. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AntiFanatik » Tue Sep 01, 2009 7:52 pm

Dalam thread diskusi "Adrianus & Duladi: Islam itu benar?" saya menanyakan pada sdr Lindu boleh/tidaknya budak disetubuhi sehub. QS 23:5-6

AntiFanatik wrote:
QS 23:5-6 adalah membolehkan laki2 tidak boleh bersetubuh dengan wanita lain kecuali: a. istri-istri dan b. budak. Kalau hanya terhadap orang yang telah dikawini, mengapa ditulis lagi budak? Apakah dalam islam, istri yang berasal dari budak masih disebut sebagai budak?

Lindu menjawab:
Seperti halnya di ayat 2:221, pengertian budak disini adalah budak yang sudah dikawin/dinikah.
Walaupun sudah dinikah, pada waktu tersebut status budaknya tidak hilang, artinya perempuan itu tetap berstatus budak; kecuali kalau sudah dimerdekakan.

Terus terang jawaban ini membuat saya sangat kaget. Adalah aturan umum bahwa jika seorang lelaki menikahi perempuan maka status si perempuan adalah istri si lelaki. Maka menurut saya dari jawaban Lindu ada 2 yg bisa disimpulkan dari status perempuan pada QS 23:5-6, yaitu:
a. Budak yang merangkap istri
b. Budak yang menjadi legal untuk disetubuhi

Menurut saya keduanya adalah kejahatan kemanusiaan.
a. Budak yang merangkap fungsi sebagai istri adalah sama dengan istri yang bisa disuruh apa saja (diperbudak). Tidak ada keseimbangan antara suami dan istri. Bayangkan istri yang setara dengan budak, mungkin hanya dapat kita lihat dalam sinetron (jangan2 di suruh tidur di luar rumah) dan merupakan perlecehan gender yang luar biasa.
b. Budak yang legal untuk disetubuhi (Ini lebih mendekati maksud dari jawaban sdr Lindu). Dan ini lebih kejam lagi. Seorang budak yang legal disetubuhi tetapi tidak mendapat hak apa2 sebagai istri. Bekerja untuk kebutuhan tuannya dan termasuk untuk kebutuhan sex tuannya.

Saya tidak tahu apakah hal tersebut benar2 jawaban islami atau sdr Lindu tidak mengerti. Oleh karena itu mohon penjelasan muslim lainnya.

Salam..
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby walet » Wed Sep 02, 2009 12:29 am

Apapun itu Quran salah.

Menyebut budak boleh di bla bla in atau budak tidak boleh di bla bla in menunjukkan Quran setuju atas perbudakan.
Perbudakan itu apapun alasannya tidak boleh. Manusia diciptakan Tuhan untuk berkehendak bebas dari manusia lain.

Seharusnya kalau Quran bener, bilangnya perbudakan tidak diperbolehkan, budak harus dibebaskan.

Selain itu Quran menggambarkan pemaksaan kehendak, karena yang ditulis adalah budak boleh di bla bla in tanpa bilang atas persetujuan budak itu.
Apapun yang diperbolehkan tanpa yang diminta mau namanya pemaksaan.

Hal itu semua menunjukkan Quran bukan berasal dari Tuhan tapi dari penguasa.
Dan kita tahu penguasa itu adalah Nabi Muhammad, jadi dari sini terlihat jelas kalau Quran bikinan Nabi Muhammad.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby jayalah.indonesia » Thu Sep 03, 2009 11:38 am

Para muslim, tanggapi dong......
:yawinkle:
jayalah.indonesia
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Wed Apr 30, 2008 10:49 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby calon nabi » Mon Sep 07, 2009 1:54 am

dengan kata lain quran menyetujui/menganjurkan adanya budak seks!!
berati auloh swt itu maha segala kecuali maha perikemanusiaan..karena :
1. auloh menyetujui perbudakan
2. auloh menyetujui sex bebas (tidak setia/gonta-ganti pasangan)
3. auloh menganjurkan budak seks

thread ini membicarakan kemanusiaan, masi berhubungannya dengan :
dahulukan-mana-konsep-ketuhanan-atau-konsep-kemanusiaan-t34756/

peace, love, empathy..

calon nabi
calon nabi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 245
Joined: Tue Aug 18, 2009 9:08 am
Location: Jakarta-Tangerang

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AntiFanatik » Fri Sep 18, 2009 5:22 pm

Dari thread Re: RENUNGAN ISLAM - DULU SEBELUM MURTAD (1/5)
alf seen bilang:
Karena kedudukan Budak yang seperti itulah (seperti barang bagi tuannya) maka oleh Islam dianggap sebagai harta saja layaknya, maka diperbolehkan menidurinya.
Kami menyakini akhlak Nabi sehingga kami yakin bahwa Nabi Muhammad tidak pernah meniduri budak/apalagi memaksanya kecuali setelah dibebaskan dan dinikahi.


Ini pernyataan yg jujur dari seorang muslim. Tapi menurut saya reasonable daripada berkelit yg macam2. Cuma ya itu, tolong pakai nurani lagi utk menilai apakah hal ini dapat diterima atau tidak.
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby Head Fixer » Sat Sep 19, 2009 1:19 am

lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby walet » Sat Sep 19, 2009 4:01 am

Head Fixer wrote:lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?


Makasih pengakuannya kalau Islam itu menyetujui perbudakan.
Urusan lu gak peduli perbudakan gak usah dipikirin.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby Adadeh » Sat Sep 19, 2009 6:04 am

AntiFanatik wrote:Lindu menjawab:
Seperti halnya di ayat 2:221, pengertian budak disini adalah budak yang sudah dikawin/dinikah.
Walaupun sudah dinikah, pada waktu tersebut status budaknya tidak hilang, artinya perempuan itu tetap berstatus budak; kecuali kalau sudah dimerdekakan.

Terus terang jawaban ini membuat saya sangat kaget.

Jawaban Lindu A yang sok tahu tentang hukum budak Islam SALAH BANGET alias NGAWUR LUAR BIASA. Ini udah gw bahas sejak bertahun-tahun yang lalu di sini:
islam-melarang-majikan-menzinahi-budaknya-t6041/page40.html#p80438

Image
Muhammad Ala-ud-din Haskafi, "The Durr-ul-Mukhtar" (Al-Durr al-Mukhtar), halaman 24
kutipan:
A freeman may marry four free women and female slaves, not more, and he may take as many concubines as he wishes from among his female slaves. If a man has four free wives and a thousand concubines and wants to buy another concubine, and a man reproaches him for that, it will be as if that man had comitted unbelief. And if a man wants to take a concubine and his wife says to him, "I will kill myself," he is not prohibited from doing so, because it is a lawful act, but if abstains to save her grief, he will be rewarded, because of the hadith "Whoever sympathizes my community, God will symphatize with him"
Muhammad 'Ala al-Din Haskafi, 17th century - Hanafi jurist
terjemahan:
Seorang Muslim boleh mengawini empat istri wanita² merdeka dan budak² wanita, tidak boleh lebih dari empat, dan dia boleh mengambil gundik/piaraan sebanyak yang dia kehendaki dari antara budak² wanitanya. Jika Muslim yang punya empat istri dan seribu wanita piaraan ingin membeli budak wanita lebih banyak lagi, dan orang lain menegurnya, maka orang yang menegur itu telah melakukan tindakan murtad. Jika Muslim ingin mengambil wanita piaraan dan istrinya mengancamnya, "Aku bakal bunuh diri nih," maka pria itu boleh tetap mengambil wanita piaraan sebab hal itu halal dalam Islam. Tapi jika dia tidak melakukannya karena kasihan akan istrinya, maka dia akan diberi pahala karena ada hadis yang mengatakan "Barang siapa yang berbelas kasihan pada umat Muslim, Allâh akan mengasihaninya pula."

Baca tuh di kalimat pertama: Seorang pria hanya boleh mengawini EMPAT wanita bebas dan budak!! Tidak boleh lebih dari EMPAT!! Tapi lalu pria itu boleh ambil gundik sebanyak-banyaknya yang dia maui!! Jika ada Muslim lain yang menegurnya akan hal ini, maka pria yang menegur itu berlaku seperti orang yang tak percaya (kafir/murtad) = comitted unbelief!! Ini jelas mendukung keterangan dari sini yang menyebutkan:
Seorang pria tidak bisa sekaligus memiliki dan menikahi budak wanita yang sama.
Begitu seorang budak dinikahi Muslim, maka status budaknya hilang dan dia naik pangkat jadi istri. Contohnya pada kasus pernikahan Muhammad dan budak tawanan perangnya yakni Safiyah. Muhammad menikahi Safiyah (di hari yang sama Muhammad menyiksa sampai mati suami baru Safiyah yang bernama Kinanah, dan setelah memancung ayah Safiyah di Medinah) dan status budak Safiyah hilang, Safiyah jadi Muslimah dan istri Muhammad.

Jadi ngeseks sama budak wanita atau tawanan perang wanita HALAL dalam Islam. Silakan baca komik gw Al-Azl:
komik-qur-an-dan-hadis-t34568/#p517203
Image
Image
Image

Segitu udah digambar abis²an, masiiih aja banyak yang pada belon tahu. Gimana niih? :shock:
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby Adadeh » Sat Sep 19, 2009 6:05 am

Head Fixer wrote:lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?

Itu hukum ciptaan Setan Jahanam, yang menghalalkannya adalah pengikut Setan Jahanam, kayak elo itulaaah...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AkuAdalahAing » Sat Sep 19, 2009 7:12 am

Head Fixer wrote:lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?

Adadeh wrote:Itu hukum ciptaan Setan Jahanam, yang menghalalkannya adalah pengikut Setan Jahanam, kayak elo itulaaah...

Bisa terlihat koq oleh sidang pembaca... mana yang pake otak dan mana yang pake otot urat kemaluan doang O:)
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AntiFanatik » Fri Sep 25, 2009 8:40 pm

Ternyata Head Fixer bener juga ya.. Memang sulit membedakan istri, budak dan properti. Ini ada copasnya dari Kompas

Duka Nestapa Perempuan Afganistan

Kompas.com Jumat, 25 September 2009 | 14:02 WIB

KABUL, KOMPAS.com — Mata coklat Shameen nyaris menghilang ketika dia memikirkan satu hari yang ingin dia hapus dari ingatannya, tetapi semuanya masih tampak begitu jelas. Masih dalam kondisi trauma, dia mengisahkan kejadian-kejadian yang membawa dia berada di sebuah rumah perlindungan di Kabul, Afganistan.

Dia diperkosa dan ditikam nyaris tewas oleh suaminya sendiri tujuh hari sebelumnya. Bibirnya gemetar dan sorot matanya penuh ketakutan ketika menceritakan peristiwa itu. "Dia menimpakan badannya pada saya. Saya hanya bisa berteriak," katanya.

Dia dinikahkan (dengan cara dijodohkan) 15 tahun lalu ketika dia masih remaja. Selama itu pula dia disiksa dan dianiaya, setiap hari dia menderita pukulan dengan kabel listrik atau lempengan logam. "Dia mengejar saya dengan palu. Dia berkata, jika saya berisik dia akan menikam saya," kata Shameen tentang perilaku suaminya.

Dia dan suaminya tidak bisa punya anak. Di Afganistan, dalam masalah seperti ini, kesalahan selalu ditimpakan pada perempuan.

Setelah sebuah kasus pemukulan yang parah, Shameen melarikan diri dari rumah menuju pos polisi. Suaminya pun berjanji kepada polisi bahwa dia tidak akan menyerangnya lagi. Maka, Shameen pun mengalah dan setuju untuk kembali ke rumah bersama suaminya.

Beberapa hari di rumah, suaminya mengajak dia melawat ke makam adik perempuan Shameen. Adiknya itu masih berusia 15 tahun dan dibakar hingga tewas karena tidak mampu menyenangkan suaminya.

Shameen mengatakan, adik kecilnya berusia 11 tahun ketika dipaksa menikah dengan seorang laki-laki yang lebih tua. Suaminya terus memukuli dia sampai suatu hari sang suami membunuhnya.

Ketika Shameen berjalan di kuburan bersama suaminya, sang suami membawa dia ke dekat tempat pemujaan. Di situ suaminya memaksa dia rebah ke tanah, menyingkapkan burkak dan memerkosanya. Suaminya mengancam dia dengan sebuah pisau dan bertanya kepadanya, siapa yang akan membantunya sekarang. Shameen berteriak ketika suaminya membacok leher dan tubuhnya.

Beruntung, seorang pelintas menyelamatkannya. Sekarang, dia tidak punya orang lain untuk bersandar, bahkan tidak juga orangtuanya. Di mata mereka, Shameen telah membuat mereka malu, sebuah pelanggaran yang dapat diberi hukum mati.

Di Afganistan, seorang perempuan disalahkan atas ketidakadilan yang dialaminya. Shameen mengatakan, ketika adik perempuannya dibunuh, orangtuanya menutup mata. Dia rindu orangtua dan saudara-saudara kandungnya tapi dia tahu, dia tidak mungkin melihat mereka lagi. "Mereka akan membunuh saya," katanya tanpa berkedip.

Dia sekarang bersembunyi di sebuah rumah perlindungan, terasing, dan sendirian. Seperti kebanyakan perempuan Afganistan, dia kehilangan seluruh harapannya.

Afganistan adalah negeri yang berabad-abad memandang perempuan sebagai properti, tidak dipandang sejajar. Perempuan sering kali dipukul, diperkosa, dan bahkan dijual kepada penawar tertinggi. Hanya ada sedikit tempat bagi perempuan untuk mengadu.

Pemerintah membawa Shameen ke sebuah tempat perlindungan yang dikelola oleh Women for Afghan Women (WAW). Organisasi yang dimulai di New York, Amerika Serikat, itu menyediakan bantuan kemanusiaan bagi perempuan yang tidak tahu bahwa mereka punya hak. Saat ini di rumah perlindungan itu, WAW memberi perhatian, keamanan, dan pendidikan bagi 54 perempuan dan anak-anak.

Berdasarkan data lembaga PBB untuk perempuan (UNDF for Women), sekitar 90 persen perempuan Afganistan menderita kekerasan dalam rumah tangga. Meski demikian, hanya ada kurang dari selusin tempat pernampungan seperti milik WAW itu di Afganistan dan itu biasanya dikelola organisasi non-pemerintah. Para pelaku tindak kekerasan sangat jarang dituntut atau dihukum, dan kebanyakan perempuan pun takut untuk mengatakan apa pun tentang kekerasan yang mereka alami.

"Ibu mereka dipukul oleh ayah mereka. Mereka juga dipukul oleh ayah mereka atau saudara laki-laki mereka. Ini merupakan cara hidup," kata Manizha Naderi, Direktur WAW. Naderi seorang Afganistan-Amerika yang tumbuh di New York dan kembali ke Afganistan untuk bekerja bersama para perempuan lain dengan harapan bisa membawa perubahan bagi negeri itu. Meskipun, ia mengatakan, perubahan itu membutuhkan beberapa generasi.

"Mereka melihat ibu mereka dipukul, mereka melihat saudari mereka, tante mereka, setiap orang," kata Naderi.

Bukan hanya perempuan yang menderita. Hosnia gadis cilik berusia delapan tahun yang murah senyum. Dia senang bermain dengan mainannya dan gadis cilik lain di tempat penampungan itu. Dia mengguncangkan badannya di tikar tempat dia duduk. Guncangan itu menggoyangkan anting-anting plastik hijau yang dipakainya ketika dia berbicara dengan suara merdu yang tertahan.

"Saya punya kesulitan," katanya ketika ditanya apa yang sedang dia lakukan di tempat penampungan itu.

Senyumnya pudar begitu dia mengingat kenyataan yang membuatnya berada di sana. Tiga tahun lalu, sewaktu Hosnia berusia lima tahun, dia diperkosa dan dibiarkan mati di luar rumahnya di utara Afganistan. Ayahnya menemukan tubuhnya yang berlumur darah tengah mengambang di sebuah sungai kecil. Dia menghabiskan waktu sebulan di rumah sakit untuk memulihkan tubuh kecilnya dari serangan brutal tersebut.

Karena cinta dan rasa takut akan hidup putrinya, ayahnya membawa dia ke rumah perlindungan milik WAW itu. Menurut WAW, pemerkosa Hosnia seorang remaja pria dari keluarga kaya. Remaja itu menjalani hukuman hanya sesaat, ia dibebaskan dengan cepat dari penjara karena koneksi suku dan keluarganya. WAW menekan pihak berwajib untuk meninjau kembali kasus itu. Remaja pemerkosa itu kemudian dihukum enam tahun di sebuah penjara remaja di Kabul.

Si pemerkosa telah tiga tahun menjalani hukumannya. Orangtua Hosnia masih takut akan kehidupan putri mereka. Maka, tempat perlindungan itu menjadi rumahnya sekarang, perempuan dan anak-anak di sana menjadi keluarganya. "Kami akan merawat dia hingga dewasa," kata Naderi.

Ayah Hosnia, seorang petani miskin, mengetahui kesempatan bagi putrinya untuk memiliki masa depan di sebuah negeri, di mana korban pemerkosaan justru yang dihukum, adalah jika dia tumbuh di tempat penampungan itu. Tempat itu memiliki lusinan cerita tentang hati yang terluka; itu juga merupakan rumah bagi lusinan perempuan dan gadis-gadis yang punya keberanian untuk hidup di negeri di mana menjadi seorang perempuan adalah salah satu bahaya terbesar.
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby kapal_kertas » Fri Oct 02, 2009 3:58 am

Saudagar islam lagi naksir2 budak sex.

Image
User avatar
kapal_kertas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 543
Joined: Wed Nov 05, 2008 5:39 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby seng-su » Sat Oct 03, 2009 1:06 am

PBB Menyerukan Perang terhadap Perdagangan dan Perbudakan Manusia
http://www.christianpost.co.id/americas ... index.html
Posted: Dec. 04, 2004 00:10:28 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar segala bentuk perbudakan terhadap manusia dihapuskan, karena hal tersebut melanggar nilai-nilai yang ada di dalam Piagam PBB. Semua bentuk perbudakan tersebut adalah hal yang menjijikkan dan harus diberantas, demikian dinyatakan pada tanggal 1 Desember.

PBB menyerukan kepada semua negara untuk meratifikasi dan menerapkan semua perangkatnya dalam masalah perbudakan manusia, termasuk protokoler tambahan Konvensi PBB Melawan Organisasi Kejahatan Antar-Bangsa untuk mencegah, menekan, dan menghukum para pedagang manusia, khususnya perempuan dan anak-anak.

Menurut PBB, negara juga harus menjamin bahwa HAM adalah inti dari strategi program anti-perdagangan manusia. Dan dalam pelaksanaannya, negara harus mengacu kepada "Prinsip dan aturan HAM dan Pedagangan Manusia".

Selain seruan memerangi perbudakan, PBB juga meminta agar semua negara anggotanya menyumbangkan dana ke Dana Perwalian Sukarela PBB untuk Bentuk Perbudakan Masa Kini, atau "UN Voluntary Trust Fund in Contemporary Forms of Slavery", untuk membantu para korban membangun kembali hidupnya.

Tahun 2004 telah ditetapkan sebagai Tahun Penghapusan Perbudakan Internasional. Karenanya, PBB kembali mengajak agar anggotanya menghapus perbudakan di setiap negara dan menjamin bahwa hak serta harga diri manusia di mana pun bisa dihargai.

Ada gak muslim yg mo mendukung usaha PBB?
Kalo muslim mo mendukung usaha PBB memberantas perbudakan, review dulu ajaran mohmed soal ngawinin budak...
User avatar
seng-su
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 825
Joined: Sun Feb 17, 2008 1:51 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AkalSehat » Tue Oct 06, 2009 10:16 am

Head Fixer wrote:lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?

:stun: bisa ya kita beli jiwa?? beli dimana?? cari in donk yang cewe bohai ato cewe umur 6 tahun jg gpp mau beli brapaan yah??? :-& :-& :-&
AkalSehat
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 805
Joined: Wed Sep 02, 2009 1:09 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby calon nabi » Sat Nov 14, 2009 9:59 pm

Head Fixer wrote:lah BUDAK memang sama dgn HARTA ... JIWA nya terbeli ... itu hukum budak di seluruh dunia, loe mau apa ?


yaa memang itu yg dimaksud dengan kejahatan kemanusiaan pada judul thred ini..soalnya perbudakan itu bertentangan dengan HAM..jelas banget itu berarti islam bertentangan dengan HAM karena mengakui perbudakan, bahkan lebih dari itu, budak dipake utk pemuas nafsu birahi tanpa dinikahi atau semacamnya..BUDAK SEX!! gila, p3r3k aja nyewa, bayar cuy!!bejat banget tuhh nabimu, aulohmu dan ajaran mreka..

peace, love, empathy..

si anti perbudakan
Last edited by calon nabi on Mon Nov 16, 2009 6:00 pm, edited 1 time in total.
calon nabi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 245
Joined: Tue Aug 18, 2009 9:08 am
Location: Jakarta-Tangerang

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby iamamuslim » Mon Nov 16, 2009 9:42 am

jaman sekarang udah ga ada budak kali!
**** bgt sih kalian. budak itu jama duluuuuuuuuuu bgt. adanya jaman2 nabi. (pd ga belajar sejarah ya?)
di Islam pahala yg sangaaaaaaaat besar diberikan kpd mereka yg memerdekakan budak. krn sesungguhnya Islam tidak memperbolehkan kasta2/budak2. sedangkan jaman dulu itu jamannya kasta.
dalam Islam istri/wanita justru sangat dimuliakan. hal itu sangat jelas diterangkan oleh Al-Quran. kalian makanya, kalo mau mempelajari Qur'an, yg bener.ayat2 yg ada disini suka dari antah berantah datengnya. dari Qur'an palsu kali ya? yg sekarang lagi gencar2nya beredar di internet, disebar sama orang kafir yg takut sama Islam. dalam Islam, setelah menikah, sang suami harus menafkahi istrinya lahir dan batin. providing food on the table, pendidikan anak dan istri, perhiasan, pakaian, pokonya semuamuanya itu sebenarnya tanggung jawab/kewajiban suami. krn istri sudah devote herself buat sang suami, mengandung, dan menyusui anak. namun, krn kondisi ekonomi, terkadang istri juga harus bekerja. ini pun dilakukannya harus dengan izin suami.
setelah bercerai pun sesungguhnya urusan anak dll masih merupakan kewajiban suami. kecuali kalo ada kesepakattan di antara suami dan istri. ajaran agama Islam mengatur sedemikian rupa. dari mulai pernikahan hingga perceraian. semuanya indah. namun sayang ya, byk orang yg ga bisa ngerti.
iamamuslim
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 9
Joined: Sun Nov 15, 2009 6:34 am

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby a_man » Mon Nov 16, 2009 5:50 pm

@ atas,
Lhah menurut muslim2 arab, TKW adalah budak (gak baca berita ya?)
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AntiFanatik » Mon Nov 16, 2009 5:53 pm

@ iamamuslim,

Kalo nggak diperbolehkan kenapa Muhammad punya budak?
Maaf, rasanya malah anda yang tidak baca bukan hanya sejarah, tetapi perkembangan dunia. Sampai saat ini perbudakan masih banyak bung. Terutama di negara2 Afrika. Bahkan sebagian orang di Arab kemungkinan menganggap PRT sebagai budak makanya boleh diapain aja.
Hati nurani anda menurut saya bekerja, tetapi pengetahuan agak kurang (maaf..). Cobalah keliling di resource center FFI. Tulisan2nya cukup fair dan dapat dipercaya. Kalau menurut anda ganjil, silakan anda membandingkan dengan referensi lain, dan kritik yang menurut anda tidak benar.

Salam..
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby AntiFanatik » Fri Aug 27, 2010 1:06 pm

Oya, silakan baca Quran terjemahan Departemen Agama yang lalu (contohnya edisi tahun 1989).

Disitu ada catatan kaki bahwa yang dimaksud dengan budak adalah budak yang diperoleh dari tawanan perang.
Tidak ada catatan bahwa budak harus dikawini terlebih dahulu agar menjadi halal.

Demikian, mudah2an dapat dimengerti termasuk oleh bung UM..

Salam..
AntiFanatik
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 132
Joined: Thu Aug 20, 2009 7:50 pm

Re: Istri, Budak, dan Kejahatan Kemanusiaan

Postby iluvboy.blogspot » Mon Sep 06, 2010 4:37 pm

Budak tidak hanya didapatkan dalam peperangan tapi budak dalam arti umum, buktinya adalah ayat yg mengartikan budak secara umum adalah ayat makiyah yang lebih dulu turun dari ayat madaniyah yang mengartikan budak sebagai budak yang didapatkan dalam peperangan, kita tahu pada periode turunnya ayat-ayat makiyah blum ada peperangan yg dipimpin oleh muhammad, jadi tidak ada budak yg didapatkan dari peperangan.

Ayat Madaniyah:

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu,anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu'min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau menikahinya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:50)

Ayat Makiyah:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (QS. 23:5)kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS. 23:6) ''
iluvboy.blogspot
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm


Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot], Yahoo [Bot]