. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

ISLAM DI PAPUA

a/l ttg hak2 kaum dhimmi, kafir, minoritas non-Muslim, murtadin, musryikun dlm Islam.

ISLAM DI PAPUA

Postby Laurent » Sat May 12, 2007 9:13 am

Islam di Papua, Sejarah yang Terlupakan
Oleh : Redaksi 10 May 2007 - 5:30 pm

Islam masuk lebih awal sebelum agama lainnya di Papua. Namun, banyak upaya pengaburan, seolah-olah, Papua adalah pulau Kristen. Bagaimana sejarahnya?

Upaya-upaya pengkaburan dan penghapusan sejarah dakwah Islam berlangsung dengan cara sistematis di seantero negeri ini. Setelah Sumetera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku diklaim sebagai kawasan Kristen, dengan berbagai potensi menariknya, Papua merupakan jualan terlaris saat ini. Papua diklaim milik Kristen!

Ironis, karena hal itu mengaburkan fakta dan data sebenarnya di mana Islam telah hadir berperan nyata jauh sebelum kedatangan mereka (agama Kristen Missionaris). :foto

Berikut catatan Ali Atwa, wartawan Majalah Suara Hidayatullah dan juga penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua)” tentang Islam di Bumi Cenderawasih bagian pertama:


Menurut HJ. de Graaf, seorang ahli sejarah asal Belanda, Islam hadir di Asia Tenggara melalui tiga cara: Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan yang damai; kedua, melalui dakwah para dai dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.

Dari catatan-catatan yang ada menunjukkan bahwa kedatangan Islam di tanah Papua, sesungguhnya sudah sanggat lama. Islam datang ke sana melalui jalur-jalur perdagangan sebagaimana di kawasan lain di nusantara.


Sayangnya hingga saat ini belum ditentukan secara persis kapan hal itu terjadi. Sejumlah seminar yang pernah digelar seperti di Aceh pada tahun 1994, termasuk yang dilangsungkan di ibukota provinsi Kabupaten Fakfak dan di Jayapura pada tahun 1997, belum menemukan kesepakatan itu. Namun yang pasti, jauh sebelum para misionaris menginjakkan kakinya di kawasan ini, berdasarkan data otentik yang diketemukan saat ini menunjukkan bahwa muballigh-muballigh Islam telah lebih dahulu berada di sana.

Aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan bagian dari rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara. Menurut kesimpulan yang ditarik di dalam sebuah seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia, Medan 1963, Islam masuk ke Indonesia sudah sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Di mana daerah pertama yang didatangi oleh Islam adalah pesisir Utara Sumatera, dan setelah berkembangnya para pemeluk Islam, maka kerajaan Islam yang pertama di Indonesia ialah Kerajaaan Perlak, tahun 840.

Perkembangan agama Islam bertambah pesar pada masa Kerajaan Samudera Pasai, sehingga menjadi pusat kajian Agama Islam di Asia Tenggara. Saat itu dalam pengembangan pendidikan Islam mendapatkan dukungan dari pimpinan kerajaan, sultan, uleebalang, panglima sagi dan lain-lain. Setelah kerajaan Perlak, berturut-turut muncul Kerajaan Islam Samudera Pasai (1042), Kerajaan Islam Aceh (1025), Kerajaan Islam Benua Tamiah (1184), Kerajaan Islam Darussalam(1511).

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa sebelum tahun 1416 Islam sudah masuk di Pulau Jawa. Penyiaran Islam pertama di tanah jawa dilakukan oleh Wali Songo (Wali Sembilan). Yang terkenal sebagai orang yang mula-mula memasukkan Islam ke Jawa ialah Maulana Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419. Ketika Portugis mendaratkan kakinya di pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1526, Islam sudah berpengaruh di sini yang dipimpin oleh Falatehan. Putera Falatehan, Hasanuddin, pada tahun 1552 oleh ayahnya diserahi memimpin banten.

Di bawah pemerintahannya agama Islam terus berkembang. Dari Banten menjalar ke Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Juga di pula Madura agama Islam berkembang.

Pada pertengahan abad ke-16 penduduk Minangkabau memeluk Islam begitu juga di Gayo Sumatera Utara. Ketika Sultan Malaka terakhir diusir oleh Portugis, ia menetap di Pulau Bintan, yang kala itu sudah menjadi negeri Islam (1511).

Pada tahun 1514, sebagian penduduk Brunai di Kalimantan sudah memeluk agama Islam. Bahkan pada tahun 1541, raja Brunai sendiri masuk Islam. Di Kalimantan Barat, Sambar, yang menjadi bawahan negeri johor, penduduknya sudah masuk Islam pada pertengahan abad ke-16. Di bagian selatan Kalimantan yang tadinya merupakan wilayah kekuasaan Kejaraan Majapahit, setelah Majapahit ditaklukan oleh Kerajaan Islam Demak. Masuknya Islam di Banjarmasin sekitar tahun 1550, dan pada tahun 1620 di Kotawaringin telah terdapat seorang raja yang memeluk agama Islam.

Pada tahun 1600 Kerajaan Pasir dan Kutai telah menjadi daerah Islam. Seabad kemudian menyusul Kerajaan Berau dan Bulungan. Di Sulawesi raja Goa tahun 1603 masuk Islam. Selanjutnya raja Goa mengislamkan daerah-daerah di sekitarnya seperti Bone [1606], Soppeng [1609], Bima (1626), Sumbawa (1626) juga Luwu, Palopo, mandar, Majene menjadi daerah Islam.

Di wilayah Sulawesi Utara mulai dari Mandar sampai Manado pada pertengahan abad ke -16 menjadi bawahan Kerajaan Ternate yang rajanya adalah seorang Muslim. Atas ajakan raja Ternate, raja Bolaang Mongondow memeluk Islam. Terus ke timur di kepulauan Maluku pada mula abad ke-16 telah memiliki kerajaan Islam yakni Kerajaan Bacan. Muballigh dari kerajaan Ini terus mendakwahkan Islam ke kawasan tetangganya di Papua melalui jalur perdagangan.

Sejak Zaman Kerajaan Majapahit
Seorang Guru Besar Bidang Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Dr. Moehammad Habib Mustofo, yang sekaligus Ketua Asosiasi Ahli Epigrafi Indonesia (AAEI) Jawa Timur menjelaskan bahwa dakwah Islam sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Apalagi dengan diketemukanya data artefakt yang waktunya terentang antara 1368-1611M yang membuktikan adanya komunitas Muslim di sikitar Pusat Keraton Majapahit, di Troloyo, yakni sebuah daerah bagian selatan Pusat Keraton Majapahit yang waktu itu terdapat di Trowulan.

Situs Islam di Troloyo sudah dikenal sejak abad XIX, namun para ilmuwan meragukan kepentingan nisan-nisan itu sebagai salah satu sumber primer yang penting berkaitan dengan islamisasi di Jawa.

L.W.C. van den Berg, pada laporannya tertanggal 1 Februari 1887 tentang data epigrafi Arab di Situs Troloyo meragukan keasliannya, karena tulisan Arabnya yang kasar dan banyak salah tulis. Selanjutnya ia berpendapat bahwa inskripsi Arabnya sengaja ditambahkan kemudian pada artefak yang berisi tahun saka itu (Damais, 1957:365).

Pendapat lain dikemukakan oleh Veth, yang memperkirakan bahwa nisan-nisan tersebut berasal dari bagu candi. N.J. Krom menyatakan sittus Troloyo tidak mempunyai nilai arkeologis(Krom, 1923:184).

Sikap para sarjana terhadap temuan di Troloyo tersebut mulai berubah sejak tahun 1942. W.F. Stuterheim yang menjabat sebagai kepala Oudheidkundig Diens, menjelang penduddukan Jepang di Indonesia mengajak L.C. Damais ke Situs Troloyo. Stuterhem mengharapkan temuan Damais, yang seorang antropolog berkebangsaan Perancis itu akan menambah pengetahuan baru dalam arkeologi Islam. Hasil penelitian Damais itu baru dipublikasikan pada tahun 1957.


Dari hasil penelitian Damais didapat pandangan yang menarik karena di sana didapati suatu interaksi antara komunitas Muslim saat itu dengan para penganut Hindu-Budha di bawah pemerintahan Majapahit.


Kesimpulan tersebut didasarkan atas studi huruf Jawa kuno dalam konteks makam Islam di daerah Troloyo tertulis tahun 1368-1611M. Kajian tentang huruf yang terdapat pada nisan Islam di Troloyo tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk angka Jawa kuno dipengaruhi oleh bentuk tulisan Arab yang serba tebal dan besar.

Kajian oleh L.C. Damais dan de Casparis dari sudut paleografi membuktikan bahwa telah terjadi saling pengaruh antara dua kebudayaan yang berbeda (yakni antara Hindu-Budha-Islam) pada awal perkembangan Islam di Jawa Timur. Melalui data-data tersebut, Habib ingin menjelaskan bahwa sesungguhnya dakwah Islam sudah terjadi terjadi jauh sebelum keruntuhan total kerajaan Majapahit yakni tahun 1527M. Dengan kata lain, ketika kerajaan Majapahit berada di puncak kejayaannya, syiar Islam juga terus menggeliat melalui jalur-jalur perdagangan di daerah-daerah yang menjadi kekuasaan Majapahit di delapan mandala (meliputi seluruh nusantara) hingga malaysia, Brunei Darussalam, hingga di seluruh kepulauan Papua.

Masa antara abad XIV-XV memiliki arti penting dalam sejarah kebudayaan Nusantara, di mana pada saat itu ditandai hegemoni Majapahit sebagai Kerajaan Hindu-Budha mulai pudar. Se-zaman dengan itu, muncul jaman baru yang ditandai penyebaran Islam melalui jalar perdagangan Nusantara.

Melalui jalur damai perdagangan itulah, Islam kemudian semakin dikenal di tengah masyarakat Papua. Kala itu penyebaran Islam masih relatif terbatas di kota-kota pelabuhan. Para pedagang dan ulama menjadi guru-guru yang sangat besar pengaruhnya di tempat-tempat baru.

Sebagai kerajaan tangguh masa itu, kekuasaan Kerajaan Majapahit meliputi seluruh wilayah Nusantara, termasuk Papua. Beberapa daerah di kawasan tersebut bahkan disebut-sebut dalam kitab Negarakertagama, sebagai wilayah Yurisdiksinya. Keterangan mengenai hal itu antara disebutkan sebagai berikut:

"Muwah tang i Gurun sanusanusa mangaram ri Lombok Mirah lawan tikang i Saksakadi nikalun kahaiyan kabeh nuwati tanah i bantayan pramuka Bantayan len luwuk teken Udamakatrayadhi nikang sanusapupul".

"Ikang sakasanusasanusa Makasar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang i [ng] Salaya Sumba Solot Muar muwah tigang i Wandan Ambwan Athawa maloko Ewanin ri Sran ini Timur ning angeka nusatutur".

Dari keterangan yang diperoleh dalam kitab klasik itu, menurut sejumlah ahli bahasa yang dimaksud "Ewanin" adalah nama lain untuk daerah "Onin" dan "Sran" adalah nama lain untuk "Kowiai". Semua tempat itu berada di Kaimana, Fak-Fak. Dari data tersebut menjelaskan bahwa pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.

Menurut Thomas W. Arnold : "The Preaching of Islam”, setelah kerajaan Majapahit runtuh, dikalahkan oleh kerajaan Islam Demak, pemegang kekuasan berikutnya adalah Demak Islam. Dapat dikatakan sejak zaman baru itu, pengaruh kerajaan Islam Demak juga menyebar ke Papua, baik langsung maupun tidak.

Dari sumber-sumber Barat diperoleh catatan bahwa pada abad ke XVI sejumlah daerah di Papua bagian barat, yakni wilayah-wilayah Waigeo, Missool, Waigama, dan Salawati, tunduk kepada kekuasaan Sultan Bacan di Maluku.

Catatan serupa tertuang dalam sebuah buku yang dikeluarkan oleh Periplus Edition, di buku “Irian Jaya”, hal 20 sebuah wadah sosial milik misionaris menyebutkan tentang daerah yang terpengaruh Islam. Dalam kitab Negarakertagama, di abad ke 14 di sana ditulis tentang kekuasaan kerajaan Majapahit di Jawa Timur, di mana di sana disebutkan dua wilayah di Irian yakni Onin dan Seran

Bahkan lebih lanjut dijelaskan: Namun demikian armada-armada perdagangan yang berdatangan dari Maluku dan barangkali dari pulau Jawa di sebelah barat kawasan ini, telah memiliki pengaruh jauh sebelumnya.

....Pengaruh ras austronesia dapat dilihat dari kepemimpinan raja di antara keempat suku, yang boleh jadi diadaptasi dari Kesultanan Ternate, Tidore dan Jailolo. Dengan politik kontrol yang ketat di bidang perdagangan pengaruh kekuasaan Kesultanan Ternate di temukan di raja Ampat di Sorong dan di seputar Fakfak dan diwilayah Kaimana

Sumber cerita rakyat mengisahkan bahwa daerah Biak Numfor telah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sultan Tidore.

Sejak abad ke-XV. Sejumlah tokoh lokal, bahkan diangkat oleh Sultan Tidore menjadi pemimpin-pemimpin di Biak. Mereka diberi berbagai macam gelar, yang merupakan jabatan suatu daerah. Sejumlah nama jabatan itu sekarang ini dapat ditemui dalam bentuk marga/fam penduduk Biak Numfor.

Kedatangan Orang Islam Pertama
Berdasarkan keterangan di atas jelaslah bahwa, masuknya Islam ke Papua, tidak bisa dilepaskan dengan jalur dan hubungan daerah ini dengan daerah lain di Indonesia. Selain faktor pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit, masuknya Islam ke kawasan ini adalah lewat Maluku, di mana pada masa itu terdapat kerajaan Islam berpengaruh di kawasan Indonesia Timur, yakni kerajaan Bacan.

Bahkan keberadaan Islam Bacan di Maluku sejak tahun 1520 M dan telah menguasai beberapa daerah di Papua pada abad XVI telah tercatat dalam sejarah. Sejumlah daerah seperti Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati pada abad XVI telah mendapat pengaruh dari ajaran Islam. Melalui pengaruh Sultan Bacan inilah maka sejumlah pemuka masyarakat di pulau-pulau tadi memeluk agama Islam, khususnya yang di wilayah pesisir. Sementara yang dipedalaman masih tetap menganut faham animisme.


Thomas Arnold yang seorang orientalis berkebangsaan Inggris memberi catatan kaki dalam kaitannya dengan wilayah Islam tersebut: “…beberapa suku Papua di pulau Gebi antara Waigyu dan Halmahera telah diislamkan oleh kaum pendatang dari Maluku"

Tentang masuk dan berkembangnya syi'ar Islam di daerah Papua, lebih lanjut Arnold menjelaskan: “Di Irian sendiri, hanya sedikit penduduk yang memeluk Islam. Agama ini pertama kali dibawa masuk ke pesisir barat [mungkin semenanjung Onin] oleh para pedagang Muslim yang berusaha sambil berdakwah di kalangan penduduk, dan itu terjadi sejak tahun 1606. Tetapi nampaknya kemajuannya berjalan sangat lambat selama berabad-abad kemudian..."


Bila ditinjau dari laporan Arnold tersebut, maka berarti masuknya Islam ke daerah Papua terjadi pada awal abad ke XVII, atau dua abad lebih awal dari masuknya agama Kristen Protestan yang masuk pertama kali di daerah Manokwari pada tahun 1855, yaitu ketika dua orang missionaris Jerman bernama C.W. Ottow dan G.J. Geissler mendarat dan kemudian menjadi pelopor kegiatan missionaris di sana. (Ali Atwa, penulis buku “Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua).” (Hidayatullah)



http://swaramuslim.net/more.php?id=5581_0_15_0_M
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5963
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: ISLAM DI PAPUA

Postby ali5196 » Sat May 12, 2007 12:00 pm

Laurent wrote:Islam di Papua, Sejarah yang Terlupakan
Oleh : Redaksi 10 May 2007 - 5:30 pm

Islam masuk lebih awal sebelum agama lainnya di Papua. Namun, banyak upaya pengaburan, seolah-olah, Papua adalah pulau Kristen. Bagaimana sejarahnya?

Upaya-upaya pengkaburan dan penghapusan sejarah dakwah Islam berlangsung dengan cara sistematis di seantero negeri ini. Setelah Sumetera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku diklaim sebagai kawasan Kristen, dengan berbagai potensi menariknya, Papua merupakan jualan terlaris saat ini. Papua diklaim milik Kristen!


Islam di Indonesia, Sejarah yg Terlupakan

Banyak upaya pengaburan, seolah2 Indonesia adalah kepulauan Islam. Bgm sejarahnya ? Upaya pengkaburan dan penghapusan sejarah Hindu/Budha/animisme berlangsung dgn cara sistimatis di seantero negeri ini. Setelah kepulauan Indonesia diklaim sbg kawasan Islam, bahkan Bali, satu2nya pulau Hindu Bali kini diklaim sbg milik Islam.
:wink:

Baca Sejarah JIHAD di INDONESIA sejak abad 13 ! :twisted:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2684

Diskusi:
Islam merusak peradaban Indonesia ?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c.php?t=81
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... .php?t=884

Mustikawati :Islam hancurkan peradaban Indonesia
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=4955

Situs Batujaya : Misteri Hilangnya pengaruh Hindu-Budha
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=5877

Imperialisme Islam ala Hizbut Tahrir
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=1544

Perkembangan Islam di IndoCina
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=5260

Fenomena agama asli nusantara
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=4777

Kebangkitan agama Hindu di Kalimantan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2294

Syafii ma'arif rindu akan pemerintahan jawa kafir
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=3832
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby dua » Sat May 19, 2007 11:53 am

itulah kristen, ketika mereka minoritas..toleransi melulu aja yang diomongin..tpi begitu mereka mayoritas, kaum muslimin akan dibantai habis.
Hai kaum muslimin, jangan sampai indonesia jatuh ketangan kafirun dan murtadun. Di papua azan via mik tidak boleh, mendirikan mesjid dilarang....pakai jilbab dilarang..papua adalah adalah lahan jihad selanjutnya
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby willie » Sat May 19, 2007 11:58 am

Azan via mik tidak boleh, mendirikan mesjid tidak boleh kepalamu..

sudah pernah main2 ke Jayapura belum?

TAQIYA kok terus..
User avatar
willie
Translator
 
Posts: 638
Joined: Tue Jan 30, 2007 1:39 pm

Postby Rashidi » Sat May 19, 2007 12:06 pm

islam agama pertama di papua? ha, yg bener itu Hindu, berbagai kerajaan hindu di maluku sudah lebih dulu mengadakan kontak dengan papua sebelum islam mengadakan kontak di indonesia
User avatar
Rashidi
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Postby dua » Sat May 19, 2007 12:36 pm

blackCannibal wrote:Azan via mik tidak boleh, mendirikan mesjid tidak boleh kepalamu..

sudah pernah main2 ke Jayapura belum?

TAQIYA kok terus..

emang loe udah pernah kunjungi semua tempat di papua
loe tau ngak ada perda injil di papua

ngak bisa lah loe nutupi..kelakukan culas loe...di jawa loe ribut-ribut tak boleh bikin gereja..dijawa loe ribut-ribut ntang pornografi..dijawa loe ribur-ribut syariah islam. Sementara di papua loe lakukan hal yang sama, begitu loe merasa menang jumlah. Kristen kecil belagu, gede menindas
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby willie » Sat May 19, 2007 12:44 pm

Hahaha.... sok tau nih yeee!!
Sudah pernah jalan2 ke Manokwari juga? (FYI, itu ibukotanya IJB)
RAPERDA yg masih belum goal saja diributin..
Lagian, Gereja juga kurang setuju om!
KWI DAN PGI TOLAK RAPERDA BERDASARKAN INJIL

Kalau orang2 Papua yg mayoritas Kristen tidak ada toleransi, bakal tidak pernah ada tuh MASJID RAYA BAITURAHIM yg jumbo size tapi minim jemaat itu!
Mana corongnya super berisik lagi...

Islamisasi huh..
User avatar
willie
Translator
 
Posts: 638
Joined: Tue Jan 30, 2007 1:39 pm

Postby dua » Sat May 19, 2007 1:00 pm

ha...ha..ha si hitam tau juga rupanya ada perda injil yang diusulkan gereja. Ok biar imbang tunjukan doang didunia ini ada yang menerapkan perda injil atau tidak..menurut gue sih tidak adaa. Kenapa karena injil ngak diterapkan didunia. Liat satu contoh kecil. masa mata harus dicukil atau kaki dipotong bila beerbuat dosa..tak mungkin lah ya, orang gampar pipi kiri kasih pipi kanan. Mkanya para kafirin iri dan dengki melihat perda-perda syariah, banking sarih dan asurnsi sariah..makin lama makin bersinar dan banyak diterapkan diseluruh dunia, seiring dgn perkembangan islam yang kan menjadi agama terbesar didunia. Gimana bung hitam eh sorri black. Ingat loe gue ngak rasis krn dlm islam sangat dilarang, bukannnya hitam yang kasih nama loe sendiri :) :) :)
dua
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 667
Joined: Sat Dec 03, 2005 4:51 pm

Postby willie » Sat May 19, 2007 1:52 pm

dua wrote:ha...ha..ha si hitam

Hahaha... ternyata kamu MUSLIM RASISSS!!

tau juga rupanya ada perda injil yang diusulkan gereja.

Hahaha... kurang terpelajar rupanya kamu...

Gereja ngusulin Perda Injil?
Tidak dibaca link-nya?
http://mirifica.net/wmview.php?ArtID=3915
Itu adalah sikap resmi Gereja, bukan sikap pribadi orang2 Kristen.

Ok biar imbang tunjukan doang didunia ini ada yang menerapkan perda injil atau tidak..menurut gue sih tidak adaa.

Karena kerajaan Kristus bukan di dunia.

Mulai OOT ke Kristen nih yeee...

Gimana bung hitam eh sorri black. Ingat loe gue ngak rasis krn dlm islam sangat dilarang, bukannnya hitam yang kasih nama loe sendiri

Ah.. si RASIS yg PERMISIF..
...dasar MUNAFIK...
User avatar
willie
Translator
 
Posts: 638
Joined: Tue Jan 30, 2007 1:39 pm

Postby Thufgifar » Sat May 19, 2007 1:57 pm

Ya nih Dua Kristen mengaku agama damai.

Lihat George Bush lihat perang di palestina. F***ING DAMAI GOMBAL.

Mereka di deepan islam sok baik tapi di sebenarnya mereka pingin membunuh dari belakang jadi hati-hati.
User avatar
Thufgifar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 362
Joined: Sun Aug 20, 2006 4:04 am

Postby somad » Sat May 19, 2007 2:02 pm

Islam masuk lebih awal sebelum agama lainnya di Papua.

Mengapa claimnya tanggung-tanggung
Sekalian aja
New Zealand
Australia
Jepang
China Mongolia
Alaska
Benua Amerika
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Trully_78 » Sat May 19, 2007 2:36 pm

dua wrote:itulah kristen, ketika mereka minoritas..toleransi melulu aja yang diomongin..tpi begitu mereka mayoritas, kaum muslimin akan dibantai habis.
Hai kaum muslimin, jangan sampai indonesia jatuh ketangan kafirun dan murtadun. Di papua azan via mik tidak boleh, mendirikan mesjid dilarang....pakai jilbab dilarang..papua adalah adalah lahan jihad selanjutnya


Sok tau, ngarang lagi!!
Kamu tinggal dimana emang?? Pernah ke sini gak??
Dari subuh sampe maghrib tuh azan gak bisa bikin orang tidur nyenyak tau??
Orang pake jilbab gak banyak. Gimana mo tahan, panasnya bikin mandi keringat.
Muslimnya dikit, mau sok bikin mesjid gede2, siapa yang mo datang? Hantu?
Mo jihad, siapa takutttt..... Sini..sini...biar kita panah pantat lo.... :lol: :lol: :lol:
User avatar
Trully_78
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 411
Joined: Thu Oct 19, 2006 9:59 pm
Location: Black Forest

Postby darkness » Fri May 25, 2007 6:31 pm

saya pernah tinggal di papua dulu (irian jaya) mereka orangnya ramah apalagi di kampung2 sekali kita berbuat baik dgn mrk, balasannya akan lebih dari mrk,maslah spiritual mereka sangat taat.melihat keadaan mrk sangat memprihatinkan,itu akibat pemerintah indonesia kurang memperhatikan apalagi dgn proyek transmigrasi(islamisasi) mrk menjadi sangat terdesak,di buat mesjid2,mushola2 sedang gereja kondisinya memprihatinkan,mrk dianggap kafir, primitif.saya jg pernah tinggal di papua dgn lingkungan muslim dan berdekatan dengan mesjid,mendengar apa yang selalu sy dgr suara adzan yang menggangu,membicarakan kaum kafir yg jelek2 dan syiar islam dgn anggapan mereka yang paling suci apalagi di bulan ramadhan.sy sangat sedih dgn keadaan itu.
darkness
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 6
Joined: Mon Dec 04, 2006 11:24 am
Location: Deep In Hole

Postby babenya muhammad » Fri May 25, 2007 7:30 pm

Thufgifar wrote:Ya nih Dua Kristen mengaku agama damai.

Lihat George Bush lihat perang di palestina. F***ING DAMAI GOMBAL.

Mereka di deepan islam sok baik tapi di sebenarnya mereka pingin membunuh dari belakang jadi hati-hati.


kenapa sih muslim begitu dongok, selalu mengkaitkan si bush dgn kristen ????

apa yg di lakukan bush tidak pernah mengatasnakan kristen... itu ud sagat jelas, dan tidak ada ayat di bible yg melegalkan tindakan bush, jadi kejahatan bush adalah kejahatan pribadi

tapi apa yg di lakukan teroris di dunia ini, osama cs, amrozi cs, itu semua atas perintah ayat qurannya... itu juga sangat jelas adalah kejahatan atas berdasarkan perintah awloh setannya

jadi kalo muslim yg bego2 seperti kalain masih gak bisa membedakan kejahatan pribadi ama kejahatan agama berarti otak kalian ud di tutupin abis ama tissue toillet quran......
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby J.M.I.3 » Fri May 25, 2007 7:35 pm

babenya muhammad wrote:
Thufgifar wrote:Ya nih Dua Kristen mengaku agama damai.

Lihat George Bush lihat perang di palestina. F***ING DAMAI GOMBAL.

Mereka di deepan islam sok baik tapi di sebenarnya mereka pingin membunuh dari belakang jadi hati-hati.


kenapa sih muslim begitu dongok, selalu mengkaitkan si bush dgn kristen ????

apa yg di lakukan bush tidak pernah mengatasnakan kristen... itu ud sagat jelas, dan tidak ada ayat di bible yg melegalkan tindakan bush, jadi kejahatan bush adalah kejahatan pribadi

tapi apa yg di lakukan teroris di dunia ini, osama cs, amrozi cs, itu semua atas perintah ayat qurannya... itu juga sangat jelas adalah kejahatan atas berdasarkan perintah awloh setannya

jadi kalo muslim yg bego2 seperti kalain masih gak bisa membedakan kejahatan pribadi ama kejahatan agama berarti otak kalian ud di tutupin abis ama tissue toillet quran......
Lo sendiri?

osama cs, amrozi cs <- Kejahatan Pribadi...
User avatar
J.M.I.3
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 114
Joined: Fri May 25, 2007 12:03 am
Location: Bandung Kota Kembang

Postby openyourmind » Fri May 25, 2007 11:41 pm

osama cs, amrozi cs <- Kejahatan Pribadi...


Betul banget kejahatan pribadi, sayangnya dia ngajak-ngajak org lain jadi jahat dgn membawa-bawa nama ouloh dan gilanya muslim kaga ada yang protes (yg protes dibilang murtad) bahkan ada yang mendewakan mereka.

Opini saya, muslim yang melakukan taqqiya lebih jahat daripada Osama, Amrozy dan teroris muslim gila lainnya.

Inti ajaran muslim gila: melakukan PEMBENARAN dalam segala hal.
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby gaston31 » Sat May 26, 2007 12:04 am

@black
nama elo black kan? hitam?
tiap ada yg reply elo, rasis donk? :p

===
"Karena kerajaan Kristus bukan di dunia. "
====
lho, iya tha?? lalu knp ajaran Yesus ada didunia?
knp ada Injil di dunia?? Knp elo jg msh didunia?
*kucek2 mata*
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby swatantre » Sat May 26, 2007 12:46 pm

Saya melihat, postingan ini kok banyak kontradiksinya. Menunjukkan kekacauan pikir islami penulisnya?

dua wrote: masa mata harus dicukil atau kaki dipotong bila beerbuat dosa..tak mungkin lah ya,


Kalo gitu lu menyangkal hukum potong tangan dalam hukum islam? Ati2 lo, murtad....!!!!!

seiring dgn perkembangan islam yang kan menjadi agama terbesar didunia


Klaimmu udah dipatahkan di situs ini.... hehehe......

Ingat loe gue ngak rasis krn dlm islam sangat dilarang,


Pembedaan umat manusia oleh ajaran agamamu berdasarkan kepercayaannya merupakan sebentuk diskriminasi yang hanya bisa dilakukan di jaman kegelapan...... Jadi, klaim islam melarang rasisme adalah PALSU...!!!!!!

Waaahhh, mau taqqiyaa kok nanggung. Bilang aja sekalian bahwa Paus sudah jadi mualaf... heheh........
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4173
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby IHS » Sat May 26, 2007 1:17 pm

"Karena kerajaan Kristus bukan di dunia. "
====
lho, iya tha?? lalu knp ajaran Yesus ada didunia?
knp ada Injil di dunia?? Knp elo jg msh didunia?
*kucek2 mata*

YG BENER : BUAT MENCELIKKAN MATAMU YANG BUTA AKAN KEBAIKAN DAN KASIH TUHAN
User avatar
IHS
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 220
Joined: Thu Apr 19, 2007 4:06 pm

Postby babenya muhammad » Sat May 26, 2007 9:01 pm

osama cs, amrozi cs <- Kejahatan Pribadi...


kenap lu bilang kejahatan pribadi ????? apa yg mereka lakukan ud sesuai dgn ayat di quran kok, knp lu bisa bilang kejahatan pribadi ????
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Next

Return to Ttg SYI'AH, KAFIR, MURTADIN, MUSYRIKUN dll



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users