. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

ISLAM dalam INTERAKSI SOSIAL

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

ISLAM dalam INTERAKSI SOSIAL

Postby Duladi » Fri Jul 06, 2007 5:04 pm

ISLAM dalam INTERAKSI SOSIAL
Oleh: Al-Zastrouw Ng
(Seorang Mahasiswa S3 Sosiologi UI, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia – LESBUMI – PBNU)

Judul tulisan ini diilhami munculnya fenomena kesulitan (kegamangan) sebagian umat dalam membumikan dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai Islam dalam interaksi sosial. Kesulitan ini bukan bersumber dari rumitnya ajaran Islam, tetapi justru berakar dari sikap sebagian pemeluk Islam ambigu dalam menerjemahkan dan mengaplikasikan ajaran yang sangat ideal dan manusiawi. Sampai detik ini, umat Islam belum mampu memanfaatkan ajaran dan nilai Islam secara tepat dan fungsional untuk menciptakan kemaslahatan dalam membangun relasi sosial, baik antara sesama manusia maupun dengan lingkungan.

Di satu sisi, secara normatif umat Islam selalu menyatakan bahwa Islam adalah agama rahmah, menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan dan kesetaraan. Untuk memperkuat argumentasi ini, digunakan sederet dalil tekstual yang tidak mungkin bisa dibantah, mulai teks Alquran, Hadis sampai kitab-kitab muktabar.

Sayangnya seluruh argumentasi ini menjadi mandul dan mandek ketika berhadapan dengan realitas sosial. Idealitas nilai dan ajaran yang ada dalam teks seolah berhenti ketika harus diterapkan dalam belantara kehidupan dengan berbagai problematikanya. Apalagi kalau di balik problem kehidupan itu tersembunyi berbagai kepentingan.

Kenyataan seperti ini pernah penulis alami ketika pada tahun 90-an melakukan penelitian di Jogjakarta, mengenai era kebangkitan agama dalam relasi sosial masyarakat desa. Era kebangkitan agama (Islam) saat itu ditandai dengan pendirian ICMI, “penghijauan kabinet”, menjamurnya kegiatan keagamaan di kantor-kantor, bahkan meningkatnya praktik beribadah di kalangan tokoh dan pejabat tinggi.

Dalam suasana seperti ini, penulis mengajukan pertanyaan kepada informan mengenai perasaan dan pengalaman mereka atas munculnya fenomena kebangkitan agama (Islam) dalam kehidupan sosial mereka. Para informan yang rata-rata orang desa, berpendidikan rendah dengan taraf pendapatan ekonomi rendah itu justru menyatakan kebingungan dan keanehan dengan adanya kebangkitan agama tersebut.

Secara polos dia bercerita; sebelum ada gerakan pengajian di desanya, sebelum kegiatan Islam marak dijalankan, mereka hidup rukun dan damai dengan para tetangga. Interaksi sosial berjalan rukun dan guyub tanpa prasangka dan curiga.

Tak ada sekat-sekat kultural, sosial, apalagi ideologis yang memisahkan antarmereka. Ketika ada kematian, seluruh tetangga, bahkan berlainan desa dan berlainan agama datang melayat, mereka tidak peduli agama orang yang meninggaI. Hal yang sama terjadi saat acara selametan, biarpun doa dan ritus selamatan dilakukan 'secara Islam' tetangga yang non-Muslim ikut datang, sekadar menghormati undangan tetangga, demikian sebaliknya.

Menurut pengakuan orang-orang kampung itu, setelah ada kebangkitan agama, mereka merasa ada jarak dalam melakukan interaksi sosial. Karena menurut keterangan para penceramah yang mengisi pengajian, mereka tidak boleh ikut selamatan yang diadakan orang-orang yang beda agama, mereka juga dilarang menghadiri pesta bersama saat merayakan hari besar agama. Bahkan mengucapkan selamat kepada sesama tetangga juga dilarang hanya karena beda agama dan keyakinan.

Padahal sebelum ada pengajian yang marak dengan speaker yang menggema, ketika pengajian masih diberikan seorang kiai kampung dengan cara sangat sederhana, mereka bisa hidup guyub, rukun dan penuh tepo sliro pada tetangga yang berlainan agama.

Dalam interaksi sosial yang terbuka dan awam mereka tetap saja bisa beriman dan beragama dengan baik. Mereka merasa keislamannya tidak terganggu, bisa beribadah dengan tenang, keimanan mereka juga tidak tergerogoti orang lain. Mereka justru merasa enjoy menjadi Islam dengan sikap dan kehidupan yang toleran, damai dan terbuka dengan para tetangga. Tanpa prasangka, tanpa curiga.

Saya menduga, sikap eksklusif sebagian umat Islam ini masih terjadi di tempat lain dan berlangsung hingga sekarang. Karena dalam beberapa tahun kemudian saya juga mendengar cerita yang sama dari seorang teman yang mendapat cacian, dan umpatan dari sesama muslim hanya gara-gara dia memberikan ucapan selamat kepada kole¬ganya yang non-Muslim. Bahkan dia diminta bersahadat lagi, membayar denda, istighfar dan sebagainya. Padahal teman tersebut merasa bahwa keimananya kepada Allah SWT tidak berkurang sedikitpun ketika memberi ucapan selamat. Bahkan dia merasa bisa menjadi Muslim yang baik dan menjalankan ajaran Islam secara benar ketika melakukan semua itu. Menurutnya dengan cara itu, dia justru menunjukkan sisi kehebatan Islam yang mampu menebar kedamaian pada semua orang.

Akar-akar Ambiguitas

Apa yang terjadi menunjukkan sikap ambigu di kalangan sebagian umat Islam. Di satu sisi, mereka mengagungkan ajaran Islam yang cinta damai (QS. Al-Anfal: 61), manusiawi (QS. Al-Isra: 70 dan at-Tin:4) dan merdeka dalam memilih agama (QS. Al-Baqarah: 256). Namun di sisi lain, ketika dihadapkan realitas sosial dengan berbagai kompleksitas dan kepentingan yang menyertainya, seluruh idealitas itu hilang. Yang muncul kemudian sikap curiga, prasangka, sentimen dan berbagai macam kekhawatiran.

Agar kekhawatiran dan kecurigaan tersebut memiliki dasar yang legitimate, maka kemudian disembunyikan di balik selubung teks-teks agama. Sehingga kebencian dan kecurigaan tersebut menjadi sah dan wajar karena atas nama agama.

Mengapa bisa terjadi demikian? Menurut penulis ini terjadi karena pemahaman keagamaan yang rancu.

Mereka belum bisa memilah antara persoalan (tuntutan) kemanusiaan yang sifatnya profan (duniawi) dengan masalah keimanan yang teologis dan sakral. Semua persoalan, termasuk relasi sosial antarmanusia diukur dengan perspektif teologis yang sakral dan berdimensi tauhid. Padahal secara tegas Nabi menyatakan bahwa atum a'lamu bi umuurid dunyakum (Engkau lebih mangerti dalam urusan duniamu). Ini artinya manusia diberi kepercayaan Allah mengatur dan membina realitas sosial sesuai kreativitas dan konteks masing-masing.

Kedua, sikap ambigu ini merupakan cermin adanya problem interpretatif terhadap ajaran agama. Artinya, orang-orang Islam yang bersikap eksklusif tersebut memahami teks dan nasih secara tekstual tanpa melakukan interpretasi dan aktualisasi. Mereka tidak menangkap pesan-pesan moral dan spirit yang terkandung dalam teks, tetapi memahami terjemahan teks tersebut apa adanya. Padahal dengan menangkap spirit dan substansi teks tersebut ummat Islam dapat melakukan aktualisasi terhadap ajaran-ajaran Islam yang mulia. (??)

Dengan kata lain ajaran Islam yang shoheh fi kulli zamanin we makanin (benar di setiap waktu dan tempat) hanya dapat dibuktikan jika umat Islam mampu melakukan aktualisasi dan kontekstualisasi. Dengan cara ini, ajaran Islam bisa dioperasionalkan dalam kondisi apapun dan saat kapanpun. Tanpa ini, ajaran Islam yang agung hanya menjadi teks-teks beku yang hanya diucapkan dan dijadikan legitimasi saja, tidak bisa dioperasionalkan konkret karena dianggap tidak memiliki relevansi dengan kondisi zaman dan situasi sosial.

Dalam hal ini kita bisa meniru perilaku Nabi yang menjenguk seorang kafir Qurasy yang sedang sakit, padahal orang tersebut sering menyakiti dan mengganggu dakwah Nabi. Kisah ini memberi gambaran bahwa dalam melakukan interaksi sosial, Nabi menggunakan hukum-hukum dan etika sosial yang manusiawi.

Beliau melihat persoalan kemanusiaan dari perspektif hubungan antarmanusia bukan dari perspektif teologis dan keimanan. Perbedaan keimanan bukan menjadi penghalang melakukan interaksi sosial. Kalau terhadap orang kafir yang pernah manyakiti, Nabi mau besuk dan mendoakan, apalagi terhadap tetangga, relasi dan kawan baik yang tidak pernah mengganggu. Rasanya wajar jika umat Islam memberikan ucapan selamat atau menghadiri undangan dari tetangga, kawan dan relasi non-muslim. Sejauh hal itu dilakukan wajar, sekadar menjaga relasi dan interaksi sosial antarsesama manusia.

Sikap seperti ini tidak akan mengurangi nilai keunggulan ajaran Islam atau merusak keimanan. Keunggulan dan kemuliaan ajaran Islam justru akan terlihat jika perilaku dan akhlak sosial ummat Islam bisa memberikan ketenangan, ketentraman dan kedamaian kepada orang lain. Kekaguman orang lain pada ajaran Islam akan muncul jika ummat Islam mampu bersikap elegan dan simpatik, karena sebenarnya inilah etika sosial yang diajarkan Islam. Sebaliknya Islam justru menjadi mandul ketika dihadapkan pada sikap sentimen yang dangkal dan emosional, penuh prasangka.

Inilah problem utama umat Islam saat ini, menghilangkan sikap ambigu yang menjarakkan idealitas ajaran dengan realitas sosial yang konkret dan kompleks. Berjaraknya idealitas ajaran dengan realitas sosial bisa diatasi dengan cara menghilangkan prasangka dan curiga. Sikap penuh prasangka dan curiga ini tidak saja mengganggu proses interaksi sosial, tetapi juga mengerdilkan ajaran Islam yang mulia dan universal.

Untuk menghilangkan prasangka dan curiga diperlukan keberanian menjabarkan dan mempraktikkan Islam secara elegan, beradab, manusiawi dan tegas. Umat Islam tidak perlu khawatir dengan sikap humanis dan toleran dalam melakukan interaksi sosial Islam akan menjadi lemah, sebaliknya dengan sikap simpatik, elegan dan beradab justru bisa mengangkat dan menarik simpati semua manusia.

Di sini dibutuhkan keberanian, kedewasaan dan keikhlasan dalam memahami dan menjalankan Islam. Bukankah kejayaan dan keunggulan Islam terletak pada ajarannya yang humanis, ramah dan beradab? Bagaimana kita membuktikan ajaran yang ramah dan beradab kalau kita menjadikan Islam sebagai tembok penghalang barinteraksi dengan orang lain? (?????)

-------------------------
Sumber:
Koran “SURYA” edisi Kamis, 5 Juli 2007
halaman 4 – Opini.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Fri Jul 06, 2007 5:16 pm

Tanggapanku:

Apa yang diutarakan Bpk Al-Zastrouw di atas sebagian benar dan sebagian tidak.

Sebenarnya saya menangkap adanya kebingungan dalam diri si penulis tentang bentuk ajaran Islam yang sesungguhnya.

Di satu sisi dia memuji kehidupan masyarakat yang harmonis sebelum adanya kebangkitan Islam, di sisi lain secara tersirat dia menyalahkan kebangkitan Islam sebagai penyebab terjadinya kerenggangan hubungan sosial dalam masyarakat.

Di bagian akhir tulisannya, dia membela Islam dan menganggap para tokoh kebangkitan Islam itu telah keliru dalam memaknai ajaran kitab suci.

Sebenarnya yang perlu dianalisa adalah: manakah masyarakat Islam yang murni, sebelum kebangkitan Islam ataukah sesudah Kebangkitan Islam?

Si penulis sebenarnya tahu, bahwa dalam kitab Alquran terdapat ayat-ayat yang mengajarkan sikap sentimen yang dangkal dan emosional serta penuh prasangka.

Pada era sebelum kebangkitan Islam di Jogja, masyarakatnya belum benar-benar menerapkan ajaran Islam secara penuh. Dalam level ini, di kalangan masyarakat bisa terbina hubungan sosial yang harmonis, tidak ada rasa saling curiga dan sentimen yang dangkal. Tetapi sejak ajaran Islam benar-benar diterapkan, maka yang terjadi adalah inharmonisasi dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang diutarakan penulis dalam artikelnya,
    “mereka merasa ada jarak dalam melakukan interaksi sosial. Karena menurut keterangan para penceramah yang mengisi pengajian, mereka tidak boleh ikut selamatan yang diadakan orang-orang yang beda agama, mereka juga dilarang menghadiri pesta bersama saat merayakan hari besar agama. Bahkan mengucapkan selamat kepada sesama tetangga juga dilarang hanya karena beda agama dan keyakinan.”


Bila kita diajak memilih mana pendapat yang benar, pendapat yang menyatakan:
1) ajaran-ajaran buruk yang mengarah kepada inharmonisasi kehidupan masyarakat sebaiknya jangan dibaca secara tekstual, ataukah
2) ajaran-ajaran buruk yang mengarah kepada inharmonisasi kehidupan masyarakat sebaiknya dibaca sesuai konteks atau makna aslinya.

Bila muslim moderat memilih nomor 1,

maka secara logis, kita perlu bertanya: Mengapa ajaran-ajaran Quran yang diklaim sebagai ajaran "baik" boleh dibaca secara tekstual, sementara ajaran-ajaran Quran yang dengan jelas mengajarkan hal-hal buruk tidak boleh dibaca secara tekstual?

Memang ini harapan kita semua, agar tercipta hubungan yang normal di masyarakat. Tetapi bukankah ini sama saja menutup-nutupi borok Islam yang sudah semestinya kita buka?

Sudah saatnya akar-akar paranoia Muslim dibongkar dan dibeberkan, tidak perlu lagi berbohong (taqqiya) baik untuk tujuan membohongi diri sendiri ataupun untuk membohongi publik.

Semakin fanatik dalam Islam, akan semakin buruk perilaku masyarakat. Ini sebuah realita yang tidak bisa lagi dipungkiri. Semua orang yang berpikiran logis, dapat menangkap pesan ini. Bukan oknum (si penganut) dari agama itu penyebabnya, tapi justru agamanyalah yang menjadi biang keladinya.

Sudah saatnya kita membuka mata kita, bahwa Islam memang berbeda.

Berbeda dalam arti, ia memang benar-benar berbeda dari agama lain. Bukan berbeda karena ia yang terbaik dari semua agama, tapi justru ia-lah yang terburuk dari antara semua agama.

Benar pendapat Dr Ali Sina, bahwa Islam memang bukan sebuah religion, tapi sebuah aliran pemujaan.


Referensi:

Beberapa contoh ayat yang mengajarkan sikap curiga, prasangka, senti¬men dan berbagai macam kekhawatiran: (Lebih tepatnya ayat-ayat yang memompa kebencian dan permusuhan terhadap non-muslim)

QS 3:100
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

QS 3:119
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: "Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

QS 3:120
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

QS 3:149
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta`ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

QS 3:196
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

QS 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

QS 2:112
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

QS 2:105
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.

QS 2:39
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

QS 2:90
Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

QS 2:116
Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

QS 2:161
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la`nat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.

QS 3:56
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

QS 3:131
Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.

QS 4:42
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

QS 3:4
Sebelum (Al Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

QS 3:12
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".

QS 3:28
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

QS 3:54
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

QS 4:76
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

dan masih banyak lagi.......
Last edited by Duladi on Fri Jul 06, 2007 6:08 pm, edited 3 times in total.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Fri Jul 06, 2007 5:32 pm

yang memang sikap eklusifisme bukan nilai yg dibawa Nabi Muhammad ...
Islam harus hadir ditengah-tengah manusia ... yg berarti INKLUSIF

    [4:58] Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

    [4:114] Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby charles-mattel » Fri Jul 06, 2007 5:37 pm

inklusif? teori doang
ngomong aja sama jizyah
hidup keberagaman
charles-mattel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby Duladi » Fri Jul 06, 2007 5:41 pm

Baik buruk tindakan manusia diukur dari patokan2 abadi, yaitu prinsip2 masuk akal yang disetujui secara universal. Inti Prinsip Abadi ini adalah "Perlakukan orang sebagaimana kau ingin diperlakukan." Melalui prinsip ini kita tahu bahwa mencuri tidak baik, membunuh tidak baik, memperkosa tidak baik, kemurahan hati baik, pengampunan baik dsb dsb ...

Setiap agama/ajaran memiliki cara tersendiri dalam menerapkan konsep simpel ini. Seperti contoh2 dibawah ini:

Kepercayaan Bahá'í : “Pilihlah bagi tetanggamu hal yang kau pilih untuk dirimu." Dari Epistle to the Son of the Wolf
Brahmanism: "Ini tugasmu: Jangan perlakukan orang sebagaimana menyakitkan jika diterapkan padamu". Mahabharata, 5:1517
Buddhism: "...suatu keadaan yang tidak menyenangkan, bagaimana saya dapat melakukan yang sama terhadap orang lain ?" Samyutta NIkaya v. 353
Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakitimu." Udana-Varga 5:18
Kristen: "Perlakukan orang sebagaiamana kau ingin diperlakukan: inilah hukum bagimu." Mateus 7:12.
"Dan sebagaimana kau ingin orang memperlakukanmu, dengan demikian pula kau harus memperlakukan mereka." Lukas 6:31.
"...jangan melaksanakan hal yang kamu benci...", Injil Thomas 6.
Kong Hu Cu: "Jangan melakukan terhdp orang apa yg kau tidak ingin mereka lakukan padamu. Dialects 15:23
"Ze-Gong bertanya, 'Apakah ada satu kata yg bisa merangkum prinsip kelakuan manusia ?' Confucius menjawab, 'Kata 'xu' -- resiprositas. Jangan berlakukan terhdp orang lain apa yg kau sendiri tidak suka.'" Doctrine of the Mean 13.3
"Upayakan sebisa mungkin utk memperlakukan orang spt kau ingin diperlakukan, dan kau akan menemukan jalan terpendek menuju kebajikan." Mencius VII.A.4
Pagan Mesir: "Lakukan bagi orang lain apa yg kau inginkan terjadi padamu." The Tale of the Eloquent Peasant, 109 - 110 Translated by R.B. Parkinson. The original dates to 1970 to 1640 BCE and may be the earliest version ever written.
Hindu: "Kau tidak boleh berlaku pada orang lain yg tidak kau sukai sendiri." Mencius Vii.A.4
"Inilah kesimpulan Dharma [tugas]: Jangan perlakukan orang lain shg menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu." Mahabharata 5:1517
Humanisme: "(5) Humanis mengakui interdependensi sesama manusia, kebutuhan bagi kehormatan sesama dan persaudaraan seluruh umat manusia."
Jainisme: "Dlm kebahagiaan dan penderitaan, dlm kesenangan dan kesedihan, kami harus menganggap semua mahluk hidup spt kami menganggap diri sendiri." Lord Mahavira, 24th Tirthankara
"Seseorang harus memperlakukan semua mahluk spt ia sendiripun ingin diperlakukan. "Sutrakritanga 1.11.33
Judaisme: "...cintailah tetanggamu spt kau mencintai diri sendiri", Leviticus 19:18
"Apa yg kau benci, jangan perlakukan terhdp orang lain. Ini hukum (paling penting)." Talmud, Shabbat 31a.
"And what you hate, do not do to any one." Tobit 4:15

PENGECUALIAN:
Namun ada pula pengecualian terhadap prinsip universal di atas tersebut. Ini dianut oleh:

SATANISM :
Anton Szandor LaVey, pendiri Church of Satan, menulis 2 daftar pola kelakuan yang dituntutnya dari pengikutnya. Nomor 4 dan 5 dari ke Sembilan Pernyataan Satanism/the Nine Satanic Statements adalah:

"4. Satan represents kindness to those who deserve it instead of love wasted on ingrates!"
Satan mewakili kemurahan hati kepada mereka yang patut menerimanya daripada menghabiskan waktu mencintai mereka yang tidak patut.

"5. Satan represents vengeance instead of turning the other cheek."
Satan mewakili dendam dan bukan memaafkan.

Ke Sembilan Dosa Satanism/The Nine Satanic Sins:

3. Solipsism - bisa sangat bahaya bagi para Satanis.
Para pengikut Satanisme harus memberlakukan diktum "Perlakukan orang sebagaimana mereka memperlakukanmu." Ini menuntut kerja keras dan sikap waswas dari kita semua agar kita tidak lengah melorot ke ilusi bahwa semua orang seperti kamu ..."

Nah, saudara pembaca, Islam mirip dengan Satanisme. Islam tidak tunduk kepada Prinsip Abadi/Prinsip Emas. Hanya satu prinsip dalam hadis yang mengatakan:

"Tidak ada dari kalian yang benar2 percaya (pada Allah) kecuali menginginkan bagi saudara (MUSLIM)nya apa yang ia inginkan bagi dirinya sendiri." [Number 13 of Imam "Al-Nawawi's Forty Hadiths."]

Hadis yang sama dilaporkan dalam Bukhari 1.2.12:
"Rasulullah mengatakan, 'Tidak ada seorangpun akan memiliki kepercayaan sebelum ia menginginkan bagi SAUDARA (MUSLIM)NYA apa yang diinginkan bagi dirinya. (The Prophet said, "None of you will have faith till he wishes for his (Muslim) brother what he likes for himself.")

Saudara pembaca, persaudaraan ala Islam ini tidak dimaksudkan bagi siapa saja. Quran (9:23) mengatakan bahwa mereka yang percaya (muslimin) selayaknya tidak mengambil kafir sebagai teman dan pelindung (wali) ataupun bapak dan kakak mereka jika mereka mencintai kekafiran diatas Islam.] Bahkan banyak surah yang mengatakan kepda muslim agar membunuh kafir dan perlakukan mereka dengan keras.

Contoh jelas bahwa Islam tidak didasarkan kepada Prinsip Emas adalah ayat berikut ini (48:29) : "Muhammad adalah rasul Allah dan mereka yang menyertainya memiliki kekuatan melawan kafir, penuh kasih sayang terhadap sesama (MUSLIM).”


Inilah definisi sempurna fasisme. Banyak lagi surah yang menunjukkan bahwa persaudaraan dalam Islam tidak universal. Manusia di luar Islam tidak memiliki hak dan tidak patut diperlakukan sederajat dengan Muslimin. Keseluruhan Quran adalah pelanggaran Prinsip Emas.
Quran mengatakan kepada Muslimin agar membunuhi kafir di manapun mereka ditemui (2:191), jangan menjalin persahabatan dengan mereka (3:2, perangi mereka dan tunjukkan kekerasan terhadap mereka (9:123), dan penggallah kepala mereka (47:4).

Menurut Muslim, bukannya sang Prinsip Emas yang menentukan beda baik dan buruk, tetapi apa yang dilakukan Muhammad. Mereka percaya bahwa apa yang baik bagi Islam adalah nilai tertinggi dan apa yang tidak baik bagi Islam adalah dosa terbesar.

Ini etos milik "cults" (aliran sesat). Dari Asahara-nya Aum Shinrikyo ke People's Temple-nya Jim Jones; dari Gereja Unifikasi Sun Myung Moon ke Cabang david-nya David Koresh, tujuan utama mereka adalah bahwa kepentingan cult mereka sendiri di atas pengertian umat manusia tentang beda baik-buruk. Dan guna memajukan kepentingan cult mereka, yang dianggap kebenaran yang paling tinggi, termasuk membohong, membunuh dan pembunuhan bayaran diijinkan.

Tujuan akhir dianggap begitu suci sampai menghalalkan segala cara. Ini sama dengan filsafah fasisme Nazi yang memaksakan glorifikasi negara dan subordinasi total. Dalam fasisme, “negara dianggap suatu organ dimana individu ditempatkan bagi kepentingan diri dan negara.

Negara macam ini bersifat absolut dalam metoda, penerapan hukum dan kontrol terhadap warganya." [The Columbia Encyclopedia, Sixth Edition. 2001]
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Duladi » Fri Jul 06, 2007 5:47 pm

Akar Paranoia Muslim

Ketika twin towers roboh, Muslim percaya bahwa ini kerjaan Mossad atau CIA dan YAHUDI absent kerja pada hari itu. Pada saat KrisMon Asia, Dr Mahathir Mohammed, PM Malaysia menuduh Yahudi-lah berada di belakang kesengsaraan Asia ini. Ibu2 Muslim Nigeria vaksinasi anak mereka karena mereka percaya AS memasukkan racun dalam vaksin itu. Muslim juga percaya bahwa kartun Tom & Jerry diciptakan oleh Yahudi agar menghilangkan kesan negatif sosok tikus (dlm Quran/hadis, Yahudi = tikus) dgn menampilkan tikus imut2.

Teori2 konspirasi ini sangat konyol. Tapi ratusan juta Muslim percaya. Non-muslim menganggap hal ini lucu dan tidak mengacuhkannya tanpa pernah bertanya mengapa begitu mudah bagi Muslim utk percaya teori konspirasi ini. Kemana lagi kita harus mencari jawabannya kalau bukan dari Quran ? Ini alasan mengapa Muslim percaya kpd teori2 konyol.

1. Islam mengajarkan KECURIGAAN terhdp kafir. Inilah beberapa ayat Quran ttg kafir.

Cocokkan sendiri dgn Quran anda ayat2 dibawah ini!

Quran 3:118
O ye who believe! Take not for intimates others than your own folk, who would spare no pains to ruin you; they love to hamper you. Hatred is revealed by (the utterance of) their mouths, but that which their breasts hide is greater. We have made plain for you the revelations if ye will understand.

Quran 4:144
O ye who believe! Choose not disbelievers for (your) friends in place of believers. Would ye give Allah a clear warrant against you?

Quran 5:51
O ye who believe! Take not the Jews and the Christians for friends. They are friends one to another. He among you who taketh them for friends is (one) of them. Lo! Allah guideth not wrongdoing folk.

Nampak dari ayat2 diatas bahwa kafir memiliki maksud jelek terhdp Muslim. Kafir sudah pasti benci Muslim dan oleh karena itu Muslim dianjurkan utk tidak bersahabat dgn kafir.

Kalau sesuatu tertulis dlm Quran, maka hal itu pasti benar. Kalau dari kecil sikap anti-kafir macam ini sudah ditanamkan, maka tidak sulit utk mempercayai teori2 konspirasi kafir ini. Tidak heran mereka menjadi paranoia.

2. Islam menganggap Muslim SUPERIOR, hal yg sangat jauh dari realita. Dlm pandangan Muslim diseantero dunia, Islam adalah agama yang PALING SEMPURNA dan oleh karena itu Muslim adalah kaum yang paling HEBAT yg ditugaskan utk memimpin dunia. Lihatlah ayat dari Quran ini:

Quran 3:110
You are the best of the nations raised up for (the benefit of) men; you enjoin what is right and forbid the wrong and believe in Allah; and if the followers of the Book had believed it would have been better for them; of them (some) are believers and most of them are transgressors.

Ini akan saya bahas lebih lanjut nanti.

Kalau Muslim menganggap diri paling hebat, dgn sendirinya non-Muslim dianggap kurang hebat.

Quran 9:28:
O ye who believe! The idolaters only are unclean. So let them not come near the Inviolable Place of Worship after this their year. If ye fear poverty (from the loss of their merchandise) Allah shall preserve you of His bounty if He will. Lo! Allah is Knower, Wise.

Pandangan ini ditegaskan kembali oleh Ayatollah Sistani yg diharapkan AS sbg ayatollah ‘moderat’ Irak. Lihatlah situsnya. Ayatollah Sistani mencakupkan kafir dlm daftar najis, dlm kategori sama dgn air kencing dan tahi.

Anda tidak percaya saya ? Anda anggap saya hanya mencomot ayat2 tertentu agar menjelekkan Muslim ? Silahkan anda membaca sendiri apakah saya bohong bahwa Muslim mengajar anak2 mereka utk mencurigai kafir. Wafa Sultan dibesarkan di Syria. Ini yang dikatakannya:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c&start=60

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... afa+sultan


“Sebelum saya datang ke AS, saya percaya betul bahwa Yahudi bukan manusia,” katanya. “Saya dibesarkan utk percaya bahwa Yahudi tidak memiliki ciri2 ataupun suara manusia.”

“Pada minggu pertamanya di AS, saya dan suami masuk toko sepatu. Suaminya menanyakan sang pemilik toko dari mana asalnya. Ketika ia mengatakan ia YAHUDI dari Israel, anda tidak percaya apa yg saya lakukan. SAYA LARI TERBIRIT2 KELUAR DARI TOKO ITU, TANPA SEPATU !! Suami saya mengejar saya dan menertawakan saya. Tapi saya mengatakan, saya takut setengah mati karena ia dari Israel. Itulah reaksi saya. Karena memang itulah yang diajarkan kdp saya selama 30 tahun.”

Ia begitu takut akan Yahudi sampai lari keluar dari toko tanpa sepatu ! Itulah contoh produk pendidikan Muslim.

Kembali kpd masalah superioritas Muslim, anda bisa melihatnya lebih jelas dalam Deklarasi HAM Islam yang sangat kontras dgn Deklarasi HAM Universal yg menyatakan bahwa SEMUA bangsa dan agama adalah sederajad.

Inilah paragraf pertama Deklarasi HAM Islam:

“Reaffirming the civilizing and historical role of the Islamic Ummah which God made the best nation that has given mankind a universal and well-balanced civilization in which harmony is established between this life and the hereafter and knowledge is combined with faith; and the role that this Ummah should play to guide a humanity confused by competing trends and ideologies and to provide solutions to the chronic problems of this materialistic civilization.”

Terjemahan:
“Menegaskan kembali peran peradaban dan sejarah Umat Islam yg dibuat Tuhan sbg bangsa yang terbaik yg telah memberikan umat manusia sebuah peradaban yg universal dan seimbang dgn tercapainya harmoni antara hidup di dunia dan di akhirat dan pengetahuan yg dikombinasikan dgn agama; dan peran bahwa Umat ini harus mainkan dalam MENGARAHKAN seluruh umat manusia yg bingung karena bentrokan trend dan ideologi dan memberikan kunci bagi problem kronis peradaban materialistik.

Luar biasa kesombongan ini. Muslim menganggap diri sbg BANGSA YG TERBAIK YG PERANNYA MENGARAHKAN SELURUH UMAT MANUSIA YG dianggapnya BINGUNG dan membawa dunia kepada peradaban Islam yang luar biasa indahnya ?? Sedihnya bagi Muslim, bualan ini tidak cocok dgn kenyataan.

Kenyataannya, Muslim adalah kaum yang paling miskin dan terbelakang didunia ini. Bahkan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf mengakuinya. Bukannya mengatasi masalah, Muslim justru tenggelam dalam masalah dan sering menciptakan masyarakat yang tidak berfungsi (dysfunctional societies). Bukan saja mereka sengsara karena ulah merkea sendiri, merekapun menciptakan kesengsaraan bagi orang lain !

3. Bayang2 kemegahan masa lalu
Ketertinggalan Muslim dari kafir yang seharusnya INFERIOR, NAJIS, SEDERAJAD DGN TAHI inilah yg mengakibatkan Muslim merasa sangat terhina. Ini semakin diperburuk oleh fakta bahwa mereka memiliki gambaran masa lalu Islam yg penuh kemegahan dgn cakupan wilayah dari Spanyol sampai India. Sementara anak2 Eropa diajarkan utk tidak membanggakan masa lalu imperialis mereka, Muslim di Timur Tengah malah diajarkan utk membanggakan penaklukan dan invasi tentara2 Arab. Penaklukan ini dianggap sbg kehendak Allah.

Oleh karena itu Muslim spt keluarga aristokrat miskin yg tidak mampu menyesuaikan diri pada perubahan jaman dan terus menerus mengingatkan diri akan kemegahan di masa lampau. Rasa terhina inilah yang menyebabkan mereka curiga pada kafir dan mempercayai segala teori konspirasi, sekonyol apapun. Kesengsaraan mereka sudah pasti rekaan kafir (terutama YAHUDI!) yg oleh Quran memang dikatakan memiliki maksud jelek terhdp Muslim. Mereka tidak mampu mempelajari kegagalan mereka sendiri.

Orang yang rendah PD (kepercayaan dirinya) SELALU MENYALAHKAN ORANG LAIN. Daripada susah2 mengoreksi ketololan sendiri, orang paranoid sering memindahkan kesalahan itu pada “musuh”. Kalau tidak ada musuh, mereka akan menciptakannya.

KESIMPULAN
OTAK YG PENUH DGN RASA HINA, KEBENCIAN, KEMARAHAN DAN KECURIGAAN oleh karena itu adalah AKAR PARANOIA MUSLIM. Akar2 ini subur berkembang dlm tanah Islam.

Dan yang lebih penting perlu ditegaskan di sini: Bahwa itu bukan SALAH TAFSIR MUSLIM terhadap ajaran nabinya, tapi memang begitulah ajaran nabinya.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Fri Jul 06, 2007 6:27 pm

charles-mattel wrote:inklusif? teori doang
ngomong aja sama jizyah
hidup keberagaman

itu mah logis ...pajak neng ...
masa mau gratisan aja dibawah perlindungan keamanan pemerintahan Islam .... gak ada yg gratis tong :P
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby MoveYourSight » Fri Jul 06, 2007 8:30 pm

Om Duladi hebat, karena mengetahui begitu banyak hal, walaupun ada sisi2 dimana saya tidak setuju dengan anda kawan..

Om Duladi kan bilang:
OTAK YG PENUH DGN RASA HINA, KEBENCIAN, KEMARAHAN DAN KECURIGAAN oleh karena itu adalah AKAR PARANOIA MUSLIM. Akar2 ini subur berkembang dlm tanah Islam.

Om Duladi... Kemarahan? Kecurigaan? Kebencian?
Tidakkah itu semua TUMBUH SEBEGITU SUUBBBUURRRNYAA di tanah Non-Muslim terhadap Islam / Muslim?
- Seorang Muslim dengan mudah DICURIGAI sebagai terrorist.
- Islam DICURIGAI sebagai Agama yang sesat / setan.
- KEBENCIAN terhadap Islam terlihat di tanah-tanah Non-Muslim.
- Muhammad SAW dijadikan olok-olok dengan gambar2 kartun dan dengan maksud yang sangat KaSaR (KEBENCIAN / walaupun dengan dalih kebebasan pers LOL)
- Kebenaran dari Penelitian www.loosechange.com tentang kejadian 11 september adalah buatan pemerintah mereka sendiri sudah di kobarkan, tapi PRASANGKA/KECURIGAAN terhadap Muslim dan Islam masih berkobar hebat.

*segitu dulu untuk kenyataan dari non muslim, sekarang sebaliknya:

-Om Duladi hidup di Negara Indonesia, setiap kali om duladi menginjakkan kaki dimanapun itu, pasti dan pasti di sekitar om banyak sekali Umat Muslim.
Apakah mereka mencerca om??? (kalau mereka melukai Om karena melakukan Ibadah.. Sungguh saya akan jadi orang pertama yang berhadapan dengan mereka!)

-Apakah saat Om berangkat ke Gereja (jika om adalah seorang Kristen/mohon maaf jika bukan) mereka melempari om dengan batu, atau meneriakkan kata-kata kasaar kepada Om??

- Apakah saat setiap sabtu dan minggu mereka berkumpul di Gereja; mereka menjadi resah dan ketakutan dengan amat sangat karena diserang Muslim??

- (SUNGGUH Om Duladi, yang berikut ini bukan untuk membangga-banggakan bahwa kami adalah Mayoritas disini, BUKAN!) Negara tercinta ini, kebanyakan penduduknya adalah Muslim, mayoritasnya. Presidennya adalah seorang Muslim, kebanyakan pejabat di pemerintah adalah Muslim. Apakah ada hak-hak dari non-muslim yang diambil alih?? apakah non-muslim ditekan secara kejam dan tidak adil hidup di negara tercinta ini?? Tidakkah hak-hak setiap agama (semuanya) dihormati di negara ini??? Negara yang pemimpinnya adalah seorang Muslim, dan penduduknya mayoritas muslim??

- Saya mempunyai 2 orang teman wanita dari Lebanon, yang satu adalah seorang Muslim yang satunya adalah seorang Kristen. Sungguh mereka amat menyesalkan dengan perang yang terjadi... Karena Merusak dan mengganggu perdamaian yang sudah sejak lama tercipta di Lebanon antara umat beragama. Negara bermayoritas Islam di timur tengah.

- Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada "Orang yang banyak mengetahui hal-hal", tidakkah om lihat disini bahwa ada pihak2 yang tidak menginginkan adanya perdamaian anta Islam dengan Agama Lain. Mereka akan melakukan apapun untuk membuat perpecahan itu *saya berharap Om bukan salah satu dari mereka*

- Melihat dari pengetahuan Om, saya yakin Pasti om mengetahui bahwa ummat Islam dilarang melakukan "su'udzon (berprasangka buruk)". Dan harus selalu "khuznudzon (berprasangka baik)"

- Ketidak adilan pada pemerintahan Islam???
Om pasti mengetahui sejarah, saya yakin itu. Om bisa lihat bagaimanakah khalifah2 Islam memimpin pada masa kekuasaan Islam. (Saya mohon Om mengambil dari sumber yang netral, bukan sumber "KEBENCIAN").


YAng saya bingung adalah:
Kenapa kebanyakan Non-Muslim menyoroti tingkah laku orang / seseorang / pihak / siapaun dia selama dia beragama Islam?? kemudian jika ada hal buruk yang orang tsb lakukan maka akan dicerca agamanya. Sedangkan bila kita (secara Netral) mau melihat hal yang dilakukan oleh orang yang beragama sama dengan mereka.. ada segudang keburukan disana.

Manusia tetap Manusia... Agama yang menyempurnakan.

Thank u Om ^^
MoveYourSight
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 8
Joined: Mon Jul 02, 2007 5:47 pm

Postby supercabe » Fri Jul 06, 2007 9:27 pm

Duladi wrote:
Sebenarnya yang perlu dianalisa adalah: manakah masyarakat Islam yang murni, sebelum kebangkitan Islam ataukah sesudah Kebangkitan Islam?


memang begitulah dualisme dalam islam
User avatar
supercabe
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1112
Joined: Fri Nov 03, 2006 1:31 pm
Location: Dimana-mana hatiku senang

Postby Duladi » Sat Jul 07, 2007 1:39 pm

MoveYourSight wrote:Om Duladi hebat, karena mengetahui begitu banyak hal,

Pengetahuan diperoleh dari membaca.
Maka dari itu banyak-banyaklah membaca, terutama bacalah tulisan-tulisan Ali Sina di FFI.

Om Duladi kan bilang:
OTAK YG PENUH DGN RASA HINA, KEBENCIAN, KEMARAHAN DAN KECURIGAAN oleh karena itu adalah AKAR PARANOIA MUSLIM. Akar2 ini subur berkembang dlm tanah Islam.

Benar, dan itu sudah dibuktikan secara ilmiah oleh Bpk. Al-Zastrouw seorang sarjana S3 Sosiologi Universitas Indonesia yang sekaligus menjabat Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PBNU.

Om Duladi... Kemarahan? Kecurigaan? Kebencian?
Tidakkah itu semua TUMBUH SEBEGITU SUUBBBUURRRNYAA di tanah Non-Muslim terhadap Islam / Muslim?

Dari mana ide perasaan seperti itu berasal?
Anda pun korban dari ajaran Muhammad.
Cobalah mawas diri, dan tengoklah isi hatimu dan apa yang baru saja kamu ucapkan.
Muslim akan selalu merasa diri sebagai korban (pihak yang di-dzalimi).
Ini adalah buah dari doktrin-doktrin jahat Muhammad.

Di negara-negara non-muslim, tidak ada kebencian terhadap Muslim. Kalau non-muslim mengkritik Islam, itu wajar, karena ulah dari kaum teroris Islam sendiri. Tapi non-muslim tidak pernah memerangi Muslim, justru non-muslim yang hidup di negara-negara Muslim fanatik-lah yang kerap jadi bulan-bulanan kediktatoran pemerintah Islam.

Coba kau baca-baca artikel di sini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... m.php?f=56

- Seorang Muslim dengan mudah DICURIGAI sebagai terrorist.

Karena memang demikian.
Anda mungkin bukan teroris, tetapi Muslim-muslim lain yang fanatik terhadap keislamannya dijamin 100% pasti berjiwa teroris. Kenapa begitu? Karena Islam memang mengajarkannya.

- Islam DICURIGAI sebagai Agama yang sesat / setan.

Memang betul. Saya tak perlu berkomentar lagi, karena ini sudah saya utarakan di atas.

- KEBENCIAN terhadap Islam terlihat di tanah-tanah Non-Muslim.

Terbalik. Justru Muslim yang benar-benar menerapkan ajaran nabinya, akan timbul sikap curiga, sentimen yang dangkal, penuh prasangka.

Bpk. Al-Zastrouw menulis:

Sebelum ada gerakan pengajian di desanya, sebelum kegiatan Islam marak dijalankan, mereka hidup rukun dan damai dengan para tetangga. Interaksi sosial berjalan rukun dan guyub tanpa prasangka dan curiga.

Tak ada sekat-sekat kultural, sosial, apalagi ideologis yang memisahkan antarmereka. Ketika ada kematian, seluruh tetangga, bahkan berlainan desa dan berlainan agama datang melayat, mereka tidak peduli agama orang yang meninggaI. Hal yang sama terjadi saat acara selametan, biarpun doa dan ritus selamatan dilakukan 'secara Islam' tetangga yang non-Muslim ikut datang, sekadar menghormati undangan tetangga, demikian sebaliknya.

Menurut pengakuan orang-orang kampung itu, setelah ada kebangkitan agama, mereka merasa ada jarak dalam melakukan interaksi sosial. Karena menurut keterangan para penceramah yang mengisi pengajian, mereka tidak boleh ikut selamatan yang diadakan orang-orang yang beda agama, mereka juga dilarang menghadiri pesta bersama saat merayakan hari besar agama. Bahkan mengucapkan selamat kepada sesama tetangga juga dilarang hanya karena beda agama dan keyakinan.

Padahal sebelum ada pengajian yang marak dengan speaker yang menggema, ketika pengajian masih diberikan seorang kiai kampung dengan cara sangat sederhana, mereka bisa hidup guyub, rukun dan penuh tepo sliro pada tetangga yang berlainan agama.

Dalam interaksi sosial yang terbuka dan awam mereka tetap saja bisa beriman dan beragama dengan baik. Mereka merasa keislamannya tidak terganggu, bisa beribadah dengan tenang, keimanan mereka juga tidak tergerogoti orang lain. Mereka justru merasa enjoy menjadi Islam dengan sikap dan kehidupan yang toleran, damai dan terbuka dengan para tetangga. Tanpa prasangka, tanpa curiga.

- Muhammad SAW dijadikan olok-olok dengan gambar2 kartun dan dengan maksud yang sangat KaSaR (KEBENCIAN / walaupun dengan dalih kebebasan pers LOL)


Jahat mana, melakukan pembunuhan ribuan orang dengan bom bunuh diri, membakari rumah-rumah ibadah, menyebarkan agama dengan paksaan, kitabnya memerintahkan bunuh kafir, benci kafir, jangan berteman dengan kafir, perkosa kafir halal, harta jarahan halal, bila dibandingkan dengan "kartun"?

Apa yang dilakukan harian Denmark adalah dalam rangka "MENGKRITIK" Kejelekan Islam. Mengkritik tidak setara dengan perusakan dan pembunuhan yang dilakukan Muslim sebagai reaksi atasnya. Ini bukti bahwa Islam memang sinting!!!

- Kebenaran dari Penelitian www.loosechange.com tentang kejadian 11 september adalah buatan pemerintah mereka sendiri sudah di kobarkan, tapi PRASANGKA/KECURIGAAN terhadap Muslim dan Islam masih berkobar hebat.


Itu sudah biasa, Islam memang sangat jahat.
Mereka selalu bertaqqiya dan gemar melemparkan tuduhan kepada musuh-musuhnya.
Islam tidak mau dihujat, tapi suka menghujat.
Islam tidak mau dituduh, tapi suka menuduh.

Kenyataannya, Bin Laden mengakui sendiri kalau kejadian 11 September memang hasil dari perbuatan anak buahnya.

Matamu sudah picek!!!!

*segitu dulu untuk kenyataan dari non muslim, sekarang sebaliknya:
-Om Duladi hidup di Negara Indonesia, setiap kali om duladi menginjakkan kaki dimanapun itu, pasti dan pasti di sekitar om banyak sekali Umat Muslim.


Seandainya mereka tahu saya member FFI, saya akan disembelih ramai-ramai.
Islam itu brutal, sesuai dengan ajaran nabinya.
Islam adalah IBLIS! Dengar, Nak, Islam adalah Iblis!

Apakah mereka mencerca om??? (kalau mereka melukai Om karena melakukan Ibadah.. Sungguh saya akan jadi orang pertama yang berhadapan dengan mereka!)


Kamu tidak usah sok jadi patriot.
Apakah kamu berani berhadapan dengan orang-orang FPI atau para Mujahid-nya Abu Bakar?

Jangan-jangan, kamu malah turut bergabung dengan mereka karena otak para Muslim adalah otak zombie.

-Apakah saat Om berangkat ke Gereja (jika om adalah seorang Kristen/mohon maaf jika bukan) mereka melempari om dengan batu, atau meneriakkan kata-kata kasaar kepada Om??

Di bulan Oktober 2005, tiga gadis remaja berjalan di perkebunan coklat dekat kota Poso di Indonesia. Para gadis ini sekolah di sekolah swasta Kristen. Mereka diserang dan dipenggal oleh sekelompok Muslim. Polisi mengatakan kepala2 mereka ditemukan jauh dari badan2 mereka dan satu kepala diletakkan di depan sebuah gereja. Muslim militan mengarahkan serangan pada propinsi Sulawesi tengah dan yakin tempat ini bisa dijadikan batu pijakan untuk berdirinya negara Islam. Di tahun 2001 dan 2002, para Muslim menyerang masyarakat Kristen di propinsi itu. Penyerangan ini menarik pasukan militan Islam dari seluruh Indonesia dan mengakibatkan lebih dari 1.000 orang Kristen mati.

****

Setelah serangan 9/11 di Amerika, seorang ibu Amerika mengatakan padaku dengan gundah bahwa putranya yang berusia 23 tahun telah memeluk Islam. Dia menikahi seorang Muslimah yang tidak pernah bertemu sebelumnya dalam pernikahan yang diatur oleh imamnya. Sekarang mereka telah punya seorang bayi. Putranya ingin pergi ke Afghanistan untuk bertempur bersama para Taliban untuk membunuhi tentara2 Amerika dan mati sebagai martir. Ibu ini juga mengatakan beberapa tahu sebelumnya, putranya berkata padanya bahwa setelah Islam menguasai Amerika, dia tidak akan ragu lagi untuk memancung kepala ibunya jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.

****

Samaira Nazir adalah wanita warga negara Inggris keturunan Pakistan berusia 25 tahun yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Dia ditusuk sampai mati. Tenggorokannya disayat oleh saudara lakinya yang berusia 30 tahun dan saudara sepupunya yang berusia 17 tahun di rumah orang tua Samaira sendiri. Samaira dituduh mempermalukan keluarganya karena telah jatuh cinta dengan seorang pemuda Afghan yang dianggap keluarganya berasal dari tingkat sosial lebih rendah dan Samaira menolak dikirim balik ke Pakistan. Di bulan April 2005, Samaira dipanggil keluarganya sendiri dan seluruh keluarganya menyergapnya. Seorang tetangga menyaksikan Samaira berusaha melarikan diri tapi rambutnya dijenggut ayahnya dan menariknya masuk kembali ke dalam rumah dan lalu membanting daun pintu dengan keras. Samaira terdengar berteriak, “kau bukan ibuku lagi,” yang mengartikan bahwa ibunya pun terlibat dalam pembunuhan darah dingin ini. Keponakannya yang berusia 2 dan 4 tahun disuruh menonton pembunuhan ini, selagi tetangga2 mendengar mereka berteriak-teriak. Muncratan darah yang mengenai keponakan2 Samaira menunjukkan mereka berdiri tidak jauh dari kejadian pembunuhan. Seluruh keluarga Samaira berpendidikan dan berkecukupan.

****

Muhammad Ali al-Ayed, 23 tahun, adalah putra jutawan Saudi yang tinggal di Amerika Serikat. Di saat petang di bulan Agustus, 2003, dia memanggil kawannya seorang Yahudi Maroko bernama Sellouk untuk bertemu. Keduanya minum di sebuah bar sebelum pergi ke apartemen Al-Ayed sekitar tengah malam. Al-Ayed mengambil pisau dan menusuk kawan Yahudinya sampai bagian tubuh kawannya hampir terpisah. Rekan kamar Al-Ayed berkata pada polisi bahwa kedua orang itu “tidak berdebat sebelum akhirnya Al-Ayed membunuh Sellouk.” Alasan tindakan pembunuhan darah dinginnya adalah karena “perbedaan agama”, demikian kata pengacara Ayed.

****

Mohammad Taheri-azar berusai 25 tahun dan adalah keturunan Iran lulusan University of North Carolina. Suatu hari di bulan Maret 2006, dia menyewa sebuah mobil jip dan mengendarakannya pelan2 ke dalam kampus University of North Carolina. Lalu tiba2 dia menginjak gas menabrak sekelompok mahasiswa dengan tujuan membunuh orang sebanyak mungkin. Dia menabrak 9 orang dan melukai 6 orang.

****

Sanao Menghwar dan istrinya adalah pasangan Hindu yang tinggal di Karachi, Pakistan. Di suatu petang di bulan November, 2005, mereka pulang kerja dan terkejut ketika mendapatkan ketiga putri mereka hilang. Setelah dua hari mencari dengan sia2, mereka menemukan putri2 mereka telah diculik dan dipaksa masuk Islam. Polisi menangkap pemuda2 Muslim yang melakukan penculikan, tapi mereka semua dilepaskan pengadilan karena masih belum berusia dewasa. Ketiga putri mereka tetap hilang.

“Menculik gadis2 Hindu sudah jadi tindakan lumrah. Gadis2 ini dipaksa menandatangani kertas perjanjian bercap yang menyatakn mereka telah jadi Muslim,” kata Laljee, seorang warga Hindu di Karachi. “Masyarakat Hindu terlalu takut untuk menunjukkan kemarahannya – mereka takut jadi korban Muslim,” tambahnya.

Banyak gadis2 Hindu yang mengalami nasib yang sama di Pakistan. Mereka diculik, diIslamkan dengan paksa dan dipaksa kawin dengan seorang Muslim sedangkan orangtua mereka tidak diperbolehkan menjenguk atau bicara dengan mereka. “Gadis Muslimah tidak boleh lagi berhubungan dengan kafir”, kata Maulvi Azis, seorang imam Muslim yang mewakili seorang penculik Muslim dalam kasus berbeda ketika kasus itu disidangkan di pengadilan.

Ketika seorang gadis Hindu diIslamkan, ratusan Muslim turun ke jalan dan berteriak2 mengucapkan slogan2 agama Islam. Jeritan tangis orangtua gadis tersebut tidak didengar pihak Pemerintah. Gadis malang itu diancam jika meninggalkan Islam (murtad), maka mereka akan dibunuh. Banyak kejadian di mana pengacara2 enggan membela keluarga korban karena takut dibunuh kaum ekstrimis Islam.

****

- Apakah saat setiap sabtu dan minggu mereka berkumpul di Gereja; mereka menjadi resah dan ketakutan dengan amat sangat karena diserang Muslim??


Baca kasus-kasus biadabnya Muslim Indonesia di sini:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... m.php?f=57

- (SUNGGUH Om Duladi, yang berikut ini bukan untuk membangga-banggakan bahwa kami adalah Mayoritas disini, BUKAN!) Negara tercinta ini, kebanyakan penduduknya adalah Muslim, mayoritasnya. Presidennya adalah seorang Muslim


Kalau presidennya Kristen/Yahudi, bakal dipenggal.
Islam tidak mentolerir pemimpin non-muslim. Itulah sebabnya kenapa presiden kita beragama Islam.

kebanyakan pejabat di pemerintah adalah Muslim.


Lantaran Muslim mayoritas menerapkan ajaran ini:

QS 5:51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Apakah ada hak-hak dari non-muslim yang diambil alih?? apakah non-muslim ditekan secara kejam dan tidak adil hidup di negara tercinta ini?? Tidakkah hak-hak setiap agama (semuanya) dihormati di negara ini??? Negara yang pemimpinnya adalah seorang Muslim, dan penduduknya mayoritas muslim??


Pengetahuanmu masih cetek. Silakan baca-baca dulu. Tidak usah jauh-jauh, silakan kamu jelajahi situs ini.

- Saya mempunyai 2 orang teman wanita dari Lebanon, yang satu adalah seorang Muslim yang satunya adalah seorang Kristen. Sungguh mereka amat menyesalkan dengan perang yang terjadi... Karena Merusak dan mengganggu perdamaian yang sudah sejak lama tercipta di Lebanon antara umat beragama. Negara bermayoritas Islam di timur tengah.

Bagus, kalau masih punya hati nurani.
Tapi akan lebih cerdas bila keluar dari Islam.

- Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada "Orang yang banyak mengetahui hal-hal", tidakkah om lihat disini bahwa ada pihak2 yang tidak menginginkan adanya perdamaian antara Islam dengan Agama Lain. Mereka akan melakukan apapun untuk membuat perpecahan itu *saya berharap Om bukan salah satu dari mereka*


Cara Muslim moderat dalam menjaga perdamaian:

Jangan tafsirkan ayat-ayat jahat Quran secara harfiah. Bacalah ayat-ayat baiknya saja.

Tetapi cara itu terbukti tidak efektif, malah menutupi kebrengsekan ajaran Islam.

Kini sudah saatnya yang bejat tidak perlu ditutup-tutupi, ini era kebebasan berpikir, mari kita merdeka dari perbudakan pikiran. Hancurkan Islam sampai ke akar-akarnya, tapi sayangi Muslim!

- Melihat dari pengetahuan Om, saya yakin Pasti om mengetahui bahwa ummat Islam dilarang melakukan "su'udzon (berprasangka buruk)". Dan harus selalu "khuznudzon (berprasangka baik)"


Ya, inilah ajaran Islam yang mengajarkan Muslim agar selalu BERPRASANGKA BAIK terhadap NON-MUSLIM

QS 3:100
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

QS 3:119
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: "Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

QS 3:120
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

QS 3:149
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta`ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

QS 3:196
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

QS 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

QS 2:105
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.

QS 3:54
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

- Ketidak adilan pada pemerintahan Islam???
Om pasti mengetahui sejarah, saya yakin itu. Om bisa lihat bagaimanakah khalifah2 Islam memimpin pada masa kekuasaan Islam. (Saya mohon Om mengambil dari sumber yang netral, bukan sumber "KEBENCIAN").


Kisah Penaklukan Mekah oleh Muhammad - January, 630M

Ketika Muhammad dan pengikutnya hendak menyerang Mekah untuk menundukkan tempat itu di bawah kekuasaan Islam, beberapa prajuritnya menangkap Abu Sufyan, salah satu tokoh masyarakat kota Mekah. Mereka membawa Abu Sufyan ke hadapan Muhammad. Muhammad berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan. bukankan ini saatnya bagimu untuk percaya bahwa tiada Tuhan selain Awloh?” Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.” Muhammad lalu berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?” Abu Sufyan menjawab: “Demi Tuhan, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.” ‘Abbas yang hadir di situ bersama Muhammad memberitahu Abu Sufyan: “Waspadalah kau ini! Terimalah Islam dan mengaku bahwa Muhammad adalah Rasul Awloh sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.” Lalu Abu Sufyan pun menyatakan beriman pada Islam dan menjadi seorang Muslim.
Sumber: Ibn Hisham, part 4, p. 11 ("Biography of the Prophet’) dan juga "The Chronicle of the Tabari", part 2, p. 157

Safwan b. Umayyah, seorang Quraish dan musuh besar Muhammad pergi ke Jeddah untuk menetap di Yemen. Ketika dia mendengar berita kemenangan Muhammad, dia hampir saja bunuh diri dengan terjun ke laut. Orang2 mendekati Muhammad dan menceritakan hal ini kepadanya. Dia mengampuni Umayyah dan memberikan Umayyah sorbannya sendiri sebagai tanda pengampunannya. Umayr pergi dan bertemu Umayyah dan menunjukkan sorban Muhammad itu kepada Umayyah. Muhammad memberi waktu 4 bulan bagi Umayyah untuk mengambil keputusan masuk Islam atau mati. Akhirnya Umayyah masuk Islam. Istrinya yang bernama Fakhitah bt. Al-Walid juga jadi Muslim.

Dua tahun setelah Muhammad menaklukkan Mekah dan memberikan pengampunan umum kepada masyarakat pagan Mekah, dia membatalkan pengampunan ini sewaktu dia mengirim dua utusannya yakni Abu Bakr dan Ali untuk mengumumkan kepada kaum pagan di Mekah bahwa mereka akan menghadapi hukuman mati jika tidak masuk Islam (Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah).

Serangan atas Bani Jadhimah di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:
Dikisahkan oleh ayah Salim:
Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, "Saba'na! Saba'na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).”

Khalid terus-menerus membunuh dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”O Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.”

Muhammad berkata, "Bunuh orang2 selama kau tidak mendengar Muadhdin (panggilan sembahyang Islam) atau melihat sebuah mesjid.”[Ibn Sa’d, vol. ii, p.182]

Pemaksaan Memeluk Agama dan Jizya Atas Orang2 Kristen dan Yahudi —December, 631M

Ketika Muhammad mencapai Tabuk, dia mengancam para pemimpin daerah itu. Dia mengirim surat kepada Yuhanna b. Ru’bah (John), pangeran Kristen di Ayla dan meminta Yuhanna untuk masuk Islam, kalau tidak mau diserang. Yuhanna dengan cepat tunduk dan melakukan perintah Muhammad memeluk Islam. Muhammad tetap memaksanya bayar pajak Jizya sebanyak 300 Dinar (US$15.000) per tahun (yakni 1 Dinar per kepala karena terdapat 300 orang penduduk di situ). Dalam peristiwa ini, orang2 tua dibunuh dan anak2 dijadikan tawanan perang. Muhammad juga memerintahkan Yuhanna untuk membayar uang tanda hormat kepada kawan2 dekat Muhammad seperti Zayd, Khalid, Maslama, dll.

Perlakuan yang sama juga diterapkan kepada masyarakat Yahudi di Makna, Adhruh dan Jarba (benteng tua di jalan yang dibuat orang Romawi dari Busra ke Laut Merah). Mereka dipaksa masuk Islam. Mereka harus bayar pajak dan dengan ini Muhammad menjanjikan perlindungan dan bantuan bagi sesama Muslim. Muhammad menentukan pajak sebesar ¼ dari apapun yang mereka hasilkan.

Perampokan dan Pemaksaan Agama terhadap B. Nakha di Mudhij, Yemen oleh Ali—October, 631 M

Muhammad meminta masyarakat Bani Nakha untuk masuk Islam atau mati. Awalnya suku B. Nakha tidak mau masuk Islam. Pertempuran pun terjadi dan tentara Ali membunuh 20 orang. Pada akhirnya tentara B. Nakha kalah, menyerah dan lalu masuk Islam. Pasukan Muslim menjarah apapun yang bisa mereka ambil seperti harta benda, wanita, anak2, unta, dan kambing. [Ibn Sa’d, p.210]

Pemaksaan Agama di Najran, Yemen Utara oleh Khalid b. Walid—February, 632M

Semua masyarakat Najran berasal dari suku B. al-Harith. Setibanya di Najran, Khalid mengumumkan ancaman, memberi masyarakat Najran waktu 3 hari untuk memilih masuk Islam atau mati.
Khalid mengumumkan, “Wahai orang2, terimalah Islam, dan kau akan selamat.” [ Tabari, vol.ix, p.82]

YAng saya bingung adalah:
Kenapa kebanyakan Non-Muslim menyoroti tingkah laku orang / seseorang / pihak / siapaun dia selama dia beragama Islam?? kemudian jika ada hal buruk yang orang tsb lakukan maka akan dicerca agamanya. Sedangkan bila kita (secara Netral) mau melihat hal yang dilakukan oleh orang yang beragama sama dengan mereka.. ada segudang keburukan disana. Manusia tetap Manusia... Agama yang menyempurnakan.
Thank u Om ^^


Saya setuju, manusia tetap manusia... dan manusia dari umat agama manapun pasti ada yang jadi kriminal.

Tapi tidak ada agama selain Islam yang mengajarkan pengikutnya untuk jadi jahat.

Islam adalah "agama penyempurna". Islam semakin menyempurnakan tabiat jahat seseorang. Orang yang semula jahat, agar makin jahat dalam Islam. Dan orang baik-baik yang masuk Islam, akan berubah menjadi jahat. Inilah "kesempurnaan" yang diajarkan Islam.

Terima kasih juga.

Wassalam,
DULADI[/b]
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby MONTIR KEPALA » Fri Jul 13, 2007 5:39 pm

to moveyour ... :

jika selama ini anda menilai kristen adem2 dan terlihat bersahabat ...ketahuilah HATI MEREKA TERBONGKAR DI SINI ...

sesuai dgn ayat ini :
    [3:118] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu mereka tidak henti-hentinya kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat , jika kamu memahaminya.
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby Duladi » Sat Jul 14, 2007 12:25 am

Dik Momon, dulu saya tidak benci kepada Islam. Bahkan latar belakang saya adalah Muslim juga.

Tapi semenjak saya melihat perilaku para pengikutnya yang edan, dan ditambah lagi bukti-bukti sah bahwa dulu Nabi Islam ternyata juga serupa itu, maka timbul rasa benci kepada Islam.

Kebencianku pada Islam bukannya tanpa sebab, ini adalah hubungan aksi-reaksi.

Karena kini saya menyadari bahwa Muhammad adalah orang sinting dan penipu keparat, sungguh wajar bila saya membenci makhluk setan ini.

Malah yang tidak wajar itu, kebencian yang dibuat-buat Muhammad kepada orang Yahudi dan Nasrani yang kemudian terus dilestarikan kepada para kacung-kacungnya hingga kini.

Coba saja tanya kepada hati nuranimu yang terdalam, apakah kamu tidak benci kepada Yahudi? Apakah kamu tidak benci kepada kafir yang oleh nabimu dijuluki sebagai binatang paling buruk itu?

Sekalipun orang kafir tak pernah menyakitimu, tapi rasa benci ini sudah diajarkan sejak kau mengenal Islam.

Bila kau belajar agama Islam sejak umur 6 tahun, maka sejak umur 6 tahun itulah kamu didoktrin oleh guru-gurumu agar timbul rasa curiga dan dengki terhadap non-muslim.

Kalian bisa saja kelihatan tersenyum manis di depan mata kami, tapi di belakang punggung, kalian sinis.

Kalau kau bilang tidak, berarti kau bohong.

Aku adalah saksi dan juga korban dari kesinisan orang-orang seperti kalian.

Kaularang gerejaku, kaubakar gerejaku, kau hasut orang-orang agar melarang umat lain menjalankan ibadahnya.

Jangan dikira Indonesia ini negara yang penuh toleransi hanya karena secara umum terlihat adem ayem. Banyak kasus-kasus diskriminasi dan intoleransi terjadi di negara ini, baik dalam masalah agama maupun ras. Saya dari etnis Jawa yang kebetulan bermukim di Samarinda, dan banyak sahabat saya dari etnis Tionghoa yang menceritakan keluh kesah mereka atas perlakuan warga sekitar maupun aparat.

Maka dari itu, Dik Momon atau pun Muslim manapun tidak bisa mengelabuhiku.

Syalom.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby Basman » Sat Jul 14, 2007 4:24 am

MONTIR KEPALA wrote:to moveyour ... :

jika selama ini anda menilai kristen adem2 dan terlihat bersahabat ...ketahuilah HATI MEREKA TERBONGKAR DI SINI ...

sesuai dgn ayat ini :
    [3:118] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu mereka tidak henti-hentinya kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat , jika kamu memahaminya.



1. Mon, apa bener menurutmu ini ayat yang dipake muslim sebagai standar penilaian orang2 diluar kalangan islam.

2. Apa kalo kamu dapat kenalan baru kebetulan dari kalangan orang nasrani, trus langsung ayat tersebut kamu pake sebagai acuan kalo kenalan barumu itu pasti seperti [3:118] itu, dan "Menempelkannya" pada pribadi kenalanmu.

3. Menurutmu apakah kalo orang2 diluar kalanganmu membantu kalanganmu kamu curigai sebagai gejala pemurtadan?
Masalahnya sering terdengar "Orang kristen yang menjalankan perintah agama untuk melakukan kasih kepada sesama manusia sering dianggap sebagai langkah pemurtadan oleh islam"
User avatar
Basman
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby rainy » Mon Jul 30, 2007 8:37 am

Apakah dengan demikian dapat disimpulkan bahwa muslim indonesia yang moderat dan baik-baik saja terhadap kafir, demokratis, penegak HAM, tidak bisa gender, penentang poligami adalah MUSLIM YANG MUNAFIK DAN INKONSISTEN dengan apa yang sebenarnya diajarkan oleh al quran, hadits dan sunnah nabi?
User avatar
rainy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Postby awak_newbiee » Mon Jul 30, 2007 5:54 pm

MONTIR KEPALA wrote:to moveyour ... :

jika selama ini anda menilai kristen adem2 dan terlihat bersahabat ...ketahuilah HATI MEREKA TERBONGKAR DI SINI ...

sesuai dgn ayat ini :
    [3:118] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu mereka tidak henti-hentinya kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat , jika kamu memahaminya.


weks
dari sini bisa disimpulkan :
1.muhammad (yg bikin alquran) hatinya busuk banget
2.anda orang yg **** krn mau percaya tuduhan kek gini
awak_newbiee
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 240
Joined: Sat Jul 28, 2007 1:44 pm


Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users