


Duladi wrote:Muslim zaman sekarang merasa malu kalau harus mengakui bahwa di gua hira itu Muhammad dicekik. Sebab kalau dicekik, maka konotasinya negatif.
"Mencekik" kuat sekali hubungannya dengan setan, karena setan memang doyan nyekik.
Muslim dahulu beda dengan muslim sekarang. Muslim sekarang lebih pintar dan lebih cerdik. Karena itu, mereka harus merubah terjemahan agar yang "ganjil" itu tidak nampak.
piye toh?
Hillmon wrote:Sederhana sekali untuk memahami "menangkap ku (dengan kuat) sampai aku mengorok" = mencekik.
Bermartabat adalah memiliki malu, sudah cukup bukti, bahkan dari penulis Islam sendiri dalam bukunya menyatakan "mencekik" dan "dicekik" tetap anda menebalkan muka.
Pembawa Pedang wrote:Quran jelas jelas mengunakan kata cekik dengan======> خَنِقَ - ( baca khoniqo bukan khaniqa )![]()
Bukan kata
فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani
Apakah anda lebih hebat dari quran?
HILLMAN wrote:Bagaimana kalau saya katakan kata فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani = خَنِقَ - khaniqa = “mencekik” ? seperti tertulis dalam Surah Al Maedah ayat 3 itu.
Pembawa Pedang wrote:Jangan berkalau kalaulah mon......Quran bukan menurut selerah rendah anda...almaidah : 3........ membuktikan bahwa itulah sebenar benar mencekik..karena binatang tercekik itu mati..artinya dileher...![]()
Bermartabatlah bung..
PP


No_Kafir wrote:sekarang mana yang bener, terjemahan indonesia atau bhs inggrisnya mas PP buktikan bahwa dalam bhs inggris dan bhs arab ada kata "seolah"
Hillmon wrote:Mulai sekarang anda jangan menulis InsyaAllah, kalau menurut "kepintaran" anda harus menulisnya InsyaOwlloh. Sepakat ya...?
Kembali anda sungguh tebal m---, saya tidak diperbolehlan berkalau, "nabi" saja yang utusan "allah" boleh "SEOLAH".
Bagaimana kalau saya katakan kata فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani = خَنِقَ - khaniqa = “mencekik” ? seperti tertulis dalam Surah Al Maedah ayat 3 itu.
2. Apakah maksud anda "nabi" disamakan seperti binatang yang mati tercekik dalam Surah Al Maidah ayat 3 itu ?
Faktanya saja PP, "nabi" mendapat wahyu dalam ketakutan akan DICEKIK

No_Kafir wrote:sekarang mana yang bener, terjemahan indonesia atau bhs inggrisnya mas PP buktikan bahwa dalam bhs inggris dan bhs arab ada kata "seolah"
Pembawa Pedang wrote:Kita tidak membahas TERJEMAHAN...walau akhirnya melebar pada terjemahan.... Yang dibahas adalah kata arab "CEKIK"
Saya sdh memposting
1. ayat quran,
2. kamus bahasa arab...
3. Sirah Muhammad Haekal
4. Dan posting Hadits oleh sdr kompas
bahawa kata CEKIK bukan seperti yg disebut si Hilmon.
Sekarang terserah anda mau terima atau tidak...yang pasti tak ada cekik mencekik dlm riwayat ini...
Hillmon wrote:Mulai sekarang anda jangan menulis InsyaAllah, kalau menurut "kepintaran" anda harus menulisnya InsyaOwlloh. Sepakat ya...?
Pembawa Pedang wrote:Jangan melebarkan masaalah untuk menutupi kebodohan anda....
Pembawa Pedang wrote:Quran jelas jelas mengunakan kata cekik dengan======> خَنِقَ - ( baca khoniqo bukan khaniqa )
Kembali anda sungguh tebal m---, saya tidak diperbolehlan berkalau, "nabi" saja yang utusan "allah" boleh "SEOLAH".
Pembawa Pedang wrote:Seolah dicekik tidak sama dengan kalau diCEKIK...Jika anda tak bisa membedakan kalau dan seolah..ngga bakan lulus UAN...![]()
dan parah lagi anda mengatakan seolah dicekik = dicekik....ngga bermatabat...
Bagaimana kalau saya katakan kata فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani = خَنِقَ - khaniqa = “mencekik” ? seperti tertulis dalam Surah Al Maedah ayat 3 itu.
2. Apakah maksud anda "nabi" disamakan seperti binatang yang mati tercekik dalam Surah Al Maidah ayat 3 itu ?
Pembawa Pedang wrote:Saya mempersamakan binatang tercekik dlm QS 5:3 dengan ANDA tercekik...bukan dengan Nabi..karena NABI tidak tercekik....
Faktanya saja PP, "nabi" mendapat wahyu dalam ketakutan akan DICEKIK
Pembawa Pedang wrote:Fakta apa mon...kata cekik dlm bahasa ARAB itu apa ayo?????
Bermartabatlah sodare
PP

Hillmon wrote:Ini bahasa Arabnya PP فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani = خَنِقَ - khaniqa = “mencekik”.
Hallahhh.... (gaya montir ) Dalam bahasa Arabnya saja tidak ada kata "SEOLAH", datang dari mana PP?
Apa bahasa Arabnya "SEOLAH" ayo...

Hillmon wrote:Ini bahasa Arabnya PP فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي - fa'aakhadhani faghat'tani = خَنِقَ - khaniqa = “mencekik”.
Pembawa Pedang wrote:Mana buktinya mon?..saya sudah memposting dengan kamus..bukan dengan opini...
Silakan buktikan dengan KAMUS hard copy....saya tunggu..modal dikitlah mon....
[/quote]
[/quote]Hallahhh.... (gaya montir ) Dalam bahasa Arabnya saja tidak ada kata "SEOLAH", datang dari mana PP?
Pembawa Pedang wrote:Lho..yg bilang seolah itu adalah Haekal bukan saya.....Haekal mengunakan kata SEOLAH karena Hadits tidak menyebut diCEKIK...kalo udah pasti dicekik ngga mungkin Haekal paka kata seolah...sementara anda berani mengatakan dicekik...luar biasa...![]()
Apa bahasa Arabnya "SEOLAH" ayo...
Pembawa Pedang wrote:Jangan melebar kemana2 untuk menutupi KEBODOHAN anda...
PP

Hillmon wrote:Kata "SEOLAH" itu tidak ada dalam huruf Arabnya PP, jadi terjemahan sebenarnya ya DICEKIK.
Kata فغطني – faghat'tani, berasal dari bentukan kata-kata ني +غط + ف = fa’ + ghat’ + ‘ni = to do + snore + me , maka diterjemahkan menjadi = make me snore = membuat saya mengorok.
Kata "SEOLAH" itu tidak ada dalam huruf Arabnya PP, jadi terjemahan sebenarnya ya DICEKIK.
Hallllahhh.... (gaya montir lagi ) bilang saja anda tidak dapat menunjukan kata Arabnya dari tulisan Haekal yang DITAMBAHIN kata "SEOLAH" didepan kata DICEKIK.



love_peaceful2 wrote:sejak kapan org dicekik otomatis sakit tenggorokan, susah nelan dsb?![]()
kasih komen kagak mutu gini, lo dah koar2.



anak polos wrote:emang setelah peristiwa itu Nabi ngerasa sakit tenggorokan ya ? ada buktinya ngga setelah peristiwa itu Nabi sakit tenggorokan, susah menelan dsb ?
lha wong Nabi nya sendiri aja kagak kenapa2, seger buger kog ribut masalah dicekik kik, ditekek kek.....aduuuuuh kagak mutu banget nih thread.

apalagi secara bahasa sudah ditunjukkan oleh bro PP bukan mencekik.
....golongan syaithan itu cuma merayu, menggoda, mana mungkin bisa sampai mendekap apalagi sambil memberikan wahyu Allah yg malah ada isinya yg menyatakan bahwa syaithan itu sbg musuh yg nyata.

Pembawa Pedang wrote:Iya bro...saya pun heran tendensi tread ngga jelas maunya apa....yang dibahas cekik mencekik...benar benar ngga mutu...
Si Warokah bin naufah setelah mendengar kisah turunnya wahyu, ngga sedikitpun mempermasaalahkan cekik mencekik atau dekap mendekap..
Lagian kalo dicekik apa wahyu jadi batal? Kwek...kwek...kwek.....
Yang pasti tread ini telah MENCEKIK si TS.....bohongnya "terpaksa" saya telanjangi...![]()
PP

Pembawa Pedang wrote:Iya bro...saya pun heran tendensi tread ngga jelas maunya apa....yang dibahas cekik mencekik...benar benar ngga mutu...
PP wrote:Si Warokah bin naufah setelah mendengar kisah turunnya wahyu, ngga sedikitpun mempermasaalahkan cekik mencekik atau dekap mendekap...
PP wrote:Lagian kalo dicekik apa wahyu jadi batal? Kwek...kwek...kwek.....

love wrote:Sekarang kamu berkoar2 udah menang diskusi...... weleh PP. Mbok ya, sabar dulu. Hillman jg blm kasi jawaban atas komenmu yg muter2 itu.

Sekarang kamu berkoar2 udah menang diskusi.
DULADI wrote:Ada apa? Karena urusan cekik-mencekik bukanlah kebiasaan malaikat, tapi kebiasaannya setan.

Duladi wrote:
Dengan adanya fakta "dicekik" itu, otomatis wahyu yang diterima Muhammad itu (kalau benar itu terjadi, bukan karangannya), adalah wahyu setan, bukan wahyu Tuhan.
kompas wrote:


Users browsing this forum: No registered users