. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Inilah Alasan Aa Gym Berpoligami

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Re: Inilah Alasan Aa Gym Berpoligami

Postby blackangel » Tue Jan 09, 2007 11:52 am

sombrero wrote:1. bagian kasih sayang kepada keluarga Aa2. Ini lahir dari keprihatinan bahwa selama ini poligami dianggap sebagai perbuatan tidak benar. Sering dicemooh, dihina, bahkan diperlakukan tidak semestinya. Istri kedua dianggap sebagai perebut suami orang3. Saat ini marak pergaulan bebas, dianggap biasa, seperti teman tapi mesum (TTM). Makanya, saya (Aa) ambil sikap seperti ini.4. Saya seorang Islam,
5. saya yakin nanti-nantinya akan ada hikmah.
6. membuktikan bahwa saya tidak hanya mencari popularitas. Ini adalah ujian.
7. memiliki ilmu yang memadai.
8. memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menggapai kebenaran.9. agama Islam membolehkan umatnya untuk berpoligami.
10. belajar untuk berbuat adil.
11. agar hikmahnya terasa.


OK KALAU ITU ALASAN AA' SEKARANG KALAU DENGAN ALASAN YANG SAMA DENGAN YANG SAYA CETAK MERAH, GIMANA KALAU YANG MELAKUKAN POLIGAMI ITU ISTRINYA???
APAKAH ITU ADIL???
APA SAH???
KALAU JAWABNYA NGGAK, KASIHANLAH WAHAI ENGKAU PARA WANITA MOESLIM, ENGKAU ITU MANUSIA APA BARANG????
User avatar
blackangel
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 88
Joined: Wed Jun 28, 2006 9:00 pm

Postby swatantre » Tue Jan 09, 2007 11:55 am

Trully_78 wrote:Kalo di Islam beda, semua pelanggaran malah dilegalkan...
Memperkosa orang aja bisa bebas, wanita yang diperkosa malah disuruh nyari 4 saksi... GILA!!! :evil:
Itu Hukum Syariah, yang pasti menurut AJARAN ISLAM kannn????

Eh, kamu tahu gak, kalo Osama Bin Laden dan Yasser Arafat ternyata suka
ber-SODOMI ria sama pengawal2 or prajurit2nya???

Mereka pahlawan2 Muslim seperti kamu lohhh.... :lol:


Hiiii, ajaran dan perilaku Islam memang gilak2....
Untung untung aku dah keluar dari ajaran setan ini......
Tobat tobat......
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4133
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby gilito » Wed Jan 10, 2007 6:02 am

aduuuhhh...serem dech kalo jadi pengikut nabi palsu itu...diriku takut dimadu nich...
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby SQUALL LION HEART » Wed Jan 10, 2007 8:49 am

Hidup hanya sekali.. jangan salah pilih suami.. walaupun muka seperti malaikat dan khotbah seperti malaikat.. hahahahahahahaha
SQUALL LION HEART
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2430
Joined: Thu Nov 23, 2006 8:56 am
Location: ujung langit

Postby almahdy » Fri Jan 12, 2007 8:13 am

eNiee wrote:aduuuhhh...serem dech kalo jadi pengikut nabi palsu itu...diriku takut dimadu nich...

ajaran agama benar atau tidak bisa dilihat dr tujuan dan orientasinya, jelas-jelas islam menawarkan surga dlm bentuk pemenuhan sahwatnya, yaitu : iming-iming bidadari utk pemuas nafsu...?
sok, kita sdh bisa menyimpulkan agama macam apa itu?, masih mending ajaran Budha yg berusaha melepaskan semua nafsu kedagingan untuk menuju nibana.
User avatar
almahdy
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 123
Joined: Sat Jan 06, 2007 7:55 am

Postby SITI_AISYAH » Wed Jan 31, 2007 11:50 am

Biar di apa2in nyang namanye POLIGAMI itu penyebabnye adalah NAFSU kalo kaga' mana mungkin para muslim sex maniac (kaya aa' gym) ini mau berpoligami sama mbok2 yang mukenye kaya' mbok Inah nyang jualan sirih di pasar klender, ditanggung deh gak bakalan k.n.k k.nt.l nye ya/gak????? :wink: :wink: :wink: :wink: :wink: :wink:
User avatar
SITI_AISYAH
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 501
Joined: Fri Dec 29, 2006 9:25 am
Location: tempat bermaen anak-anak.

Poligami ???

Postby kasih setia NYA » Thu Feb 01, 2007 9:43 am

Susah juga jadi perempuan.
Perempuan harus sempurna. Kurang sedikit saja, suami akan lari ke pelukan perempuan lainnya.

Perempuan haruslah tampil menarik. Bau wangi sembari masih harus melayani anak-anak dan suami. Sedikit jorok karena bau ompol anak sendiri, suami bisa punya alasan untuk kawin lagi.

Kalau mau menjanda, perempuan haruslah cantik. Kalau terlihat tua dan jelek, mana mungkin ada orang yang mau menjadikan isteri.


Perempuan haruslah menjaga omongan dan sikap. kalau berbeda pendapat dan suami tidak sreg akan terjadilah pertengkaran. Saat-saat begini, suami sah-sah saja untuk mencari dada perempuan lain untuk menumpahkan keluh kesahnya dengan alasan isterinya durhaka tak karuan.

Perempuan haruslah bisa punya keturunan. Ada masalah dengan sistem reproduksi tubuh sedikit saja, haruslah siap diduakan dengan alasan meneruskan keturunan.

Perempuan haruslah sehat. Kalau sakit-sakitan, sah-sah saja suami membagi cinta dengan perempuan lain yang sehat dan bugar.

Perempuan harus bisa diajak keliling keman-mana. Nyambung dengan pemikiran suaminya. kalau tidak, adalah hak suami untuk mencari orang yang setara dalam bertukar pikiran.

Ketika sudah mulai mantap kehidupan ekonominya, Perempuan juga harus rela berbagi suami dengan alasan jumlah perempuan jauh lebih banyak dari jumlah laki-laki. Satistik jaman mana yang dipakai? Berbagi suami dengan perempuan tua, banyak anak, tak menarik secara fisik dan miskin saja, memerlukan kebesaran hati. Apalagi dengan perempuan yang lebih cantik? Mana mungkin bisa tahan untuk tak terisak-isak, meski secara sembunyi-sembunti dibalik punggung suami.


Perempuan dihadapkan dua pilihan oleh suami, "elu mau gue selingkuh atau gua menikah lagi secara resmi?"

Kalau aku, akan memilih bercerai saja.Na'udzubillah min dzalik*

Tetapi anehnya, masih saja digugat. Dibilang tidak taat dan tidak sholikhat. Padahal cerai dan poligami jelas merupakan solusi terburuk. Lantas, kenapa kalau lelaki berpoligami dianggap terhormat. sedang perempuan yang mintai cerai karena suami poligami dianggap keparat, tidak sholikhat dan dilaknat bahkan dihujat?

Ah!

Seandainya para lelaki didunia bisa berpikir secara jernih. Tentulah semuanya akan berjalan Indah.

Jatuh cinta memang manusiawi. Tak hanya milik lelaki. lelaki yang sudah menikah, bisa saja jatuh cinta lagi. Demikian juga dengan perempuan. Tak ada bedanya.

Cuman, bukankah kita dianugrahi akal untuk berpikir bekali-kali. Dan agama untuk mengontrol nafsu birahi?

Ketika perempuan tampil amburadul, bukankah keamburadulannya karena mengurus rumah tangga dan anak-anak buah dari cinta?

Ketika perempuan tak bisa tampil menarik, cobalah introspeksi. Apa uang belanja menipis sehingga isteri tak bisa membeli alat-alat untuk mempercantik diri? Atau tidak punya waktu karena waktunya habis buat mengurus keluarga?

Alangkah senangnya perempuan kalau suami mau bantu agar tampil sesuai dengan harapan Bukan lari ke perempuan lainnya.

Ketika isteri sakit-sakitan,pandangi wajah tirusnya. Semasa isteri sehat, betapa keringatnya habis diperas hanya untuk berbakti kepada keluarga. Matanya yang sekarang cekung itu dulu yang terjaga dan berusaha menahan sejuta kantuk yang menyerang ketika harus begadang menjaga anak-anak dan suami ketika sakit.

Alangkah senangnya kalau lelaki mau mendampingi hingga akhir hayat nanti. Bukanya lari ke ketiak perempuan sehat lainnya dengan alasan agar ada yang merawat kebutuhan suami. Terus kapankah saatnya para suami merawat isteri? Aataukah yang wajib dirawat hanya suami saja seorang?

badan sakit. percaya diri berkurang. Masihkah harus disiksa perasaannya?

Ketika isteri divonis susah punya keturunan. Kenapa tidak bersama-sama berusaha untuk mengobati diri. Mengangkat anak yatim dan memprlakukannya sebagai anak sendiri serta mendidiknya menjadi manusia yang berguna tentu akan lebih menuai pahala daripada kawin lagi. Kalau yang tak berfungsi ada pada pihak laki-laki, bukankah suami tak mau isterinya kawin lagi?

Ketika harta sudah berlimpah. keinginan untuk menambah isteripun sering menggoda. Alangkah baiknya, jika keinginan itu datang, pandangi wajah isteri yang mendampingi anda dimasa-masa susah. Bahkan kalung dan cincinya rela dijual demi sesuap nasi untuk seluruh keluarga yang tinggal di rumah kontrakan yang nyaris habis masa tinggalnya.

Wajahnya selalu tersenyum walau suami hanya membawa sedikit uang. Wajahnya sudah keriput karena dimakan usia dan kerut-kerut didahinya terus bertambah akibat Pikirannya terus diolah agar dapur bisa tetap ngebul walau dengan dana terbatas.

Telapak tangannya tak lagi lembut karena harus mencuci baju dan mengolah masakan setiap hari.

Perutnya sudah melebar penuh dengan kerut marut dimana-mana akibat mengandung anak-anak.

Ketika semuanya berlalu dan ekonomi mapan, adilkah kalau air matanya masih saja diperas dengan memperisteri perempuan lain dengan alasan sosial keagamaan?

Ketika sedang ada masalah dengan isteri, lelaki akan lari ke pelukan perempuan lain. Tetapi ketika dikejar-kejar wartawan, justru para isterilah yang membela para suaminya. Suami berlindung di ketiak isteri. Lihatlah pembelaan Sharmila di Indonesia sampai Hillary Clinton di Amerika.

Pikir-pikirlah sebelum melangkah. Sebab isteri bisa menjadi pahlawan bagi kaum suami dikemudian hari.Tegakah untuk menyakitinya?

Aku tak mau membayangkan sejauh itu. Agamaku tak seburuk itu. Aku tak menentang poligami karena ayat-ayatnya sudah jelas. Tapi bisa jadi interpretasi kita terhadap suatu ayat berbeda. lelaki sering mempergunakan interpretasinya untuk membujuk isterinya agar bisa sholikhah dimata Tuhan dengan kesediaan untuk dimadu dengan menggunakan surat Annisa ayat 3. Hukum Tuhan pasti membawa kebaikan, kata mereka tanpa ada pembahasan kontekstual sebuah ayat.

Aku, perempuan, seorang isteri dan seorang ibu, pun, bisa memberikan interpretasi agar suami hati-hati dalam urusan berbagi hati dengan berpedoman pada surah annisa ayat 1,2 ,3 dan 129. Dan ayat 129 jelas-jelas Tuhan meragukan kemampuan manusia untuk berbuat adil.

Setahuku Islam itu indah dan tak akan menyakiti hati perempuan. Dan ayat-ayat itu, kalau dijabarkan secara kontekstual adalah perlindungan terhadap janda-janda akibat perang uhud dan juga perlindungan terhadap anak-anak yatim yang saat itu marak terhadap penyerobotan harta oleh walinya sendiri. Dan ayat ayat itu juga merupakan pembatasan terhadap poligami menjadi hanya empat istri karena adanya praktek poligami tanpa batas yang ada pada waktu itu.

Jadi, konteks surah anissa ini adalah justru memberi keadilan kepada perempuan bukan untuk menyakiti.

Parahnya, para lelaki melakukan pembenaran berdasarkan ajaran Tuhan. Dan ini bisa jadi diikuti banyak orang, dengan alasan si kalau si A yang melakukan, pastilah ada hikmahnya. Kenapa tak bilang saja, "mamah, aku nikah lagi karena aku jatuh cinta lagi?"

Kalau jaman sekarang, mengawini janda cantik yang dianggap sebagai kaum yang rentan karena kesusahan ekonomi sih, menurutku tetap menyakiti isteri pertama.

Kenapa?

bukankah membantu tak harus dinikahi? Empowerment terhadap perempuan dengan mengadakan pelatihan agar bisa mandiri dan beasiswa terhadap anak-anak mereka justru akan sangat bermanfaat tanpa harus mengorbankan perasaan istri dan anak-anak sendiri.

Hukum Tuhan pasti akan membawa maslahah. Dan sesuatu yang banyak membawa keburukan ya tinggalkan.

oleh karenanya, hormati pendapatku juga. bagimu pendapatmu. bagiku pendapatku.
Bukankah begitu?

Lagian, disini saya tak bicara dengan menggunakan frame agama. Saya hanya mengajak kita semua kembali berbicara dengan lebih mengutamakan hati nurani daripada cinta yang bersifat manusiawi yang dibungkus dengan berbagai alasan.

Tetapi kadang-kadang lelaki lebih sering menganggap dirinya lebih paham tentang perasaan perempuan dari perempuan itu sendiri.

Dan kepada perempuan yang "semangat" ketika didekati atau mendekati suami orang baik dalam konteks selingkuh maupun nikah resmi, sebaiknya berpikir seribu kali dan mencoba menempatkan diri sendiri kalau berada di posisi isteri pertama untuk mengukur kadar keegoisan diri.

Sedang Tuhanpun tidak mungkin egois. Mana mungkin Tuhan menginginkan para lelaki berbakti dan cinta kepadaNYA dengan mengorbankan dan menyakiti perasaan perempuan.

Mana mungkin juga para perempuan isteri kedua, ketiga, keempat menikah atas nama Tuhan dengan menyakiti perempuan lainya. Kecuali, kalau isteri pertama dan anak-anaknya benar-benar rela untuk berbagi.

Sepanjang hidupku, aku belum pernah melihat itu. Yang ada isteri ihlas menurut pandangan suami.

Beberapa media memang menggembar-gemborkan tentang keihlasan isteri pertama ini. Walau dikemudian hari sering diketahui isteri yang sempat tepar di rumah sakit begitu mendengar suaminya menikah lagi yang ternyata nikahnya tanpa dihadiri isteri pertamanya. Seorang anak yang tiba-tiba menangis sesenggukan ketika ayahnya sedang ijab kabul mempersunting isteri keduanya yang cantik jelita. Padahal jauh hari sebelumnya para suami mengatakan isteri pertama dan anak-anaknya telah "ihlas".

Tapi, isteri adalah pahlawan. beberapa hari berikutnya telah siap di hadapan wartawan, membela suaminya. Walau dengan suara serak yang tak bisa menutupi kegetiran hatinya.


Wallohu a'lam bishowab.



Mari kita bertanya kepada hati nurani kita
kasih setia NYA
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Thu Feb 01, 2007 9:27 am

poligami vs poliandri

Postby kasih setia NYA » Thu Feb 01, 2007 9:49 am

ni gara gara si Aa, ada ada aja orang sampe berpendapat seperti ini.
Silahkan baca foward-an ini, ya.....; heheheheh

Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek yang rencananya mau
nikah bulan2 ini ... sampe akhirnya ngomongin tentang poligami ....
komentarnya memang agak nyebrang ... malahan jadi ngebahas poliandri
katanya gini nih ...
------

Post dihapus karena mengulang http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

Ttd
Moderator
kasih setia NYA
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Thu Feb 01, 2007 9:27 am

Re: Poligami ???

Postby Luv_Pink » Thu Feb 01, 2007 11:14 am

kasih setia NYA wrote:Susah juga jadi perempuan.
Perempuan harus sempurna. Kurang sedikit saja, suami akan lari ke pelukan perempuan lainnya.

Perempuan haruslah tampil menarik. Bau wangi sembari masih harus melayani anak-anak dan suami. Sedikit jorok karena bau ompol anak sendiri, suami bisa punya alasan untuk kawin lagi.

Kalau mau menjanda, perempuan haruslah cantik. Kalau terlihat tua dan jelek, mana mungkin ada orang yang mau menjadikan isteri.


Perempuan haruslah menjaga omongan dan sikap. kalau berbeda pendapat dan suami tidak sreg akan terjadilah pertengkaran. Saat-saat begini, suami sah-sah saja untuk mencari dada perempuan lain untuk menumpahkan keluh kesahnya dengan alasan isterinya durhaka tak karuan.

Perempuan haruslah bisa punya keturunan. Ada masalah dengan sistem reproduksi tubuh sedikit saja, haruslah siap diduakan dengan alasan meneruskan keturunan.

Perempuan haruslah sehat. Kalau sakit-sakitan, sah-sah saja suami membagi cinta dengan perempuan lain yang sehat dan bugar.

Perempuan harus bisa diajak keliling keman-mana. Nyambung dengan pemikiran suaminya. kalau tidak, adalah hak suami untuk mencari orang yang setara dalam bertukar pikiran.

Ketika sudah mulai mantap kehidupan ekonominya, Perempuan juga harus rela berbagi suami dengan alasan jumlah perempuan jauh lebih banyak dari jumlah laki-laki. Satistik jaman mana yang dipakai? Berbagi suami dengan perempuan tua, banyak anak, tak menarik secara fisik dan miskin saja, memerlukan kebesaran hati. Apalagi dengan perempuan yang lebih cantik? Mana mungkin bisa tahan untuk tak terisak-isak, meski secara sembunyi-sembunti dibalik punggung suami.


Perempuan dihadapkan dua pilihan oleh suami, "elu mau gue selingkuh atau gua menikah lagi secara resmi?"

Kalau aku, akan memilih bercerai saja.Na'udzubillah min dzalik*

Tetapi anehnya, masih saja digugat. Dibilang tidak taat dan tidak sholikhat. Padahal cerai dan poligami jelas merupakan solusi terburuk. Lantas, kenapa kalau lelaki berpoligami dianggap terhormat. sedang perempuan yang mintai cerai karena suami poligami dianggap keparat, tidak sholikhat dan dilaknat bahkan dihujat?

Ah!

Seandainya para lelaki didunia bisa berpikir secara jernih. Tentulah semuanya akan berjalan Indah.

Jatuh cinta memang manusiawi. Tak hanya milik lelaki. lelaki yang sudah menikah, bisa saja jatuh cinta lagi. Demikian juga dengan perempuan. Tak ada bedanya.

Cuman, bukankah kita dianugrahi akal untuk berpikir bekali-kali. Dan agama untuk mengontrol nafsu birahi?

Ketika perempuan tampil amburadul, bukankah keamburadulannya karena mengurus rumah tangga dan anak-anak buah dari cinta?

Ketika perempuan tak bisa tampil menarik, cobalah introspeksi. Apa uang belanja menipis sehingga isteri tak bisa membeli alat-alat untuk mempercantik diri? Atau tidak punya waktu karena waktunya habis buat mengurus keluarga?

Alangkah senangnya perempuan kalau suami mau bantu agar tampil sesuai dengan harapan Bukan lari ke perempuan lainnya.

Ketika isteri sakit-sakitan,pandangi wajah tirusnya. Semasa isteri sehat, betapa keringatnya habis diperas hanya untuk berbakti kepada keluarga. Matanya yang sekarang cekung itu dulu yang terjaga dan berusaha menahan sejuta kantuk yang menyerang ketika harus begadang menjaga anak-anak dan suami ketika sakit.

Alangkah senangnya kalau lelaki mau mendampingi hingga akhir hayat nanti. Bukanya lari ke ketiak perempuan sehat lainnya dengan alasan agar ada yang merawat kebutuhan suami. Terus kapankah saatnya para suami merawat isteri? Aataukah yang wajib dirawat hanya suami saja seorang?

badan sakit. percaya diri berkurang. Masihkah harus disiksa perasaannya?

Ketika isteri divonis susah punya keturunan. Kenapa tidak bersama-sama berusaha untuk mengobati diri. Mengangkat anak yatim dan memprlakukannya sebagai anak sendiri serta mendidiknya menjadi manusia yang berguna tentu akan lebih menuai pahala daripada kawin lagi. Kalau yang tak berfungsi ada pada pihak laki-laki, bukankah suami tak mau isterinya kawin lagi?

Ketika harta sudah berlimpah. keinginan untuk menambah isteripun sering menggoda. Alangkah baiknya, jika keinginan itu datang, pandangi wajah isteri yang mendampingi anda dimasa-masa susah. Bahkan kalung dan cincinya rela dijual demi sesuap nasi untuk seluruh keluarga yang tinggal di rumah kontrakan yang nyaris habis masa tinggalnya.

Wajahnya selalu tersenyum walau suami hanya membawa sedikit uang. Wajahnya sudah keriput karena dimakan usia dan kerut-kerut didahinya terus bertambah akibat Pikirannya terus diolah agar dapur bisa tetap ngebul walau dengan dana terbatas.

Telapak tangannya tak lagi lembut karena harus mencuci baju dan mengolah masakan setiap hari.

Perutnya sudah melebar penuh dengan kerut marut dimana-mana akibat mengandung anak-anak.

Ketika semuanya berlalu dan ekonomi mapan, adilkah kalau air matanya masih saja diperas dengan memperisteri perempuan lain dengan alasan sosial keagamaan?

Ketika sedang ada masalah dengan isteri, lelaki akan lari ke pelukan perempuan lain. Tetapi ketika dikejar-kejar wartawan, justru para isterilah yang membela para suaminya. Suami berlindung di ketiak isteri. Lihatlah pembelaan Sharmila di Indonesia sampai Hillary Clinton di Amerika.

Pikir-pikirlah sebelum melangkah. Sebab isteri bisa menjadi pahlawan bagi kaum suami dikemudian hari.Tegakah untuk menyakitinya?


Sampai pada ini aku setuju.. dan sedikit terharu membacanya! Mungkin hal ini yg harus benar2 direnungkan oleh para pria egois yg berpoligami dan punya niat poligami.

Berikutnya.. hmmm aku cm bisa blg sih, kl poligami masa kini motifnya itu uang dan nafsu. ga ada alasan agama (agama cm buat kedok utk melegalkan) apalg alasan cinta. Para pria sadarlah...
kl ada pria berpoligami, dan meyakiti hati istri pertama, mkn saja kalian mendapat hukuman, dimana istri kedua begitu cantik tapi begitu jahat dan matre sehingga tega membunuh ato menipu harta sang suami, lalu ditinggal pergi saat suami sudah miskin!
User avatar
Luv_Pink
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby Eneng Kusnadi » Thu Feb 01, 2007 11:31 am

Tolong donk jangan ngomong doank isi poll aku yah, di topic ku yang lihat lihat banyak tapi sedikit banget yang ngisi poll, enggak usah ngasih komentar cuma klik pilihan and leave it aja kok, kalau mau ngasih komentar boleh gak dilarang. Masak sih yang lihat 200 lebih yang ngerespons cuma 13 hiks,hiks
Plissss klik : http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=9891
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby sheren » Thu Feb 01, 2007 2:16 pm

Lucu ya saya perhatikan di beberapa topik, yang muslim kebanyakan tidak berusaha mencounter dengan benar, akan tetapi cuma pasif meledek seperti :

BRONTOK

Heran, koq masih aja ada kafir yg kelojotan dgn masalah Poligamy

Kenapa alasan Aa Gym disalahkan...toh itu urusan dia dan itu tidak salah...


atau malah OOT :

ninja-racer
poligami diributin.
pastur sodomi ditutup2in.
wong edan....


Harusnya sih muslim simple saja jawab :
Aagym demikian karena beliau mengikuti soleh mengikuti Sunah Nabi. Kan memang benar demikian ya gak ?

Kalau nanti ujung-ujungnya dipertanyakan kembali ajaran tersebut benar atau tidak ya silahkan kalian pertahankan.

Tapi menurut saya pribadi sih, umumnya pria itu pada dasarnya hidung belang, ga tahan liat yang lebih hijau diluar karena di kamar sendiri sudah butek. Bosen katanya ih...

Jadi mau pakai alasan apapun ya saya si maklum ajalah : "pria yah pria"... siapa si ga doyan sama cewe-cewe cantik apalagi si pria punya kuasa, tenar dan uang, juga alhasil banyak muslimah cantik naksir deh sama si AAgym. Yah intinya sekedar itu aja kok.

Nah sisi plus nya kan beliau mengikuti ajaran Rosul, ya nda ?
sheren
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Wed Jan 31, 2007 2:56 pm

Postby SQUALL LION HEART » Thu Feb 01, 2007 2:30 pm

Mereka sebenarnya maklum.. tapi malu mengakui aja.. sebab malu diejek entar sama netter2 di sini yg rata2 cukup ganas.. hahahahahaaha
SQUALL LION HEART
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2430
Joined: Thu Nov 23, 2006 8:56 am
Location: ujung langit

Postby Luv_Pink » Thu Feb 01, 2007 2:42 pm

Bener bgt squall.. mereka malu mengakui, nanti ujung2 nya OOT trus ngomong gini "Mendingan poligami daripada zinah, daripd kumpul kebo" bukannya seharusnya mereka (muslim pria) itu malu.. nafsunya ga bisa ditahan trus poligami dihalalkan
User avatar
Luv_Pink
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Postby ndramus » Thu Feb 01, 2007 3:04 pm

SQUALL LION HEART wrote:Mereka sebenarnya maklum.. tapi malu mengakui aja.. sebab malu diejek entar sama netter2 di sini yg rata2 cukup ganas.. hahahahahaaha


masa sicgh kita ganas ???? :oops:

bkn malu coy, tp ga ada kt2 u/ membenarkan tindakan poligami selain di quran & hadis.
umumnya kt2 yg lebih moderat, yg dpt diterima o/ non muslim adalah bahwa di dunia ini jumlah pria lbh bnyk dr wanita...geto. so islam membantu kepincangan tsb dgn cr poligami
islam kan sumber dari segala masalah dan islam memberikan solusi setiap masalah
User avatar
ndramus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1587
Joined: Fri Nov 17, 2006 4:43 pm

Postby Athan » Fri Feb 02, 2007 8:16 am

bkn malu coy, tp ga ada kt2 u/ membenarkan tindakan poligami selain di quran & hadis.


Seharusnya nabi anda lebih tau kalau ingin membuat suatu ajaran harus mempertimbangkan kelemahan daging manusia dan sifat manusia itu sendiri. Memang tidak sulit membuat aturan yang orientasinya bagi pemuasan dirinya sendiri (muhammad)

umumnya kt2 yg lebih moderat, yg dpt diterima o/ non muslim adalah bahwa di dunia ini jumlah pria lbh bnyk dr wanita...geto. so islam membantu kepincangan tsb dgn cr poligami


Pemikiran yang keblinger, coba baca post dari Mpok Tinem, baca data statistik yang diberikan. Jangan gak pk otak dan percaya buta sama ajaran anda itu

islam kan sumber dari segala masalah dan islam memberikan solusi setiap masalah


Lelucon sepanjang masa :) Tunjukkan kepada saya hal baru yang dibawa oleh islam tersebut yang tidak ada pada ajaran atau agama sebelumnya :)
Athan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1061
Joined: Mon Jul 03, 2006 10:40 am

Postby tongtong » Wed Apr 11, 2007 10:33 am

di dunia islam, sebenarnya banyak hal yang sudah diketahui kemana arah yang akan dituju oleh seorang muslim jika memiliki sebuah rencana jangka panjang, biasanya hal itu bisa diketahui dari simbol2 yang diciptakan untuk rencananya tersebut, nah dalam kasus aa gym ini sebenernya dia memang dari awalnya sudah ber cita2 pengen punya 2 istri, maka dia mendirikan daarut tauhid yang disingkat dt.

seperti yang kita ketahui bersama, istri aa gym kan biasanya dipanggil dengan sebutan teteh, jadi, dt arti sebenarnya yang ada di benak aa gym adalah dua teteh, atau dua tante.

kalau nanti aa gym misalnya pengen punya 3 istri, maka nama pesantren dia tetep aja disingkat dt, tapi artinya menjadi diga teteh, kalau istrinya nanti empat, maka singkatan dt menjadi dempat teteh.
tongtong
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3596
Joined: Wed Jan 24, 2007 10:52 am

Postby wa2n1805 » Wed Apr 11, 2007 10:54 am

Dengan memperhatikan orang sering membandingkan poligami dengan selingkuh/pornografi, saya berpendapat daripada poligami kumpul kebo saja (di luar konteks keagamaan dan dogma dosa).

Kenapa? Pada orang-orang yang tidak mampu monogami, dapat dipastikan akan melakukan poligami dengan berpagai alasan yang akhirnya menyakiti orang lain. Kumpul kebo justru menunjukkan kesamaan derajat dan kesamaan kebutuhan antara pria dan wanita.

Pada saat salah satu ternyata kepincut orang lain, ya lepaslah orang itu dan kondisi ini pun secara tidak langsung diakui bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Jadi kondisinya seimbang, tidak ada yang menjadi objek/sekedar barang.

Sekali lagi saya bicara di luar konteks agama dan dogma dosa.
wa2n1805
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 310
Joined: Thu Sep 21, 2006 5:46 pm
Location: jakarta

Postby M-SAW » Wed Apr 11, 2007 5:38 pm

wa2n1805 wrote:Dengan memperhatikan orang sering membandingkan poligami dengan selingkuh/pornografi, saya berpendapat daripada poligami kumpul kebo saja (di luar konteks keagamaan dan dogma dosa).

Kenapa? Pada orang-orang yang tidak mampu monogami, dapat dipastikan akan melakukan poligami dengan berpagai alasan yang akhirnya menyakiti orang lain. Kumpul kebo justru menunjukkan kesamaan derajat dan kesamaan kebutuhan antara pria dan wanita.

Pada saat salah satu ternyata kepincut orang lain, ya lepaslah orang itu dan kondisi ini pun secara tidak langsung diakui bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Jadi kondisinya seimbang, tidak ada yang menjadi objek/sekedar barang.

Sekali lagi saya bicara di luar konteks agama dan dogma dosa.


ya itulah TAKTI BUSUK islam!
membandingkan "LEBIH BAIK POLIGAMI ATAU SELINGKUH"
sementara kafir punya perbandingan "LEBIH BAIK SELINGKUH ATAU MONOGAMI"

gue yakin muslim ga berkutik klo ditanya spt itu

GITU BOSS
:)
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby wa2n1805 » Wed Apr 11, 2007 6:06 pm

MUHAMMAD SAW wrote:
ya itulah TAKTI BUSUK islam!
membandingkan "LEBIH BAIK POLIGAMI ATAU SELINGKUH"
sementara kafir punya perbandingan "LEBIH BAIK SELINGKUH ATAU MONOGAMI"

gue yakin muslim ga berkutik klo ditanya spt itu

GITU BOSS
:)


Perbandingannya: Lebih Baik Poligami daripada selingkuh.
Untuk yang pro monogami umumnya lebih jelas bahwa: selingkuh atau pun poligami sama-sama tidak baik. Mereka yang monogami namun selingkuh sudah jelas tahu bahwa selingkuh sudah pasti tidak baik.

Mereka yang monogami jelas tidak mendukung poligami. Karena poligami jelas-jelas sangat menyakiti perempuan. Dan kenyataannya, di komunitas yang sangat mendukung poligami, seperti misalnya di Afganistan (Taliban), perempuan dianggap hanya sebagai budak atau objek seks saja. Tidak ada penghargaan sama sekali terhadap perempuan.

Jadi, kalau dibandingkan (di luar konteks keagamaan, di luar konteks kafir atau bukan) kumpul kebo justru menunjukkan penghargaan yang seimbang terhadap keduanya.


Good Luck
wa2n1805
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 310
Joined: Thu Sep 21, 2006 5:46 pm
Location: jakarta

Postby M-SAW » Wed Apr 11, 2007 6:17 pm

wa2n1805 wrote:
MUHAMMAD SAW wrote:
ya itulah TAKTI BUSUK islam!
membandingkan "LEBIH BAIK POLIGAMI ATAU SELINGKUH"
sementara kafir punya perbandingan "LEBIH BAIK SELINGKUH ATAU MONOGAMI"

gue yakin muslim ga berkutik klo ditanya spt itu

GITU BOSS
:)


Perbandingannya: Lebih Baik Poligami daripada selingkuh.
Untuk yang pro monogami umumnya lebih jelas bahwa: selingkuh atau pun poligami sama-sama tidak baik. Mereka yang monogami namun selingkuh sudah jelas tahu bahwa selingkuh sudah pasti tidak baik.

Mereka yang monogami jelas tidak mendukung poligami. Karena poligami jelas-jelas sangat menyakiti perempuan. Dan kenyataannya, di komunitas yang sangat mendukung poligami, seperti misalnya di Afganistan (Taliban), perempuan dianggap hanya sebagai budak atau objek seks saja. Tidak ada penghargaan sama sekali terhadap perempuan.

Jadi, kalau dibandingkan (di luar konteks keagamaan, di luar konteks kafir atau bukan) kumpul kebo justru menunjukkan penghargaan yang seimbang terhadap keduanya.

Good Luck



huehehehe
gue gak ikutan deh dgn kata2 lu yg gue tebalin
gue blm nikah,tp klo nikah..mudah2an gue setia lah :)

tapi klo belum nikah lalu KUMPUL KEBO DULU..hmmm...bolehlah gue renungin...kekekek..tapi ini konsep tanpa agama ya :P
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

PreviousNext

Return to Ruang Poligami



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users