. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby iamthewarlord » Wed Aug 25, 2010 7:37 am

nah bro alkohol.

apakah anda tidak curiga dengan ajaran islam, kok bisamuncul manusia2 ekstrimis dan manusia2 macam syeh Puji?

Ini ajaran imam besar Khomeini, sex dengan anak kecil diperbolehkan,

http://www.homa.org/index.php?option=co ... &Itemid=58

"Khomeini's Teachings on sex with infants and animals


Islamic Teachings on sex with infants:

"A man can have sexual pleasure from a child as young as a baby. However, he should not penetrate. If he penetrates and the child is harmed then he should be responsible for her subsistence all her life. This girl, however would not count as one of his four permanent wives. The man will not be eligible to marry the girl's sister."

The complete Persian text of this saying can be found in "Ayatollah Khomeini in Tahrirolvasyleh, Fourth Edition, Darol Elm, Qom"



Islamic Teachings on sex with animals:

"The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."

Editor's notes: I wonder if it is OK to sodomize a dead animal? What happens if the buyer brings the poor animal back into the city?

"If one commits an act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrements become impure, and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned, and the price of it paid to its owner by him who sodomized it."

Editor's note: The poor animal first is sodomized and then killed and burned. What an Islamic justice towards animals? Where are the animal
rights group?

"It is forbidden to consume the excrement of animals or their nasal secretions. But if such are mixed in minute proportions into other foods their consumption is not forbidden."

"If a man (God protect him from it!) fornicates with an animal and ejaculates, ablution is necessary."

Editor's note: It does not say who should have ablution: the animal or the man?"
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Wed Aug 25, 2010 4:21 pm

iamthewarlord wrote:nah bro alkohol.

apakah anda tidak curiga dengan ajaran islam, kok bisamuncul manusia2 ekstrimis dan manusia2 macam syeh Puji?

Ini ajaran imam besar Khomeini, sex dengan anak kecil diperbolehkan,

http://www.homa.org/index.php?option=co ... &Itemid=58

"Khomeini's Teachings on sex with infants and animals


Islamic Teachings on sex with infants:

"A man can have sexual pleasure from a child as young as a baby. However, he should not penetrate. If he penetrates and the child is harmed then he should be responsible for her subsistence all her life. This girl, however would not count as one of his four permanent wives. The man will not be eligible to marry the girl's sister."

The complete Persian text of this saying can be found in "Ayatollah Khomeini in Tahrirolvasyleh, Fourth Edition, Darol Elm, Qom"

Islamic Teachings on sex with animals:

"The meat of horses, mules, or donkeys is not recommended. It is strictly forbidden if the animal was sodomized while alive by a man. In that case, the animal must be taken outside the city and sold."

Editor's notes: I wonder if it is OK to sodomize a dead animal? What happens if the buyer brings the poor animal back into the city?

"If one commits an act of sodomy with a cow, a ewe, or a camel, their urine and their excrements become impure, and even their milk may no longer be consumed. The animal must then be killed as quickly as possible and burned, and the price of it paid to its owner by him who sodomized it."

Editor's note: The poor animal first is sodomized and then killed and burned. What an Islamic justice towards animals? Where are the animal
rights group?

"It is forbidden to consume the excrement of animals or their nasal secretions. But if such are mixed in minute proportions into other foods their consumption is not forbidden."

"If a man (God protect him from it!) fornicates with an animal and ejaculates, ablution is necessary."

Editor's note: It does not say who should have ablution: the animal or the man?"


curiga dengan ajaran Islam ? saya curiga ada yang salah dengan pengajaran mengenai Islam
sedikit bocoran omongan dari orang dalam :
- ustadz kami banyak yang munafik, bilang ini itu karena kepentingan pribadinya. lihat ustadz mansyur di TV ? eneg !!!
- kiai kami banyak yang syirik, bilangnya Islam tapi punya jimat-jimat gak jelas (setahu saya di Kristen dan Katolik juga nggak boleh memuja jin)
- ulamanya banyak yang ketinggalan jaman/kolot/norak. sampai facebook diharamkan, dsb.
- haji kami banyak yang korup, dan suka pamer, tapi pelitnya minta ampun.
ada kasus tetangga muslim miskin, pak haji gak banyak membantu, malah temen2 -kristen- yang bantu. setelah itu orang2 komplen dan teriak anti "kristenisasi". maunya apa ??? bingung kan ?
-tokoh cerdas kami banyak yang ditindas ulama, dicap sebagai golongan merah/hitam/apa lah

so, wajar kalau lama2 wajah kami tambah bopeng

untuk hal 1 (sex with infants), Khomeini mah emang sering ngawur. kami sendiri banyak yang ngomplen dia, soalnya suka aneh.
dan btw, omong2, anda tahu tidak, di Iran, muslim gol. Sunni (macam yg di Indonesia) itu dimusuhi sama gol. Shiah, cape kan ?

untuk hal 2 (sex with animals), ini mirip sama prosedurnya umat hindu di Bali sih, yg kl ada yang gituan sama sapi, sapinya di-larung. (silahkan google dgn key "setubuhi sapi bali")
cuman menurutku, ngapain ngabisin tenaga mikir fatwa sex sama binatang, kenapa nggak bikin fatwa lain yang lebih penting, misal pendidikan dsb.


buat temen2 muslim yang baca postingan saya ... MARI KITA NGACA DULU !!!

(sori, habis di-edit sedikit)
Last edited by C2H5OH on Wed Aug 25, 2010 5:46 pm, edited 1 time in total.
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby yohannes99 » Wed Aug 25, 2010 5:14 pm

yohannes99
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 170
Joined: Fri Aug 13, 2010 7:13 pm

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby iamthewarlord » Wed Aug 25, 2010 6:36 pm

C2H5OH wrote:
curiga dengan ajaran Islam ? saya curiga ada yang salah dengan pengajaran mengenai Islam
sedikit bocoran omongan dari orang dalam :
- ustadz kami banyak yang munafik, bilang ini itu karena kepentingan pribadinya. lihat ustadz mansyur di TV ? eneg !!!
- kiai kami banyak yang syirik, bilangnya Islam tapi punya jimat-jimat gak jelas (setahu saya di Kristen dan Katolik juga nggak boleh memuja jin)
- ulamanya banyak yang ketinggalan jaman/kolot/norak. sampai facebook diharamkan, dsb.
- haji kami banyak yang korup, dan suka pamer, tapi pelitnya minta ampun.
ada kasus tetangga muslim miskin, pak haji gak banyak membantu, malah temen2 -kristen- yang bantu. setelah itu orang2 komplen dan teriak anti "kristenisasi". maunya apa ??? bingung kan ?
-tokoh cerdas kami banyak yang ditindas ulama, dicap sebagai golongan merah/hitam/apa lah

so, wajar kalau lama2 wajah kami tambah bopeng

untuk hal 1 (sex with infants), Khomeini mah emang sering ngawur. kami sendiri banyak yang ngomplen dia, soalnya suka aneh.
dan btw, omong2, anda tahu tidak, di Iran, muslim gol. Sunni (macam yg di Indonesia) itu dimusuhi sama gol. Shiah, cape kan ?

untuk hal 2 (sex with animals), ini mirip sama prosedurnya umat hindu di Bali sih, yg kl ada yang gituan sama sapi, sapinya di-larung. (silahkan google dgn key "setubuhi sapi bali")
cuman menurutku, ngapain ngabisin tenaga mikir fatwa sex sama binatang, kenapa nggak bikin fatwa lain yang lebih penting, misal pendidikan dsb.


buat temen2 muslim yang baca postingan saya ... MARI KITA NGACA DULU !!!

(sori, habis di-edit sedikit)


Gitu deh , kita sama sekali tidak membenci muslim, tapi benar2 memerangi ajarannya yang tidak baik tetapi dibungkus dengan gula-gula manis.
Ajaran Islam memang seperti tangga, yang masih dianak tangga bawah umumnya muslim yang baik hati dan KTP (mungkin suka mabuk, tp jenis ini muslim benar2 baik hati) tetapi tambah meningkat hingga paling atas, kita akan menemui muslim semacam Imam Samudra, Amrozi, Noordin M Top dll, yaitu muslim kaffah.
Islam dapat membuat manusia ber-metamorfosis, menjadi jahat karena memang sesuai dengan ajarannya.

Untuk bantuan2 ke tetangga yang terkena musibah, gw punya cerita..
Anda tau tidak betapa tertekan batin gw saat mengumpulkan minyak tanah, bahan makanan, sarden, kornet, indomie, beras dll di komplek untuk disalurkan ke RT tetangga?
Yang paling banyak biasanya orang2 menyumbang indomie dan beras, gw pernah masukin barang2 tsb ke mobil gw sampai penuh, gw bawa masuk ke lokasi banjir...
Tekanan batin bukan karena kerelaan sumbangan, tetapi karena tuduhan "kristenisasi lewat indomie", ini benar2 serba salah, pdhal tetangga beberapa RT yang muslim semuanya, sudah terendam banjir setengah pintu selama 1 minggu lebih.
Kalau dibiarkan, mereka tidak bisa makan karena tidak punya bahan makanan.
Pdhal gw kesananya cuma berdua.


Sex dengan anak2, bukankah itu adalah sunah rasul?
Gw rasa para ulama Islam setuju dengan sex dengan anak umur 9 tahun, ini sudah sesuai dengan hadist, jadi tidak perlu dipertentangkan lagi, dalam hal ini Khomeini benar.
Shyiah dan Sunni tidak akan pernah akur, karena dasar problemnya sangat mendasar dan Syiah sangat dendam karena pembunuhan cucu Muhammad oleh kelompok Sunni, mereka akan terus berperang sampai dunia kiamat.
Seandainya kafir di dunia ini habis dibunuh muslim, para muslim juga akan terus saling membunuh.
Untuk saat ini, untung ada kafir yang menengahi perkelahian dan peperangan tsb, jika dibiarkan, perang antar Islam akan terjadi sangat besar dan global di Timur Tengah dari skr sampai kiamat.

Wajah Islam memang bopeng, tidak ada hal2 baik yang diajarkan oleh nabinya.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Wed Aug 25, 2010 8:19 pm

iamthewarlord wrote:Untuk bantuan2 ke tetangga yang terkena musibah, gw punya cerita..
Anda tau tidak betapa tertekan batin gw saat mengumpulkan minyak tanah, bahan makanan, sarden, kornet, indomie, beras dll di komplek untuk disalurkan ke RT tetangga?
Yang paling banyak biasanya orang2 menyumbang indomie dan beras, gw pernah masukin barang2 tsb ke mobil gw sampai penuh, gw bawa masuk ke lokasi banjir...
Tekanan batin bukan karena kerelaan sumbangan, tetapi karena tuduhan "kristenisasi lewat indomie", ini benar2 serba salah, pdhal tetangga beberapa RT yang muslim semuanya, sudah terendam banjir setengah pintu selama 1 minggu lebih.
Kalau dibiarkan, mereka tidak bisa makan karena tidak punya bahan makanan.
Pdhal gw kesananya cuma berdua.

understood ...
mas tahu Ethiopia kan ? lokasinya kurang deket apa coba sama negara arab.
masa buat bangun jor2an ada dana, tapi kita jarang dengar campur tangan arab untuk membantu Ethiopia.
palestina juga sepertinya sama, orang2 eropa ada banyak misi kemanusiaan, tapi justru yang ramai dari arab adalah statemen "mengutuk" nya
duitnya habis buat beli harem kali ya (emosi mode ON)

Seandainya kafir di dunia ini habis dibunuh muslim, para muslim juga akan terus saling membunuh.

wahahaha, kl "kafir" sudah habis dibunuhi, mungkin orang2 seperti saya yang pertama digantung :D
tenang mas, nanti kita2 ngumpet dulu, begitu para ekstrimis ini habis, baru deh kita keluar, hehehe

Wajah Islam memang bopeng, tidak ada hal2 baik yang diajarkan oleh nabinya.

dari versi yang diajarkan ke saya, banyak hal baik yang diajarkan ... tapi ... Tuhan saya memberi saya akal, maka harus tetap kritis dong, setuju kan ?
nah, kalau me-refer ke buku2 Sirah Nabawiyah, sepertinya banyak banget peng-kultus-an, polarisasi, dan ajaran "pesanan" yang disesuaikan pandangan politik/sosial penulisnya.
sekarang saya lagi coba cari bukunya Karen Amstrong yg versi bahasa inggris untuk pembanding, semoga bisa menambah pencerahan.
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby iamthewarlord » Thu Aug 26, 2010 12:09 am

dari versi yang diajarkan ke saya, banyak hal baik yang diajarkan ... tapi ... Tuhan saya memberi saya akal, maka harus tetap kritis dong, setuju kan ?
nah, kalau me-refer ke buku2 Sirah Nabawiyah, sepertinya banyak banget peng-kultus-an, polarisasi, dan ajaran "pesanan" yang disesuaikan pandangan politik/sosial penulisnya.
sekarang saya lagi coba cari bukunya Karen Amstrong yg versi bahasa inggris untuk pembanding, semoga bisa menambah pencerah


Bro alkohol, muslim dilarang menggunakan akal pikiran dan otaknya untuk beragama, mereka cuma harus tau 1 hal, yaitu percaya.
Coba anda tanya hal2 yang kritis kepada ustad anda, pasti jawabannya adalah harus percaya dan tidak boleh banyak tanya/pake akal.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Thu Aug 26, 2010 7:01 pm

iamthewarlord wrote:Bro alkohol, muslim dilarang menggunakan akal pikiran dan otaknya untuk beragama, mereka cuma harus tau 1 hal, yaitu percaya.
Coba anda tanya hal2 yang kritis kepada ustad anda, pasti jawabannya adalah harus percaya dan tidak boleh banyak tanya/pake akal.


hihihihi, seperti itulah kebanyakan ustadz kami sekarang
mereka lupa, bahwa kejayaan peradaban adalah saat hati/iman dan akal bersinergi
kalau di tempat rekan2 ada Mendel, Darwin, Galileo, Descartes, Pascal, Newton, Euler, dsb dsb
kami juga "pernah" punya Al Khawarizmi, Avicenna, Al Kindi, Piri Reis, Ibnu Batutah, dsb dsb, tapi sekarang ??? NOL

ya itu, sekarang ulama2 ingin memisahkan akal dari iman
kl pakai akal, dibilangnya mempertuhankan akal ... parah
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby iamthewarlord » Thu Aug 26, 2010 7:23 pm

C2H5OH wrote:hihihihi, seperti itulah kebanyakan ustadz kami sekarang
mereka lupa, bahwa kejayaan peradaban adalah saat hati/iman dan akal bersinergi
kalau di tempat rekan2 ada Mendel, Darwin, Galileo, Descartes, Pascal, Newton, Euler, dsb dsb
kami juga "pernah" punya Al Khawarizmi, Avicenna, Al Kindi, Piri Reis, Ibnu Batutah, dsb dsb, tapi sekarang ??? NOL

ya itu, sekarang ulama2 ingin memisahkan akal dari iman
kl pakai akal, dibilangnya mempertuhankan akal ... parah


:stun: :rofl:

anak jaman sekarang tambah pandai, mereka tidak bisa ditipu begitu saja.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Fri Aug 27, 2010 4:15 pm

etanol wrote:@ mas Topsy KreeT
selama bertahun2 Kabah pernah tanpa hajar aswad lho, dan muslim tetap menghadap ka'bah, bukan ke hajar aswad.
mungkin memang jadi membingungkan, kenapa Nabi menyimpan batu tersebut,

udah tahu.
tapi, mereka tidak tahu kalo muhammad telah menuhankan batu.
MR DULADI wrote:Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya, yaitu mulai tanggal 8 Dzulhijjah sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah (Hadits Shahih Muslim no. 1241).

Hal yang dilakukan di dalam upacara ibadah haji adalah:

1) Harus berpakaian ihram.

2) Datang ke Masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka'bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thawaf qudum (selamat datang). Thawaf qudum dilaksanakan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali.

3) Melakukan Sa'i, yaitu melakukan perjalanan kaki dari bukit Marwah ke bukit Shafa yang berada dalam lingkungan Masjidil Haram sebanyak 7 kali.

4) Kemudian pergi ke padang Arafah melakukan wukuf yaitu berada di padang Arafah mulai jam 12.00 siang sampai matahari terbenam. Selama berada dalam keadaan wukuf diwajibkan memikirkan perkara-perkara rohani dan membaca ayat-ayat Alquran. Di padang Arafah terdapat bukit Jabal Al Rahmat untuk dikunjungi.

5) Upacara ibadah berikutnya adalah berjalan ke Musdalifa untuk tinggal sepanjang malam, kemudian paginya pergi ke Mina untuk melakukan upacara melontarkan jumrah, yaitu melontarkan batu kerikil kepada si Iblis sebanyak 7 kali. Ada 3 jumrah, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, jumrah aqabah. Dengan demikian upacara melontarkan batu kerikil kepada si Iblis adalah sebanyak 7x3 = 21 kali. Dalam hubungan ini pemerintah Saudi Arabia telah menyediakan sejumlah besar batu-batu kerikil untuk melontari Iblis. Batu-batu kerikil ini disediakan untuk para calon jemaah haji yang akan melakukan upacara melontari Iblis dengan batu kerikil. Batu-batu kerikil ini diletakkan di tempat-tempat yang menuju ke jumrah ula, wustha dan aqabah. Walaupun telah disediakan batu-batu kerikil secukupnya untuk melontari iblis-iblis tersebut, tetapi banyak juga dari jemaah haji yang melontarkan batu-batu dengan ukuran yang besar sehingga batu-batu tersebut sering mengenai dan melukai kepala orang-orang yang berada di muka di dekat jumrah-jumrah tersebut, terutama di jumrah aqabah.

Sementara itu pada tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan penyembelihan hewan untuk kurban. Hewan yang dikurbankan pada umumnya adalah kambing, domba, sapi, unta. Selain dari pada itu diadakan upacara mencukur rambut atau menggunting rambut saja.

6) Kemudian kembali ke Masjidil Haram di Mekkah untuk melakukan thawaf wada dan Sa'i antara bukit Shafa dan Marwa. Thawaf wada sebagai thawaf selamat tinggal (Hadits Shahih Muslim no. 1261 dan no. 1262).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

    Labbaik alaahumma labbaik
    Labbaika laa Syarikalaka labaik
    Innal hamda wan nimata laka walmulk
    Laa Syaariika laka 3 x.

Artinya:

    Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kerajaan hanya untukMu, tiada sekutu bagiMu.

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka'bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa talbiyah tersebut di atas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka'bah sebanyak 7 kali.

Pada waktu jalan berkeliling Ka'bah sebanyak 7 kali, maka setiap kali melewati batu hitam Hajar Aswad tersebut, haruslah batu hitam itu dicium atau kalau tidak mungkin, maka disentuh atau kalau juga tidak mungkin disentuh karena banyaknya orang, haruslah mengangkat tangan ke arah batu hitam itu sambil mengucapkan Allahu Akbar yang berarti Allah Maha Besar. Hal ini semuanya diungkapkan dalam hadits-hadits sebagai berikut:

    "Dari Nafi r.a. katanya: Ketika Ibnu Umar telah dapat masuk ke tanah Haram, dia berhenti membaca talbiyah dan ia bermalam di Zu Thaa. Waktu melewati perbatasan tanah Haram berhenti membaca talbiyah. Dan setelah memasuki tanah Haram dibaca kembali." (Hadits Shahih Bukhari no. 818)

    "Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau cium, kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran." (Hadits Shahih Muslim no. 1190)

    "Dari Ibnu Umar r.a. katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya melihat nabi saw menyentuh kedua-duanya." (Hadits Shahih Bukhari no. 835)

    "Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi SAW pernah thawaf di Ka'bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar)." (Hadits Shahih Bukhari no. 838)

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka'bah sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang Maha Besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan sholat. Ka'bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada di sekitar Ka'bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka'bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka'bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka'bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka'bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Jika kita perhatikan dalam Alquran Surat Al-Faatihah ayat 1, yaitu Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau benda wujud (materi) yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya politeisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala yang didewakan sebagai Tuhan-tuhan.

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala disingkirkan dari Ka'bah (Hadits Shahih Bukhari no. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal, karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat politheisme dirubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang di dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia, yaitu Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab yang telah mengimani rukun iman ketiga dari agama Islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup yang dapat memelihara dan melindungi.

Diapun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Alquran antara lain di dalam Surat Ali-Imran (QS 3) ayat 150, surat Al-An Aam (QS 6) ayat 102, surat Asy-Syuura (QS 42) ayat 28, surat Al-Hasyr (QS 59) ayat 23.

Lain dari pada itu, juga Umar bin Khattab pun mengetahui bahwa Alquran adaah bagian dari Alkitab seperti disebutkan di dalam surat Az-Zukhruf (QS 43) ayat 4, dan surat Asy-Syuura (QS 26) ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khattab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut, karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khattab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga dia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

    Dari Umar r.a. katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya katanya: "Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula." (Hadits Shahih Bukhari no. 830)

    Dari Salim r.a. katanya bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: "Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu." (Hadits Shahih Muslim no. 1222)

Pengetahuan tentang Allah yang benar, telah dipahami oleh Umar bin Khattab yaitu Allah yang harus disembah oleh bangsa Arab adalah Allah yang disebut dalam Alkitab yang telah dituangkan ke dalam Alquran melalui Surat Ali-Imraan (QS 3) ayat 45, yaitu Isa Almasih yang terkemuka dan yang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat yang lahir dari Roh Allah (Surat An-Nisaa ayat 171), yang merupakan firman Allah (Hadits Shahih Bukhari no. 1496), yang dapat menciptakan burung, di mana identik dengan penciptaan Allah akan manusia (Surat Al-Maidah ayat 110, Surat Ali-Imraan ayat 49), dan yang menghakimi setiap orang pada akhir zaman (Surat An-Nisaa ayat 159, Hadits Shahih Bukhari no. 1090, Muslim no. 127).

Oleh sebab itu pada waktu Umar bin Khattab mengucapkan doa talbiyah yaitu: "Aku penuhi panggilanMu ya Allah" sambil berjalan menuju batu hitam Hajar Aswad, kemudian setelah sampai di hadapan batu hitam tersebut, dia harus membungkuk menyembah dan mencium batu tersebut, timbullah dalam hatinya suatu pertentangan yang tidak ingin menyembah dan mencium batu tersebut sebagai tanda selamat datang sebelum melakukan thawaf qudum. Tetapi karena Muhammad telah memberi contoh sebelumnya bahwa batu hitam itu harus disembah dan dicium, maka Umar bin Khattab pun taat melaksanakannya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad walaupun hatinya sangat menentangnya.

Oleh sebab itu beliau terpaksa mencium dan menyembah batu hitam tersebut disertai dengan bersungut-sungut dan bersumpah.

Sesungguhnya pada saat itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan syirik, karena dia telah percaya kepada Allah yang benar sesuai dengan disebutkan dalam Alkitab tetapi sekarang apa boleh buat, dia harus menunjukkan kesetiaannya kepada Muhammad dengan cara harus menyembah berhala pula.

Dia pun mengetahui bahwa Muhammad telah menurunkan Surat An-Nisaa (QS 4) ayat 117 dalam Alquran yang menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah sama dengan menyembah setan. Oleh sebab itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dia lakukan yaitu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad dan mendewa-dewakannya sebenarnya dilarang, karena menimbulkan murka Allah.

    "Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala perempuan dan tiadalah yang mereka sembah kecuali setan yang durhaka." (QS 4:117)

Tentunya bukan Umar bin Khattab saja yang sadar akan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad adalah tidak sesuai dengan ketentuan Taurat dan Injil yang sudah diterapkan dalam Alquran.

Pada umumnya bangsa Arab yang beragama Yahudi dan yang beragama Kristen yang pada waktu itu sudah ada dan hidup di Mekkah dan Madinah, juga tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad karena mereka tahu bahwa hal ini sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Taurat agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

Tetapi anehnya, orang-orang yang tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut oleh Muhammad justru dinyatakan sebagai orang Musyrik dan orang kafir.

Menurut Muhammad, orang-orang Musyrik ini harus dimusuhi dan diperangi sebagaimana yang tertera dalam Alquran sebagai berikut:

    "Apabila habis bulan-bulan Haram, maka perangilah orang-orang Musyrik itu di mana kamu jumpai, dan tangkaplah mereka, kepunglah dan dudukilah setiap tempat pengintaian mereka. Jika mereka taubat, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, maka biarkanlah mereka pada jalannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS 9:5)

Memang Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme yang menyembah banyak Tuhan menjadi agama monotheisme yang menyembah hanya satu Tuhan saja. Muhammad pun telah berhasil memasukkan sebagian dari Taurat dan Injil ke dalam Alquran, bahkan Taurat dan Injil dianggap sebagai dasar dari Alquran. Tetapi Muhammad tidak berhasil merubah tradisi bangsa Arab yang sejak beribu-ribu tahun yang lalu menyembah berhala sampai zaman sekarang. Muhammad hanya berhasil mengurangi jumlah berhala yang disembah dari 360 buah berhala menjadi penyembahan kepada satu berhala saja.

Mengapa hal ini sampai terjadi demikian, padahal pada mulanya Muhammad memasukkan unsur-unsur Taurat dan Injil agar dapat menyembah Tuhan yang benar sesuai dengan apa yang ditulis dalam Taurat dan Injil? Hal ini terjadi karena sejak bayi, Muhammad telah diserahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib kepada batu hitam Hajar Aswad di kaki Ka'bah. Mungkin batu hitam Hajar Aswad ini mempunyai daya tarik yang luar biasa besarnya, sehingga walaupun pada mulanya secara resmi Muhammad bertekad menyembah Tuhan yang digambarkan Taurat dan Injil, tetapi akhirnya dalam kenyataannya hanya menyembah batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Pengikut agama bangsa Arab selain Umar bin Khattab, menyadari tentang kekeliruan ini, oleh sebab itu kekeliruan ini mereka tutupi dengan cara bahwa setiap orang yang bukan pengikut agama bangsa Arab dilarang datang ke Ka'bah Mekkah, agar praktek penyembahan berhala ini tidak terlihat keluar dengan harapan kekeliruan ini tidak akan diketahui oleh umum.

Larangan ini khususnya ditujukan kepada pengikut-pengikut agama Yahudi dan agama Kristen, karena merekalah yang mengetahui Tuhan yang sebenarnya yang digambarkan dalam Taurat serta Injil dan yang telah diterapkan ke dalam Alquran.

Bangsa Arab yang pada waktu itu telah memeluk agama Yahudi dan yang memeluk agama Kristen pun tidak mau mengikuti ajaran baru dari Muhammad untuk menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad itu.

Oleh sebab itulah Muhammad mengeluarkan ketentuan bagi pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen bahwa mereka termasuk orang-orang Musyrik yang tidak boleh masuk ke Masjidil Haram di mana Ka'bah berada di dalamnya.

Larangan ini tertuang dalam Alquran sebagai berikut:

    "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini." (QS 9:28)

Segala usaha telah dilakukan agar pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen tidak bisa memasuki tempat-tempat di mana upacara ibadah haji dilakukan, yaitu Mekkah dan sekitarnya agar praktek penyembahan berhala di Ka'bah tidak diketahui oleh orang luar.

Bahkan jika kita berkendaraan mobil menuju ke kota Mekkah, maka sebelum kita memasuki kota tersebut, akan kita lihat adanya tanda penunjuk jalan yang besar di persimpangan jalan yang membagi jalan menjadi dua jurusan yaitu satu arah untuk orang-orang Muslim yang dapat langsung memasuki kota Mekkah dan satu arah lagi bagi orang-orang yang bukan Muslim yang tidak diperkenankan masuk ke kota Mekkah dan harus kembali lagi atau pergi ke arah lain.

Larangan kepada orang-orang yang bukan Muslim ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Arab atau bangsa lainnya yang beragama Yahudi atau yang beragama Kristen. Dengan demikian penganut agama Yahudi maupun penganut agama Kristen yang tentunya mempunyai pemikiran yang sama dengan pemikiran Umar bin Khattab sebagaimana yang disebut dalam Hadits Shahih Bukhari no. 830 dan Hadits Shahih Muslim no. 1222 tidak akan bisa melihat apa yang terjadi dalam upacara ibadah haji ini, sehingga orang luar tidak akan melihat adanya pertentangan antara ajaran Taurat dan Injil yang menyembah Allah yang benar di satu pihak, dan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad di lain pihak, yang kedua-duanya tercakup dalam agama bangsa Arab tersebut.

Kesimpulan

Seandainya Muhammad pada waktu merubah agama bangsa Arab dari agama politheisme menjadi agama monotheisme dengan cara menyingkirkan seluruh patung berhala yang berada di Ka'bah yang jumlah 360 buah itu tanpa meninggalkan satu patung berhala pun, maka kekeliruan penyembahan kepada Allah pasti tidak akan terjadi.

Kalau memang demikian halnya maka bangsa Arab pasti akan menyembah Allah yang benar sebagaimana yang digambarkan dalam Taurat dan Injil yang dituangkan ke dalam Alquran.

Tetapi untuk rukun Islam yang kedua dan keempat, yaitu sholat menghadap berhala Hajar Aswad dan upacara ibadah haji ke Mekkah sama sekali tidak ada unsur Taurat dan Injil di dalamnya.

Agama bangsa Arab ini adalah satu-satunya agama di dunia yang walaupun bersifat monotheisme dan mengkaitkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen ke dalam Alquran, tetapi tetap menyembah batu hitam di Ka'bah yang bernama Hajar Aswad. Sedangkan agama Hindu dan agama Budha adalah agama yang murni menyembah dewa-dewa dalam bentuk berhala-berhala tanpa melibatkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

Dalam teorinya, agama bangsa Arab ini menyembah Allah yang benar sesuai Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen yang telah dituangkan ke dalam Alquran, tetapi dalam prakteknya, karena adanya rukun Islam yang kedua dan kelima, maka ternyata yang disembah dan dicium adalah batu hitam Hajar Aswad yang berada di sudut Ka'bah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat, di manapun mereka berada, harus sujud menyembah ke arah Ka'bah tersebut.

Seyogianya, kekeliruan ini janganlah ditutup-tutupi, karena dengan ditutupnya atau disembunyikannya kekeliruan menyembah Allah tersebut, berarti ikut membantu pengikut agama bangsa Arab ini berjalan ke arah yang keliru. Memang di dalam Alquran surat Al-Araaf (QS 7) ayat 186 dikatakan bahwa "barangsiapa disesatkan Allah maka tidak ada baginya orang yang memberi petunjuk, dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatannya". Karena kita hidup di negara yang berasaskan Pancasila, maka jika diketahui ada orang berjalan ke arah yang keliru tanpa disadarinya dan sama sekali di luar pengetahuannya, maka wajib menasehati dan menuntun orang itu agar berjalan ke arah yang benar.

Pada kenyataannya, sebagian besar pengikut agama bangsa Arab tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa yang disembah dan dipuja bukanlah Allah yang digambarkan sebagaimana yang tertulis dalam Taurat dan Injil, melainkan pada hakikatnya yang mereka sembah adalah Batu Hitam Hajar Aswad.

Penyembahan pada batu Hajar Aswad baru disadari pada waktu pengikut agama bangsa Arab ini melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu pergi ke Ka'bah di Mekkah di mana harus menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Pada saat mencium bahu hitam Hajar Aswad ini barulah orang tersadar bahwa yang dilakukan tidak lain adalah pekerjaan syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan batu hitam tersebut.

Bagi pengikut agama bangsa Arab yang belum melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu melakukan upacara ibadah haji mungkin tidak akan mengetahui tentang praktek perbuatan syirik tersebut.



saya juga masih nyari tahu, ada "konteks" yang mesti dicari.
sepertinya saya punya analogi yang mungkin ngena ... bahwa hajar aswad ibarat bendera pusaka merah putih
saat kita menghormat bendera, dan menyanyikan Indonesia Raya, kita hormati Tanah Air kita, bukan kain benderanya
bendera pusaka disimpan karena nilai "sejarah" nya, bukan karena keramat
kalau bendera dicuri kita marah, bukan karena bendera itu adalah negara kita, tapi karena merupakan "kesayangan" kita
ya, memang nggak akan sama persis, bendera bisa berkibar dan hajar aswad nggak :)

apa nilai sejarah hajar aswad??
hajar aswad adalah batu berhala kaum pagan, apa hebatnya batu itu sampai harus dihormati oleh muhamad?

Hadist Sahih Muslim, Book 030, Number 5654 wrote:Diriwayatkan oleh Jabir Ibnu Samura bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Aku mengenal batu yang biasa aku berikan penghormatan di Mekkah, sebelum aku menjadi nabi dan aku mengenalnya bahkan sampai saat ini.

Bahkan muhamad memanggil batu itu awloh..
Sahih Bukhari 26:697 wrote:Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”


mengenai kesan untung2an ... bukannya kita semua untung2an ? anda juga pasti cuma bisa jawab yang anda tahu,
dan karena bukan kita yang maha tahu, ya kalau bener berarti untung, kalau nggak bener, ya karena memang karena cuma segitu yang kita tahu (bukan karena ngarang sendiri lho).

semoga nyambung dari sedikit yang saya tahu, terimakasih masukannya
C2H5OH (alkohol) - mantan tukang mabok yang berusaha insap :)

lagi-lagi cuma iseng-iseng berhadiah, siapa tahu betul??
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Fri Aug 27, 2010 6:53 pm

wow, panjang amat, bisa tambah tebel nih kacamata :D

Topsy KreeT wrote:apa nilai sejarah hajar aswad??
hajar aswad adalah batu berhala kaum pagan, apa hebatnya batu itu sampai harus dihormati oleh muhamad?

mungkin sedikit berbeda dengan informasi yang mas dapat,
menurut kepercayaan kami, yang meletakkan batu itu di Ka'bah adalah Ibrahim a.s (Ibrahim kita semua, bapak dari agama-agama besar di dunia), dan dia yang pertama kali mempraktekan mencium batu itu. mohon dicatat, mencium ... bukan menunduk/bersujud.
maka dari itu, tanpa hajar aswad pun orang islam tetap shalat menghadap "coordinated point" yaitu ka'bah.

dari yg saya baca, memang pada masa pra-islam, hajar aswad dan ka'bah disalahgunakan menjadi objek penyembahan pagan bersama dengan patung2 dan batu2 lain. maka dari itu patung2 dan batu2 lain dibersihkan, dan di kemudian hari hajar aswad tidak lagi disembah, tapi dicium. apa bedanya mencium dan menyembah ... seperti halnya kita mencium orang yang kita cintai, bukan berarti kita menyembah dia :)

lagi-lagi cuma iseng-iseng berhadiah, siapa tahu betul??

hehehe, mungkin sifat kalimat saya yang sedikit "easy going" menyinggung perasaan agan, mohon maaf
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Fri Aug 27, 2010 7:18 pm

iamthewarlord wrote:anak jaman sekarang tambah pandai, mereka tidak bisa ditipu begitu saja.


hehehe, kita semua cuma bisa belajar mas, mencari tahu sebanyak mungkin ... walaupun jadi sering disumpahin KUALAT :rofl: :rofl: :rofl:
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Fri Aug 27, 2010 8:55 pm

yang meletakkan batu itu di Ka'bah adalah Ibrahim a.s (Ibrahim kita semua, bapak dari agama-agama besar di dunia), dan dia yang pertama kali mempraktekan mencium batu itu.

mana buktinya?.
mohon dicatat, mencium ... bukan menunduk/bersujud.

mencium sambil nenunduk sekaligus ngemeng:
kupenuhi panggilammu, ya awloh
maka dari itu, tanpa
hajar aswad pun orang islam tetap shalat menghadap "coordinated point" yaitu ka'bah.

tetap aja awloh swt=batu
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Fri Aug 27, 2010 9:04 pm

pada masa pra-islam, hajar aswad dan ka'bah disalahgunakan menjadi objek penyembahan pagan bersama dengan patung2 dan batu2 lain. maka dari itu patung2 dan batu2 lain dibersihkan, dan di kemudian hari hajar aswad tidak lagi disembah, tapi dicium.

ingat QS 22:26, awloh swt tidak ingin disekutukan, dia meminta kabah dibersihkan.
PERTANYAANNYA:
mengapa muhamad menghancurkan semua patung kecuali hajar aswad.?
bukankah muhamad menyekutukan awloh swt? ATAU hajar aswadlah awloh itu sendiri?
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Fri Aug 27, 2010 9:11 pm

etanol wrote:apa bedanya mencium dan menyembah ... seperti halnya kita mencium orang yang kita cintai, bukan berarti kita menyembah dia :)lagi-lagi cuma iseng-iseng

apa jadinya kalo ketika mencium batu itu pake ngomong;
"ya awloh, kupenuhi panggilanmu".
jika tidak dapat mencium sang batu, cukup menunjuk ke arah batu dan berteriak;
"awloh hu akbar"
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby abdulraharja » Sat Aug 28, 2010 4:15 am

ayok dong buktikan klo batu itu bukan sembahan, bikin klonengannya.
bendera merah putih pusaka aje boleh di kloneng
abdulraharja
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 528
Joined: Sat Mar 06, 2010 10:59 pm
Location: earth ??

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby C2H5OH » Sat Aug 28, 2010 9:45 am

Topsy KreeT wrote:mana buktinya?.

maksudnya foto ? ya belum ada mas :D
kan sudah ditulis, menurut kepercayaan kami ... dst, bukan menurut kepercayaan mas
kalau mas nggak percaya, ya silahkan saja, monggo
sama halnya dengan ajaran yang mas anut, kalau diterangin ke kami juga pasti banyak yang nggak bisa kami percaya :)

mencium sambil nenunduk sekaligus ngemeng:
kupenuhi panggilammu, ya awloh

owww, mungkin mas lihat dari video tentang haji ya ?
memang biasanya yang di shoot pas tawaf, terutama saat mencium batu, tapi diberi backsound lafal "labaik" ... padahal ucapan "labaik" berhenti sebelum melakukan tawaf.
mencium hajar aswad cuma disunnahkan pada saat tawaf, bukan keseluruhan proses haji/umrah, juga bukan pada saat lain (selepas shalat dsb). batu ini berperan dalam prosesi ibadah hanya dalam kesempatan tertentu, bukan sepanjang waktu.

dan pas mencium hajar aswad dan tawaf, doa/bacaannya juga bukan "labaik" itu mas.
mengenai menunjuk dan mengucapkan "Allahu akbar", analoginya kurang lebih seperti saat kita meghormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya.

btw, beberapa hal yang anda cermati sepertinya adalah miskonsepsi rekan2 kami sendiri
perkenankan saya "buka kartu" mengenai beberapa kesalahan yang sering dilakukan jema'ah haji
http://www.al-islam.agussuwasono.com/ha ... -haji.html

tetap aja awloh swt=batu

tidak ada paksaan atas anda untuk meng-iman-i kepercayaan kami, begitu juga sebaliknya

ayok dong buktikan klo batu itu bukan sembahan, bikin klonengannya.
bendera merah putih pusaka aje boleh di kloneng

mungkin nggak persis clone, tapi kami lazimnya menggambarkan masjid, ka'bah, dan hajar aswad di salah satu titiknya, pada sajadah kami
kl dibuat clone, nanti bisa2 malah dijadikan objek penyembahan :D
C2H5OH
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Aug 22, 2010 11:52 am

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby AntiFanatik » Sat Aug 28, 2010 12:34 pm

Bung etanol,

Jika mayoritas muslim seperti anda, tentu kaum kafir menjadi lebih tenang.
Masalahnya pemikiran seperti anda seperti juga JIL, bukan mainstream. Walau banyak pemikiran Sina yang saya sependapat, saya termasuk yang tidak setuju dengan pemikiran Ali Sina yang "mencurigai" kaum "Islam liberal". Ali Sina hanya khawatir bahwa jika islam dianggap baik dan meluas, tidak menjamin anak cucunya terus mempertahankannya karena ajarannya mengandung kekerasan.

Saya juga tidak menyanggah banyak hal baik dari Muhammad. Tetapi keburukan-keburukan yang melekat sangat berbahaya bagi kemanusiaan. Jarang sekali penganut ekstrim agama lain yang bertindak seperti penganut ekstrim Islam. Mohon direnungkan..

Salam..
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby kukuruyuk » Sat Aug 28, 2010 6:17 pm

@C2H5OH
pertanyaan pentingnya perlu dijawab dulu bro:

Apa sih keistimewaan HA sampai perlu diperlakukan khusus oleh muhamad n pengikutnya? kenapa hanya HA yang dibiarkan dan tidak dihancurkan seperti berhala2 yg lainnya bro? Apa ada sejarah yg bisa ente berikan sebagai informasi tentang hal ini. Kenapa hanya HA yg diistimewakan untuk di tinggalkan bahkan disucikan segala....??? mohon infonya bro
User avatar
kukuruyuk
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 326
Joined: Sun May 16, 2010 1:16 pm
Location: negara kafir

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Sat Aug 28, 2010 7:42 pm

etanol wrote:maksudnya foto ? ya belum ada mas :Dkan sudah ditulis, menurut kepercayaan kami ... dst,

si etanol mau mengada-adakan bukti, makanya dia bilang belum.
jadi apa buktinya abraham mencium-cium hajar aswad swt??
.
kalo orang indonesia sih banyak yg udah cium-cium sang batu hitam.
Pada waktu jalan berkeliling Ka'bah sebanyak 7 kali, maka setiap kali melewati batu hitam Hajar Aswad tersebut, haruslah batu hitam itu dicium atau kalau tidak mungkin, maka disentuh atau dielus.
Last edited by Topsy KreeT on Sat Aug 28, 2010 8:06 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: KAMI TIDAK MENYEMBAH BATU

Postby Topsy KreeT » Sat Aug 28, 2010 7:53 pm

doa/bacaannya juga bukan "labaik" itu mas.

jadi apa yang bacaan saat mencium hajar aswad?
dan apa yang andg bayangkan saat menciumnya?
mengenai menunjuk dan mengucapkan "Allahu akbar", analoginya kurang lebih seperti saat kita meghormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya.

saat berjalan, ada orang menunjuk batu hitam, kemudian dia berteriak: "allahuakbar".
apakah maksudnya sama dengan menghormat bendera?
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2099
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

PreviousNext

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users