutukupret » Fri Nov 07, 2008 9:23 am

Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

saya menyumbang 1 hadist tentang batu hitam yang disembah langsung (dan nggak pake teknik jarak jauh).

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, saya pernah melihat Umar bin Khattab r.a. mencium hajar aswad dan sujud diatasnya, kemudian kembali lagi mencium (lagi) dan sujud (lagi) diatasnya. Kemudian dia berkata, “Begitulah saya melihat Rasulullah saw. (berbuat).” (Hasan: Irwa-ul Ghalil IV:312 dan al-Bazzar II:23 no:1114).

Makanya nggak heran kalau Sholat mengarah ke Batu Item Hajar Aswad yang di mekah
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby nietzsche » Fri Nov 07, 2008 1:31 pm

Duladi wrote:Kenapa Muslim berdoa dan sujud menyembah menghadap kota Mekkah?
Jawabannya:
Karena tuhan mereka ada di Mekkah.

Sungguh tidak logis, Tuhan ada di langit, tapi menyembahnya ke Mekkah.
Jawaban yang logis adalah: Muslim sujud menghadap ke Mekkah, karena di Mekkah itulah tuhan mereka berada.

Orang yang berdoa menghadap langit, itu berarti dia percaya kalau Tuhan yang disembahnya ada di takhta-Nya di surga di langit.
Tapi orang yang berdoa menghadap Ka'bah, sujud menghadap Ka'bah, itu berarti "tuhan" yang dia sembah ada di Ka'bah. Muhammad bahkan sudah memberi penjelasan:

Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0863
Abu Huraira melaporkan: Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Hadits riwayat Ibnu Majah
Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah.

Hadits Tirmizi
Batu Hitam Hajar Aswad adalah sebagai tempat berdoa yang mustajab...




YA IYALAH......KLO MENGHADAP CIPANAS-PUNCAK NAMANYA BUKAN MUSLIM.....TAPI MUSRO!!!!!!
User avatar
nietzsche
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Mon Nov 03, 2008 4:07 pm

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby robint » Sun Oct 18, 2009 6:32 pm

sundul lagi ah.. biar pada baca.
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby Satu » Tue Oct 20, 2009 3:35 pm

Duladi wrote:Kenapa Muslim berdoa dan sujud menyembah menghadap kota Mekkah?
Jawabannya:
Karena tuhan mereka ada di Mekkah.

Sungguh tidak logis, Tuhan ada di langit, tapi menyembahnya ke Mekkah.
Jawaban yang logis adalah: Muslim sujud menghadap ke Mekkah, karena di Mekkah itulah tuhan mereka berada.




Wahhh.. hebat juga nich brother gue yang satu ini...... bisa tau Tuhan ada dilangit..... Tp dilangit yg nama yah bro??? Yang gue lihat dilangit tuh cuma awan, bintang, bulan, matahari, burung2 yang terbang, petir kalo lagi hujan, pesawat terbang kalo lagi lewat, diluar planet menurut ilmu pengetahuan juga cuma ada meteor, planet2 lain, dan orbit2 galaksi lainnya yang gue ga tau namanya..... Ga ada Tuhan tuh bro.....
User avatar
Satu
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 681
Joined: Wed Jul 01, 2009 10:30 pm
Location: satu_satu8888@yahoo.com

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby Duladi » Tue Oct 20, 2009 5:39 pm

"langit" hanyalah sebuah kiasan untuk menyatakan "TINGGINYA" kedudukan Tuhan, atau "KEMULIAAN" Tuhan yang mengatasi segala tempat di bumi.
Sedangkan untuk menunjukkan "kehinaan" atau "rendahnya" manusia dan roh-roh jahat, biasanya dipakai kiasan "BUMI" atau "PERUT BUMI" atau "DUNIA ORANG MATI".

Dengan menempatkan "posisi" "sang tuhan" di bumi, berarti itu menandakan tuhannya lebih rendah dari TUHAN SEJATI.

Di dalam kitab Yudaisme sudah cukup jelas dikatakan, bahwa BUMI adalah tempat kedudukan bagi Iblis yang jatuh dari SURGA di atas. Dan kita yg muslim dengan bangganya memamerkan tempat kedudukan Iblis itu sebagai tempat kedudukan "awloh".

Orang yang berdoa menghadap langit, itu berarti dia percaya kalau Tuhan yang disembahnya ada di takhta-Nya di surga di langit.
Tapi orang yang berdoa menghadap Ka'bah, sujud menghadap Ka'bah, itu berarti "tuhan" yang dia sembah ada di Ka'bah. Muhammad melarang kita menyembah TUHAN YG BENAR, dan dia memerintahkan kita menyembah "tuhan" yang tahtanya di bumi.

Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0863
Abu Huraira melaporkan: Orang2 diharuskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Hadits riwayat Ibnu Majah
Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah.

Hadits Tirmizi
Batu Hitam Hajar Aswad adalah sebagai tempat berdoa yang mustajab...
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby robint » Sun Mar 07, 2010 9:05 pm

sundul lagi ...
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby melcisidek » Wed May 12, 2010 1:09 pm

1.ka'bah bukan tuhan ,itu cuma bangunan yg bisa rubuh seperti bangunan biasa.ka'bah ada hanya untuk mempersatukan arah umat muslim beribadah.bisa di bayangkan kalo allah SWT tidak menetapkan kemana arah sujud dalam shalat ,bisa2 tiap orang mengahadap kemana saja maunya dia.
2.tuhan itu kemana saja anda dia akan tetap ada karna kesempurnaan hanya ada padanya.


sekian dulu .


kenapa kalian tidak bertanya kepada umat muslim kenapa dia begitu kenapa dia begini,kita umat muslim menyakan kepada pendeta kalo ingin tahu tentang kristen atau umat lainya,
melcisidek
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Wed May 12, 2010 12:59 pm

Re: Kenapa Muslim sujud menghadap kota Mekkah?

Postby saksang » Wed May 12, 2010 2:52 pm

@atas,

kedua point ente itu saling kotra bos...
saksang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users