
kaffir_with_brain wrote:Gw mewakili Chinese Indonesian untuk apologize kalo selama ini ada Chinese2 yg rasis dan memandang rendah pribumi serta hal2 lain yg mungkin gw ga tau.


Alay & Kafir wrote:yang gw liat si WNI keturunan, kurang berbaur sama pribumi..
cobalah lebih berbaur..

kaffir_with_brain wrote:Tapi abis itu tiba2 ada pelacur2 beserta 1 leadernya datengin tuh cowo (gw tau banget daerah pesing sono malem2 emang buat sarang prostitusi di daerah deket got gedenya), Pelacur itu sekonyong2 bertelanjang dan melokin cowo2 bajingan itu supaya kepada mereka saja si bajingan2 itu melepaskan hasrat binatangnya. Si Leader segera narik si A ini dan bawa ke tempatnya. A stayed beberapa hari di tempatnya si Leader sampai tiba waktunya untuk si A balik ke rumahnya
Beberapa hari setelah kejadian 98 mereda, si A balik ke tempat si Leader untuk bawa oleh2 sekaligus bilang terimakasih
Si Leader ini bilang : ah ga papalah enci, kita-kita ini emang hidupnya udeh hancur dan sering dijadiin maenan lelaki, kalo enci yg masih putih mulus, anak baik2 dikerjain kaya gitu, mao jadi apa hidup enci
A waktu denger jawaban kaya gitu, dia bener2 terharu dan menahan malu ( gw yg cowo aja juga terharu). Dia bilang ke pendeta kalo dia malu selama ini memandang rendah pelacur, jijik kalo melewati daerah pemukiman mereka, dan kenyataanya waktu itu yg nolong dia justru wanita yg biasanya dianggap sebagai sampah masyarakat
Alay & Kafir wrote:yang gw liat si WNI keturunan, kurang berbaur sama pribumi..

yvone wrote:Tapi jangan hanya ditujukan kepada chinese saja... suku2 lain juga harus diperlakukan sama misal suku madura di kalimantan. Apa yang dialami chinese dan madura sebagai pendatang, sebenarnya bermuara di masalah agama. Ruang publik dirongrong/disabotase oleh kelompok2 yang membawa2 tuhan. Kelompok ini kadangkala membawa dukungan atas nama rakyat dalam merongrong/menyabotase ruang publik. Kelompok ini seakan2 ingin menerapkan nilai2 sekuler tapi sebenarnya tidak.

Alay & Kafir wrote:primordialisme seperti itu memang harus dihilangkan
Alay & Kafir wrote:para pendatang harus lebih fleksibel dalam beradaptasi dan berbaur dengan kultur dan norma - norma stempat..

Alay & Kafir wrote:tapi spesial buat WNI Keturunan, yg memiliki ciri - ciri fisik berbeda dengan pribumi, agama yg berbeda, dan kekuatan ekonomi yg jg berbeda, wkwkwkw..
semakin berbeda, secara tidak sadar, sebenarnya dituntut untuk semakin berusaha berbaur, untuk menciptakan keharmonisan antara pribumi dan pendatang..


angky wrote:Diskusi pribumi dan non pribumi sebetulnya sudah selesai dan tutup buku, ini adalah stigma yg di munculkan lebih tajam saat orba demi kepentingan politik dan ekonomi.
Saat ini yg menggejala luas justru benturan non muslim dan muslim yang sialnya justru tumbuh setelah reformasi sejalan dengan tumbuhnya ormas ormas yg berkedok agama. Jika anda muslim apapun kulit dan suku anda, akan mudah diterima dalam masyarakat umum. Tadi malam, ada ANton Medan yg chinese tapi muslim sebagai nara sumber ormas yg bentrok. Seingat saya Anton Medan juga salah seorang yang katanya menghalau/menenangkan kerusuhan '98 didaerah kota.
Mungkin anda sering mendengar perkataan seperti ini : Dia itu chinesse tapi muslim, dia itu batak tapi muslim, dan seterusnya. Secara tidak sadar atau justru disadaripengkotak kotakan di NKRI oleh beberapa oknum tertentu diarahkan ke non muslim dan muslim. Lihatlah kerusuhan ambon,poso dan kalimantan, semuanya tidak lepas dari jubah agama yg ditutup tutupi.




Pop Eye : ...
Ada juga satu kesaksian yg bikin gw terharu yg pengen gw saksikan ke semua member FFI:
Waktu itu ada pendeta yg cerita dikit kesaksian tentang kerusuhan 98 Mei, salah satu yg hampir jadi korbannya adalah anggota gerejanya (atau anggota gereja teman sesama pendetanya...gw ga inget jelas).
Namakan si "nearly be a victim" lady ini A. Sewaktu kejadian kerusuhan ini, si A ga pulang ke rumah, tapi setelah beberapa hari ga pulang rumah, A mulai ketakutan dan pengen cepet2 balik ke keluarganya. Kebetulan A tinggal di di Duta Mas. Singkat cerita waktu perjalanan pulang lewat Pesing (kalo gw ga salah inget, pokoknya jalan panjang yg menuju ke arah Dutamas, jelambar, jembatan dua and the gank) doi dihadang ama 5 laki2 bajingan, 4 orang pegang tangan kaki si A, yg satu udeh siap nge-rape. Doi udeh nangis jerit2 dan udeh pasrah akan hancur masa depan dan hidupnya. Tapi abis itu tiba2 ada pelacur2 beserta 1 leadernya datengin tuh cowo (gw tau banget daerah pesing sono malem2 emang buat sarang prostitusi di daerah deket got gedenya), Pelacur itu sekonyong2 bertelanjang dan melokin cowo2 bajingan itu supaya kepada mereka saja si bajingan2 itu melepaskan hasrat binatangnya. Si Leader segera narik si A ini dan bawa ke tempatnya. A stayed beberapa hari di tempatnya si Leader sampai tiba waktunya untuk si A balik ke rumahnya
...
tak beres : ...
Saya juga setuju berbau kepada muslim maupun non muslimnya, tp sekarang ceritanya laen, orang muslim mempunyai watak dan cara berpikir yang berbeda dgn kami, mereka mepunyai sifat yang buruk dan pikiran kotor, terkadang senang memjengkelkan orang dgn cara bicara dan gayanya
kalau anda gak percaya bacalah tiap tiap komentar yang dilontarkan muslim di ffi ini.... dan perhatikan secara seksama....
Temen saya pernah menceritakan tragedi mei 1998, (mereka tinggal bukan di jakarta)
rumahnya dijarah, barang dirampas semua tampa sesendok pun. padahal setiap mau lebaran mereka selalu membagi bagikan beras,gula kepada tetangga tetangga yang muslim.... tetapi mei 1998 yang memulai menjarah(biang provokasi) adalah tetangga2 yang mereka bagi bagikan beras dan gula....
wadoww gak habis pikir...... seperti air susu dibalas air tuba....
siauhiji : ...
Re: In response of kok_bingung TS 98 Mei
New postby siauhiji » Tue Jul 26, 2011 11:32 am
gimana mau berbaur baru lewat aja udah diteriakin singkek cino dll. siapa yg ngajarin tuh kalo bukan bapak2nya.
...



Alay & Kafir wrote:yang gw liat si WNI keturunan, kurang berbaur sama pribumi..
cobalah lebih berbaur..



Kre-setan wrote:gak lah, gua di medan hari hari bergaul juga kok ama etnis tionghoa, ada yang kristen ada yang budha ada yang acik acik, koko koko, cici cici ampe hari ini fine fine aja...
Mungkin catatan gua cuma satu, setahu gua banyak hubungan buruk etnis tionghoa dan bukan tionghoa bermula dari hubungan bos-karyawan yg gak harmonis,, gue gak nyalahin salah satu pihak, menurut gue dua duanya salah, si karyawan kadang mau enak saja sementara si bos kadang terlalu sepele ama karyawan. Karna status gua selama bergaul ama etnis tionghoa bukan karyawan tapi teman itu juga mungkin yang bikin pergaulan gua ama mereka fine aja.

Return to Ttg SYI'AH, KAFIR, MURTADIN, MUSYRIKUN dll
Users browsing this forum: No registered users