. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Gunung Sebagai "Pasak"

Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Mon Oct 03, 2011 9:20 pm

Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?(Q.S. An-Nabaa 78:6-7)

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensakralkan Gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Gunung Olympus.

Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet. Gunung Merapi dianggap angker oleh orang Yogyakarta. Gunung Bromo merupakan kahyangan penduduk Tengger. Gunung Agung tempat dewanya orang Bali. Semua mengaiskan gunung pada fungsi mistik supranatural. Hanya Islam yang menempatkan kembali fungsi gunung secara ilmiah.

Dalam Al Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Di antaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang.

Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu jauh lebih pendek dibanding panjangnya pasak yang terhunjam.

Ketika agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, Al-Quran mementahkan kekaguman sesat mereka itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghunjam sampai 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dahsyat.

Al-Quran menegaskan bahwa fungsi gunung adalah pasak bumi yang memancang ke bawah tanah dengan kokoh. Itu adalah sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir dan baru dikenal. Baru 20 tahun yang lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horisontal lithosfer.

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..." (QS. An-Nahl (161: 15)

Rasulullah SAW. bersabda, "Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung." Bagaimana mungkin Nabi SAW. yang buta huruf dan hidupnya di abad ke-6 di tengah masyarakat padang pasir, bisa mengetahui tentang gerakan horisontal lithosfer humi yang berfungsi menstabilkan goncangan? Subhanallaah.

Memang, sejak tahun 1620-an, para ilmuwan seperti Francis Bacon dan RPF Placer dari Prancis mengamati kemungkinan bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, mengambangnya benua-henua. Kemudian menurut ahli geologi Austria, Eduard Suess, semua benua dulunya memang menjadi satu, diberi nama Godwanaland. Sedangkan ilmuwan Jerman, Alfred Wegener menamakannya Pangea.

Pada awal abad ke-20 seorang ilmuwan Jerman Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi. Namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915 menyatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea, terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk setelah terbelahnya Pangaea bergerak di permukaan bumi secara terus menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di bumi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980 yakni setelah 50 tahun kematiannya. Pergerakan kerak bumi ini ditemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di abad ke-20.

Image Image

Namun, teori-teori itu belum mendapatkan pengesahan, sampai tahun 1960-an saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan hahwa benua-benua memang bergerak.

Kecepatan pergerakan itu 1 cm per tahun di Laut Arktik, 6 cm per tahun di khatulistiwa, sampai 9 cm per tahun di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun setelah Al-Quran memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia! Allaahu Akbar

Image

Teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi herupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengapung di atas substratum plastis (astenosfer), yang tebalnya sampai 3000 km. Lempengan itu bergerak secara horisontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung.

Misalnya, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya Gunung Everest dgn

ketinggian 8,848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun yang lalu. Pose akhir terbentuknya glinting ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi. Hal ini menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer.

ltulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan.

Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagai berikut :

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100km terbagi atas lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan yang utama dan beberapa yang kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan tersebut bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan kecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Dan terus menerus bergerak menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Pergerakan lempeng ini terkadang mengakibatkan tumbukan antara dua atau lebih lempeng tektonik. Sekitar 45 juta tahun yang lalu India bertumbukan dengan Asia. India yang pada awalnya bersatu dengan Antartika, telah berjalan sejauh hampir 5000 km sebelum akhirnya terjadi tumbukan tersebut. Dari proses tumbukan tersebut, terbentuk Pegunungan Himalaya dan Daratan Tinggi Tibet.

Rangkaian pegunungan lainnya yang menunjukkan kejadian tumbukan lempeng bumi adalah Pegunungan Alpen, Ural dan Appalachian. Pegunungan Appalchian diperkirakan merupakan pertemuan antara Amerika Utara, Eropa dan Afrika Utara. Meskipun ketiganya sekarang telah terpisahkan, ketiganya menunjukkan bagian super dari benua Pangaea tidak lebih dari 20 juta tahun lalu.

Secara umum proses yang membentuk suatu sistem pegunungan disebut dengan proses orogenesis. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani oros (pegunungan) dan genesis (pembentukan). Sistem pegunungan akibat dari proses tersebut menunjukkan adanya suatu gaya yang sangat besar yang mengakibatkan terjadinya perlipatan (folded), penseseran (faulted) dan umumnya merubah bentuk bagian kerak bumi. Perubahan akibat pelipatan dan penseseran lempeng-lempeng yang bergerak itulah yang membentuk gunung.
Terdapat fakta yang menakjubkan bahwa ternyata gunung-gunung tersebut adalah laksana pasak yang menjaga stabilitas daratan dari pergerakan lempeng bumi yang massif. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip dibawah lempengan yang satunya, sementara yang diatas melipat dan membentuk dataran tinggi. Lapisan bawah bergerak dibawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah.

Gunung adalah lapisan yang melipat dan membentuk dataran tinggi. Dan gunung selalu mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung-gunung menggengam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, gunung memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing diatas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Fungsi pemancangan dari gunung disebut dengan istilah "isostasi".

Image

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern ini, dinyatakan dalam Al Qur'an : "Dan telah kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka."(QS. Anbiya' : 31)
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby bagoong » Tue Oct 04, 2011 10:19 am

jangan mengklaim yang aneh2 lah.....
selama lo masih gak becus menentukan hari raya lo sendiri.. :rofl: :rofl:
bagoong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 911
Joined: Tue Feb 15, 2011 4:33 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby iamthewarlord » Tue Oct 04, 2011 10:37 am

apakah semua muslim punya otak seminim ini yaaa?

:green:
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby walet » Wed Oct 05, 2011 2:57 am

Captain Pancasila wrote:Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?(Q.S. An-Nabaa 78:6-7)


Ooooo bumi itu gak bulat ya?
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5952
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Murtadiningrat » Wed Oct 05, 2011 10:36 am

Lagi-lagi Musclaim...Capedehhhhh =; :-"
Muhammad ama olloh STW aja kagak tau kalau di bumi belahan lain ada salju , Muhammad mah taunya padang pasir ,gunung , batu ,pohon kurma ,onta ama selangkangan cewek doang.... \:D/
User avatar
Murtadiningrat
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 704
Joined: Mon Jan 05, 2009 8:54 am

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Fri Oct 07, 2011 10:39 am

Murtadiningrat wrote:Lagi-lagi Musclaim...Capedehhhhh =; :-"
Muhammad ama olloh STW aja kagak tau kalau di bumi belahan lain ada salju , Muhammad mah taunya padang pasir ,gunung , batu ,pohon kurma ,onta ama selangkangan cewek doang.... \:D/

oh, maksudmu ini :
Image
Lihat dalam gambar ini, gunung es setinggi 700 meter. Di bawahnya ada akar yang menghunjam ke bawah permukaan air hingga kedalaman 3 km. Akar gletser ini telah menyebabkan tenggelamnya banyak kapal, karena para pelaut tidak berpikir bahwa setiap gunung gletser mempunyai akar yang menghunjam jauh ke dalam. Berat akar ini lebih dari 300 juta ton. Kenyataan ilmiah seperti ini tak seorangpun mengetahuinya ketika Alquran diturunkan, namun Kitab Suci ini telah mengisyaratkannya dengan ungkapan yang sangat rinci وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا “dan gunung-gunung sebagai pasak” (Al-Naba’ 7). Seperti halnya semua gunung di dunia ini memiliki akar yang menghunjam ke perut bumi yang jaraknya mencapai puluhan kilometer. Perhatikan, gunung ini sangat mirip dengan pancang yang ditanam ke dalam bumi

akar pada gunung es tsb, kira2 berfungsi sebagai jangkar, yang mana membuat gunung es tsb, tidak mudah berpindah tempat, akibat tertiup angin atau terbawa arus laut, karena kalau bongkahan es tsb sampai berpindah keluar dari area kutub menuju area equator yg lebih panas, akibatnya gunung es tsb akan memcair dan berpotensi menimbulkan pemanasan global! :supz:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Momad Narsis » Fri Oct 07, 2011 4:59 pm

@CP
Saya gak mengerti claim quran yg anda katakan dasyat itu apaan..??
sy cerna ya maksud artikel anda..
1. aolloh menancapkan gunung sebagai "pasak" bumi artinya penguat bumi..! sebab bumi selalu bergetar..!
2. aolloh menclaim bahwa karna gunung itulah bumi jadi berhenti bergetar..!
artinya bumi tidak akan pernah bergetar lagi donk..? karna sudah ada "pasaknya"..? benar gak..?
Salam Damai
User avatar
Momad Narsis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Fri Oct 07, 2011 5:07 pm

Momad Narsis wrote:@CP
Saya gak mengerti claim quran yg anda katakan dasyat itu apaan..??
sy cerna ya maksud artikel anda..
1. aolloh menancapkan gunung sebagai "pasak" bumi artinya penguat bumi..! sebab bumi selalu bergetar..!
2. aolloh menclaim bahwa karna gunung itulah bumi jadi berhenti bergetar..!
artinya bumi tidak akan pernah bergetar lagi donk..? karna sudah ada "pasaknya"..? benar gak..?
Salam Damai

Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan

jadi, bukannya "tidak akan pernah bergetar lagi", getarannya cuman agak lebih berkurang (dibandingkan jika tidak ada gunung)!
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby abbadul » Fri Oct 07, 2011 5:13 pm

Captain Pancasila wrote:jadi, bukannya "tidak akan pernah bergetar lagi", getarannya cuman agak lebih berkurang (dibandingkan jika tidak ada gunung)!

Rupanya ALLOH salah menghitung kekuatan pergeseran tanah !
User avatar
abbadul
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Fri Oct 07, 2011 5:36 pm

abbadul wrote:Rupanya ALLOH salah menghitung kekuatan pergeseran tanah !

pergeseran tanah tsb, bukannya tidak ada manfaatnya loh...
dari : http://www.google.co.id/url?sa=t&source ... Iw&cad=rja

Manusia telah banyak mendapatkan keuntungan, tentu saja di samping kerugiannya, dari gaya-gaya yang bekerja di bumi sebagai konsekuensi dari tektonik lempeng ini. Keberadaan mineral-mineral berharga seperti intan, emas, perak, minyak bumi, plutonium, tanah yang subur, serta barang-barang yang kita gunakan sehari-hari seperti gelas, piring, radio, TV, mobil, pesawat terbang bahkan chip komputer sekali pun adalah produk mineral yang telah diolah untuk kesejahteraan manusia.
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Fri Oct 07, 2011 5:50 pm

Captain Pancasila wrote:jadi, bukannya "tidak akan pernah bergetar lagi", getarannya cuman agak lebih berkurang (dibandingkan jika tidak ada gunung)!


quran wrote:Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..." (QS. An-Nahl (161: 15)


hohoho....

allah swt dibilang b3go ama umatnya sendiri, ato emang umatnya yg b3go tapi muka tembok ? :lol:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby abbadul » Fri Oct 07, 2011 7:48 pm

abbadul wrote:Rupanya ALLOH salah menghitung kekuatan pergeseran tanah !

Captain Pancasila wrote:pergeseran tanah tsb, bukannya tidak ada manfaatnya loh...

Captain Pancasila wrote:dari : http://www.google.co.id/url?sa=t&source ... Iw&cad=rja

Manusia telah banyak mendapatkan keuntungan, tentu saja di samping kerugiannya, dari gaya-gaya yang bekerja di bumi sebagai konsekuensi dari tektonik lempeng ini. Keberadaan mineral-mineral berharga seperti intan, emas, perak, minyak bumi, plutonium, tanah yang subur, serta barang-barang yang kita gunakan sehari-hari seperti gelas, piring, radio, TV, mobil, pesawat terbang bahkan chip komputer sekali pun adalah produk mineral yang telah diolah untuk kesejahteraan manusia.

iya .... kealpaan Alloh membawa keuntungan bagi umat manusia
Coba anda bayangkan kalau perhitungan Alloh tepat dalam me"masak" bumi dengan gunung sehingga tidak ada pergeseran tanah !
quran wrote:Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..." (QS. An-Nahl (161: 15)
User avatar
abbadul
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Momad Narsis » Fri Oct 07, 2011 7:57 pm

@CP
Coba deh anda cermati lagi artikel anda..
artikel anda hanya menjelaskan tentang fenomena alam dimana bumi bergerak..! tp apa hubungan "dasyat" yg anda bilang dengan gunung sebagai "pasak" bumi..? coba anda baca QS An'biya : 31 yg ada dibagian akhir artikel anda..! di situ claim quran menegaskan "supaya TIDAK bergoncang" dan bukan "supaya berkurang goncangan"..? ingat claim quran sangat jelas menegaskan bahwa karna ada gununglah bumi TIDAK BERGONCANG..!
Salam Damai
User avatar
Momad Narsis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Fri Oct 07, 2011 9:30 pm

Momad Narsis wrote:@CP
Coba deh anda cermati lagi artikel anda..
artikel anda hanya menjelaskan tentang fenomena alam dimana bumi bergerak..! tp apa hubungan "dasyat" yg anda bilang dengan gunung sebagai "pasak" bumi..? coba anda baca QS An'biya : 31 yg ada dibagian akhir artikel anda..! di situ claim quran menegaskan "supaya TIDAK bergoncang" dan bukan "supaya berkurang goncangan"..? ingat claim quran sangat jelas menegaskan bahwa karna ada gununglah bumi TIDAK BERGONCANG..!
Salam Damai

Qur'an Surat Al-Anbiya : 31 wrote:Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

karena "tidak"nya ada di dalam kurung, ya berarti "tidak"nya : "antara ya dan tidak" alias "berkurang guncangannya" alias "tidak terasa guncangannya" alias "sesekali berguncang/sesekali terjadi gempa" alias "jika terjadi gempa/guncangan, gempanya tidak akan berlangsung terus2an"...
...tinggal pilih yang mana! :lol:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sat Oct 08, 2011 1:10 am

Captain Pancasila wrote:karena "tidak"nya ada di dalam kurung, ya berarti "tidak"nya : "antara ya dan tidak" alias "berkurang guncangannya" alias "tidak terasa guncangannya" alias "sesekali berguncang/sesekali terjadi gempa" alias "jika terjadi gempa/guncangan, gempanya tidak akan berlangsung terus2an"...
...tinggal pilih yang mana! :lol:


kata tidak yg didalam kurung itu ada karena di dalam qurannya tidak tertulis, tapi diperlukan utk mengerti arti/maksud sebenernya dari kalimat/ayat tsb.

klo ga ngerti, mending diem. biar ga kliatan nyungsepnya otak mu :lol:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby Captain Pancasila » Sun Oct 09, 2011 11:49 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:kata tidak yg didalam kurung itu ada karena di dalam qurannya tidak tertulis, tapi diperlukan utk mengerti arti/maksud sebenernya dari kalimat/ayat tsb.

klo ga ngerti, mending diem. biar ga kliatan nyungsepnya otak mu :lol:

itulah yang mau saya ingatkan, kata "tidak" dalam ayat tsb, memang hanyalah sebuah tafsir, jadi kalau mau diganti dengan kata lain pun, ya nggak papa, terserah yang bikin tafsir! :rofl:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3337
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby abbadul » Sun Oct 09, 2011 12:27 pm

Captain Pancasila wrote:itulah yang mau saya ingatkan, kata "tidak" dalam ayat tsb, memang hanyalah sebuah tafsir, jadi kalau mau diganti dengan kata lain pun, ya nggak papa, terserah yang bikin tafsir! :rofl:

Ini adalah salah satu "kelebihan" Quran
Pantas Islam bisa dikatakan agama "damai" bisa juga digolongkan sebagai agama "teroris" !
User avatar
abbadul
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby BebasMungkin » Sun Oct 09, 2011 1:55 pm

Captain Pancasila wrote:........................................................................................
Dalam Al Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Di antaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang.

Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu jauh lebih pendek dibanding panjangnya pasak yang terhunjam.

Ketika agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, Al-Quran mementahkan kekaguman sesat mereka itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghunjam sampai 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dahsyat.

Al-Quran menegaskan bahwa fungsi gunung adalah pasak bumi yang memancang ke bawah tanah dengan kokoh. Itu adalah sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir dan baru dikenal. Baru 20 tahun yang lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horisontal lithosfer.
........................................................................................... dll dst

Salah Satu TUJUAN Penulisan diatas adalah ingin "MEN COCOKKAN" Teori SUPERBENUA (Supercontinent)
dengan ayat di bawah ini :
Captain Pancasila wrote: Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? (Q.S. An-Nabaa 78:6-7)
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..." (QS. An-Nahl 161: 15)

Teori SUPERBENUA (Supercontinent) adalah Teori GEOLOGI Ilmiah yg mengatakan bahwa semua BENUA di Bumi ini pada awalnya adalah SATU DARATAN
http://en.wikipedia.org/wiki/Supercontinent

Dan Kemudian Daratan itu Terpecah menjadi BENUA-BENUA, Teori Pergerakan Benua2 tsb adalah Teori Pergeseran Benua, Teori ini kemudian di Kembangkan lagi menjadi Teori Pergerakan LEMPENG TEKTONIK

Tabrakan antara Lempeng2 Tektonik inilah yang membentuk GUNUNG
http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_drift
http://en.wikipedia.org/wiki/Plate_tectonics

Tabrakan Lempeng TEKTONIK inilah Asal Muasal Terjadinya GUNUNG, Penjelasan yg di COPAS oleh TS diatas adalah Teori Terbentuknya GUNUNG, yg kemudian "BERUSAHA" di COCOK kan dgn ayat : Gunung sebagai PASAK yg menyebabkan BUMI tidak Bergoncang atau Bergerak

Benarkah setelah Terbentuknya Gunung, yg menurut ayat ini Sebagai PASAK, Bumi/Benua Tidak Bergerak Lagi??
Menurut Teori Geologi, Pergerakan Lempeng Tektonik/Pergeseran Benua, Terjadi BERULANG KALI

SUPERBENUA/Supercontinent Pertama Yang Cukup Terkenal bagi Ahli Geologi adalah Superbenua RODINIA, Superbenua Rodinia diperkirakan Terbentuk 1400 Juta Tahun yang lalu, Penyatuan 3 sampai 4 Benua, Superbenua Rodinia ini kemudian Berpisah dan Menyatu Kembali, Pergerakan Benua ini menjadikan Tabrakan Lempeng Tektonik yg Membentuk RANGKAIAN PEGUNUNGAN, Para ahli menyebut proses pembentukan rangkaian pegunungan itu dengan nama Grenville Orogeny
http://en.wikipedia.org/wiki/Rodinia
http://en.wikipedia.org/wiki/Grenville_orogeny

Apabila Ayat Gunung sebagai PASAK yg menyebabkan BUMI tidak Bergoncang atau Bergerak, itu BENAR dan dapat di COCOK kan dgn TEORI Pergerakan Lempeng Tektonik (Pergeseran Benua), maka Seharusnya setelah itu BUMI/Benua/Daratan TIDAK Bergerak Lagi Karena SUDAH Terbentuk GUNUNG sebagai PASAK

tetapi Ternyata Pergerakan Tektonik (Pergeseran Benua) menurut Teori dalam Ilmu Geologi TIDAK SELESAI, sampai di situ saja,
Setelah Superbenua Rodinia Terbentuk, Benua2 Tersebut Bergerak Lagi dan TERPECAH lagi dan Kemudian Kembali MENYATU menjadi Superbenua PANNOTIA, Superbenua Pannotia diperkirakan Terbentuk 550 Juta Tahun yang lalu,
http://en.wikipedia.org/wiki/Pannotia

Superbenua Pannotia ini kemudian PECAH lagi kemudian Bersatu Kembali yang Menjadi SUPERBENUA PANGEA, Superbenua ini diperkirakan Terbentuk 250 Juta Tahun yang lalu, Superbenua Pangea inilah menurut Ahli Geologi adalah Cikal Bakal Benua2 yang ada Sekarang
http://en.wikipedia.org/wiki/Pangaea

Terlihat, di Tinjau dari Ilmu Geologi dan Teorinya Bahwa Benua mempunyai SIKLUS SUPERBENUA, Terlihat Bahwa GUNUNG Terbentuk karena Tabrakan Lempeng Tektonik, TETAPI GUNUNG BUKAN PASAK yg menyebabkan BUMI/BENUA TIDAK bergerak lagi, karena ada Tidak adanya Gunung, BUMI/BENUA/Daratan Tetap mempunyai SIKLUS Pergerakan Beberapa Kali
http://en.wikipedia.org/wiki/Supercontinent_cycle

Seharusnya Pergerakan Benua Terhenti saat Superbenua RODINIA, ternyata TIDAK SILUS Superbenua tetap Terjadi, TIDAK ada Pengaruh nya dengan adanya GUNUNG

Bagaimana dengan SEKARANG apakah Siklus Superbenua ini Tetap Terjadi ??
Kalau ada Pertanyaan seperti ini, mengingatkan saya pada GEMPA BUMI,
ya..... Pergerakan LEMPENG TEKTONIK (Pergeseran Benua) memang TETAP terjadi, terbukti dengan adanya Pergerakan Lempeng Tektonik Aktif, yg menjadikan Gempa
http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng

Kesimpulannya adalah GUNUNG BUKAN PASAK yg Membuat Bumi/Benua tidak Bergoncang atau Bergerak Maaf ayat diatas sangat TIDAK COCOK dengan Teori Geologi SIKLUS SUPERBENUA

Trims
User avatar
BebasMungkin
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 536
Joined: Thu Jun 23, 2011 1:50 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby abbadul » Sun Oct 09, 2011 3:55 pm

Membaca keterangan yg sangat jelas diatas,
Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? (Q.S. An-Nabaa 78:6-7)
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..." (QS. An-Nahl 161: 15)

Ayat diatas sebaiknya di :toimonster:

Bagaimana TS ? Jangan lari yaa ...
User avatar
abbadul
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Gunung Sebagai "Pasak"

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Oct 09, 2011 5:45 pm

Captain Pancasila wrote:itulah yang mau saya ingatkan, kata "tidak" dalam ayat tsb, memang hanyalah sebuah tafsir, jadi kalau mau diganti dengan kata lain pun, ya nggak papa, terserah yang bikin tafsir! :rofl:


owh jdi menafsirkan quran itu suka2 ya ? oooowh..saya baru tau, quran yg beredar di seluruh dunia ini ternyata quran tafsir suka2. quran yg lu pake sebagai dasar keyakinan lu ternyata quran tafsir suka2. akhirnya ada muslim yg mengakui klo quran ga punya kredibilitas, lah kitab suka2 :lol:

baiklah, saya ikutin permainan ente. mari kita hilangkan kata tidak nya, karena memang tidak tercantum.

al-anbiya 31 wrote:Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.


oowh, jdi gunung justru berguna utk membuat bumi berggoncang. bukan sebagai pasak demi tujuan sebaliknya. berarti pernyataan berikut boleh dibuang ke tong sampah donk ?

Captain Pancasila wrote:Rasulullah SAW. bersabda, "Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung." Bagaimana mungkin Nabi SAW. yang buta huruf dan hidupnya di abad ke-6 di tengah masyarakat padang pasir, bisa mengetahui tentang gerakan horisontal lithosfer humi yang berfungsi menstabilkan goncangan? Subhanallaah.


Captain Pancasila wrote:jadi, bukannya "tidak akan pernah bergetar lagi", getarannya cuman agak lebih berkurang (dibandingkan jika tidak ada gunung)!


=D> =D> =D>
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Next

Return to Quran & SAINS



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users