. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

(?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

(?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby overdose » Thu Oct 22, 2009 2:39 pm

Apa arti dari ISLAM itu sendiri?
MUSLIM artinya apa?
AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH artinya : ????

(sorry kalau penulisannya tidak tepat)

mungkin bagi bnyk orang, terlalu mendasar pertanyaan nya.
jujur, selaku yg awam ttg islam.kerap sekali gw bingung bila membaca/melihat klaim2 umat islam.
islam itu indah, islam sumber ini, islam sumber itu, bla bla..bombastis! benarkah begitu???
gak ada salahnya kan gw mencari tahu ttg islam...
gw buatlah tread ini. yg sederhana2 saja dulu.biar gampang gw cerna.
kalau pemilihan/penyusunan kata2 nya kurang berkenan.mohon dimaklumi.
masih muda dan perlu banyak belajar.


adakah yg bersedia membantu menjelaskannya?
baik dari umat2 Muhammad maupun umat2 lainnya.
mohon pencerahannya.

salam.
peace.. :supz:


ps. Oom Mod, sorry kalau salah kamar ya.
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby Kafiru euy » Wed Feb 03, 2010 2:36 pm

overdose wrote:AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH artinya : ????


Arti dari “Ahlussunnah wal Jamaah” sederhananya adalah mengikuti Qur’an dan Hadist dengan mengikuti teladan para sahabat, tabiin dan ulama-ulama yang tidak pernah merubah dan membuat hal-hal yang baru dalam agama Allah SWT.

Dari sini horee-kiamat-ga-jadi-euy-t37264/
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby overdose » Fri Feb 05, 2010 4:18 pm

Kafiru euy wrote:
Arti dari “Ahlussunnah wal Jamaah” sederhananya adalah mengikuti Qur’an dan Hadist dengan mengikuti teladan para sahabat, tabiin dan ulama-ulama yang tidak pernah merubah dan membuat hal-hal yang baru dalam agama Allah SWT.

Dari sini horee-kiamat-ga-jadi-euy-t37264/


thx bro kafiru.. :finga:
lalu arti dr islam itu sendiri apa? selamat, tunduk,pasrah...mana yg benar?
mengapa harus mengikuti qur'an dan hadist (muhammad)??
bolehkah islam namun memilih mengikuti ibrahim atau musa, daud,isa?
muslim itu sendiri artinya apa?

adakah umat2 muhammad yg bersedia memberikan pencerahan?
terbuka juga bagi umat2 lain yg bersedia membantu...

peace :supz:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby Kafiru euy » Sat Feb 06, 2010 1:25 am

ISLAM menurut bahasa artinya MENYELAMATKAN
kata ISLAM berasal dari isim mashdarnya ASLAMA

fi'il madhi "ASLAMA"
fi'il mudlore' "YUSLIMU"
isim mashdar "ISLAAMAN"
isim fa'il "MUSLIMUN"

Secara istilah arti islam adalah apa yang disyaratkan oleh ayat suci ini, yakni:

“Bala man aslama wajhahu lillahi wa hua muhsinun, falahu ajruhu ‘inda robbihi wala khoufun ‘alihim wala hum yahzanuun“

yakni, muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah taala. dan untuk mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaan_Nya.

Tambahan
Dalam bahasa Arab, Islam berarti berserah diri akan ketentuan Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja. Dan orang yang melakukan itu disebut Muslim. Kata Islam juga bermakna "Damai"

overdose wrote:bolehkah islam namun memilih mengikuti ibrahim atau musa, daud,isa?
muslim itu sendiri artinya apa?

Coba perhatikan beberapa ayat ini
surat Al-Maidah ayat 3 :

" Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu ".

Pada ayat diatas, Allah menegaskan bahwa ajaran agama - yang kemudian diberi nama Islam itu - telah sempurna semua petunjuk dan tuntunannya dan Allah ridha (menerima) bahwa Islam itu adalah agama bagi manusia.

surat Ali Imran ayat 85, tertulis firman Allah :
" Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"

Silahkan anda ambil kesimpulan dr beberapa ayat yg saya kutip dan posisi saya disini hanya menyumbangkan pikiran saja
Kita tunggu konfirmasi/koreksi dr saudara Muslim kita,

Semoga menjelaskan.......
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby overdose » Sun Feb 07, 2010 12:23 am

Kafiru euy wrote:ISLAM menurut bahasa artinya MENYELAMATKAN
kata ISLAM berasal dari isim mashdarnya ASLAMA

fi'il madhi "ASLAMA"
fi'il mudlore' "YUSLIMU"
isim mashdar "ISLAAMAN"
isim fa'il "MUSLIMUN"

Secara istilah arti islam adalah apa yang disyaratkan oleh ayat suci ini, yakni:

“Bala man aslama wajhahu lillahi wa hua muhsinun, falahu ajruhu ‘inda robbihi wala khoufun ‘alihim wala hum yahzanuun“

yakni, muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah taala. dan untuk mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaan_Nya.

Tambahan
Dalam bahasa Arab, Islam berarti berserah diri akan ketentuan Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja. Dan orang yang melakukan itu disebut Muslim. Kata Islam juga bermakna "Damai"

Coba perhatikan beberapa ayat ini
surat Al-Maidah ayat 3 :

" Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu ".

Pada ayat diatas, Allah menegaskan bahwa ajaran agama - yang kemudian diberi nama Islam itu - telah sempurna semua petunjuk dan tuntunannya dan Allah ridha (menerima) bahwa Islam itu adalah agama bagi manusia.

surat Ali Imran ayat 85, tertulis firman Allah :
" Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"

Silahkan anda ambil kesimpulan dr beberapa ayat yg saya kutip dan posisi saya disini hanya menyumbangkan pikiran saja
Kita tunggu konfirmasi/koreksi dr saudara Muslim kita,

Semoga menjelaskan.......


bro kafiru.... :prayer: :prayer:
sangat,sangat membantu sekali bro..thx sekali lg.
sambil menunggu konfirmasi/koreksi saudara muslim,
mohon kesediaan umat muhammad atau umat lain, utk memberikan pencerahan lebih lanjut thdp:

jika islam itu menyelamatkan, apa yg diselamatkan? sudahkah ada yg diselamatkan?
jika islam artinya berserah diri dan muslim adalah seseorang yg berserah diri thdp allah, bolehkah menjadi muslim jika memilih hanya
berserah diri kpd allah tsb tanpa harus mengikuti/mengakui ajaran muhammad? atau memilih mengakui/mengikuti ajaran nabi-nabi lain tanpa
harus memiliki agama (tidak mencari-cari agama)?
mengapa muhammad butuh disempurnakan dan mengapa hanya dia yg disempurnakan?
adakah nabi-nabi lain juga telah disempurnakan?
jika nabi2 lain tidak disempurnakan, apakah nabi-nabi lain tersebut telah sempurna sehingga tidak butuh penyempurnaan? :green:

mohon dimaklumi kapasitas otak muda ini..
salam. :supz:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 12:09 pm

Sebagai tambahan Referensi :

Kitab Iman

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press



Bab Ke-1: Sabda Nabi saw.,
"Islam itu didirikan atas lima perkara."[1] Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang.
Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)" (al-Fath: 4),
"Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."(al-Kahfi: 13), "Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk." (Maryam: 76),

"Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya" (Muhammad: 17), "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya" (al-Muddatstsir: 31), "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?

Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya." (at-Taubah: 124), "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka." (Ali Imran: 173), dan
"Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah)." (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan.
<>

Untuk Perkara Akidah
(Hal yang Paling Fundamental)

Bab Ke-33: Keimanan Bertambah dan Berkurang.
Firman Allah, "Dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk" (al-Muddatstsir: 31) dan "Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu" (al-Maa'idah: 3). Apabila seseorang meninggalkan sebagian dari kesempurnaan agamanya, maka agamanya tidaklah sempurna.

34. Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17]) seberat biji gandum.
Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."

35. Umar ibnul-Khaththab r.a. mengatakan bahwa seorang Yahudi berkata (dan dalam suatu riwayat: beberapa orang Yahudi berkata 5/127) kepadanya, "Wahai Amirul Mu'minin, suatu ayat di dalam kitabmu yang kamu baca seandainya ayat itu turun atas golongan kami golongan Yahudi, niscaya kami jadikan hari raya." Umar bertanya, "Ayat mana itu?" Ia menjawab, "Al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu 'alaikum ni'matii waradhiitu lakumul islaamadiinan" 'Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan atasmu nikmat-Ku dan Aku rela Islam sebagai agamamu'." Lalu Umar berkata, "Kami telah mengetahui hari itu dan tempat turunnya atas Nabi saw., yaitu beliau sedang berdiri di Arafah pada hari Jumat. [Demi Allah, saya pada waktu itu berada di Arafah]."

Bab Ke-39: Keutamaan Orang yang Membersihkan Agamanya

39. An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (dan dalam satu riwayat: perkara-perkara musytabihat / samar, tidak jelas halal-haramnya, 3/ 4), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. (Dalam satu riwayat disebutkan bahwa barangsiapa yang meninggalkan apa yang samar atasnya dari dosa, maka terhadap yang sudah jelas ia pasti lebih menjauhinya; dan barangsiapa yang berani melakukan dosa yang masih diragukan, maka hampir-hampir ia terjerumus kepada dosa yang sudah jelas).
Zulfi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby Zulfi » Sat Feb 20, 2010 12:28 pm

Bertolak dr hal diatas, maka Implikasinya



1. Kaum muslimin harus membedakan antara masing-masing orang-orang kafir dalam pergaulan;
membiarkan saja, orang-orang itu yang tidak perduli dengan kaum muslimin, memerangi di antara orang-orang itu yang memerangi mereka, mengenyahkan di antara orang-orang kafir itu yang sengaja menghalangi tersebarnya dakwah Islam dan berlakunya hukum Islam di muka bumi.

2. Sikap kaum muslimin terhadap non muslim dalam soal cinta kasih dan kebencian hati, didasari oleh sikap mereka terhadap Allah.
Orang yang beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu, akan dihidupkan oleh Allah. Tetapi karena orang-orang kafir itu tidak beriman kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, menyimpang dari agama Allah dan membenci kebenaran, maka kaum muslimin juga harus membenci mereka.

3. Kaum muslimin diperintahkan untuk berdakwah mengajak ke jalan Allah di seluruh negeri-negeri Islam dan di negeri-negeri lain.
Mereka harus menyampaikan kebenaran kepada semua orang, mendirikan masjid-masjid di berbagai penjuru dunia, dan mengirimkan para dai ke tengah masyarakat non muslim, serta mengajak berdialog dengan para pemimpin mereka untuk masuk ke dalam agama Allah.

4. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa kalangan non muslim yang memiliki agama samawi dan non samawi semuanya tidaklah benar.
Oleh sebab itu, kaum muslimin tidak boleh mengijinkan kalangan non muslim untuk menyebarkan para dai atau misionaris mereka, atau membangun gereja-gereja di negeri-negeri Islam. Allah berfirman:

"Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir) Mereka tidak sama. "

Barangsiapa yang mengira bahwa Islam itu sama saja dengan agama-agama lain, maka ia keliru besar.
Para ulama membuka pintu dialog dengan kalangan non musliom. Mereka juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pandangan dengan orang-orang kafir, serta bersedia menjelaskan kebenaran kepada mereka.

Sebagai penutup, Allah berfirman:

"Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
(QS.Ali Imraan : 64)

Demikian juga firman Allah:

"Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.." (QS.Ali Imran : 110
)
Zulfi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby overdose » Sun Feb 21, 2010 12:51 am

thx bro zulfi..sangat membantu dalam usaha gw memahami islam..
:supz:

gw sangat tertarik dgn yg ini..

Zulfi wrote:"Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
(QS.Ali Imraan : 64)

Zulfi wrote:Untuk Perkara Akidah[/color] (Hal yang Paling Fundamental)
Bab Ke-33: Keimanan Bertambah dan Berkurang.
Firman Allah, "Dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk" (al-Muddatstsir: 31) dan "Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu" (al-Maa'idah: 3). Apabila seseorang meninggalkan sebagian dari kesempurnaan agamanya, maka agamanya tidaklah sempurna.

34. Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17]) seberat biji gandum.
Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."


jika dirangkai dgn apa yg disampaikan bro kafiru
Kafiru euy wrote:ISLAM menurut bahasa artinya MENYELAMATKAN
kata ISLAM berasal dari isim mashdarnya ASLAMA

fi'il madhi "ASLAMA"
fi'il mudlore' "YUSLIMU"
isim mashdar "ISLAAMAN"
isim fa'il "MUSLIMUN"

Secara istilah arti islam adalah apa yang disyaratkan oleh ayat suci ini, yakni:

“Bala man aslama wajhahu lillahi wa hua muhsinun, falahu ajruhu ‘inda robbihi wala khoufun ‘alihim wala hum yahzanuun“

yakni, muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah taala. dan untuk mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaan_Nya.

Tambahan
Dalam bahasa Arab, Islam berarti berserah diri akan ketentuan Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja. Dan orang yang melakukan itu disebut Muslim. Kata Islam juga bermakna "Damai"


Kafiru euy wrote:Arti dari “Ahlussunnah wal Jamaah” sederhananya adalah mengikuti Qur’an dan Hadist dengan mengikuti teladan para sahabat, tabiin dan ulama-ulama yang tidak pernah merubah dan membuat hal-hal yang baru dalam agama Allah SWT.

Dari sini horee-kiamat-ga-jadi-euy-t37264/


salahkah gw jika menyimpulkan.
bahwa inti nya adalah beriman pd allah swt sbg tuhan yg syah..?

lalu
untuk apa mengejar status dapat menjadi member "ahlussunah wal jamaah" yg notabene hrs mengikuti muhammad dgn segala lifestyle yg dianut atau
diajarkan tanpa dapat mengikuti/menyesuaikan dgn perubahan zaman ? toh iman kpd allah swt lah yg menjadikan umatnya keluar dr neraka (yg buat gw cukup
mengkhawatirkan jg, krn harus tetap ke neraka dulu walau sdh beriman full).
islam (selamat) kah gw bila memilih tunduk dan pasrah kepada Tuhan sesuai yg diajarkan ibrahim,musa,isa atau nabi yg lain kecuali muhammad?
muslimkah gw bila memilih mengikuti dan mengakui ajaran ibrahim,musa,isa atau nabi yg lain kecuali muhammad?
toh gw juga beriman dan menyembah Allah walau tidak berkeinginan menjadi member ahlussunah tsb?

mengapa harus mengikuti teladan muhammad sementara cukup dengan beriman dan menyembah allah sudah bisa diselamatkan?
berbicara ttg selamat, bukankah ibrahim,musa dan isa sdh ada di surga aka sdh terselamatkan? yg mana bisa lebih dapat dijadikan
contoh arti dr "Islam" itu sendiri dibandingkan muhammad..where is he now? walau sdh disempurnakan namun belum berada di jajaran
yg sama dgn nabi2 sebelumnya.
apakah ini berarti yg disempurnakan tsb HANYA berlaku bagi muhammad dan umat2 yg memilih mengikutinya namun tidak berlaku bg nabi2 lain
atau umat2 yg memilih mengikuti ajaran2 nabi2 tsb sepanjang hanya menyembah Allah?

sulit bagi gw memahami hal2 tsb.
adakah umat2 allah swt yg dapat memberikan pencerahannya ..
:roll:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby Zulfi » Thu Mar 04, 2010 2:11 am

salahkah gw jika menyimpulkan.
bahwa inti nya adalah beriman pd allah swt sbg tuhan yg syah..?

Betul, tapi akan lebih tepat disini beriman pada Tuhan yang benar baik secara Konsepsinya maupun Ritualnya (Cara menyembah).

toh iman kpd allah swt lah yg menjadikan umatnya keluar dr neraka (yg buat gw cukup
mengkhawatirkan jg, krn harus tetap ke neraka dulu walau sdh beriman full).
islam (selamat) kah gw bila memilih tunduk dan pasrah kepada Tuhan sesuai yg diajarkan ibrahim,musa,isa atau nabi yg lain kecuali muhammad?
mengapa harus mengikuti teladan muhammad sementara cukup dengan beriman dan menyembah allah sudah bisa diselamatkan?
berbicara ttg selamat, bukankah ibrahim,musa dan isa sdh ada di surga aka sdh terselamatkan?

Hal ini sudah aku jelaskan secara panjang- lebar disini menurut-islam-apakah-sidharta-gautama-masuk-neraka-t35094/page220.html#p583908
Disitu anda akan mendapatkan 'Pemahaman yang Holistik' mengenai Agama Islam dan Alasan dibalik 'Keistimewaan Posisi' Muhammmad Saw dalam konteks membawa n mengenalkan 'Risalah Islam' ke seluruh dunia.
<>

lalu
untuk apa mengejar status dapat menjadi member "ahlussunah wal jamaah" yg notabene hrs mengikuti muhammad dgn segala lifestyle yg dianut atau
diajarkan tanpa dapat mengikuti/menyesuaikan dgn perubahan zaman ?

muslimkah gw bila memilih mengikuti dan mengakui ajaran ibrahim,musa,isa atau nabi yg lain kecuali muhammad?

Ok, saya akan mencoba tuk menjawab pertanyaanmu itu berhubung Netter Muslim tidak ada yang masuk sampai detik ini.
Silahkan disimak ref ane. Harap kamu memperhatikan setiap detail dari post ini. :heart:
Dengan sedikit Penekanan, :rock:

Manhaj Ahlusunnah dalam Mengambil dan Menerima Dalil



Pada post ini saya akan mencoba membahas secara rinci mengenai kaidah atau prinsip – prinsip dalam manhaj Ahlussunnah dalam menerima dan mengambil dalil karena mengingat hingga sampai zaman sekarang ini banyak kelompok tertentu yang tidak berpegang pada prinsip –prinsip yang benar sesuai dengan tuntunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rosul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa Sallam,
tetapi hanya berpegang pada akal, pemahaman golongannya, bahkan pada mimpi.

Kaidah –kaidah manhaj Ahlussunnah dalam menerima dan mengambil dalil yaitu sebagai berikut

1. Sumber aqidah adalah Kitabullah, Sunnah Rosulullah yang shahih dan Ijma’ salafushalih

Nabi Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya
“ Saya tinggalkan dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh pada pada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Rosul-Nya.”
(Shahih, hadist diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Kitab al-Mustadrak , dan dishahihkan oleh imam Al-Albani dalam kitab al-Misykaah ).

tentang ijma’ salafushalih, ijma’ mereka adalah ma’sum karena mereka tidak berkumpul di atas kesesatan.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umat ini ( para shahabat ) di atas kesesatan” ( HR. Tirmidzi ).
Jadi apabila mereka sudah ijma’ maka wajib bagi kaum muslimin untuk mengikuti ijma’nya mereka yaitu ijma’nya para shahabat.
Sepakatnya para Shahabat ridwanallahu ‘alaihi aj ma’in adalah di atas kebenaran.

Imam Ahmad bin hambal rahimahullah pernah berkata ,
”Barangsiapa yang mendakwahkan adanya ijma’ setelah masanya salafusshalih maka ia telah dusta”
(dibawakan oleh ibnu Al Qayyim dalam kitabnya I’lamul Muwaqi’in)

Syaikhul islam juga pernah mengatakan,
”Dan ijma’ adalah pokok yang ketiga sesudah Qur’an dan sunnah yang dipegang oleh Ahlusunnah dalam masalah ilmu dan agama. Dan ijma’ yang terpelihara atau yang dipegang sebagai rujukan yaitu ijma’nya shalafusshalih karena orang-orang sesudah mereka sudah terjadi ikhtilaf atau sudah terpencar ke seluruh dunia.”

Rasulullah juga bersabda,
“ Barangsiapa yang hidup sesudah wafatku, akan melihat perselisihan yang banyak maka hendaklah berpegang pada sunnahku dan sunnah para khalifahku yang terbibimbing dan lurus sesudahku, peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.”
<>

2. Setiap sunnah yang shahih yang berasal dari Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam wajib diterima walaupun sifatnya ahad.

Maksudnya hadist ahad ini yaitu hadist yang tidak sampai ke derajat mutawatir. Kalau mutawatir diriwayatkan oleh banyak shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in yang ditulis oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Tetapi kalau ahad mungkin hanya 1 atau 2 perawi hadist.

Sebagian firqah-firqah yang ada; yang termasuk dalam 72 golongan dalam hadist yang pernah disebutkan oleh Rasulullah; mereka menganggap bahwa hadist ahad tidak bisa dijadikan hujjah dalam masalah aqidah, yang dipakai dari Al-Qur’an saja atau jika menggunakan yang mutawatir sehingga banyak hadist-hadist yang mereka tolak. Karena mereka menganggap hadist tersebut ( hadist ahad ) sifatnya dzan atau sangkaan.

Sehingga sudah berapa ribu hadist yang mereka tolak karena beberapa alas an tersebut. Padahal telah dijelaskan oleh para ulama Ahlussunnah dalam kitab –kitab mereka, bahwa setiap yang shahih dari Rasulullah wajib kita taati meskipun itu sifatnya ahad. Bahkan kedudukan hadist ini sama dengan Al-Qur’an digunakan dalam menetapkan hukum, yaitu halal, haram dsb

Imam ahmad bin hambal Rahimahullah pernah berkata ,
Barangsiapa yang menolak hadist nabi, maka dia berada di tepi jurang kebinasaan”. Sehingga sekali lagi kita wajib taslim ( menerima ).
<>

3. Yang menjadi rujukan dalam memahami kitab dan sunnah adalah nash-nash yang menjelaskannya, pemahaman para salafushalih, dan para imam yang mengikuti jejak –jejak mereka serta dilihat arti yang benar dalam bahasa arab.

Jadi 72 golongan yang disebutkan oleh Rasulullah masing2 ada kyai atau ulamanya.
Rasulullah mengatakan,” Du’at a’la abwabi jahannam yaitu Da’I –da’I yang berada di pintu-pintu Jahannam”.
Tafsir yang biasa dipakai misalnya Tafsir Ibnu Katsir yang dipakai oleh para ulama-ulama di dunia. Tetapi tidak semua tafsir bisa dipakai.

Ayat –ayat Al-Qur’an dapat dijelaskan dengan beberapa hal yaitu :

a. Ayat Al-Qur’an dijelaskan dengan ayat lain dalam Al-Qur’an

Contohnya: Surat Al-An’am ayat 82 ditafsirkan oleh surat Luqman ayat 13

Surat Al-An’am: 82

Artinya “ Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik),
mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”

Yang dimaksud kedzaliman tersebut yaitu syirik dan telah dijelaskan dalam Surat Luqman:13 yang artinya “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Jadi yang dimaksud kezaliman yang besar disini yaitu Syirik.

b. Al-Qur’an dijelaskan dengan sunnah Nabi

Hal ini banyak misalnya tentang sholat, zakat, haji dsb. Kita ambil contoh salah satu yaitu tentang sholat. Hal ini telah dijelaskan dalam sunnah nabi yang shahih. Jadi tidak ada kaifiyah sholat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.

c. Al-Qur’an ditafsirkan oleh para shahabat

Misalnya dalam surat At-Tahrim ayat 6:

Artinya “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”

Bagaimana caranya memelihara diri dan keluarga dari api neraka ?.
Hal ini dijelaskan oleh Ali bin Abi thalib yaitu dengan kita belajar Al-Qur’an, Sunnah-sunnah nabi, adab kemudian disampaikan oleh istri dan anak kita.

Dan yang terpenting disini, adalah kita dalam memahami Al-Qur’an sesuai dengan pemahaman para salafushalih.
Tidak boleh kita memahami atau menafsirkannya menurut pemahaman pribadi.

Dalil yang mengapa kita wajib mengikuti pemahaman para salafushalih yaitu sebagai berikut :

Surat An-Nisa ayat 115

Artinya “ Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu[348] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

[348] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.

Surat At-Taubah ayat 100

Artinya” Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”

Surat Ali-Imran ayat 110

Artinya” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”

Dengan melihat beberapa dalil di atas maka wajib bagi kita untuk mengikuti pemahaman mereka yaitu para salafushalih karena
aqidah, akhlak, hati dan dakwah ,mereka adalah yang terbaik.

<>

4. Prinsip utama dalam agama bahwa semua telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Siapapun tidak berhak mengadakan sesuatu yang baru yang tidak ada sebelumnya apalagi sampai mengatakan hal tersebut bagian dari agama.
Hal ini telah jelas sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Maidah ayat: 3

Artinya :
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”

Jadi islam telah sempurna, tidak boleh mengadakan sesuatu yang baru dalam masalah akidah, manhaj, dan ibadah.
Dan kita tidak boleh menggunakan pikiran kita sendiri, perasaan kita, dan menganggapnya yang paling benar dalam masalah-masalah tersebut.
Semua harus ilmiah dan didasari dengan dalil-dalil yang kuat.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata,
” Barangsiapa yang mengadakan sesuatu bid’ah dalam agama ini yang dianggap baik bid’ah itu oleh dia maka sungguh dia telah menuduh nabi Muhammad shalallahu ‘Alaihi wa Sallam khianat dalam risalah ini.

Ini berarti ada yang belum disampaikan oleh nabi padahal Allah Ta’ala telah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 3 tadi yang intinya bahwa Islam telah sempurna.

<>

5. Berserah diri dan patuh hanya kepada Allah dan Rosulnya dalam hal penetapan islam ini secara lahir dan batin,

tidak menolak sesuatu dari kitab dan sunnah yang shahih baik menolaknya dengan qiyas ( analogi, perasaan ),
kasyfu ( iluminasi, penyingkapan tabir rahasia sesuatu yang baik ), ucapan seorang syaikh, ataupun pendapat imam-imam dan lainnya.

Dalam masalah ini kita -Muslim- harus taslim ( menerima ) kepada Allah dan Rosulnya mutlak secara lahir dan batin.
Hal ini telah jelas berdasar firman Allah Ta’ala dalam Surat An-Nisa ayat 59

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

Dalil yang lain yaitu tentang sikap orang-orang mukmin seperti dalam surat An-Nur: 51

Artinya : Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka[1045] ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.

[1045] Maksudnya: di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin.

Dalil yang lain yaitu dalam surat Al-Ahzab: 36

Artinya : Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.( Al-Ahzab: 36 )

Sehingga dengan beberapa dalil- dalil yang telah disampaikan di atas, apabila Allah dan Rasulnya telah memutuskan suatu perkara maka kita tidak boleh pilih-pilih apalagi mengingkari. Sikap kita yang benar yaitu wajib menerima ( taslim ).

Iman Syafi’i pernah mengatakan,” Apabila ada pendapatku bertentangan dengan Rasulullah maka buang pendapatku”.

<>

6. Dalil aqli yang benar akan sesuai dengan dalil naqli yang shahih,
sesuatu yang qad’i ( sesuatu yang pasti dari kedua dalil tersebut ) tidak akan bertentangan selama-lamanya.

Apabila terdapat pertentangan maka dalil naqli ( Qur’an dan Sunnah ) harus didahulukan.
Sehingga tidak boleh mengatakan ayat ini/hadist ini bertentangan dengan akal.
Kalau seandainya seolah-olah bertentangan, kitanya yang belum mampu untuk memahaminya sebab tidak mungkin wahyu bertentangan dengan akal manusia. Sehingga dalam hal ini kita wajib beriman karena berkaitan dengan hal-hal ghaib.
<>

7. Setiap perkara baru yang tidak ada sebelumnya di dalam agama adalah bid‘ah.

Setiap bid‘ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.
Berikut dalil-dalil yang berkaitan dengan tentang haramnya bid’ah

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
”Barang siapa yang membuat hal yang baru dalam urusan agama kami ini sesuatu yang tidak ada didalamnya, maka ia tertolak." (Bukhari-Muslim).

Hadist lain yang terkait dengan bid’ah yaitu hadist yang diriwayatkan oleh imam Muslim Rahimahullah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Dari sahabat Jabir bin Abdillah Radiallahu’anhu bahwasannya Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: ‘Amma ba’du:
sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah kitab Allah (Al Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam, dan sejelek-jelek urusan ialah urusan yang diada-adakan, dan setiap bid’ah ialah sesat.’” (Riwayat Muslim, 2/592, hadits no: 867)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Dari sahabat ‘Irbadh bin As Sariyyah Radiallahu’anhu ia berkata:
Pada suatu hari Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam shalat berjamaah bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu beliau memberi kami nasehat dengan nasehat yang sangat mengesan, sehingga air mata berlinang, dan hati tergetar.

Kemudian ada seorang sahabat yang berkata: ‘Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat seorang yang hendak berpisah, maka apakah yang akan engkau wasiatkan (pesankan) kepada kami?’

Beliau menjawab:
‘Aku berpesan kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa setia mendengar dan taat (pada pemimpin/penguasa, walaupun ia adalah seorang budak ethiopia, karena barang siapa yang berumur panjang setelah aku wafat, niscaya ia akan menemui banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Ar rasyidin yang telah mendapat petunjuk lagi bijak. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah dengan geraham kalian.

Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap urusan yang diada-adakan ialah bid’ah, dan setiap bid’ah ialah sesat.’” (Riwayat Ahmad 4/126, Abu Dawud, 4/200, hadits no: 4607, At Tirmizy 5/44, hadits no: 2676, Ibnu Majah 1/15, hadits no: 42, Al Hakim 1/37, hadits no: 4, dll)

Pada hadist di atas telah jelas bahwa setiap urusan yang diada-adakan dalam agama ini adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah sesat. J
adi tidak ada yang namanya bid’ah yang baik atau bid’ah hasanah atau sejenisnya. Tetap bid’ah itu adalah penyimpangan dan setiap yang penyimpangan tempatnya di neraka.

Kita -Muslim- harus yakin bahwa Islam ini telah sempurna sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat A-Maidah ayat 3 seperti yang telah disampaikan pada point 4 yang artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu( QS.Al-Maidah:3)

<>

8. Kaum Muslimin wajib senantiasa mengikuti manhaj (metode) al-Quran dan as- Sunnah dalam menolak sesuatu, dalam hal ‘aqidah dan dalam menjelaskan suatu masalah. Oleh karena itu, suatu bid‘ah tidak boleh dibalas dengan bid'ah lagi, kekurangan tidak boleh dibalas dengan berlebih-lebihan atau sebaliknya.
<>

9. Berdebat untuk menimbulkan keraguan dalam agama ini tercela.

Ketika ada ayat dan hadist yang memang sudah jelas tapi masih dibantah atau diperdebatkan lagi maka dikatakan oleh Rasululullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pelakunya telah kufur.

Sebagai contoh yaitu :

Allah ada di atas arsy. Banyak yang masih memikirkan tentang hal ini atau tidak sesuai dengan akal. Hal inilah yang harus kita hindari, maka dalam masalah ini kita wajib mengimani dan menerima ( taslim ) karena dalil-dalilnya sudah jelas.
Zulfi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 228
Joined: Wed Oct 07, 2009 5:47 am

Re: (?) ISLAM, MUSLIM dan AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Postby overdose » Thu Mar 04, 2010 4:17 pm

bro zulfi..
:prayer: :prayer: :prayer:
sangat sangat sangat mencerahkan...

apakah ada umat2 allah swt yg dapat memberikan sanggahan tuk
hal2 yg disampaikan bro Z? benarkah demikian adanya.
jika benar tentu pertanyaan terakhir adalah:
masih adakah harapan muslim2 yg hidup zaman sekarang ini,
tuk dapat masuk menjadi member ahlussunnah wal jama'ah?

:supz:
overdose
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1248
Joined: Sat Apr 11, 2009 1:52 pm


Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users