. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Postby nopain » Thu May 03, 2012 11:00 pm

ateis-minang-facebook.jpg


http://pekanbaru.tribunnews.com/2012/01 ... kimi-massa

Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook, Alexander Dihakimi Massa



TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG- Alexander Aan (30), yang membuat heboh di dunia hingga nyaris diamuk massa gara-gara aktivitas di grup "Atheis Minang" di situs jejaring sosial Facebook, ternyata sudah tidak percaya Tuhan sejak masih bocah.

Pegawai negeri sipil di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, itu dikenal sebagai murid pintar di sekolah. Tapi baru 2008 ia mulai terang-terangan mengungkapkan pahamnya itu.

Alexander sendiri lahir dari keluarga beragama Islam. Keluarganya tidak mengerti mengapa Alexander lantas banting setir jadi seorang atheis.
"Ya dia kemungkinan juga banyak baca buku-buku mengerti paham itu. Dia orangnya pintar," kata Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz, Jumat (20/1).

Alexander didatangi puluhan pemuda Pulau Punjung, Dharmasraya, di depan kantor Bappeda pada Rabu (18/1) lalu karena aktivitasnya sebagai admin yang dinilai menghina agama di grup Fecebook "Atheis Minang".

Aparat polsek Pulau Punjung yang mendapat laporan ada keributan, langsung membawa Alexander ke kantor polisi. Khawatir dengan keselamatannya, ia kemudian dipindahkan ke Polres Dharmasraya.

Sementara grup Facebook "Atheis Minang" sempat nonaktif selama beberapa jam pada Kamis (19/1). Namun, pada Jumat sudah kembali diaktifkan admin yang lain.

Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya kemarin menetapkan Alexander sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal berlapis karena diduga menistakan agama, menghina, dan memalsukan identitas.

Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz mengatakan, Alexander tidak diusut karena keyakinannya, namun karena berbagai tindakannya yang menistakan agama tertentu.

"Kami sudah memperoleh bukti dan pengakuan tersangka. Yang dijadikan model atau bahan-bahan (penistaan) adalah ayat-ayat Alquran. Alquran kan milik umat Islam. Ini penistaan agama," jelasnya.

Alexander bakal dijerat dengan Pasal 156a KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Selain itu, polisi juga menjerat pemilik akun Facebook, Alex Aan, tersebut dengan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang (UU) No 8 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan terancam pidana penjara enam tahun serta denda Rp 1 miliar.

Tidak cukup di situ, Alexander juga terancam pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat terkait dengan pencantuman agama Islam di dalam identitas yang ia gunakan ketika masuk sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dharmasraya. Pasal itu memuat ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun.

"Dia ditanya waktu daftar PNS kamu tulis apa? Dia bilang Islam biar tidak kontroversial. Ditanya wartawan juga dia ngakunya atheis," ungkap Chairul.

Saat ini, kata Chairul, pihak kepolisian masih dalam tahap pemeriksaan, termasuk saksi yang juga sebagai pelapor. "Saksi dalam kasus ini, yaitu LSM Pandam dan MUI Dharmasraya," ujarnya.

Penelusuran ke halaman grup Facebook "Atheis Minang", ada pengakuan dari adminnya terkait dengan Alexander. Kutipannya menjelaskan, "Alex Aan memang sempat menjadi salah satu admin Atheis Minang, namun itu tidak lama. Ia belum lama dijadikan admin dan saat ini status admin Sdr. Alex Aan telah kami hapuskan dan segala posting yang telah dikirimnya juga telah dihapus."

Sementara itu Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Gusrizal Gazahar, menyatakan akan melakukan penelitian terhadap kasus tersebut. "Kita belum bisa menyimpulkan karena butuh penelitian dan dialog dengan pihak yang terkait dengan kasus ini," ujarnya.

Dosen IAIN Imam Bonjol Padang itu menambahkan, ada dua kemungkinan dalam kasus ini Pertama, karena tidak matangnya dasar ilmu keagamaan pelaku dan mungkin juga ada intervensi dari pihak luar.
"Tugas kita di MUI memberi pencerahan. Jika itu memang keyakinan dari dirinya, ada proses untuk tobat, yaitu Istitabah. Semoga pelaku sadar atas perbuatannya yang telah meresahkan masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan status kepegawaiannya di Pemkab Dharmasraya, Bupati Dharmasraya Adi Gunawan mengatakan masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan. "Kita menghormati proses hukum. Jika sudah ada kepastian hukum, nanti baru kita proses secara administrasi kepegawaian," ujarnya. (ti/dtc/mi)
User avatar
nopain
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 83
Joined: Mon Apr 05, 2010 10:03 pm

Re: Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Postby nopain » Thu May 03, 2012 11:16 pm

harusnya alex aan gabung di sini aja ya... :roll:

nekat dia, akibatnya ya gitu :axe:

kasian amat ](*,)
User avatar
nopain
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 83
Joined: Mon Apr 05, 2010 10:03 pm

Re: Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Postby CrimsonJack » Fri May 04, 2012 11:43 am

Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya kemarin menetapkan Alexander sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal berlapis karena diduga menistakan agama, menghina, dan memalsukan identitas.


Kenapa nda ada muslim Islam garis keras yang terjerat pasal berlapis begini ya?
User avatar
CrimsonJack
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2113
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Postby Pembawa_Pete » Fri May 04, 2012 1:09 pm

Lucu ya?

A: "Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan"
Muslim: "Ouwwooh barbar!!"
Bak buk bak buk , A dihakimi massa oleh muslim-muslim yang tersakiti hatinya.
A masih harus dihukum karena menghina agama (Islam) namun massanya tidak tersentuh hukum.
ironis. Negara yang aneh! Agama yang seharusnya gak kenapa2 hanya karena kata2, dilindungi mati2an.
Tapi nyawa orang, gak dihargai.

THIS IS BERRRYYYYYYY ISLAMIC
And this is happening in ALL muslim majority countries!

@Muslim yang mengaku moderat:
Ada penjelasan mengenai agama yang ngakunya diridhoi OUWOH ini?
User avatar
Pembawa_Pete
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 757
Joined: Mon Aug 09, 2010 11:26 am

Re: Gara-Gara Mengaku Atheis Minang di Facebook

Postby nopain » Fri May 04, 2012 2:27 pm

http://www.harianhaluan.com/index.php?o ... &Itemid=71

Aleksander Ateis Berniat Kembali ke Islam

DHARMASRAYA, HALUAN—Aleksander Aan yang sem­pat menguncang Ranah Mi­nang dengan keyakinan ateis­nya, berniat untuk kem­bali ke ajaran Islam sebagai mana agama yang telah dianut sebelumnya.

Niat dan keinginan itu dikemukakan Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama LKAAM Dharmas­raya usai menjenguk Alek­s­an­der Aan di Mapolres Dhar­masraya, Selasa (24/1).

“Saya butuh waktu dan proses untuk mengembalikan keyakinan saya ke agama Islam,” katanya.

Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Datuk Rajo Pangulu yang didampingi pengurus LKAAM Dharmasraya Zulfi­kar Atut dan Kapolres AKBP Chairul Aziz di ruang kerja Kapolres Dharmasraya dalam bincang-bincangnya dengan Alexander sempat ditanya­kan, perkembangan dan ala­san apa yang membuat Alek­san­der berubah keyakinan sehingga meninggalkan Islam?

“Adakah dahulu di seko­lah atau di surau men­dapat­kan pengetahuan agama Is­lam,” kata M Sayuti ke­pada Aleksander.

M Sayuti Datuk Rajo Pangulu berharap, agar Aleksander, yang meru­pakan anak kemenakan orang Minangkabau, bisa kembali masuk ajaran Is­lam sebagaimana agama yang dianutnya dulu. Selain itu, berharap Aleksander nanti bisa menjadi pen­dakwah ajaran Islam.

Hal yang sama juga di­sam­paikan pengurus LKAAM Dharmasraya, Zulfikar Atut Dt Panghulu Bosau. Ia me­minta agar Aleksander bisa membawa pemahamannya kembali seperti semula.

Alek­san­der diharapkan juga memikirkan dampak terhadap keluarganya yang sangat berharap agar ia kembali ke Islam. Kemudian bisa kembali bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dhar­masraya seperti semula. Mendengar “ceramah” itu, Alek­s­ander, yang merupakan alumni Unpad ini, mengatakan, perubahan keyakinan dalam dirinya menjadi ateis, yang tak mempercayai Tuhan, sejak tahun 2008.

“Saya ateis tanpa dipengaruhi orang lain, hanya semata-mata logika perpikir saya. Pikiran itu telah ada sejak SD dulu,” papar Aleksander di depan para ninik mamak dan Kapolres Dharmasraya.

Alasan lainnya, tambah Alek­san­der lagi sembari memper­tanyakan, kenapa Tuhan yang memiliki kekuasaan segala-galanya tetap membiarkan kejahatan-kejahatan terjadi di dunia? Dan kenapa penganut-penganut agama juga selalu menjelek-jelekkan penganut agama lainnya?

“Setelah saya berpikir sekian lama dengan logika saya sendiri, pada tahun 2008 itu saya menyim­pulkan tidak percaya dengan Tuhan,” ungkap tanpa beban.

Aleksander menilai, sikap toleransi dan saling menghargai antara sesama merupakan hal yang mesti diterapkan, agar kedamaian selalu bisa diterapkan. “Meski pun saya saat ini menganut pema­haman tidak meyakini Tuhan itu ada, namun saya tidak mau dan tidak pernah mempengaruhi dan mengajak keluarga untuk mengikuti pemahaman saya itu. Juga tidak pernah mengajak orang lain,” paparnya. Setelah memaparkan alasan-alasannya itu, Aleksander akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya berniat berniat kembali menganut agama Islam, dan kem­bali ke ajaran Islam.

“Untuk kembali ke ajaran Islam, saya membutuhkan proses dan waktu untuk bisa membawa pemikiran saya tersebut,” ungkap Aleksander yang jadi tersangka dan kini ditahan di Mapolres Dhar­masraya.


:stun: :stun: :stun:

yg penting idup dan brnapas bro, seperti kata George Carlin ; "I wanna live. I don’t wanna die. That’s the whole meaning of life: Not dying! " :finga:

sedih juga sih... :roll:
User avatar
nopain
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 83
Joined: Mon Apr 05, 2010 10:03 pm


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users