. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Islam merusak kultur asli Indonesia ?

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Sebelum Islam masuk lewat Aceh, Indonesia negara Hindu/Budha. Sekarang dengan adanya Islam:

a) merusak budaya asli kita. Sisa2 budaya hindu/budha hilang pelan2
67
82%
b) budaya pra-islam di Indonesia tidak diajarkan di bangku sekolah. Anak2 Islam menyangka mereka keturunan Adam, dan bukan lagi keturunan pengikut Budha/Krishna
3
4%
c) tidak merusak apa2. Kelangsungan budaya Hindu & Budha dijamin.
6
7%
d) tidak merusak tetapi pelan2 mengikis habis budaya pra-Islam Indonesia
6
7%
 
Total votes : 82

Postby Laurent » Tue Jun 12, 2007 9:52 am

mungkin yg ini :

Pemerintah mengharuskan semua warga negara usia dewasa untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang di antaranya mengidentifikasikan agama pemegang kartu. Pemeluk kepercayaan yang tidak diakui oleh Pemerintah pada umumnya tidak bisa mendapatkan KTP kecuali mereka secara tidak jujur mengaku sebagai penganut agama yang diakui. Sepanjang periode yang dicakup dalam laporan ini, beberapa petugas Kantor Catatan Sipil menolak permohonan yang diajukan oleh penganut kepercayaan yang tidak diakui, sementara yang lain menerima permohonan tetapi mengeluarkan KTP yang mencantumkan agama pemohon yang tidak benar. Beberapa penganut animisme akhirnya menerima KTP yang menuliskan bahwa agama mereka adalah Islam. Beberapa orang penganut Konghucu dalam KTPnya ditulis sebagai penganut Budha. Bahkan beberapa orang Kristen Protestan dan Katholik menerima KTP yang menyatakan mereka sebagai Muslim. Tampaknya staf Kantor Catatan Sipil menggunakan Islam sebagai kategori "otomatis" bagi para penganut kepercayaan yang tidak diakui. Sebagian warga Negara tanpa KTP mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok advokasi keagamaan mendesak Pemerintah untuk menghapus kategori agama dari KTP.
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5858
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby artends » Wed Jun 20, 2007 3:07 pm

a. merusak paTung paTung berhala

Keluaran 34:13-14
13. Sebaliknya, mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang.
14. Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.
User avatar
artends
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 105
Joined: Sat Apr 07, 2007 8:35 am

Postby AL_SIAPA » Thu Sep 27, 2007 12:53 am

ISLAM MERUSAK KULTUR ASLI INDONESIA??????????

tdk semuanya di rusak kultur2 asli indonesia
islam justru melengkapi kultur asli indonesia

bahkan perkembangan sekarang adanya "islam abangan"yg mana membaurkan kebudayaan hindu dan asli kebudayaan animisme dan dinamisme

cuma disini islam juga tdk membiarkan kultur budaya hindu(majapahit)berkembang
bahkan jaman pemerintahan raden patah di demak,dgn bantuan para wali berusaha menekan pembauran islam/hindu,(syech siti jennar)bahkan berusaha mengikis habis keturunan2 brawijaya(raja terakhir majapahit) utk memaksa mereka menjadi islam,dgn tekanan2 politik
sebagian besar melarikan diri ke timur(bali)
namun ada juga yg ke daerah2 sprti contohnya sejarah jumprit(mata air di wonosobo)bisa anda cari search di google dgn key2 yg ada.

bahkan banyak sekali yg krn bertahan dgn keyakinannya hindu asli ,mereka hrs merelakan nyawanya
jd yg terjadi adalah penyebaran islam di majaphit,melalui kekuasaan(raden patah=adalah anak brawijaya yg mnjd moslem)
jd dr masa inilah berangsur2 kebudayaan hindu terkikis
kita tdk bs bilang kebudayaan itu hanya berdasar dari monument2 yg ada saja,sprti candi dll

tp kehidupan bermasyrakatnya dan aktifitas sosialnya
sangat2 lah indah

kita bs melihat bali
dulu sebelum belum banyak kedatangan pendatang2 dari luar bali,disana tdk ada pencuri,dan kejahatan serupa
(fakta sosial)

saya sangat merindukan hidup dalam tatanan jaman majapahit dulu
seandainya raden patah tdk menjadi raja demak waktu itu

raja2 penerusnya mungkin msh memegang teguh tatanan asli hindu jawa yg sangat indah

walaupun ritus2 peninggalan majapahit skrg tetap dilestarikan,namun kebudayaan akar dan tatanan sosial masyarakat di sana sekarang telah berubah drastis

tdk semuanya islam merusak kultur budaya hindu majapahit di jawa,namun tatanan sosialnya jd berubah,kehidupan masyrakatnya jg otomatis jd berubah

melengkapi,memang melengkapi dan terjadi perpaduan>>>utk itu ok2 saja

namun siapa pengebom stupa candi borobudur??????????

monument peninggalan nenek moyang aja mau di rusak oleh kaum moslem fundamentalis
apalagi tatanan sosialnya

sungguh.............kalo sodara2 kita kaum moslem asli indonesia ini memahami betul agama islam,yg mereka yakini,merka pasti akan melakukan tindakan2 yg membawa nama baiknya keyakinannya tetap utuh,seperti yg dilakukan sunan kalijaga(dakwah simapti)pada jamnnya.
bahkan beliau banyak melakukan kegiatan2 dakwah budaya
saya angkat jenpol buat kanjeng sunan!!!!!!

Namun fakta sosial yg ada sekarang,moslem ARABITCH!!!! banyak membuat malu kaum moslem indonesia sendiri

coba renungkan wahai kaum moslem indonesia
TANGGALKAN AGAMU ATAU PERANGI MOSLEM2 ARABITCH YG MEMPERMALUKAN KAUMMU!!!!!!!!
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby AL_SIAPA » Thu Sep 27, 2007 1:00 am

Tuhan yang Sejati
Jika Paduka memeluk agama Islam, manusia Jawa tentu kemudian Islam semua. Badan halus hamba sudah tercakup dan manunggal menjadi tunggal, lahir batin, jadi tinggal kehendak hamba saja. Adam atau wujud bisa sama, jika saya ingin mewujud, itulah wujud hamba, kehendak Adam, bisa hilang seketika. Bisa mewujud dan bisa menghilang seketika. Raga hamba itu sifat Dewa, badan hamba seluruhnya punya nama sendiri-sendiri. Coba Paduka tunjuk, badan Sabdapalon. Semua sudah jelas, jelas sampai tidak kelihatan Sabdopalon, tinggal asma meliputi badan, tidak muda tidak tua, tidak mati tidak hidup. Hidupnya meliputi dalam matinya. Adapun matinya meliputi dalam hidupnya, langgeng selamanya.”

Sang Prabu bertanya, “Di mana Tuhan yang Sejati?”
Sabdopalon berkata, “ Tidak jauh tidak dekat, Paduka bayangannya. Paduka wujud sifat suksma. Sejati tunggal budi, hawa, dan badan. Tiga-tiganya itu satu, tidak terpisah, tetapi juga tidak berkumpul. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini.”

“Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?” tanya Prabu
Sabdopalon berkata dengan sedih, “Ikut agama lama, kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba, Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata, Palon kayu pengancing kandang. Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi bicara hamba itu, bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.”

“Bagaimana ini, aku sudah terlanjur masuk agama Islam, sudah disaksikan Sahid, aku tidak boleh kembali kepada agama Buddha lagi, aku malu apabila ditertawakan bumi langit.”

“Iya sudah, silahkan Paduka jalani sendiri, hamba tidak ikut-ikutan.”

Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu, yang isinya jangan memikirkan yang tidak-tidak, karena agama Islam itu sangat mulia. Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti, lihat bagaimana baunya. Jika air tadi bisa berbau wangi, itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepada agama Rasul, tetapi apabila baunya tidak wangi, itu pertanda jika Sang Prabu masih berpikir Buddha.
Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. Seketika air sumber menjadi berbau wangi. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu, seperti yang sudah dikatakan, bahwa Sang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul, karena air sumber baunya wangi.
Sabdopalon berkata kepada Sang Prabu, “Itu kesaktian apa? Kesaktian kencing hampa kemarin sore dipamerkan kepada hamba. Seperti anak-anak, jika hamba melawan kencing hamba sendiri. Paduka dijerumuskan, hendak menjadi jawan, suka menurut ikut-ikutan, tanpa guna hamba asuh. Hamba wirang kepada bumi langit, malu mengasuh manusia tolol, hamba hendak mencari asuhan yang satu mata. Hamba menyesal telah mengasuh Paduka. Jika hamba mau mengeluarkan kesaktian, air kencing hamba, kentut sekali saja, sudah wangi, Jika paduka tidak percaya, yang disebut pedoman Jawa, yang bernama Manik Maya itu hamba, yang membuat kawah air panas di atas Gunung Mahameru itu semua hamba, Adikku Batara Guru hanya mengizinkan saja. Pada waktu dahulu tanah Jawa gonjang-ganjing, besarnya api di bawah tanah. Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa keudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat. Semua tadi atas kehendak Lata wal Hujwa, yang membuat bumi dan langit. Apa cacadnya agama Buddha, manusia bisa memohon sendiri kepada Yang Maha Kuasa. Sungguh jika sudah berganti agama Islam, meninggalkan agama Buddha, keturunan Paduka akan celaka, Jawa tinggal Jawan, artinya hilang, suka ikut bangsa lain. Besok tentu diperintah oleh orang Jawa yang mengerti.
Coba Paduka saksikan, bulan depan bulan tidak kelihatan, biji mati tidak tumbuh, ditolak oleh Dewa. Walaupun tumbuh kecil saja, hanya untuk makanan burung, padi seperti kerikil, karena paduka yang salah, suka menyembah batu. Paduka saksikan besok tanah Jawa berubah udaranya, tambah panas jarang hujan. Berkurang hasil bumi, banyak manusia suka menipu. Berani bertindak nista dan suka bersumpah, hujan salah musim, membuat bingung para petani. Sejak hari ini hujan sudah berkurang, sebagai hukuman banyak manusia berganti agama. Besok apabila sudah bertaubat, ingat kepada agama Buddha lagi, dan kembali mau makan buah pengetahuan, Dewa kemudian memaafkan, hujan kembali seperti jaman Buddha.”
Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha, Lama beliau tidak berkata. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itu karena terpikat kata putri Cempa, yang mengatakan bahwa orang agama Islam itu kelak apabila mati, masuk surga yang melebihi surganya orang kafir.

Sabdapalon berkata sambil meludah, “Sejak jaman kuno, bila laki-laki menurut perempuan, pasti sengsara, karena perempuan itu utamanya untuk wadah, tidak berwewenang memulai kehendak.” Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu.

“Kamu cela sudah tanpa guna, karena sudah terlanjur, sekarang hanya kamu kutanya, masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam, sudah disaksikan oleh si Sahid, sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi.”

Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi, tetapi tidak berada di situ, hanya menepati yang namanya Semar, artinya meliputi sekalian wujud, anglela kalingan padang.

Sang Prabu bersumpah, besok apabila ada orang Jawa tua, berpengetahuan, yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong, tetapi kedua orang tersebut musnah. (=tiba-tiba menghilang; red: bandingkan pencapaian kedua orang ini dengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha)

Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. Kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga,”Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan Negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawa membawa asuhannya. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib.”

Prabalingga karo Bangerwarih
Sunan Kalijaga kemudian diperintahkan menandai air sumber, jika bau harumnya hilang, besok, orang Jawa akan meninggalkan agama Islam kembali ke agama Kawruh. Sunan Kalijaga kemudian membuat dua buah tabung bambu, yang satu diisi air tawar, satunya diisi air sumber. Air sumber tadi untuk pertanda, jika bau wangi hilang, orang tanah Jawa akan kembali ke agama Kawruh. Tabung setelah diisi air, kemudian ditutup daun pandan dan dibawa dua orang sahabatnya.
Prabu Brawiaya kemudian pergi, diiringkan Sunan Kalijaga dan dua orang sahabatnya. Malam harinya istirahat di Sumberwaru. Esok harinya tabung itu dibuka, airnya dicium masih wangi, kemudian segera melanjutkan perjalanan lagi agar ketika matahari tenggelam sudah sampai di Panarukan. Sang Prabu istirahat di sana. Pagi harinya air dicium masih wangi. Sang Prabu kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
Sesudah matahari tenggelam mereka telah sampai di Besuki. Sang Prabu beristirahat di sana. Esok harinya tabung air dicium masih berbau wangi. Sang Prabu kemudian meneruskan perjalanan sampai matahari tenggelam.
Sampai di Prabalingga, disitu juga istirahat semalam. Esok paginya air itu dilihat lagi. Air yang tawar masih enak, tetapi berbusa harum. Tetapi tinggal sedikit, karena kerap diminum di jalan. Sedangkan air sumber setelah dicium baunya menjadi bacin (=busuk), lalu dibuang. Sang Prabu kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga, “Prabalingga di besuk namanya dua, Prabalingga dan Bangerwarih. Di sini besok menjadi tempat untuk perkumpulan orang-orang yang mencari pengetahuan kepintaran dan kebatinan. Prabalingga artinya perbawanya orang Jawa tertutup dengan perbawa tetangga.”

Sang Prabu kemudian segera meneruskan perjalanan, agar dalam waktu tujuh hari sudah sampai di Ampelgading. Nyai Ageng Ambil menyambut kemudian menyembah kepada Sang Prabu sambil menangis bercucuran air mata. Sang Prabu kemudian berkata,” Jangan menangis, sudahlah semuanya sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Aku dan kamu hanya sekedar menjalani, semua peristiwa ini sudah ditulis dalam Lauh Mahfudz. Baik buruk jangan ditolak. Sudah kewajiban orang hidup sabar dan menerima.”

Nyai Ageng Ampel kemudian berkata kepada Sang Prabu, melaporkan tingkah laku cucunya, Prabu Jimbun, seperti yang sudah diceritakan di depan. Sang Prabu kemudian memerintahkan untuk memanggil Prabu Jimbun. Nyai Ampel mengutus santri ke Demak dengan membawa surat. Sesampai di Demak, surat disampaikan kepada Sang Prabu Jimbun. Tidak lama kemudian Prabu Jimbun berangkat menghadap ke Ampel.
Putra raja Majapahit, yang bernama Raden Bondan Kejawan di Tarub, mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak, malah Sang Prabu meloloskan diri dari istana, tidak jelas ke mana larinya. Merasa tidak enak pikirnya, maka kemudian pergi ke Majapahit. Raden Bondan Kejawan menyamar untuk mencari berita dimana ayahandanya. Sesampai di Surabaya ia mendengar berita bahwa Sang Prabu ada di Ampel, tetapi kemudian sakit. Raden Bondankejawan kemudian menghaturkan sembah bhakti.
Sang Prabu bertanya, “Siapa yang menyembah ini?”
Raden Bondan Kejawan berkata, “Hamba putra Paduka, Bondhan Kejawan.” Sang Prabu kemudian merangkul putranya. Sakitnya Sang Prabu semakin parah. Beliau merasa sudah akan pulang kepada jaman kelanggengan. Kata beliau kepada Sunan Kalijaga demikian, “Sahid, mendekatlah kemari, aku sudah akan kembali ke jaman kelanggengan, buatlah surat ke Penging dan Ponorogo. Nanti kuberi tanda tangan. Aku sudah terima hancurnya Majalengka. Jangan ada perang berebut tahtaku, semua tadi sudah kehendak Yang Maha Suci, jangan ada perang, karena hanya akan membuat kekacauan dunia. Sayangilah rakyat dan kerusakan tanah Jawa. Menghadaplah ke Demak. Jangan ada yang memulai perang setelah aku. Kuminta kepada Yang Maha Kuasa, perangnya akan kalah.”

Kembali ke Alam Kalanggengan
Sunan Kalijaga kemudian menulis surat. Setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Sang Prabu. Kemudian diberikan kepada Adipati Pengging dan Ponorogo.
Sang Prabu kemudian berkata, “Sahid, setelah aku tidak ada, pandai-pandalah kamu memelihara anak cucu-ku. Aku titip anak kecil ini. Seketurunannya asuhlah. Bila ada untungnya, besok anak ini yang bisa menurunkan bibit tanah Jawa. Dan lagi pesanku kepada kamu, apabila aku sudah kembali ke alam kalanggengan, kuburkan aku di Majapahit sebelah utara laut buatan. Adapun kuburanku kuberi nama Sastrawulan. Siarkan kabar bahwa yang dikubur di situ Raja Putri Cempa. Dan lagi pesanku, besok anak cucuku jangan sampai kawin dengan lain bangsa. Jangan sampai membuat panglima perang orang bangsa lain.”

Sunan Kalijaga kemudian menjawab, “Apakah Sang Prabu tidak memberi izin kepada putra Paduka Prabu Jimbun untuk menjadi raja di tanah Jawa?”

Sang Prabu berkata, “Ya, kuberi izin, tetapi hanya berhenti tiga keturunan.” Sunan Kalijaga meminta petunjuk apa artinya nama kuburan Sang Prabu.
“Sastra artinya tulisan, wulan artinya cahaya dunia. Artinya kuburanku hanya seperti cahaya rembulan. Apabila masih kemilau cahaya rembulan, nanti orang Jawa ingat Jawa bahwa kematianku sudah memeluk agama Islam. Maka kutinggikan Putri Cempa, karena aku sudah dibetinakan oleh si Patah, serta tidak dianggap laki-laki, sampai aku disia-siakan seperti ini. Maka aku hanya mengizinkan ia menjadi raja hanya dalam tiga keturunan, Karena si Patah itu dari tiga bangsa, Jawa, Cina, dan Raksasa. Maka ia tega kepada ayah serta ngawur caranya. Maka wasiatku, anak cucuku jangan kawin dengan lain bangsa, karena dalam berkasih-kasihan dengan orang lain bangsa tadi bisa merubah keyakinan. Bisa mencelakai hidup, maka aku memberi wasiat jangan mengangkat panglima perang orang yang lain bangsa. Karena akan menginjak Gustinya, dalam berperang mendua hati. Sudah Sahid, semua wasiatku tulislah.”

Sang Prabu setelah bersabda demikian ,tangannya kemudian bersedekap, terus wafat. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Astana Sastrawulan Majapahit.
Sampai sekarang terkenal bahwa yang dikubur di situ adalah Sang Putri Cempa. Adapun sebenarnya Putri Cempa itu wafatnya di Tuban. Tepatnya kuburan di Karang Kemuning. Setelah tiga hari wafatnya Prabu Brawijaya, dikisahkan Sultan Bintara(= Raden Patah) baru datang di Ampelgading dan bertemu Nyai Ageng Ampel.
Nyai Ageng berkata, “Celaka kamu Jimbun, tidak melihat wafatnya ayahanda, jadi tidak bisa sungkem serta minta izin olehnya menjadi raja, serta minta ampunan semua kesalahan yang sudah terjadi.”

Prabu Jimbun berkata kepada Nyai Ageng, ia hanya bisa pasrah kepada takdir. Barang yang sudah terlanjur hanya bisa dijalani. Sultan Demak di Ampel tiga hari dan kemudian pulang kembali ke Demak.
Diceritakan Adipati Pengging dan Ponorogo, yaitu Pangeran Handayaningrat di Pengging dan Raden Batara Katong, sudah mendengar berita bahwa negara Majapahit dibedah oleh Adipati Demak dengan menyamar menghadap kepada Sang Prabu waktu Hari Raya. Adapun Prabu Brawijaya dan putra Raden Gugur meloloskan diri dari istana dan tidak ketahuan besembunyi dimana. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo sangat marah. Keduanya kemudian menyiapkan sebuah pasukan hendak menyerang Demak, membela ayah merebut tahta. Para prajurit sudah siap senjata untuk menempuh perang hanya tinggal berangkat. Tiba-tiba datang utusan dari Sang Prabu Brawijaya memberikan surat wasiat. Adipati Pengging dan Adipati Ponorogo segera menerima dan membaca surat tersebut. Surat itu kemudian disembah dengan meneteskan air mata berat. Keduanya terhenyak, marah, giginya gemeretuk, wajahnya merah seperti api, dan kata-katanya ketus menyumpah kepada ayahnya sendiri, mudah-mudahan jangan hidup lebih lama lagi, agar tidak memperpanjang rasa malu. Kedua adipati ngotot tidak mau menghadap ke Demak, karena gelap pikirannya kemudian keduanya jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal.

Sekalaning Majapahit

Adapun menurut pendapat yang lain, matinya Adipati Pengging dan Ponorogo karena ditenung oleh Sunan Giri, agar jangan mengganggu di belakang hari. Maka cerita hancurnya negeri Majapahit itu disembunyikan, tidak seimbang dengan kebesaran serta luasnya kekuasaannya. Semua itu untuk menutupi rahasia raja, seorang putra memusuhi ayahandanya. Apabila dipikirkan sangat memalukan. Sejarah hancurnya Majapahit disemukan oleh para pujangga bijaksana menjadi demikian:
“Karena Karomah para wali, keris Sunan Giri ditarik keluar ribuan tawon yang menyengati orang Majapahit. Mahkota Sunan Gunung Jati Cirebon, keluar tikusnya beribu-ribu menggerogoti bekal dan pelana kuda prajurit Majapahit sehingga bubar, karena banyaknya tikus.”
“Peti dari Palembang ada di tengah perang dibuka keluar demit-nya, orang Majapahit geger karena ditenung demit. Sang Prabu Brawijaya wafat mikraj.”

Kemudian Kyai Kalamwadi bertutur kepada murid yang bernama Darmo Gandhul, “Namun semua tadi hanya pasemon(=kiasan). Adapun kenyataannya, cerita hancurnya Majapahit itu seperti yang kuceritakan tadi. Negara Majapahit itu besar dan kokoh. Akan tetapi bisa rusak karena digerogoti tikus? Biasanya tawon itu bubar karena diganggu orang. Hutan angker banyak demitnya. Bubarnya demit apabila hitannya dirusak oleh manusia untuk dibuat sawah. Tetapi apabila Majapahit rusak karena dari tikus, tawon, dan demit, SIAPA YANG PERCAYA?

Apabila orang percaya Majapahit hancur karena tikus, tawon, dan demit, itu artinya orang tadi tidak tajam pikirannya. Cerita yang demikian tadi ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL. Tidak cocok lahir batin. Maka hanya untuk pasemon (= kiasan). Apabila diterangkan dengan jelas maka artinya membuka rahasia Majapahit. Maka hanya diberi perlambang agar orang berpikir sendiri. Adapun pasemon tadi artinya demikian:
Tikus itu wataknya remeh, tetapi lama-lama apabila dibiarkan akan berkembang biak. Artinya, para ulama awalnya ketika baru sampai di Jawa meminta perlindungan kepada Prabu Brawijaya di Majapahit. Sesudah diberi, balas merusak.
Tawon itu membawa madu yang rasanya sangat manis, senjatanya berada di anus. Adapun tempat tinggalnya di dalam tala, artinya tadinya ketika dimuka memakai kata-kata yang manis, akhirnya menyengat dari belakang. Adapun tala artinya mentala ‘tega’ meusak Majapahit, siapa yang mendengar pasti marah.
Adapun demit diberi wadahi peti dari Palembang, setelah dibuka berbunyi menggelegar. Artinya Palembang itu mlembang, yaitu ganti agama. Peti artinya wadah yang tertutup untuk mewadahi barang yang samar. Demit artinya samar, remit, rungsid. Demit itu juga TUKANG SANTET.
Adapun jelasnya demikian, Hancurnya Negeri Majapahit disantet dengan cara samar, ketika akan menyerang tidak ada tantangan apa-apa, menyamar hanya untuk menghadap ketika hari raya grebeg. Mereka dikejutkan, Orang Majapahit tidak siap senjata, tahu-tahu Adipati Terung sudah membantu Adipati Demak.
Sejak Jaman Kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengan disengat tawon serta digerogoti tikus saja, bubarnya orang sekerajaan hanya karena disantet demit. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar, terdengar sampai ke negara mana-mana. Kehancuran tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu Wali Delapan atau Sunan Delapan yang disujudi orang Jawa. Sembilannya Adipati Demak. Mereka semua memberontak dengan licik.

Keajaiban Alam
Kemudian lagi kata Ki Kalamwadi, “Guruku Raden Budi Sukardi meriwayatkan sebelum Majapahit hancur, burung kuntul itu belum ada yang memakai kuncir. Setelah negara pindah ke Demak, keadaan di Jawa juga berubah. Lantas ada burung kuntul memakai kuncir. Prabu Brawijaya disindir, Kebo kombang atine entek dimangsa tuma kinjir.
Kebo artinya kerbau, yakni raja kaya, Kombang artinya diam tapi suaranya riuh, yaitu Prabu Brawijaya tak habis pikir ketika Majapahit hancur. Maksudnya diam marah saja, tidak berkenan melawan dengan perang. Adapun tuma kinjir itu kutu babi hutan. Tuma artinya tuman ‘terbiasa’, babi hutan itu juga bernama andapan, yaitu Raden Patah ketika sampai di Majapahit bersujud kepada ayahanda Sang Prabu. Waktu itu diberi pangkat, artinya mendapat simpati dari Sang Prabu. Tapi akhirnya memerangi dan merebut tahta. Tidak berpikir benar dan salah, sampai Sang Prabu tidak habis pikir.

Adapun kuntul memakai kuncir itu pasemon Sultan Demak. Ia mengejek-ejek kepada Sang Prabu, karena agamanya Buddha kawak kafir kufur. Makanya Gusti Allah memberi pasemon gitok kuntul kunciran. Artinya lihatlah tengkukmu, ibumu putri Cina, tidak boleh menghina kepada orang lain beragama. Sang Prabu Jimbun itu berasal dari tiga benih. Asalnya Jawa, maka Sang Prabu Jimbun besar hati menginginkan tahta raja, ingin cepat kaya sesuai sifat ibunya. Adapun berani tanpa pikir itu dari sifat Sang Arya Damar, karena Arya Damar itu ibunya putri raksasa, senang minum darah, sifatnya sia-sia. Maka ada kuntul memakai kuncir itu sudah kehendak Allah, tidak hanya Sunan Demak sendiri saja yang diperingati mengakui kesalahannya, tetapi juga para wali lainnya. Apabila tidak mau mengakui kesalahannya, dosanya lahir batin. Maka namanya wali diartikan walikan dibaiki membalas kejahatan.
Adapun adanya orang Cina datang di tanah Jawa itu dongengnya demikian, Pada jaman kuno, ketika santri Jawa belum banyak pengetahuannya, setelah mati sukmanya terbawa angin kemudian tumbuh di tanah Cina, maka sekarang kembali ke tanah Jawa menjadi sukmanya orang Cina tadi. Jadi mereka itu tadinya banyak yang sukma Jawa.

( .... isi serat selanjutnya (wejangan Ki Kalamwadi untuk perumah tangga, penjelasan kitab manik Maya, sedikit kisah kediri ) sudah tidak ada hubungannya dengan kisah majapahit.

THE END
__________________
Negeri-Buddha yang satu terbuat dari tujuh permata, negeri-Buddha yang lain seluruhnya penuh dengan bunga teratai; negeri-Buddha yang satu seperti istana dewa Mahesvara, negeri-Buddha yang lain menyerupai cermin kristal, di mana berbagai negeri-buddha di sepuluh penjuru terpantulkan di sana.
(Amitayur Dyana Sutra)
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby alley_shatree » Thu Sep 27, 2007 2:17 am

@al_siapa

kog masih menengok ke belakang sih mas....kalo namanya masa lampau sebelum ada penjajahan dimuka bumi itu memang serba indah...masa kekhalifahan Islam, kesultanan di muka bumi itu juga masyhur2, sangat jaya dan indah ...tapi kemudian timbul penjajahan dimuka bumi jadi banyak yg hancur termasuk kultur di indonesia.

kalo bali itu keliatan indah karena memang dipelihara/diperhatikan oleh pemerintah/swasta untuk tempat wisata...kalo engga ya biasa2 aja.

anda kog haregene masih nengok2 ke belakang sih....sekarang mending menatap ke depan...gimana supaya bisa maju. maju bukan cuma duniawi tapi juga maju ukhrowi.
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Eneng Kusnadi » Thu Sep 27, 2007 7:02 am

alley_shatree wrote:@al_siapa

kog masih menengok ke belakang sih mas....kalo namanya masa lampau sebelum ada penjajahan dimuka bumi itu memang serba indah...masa kekhalifahan Islam, kesultanan di muka bumi itu juga masyhur2, sangat jaya dan indah ...tapi kemudian timbul penjajahan dimuka bumi jadi banyak yg hancur termasuk kultur di indonesia.

kalo bali itu keliatan indah karena memang dipelihara/diperhatikan oleh pemerintah/swasta untuk tempat wisata...kalo engga ya biasa2 aja.

anda kog haregene masih nengok2 ke belakang sih....sekarang mending menatap ke depan...gimana supaya bisa maju. maju bukan cuma duniawi tapi juga maju ukhrowi.


Alley, itulah pentingnya kita belajar sejarah, dan kamu pakai istilah nengok ke belakang. Apa belajar sejarah tidak penting?
Ngapain sejarawan susah susah ngorek informasi penting masa lalu?
Pastilah ada sesuatu keuntungan, yaitu kita bisa belajar!!!

Belajar untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu , juga belajar thinking process dari masa lalu!
Untuk apa? Jelas untuk memperbaiki kwalitas hidup masa sekarang dan masa depan!
Istilah nengok kebelakang dipakai jaman masa jatuhnya Suharto, supaya perkaranya jangan diutik-utik. Mirip dengan hadeets yang ditulis muslim tapi enggan dipelajari oleh muslim jaman sekarang, karena ogah ketahuan bobroknya Muhamad :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby alley_shatree » Thu Sep 27, 2007 10:56 pm

Eneng Kusnadi wrote:
alley_shatree wrote:@al_siapa

kog masih menengok ke belakang sih mas....kalo namanya masa lampau sebelum ada penjajahan dimuka bumi itu memang serba indah...masa kekhalifahan Islam, kesultanan di muka bumi itu juga masyhur2, sangat jaya dan indah ...tapi kemudian timbul penjajahan dimuka bumi jadi banyak yg hancur termasuk kultur di indonesia.

kalo bali itu keliatan indah karena memang dipelihara/diperhatikan oleh pemerintah/swasta untuk tempat wisata...kalo engga ya biasa2 aja.

anda kog haregene masih nengok2 ke belakang sih....sekarang mending menatap ke depan...gimana supaya bisa maju. maju bukan cuma duniawi tapi juga maju ukhrowi.


Alley, itulah pentingnya kita belajar sejarah, dan kamu pakai istilah nengok ke belakang. Apa belajar sejarah tidak penting?
Ngapain sejarawan susah susah ngorek informasi penting masa lalu?
Pastilah ada sesuatu keuntungan, yaitu kita bisa belajar!!!

Belajar untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu , juga belajar thinking process dari masa lalu!
Untuk apa? Jelas untuk memperbaiki kwalitas hidup masa sekarang dan masa depan!
Istilah nengok kebelakang dipakai jaman masa jatuhnya Suharto, supaya perkaranya jangan diutik-utik. Mirip dengan hadeets yang ditulis muslim tapi enggan dipelajari oleh muslim jaman sekarang, karena ogah ketahuan bobroknya Muhamad :lol:


tapi coba kamu perhatikan tulisan si Al_siapa....dia menegok ke belakangnya seperti ingin kembali seperti masa lalu...kembali seperti zaman majapahit atau zaman apa gitu....padahal seharusnya kita kan cukup mempelajari masa lalu untuk kepentingan sekarang/masa datang. :)
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Eneng Kusnadi » Thu Sep 27, 2007 11:21 pm

@ Alley, buat gw juga sich enakan jaman Hindu Budha, daripada jaman sekarang. Coba bandingkan hidup di Jawa dengan di Bali, wah jauh berbeda,
di Bali hubungan antara kafir walaupun beda agama ,RAS, gak getas seperti kontak dengan muslimer apalagi yang fanatik dan racist! :lol:
Di Bali (kita ambil contoh) rasanya belum ada kejadian kayak kerusuhan Mei 98 , ada juga sih yang tereak Alllahuakbar BUUUUM :lol: , tapi yang melakukan muslim Jawa yang iri hati, otaknya keplintir sama Quran. Dan yang melakukan hal ini dimusuhin luar biasa di Bali,
Nah apalagi kalau Hindu Budha jaya kembali di tanah Jawa, rasanya pemerintah juga gak perlu capek-capek ngontrol pesantren pencetak teroris. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby alley_shatree » Fri Sep 28, 2007 2:14 am

Eneng Kusnadi wrote:@ Alley, buat gw juga sich enakan jaman Hindu Budha, daripada jaman sekarang. Coba bandingkan hidup di Jawa dengan di Bali, wah jauh berbeda,
di Bali hubungan antara kafir walaupun beda agama ,RAS, gak getas seperti kontak dengan muslimer apalagi yang fanatik dan racist! :lol:
Di Bali (kita ambil contoh) rasanya belum ada kejadian kayak kerusuhan Mei 98 , ada juga sih yang tereak Alllahuakbar BUUUUM :lol: , tapi yang melakukan muslim Jawa yang iri hati, otaknya keplintir sama Quran. Dan yang melakukan hal ini dimusuhin luar biasa di Bali,
Nah apalagi kalau Hindu Budha jaya kembali di tanah Jawa, rasanya pemerintah juga gak perlu capek-capek ngontrol pesantren pencetak teroris. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:


emang kamu pikir orang2 hindu budhanya di jawa dulu pada ***** semua ?....mereka mau memilih Islam karena mereka mendapatkan sesuatu yg lebih dari sebelumnya. ada berapa gelintir sih orang Islam yg menyebarkan ajaran Islam dijawa ? tentu sangat sedikit...andai ajaran mereka tidak bagus hingga ditolak tentunya kan dari dulu2 orang2 islam itu sudah punah...Orang2 jawa masa itu bener2 merasakan kedamaian dalam Islam....yang kurang ajar itu kan penjajah2 barat yang bikin kacau semuanya.
pada masa Islam itu kebudayaan aslinya ngga di hancurkan...Islam hanya memberikan nilai2.
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Phoenix » Fri Sep 28, 2007 3:21 am

alley_shatree wrote:
Eneng Kusnadi wrote:@ Alley, buat gw juga sich enakan jaman Hindu Budha, daripada jaman sekarang. Coba bandingkan hidup di Jawa dengan di Bali, wah jauh berbeda,
di Bali hubungan antara kafir walaupun beda agama ,RAS, gak getas seperti kontak dengan muslimer apalagi yang fanatik dan racist! :lol:
Di Bali (kita ambil contoh) rasanya belum ada kejadian kayak kerusuhan Mei 98 , ada juga sih yang tereak Alllahuakbar BUUUUM :lol: , tapi yang melakukan muslim Jawa yang iri hati, otaknya keplintir sama Quran. Dan yang melakukan hal ini dimusuhin luar biasa di Bali,
Nah apalagi kalau Hindu Budha jaya kembali di tanah Jawa, rasanya pemerintah juga gak perlu capek-capek ngontrol pesantren pencetak teroris. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:


emang kamu pikir orang2 hindu budhanya di jawa dulu pada ***** semua ?....mereka mau memilih Islam karena mereka mendapatkan sesuatu yg lebih dari sebelumnya. ada berapa gelintir sih orang Islam yg menyebarkan ajaran Islam dijawa ? tentu sangat sedikit...andai ajaran mereka tidak bagus hingga ditolak tentunya kan dari dulu2 orang2 islam itu sudah punah...Orang2 jawa masa itu bener2 merasakan kedamaian dalam Islam....yang kurang ajar itu kan penjajah2 barat yang bikin kacau semuanya.
pada masa Islam itu kebudayaan aslinya ngga di hancurkan...Islam hanya memberikan nilai2.


Eh alley..elo tahu kaga kenapa di Bali banyak uamt Hindunya? KArena umat Hidnu itu mengungsi dari islam ke BALI! Mereka ngabur dari islam..ndak sudi disuruh masuk islam!

Mbok kurangi makan udang en makan ayam serta kambing...mulai makan babi...biar pinter dikit!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby AL_SIAPA » Fri Sep 28, 2007 4:38 am

KAYAKNYA MAS ALLEY SHATREE ATO ALLEY STRESS INI GA NGEBACA SEMUA TULISAN DIATAS DEH

maunya ngebenerin egonya mulu,...........

org dah bener2 di tegesin,kalo jaman pemerintahan brawijaya terakhir itu raja tdk memberi kan kebebasan beragama buat rakyatnya.
mungkin dah ga ada moslem deh di tanah jawa

nah ini pada jaman itu penyebar2 moslem ternyata tamak and ga tau bals budi
di kasih hati minta brutu

Seharusnya, umat Islam Indonesia (khususnya di Jawa), tidak lupa pada kulit penyebaran Islam di Tanah Jawa ini. Jika saat itu sang maharaja tidak membuat kebijakan atas hak untuk beribadat yang sesuai dengan keyakinan rakyatnya, maka Islam sangat mungkin tidak pernah ada di bumi Jawa ini, paling tidak akan menjadi kelompok minoritas.

http://islamlib.com/en/page.php?page=co ... nt_id=8900

dah di beri keleluasan menyebarkan islam di jawa
malh diam2 menyusun kekuatan masuk ke politik dan pemerintah,dgn membuat patah durhaka sam bapaknya
na yg namanya org tua,n absolutely jg berhati budha(damai dan mulia) otomatis khanga tega dong merangi anaknya
nah disini lah kelicikan2 moslem kelihatan sekali
sampe2 brawijaya terakhir ini nelangsa sekali nasibnya

na karena rajanya moslem(raden patah)dibantu dgn para walinya,otomatis dia menegakkan syariat islam di tanah jawa
eh alley stress emang kaga ada perang and ancaman2 serta pemaksaan kepada org hindu buda di majapahit

wong yg lari aja di kejar dan berusha di bunuh,yg ga bs lari otomatis ya mau gak mau cari selamat,nderek sinuwun ja deh drpd mampus!!!!!

neh di baca sejarah umbul jumprit di temanggung
http://www.perumperhutani.com/komunitas ... ita/?id=24

bagaiman yg udah menghindar aja tetap dicari ama si raden patah utk tetap dipaksa menjadi moslem

terus sejarah keberadaannya candi sukuh,yg menjadi tempat pelarian org2 majaphit krn di paksa masuk islam
http://kompas.com/kompas-cetak/0305/06/ ... 207785.htm
http://jurnal-humaniora.ugm.ac.id/karya ... php?id=102
www.gresik.go.id/ar_view.php?id=49 - 27k
www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/jogja/26994.htm - 44k
topmdi.com/java/Sejarah/Tokoh/KiAgengMangir.htm - 27k

dan msh bnyk pelarian2 majaphit yg sampe kedaerah2 di seluruh jawa
mereka dikejar terus,sampe menjadi momok menakutkan,disertai dakwah2 para wali dan ketakutan2 dgn tentara2 demak,akhirnya jadilah jawa ini moslem

sungguh suatu pengislaman oleh penguasa
yg mana penguasa sebelumnya sangatlah bijak memberi kebebasan beragama kepada rakyatnya

coba di sini para netter mnoslem,berebsarlah hati dan menyadari memang irtu fakta yg ada penyeberan moslem di jawa yg di lakukan dgn kelicikan dan keculasan,yg samoe saat ini pun praktek2 serupa msh di lakukan

sampe kapankah moslem akan menyadarinya??????


kedatangan mereka di terima dgn baik sebagai layaknya tamu yg bermaksud baik,ternyata di balik itu menyimpan misi penghianatan"moslemkan jawa"

air susu di balas air kencing!!!!!!!!
LICIK,PICIK,NISTA!!!!!!!!!!!

sekarangpun merasa sebagai mayoritas dgn pongahnya bicara sprti neter moslem di FFI

cobalah islamkan Bali,kalo kepeingin merasakan nasib seperti IRAK,afghanistan,krna Dunia tdk akan merelakannya

sadarilah !!! dan bermawas dirilah para moslem bahwa jawa menerimamu sebagai seorang tamu terhormat,tapi islam dgn watak tikusnya dan watak babinya,mengislamkan jawa
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby AL_SIAPA » Fri Sep 28, 2007 4:43 am

KAYAKNYA MAS ALLEY SHATREE ATO ALLEY STRESS INI GA NGEBACA SEMUA TULISAN DIATAS DEH

maunya ngebenerin egonya mulu,...........

org dah bener2 di tegesin,kalo jaman pemerintahan brawijaya terakhir itu raja tdk memberi kan kebebasan beragama buat rakyatnya.
mungkin dah ga ada moslem deh di tanah jawa

nah ini pada jaman itu penyebar2 moslem ternyata tamak and ga tau bals budi
di kasih hati minta brutu

Seharusnya, umat Islam Indonesia (khususnya di Jawa), tidak lupa pada kulit penyebaran Islam di Tanah Jawa ini. Jika saat itu sang maharaja tidak membuat kebijakan atas hak untuk beribadat yang sesuai dengan keyakinan rakyatnya, maka Islam sangat mungkin tidak pernah ada di bumi Jawa ini, paling tidak akan menjadi kelompok minoritas.

http://islamlib.com/en/page.php?page=co ... nt_id=8900

dah di beri keleluasan menyebarkan islam di jawa
malh diam2 menyusun kekuatan masuk ke politik dan pemerintah,dgn membuat patah durhaka sam bapaknya
na yg namanya org tua,n absolutely jg berhati budha(damai dan mulia) otomatis khanga tega dong merangi anaknya
nah disini lah kelicikan2 moslem kelihatan sekali
sampe2 brawijaya terakhir ini nelangsa sekali nasibnya

na karena rajanya moslem(raden patah)dibantu dgn para walinya,otomatis dia menegakkan syariat islam di tanah jawa
eh alley stress emang kaga ada perang and ancaman2 serta pemaksaan kepada org hindu buda di majapahit

wong yg lari aja di kejar dan berusha di bunuh,yg ga bs lari otomatis ya mau gak mau cari selamat,nderek sinuwun ja deh drpd mampus!!!!!

neh di baca sejarah umbul jumprit di temanggung
http://www.perumperhutani.com/komunitas ... ita/?id=24

bagaiman yg udah menghindar aja tetap dicari ama si raden patah utk tetap dipaksa menjadi moslem

terus sejarah keberadaannya candi sukuh,yg menjadi tempat pelarian org2 majaphit krn di paksa masuk islam
http://kompas.com/kompas-cetak/0305/06/ ... 207785.htm
http://jurnal-humaniora.ugm.ac.id/karya ... php?id=102
www.gresik.go.id/ar_view.php?id=49 - 27k
www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/jogja/26994.htm - 44k
topmdi.com/java/Sejarah/Tokoh/KiAgengMangir.htm - 27k

dan msh bnyk pelarian2 majaphit yg sampe kedaerah2 di seluruh jawa
mereka dikejar terus,sampe menjadi momok menakutkan,disertai dakwah2 para wali dan ketakutan2 dgn tentara2 demak,akhirnya jadilah jawa ini moslem

sungguh suatu pengislaman oleh penguasa
yg mana penguasa sebelumnya sangatlah bijak memberi kebebasan beragama kepada rakyatnya

coba di sini para netter mnoslem,berebsarlah hati dan menyadari memang irtu fakta yg ada penyeberan moslem di jawa yg di lakukan dgn kelicikan dan keculasan,yg samoe saat ini pun praktek2 serupa msh di lakukan

sampe kapankah moslem akan menyadarinya??????


kedatangan mereka di terima dgn baik sebagai layaknya tamu yg bermaksud baik,ternyata di balik itu menyimpan misi penghianatan"moslemkan jawa"

air susu di balas air kencing!!!!!!!!
LICIK,PICIK,NISTA!!!!!!!!!!!

sekarangpun merasa sebagai mayoritas dgn pongahnya bicara sprti neter moslem di FFI

cobalah islamkan Bali,kalo kepeingin merasakan nasib seperti IRAK,afghanistan,krna Dunia tdk akan merelakannya

sadarilah !!! dan bermawas dirilah para moslem bahwa jawa menerimamu sebagai seorang tamu terhormat,tapi islam dgn watak tikusnya dan watak babinya,mengislamkan jawa
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby alley_shatree » Fri Sep 28, 2007 10:09 am

@Al_SIAPA

gw ngga perlu deh sampe sok tau urusan sejarah raden fatah yg konon sampe memaksa orang untuk masuk Islam....skrg mbok dilihat aja kenyataannya didepan mata kita skrg ini gimana penyebaran Islamnya ? apakah Islam maksa2 warganya untuk masuk Islam ? engga kan.... padahal skrg Islamnya jauh lebih kuat ketimbang dulu berarti harusnya kan lebih bisa maksa ketimbang dulu...tapi nyatanya skrg kan ngga ada paksaan2 suruh masuk Islam....logikamu mbok dipake. :)
Orang masuk Islam itu jelas atas dasar dorongan pribadinya sendiri...udah tau ngga ada paksaan dalam Islam.
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby AL_SIAPA » Sat Sep 29, 2007 12:57 am

Mas Alley Stress....

kenyataan sekarang ya,mas????
kondisi sekarang ini khan pastinya adaptable dgn kondisi peradaban dunia sekarang dan konsensus2 yg tertulis dan yg tdk tertulis antar bangsa dan agama.
khan sdh modern mas stress

na utk itu kita kembali ke sejarah yg mana dr tulisan post mas Alley stress ini sdh mengakui klo islam masuk jawa sdh merusak tatatanan budaya masyarakat serta melakukan pemaksaan,dan pembantaian kaum hindu buda di jawa
cba ya jmn itu dah ada internet n media massa dah kaya sekarang
wong kanjeng sunan kalijaga aja ketakutan kok klo prabu brawijaya ini ke bali,klo sampai kebali dan masyarakat bali tau serta masyarakat internasional pd massa itu yg di gambarkan negri campa negri cina,pastilah si patah akan di serbu tentara2 melayu,bali,china

jaman sekarang yg mana ada PBB,dan ada institusi2 antar bngsa yg menjembatani permasalahan2 ketidak adilan dlm bernegara maupun beragama serta berekonomi,pasti akan bertindak,hanya saja praltik di lapangan nya pasti menyesuaikan mas Alley

khan biasanya maling lebih pinter drpd polisinya mas
apalgi khan skrg mayoritas OTOMATIS akan semakin rapi lah praktik2nya
akan semakin mudahlah untuk mewujudkan niatan2 itu

alhamdulliah mas saya dilahirkan bukan moslem
jadi saya cukup lega
bahwa saya beruntung tdk masuk ke dalam komunitas *****,walaupu kenyataannya kaum ini tdklah *****,bahkan tak bilang jenius2 lho(asli mas)
syangnya wadahnya itu loh,wadah moslem

mas yg tak pke justru logika lo ini!!!!!!!!
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby Eneng Kusnadi » Sat Sep 29, 2007 1:05 am

alley_shatree wrote:@Al_SIAPA

gw ngga perlu deh sampe sok tau urusan sejarah raden fatah yg konon sampe memaksa orang untuk masuk Islam....skrg mbok dilihat aja kenyataannya didepan mata kita skrg ini gimana penyebaran Islamnya ? apakah Islam maksa2 warganya untuk masuk Islam ? engga kan.... padahal skrg Islamnya jauh lebih kuat ketimbang dulu berarti harusnya kan lebih bisa maksa ketimbang dulu...tapi nyatanya skrg kan ngga ada paksaan2 suruh masuk Islam....logikamu mbok dipake. :)
Orang masuk Islam itu jelas atas dasar dorongan pribadinya sendiri...udah tau ngga ada paksaan dalam Islam.


Ley, gw makin curiga kamu sudah gak baca apa yang ditulis alsiapa dan meng klik link yang diberikan , pokoke kowe bersikukuh tanpa mau tahu, pokoke yang disampaikan kafir pasti pitnah! walaupun kapir ngasih referensi manapun juga. Pokoke islam is the best, walaupun terbukti diforum diskusi muslim selalu dibantai abiiiiezzz :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby alley_shatree » Sat Sep 29, 2007 2:45 am

@al_siapa

na utk itu kita kembali ke sejarah yg mana dr tulisan post mas Alley stress ini sdh mengakui klo islam masuk jawa sdh merusak tatatanan budaya masyarakat serta melakukan pemaksaan,dan pembantaian kaum hindu buda di jawa


emang kamu pikir orang2 hindu budha di jawa dulu itu kayak tikus atau nyamuk yang mudah dibasmi gitu ????
sudah aku bilang berkali2 bahwa orang2 Islam yg dulu datang ke Indonesia itu cuma segelintir...masak orang2 pendatang yg cuma sedikit kog bisa sampe membantai, memaksa kaum hindu budha masuk islam itu gimana prosesnya...tolong di jelaskan logikanya ya ?

Indonesia kalo masih budha hindu spt dulu bisa jadi keadaaannya kayak burma saat ini....sesuai berita keadaan burma saat ini kan seperti indonesia th 70 an.

terus kamu pikir kalo jawa itu tetep hindu budha spt dulu apa bisa setenar bali gitu ? ya engga lah...semua kan tergantung dari perhatian pemerintah dan masyarakat thd wilayah tsb.

ini ada contoh ekstrim : kamu tau kan pusat hindu dunia itu di india tapi tempat wisata paling terkenal di india itu malah peninggalan Islamnya yaitu kerajaan2 mughal, Taj Mahal....itu yg berperan juga pendatang2nya yaitu arab dan persia.
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Phoenix » Sat Sep 29, 2007 6:43 am

Eneng Kusnadi wrote:Ley, gw makin curiga kamu sudah gak baca apa yang ditulis alsiapa dan meng klik link yang diberikan , pokoke kowe bersikukuh tanpa mau tahu, pokoke yang disampaikan kafir pasti pitnah! walaupun kapir ngasih referensi manapun juga. Pokoke islam is the best, walaupun terbukti diforum diskusi muslim selalu dibantai abiiiiezzz :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:


fitnah itu penemunya adalah ilmuwan arab islam!! :!: :D
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby AL_SIAPA » Sat Sep 29, 2007 9:36 pm

emang kamu pikir orang2 hindu budha di jawa dulu itu kayak tikus atau nyamuk yang mudah dibasmi gitu ????
sudah aku bilang berkali2 bahwa orang2 Islam yg dulu datang ke Indonesia itu cuma segelintir...masak orang2 pendatang yg cuma sedikit kog bisa sampe membantai, memaksa kaum hindu budha masuk islam itu gimana prosesnya...tolong di jelaskan logikanya ya ?

Indonesia kalo masih budha hindu spt dulu bisa jadi keadaaannya kayak burma saat ini....sesuai berita keadaan burma saat ini kan seperti indonesia th 70 an.

terus kamu pikir kalo jawa itu tetep hindu budha spt dulu apa bisa setenar bali gitu ? ya engga lah...semua kan tergantung dari perhatian pemerintah dan masyarakat thd wilayah tsb.

ini ada contoh ekstrim : kamu tau kan pusat hindu dunia itu di india tapi tempat wisata paling terkenal di india itu malah peninggalan Islamnya yaitu kerajaan2 mughal, Taj Mahal....itu yg berperan juga pendatang2nya yaitu arab dan persia.

Wah
emang iya org hindu buda jaman itu ga kayak tikus YANG KAYAK TIKUS ITU SEGELINTIR ORG PENEYEBAR MOSLEM,KAY WALI SANGA DLL
LO BACA BENAR2 DEH SEMUANYA,dari atas sampe ke bawah

bhkn moslem2 mengakuinya kok
ttp://islamlib.com/en/page.php?page=com ... d=963&comm ent_id=8900
mereka di beri kebebasan oleh rajanya,utk berkembang di bumi majapahit
tapi anda sendiri bilang tikus2 itu dan ternyata yg tikus adalah moslem itu sendiri
dah di beri keleluasan menyebarkan islam di jawa
malh diam2 menyusun kekuatan masuk ke politik dan pemerintah,dgn membuat patah durhaka sam bapaknya
na yg namanya org tua,n absolutely jg berhati budha(damai dan mulia) otomatis khanga tega dong merangi anaknya
nah disini lah kelicikan2 moslem kelihatan sekali
sampe2 brawijaya terakhir ini nelangsa sekali nasibnya

na karena rajanya moslem(raden patah)dibantu dgn para walinya,otomatis dia menegakkan syariat islam di tanah jawa
eh alley stress emang kaga ada perang and ancaman2 serta pemaksaan kepada org hindu buda di majapahit

wong yg lari aja di kejar dan berusha di bunuh,yg ga bs lari otomatis ya mau gak mau cari selamat,nderek sinuwun ja deh drpd mampus!!!!!

neh di baca sejarah umbul jumprit di temanggung
http://www.perumperhutani.com/komunitas ... ita/?id=24

bagaiman yg udah menghindar aja tetap dicari ama si raden patah utk tetap dipaksa menjadi moslem

terus sejarah keberadaannya candi sukuh,yg menjadi tempat pelarian org2 majaphit krn di paksa masuk islam
http://kompas.com/kompas-cetak/0305/06/ ... 207785.htm
http://jurnal-humaniora.ugm.ac.id/karya ... php?id=102
www.gresik.go.id/ar_view.php?id=49 - 27k
www.kompas.com/kompas-cetak/0607/28/jogja/26994.htm - 44k
topmdi.com/java/Sejarah/Tokoh/KiAgengMangir.htm - 27k

dan msh bnyk pelarian2 majaphit yg sampe kedaerah2 di seluruh jawa
mereka dikejar terus,sampe menjadi momok menakutkan,disertai dakwah2 para wali dan ketakutan2 dgn tentara2 demak,akhirnya jadilah jawa ini moslem

sungguh suatu pengislaman oleh penguasa
yg mana penguasa sebelumnya sangatlah bijak memberi kebebasan beragama kepada rakyatnya

YA MAKLUMLAH UTK MEMEBRI PENJELASAN DAN PENGERTIAN KPD ORG KATROK MODEL ALLEY STRESS INI MEMANG HRS SABAR DEH


Penejelasn2 tsb malah di atas logika dan nalar dan fakta serta bukti yg sangat VALID!!!!!!!!!!!!1

indonesia klo msh hindu mgkn kayak burma????
wekekekekekekee
liat kekayaan sumberdaya alamnya dgn burma deh
kok kayaknya pemikiran Alley stress ini NGEYELNYA WAGU BANGET!!!!
anak kecil aja bs mentertawakan anda kok
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby alley_shatree » Sun Sep 30, 2007 4:48 am

na karena rajanya moslem(raden patah)dibantu dgn para walinya,otomatis dia menegakkan syariat islam di tanah jawa
eh alley stress emang kaga ada perang and ancaman2 serta pemaksaan kepada org hindu buda di majapahit

wong yg lari aja di kejar dan berusha di bunuh,yg ga bs lari otomatis ya mau gak mau cari selamat,nderek sinuwun ja deh drpd mampus!!!!!


kog dari pendapatmu itu terkesan orang2 hindu budha jawa itu sangat lemah, ngga ada jiwa ksatrianya, dikejar pada ngacir ngibrit mirip tikus2.
wah lo sama aja sudah menghina mbah2nya orang jawa dulu lho....harusnya mereka itu pada berjiwa ksatria kog malah lo anggap spt orang pengecut seh. :lol:

sungguh suatu pengislaman oleh penguasa
yg mana penguasa sebelumnya sangatlah bijak memberi kebebasan beragama kepada rakyatnya

kalo penguasanya aja memberikan kebebasan masak moslemnya yg minoritas mau maksa2 masuk Islam sih...apa nanti ngga dimarah penguasanya ?
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Rouen » Sun Sep 30, 2007 6:23 am

kekekeke, klo orang hindu sih gw ga tau... tp klo orang Buddha mah emang begitu...
semut aja ga boleh dibunuh lho...
wong Buddha pan anti kekerasan...
gimana jd ksatria?
knight, pedangnya berlumuran darah... (abis ngebunuh orang)
Bikhu, bajunya berlumuran darah... (abis dibunuh orang)
habis, ga boleh melakukan kekerasan sih...
User avatar
Rouen
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

PreviousNext

Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users