. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 05, 2012 2:34 pm

#IndonesiaTanpaJIL Kunjungi Kantor FPI






Kamis, 01 Maret 2012


Hidayatullah--Media jejaring sosial kini semakin trend banyak orang. Berbagai penganut ideologi bahkan mengembangkan pemikiran dan gagasannya menarik massa melalui dunia maya. Jika sebelum ini gerakan #IndonesiaTanpaFPI yang dimotori tokoh berpaham liberal seperti --Guntur Romli dan Ulil Abshar-- secara cepat berkampanye di Twitter dan melahirkan aksi menolak FPI, sebaliknya kini juga lahir gerakan perlawanannya bernama gerakan #IndonesiaTanpaJIL.

Hari Rabu (29/02/2012) kemarin, 16 anggotapendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL bertandang ke Kantor Front Pembela Islam (FPI) guna bersilaturrahmi dan bertabayyun tentang kasus penghadangan warga Dayak Palangkaraya terhadap FPI belum lama ini.

Guna mengetahui informasi secara utuh dan objektif mengenai fakta yang terjadi antara FPI dan masyarakat Palangkaraya. Maka perwakilan Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI), yang melahirkan gerakan #IndonesiaTanpaJIL bertandang ke Kantor DPP FPI untuk meminta informasi langsung.

Kehadiran pendukung #IndonesiaTanpaJIL diterima Langsung oleh Sekjend FPI Ust. Shobri Lubis, Munarman SH dan pengurus DPP FPI lain. Sedang Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab sendiri tidak ada karena sedang ada safari dakwah ke Kota Palembang.

Dalam silahturahim ini Ust Shobri Lubis menyambut baik dan mendukung inisiatif dan kreatifitas anak-anak mudia Islam yang semakin cerdas memaksimalkan dunia internet sebagai salah satu senjata dakwah umat Islam.

Shobri Lubis juga menegaskan agar setiap pemuda Islam tidak buta teknologi. Sebaliknya harus bisa menggunakan teknologi, secara khusus media sosial sebagai sarana untuk meluruskan opini-opini miring terhadap gerakan Islam yang mudah tersebar di masyarakat dari sumber sumber yang salah.

Usaha Pemurtadan

Selain itu Sobri juga menjelaskan kasus FPI di Palangkaraya yang dinilai banyak unsur politis dibandingkan sentimen agama. Menurut Shobri, sebelum ada kasus penolakan, FPI sudah lebih dulu berdiri di Kalimantan Tengah Kabupaten Kuala Kapuas tahun 2006, lalu disusul Kabupaten Sampit pada tahun 2010. Sebelum pengurus FPI datang ke Palangkaraya, FPI satu bulan sebelumnya telah menerima delegasi utusan masyarakat Dayak Seruyan, yang datang ke FPI untuk meminta bantuan perihal permasalahan konflik agrarian yang terjadi di sekitar Palangkaraya.

“Mereka mengetahui FPI bisa membantu, setelah mereka melihat bagaimana FPI memberikan bantuan kepada korban Mesuji beberapa waktu lalu,” jelas Shobri Lubis.

Menurut Shobri, sebelum pengurus FPI ke Palangkaraya, satu bulan sebelumnya pihaknya menerima delegasi utusan masyarakat Dayak Seruyan untuk meminta bantuan perihal permasalahan konflik agrarian yang terjadi di sekitar Palangkaraya setelah melihat di media FPI memberikan bantuan kepada korban Mesuji.

Kasus agraria yang terjadi di Palangkaraya Kabupaten Seruyan, menurut Shobri hampir sama dengan kasus Mesuji. Di mana tanah tanah masyarakat yang memiliki surat surat kepemilikan yang legal dan sah dirampas oleh perusahaan perusahaan yang ada dan anehnya perampasan tanah tersebut didukung oleh penguasa setempat. Bahkan mereka dinilai menggerakkan para preman dan dimotori oleh seorang kriminal.

Sobri juga menjelaskan berita penolakan FPI yang dinilai sarat rekayasa media yang tidak suka dakwah FPI di wilayah tersebut. Faktanya, menurut Shobri, kalangan Dayak Muslim mengeluh pada FPI bahwa telah terjadi usaha-usaha pemurtadan di wilayah itu.

“Dari sekian banyak kasus di sana ada banyak guru dari sekolah sekolah Islam di sana yang diganti dengan guru guru beragama lain. Padahal sekolah sekolah tersebut juga berada di kampung mayoritas Muslim.”

Keresahan keresahan inilah yang akhirnya membuat banyak masyarakat dayak menginginkan FPI berdiri di Palangkaraya.

Sementara itu, salah satu pengurus FPI, Munarman menambahkan agar para penggiat dakwah dunia maya tetap optimis dan jangan gentar.Menurutnya, selama ini kalangan liberal memanfaatkan dunia maya sebagai program edukasi liberalisasi, yang dinilai merupakan salah satu program dari gerakan liberal di Indonesia.

“Mereka semua digaji untuk itu,” tegas Munarman dalam silahturahim yang berlangsung penuh kehangatan.

Munarman berpesan agar para pengguna jejaring sosial jangan terlalu memfokuskan diri untuk meladeni perdebatan kaum liberal atau kalangan Atheis. Ia justru ingin kalangan muda Muslim lebih memperbanyak memperlihatkan kepada umat data dan informasi serta kesesatan ajaran dan pemikiran mereka.

Sementara itu, Aji Teguh Priatno perwakilan Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI), salah satu komunitas yang melahirkan gerakan #IndonesiaTanpaJIL, menjelaskan bahwa anggota KBBI ini sudah menembus seratus orang dan konsisten melakukan silahturahim kepada banyak pihak.

Di sisi lain, laman #IndonesiaTanpaJIL di jejaring Facebook yang dilahirkan KBBI, kini telah digemari sekitar 16.133.

Menutup silaturrahmi, Ust Shobri Lubis mengusulkan agar tiap dua bulan sekali, perwakilan media sosial Muslin bisa ikut dalam rapat DPP FPI untuk memberi masukan dan saling tukar-informasi dengan FPI.

“FPI sangat terbuka dengan masukan masyarakat,” ujar Shobri. Sebelum kehadiran KBBI, tercatat Ibu Fahira Idris, anak dari tokoh Fahmi Idris juga sudah lebih dulu berkunjung untuk bertabayun mengenai beberapa pemberitaan kekerasan tentang FPI.*/thufail


Keterangan foto: Suasana pertemuan antara pegiat media sosial #IndonesiaTanpaJIL dengan FPI/Syakur




Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21423/ ... r-fpi.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 05, 2012 2:35 pm

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL
Share |
KBBI: “Kami Hanya Bersilaturrahmi”






Kamis, 01 Maret 2012


Hidayatullah.com-- Aji Teguh Priatno, perwakilan Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI), salah satu komunitas yang melahirkan gerakan #IndonesiaTanpaJIL, menjelaskan bahwa kedatangannya di Kantor Front Pembela Islam (FPI) bukan untuk mendukung FPI, namun hanya bersilaturrahmi sekaligus bertabayyun kasus Palangkaraya.

Menurut Aji, anggota resmi KBBI ini sudah menembus seratus orang dan konsisten melakukan silahturahim kepada banyak pihak. Adapun tujuan kehadiran 16 orang perwakilan mereka ke Kantor DPP FPI bukan untuk menggalang dukung tapi untuk membangun sinergitas keumatan.

“Anggota KBBI yang anggotanya memang berasal dari keanekaragaman fikrah dan organisasi Islam ini memprioritaskan afiliansi keislaman tanpa memandang latar belakang fikrah ataupun jamaah,” ujar Aji kepada hidayatullah.com, Rabu (28/02/2012) kemarin.

Aji berharap dari silahturahim ini bisa menyatukan visi, hingga hadirnya sinergitas gerakan dakwah dunia nyata dengan dunia maya sebagai salah satu corong komunikasi umat yang bisa dimaksimalkan.

Sementara itu, saat silaturrahmi, Ust Shobri Lubis dari FPI mengusulkan agar agar setiap dua bulan sekali, perwakilan media sosial Muslim bisa ikut dalam rapat DPP FPI untuk memberi masukan dan saling tukar-informasi dengan FPI.

“FPI sangat terbuka dengan masukan masyarakat,” ujar Shobri. Sebelum kehadiran KBBI, tercatat Ibu Fahira Idris, anak dari tokoh Fahmi Idris juga sudah lebih dulu berkunjung untuk bertabayun mengenai beberapa pemberitaan kekerasan tentang FPI.*/thufail


Keterangan: Pertemuan antara pegiat media sosial #IndonesiaTanpaJIL dengan FPI (diwakili Ustad Shobri Lubis)/Syakur


Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21432/ ... 012/kbbi:-“kami-hanya-bersilaturrahmi”.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 05, 2012 2:36 pm

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL
Share |
KBBI Tak Takut Cap “Garis Keras”






Kamis, 01 Maret 2012


Hidayatullah.com--Keprihatinan terhadap banyaknya penyesatan opini di jejaring media sosial telah membuat pengguna media sosial termakan tanggapan atas pemikiran menyimpang yang disebarkan kaum liberalisme, pluralism dan sekulerism hingga atheism yang kian marak di jejaring sosial. Seiring itu, lahir pula komunitas yang menyebut diri sebagai gerakan ‘kounter pemikiran sesat’ di dunia maya yang menamakan diri mereka Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI).

Kata “bigot” sendiri merupakan kata sering digunakan oleh kaum liberal dan pendukungnya guna mengolok olok orang-orang yang menyerang pemikiran liberal. Selain itu, kata olok-olok yang juga sering mereka gunakan adalah kata “fasis”.

Saat terjadi pengepungan pengurus DPP FPI saat berkunjung ke Palangkaraya dan aksi kaum liberal dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Trangender) dalam aksi pembubaran FPI dengan tema #IndonesiaTanpaFPI menjadikan KBBI berinisiatif melahirkan gerakan serupa dengan nama #IndonesiaTanpaJIL yang semakin meledak dengan hadirnya video Fauzi Baadilah di Youtube.

Fauzi Baadilah adalah seorang artis, model iklan, model video klip dan pemain film. Ia pernah membintangi film layar lebar “Mengejar Matahari” pada tahun 2004.

Dalam sebuah tayangan video pendek berdurasi tak lebih satu menit, Fauzi mengangkat telunjuk dengan mengatakan, “Indonesia tanpa JIL” itu digemari banyak orang. Sampai hari Kamis pagi (01/02/2012), gerakan ini di jejaring Facebook telah digemari sekitar 16.133.

Menurut Aji, gerakan KBBI yang membuat #IndonesiaTanpaJIL hanyalah kontra-opini dengan gerakan sebelumnya dari kalangan liberal bernama #IndonesiaTanpaFPI.


Namun ini tak ada kaitannya dengan FPI. Gerakan ini, menurutnya dilakukan tanpa kordinasi dengan pihak manapun, apalagi dianggap bekerjasama dengan FPI. Sebab dirinya dan para penggagas lain, sebelum ini tak mengenal pengurus FPI atau Habib Rizieq.

Meski demikian KBBI tidak takut dengan cap “Islam garis keras” banyak pihak karena dianggap memberi dukungan terhadap FPI.

Aji yang mewakili KBBI menjelaskan lagi bahwa FPI memiliki visi yang sama, yaitu sama-sama menolak Islam liberal dan gagasan pluralisme hingga atheisme.

“Justru dengan silahturahim ini, KBBI bisa menjelaskan ke khalayak melalui jejaring sosial bagaimana kondisi sebenarnya FPI itu secara objektif dari sumber yang sesungguhnya,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Seperti diketahui, hari Rabu (29/02/2012) kemarin, 16 anggota pendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL bertandang ke Kantor Front Pembela Islam (FPI) guna bersilaturrahmi dan bertabayyun tentang kasus penghadangan warga Dayak Palangkaraya terhadap FPI belum lama ini.

Menutup acara silaturrahmi, Ust Shobri Lubis juga telah berpesan agar tiap dua bulan sekali, perwakilan media sosial bisa ikut dalam rapat DPP FPI untuk memberi masukan dan saling tukar-informasi dengan FPI.

“FPI sangat terbuka dengan masukan masyarakat,” ujar Shobri. Sebelum kehadiran KBBI, tercatat Ibu Fahira Idri, anak dari tokoh Fahmi Idris juga sudah lebih dulu berkunjung untuk bertabayun mengenai beberapa pemberitaan kekerasan tentang FPI.*/thufail

Keterangan: Stiker Indonesia Damai Tanpa JIL/Syakur


Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21433/ ... takut-cap-“garis-keras”.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 05, 2012 2:37 pm

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL
Share |
''Tanggal 8 JIL Didirikan, Tanggal 9 Kita Bubarkan''








Kamis, 01 Maret 2012


Hidayatullah.com— Aksi "Indonesia Damai Tanpa Liberal” yang akan digelar pada tanggal 9 Maret 2012 nanti dinilai sangat penting oleh Front Pembela Islam (FPI). Sekjen FPI, Habib Shobri Lubis mengatakan hal itu saat menerima kunjungan Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI) di markas FPI, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat (29/2/2012).

“Perlunya apel umat Islam dalam rangka Indonesia tanpa liberal,” kata Shobri.

Seperti direncanakan, tanggal 9 Maret 2012, bertepatan dengan hari Jumat ada "Apel Umat Islam" bertajuk "Indonesia Tanpa Liberal". Menurut Shobri, meski terbilang bukan hari libur kerja masyarakat umum, salah satu manfaat dipilihnya hari tersebut sebagai waktu aksi agar lebih menjadi perhatian publik. Di mana saat itu, jalur Bunderan Hotel Indonesia yang rencananya dijadikan ajang aksi damai ini akan ramai dilalui.

Selain itu, ada nilai strategis lain dari tanggal 9 tersebut. Sebab, masih menurut Shobri, pada hari Kamis sebelumnya merupakan hari jadi Jaringan Islam Liberal (JIL), organisasi yang bergerak di bidang kebebasan beragama dan pemikiran.

“Kenapa tanggal 9 Maret? Karena tanggal 8 adalah hari lahir JIL. Besoknya, kita bubarkan (JIL),” ujarnya berapi-api saat menerima tamu dari KBBI seraya disambut antusias para hadirin.

Rencananya, lanjut Shobri, aksi tersebut akan dimulai selepas sholat jumat.

Kunjungan KBBI ke FPI sendiri merupakan ajang silaturrahim sebagai sesama umat Islam dan warga negara Indonesia yang peduli dengan persoalan agama dan bangsa. Terutama terkait aktifitas liberalisme di Tanah Air yang sudah sangat meresahkan.

Belakangan ini, aksi “Indonesia Tanpa FPI” yang dipelopori tokoh liberalisme dan aktivis LGBT sempat menjadi topik hangat di media massa beberapa saat lalu melahirkan kontra bernama gerakan #IndonesiaTanpaJIL yang mulai berkampanye di dunia maya hingga dunia nyata.*

Keterangan foto: Sekjen FPI, Habib Shobri Lubis saat berbicara dalam silaturrahim KBBI - FPI


Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21438/ ... kan''.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby dayaknesse » Wed Mar 07, 2012 9:30 am

Guna mengetahui informasi secara utuh dan objektif mengenai fakta yang terjadi antara FPI dan masyarakat Palangkaraya. Maka perwakilan Komunitas Bigot Bigot Indonesia (KBBI), yang melahirkan gerakan #IndonesiaTanpaJIL bertandang ke Kantor DPP FPI untuk meminta informasi langsung.

Objektif...???? :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: ngelawakkkk.....

Sebelum pengurus FPI datang ke Palangkaraya, FPI satu bulan sebelumnya telah menerima delegasi utusan masyarakat Dayak Seruyan, yang datang ke FPI untuk meminta bantuan perihal permasalahan konflik agrarian yang terjadi di sekitar Palangkaraya.

iya...delegasi yg bahkan tdk diakui oleh masyarakat Seruyan itu sndr yg adalah seorang buronan Polda yg skrg lg mendekam di penjara...
:rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: ngelawakkkk.....

kalangan Dayak Muslim mengeluh pada FPI bahwa telah terjadi usaha-usaha pemurtadan di wilayah itu.
“Dari sekian banyak kasus di sana ada banyak guru dari sekolah sekolah Islam di sana yang diganti dengan guru guru beragama lain. Padahal sekolah sekolah tersebut juga berada di kampung mayoritas Muslim.”

hahahahaha...ngelawak beneran nih...
guru dr sekolah Islam diganti dg guru agama lain??? keliatan bgt kan bo'ong nya tuh

salam damai
it's me
User avatar
dayaknesse
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 261
Joined: Sat Feb 11, 2012 3:00 pm
Location: huang "Huma Betang" tu kueh itah "belum hapakat"

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Wed Mar 07, 2012 10:28 am

harusnya di tambah BAB dibelakangnya...GERAKAN INDONESIA TANPA JIL...BAB :lol:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:30 pm

Aksi “Indonesia Damai Tanpa Liberal”
More Sharing ServicesShare | Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on print
Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV








Jum'at, 09 Maret 2012


Hidayatullah.com- Aksi “Indonesia Tanpa Liberal” yang berlangsung sejak siang hingga sore jelang maghrib tadi (9/3/2012) berakhir tanpa kericuhan. Aparat keamanan yang dikerahkan pun tampak seperti “menganggur”. Pada aksi damai yang dihadiri sekitar seribuan massa dari berbagai elemen dan organisasi Islam ini, turut pula sejumlah artis, musisi, masyarakat umum dan banyak lagi.

Sejumlah orator menyatakan bahwa unjuk rasa tersebut merupakan salah satu bentuk sikap umat Islam yang sebenarnya terhadap posisi Jaringan Islam Liberal (JIL) dan gerakan penistaan agama lainnya. Tidak seperti yang digembar-gemborkan media selama ini bahwa masyarakat Indonesia mendukung keberadaan JIL. Terutama, terkait aksi “Indonesia Tanpa FPI” beberapa waktu lalu juga di Bundaran HI.

Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab yang turut berorasi di bagian selatan Patung Selamat Datang juga menganggap pemberitaan sejumlah media arus utama selama ini dianggap berat sebelah.

“Kemarin di tempat ini, ada orang-orang homo, lesbi, bencong dan (aktivis) liberal yang demo cuma lima puluh orang. Tapi semua televisi ikut meliput. Bahkan ada televisi liberal yang ikut menayangkan secara langsung, ” ujar Habib Rizieq lantang.

Pada aksi tersebut, lanjutnya, umat Islam yang hadir ada ribuan. Namun, dia menyinggung bahwa “Indonesia Tanpa Liberal” bisa saja tidak mendapat tempat secara layak di media massa utama.

“Tapi, (meski banyak) jangan mimpi masuk televisi, kenapa? Karena kita bukan bencong, karena kita bukan homo, karena kita bukan lesbi, karena kita bukan koruptor,” sambung Habib Rizieq disambut antusias massa.

Dalam aksi di bawah mendung dan gerimis itu, selain menuntut pembubaran JIL, massa juga menuntut penyelesaian sejumlah persoalan bangsa yang lain, seperti kasus korupsi yang tak kunjung tuntas, kasus penistaan agama, juga semakin bobroknya pemerintahan negara saat ini.

Berdasarkan pantauan hidayatullah.com di lokasi aksi, massa membawa banyak spanduk bertuliskan “Tolak Kenaikan BBM”, “Indonesia Aman Tanpa Ahmadiyah”, dan sebagainya.

Saat longmarch menuju depan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, lalu lintas di Jalan Raya MH. Thamrin sempat terhambat beberapa saat.*

Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21602/ ... uk-tv.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:31 pm

Aksi “Indonesia Damai Tanpa Liberal”
More Sharing ServicesShare | Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on print
Para Artis Ikut Aksi “Indonesia Tanpa Liberal”






Sabtu, 10 Maret 2012


Hidayatullah – Aksi Damai “Indonesia Tanpa Liberal” bertambah menarik dengan hadirnya artis-artis yang turut mendukung gerakan ini. Di antaranya adalah Fauzi Baadillah, Fauzi seorang artis, model iklan, model video klip dan pemain film. Pria yang pernah membintangi film layar lebar “Mengejar Matahari” tahun 2004 ini ikut didaulat menyampaikan orasi.

”Gue tahu gue emang bukan Muslim yang baik, gue juga ngak mau sok suci. Tapi saya adalah Muslim yang menolak semua pemikiran JIL!,” ujarnya disambut takbir.

Gemuruh takbir peserta aksi semakin membakar semangat dengan hadirnya Muhammad Hariadi Nasution atau biasa dipanggil Ombat. Ombat yang juga direktur dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini memiliki latar belakang seorang musisi. Dikenal juga sebagai vokalis sebuah band beraliran keras bernama Tengkorak. Ombat termasuk yang aktif berdakwah dikalangan komunitas Underground.

“Jangan mau terprovokasi budaya liberal, mereka sangat sesat. Mereka adalah fitnah bagi agama ini,” teriak pendiri komunitas Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement) yang laman Facebook-nya sudah mencapai 16.781 anggota ini.

Ombat menjelaskan bahwa generasi muda juga harus dilibatkan dalam setiap permasalahan umat, agar mereka juga tidak menjadi jauh dari ulama mereka.

”Setiap kita harus saling membuka diri, baik yang muda maupun yang tua agar kita yang muda muda ini juga bisa melek bukan cuma ilmu agama tapi disetiap masalah umat ini, yang tua juga jangan eksklusif tapi juga mau merangkul yang muda.”

Ombat berharap maintenance terhadap isu perlawanan liberal ini tidak berhenti pada aksi hari Jumat, (09/03/2012) ini, tapi bisa terus digulirkan.

“Ini adalah pukulan keras untuk gerakan liberal. dan kita harus terus membangun komunikasi. Generasi muda Islam dari berbagai elemen harus dilibatkan, walau hanya melakukan kontra-opini lewat Twitter. Ilmu agama gue juga ngak bagus-bagus amat kok, tapi gue juga perduli sama agama ini, gue ngak mau tinggal diam ketika agama gue di fitnah dengan ide ide liberal,” jelas lelaki yang menguasi berbagai macam ilmu beladiri ini.

Ombat berpesan kepada para generasi muda Islam agar pelan pelan belajar Islam. Dan segera mengambil peran dalam gerakan dakwah dalam kapasitasnya masing – masing.

”Setiap kita harus bisa mengambil peran. Gue di dunia musik, gue bisa rangkul banyak teman teman dan komunitas gue di underground untuk pelan pelan belajar Islam. Yang bisa di parlemen yang berjuang di parlemen, yang bisa di Karang Taruna RT/RW-pun kalau itu bisa membuat umat sadar akan agamanya, yang gue paham seorang Muslim yang tidak berpikir untuk membela agamanya buat gue itu udah termasuk ciri orang munafik,” tambahnya.

Di luar akfitivitasnya sebagai seniman, Ombat juga sering memberikan bantuan advokasi kepada aktivis Islam yang terkena fitnah terorisme.*/thufail

Keterangan: Ombat sedang mengacungkan satu jarinya

Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21606/ ... ikut-aksi-“indonesia-tanpa-liberal”.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:32 pm

Aksi “Indonesia Damai Tanpa Liberal”
More Sharing ServicesShare | Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on print
Muslimin Hadapi Kelompok Kontra yang Didukung Kekuatan Besar






Sabtu, 10 Maret 2012


Hidayatullah –Aksi “Indonesia Tanpa Liberal” berlangsung damai pada hari Jum’at (09/03/2012) kemarin. Acara yang dihadiri sekitar 2000 orang ini mengangkat berbagai macam isu. Di antaranya menolak liberalisme, termasuk gagasan-gagasan yang sering dilontarkan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) yang bermarkas di Utan Kayu hingga protes terhadap liberalisasi Migas yang menyebabkan kenaikan BBM.

Fauzan Al Anshari salah satu pemberi orasi yang juga mantan Ketua Departemen Data Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengatakan umat Islam saat ini menghadapi kekuatan kontra yang berpihak pada paham liberal yang didukung kekuatan besar.

Fauzan juga mengingatkan pentingnya umat Islam untuk lebih dewasa memahami gerakan intelijen yang selalu membangun perpecahan dan mengadu-domba antara ormas dan gerakan Islam.

”Umat Islam sering bergerak dengan penuh semangat, namun sedikit yang memiliki intelektualitas. Kita perlu duduk bersama dan menyepakati musuh bersama. Selama umat Islam terus disibukkan dengan memperdebatkan perbedaan, maka kita akan terus dilemahkan oleh infiltrasi intelijen ke dalam tubuh umat Islam. Target dari setiap operasi intelijen ini juga melemahkan setiap langkan internalisasi Islam, di mana ada gagasan sinergitas umat di situ intelijen hadir untuk memecah belah dengan fitnah dan adu-domba antar gerakan,” jelasnya.

Menurut Fauzam, demokrasi sebagai anak sulung liberalisme merupakan aset pemecah belah umat yang paling efektif. Karena itu semua pihak seharusnya menyadari satu kelompok gerakan saja tidak akan mampu menyelesaikan semua permasalahan keumatan yang ada di negara ini.

Sementara itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab berorasi menjelaskan bedanya jika aksi dilakukan FPI dan kaum homo. Meski jumlah FPI jauh lebih banyak dan kalangan homo puluhan, tetapi media lebih menarik membela kaum homo, ujarnya. [baca; Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV]

“Tapi, (meski banyak) jangan mimpi masuk televisi, kenapa? Karena kita bukan bencong, karena kita bukan homo, karena kita bukan lesbi, karena kita bukan koruptor,” sambung Habib Rizieq disambut antusias massa.”*/thufail

Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21607/ ... besar.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:34 pm

Aksi “Indonesia Damai Tanpa Liberal”
More Sharing ServicesShare | Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on print
Habib Rizieq: FPI Bubar, Ganti ”Front Perdamaian Islam”






Sabtu, 10 Maret 2012


Hidayatullah–-Front Pembela Islam (FPI) menanggapi surat teguran dari Departemen Dalam Negeri yang kabarnya telah dilayangkan ke organisasi itu. Menurut salah satu anggota Dewan Syuro FPI, Jafar Sidiq, keberadaan organisasinya dilindungi undang-undang. Jadi tak ada alasan dan tidak ada yang bisa membubarkannya.

“Tidak ada yang bisa membubarkan FPI,” ujarnya saat ditemui di sela – sela aksi “Indonesia Tanpa Liberal” hari Jum’at (09/03/2012) di Bundaran HI.

Menurutnya, selama ini keberadaan FPI tidak melanggar UUD-45 dan selalu mempertanggungjawabkan secara hukum di setiap hal yang telah dilakukannya. Sebaliknya ia justru menyalahkan kelompok liberal yang dinilai telah melanggar sila pertama dan dinilai anti-Pancasila.

”FPI selalu ikut prosedur, Justru yang harus ditindak itu adalah gerakan liberalisasi. Mereka– mereka inikan melanggar sila pertama dari ideologi Ketuhanan Yang Maha Esa. Liberal melecehkan jati diri bangsa ini dengan melecehkan nilai nilai ketuhanan. Yang sebenarnya anti Pancasila itu mereka bukan FPI,” jelasnya.

Ia menilai, surat Departemen Dalam Negeri memang sarat kepentingan politis. Sebab surat teguran itu diberikan setelah kasus Palangkaraya terjadi di mana FPI justru yang menjadi korban dari ancaman kekerasan. Bahkan Rumah Salah satu pengurus FPI di Palangkaraya ada yang dihancurkan oleh orang orang suruhan.

Karenanya, menyikapi surat teguran pemerintah itu, FPI berencana menarik semua berkas mereka dari Departemen Dalam Negeri.

“Keberadaan FPI adalah hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul, namun masalahnya pemberitaan sering tidak sesuai dengan fakta. FPI selalu menginformasikan permasalahan keumatan kepihak terkait untuk diselesaikan secara hukum, namun selalu berlarut – larut. Lihat saja kasus Ahmadiyah hingga gereja-gereja liar. Kami tidak melanggar UUD 45, justru FPI akan menarik semua berkasnya dari Departemen Dalam Negeri dan ini juga akan diikuti oleh ormas – ormas Islam lainnya.”

Sementara itu, dalam orasinya, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab mengatakan, jika FPI dibubarkan, ia akan memakai nama baru.

“Kalau Front Pembela Islam dibubarkan, kita bikin dengan nama baru lagi, bisa Front Perdamaian Islam atau Fron Pecinta Islam yang tetap disingkat FPI.”*/thufail



Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21612/ ... ar,-ganti-”front-perdamaian-islam”.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:35 pm

Aksi Indonesia Tanpa Liberal
More Sharing ServicesShare | Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on print
FPI: Tanpa Demo pun Jakarta Macet






Ahad, 11 Maret 2012


Hidayatullah.com—Koordinator lapangan Aksi Damai Indonesia Tanpa Liberal, Awit Masyhuri menolak aksi umat Islam kemarin sebagai biang kemacetan. Hal itu dikatakannya menyusul pemberitaan sejumlah media yang lebih memilih melaporkan kemacetan ketimbang maksud aksi umat kemarin.

“Tanpa demo pun, Jakarta macet,” kata Awit kepada hidayatullah.com, Jumat (09/03/2012) di Bundaran HI dalam "Aksi Indonsia Damai Tanpa Liberal" yang dihadiri tidak kurang 3000 massa dari umat Islam.

Awit mengakui aksi kemarin memang menimbulkan kemacetan, tapi kendaraan masih bisa bergerak. Lagi pula, katanya, aksi itu juga tidak diadakan setiap hari.

Awit menilai aksi kemarin juga tidak menimbulkan kemacetan yang terlalu ektrim seperti yang disebabkan demo belasan ribu buruh yang memblokir jalan tol Cikampek 21 Januari lalu.

Awit menilai, media massa yang membuat laporan seperti itu karena selama ini selalu sinis jika yang melakukan aksi adalah kalangan Muslim dan FPI. Sikap pilih-kasih itu sangat kentara dibanding aksi segelintir aktivis LGBT yang didukung media massa.*



Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/read/21614/ ... macet.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Re: GERAKAN INDONESIA TANPA JIL

Postby Laurent » Mon Mar 12, 2012 2:36 pm

Artis Fauzi Baadilla: Aksi Ini Untuk Mengedukasi Masyarakat Dari Pengaruh JIL
Diposting Jum'at, 09-03-2012 | 14:36:22 WIB

Fauzi Baadilla mengatakan bahwa gerakan #IndonesiaTanpaJIL dan Aksi Apel Siaga Umat Islam untuk #IndonesiaTanpaLiberal (#IndonesiaTanpaJIL) yang digagas FUI di Bundaran HI siang ini, (09/03/2012) adalah aksi untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mengetahui dan memahami pemikiran-pemikiran nyeleneh JIL yang menyesatkan dan meresahkan.

"Gerakan ini untuk mengedukasi pemikiran nyeleneh JIL," katanya kepada MuslimDaily.Net di tengah-tengah aksi damai #IndonesiaTanpaLiberal siang ini, di HI, (09/03/2012).

Artis Fauzi Baadila yang selama ini dikenal sebagai salah satu aktor film Indonesia yang vokal dalam melawan pemikiran liberalisme dan Jaringan Islam Liberal tampak hadir dalam Aksi Apel siaga Umat Islam untuk #IndonesiaTanpaLiberal (#IndonesiaTanpaJIL) yang digagas FUI di Bundaran HI siang ini, (09/03/2012).

Oji, panggilan akrabnya, sengaja hadir di bundaran HI untuk mendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL dan Liberal. Ia tampak tidak peduli meskipun hujan turun dengan deras. Ia tetap ikut aksi damai yang digagas FUI ini.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.33 WIB, Apel siaga Umat Islam untuk #IndonesiaTanpaLiberal (#IndonesiaTanpaJIL) sempat harus disambut dengan turunnya hujan deras yang mengguyur Jakarta.

Namun kemudian setelah pukul 13.52 WIB, hujan deras yang sebelumnya mengguyur Bundaran HI dan Jakarta mulai mereda dan massa umat Islam yang datang semakin banyak dalam Aksi Apel siaga Umat Islam untuk #IndonesiaTanpaLiberal (#IndonesiaTanpaJIL) yang digagas FUI di Bundaran HI siang ini.

Sebagaimana diketahui, aksi Apel Siaga Umat Islam untuk Indonesia Tanpa Liberal yang berlangsung siang ini (09/03/2012) bermula dari gerakan #IndonesiaTanpaJIL yang sebelumnya muncul di twitterland sebagai reaksi spontan dari para pegiat Twitter yang resah akibat kampanye gerakan #IndonesiaTanpaFPI yang diusung oleh aktivis-aktivis JIL yang sempat membanjiri timeline Twitter, beberapa hari sebelum tanggal 14 Februari 2012 (baca: Gerakan Anti FPI JIL Direspon Pengguna Twitter Dengan Gerakan Indonesia Tanpa JIL).

Aksi umat Islam siang ini juga dimaksudkan untuk mendesak pemerintah agar melaksanakan rekomendasi MUI untuk melarang pemikiran-pemikiran sesat Pluralisme, Sekulerisme, dan Liberalisme agama (SEPILIS). MUI pernah membuat Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia bernomor: 7/Munas VII/MUI/11/2005 pada tahun 2005 tentang haramnya ajaran Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama. Maka dari itulah umat Islam mendesak pemerintah agar membubarkan organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan liberal seperti Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sangat meresahkan umat dan rakyat. (muslimdaily)

http://www.muslimdaily.net/berita/lokal ... pajil.html
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users