. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

GENDER - WARISAN BAGI WANITA - HUKUMAN BAGI WANITA MURTAD

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.

GENDER - WARISAN BAGI WANITA - HUKUMAN BAGI WANITA MURTAD

Postby talenta » Fri Feb 22, 2008 9:04 am

talenta wrote:
ali5196 wrote:siapa yg mau memulai diskusi dgn topik ini http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 4936a08ddi di Forum Wanita ? :? :?


SAYA :)


Salam Persahabatan...
Bahwa saya telah menyanggupi untuk MEMULAI berdiskusi tentang topik diatas.

ali5196 wrote:PERLAKUAN TERHDP MUSLIMAH YG MURTAD


Topik yang ditawarkan memang interesting dan important , terlebih lagi ini menyangkut WANITA yang itu artinya mau tidak mau kita harus memulai pembahasan tentang GENDER :)

Setelah saya berulang-ulang, saya mencoba merangkum topik yang ditawarkan menjadi 3 SUB TOPIK yaitu :
I. APAKAH ISLAM [AL-QUR'AN] MENGENAL KESETARAAN GENDER ?
II. HUKUM WARIS
III. DEFINISI MURTAD DAN HUKUMANNYA

dan masing-masing penjelasan akan saya akhiri dengan pertanyaan-pertanyaan bagi saudara-saudara muslim yang ada di FFI ini :)
------------------------------


I. APAKAH ISLAM [AL-QUR'AN] MENGENAL KESETARAAN GENDER ?

I. DEFINISI GENDER

Istilah Gender adalah sebuah perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku, jadi secara umum istilah gender digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi sosial budaya psikologis, dan aspek-aspek non biologis lainnya. Studi gender lebih menekankan pada aspek maskulinitas (masculinity) atau feminitas (femininity).

Kalau kita membicarakan masalah gender dalam islam pasti ngga bisa lepas dari adanya si Adam dan Hawa dong yah. Dalam islam [penggunaan bahasa] , ayat-ayat yang menjelaskan mengenai adam dan hawa selalu menggunakan KATA GANTI untuk DUA ORANG [ dlamir mutsana]
Contoh :
Secara bersama-sama memanfaatkan fasilitas surga [ al-baqarah 35 ]
secara bersama-sama digoda syaiton [ al-A'raf 20 ]
secara bersama-sama makan buah khuldi dan secara bersama-sama dibuang ke bumi [al-a'raf 22 ]

Menurut ajaran islam....ukuran kemuliaan di sisi Tuhan adalah prestasi dan kualitas tanpa membedakan etnik dan jenis kelamin [referensi ayat :al-Hujurat 13]. Ditegaskan juga bahwa....Islam [Al-Qur'an] tidak menganut faham the second sex yang memberikan keutamaan kepada jenis kelamin tertentu, atau the first ethnic, yang mengistimewakan suku tertentu. Pria dan wanita dan suku bangsa manapun mempunyai potensi yang sama untuk menjadi 'abid dan khalifah [ referensi ayat : al-Nisa'124 dan al-Nahl 97].

Baca penegasan ini :
[bahwa SECARA TEORI ] Islam memberikan kemerdekaan bagi wanita untuk :
:arrow: Memiliki KEMERDEKAAN /KEMANDIRIAN dalam hal politik/al-istiqlal al-siyasah [ referensi ayat : al-Mumtahanah 12]

:arrow: Memiliki KEMERDEKAAN /KEMANDIRIAN dalam hal ekonomi al-istiqlal al-iqtishadi [ referensi ayat An-Nahl 97]

:arrow: Memiliki KEMERDEKAAN /KEMANDIRIAN dalam menentukan pilihan-pilihan pribadi/al-istiqlal al-syakhshi yang diyakini kebenarannya, sekalipun harus berhadapan dengan suami bagi wanita yang sudah kawin [ al-Tahrim 11] atau menentang pendapat orang banyak (public opinion) bagi perempuan yang belum kawin [ at-Tahrim 12 ] <<<<< PERHATIKAN INI !!!!


PERTANYAAN BAGI SAUDARA MUSLIM
based on AT-TAHRIM 11 yang dijadikan referensi ayat atas kemerdekaan seorang wanita menentukan pilihan yang diyakini benar.
"Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim"

1. Bagaimana islam menyikapi sebuah kasus apabila seorang istri terjajah oleh kezaliman suaminya ?

2. Apakah jika seorang ISTRI menjadikan MURTAD sebagai solusi atas kezaliman suaminya dianggap SALAH ? WHY ???


===============================


II. HUKUM WARIS [Kitabul Faraidh] BAGI WANITA ISLAM

Pertama saya ingin menyampaikan tentang, AHLI WARIS DARI GOLONGAN WANITA adalah :
(1) anak perempuan, (2) ibu, (3) anak perempuan (dari keturunan anak laki-laki), (4) nenek (ibu dari ibu), (5) nenek (ibu dari bapak), (6) saudara kandung perempuan, (7) saudara perempuan seayah, (8) saudara perempuan seibu, (9) istri, (10) perempuan yang memerdekakan budak.


Pembagian WARIS bagi wanita :

1- Terkadang dia mendapat bagian yang sama dengan pria, sebagaimana yang terjadi dengan saudara dan saudari satu ibu, ketika bergabung mereka akan menerima bagian yang sama.
2- Terkadang dia mendapat bagian yang sama atau lebih sedikit dari pria, sebagaimana yang terjadi dengan ayah dan ibu, jika terdapat bersama keduanya putra mayit yang laki atau laki dan perempuan, maka setiap dari ayah dan ibu akan menerima seperenam, dan jika yang ada hanya keturunan mayit yang perempuan saja, maka untuk ibu seperenam dan untuk ayah seperenam beserta sisa harta ketika tidak ada ashobah.
3- Terkadang wanitapun akan mendapat setengah dari bagian laki-laki, dan inilah yang lebih umum.
alasannya adalah :"bahwa Islam telah mewajibkan kepada laki-laki beberapa beban dan kewajiban dari hartanya, pada saat hal tersebut tidak diharuskan terhadap wanita, seperti pembayaran mahar (mas kawin), menyediakan rumah, memberi nafkah kepada istri dan anak, membayar diyat, sementara wanita tidak diwajibkan bagi mereka untuk memberi nafkah, tidak terhadap dirinya dan tidak pula terhadap anak-anaknya"
<<<< korelasinya dengan :arrow: Memiliki KEMERDEKAAN /KEMANDIRIAN dalam hal ekonomi al-istiqlal al-iqtishadi [ referensi ayat An-Nahl 97]


Yang TIDAK BERHAK memperoleh warisan

Jawaban :
ali5196 wrote:Halangan terhdp Hak Waris
http://huquq.com/maghniyah/inheritance.htm

Aliran2 Islam menyebutkan 3 halangan terhdp hak waris:
a. Perbedaan agama,
b. Pembunuhan dan
c. Perbudakan. Kami akan melewatkan pembahasan ttg perbudakan dan akan membahas kedua kasus diatas


Saya tambahkan lagi :
Orang Yang Tidak Berhak Mendapat Harta Waris
:arrow: Ar-Riqqu Atau Hamba Sahaya
:arrow: Al-Qatil Atau Membunuh Orang Yang Akan Mewariskan
:arrow: Ikhtilaffud Din Atau Berlainan Agama Dan MURTAD

Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa haji muhammad saw berkata : “Tidak boleh orang Muslim mewarisi harta orang kafir, dan tidak boleh orang kafir mewarisi harta orang Muslim” [Hadits Riwayat Bukhari 6 - 2484]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata : “Mereka tidak mendapatkan harta waris karena antara keduanya putus hubungan secara syar’i.
Si Tuhan islam menyatakan kepada Nabi NUH AS ketika anaknya MURTAD : “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik” [Hud : 46]

Ada dua perkara, bolehnya lain agama mewarisinya :
Pertama : Al-Wala. Yaitu orang yang memerdekakan budak, dia mendapatkan warisan budak yang telah dimerdekakannya, walaupun lain agama. <<<<<< PERHATIKAN INI !!!!!
Kedua : Kerabat yang kafir lalu masuk Islam sebelum pembagian harta.
Dua hal diatas dinamakan HAJIB WASHAF [keberadaannya seprti tidak adanya, karena mereka tidak mendapat harta waris]

:arrow: Al-Muthallaqah Raj’iah Atau Talak Raj’i Yang Telah Habis Masa Iddahnya
:arrow: Al-Muthallaqah Al-Bainah Atau Talak Tiga
:arrow: Al-Laqit Atau Anak Angkat
:arrow: Ibu Tiri Atau Bapak Tiri
:arrow: Auladul Li’an Atau Anak Li’an
:arrow: Auladuz Zina Atau Anak Yang Lahir Hasil Zina

PERTANYAAN BAGI SAUDARA MUSLIM

1. Mohon definisikan apa itu HARTA WARIS ?

2. (a) Apabila harta bawaan istri [diperoleh sebelum menikah], lalu kemudian istri MURTAD. Bagaimana "status" harta istri tersebut?
(b) Dan apakah ada sanksi yang dijanjikan oleh si Tuhan Islam kepada pihak-pihak yang merampas harta tersebut dari tangan si wanita yang murtad ? [mohon dilengkapi dengan dalil ]

3. Perhatikan mengenai ORANG BEDA AGAMA yang boleh MEWARISI, disebut ALWALA, bahwa yang diwariskan terhadapnya adalah BUDAK [MANUSIA]. Apakah dalam Islam, pemeluk agama lain sekalipun berbentuk manusia lalu dianggap "KOMODITI" sehingga bisa diwariskan ? [buat saya ini sungguh tidak manusiawi. HARTA BENDA tidak boleh diwariskan ketika beda agama , tetapi HARTA NYAWA DAN TUBUH bisa diwariskan :(]


Kalau memungkinkan dan nemu dalilnya, mohon jawaban disertai dalil yang jelas.

==================
To Be Continue....
User avatar
talenta
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1761
Joined: Mon Feb 11, 2008 7:27 am
Location: NKRI

Postby talenta » Fri Feb 22, 2008 10:45 am

III. DEFINISI MURTAD DAN HUKUMANNYA

Definisi Murtad : Meninggalkan dan atau keluar dari ajaran Islam baik secara niat [niyyatun] dan perbuatan/tingkah laku [khuluqun]untuk kemudian memeluk dan atau menjalankan ajaran diluar Islam.

Murtad masuk dalam satu tindakan yang kufur dan hina [ihtaqoro], bahkan Islam menganggap murtad adalah sebuah perbuatan yang keji [fasyaa'i]. karena murtad dianggap menghina[yahtaqiru]:(1)Islam, (2)Allah SWT, dan (3) Muhammad SAW.

Si Tuhan Islam bilang : “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah [134]. Dan berbuat fitnah [135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” [Al=Baqarah 217]


HUKUMAN BAGI ORANG MURTAD :

I . HUKUMAN UTAMA [BUNUH ]
:arrow: Sebelum hukuman bunuh diberikan, islam memberikan “kesempatan” kepada si murtad untuk bertobat. Cara islam menerapkan hukum pertaubatan ini dengan cara si murtad harus menjalankan beberapa hal dibawah ini:
- kembali mengucapkan kalimat syahadat
- membuat pengakuan apa yang menjadi penyebab dia murtad, untuk kemudian berikrar akan meninggalkan ajaran selain islam
- menyatakan dengan ikrar [diluar pembacaan syahadat], bahwa dia sungguh-sungguh telah bertaubat atas sikapnya mempercayai dan atau menjalankan ajaran diluar islam, dan akhirnya mengakui Tuhan itu cuma satu = ALLAH dan MUHAMMAD = Nabi akhir jaman. :)

:arrow: Apabila saran bertaubat diabaikan. Maka hukuman utama [BUNUH] WAJIB dilaksanakan dengan cara HUKUMAN PANCUNG. Sebagaimana yang tertulis dalam hadist (1)”bagi siapa yang KELUAR dari islam hendaklah DIBUNUH” [Hadis riwayat al-Bukhari], (2)Hadist yang diriwayatkan oleh ABU MUSA AL-ASYARI RA,” nabi berkata pergilah engkau ke negeri Yaman, kemudian baginda mengantarkan Muaz bin Jabal. Ketika Muaz sampai ke tempat Abu Musa, Abu Musa menjemput Muaz dengan memberikan bantal dan mempersilahkan duduk, sedangkan di majelis itu ada seorang yang badannya diikat, Muaz bertanya, Ada apa dengan orang ini? Abu Musa menjawab, dulu dia Yahudi kemudian dia memeluk islam dan sekarang kembali menganut agama Yahudi. Muaz berkata, AKU TIDAK AKAN DUDUK SAMPAI ORANG INI DIBUNUH TERLEBIH DAHULU [hadist riwayat al-bukhari dan Muslim]

BAGAIMANA HUKUMAN UTAMA [BUNUH] YANG DITERAPKAN KEPADA WANITA ?
ali5196 wrote:
Menurut Shafi´i, Hanbali dan Maliki:
Hukuman bagi murtad wanita sama dgn murtad lelaki. Selama 3 hari ia harus diminta utk kembali kpd Islam, sebelum kematiannya, karena kemungkinan orang zalim telah membingungkan pengertiannya; shg ada kemungkinan ia bisa dibebaskan dari kebingungannya. Menawarkan sang murtad sebuah batas waktu utk bertobat sudah disetujui.

Menurut sebuah tradisi yg disampaikan Daruqutni, mengutip Djabir b. Abdillah, nabi menawarkan Islam kpd seorang wanita bernama Ummu Rumman yg murtad. NABI saw (DAMAI DAN RAHMAT ALLAH BESERTANYA ! :shock: ) mengatakan, "Bagus jika ia bertobat. Jika tidak, IA HARUS DIBUNUH, karena sbg murtad ia harus diperlakukan sbg wanita yg memerangi Muslim, ditawan dlm perang suci (jihad); dan oleh karena itu halal utk membunuhnya dgn pedang…"


maliki:
Kematian seorang wanita yg sedang menyusui harus ditunda sampai waktu menyusui bayinya selesai dan tidak ditemukan seorang pengganti yg dapat menyusui bayinya, atau jika bayi itu tidak dapat menerima wanita lain selain ibunya. Kematian seorang wanita menikah dan janda cerai yg diberikan opsi utk kembali ke Islam (talaqu radj'a) juga harus ditunda. Bagi janda cerai yg menolak utk kembali ke Islam, ia harus dibunuh tanpa ragu2, kecuali ia sedang datang bulan (bahkan jika ia menstruasi sekali dalam lima tahun).

Kalau ia tidak datang bulan, karena kondisi badan lemah atau menopause yg diragukan, ia harus dibiarkan selama 3 bulan, kalau2 ia hamil. Kalau ia ternyata tidak hamil, ia harus segera dibunuh setelah diminta utk bertobat. Jika tidak menikah, ia tidak boleh dibebaskan dari hukuman.

Hanafi:
Wanita murtad tidak boleh dibunuh; tetapi jika ia membunuh orang lain, ia tidak boleh dipenjara, entah ia wanita bebas atau budak, karena nabi melarang bahwa wanita harus dibunuh. Lebih baik utk menangguhkan hukuman di Akhirat, karena mempercepat hukuman hanyalah melanggar konsep ‘tribulation’(?) (mabada' al-Ibtila'). Satu2nya pengecualian adalah bagi Darul Harb/Wawasan Perang. Namun, wanita di masa perang, lain dgn lelaki, tidak berada dlm bahaya nyata, jadi sang murtad wanita harus diperlakukukan seakan ia belum pernah menjadi Muslim.


Wanita murtad harus dipenjara sampai ia kembali ke Islam atau mati, [b]dihukum pecut 39 kali per hari – yg merupakan hal yg tidak kurang dari kematian; pecutan yg tidak terputus2 akhirnya akan mengakibatkan kematian. [/b]Ia harus dipenjara karena ia, setelah menjadi Muslim, tidak memberi Allah apa yg menjadi hakNya; shg ia harus diwajibkan agar menebus hak2Nya ini dgn pemenjaraannya.

Menurut tradisi dlm al-djamius's-sagir, sang wanita, entah bebas ataupun budak, harus di paksa utk kembali memeluk Islam. Seorang gundik harus dipaksa oleh pemiliknya, karena adanya dua hak disini : hak Allah dan hak pemiliknya. Wanita bebas yg murtad tidak akan diperbudak asal ia berada dlm Darul Islam. Tetapi ia harus DIPUKULI secara eksesif setiap hari, guna memaksanya utk kembali ke Islam dan mendapatkan kembali budayanya; kalau tidak, suami Muslimnya akan mewarisi seluruh hartanya.

Abu Yusuf, mengutip Abu Hanifa, mengutip Asem Ibn Abi al-Gunud, mengutip dari Abi Razin, mengutip dari Ibn Abbas mengatakan: "Jangan membunuh wanita jika mereka murtad dari Islam. Mereka harus dipenjara, ditawarkan kesempatan utk kembali ke Islam dan lalu dipaksa utk kembali ke Islam."

Dikutip dari Ibn Umar bahwa seorang wanita dibunuh saat berlangsungnya salah satu perebutan kawasan oleh nabi. Oleh karena itu, rasulullah – saw (DAMAI BESERTANYA) – melarang pembunuhan wanita dan anak2. Muhamad meriwayatkan:
"Kami diberitahu bahwa Ibn Abbas mengatakan, 'Jika seorang wanita murtad dari Islam, ia harus dipenjara.'" Pendapat ini bukan pendapat yg harus ditafsirkan.

Ada bukti bahwa Hanifi mengatakan bahwa murtad wanita tidak boleh dibunuh tetapi hanya diPENJARA DAN DIPUKULI. (‘hanya’ ????) :roll: :shock: :shock: :shock:


II . HUKUMAN ALTERNATIF [PENJARA]

Bahwa si murtad akan dipenjarakan hingga dia melakukan pertaubatan, dan selama dalam penjara, bagi lelaki WAJIB kerja rodi dan cambuk, serta bagi wanita tidak wajib kerja rodi tetapi tetap dicambuk [omg :(]

III . HUKUMAN KEPEMILIKAN [PENGAMBIL ALIHAN HARTA]

Bahwa SELURUH harta si murtad, diHALALkan untuk DIAMBIL ALHI/DIRAMPAS/DIMILIKI oleh (1)Pemerintahan [pemerintahan islam tentunya], (2) kelompok [dalam hal ini adalah organisasi islam], dan (3)keluarga.
Harta akan dikembalikan kepada si murtad apabila dia sudah bertobat. :(

Saudara Muslim, mari kita berdiskusi bersama disini....
----------------- 1 -------------------
Hukum bunuh seperti di atas telah pun dijalankan oleh sahabat-sahabat Rasulullah S.A.W., antaranya Abu Bakar r.a., Umar bin al-Khattab dan Ali bin Abu Talib r.a. sewaktu pemerintahan masing-masing. Dan hukuman bunuh ini dinyatakan TIDAK BERTENTANGAN dengan azas KEBEBASAN BERAGAMA. Karena MURTAD bagi islam tidaklah sama dengan BEBAS BERAGAMA :(.

MURTAD dan KEBEBASAN BERAGAMA dinyatakan sebagai dua hal yang BERBEDA.
Pertanyaannya adalah : DIMANA LETAK PERBEDANNYA ? Mohon disertai dalil.

----------------- 2 -------------------
Jika dirangkum dari I,II dan III. Saya ingin menyertakan ayat ini “ Islam[al-Qur'an] menyerukan perang terhadap suatu negeri yang menindas kaum perempuan" [AN-NISSA 75]

Pertanyaannya adalah :
(1) Apa saja yang masuk kategori PENINDASAN terhadap perempuan dalam Islam? ,
(2) Apakah merampas KEMERDEKAAN memilih agama - Perampasan harta - hukuman cambuk - hukuman bunuh tidak masuk kategori PENINDASAN Bagi perempuan ?

----------------- 3 -------------------
Berikut SURAT AL KHAFIRUN :
1. Kul ya ayuhal khafiruun..."katakanlah : hai orang-orang kafir"
2. Laa A'budhu maa tha' budhuun .... " Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah"
3. Wala antum abiduuna maa a'bud...Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4. Wala ana abidhuuma abaatum...Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. Wala antum abidhuuna maa a'bud....dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. LAKUMDIINUKUM WALIIYADIIN....Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Pertanyaannya adalah : Berikan PENAFSIRAN [ terjemahan kan sudah tuh ] atas AYAT diatas dalam SIKAP IMAN ISLAM !

----------------- 4 -------------------
HUKUM MAYAT ORANG MURTAD = HARAM

Mayat orang murtad yang dihukum bunuh (1) tidak boleh diurus seperti mayat-mayat orang Islam, (2) tidak perlu dimandi kerana dia telah keluar dari Islam, (3) tidak boleh
disembahyangkan kerana sembahyang mayat ke atas orang kafir adalah haram.

[ referensi ayat : "Jangan kamu sembahyang ke atas seorang pun yang mati dari orang-orang kafir itu selama-lamanya" at -Taubah 84]

Jadi yang kita bahas disini adalah MAYAT HASIL DIHUKUM BUNUH ... oke :)

Pertanyaannya adalah : (1) Tindakan apa yang dianjurkan oleh al-qur'an dan atau hadist atas mayat tersebut ? [ menghela napas.com :( ]

---------------
Demikian dari saya....untuk memenuhi kesanggupan saya kepada BUNG ALI untuk mendiskusikan ini. Dan besar harapan saya. ini akan sungguh-sungguh menjadi sebuah DISKUSI SEHAT tanpa ada makian yang disengaja[ karena benci kemurtadan] dan atau dipaksakan [karena tidak mampu menjawab]
---------------

[ menunggu jawaban ]
User avatar
talenta
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1761
Joined: Mon Feb 11, 2008 7:27 am
Location: NKRI

Re: GENDER - WARISAN BAGI WANITA - HUKUMAN BAGI WANITA MURTA

Postby ali5196 » Wed Feb 27, 2008 9:49 pm

talenta wrote:
2. (a) Apabila harta bawaan istri [diperoleh sebelum menikah], lalu kemudian istri MURTAD. Bagaimana "status" harta istri tersebut?

(b) Dan apakah ada sanksi yang dijanjikan oleh si Tuhan Islam kepada pihak-pihak yang merampas harta tersebut dari tangan si wanita yang murtad ? [mohon dilengkapi dengan dalil ]

3. Perhatikan mengenai ORANG BEDA AGAMA yang boleh MEWARISI, disebut ALWALA, bahwa yang diwariskan terhadapnya adalah BUDAK [MANUSIA].

Apakah dalam Islam, pemeluk agama lain sekalipun berbentuk manusia lalu dianggap "KOMODITI" sehingga bisa diwariskan ? [buat saya ini sungguh tidak manusiawi. HARTA BENDA tidak boleh diwariskan ketika beda agama , tetapi HARTA NYAWA DAN TUBUH bisa diwariskan]



INI NIH DUA PERTANYAAN PENTING ! Jawab ini dulu deh ! Dgn pendek & jelas yah ... LIM ! Tenks.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby talenta » Sun Mar 30, 2008 3:41 pm

Masya Wolloh....yang vieh dah lebih 500 tetapi belum juga anda yang menjawab

naseb naseb ..... ngakak.com
User avatar
talenta
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1761
Joined: Mon Feb 11, 2008 7:27 am
Location: NKRI

Postby STRIKER » Thu Apr 24, 2008 3:12 pm

talenta wrote:Masya Wolloh....yang vieh dah lebih 500 tetapi belum juga anda yang menjawab
naseb naseb ..... ngakak.com


Sungguh disayangkan, topik sebagus ini tidak ditanggapi oleh muslim yang ada diforum ini. Ataukah itu bisa dijadikan indikator bahwa kualitas netter Muslim tidak bisa mengimbangi pola pikir kaum murtad dan kafir ?
User avatar
STRIKER
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 210
Joined: Wed Apr 23, 2008 11:56 pm

Re: GENDER - WARISAN BAGI WANITA - HUKUMAN BAGI WANITA MURTAD

Postby OsamaMn » Sun Jan 10, 2010 9:42 am

Sbelumnya salam kenal buat smuanya.. Gw mw nambahin aja ne, bahwa sbenernya gk ada ayat Al-Qur'an yang menyatakan klo orang murtad itu wajib dibunuh, Tlong jangan trz hina islam.. ne link nya http://mrdayson.multiply.com/journal/item/7 :yawinkle:
OsamaMn
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 6
Joined: Sun Jan 10, 2010 9:28 am

Re: GENDER - WARISAN BAGI WANITA - HUKUMAN BAGI WANITA MURTAD

Postby DHS » Sun Jan 10, 2010 6:24 pm

OsamaMn wrote:Sbelumnya salam kenal buat smuanya.. Gw mw nambahin aja ne, bahwa sbenernya gk ada ayat Al-Qur'an yang menyatakan klo orang murtad itu wajib dibunuh, Tlong jangan trz hina islam.. ne link nya http://mrdayson.multiply.com/journal/item/7 :yawinkle:

Hai OsamaMn,

Selamat datang!

Rupanya anda harus berjabat-tangan dulu dengan kong PP di sini:

post536999.html

Bahkan untuk puteri tunggalnya sendiripun dia rela membunuh jika ia murtad! Walaupun dengan berat hati, tetapi itu adalah perintah Auwloh dalam Qur'an.

Misi nanya: anda sudah qatam qur'an?

Anda jangan terus menghina islam dengan cara kurang mendalami islam dengan baik.
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm


Return to Hak WANITA dlm Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users