. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Kekerasan FPI 1998 - 2007

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Kekerasan FPI 1998 - 2007

Postby stivana2 » Mon Jul 16, 2007 9:17 am

Tahun 1998
14 Oktober-18 Oktober
Badan Pencara Fakta DPP-FPI mengadakan investigasi kasus penteroran, pembantaian dan pembunuhan para Ulama, Kyai, Ustadz, dan beberapa Guru Ngaji dengan dalih Dukun Santet di beberapa wilayah di Jawa Timur antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.

21 Oktober
DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap dan Seruan tentang hasil kerja Badan Pencari Fakta DPP-FPI dari tanggal 14-18 Oktober 1998
Berbarengan dengan hal tersebut di atas DPP-FPI menyampaikan Pernyatan Sikap dan Seruannya kepada Presiden Republik Indonesia tentang Kasus Ninja
DPP-FPI mengeluarkan pengumuman tentang keluarnya buku yang berjudul Bangkitnya Kembali Gerakan Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia setebal 12 halaman yang ditulis oleh Abul Ghozwah diterbitkan di Jakarta, medio Oktober 1998 yang mencantumkan nama Front Pembela Islam sebagai penanggung jawab adalah tidak benar

28 Oktober
DPP-FPI mengeluarkan "Seruan Jihad FPI" terhadap Pasukan Ninja yang isinya menerangkan bahwa Pelaku / Dalang / Penyandang Dana dan atas Siapa pun yang terlibat dalam Aksi Ninja dalam penteroran terhadap ulama adalah Halal untuk ditumpahkan darahnya

7 Nopember
DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 1998

12 Nopember
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pertanggungjawaban Orde Baru

13 Nopember
Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR 1998 tentang Tuntutan Rakyat yang menghendaki :
Pencabutan Pancasila sebagai Azas Tunggal
Pencabutan P4
Pencabutan Lima Paket Undang-undang Politik
Pencabutan Dwi Fungsi ABRI dari Badan Legislatif atau Eksekutif
Penghargaan Hak Azasi Manusia
Pertanggungjawaban mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto
Permohonan Maaf GOLKAR sebagai Penanggung Jawab Orde Baru


14 Nopember
DPP-FPI menyampaikan Sikap Solidaritas kepada Para Anak Bangsa Angkatan Mahasiswa Reformis Indonesia sebagai front terdepan dalam perjuangan Rakyat Indonesia
DPP-FPI mengumumkan bahwa ormas ini (Front Pembela Islam) telah mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia

22 Nopember
Insiden Ketapang meletus, terjadi perusakan sebuah mesjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat, oleh sejumlah kurang lebih 600 orang preman Ambon non-Muslim. Laskar Pembela Islam berhasil memukul mundur penyerang, dipimpin langsung oleh Imam Besar Laskar LPI, KH. Tb. M. Siddiq AR, di bawah komando Ketua Umum FPI.
Berita terkait arsip indoNEWS

26 Nopember
DPP-FPI mengeluarkan berita mengenai kronologis Insiden Ketapang, tentang diserangnya Perkampungan Muslim oleh sejumlah Preman Ambon non-Muslim yang menghancurkan sebagian bangunan Mesjid Khairul Biqa'. Kronologis tersebut disampaikan langsung dalam tatap muka dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta

1 Desember
DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang Insiden Kupang, Nusa Tenggara Timur yang intinya Mengecam, Mengutuk dan Melaknat tindakan sekelompok Orang Kristen Radikal yang telah merusak / membakar sejumlah Mesjid dan Membantai / Membunuh / Menganiaya sejumlah ummat Muslim

16 Desember
FPI beserta ormas-ormas Islam lainnya di tugu Monumen Nasional berunjuk rasa dan mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang penutupan tempat-tempat maksiat menghadapi bulan suci Ramadhan 1419 H / 1998 M

Tahun 1999
5 Januari
DPP-FPI mengeluarkan Surat Dukungan Perjuangan kepada santri dan warga kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Jati Negara, Jakarta Timur, dalam memperjuangkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan usaha menutup tempat-tempat maksiat di lingkungan sekitarnya yang menjadi sarang minuman keras, perjudian, pelacuran dan premanisme yang telah mengganggu kamtibnas serta merusak nilai-nilai agama dan sosial kemasyarakatan

21 Januari
DPP-FPI audien ke Mabes TNI di Cilangkap untuk menekan TNI agar menuntaskan kasus Ambon

29 Maret
DPP-FPI mengutus delegasi yang dipimpin oleh Sekjen FPI, KH. Drs. Misbahul Anam untuk menyampaikan surat kepada Jenderal Polisi Roesmanhadi perihal Permohonan Pemeriksaan mantan Menhankam / Pangab RI Jend. (purn) L.B. Moerdani dan kroni-kroninya tentang keterlibatannya dalam beberapa kerusuhan sebagaimana diberitakan oleh sebuah majalah Far Eastern Economic Review (FEER) yang terbit di Hongkong.

11 April
Mobil Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab ditembaki oleh orang yang tak dikenal

17 April
Laskar Pembela Islam mengeluarkan Pernyataan Sikap bersama ormas Islam lainnya yang berisi mengutuk pelaku pemboman Mesjid Istiqlal, dan menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas pelaku pemboman tersebut

24 Mei
DPP-FPI dengan Laskar-nya berhasil menangkap oknum mahasiswa Universitas Tarumanegara yang bernama Pilipus Cimeuw yang telah menurunkan spanduk FPI yang dipasang di jembatan penyeberangan di depan kampusnya karena tersinggung dengan isi tulisan spanduk yang berbunyi Awas waspada! Zionisme & Komunisme Masuk di Segala Sektor Kehidupan. Dua rekannya, Mario dan Iqbal melarikan diri

30 Mei
DPP-FPI mengeluarkan Sikap Politik Netral Terarah dalam menghadapi Pemilu

7 Juni
DPP-FPI mengeluarkan Fatwa tentang Keharaman Memilih Partai yang Menetapkan Calon Legislatif non-Muslim dalam Pemilu 1999 melebih 15%
Awal Juni Tim pengkaji masalah Aceh DPP-FPI membuat konsep penyelesaian masalah Aceh, mulai dari pemberdayaan ekonomi sampai dengan pemberlakukan Syari'at Islam

2 Juni
DPP-FPI dan LPI berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya mengeluarkan Pernyataan Sikap agar dihapusnya media-media pornografi, perjudian, pelecehan dan penindasan terhadap Islam dan Ummat Islam

6 Juni
Malam hari sebelum Pemilu 1999, LPI menyelamatkan 18 orang Ustadz yang terbagi di beberapa wilayah ibu kota dan sekitarnya, karena telah dianiaya oleh sejumlah kader PDI Perjuangan yang telah tersinggung oleh seruan dan fatwa beberapa ormas Islam

24 Juni
DPP-FPI mengeluarkan sikap tentang Penolakan Calon Presiden Wanita

28 Juni
DPP-FPI mengeluarkan Pelurusan Berita tentang FPI Menjenguk Soeharto yang dimuat di beberapa media massa ibu kota yang kesemuanya adalah Fitnah

14 Juli
Konsep FPI tentang masalah Aceh dibahas oleh sejumlah petinggi TNI di Cilangkap, dan mendapat respon yang positif, kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat yang juga mendapat respon yang baik

22 Agustus
DPP-FPI, LPI dan simpatisan mengadakan Pawai Akbar keliling Ibu Kota Jakarta dengan nama Pawai Anti Maksiat yang bertema Meraih Taat, Mencampak maksiat dalam rangka menuju Indonesia Baru yang Religius. Dimulai dari Markas Besar LPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan berakhir di Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan

23 Agustus
LPI mengeluarkan surat pernyataan Protes LPI terhadap TVRI yang memberitakan bahwa Pawai Keliling Ibu Kota Jakarta yang dilakukan FPI kemarin (22/08) adalah Pawai Politik dalam mendukung salah satu calon presiden

27 Agustus
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pemberitahuan yang dimuat di beberapa media ibu kota tentang Penjelasan Pawai Akbar FPI. Sehubungan dengan terjadinya ketegangan antara Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan LPI sebagai anak organisasi FPI yang berawal dari ulah sekelompok pemuda GPK (100-an orang) dengan membawa berbagai atribut dukungan untuk BJ Habibie, yang telah sengaja memotong pawai FPI yang berdampak negatif dan merugikan sekaligus menjadi Fitnah bagi perjuangan FPI dalam menggalang Ukhuwah Islamiyah

13 September
LPI menutup beberapa tempat perjudian di daerah Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat dan berhasil menangkap 2 bandar judi dengan barang buktinya

18 September
LPI bersama masyarakat menutup tempat pelacuran / prostitusi di wilayah Ciputat

22 September
LPI bersama masyarakat berhasil menutup diskotik Indah Sari yang menjadi sarang narkoba di Petamburan, Tanah Abang

25 September
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Penolakan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB)

25 September
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang bahaya Forkot dan Famred sebagai kelompok mahasiswa kiri Peduli berbagai Kasus Nasional
Penyerahan bantuan ke Ambon sejumlah kurang lebih Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) serta 7 kontainer logistik dan obat-obatan, bantuan tersebut diberikan melalui:
Ikatan Silahturrahmi Maluku
KH. Abdul Wahab Polpoke
Tokoh-tokoh Ambon
Bapak Rustam Kastrol, dkk.
Bantuan serupa diberikan juga untuk Sambas dan Tual serta Kasus Aceh

12 Desember
Gedung Balai Kota DKI Jakarta diduduki selama 13 jam oleh LPI menuntut penutupan Tempat Hiburan selama bulan suci Ramadhan dan satu minggu Syawal

Tahun 2000
27 Maret
Mabes LPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Peraturan Daerah anti-Maksiat

15 Mei
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Undang-Undang anti-Maksiat

24 Juni
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pembubaran Komnas HAM dan Laskar Pembela Islam menyerbu Gedung Komnas HAM karena kecewa atas kinerjanya yang diskriminatif terhadap persoalan ummat Islam

23 Juli
Al-Habib Sholeh Alattas, penasihat FPI ditembak hingga terbunuh di Jakarta

24 Juli
KH. Cecep Bustomi, deklarator FPI, diberondong tembakan hingga tewas di Serang

10 Agustus
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Maklumat Pengembalian Piagam Jakarta

15 Agustus
Mabes-LPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang penolakan Calon Presiden Wanita

Agustus
Milad FPI ke-2 dengan tema Pawai Piagam Jakarta

1 Oktober
DPP-FPI mengeluarkan Surat Seruan Moral Media. Seruan tersebut dikirimkan ke semua instansi terkait, termasuk seluruh media cetak maupun elektronik.
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang pembebasan Al-Aqsha

9 Oktober
Mabes-LPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Seruan Tolak Israel.

11 Desember
Tim monitoring FPI dikejar dan ditembaki oleh aparat kepolisian Polres Jakarta Barat, sepanjang 4 km, dari flyover Grogol hingga Petamburan.
13 Desember
Rumah kediaman Al-Habib Sholeh Al-Habsyi, Ketua Majelis Syura FPI Jawa Barat, dijarah dan dibakar gerombolan preman.
14 Desember
Perang Cikijing, yaitu ribuan anggota LPI mendatangi pusat pelacuran Cikijing di perbatasan Subang-Karawang untuk menuntut balas kebiadaban para preman terhadap Habib Sholeh Al-Habsyi.

24 Desember
Presiden RI ke-4, Gus Dur lewat Dialog di SCTV, mengultimatum pembubaran FPI

Tahun 2001

27 Agustus
Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta, Berita terkait (1) (2)

9 Oktober
FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air.

15 Oktober
Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon di kepolisian mengepung kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Jakarta Barat dan terjadi bentrokan

7 November
Bentrokan terjadi antara laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar. (Tempo Interaktif)


Tahun 2002

7 Januari
DPP-FPI mengeluarkan Fatwa Haram bagi Pemerintah memungut pajak dari rakyat kecil, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), dan Pulsa Telepon, serta menyusutkan dana pelayanan masyarakat lainnya selama korupsi tidak diberantas.

28 Januari
FPI Maluku Gugat Kapolri Rp 10 Miliar, karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap kasus Ambon. (Tempo Interaktif)

26 Februari
FPI dan Majelis Mujahidin Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Kedutaan Besar Singapura tentang Pelarangan Jilbab di Singapura Pernyataan provokatif Lee Kuan Yew. (Tempo Interaktif)

15 Maret
Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI), Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan, merupakan hak masyarakat. (Tempo Interaktif)
Satu truk massa FPI (Front Pembela Islam) mendatangi diskotik di Plaza Hayam Wuruk. (Tempo Interaktif)
Sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta. (Tempo Interaktif)


21 Maret
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan Protes Keras terhadap Filipina yang telah melakukan rekayasa intelijen dalam penangkapan para aktivis dakwah Islam. (Tempo Interaktif)

22 Maret
DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang seruan penghentian dan pelarangan perjalanan ke Israel dengan dalih wisata ziarah ke Al-Aqsa atau alasan apapun yang tidak berkaitan dengan upaya pembebasan Al-Aqsa

24 Maret
Sekitar 50 anggota FPI mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. FPI menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya. (Tempo Interaktif)

25 Maret
DPP-FPI menyatakan penolakan kedatangan Simon Peres, Menlu Israel ke Indonesia. Surat pernyataan ini diikuti oleh Patroli Anti Israel yang digelar Laskar FPI di berbagai daerah, khususnya bandara-bandara internasional dan tempat-tempat wisata di Indonesia.

8 April
FPI bersama puluhan ormas Islam lain mendeklarasikan pembentukan Komite Pembebasan Al-Aqsha (KPA) di Kantor Pusat DPP-FPI yang kemudian dijadikan sebagai Sekretariat Bersama KPA. Saat itu juga dibuka pendaftaran jihad ke Palestina. Di hari pertama tidak kurang dari 10.000 mujahid telah mendaftarkan diri. KPA dibentuk dengan tujuan jangka panjang hingga kemerdekaan Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Yahudi Israel. Karenanya, pendaftaran tersebut akan tetap dibuka sehingga tujuan utama KPA terealisasi. (Tempo Interaktif)

17 Mei
Ketua FPI Sumatera Utara, Sulistyo ditikam sekelompok Pemuda. (Tempo Interaktif)

20 Mei
Ketua Umum FPI diundang ke Departemen Kehakiman dan HAM, untuk mengomentari Draft III Rancangan Undang-Undang Terorisme,
saat itu sedang digelar Dialog Nasional dengan pemakalah
Prof. Dr. Romli Atmasasmita SH, LLM. Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Guru Besar Hukum Pidana Internasional di Universitas Nasional Prof. Dr. H. Muladi, SH. Mantan Menteri Kehakiman RI
Dr. Adnan Buyung Nasution, pendiri LBH
Sedangkan sebagai pembanding adalah
H. Ahmad Sumargono, anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Partai Bulan Bintang
Hb. Muhammad Rizieq Syihab, Ketua Umum FPI


24 Mei
Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Tempo Interaktif)

26 Juni
Usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI (1), massa Front Pembela Islam (FPI) merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe. (2)

5 Agustus
Milad FPI ke-4 dengan tema Pawai Hukum Islam. (Tempo Interaktif)

4 Oktober
Penculikan 2 aktivis FPI dan seorang istri Komandan Laskar FPI oleh aparat Polres Metro Jakarta Pusat. (1) (2)

5 Oktober
Penangkapan 8 aktivis FPI oleh Polres Metro Jakarta Pusat
Dialog Ketua Umum FPI di Liputan 6 SCTV dengan dua perwira Polda Metro Jaya tentang penculikan dan penangkapan aktivis FPI


8 Oktober
Dialog Ketua Umum FPI di Kupas Tuntas, Trans TV tentang Aksi FPI tanggal 3 Oktober

14 Oktober
Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI. Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan. (Tempo Interaktif)

16 Oktober
Pemeriksaan dengan penjagaan ketat terhadap Ketua Umum FPI Habib Rizieq di rumah tahanan Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghinaan terhadap kepolisian lewat Dialog di SCTV dan Trans-TV. (Tempo Interaktif)

6 November
Lewat rapat singkat yang dihadiri oleh sesepuh Front Pembela Islam (FPI), maka Dewan Pimpinan Pusat FPI, mengeluarkan maklumat pembekuan Laskar Pembela Islam di seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. (Tempo Interaktif)

26 Desember
FPI Menemukan 10 Penyusup di organisasinya. (Tempo Interaktif)
Laskar FPI akan diaktifkan kembali. (Tempo Interaktif)


Tahun 2003

20 Januari
Front Pembela Islam (FPI) bersama Forum Ulama Se-Jawa dan Sumatra menuntut pemerintahan Megawati Soekarnoputri diganti jika dalam waktu satu bulan tidak bisa menyelesaikan masalah kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, dan telepon, serta masalah bangsa lainnya. (Tempo Interaktif)

14 Maret
Laskar FPI siap bantu Wartawan yang diintimidasi "Orang-Orang" Tommy Winata. (Tempo Interaktif)

23 Maret
FPI dan ormas Islam lainnya melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menentang serangan terhadap Irak. (Tempo Interaktif)

8 April
Ketua Umum FPI dengan Tim Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia berangkat ke Yordania, untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Irak.

20 April
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta (1) setelah dijemput paksa dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (2).

21 April
Habib Rizieq Sihab Dilarikan Pendukungnya Secara Paksa. (Tempo Interaktif)
Menjelang Maghrib, Habib Rizieq menyerahkan diri ke Rumah Tahanan Salemba.


8 Mei
Habib Muhammad Rizieq mulai diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

22 Mei
Koordinator lapangan laskar Front Pembela Islam (FPI) Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei. (Tempo Interaktif)

1 Juli
Rizieq menyesal dan berjanji akan menindak anggota FPI yang melanggar hukum negara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Tempo Interaktif)

10 Juli
Dalam unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jakarta, FPI menolak pembebasan David A Miauw. (Tempo Interaktif)
FPI mendukung Majalah Tempo dalam melawan Premanisme. (Tempo Interaktif)


11 Agustus
Majelis hakim memvonis Habib Rizieq dengan hukuman tujuh bulan penjara. (Tempo Interaktif)

19 September
DPP-FPI bersama Laskar FPI, Ormas Islam dan istri aktivis yang diculik mengadakan aksi di Mabes Polri dengan tema Stop Penculikan.

13 Oktober
DPP-FPI menyampaikan surat ke DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta tentang Pelarangan buka bagi Tempat Hiburan selama bulan Ramadhan 1424 H dan seminggu pertama Syawal.

19 November
Ketua FPI Habib Rizieq bebas. (Tempo Interaktif)

18 Desember
menurut Ahmad Sobri Lubis, Sekretaris Jenderal FPI, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran. Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi, pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat melalui jalur hukum. (Tempo Interaktif)

19 Desember
Musyawarah Nasional I Front Pembela Islam berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Said Agil Al-Munawar.

Tahun 2004

21 Februari
Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Pusat - FPI di Gedung Joeang, Jakarta (Tempo Interaktif)

22 Agustus
DPP-FPI menyatakan sikap untuk Golput terhadap Pemilu Presiden putaran ke-2. (Tempo Interaktif)

3 Oktober
FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam(FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara, yang sudah digunakan selama sepuluh tahun.

11 Oktober
FPI Depok Ancam Razia Tempat Hiburan. (Tempo Interaktif)

22 Oktober
FPI melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang

24 Oktober
Front Pembela Islam melalui Ketua Badan Investigasi Front FPI Alwi meminta maaf kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan aparat hukum. (Tempo Interaktif)

25 Oktober
Ketua MPR yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dalam menindak tempat hiburan yang buka selama Bulan Ramadhan (Tempo Interaktif)

28 Oktober
Meski menuai protes dari berbagai kalangan, Front Pembela Islam (FPI) tetap meneruskan aksi sweeping di bulan Ramadhan menurut Sekretaris Jenderal FPI Farid Syafi'i. (Tempo Interaktif)
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif meminta aksi-aksi sepihak yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap kafe-kafe di Jakarta dihentikan. Dia menilai, apa yang dilakukan FPI merupakan wewenang pemerintah daerah dan kepolisian. (Tempo Interaktif)


23 Desember
Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal). (Tempo Interaktif)

26 Desember
Terjadi Bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, FPI segera mengirimkan sukarelawan. Dimana di Aceh ini FPI mendapat nama harum sebagai sukarelawan yang paling bertahan dan bersedia ditugaskan di daerah-daerah yang paling parah, termasuk menjaga kesucian Mesjid Raya Baiturrahman, Aceh. (Tempo Interaktif)

Tahun 2005
5 Januari
Relawan FPI menemukan Jenazah Kabahumas Polda NAD Kombes Sayed Husain yang meninggal karena bencana Tsunami, Aceh. (Tempo)

27 Juni
FPI menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta

5 Agustus
FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu

2 Agustus
Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.

23 Agustus
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.

5 September
Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI

22 September
FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup

16 Oktober
FPI mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur

23 Oktober
FPI kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja.

18 Oktober
Anggota Front Pembela Islam (FPI) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat.

19 September
FPI diduga di balik penyerbuan Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Tahun 2006

19 Februari
Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan melakukan kekerasan

14 Maret
FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo

12 April
FPI menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy

20 Mei
Anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede

21 Mei
Dalam aksi mendukung RUU APP, FPI, MMI dan HTI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon

23 Mei
FPI, MMI, HTI, dan FUI meminta klarifikasi KH Abdurrahman Wahid dalama forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, atas pernyataannya yang menghina al-Qur'an sehingga acara berakhir sebelum waktunya. Namun mendadak sejumlah media massa mengabarkan Gus Dur diusir dari forum sehingga memicu kemarahan pendukungnya. Lihat juga: Gus Dur Bantah Diusir Ormas-ormas Islam di Purwakarta

25 Mei
FPI melakukan perusakan terhadap sejumlah tempat hiburan dan warung minuman di Kampung Kresek, Jatisampurna, Bekasi. Front Pembela Islam (FPI) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi.

Tahun 2007

25 Januari
Ratusan orang anggota FPI, yang dipimpin oleh Habib Rizieq, mendatangi markas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk meminta dilakukannya investigasi terhadap serangan yang dilakukan Polri di kawasan Tanahruntuh, Poso, Sulawesi Tengah beberapa hari sebelumnya. Kawasan ini telah lama ditengarai sebagai pusat gerakan teror JI yang dilakukan di Kabupaten Poso.

29 Maret
Massa FPI yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas, pukul 11.20 WIB. FPI menuduh bahwa Papernas adalah partai politik yang menganut paham Komunisme.

29 April
Massa FPI mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo karena tidak suka dengan partai tersebut yang dituduh beraliran komunis.

1 Mei
Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY). Ketegangan yang terjadi di depan Museum Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta tersebut karena FPI dan FAKI menuduh gerakan ARPY terkait dengan Partai Persatuan Nasional (Papernas) yang menurut mereka beraliran komunis. Kericuhan hampir memuncak saat seorang massa FAKI menaiki mobil koordinator aksi, dan dengan serta merta menarik baju koordinator ARPY yang saat itu sedang berorasi.

9 Mei
Puluhan anggota FPI mendatangi diskotek Jogja Jogja dan mengusir orang-orang yang bermaksud mengunjungi tempat hiburan ini. Alasannya, diskotek ini menggelar striptease secara rutin.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam"[/b]
Last edited by stivana2 on Thu Jul 19, 2007 10:30 am, edited 1 time in total.
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby openyourmind » Mon Jul 16, 2007 1:32 pm

FPI, kamu adalah preman yang berbaju agama. FPI=Front Pembela Iblis
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby ali5196 » Mon Jul 16, 2007 6:18 pm

openyourmind wrote:FPI, kamu adalah preman yang berbaju agama. FPI=Front Pembela Iblis


Salah kau ! FPI adalah pembela Islam sejati !!! Islam = Iblis, jadi FPI= Front Pembela Islam alias Iblis.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby kiwaras » Mon Jul 16, 2007 6:23 pm

anggota / kelompok FPI adalah moeslem2 sejati yg benar2 menerapkan ajaran eslam dan sunnah nabi setannya..
hidup FPI..aulohkubarbar...aulohkubarbar...aulohkubarbar
kiwaras
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Fri Feb 23, 2007 11:57 pm

Postby babenya muhammad » Mon Jul 16, 2007 7:09 pm

hidup fpi...... truskan perjuanganmu fpi untuk menunjukkan muka islam yg sebenernya, jgn kaya sebagian muslim protestan di indo yg terlalu mengikuti hati nurani mereka......
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby kiwaras » Mon Jul 16, 2007 7:18 pm

mau lihat buah pohon eslam..ya FPI adalah buah asli dari pohon eslam...asli loh..!!
kiwaras
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Fri Feb 23, 2007 11:57 pm

Postby coup_d_etat » Thu Jul 19, 2007 2:05 am

Kalo agama yang ngakunya intelek membenarkan agamanya secara barbar itu artinya apa yahks?
User avatar
coup_d_etat
Translator
 
Posts: 539
Joined: Sun Jun 17, 2007 10:21 am

Re: Kekerasan FPI 1998 - 2007

Postby stivana2 » Thu Jul 19, 2007 3:50 pm

stivana2 wrote:27 Agustus
Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta, Berita terkait (1) (2)


1.
FPI Minta DPR/MPR Kembalikan Pancasila Sesuai Piagam Jakarta
27 Agustus 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senin (27/8). Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta.

Perubahan yang mereka inginkan adalah tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Mereka ingin ketujuh kata itu dicantumkan kedalam UUD 45, baik pada pembukaan maupun batang tubuh, sebagaimana pernah termaktub dalam UUD 45 saat Proklamasi Kemerdekaaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 lalu.

Menurut FPI, hal itu merupakan kesepakatan para pendiri Republik Indonesia dari semua elemen dan golongan. Sehingga dengan pengembalian tersebut, keotentikan sejarah bangsa Indonesia akan terjaga, pertentangan ideologi yang berkepanjangan terselesaikan dan krisis multi dimensi yang melanda negeri ini.

Para demonstran itu datang mengendarai sekitar 13 bus pariwisata yang bernomor polisi Jawa Tengah (AA, AB). Akibat aksi massa itu, Jalan Gatot Subroto macet dan pintu masuk Gedung DPR/MPR ditutup (Retno Sulistyowaty)
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasio ... 13,id.html

2.
FPI Demontransi di Bundaran HI
27 Agustus 2001


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar seribu massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (27/8) siang. Aksi didahului dengan long march dari Gedung DPR/MPR melewati Jalan Sudirman hingga Bundaran HI.

Menurut Koordinator FPI Surabaya, Thoha Amin, aksi ini ditujukan untuk pemberlakuan Syariat Islam di Indonesia. “Karena negara dalam keadaan bahaya, seperti kejahatan, kemaksiatan, untuk itu kami menuntut anggota MPR dan DPR memberlakukan Syariat Islam,” kata dia kepada Tempo News Room di sela aksi itu.

Dia menjelaskan, solusi untuk membuat negara menjadi aman kembali adalah menjalankan Syariat Islam, khususnya bagi orang Islam yang umumnya untuk Indonesia. Karena, keadaan itu tidak akan selesai bila seluruh rakyat Indonesia tidak menjalankan Syariat Islam dalam kehidupan seharai-harinya. Ia menjanjikan akan menggelar aksi yang dahsyat lagi hingga tuntutan tersebut bisa dipernuhi.

Aksi di Bundaran HI didului dengan sholat Dzhuhur bersama. Setelah itu, mereka melakukan orasi-orasi dan membacakan shalawat badar. Mereka juga membawa spanduk antara lain bertuliskan “Syariat Islam = Keadilan dan demi Allah Berlakukan Syariat Islam.” Aksi ini berjalan damai.

Hingga saat ini aksi itu masih berlangsung. Beberapa aparat hanya tampak berjaga-jaga sambil mengatur lalu lintas di seputar Bundaran HI. Aksi itu mengakibatkan lalu lintas di Bundaran HI berjalan tersendat. Peserta aksi tidak hanya datang dari Jakarta, juga datang dari Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. Bahkan beberapa ada yang datang dari Maluku dan Kalimantan. (Kurniawan)
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasio ... 26,id.html
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby nop_nop » Thu Jul 19, 2007 4:09 pm

"openyourmind" wrote:
FPI, kamu adalah preman yang berbaju agama. FPI=Front Pembela Iblis


FPI = Front Pemuda IDIOT, kayaknya lebih pas
User avatar
nop_nop
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 48
Joined: Tue Jun 12, 2007 8:18 pm
Location: disini, gak keliatan ya ?

Re: Kekerasan FPI 1998 - 2007

Postby stivana2 » Thu Jul 19, 2007 10:55 pm

stivana2 wrote:
7 November
Bentrokan terjadi antara laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar. (Tempo Interaktif)


Laskar Jihad dan FPI Menghajar Mahasiswa di Pengadilan
07 November 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bentrokan terjadi antara laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Rabu (7/11) sekitar Pukul 12.00.Wib. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar.

Dari pantauan di lokasi, kejadian berawal ketika seorang mahasiswa memaksa masuk ke dalam ruang persidangan untuk membagikan siaran pers kepada wartawan. Niat itu batal dilakukan petugas jaga pengadilan melarangnya. Karena kecewa, mahasiswa tersebut marah dan memaksa masuk ke dalam ruang sidang.

Akibatnya, puluhan laskar yang berada didalam gedung merangsek keluar dan membubarkan serombongan mahasiswa itu seraya memukuli mahasiswa yang sedang berorasi dan berkumpul di halaman pengadilan. Sementara aparat keamanan penjagaan depan pintu gerbang pengadilan berusaha menenangkan massa dari kedua belah pihak. Mahasiswa pendukung Mixil tersebut terdesak dan mundur ke jalan Ampera arah Ragunan, Jakarta Selatan.


Menurut Koordinator lapangan Front Pembela Islam (FPI), Taufik mengatakan bahwa perlawanan yang dilakukan FPI kepada para pendukung Mixil dilakuka karena mereka berusaha masuk secara paksa ke dalam ruang sidang. Pihaknya juga tidak ingin para pendukung Mixil mengganggu jalannya sidang, karena pada saat yang bersamaan juga berlangsung sidang praperadilan yang diajukan Laskar FPI dan Laskar Jihad.

“Kita sikat kalau mereka menggangu jalannya sidang, selain itu mereka juga bersholawat membawa nama –nama Islam tapi pakaian mereka tidak sopan,” ujar Taufik kepada Tempo News Room. Saat ini sidang Mixil sedang berlangsung sememntara Jalan Ampera ditutup untuk sementara karena massa pendukung Mixil melakukan aksi duduk di jalan tersebut tidak jauh dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sekitar 150 orang dari Forum Kota dan IAIN berunjuk rasa mendukung Mixil dan Aris Wardoyo yang menjadi terdakwa dalam kasus demo kenaikan harga BBM di depan kampus IAIN Syarif Hidayatullah, Lebak Bulus, Jakarta.
“ Mixil dan Aris tidak bersalah, kami akan tetap menuntut polisi bertanggung jawab atas tindakan represif terhadap kawan kami." Sebelum bentrok, kata Budi, akan datang 655 orang lagi dari forum kota gabungan beberapa Universitas di Jakarta untuk bergabung.

Di pengadilan, para demonstran meneriakkan yel-yel dan orasi mendukung Mixil dan Aris serta mengutuk tindakan polisi yang dianggap keji dan tidak bertanggung jawab.
(SS. Kurniawan/Sam Cahyadi)

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakar ... 02,id.html
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby petaumpet » Tue Jul 24, 2007 3:30 pm

kenapa aparat hukum hanya diam????????basmi tuntas tiap golongan yg mau mengganti ideologi negara.Indonesia bukan negara agama ingat jasa2 pahlawan?&sejarah
petaumpet
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 12
Joined: Mon Jul 23, 2007 11:45 am

Postby babenya muhammad » Tue Jul 24, 2007 7:54 pm

petaumpet wrote:kenapa aparat hukum hanya diam????????basmi tuntas tiap golongan yg mau mengganti ideologi negara.Indonesia bukan negara agama ingat jasa2 pahlawan?&sejarah


para muslim fanatik tidak akan mengingat jasa pahjlawan indonesia yg memperjuangkan pancasila, yg di ingat jasa arab2 macam si mamad yg emnciptakan kekacauan di dunia ini melalui ajarannya
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby stivana2 » Wed Jul 25, 2007 9:25 am

FPI Minta Dana ke Negara-negara Arab untuk Kirim Komite Pembebasan Al-Aqsa
08 April 2002


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah tokoh gerakan Islam garis keras, Senin (8/4) siang, mendeklarasikan berdirinya Komite Pembebasan Al-Aqsa. Deklarasi itu digelar di markas Front Pembela Islam (FPI), Jalan Petamburan No. 3, Jakarta. Tujuannya mempersatukan seluruh umat Islam untuk mengusir Israel dari Palestina. Program pertama komite ini adalah memberangkatkan seratus pasukan Mujahid ke Timur Tengah.
“Mulai Senin (8/4) ini, kami mulai mengirimkan proposal jihad ke kedubes negara-negara Arab di Jakarta. [size=24]Kami butuh dana Rp 6, 45 miliar untuk mengirim seratus laskar jihad pertama,” kata Reza Pahlevi, Kepala Staf Personalia FPI yang dihubungi Tempo News Room via telepon, Senin (8/4) sore tadi. [/size]

Hadir dalam acara deklarasi Komite Pembebasan Al-Aqsa antara lain Panglima Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Panglima Laskar Jihad Jaffar Umar Thalib, Ketua Perhimpunan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Eggy Sudjana, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga anggota DPR RI Ahmad Sumargono, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Hussein Umar, dan Ketua Gerakan Anti-Zionisme dan Anti-Israel (GAZA) Ferry Nur.

Selain bertekad mengusir Israel dari Palestina, Komite ini juga menyerukan semua umat Islam untuk mendaftarkan diri sebagai laskar Jihad. “Saat ini, kami sudah menerima 8 ribu formulir pendaftaran. Enam ribu diantaranya berasal dari Jakarta dan sekitarnya,” jelas Reza. Mulai Senin (8/4) ini, semua ormas Islam yang menandatangani deklarasi pembentukan Komite Pembebasan Al -Aqsa juga akan membuka pendaftaran mujahiddin ke Palestina di kantornya masing-masing.

Sedangkan dana Rp 6, 45 miliar yang dianggarkan untuk pengiriman setiap 100 pasukan Jihad, masih menurut Reza, akan dialokasikan antara lain untuk biaya pembuatan paspor, visa dan pembelian tiket pesawat terbang. [size=24]Bagian terbesar dari dana itu akan dipergunakan untuk biaya latihan tempur dan pembelian senjata seperti AK-47.[/size]

“Untuk akomodasi di sana, kami hanya menganggarkan Rp 10 juta per orang,” jelas Reza lagi. Ketika ditanya berapa lama pasukan Jihad dari Indonesia akan berada di Palestina dengan biaya hanya Rp 10 juta, Reza terdiam sebentar sebelum menjawab, “Pokoknya begini, sekali kami berangkat, kami tidak berpikir untuk pulang.” (Wahyu Dhyatmika)

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasio ... 29,id.html
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby stivana2 » Wed Jul 25, 2007 9:30 am

Metro

Pekerja Tempat Hiburan Minta FPI Dibubarkan
14 Oktober 2002


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI, Senin (14/10) pagi. Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan.
Para demonstran itu mendatangi gedung dewan dengan menggunakan 15 minibis Metro Mini. Setiba di lokasi, mereka langsung melakukan orasi dan membentangkan poster-poster yang bertuliskan "FPI=No Peace=Yes", "Tolak tindakan FPI yang merusak dengan brutal", "Pak Gubernur, Pak Kapolda, usut gerakan di balik FPI", "Kalau tidak bisa ngurus Rizieq mendingan turun", "FPI jangan arogan."

Peserta aksi unjuk rasa tersebut berasal dari beberapa tempat hiburan di Jakarta seperti Hailai Ancol, Bengkel Café Sudirman, dan tempat-tempat hiburan seputar kawasan Gelora Senayan. Namun, menurut Prasetyo, koordinator lapangan aksi, mereka juga datang dari warga masyarakat biasa di wilayah Jakarta Selatan yang tidak setuju dengan aksi FPI. “Kami menuntut dibubarkannya FPI karena perbuatannya yang terlalu anarkis. Kita lihat saja teror bom di Bali terhadap tempat hiburan yang merupakan perbuatan anarkis,” kata Prasetyo yang enggan menyamakan FPI sebagai organisasi teroris ini.

Selain berorasi dan membentangkan poster-poster aksi ini juga dilengkapi dengan alunan musik dangdut dari sound system dan speaker besar yang dibawa dengan menggunakan satu buah mobil bak terbuka. Peserta aksi sebagian besar juga menggunakan pakaian rapi berwarna putih. Sementara itu, tampak pula puluhan wanita pekerja tempat hiburan yang tampak dengan dandanannya yang modis ikut dalam aksi tersebut. Aksi ini juga sempat membuat lalu lintas di Jalan Kebon Sirih tersendat. (Dimas Adityo-Tempo News Room)
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby Mizard » Wed Jul 25, 2007 10:48 am

Sekilas penjelasan FPI dari ketuanya

"Namanya juga media massa, ada orang di pinggir jurang belum jadi berita. Tapi kalau sudah nyebur ke jurang baru jadi berita. Kadang-kadang dia tunggu dulu sampai orang itu masuk jurang. Bahkan bila perlu didorong agar masuk jurang supaya jadi berita.”

Itulah kritik Habib Muhammad Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), terhadap media-media massa, yang baginya, sering tidak adil dalam memberitakan aktivitas ormas yang dipimpinnya.

Padahal, bagi Habib Rizieq, demikian ulama vokal ini biasa disapa, FPI memiliki empat metode dalam menjalankan setiap aktivitasnya, yang jarang diungkap media-media massa.

Pertama, FPI harus mengedepankan kelembutan sementara tindakan tegas hanyalah solusi akhir.

Kedua, FPI hanya concern terhadap jenis “kemaksiatan” yang sudah disepakati, bukan yang masih diperselisihkan.

Ketiga, FPI hanya memerangi maksiat yang dilakukan secara terang-terangan dan terbuka.

Keempat, FPI membagi dua wilayah: amar makruf dan nahi mungkar. Amar makruf adalah wilayah kemasiatan yang “didukung” oleh masyarakat, misalnya, karena persoalan mata pencaharian. Di sini, tidak dilakukan tindakan tegas demi menghindari konflik horizontal dan mudarat yang lebih besar.

Wilayah seperti ini adalah harus didekati dengan memperbanyak dakwah, mengirim ustad, dan melakukan pencerahan tentang buruknya maksiat. Sedangkan wilayah nahi mungkar adalah ranah kemasiatan yang sudah tidak disukai oleh masyarakat. Hanya saja karena kemaksiatan itu didukung oleh pihak-pihak yang punya kekuatan, maka masyarakat menjadi takut dan diam.



Ada yang salah ya??
User avatar
Mizard
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1270
Joined: Mon Mar 12, 2007 2:49 pm

Postby openyourmind » Wed Jul 25, 2007 1:27 pm

Pertama, FPI harus mengedepankan kelembutan sementara tindakan tegas hanyalah solusi akhir.


kelembutan??? ah yang bener nih...beda banget dong kalo gitu kelembutan ala FPI ama kelembutan pada umumnya.

Kedua, FPI hanya concern terhadap jenis “kemaksiatan” yang sudah disepakati, bukan yang masih diperselisihkan.


Iya betul disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu FPI dan penyelenggara maksiat. Dengan kata lain bayar 'pajak' ke FPI atau proyek bagi hasil lah.

Ketiga, FPI hanya memerangi maksiat yang dilakukan secara terang-terangan dan terbuka.


Disalah satu pojok Jakarta masih ada judi buat kalangan bawah, kayaknya engga mungkin deh kalo FPI engga sampe kesini, soalnya sebagian penduduk wilayah itu muslim juga kok, disana juga ada warung remang2 juga lhooo...
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby Basman » Wed Jul 25, 2007 1:40 pm

Bahkan kelembutanpun sekarang sudah bergeser maknanya
User avatar
Basman
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby NoeMoetz » Wed Jul 25, 2007 2:57 pm

Basman wrote:Bahkan kelembutanpun sekarang sudah bergeser maknanya

Lembut mah relatif.....
Ga ada ukurannya...
NoeMoetz
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1509
Joined: Fri Dec 08, 2006 9:32 am
Location: Indonesia

Postby japra » Thu Jul 26, 2007 3:14 pm

Mizard wrote:.....


Ada yang salah ya??


mizard2......

fpi tidak lebih dari anjing beludak arab, zombie, binatang pemakan bangkai, penghisap darah, ..................

DAN KAU BILANG ITU TIDAK SALAH ????
ITU KARENA OTAK LO UDAH DI PANTAT, NALAR DI KETIAK, DAN LOGIKA LO UDAH LO BUANG DI TEMPAT SAMPAH !!!!!

COBA PIKIR JIKA ENTE ADA DIPIHAK YG DISERANG FPI ????? LO GAK BISA NGERASAIN KARENA LO BLOM NGERASAIN !!!!!!!!
User avatar
japra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 820
Joined: Wed Feb 14, 2007 5:53 pm
Location: bali mester

Postby Mizard » Thu Jul 26, 2007 3:21 pm

japra wrote:
Mizard wrote:.....


Ada yang salah ya??


mizard2......

fpi tidak lebih dari anjing beludak arab, zombie, binatang pemakan bangkai, penghisap darah, ..................

DAN KAU BILANG ITU TIDAK SALAH ????
ITU KARENA OTAK LO UDAH DI PANTAT, NALAR DI KETIAK, DAN LOGIKA LO UDAH LO BUANG DI TEMPAT SAMPAH !!!!!

COBA PIKIR JIKA ENTE ADA DIPIHAK YG DISERANG FPI ????? LO GAK BISA NGERASAIN KARENA LO BLOM NGERASAIN !!!!!!!!


santai mas.. jangan kebakaran begono :lol:

fihak mana yang diserang fpi??
User avatar
Mizard
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1270
Joined: Mon Mar 12, 2007 2:49 pm

Next

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users