. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Islam merusak kultur asli Indonesia ?

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Sebelum Islam masuk lewat Aceh, Indonesia negara Hindu/Budha. Sekarang dengan adanya Islam:

a) merusak budaya asli kita. Sisa2 budaya hindu/budha hilang pelan2
67
82%
b) budaya pra-islam di Indonesia tidak diajarkan di bangku sekolah. Anak2 Islam menyangka mereka keturunan Adam, dan bukan lagi keturunan pengikut Budha/Krishna
3
4%
c) tidak merusak apa2. Kelangsungan budaya Hindu & Budha dijamin.
6
7%
d) tidak merusak tetapi pelan2 mengikis habis budaya pra-Islam Indonesia
6
7%
 
Total votes : 82

Postby Jeleme_Lengeh » Thu Apr 17, 2008 11:05 pm

azizgol wrote:menurut cerita legenda, pemimin suku yg pertama kali hidup dijawa itu Aji saka, itu beragama Islam.
Joyo boyo juga beragama Islam.


Legenda yang mana? Yang dari Indosiar itu??? Ngaco!!!

Aji Saka yang dimaksud disini yang mana ya? Kalo yang membuat tahun Caka sih, dia Raja (beragama Hindu) di Pakistan sana (dulunya, nama kerajaannya saya lupa). Dia naik tahta pada tahun 78 masehi, demi menghormatinya, rakyatnya menggunakan hari kenaikan tahtanya untuk suatu penanggalan. Dan rakyatnya itulah yang menurunkan bangsa Indonesia ini, sehingga tidak heran kita bangsa Indonesia mengenal tahun Caka.

Joyoboyo yang peramal itu? Sejarah sudah jelas menyebutkan kalau beliau beragama Hindu, dapat darimana teori Joyoboyo beragama Islam??

Asal tahu aja, agama asli Indonesia pada prinsipnya adalah pemujaan (baca:penghargaan) terhadap alam. Mereka menghargai alam seperti mereka menghargai sesama manusia. Sayangnya mereka disalahartikan menyembah Berhala, disebut juga kaum pagan. Apakah mereka tidak beragama? Kalo dilihat menurut standar Islam sih mereka tidak beragama sama sekali. Jadi paham Islam dimananya ya? Bukannya Tuhannya hanya Allah? "Menyembah" alam adalah musyirik.

Kemudian datang paham (baca:agama) Siwa, Budha, Wesnawa dsb ke Indonesia. Paham "asing" ini tidak serta merta menghapus paham lokal yang dianut masyarakat waktu itu. Justru perpaduan antara paham Siwa-Budha-Lokal inilah melahirkan agama Hindu Indonesia yang sekarang.

Jadi kalau dikatakan Islam merusak budaya asli Indonesia, bisa dikatakan 90% benar. Lihat saja sekarang, berapa banyak tarian daerah, busana daerah, adat-istiadat yang mampu bertahan? Semua sudah digantikan oleh satu budaya Islam yang kental bau Arabnya. Lalu 10%nya kemana? 10% inilah yang berusahan untuk mempertahankan budaya asli Indonesia. Bali merupakan contoh konkretnya, karena budaya ini digunakan untuk upacara agama. Selama Bali masih "beragama" Hindu, budayanya tidak akanlekang oleh jaman. Daerah lain yang masih mempertahankan budaya lokalnya dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia lainnya namun intensitasnya tidak sekuat Bali.

Kesimpulannya : Semakin Islam diterapkan di Indonesia, semakin cepat bangsa ini mengalami krisis identitas budayanya.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Thu Apr 17, 2008 11:24 pm

Yakin dengan pendapat tersebut??? Kalo Islam gak masuk ke indonesia, dapat dipastikan Kerajaan Majapahit tidak akan Hancur. Dengan bala tentara sebanyak itu, gak akan mungkin Belanda (yang penduduknya aja cuman beberapa juta) mampu menundukkan Indonesia. Justru Belanda datang pada saat yang "tepat", yaitu tatkala kerajaan Hindu dan Muslim saling bersaing memperebutkan supremasi. Dengan pertikaian internal itulah yang memudahkan Belanda untuk masuk ke Indonesia, yaitu dengan cara adu kambing (baca:domba).
Jadi kalau Majaphit tidak hancur, seharusnya kita menjadi negara di asia tenggara yang paling kuat.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Thu Apr 17, 2008 11:34 pm

Nero Leon wrote:apa itu budaya indonesia? lengeh celeng'e. hihihi...

untung ada islam. kl ga ada islam, bangsa indonesia bakalan masuk neraka macam kapir belanda!


Anda tidak tahu budaya Indonesia seperti apa? Kasihan sekali, anda bukan warga Indonesia ya?


Neraka?? Neraka yang mana? Kalo neraka menurut versi Islam sih saya gak begitu peduli, cuman dibakar dengan api saja kok. Roh kita kan abadi, mana bisa dihancurkan hanya dengan api saja.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Fri Apr 18, 2008 1:04 am

Lagunya tentang apa? Kayak lagu jawa gitu. Translate lirik lengkapnya dong.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Fri Apr 18, 2008 1:36 am

So... Masalahnya apa? Apakah Kelnik puitis evilish itu gak baik? Kalo dari kacamata anda mungkin iya. Tapi kalo dari kacamata saya, gak ada yang salah tentang lirik itu.

Menjelang malam, dirimu akan lenyap…
wktu menjelang malam, saatnya untuk tidur.... Diri siapa yang lenyap?

Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Ya kalo malam jangan berkeliaran lah, ntar disangka maling.

Awas jangan menampakkan diri…
Kan waktunya tidur, ngapain menampakkan diri, matiin aja lampunya, jadi gak tampak.

Aku sedang dalam kemarahan besar…
Siapa yang marah mala-malam?

Jin dan setan yang kuperintah…
Siap yang merintah Jin?

Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…
Mencabut nyawa? Kayak santet gitu ya? Emang bisa gitu?
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby alley_shatree » Fri Apr 18, 2008 11:55 am

sebenernya ada beberapa fase kebudayaan di dunia ini....yg jelas ada fase dari masa(age) kebudayaan kuno menuju ke kebudayaan modern.

pada masa kejayaan Islam ( Islamic golden Age) itu mulailah terjadi transisi dari kebudayaan2 kuno menjadi dunia modern seperti saat ini....yg memulai itu semua adalah Islam dgn temuan ilmu2nya. selama sekitar 700 tahun dunia ini DIUPGRADE oleh Islam.
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby RektaltubE » Fri Apr 18, 2008 4:36 pm

alley_shatree wrote:sebenernya ada beberapa fase kebudayaan di dunia ini....yg jelas ada fase dari masa(age) kebudayaan kuno menuju ke kebudayaan modern.

pada masa kejayaan Islam ( Islamic golden Age) itu mulailah terjadi transisi dari kebudayaan2 kuno menjadi dunia modern seperti saat ini....yg memulai itu semua adalah Islam dgn temuan ilmu2nya. selama sekitar 700 tahun dunia ini DIUPGRADE oleh Islam.


APANYA YANG DI UPGRADE NEH...OTAKNYA? KEBUDAYAANNYA?

BUKANNYA YANG DI UPGRADE OLEH ISLAM TUH CARA MENDAPATKAN KEKUATAN SEBESAR 30 KALI LIPAT UNTUK BERCINTA

BUKANNYA YANG DI UPGRADE OLEH ISLAM TUH BAGAIMANA CARA NGEBOM ORANG-ORANG YANG NDAK BERSALAH



:rip: :snipe: :minigun: :bio: :enforcer: :chain: :axe:
RektaltubE
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 76
Joined: Sun Apr 06, 2008 4:28 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Fri Apr 18, 2008 8:56 pm

alley_shatree wrote:sebenernya ada beberapa fase kebudayaan di dunia ini....yg jelas ada fase dari masa(age) kebudayaan kuno menuju ke kebudayaan modern.


Fase seperti apa yang anda maksud? Apakah kebudayaan Mesir, Babylonia, Aztec, Maya, Indonesia jaman dulu disebut kebudayaan kuno? Kuno menurut standar "hari ini" sih iya, tapi standar bakunya apa? Alat-alat elektronik? Pesawat terbang? Jadi pemahaman bahwa suatu budaya disebut kuno menurut Anda itu seperti apa?

alley_shatree wrote:pada masa kejayaan Islam ( Islamic golden Age) itu mulailah terjadi transisi dari kebudayaan2 kuno menjadi dunia modern seperti saat ini....yg memulai itu semua adalah Islam dgn temuan ilmu2nya. selama sekitar 700 tahun dunia ini DIUPGRADE oleh Islam.


Oke kalau Anda menganggap suatu kebudayaan melalui masa transisi dari kuno ke modern, dan bahkan hingga supercanggih sekalipun. Budaya kuno ditutup oleh budaya modern, hal itu sepertinya suatu keharusan.

Nah yang jadi pertanyaan adalah, sudah siapkah Anda jika suatu saat nanti peradaban modern ini (baca:kebudayaan muslim) digantikan oleh peradaban yang lebih modern lagi??
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Wed Apr 23, 2008 1:27 am

Hindu dan Budha memang bukan kultur asli Indonesia. Tapi kalau anda mau melihat, Hindu indonesia ini berbeda dengan Hindu India. Kenapa? hal ini karena budaya asli Indonesia memegang peranan penting dalam pembentukan kultur Hindu Indonesia itu sendiri. Budaya asli masyarakat asli tidak serta merta digerus oleh kehadiran Hindu, tapi hasil aslimilasinya lah menghasilkan apa yang kita kenal sebagai Hindu Indonesia. salah satu contoh nyatanya adalah apa yang disebut sebagai "penjor". Penjor merupakan perwujudan gunung sebagai tempat berstananya Tuhan bagi agama orang Indonesia asli. Bahkan di jawa sendiri penjor juga cukup banyak digunakan pada pesta perkawinan, biasanya dipasang di depan rumah/gang pengantin islam abangan.

Budaya yang dirusak Islam? Sederhana saja, saya tanya sekarang, berapa banyak diantara kita yang memiliki pakaian daerah masing-masing? Trus seberapa besar frekuensi pemakaian pakaian adat tersebut? Apakah kita beribadah dengan pakaian adat tersebut?

Andai pertanyaan itu ditanyakan kepada umat muslim, maka jawabannya adalah : ada yang memiliki ada yang tidak. Apakah pakaian adat tersebut dipakai untuk beribadah? Jawabannya PASTI TIDAK.

Jadi dengan tidak digunakannya pakaian adat tersebut, maka lama kelamaan perannya akan digantikan oleh Jilbab (gejala ini sudah nampak di Indonesia), pakaian ala arab dsb.

Bagi orang Jawa dan Bali, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Gamelan. Frekuensi penggunaan gamelan di Bali masih tinggi karena gamelan tersebut digunakan dalam upacara keagamaan.
Sedangkan di Jawa bagaimana? Saya melihat gamelan hanya ditampilkan pada hari tertentu saja yang frekuensinya sangat sedikit. Apakah Gamelan digunakan dalam upacara keagamaan (baca:Islam)? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Mereka yang menggunakan gamelan dalam upacara keagamaan (misal sunat dan nikah), adalah orang jawa yang kebanyakan disebut dengan islam abangan. Bagaimana dengan Islam "fundamentalis"? Mereka dengan Keras akan menolak gamelan, karena dikatakan Musyirik dsb. Maka tidak heran, lama kelamaan Gamelan Jawa akan punah karena kurangnya minat generasi muda dalam menggeluti budayanya sendiri.

Degradasi Budaya Indonesia semakin memprihatinkan.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby swatantre » Wed Apr 23, 2008 10:19 pm

Nero Leon wrote:
ini budaya indon :


hihihi, sereeemmm!!!


Duoh...inilah pengaruh Islam terhadap orang Indonesia: membuatnya tercerabut dari kebanggaannya sebagai anak negeri sendiri. Bisa2nya menyebut negeri sendiri dg yang gw merahin itu!! :evil: :evil:

Hihihii...sereemmmm....... (otaknya udah mengerak, ada virus islamnya sih di situ...)
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4154
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby santri gagal » Thu Apr 24, 2008 3:31 pm

muslim punya "SOEMPAH PEMOEDA" persi arab, semua kudu ngarab.
User avatar
santri gagal
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Postby AtheistIsBetter » Sun May 11, 2008 9:29 pm

Jeleme_Lengeh wrote:Hindu dan Budha memang bukan kultur asli Indonesia. Tapi kalau anda mau melihat, Hindu indonesia ini berbeda dengan Hindu India. Kenapa? hal ini karena budaya asli Indonesia memegang peranan penting dalam pembentukan kultur Hindu Indonesia itu sendiri. Budaya asli masyarakat asli tidak serta merta digerus oleh kehadiran Hindu, tapi hasil aslimilasinya lah menghasilkan apa yang kita kenal sebagai Hindu Indonesia. salah satu contoh nyatanya adalah apa yang disebut sebagai "penjor". Penjor merupakan perwujudan gunung sebagai tempat berstananya Tuhan bagi agama orang Indonesia asli. Bahkan di jawa sendiri penjor juga cukup banyak digunakan pada pesta perkawinan, biasanya dipasang di depan rumah/gang pengantin islam abangan.

Budaya yang dirusak Islam? Sederhana saja, saya tanya sekarang, berapa banyak diantara kita yang memiliki pakaian daerah masing-masing? Trus seberapa besar frekuensi pemakaian pakaian adat tersebut? Apakah kita beribadah dengan pakaian adat tersebut?

Andai pertanyaan itu ditanyakan kepada umat muslim, maka jawabannya adalah : ada yang memiliki ada yang tidak. Apakah pakaian adat tersebut dipakai untuk beribadah? Jawabannya PASTI TIDAK.

Jadi dengan tidak digunakannya pakaian adat tersebut, maka lama kelamaan perannya akan digantikan oleh Jilbab (gejala ini sudah nampak di Indonesia), pakaian ala arab dsb.

Bagi orang Jawa dan Bali, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Gamelan. Frekuensi penggunaan gamelan di Bali masih tinggi karena gamelan tersebut digunakan dalam upacara keagamaan.
Sedangkan di Jawa bagaimana? Saya melihat gamelan hanya ditampilkan pada hari tertentu saja yang frekuensinya sangat sedikit. Apakah Gamelan digunakan dalam upacara keagamaan (baca:Islam)? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Mereka yang menggunakan gamelan dalam upacara keagamaan (misal sunat dan nikah), adalah orang jawa yang kebanyakan disebut dengan islam abangan. Bagaimana dengan Islam "fundamentalis"? Mereka dengan Keras akan menolak gamelan, karena dikatakan Musyirik dsb. Maka tidak heran, lama kelamaan Gamelan Jawa akan punah karena kurangnya minat generasi muda dalam menggeluti budayanya sendiri.

Degradasi Budaya Indonesia semakin memprihatinkan.


nick anda tidak mencerminkan pemikiran anda.

Jeleme = manusia.

Lengeh = ****.

Jeleme Lengeh = manusia ****.

Hahaha, nick yang keren.

Lanjut bro, gue mendukung.
User avatar
AtheistIsBetter
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 990
Joined: Sun Dec 02, 2007 1:09 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Thu May 22, 2008 12:51 am

Thanks Bro. Awalnya saya melihat bahwa semua agama mengajarkan hal yang sama-sama baik. Namun dalam perkembangan kehidupan saya, saya melihat bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Saya hanya mencoba bersikap netral, apa yang salah akan saya katakan salah, sedangkan apa yang benar akan saya katakan benar. Apa yang menentukan salah dan benar? Tuhan sudah memberikan kita pikiran dan hati nurani, itulah alat yang dipakai untuk menilai sesuatu apakah itu benar atau salah. Menurut saya, pikiran dan hati nurani inilah yang membedakan manusia dan hewan (ataupun tumbuhan) dalam membedakan salah dan benarnya suatu hal.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby ali5196 » Fri May 30, 2008 5:21 pm

Nero Leon wrote:masih ngotot bilang islam merusak kebudayaan indosia, ya? disuruh nunjukin mana kebudayaan aslin indonesia ga bisa. dasar lengeh!

hihihi


MUSLIM memang paling malu dan paling sulit mengaku budaya aslinya sendiri. Begitu malunya mengaku bahwa nenek moyang elu sebenarnya beragama Hindu, Budha & animisme. Muslim = kacang yg lupa kulitnya. Iiiiihhh ... malu yah ! :oops: :oops:

Gih sono pulang ke negara nenek moyangmu dipadang pasir sono !!! :twisted:

Muslim2 macam elu memang nggak sadar bahwa Gajah Mada dan raja2 Majapahit TEWAS ditangan MUSLIM !

Sejarah Jihad di INDONESIA sejak abad 13
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2684

Image
Roma, thn 2512, yg dipenuhi imigran Muslim. INi nih budaya yg dibawa
Muslim : burqa, jilbab, ludah, bau ketek, bau onta ... pokoknya, sebelum sebuah negara dijadikan mirip padang pasir, Muslim tidak akan puas merusakinya.

Image
Indonesia, thn 2030
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby the-atheist » Fri May 30, 2008 8:35 pm

@jeleme: sayangnya, hal itu tidak diakui oleh agama yang satu ini yang mengatakan rahmatan lil kelamin.
the-atheist
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1412
Joined: Mon May 28, 2007 1:36 pm

Postby alley_shatree » Sat May 31, 2008 3:45 am

@Jeleme_Lengeh

alley_shatree wrote:sebenernya ada beberapa fase kebudayaan di dunia ini....yg jelas ada fase dari masa(age) kebudayaan kuno menuju ke kebudayaan modern.


Fase seperti apa yang anda maksud? Apakah kebudayaan Mesir, Babylonia, Aztec, Maya, Indonesia jaman dulu disebut kebudayaan kuno? Kuno menurut standar "hari ini" sih iya, tapi standar bakunya apa? Alat-alat elektronik? Pesawat terbang? Jadi pemahaman bahwa suatu budaya disebut kuno menurut Anda itu seperti apa?


emang anda ngga bisa merasakan terjadinya perubahan besar dan cepat dalam kebudayaan ( revolusi kebudayan ) dari kuno ke modern....lihat aja kenyataannya apakah ada/exist kebudayaan2 kuno tersebut saat ini ?
secara terpaksa/mau ngga mau kebudayan2 kuno itu harus berubah mengikuti kebudayaan lain yg lebih maju.
coba anda balik lagi ke kehidupan kuno spt dulu bisa ngga kira2 ?

alley_shatree wrote:pada masa kejayaan Islam ( Islamic golden Age) itu mulailah terjadi transisi dari kebudayaan2 kuno menjadi dunia modern seperti saat ini....yg memulai itu semua adalah Islam dgn temuan ilmu2nya. selama sekitar 700 tahun dunia ini DIUPGRADE oleh Islam.


Oke kalau Anda menganggap suatu kebudayaan melalui masa transisi dari kuno ke modern, dan bahkan hingga supercanggih sekalipun. Budaya kuno ditutup oleh budaya modern, hal itu sepertinya suatu keharusan.

Nah yang jadi pertanyaan adalah, sudah siapkah Anda jika suatu saat nanti peradaban modern ini (baca:kebudayaan muslim) digantikan oleh peradaban yang lebih modern lagi??


sekarang dan nanti sudah merupakan fase peradaban modern....sudah tidak ada lagi pembaharu....Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yg bisa menghantarkan dunia ke fase modern spt skrg....dan tidak ada kabar akan datang 'pembaharu' lain atau Nabi lagi setelah Muhammad....jadi peradaban ini akan berjalan sampai kiamat tiba.

emang menurutmu akan ada peradaban apa lagi setelah ini ? sementara dunia makin mengglobal, manusia makin bercampur, informasi makin mudah terjangkau dst....kalo begitu akan ada peradaban khusus macam apa lagi menurutmu nanti ?
User avatar
alley_shatree
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3649
Joined: Wed Jan 31, 2007 9:49 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Mon Jun 09, 2008 11:34 pm

alley_shatree wrote:@Jeleme_Lengeh

alley_shatree wrote:sebenernya ada beberapa fase kebudayaan di dunia ini....yg jelas ada fase dari masa(age) kebudayaan kuno menuju ke kebudayaan modern.


Fase seperti apa yang anda maksud? Apakah kebudayaan Mesir, Babylonia, Aztec, Maya, Indonesia jaman dulu disebut kebudayaan kuno? Kuno menurut standar "hari ini" sih iya, tapi standar bakunya apa? Alat-alat elektronik? Pesawat terbang? Jadi pemahaman bahwa suatu budaya disebut kuno menurut Anda itu seperti apa?


emang anda ngga bisa merasakan terjadinya perubahan besar dan cepat dalam kebudayaan ( revolusi kebudayan ) dari kuno ke modern....lihat aja kenyataannya apakah ada/exist kebudayaan2 kuno tersebut saat ini ?
secara terpaksa/mau ngga mau kebudayan2 kuno itu harus berubah mengikuti kebudayaan lain yg lebih maju.
coba anda balik lagi ke kehidupan kuno spt dulu bisa ngga kira2 ?


alley_shatree wrote:pada masa kejayaan Islam ( Islamic golden Age) itu mulailah terjadi transisi dari kebudayaan2 kuno menjadi dunia modern seperti saat ini....yg memulai itu semua adalah Islam dgn temuan ilmu2nya. selama sekitar 700 tahun dunia ini DIUPGRADE oleh Islam.


Oke kalau Anda menganggap suatu kebudayaan melalui masa transisi dari kuno ke modern, dan bahkan hingga supercanggih sekalipun. Budaya kuno ditutup oleh budaya modern, hal itu sepertinya suatu keharusan.

Nah yang jadi pertanyaan adalah, sudah siapkah Anda jika suatu saat nanti peradaban modern ini (baca:kebudayaan muslim) digantikan oleh peradaban yang lebih modern lagi??


sekarang dan nanti sudah merupakan fase peradaban modern....sudah tidak ada lagi pembaharu....Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yg bisa menghantarkan dunia ke fase modern spt skrg....dan tidak ada kabar akan datang 'pembaharu' lain atau Nabi lagi setelah Muhammad....jadi peradaban ini akan berjalan sampai kiamat tiba.

emang menurutmu akan ada peradaban apa lagi setelah ini ? sementara dunia makin mengglobal, manusia makin bercampur, informasi makin mudah terjangkau dst....kalo begitu akan ada peradaban khusus macam apa lagi menurutmu nanti ?

Kebudayaan kuno yang masih ada...?

Lets see... Kalo anda menganggap kebudayaan Hindu merupakan kebudayaan kuno, maka jawabannya adalah kebudayaan kuno itu masih eksis sampai sekarang...

Kebudayaan boleh berganti menjadi modern, tetapi apakah harus dengan memberangus kebudayaan sebelumnya?? How naive...

Pertanyaan saya adalah, kalau suatu saat nanti kebudayaan Islam bakal diberangus oleh kebudayaan yang lebih modern lagi, apakah anda akan siap dan menerimanya?

Hidup ke kebudayaan kuno jaman dulu? Boleh saja kalau kita semua yang melaksanakannya. kalau saya sendiri saja melaksanakannya, wah bisa-bisa saya dianggap gila tuh. Misal orang jaman dulu sebelum menemukan pakaian dari kain, mereka menggunakan kulit binatang sebagai pakaian. Coba kalau jaman sekarang anda menggunakan kulit binatang sebagai pakaian? Wah pasti aktivis green peace akan memburu anda.

Jadi inti dari pernyataan saya adalah, kita boleh mengikuti kemajuan peradaban dunia, karena kita adalah bagian dari dunia itu sendiri. Namun tanpa melupakan/menghancurkan budaya lama yang diwariskan nenek moyang kita.

Sudah tidak ada lagi pembaharu??? Wah betapa naifnya anda dengan pernyataan seperti itu. saya rasa dunia tidak akan berhenti berputar hanya pada masa ini saja, masih panjang masa depan yang akan ditapak, jadi selama itu akan muncul banyak pembaharu-pembaharu lainnya.

Kiamat? kapan itu tiba? Kalau anda bisa meyakinkan bahwa kiamat akan muncul , katakanlah, 10 tahun lagi, maka peranan Muhammad sebagai pembaharu bisa diterima. Tetapi jika kiamat akan terjadi 1.000.000 tahun lagi, apakah selama itu tidak akan muncul permbaharu lainnya? Coba anda bayangkan, hanya selama rentang 10.000 tahun saja sudah muncul agama-agama besar di dunia yang memiliki banyak penganut. Bayangkan apa yang terjadi jika 1 juta tahun, berapa banyak pembaharu yang muncul.

Ya peradaban baru akan selalu muncul. Seperti anda katakan, kita ini memasuki peradaban baru, yang kalau boleh saya sebut sebagai peradaban "internet", dimana dunia semakin sempit dan informasi dapat diakses dari mana saja. Kondisi seperti ini dapat saya sebut sebagai suatu peadaban baru.

Sekarang saya tanya, jika anda mengatakan bahwa Muhammad merupakan pembaharu, apakah internet yang kita gunakan selama ini merupakan buah pikiran dari Muhammad? Apakah dalam Quran dijabarkan internet secara gamblang?

Sebelum internet muncul, juga ada peradaban yang disebut sebagai "revolusi industri", apakah anda juga mengklaim bahwa peradaban tersebut merupakan buah karya dari Muhammad?
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Tue Jun 10, 2008 12:05 am

Nero Leon wrote:masih ngotot bilang islam merusak kebudayaan indosia, ya? disuruh nunjukin mana kebudayaan aslin indonesia ga bisa. dasar lengeh!

hihihi


Well....

Saya punya teori seperti ini :
Hindu Indonesia (Bali pada khususnya) = Kebudayaan asli Indonesia + Hindu India. Jadi kebudayaan Hindu Indonesia merupakan kebudayaan asli Indonesia ditambah kebudayaan Hindu dari India. Jadi sederhananya, kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan dari Hindu Indonesia yang tidak dilaksanakan di India atau tempat lain.

Nah pertanyaan anda adalah, mana yang termasuk kebudayaan asli Indonesia?

Saya akan mencoba melihat beberapa kebudayaan Indonesia yang masih eksis hingga hari ini (semoga juga selanjutnya).

Karena saya orang Bali, maka saya pengamatan saya tentang kebudayaan asli Indonesia hanya terbatas pada pengetahuan saya sebagai orang Bali. Beberapa hal yang saya lihat merupakan kebudayaan asli Indonesia antara lain : Gamelan, Wayang (di negara Asia tenggara lain juga ada, namun di India sepertinya tidak ada), Tari Topeng, Barong Bali (bukan barong sai), Pakaian adat masing-masing daerah, Nyepi, Ngaben, Konsep Desa Kala dan Patra (Konsep penyesuaian yang disesuaikan dengan Desa=tempat, Kala=waktu, patra=keadaan), konsep penanggalan sepeti wuku (pawukon) wewaran (paing, pon, kliwon, legi (umanis)).

Mungkin segitu dulu yang ada dalam ingatan saya, nanti kalo ada tambahan akan saya tambah lagi.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby Jeleme_Lengeh » Wed Jun 11, 2008 12:51 am

Nero Leon wrote:oke deh. kl masih ngotot bilang islam merusak kebudayaan asli indonesia, gpp.

silakan bilang islam merusak gamelan, wayang, tari topeng, pakaian adat maing2 daerah, dst.

bungkusss!!!


Well, awalnya saya kira anda bakal memberikan tanggapan atas pernyataan saya dengan argumen yang nyata, eh ternyata jawabannya cuman seperti ini :
bungkusss!!!

:shock: :shock: :shock:

Saya terlalu overestimate terhadap anda.

You've lost my respect.
Jeleme_Lengeh
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 122
Joined: Fri Apr 04, 2008 10:24 pm

Postby ironi kehidupan » Wed Jun 18, 2008 1:38 am

Nero Leon wrote:masih ngotot bilang islam merusak kebudayaan indosia, ya? disuruh nunjukin mana kebudayaan aslin indonesia ga bisa. dasar lengeh!

hihihi


Mana mungkin bisa, kan udah dirusak..... bahkan udah banyak yang punah jadi udah ngak bisa ditunjukin lagi.... , ternyata anda diam-diam juga mendukung ya statement "islam merusak kebudayaan indonesia" gua juga kasih support semangat deh ke you.
ironi kehidupan
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 184
Joined: Fri Jun 13, 2008 1:01 am

PreviousNext

Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users