. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Isra Miraj Muhammad dan Kitab Enoch.

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Postby abdann » Sat Sep 16, 2006 12:58 pm

Originally posted by Dago
Originally posted by Abdan
Ayat 15/19 menyatakan bahwa Bumi ini diperganda, dilapis unitkan, pada setiapnya tumbuh berbagai tetumbuhan yang memiliki bobot.


[15:19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gununggunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran-.

Menghamparkan berarti, to spread out seperti menghamparkan tikar, selimut, suatu objek berbentuk datar dan luas. Ayat ini membuktikan bahwa menurut Allah/Muhammad bumi itu datar, bukan bulat.


:D

Terjemahan Al Qur’an dalam ayat 19 pada istilah “Madad” berarti Perganda = Make in manifold V. 2/15 3/124 7/202 8/9 13/3 15/19 15/88 17/6 17/20 19/75 19/79 20/131 22/15 dan maksudnya berarti Bumi diperganda dengan kata lain di atas bumi dibangun 7 (tujuh) planet lainnya. “Madad” bukan menjelaskan Bumi dihamparkan.

Originally posted by Abdan
Originally posted by Dago
St. Matthew 12:42
The Queen of the south shall rise up in the judgment with this generation, and shall condemn it: for she came from the uttermost part of the earth to hear the wisdom of Solomon; and behold, a greater than Solomon is here.


Sewaktu Jesus berbicara menyampaikan ayat itu beliau berada di daerah sekitar Palestina di utara Mekkah. Satu-satunya kerajaan yang sesuai dengan apa yang dimaksud oleh ayat itu adalah yang ada di Mekkah diaman ada seorang besar yang dikiaskan denga sitilah “Queen” oleh Jesus yaitu Muhammad yang pernah mengalami Mi’raj kepada bagian Bumi yang paling tinggi yaitu ke planet Muntaha, Bumi paling luar dari tatabintang ini.

Oh tak tahukah kamu bahwa Queen itu seorang RATU bukan Raja atau nabi?
Jadi menurutmu Muhammad adalah transvestite


:D

Oh, tidak mengertikah arti Kiasan? Muhammad dikiaskan oleh Jesus dengan istilah Queen di satu ayat, dengan istilah Prince di lain ayat dan dengan istilah Comforter pada ayat lainnya. Ayat Bible lainnya yang mnegandung pengakuan Jesus atas Mi’raj Muhammad ialah Injil St. Luke 11;31.

Sebagai Queen dimaksudkan sikap dan usahanya dalam mewujudkan peradaban yang semakin tinggi dan sempurna. Sebagai Prince dimaksudkan kebesaran dan kekuasaannya, dan sebagai Comforter menunjukkan ahlak dan kebahagiaan sebagai hasil hukum hidup yang disampaikannya, seperti yang statement Jesus sendiri dalam;

St John
14;16 And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.

14;26 But the Comforter which is the Holy Ghost, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you

16;7 Nevertheless I tell you the truth: It is expedient for you that I go away: for if I go not away, the comforter will not come unto you: but if I depart, I will send him unto you.

16;12 I have yet many things to say unto you but you can not bear them now.

Malah banyak hal yang hendak aku katakan padamu tetapi kamu tidak bisa memahaminya kini.

16;14 He shall glorify me, for he shall receive of mine, and shall show it unto you.
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

Postby curious » Sat Sep 16, 2006 3:04 pm

abdann wrote:"curious" alias anda yang berarti ‘ingin tahu’ tidak cocok, karena ternyata tidak pernah cari tahu bahwa apa yang ditanyakan sebenarnya ada dalam postingan saya sebelumnya dan masih dalam topik ini.
Anda terus saja merengek supaya saya mau meladeni pembahasan soal hadist-hadist yang dikatakan dari Nabi.


anda mati-matian tidak mau mengakui bahwa muhammad pada mulanya memang berkiblat ke Yerusalem karena ingin menarik kaum yahudi untuk ikut islam. walaupun telah diberi bukti dari situs islam sendiri yang mengakui kiblat ke yerusalem sebelum ke mekka, dan juga hadist-hadist sahih seperti berikut ini

Sahih Bukhari
Volume 1, Book 2, Number 39:
Narrated Al-Bara' (bin 'Azib):
When the Prophet came to Medina, he stayed first with his grandfathers or maternal uncles from Ansar. He offered his prayers facing Baitul-Maqdis (Jerusalem) for sixteen or seventeen months, but he wished that he could pray facing the Ka'ba (at Mecca). The first prayer which he offered facing the Ka'ba was the 'Asr prayer in the company of some people. Then one of those who had offered that prayer with him came out and passed by some people in a mosque who were bowing during their prayers (facing Jerusalem). He said addressing them, "By Allah, I testify that I have prayed with Allah's Apostle facing Mecca (Ka'ba).' Hearing that, those people changed their direction towards the Ka'ba immediately. Jews and the people of the scriptures used to be pleased to see the Prophet facing Jerusalem in prayers but when he changed his direction towards the Ka'ba, during the prayers, they disapproved of it.

Al-Bara' added, "Before we changed our direction towards the Ka'ba (Mecca) in prayers, some Muslims had died or had been killed and we did not know what to say about them (regarding their prayers.) Allah then revealed: And Allah would never make your faith (prayers) to be lost (i.e. the prayers of those Muslims were valid).' " (2:143).

http://en.wikipedia.org/wiki/Qibla
History of the qibla
At one point the direction of the qibla was toward Baitul Muqaddas, Jerusalem (and it is therefore called the First of the Two Qiblas), however, this only lasted for seventeen months, after which the qibla became oriented towards the Kaaba in Mecca. According to accounts from Muhammad's companions, the change happened very suddenly during the noon prayer in Medina. Muhammad was leading the prayer when he received a revelation from Allah instructing him to take the Kaaba as the qibla (literally, "turn your face towards the Masjid al Haram"). According to the historical accounts, Muhammad, who had been facing Jerusalem, upon receiving this revelation, immediately turned around to face Mecca, and those praying behind him also did so.

Pada suatu waktu, arah qibla adalah menuju Baitul Muqaddas, Yerusalem (dan karena itu ianya disebut Yang Pertama dari Dua Qibla), namun itu hanya berlangsung selama 17 bulan, setelah itu qibla berarah ke Kaaba di Mekka. Menurut cerita sahabat sahabat muhammad, perumbahan itu terjadi tiba-tiba ketika solat petang hari di Medina. Muhammad sedang memimpin solat ketika dia menerima wahyu dari allah yang memerintahkannya untuk mengambil Kaab sebagai qibla ("palingkan mukamu menghadap Mesjid al Haram"). Menurut sumber sejarah, Muhammad yang telah menghadap Yerusalem, setelah menerima wahyu itu segera berpaling menghadap Mekka, dan mereka yang bersolat di belakangnya ikut juga.

http://islam.about.com/library/weekly/aa071200a.htm
Jerusalem was the first "Qibla" for Muslims - the place toward which Muslims turned in prayer. It was many years into the Islamic mission (16 months after the Hijrah), that Muhammad (peace be upon him) was instructed to change the Qibla from Jerusalem to Mecca (Qur'an 2:142-144). It is reported that the Prophet Muhammad said, "There are only three mosques to which you should embark on a journey: the sacred mosque (Mecca, Saudi Arabia), this mosque of mine (Madinah, Saudi Arabia), and the mosque of Al-Aqsa (Jerusalem)."

terserah lah.... tak ada gunanya berdebat dengan anda jika anda tidak mau menerima kenyataan dan memilih tasfir qur'an dan hadist yang bisa anda mould sesuai keinginan anda.
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby curious » Sat Sep 16, 2006 3:07 pm

abdann wrote:St John
14;16 And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.

14;26 But the Comforter which is the Holy Ghost, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you


ngutip tapi tidak bisa membaca lagi ya bung abdann?
muhammad = holy ghost? sejak kapan muhammad menjadi roh?
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby abdann » Sat Sep 16, 2006 4:36 pm

curious wrote:anda mati-matian tidak mau mengakui bahwa muhammad pada mulanya memang berkiblat ke Yerusalem karena ingin menarik kaum yahudi untuk ikut islam. walaupun telah diberi bukti dari situs islam sendiri yang mengakui kiblat ke yerusalem sebelum ke mekka, dan juga hadist-hadist sahih seperti berikut ini


Maksa ni yee ...
Rupanya tidak ketemu buku ilmu fiqh-nya Om. Ato memang tidak tahu ada buku seperti itu :D

lagipula bacaannya dilengkapi dong, jangan dikorting, ya. :D

Abdann wrote:Dalam Musthalah Hadist diketahui bahwa dulunya hadist Nabi mulai dikumpulkan pada abad ke-2 dan ke-3 H yaitu sesudah 200/300 tahun Nabi meninggal, hingga terkumpul hadist sebanyak 300.000 macam malah ada yang mengatakan 600.000. tetapi setelah diteliti dan dinilai hanya 7.000 saja yang mungkin diterima dan ada pula yang mengatakan 3.00 saja yang shahih, dan itupun tidak dijelaskan siapa yang menjadi anggota penelitinya, kapan bersidangnya dan apa nama buku yang memuat 3.000 hadist sahih itu sebagai hasil penelitian ahlus sunnah wal jama’ah.

Gerak perkembangan islam yang mulanya sampai berpengaruh di bagian daratan Eropa tetapi kemudian menurun sesudah penyebaran hadist yang setengahnya memang disusun untuk melemahkan kekuatan umat muslimin sendiri.

Selama hidupnya Nabi Muhammad dalam bertindak dan berbicara tidak pernah keluar dari hukum-hukum Al Qur’an. Dan sesuai dengan kaidah ilmu fiqh yang belum pernah dikenal oleh anda, bila redaksi hadist ternyata tidak cocok dengan fakta-fakta yang tercantum dalam Al Qur’an maka sudah dapat dipastikan hadist tersebut adalah Palsu atau di palsukan.


curious wrote:terserah lah.... tak ada gunanya berdebat dengan anda


Ada yang patah hati nih .... :P


curious wrote:
abdann wrote:St John
14;16 And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.

14;26 But the Comforter which is the Holy Ghost, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you


ngutip tapi tidak bisa membaca lagi ya bung abdann?
muhammad = holy ghost? sejak kapan muhammad menjadi roh?


Satu lagi dari MAYORA .....
satu lagi yang tidak mengerti apa itu KIASAN. :D :D

Kiasan Om, bukan hiasan lho. :D

Lalu menurut Om Kurus, Holy Ghost dalam St. John itu apa?
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

Postby dago » Sun Sep 17, 2006 1:19 pm

Abdann wrote:Terjemahan Al Qur’an dalam ayat 19 pada istilah “Madad” berarti Perganda = Make in manifold V. 2/15 3/124 7/202 8/9 13/3 15/19 15/88 17/6 17/20 19/75 19/79 20/131 22/15 dan maksudnya berarti Bumi diperganda dengan kata lain di atas bumi dibangun 7 (tujuh) planet lainnya. “Madad” bukan menjelaskan Bumi dihamparkan.
[15:19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gununggunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran-.


Dimanakah logik anda? Apakah kamu lebih pintar dari pada yang menterjemahkan Quran?
Ini terjemahan dalam bahasa Inggris.:
[15:19] And the earth We have spread out (like a carpet); set thereon mountains firm and immovable; and produced therein all kinds of things in due balance.
Menghamparkan berarti, to spread out seperti menghamparkan tikar, selimut, suatu objek berbentuk datar dan luas. Ayat ini membuktikan bahwa menurut Allah/Muhammad bumi itu datar, bukan bulat.
Apakah masuk kamu dengan "make in manifold"
man·i·fold (măn'ə-fōld')
adj. 1. Many and varied; of many kinds; multiple: our manifold failings.
2. Having many features or forms: manifold intelligence.
3. Being such for a variety of reasons: a manifold traitor.
4. Consisting of or operating several devices of one kind at the same time.
n. 1. A whole composed of diverse elements.
2. One of several copies.
3. A pipe or chamber having multiple apertures for making connections.
4. Mathematics. A topological space or surface.
tr.v., -fold·ed, -fold·ing, -folds.
1.To make several copies of, as with carbon paper.
2. To make manifold; multiply.

Kesalahanmu yang lain adalah 7 planet diatas bumi.
Diatas bumi hanya ada satu bulan bukan planet.
Planet2 mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi.
Ternyata anda tak tahu solar system. Dalam solar system kita terdapat 9 planet. Mercury, Venus, Mars, Bumi, Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune dan Pluto. Planet2 ini tidak berada diatas bumi.
Image


Abdann wrote:Oh, tidak mengertikah arti Kiasan? Muhammad dikiaskan oleh Jesus dengan istilah Queen di satu ayat, dengan istilah Prince di lain ayat dan dengan istilah Comforter pada ayat lainnya. Ayat Bible lainnya yang mnegandung pengakuan Jesus atas Mi’raj Muhammad ialah Injil St. Luke 11;31.

Luke 11:31 (English Standard Version)
The queen of the South will rise up at the judgment with the men of this generation and condemn them, for she came from the ends of the earth to hear the wisdom of Solomon, and behold, something greater than Solomon is here.
Ayat Luke11:31, bukalah kiasan/parabel, melainkan mengenai Ratu Sheba dari Ethiopia yang telah mengunjungi raja Israel Solomon.

1Raja-Raja
1 Kings 10
The Queen of Sheba
1. Now when the queen of Sheba heard of the fame of Solomon concerning the name of the LORD, she came to test him with hard questions. 2. She came to Jerusalem with a very great retinue, with camels bearing spices and very much gold and precious stones. And when she came to Solomon, she told him all that was on her mind. 3. And Solomon answered all her questions; there was nothing hidden from the king that he could not explain to her. 4. And when the queen of Sheba had seen all the wisdom of Solomon, the house that he had built, 5. the food of his table, the seating of his officials, and the attendance of his servants, their clothing, his cupbearers, and his burnt offerings that he offered at the house of the LORD, there was no more breath in her.
6. And she said to the king, "The report was true that I heard in my own land of your words and of your wisdom, 7. but I did not believe the reports until I came and my own eyes had seen it. And behold, the half was not told me. Your wisdom and prosperity surpass the report that I heard.
Ratu dari Sheba adalah negara Ethiopia.Dimana pada masa itu daerahnya termasuk Sudan. Daerah ini terletak disebelah selatan Israel. Sedangkan Mekkah adalah terletak disebelah tengara Israel.
.
Abdann wrote:Sebagai Queen dimaksudkan sikap dan usahanya dalam mewujudkan peradaban yang semakin tinggi dan sempurna. Sebagai Prince dimaksudkan kebesaran dan kekuasaannya, dan sebagai Comforter menunjukkan ahlak dan kebahagiaan sebagai hasil hukum hidup yang disampaikannya, seperti yang statement Jesus sendiri dalam;

St John
14;16 And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.

Muhammad bukan Penghibur melainkan penanam terror dihati manusia.
Dia juga sudah mati dan tidak abide with you forever


14;26 But the Comforter which is the Holy Ghost, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you

MUhammad bukan Roh Kudus. Muhammad tidak mengingatkan pengajaran Jesus yaitu kasih , pengampunan dan keselamatan, melainkan dia telah mengubah cerita2 diInjil dan tidak mengakui akan pengorbanan Jesus di kayu salib.

16;7 Nevertheless I tell you the truth: It is expedient for you that I go away: for if I go not away, the comforter will not come unto you: but if I depart, I will send him unto you.

Jesus harus pergi kembali keSurga supaya melaui Roh Kudus dia bisa datang kedalam hati tiap2 Kristen sebagai Penghibur, Pembimbing dan Penolong dalam hidup didunia. Murid2 Jesus menerima Roh Kudus pada hari Pantekost
Acts 2:1-4
The Coming of the Holy Spirit
1. When the day of Pentecost arrived, they were all together in one place. 2. And suddenly there came from heaven a sound like a mighty rushing wind, and it filled the entire house where they were sitting. 3. And divided tongues as of fire appeared to them and rested on each one of them. 4. And they were all filled with the Holy Spirit and began to speak in other tongues as the Spirit gave them utterance.


16;12 I have yet many things to say unto you but you can not bear them now.
Malah banyak hal yang hendak aku katakan padamu tetapi kamu tidak bisa memahaminya kini.

Jesus berkata demikian karena Dia tahu murid2nya tidak akan sanggup menerima/mengerti akan sabda2 Jesus, karena RohKudus belum ada didalam hati mereka. Setelah turunnya RohKudus kepada mereka pada hari Pantekosta, Mereka yang sederhana dan penakut, malah menjadi murid2 yang berani mengabarkan Injil seluruh Israel dan luar Israel.

16;14 He shall glorify me, for he shall receive of mine, and shall show it unto you.

Muhammad tidak mengglorify Jesus, malah bertolak belakan dengan ajaran2 Jesus yaitu Kasih dan pengampunan.
Islam tidak mengajarkan kasih akan sesama manusia.:


[Surah9:5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu630, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan631. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang
.





Holy Gost adalah Roh Kudus atau Roh Tuhan yang ada didalam hati mereka yang telah menerima Jesus sebagai Juru Selamat. Roh Tuhan adalah Comforter atau Penghibur.
Anda sungguh aneh dan memalukan ngasih pendapat cara kampungan. Bacalah kisah ratu Sheba diatas.
Muhammad adalah seorang lelaki bukan perempuan, dia seorang nabi palsu, bukan raja, dia bukan Pemhibur melainkan penanam terror dihati Muslims dan kafir. Kita sudah lihat buah2 Islam yaitu, terrorism, fitnah, benci, iri/shirik dan tukang konspirasi.


Abdann wrote:Satu lagi dari MAYORA .....
satu lagi yang tidak mengerti apa itu KIASAN.

Kiasan Om, bukan hiasan lho.
Lalu menurut Om Kurus, Holy Ghost dalam St. John itu apa?


Holy Ghost adalah Roh Kudus atau Roh Tuhan, Roh Penghibur (Comforter) yang masuk kedalam hati manusia yang telah menerima Jesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Roh Kudus adalah abadi. Dia akan menyertai mereka untuk selamanya.
Sedangkan Muhammad sudah mati sejak 1400 tahun yang lalu.
Anda ternyata hanya ngutip tulisan2 scholar Muslims atau imam. Anda tak punya pendapat sendiri atau belum belajar atau mengerti agama Kristen.

Anda sungguh memalukan.
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby abdann » Mon Sep 18, 2006 1:35 pm

Om Dago, saya tidak berharap anda mau/bisa memahami ayat-ayat semacam ini, karena seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwa ayat-ayat mutasyabihaat (parables) merupakan filsafat ilmu, yang ditujukan dan dapat dipahami oleh para Ilmuwan. :D

Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik. (QS 3/190)

Originally posted by Dago

Abdann wrote:
Terjemahan Al Qur’an dalam ayat 19 pada istilah “Madad” berarti Perganda = Make in manifold V. 2/15 3/124 7/202 8/9 13/3 15/19 15/88 17/6 17/20 19/75 19/79 20/131 22/15 dan maksudnya berarti Bumi diperganda dengan kata lain di atas bumi dibangun 7 (tujuh) planet lainnya. “Madad” bukan menjelaskan Bumi dihamparkan. [15:19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gununggunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran-.

Dimanakah logik anda? Apakah kamu lebih pintar dari pada yang menterjemahkan Quran?
Ini terjemahan dalam bahasa Inggris.:
[15:19] And the earth We have spread out (like a carpet); set thereon mountains firm and immovable; and produced therein all kinds of things in due balance.
Menghamparkan berarti, to spread out seperti menghamparkan tikar, selimut, suatu objek berbentuk datar dan luas. Ayat ini membuktikan bahwa menurut Allah/Muhammad bumi itu datar, bukan bulat.


kata-kata yang tertulis dalam Al Qur’an itu mengandung arti yang sangat luas, bahkan adakalanya satu kata yang sama mempunyai/mengandung beberapa arti yang sama sekali berlainan, maka tidak heran kalau ada tantangan-tantangan yang timbul. Namun demikian untuk mencari sesuatu keterangan yang dikehendaki, Al Qur’an memberikan arti yang sama bagi istilah-istilah yang serupa. Dengan modus seperti ini dapatlah diharapkan orang tidak memasangkan pengertian berbeda-beda bagi sesuatu ayat penjelasan. Akhirnya akan didapatlah pokok dasar berbagai ilmu yang terkandung salam Al Qur’an untuk kesejahteraan sebagai petunjuk serta rahmat bagi umat manusia

Spread out/Rafraf = Hamparan = That being spreed N (like a carpet) ada dalam Al Qur’an 55/76, Abqariiy =berupa permadani = carpet like N 55/76

Originally posted by Dago
Kesalahanmu yang lain adalah 7 planet diatas bumi.
Diatas bumi hanya ada satu bulan bukan planet.
Planet2 berkeliling matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi.
Ternyata anda tak tahu solar system. Dalam solar system kita terdapat 9 planet. Mercury, Venus, Mars, Bumi, Jupiter, Saturn, Uranus, Neptune dan Pluto. Planet2 ini tidak berada diatas bumi.


Kita sedang bicara planet, om. Bukan bulan. :D

Yang menerangkan jumlah Bumi;
DIA-lah yang memperganda Bumi serta menjadikan padanya batang magnet dan siang-siang. Dan dari setiap buah-buahan DIA jadikan padanya berpasang-pasangan … (QS 13/3)

Dan Bumi ini KAMI perganda dia dan KAMI tempatkan padanya batang magnet serta KAMI tumbuhkan padanya dari tiap sesuatu ditentukan bobotnya. (QS 15/19)

Dan Bumi itu KAMI perganda dia dan KAMI jadikan padanya batang magnet, dan KAMI tumbuhkan padanya dari setia berpasangan yang menyenangkan. (QS 50/7)

Dan KAMI bangun di atasmu tujuh (Bumi) yang kuat. (QS 78/12)

Dan ketika Bumi itu diperganda, dan ditempatkan apa-apa padanya dan dia jadi teratur. Dan dia jadi praktis bagi TUHAN-nya dan dijadikan logis. (QS 84/3-5)

Semua yang dimaksud pada ayat-ayat di atas menunjukkan ada tujuh Bumi yang mengorbit di atas garis edar planet Bumi ini. Hal ini diperjelas oleh ALLAH dengan pernyataan bahwa Bumi ini diganda, sedangkan istilah “Ardhu” yang tercantum pada ayat 39/67 adalah isim jamak (noun plural) dibuktikan dengan istilah “jamii’aa” yang berarti “semuanya”.
Planet-planet berotasi dan mengorbit;
Planet-planet berputar di sumbunya masing-masing untuk mengadakan timur dan barat dimana terwujud kutub utara dan selatan untuk pergantian siang dan malam;

Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik. (QS 3/190)

Puja-puji bagi ALLAH yang menciptakan planet-planet dan Bumi serta menjadikan kegelapan dan sinar … (QS 6/1)

Bahwa pada pertantangan malam dan siang serta apa yang ALLAH ciptakan di planet-planet dan Bumi adalah pertanda-pertanda bagi kaum yang insaf. (QS 10/6)

ALLAH membolak-balikkan malam dan siang. Bahwa pada yang demikian ada perbandingan bagi yang luas padangannya. (QS 24/44)

Dan DIA-lah yang menjadikan malam dan siang bertimbal balik (planet-planet) bagi siapa yang ingin memikirkan atau ingin dihargai. (QS 25/62)

Dan engkau lihat gunung-gunung itu diam padahal dia bergerak sebagai gerak awan, bikinan ALLAH yang menyusun tiap sesuatunya, bahwa DIA memberi kabar tentang apa yang kamu lakukan. (QS 27/88)

TUHAN planet-planet dan Bumi serta apa-apa yang diantaranya, dan TUHAN timur-timur. (QS 37/5)

DIA menciptakan planet-planet dan Bumi secara logis. DIA putarkan malam atas siang, dan DIA putarkan siang atas malam, dan DIA edarkan Matahari dan Bulan-bulan. Setiapnya bergerak untuk ajal tertentu. Bukankah DIA mulia pengampun (QS 39/5)

Planet-planet beredar keliling matahari melalui orbit tertentu;
Sekiranya ada tuhan-tuhan pada semuanya (dalam orbitnya). Mahasuci ALLAH TUHAN semesta raya tentang apa yang mereka nyatakan. (QS 21/22)

Sesungguhnya KAMI ciptakan di atasmu tujuh (planet) yang mengorbit, dan tidaklah KAMI lengah tentang ciptaan itu (QS 23/17)

Bahwa ALLAH menahan planet-planet dan Bumi luput (dari garis orbitnya). Dan jika keduanya luput, adakah sesuatu yang akan menahannya selain DIA? Bahwa DIA penyantun pengampun. (QS 35/41)

Kepunyaan-NYA daerah orbit planet-planet dan Bumi, dan orang-orang yang kafir pada ayat-ayat ALLAH, itulah orang-orang yang merugi. (QS 39/63)

Kepunyaan-NYA daerah orbit planet-planet dan Bumi. DIA curahkan rizki bagi siapa yang DIA kehendaki dan DIA tentukan, bahwa DIA mengetahui tiap sesuatu. (QS 42/12)

Berdasarkan Firman ALLAH jelas adanya tujuh planet yang selama ini dikatakan orang “langit” di atas orbit Bumi, semuanya berbentuk sama dengan planet Bumi.
Semua planet berputar di sumbunya masing-masing untuk mengadakan timur-timur dan barat-barat dengan pergantian siang dan malam. Maka para ilmuwan harus mencari posisi planet yang ketujuh. Planet itu pasti ada, karenanya benarlah perhitungan Joseph Brady tentang planet X atau planet yang kesepuluh mengorbit dibalik Pluto.

Banaa = Bangunkan = Build V. 9/110 18/21 26/128 37/97 40/36 50/6 66/11 78/12 79/27 91/5

Tsaraa = daerah orbit = orbited area (of earth around the sun) N. 20/6

Maqaalid = daerah orbit = area of orbit N 39/63 42/12

Manaajil = tempat turun (orbit bulan) = place to come down N. 3/124 23/29

Jabal = Gunung = Mountain N. 2/260 7/143 7/171

Jabal = Gunung-gunung = mountains N. 7/74 11/42 13/31 14/46 15/82 16/81 18/47 20/105 24/43 26/149 27/88 34/10 35/27 38/18 52/10 56/5 69/14 70/9 73/14 77/10 78/7 79/32 81/3 88/19 101/5

Rawasia = batang magnet = magnetic bar N. 13/3 15/19 16/15 21/31 27/61 31/10 41/10 50/7 77/27


Maddad = Diperganda = made in manifold Aj. 84/3

Madad = Perganda = make in manifold V 2/15 3/124 7/202 8/9 13/3 15/19 15/88 17/6 17/20 19/75 19/79 20/131 22/15 23 55 25/45 26/132 27/36 31/27 50/7 52/22 84/3 104/9

Mumidu = yang memperganda = that making in manifold N. 8/9

Mamdaud = yang diperganda = those made in manifold N. 56/30

Namun awalnya Tatasurya ini memiliki 11 planet yang mengorbit keliling matahari sesuai dengan yang dilihat Nabi Yusuf dalam mimpinya (QS 12/4). Mimpi itu bukanlah sekedar cerita tetapi juga mnegandung unsure ilmiah tentang astronomi yang kemudian berguna bagi anak cucu Nabi Yusuf itu sendiri, begitupun bagi siapa saja yang suka memperhatikan.

Genesis 37;9
And he dreamed yet another dream, and told it his brethren, and said, Behold, I have dreamed a dream more and behold, the sun and the moon and the eleven stars made obeisance to me.

Sebelas planet itulah yang dimaksud oleh Nabi Yusuf dalam ucapnnya kepada Israel ayahnya dengan bahasanya sendiri, hanya penerjemah Genesis ke dalam bahasa Inggris yang menyebutkan sebelas bintang didahului dengan definite article THE yang maksudnya sebelas bintang tertentu, tapi tidak mengatakan bintang-bintang yang mana.
Jika Genesis memakaikan istilah sebelas bintang pada mimpi Yusuf itu nampaknya bagai kealpaan kecil tetapi memberikan analisa yang sangat berlawanan.

Seorang Ilmuwan Rusia, Mendelev, mampu menyusun unsure-unsur seusai dengan bobot atomiknya dan sekaligus dibuatkan table sesuai dengan prinsip hukum atom hingga membentuk tangga yang secara bertahap naik.

Mendelev dikejutkan oleh adanya ruang kosong seperti ruang kosong antara Mars dan Jupiter.
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah merkuri dan jaraknya 36 juta mil. Venus pertengahan dan jaraknya 67 juta. Jupiter 484 juta, saturnus 887 juta. Uranus 1872 juta. Neptunus 2792 juta mil. Yang penting, nisbah tentang jumlah-jumlah ini. Bahwa jarak planet-planet yang berjalan ini dari matahari menempuh nisbah-nisbah tertentu dan berurutan yang berjalan sesuai dengan 9 manzilah. Pertama, kosong, kemudian diikuti oleh angka 8 angka yang dimulai dengan angka 3, kemudian secara bertahap berlipatganda seperti (3-6-12-24-48-96-192-384).

Jika masing-masing ditambah dengan angka (4) kemudian hasil semuanya dikalikan dengan 9 juta mil, maka jelaslah jarak planet yang berjalan yang ada pada manzilah jumlah dari matahari, yaitu, dengan menambahkan (4) kepada masing-masing manzilah maka kesembilan manzilah itu menjadi 4-7-10-16-28-52-100-196-388). Jika jumlah manzilah-manzilah ini diambil dan masing-masing dikalikan dengan 9 juta, maka bisa tahu jarak planet yang berjalan menempati manzilah itu dari matahari.

Akan tetapi pada manzilah jumlah 28 tidak ditemukan planet-planet, bahkan setelah jumlah 16 yang ditempati Mars adalah jumlah (angka) 52 yang ditempati oleh Jupiter. Apa rahasia kosong ini? Mungkin nisbah yang mereka temukan tidak berlaku. Mungkin ada planet yang tidak terlihat pada posisi angka 28 dalam jarak 252 juta mil dari matahari, yakni antara Mars dan Jupiter. Akhirnya mereka bisa menemukan sesuatu yang harus ada ini. Yang mereka temukan bukanlah sebuah planet besar, akan tetapi justru sejumlah planet kecil yang kesemuanya berjalan mengelilingi ruang kosong yang ada antara Mars dan Jupiter. Artinya, pada manzilah yang tadinya mereka sangka kosong. Ia bagaikan planet yang hancur.
Dua informasi ini satu sama lain saling mengisi, dan hal ini telah sinyalir oleh Al Qur’an.

Sewaktu terjadi transit planet-planet yang ketika itu masih empuk, belum memadat, atau ketika beberapa planet berada dalm satu garis lurus terhadap matahari yang dikitari, planet-planet yang kebetulan berada di tengah jadi pecah disebabkan pembesaran radiasi dari Matahari. Yang paling parah adalah Planetoids hingga menjadi butiran-butiran kecil, juga Mars yang sampai kini masih sering ditimpa pembesaran radiasi matahari karena garis orbitnya langsung berada di bawah orbit Jupiter yang besar. Demikian pula Pluto yang mengorbit di bawah Muntaha. Pluto pada awalnya bermasaa lebih besar daripada Jupiter, saturnus, Uranus, atau Neptunus sebanding dengan semakin jauhnya dari matahari, tetapi terpecah menjadi planet kecil, dan hal ini membuktikan adanya planet Muntaha yang lebih besar mengorbit di atasnya.
Orang dapat memahami bahwa antara matahari dan planet berlaku hubungan kukuh melalui magnet, maka semisalnya Mars berada antara Matahari dan Jupiter, tentulah Mars mendapat kelebihan tenaga magnet dari matahari dan hal ini dinamakan pembesaran radiasi yang dulunya sempat memecah Mars jadi planet kecil.
Demikian pula berlaku pada beberapa planet lain, lalu ALLAH menyatakan penciptaan-NYA atas Tatasurya ini berlangsung 2 hari atau 2.000 tahun lalau ada yang terpecah (QS 41/12 dan 33/72), kemudian diselesaikan ALLAH selama 4 hari atau 4.000 tahun hingga dikatakan 6 hari atau 6.000 tahun (QS 41/9, 11/7, dan 32/5). Sesudah menjalani masa penciptaan enam ribu tahun itu, terwujudlah planet-planet kukuh dengan kecepatan rotasi dan orbit yang direncanakan ALLAH, sampai kini tidak ada lagi yang terpecah. Semuanya sudah kuat kukuh disebut “syadiidaa” (QS 78/12)
Pecahan-pecahan planet tadi tertarik jatuh ke arah Matahari dan ke permukaan bulan-bulan dan planet-planet lain dinamakan orang dengan “meteor”.

St. John 3;12
If I told you earthly things, and ye believe not, how shall ye believe, if I tell you of heavenly things?

Originally posted by Dago
Luke 11:31 (English Standard Version)
The queen of the South will rise up at the judgment with the men of this generation and condemn them, for she came from the ends of the earth to hear the wisdom of Solomon, and behold, something greater than Solomon is here.
Ayat Luke11:31, bukalah kiasan/parabel, melainkan mengenai Ratu Sheba dari Ethiopia yang telah mengunjungi raja Israel Solomon.

Ratu dari Sheba adalah negara Ethiopia.Dimana pada masa itu daerahnya termasuk Sudan. Daerah ini terletak disebelah selatan Israel. Sedangkan Mekkah adalah terletak disebelah tengara Israel.


Originally posted by Abdann
St. Matthew 12:42
The Queen of the south shall rise up in the judgment with this generation, and shall condemn it: for she came from the uttermost part of the earth to hear the wisdom of Solomon; and behold, a greater than Solomon is here.


Ayat Bible di atas saya kutip dari Bible yang disahkan Raja Inggris pada A.D. 1611 terbitan The British and Foreign Bible Society London. Itulah Bible tertua umurnya walaupun tidak dengan bahasa aslinya. Satu harapan dari Bible ini ialah bahwa itu belum diperbaiki semenjak 360 tahun dimana belum ada perubahan/sisipan redaksinya.

Originally posted by Dago
Holy Gost adalah Roh Kudus atau Roh Tuhan yang ada didalam hati mereka yang telah menerima Jesus sebagai Juru Selamat. Roh Tuhan adalah Comforter atau Penghibur.

Anda ternyata hanya ngutip tulisan2 scholar Muslims atau imam. Anda tak punya pendapat sendiri atau belum belajar atau mengerti agama Kristen.

Anda sungguh memalukan


Scholar Muslim baru saya dengar sekarang dari anda sendiri. Yang saya tahu cuma acara sarjana gratis di TV7 dan MetroTV. :D

Ajaran agama yang Universal adalah ajaran yang dapat dipahami (logis) oleh seluruh manusia, tidak sekedar pemahaman yang dipaksakan dengan dalih orang tidak mengerti iman Kristiani maka yang disalahkan orang lain.
Lagipula kalau Jesus mengajarkan Kasih kenapa tidak ada perlihatkan dalam sikap anda di sini, kalau anda bersikap mencaci, menghina orang yang dimuliakan oleh golongan lain apakah sikap seperti itu tidak lebih baik dibandingkan Teroris!
Di dunia Maya anda bisa bersikap seperti itu, tetapi di dunia nyata bahkan akibat ucapan seorang Paus atas pernyataan mengenai JIHAD, harus membuat Vatikan meminta maaf kepada Dunia Muslim Internasional.

Bible tidak memakai bahasa aslinya maka sulit membedakan antara kalimat yang mnegandung pengertian asli dengan kalimat tambahan sebagai komentar dari penyusun, begitupun dari kalimat saduran yang bertujuan pengalihan pandangan oleh penyusun kepada suatu aliran tertentu hingga kalimat itu mengandung pengertian yang berbeda dari aslinya.

Kalimat saduran untuk oengalihan pandangan hingga timbul pengertian lain dari wahyu yang disampaikan Nabi Isa Almasih. Kalimat saduran ini dapat ditentukan dengan cara membandingkan maksud wahyu dari seluruh yang terkandung dalam Bible.

14;26 But the Comforter which is the Holy Ghost, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you

Tetapi juru selamat itu yang sebenarnya Ruh Suci, yang father akan mengutusnya atas namaku, dia akan mengajarmu semua benda untuk peringatan bagimu, apa juga yang aku telah katakan padamu.

Comforter tersebut yang akan diutus oleh Tuhan atas permohonan Jesus sendiri hanya menyampaikan wahyu Allah. Nabi Muhammad lah yang memperbaiki pengertian dunia tentang persoalan dosa, kebenaran dan pengadilan. Jesus menamakan dirinya Comforter yang sesudah perginya akan lahir Comforter yang lain dan akan tinggal selamanya diantara masyarakat.

Tentang dosa bahwa Almasih tidaklah mengampuni dosa orang lainnya, setiap diri bertanggung jawab atas perbuatan sendiri dan setiap orang harus dibalas menurut amalnya masing-masing. Lagipula masalah penebusan dosa ini adalah saduran dari agama-agama pra ilmiah Persia, yaitu Zarathustra dan Mithra yang berpaham trinitas pula. Kemudian oleh Paulus diadaptasikan dalam ajarannya sesuai kebangsaannya yang banyak dewa-dewa dalam penebusan dosa bagi keselamatan dunia.

Berdasarkan catatan sejarah pada tahun 325 A.D. oleh Caesar Constantin telah dikumpulkan sebanyak 50 buah/maca, catatan tentang Injil yang telah dicampur oleh interpretasi penulisnya beserta sejumlah surat catatan berharga mengenai kenabian Isa Almasih. Semua itu kemudian disahkan untuk empat macam Injil yang boleh diajarkan, masing-masing;
1. The Gospel According to St. Matthew 28 fasal 38 halaman
2. The Gospel According to St. Mark 24 fasal 41 halaman
3. The Gospel According to St. Luke 16 fasal 24 halaman
4. The Gospel According to St. John 21 fasal 31 halaman

Walaupun keempatnya mengandung prinsip yang sama tetapi berbeda pada fasal dan ayat antara masing-masingnya, dimana hal ini sebenarnya menyulitkan bagi orang yang hendak mencari sesuatu pengertian yang tepat, malah hakekatnya pada hal itu pulalah terletaknya ilmu dan rencana ALLAH agar manusia kelak hanya menjuruskan pandangan dan perhatian kepada Al Qur’an semata yang disamping isinya khusus firman suci tanpa campuran dan tanpa perbaikan juga mengandung pokok-pokok dasar pemikiran logis.

Orang yang berpikir logislah yang hanya dapat menggambarkan nasib dirinya yang sedang menjalani hidup berujung dengan resiko konkrit sebagai balasan dari setiap nilai tindakannya zahir bathin di dunia kini.

Ad Dahr 3;
Sungguh KAMI telah memberikan jalan (petunjuk) kepadanya. Silakan, apakah ia mau bersyukur atau Kafir.
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

Postby dago » Tue Sep 19, 2006 7:25 am

urayan anda yang mengreflect logika Muslims benar2 memalukan.
contohnya:

Namun awalnya Tatasurya ini memiliki 11 planet yang mengorbit keliling matahari sesuai dengan yang dilihat Nabi Yusuf dalam mimpinya (QS 12/4). Mimpi itu bukanlah sekedar cerita tetapi juga mnegandung unsure ilmiah tentang astronomi yang kemudian berguna bagi anak cucu Nabi Yusuf itu sendiri, begitupun bagi siapa saja yang suka memperhatikan.

Genesis 37;9
And he dreamed yet another dream, and told it his brethren, and said, Behold, I have dreamed a dream more and behold, the sun and the moon and the eleven stars made obeisance to me.

Sebelas planet itulah yang dimaksud oleh Nabi Yusuf dalam ucapnnya kepada Israel ayahnya dengan bahasanya sendiri, hanya penerjemah Genesis ke dalam bahasa Inggris yang menyebutkan sebelas bintang didahului dengan definite article THE yang maksudnya sebelas bintang tertentu, tapi tidak mengatakan bintang-bintang yang mana.
Jika Genesis memakaikan istilah sebelas bintang pada mimpi Yusuf itu nampaknya bagai kealpaan kecil tetapi memberikan analisa yang sangat berlawanan.



Genesis 37:9-10.
Then he dreamed another dream and told it to his brothers and said, "Behold, I have dreamed another dream. Behold, the sun, the moon, and eleven stars were bowing down to me." 10. But when he told it to his father and to his brothers, his father rebuked him and said to him, "What is this dream that you have dreamed? Shall I and your mother and your brothers indeed come to bow ourselves to the ground before you?"


Kalau anda sudah baca Injil maka anda akan tahu bahwa ayat2 tersebut adalah mimpi Jusuf akan masa depannya seperti nubuat.
Matahari dan Bulan adalah simbol Ayah dan ibunya. Dan kesebelas bintang (karena terlihat dari bumi kecil) adalah kesebelas saudara2nya.
Nabi Jacob mempunyai 12 anak2 laki2.
Terpenuhnya impian itu terjadi pada waktu Jusuf diangkat menjadi tangan kanannya Pharao setelah dia mengungkapkan impian Pharao mengenai bencana kering yang akan datang menimpa kerajaan Egypt.
Pada waktu itu kesebelas saudara2nya terpaksa pergi keMesir untuk membeli gandum karena daerah kanaan juga sedang ditimpa musim kering.
Disitulah kesebelah saudara2nya menundukkan kepalanya kepada Jusuf sebagai penguasa kedua kerajaan Pharao Egypt. Saudara2 tak mengira bahwa dia adalah adiknya yang mereka telah jual kepada suku keturunan Ismael (Ishmaelites).

Terpenuhnya impian Yusuf:
Genesis 42:1-9
Joseph's Brothers Go to Egypt
1. When Jacob learned that there was grain for sale in Egypt, he said to his sons, "Why do you look at one another?" 2. And he said, "Behold, I have heard that there is grain for sale in Egypt. Go down and buy grain for us there, that we may live and not die." 3. So ten of Joseph's brothers went down to buy grain in Egypt. 4. But Jacob did not send Benjamin, Joseph's brother, with his brothers, for he feared that harm might happen to him. 5. Thus the sons of Israel came to buy among the others who came, for the famine was in the land of Canaan.

6. Now Joseph was governor over the land. He was the one who sold to all the people of the land. And Joseph's brothers came and bowed themselves before him with their faces to the ground. 7. Joseph saw his brothers and recognized them, but he treated them like strangers and spoke roughly to them. "Where do you come from?" he said. They said, "From the land of Canaan, to buy food." 8. And Joseph recognized his brothers, but they did not recognize him. 9And Joseph remembered the dreams that he had dreamed of them. And he said to them, "You are spies; you have come to see the nakedness of the land."


So sdr abdann. The Bible itu tidaklah seperti Quran. The Bible mostly tertulis seperti sejarah, jadi tiap ayat2nya adalah saling berhubungan.
Jadi kalau mau mengartikan suatu ayat haruslah dibaca keseluruhan ceritanya.
Quran itu adalah kumpulan ayat2 perkataan Muhammad yang mana ayat2nya kebanyakan berdiri sendiri. Tak ada hubungannya dengan ayat sebelum dan sesudahnya.
Lagipulan susunan ayat quran sangat aca2kan(unchronological) itulah sebabnya tiap pelajar(scholar) Muslims bisa seenaknya menterjemahkan ayat tersebut kalau tidak dibantu Hadis.

OK 11 bintang dalam mimpi Jusuf adalah simbol saudara2nya. Bukan planet. Jumlah planet dalam solar system kita adalah 9 baik dulu maupun sekarang.

mengenai Quran:
http://www.faithfreedom.org/Articles/SK ... vinity.htm
http://www.answering-islam.de/Main//Quran/Contra/
http://www.prophetofdoom.net/
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby Namaku » Tue Sep 19, 2006 8:13 am

7 benda langit = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn,Matahari,Bulan

Kenapa langit diterjemahkan menjadi planet-planet??????
Namaku
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 88
Joined: Thu Jul 20, 2006 4:17 am

Postby luv_nice » Tue Sep 19, 2006 8:26 am

Namaku wrote:7 benda langit = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn,Matahari,Bulan

Kenapa langit diterjemahkan menjadi planet-planet??????


Waduh..ini sepele, menggelikan, OOT, tp perlu dijawab juga biar dia puas.
Yg disartikan planet tuh bukan langitnya..tp "benda langit". :)
luv_nice
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 695
Joined: Tue Aug 15, 2006 11:08 am

Postby Namaku » Tue Sep 19, 2006 9:00 am

Berarti tujuh = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn,Matahari,Bulan

begitu...????
Namaku
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 88
Joined: Thu Jul 20, 2006 4:17 am

Postby dago » Tue Sep 19, 2006 9:13 am

Namaku wrote:7 benda langit = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn,Matahari,Bulan

Kenapa langit diterjemahkan menjadi planet-planet??????


Koreksi, anda lupa planet Neptune, Uranus, pluto dan beberapa bulan berkeliling pada planet.
Bumi hanya punya satu bulan.
Mars punya 2 bulan.
Jupiter punya 63 satelites/moons
Saturn punya 49 moons
Uranus punya 27 moons
Neptune punya 13 moons
Kemudian ada kumpulan asteroid yang terbesar adalah ceres.
Asteriod2 inilah yang apabila nyasar ke bumi dalam betuk meteor akan terlihat seperti shouting star. Yang Muhammad interpertasikan sebagai rudal/missiles :lol: :lol:


وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

[67:5] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.


Sdr abdann menafisrkan lagit sebagai planet adalah untuk meng-justify ayat Quran adanya 7 langit. karena dalam kenyataan tak ada 7 langit.
Walaupun dia menginterpertasi 7 langit adalah 7 planet, tetap dari kenyataan benda disekitar solar system kita ther dapat lebih dari 7 planet2
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby Namaku » Tue Sep 19, 2006 10:27 am

Maksudku jaman dulu kan klo gak salah ada istilah 7 benda langit.
Yaitu Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn, Matahari, Bulan.

Jadi bisa saja kan 7benda langit = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn, Matahari, Bulan.
Namaku
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 88
Joined: Thu Jul 20, 2006 4:17 am

Postby dago » Tue Sep 19, 2006 11:01 am

Dari mulanya(jaman dulu sampai sekarang benda2 dilangit tak berubah.
Coba lihat ke angkasa pada malam hari, hitunglah berapa benda2 dilangit?
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby abdann » Tue Sep 19, 2006 11:51 am

Originally posted by Dago
Sdr abdann menafisrkan lagit sebagai planet adalah untuk meng-justify ayat Quran adanya 7 langit. karena dalam kenyataan tak ada 7 langit.
Walaupun dia menginterpertasi 7 langit adalah 7 planet, tetap dari kenyataan benda disekitar solar system kita ther dapat lebih dari 7 planet2


Belum mempan juga ato bebal! (maaf Om, tapi boleh tersinggung, kok. :D ) kalo dibilang ayat-ayat seperti ini konsumsi ilmuwan kalo mau jadi komentator, saya sarankan jadi komentator bola saja… dijamin seru!

Anda tidak bisa menyanggah argumen orang lain, lantas memberi PR baru.

Originally posted by Dago
67:5] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.


Sebenarnya ini di former.nomind sudah saya jawab dan Nomind manggut-manggut alias mengerti, tetapi karena forum itu sudah tamat riwayatnya akan saya jawab kembali, tapi time out, Om. Saya harus ngetik baru nih stay tune ….

Originally posted by Dago
Koreksi, anda lupa planet Neptune, Uranus, pluto dan beberapa bulan berkeliling pada planet.
Bumi hanya punya satu bulan.
Mars punya 2 bulan.
Jupiter punya 63 satelites/moons
Saturn punya 49 moons
Uranus punya 27 moons
Neptune punya 13 moons
Kemudian ada kumpulan asteroid yang terbesar adalah ceres.
Asteriod2 inilah yang apabila nyasar ke bumi dalam betuk meteor akan terlihat seperti shouting star. Yang Muhammad interpertasikan sebagai rudal/missiles


Trim’s info-nya. Nah kalo anda bersikap seperti ini, kan jadi manis diskusi bisa di lanjuuut …… :D

Dalam daerah tatasurya ini memang hanya Bumi saja yang memiliki satu-satunya Bulan. Ini kelak akan berguna untuk Navigasi penerbangan antar planet. Karena untuk menentukan waktu dan penanggalan tidak mungkin dipakai standar planet lain yang memiliki bulan lebih dari satu.
Omongan saya ini tidak terlalu berbau astronomis, khan. Mudah-mudahan Om Dago mengerti maksud saya. :D :D

Originally posted by Dago
So sdr abdann. The Bible itu tidaklah seperti Quran. The Bible mostly tertulis seperti sejarah, jadi tiap ayat2nya adalah saling berhubungan.
Jadi kalau mau mengartikan suatu ayat haruslah dibaca keseluruhan ceritanya.
Quran itu adalah kumpulan ayat2 perkataan Muhammad yang mana ayat2nya kebanyakan berdiri sendiri. Tak ada hubungannya dengan ayat sebelum dan sesudahnya.
Lagipulan susunan ayat quran sangat aca2kan(unchronological) itulah sebabnya tiap pelajar(scholar) Muslims bisa seenaknya menterjemahkan ayat tersebut kalau tidak dibantu Hadis.


Sdr. Dago, Al Qur’an bukan Novel ato buku sejarah, yang bisa dibaca secara kronologis seperti Bible yang memang disusun oleh orang. :D
Al Qur’an adalah Al Furqon (Beda), yaitu pembeda dengan kitab-kitab lain yang merupakan susunan manusia.

Metoda Al Qur’an adalah hirarki bimbingan dan tuntunan hidup untuk seluruh manusia.

So, anda lihat. Tanpa hadis bisa saya peroleh hikmahnya, apa sebabnya. Karena Al Qur’an itu merupakan Petunjuk (Hudan). Petunjuk dalam Al Qur’an itu terdiri 2 macam, yaitu yg Muhkamat dan Mutasyabihat.
Muhkamat (tekstual) bisa dibaca maksudnyan sesuai redaksinya. Tetapi yang Mutasyabihat ini diulang-ulang dalam ayat-ayat yang lain dalam Al Qur’an itu sendiri dan ditujukan/dipahami oleh Ulama (Ilmuwan/scientist). Jadi, kalo Om Dago, sebagai komentator Bola, bicara Astronomi … ya, Jaka Sembung bawa Golok … :D :D

Originally posted by Dago
urayan anda yang mengreflect logika Muslims benar2 memalukan.

Kalau anda sudah baca Injil maka anda akan tahu bahwa ayat2 tersebut adalah mimpi Jusuf akan masa depannya seperti nubuat.
Matahari dan Bulan adalah simbol Ayah dan ibunya. Dan kesebelas bintang (karena terlihat dari bumi kecil) adalah kesebelas saudara2nya.


Bisa jadi anda benar, karena yang anda kutip adalah Injil versi yang anda suka. Jadi, orang Kristen boleh pake Injil mana saja, pokoknya yang cocok dengan selera masing-masing. ,
Anda terus bicara memalukan dan memalukan. Ini namanya “Maling teriak Maling”, Om, kalo kata orang mah. :D


Originally posted by Luv_Nice
Originally posted by Namaku

7 benda langit = Mercury, Venus, Mars, Jupiter,Saturn,Matahari,Bulan

Kenapa langit diterjemahkan menjadi planet-planet??????


Waduh..ini sepele, menggelikan, OOT, tp perlu dijawab juga biar dia puas.
Yg disartikan planet tuh bukan langitnya..tp "benda langit".


Benar Om, Luv. Dan tolong kasih tahu Sdr. Namaku, sebelum ngasih komentar, suruh pengenalan lingkungan dulu … :D
Masih banyak rupanya yang sulit membedakan Planet dengan Bulan ato dengan matahari. :D :D

Originally posted by Dago
Dari mulanya(jaman dulu sampai sekarang benda2 dilangit tak berubah.
Coba lihat ke angkasa pada malam hari, hitunglah berapa benda2 dilangit?


Untuk menghitung jumlah benda-benda langit seperti ini orang membutuhkan beberapa abad? Jupiter th?, Saturnus tahun? Pluto th? Makanya jangan heran kalo orang baru tahu di daerah tatasurya ini baru tahu ada 9 planet. …

Jadi, kalo anda mau tunggu orang menemukan planet yang ke-10, tunggu aja … mungkin malah sudah keburu almarhum … :D
Last edited by abdann on Tue Sep 19, 2006 12:11 pm, edited 1 time in total.
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

Postby gen x » Tue Sep 19, 2006 12:05 pm

Ilmu astronomi/kosmologi sudah berkembang pesat. Namun para ilmuwan dunia masih belum menguak beberapa misteri alam semesta dari sudut kosmologi, diantaranya:
-where does matter come from? – yg mempertanyakan asal usul bahan pembentukan alam semesta dan juga mempertanyakan ‘hilangnya’ antimateri.
-Is time travel possible ? – yg mempertanyakan apakah kita bisa menjelajah ke masa lalu dan masa depan
-Where is the missing matter ? – seharusnya ada lebih banyak massa universe dibandingkan dengan apa yg telah diketahui selama ini
-An etternity of bubbles ? – adanya false vacuum yang menyebabkan proses kejadian semesta ini tak ada akhirnya ?
-An inhabited universe ? – apakah ada makhluk hidup di alam galaksi ?
-Is there theory of everythng ? – adakah teori yg bisa menggabung teori relativitas dan teori quantum ?
-What is the future of cosmology ? – kemanakah arah perkembangan ilmu kosmologi ?


http://www.pbs.org/wnet/hawking/mysteries/html/myst.html


Selain pemahaman universe yg dikembangkan oleh para ilmuwan, gw juga punya pemahaman ttg alam semesta yg gw dapet dr Quran. Menurut gw, ‘teori astronomi’ Quran terbagi tiga:

1.Lapisan-lapisan alam semesta
2.Proses pembentukan Langit dan Bumi
3.Perjalanan awal-akhir alam semesta



Teori Lapisan Alam Semesta mempunyai beberapa dalil :


-Alam semesta terdiri dari 2 bagian utama ; yaitu Samawati yg diterjemahkan sebagai Langit, dan Ard yg diterjemahkan sbg Bumi.

16:3. Dia menciptakan langit (samawati) dan bumi (ard) dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.


-Samawati terdiri dari tujuh lapisan. Lapisan langit yg paling dekat (sama ad dunya) ‘dihiasi’ bintang-bintang. Gw bacanya Ard berada dilapisan bagian dalam dan Samawati dilapisan bagian luar. Lapisan Samawati paling dekat dengan Ard dihiasi bintang. Artinya bintang-bintang tidak termasuk samawati, tetapi termasuk Ard

41:12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit (samawatin) dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit (sama’in) urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat (sama ad dunya) dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

37:6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat (sama’ ad dunya) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,




-Ard sendiri juga punya ‘langit’ yg disebut Sama’. Lapisan atmosfir bumi tempat awan-awan menurunkan hujan disebut Sama’. Antariksa yg terdiri dari bintang-bintang juga disebut Sama’. Karena Sama’ itu langitnya Ard, maka alam galaksi yg terdiri dari bintang-bintang & planet-planet, termasuk matahari, bumi dan bulan, adalah bagian dari Ard

24:43. Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit (sama’), (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

25:61. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit (sama’) gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.



-Ard itu juga berlapis-lapis. Gw membacanya bahwa alam galaksi ini juga berlapis-lapis (tujuh lapis?)

65:12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit (samawaatin) dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.


-Lapisan terluar alam semesta yg bersentuhan langsung dengan Allah adalah arasy. Diluar arasy adalah Dzat Allah sehingga arasy dianalogikan sebagai ‘tempat bersemayam’ Allah

10:3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?


-Dibawah arasy adalah air

11:7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

-Air dan Arasy berada di lapisan luar samawati, karena malaikat menjunjung arasy, dan malaikat hidup di samawati

53:26. Dan berapa banyaknya malaikat di langit (samawati), syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai (Nya).

69:17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas mereka.



Kesimpulan gw ttg lapisan alam semesta adalah;
Gw ngebayangin dimensi alam semesta ini seperti ‘balon’ yg di dalamnya berlapis-lapis
Lapisan paling dalam adalah Ard (kerajaan bumi).
Kerajaan bumi terdiri dari beberapa (tujuh?) sub lapisan.
Lapisan berikutnya adalah Samawati (kerajaan langit)
Kerajaan langit terdiri dari tujuh sub lapisan
Diluar langit adalah lapisan air
Yang paling luar adalah lapisan arasy
‘Diluar’ arasy adalah ‘Dzat’ Allah


Riak (ripples) pada struktur microwave background radiation yg ditemukan ilmuwan pd April 1992, menurut gw baru merupakan sub lapisan pertama dari Ard. So, penjelajahan manusia masih jauh untuk mencapai batas antara Ard dan Samawati, yaitu di Sama ad dunya (langit terdekat), apalagi melihat ketujuh lapis Samawati atau lapisan air dan arasy.

Gw ngebayangin, kalau ilmuwan sudah bisa merekayasa dark matter, baru bisa mengeksplorasi lapisan-lapisan Ard. Lalu kalau ilmuwan sudah bisa merekayasa anti-matter, baru bisa mengeksplorasi lapisan-lapisan Samawati.

55:33-34. Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
gen x
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 27
Joined: Wed Sep 06, 2006 11:02 am
Location: tokyo

Postby Athan » Tue Sep 19, 2006 12:55 pm

A Letter to Pope Benedict About Evolution

R. Sungenis: The following is a letter written by Hugh Miller, member of the Kolbe Center for the Study of Creation (of which I am on the advisory board), to His Holiness, Pope Benedict XVI, in hopes of providing scientific information to the Vatican about the evidence against Evolution and the evidence for Creationism. This information is vital considering Cardinal Poupard’s recent endorsement of the Evolutionary theory, and his implicit rejection of the Intelligent Design arguments. Patrons, please take note of the overwhelming scientific against Evolution by our distinguished scientist and field excavator of fossils and other significant digs, Hugh Miller.

November 6, 2005

Your Holiness:

SUBJECT: Evidences for creation ex nihilo and against evolution of life from non-life for PAS meeting Nov. 13.

It has come to our attention that the Pontifical Academy of Sciences (PAS) will be reviewing the theory of biological evolution of life from non-life beginning November 13, 2005. This review will be in light of the church’s 2000 year support of scripture and the recent discussion of the Intelligent Design (I.D.) theory by such Catholics as Dr. Behe, professor of molecular biology. But I.D. proponents do not mention the age question which is critical to the gospels.

In 1984 I sent to you evidence for the contemporaneous existence of dinosaur and man based on their “pristine" footprints excavated together in alleged 108 million year old Cretaceous strata. You forwarded these reports to the PAS (see letter from them). Copies of this report are also being sent to Christopher Cardinal Schonborn and the PAS. The material sent to you this day challenges the long ages attributed to evolutionary theory and the geologic column and is just the tip of the ice burg. These items includes:

(1) An update on fossil human footprints that confirm the discoveries from the early 1970’s -1980’s including photos.

(2) Evidence that the billions of years needed for evolution to be a viable theory simply do not exist due to anomalous radiometric ages for historical magma flows [See report: “Monumental failures for long age radiometric dating methods"].

(3) Confirmation by carbon dating of fossil wood, dinosaur bones and amber that the long ages obtained by radiometric dating methods such as Potassium/Argon etc. are NOT a measure of time as the science of mineralogy suggests.

(4) And most condemning of all are the experiments performed in laboratories in France and the United States and the sedimentary flume studies at Colorado State University. (See reports from Russia, France and China).

(5) For a quick one page review of the evidence for creation and against evolution please view the enclosed “fact sheet".

(6) To be enclosed in another mailing will be a list of challenging questions about origins which the PAS scientists need to examine closely over the next year before making a careful pronouncement. Needless to say the church and its advisors, the PAS, should always give the benefit of the doubt to our Lord’s Word as suggested by the church fathers and the Magisterium. Science changes but God’s Word does not.

All polls show that a majority of Americans perceive that the God of the scriptures created life and the universe by divine fiat in six literal days as the Magisterium has always taught with regards origins. Most Americans believe that an Intelligent Designer created the universe and all life forms; we did not arrive here by any form of evolution of life from non-life. A recent CNN/USA Today/Gallup poll asked Americans what they believe about evolution or creation. The poll found that 53 percent say God created humans in their present form the way the Bible describes it, essentially endorsing a strict creationist explanation. Twelve percent endorse the strict evolutionary perspective — that humans evolved from other species, but without any divine intervention. Thirty-one percent choose the modified perspective, believing human beings evolved from other species, but with God guiding the process. That closely matches the perspective commonly known as “intelligent design".

If these numbers are accurate, why on earth is evolution still the only theory being taught in our Catholic schools?! How is the Catholic Church to remain faithful to our Lord’s Word and His Blessed Mother if it strays from truth? We pray that His science will help the PAS and His Church move away from the hypothesis of biological evolution.-The billions of years required for it to happen are just not there.

Sincerely,

Hugh Miller, BS chemistry and Bob Bennett, PhD. physics

PS: The fact that AMS radiocarbon dating laboratories continually find C-14 in diamond, amber, dinosaur bones and fossil wood; and, short half-life polonium halos in granite rocks attest vigorously to the young age of the earth and the need to drop biological evolution as a viable theory. [See Fact Sheet and web sites]


--------------------------------------------------------------------------------


FACT SHEET ON DINOSAURS AND THE GEOLOGIC COLUMN
(It’s a young Earth after all - In agreement with scripture.)

Many qualified scientists and research groups have examined the evidence for supposed dinosaur extinction and have concluded:

The 65,000,000 year time frame between man and dinosaur has been falsified.
The hundreds of millions of years for sediments to form strata that one sees in road cuts likewise do not exist. Cataclysmic hydraulic forces would have deposited various kinds of sedimentary mud rapidly rather than at a slow rate of centimeters/thousands of years.
The extinction of most dinosaurs could have been caused by one world-wide cataclysm only thousands of years ago. Many scientists, in peer reviewed papers, have agreed on the following sequential events or scientific paradigm the basics of which agrees with Genesis.
Creation of the earth, universe, and all life forms <10,000 years ago in situ, as opposed to formation of the universe, earth and life from non-life over billions of years.
A world-wide flood followed a few thousand years later as noted in scriptures.
2000 to 3000 ft. thick glaciers lasting ~ 600 years formed due to the flood after effects.
Regional disasters occurred as glaciers melted rapidly thus giving rise to cave dwellers.
Human repopulation of earth resumed after the flood inc concert with the population equation. The evolutionary paradigm fails to agree with both scripture and science.

EVIDENCE FOR A PARTIAL DINOSAUR EXTINCTION ONLY THOUSANDS OF YEARS AGO AND THEIR REPOPULATION OF THE EARTH WITH MANKIND
C-14 dates for dinosaur bones are similar to dates for mammoths, mastodons and diamonds.
C-14 dates for carbonized wood found in the same strata with dinosaur and human prints.
Pictographs and petroglyphs of dinosaurs on canyon and cave walls world-wide.
Pristine human and mammalian footprints in same rock strata with dinosaurs including large cat-like saber tooth tiger in TX, USA.
Hundreds of Inca burial stones in Peru depicting dinosaurs with man ~ 500 BC.
Hundreds of clay figurines in Mexico depicting different dinosaurs, also ~ 500 BC.
The more mobile dinosaurs [some w/ collagen and soft tissue] are in solid rock or clay matrices. Much less mobile creatures like bottom ocean dwellers are in lowest rocks.
[See the pictorial essay with this packet and web sites for some of the above evidences]


EVIDENCE FOR A THOUSAND TIMES SHORTER TIME-FRAME FOR SEDIMENTARY ROCK AND CLAY FORMATION IN THE GEOLOGIC COLUMN
French and Russian Academy of Sciences have peer reviewed technical papers that show sediments , fauna and flora were not deposited as a function of time but rather due to rapid paleohydraulic activities and sorting by particle size and density of material.
The above lab and flume studies destroys the assumed principles of sedimentology (Stenno, 17th century) that the top strata are always younger than the ones below.
Fossilized trees world wide that penetrate coal seams etc., indicating rapid burial.
Mount St. Helens volcanic eruption of 1980 produced a miniature Grand Canyon during catastrophic mud flows; when dry, laminations gave appearance of thousands of years in age. K/Ar radiometric dating of Mt. St. Helens lava dome gave anomalous ages up to 3 million years, as it has for other historical lava flows. (See enclosed paper)
Long age radiometric dating methods (K/Ar etc.) are NOT a measure of time.
[See peer reviewed papers that accompanying this packet]

SUMMARY: From the discovery of Polonium halos [www.halos.com] with half lives of seconds and minutes in the granite rocks to the presence of >100 asteroid/comet impaction sites in the sedimentary layers of the earth [as well as on all planets and their moons] it is obvious the earth was created in-situ and has since undergone a major cataclysmic event as noted by Jesus and his apostles and to which all the church fathers agree. Human population statistics support a recent repopulation of the earth.

WEB SITES:
www.icr.org
www.answersingenesis.org,
www.worldbydesign.org,
www.kolbecenter.org,
www.creationevidence.org,
www.halos.com,
www.earthage.org
www.mtblanco.com,
www.creationtruth.org,
www.geology.ref.ac/berthault/.


MONUMENTAL FAILURES FOR RADIOMETRIC DATING
Scientists in past decades have pointed out major failures of the K/Ar method to date volcanic materials. Old ages ranging from several hundred thousand to several million and even 2.96 billion years have been obtained for historical volcanic eruptions from:

Mt. St Helens lava dome of 1986, from 0.3 to 2.7 million, 3 samples (Austin, 1996).
Mt. Ngauruhoe, Central North Island, New Zealand of 1949, 1954 and 1975, from <0.27 to 3.5 million, 11 samples (Snelling, 1999); and
1800-1801 Hawaiian magma at 1.41 and 1.60 million (Austin, 1994) (Dalrymple, 1968); xenolyths within the magma gave a wide variety of ages up to 2.96 billion years for Hawaii (Funkhouser, 1968).
Regarding the anomalous dates for volcanic minerals a European mineral professional, Dr. Marie Clare Van Oosterwych, worked in the Belgian Congo and then in the Belgian Museum of Natural History laboratory is well qualified to define the problems. She advised research leadership as early as 1975 that the ages obtained by K/Ar for our alleged African ancestors were ‘not’ absolute ages and were meaningless.

As she wrote:


“I am a professional mineralogist, specialized in silicates, having essentially worked on African material. I was requested at that time (~1975) by a world-famous geochronologist to give my advice about the origin of the anomalous ages which are so frequently found in geochronological works. My answer was very simple: Since the radioactive elements are imprisoned in definite crystal lattices, they were likely influenced by factors evidenced in crystal genesis and alteration which were essentially:
temperature
solutions, ‘hydrothermal conditions’
chemical composition and
granulometry

the same kind of elements being evidenced for the samples delivering anomalous ages. In addition, if the heaps of data collected during the numerous interdisciplinary missions to Africa and more specifically East Africa, completely failed in evidencing the expected “emergence process" (of man), they brought, on the other hand, impressive evidences about the occurrence of a Big Flood which had covered the whole Earth at a time not far from the present one (Van Oosterwich, 1995)."

Thus, because the variability within crystals, due to the above factors, is common knowledge among mineralogists she offered to demonstrate her case by laboratory experiments. However, she not only was refused permission to do so, she also lost her rights to perform research in the lab and actually was required to turn in her lab key.

Another researcher, sedimentologist Guy Berthault of France, has shown by flask and flume studies (Berthault, 1988, 1995, 2002, 2002, 2004 and Julien et.al., 1993) that sediments in moving waters deposit simultaneously in a vertical and horizontal manner.

As Julien concluded:


“In summary these experiments demonstrate that stratification of heterogeneous sand mixtures can result from: segregation for lamination, non-uniform flow for graded beds, and desiccation for joints. Therefore superposed strata are not necessarily identified to successive sedimentary layers (Julien et. al. 1993 p. 659)"

Likewise fossils in a top stratum could have been older than ones in a lower stratum due to sediment and fossil sorting.

Field work substantiates the lab research. This has been shown by coring in the Bay of Naples (Walther, 1894); in a Colorado flood catastrophe (McKee, 1965); by paleohydraulic studies of the Grand Canyon (Austin, 1999); the Crimean Peninsula (Lalomov, 2002), and the laminar strata of the Mt. St. Helens mudslides (Austin, 1994). Andrew Snelling in an article in AIG’s web site entitled, “Sedimentation Experiments: Nature finally catches up" has observed that Nature magazine published two articles (Fineberg, 1997) (Makse et al., 1997) that reported the same sedimentology phenomena but did not acknowledge the much earlier research of Guy Berthault and Julien published in the Bulletin Societe Geologie and by Creation Ex Nihilo Technical Journal.

Scientists who suspect catastrophic events as the cause of many geologic formations have studied the evidences in many regions and basins and have presented their data in CRSQ, ICC and other journals which conflict with uniformitarian geology and/or K/Ar data.

Currently, several Paleochronology Group members are reviewing Radiocarbon Journal reports in preparation for several articles in CRSQ regarding their own RC dating of unusual fossils. We were thus surprised to discover that there were additional anomalous K/Ar dates for catastrophes in Australia and Hawaii; we learned that these researchers, associated with the Smithsonian Institute, Washington D.C. and the U.S. Geologic Survey respectively, did not allow themselves to be misled by so-called “absolute ages". They resorted to intense field geology (stratigraphy) of australite (tektite) occurrences and RC dating (in one case) to obtain more realistic dates. The K/Ar ages obviously made no sense to the Australian and Hawaiian teams, so these geologists backed by prestigious science organizations were careful not to rely on such a method. [These are scientists who believe in Intelligent Design who discovered human-like footprints with dinosaur footprints and have RC dated dinosaur bone fragments and carbonized wood when materials for K/Ar dating were unavailable in the strata (Morris 1980) (Fields 1990) (Baugh, Wilson 1991). They obtained RC ages of 12,800; 37,480 +2950/-2140; 37,420 +6120 -3430; 45,920 +/-5550/-3250 and >49,900 RC years which makes good sense for fossils from the flood period. This represents a real age of ~5350 BP (years before the present), Brown 1992].

The first case in point appeared in a Radiocarbon Journal; it came from the study of tektites in Victoria, Australia [Lake Torrens and Lake Eyre regions] called australites (J. F. Lovering, B. Mason 1970). The K/Ar dates for tektites ranged from 700,000 B.P. to 860,000 years BP. The K/Ar dating of tektites from Indonesia, Thailand, Indochina and Philippines agreed. Fission-track dating ranged from 30,000 to 800,000 BP and was interpreted as consistent with K/Ar ages. Younger ages for fission tracks were ascribed to partial annealing of fission tracks by reheating on the earth’s surface. Team members RC dated charcoal and calcareous nodules as they were found with australites (Gill, 1965). Their conclusion with regards the RC dates and field study was as follows:


“Although RC ages were inconsistent, field work on geology of australite occurrences favored the ‘younger’ C-14 age of charcoal believed associated with australites, as well as geologic evidence, indicated age between last glacial and 6000-7000 BP (Radiocarbon, 1970, p. 9). RC ages of calcareous nodules from soil horizon in which australites were found, scatter around 13,000 +/- 3000 BP (Radiocarbon, 1970, p. 11)."

Thus the tektites fell between 6,000 and ~13,000 RC years BP. Based on the formula for correlating RC dates to real dates, the projected actual dates were ~ 4,600-5,100 years BP, or shortly after the Deluge. The flood year in the formula is designated as 5,350 years BP (Brown, 1986, 1992). It is interesting to note that K/Ar direct dating of tektites from cores in the Chesapeake Bay Impact gave 35.5 million years (Spencer, Oard, 2004); had carbon datable material such as wood or shell fragments been RC dated from the cores they might have discovered a much more believable age.

A second case was in Hawaii (Moore, Moore, 1984). It was in a report entitled, “Deposit from a giant wave on the island of Lanai, Hawaii.” K/Ar dates for Basalt of 1.25 million years on Lanai Island and 0.4 million years on other Hawaiian islands containing similar conglomerates as the Hulopoe Gravel on Lanai [limestone boulders with gravel] were determined. But, by geological studies of the strata the deposits of limestone boulders with gravel were determined to have been deposited at the height of 326 meters (1,069 feet) above sea level by a ‘giant wave’ only 100,000 years Before the Present (BP). This date is nowhere near the alleged age of the K/Ar dates of 0.4-1.25 million years for nearby basalt. It’s unfortunate that they chose not, or could not, RC date some of the shells or other fossil material associated with the conglomerates; had they done so they might have come closer to the real age. Thus without RC dating, and just having an uniformitarian paradigm to work with, these scientists still detected by stratigraphy a much younger age than K/Ar provided for basalt..

In analyzing the cause of such a ‘gigantic wave’ the authors suggest:


“Because of the great run-up of the wave, it was probably not a seismic sea wave (like the tsunami that hit Indonesia etc. on December 26, 2004) caused by a subsea earthquake. Run-up of the highest recorded tsunami reached only 17 meters (56 feet) above sea level in Pololu Valley on the Island of Hawaii in 1946 (McDonald, 1947)”.

Accordingly the authors believe the cause of such a high wave of 326 meters (1,069 feet) could have been the following:


“Either the impact of a meteorite on the sea surface or a shallow submarine volcanic explosion could have generated the Hulopoe wave. We believe, however, that a more likely explanation is a rapid down slope movement of subsea landslide on the Hawaiian Ridge, which is among the steepest and highest landforms on earth The occurrence of several major subsea landslides of various ages, possibly triggered by local earthquakes, indicates that the Hawaiian Ridge is a site of repeated slope failure (Moore, 1964). An even higher wave resulted when a landslide in a confined fjord in Alaska in 1958 produced a run-up of 524 meters (1,718 feet), the highest on record (Miller, 1960) [Moore, Moore, 1984, p. 1314].

A Mt. St. Helens mud slide in 1980 caused Spirit Lake waters to surge upwards and stripped the trees right off slopes as high as 850 feet (Austin, 1986).

The wave heights for these short term catastrophic watery events must pale into insignificance when compared to the cataclysm noted in Genesis 7:11-12,


“In the six hundredth year of Noah’s life, on the seventeenth day of the second month, on that very day all the fountains of the great deep burst forth, and the floodgates of the heavens were opened. 12. And rain fell on the earth forty days and forty nights.”(Douay Rheims Bible)

These single watery events with their huge waves moved boulders and broke up rock and knocked down trees but the great flood deposited sediments many thousands of feet thick in the earth’s basins with the cataclysm lasting many months.


Conclusions and recommendations:
Geologic events dated to millions of years by methods such as K/Are are in reality thousands of years old. Australites may have been part of a post flood event that could have included an asteroid impact that tilted the earth. (Setterfield, 1983).
Uniformitarian stratigraphy dating used in the above two cases are still inaccurate. This is cause for concern with regards a true understanding of historical geology.
The formula for correlating RC dates with real ages (Brown, 1992) appears to give a more reasonable age for arrival of the tektites.
There is now sufficient documented failures for the K/Ar radiometric dating method to suggest that when both basalt and burnt or carbonized wood are available, it makes good sense to K/Ar (and Ar/Ar as well) date the basalt and RC date the fossils. Such data will build a very strong case against old age radiometric methods as the two dates would be quite divergent. We thus encourage scientists to look for RC datable fossils associated with regional geologic events, then correlate these dates with the Brown formula.
If the ‘giant wave’ was a post-flood event associated with the infall of australites near Australia there could be several other causes:
Asteroid impaction (Setterfield, 1983).
Uplift of a large mountain mass like the Himalayas (Marchel, 1996, 1997
Asteroid and uplifts occurring simultaneously. But we probably will never know much more than we know now unless someone recovers RC datable fossils on the slopes of Lanai Island and in the same horizon with/or below the Hulopoe Gravel.
The uniformitarianists in their determination to show that K/Ar dating supports human evolution and millions of years for sedimentary deposition deceived the world and themselves by refusing to perform proposed lab experiments in 1975.
There is a need for a ‘grand unification study’ (summary paper perhaps) of all regional basins so far restudied by scientists to see how each fits into the big picture of a universal flood and post flood geologic events. It is very clear that sedimentology research by lab and flume experiments, by observations in the field and C-14 dating of fossils have demonstrated that the sedimentary principles on which the geologic column is based appears to have little value to true science.
It has been suggested that RC dating is a friend of creation and I agree 100% (Humphreys, 2004). There thus appears to be a need for much more research by radiocarbon dating of fossils. The theory behind the method of radiocarbon dating suffers from questionable assumptions as does all radiometric dating.
H. Miller, for the Paleochronology Group, Box 2613, Columbus OH 43216

I am indebted to several Paleo Group members for suggesting improvements to this letter report and several Kolbe Center advisory board members for their encouragement in this endeavor.
Athan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1061
Joined: Mon Jul 03, 2006 10:40 am

Postby dago » Wed Sep 20, 2006 12:39 am

abdann wrote:Belum mempan juga ato bebal! (maaf Om, tapi boleh tersinggung, kok. :D ) kalo dibilang ayat-ayat seperti ini konsumsi ilmuwan kalo mau jadi komentator, saya sarankan jadi komentator bola saja… dijamin seru!

Anda tidak bisa menyanggah argumen orang lain, lantas memberi PR baru.


Kamulah yang bebal dan illogical. sudah nyata tak ada 7 langit dan ada lebih dari 7 planet, toch kamu berkeras kepala.
Inilah akibat ajaran Islam yang membuatmu hidup dan berpikir di parralell universe. (dunia chayalan)

Sebenarnya ini di former.nomind sudah saya jawab dan Nomind manggut-manggut alias mengerti, tetapi karena forum itu sudah tamat riwayatnya akan saya jawab kembali, tapi time out, Om. Saya harus ngetik baru nih stay tune ….


Bayangkan saja Muhammad melihat dilangit waktu malam dan melihat shooting stars. Wah dia pasti mengira bahwa itu adalah missile syatan/jinns.
Bagaimana kamu tahu Nomind manggut2 emangnya kamu bisa lihat muka Nomind.

Ah Muslims sungguh memalukan.

Trim’s info-nya. Nah kalo anda bersikap seperti ini, kan jadi manis diskusi bisa di lanjuuut …… :D

Dalam daerah tatasurya ini memang hanya Bumi saja yang memiliki satu-satunya Bulan. Ini kelak akan berguna untuk Navigasi penerbangan antar planet. Karena untuk menentukan waktu dan penanggalan tidak mungkin dipakai standar planet lain yang memiliki bulan lebih dari satu.
Omongan saya ini tidak terlalu berbau astronomis, khan. Mudah-mudahan Om Dago mengerti maksud saya. :D :D


What are you babling about?
Ngoceh lagi, tidakah kamu sadar the banyaknya benda2 di solar system kita, membuktikan urayanmu seperti urayan anak2 keluaran madrasah.

Sdr. Dago, Al Qur’an bukan Novel ato buku sejarah, yang bisa dibaca secara kronologis seperti Bible yang memang disusun oleh orang. :D
Al Qur’an adalah Al Furqon (Beda), yaitu pembeda dengan kitab-kitab lain yang merupakan susunan manusia.

Metoda Al Qur’an adalah hirarki bimbingan dan tuntunan hidup untuk seluruh manusia.


Memang Al Quran bukan ditulis secara teratur bersifat sejarah. Al Quran adalah ucapan/ngigau Muhammad yang dihafalkan oleh pengikut2nya.
dan baru disusun dalam bentuk Quran 25 tahun setelah Muhammad wafat,
atas instruksi khalifah Uthman
Makanya susunannya tidak chronological.


So, anda lihat. Tanpa hadis bisa saya peroleh hikmahnya, apa sebabnya. Karena Al Qur’an itu merupakan Petunjuk (Hudan). Petunjuk dalam Al Qur’an itu terdiri 2 macam, yaitu yg Muhkamat dan Mutasyabihat.
Muhkamat (tekstual) bisa dibaca maksudnyan sesuai redaksinya. Tetapi yang Mutasyabihat ini diulang-ulang dalam ayat-ayat yang lain dalam Al Qur’an itu sendiri dan ditujukan/dipahami oleh Ulama (Ilmuwan/scientist). Jadi, kalo Om Dago, sebagai komentator Bola, bicara Astronomi … ya, Jaka Sembung bawa Golok … :D :D


Tampa Hadis Quran hanya sebuah buku catatan perkataan Muhammad.
Yang bisa diinterpertasi semaunya. seperti anda tunjukan dalam chayalan 7 langit sebagai planet.


Bisa jadi anda benar, karena yang anda kutip adalah Injil versi yang anda suka. Jadi, orang Kristen boleh pake Injil mana saja, pokoknya yang cocok dengan selera masing-masing. ,
Anda terus bicara memalukan dan memalukan. Ini namanya “Maling teriak Maling”, Om, kalo kata orang mah. :D


Pikirkanlah baik2, kalau kamu masih mempunyai rational.
Bagaimanakah mungkin Muhammad yang hidupnya 650 AD bisa mengatakan bahwa versinya cerita Injil adalah yang asli?


Benar Om, Luv. Dan tolong kasih tahu Sdr. Namaku, sebelum ngasih komentar, suruh pengenalan lingkungan dulu … :D
Masih banyak rupanya yang sulit membedakan Planet dengan Bulan ato dengan matahari. :D :D


Bukankah kamu yang sulit untuk membedakan antara 7 langit dan 7 planet?.


Untuk menghitung jumlah benda-benda langit seperti ini orang membutuhkan beberapa abad? Jupiter th?, Saturnus tahun? Pluto th? Makanya jangan heran kalo orang baru tahu di daerah tatasurya ini baru tahu ada 9 planet. …

Jadi, kalo anda mau tunggu orang menemukan planet yang ke-10, tunggu aja … mungkin malah sudah keburu almarhum … :D


Ternyata anda kurang pengetahuan mengenai planet dan solar system.
Nama planet adalah dari nama bahasa Yunani/Greek.
Mercury sudah diketahui 3000 BC oleh kebudayaan Sumeria.
Venus sudah diketahui oleh kerajaan Babylonian kira2 1600 BC
Demikian juga mengenai planet2 lainnya.
Planet2 mana dinamai oleh orang Roma dan Greek sebagai dewa2.
Mericury = dewa Hermes
Venus = dewa Aprodite
Mars = dewa Ares. Planet Mars adalah nama sebagai dewa romawi dewa perang
Jupiter = dewa Zeus
Saturn = dewa Kronos

So planet2 ini sudah diketahui astronomi2 kebudayaan Sumeria , Babilonia, Greek, Romawi, Parsia(sebelum Islam), India, China.
Semua ini berada jauh sebelum adanya Islam dan pada waktu itu bani arab hanya sebagai badui.

Nah mengenai 7 langit. Muhammad telah menyontek cerita2 Myth orang Jahudi. salah satu aliran2 Judaism. Di mana mereka percaya adanya 7 surga yang di jagai oleh malaikat2.

So stop being a naive and behave like foolish professor.
Image
Tiap uraian anda hanya menunjukan bagaimana Islam telah merubah logika anda menjadi seperti logic anak2,
Sorry.
User avatar
dago
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1404
Joined: Tue Sep 27, 2005 9:27 am

Postby abdann » Wed Sep 20, 2006 3:10 pm

Originally posted by Dago

Tampa Hadis Quran hanya sebuah buku catatan perkataan Muhammad.
Yang bisa diinterpertasi semaunya. seperti anda tunjukan dalam chayalan 7 langit sebagai planet.



Setiap orang bisa menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an.
Bahkan seorang Sufi menafsirkan Buraq sebagai Kuda terbang, Langit ditafsirkan sebagai sesuatu abstrak dan hanya pengalaman rohani yang mempu mencapai tingkatan-tingkatan langit itu. Namun arah berpikir seperti itu adalah sesat. Bukan akal pikiran yang menerang-nerangkan Al Qur’an, tetapi Al Qur’an lah yang menerangkan/membimbing akal pikiran. Setelah bisa berpikir seperti itu, barulah dikatakan berpikir secara Qurani (Al Hudan)
Originally posted by Dago
Ternyata anda kurang pengetahuan mengenai planet dan solar system.
Nama planet adalah dari nama bahasa Yunani/Greek.


Memang planet itu kata orang Yunani/Greek dan orang zaman sekarang bersepakat sama, tapi kalo Sama ato Samawaat istilah bahasa Arab, Om. Yang artinya sami mawon. :D

Originally posted by Dago
Mercury sudah diketahui 3000 BC oleh kebudayaan Sumeria.
Venus sudah diketahui oleh kerajaan Babylonian kira2 1600 BC
Demikian juga mengenai planet2 lainnya.
Planet2 mana dinamai oleh orang Roma dan Greek sebagai dewa2.
Mericury = dewa Hermes
Venus = dewa Aprodite
Mars = dewa Ares. Planet Mars adalah nama sebagai dewa romawi dewa perang
Jupiter = dewa Zeus
Saturn = dewa Kronos


Para Ilmuwan sekaranglah yang memberi nama planet-planet dalam tatasurya ini dengan nama dewa-dewi Italy.
Tapi zaman Sumeria dan Babylonia, mana kenal mereka dengan nama dewa-dewi seperti; Mercury, Venus, Mars, dll :D

Originally posted by Dago
Pikirkanlah baik2, kalau kamu masih mempunyai rational.
Bagaimanakah mungkin Muhammad yang hidupnya 650 AD bisa mengatakan bahwa versinya cerita Injil adalah yang asli?


Baik-baiklah dipikir, Bukan kata Nabi Muhammad tapi berdasarkan catatan sejarah pada tahun 325 A.D. oleh Caesar Constantin telah dikumpulkan sebanyak 50 buah/macam dan salah satunya dipegang oleh anda, Maka dengan Injil-injil sebanyak itu, memang mengandung prinsip yang sama tetapi sebenarnya menyulitkan bagi orang yang hendak mencari sesuatu pengertian yang tepat.

Originally posted by Dago
67:5] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Asteriod2 inilah yang apabila nyasar ke bumi dalam betuk meteor akan terlihat seperti shouting star. Yang Muhammad interpertasikan sebagai rudal/missiles
Bayangkan saja Muhammad melihat dilangit waktu malam dan melihat shooting stars. Wah dia pasti mengira bahwa itu adalah missile syatan/jinns.


Terjemahan yang benar adalah;

Dan sesungguhnya KAMI hiasi angkasa dunia ini dengan bintang-bintang dan KAMI jadikan bintang-bintang itu ancaman bagi setan-setan, dan KAMI sediakan bagi mereka siksaan yang perih. (QS 67/5)

Rujum = Yang diancam = That being threatened N. 67/5
Rajam = Ancam = Threaten V. 11/91 18/20 19/46 36/18 44/20
Raj’m = Ancaman = Threat N. 18/22

Syaitan = Setan (dari Manusia atau Jin) = Evil (of man or jin) N. 2/36 2/208 2/268 2/275 3/175 4/76 4/83 4/120 5/90 6/43 6/68 6/112 6/142 7/20 7/27 7/200 8/11 8/48 12/42 15/17 16/63 17/27 17/53 22/52 25/29 37/7 38/41 41/36 43/36 47/25 58/19 59/16

Ayat ini jelas sekali memaksudkan bintang yang menghiasi angkasa dunia dilihat dari Bumi/ salah satu bintang itu adalah Matahari kita sendiri. Ketentuan itu bukan saja menurut analisa atau menurut pengetahuan umum tetapi juga sesuai dengan ayat QS 16/16 dan 53/1 yang menyatakan matahari adalah juga bintang. Maka bintang atau matahari itu dijadikan ancaman sebagai neraka untuk setan-setan yang terdiri dari Jin dan Manusia kafir, dan memang neraka itu kini sudah tersedia yaitu matahari yang wujudnya tidak berubah sesudah kiamat nanti. (Baca postingan saya tentang penciptaan alam semesta sebelumnya, masih di topik ini)

Dari kesalahan mereka (kaum Nuh), mereka dibenamkan lalu dimasukkan ke dalam neraka (matahari), maka tiadalah mereka dapati penolong selain Allah. (QS 71/25)

Matahari sebenarnya neraka yang telah disediakan oleh ALLAH, dan telah ada yang masuk ke sana walaupun belum berlaku Sa’ah dan kiamat.

Neraka adalah sesuatu yang disediakan untuk tempat tinggal orang kafir maka haruslah neraka itu wujud dan masanya konkrit untuk menyiksa manusia konkrit atau untuk membalas kebaikannya tentu pula dilakukan ditempat konkrit. Tidak mungkin manusia konkrit di tempatkan di dalam neraka abstrak.

Bahwa dia (neraka itu) satu-satunya yang besar. Peringatan bagi manusia. (QS 74/35-36)

Yang besar dalam tatasurya ialah matahari, memang itulah neraka yang setiap orang harus menyelamatkan dirinya dan keluarganya agar tidak dimasukkan kedalamnya. Matahari itu jadi peringatan sebagai disebut pada ayat QS 67/5)

Neraka itu bahasa Indonesia dari bahasa Al Qur’an yang artinya API. Jadi API besar mana di semesta ini yang dapat muat jutaan milyar manusia kafir? API itu tidak lain dalah MATAHARI yang jadi bintang pada tatasurya masing-masing sebagai pusat orbit planet-planet yang didiami manusia.
Selain bintang dan planet-planetnya, tidak ada globe lain di semesta raya nantinya pada alam akhirat.

Neraka tidak perlu dinyalakan lagi karena dia sudah nyala sejak dulu dan tidak pernah padam. Neraka itu bukan dihidupkan oleh manusia tetapi oleh ALLAH sendiri.

Adapun orang-orang yang celaka itu ada dalam neraka (matahari) untuk mereka dalamnya suara gemuruh dan katakutan

Dan mereka kekal di dalamnya selama ada planet-palnet dan Bumi ini kecuali apa Tuhanmu kehendaki, bahwa Tuhanmu itu berbuat untuk apa yang DIA ingin. (QS 11/106-107)

Ayat-ayat suci ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir ditempatkan dalam api besar dan tetap berada di sana selama masih ada planet-planet dan bumi. Bumi dan semua planet itu tidak hilang buat selamanya (Kekal), malah sewaktu melekat dempet pada matahari ketika dibentur dan diseret oleh Comet, semua planet itu masih tetap utuh karena semuanya senantiasa dikungkung oleh Rawasia Simple yang membentuk tubuhnya sebagai globe yang utuh. Pada ayat Alquran di atas ini neraka disbanding dengan planet-planet, hal iyu menandakan neraka itu adalah wujud konkrit juga. Maka tidak lain yang dimaksud dengan istilah neraka itu adalah Matahari yang memang berwujud api besar.

Demi Tuhanmu, akan KAMI kumpulkan mereka (orang kafir) dan setan-setan, kemudian KAMI hadirkan mereka keliling neraka dalam keadaan berlutut.

Kemudian akan KAMI cabut dari setiap golongan yang mana diantara mereka yang lebih sangat melakukan tantangan atas Tuhan yang Pengasih.

Kemudian KAMI-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang harus pertama sampai ke neraka itu.

Dan bahwa setiap kamu hanyalah menjurus padanya sebagai kemestian Tuhanmu yang terlaksana.

Kemudian KAMI selamatkan orang-orang yang insaf dan membiarkan orang-orang zalim berlutut padanya (QS 19/68-72)

Semua ayat-ayat di atas menerangkan bahwa semua manusia nanti akan dibangun di akhirat dari kuburnya di Bumi ini, begitu pula di planet lain. Kebangkitan demikikan merupakan berlutut menunggu balasan sebagai resiko dari hidup sekarang. Keliling neraka berarti berada di planet-planet yang mengelilingi matahari. Lalu dicabut dulu orang paling kafir kepada Allah untuk ditempatkan di neraka di matahari, kemudian barulah yang kafir biasa. Sementara itu orang Mukmin diberangkatkan ke tempatnya di Surga, maka Allah membiarkan dulu orang-orang berdosa yang akan diberi ampun oleh Allah.

Maka DIA selamatkan Musa dari kejahatan yang mereka rencanakan, dan jadi logislah pada keluarga Firaun itu siksaan jahat.

Neraka (matahari) dihadapkan pagi dan petang, dan pada Hari berdirinya Sa’ah, masukkanlah keluarga Firaun itu kedalam siksaan yang lebih jahat. (QS 40/45-46)

Ayat-ayat ini secara jelas menamakan Matahari dengan Neraka sebagai yang menyinari Bumi ini. Walaupun Firaun setiap hari melihata Matahari tetapi dia tidak mengetahui bencana yang mungkin ditimbulkan oleh API besar itu atas kaumnya.

Firaun dikaramkan oleh pembesaran radiasi matahari yang menimbulkan gelombang pasang di lautan Hindia hingga laut Merah bagian utara mengalir ke selatan, kemudian kembali mengalir ke utara sambil menenggelamkan tentara Firaun yang memburu kaum Musa dari belakang. Di akhirat nanti mereka akan dimasukkan ke dalam Matahari itu sebagai tempat siksaan besar. Neraka dalam ayat suci itu jelas sekali Matahari yang menyinari Bumi.

Sesungguhnya KAMI ciptakan manusia itu pada perwujudan yang lebih baik.

Kemudian Kami kembalikan dia pada kerendahan yang lebih rendah.

Kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh, maka untuk mereka ini upah tidak terhingga. (QS 95/4)

Ayat-ayat suci di atas menjelaskan bahwa orang-orang kafir akan dikembalikan kepada kerendahan yang lebih rendah. Derajat yang lebih rendah diantara benda konkrit yang diciptakan Allah ialah batu, memang manusia kafir itu akan dijadikan batu di akhirat nanti sesuai QS 17/50 dan 66/6.
Tempat yang paling rendah ialah permukaan matahari dalam tatasurya ini dan memang kepada bola apu itulah manusia kafir akan ditempatkan di akhirat nanti sesuai QS 53/1 dan 65/12.

Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya di akhirat nanti
Maka Ibunya adalah pusat jatuh
Dan apakah kiramu dianya (hiyah) itu
Yaitu api (neraka) yang bergejolak (QS 101/8-11)

Orang kafir nantinya akan ditempatkan pada pusat jatuh. Pusat jatuh dalam daerah tatasurya ini adalah matahari dan memang itulah neraka yang bergejolak. Dikatakan matahari itu ibunya dan memang itu adalah kiasan bahwa seorang anak akan pulang kepada ibunya yang memberi kelengkapan hidup kepadanya. Begitupula orang kafir itu yang selama hidupnya kini senantiasa mendambakan diri kepada materi yang memang banyak sekali berhubungan dalam proses wujudnya dengan matahari. Jadi materi itu adalah kelengkapan hidup utama bagi orang kafir dan matahari bagaikan ibunya yang memberikan materi itu kepada kaum kafir tersebut.

Awaslah: Kalau kamu mengetahui ilmu pasti (tentang matahari menurut Al Qur’an)
Akan kamu lihatlah neraka (dengan ilmu pasti itu)
Kemudian akan kamu lihat dia dengan mata pasti (di akhirat nanti)
Kemudian kamu akan dipertanggung jawabkan ketika itu tentang nikmat (Allah). (QS 102/5-8)

Jelaslah bahwa neraka sekarang dapat dilihat tetapi haruslah memakai ilmu eksak yang terkandung dalam Al Qur’an. Ilmu eksak itu adalah ilmu mengenai kehidupan zahir batin di dunia kini. Ilmu itu menunjukkan kepada kita wujud mana yang berfungsi sebagai neraka di kahirat nanti.

Wujud itu adalah matahari pusat orbit sepuluh planet yang sama dengan Bumi ini kondisinya. Maka neraka itu akan jadi resmi diantara manusia dan semua orang akan melihat kepadanya dengan mata kepalanya dengan keinsafan nyata bahwa neraka itu adalah matahari sendiri (QS 19/68)
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

Postby luv_nice » Wed Sep 20, 2006 3:38 pm

Matahari = neraka??
Setahu saya neraka itu jahanam :) tidak ada sisi positif sama sekali dari neraka..masak neraka bisa memberi manfaat buat kehidupan kita saat ini (kalau benar matahari = neraka).
Jangan2 situasinya adalah : muhamad bingung cari padanan kondisi neraka..karena itu dia cari contoh simple. Neraka adalah api..api yang sangat dahsyat..api adalah panas. Matahari adalah sumber panas yang sangat dahsyat. Jadi sederhananya adalah matahari = neraka. :))
luv_nice
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 695
Joined: Tue Aug 15, 2006 11:08 am

Postby abdann » Thu Sep 21, 2006 11:47 am

luv_nice wrote:Matahari = neraka??
Setahu saya neraka itu jahanam :) tidak ada sisi positif sama sekali dari neraka..masak neraka bisa memberi manfaat buat kehidupan kita saat ini (kalau benar matahari = neraka).
Jangan2 situasinya adalah : muhamad bingung cari padanan kondisi neraka..karena itu dia cari contoh simple. Neraka adalah api..api yang sangat dahsyat..api adalah panas. Matahari adalah sumber panas yang sangat dahsyat. Jadi sederhananya adalah matahari = neraka. :))


Jahanam adalah sebutan lain untuk Neraka. Neraka adalah tempat yang konkrit di akhirat kelak untuk manusia-manusia kafir yang konkrit pula sebagai balasan kekafirannya sewaktu hidup di dunia.

Setan adalah karakter yang ada pada manusia atau jin. Manusia-manusia kafir yang berwatak setan ini semenjak hidup di dunia saja sudah mendapatkan ancaman yang tidak disadarinya bisa dilihat setiap hari. :D

Kalau anda mengira Neraka adalah suatu tempat yang imajiner, kalau begitu bukan ancaman namanya dong. :D

Apakah menurut anda ada tempat/wujud lain yang lebih cocok sebagai neraka selain matahari?
abdann
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 937
Joined: Fri Sep 08, 2006 2:08 pm

PreviousNext

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users