candra_mukti19 wrote:apakah saya masih Islam atau tidak, itu bergantung "menurut siapa?"
saya sendiri sebenarnya tidak menamakan diri saya Islam atau Kristen. bila saya menyebut diri Islam, itu cuma mengikuti kata orang yang menyebut saya begitu. saya menjalankan shalat, berpuasa pada bulan ramadhan serta menunaikan zakat, karena melihat hal-hal bermanfaat dalam semua itu. shalat adalah meditasi dan doa. puasa itu adalah berlatih untuk tidak rakus terhadap makanan dan minuman. zakat adalah bentuk kepedulian terhadap sesama. jika karena itu orang menyebut saya muslim, ya silahkan!
Tapi di dalam islam, saya menempuh tarekat dan menjalani suluk, sehingga saya bisa melihat sorga dan neraka, mengerti makna alQuran yang berbeda dengan kebanyakan kaum muslimin. dan saya menentang ajaran radikalisme Islam. oleh karena itu, sebagian muslim menganggap saya murtad dan kafir. Ya Silahkan!
Tetapi hendaknya orang tau, bahwa sayapun praktisi meditasi samatha-vippasana budhisme. melalui praktik meditasi vippasana saya mencapai level-level yang tinggi. siang hari atau malam hari, saya selalu bermeditasi, mencapai Jhana-jhana, Abdhina dan pencerahan vippasana. Saya selalu membaca Tripitaka dan mengamalkan isinya. Jika karena itu saya disebut buddhis, ya silahkan!
Tetapi hampir seluruh umat Buddhis meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada. mereka menjalani hidup sebagai vegetarian dan menganut ahimaisme. dan mereka menganggap demikianlah yang diajarkan oleh sang Buddha. hal itu saya tentang sepenuhnya. mereka telah berbohong atau dibohongi. bukan sang Buddha yang mengajarkan vegetarianisme, ahismaisme dan ketiadaan Tuhan, melainkan orang-orang munafik yang mengaku Murid sang Buddha. saya nyatakan bahwa seluruh ajaran sang Buddha ditujukan agar umat manusia menuju kepada Tuhan. oleh karena itu, umat buddhis menjadi benci kepada saya dan tidak menyukai saya berada ditengah komunitas mereka. apalagi mengakui saya sebagai buddhis. lalu mereka menuduh saya dengan berbagai tuduhan yang rendah. ya, silahkan!
Bukan hanya Quran yang saya bawa ke mana-mana, tapi kitab suci agama Hindu yang bernama Bagavad Gita pun saya bawa ke mana-mana. ke ladang, ke sungai, ke sawah, ke hutan, k manapun yang pergi, selama saya berada di pesantren dulu, saya selalu membawa Bhagavad Gita untuk menghafalkan isinya. Setelah sebelumnya ada seorang guru spiritual yang menjelaskan makna bhagavad Gita secara mendalam. Melaluinya saya memahami filsafat hidup. dan hidup saya sangat dipengaruhi oleh Gita. di dalam Gita Shri Khrisna berkata, "wahai Pengrurah Satru (Arjuna), Aku terlahir dari zaman ke zaman untuk menegakan kebenaran. Agama apapun di dunia ini, akulah yang mengajarkannya, Atheis sekalipun."
Bagi saya, siapa yang menganali Nya, ia akan mengenal mana ajaran Nya dan mana yang bukan ajaran Nya.
dan kemudian, tanpa saya pilih Yesus Kristus datang kepadaku dengan kasih Nya. Ia mengajarkan cintanya sangat jauh berbeda dengan orang-orang kristen mengajarkan doktrin-doktrinnya. Aku akan belajar kepada Kristus, dan menanyakan kepadanya siapa diantara orang-orang kristen yang sebenar-benarnya pengikut kristus dan siapa yang sebenarnya hanya orang munafik yang mengaku atau merasa pengikut kristus, namun sebenarnya anti kristus. tutuplah segala alkitab dari ku dan buang jauh. yang mulia Yesus Kristus akan mengajarkan ajaran-ajarannya yang mulia padaku.
dan sudah pasti, karena Kristus sendiri yang mengajar mengajariku, maka keyakinanku tidak akan selaras dengan mayoritas kaum kristen. karena itu aku tidak akan disukai oleh orang kristen, justru aku akan dibenci dan dimusuhi. Demikian yang dikatakan Yesus kepadaku, "janganlah kamu takut pada mereka yang akan membenci dan memusuhimu, tapi kasinilah mereka sepenuh hatimu, engkau akan dikasihi sepenuhnya."
Jadi sampai saat ini anda masih mencampur-adukkan semua kepercayaan dan menjadikannya sebagai satu kesatuan?
Wow anda ingin menerima pengajaran langsung dari Yesus dan membuang Alkitab?
Apakah anda tau apa itu Alkitab?
Bahkan penginjil dunia pun masih membaca Alkitab setiap hari karena Alkitab adalah pelita dan penerang.
“FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm 119:105)Jadi apakah anda melawan apa yang tertulis di Alkitab yang adalah Firman Tuhan sendiri?
candra_mukti19 wrote:kepada siapapun kristus datang, ia tidak pernah datang dengan menampakan wajah kecewa kepada umatnya yang berdosa. Ia tidak pernah tampak sebal kepada orang yang belu mau mendengar panggilannya. Yesus tidak pernah mengobral kata indah Cinta dan Kasih, tapi ia memperbuatnya. mulut siapapun bisa mengobral kata, aku pengasih aku penyayang dan tanpa kebencian, tapi sangat berbeda dengan yang dia perbuat, maka siapa yang dapat percaya.
sedangkan Yesus yang menemuiku, ia tidak sepatah katapun mengatakan "aku adalah Tuhan yang penuh kasih, aku adalah putra maryam yang penuh cinta." tidak. dia tidak mengobral kata kasih dan cinta, tapi dia mengasihiku dengan lembut sampai cinta kasihnya itu merasuk ke dalam relung-relung hatiku yang paling dalam, sampai air mataku jatuh bercucuran karena bahagianya hati mendapat cinta kasih yang sebesar dan setulus itu.
seandainya engkau tidak membenci muslim, tentu engkau tidak akan pernah bertengkar dan berdebat dengan muslim. tapi engkau akan dapat membuat muslim jatuh air matanya atas kasih yang kau berikan kepadanya. renungkanlah oleh anda, apa saya berkata salah ataukah berkata benar? atas nama Yesus Kristus, marilah kita jujur terhadap diri kita sendiri!
Yesus sendiri banyak mengajarkan tentang kasih. Salah satunya adalah ini.
Matius
5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Berdebat dengan muslim bukan berarti membenci muslim. Muslim adalah jiwa nya sedangkan yang dinyatakan salah dan harus diberantas adalah pengajarannya yaitu islam. Jangan salah kaprah. Justru karena dengan berdebat lah salah satu cara untuk membuka mata para muslimin agar keluar dari ajaran sesat yang bernama islam.
Ingat, tujuan utama FFI adalah membuka wajah islam yang sesungguhnya dan caranya yaitu dengan berdebat sesuai dengan apa yang terkandung di dalam koran dan hadith, bukan berarti membenci.
candra_mukti19 wrote:kebenaran, bukanlah yang dikatakan orang begini atau begitu. jika mencari kebenaran di dalam kata-kata, maka semuanya adlah serba bukan. oleh karna itu, orang akan dapat menyangkal kebenaran apapun yang dikatakan. Tapi Kristus telah mengajarkan kebenaran padaku tanpa kata-kata. apakah saya mengakui muhammad sebagai nabi terakhir atau tidak, anda belum memahaminya dengan baik, karena anda terjbak di dalam kata-kata.
coba anda pikir, bagaimana saya bisa mengakui muhammad sebagai nabi terakhir bila arti dari "nabi" itu sendiri, saya tidak mengetahuinya?
saya hanya menyebut nabi muhammad itu nabi terakhir dalam rangka "katanya". jadi, kalimat selengkapnya dari kalimat "nabi muhammad adalah nabi terakhir" adalah kalimat "katanya", "kata orang" atau "kata ustadz" atau kata "Quran". bagaimana menurut saya sendiri, "saya tidak tau", saya tidak peduli apakah muhammad itu nabi terakhir atau bukan, itu tidak ada untung ruginya buat saya.
Apakah ini berarti anda tidak mengakui bahwa muhammad adalah nabi anda?
candra_mukti19 wrote:orang yang membuat peraturan "harus meninggalkan islam" itu tampak telah tertanam kebencian di dalam hatinya kepada Islam dan kepada Muhammad. Bagi saya, itu tidak sesuai dngan ajaran Ruhul Qudus. Bagaimana saya dapat ditarik keluar dari Islam, bila saya tidak pernah masuk ke dalamnya? Dengan cara apa anda menilai saya Islam? apakah karena saya shalat? Apakah anda tidak tau kalau Yesus sendiri shalat? Apakah anda tidak tahu bahwa burung-burung juga shalat?
Islam sudah selayaknya dimusnahkan dari muka bumi caranya adalah dengan membuka kedok islam yang sesungguhnya dan supaya terciptanya kedamaian dan toleransi antar umat beragama dan kebebasan dalam menjalankan ibadah agama masing-masing karena terbukti islam adalah agama yang mengajarkan untuk membenci kafir dan bahkan merusak rumah ibadah kafir. Saya rasa anda tidak menutup mata akan hal ini.
Yesus shalat? Burung-burung juga shalat? Hahaha lelucon macam apa ini? Bahkan anda masih mengikuti apa yang mungkin saja tertulis di dalam koran dan hadith bahwa Yesus dan burung-burung sholat
candra_mukti19 wrote:saya tidak menentang kristus. itu mustahil. tapi saya menentang ajaran orang yang telah memanipulasi ajaran kristus. Apakah anda yakin 100 % kalau ajaran yang anda anut sekarang itu merupakan ajaran asli dari Yesus Kristus?
seandainya ada orang yang sama-sama pernah ditemui oleh Kristus secara lansung, kemungkinan besar ia akan faham dan sefaham dengan saya. Ia akan pergi ke geraja untuk mendengarkan khotbah pendeta, tapi ia sesungguhnya lebih memahami kebenaran kristen dari pada pendeta yang mengkhotbahinya tersebut. Tuhan telah memilih sebagian orang diantara umat untuk menjadi duta Nya
Tuhan tidak memilih orang angkuh yang anda sebutkan di atas untuk dipakai sebagai alat-Nya tetapi orang yang rendah hati dan bahkan bukan siapa-siapa. Semakin seseorang memahami ajaran Kristus, maka akan semakin rendah hatilah dia dan tidak menganggap dirinya lebih pintar dari pendeta yang mengkhotbahinya.
candra_mukti19 wrote:dengan cara apa saya berlajar kepada Muhammad, sedangkan Muhammad tidak datang menemui saya?
Terbukti kan bahwa muhammad itu nabi palsu yang tidak berkuasa atas apapun baik di bumi dan di surga, jadi mana mungkin muhammad menemui anda? Bahkan sekarang muhammad sudah bercokol bersama dengan penghuni neraka
candra_mukti19 wrote:itu mungkin karena anda tidak mengetahuinya.
Jangan anda pikir saya tidak mengetahui apa yang ada di dalam koran. Kasih yang ada di islam adalah kasih sesama muslim.
Bagaimana di luar muslim? Yah perangi saja
candra_mukti19 wrote:tentu saja. barang siapa di zaman ini yang mengaku berjumpa dengan Yesus, dan bercakap-cakap dengannya menggunakan bahasa manusia,itu ada dua kemungkinan. kemungkinan pertama, ia tidak begitu memahami apa yang terjadi padanya. kedua, dia berdusta.
untuk berbicara dalam bahasa roh, kita tidak perlu mempelajarinya. tidak ada kamus bahasa roh-bahasa manusia. dengan sendirinya manusia itu akan mengerti bahasa roh, bila dosa-dosa telah terkikis habis oleh kasih.
Nih ayat mengenai bahasa roh.
Kisah Para Rasul 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.Nah saya rasa semua pembaca bisa menilai sendiri. Kalau anda menerima karunia Roh Kudus, anda bertobatlah, hendaklah anda memberi diri anda dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa anda.