



dejavu_yee wrote:http://www.detiknews.com/read/2010/09/12/112908/1439395/10/jemaat-gereja-bekasi-ditusuk-saat-akan-beribadah?991101605
Minggu, 12/09/2010 11:29 WIB
Jemaat Gereja Bekasi Ditusuk Saat Akan Beribadah
Nurvita Indarini - detikNews
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolres Metropolitan Bekasi Komisaris Besar Pol Imam Sugianto. "Ya, seorang jemaat ditusuk saat berada dalam iring-iringan. Sekarang di RS Mitra Keluarga Bekasi," ujarnya.
(vit/ndr)


Quran mengatakan kepada Muslimin agar membunuhi kafir dimanapun mereka ditemui (2:191) dan jangan menjalin persahabatan dengan mereka (3:2)

dejavu_yee wrote:http://www.detiknews.com/read/2010/09/12/112908/1439395/10/jemaat-gereja-bekasi-ditusuk-saat-akan-beribadah?991101605
Minggu, 12/09/2010 11:29 WIB
Jemaat Gereja Bekasi Ditusuk Saat Akan Beribadah
Nurvita Indarini - detikNews
ilustrasi
Bekasi - Ratusan jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, berjalan beriringan menuju tempat ibadah mereka. Tiba-tiba pengendara sepeda motor tidak dikenal mendekati rombongan tersebut dan menusuk salah seorang jemaat.
Peritiwa naas tersebut terjadi pada Minggu (12/9/2010) pukul 09.05 WIB. Korban adalah anggota jemaat bernama Afian Sihombing. Demikian disampaikan oleh saksi mata, Nelson Sitorus, kepada detikcom.
"Sebelum sampai lokasi ada beberapa orang yang naik motor. Saat mereka lewat menyenggolkan kaca spion kepada korban, lalu orang yang diboncengnya menusukkan benda tajam kepada korban," tutur Nelson.
Usai ditusuk, darah keluar dari perut Afian. Dia pun roboh. Sontak, jemaat yang lain berteriak histeris dan sebagian lainnya membopong Afian.
"Ada aparat yang bersiaga di sana, tapi tidak menduga bakal ada penusukan. Aparat itu membawa korban ke RS terdekat Jati Mulya Center. Karena kondisinya parah langsung dirujuk ke Mitra Keluarga," imbuh Nelson.
Menurut dia, Afian dibawa ke RS dengan sepeda motor. Ketika sepeda motor melaju, beberapa orang yang tidak dikenal melemparinya dengan batu dan tanah.
"Ada juga yang dari mereka menggengolkan motor kepada jemaat lain dan menendang jemaat dengan kakinya. Mereka sampai oleng dan terjatuh. Beberapa dari kita ada yang langsung emosional, adu fisik dengan orang-orang yang naik motor itu. Tapi kita suruh mundur orang-orang kita, karena ada orang mereka terus berdatangan," tutur Nelson.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolres Metropolitan Bekasi Komisaris Besar Pol Imam Sugianto. "Ya, seorang jemaat ditusuk saat berada dalam iring-iringan. Sekarang di RS Mitra Keluarga Bekasi," ujarnya.
(vit/ndr)









Sabtu, 11/09/2010 13:23 WIB
SBY Juga Harus Tegas Dalam Kekerasan Beragama di Indonesia
Djoko Tjiptono - detikNews
Jakarta - Reaksi keras Presiden SBY terhadap rencana pembakaran Al Quran dinilai tepat. Sebab hal itu memiliki implikasi global yang berbahaya bagi kehidupan beragama di dunia.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) bidang Luar Negeri, Bara Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (11/9/2010).
"Sebagai pemimpin negara besar, di dunia yang semakin interconnected, tidak salah kalau SBY merasa bertanggung jawab untuk memberikan reaksi terhadap tindakan yang bisa merusak harmony dan perdamaian dunia," kata Bara.
Namun demikian Bara juga mengingatkan SBY hal yang tak kalah penting. Menurut Bara, pemimpin nasional SBY mempunyai kewajiban memerangi intoleransi dan kekerasan agama di rumah sendiri.
"Suatu ironi besar kalau SBY bereaksi keras terhadap rencana tindakan biadab di negara lain tapi tidak berbuat apa-apa kalau terjadi tindakan biadab di negara sendiri," tegas Bara.
Bara menilai, kredibiltas internasional SBY juga akan lebih kuat jika dapat menunjukkan keberhasilan mengatasi masalah kekerasan agama di negara sendiri. Dengan demikian, jika SBY mengambil sikap keras terhadap rencana pembakaran Al Quran, hal itu juga memberikan tanggung jawab kepada dirinya untuk melakukan sesuatu apabila kekerasan berdasarkan agama terjadi di Indonesia.
"Dalam berbagai kesempatam di luar negeri SBY membanggakan harmoni agama di Indonesia. Maka kalau harmoni itu dirusak oleh beberapa kelompok menjadi kewajibannya utk melakukan sesuatu secara konkret," ungkap Bara.
(djo/ndr)






Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional
Users browsing this forum: No registered users