. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby FKKL » Wed Aug 19, 2009 1:28 pm

Aq seorg musLim.
Setelah aq liat2, yg dibahas disini adl kekurangan Nabi Muhammad. Beliau itu manusia. Wajar klo banyak kekurangan. Tp da dpt dipungkiri klo Beliau mngubah bangsa Arab dari nol besar mjd jaya pada masanya. Dan pengaruhnya dianggap Nomor satu mnrt Michael Hart.
Btw, aq disini bkn buat topik mengenai beliau.
Tetapi mengenai keajaiban Alquran dan ilmu pengetahuan.
Langsung saja

1.) Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

2.) Gunung yang Bergerak

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

3.) Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Menurut org nonmuslim, Alquran ditulis oleh Nabi Muhammad sendiri. Tetapi, mengapa baru abad ke-20, rahasia2 itu terungkap? Itupun oleh org nonmuslim. (Dulu klo Beliau mengatakan klo gunung itu bergerak, apa masuk logika org dulu? Dan, sekarang hal itu masuk logika org skrg. Sesuatu yg dulu tdk msk logika bs jd msk logika d masa yg akan dtg. Ada yg lebih tepat dari logika masa kini, yaitu firman Tuhan). Jadi lebih tepat kalau bukan beliau sendiri yang menulisnya. Melainkan Suatu Zat yang tahu benar hukum alam (hukum yang berlaku universal) karena Dia Yg Menciptakan.
Tidak pantas Tuhan Yang Maha Tahu disamakan dengan manusia biasa.
1:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. [Markus 11:12-13]
FKKL
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Wed Aug 19, 2009 12:33 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby stmj7890 » Wed Aug 19, 2009 3:23 pm

keajaiban alquran yaitu :
hanya Isa Almasih yang diagungkan didalamnya namun tidak diakui oleh islam sendiri....alias isinya kontradiksi....

lo... lihat aja ke link disini :http://indonesia.faithfreedom.org/forum/dalam-islam-hanya-isa-alahisalam-yang-sangat-diagungkan-t22892/
stmj7890
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 46
Joined: Wed Aug 05, 2009 2:37 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby prabusiliwangi » Wed Aug 19, 2009 3:43 pm

FKKL,
Arab dari nol menjadi negara yang jaya? ya betul dengan menjajah bangsa lain termasuk bangsamu sendiri. Coba anda buka link ini : http://islamic.org.uk/internalc.html yang membahas kontradiksi internal quran.
Atau buka di sini : http://www.answering-islam.org/Quran/Contra/s001.html tentang solomon bicara dengan semut

atau di sini : http://www.answering-islam.org/Quran/Science/moon_locus.html tentang lokasi bulan dan bintang. Isinya sebagai berikut (dalam bahasa inggris) :

The Location of the Moon and the Stars
In the Qur'an we find the following statements about the moon and the stars:


He Who created the seven heavens, one above the other ...
And We have adorned the lowest heaven with lamps ... (67:3,5)
And He completed them seven heavens in two days
and inspired in each heaven its command;
and We adorned the lower heaven with lamps,
and rendered it guarded... (41:12)

We have indeed adorned the lower heaven with the beauty of the stars. (37:6)

Do you not see how God has created the seven heavens
one above the other,
and made the moon a light in their midst,
and made the sun as a lamp? (71:15-16)

The above is Yusuf Ali's translation. Pickthall renders Sura 71:16 as


And hath made the moon a light therein, and made the sun a lamp?
The Qur'an seems to teach that there are seven heavens, one above the other, whether it was imagined to be like storeys in a high building (flat layers) or like shells or the layers of an onion.

As a poetic way of expression this is acceptable, even though there are, scientifically speaking, no discernable stages in the universe that would allow us to differentiate between those various heavens.

However, the Qur'an specifically assigns the stars to a lower or even the lowest heaven, while it states the relationship of the moon to the totality of the seven heavens is that it is "in them" (fehinna). This gives the impression that the moon is at least as far away as the stars if not further.

But everyone knows today that the stars are much much further away from the earth than the moon. This is not a small difference, it is an issue of several magnitudes. The average distance from the earth to the moon is 384,400 km, while Proxima Centauri, the closest star to us outside of the solar system, is already about 4.3 light years = 40,682,300,000,000 km (40 trillion kilometers) away, or expressed differently, we need to multiply the distance of the moon by more than 100 million to reach even the nearest of all the stars.

Had the Qur'an formulated "and the moon in the middle of them" then this would have been unambiguously wrong. The formulation "in them" is vague enough to still allow the possibility of the moon to be in the lowest heaven as well. The wording of the Qur'an is certainly less than scientific in this instance and suggesting wrong notions even though it is sufficiently vague to not make it a clear error. It does, however, throw substantial doubt on the claim that God made the Qur'an scientifically as a proof of its divine origin.

Though it seems quite strenuous, one could say that maybe all the stars are in the lowest of the seven heavens (as the Qur'an does) and the moon is on the lowest part of the lowest heaven (which the Qur'an neither says nor implies). The Qur'anic expression relates the location of the moon to the plurality of the heavens and says that the moon is "in them". It does not say it is exactly in the middle, but it does say somewhere "inside" when we look how this word is used elsewhere.

There are a good number of other verses where the Qur'an uses the exact same Arabic word "Fihinna" as in the verse we are talking about. In the verses 9:36 and 2:197 it is used in the phrase "the holy months, IN THEM do not ...", i.e. with the meaning of "during this time". It is used speaking of a temporal "inside".

In the following a list of verses where this word is used for location:


55:56
(about the gardens of Paradise)
IN THEM will be (Maidens), chaste, restraining their glances, ...

55:70
IN THEM will be fair (Companions), good, beautiful;-
This is clearly stating that these beautiful women are inside these gardens, and more or less in the middle or distributed, but not that they are all huddling on the boundaries of it. This will be imporant below.


5:120
"Never said I to them aught except what Thou didst command me to say, to wit, 'worship God, my Lord and your Lord'; and I was a witness over them whilst I dwelt AMONGST THEM; when Thou didst take me up Thou wast the Watcher over them, and Thou art a witness to all things.
Again, this is about Jesus, and the whole point is that he lived AMONG THEM, not a life at an obscure point at the periphery, not he was in their midst and they have no excuse that they did not hear his message because they didn't know about it.


17:44
The seven heavens and the earth, and all beings THEREIN, declare His glory: there is not a thing but celebrates His praise; And yet ye understand not how they declare His glory! Verily He is Oft-Forbear, Most Forgiving!
Again, the totality is meant, not just the beings at the periphery.


23:71
If the Truth had been in accord with their desires, truly the heavens and the earth, and all beings THERIN would have been in confusion and corruption! Nay, We have sent them their admonition, but they turn away from their admonition.
Again, IN THEM, means 'inside' those living in the earth or in the heavens.

Finally the verse 71:16 that is in question:


Pickthall: And hath made the moon a light therein, and made the sun a lamp?
Yusuf Ali: And made the moon a light in their midst, and made the sun as a (Glorious) Lamp?

Clearly "in their midst" is a valid translation and there is no need to understand this as "exactly in the middle heaven" but it is "inside". What does "in" refer to? It is THEM, i.e. the seven heavens, since that is what the Qur'an talks about in the verse before it.


Do you not see how God has created the seven heavens
one above the other,
and made the moon a light in their midst,
and made the sun as a lamp? (71:15-16)
No indication that the moon is on the boundary of these heavens, or even at the lower boundary of the lowest one of the seven. The natural reading is still "somewhere inside". And clearly, Yusuf Ali thought that was the natural reading.

In distinction to this, we have the very clear statement that the stars are "on the boundary" of the seven heavens since they are in the LOWEST heaven as Sura 67:5 says.

As such, maybe one cannot say that the moon is further away than the stars, but given that the stars are in the lowest and the moon is inside the heavens, the moon is at least as far away as the nearest stars and that is scientifically problematic. If it is not outright wrong what the Qur'an says due to the vagueness of expression, it does nevertheless give a wrong impression.


Silakan diterjemahkan sendiri.
prabusiliwangi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Sat Aug 15, 2009 2:17 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Mottoku » Wed Aug 19, 2009 7:20 pm

FKKL, saran saya untuk anda, agar nabi anda tidak dituduh macam-macam, sebaiknya anda buktikan bahwa nabi anda (dengan bukti yang sahih) :
- hidupnya suci
tidak pernah menyakiti orang lain, tidak pernah menyuruh membunuh orang , tidak pernah membunuh orang, tidak tukang kawin, tidak pernah merampok. Saya yakin para netter kafir disini akan bungkam semua dan kitab suci anda adalah benar dari surga dan bukan karangan manusia (Muhammad) seperti yang dituduhkan para kafir. Hanya itu saran saya. Terima kasih
Mottoku
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 53
Joined: Tue Aug 18, 2009 6:36 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby duren » Wed Aug 19, 2009 9:03 pm

FKKL wrote:“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

.. Ada nyang main iptek ni

bigbang BUKAN HANYA tentang MENGEMBANG TERUS MENERUS

TAPI

SUATU SAAT , ngembangnya AKAN BERHENTI dan MALAH balik arah MENGKERUT kembali ketitik nol

nah mengenai masalah MENGKERUT ini , yg nurunin Quran yaitu Mr allah nampaknya BELON MEMAHAMI

Nih tak bantuin ALLAHmu ya , biar nampak pinter dia tu
HARUSNYA
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.dan suatu waktu akan kembali menyempitkannya” (Al Qur’an, 51:47)
[-(
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11007
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby RajaPerang » Wed Aug 19, 2009 11:39 pm

FKKL wrote:Aq seorg musLim.
Setelah aq liat2, yg dibahas disini adl kekurangan Nabi Muhammad. Beliau itu manusia. Wajar klo banyak kekurangan. Tp da dpt dipungkiri klo Beliau mngubah bangsa ....

Ga tertarik ah ngikut agama yang bisa di ikutin logika...ga seru.
Dulu di acara "The Master" di Deddy bilang :"Biarin aja mereka pada ga ngerti magic"
Trus Tora sudiro bilang "oi KALO SEMUA ORANG NGERTI KERJAAN LU SUSAH.."
Nangkep ga pesan gua?
RajaPerang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 520
Joined: Tue Aug 18, 2009 8:52 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Osin » Sun Aug 30, 2009 6:38 pm

Ilmu utak atik gathuk...!!
Osin
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 110
Joined: Fri Sep 05, 2008 6:04 pm
Location: Deket Lapindo

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby RajaPerang » Tue Sep 08, 2009 9:47 pm

FKKL wrote:Aq seorg musLim.
Setelah aq liat2, yg dibahas disini adl kekurangan Nabi Muhammad. Beliau itu manusia. Wajar klo banyak kekurangan. Tp da dpt dipungkiri klo Beliau mngubah bangsa ....

Iya...tapi dosa nya udah KEBANGETAN..! udah dosa kaga d hukum ama babu nya lagi si olloh swt..! dasar tuhan sarap nabinya juga gendeng..!
RajaPerang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 520
Joined: Tue Aug 18, 2009 8:52 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby 4urfreedom » Tue Sep 08, 2009 10:13 pm

FKKL wrote:1.) Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.


Kenyataannya sudah dijelaskan oleh bro duren + ayat alloh yg disempurnakan :green:

2.) Gunung yang Bergerak

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.


Pake ilmu gathuk botol, yg gerak bukan gunungnya bro tapi benuanya/pulaunya lagian kagak masuk logika sains bagaimana bisa gunung berjalan sebagai/seperti jalannya awan apa kagak pusing nih sebentar gunung bromo ada dikalimantan gak lama pindah lagi ke papua. Ngaco banget nih alloh. :green:

3.) Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Menurut org nonmuslim, Alquran ditulis oleh Nabi Muhammad sendiri. Tetapi, mengapa baru abad ke-20, rahasia2 itu terungkap? Itupun oleh org nonmuslim. (Dulu klo Beliau mengatakan klo gunung itu bergerak, apa masuk logika org dulu? Dan, sekarang hal itu masuk logika org skrg. Sesuatu yg dulu tdk msk logika bs jd msk logika d masa yg akan dtg. Ada yg lebih tepat dari logika masa kini, yaitu firman Tuhan). Jadi lebih tepat kalau bukan beliau sendiri yang menulisnya. Melainkan Suatu Zat yang tahu benar hukum alam (hukum yang berlaku universal) karena Dia Yg Menciptakan.
Tidak pantas Tuhan Yang Maha Tahu disamakan dengan manusia biasa.


Ayat diatas sudah dilanggar muhammad sendiri dengan mempunyai istri lebih 20biji.
Soal berpasang-pasangan bangsa cina dgn ilmu filsafatnya sudah lebih tahu dari alloh anda. So tidak ada yg baru bro :rofl:
4urfreedom
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 624
Joined: Thu Mar 05, 2009 8:52 am

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Habib » Tue Sep 22, 2009 10:56 am

belah bulannya mana neh.mukjizat si mamed yg paling dahsyat tuh :D
Habib
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 29
Joined: Fri Aug 21, 2009 4:46 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby JANGAN GITU AH » Tue Sep 22, 2009 5:39 pm

Apakah arti "meluaskan" dapat dianggap sebagai arti "mengembangkan"?. Saya kira disini ada kekeliruan penafsiran dari muslim. Masalahnya muhammad tidak mengerti bahwa bumi memiliki voleme. Ini dapat kita amati dari konsep berfikirnya dalam melihat bentuk bumi. Dalam quran dijelaskan bahwa Allah swt "menghamparkan" permukaan bumi, yang dalam pengertiannya bahwa permukaan bumi ini sama seperti permukaan karpet, bukanlah bulat. Jadi jika quran menjelaskan allah swt "meluaskan" jagad, dalam pandangan muhammad pun sebenarnya analog dengan pemikirannya tentang permukaan bumi itu. Ia memandang bahwa langit sama seperti kanvas besar dimana bintang bintang dan benda langit dilukiskan disana. Pengertian meluaskan sama saja artinya dengan memperluas kanvas besar itu. Sementara itu pengertian mengembang disini bahwa volum jagad pun bertambah ke segala arah. Cuma sayang bahwa sampai hari ini para ilmuan fisika belum mengetahui dimana sesungguhnya batas jagad ini sehingga pengertian mengembang sendiri belum definitif. Jadi pengertian mengembang ini tidak sepenuhnya benar seperti anggapan kita. Pengertian yang masih dianut oleh para ilmuan adalah bahwa jarak antara galaksi satu sama lain memanjang. Dengan kata lain setiap galaksi menjauhkan diri dari tetangganya.

Kita tahu bahwa astrofisika menjelaskan bahwa jagad ini mengembang ibarat balon yang dipompa dengan kecepatan tertentu. Jika dikatakan bahwa jagad mengembang terus sampai waktu yang tidak berhingga, itu tidak mungkin. Dalam fisika dikenal sebutan osilator yang bergerak bolak balik. Jika boleh kita analogikan maka bigbang itu mirip dengan osilator ini. Suatu saat akan kembali ke titik semula, yaitu mengalami kontraksi menuju sebuah titik awal yang disebut black hole. Apapun yang ada dijagad ini sesungguhnya adalah sebuah isolator itu.

Lagi pula apakah muhammad memang ingin menjelaskan alam semesta secara khusus dengan melontarkan ayat tersebut?. Tentu saja tidak demikian. Kalau kita mau teliti, sebenarnya yang dimaksudkan muhammad adalah ini merupakan jawaban yang dia berikan kepada para pengikutnya untuk menenangkan keresahan dikalangan [ara pengikut yang mengalami keadaan serba sulit. Pada waktu itu dikisahkan keadaan gerombolan muhammad sangat memprihatinkan hingga sebiji kurma harus dimakan dengan cara berbagi. Siapa yang tidak gelisah dengan kondisi kelaparan seperti ini. Segudang tanda tanya terhadap sang komandan yang telah menjanjikan harta belum terwujud. Dalam benak mereka apakah allahnya muhammad memperhatikan mereka? Muhammad yang khawatir kehilangan kepercayaan dari para pengikut karena kesulitan hidup mereka, membujuk mereka untuk tetap bersabar. Dia selalu menjadikan allah swt sebagai bumper antara dia dan pengikutnya. Dia katakan bahwa allah swt tahu kebutuhan mereka, allah itu, apa sih yang tidak bisa dilakukannya? rejeki dari allah berlimpah jika mereka bersabar. "Jangan lah berpandangan sempit dengan saya" lihat tuhanmu akan meluaskan dunia ini bagimu. Artinya allah swt telah memberikan semua yang ada didunia ini sebagai "milik" muslim. Dengan begini allah swt memberikan legitimasi pula terhadap muslim untuk "mengambil" milik kafir. Saya kira inilah awalnya mengapa muslim selalu mendengung-dengungkan kata kata ini "DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN".

Jadi pendapat saya ayat yang suka diklaim muslim sebagai ayat yang mengindikasikan bigbang adalah alasan yang dicari-cari untuk mengatrol martabat quran. Tetapi seandainya itu benar, apakah dengan serta merta quran benar karena adanya dalil itu? Sementara dilain pihak quran mengandung segudang kontradiksi yang kasat mata?

Kepada para muslim, berhentilah membuat klaim yang tidak masuk akal. Bukan begitu caranya untuk menaikkan citra islam. Islam akan naik citranya jika membuang semua ayat-ayat tak masuk akal dalam quran dan riwayat muhammad yang memalukan rasa kemanusiaan dan hati nurani. Bisakah? tanyakan saja pada rumput yang bergoyang...!
User avatar
JANGAN GITU AH
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5184
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby intanberlian » Tue Sep 22, 2009 6:25 pm

Saya ama adek saya tambah pusing lagi nih...Al-Quran kok bisa dihubungkan ama Ilmu pengetahuan ? Apa memang ada hubungannya antara Ilmu pengetahuan ama Al-Quran ? Kalo memang ada hubungan berarti dalam Al-Quran pasti ada rumus2 Fisika , Kimia , Matematika dll
Kok sepertinya gak ada tuh..??? yang bener aja... saya ama adek saya jadi tertawa terbahak=bahak nih. :lol: :lol: :lol:
intanberlian
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 133
Joined: Mon Sep 21, 2009 7:50 am

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Zhou Yu » Tue Sep 22, 2009 7:00 pm

Lagi-lagi tentang "Bigbang"
Lagi-lagi tentang "gunung yg bergerak"
Bassssiiiiii......!!!!

Btw, kenapa gak sekalian aja ditulis "gunung dan daratan berjalan"
Zhou Yu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 200
Joined: Mon Aug 24, 2009 12:26 pm
Location: Somewhere in a peaceful little town

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Zhou Yu » Tue Sep 22, 2009 7:01 pm

Lagi-lagi tentang "Bigbang"
Lagi-lagi tentang "gunung yg berjalan"
Bassssiiiiii......!!!!

Btw, kenapa gak sekalian aja ditulis "gunung dan daratan berjalan"
Zhou Yu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 200
Joined: Mon Aug 24, 2009 12:26 pm
Location: Somewhere in a peaceful little town

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Zhou Yu » Tue Sep 22, 2009 7:03 pm

Waduh postingan dobel, yang pertama salah, sorry ga sengaja
Zhou Yu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 200
Joined: Mon Aug 24, 2009 12:26 pm
Location: Somewhere in a peaceful little town

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby walet » Wed Sep 23, 2009 2:49 am

intanberlian wrote:Saya ama adek saya tambah pusing lagi nih...Al-Quran kok bisa dihubungkan ama Ilmu pengetahuan ? Apa memang ada hubungannya antara Ilmu pengetahuan ama Al-Quran ? Kalo memang ada hubungan berarti dalam Al-Quran pasti ada rumus2 Fisika , Kimia , Matematika dll
Kok sepertinya gak ada tuh..??? yang bener aja... saya ama adek saya jadi tertawa terbahak=bahak nih. :lol: :lol: :lol:


Jangan salah, Allah tidak bisa berhitung.
Mamamu kan muslim, jadi dia punya Al Quran pastinya, silakan buka dan bandingkan ayat-ayatnya disini:

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/a-sina-warisan-siapa-yang-mengajar-allah-berhitung-t6522/

Selain itu matahari terbenam didalam lautan lumpur hitam seperti disebutkan disini

Quran wrote:Quran 18: 86 Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat . Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.


Semua yang tertulis di Quran itu bukan kiasan, bukan syair ataupun puisi, jadi itu gamblang, seperti yang disebutkan dalam Quran sendiri.

Quran wrote:36:69

(69) Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. وَمَا عَلَّمْنَٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌۭ وَقُرْءَانٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿٩٦﴾


Selain itu, Tuhan tidak tahu kalau bumi itu bulat.

Quran wrote:19) Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًۭا ﴿٩١﴾
(20) supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". لِّتَسْلُكُوا۟ مِنْهَا سُبُلًۭا فِجَاجًۭا ﴿۰٢﴾

Itu sebenarnya seperti hamparan karpet kaya terjemahan Yusuf Ali dibawah ini

(18) "'And in the End He will return you into the (earth), and raise you forth (again at the Resurrection)? ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًۭا ﴿٨١﴾
(19) "'And Allah has made the earth for you as a carpet (spread out), وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًۭا ﴿٩١﴾
(20) "'That ye may go about therein, in spacious roads.'" لِّتَسْلُكُوا۟ مِنْهَا سُبُلًۭا فِجَاجًۭا ﴿۰٢﴾
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5955
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby duren » Wed Sep 23, 2009 8:20 pm

Zhou Yu wrote:Lagi-lagi tentang "Bigbang"
Lagi-lagi tentang "gunung yg bergerak"
Bassssiiiiii......!!!!

Btw, kenapa gak sekalian aja ditulis "gunung dan daratan berjalan"

Akupun dah muak sama iptek versi onta
Ketika aku memikirkan islam secara iptek ( diluar quran) hasilnya malah membuat aku tercengang
RUKUN ISLAM malah REMUK kalau islam diberi sentuhan iptek

Nuklir mekkah sampai jadi laut > Muslim tak tau arah sholat dan arah ngubur mayat DAN tidak bisa naik haji

Kloneng muhammad > Muslim langsung masuk surga dengan meminum darahnya


Perlakuan iptek yang sama pada agama lain malah tidak berpengaruh

Allah swt ini jelas tuhan palsu yang tidak tau tentang tehnologi masa depan
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11007
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby omkangkung » Wed Sep 23, 2009 9:12 pm

buset dah... agama donatur umat2 paling ****, miskin dan terbelakang ngaku sumber iptek....
User avatar
omkangkung
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2491
Joined: Thu Nov 22, 2007 7:42 am
Location: rumah jajang

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby Islamic Duty » Thu Sep 24, 2009 2:29 pm

Emang pernah ada ya kitab - kitab laen yang pernah jadi referensi buat bikin makalah - makalah macem noh??
nantangin kok yang aneh - aneh.....

loe aja bikin sana kitab yang bisa nandingin Al Qur'an, dari segi keindahan bahasa, ketepatan dan kebenaran isi, periode masa berlaku, ghaib, iptek, dan Kebenaran penjelasan tentang masa depannya?? bisa kaga' loe??
KEDER KAN LOE.....???!!!!
Islamic Duty
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 83
Joined: Wed Aug 12, 2009 3:44 pm

Re: Keajaiban Al-quran dan Ilmu Pengetahuan

Postby DHS » Thu Sep 24, 2009 6:04 pm

Islamic Duty wrote:Emang pernah ada ya kitab - kitab laen yang pernah jadi referensi buat bikin makalah - makalah macem noh??
nantangin kok yang aneh - aneh.....

loe aja bikin sana kitab yang bisa nandingin Al Qur'an, dari segi keindahan bahasa, ketepatan dan kebenaran isi, periode masa berlaku, ghaib, iptek, dan Kebenaran penjelasan tentang masa depannya?? bisa kaga' loe??
KEDER KAN LOE.....???!!!!


Jelas tidak ada kitab lain yang kekejamannya menandingi Qur'an. :finga:
>>> klik <<<
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users