Kamis Hitam 10 Oktober 1996 di Situbondo
FORUM KOMUNIKASI KRISTIANI SURABAYA (FKKS)
Sekretariat: Ambengan plaza B-38, Jl. Ngemplak 30 Surabaya
telp. (031) 5319639, 5475305, fax. (031) 5473407, 5992160
e-mail:
sendjaya@server.indo.net.id
Bank: FKKS/Robby Bank Danamon BRI Tower Surabaya No: 424.000.000.170
"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga" (Matius 5:10)
"Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28 )
Minggu Kelabu 9 Juni 1996 di Surabaya ternyata terulang dengan lebih sadis dan tragis dalam peristiwa Kamis Hitam 10 Oktober 1996 di Situbondo dan sekitarnya. Hanya dalam waktu sekejap 25 (dua puluh lima) Gedung Gereja telah dihancurkan dan diporakporandakan tanpa sisa. Hati kami menangis dalam rasa duka yang mendalam, karena peristiwa ini tidak hanya puas menghancurkan Rumah Allah tetapi juga telah merenggut 5 (lima) orang korban jiwa hamba dan anak-anak Allah yang dibakar hidup-hidup dalam Gedung Gereja yang dibakar. Mereka telah menjadi para martir dan pahlawan iman. Kita yakin pengorbanan mereka tidak akan sia-sia dan Tuhan pasti memiliki rencana yang indah dan baik jikalau Dia telah mengijinkan peristiwa ini terjadi (Roma 8:28 )
Rasa duka ini tidak hanya dirasakan oleh umat Tuhan di Situbondo tetapi juga oleh seluruh umat Tuhan di dunia, karena kita adalah satu tubuh Kristus (I Korintus 12:26). Dengan ini Forum Komunikasi Kristiani Surabaya yang dibentuk 13 Juni 1996 oleh Organisasi Gerejawi (PGI, PII, DPI, BAMAG), Ormas Kristen (PIKI, Parkindo, GMKI, GAMKI) dan Yayasan Kristen (Perkantas, LPMI, Lahai Roi) menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam serta menyampaikan seruan bagi Umat Kristiani di seluruh dunia:
1. Agar seluruh umat Kristen diseluruh dunia tetap tenang dan menguasai diri dengan kasih Yesus Kristus.
2. Agar seluruh umat Kristen di Seluruh dunia mengadakan
HARI BERKABUNG UMAT KRISTEN SEDUNIA dan DOA PUASA pada hari
MINGGU, 20 OKTOBER 1996.
3. Agar seluruh Organisasi Gereja, Ormas Kristen dan Yayasan Kristen di tiap-tiap daerah/kota bersatu hati mengadakan konsolidasi dengan segera serta membuat:
a. surat keprihatinan bersama ditujukan kepada Bapak Presiden RI dengan tembusan seluas-luasnya.
b. mengadakan audensia dengan DPR dan pejabat/aparat setempat.
4. Agar seluruh umat Kristen di seluruh dunia memberikan dan meneruskan informasi yang didapat dari dan ke FKKS baik melalui telepon, faximile, e-mail, dll.
5. Agar seluruh umat Kristen di seluruh dunia ikut membantu dalam pendanaan (dapat disalurkan melalui FKKS).
Demikianlah seruan kami, setiap dukungan yang Saudara berikan sangat berarti. Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja memberkati dan menyertai kita senantiasa.
"Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita... kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya" (I Korintus 12: 26-27)
ORGANISASI KEMASYARAKATAN & YAYASAN KRISTEN
DI JAWA TIMUR DAN SURABAYA
Sekretariat: Ambengan plaza B-38, Jl. Ngemplak 30 Surabaya
telp. (031) 5475305, 5319639 fax: (031) 5473407
LAMP : 1 (satu) set
HAL : Pernyataan Keprihatinan
Kepada yang terhormat,
Bapak Presiden Republik Indonesia
Jendral TNI (Purn) Soeharto
Di Jakarta
Dengan hormat,
Melalui surat ini kami hendak melaporkan tentang peristiwa perusakan dan pembakaran 25 (dua puluh lima) buah bangunan tempat ibadah/gereja yang disertai dengan penganiayaan terhdap jemaat bahkan mengakibatkan 5 (lima) orang meninggal dunia, yang terjadi pada hari Kamis, 10 Oktober 1996 di daerah Jawa Timur (Situbondo, Panarukan, Wonorejo, Banyu Putih, Asem Bagus, Besuki, Ronorejo).
Kami atas nama Organisasi Kemasyarakatan & Yayasan Kristen dan Organisasi Gerejawi se-Jawa Timur dan Surabaya menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas kejadian ini. Kami berharap Bapak berkenan memperhatikan dan memerintahkan aparat untuk dapat menangani dan memprosesnya dengan segera sesuai hukum yang berlaku.
Bersama surat ini kami lampirkan 1 (satu) set Pernyataan Keprihatinan Bersama, Data gedung gereja dan nama korban jiwa beserta foto-foto yang semoga dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan lebih rinci dan lengkap.
Demikianlah surat kami, atas perhatian Bapak kami ucapkan banyak terima kasih.
Surabaya, 11 Oktober 1996
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGI) Jawa Timur:
Pdt. Sih Pinardi (Ketua); Dewan Pantekosta Indonesia (DPI) Jawa Timur:
Pdt. Jeremia Batubara (Ketua); Persekutuan Injili Indonesia (PII) Jawa Timur:
Pdt. Hendrik Rondonuwuk (Ketua) & Pdt. Buje Tuwoh (Sekertaris); Dewan Pimpinan Daerah Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Jawa Timur:
Dr. Martin Setiabudi (Ketua) & Drs. Thomas Santoso, M.Si (Sekertaris); Dewan Pimpinan Daerah Partisipasi Kristen Indonesia (DPD Parkindo) Jawa Timur:
Samuel Binti SH (Ketua) & FonumeroZiraluo (Sekertaris); Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Jawa Timur:
FonumeroZiraluo (Ketua) & John Hengzts, SH (Sekertaris); Dewan Pimpinan Cabang Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Surabaya:
Dr. Med. Paul Tahalele (Ketua) & Ir. Marcus Remiasa (Sekertaris); Dewan Pimpinan Cabang Partisipasi Kristen Indonesia (DPC) Parkindo) Surabaya:
Immanuel F. Lumoindong (Ketua) & Frans Limbong ST (Sekertaris); Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Surabaya:
Daniel Rohi ST (Ketua) & Andreas Jonathan ST (Sekertaris); Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Surabaya:
John Hengzts, SH (Ketua) & Onny Philippus (sekertaris); Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur:
HB Prawiro Maruto SH (Ketua) & Drs. Herman Pontoh (Sekertaris); Forum Komunikasi Kristiani Surabaya (FKKS):
dr. Purnomo Nugraha (Ketua) & Pdt. Andreas Agus Susanto S.TH (Sekertaris); Badan Pengurus Cabang Persekutuan Kristen Antar Universitas (BPC Perkantas) Jawa Timur:
Harry Luminto M.Div (Pimpinan cabang); Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Surabaya:
Drs. Didik Rohadi (Pimpinana); Yayasan Persekutuan Penelaah Alkitab (YPPA) Lahai Roi:
Ir Saut Gurning (Ketua) & Adolf H (Sekertaris); Badan Penghubung (Sinode) Gereja Bethel Injili Sepenuh (GBIS):
Pdt. Paulus Ruswiyadi (Ketua) & Pdt. David Soementri, SH (Sekertaris); Majelis Besar Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS):
Pdt. Junias Dharma Sutedja (Ketua) & Pdt. Yakub Lewi Santoso (Sekertaris).
DATA GEREJA/LEMBAGA YANG DIRUSAK/DIBAKAR
SITUBONDO DAN SEKITARNYA KAMIS, 10 OKTOBER 1996
Pertanggal 13 Oktober 1996, Jam 23.00 Wib
SITUBONDO:
1. GEREJA BETHEL INDONESIA/GBI Bukit Sion (dibakar)
2. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GpdI (dihancurkan)
3. GEREJA BETHEL INJILI SEPENUH/GBIS (dibakar)
4. GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA/GSJP (dibakar)
5. GEREJA KRISTEN JAWI WETAN/GKJW (dibakar)
6. GEREJA PANTEKOSTA PUSAT SURABAYA/GPPS (dibakar)
7. GEREJA PROTESTAN INDONESIA BARAT/GPIB (dihancurkan
8. GEREJA KATOLIK (dibakar)
9. TK/SD/SMP IMANUEL (dibakar)
10. SD KATHOLIK FRANSISKUS XAVERIUS (dibakar)
11. SMP KATOLIK FRANSISKUS XAVERIUS (dibakar)
12. TK KATOLIK DAN SUSTERAN SANTA MARIA (dibakar)
13. PANTI ASUHAN “BUAH HATI” (dibakar)
PANARUKAN
1. GEREJA KATOLIK (dibakar)
2. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GPdI (dibakar)
WONOREJO
1. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GpdI (dirusak)
2. GEREJA KRISTE JAWI WETAN/GKJW (dibakar)
3. GEREJA BETHEL TABERNAKEL/GBT (dibakar)
4. GEREJA KATOLIK (dirusak)
ASEM BAGUS
1. GEREJA BETHEL INJILI SEPENUH/GBIS (dibakar)
2. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GPdI (dirusak)
3. GEREJA KATOLIK (dirusak)
ASEM BAGUS
1. GEREJA BETHEL INJILI SEPENUH/GBIS (dibakar)
2. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GPdI (dirusak)
3. GEREJA KATOLIK (dibakar)
BESUKI
1. GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA/GPdI (dirusak)
2. GEREJA BETHEL INJILI SEPENUH/GBIS (dirusak)
3. GEREJA KRISTE JAWI WETAN/GKJW (dirusak)
4. GEREJA KATOLIK (dirusak)
RANUREJO
1. GEREJA KRISTE JAWI WETAN/GKJW (Induk) (dibakar)
2. GEREJA KRISTE JAWI WETAN/GKJW (cabang) (dibakar)
3. GEREJA KRISTUS TUHAN (GKT) (dibakar)
Data Korban Jiwa Peristiwa Kamis, 10 Oktober 1996
Dibakar di dalam/bersama Gedung Gereja GPPS Situbondo
1. Pdt. Ishak Kristian (Pendeta, 70 thn)
2. Ribka Lena (Istri Pendeta, 67 thn)
3. Elizabeth Kristian (Anak, 24 thn)
4. Nova Samuel (Keponakan, 15 thn)
5. Rita (Pekerja gereja, 20 thn)
KRONOLOGIS KAMIS HITAM, 10 OKTOBER 1996 SITUBONDO DAN SEKITARNYA
Situbondo
Pk. 10.00
Sidang di Pengadilan Negeri Situbondo Jln. Panglima Besar Sudirman
mengenai pelecehan agama Islam dengan terdakwa bernama Saleh (beragama Islam). Jaksa menuntut Saleh hukuman 8 tahun penjara. Hakim memvonis 5 tahun. 3000 (tiga ribu) massa protes, histeris.
Pk. 10.30
Pengadilan Negeri Situbondo dibakar dengan bensin diperoleh dari POM bensin Jln. Panglima Besar Sudirman, dekat pengadilan. Mobil dan sepeda motor yang dijumpai dibakar. Datang beberapa truk bermuatan 2000 (dua ribu) massa lebih dari arah barat.
Pk. 10.30-11.00
Massa membakar dan menghancurkan
GBI (Gereja Bethel Indonesia) Bukit Zion yang berseberangan dengan Pom Bensin dan dilewati massa bila menuju Pengadilan. Tembok-tembok dijebol, semua perabot dibakar. Ditulis besar-besar di dinding Gereja penghujatan terhadap Kekristenan: "
Yesus tae, Yesus Juru Selamat Tae Jahanam, Bunda Maria PKI, Perampok Akidah, Bangsat ***, Kami umat Islam Marah besar kalau di tempat ini dibangun gereja lagi!!!"
Pk. 11.00
Seluruh Gereja di Kota Situbondo di bakar dan dihancurkan, dalam waktu relatif sama:
-
GPIB, Jln. Panglima Besar Sudirman, dirusak
-
TK St.Theresia/Susteran Santa Maria, Jln. Jaksa Agung Suprapto, dibakar
-
GpdI, jln. Achmad Yani, dirusak
-
Gereja Katolik dan 2 SMP Katolik dalam 1 lokasi (St. Yosef), Jln. Mawar, dibakar
-
SD Katolik Franciscus Xaverius, Jln. Mawar seberang Gereja Katolik dan SMP, dihancurkan.
-
GBIS, jln. Achmad Yani - jln Basuki Rachmad, dibakar
-
GSJP, Jln. Argopuro, dirusak
-
GPPS, Jln. Basuki Rachmad, dibakar
Pada waktu bersamaan massa dari Pengadilan Negeri/GBI bergerombol di jalan raya, menjadi 2 kelompok besar: satu kelompok bergerak terus ke arah Jl. A. Yani, yang kedua ke arah Jl. WR Supratman-Jl. Anggrek. Disusul gelombang massa mengendarai truk dan sepeda motor datang bergabung. Saat berniat membakar GPIB (Gereja Protestan Indonesia Barat), Jl Panglima Sudirman, mereka aparat Polres yang kantornya bersebelahan dengan GPIB. Mereka menghancurkan barang-barang, mengeluarkan perabot-perabot gereja termasuk Alkitab besar dan membakarnya beramai-ramai di jalam raya dengan meneriakan yel-yel.
Aparat banyak yang tahu hal itu tapi tak berbuat apa-apa, hanya menonton saja. Mereka dibiarkan, tak dicegat. 'Persenjataan" massa memang lengkap: penthung kayu, besi dan berbagai peralatan untuk meluluhlantahkan bangunan gereja yang ditemui, bahkan ada pula ditemui yang membawa clurit.
Di
GPPS (Gereja Pantekosta Pusat Surabaya) Jalan Basuki Rahmad lebih tragis. Pada saat itu di GPPS yang menjadi satu dengan Paroki (Rumah Kependetaan) ada tujuh orang: Pdt. Ishak Kristian/70 thn (Gembala Sidang), Ribka Lena Kristian/67 thn (Istri pendeta), Elizabeth Kristian/24 thn (Anak putri yang mau menikah bulan Desember), Nova Samuel/15 thn (Keponakan), Rita/20 thn (pekerja gereja), Didit (Yohanes) dan Andi (Andreas). Terjebak di kobaran api, mereka tak bisa keluar dari Gereja/Rumah paroki karena massa mengepung dengan ganas berlinggis, kayu dan martil. Akhitnya mereka tewas terbakar. Pendeta Ishak terbakar di kamar tidur, Nova di kamar mandi dalam kamar tidur, tiga yang lain terbakar di dapur. Didit dan Andi lolos menyelamatkan diri, dengan memanjat genteng.
Sementara api terus melahap semua bangunan hingga menjadi puing-puing, massa melakukan perusakan dan perampasan toko-toko. Ketika hendak menyerbu BCA, dicegah dengan kata-kata, "kyai-Kyai banyak yang menyimpan uang disini", maka mereka urung menghancurkan Bank ini.
Pk. 13.00-13.30
GKJW jalan Anggrek yang berseberangan dekat dengan TK, SD, SMP Kristen Immanuel dibakar sampai ludes.
Pk. 14.00
Panti Asuhan buah Hati Milik GPPS di Gang Kharisma dibakar hangus ludes. Panti Asuhan untuk anak yatim piatu yang tak mampu ini baru dibangun 3 bulan lalu, akhirnya hancur ta beratap, semua perabot ludes terbakar, rata dengan tanah, tembik depan jebol.
Asembagus (30 Km Timur Situbondo), Ranurejo dan Wonorejo
Pk. 13.00
GBIS Nafiri Kasih , jln Raya Asembagus 118 dan
Kapel KAtolik Santo Yosef Asembagus dibakar.
GpdI dirusak
Pk. 15.00
Didesa Ranurejo Kecamatan Banyuputih (8 km + masuk 2 km = 10 km dari Asembagus)
GKJW Induk dibakar
Gereja Kristus Tuhan dibakar
Pk. 15.30
Massa rata-rata adalah anak muda pakai celana abu-abu, kaos oblong dan orang-orang dewasa sebagai penggerak. Rombongan diawali dengan motor, de depan sendiri ada Kapolsek sebagai pembuka jalan dan di susul motor dan truk, ditambah lagi satu truk dari desa sekitar Ranurejo (total tiga truk), kira-kira 10 sepeda motor, 1 mobil pick up, mereka teriak-teriak di jalan. Waktu sampai di depan gereja (GKJW), seseorang berteriak "Hidup Islam" dan melemparkan kerikil+pasir disusul massa turun dari truk dan melempar. Sebagian masuk gedung gereja. Barang-barang yang berat dihancurkan di dalam dan sebagian dikeluarkan & ditumpuk tepat dimuka gereja, kemudia dibakar bersama gereja. mereka membawa palu, arit, pacul, linggis serta beberapa jerigen 10 ltr yang berisi bensin. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke GTK (kurang lebih 400 meter dari GKJW Ranurejo).
Camat, muspika, Korem, Kapolsek ada ditempat kejadian dan menyaksikan secara langsung tanpa berbuat apa-apa!. Massa perusak pun tahu kalau ada Camat, Kapolsek, Korem di sana tapi mereka tidak peduli. Bahkan dengan semangat meneriakan yel-yel "Hidup Islam" sambil menghancurkan gereja.
Pada perusakan gereja di
GKJW Ranurejo disertai dengan pembakaran rumah pendeta. Ibu pendeta dan anaknya (5 tahun) masih ada di dalam rumah ketakutan dan tidak bisa berjalan, langsung diseret oleh dua orang pemuda (Ating dan Eko) dan diungsikan kerumah bapak Supranowo. Setelah puas dengan pembakaran di GKJW Ranurejo mereka melanjutkan perjalanan ke GKJW Ranurejo Pepanthan Sidodadi (cabang).
Pk. 16.30-17.00
Massa membakar dan menghancurkan
GKJW Pepanthan yang usia bangunannya belum genap satu tahun (8-9 bulan) dengan iuran warga yang kondisinya sangat miskin (rumah warga yang rata-rata dari gedek tanpa jendela dan lantai tanah)
Pk. 17.30-18.00
Dari Ranurejo, massa balik ke Wonorejo (kurang lebih 26 km dari Ranurejo, daerah pantai pelosok).
GPdI, GKJW, GBT, Kapel Katolik dibakar habis. Massa perusak (remaja/anak-anak SMA) diangkut 3 truk, dan kurang lebih 30 sepeda motor (dewasa) sambil membawa berbagai macam senjata tajam. Warga yang ada disekitar banyak yang lari dan sembunyi di hutan.
Panarukan (6 km sebelah barat Situbondo)
Pk. 16.00
Gereja Katolik (100 meter ke arah Besuki) dan
GpdI di bakar
2 toko (Ruko) dirusak (salah satunya Toko emas dibakar dan dirampok), patung Yesus di bakar.
Besuki (20 km dari Situbondo)
Gereja Pantekosta di Indonesia/
GpdI di rusak
Gereja Bethel Injili Sepenuh/
GBIS dirusak
Gereja Kristen Jawi Wetan/
GKJW dirusak
Gereja katolik di rusak
Jumlah Gereja, Sekolah Kristen/Katolik, Panti Asuhan: 21 dibakar, 9 dirusak dan dihancurkan.
PERNYATAAN KEPRIHATINAN BERSAMA KETIGA UMAT KRISTEN DI PROPINSI JAWA TIMUR DAN KOTAMADYA SURABAYA
Untuk yang kesekian kalinya kami umat Kristen yang tergabung dalam Ormas Kristen, Yayasan Kristen dan Organisasi Gerejawi di Propinsi Jawa Timur dan Kotamadya Surabaya menyerukan dan menyatakan keprihatinan atas peristiwa pembunuhan, penganiayaan, pengrusakan dan perampokan di sejumlah Gereja/tempat ibadah di Jawa Timur, namun sejauh itu pula tidak pernah mendapat tanggapan dan penyelesaian serta tidak ada tindakan pencegahan serius dari aparat yang berwenang. kejadian tersebut nyata-nyata bukan hanya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, tetapi merupakan gejala untuk mengubah Pancasila dan UUD 1945 serta cita-cita Proklamasi dan Orde Baru.
Pada kesempatan ini sekali lagi kami menyatakan rasa keprihatinan yang sangat mendalam dan sekaligus mengancam dan mengutuk tindakan yang merupakan gejala untuk mengubah Pancasila dan UUD 1945 serta melanggar Hak Asasi Manusia. Kiranya pernyataan ini merupakan yang terakhir dan kami tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi. Bertalian dengan hal tersebut, kami menyampaikan keprihatinan sebagai berikut:
1. Pada hari kamis, 10 Oktober 1996 di Daerah Tingkat I Jawa Timur (Situbondo, Panarukan, Wonorejo, Banyu Putih, Asem Bagus, Besuki, Ranurejo) telah terulang kembali peristiwa sebagaimana yang terjadi pada Minggu kelabu 9 Juni 1996 di Surabaya dan di Pare, Kediri tanggal 25 Juni 1996.
2. Peristiwa ini lebih tragis dan sadis sebab menelan korban jiwa manusia sebanyak 5 (lima) orang yang terbakar dalam Gereja. Selain itu juga telah terjadi perusakan dan pembakaran 25 (dua puluh lima) buah gedung Gereja dan beberapa bangunan lainnya (Sekolah Kristen, Panti Asuhan, Gedung Pengadilan, toko, mobil).
3. Demi menjaga dan memelihara keutuhan bangsa serta penegaan hak-hak asasi umat manusia umumnya dan umat Kristen khususnya, kami menuntut pihak keamanan agar dapat mengusut dan menindak secara tegas dan tuntas para pelaku sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, menegakan keadilan dan kebenaran serta siaga dalam setiap saat secara menyeluruh memberikan jaminan kedamaian dan ketentraman umat Kristen di negara Pancasila.
4. Beruntunnya peristiwa pengrusakan rumah ibadah (gereja) yang terjadi dalam rentang waktu yang singkat memberikan indikasi semakin beraninya oknum-oknum yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa serta kerukunan hidup beragama. Ini disebabkan kurang tuntasnya aparat menangani peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya. Oleh sebab itu kami meminta pertanggungjawaban pihak Pemerintah untuk konsisten dalam mengupayakan suasana kehidupan yang aman dan damai bagi masyarakat sebagaimana yang telah dijanjikan
dalam dua peristiwa sebelumnya.
:-)