. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Keluarga Besar Muhamad & Sex: Sebuah contoh utk ditiru?

Forum ini mengenai (1) kehidupan dan perilaku seksual Muhammad dan (2) isi dan penerapan hukum2 seksual Islam dalam masyarakat Muslim.

Keluarga Besar Muhamad & Sex: Sebuah contoh utk ditiru?

Postby pod-rock » Thu Jan 11, 2007 6:24 pm

http://www.faithfreedom.org/Articles/ab ... family.htm

Keluarga Suci: Sebuah contoh utk ditiru?
By Abul Kasem

Keluarga adalah dasar pembentukan sebuah masyarakat. Jika keluarga2 dalam sebuah masyarakat bahagia, maka masyarakat tersebut adalah masyarakat yg bahagia pula. Keluarga yg bahagia membutuhkan cinta dan rasa saling memiliki yg kuat diantara suami istri dan juga rasa aman pada anak2nya. Sebuah keluarga tidak dapat bahagia jika salah satu orangtuanya adalah tukang merayu wanita/pria lain dan mengkoleksi istri/suami atau melakukan perbuatan seperti menganiaya anak2 dll.

Para pembaca mungkin sering membaca bahwa Islam berbicara ttg kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga. Dimana kita dapat menemukan contoh dari keluarga Islam yg damai dan penuh cinta? Jawabannya tentu saja, menurut Islam, adalah dari contoh keluarga nabi dan Sahabat2 dan sekutunya. Siang malam, umat Islam berkhotbah ttg segala aspek dari kehidupan kita yg harus mencontoh kpd sang nabi dan murid2nya. Ini adalah contoh dari keluarga suci yg oleh muslim harus diikuti.

Mari kita secara singkat melihat apa saja contoh yg diberikan sang nabi dan rekan2nya bagi umat. Saya masukkan keterangan singkat dari semua istri nabi Muhammad, istri2 empat Kalifah (Khulafa Rashedin) dan istri2nya dua Imam (imam hasan dan Imam Husain).

Setelah kematiah Khadijah, istri pertamanya, Muhammad langsung berburu koleksi istri. Antara umur 50 s/d 58, dia mengumpulkan setidaknya tujuh istri. Umur istri2nya ada dari anak kecil 6 tahun hingga wanita 50 tahun! Lebih mengejutkan lagi pada umur 60 saja, Muhammad mengoleksi hasil buruan istri sebanyak 4 orang dg umur dari 17 tahun (Safiyah) sampai 36 tahun (Maimunah). Menarik utk diperhatikan bahwa seiring bertambah tuanya Muhammad, hasrat birahinya bagi daun muda semakin menggebu2.

Birahi Muhammad bagi anak gadis jelas2 dinyatakan dalam Hadis. Ini satu contohnya:

Diceritakan oleh Jabir bin Abdullah:

Ketika aku menikah, rasul berkata padaku, “Tipe perempuan macam mana yg kau nikahi?” Kujawab, “Aku menikahi seorang janda,’ Dia berkata, “Kenapa, apa kau tak suka perawan muda utk diremas2 ?” Jabir juga bercerita: Rasul berkata, “Kenapa tidak kau nikahi gadis muda agar kau bisa bermain dg nya dan dia bermain dgmu?” (Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17)

Muhammad meninggalkan contoh berikut utk para pengikutnya :

> Jika mungkin, nikahi wanita kaya agar mereka bisa mendukungmu (Khadijah, Zainab Binti Jahsh). Dg begini, kau tidak perlu berkerja, tinggal jadi parasit.

> Nikahi wanita tua hanya agar dia mengurus keluargamu (Saudah, Ummi Salam hind, Zainab Binti Khuzaima). Artinya, nikahi wanita tua agar tidak perlu membayar pembantu.

> Oke oke aja utk mengawini anak2 berumur 6 tahun (Ayesha). Ini utk memuaskan fantasy seks Pedofilimu dan juga utk memastikan kelanjutan karirmu jika kau sudah dekat liang kubur.

> Kau boleh menikahi anak2 perempuan dari teman2mu (Ayesha-puteri Abu Bakar & Hafsah) meskipun kau pantas jadi kakek atau buyut mereka.

> Kau boleh menikahi istri dari anak angkatmu (Zainab Binti Jahsh) meskipun Islam melarang pengangkatan anak.

> Kau boleh menikahi sepupu pertamamu (Zainab Binti Jahsah). Dalam masyarakat kebanyakan, hal ini dikategorikan incest. Tapi dalam islam ini oke oke saja.

> Kau boleh menikahi dan melakukan hubungan seks dg tawananmu (Safiyah); tapi ingat utk selalu mengambil yg paling cantik dan muda sebagai tawananmu. Jangan ambil tawanan yg tua, jelek, miskin dan tak berguna.

> Boleh saja menerima hadiah wanita (Umm Habibah, Mariyah) dan berhubungan seks dg menikahi mereka. Pastikan wanita2 ini sangat menarik dan muda.

> Kau boleh menikahi dan berhubungan seks dg budakmu yg diberikan sebagai hadiah (Mariyah).

> Kau juga tidak dibatasi utk melakukan hubungan seks dg gadis2 yg kau dapatkan sebagai hadiah dan/atau rampasan perang, tanpa menikahinya lebih dulu.

> Jika seorang tawanan menolak menikahimu, maka kau dapat mengambilnya sebagai selir (Rayhana) dan seks dgnya hingga kau puas.

Ini adalah detail dari wanita2 yg dinikahi atau dijadikan selir oleh sang rasul.

Nabi berkata, “wanita dapat dinikahi karena agama, kekayaannya atau kecantikannya. Jadi nikahilah yg karena agama” (Abu Issa al-Tarmidi, Sunan al-Tarmidi, Medina n.d., p.275, B:4, H:1092).

Aku kutip hadis ini utk lebih jelas :

Diceritakan oleh Abu Huraira:
Nabi berkata, “Seorang wanita dinikahi utk empat hal, yakni, kekayaannya, status keluarganya, kecantikannya dan agamanya. Jadi kau harus menikahi wanita yg beragama (kalau tidak) kau akan menjadi seorang pecundang. (Sahih Bukhari Volume 7 Buku 62 nomo 27).

Perhatikan bahwa nabi tidak pernah bicara cinta, rasa saling memiliki ataupun perasaan2 antara lelaki dan perempuan. Dasar dari hubungannya semua bersifat fisik.

Istri2 Muhammad
1. Khadijah Binti Khuwaylid:

Khadijah adalah bossnya Muhammad. Ayahnya terbunuh dalam peperangan. Dia seorang perempuan bisnis dan kaya raya. Muhammad 25 th dan dia 40 th ketika menikah. Khadijah telah menikah 2 kali sebelumnya. Jadi Muhammad adalah suami ketiganya. Muhammad mendapat wahyu pertamanya ketika dia berumur 40 dan Khadijah 55 th. Mereka telah bersama2 selama 15 th, Khadijah melahirkan semua anak2 Muhammad. Dia meninggal December 619 M diumur 65. Muhammad tidak perlu bekerja ketika Khadija masih hidup.

2. Saudah Binti Zama:

Dia tidak muda ataupun cantik. Dia perempuan yg tepat utk mengurus anak2 Muhammad yg masih kecil setelah kematian Khadijah. Mereka menikah ditahun 620. Berumur sekitar setengah abad, gemuk, periang dan bersifat baik. Dia seorang janda. Dia hidup hingga akhir masa kejayaan Kalifah Umar. Muhammad menikahi Sauda ketika ia berumur 53 th, waktunya hampir bersamaan dg pernikahannya dg Aisha. Dikisahkan bahwa Saudah harus menyerahkan ‘jatah malam’nya bersama Muhammad utk diberikan pada Aisha, jika tidak ia diancam diceraikan. (http://www.islamic-paths.org/Home/Engli ... ter-02.htm). Artinya Sauda yg tua Cuma dianggap sebagai pembantu sedangkan Ayesha utk seks.

3. Ayesha Binti Abu Bakar Al-Siddiq:
Muhammad menikahi Aisha 3 tahun sebelum pindah ke Medina. Dia berumur 6 th ketika nabi menikahinya dan dia menggaulinya ketika Aisha berumur 9 th. Dia satu2nya perawan dalam kehidupan Muhammad. Dia menceritakan sekitar 2000 hadits. Ketika Muhammad mati, dia berumur 18th, ia meninggal diumur 57.

4. Hafsah Binti Umar:
Hafsah adalah anak dari Kalifah Umar. Dia pertama dinikahkan pada Khunais Ibn Alkhattab. Menjadi janda pada umur 18. Menikahi Muhammad di th 635, 3 bulan setelah migrasi ke Medinah. Dia berumur 20 tahun dan Muhammad berumur 56 th ketika menikah. Dia hidup bersama Muhammad selama 8 th. Meninggal ditahun 669 pada umur 63.

5. Zainab Binti Khuzaima:
Suami pertamanya, Abdullah bin Jahsh mati diperang Uhud. Maka Muhammad menikahinya. Dia menikahinya segera setlah menikahi Hafsah. Umurnya 30 dan Muhammad 56 ketika menikah. Dia mati tidak lama setelah pernikahan.

6. Umm salam Hind Bint Abi Umayya
Suami Pertamanya adalah Abdullab Bin Abdul Asad. Mereka menikah ditahun 626 ketika berumur 29. Punya 4 anak (Salama, Umar, Zaynab, Darra) dari pernikahan pertamanya. Dia harus mengurus anak2nya. Dia berumur 30 dan Muhammad 56 ketika mereka menikah. Dia breumur lebih panjang dari semua istri2 muhammad. Meninggal diumur 84 th.

7. Zainab Binti Jahsh:
Nama aslinya adalah Barra. Dia menikah dg Muhammad th 627, ketika berumur 35 dan Muhammad 58. Sebelumnya dia menikah dg Zaid (Anak angkat Muhammad) dan Muhammad sendiri yg mengatur pernikahan mereka. Dia adalah sepupu Muhammad. Ibu Zainab, Umayma adalah anak dari Abdul Muttalib, kakek Muhammad. Suatu hari nabi “melihat pakaiannya yg longgar, kecantikan Zainab dan dadanya meledak dipenuhi keinginan memiliki Zainab”. Zaid, seorang anak angkat yg berbakti kemudian menceraikan Zainab utk melapangkan jalan bagi sang nabi utk menikahinya. Bahkan ada wahyu Allah khusus yg diturunkan utk membenarkan hal ini (33.37, 53), ayat itu menjelaskan bahwa muslim diijinkan utk menikahi istri dari anak angkatnya, setelah sebelumnya dalam wahyu lain disebutkan bahwa islam melarang pengangkatan anak (adopsi) (33:4, 5). Muhammad berkilah bahwa Allah sendiri yg menikahkannya dg Zainab disurga. Ayat Hijab (pengunaan kerudung/jilbab) (33:53-56) juga diturunkan setelah pesta pernikahan mereka. Zainab adalah seorang perempuan yg sangat mandiri. Dia terbiasa menghidupi dirinya sendiri dg menjual produk2 kulit dan tidak tergantung pada kebaikan Muhammad. Dg menikahi Zainab ini, Muhammad mendemonstrasikan ijin utk menikahi sepupu. Dia meninggal tahun 641. Dia menjadi istri pertama yg meninggal setelah kematian Muhammad.

8. Juwairiah Binti Al-Harith:
Dia ditangkap sebagai tawanan dalam sebuah perampokan. Jadi dia menjadi bagian dari harta pampasan dalam perang melawan Bani Mustaliq. Ayahnya adalah ketua Bani Mustaliq. Dia ditawan oleh seorang pengikut Muhammad bernama Thabit Ibn Qais. Dia sangat cantik. Ada yg bilang bahwa Muhammad membelinya dari Thabit. Muhammad menikahinya ditahun 627, ketika berumur 58 dan Juwairiah 20th. Pernikahan terjadi setelah pernikahan Muhammad dg Zainab Binti Jahsh. Dia menikah dg Muhammad selama 6 th, dan hidup selama 39 tahun lagi setelah kematian Muhammad. Dia mati ditahun 670 pada umur 65. Dia seorang Yahudi.

9. Safiyah Binti Huyay:
Dia juga pampasan perang. Ditawan setelah pembasmian di Khaybar. Dalam peperangan ini dia kehilangan ayahnya, suami barunya dan semua kerabat dekatnya. Wanita yahudi tawanan ini diberikan kepada pengikut Muhammad bernama Dahia, ketika Muhammad melihat kecantikannya yg luar biasa, dia langsung membelinya dari Dahia dan menawarkan pernikahan. Dia masih terguncang ketika dibawa menghadap Muhammad. Sepupu Safiyah juga dibawa bersama dgnya, tapi Muhammd tidak tertarik padanya karena ia jelek. Safiyah tidak punya pilihan selain menikahi Muhammad utk menyelamatkan nyawanya. Dia menikah, diumur 17 dg Muhammad 60 th, pada hari yg sama ketika dia menyaksikan ayah dan suaminya dipancung oleh Muhammad. Dia bersama Muhammad selama 4 tahun, berumur 21 ketika sang nabi mati. Dia menjadi janda selama 39 th, meninggal dith 673 pada umur 60.

10. Umm Habibah Ramla Binti Abu Sofyan Ibnu Sakhir:
Dia dikirim ke Ethiopia selama migrasi muslim pertama kesana. Raja Ethiopia, Negas menawarkannya pada Muhammad sebagai istri. Dia menikahi nabi ketika berumur 35 dan nabi berumur 60. Suami pertamanya adalah Ubaydullah Ibn Jahsh, saudara dari Zainab Binti Jahsh. Ubaydullah menjadi kristen ketika di Ethiopia; jadi dia minta cerai. Mu’awiya adalah saudaranya. Dia menghabiskan 4 tahun hidupnya bersama Muhamamd dan hidup utk 33 th berikutnya. Meninggal diumur 72.

11. Mariyah al-Qibtiyaa:
Seorang budak Coptik. Raja Mesir memberikannya sebagai budak pada Muhammad. Muhammad menikahinya ketika berumur 20 dan dia 60th. Dia sangat cantik dan melahirkan anak laki2 yg diberi nama Ibrahim oleh Muhammad. Ibrahim meninggal saat masih bayi berumur 18 bulan (ada yg bilang 10 bulan). Mariyah menhabiskan 3 tahun hidup bersama Muhammad.

12. Maimunah Binti Al-Harith:
Muhammad Menikahinya ketika berumur 60 th dan dia 36 th. Zainab Binti Khuzaima adalah saudari tirinya. Dia adalah wanita terakhir yg dinikahi muhammad karena dia menurunkan ayat 33:50 dan 33:52. Dia hidup bersama Muhammad selama 3 tahun. Setelah Muhammad meninggal, Maimunah hidup selama 40 th lagi. Dia meninggal diumur 80. Dia istri muhammad yg meninggal terakhir.

Perempuan bukan istri dari Muhammad:

13. Rayhana:
Dia bukan istri, hanya tawanan perang. Dia seorang yahudi yg sangat cantik, jadi Muhammad minta menikahinya. Tapi dia menolak utk memeluk islam dan menikahi Muhammad, dg itu dia menjadi budak seksnya Muhammad. Tapi banyak yg bilang bahwa Muhammad menikahinya.

14. Duba Binti Amir:
Dia salah satu wanita Arab yg paling cantik. Rambutnya sangat panjang, menutupi seluruh tubuhnya (Ibn Saad, al-Tabawat hal.153). Muhammad tertarik padanya dan minta ijin anaknya utk menikahinya. Tapi sang nabi menarik tawaran nikahnya ketika mendengar bahwa Duba sebenarnya sudah tua. Ia hanya menjadi pelampiasan seksnya saja.

15. Fatimah
16. Hend
17. Asma (dari Saba)
18. Habla
19. Asma (dari Noman)
Sang nabi belakangan mengetahui bahwa Asma mengidap Lepra. Dia tidak jadi menikahinya.

20 Omm Sharik

21 Maymuna (kedua)

22. Zainab (ketiga)

23. Khawla

24. Amrah Binti Yazeed:
Dia menjadi muslim hanya sebentar saja sebelum pernikahannya dg nabi. Ketika datang ke Medinah dan melihat sang nabi, dia memohon Allah agar menyelamatkannya. Sang Nabi tersinggung, tidak jadi menikahinya dan mengirimnya kembali kebangsanya setelah menikmatinya.

Disamping 12 istri pertamanya, Muhammad banyak meniduri wanita2 lain tapi tidak menikahi mereka, total keseluruhan wanita ini adalah 28 orang. Dia berumur 62 ketika meninggalkan dunia yg penuh nikmat birahi ini.

Istri2 Kalifah Abu Bakar

Abu bakar lahir tahun 573 dan meninggal Agustus 22, 634 ((http://www.witness-pioneer.org/vil/Book ... apter2.htm).
Dia berumur 63 ketika meninggal. Dikuburkan disamping sang nabi. Dia menjadi Kalifah selama 2 tahun (632 -634). Dia menetapkan 40 cambukan hukuman utk meminum minuman keras. Banyak islam yg mengatakan dia sangat baik dan pengampun. Inilah contoh dari ‘kebaikan’nya.

Di Badar, satu dari anak Abu Bakar yg belum memeluk islam bertempur dipihak Mekah. Sesudahnya, dia menjadi muslim, suatu hari dia berkata, “Ayah! Di Badar, dua kali kau ada diujung pedangku, tapi rasa cintaku padamu menahan tanganku.” “Nak,” jawab Abu bakar, “Jika aku punya satu saja kesempatan seperti itu, kau tidak akan ada disini.”

Ini contoh kebaikan, cinta dan pengampunan dari Kalifah pertama Islam. (//www.islamicresources.com/Prominent_Muslims/Abu-Bakr/participation_in_the_holy_wars.htm).

Total dia punya empat istri selama hidupnya. Dia yg terlemah jika dihitung dari koleksi wanitanya.

1. Qatilah Binti Abdul Aziz:
Dia ibu dari dua anaknya; Abdullah dan Asma (perempuan).

2. Ummi Ruman:
Melahirkan dua anak; Ayesha (perempuan) dan Abdul Rahman. Muhammad menikahi Ayesha ketika ia berumur 6 th dan menggaulinya diumur 9 th. Muhammad ketika itu berumur 52 th.

3. Asma:
Abu Bakar punya satu anak darinya, Muhammad (dia terlibat dalam pembunuhan Usman Kalifah keempat Islam).

4. Habiba:
Satu anak (perempuan): Dia adalah ibu dari ummi Kulthum (perempuan). Ummi Kulthum lahir setelah kematian Abu Bakar, Ummi menikah dg Umar, Kalifah kedua Islam, ketika berumur 4 tahun.

Istri2 dan Budak seks Kalifah Umar

Umar adalah Kalifah kedua dalam islam, dia memimpin selama 10 tahun (634-644). Dia dibunuh oleh seorang budak ketika sholat.

1. Zainab:
Saudari dari Usman Bin Mazun

2. Kareeba:
Anak dari Ibn Umaitul Makhzami dan saudari Ummi Salma, istri Muhammad. Dia tidak memeluk islam.

3. Maleka (juga dikenal sebagai Ummi Kulthum)
Dia anak dari Jarul Khuzai. Dia tidak memeluk islam.

4. Jameela :
Nama aslinya adalah Asiah binti Sabat Ansari. Dia seorang Ansar. Setelah menikah dg Umar mengganti nama menjadi Jameela.

5. Sabiha Binti Al-Haris :
Dia wanita muslim pertama yg kabur dari Quraish dan mencari perlindungan pada muslim setelah perjanjiah Hudaybiah. Nabi membuatnya menikah dg Umar.

6. Ateka Binti Zaid:
Dia sepupu dari Umar. Sebelumnya menikah dg Abdullan, anak Abu Bakar. Setelah abu Bakar mati, Umar menikahinya.

7. Umm Hakim:
Dia sebelumnya telah menikah 2 kali. Suami2 sebelumnya adalah Ikramah bin Abu Jaki dan Khalid bin Said. Ketika keduanya meninggal dalam peperangn, Umar menikahinya.

8. Umme Kulthum:
Kulthum berumur 4 atau 5 tahun ketika dinikahi Umar. Anak kecil ini merupakan istri paling disayangnya (sama seperti junjungannya Muhammad). Ada banyak kontroversi mengenai pengantin kanak2 dari Umar ini. Banyak umat islam yg berkata bahwa dia adalah anak perempuan dari Ali dan Fatima. Yg lain bilang bahwa dia adalah anak dari Abu Bakar dan Habiba. Abu Bakar meninggal beberapa bulan sebelum Umme lahir. Dia saudari tirinya Ayesha. Jadi Umar menyuruh Ayesha meminta Umme Kulthum ketika Umme masih berumur 4 atau 5 tahun. Ayesha setuju dan mereka menikah. Tidak diketahui waktu umur berapa Umme digauli. Aku tidak menemukan referensi tentang umur berapa Umar ketika menikahi Umme Kulthum.

Umar lahir 13 th setelah Muhammad. Muhammad lahir tahu 570. Jadi Umar harusnya lahir th 583. (Catatan lain menunjukkan bahwa Umar lahir sekitar th 580).

Mari kita asumsikan bahwa Umar menikahi Umme Kulthum sekitar th 623 M (menurut Al Farooq vol. II by Shibli Numani p 539. History of Abul Fida, vol. I p 171). Referensi Sunni juga berkata bahwa Umme berumur 4 s/d 5 th ketika Umar menikahinya. Kita tetapkan saja dia berumur 5 th ketika menikah. Ini akan membuat tahun lahir Umme adalah 634 M.

Dg begitu, Umar berumur 51 th (634 – 538 = 51) ketika Umme Kulthum lahir.

Jadi, Umar paling tidak berumur 56 th (51+5=56) ketika menikahi anak ingusan ini.

Sekarang, kita asumsikan lewat sejarah yg lain. Sejarah mencatat bahwa Abu Bakar meninggal 635 M dan Umme Kulthum lahir beberapa bulan setelahnya. Jadi kita bisa katakan Umme lahir ditahun 635.

Sunni mencatat perkawinan terjadi tahun 639 M

Umar paling sedikit berumur (639 – 583 = 56 th) ketika menikahi anak ingusan ini.

Versi manapun dari sejarah tentang perkawinan ini kita terima, dan jelas sekali bahwa Umar sudah lewat umur 50 ketika menikahi Umme Kulthum. RUAR BIASAA! Umar memecahkan rekor gurunya dalam hal menikahi anak ingusan. Tapi Riwayat islam dan Hadis bungkam total mengenai perkawinan ini.

Jika kita asumsikan Umar mengikuti contoh dari sang nabi dan menggauli Umme ketika berumur 9 th, dia mestinya saat itu berumur 59 th. Bahkanpun bila kita asumsikan bahwa Umar seks dg Umme pas sebelum pembunuhannya (dia mati umur 61), Umme baru saja berumur sekitar 10 tahun.

Dg begitu Umar telah berhubungan seks dg anak kecil 9 s/d 10 tahun ketika ia berumur 59/60 tahun, betul2 melewati gurunya yg sebelumnya kita pikir adalah Pedofile terbesar dalam sejarah seks.

9. Fakiah Yamania:
Dia budak seks dari Umar, melahirkan anak perempuan Zainab.

10. Laiyah:
Dia juga budak seksnya Umar dan melahirkan anak (http://www.witness-pioneer.org/vil/Arti ... hattab.htm)

Istri2 dari Kalifah Usman

Usma termasuk klan Bani Umayyah. Dia menjadi Kalifah selama 12 tahun (644 – 656). Terbunuh ketika sholat. Istri2nya adalah:

1. Rukaia:
Dia anak kedua dari nabi Muhammad. Asalnya rukaia menikah pada Utbah bin Abu Lahab. Utbah menceraikannya segera setelah menikahinya. Nabi kemudian menikahkannya pada Usman. Mereka pindah ke Abyssinia pada gelombang pertama kepindahan Muslim ke Abyssinia. Mereka punya anak bernama Abdullah yg lahir di Abyssinia dan mati diumur 6 th.

2. Umme Kultum:
Anak ketiga dari Muhammad. Dia asalnya juga menikah pada Utaibah b Abu Lahab yg juga menceraikannya secepat mungkin. Kemudian nabi menikahkannya pada Usman. Mereka punya dua anak, keduanya meninggal waktu bayi. Jadi Usman menikahi dua anak perempuan Muhammad (Rukaia dan setelah kematian Rukaia menikahi Umme Kultum).

3. Fakhta
4. Fatema
5. Ummul Banin
6. Ramla
7. Naela
Tidak banyak detail mengenai istri2 Usman ini.

Istri2 Kalifah Ali

1. Fatema:
Anak termuda dari Muhammad. Ali adalah anak dari Abdul Mutalib, paman sang nabi. Jadi, Ali adalah sepupu pertama sang nabi. Ia menikahi Fatima ketika berumur 21 dan Fatimah berumur 15 th. Ali tidak menikahi wanita lain selama Fatima hidup. Setelah Fatima meninggal karena luka fatal ketika rumahnya terbakar, Ali mulai mengoleksi istri. Ali dan Fatima punya lima anak. Mereka adalah: Hasan, Husain, Zainab, Umm Kulthum dan Mohsin.

2. Yamamah
Dia adalah sepupu dari Fatima. Diceritakan bahwa ketika sekarat Fatima meminta Ali utk menikahinya. Ali mengabulkan permintaan ini.

3. Hanafia:
Ali menikahi Hanafia setelah kematian Yamamah. Mereka punya satu anak. Detail tidak ada.

4. Ummul banin
5. Laeela
6. Asma
7. Umama
Umama adalah anak Zainab (anak perempuan tertua sang nabi). Jadi dia adalah cucu dari nabi. Imam Ali menikahi cucu dari sepupunya (Muhammad).
8. Khaola
9. Umme Saeed
10. Muh’aat
11. Wanita yg namanya tidak diketahui.

Istri2 dari Imam Hasan

Imam Hassan (putra tertua dari Ali dan kakak dari Imam husain) punya banyak sekali istri. Sekitar 70 hingga 300 istri dan selir. Ia terbunuh oleh racun dari salah satu istrinya. Dalam buku berjudul ‘'Quwwat al-Qulub (vol.2, p.246) karya Abu Talib Makki (meninggal th 380 A.H.) ditulis, “Hasan sering menikahi 4 istri sekaligus dan sambil menceraikan 4 istri lain dalam saat yg sama” (http://www.al-islam.org/al-serat/imamhasan.htm). Tidak ada catatan yg benar mengenai istri permanennya. Tapi yg berwenang mengatakan bahwa Imam Hasan paling sedikit punya tiga istri di Kufa, mereka adalah :

1. Khawal Fazariya
Pernikahan ini terjadi di Medina. Dia ibu dari Hasan Muthana

2. Umm Ishaq Binti Talha
Pernikahan juga terjadi di Medina. Dia ibu dari Husain Athram, talha dan Fatima. Setelah kematian Imam Hasan, dia menikahi Imam Husain (Adik dari Imam Hasan).

3. Ju’da Binti Ash-ath
Imam Hasan menikahi wanita ini di Kufa. Dia meracuni Imam Hasan atas dorongan Mu’awiyah.

Jadi, bagaimana mungkin mendapat 300 istri dalam satu kehidupan? Ini tidaklah mustahil jika kita ingat sistem pernikahan M’uta dalam Islam. Meskipun Sunni telah melarang sistem M’uta ini, tapi masih dipraktekan diantara kaum Shia. Dimungkinkan utk melakukan kawin M’uta dimalam hari dan menendang wanita itu dipagi hari. Tidak dibutuhkan perceraian dalam perkawinan ini. Tipe perkawinan ini adalah sebagai kontrak utk tidur bersama, itu saja. Juga, ingat bahwa meski ada larangan maksimal 4 istri resmi dalam waktu yg sama, tapi tidak ada larangan dalam jumlah istri sementara yg dapat dipunyai dalam waktu yg sama. Dalam bahasa modernya, kita sebut ini ‘one night stand’. Perkawinan M’uta juga tidak punya batas waktu. Jadi, ‘satu malam saja’ cukup islami. Perkawinan M’uta adalah versi islamnya dari ‘one night stand’. Lihat, Islam punya jawaban bahkan utk para playboy. Imam Hasan pastilah seorang playboy islam di jamannya.

Para pembaca, pikirlah sejenak apa yg membuat perkawinan M’uta berbeda dari prostitusi/pelacuran biasa, kecuali bahwa ini ada disinggung dalam ‘kalimat2 suci’? Tidak ada bedanya. Mengijinkan hal ini bagi nabi atau bagi siapa saja akan menjadi pukulan serius bagi filosofi sebuah keluarga dg istri dan anak.

Pertanyaan yg muncul adalah kenapa islam, agama sempurna dari Allah, mengijinkan ‘playboy’nya mendapat ‘one night stand’? Kita dapat menemukan jawabanya jika kita melihat pada sejarah berdarah dan tidak suci dari islam dan nabinya. Menurut kepercayaan Sunni dan Sahih Bukhari, nabi melarang pernikahan M’utaa “hingga Kiamat”, CUMA SAMPAI umat muslim menang. Dg itu, umatnya harus mengakui bahwa ada yg salah dalam hal ini. Kemudian kenapa dia mengijinkannya dari semula? Kau tahu kenapa? Tentara muslim saat itu harus dilayani dg semua cara yg mungkin dan daya tarik dari surga dan neraka tanpa dibayangi oleh pertanyaan2 moral. Dg begitu, dia mengijinkan mereka mendapat keuntungan dari pernikahan M’utaa dan banyak2 jarahan perang plus tanah dan kepemilikan rumah. Perhatikan bahwa jarahan perang hanya dibagikan diantara para pejuang, tidak pada orang biasa atau yg mengurus pemerintahan.

Istri2 Imam Husain

Imam Husain menikah lima kali, istri2nya adalah:

1. Janabe Shahr Banu
Anak dari Yazd Gurd, kaisar terakhir Iran. Dia melahirkan Imam Zaynul Abidin (imam keempat). Meninggal 10 hari setelah melahirkan.

2. Janabe Rabab anak dari Imran Al Qays
Dia melahirkan Sakinah dan Abdullah (Ali Asghar). Meninggal 1 tahun setelah tragedi Karbala

3. Janabe Laila anak dari Abu Murra.
Ibunya adalah Maymunah anak dari Abu Sufyan. Dg begitu dia adalah sepupu dari Yazid. Dia melahirkan Ali Akbar. Meninggal ketika terjadi tragedi Karbala.

4. Janabe Qud’iyah
Melahirkan anak lelaki Jaffor yg meninggal waktu bayi.

5. Janabe Umm Ishaq bin Talhah
Melahirkan Fatema Kubra.

Sebagai tambahan, jangan lupa bahwa Imam Husain juga menikahi Umm Ishaq Binti talha janda dari kakaknya Imam Hasan!

Ini adalah pelajaran2 yg kita dapat dari Khulafa Rashedin dan dua Imam Islam.

> Jika diperlukan, boleh saja membunuh anak dari keluarga kita utk islam. Ini dicontohkan oleh kalifah islam, Abu Bakar.

> Kau dapat memberikan anak perempuan utk dinikahi oleh Pedofile (contoh Ayesha dan Umme Kulthum)

> Boleh saja menikahi anak berumur 4 atau 5 tahun ketika kau berumur 56 th (Umar menikahi Umme Kulthum)

> Kau boleh menikahi dua saudari sedarah dari keluarga yg sama seperti yg dicontohkan oleh Kalifah Usman dg menikahi Rukaia dan Umme Kultum, yg keduanya adalah anak2 perempuan dari Muhammad.

> Kau boleh menikahkan anak perempuanmu ke sepupumu (Fatema dan Ali).

> Kau boleh menikahi cucu dari saudara sepupumu (Ali menikahi Umama, anak Zainab, cucu sang nabi).

> Jika kau tidak puas dg istrimu yg sekarang, kau dapat selalu menjadi ‘playboy’ islam melalui perkawinan M’utaa.

Betapa indahnya keluarga islam ini jika kita benar2 mengikuti “Islam sebenar-benarnya’!
------------------

Mr. Abul Kasem writes from Sydney, Australia. Comments should be directed at - abul88@hotmail.com
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Return to Resource Center: Wanita & Sex dalam Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users