. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

hukum makruh,sunnah,mubah,halal dan haram

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

hukum makruh,sunnah,mubah,halal dan haram

Postby kapirun » Tue Sep 25, 2007 1:07 pm

Gw kaga terlalu ngerti nehh...neh hasil dari googling :

Hukum wajib adalah perintah Allah yang jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa. Kebalikannya adalah haram, yaitu yang berpahala ditinggalkan dan berdosa jika diperbuat. Sedangkan, sunnah adalah jika dikerjakan mendapat pahala tetapi jika ditinggalkan tidak mendapat apa-apa. Adapun makruh, jika dikerjakan tidak mendapat apa-apa, ditinggalkan berpahala.
Hukum mubah seseorang boleh meninggalkannya atau mengerjakannya.

Nah yang gw tanya sesuatu hukum dalam islam itu bisa dikatakan makruh, sunnah, mubah, halal, dan haram itu dasarnya apa?
Kenapa bisa ada pengelompokan hukum2 seperti ntu?
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby asbunawas » Tue Sep 25, 2007 1:33 pm

Masuk ISLAM dulu, nanti juga ngerti dengan sendirinya. gampang koq memahami Hukum2 ISLAM..
asbunawas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 889
Joined: Thu Apr 27, 2006 1:48 pm
Location: underground

Postby Sashimi » Tue Sep 25, 2007 1:38 pm

kalo udah ngerti begitu mau murtad langsung di kejar2 untuk di penggal
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby MONTIR KEPALA » Tue Sep 25, 2007 1:45 pm

itu istilah2 FIQH ..... cerita gini ...ketika nash-nash Qur'an dan Hadits masuk ke dunia edukasi maka perlu kejelasan dan sistematika pembahasan. nah lahirlah istilah demikian dlm ilmu Fiqh tsb.

Wajib itu bisanya ada nashnya jelas

haram juga demikian.

sunnah itu dikembangkan dari perkara2 yg tdk diwajibkan oleh nash namun dilakukan oleh Nabi sbg suri tauladan dan anutan. sunnah pun sebenarnya ada 2 yaitu yg mesti dilakukan sbg hukum pelaksanaan teknis dari hukum2 umum dlm Qur'an seperti tata cara sholat yg percis sama gak boleh ada inovasi dan juga ritual haji. dan ada juga sunnah yg berupa choice itu dilakukan.

makruh itu adalah sesuatu yg tdk ada dalil haram tapi juga tdk dianjurkan oleh Nabi namun Nabi menyebutkan ada sisi keburukan pd hal tsb. mungkin ini berlaku berbeda pada tiap individu. contoh makan bawang mentah itu bakalan BAU MULUT gak sedap akan mengganggu orang maka tidak haram memakannya karena gak ada nashnya namun dianjurkan ditinggalkan walaupun bila dikerjakan gak berimplikasi pada pelanggaran.

mubah itu hukum dasar segala sesuatu. segala sesuatu pada dasarnya BOLEH hingga ada larangan dari nash
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby kapirun » Tue Oct 02, 2007 11:26 am

Patokannya ape sehingga sesuatu itu masuk ke dalam salah satu jenis hukum2 diatas?

Trus siapa yg berwenang menetapkan sesuatu itu sahih, halah, mubah, dll?

Kalau kayak contoh :
1. Mengawini orang beda agama
2. Membunuh kapirun (non muslem)
3. Mengambil darah murtadin
4. Menyebut kata2 'demi awlloh'

itu masuk hukum yg mana?

Oya atu lg 'dibilang dibenci tp tidak dilarang' itu masuk jenis hukum mana + analoginya gimana?
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby Jadilah Bijaksana » Tue Oct 02, 2007 11:52 am

kapirun, yang menetapkan suatu hukum halal,haram,makruh,sunnah,mubah adalah al Qur'an dan sunnah.

dan kalau contoh:
1. mengawini orang beda agama,menurut islam hukumnya tidak sah,pasanga harus islam dulu keduanya.

2.membunuh kapirun,membunuh kapirun itu Haram hukumnya jika kapirun tersebut condong kepada berdamai/kapir jimmi,masih anak anak,perempuan,sudah jompo dan tidak menyerang islam.tetapi kalau kapirun tersebut memusuhi islam dan berusaha menghancurkan islam ,maka halal dibunuh.

3.darah murtadin halal untuk ditumpahkan,karena bisa saja dia bercerita salah kepada kafir,mendendam,dalam keadaan perang mungkin akan membocorkan informasi penting. dan murtadin sudah jelas jelas mengingkari kebaikan akhlak yanng diajarkan rasulullah,mengingkari tauhid(monotheisme) islam,orang yang tergesa gesa,tidak ikhlas.
User avatar
Jadilah Bijaksana
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 642
Joined: Thu Sep 20, 2007 12:04 pm

Postby MONTIR KEPALA » Tue Oct 02, 2007 12:29 pm

ya betul kata bijaksana ...dan hal2 yg kapirun tanyakan semuanya ada NASH nya jelas ....
dlm kaidah bahasa "al-ashlu fi al-amri wujub" = "pada dasarnya dlm kalimat perintah berstatus WAJIB"
User avatar
MONTIR KEPALA
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4401
Joined: Wed Jul 26, 2006 10:16 am

Postby kapirun » Thu Oct 04, 2007 11:51 pm

Jadilah Bijaksana wrote:kapirun, yang menetapkan suatu hukum halal,haram,makruh,sunnah,mubah adalah al Qur'an dan sunnah.

dan kalau contoh:
1. mengawini orang beda agama,menurut islam hukumnya tidak sah,pasanga harus islam dulu keduanya.

2.membunuh kapirun,membunuh kapirun itu Haram hukumnya jika kapirun tersebut condong kepada berdamai/kapir jimmi,masih anak anak,perempuan,sudah jompo dan tidak menyerang islam.tetapi kalau kapirun tersebut memusuhi islam dan berusaha menghancurkan islam ,maka halal dibunuh.

3.darah murtadin halal untuk ditumpahkan,karena bisa saja dia bercerita salah kepada kafir,mendendam,dalam keadaan perang mungkin akan membocorkan informasi penting. dan murtadin sudah jelas jelas mengingkari kebaikan akhlak yanng diajarkan rasulullah,mengingkari tauhid(monotheisme) islam,orang yang tergesa gesa,tidak ikhlas.


Penjelasan loe itu menimbulkan tanda tanya yg besar buat gw. Tp gw fokus ama topik jd disini gw cuman lihat dari segi hukum aje kaga bahas yg lain.

Untuk point 1 berarti hukumnya haram??coba kasih tunjuk donk ayatnya.
Untuk point 2 berarti masuk kategori hukum haram 'jika ..'?kalo misalnya ada anak2 tapi tidak berdamai dengan islam apa menjadi halal untuk dibunuh??
Untuk point 3 berarti halal dilakukan jika seseorang murtad?ga salah masuk tuh hukumnya ke mubah?
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby kapirun » Fri Oct 05, 2007 12:00 am

MONTIR KEPALA wrote:ya betul kata bijaksana ...dan hal2 yg kapirun tanyakan semuanya ada NASH nya jelas ....
dlm kaidah bahasa "al-ashlu fi al-amri wujub" = "pada dasarnya dlm kalimat perintah berstatus WAJIB"


Mungkin kalo untuk perintah haram dan halal bisa jelas.
Istilahnya negatif dan positif jadi gampang ditelaah.
Kalo untuk sunnah,makruh, dan mubah itu patokannya apa karena bisa dikatakan bersifat abu2/masih samar2?

Sebelumnya dikatakan :

MONTIR KEPALA wrote:ketika nash-nash Qur'an dan Hadits masuk ke dunia edukasi maka perlu kejelasan dan sistematika pembahasan. nah lahirlah istilah demikian dlm ilmu Fiqh tsb
.

iya gw bisa nangkap maksud loe disini.
Sistematika dan kejelasan itu karena ada sesuatu yg bersifat abstrak sehingga perlu didefinisikan kan?
Nah yg gw tanya siapa yg berwenang untuk mendefinisikan nash2 quran dan hadits sehingga bisa masuk ke dalam golongan hukum2 tertentu.
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby arman » Fri Oct 05, 2007 6:20 am

kapirun wrote:Untuk point 1 berarti hukumnya haram??coba kasih tunjuk donk ayatnya.
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman...(2:221)
User avatar
arman
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 275
Joined: Tue Jul 25, 2006 2:46 pm


Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot]