. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Islam Tidak Menyembah Bulan Sabit atau Hajar Aswat

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Postby azizgol » Thu Mar 20, 2008 9:18 pm

pak atheis, sebaiknya anda jangan cepat putus asa dari rahmad Allah.
Allah maha pengasih lagi maha penyayang.
semua yg anda baca tentang Islam hanya propaganda kafir2, yg sejak Muhammad diangkat menjadi nabi sudah melakukan propaganda, hujatan, cacian, kekerasan bahkan sampe pada percobaan pembunuhan.

dan tentu saja mereka semua gatot, karena Muhammad memang betul2 seorang utusan Allah, satu-satunya Tuhan. dan pada ahirnya setelah turun ayat yg terahir, menyatakan agama Islam telah sempurna, dan para musuh Islam telah putus asa, mereka tdk bisa mematikan, atao melemahkan Islam.

biarpun anda cari ketidak sempurnaan Islam, tetap tdk akan ada.
azizgol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 488
Joined: Tue Dec 04, 2007 2:07 am

Postby leonardkiller » Thu Mar 20, 2008 9:33 pm

Naa kaya gini ni..
kenapa selalu memprovokasi?..
hal-hal seperti ini hanya menimbulkan kebencian..

banyak tragedi lebih dari ini kan? kok ndak da yang nampilin?putar saja semua..biar kelihatan website provokator??hehe

Atheis is better??pecundang beriman bersembunyi dibalik bakwan...GORENG SAJA SEKALIAN...
nampilin kaya ginian...pengecut

ISLam adalah tuntunan universal buat semua bangsa, kok benci Arab.. tanya kenapa?
hehe
leonardkiller
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 4
Joined: Wed Mar 19, 2008 1:28 pm
Location: JOGJA

Postby Abdul Muslim » Thu Mar 20, 2008 10:09 pm

MuridMurtad wrote:Jenis sunnah yang utama ada 3 yaitu dalam bentuk qoul (ucapan), fi'il (perbuatan), toqrir (persetujuan), disamping Muakkadoh, Zai’doh seperti yang gua sebut di atas.

Sementara yang elu sebut adalah pembagiannya. Sunah masru (yang disuruh) dan ghoiru (yang tidak di suruh). Muhammad memang tidak menyuruh mencium Hajar Aswad, tapi para pengikutnya secara berjamaah mengikuti dan Muhamad sama sekali tidak menegut tanda setuju.

Sunnah yang utama yang diimani adalah
1. Sunnah Masruiyyah yaitu Sunnah yang berhubungan dengan Aqidah dan Ketauhidan kepada Allah.
2. Sunnah Ghoiru Masruiyyah yaitu Sunnah yang berhubungan dengan Manusia.

Sedangkan 3 yaitu dalam bentuk qoul (ucapan), fi'il (perbuatan), toqrir (persetujuan). Bukan Pembagian dalam Sunnah tetapi pembagian dalam Iman.

Iman itu terbagi menjadi 3 Syarat ;
1. Iman bil Qolb.
2. Iman bil Qoul.
3. Iman bil Amaliyah.
MuridMurtad wrote:Masalahnya Muhammad telah diDEWAKAN menjadi mahluk paling mulia (entah di mana mulianya...) dan mahluk percontohan. Tapi mahluk percontohan itu memberi sunnah yang buodoh dan DE FACTO SEMUA ORANG YANG MEMBUANG DUIT PERCUMA DENGAN NAIK HAJI TIDAK AKAN SREG KALAU MINIMAL TIDAK MENGUSAP HAJAR ASWAD. SECARA TIDAK TERTULIS MENCIUM/MENGUSAP HAJAR ASWAD adalah KEHARUSAN (kecuali wanita).

Mengusap HAJAR ASWAD bukan suatu kewajiban tetapi suatu keutamaan. Kalau dikatakan Keutamaan : Tidak mengusap HAJAR ASWAD Haji tetap Sah dan Mabrur, Tetapi Kalau dikatakan suatu Kewajiban maka Apabila tidak mengusap Hajinya menjadi Batal dan tidak Sah. Tetapi Muhammad tidak pernah mewajibkan mengusap HAJAR ASWAD, dia hanya memberi Keutamaan saja.

Banyak kok dari pada Sahabat Muhammad yang tidak mencium HAJAR ASWAD.

mAAF Argumentasi anda ini hanya berisi Hujatan dan Fitnah
MuridMurtad wrote:Makanya bemunculan hadis-hadis seperti ini untuk mendewakan Hajara Aswad:

Dari Abdullah bin Amru berkata, "Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy).

Hadits ini tidak dikenal Periwayatnya.
Siapa itu Al-Azraqy ????

Bisa anda Jelaskan ???!!!
MuridMurtad wrote:Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam." (HR Timirzi).

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersada, "Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak." (HR Tirmizy, Ibnu Majah, Ahmad).

At-Tirmizi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan. Sedangkan Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam kitab Shahihul Jami` no. 2180, 5222 dan 6975.

Bagaimanapun juga HAJAR ASWAD adalah batu biasa, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”

Maka dari Perkataan umar ini kita dapat ambil Kesimpulan bahwa bangsa Arab dari Jaman Dahulu hingga sekarang tidak pernah menyembah HAJAR ASWAD.

Tapi yang mereka sembah yaitu Patung Latta, Uzza dan Manna. Karena HAGAR ASWAD tidak berbentuk Berhala.
Abdul Muslim
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 208
Joined: Fri Feb 15, 2008 6:05 pm

Postby Duladi » Thu Mar 20, 2008 10:22 pm

Saudara Abdul Muslim,

Kalau Hajar Aswad bukan allah yang dimaksud, lalu kenapa ada ayat ini?

QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

"Awloh" berkata, "Sucikanlah rumah-ku!"
Maka Muhammad pun men-sucikan Ka'bah, menyingkirkan 359 berhala patung, terkecuali HAJAR ASWAD.

"Awloh" berkata, "Jangan memperserikatkan Aku dengan berhala."
Maka jadilah Hajar Aswad itu satu-satunya, tidak diperserikatkan dengan berhala-berhala.

Masih mau menyangkal ALLAH bukan HAJAR ASWAD?

Dan jawab juga pertanyaan ini:

1) Kalau Muslim tidak menyembah Hajar Aswad/Allah, kenapa sholat menghadap Hajar Aswad/Allah? Jangan lagi berdalih, itu untuk simbol persatuan umat. :lol: Benar, itu simbol persatuan umat untuk menyembah BERHALA TAUHID, yaitu sang hajar aswad/allah.

2) Kalau Hajar Aswad bukan allah, kenapa PEMUJAAN KEPADA SANG HAJAR ASWAD menjadi POKOK UTAMA (INTI) dalam RITUAL IBADAH HAJI? Ingat, TAWAF adalah Bagian terpenting dari upacara haji. Tawaf, berarti memutari Hajar Aswad sebanyak 7 kali, ketika start pertama harus menyalaminya terlebih dahulu, baik dengan cara mencium, mengusap, menghormat, atau meneriakinya "ALLAHU-AKBAR, demikian seterusnya tiap kali melewati Hajar Aswad, harus melakukan hal yang sama. Tawaf dilakukan 2 kali, pertama kali sebagai pembukaan ritual haji, disebut Tawaf Qudum, dan terakhir kali sewaktu hendak pulang, disebut Tawaf Wada' (sebagai salam pamit). Jadi, jumlah total muter-muternya 2x7 = 14 kali muter, dan setiap kali muter melewati Hajar Aswad, harus menyalami Hajar Aswad (mencium/mengusap/menghormat/teriak Allahu-Akbar).

Kamu tidak bisa mengelak lagi, ISLAM adalah PENYEMBAH BATU BERHALA
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Abdul Muslim » Fri Mar 21, 2008 12:25 am

Duladi wrote:Masih bilang saya menduga? Kenapa gambarnya dihilangkan?
Allah adalah nama berhala suku Quraish, sebagai dewa bulan, yang wujudnya berbentuk Hajar Aswad.

Kamu setiap hari nungging-nungging menyembah Hajar Aswad, karena Hajar Aswad itulah Sang Tauhid seperti yang diajarkan Muhammad.

Coba kamu buktikan kalimat di Qur`an yang mengatakan HAJAR ASWAT ADALAH Allah .... kalau tidak dapat menemukan kamu pembuat Fitnah.

Saya udah katakan berulang kali ! tapi kamu tetap Ndablek. Manusia Bejat !!!
Duladi wrote:Kalau Hajar Aswad bukan allah yang dimaksud, lalu kenapa ada ayat ini?

QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

Ayat menjelaskan tentang mensucikan Baitullah yaitu Rumah Allah.

RUMAH ALLAH (Baitullah) di Makkah sebagai pusat pengabdian manusia kepada Allah SWT telah direncanakan oleh Allah sendiri puluhan abad sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan.

Jadi Bukan Allah yang bersemayam di dalam Ka`bah dalam bentuk HAJAR ASWAT, tetapi Allah yang memerintahkan manusia mengabdi kepada-Nya.

Sekitar 4000 tahun yang silam, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk membawa istrinya, Hajar, dan putra mereka, Isma`il, meninggalkan Kana’an (Palestina) ke arah selatan, menuju sebuah lembah yang bernama Baka atau Bakkah. Oleh karena mim dan ba sama-sama huruf bibir (bilabial), nama Bakkah lama-kelamaan berubah menjadi Makkah. Dalam bahasa anak-anak Ibrahim (Arab dan Ibrani), kata baka mempunyai dua arti: ‘lembah air mata’ dan ‘pohon balsam’. Arti yang pertama berhubungan dengan gersangnya daerah itu sehingga seolah-olah tidak memberikan harapan, dan arti yang kedua berhubungan dengan banyaknya pohon balsam (genus Commiphora) yang tumbuh di sana.

Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami` liahkamil Qur`an ketika menafsirkan surat Al Hajj (22) ayat 27 menceritakan bahwa tatkala Ibrahim telah beres membangun Ka`bah, Allah memerintahkannya agar memproklamasikan haji kepada manusia. Ibrahim menjawab, “Bagaimana bisa suaraku didengar oleh manusia?” Allah berfirman, “Serulah mereka, maka Aku akan menyampaikannya.” Ibrahim lalu naik ke gunung Abi Qubais dan menyeru dengan suara keras, “Wahai manusia! Sesungguhnya Allah swt. telah memerintahkan kamu agar berhaji ke Baitullah, niscaya Allah akan memberikan pahala surga dan menjauhkan kamu dari api neraka.” Saat itu, seluruh manusia menjawab, baik yang ada dalam sulbi laki-laki maupun yang ada dalam rahim wanita, dengan jawaban talbiyah; Labbaik Allahumma labbaik

TOLONG INTELEKTUAL DIKIT.
Duladi wrote:Bukti yang jelas, ada 2, untuk menunjukkan kepada para netter di sini bahwa ALLAH adalah HAJAR ASWAD:

1) Muslim sujud menghadap Ka'bah, di mana di Ka'bah itu berhala sembahan Quraish Jahiliyah ditempatkan.

2) Muslim ketika melakukan ritual haji, mereka WAJIB TAWAF, yaitu memutari Batu Hitam. Setiap kali mereka melewatinya, harus mencium, mengusap, atau meneriakinya "ALLAHU-AKBAR".

Bukti dalil, ada dalam Alquran, contoh:

QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

QS 17:42. Katakanlah: "Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy."

QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

Muslim Sujud menghadapa ka`bah bukan berarti mengantung kan dirinya di hadapan Ka`bah, Ka`bah sendiri tidak dapat menciptakan atau mematikan Makhluk Allah. Tetapi suatu Pengabdian kepada Allah dan ketaatan kepada Allah.

Muslim Tawaf bukan berarti menggantungkan hidupnya kepada Ka`bah, tetapi bagian dari ketaatan atas perintah Allah yang bersemayam diatas Arsy.

Muslim mencium HAJAR ASWAT karena Muhammad menjadikan HAJAR ASWAT sebagai Pemersatu Umat.
Duladi wrote:Tidak usah mengelak, Arab dan Muslim-muslim sejati tahu, kalau Bulan Sabit itu lambang dari tuhannya Islam yang bernama "allah":

SUPER NGACO, BIN JAHIL;.
Duladi wrote:Lambang Sabit tidak diletakkan di dalam masjid, tapi di atap masjid, untuk menunjukkan kalau tuhannya Islam adalah DEWA BULAN.

Sama seperti gereja, di atap gereja diletakkan simbol salib, karena Tuhannya Kristen adalah Yesus Kristus yang mati disalib.

Simbol di atap rumah ibadat bukan sekedar asesoris, tapi menyatakan SIAPA tuhannya agama tersebut.

Simbol Bulan Bintang di atap MAsjid tidak dijadikan oleh muslim sebagai sesuatu memberi manfaat atau kerusakan. dan Simbol Bulan dan bintang hanya Aksesoris saja. dan tidak diyakini dapat memberi manfaat atau kerusakan.

Sementara Palang Melintang di Atap Gereja dipercaya oleh Kristen sebagai penyelamat untuk menjaga Gereja dari Mara bahaya karena Allah bersemayam di Palang Melintang tersebut. Inilah yang disebut PAGAN.
Duladi wrote:Aksesori yang sama dengan aksesorinya bangsa-bangsa kuno di Mesopotamia yang menyembah DEWA BULAN:

SUPER NGACO BIN JAHIL.
Duladi wrote:Karena bulan sabit hanyalah simbol, bukan yang disembah. Islam mengharamkan umatnya menyembah simbol, harus menyembah langsung ke wujud aslinya, yaitu Hajar Aswad.

Pernyataan anda ini plintat Plintut, Apakah HAJAR ASWAT mempunyai bentuk Bulan ????

MANUSIA bejat bin nekat
Duladi wrote:Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0862
Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit disaat berdoa di haruskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya.

Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0863
Abu Huraira melaporkan: Orang2 di haruskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

Sahih Muslim, Volume 1, Book 12, Number 717:
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
Nabi berkata, "Ada yang salah dengan orang-orang yang memandang ke langit selama solat?" Tutur katanya bertambah keras ketika menyampaikan pidato ini dan dia berkata, "Mereka harus berhenti memandang ke langit ketika solat; kalau tidak penglihatan mereka akan diambil (mereka akan menjadi buta)."

Ada larangan di kala Sholat untuk tidak tengok keatas, kesamping.
Duladi wrote:QS 2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Ayat ini menceritakan tentang Kiblat Sholat bagi Umat Islam Yaitu di Masjidil Haram.
Duladi wrote:Awloh di atas langit? Itu teori. Tapi sebenarnya, Muhammad tidak pernah menghendaki pengikutnya menyembah Tuhan yang Benar itu (yg di atas langit), tapi menyembah tuhannya sendiri yang berwujud Hajar Aswad, di kiblat Mekkah.

Ini bukan teori tapi FAKTA !!!

Coba berikan Bukti kalau Muhammad Nyuruh Nyembah HAJAR ASWAD. dengan kata-kata tulisan yang tertulis seperti itu !!

kalau tidak ada Anda Pembuat Fitnah !!!
Siap-siap anda Di Azab Yesus dan Paulus.
Duladi wrote:ALLAH adalah ROH yg meliputi seluruh ciptaan-Nya,

Itu Ucapan anda karena anda pengikut ajaran PAGAN. WAJARLAH
Duladi wrote:Islam mengajarkan kalau awloh itu unique, distinct dan absolute. Ini sesuai dengan sifat-sifat HAJAR ASWAD yang juga unique, distinct dan absolute.

Allah itu unique, distinct dan absolute benar dan sangat setuju saya.

tapi kalau HAJAR ASWAD itu hanya Batu buruk !
Umar Ra. pernah mencium batu termulia itu, hanya semata-mata kerana telah melihat Rasulullah Saw. menciumnya, dan tidak perduli dengan sebab-sebab lainnya. Dan itulah taat yang hakiki, taat yang tanpa titik dan koma, patuh yang tanpa alasan dan banyak tanya! Beliau berkata kepada batu itu -setelah menciumnya- :

“Aku tahu engkau adalah batu yang tak mampu memberi apapun kepadaku, namun kalau bukan Rasul yang menciummu, tidaklah aku mahu menciummu”!

Hajar Aswad bukan bererti Batu yang Hitam, namun yang makna yang sebenarnya adalah Batu yang Termulia, Batu yang Terunggul, Batu yang Tertinggi dan menjadi penghulu semua batu yang ada (Sayyidul-Ahjar), sebabnya tiada lain adalah kerana telah dicium oleh penghulu alam; Rasulullah Saidina wa Maulana Muhammad Saw.

Dengan kecupan penghulu alam Rasullullah s.a.w, batu tersebut menjadi batu yang aswad (termulia) dan dapat memberi syafaat kepada siapa saja yang pernah menyentuh atau mengecupnya!
Duladi wrote:Bukankah Muslim sendiri yang men-sifatkan awloh ke dalam 99 sifat?

Awloh tidak pernah terbukti sebagai Tuhan, ia sebagai Tuhan atas klaim-klaim kosong, dan hasil rekayasa (buatan) orang Arab. Tuhan tidak bisa dibatasi sifat-sifatnya, apalagi cuma 99 sifat. Orang Arab telah menciptakan sosok tuhan sendiri, sesuai dengan daya pikir mereka sendiri. Awloh yang bersifat tauhid, itu pun hasil bikinan si Mamad. Awloh yang katanya maha besar pun juga hasil klaimnya si Mamad. Awloh hasil rekaan manusia, tanpa pernah ada buktinya.

Muslim itu seperti orang yang hidup dalam dunia mimpi, sebuah negeri dongeng ciptaan Arab.

Kalau anda mau melihat Qur`an dan Allah itu merupakan suatu kebenaran maka anda harus berkunjung disini : http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=22732
Duladi wrote:Lebih baik menyembah banyak Tuhan, atau tiga Tuhan, daripada menyembah BATU TAUHID.

Betapa tak tahu malunya orang yang menyembah batu, tapi masih coba-coba mengkritik tuhannya agama lain...!

pantaslah anda bicara seperti itu karena anda pengikut agama PAGAN.
Duladi wrote:Orang yang mengatakan Tuhan hanya berada di satu titik saja di bumi, itu sama dengan memberhalakan Tuhan. Dan memang, apa yang disangka Tuhan oleh Muslim, sebenarnya itu adalah BATU BERHALANYA Quraish Jahiliyah.

Orang Atheis tidak percaya akan Tuhan, masih lebih terhormat daripada Muslim yang bertuhankan BATU METEOR, lalu pribadinya diperankan oleh seorang psikopat gemblung yang memerintahkan pengikut-pengikutnya BUNUH-BUNUHAN dengan orang yang dicapnya kafir.

PANTASLAH ANDA BICARA SEPERTI KARENA ANDA PENGIKUT AGAMA PAGAN. Dan saya maklum itu.
Duladi wrote:Kamu masih belum menyadari, kalau ISLAM ITU BINGUNG?

Di ayat-ayat tertentu bilang awloh ada di langit (arsy), tapi di bagian lain dikatakan awloh ada di bumi, di Ka'bahnya Arab.

Sudahlah, agama gendheng penuh KONTRADIKSI begini kok kamu bela-belain???

Hayo, masih belum nyadar juga kalau ISLAM ITU BINGUNG (penuh kontradiksi)????

ISLAM LEBIH BAIK.

ALLAH SANGAT MULIA DARI SEORANG MANUSIA DAN PALANG MELINTANG YANG TIDAK ADA GUNANYA.
Duladi wrote:Ayat-ayat Alquran dan Sunnah Rosul Gadunganmu itu sudah saya tampilkan di atas.

Kalau kamu minta ayat yang secara vulgar dan terang-terangan menyatakan ALLAH adalah BATU, ini permintaan yang CONGOK dan ****..... Mana ada MALING yang ngaku terus-terang kalau dirinya maling?

Lihat saja dari PRAKTEKnya, seorang maling akan ketahuan malingnya dari perbuatannya, bukan dari pengakuan bibirnya.

Lihat, ini FAKTA, Muslim berbuat seperti Maling, tapi tidak pernah mau mengakuinya: PELOTOTI DIRIMU YANG SEDANG SHOLAT.....

ANDA INI TIDAK UBAH SEPERTI ORANG GILA YANG BERBICARA MERACAU TIDAK ADA KEJELASAN, ATAU IBLIS YANG MERACAU BERUSAHA UNTUK MENGGODA KETAATAN ORANG BERIMAN.

Alhamdulillah saya tidak akan tersesat dengan bisikan Iblis seperti anda ini.

SEMUANYA NGACO DAN TANPA DISERTAI BUKTI

Selamat untuk Iblis, anda sampai kapanpun akan tersesat dan menganut AGAMA PAGAN.

Salam dari lawan Mu

Abdul Muslim
Abdul Muslim
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 208
Joined: Fri Feb 15, 2008 6:05 pm

Postby MuridMurtad » Fri Mar 21, 2008 12:27 am

Sunnah yang utama yang diimani adalah
1. Sunnah Masruiyyah yaitu Sunnah yang berhubungan dengan Aqidah dan Ketauhidan kepada Allah.
2. Sunnah Ghoiru Masruiyyah yaitu Sunnah yang berhubungan dengan Manusia.


?? Bisa dijelaskan ??

Masru dan Ghoiru itu sebenarnya bukan pembagian sunnah tapi tazim (penghormatan terhadap nabi)yang dibuat oleh Imam Abdul Hadi, tapi berkaitan erat dengan sunnah.

Dikatakan Masru kalau penghormatan itu menyenangkan orang yang dihormati (salah satu penghormatan adalah mentaati orang yang dihormati)maka masru itu dianjurkan (disuruh) dan mendapat pahala.

Sementara Ghoiru masru, penghormatan yang berlebihan sehingga membuat risi orang yang dihormati, tidak dianjurkan/disuruh dan malah bisa mendatangkan dosa.


Sedangkan 3 yaitu dalam bentuk qoul (ucapan), fi'il (perbuatan), toqrir (persetujuan). Bukan Pembagian dalam Sunnah tetapi pembagian dalam Iman.

Iman itu terbagi menjadi 3 Syarat ;
1. Iman bil Qolb.
2. Iman bil Qoul.
3. Iman bil Amaliyah.


Jelas itu JENIS sunnah,jangan dirancukan dengan pembagian Iman istilahnya aja beda ? GIMANA SIH elmu fiqihmu ??

As-Sunnah menurut fiqih ialah segala sesuatu yang bersumber dari perbuatan dan perkataan Muhammad diluar Al-Qur'an, baik perbuatan (Qoul), perkataan (fiil)dan toqrir yang menjadi dasar dalil hukum syariat.

Yang dimaksud Qoul (ucapan) adalah ucapan Muhammad, apa diperintahkan dan dilarang Muhammad ....

Fiil itu adalah perbuatan Muhammad seperti merampok, membunuh, berpoligami, MENCIUM HAJAR ASWAD.

toqrir, yaitu perbuatan dan perkataan yang dilakukan di depan nabi dan disetujui/tidak dilarang.

JADI APA-APA YANG DILARANG/DIPERINTAHKAN OLEH MUHAMMAD (qoul), DAN APA YANG DILAKUKAN MUHAMMAD (fiil) seperti mencium HAJAR ASWAD, dua-duanya adalah SUNNAH.


Mengusap HAJAR ASWAD bukan suatu kewajiban tetapi suatu keutamaan. Kalau dikatakan Keutamaan : Tidak mengusap HAJAR ASWAD Haji tetap Sah dan Mabrur, Tetapi Kalau dikatakan suatu Kewajiban maka Apabila tidak mengusap Hajinya menjadi Batal dan tidak Sah. Tetapi Muhammad tidak pernah mewajibkan mengusap HAJAR ASWAD, dia hanya memberi Keutamaan saja.

Banyak kok dari pada Sahabat Muhammad yang tidak mencium HAJAR ASWAD.


Sekalipun tidak dicium atau diusap tapi DILAMBAI dan DISUJUDI...YA ITU NAMANYA SUNNAH MUHAMMAD YANG BUODOH.

UNTUK apa Muhammad mencium Hajar Aswad kalau itu BATU BIASA ?? Kabah di buat dari susunan batu dan batu bata, tapi hanya Hajar Aswad yang dicium atau diusap atau melambai dengan mengucapkan Bismillah Allahu Akbar.........

BERARTI ITU BUKAN BATU BIASA ??

KALAU BATU BIASA KENAPA SEORANG "NABI BESAR" MENCIUMNYA ?? Dan Allah sama sekali tidak menegor.Atau Allah memang tidak pernah menegor Muhammad kecuali untuk urasan sepele seperti bermuka masam...kerana Allah tidak lain PRIBADI KEDUA MUHAMMAD ?

Hadits ini tidak dikenal Periwayatnya.
Siapa itu Al-Azraqy ????


al Azraqy itu sejahrawan Islam..yang mengatakan Bakkah dalam Bibel adalah Mekkah.........masak enggak tahu ??


Bagaimanapun juga HAJAR ASWAD adalah batu biasa, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.


MAKANYA, kalau batu biasa apa bedanya dengan batu dinding Kabah atau batu untuk melempar jumroh ??

MUHAMMAD menciumnya kerena batu itu Istimewa ! Kenapa MUHAMMAD mengistimewakan dan menghormati sebuah batu dan Alloh diam saja??

Kerana SUNNAH BUODOH MUHAMMAD itu ratusan orang mati terinjak-injak, dan dongeng-dongeng UNTUK MENDEWAKAN BATU seperti hadist Al-Azraqy bermunculan..

KATANYA TAUHID TAPI KOK MEMBERI TAULADAN **** dan ALLAH TIDAK MENEGURNYA ??

SEBANARNYA bukan hanya mencium hajar aswad, tapi SELURUH kegiatan IBADAH HAJI adalah kegiatan buodoh...


Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”


TIDAKKAH KAU MELIHAT ORANG PANDAI YANG MEMBODOHKAN DIRI ?? UDAH TAHU TIDAK BERMANFAAT, TAPI KERENA SUNNAH MUHAMMAD MAKA MEMBIARKAN DIRINYA MENJADI ORANG BUODOH. ITU YANG GUA TAHU TENTANG MUSLIM.


Maka dari Perkataan umar ini kita dapat ambil Kesimpulan bahwa bangsa Arab dari Jaman Dahulu hingga sekarang tidak pernah menyembah HAJAR ASWAD.

Tapi yang mereka sembah yaitu Patung Latta, Uzza dan Manna. Karena HAGAR ASWAD tidak berbentuk Berhala.


Oorang Arab sebelum membuat berhala yang dibentuk adalah penyembah BATU , dan DIPASTIKAN SALAH SATUNYA ADALAH HAJAR ASWAD..!

Image
Batu kubus yang disucikan Arab Nabayot..


Image
Al LATA, batu kubus yang kemudian di beri muka !!
MuridMurtad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby Adadeh » Fri Mar 21, 2008 1:47 am

MuridMurtad wrote:Image
Al LATA, batu kubus yang kemudian di beri muka !!

Gue tambahin gambar2nya yaaa.
DEWA2 KOTAK PRA ISLAM:
Image
Image
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Fri Mar 21, 2008 1:59 am

Abdul Muslim wrote: Kalau Syariat Islam ditegakkan maka Hukumannya dibunuh apabila menyembah Hajar Aswat

Menyembah haram, tapi mencium halal??? Gimana sih lo?
Batu mati aja diributin. Kenapa tidak dibuang saja agar umat Muslim tidak memberhalakan batu jahanam tersebut? Bukahkan menurutmu batu itu tidak ada harganya, tidak ada gunanya, dan hanya sekedar batu mati saja? Tapi Muslim tidak bisa membuang batu ini, karena dianggap keramat. Benda mati yang dikeramatkan dan bahkan merupakan bagian ritual agama adalah berhala.

Image
Batu mati kayak gini dicium-cium jutaan muslim setiap tahun. Ngakunya sih tidak menyembah berhala, tapi batu diagung-agungkan dan dicium-cium. Teori anti berhala Islam ternyata sangat berbeda dengan praktek penyembahan / penciuman yang dilakukan Muslim.
Last edited by Adadeh on Fri Mar 21, 2008 2:03 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby AtheistIsBetter » Fri Mar 21, 2008 2:01 am

iya, dibuang saja, spy tidak terjadi syirik.
User avatar
AtheistIsBetter
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 990
Joined: Sun Dec 02, 2007 1:09 pm

Postby paijo74 » Fri Mar 21, 2008 9:46 am

kimi07 wrote:duh cape gw sama yg seperti ini,
buktiin lah,
ayo sholat menghadap selain kabah berani?

trus nentuin ramadhan dll, kg ush liat hilal/bulan lg, ikutin kalender masehi aja yg udah terbukti akurat?


kita bisa menghadap mana saja disaat sholat jika jika tersesat dan tidak tahu arah kabah.

kalender masehi berdasarkan matahari,
sedang yang lain berdasarkan bulan.

terima kasih
User avatar
paijo74
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 318
Joined: Sun Feb 17, 2008 12:07 am

Postby dragon » Fri Mar 21, 2008 9:55 am

paijo74 wrote:
kimi07 wrote:duh cape gw sama yg seperti ini,
buktiin lah,
ayo sholat menghadap selain kabah berani?

trus nentuin ramadhan dll, kg ush liat hilal/bulan lg, ikutin kalender masehi aja yg udah terbukti akurat?


kita bisa menghadap mana saja disaat sholat jika jika tersesat dan tidak tahu arah kabah.

kalender masehi berdasarkan matahari,
sedang yang lain berdasarkan bulan.

terima kasih


kalo tau arah kabah,,,masih boleh ngga sholat menghadap arah lain???

Tuhan ada dimana-mana bukan???

terima kasih
User avatar
dragon
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 637
Joined: Fri May 04, 2007 9:02 pm
Location: Somewhere Out There

Postby paijo74 » Fri Mar 21, 2008 10:08 am

kimi07 wrote:silahkan berapologi,
tapi saya lebih tertarik tindakan nyata
karena
PERBUATAN BERBICARA LEBIH KERAS DARI PERKATAAN.
jadi selama muslim masih nunging2 ke arah kabah, maka mereka masih saya anggap penyembah berhala


Kabah hanya arah saja.
jika Anda tersesat, tidak tahu letak kiblat (kabah), ada bisa sholat menghadap kemana saja.

terima kasih
User avatar
paijo74
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 318
Joined: Sun Feb 17, 2008 12:07 am

Postby paijo74 » Fri Mar 21, 2008 10:27 am

dragon wrote:
paijo74 wrote:
kimi07 wrote:duh cape gw sama yg seperti ini,
buktiin lah,
ayo sholat menghadap selain kabah berani?

trus nentuin ramadhan dll, kg ush liat hilal/bulan lg, ikutin kalender masehi aja yg udah terbukti akurat?


kita bisa menghadap mana saja disaat sholat jika jika tersesat dan tidak tahu arah kabah.

kalender masehi berdasarkan matahari,
sedang yang lain berdasarkan bulan.

terima kasih


1. kalo tau arah kabah,,,masih boleh ngga sholat menghadap arah lain???

2. Tuhan ada dimana-mana bukan???

terima kasih


1. Tidak
Kabah berfungsi menyatukan arah.
2. Betul

terima kasih
User avatar
paijo74
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 318
Joined: Sun Feb 17, 2008 12:07 am

Postby dragon » Fri Mar 21, 2008 10:55 am

paijo74 wrote:
dragon wrote:
1. kalo tau arah kabah,,,masih boleh ngga sholat menghadap arah lain???

2. Tuhan ada dimana-mana bukan???

terima kasih


1. Tidak
Kabah berfungsi menyatukan arah.
2. Betul

terima kasih


terima kasih atas jawabannya sdr paijo 74...

tapi 2 pertanyaan saya diatas tsb saling berkaitan...
inti pertanyaan gw,,,karena Tuhan berada dimana2,,boleh kan kita sholat menghadap arah mana saja meskipun kita tau arah kabah???

saya menghormati anda karena mengimani Tuhan ada dimana2,,,tapi bukankah tidak menjadi masalah kalau arahnya tidak seragam bukan???

ketika anda bersholat menghadap kabah,,,bukankah Tuhan juga ada di belakang anda,,,di kiri dan di kanan anda bukan???

apakah menjadi masalah kalau arahnya tidak seragam??? kalo iya seperti apa masalahnya??? mgkn bisa anda jelaskan...

Terima kasih
User avatar
dragon
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 637
Joined: Fri May 04, 2007 9:02 pm
Location: Somewhere Out There

Postby 5noopy » Fri Mar 21, 2008 4:22 pm

paijo74 wrote:
dragon wrote:
paijo74 wrote:
kimi07 wrote:duh cape gw sama yg seperti ini,
buktiin lah,
ayo sholat menghadap selain kabah berani?

trus nentuin ramadhan dll, kg ush liat hilal/bulan lg, ikutin kalender masehi aja yg udah terbukti akurat?


kita bisa menghadap mana saja disaat sholat jika jika tersesat dan tidak tahu arah kabah.

kalender masehi berdasarkan matahari,
sedang yang lain berdasarkan bulan.

terima kasih


1. kalo tau arah kabah,,,masih boleh ngga sholat menghadap arah lain???

2. Tuhan ada dimana-mana bukan???

terima kasih


1. Tidak
Kabah berfungsi menyatukan arah.
2. Betul

terima kasih



Jawaban anda membingungkan deh, anda membenarkan bahwa Tuhan ada dimana2 tapi kenapa kalau sholat harus menghadap kabah ???
User avatar
5noopy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 160
Joined: Fri Jan 18, 2008 2:22 pm

Postby Abdul Muslim » Fri Mar 21, 2008 6:13 pm

Atheist__Is__Better wrote:iya, dibuang saja, spy tidak terjadi syirik.

Memang yang menentukan buang atau tidaknya kamu !!!
Abdul Muslim
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 208
Joined: Fri Feb 15, 2008 6:05 pm

Postby Abdul Muslim » Fri Mar 21, 2008 7:24 pm

MuridMurtad wrote:?? Bisa dijelaskan ??

Masru dan Ghoiru itu sebenarnya bukan pembagian sunnah tapi tazim (penghormatan terhadap nabi)yang dibuat oleh Imam Abdul Hadi, tapi berkaitan erat dengan sunnah.

Maaf anda Salah kaprah. Dari kalimat ini kelihatan sekali anda tidak Faham Apa itu Sunnah.

Sunnah Masru` itu bukan hanya Ta`zim saja tetapi hubungan manusia kepada Allah. Dan itu Wajib, walaupun Ta`zim itu merupakan bagian dari Mahabah Umat Islam kepada Rosulya.

MuridMurtad wrote:Dikatakan Masru kalau penghormatan itu menyenangkan orang yang dihormati (salah satu penghormatan adalah mentaati orang yang dihormati)maka masru itu dianjurkan (disuruh) dan mendapat pahala.

Astagfirullah ..... Naif sekali anda ini !!
Kalau tidak mengerti apa itu Islam ( Masru`) jangan deh, sekali-kali komentar !! memalukan !!!

MuridMurtad wrote:Sementara Ghoiru masru, penghormatan yang berlebihan sehingga membuat risi orang yang dihormati, tidak dianjurkan/disuruh dan malah bisa mendatangkan dosa.

Astagfirullah ..... Naif sekali anda ini !! NGACO !!
Kalau tidak mengerti apa itu Islam ( Masru`) jangan deh, sekali-kali komentar !! memalukan !!!

Mufti ARab Saudi yaitu Muhammad Abdullah Bin Bazz berkata, Sunnah amaliyah yang disyriatkan oleh Islam meliputi Sunnah yang di Syariatkan ( Masru`) dan Sunnah yang tidak di Syariatkan ( Ghoiru Masruiyyah )

Arti Sunnah sama dengan Torikoh ( jalan ), sama dengan Syariat ( Aturan ),

Maka Arti Sunnah menurut Syariat adalah Tingkah laku, Ucapan, perintah dan diamnya Rosulullah disebut Sunnah.

Arti SUnnah menurut Terminologi Ilmu Fiqih adalah Amaliyah yang dikerjakan mendapat Pahala, dan Apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Maka Yang saya permasalahkan disini adalah Syariat di dalam Islam itu. Karena Syariat merupakan Aplikasi Umat Islam dalam mengejawantahkan Tauhid kepada Allah dan merupakan Aqidah itu sendiri.

Sementara Ilmu fiqih banyak Furu` nya.

Maka kalau anda memperlajari Agama Islam tolong jangan Separuh-separuh. Pelajari Keseluruhannya.
MuridMurtad wrote:As-Sunnah menurut fiqih ialah segala sesuatu yang bersumber dari perbuatan dan perkataan Muhammad diluar Al-Qur'an, baik perbuatan (Qoul), perkataan (fiil)dan toqrir yang menjadi dasar dalil hukum syariat.

NGACO !!
Dari mana anda dapat sumber Arti Sunnah menurut Terminologi Ilmu Fiqih seperti itu. Itu Sumber yang NGACO.

Ini yang benar :
Arti Sunnah sama dengan Torikoh ( jalan ), sama dengan Syariat ( Aturan ),

Maka Arti Sunnah menurut Syariat adalah Tingkah laku, Ucapan, Perintah dan Diamnya Rosulullah disebut Sunnah.

Arti SUnnah menurut Terminologi Ilmu Fiqih adalah Amaliyah yang dikerjakan mendapat Pahala, dan Apabila ditinggalkan tidak berdosa.
MuridMurtad wrote:Fiil itu adalah perbuatan Muhammad seperti merampok, membunuh, berpoligami, MENCIUM HAJAR ASWAD.

Fiil artinya perbuatan, ..... hahahahaha ImageImageImage
ImageImageImage
NGACO ....
Fiil artinya Perintah.

Sementara Muhammad tidak pernah memerintahkan mencium HAJAR ASWAD.
Kalau tidak mengerti bahasa Arab jangan Bahas Islam, memalukan Anda ini.
MuridMurtad wrote:UNTUK apa Muhammad mencium Hajar Aswad kalau itu BATU BIASA ?? Kabah di buat dari susunan batu dan batu bata, tapi hanya Hajar Aswad yang dicium atau diusap atau melambai dengan mengucapkan Bismillah Allahu Akbar.........

BERARTI ITU BUKAN BATU BIASA ??

WAJAR ANDA BICARA SEPERTI ITU KARENA ANDA PENGANUT AGAMA PAGAN.

Kami Muslim tidak seperti itu.
Muslim mencium HAJAR ASWAT karena Muhammad menjadikan HAJAR ASWAT sebagai Pemersatu Umat.

Sementara Palang Melintang di Atap Gereja dipercaya oleh Kristen sebagai penyelamat untuk menjaga Gereja dari Mara bahaya karena Allah bersemayam di Palang Melintang tersebut. Inilah yang disebut PAGAN.
MuridMurtad wrote:al Azraqy itu sejahrawan Islam..yang mengatakan Bakkah dalam Bibel adalah Mekkah.........masak enggak tahu ??

Hadits Al-Azraqy rata-rata Derajatnya Lemah dan yang paling tinggi Hasan.
Sorry, .... belom masuk dalam katagori Sumber.
MuridMurtad wrote:MAKANYA, kalau batu biasa apa bedanya dengan batu dinding Kabah atau batu untuk melempar jumroh ??

MUHAMMAD menciumnya kerena batu itu Istimewa ! Kenapa MUHAMMAD mengistimewakan dan menghormati sebuah batu dan Alloh diam saja??

Kerana SUNNAH BUODOH MUHAMMAD itu ratusan orang mati terinjak-injak, dan dongeng-dongeng UNTUK MENDEWAKAN BATU seperti hadist Al-Azraqy bermunculan..

KATANYA TAUHID TAPI KOK MEMBERI TAULADAN **** dan ALLAH TIDAK MENEGURNYA ??

SEBANARNYA bukan hanya mencium hajar aswad, tapi SELURUH kegiatan IBADAH HAJI adalah kegiatan buodoh...

HAJAR ASWAD di cium.
Ka`bah di cium.
Makom Ibrahim di Muliakan.

Muslim memuliakan semua itu, Karena Itu adalah Baitullah.

Masjid Dimuliakan Karena Masjid Adalah Baitullah.

Tapi Ka`bah punya keutamaan dalam kemuliaannya.
Walaupun setiap masjid mempunyai kemuliaan.
Karena Ka`bah adalah bagian tanda-tanda kebesaran Allah.

TAUHID kepada Allah adalah Kemuliaan.
Sama seperti Yang Yesus katakan :
" Jawab Yesus :" Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita , Tuhan itu Esa".

JUSTRU OTAK ANDA SAJA YANG **** YANG TIDAK DAPAT MENERIMA KEBENARAN.
MuridMurtad wrote:TIDAKKAH KAU MELIHAT ORANG PANDAI YANG MEMBODOHKAN DIRI ?? UDAH TAHU TIDAK BERMANFAAT, TAPI KERENA SUNNAH MUHAMMAD MAKA MEMBIARKAN DIRINYA MENJADI ORANG BUODOH. ITU YANG GUA TAHU TENTANG MUSLIM.

SEMOGA YESUS MEMBERI HIDAYAH KEPADA ANDA UNTUK MASUK ISLAM.
MuridMurtad wrote:Oorang Arab sebelum membuat berhala yang dibentuk adalah penyembah BATU , dan DIPASTIKAN SALAH SATUNYA ADALAH HAJAR ASWAD..!

BENAR !! BATU YANG DIBENTUK SEPERTI MANUSIA, ATAU BENDA HIDUP LAINNYA.

Selain itu tidak.
Abdul Muslim
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 208
Joined: Fri Feb 15, 2008 6:05 pm

Postby paijo74 » Fri Mar 21, 2008 9:14 pm

MuridMurtad wrote:
PADAHAL MUSLIM juga menggagap Kabah HUNIAN Alloh (Baitulloh)…..dan SUJUD menghadap batuhitam yang juga PERNAH DISUJUDI kaum Quraish…jahiliyah..

JADI APAPUN ALASAN MUSLIM, ITU TETAP AJA ITU MENYEMBAH BERHALA NAMANYA….WONG SUJUD DI DEPAN BENDA MATI.....sudah kartu mati lagi.


Hanya arah,
bukan berarti menyembah, kami yang tinggal jauh dari Kabah bahkan tidak bisa melihatnya.

terima kasih
User avatar
paijo74
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 318
Joined: Sun Feb 17, 2008 12:07 am

Postby Duladi » Fri Mar 21, 2008 9:24 pm

Abdul Muslim wrote:Coba kamu buktikan kalimat di Qur`an yang mengatakan HAJAR ASWAT ADALAH Allah .... kalau tidak dapat menemukan kamu pembuat Fitnah.

Tidakkah seharusnya kamu mikir, permintaanmu ini ****? Mana ada penipu yang jujur ngaku kalau dirinya penipu? Kamu ini ditipu Arab, tapi minta bukti dari kitab palsu mereka kalau mereka telah menipumu?

Tidak akan ada pernyataan secara vulgar di dalam kitab mereka, kalau Hajar Aswad itu Allah. Tapi kita jadi tahu, kalau Allah adalah Hajar Aswad, dari PRAKTEKNYA.

Seorang maling diketahui dirinya maling, dari perbuatannya, bukan dari pengakuannya sendiri bahwa dirinya maling.

Nah, apa yang telah dipraktekkan oleh Muhammad sehingga akhirnya saya tahu kalau Allah adalah hajar Aswad?

QS 22:26 "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud."

"Awloh" berkata, "Sucikanlah rumah-ku!"
Maka Muhammad pun men-sucikan Ka'bah, menyingkirkan 359 berhala patung, terkecuali HAJAR ASWAD.

Tahu kamu, apa itu artinya? HAJAR ASWAD itulah ALLAH, dialah pemilik Ka'bah. Hajar Aswad itulah yang berkata, "Sucikanlah rumah-ku." [mungkin kamu akan berkata, mana bisa batu ngomong? inilah sandiwara yang Muhammad bikin]

"Awloh" berkata, "Jangan memperserikatkan Aku dengan berhala."
Maka jadilah Hajar Aswad itu satu-satunya, tidak diperserikatkan dengan berhala-berhala.

Tahu kamu, apa itu artinya? HAJAR ASWAD itulah ALLAH, dialah yang menolak dirinya diserikatkan (dikelompokkan/dijadikan satu kelompok) dengan berhala-berhala patung. Hajar Aswad itulah yang berkata, "Jangan memperserikatkan Aku dengan berhala." [mungkin kamu akan berkata, mana bisa batu ngomong? inilah sandiwara yang Muhammad bikin]

Masih tidak bisa menalar kalau ALLAH adalah HAJAR ASWAD?

Perhatikan fenomena ini: (Ingat! Maling diketahui dirinya maling, dari perbuatannya, bukan dari pengakuan niatnya)

1) Kalau Muslim tidak menyembah Hajar Aswad/Allah, kenapa sholat menghadap Hajar Aswad/Allah? Jangan lagi berdalih, itu untuk simbol persatuan umat. :lol: Memang benar, itu simbol persatuan umat untuk menyembah BERHALA TAUHID, yaitu sang hajar aswad/allah.

Image

2) Kalau Hajar Aswad bukan allah, kenapa PEMUJAAN KEPADA SANG HAJAR ASWAD menjadi POKOK UTAMA (INTI) dalam RITUAL IBADAH HAJI?

Ingat, TAWAF adalah Bagian terpenting dari upacara haji. Tawaf, berarti memutari Hajar Aswad sebanyak 7 kali, ketika start pertama harus menyalaminya terlebih dahulu, baik dengan cara mencium, mengusap, menghormat, atau meneriakinya "ALLAHU-AKBAR, demikian seterusnya tiap kali melewati Hajar Aswad, harus melakukan hal yang sama. Tawaf dilakukan 2 kali, pertama kali sebagai pembukaan ritual haji, disebut Tawaf Qudum, dan terakhir kali sewaktu hendak pulang, disebut Tawaf Wada' (sebagai salam pamit). Jadi, jumlah total muter-muternya 2x7 = 14 kali muter, dan setiap kali muter melewati Hajar Aswad, harus menyalami Hajar Aswad (mencium/mengusap/menghormat/teriak Allahu-Akbar).

Kamu masih tidak nyadar kalau dirimu telah ditipu Arab, ISLAM adalah PENYEMBAH BATU BERHALA

Abdul Muslim wrote:Saya udah katakan berulang kali ! tapi kamu tetap Ndablek. Manusia Bejat !!!

Kamulah yang ndablek!!!
Sudah tahu nungging-nungging itu menyembah BERHALA, masih saja dilakukan dan tetap tidak mau menyadari dan tidak mau mengakui...... Sebenarnya kamu ini punya NALAR atau tidak sih?
Di mana otakmu? Di mana pikiranmu? Mungkin kamu perlu diberi terapy listrik, tempelkan colokan listrik ke jidatmu, supaya kamu sadar..... Lihat, orang yang kesurupan di RS Jiwa kalau lagi gak nyadar, mereka perlu disetrum biar sadar.... Cobalah sekali-kali therapy itu, siapa tahu kamu bisa sembuh dari penyakit gilanya Arab.....

Abdul Muslim wrote:Ayat menjelaskan tentang mensucikan Baitullah yaitu Rumah Allah.

Benar, dan siapa yang suruh? AWLOH.
Lalu siapa yang jadi penghuninya setelah disucikan? HAJAR ASWAD.
Kesimpulan: HAJAR ASWAD itulah ALLAH.

Hayo, apakah kamu punya BANTAHAN terhadap LOGIKA ini?

Abdul Muslim wrote:RUMAH ALLAH (Baitullah) di Makkah sebagai pusat pengabdian manusia kepada Allah SWT telah direncanakan oleh Allah sendiri puluhan abad sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan.

Dari mana Anda tahu puluhan abad sebelum Mamad lahir awloh sudah ngomong seperti itu? Bukankah ayat bikinan si Mamad itu baru ada pada saat Mamad mengucapkannya? Bagaimana Anda bisa mengklaim, kalau awloh pernah ngomong begitu kepada Abraham, sementara cerita itu baru ada pada abad ke-7?

Abdul Muslim...!!!! Saya tantang kamu berlogika....!!!

Abdul Muslim wrote:Sekitar 4000 tahun yang silam, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk membawa istrinya, Hajar, dan putra mereka, Isma`il, meninggalkan Kana’an (Palestina) ke arah selatan, menuju sebuah lembah yang bernama Baka atau Bakkah.

Ini sumbernya dari mana? Dari tulisan penafsir Islam?
Apa kamu sudah baca thread tentang BAKKAH bukanlah MEKKAH?

Kamu seharusnya nyadar, tho nak! Ya jelas aja dong, Arab mengatakan begitu, khan mereka tukang membual? Mereka akan mengatakan, "Adam dulunya pernah tinggal di Mekkah, Ibrahim dan Ismail pernah ke Mekkah, Adam itu agamanya Islam, Ibrahim itu agamanya juga Islam, Ka'bah yang bikin nabi Adam, kemudian direnovasi oleh Abraham, bla-bla-bla....."

Ya terang aja mereka bikin cerita ngibul seperti itu, khan itu untuk kepentingan mereka? Supaya kamu percaya pada agama bikinannya Mamad itu, supaya kamu percaya kalau Islam itu agama turunan dari agamanya nabi Adam/Ibrahim.......

Kalau yang bikin cerita itu bukan orang Arab, barulah bisa kita pertimbangkan. Lha wong yang cerita orang Arab, ya jelas dong, mereka bikin bualan-bualan seperti itu agar agamanya bisa dipercaya oleh dunia...!!!

Abdul Muslim...!!! Sekali lagi kamu menunjukkan nalarmu begitu **** gara-gara ikut Arab...!!!!

Abdul Muslim wrote:Oleh karena mim dan ba sama-sama huruf bibir (bilabial), nama Bakkah lama-kelamaan berubah menjadi Makkah.

Kalau yang seperti ini kamu tidak mencurigainya sebagai OPINI KOSONG?

Saya yang punya BUKTI FAKTA & BUKTI DALIL, kamu menganggapnya sekedar asumsi, sementara cerita orang Arab yang jelas-jelas ngibul malah kamu anggap benar 100%?

Abdul Muslim...!!! Sekali lagi kamu menunjukkan nalarmu begitu **** gara-gara ikut Arab...!!!!

Abdul Muslim wrote:Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami` liahkamil Qur`an ketika menafsirkan surat Al Hajj (22) ayat 27 menceritakan bahwa tatkala Ibrahim telah beres membangun Ka`bah.......

TAFSIR ya? Namanya aja TAFSIR....!!!!
Seorang penafsir bisa membuat cerita sak enak udel untuk kepentingan Arab, agar agamanya Arab dipercaya sebagai kebenaran.

Apakah sebuah TAFSIRAN lebih bisa dipercaya daripada KITAB SUCI?
Apakah IMAM AL-QURTHUBI itu setingkat NABI?
Apakah orang itu pernah mendapat WAHYU dari malaikat Jibril kayak Lia Eden, eh, Muhammad?

Seorang penafsir Islam, bisa ngomong seenaknya, Ibrahim membangun Ka'bah, tapi mana BUKTI FAKTA SEJARAH-nya?

Kamu ini korban kibulan Arab, kamu korban tipuan Islam....
Kalau yang namanya agama sempurna itu, dia haruslah sempurna, tidak butuh yang namanya TAFSIR-MENAFSIR. Yang namanya TAFSIRAN itu adalah hasil karya manusia, hasil rekaan manusia, bukan dari ILAHI....

Kenapa kamu lebih percaya pada KIBULAN daripada FAKTA?

Sejarah membuktikan, Ka'bah baru ada setelah ratusan tahun lewat abad Masehi. Bagaimana kamu bisa mempercayai cerita dongeng yang mengatakan Ka'bah sudah ada pada zaman Ibrahim? Atau, pada zaman Adam sekalian?

Kamu mirip penghuni NEGERI DONGENG, tidak pantas hidup dalam dunia nyata.....

Semakin kaffah keislamanmu, semakin gak waras otakmu.... Aku jamin!!!!

Abdul Muslim wrote:Allah memerintahkannya agar memproklamasikan haji kepada manusia. Ibrahim menjawab, “Bagaimana bisa suaraku didengar oleh manusia?” Allah berfirman, “Serulah mereka, maka Aku akan menyampaikannya.” Ibrahim lalu naik ke gunung Abi Qubais dan menyeru dengan suara keras, “Wahai manusia! Sesungguhnya Allah swt. telah memerintahkan kamu agar berhaji ke Baitullah, niscaya Allah akan memberikan pahala surga dan menjauhkan kamu dari api neraka.” Saat itu, seluruh manusia menjawab, baik yang ada dalam sulbi laki-laki maupun yang ada dalam rahim wanita, dengan jawaban talbiyah; Labbaik Allahumma labbaik

Hua ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.........

Di Quran cerita itu cuma secuil, tapi seorang Penafsir yang hidup ratusan tahun kemudian, bisa membuat cerita itu sedemikian lengkap, mendapat wahyu dari malaikat Jibril juga dia? Ha ha ha ha :lol:

Kitab Sejarah yang sudah ribuan tahun sebelumnya, tidak pernah ada menceritakan hal seperti itu, apalagi ritual yang penuh perbuatan syirik, seorang penafsir Islam yang hidup ratusan tahun setelah si Mamad malah bisa tahu detil-detilnya kisah tersebut........ Coba pakai nalarmu.....

Si Mamad sendiri aja gak tahu, kok si penafsir ini lebih tahu?
Jangan-jangan, si penafsir itulah NABI TERAKHIR yang sesungguhnya?

Abdul Muslim...!!! Sekali lagi kamu menunjukkan nalarmu begitu **** gara-gara ikut Arab...!!!!

Abdul Muslim wrote:TOLONG INTELEKTUAL DIKIT.

Kamu yang HARUS INTELEKTUAL. Bagaimana pola berpikir kekanak-kanakan begini kamu banggakan sebagai sikap intelek? ISLAM itu kayak anak balita, masih menyusui, banyak hal yang masih perlu dipelajarinya........ Berlogika aja harus dituntun kayak anak autis....

Abdul Muslim wrote:Simbol Bulan Bintang di atap MAsjid tidak dijadikan oleh muslim sebagai sesuatu memberi manfaat atau kerusakan. dan Simbol Bulan dan bintang hanya Aksesoris saja. dan tidak diyakini dapat memberi manfaat atau kerusakan.


Simbol Bulan Sabit adalah simbol dari dewa bulan.
Karena allah disimbolkan bulan sabit, berarti allah adalah dewa bulan.
Orang Arab Quraish/Islam punya dewa bulannya sendiri yang berwujud HAJAR ASWAD.

Abdul Muslim wrote:Sementara Palang Melintang di Atap Gereja dipercaya oleh Kristen sebagai penyelamat untuk menjaga Gereja dari Mara bahaya karena Allah bersemayam di Palang Melintang tersebut. Inilah yang disebut PAGAN.

Ya, sama seperti berhala-berhala Arab berikut:
1) Bahasa Arab, dianggap memiliki fungsi magis. Maka kalau baca Quran pakai bahasa Arab, nanti dapat pahala, dan bisa dibuat mengusir setan.
2) Kota Mekkah, dianggap kota dengan 100.000 pahala.
3) Ka'bah, rumahnya Hajar Aswad, yang dianggap istimewa dan mengandung pahala bagi orang yang mengelilinginya
4) Batu Allah Hajar Aswad, gila disembah, dan akan memberikan keselamatan surgawi bagi orang yang mau nyembah-nyembah dirinya siang dan malam 5 kali

Jadi, sebelum kamu mengatakan agama lain PAGAN, KAFIR, MUSYIRIK, sebaiknya kamu berkaca dulu, dan TAMPARLAH MUKAMU biar sadar....

Abdul Muslim wrote:
Duladi wrote:Aksesori yang sama dengan aksesorinya bangsa-bangsa kuno di Mesopotamia yang menyembah DEWA BULAN:
Image

SUPER NGACO BIN JAHIL.

Ini yang dinamakan JAWABAN INTELEK?
Setelah logikamu tertohok, cuma seperti itu jawabanmu?

BULAN SABIT adalah DEWA BULAN. Dan Arab memakai simbol itu, karena mereka beranggapan allah/hajar aswad adalah wujud nyata dari DEWA BULAN yang turun ke bumi.

Abdul Muslim wrote:
Duladi wrote:Karena bulan sabit hanyalah simbol, bukan yang disembah. Islam mengharamkan umatnya menyembah simbol, harus menyembah langsung ke wujud aslinya, yaitu Hajar Aswad.

Pernyataan anda ini plintat Plintut, Apakah HAJAR ASWAT mempunyai bentuk Bulan ????

Hajar Aswad ditradisikan dulunya berwarna putih. Ini sudah dipastikan, Arab menganggap batu itu adalah batu dewa bulan.
Batu hajar aswad itu adalah dewa bulannya suku Quraish yang bernama "allah". Dan sekarang, bukti itu masih bisa kita saksikan, bahwa ALLAH SWT = DEWA BULAN

Image

Image

Abdul Muslim wrote:
Duladi wrote:Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0862
Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit disaat berdoa di haruskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya.

Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0863
Abu Huraira melaporkan: Orang2 di haruskan menghindari memandang langit di saat sedang sembahyang, atau mata mereka akan di renggut.

Sahih Muslim, Volume 1, Book 12, Number 717:
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
Nabi berkata, "Ada yang salah dengan orang-orang yang memandang ke langit selama solat?" Tutur katanya bertambah keras ketika menyampaikan pidato ini dan dia berkata, "Mereka harus berhenti memandang ke langit ketika solat; kalau tidak penglihatan mereka akan diambil (mereka akan menjadi buta)."

Ada larangan di kala Sholat untuk tidak tengok keatas, kesamping.

Itu artinya, Muhammad melarang pengikutnya MENYEMBAH TUHAN YG DI ATAS, tapi dia cuma menghendaki pengikutnya untuk MENYEMBAH HAJAR ASWAD yang ada di Ka'bah saja.

Walau di Quran dia menjiplak sifat-sifat Tuhannya Yahudi, katanya bertakhta di Arsy (di langit), tapi kenyataannya, dalam prakteknya, tuhannya Mamad adalah tuhannya Quraish Jahiliyah yang ada di Ka'bah.

Hayo Abdul Muslim....!!! Jangan mengelak lagi....!!!

Abdul Muslim wrote:
Duladi wrote:Awloh di atas langit? Itu teori. Tapi sebenarnya, Muhammad tidak pernah menghendaki pengikutnya menyembah Tuhan yang Benar itu (yg di atas langit), tapi menyembah tuhannya sendiri yang berwujud Hajar Aswad, di kiblat Mekkah.

Ini bukan teori tapi FAKTA !!!

Coba berikan Bukti kalau Muhammad Nyuruh Nyembah HAJAR ASWAD. dengan kata-kata tulisan yang tertulis seperti itu !!


Hahahahaha, logika anak autis. Mana ada penipu yang ngaku terus terang?

Kita tahu seseorang itu penipu dari perbuatannya, bukan dari pengakuannya. Kita tahu seseorang itu maling, dari prakteknya sebagai maling, bukan dari pengakuannya di bibir, "saya bukan maling".

Bukti kalau Muhammad nyuruh nyembah HAJAR ASWAD, dari ayat di atas, dan juga ayat ini:

QS 7:191. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

Muhammad ingin pengikutnya cuma menyembah HAJAR ASWAD/ALLAH saja, dilarang mempersekutukan HAJAR ASWAD/ALLAH dengan patung-patung, karena patung-patung itu dianggapnya berhala, sementara HAJAR ASWAD bukan berhala karena bukan buatan manusia.

Abdul Muslim wrote:Allah itu unique, distinct dan absolute benar dan sangat setuju saya.

tapi kalau HAJAR ASWAD itu hanya Batu buruk !
Umar Ra. pernah mencium batu termulia itu, hanya semata-mata kerana telah melihat Rasulullah Saw. menciumnya, dan tidak perduli dengan sebab-sebab lainnya. Dan itulah taat yang hakiki, taat yang tanpa titik dan koma, patuh yang tanpa alasan dan banyak tanya! Beliau berkata kepada batu itu -setelah menciumnya- :

Itu namanya ROBOT. Kamu ini MANUSIA atau ROBOT?
Manusia bejat seperti Muhammad kok DITIRU 100%.....

Abdul Muslim wrote:“Aku tahu engkau adalah batu yang tak mampu memberi apapun kepadaku, namun kalau bukan Rasul yang menciummu, tidaklah aku mahu menciummu”!

Ini adalah TAQQIYA seorang Umar bin Khattab.
Dia berani menghujat "tuhannya" sendiri, demi menutupi rasa malunya, demi menutupi kebenaran bahwa Islam penyembah HAJAR ASWAD.

Abdul Muslim wrote:Hajar Aswad bukan bererti Batu yang Hitam, namun yang makna yang sebenarnya adalah Batu yang Termulia, Batu yang Terunggul, Batu yang Tertinggi dan menjadi penghulu semua batu yang ada (Sayyidul-Ahjar), sebabnya tiada lain adalah kerana telah dicium oleh penghulu alam; Rasulullah Saidina wa Maulana Muhammad Saw.

Nah, itulah buktinya, HAJAR ASWAD adalah BERHALA-nya ISLAM.
Masa sebuah BATU METEOR diagung-agungkan sampai sedemikian?
Sama seperti si Mamad, yang diagung-agungkan sebagai manusia termulia, terunggul, tertinggi dan penghulu dari semua nabi..... Dasar MULUT DOWER.......

HAJAR ASWAD dan nabinya, sama-sama TONG KOSONG BERBUNYI NYARING....

Kapan kamu mau jadi pinter, kalau nyembah-nyembah BATU dan mempercayai manusia bejat sekelas Mamad sebagai NABI MULIA?

Barusan kamu bilang batu hajar aswad itu BATU BURUK!!!!!
Di detik berikutnya, bilang BATU itu TERMULIA, TERAGUNG......... Kasihan kau...... :oops:

Abdul Muslim wrote:Dengan kecupan penghulu alam Rasullullah s.a.w, batu tersebut menjadi batu yang aswad (termulia) dan dapat memberi syafaat kepada siapa saja yang pernah menyentuh atau mengecupnya!

Statemen BATU YANG BURUK-nya batal, ya? setelah tahu si Mamad cium-cium batu itu?

Kalau seandainya si Mamad cium-cium tahi onta, kamu tidak lagi menganggap tahi onta itu buruk, tapi tahi yang termulia, tahi yang teragung, tahi yang tertinggi, penghulunya tahi-tahi.......

Kamu mengatakan bahwa batu itu bisa memberi syafaat.... Nah, mau mengelak lagi, sudah jelas dirimu adalah PENYEMBAH BATU BERHALA....

**** SEKALI KAMU INI......
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MuridMurtad » Sat Mar 22, 2008 1:55 am

@abdul muslim.
Astagfirullah ..... Naif sekali anda ini !!
Kalau tidak mengerti apa itu Islam ( Masru`) jangan deh, sekali-kali komentar !! memalukan !!!


Apa salahnya kalau saya bilang masyru itu yang diperintahkan/disuruh/disyariatkan ?? EMANG APA BEDANYA DISURUH DAN DISYARIATKAN ?? DISURUH YA YANG DISYARIATKAN....

Anda pernah mendengar dzikir yang masyru, adzan yang masru, tawassul masyru ?

Masyru itu APA-APA YANG DISURUH/DIPERINTAHKAN !

Ghoirul marsyu adalah YANG TIDAK DISURUH/ TIDAK DISYARIATKAN/TIDAK BOLEH...nisa juga sesuka-suka sendiri.

Silahkan baca kutipan dari web yang gua ambil secara acak..

http://jurnalnajmu.wordpress.com/2007/1 ... ab-sosial-
perspektif-islam/
Setiap perbuatan berbahaya dalam Islam tidak dibenarkan (ghairu masyru’) dan setiap perbuatan tidak dibenarkan yang membawa bahaya harus dipertanggung-jawabkan, baik kerugian bahaya materil atau jiwa sebagai akibat buruk dari produk pelaku usaha..


Mufti ARab Saudi yaitu Muhammad Abdullah Bin Bazz berkata, Sunnah amaliyah yang disyriatkan oleh Islam meliputi Sunnah yang di Syariatkan ( Masru`) dan Sunnah yang tidak di Syariatkan ( Ghoiru Masruiyyah )



SEKALI LAGI ghoiru masru BUKAN HANYA TIDAK DI SYARIATKAN TAPI JUGA TERMASUK YANG TIDAK DIBENARKAN...gimana sih anda ??


Maka Arti Sunnah menurut Syariat adalah Tingkah laku, Ucapan, perintah dan diamnya Rosulullah disebut Sunnah.



Astagafirullah, sejak semula kan aye sudah bilang begitu ???
Tingkah laku itu sunnatu'l FIIL
Ucapan dan perintah itu sunna'tul qoul

Kenapa sih anda masih ngeyel, padahal cari di internet banyak.
Nich gua cariin lagi secara acak :
http://salafiyunpad.wordpress.com/2007/ ... as-sunnah/

Penulis matan Kitab Al-Qulul Mufid fii Adillati At-Tauhid berkata:

Sunnah terbagi menjadi empat:

Sunnah qauliyah (ucapan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam –pen.)

Sunnah fi’liyah (perbuatan Nabi shallallahu ’alihi wasallam –pen.)

Sunnah taqririyah (persetujuan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam terhadap perkataan atau perbuatan para shahabat –pen.)

Sunnah tarkiyah (sesuatu yang ditinggalkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dengan tujuan ibadah –pen.)


Maka kalau anda memperlajari Agama Islam tolong jangan Separuh-separuh. Pelajari Keseluruhannya.

Andalah yang kelihatannya belum mempelajari Islam secara keseluruhan !

Fiil artinya perbuatan, ..... hahahahaha

NGACO ....
Fiil artinya Perintah.

Sementara Muhammad tidak pernah memerintahkan mencium HAJAR ASWAD.
Kalau tidak mengerti bahasa Arab jangan Bahas Islam, memalukan Anda ini.


LIHAT LAGI KUTIPAN WEBSITE DI ATAS..SIAPA YANG NGACO ??
........memalukan!

WAJAR ANDA BICARA SEPERTI ITU KARENA ANDA PENGANUT AGAMA PAGAN.

Kami Muslim tidak seperti itu.
Muslim mencium HAJAR ASWAT karena Muhammad menjadikan HAJAR ASWAT sebagai Pemersatu Umat.


JADI YANG SEBAGI PEMERSATU UMMAT, HAJAR ASWAD atau KA'BAH ??
KALU BATU SAKTI ITU DIBUANG, BERARTI MUSLIM AKAN TERCERAI BERAI ??

ADA KABAH (kalau mau dibilang pemersatu ummat) KENAPA PULA ADA HAJAR ASWAD?? APA MAKSUDNYA MUHAMMAD MENCIUM HAJAR ASWAD ?? KENAPA TIDAK DIBUANG SAJA kan masih ada Kabah ??

ataukan Hajar Aswad itu salah satu dari tritunggal Muslim??
Allah. Muhammad. dan Hajar Aswad ??

Hadits Al-Azraqy rata-rata Derajatnya Lemah dan yang paling tinggi Hasan.
Sorry, .... belom masuk dalam katagori Sumber.


GUA SEJAK SEMULA TIDAK PERNAH MENGATAKAN ITU HADIS SAHIH !

Masalahnya Dongeng itu MUNCUL kerena untuk menjawab tindak-tanduk yang tidak rasional dari Muhammad. KENAPA MUHAMMAD MENCIUM HAJAR ASWAD ?? Tidak ada LANDASANnya khan ??

LALU DICARI JAWABAN DARI DONGENG YANG MENGATAKAN HAJAR ASWAD ITU BERASAL dari surga. Jadi apa salahnya kalau gua bilang mencium hajar aswad itu sunnah buodoh, dan muslim membuodohkan diri ??

btw. Apa kau percaya hajar aswad itu batu dari surga ?? Atau batu kali biasa yang banyak di temui di sungai ciliwung ??Silahkan jawab!


HAJAR ASWAD di cium.
Ka`bah di cium.
Makom Ibrahim di Muliakan.

Muslim memuliakan semua itu, Karena Itu adalah Baitullah.

Masjid Dimuliakan Karena Masjid Adalah Baitullah.

Tapi Ka`bah punya keutamaan dalam kemuliaannya.
Walaupun setiap masjid mempunyai kemuliaan.
Karena Ka`bah adalah bagian tanda-tanda kebesaran Allah.


Apa anda MENCIUM MASJID JUGA ??? Astagafirulloh !!

ANDA tahukan arti kata baitulloh ?? Baitulloh adalah rumah Alloh atau disebut juga BAETYLUS dalam bahasa Yunani. Keduanya berasal dari bahasa Ibrani Beth-el.

Orang Yunani menggunakan batu Omphalos sebagai sarana komunikasi dengan Zeus, dewa tertinggi (Arab : Alloh). Nich gambarnya..

Image

Omphlos adalah BAETYLUS atau Baitullah. Otang Yunanai yakin, batu Omphalos adalah PUSAT DUNIA. Muslim juga sama percaya bahwa KA'BAH adalah pusat dunia....
JADI apa bedanya kepercayaan Pagan Yunani dengan Islam ??

SEMOGA YESUS MEMBERI HIDAYAH KEPADA ANDA UNTUK MASUK ISLAM.


Ngapain lagi masuk kandang buaya ?? Keluarnya aja susah ??


BENAR !! BATU YANG DIBENTUK SEPERTI MANUSIA, ATAU BENDA HIDUP LAINNYA.

Selain itu tidak.


Lalu bagaimana dengan ini ??
Image

tiga dewa dalam bentuk batu di Meda'in Saleh ??Lihat juga foto Adadeh..
MuridMurtad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users