From: edizal
To: minang
Sent: Tuesday, June 20, 2006 6:07 PM
Subject: [m] Apa itu Ahmadiyyah?
Ahmadiyyah
Ahmadiyyah (Urdu: احمدیہ Ahmadiyyah) atau sering pula disebut
Ahmadiyah, adalah sebutan untuk pengikut ajaran Mirza Ghulam Ahmad,
seorang yang mendirikan gerakan ini yang lahir pada 13 Februari 1835
dan wafat 26 Mei 1908 di India.
Ahmadiyyah juga merupakah suatu jamaah dalam Islam.
Sejarah penyebaran di Indonesia
Ahmadiyyah masuk ke Indonesia tahun 1935, tapi penganutnya mengklaim
telah menyebarkan ajaran sejak tahun 1925.
Tahun 2000, mendiang khalifah Ahmadiyah dari London, Tahir Ahmad,
bertemu dengan Presiden Abdurahman Wahid.
Perkembangan
Kini Ahmadiyah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB
dan lain-lain. Basis-basis Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat dan
Lombok telah diserang massa (2002/2003) karena dianggap mengandung
ajaran sesat.
Kontroversi ajaran Ahmadiyah
Menurut sudut pandang umumnya umat islam, ajaran Ahmadiyah (Qadian)
dianggap melenceng dari ajaran Islam sebenarnya karena mengakui Mirza
Ghulam Ahmad sebagai Nabi yaitu Isa Al Masih dan Imam Mahdi, hal yang
bertentangan dengan pandangan umumnya kaum muslim yang mempercayai
Nabi Muhammad sebagai nabi Terakhir walaupun masih menunggu
kedatangan Isa as dan Imam Mahdi.
Sementara itu pengikut Ahmadiyah Lahore mengaku mempercayai Mirza
Ghulam Ahmad hanya sebagai Mujaddid dan tidak disetarakan dengan
posisi Nabi Muhammad, sesuai keterangan Ahmadiyyah Lahore untuk
Indonesia yang berpusat di Yogyakarta.
Ahmadiyah Menurut Ahmadi
Nama Ahmadiyah mengindikasikan kebangkitan kembali agamanya Al-Quran
dan suatu dakwah yang terlahir berdasar bimbingan Ilahi kepada sang
Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Sebutan Ahmadi atau Ahmadiyat hanyalah
sebagai pembeda bagi Muslim Ahmadi dari umat Muslim lainnya yang
masih saja sedang menunggu kedatangan Al-Masih dan Imam Mahdi yang
Dijanjikan. Muslim Ahmadi meyakini bahwa pendiri Jemaat mereka adalah
Al-Masih yang Dijanjikan tersebut.
Sekarang ini, penganut dari semua agama besar di dunia masih sedang
menunggu kedatangan kedua kalinya dari pendiri agama mereka. Apakah
pesan dan fungsi dari masing-masing pembaharu itu akan sama dan
identik? Ataukah masing-masing dari mereka membawa pesan sendiri-
sendiri yang berbeda dan bertentangan satu sama lain dengan pesan
dari para guru akbar tersebut pada saat Kedatangan yang Kedua kalinya
itu? Jika pesan mereka adalah identik satu sama lain maka akan
diperlukan lebih dari satu wujud guna menyampaikan pesan dan memberi
teladan yang selaras dengan yang dimaksud. Kalau sampai pesan-pesan
itu saling bertentangan, maka kedatangan sekian banyak pembaharu,
alih-alih menciptakan kedamaian, pemenuhan ruhani dan kesatuan, malah
hanya akan membuncahkan permusuhan, perselisihan dan chaos.
Al-Quran seperti juga kitab-kitab suci agama lainnya, mengandung
nubuatan-nubuatan akbar mengenai kemunculan seorang guru universal
dan pembaharu di akhir zaman, yang akan menghidupkan kembali dan
memperbaharui keimanan kepada Tuhan serta membawa persatuan,
kedamaian dan kepuasan ruhani. Umat Muslim seperti juga umat
Kristiani, sama sedang menunggu kembalinya sang Al-Masih dan juga
turunnya Imam Mahdi. Umat Buddha juga sedang mengharapkan kedatangan
kembali Buddha, sedangkan umat Hindu menunggu kembalinya Krishna.
Semua nubuatan itu terpenuhkan dalam kedatangan wujud satu orang.
Karena Tuhan itu Maha Esa, maka kebenaran tidak bisa terbagi dan
petunjuk bagi umat manusia serta penawar dari segala penyakit zaman,
tentunya juga harus berbentuk satu, komprehensif dan konsisten.
Pada tahun 1835, di sebuah desa bernama Qadian, di daerah Punjab,
India, lahir seorang anak laki-laki bernama Ghulam Ahmad yang
kemudian diagungkan sebagai sang Mujaddid dari zaman ini oleh para
cendekiawan Muslim. Ia bukan seorang anak laki-laki biasa. Orang
tuanya Muslim dan ia tumbuh dewasa menjadi seorang Muslim yang luar
biasa. Sejak awal kehidupannya, Mirza Ghulam Ahmad sudah amat
tertarik pada telaah dan khidmat agama Islam. Beliau sering bertemu
dengan individual Kristiani, Hindu atau pun Sikh dalam perdebatan
publik serta menulis dan bicara tentang mereka. Hal ini menjadikan
lingkungan keagamaan menjadi tertarik kepadanya dan beliau jadinya
dikenal baik oleh para pimpinan komunitas.
Semua mereka itu, baik Hindu, Kristiani atau Muslim, sependapat bahwa
hidup beliau bersih dari cacat cela, selalu menunjukkan belas kasih
dan perhatian kepada yang lainnya dan selalu bersikap jujur dan lurus
dalam semua urusannya. Beliau dipercaya oleh semua orang. Singkat
kata, orang-orang mengenal beliau sebagai orang yang paling terhormat
dan dipercaya, seseorang yang tidak pernah mau kompromi jika
menyangkut kebenaran dan keadilan. Walau orang-orang Kristiani, Hindu
dan Sikh amat tidak sependapat dengan beliau mengenai hal-hal
keagamaan, mereka mengakui kesucian kehidupan dan karakter pribadi
beliau. Bahkan para ulama Muslim pun menganggap beliau sebagai
pembela Islam.
Hazrat Ahmad.as mulai menerima wahyu Ilahi sejak usia muda dan dengan
berjalannya waktu maka pengalaman perwahyuannya berlipat kali secara
progresif. Setiap wahyu yang diterimanya kemudian terpenuhi pada
saatnya, sebagian di antaranya yang berkaitan dengan masa depan masih
menunggu pemenuhannya. Dakwah beliau menyatakan diri sebagai Imam
Mahdi dan Masih Maud di lakukan di akhir tahun 1890 dan
dipublikasikan ke seluruh dunia. Pernyataan beliau seperti juga
halnya para Pembaharu Ilahiah lainnya seperti Nabi Isa dan
Muhammadsaw langsung mendapat tentangan luas. Sebelum menyatakan diri
sebagai Masih Maud, Allahswt telah menjanjikan melalui wahyu bahwa:
‘Aku akan membawa pesanmu sampai ke ujung-ujung dunia.’
Wahyu ini memberikan janji akan adanya dukungan Ilahi dalam
penyebaran ajaran Jemaat yang telah dimulainya di dalam Islam.
Mentaati perintah Tuhan, Hazrat Ahmadas menyatakan diri sebagai Al-
Masih bagi umat Kristiani, sebagai Mahdi bagi umat Muslim, sebagai
Krishna bagi umat Hindu, dan lain sebagainya. Jelasnya, beliau adalah
Nabi yang Dijanjikan bagi masing-masing bangsa dan ditugaskan untuk
menyatukan umat manusia di bawah bendera satu agama. Muhammadsaw,
Nabi Suci umat Islam adalah seorang nabi yang membawa ajaran yang
bersifat universal dan sosok Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang
menyatakan diri sebagai Al-Masih yang Dijanjikan, juga menyatakan
dirinya tunduk dan menjadi refleksi dari Muhammad, Khataman Nabiyin.
Menjelaskan tentang tujuan diutusnya wujud Masih Maud, beliau
menjelaskan:
‘Tugas yang diberikan Tuhan kepadaku ialah agar aku dengan cara
menghilangkan hambatan di antara hamba dan Khalik-nya, menegakkan
kembali di hati manusia, kasih dan pengabdian kepada Allah. Dan
dengan memanifestasikan kebenaran lalu mengakhiri semua perselisihan
dan perang agama, sebagai fondasi dari kedamaian abadi serta
memperkenalkan manusia kepada kebenaran ruhaniah yang telah
dilupakannya selama ini. Begitu juga aku akan menunjukkan kepada
dunia makna kehidupan keruhanian yang hakiki yang selama ini telah
tergeser oleh nafsu duniawi. Dan melalui kehidupanku sendiri,
memanifestasikan kekuatan Ilahiah yang sebenarnya dimiliki manusia
namun hanya bisa nyata melalui doa dan ibadah. Di atas segalanya
adalah aku harus menegakkan kembali Ketauhidan Ilahi yang suci, yang
telah sirna dari hati manusia, yang bersih dari segala kekotoran
pemikiran polytheistik.’ (Khutbah Islamiah, h. 34)
Hazrat Masih Maud.as menekankan peningkatan nilai-nilai akhlak dan
keruhanian serta mematuhinya secara ketat dalam segenap lingkup
kehidupan. Hasilnya ialah beliau telah berhasil mengukuhkan suatu
komunitas beranggotakan banyak orang yang hidup berdasar petunjuk dan
teladan beliau, mengikuti ajaran Islam selaras dengan fitrat dan
kemampuannya masing-masing. Pola dan tradisi yang beliau terapkan
telah menjadi jaringan alamiah dalam diri para anggota komunitas
tersebut sehingga bisa dikatakan kalau Jemaat yang beliau dirikan itu
adalah satu-satunya yang mencerminkan tujuan hakiki kehidupan manusia
dan cara-cara pencapaiannya.
Menyusul wafatnya Hazrat Masih Maudas pada tahun 1908, para Muslim
Ahmadi memilih seorang pengganti beliau sebagai Khalifah. Sistem
khilafat merupakan rahmat Ilahi yang turun setelah seorang nabi dan
meneguhkan solidaritas, kohesi dan persatuan di antara para mukminin.
Sosok Khalifah merupakan pimpinan keruhanian dan administratif dari
Jemaat Islam Ahmadiyah. Pimpinan tertinggi dari Jemaat Ahmadiyah di
seluruh dunia pada saat ini (2002) adalah Hazrat Mirza Tahir Ahmad
(1928-2003)yang berkedudukan di London dan terpilih sebagai Khalifah
keempat pada tahun 1982. Beliau ini memiliki bakat spiritual dan
mendapat petunjuk samawi, penuh dengan ilmu pengetahuan,
kebijaksanaan dan kerendahan hati.
Pengetahuannya mengenai sejarah dan dunia Islam bersumber pada telaah
Islam sepanjang hayat. Beliau banyak berjalan ke berbagai negara dan
cermat mengamati budaya dan masyarakat lainnya. Tidak terbilang
pidato dan kuliahnya berkaitan dengan topik keagamaan dan telah
menjawab ribuan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah-masalah di
masa kontemporer ini. (Pada tahun 2003 terpilih Khalifah V yaitu
Mirza Masroor Ahmad atba).
Dengan bimbingan seorang Khalifah, Jemaat ini selalu berada di
barisan terdepan dalam khidmat dan kesejahteraan kemanusiaan. Banyak
sudah sekolah-sekolah, klinik dan rumah sakit yang didirikan di
berbagai negeri. Dalam rumah-rumah sakit tersebut, mereka yang papa
dan miskin dirawat secara gratis. Pada saat-saat bencana alam di
seluruh dunia, Jemaat ini selalu membantu secara sukarela untuk
menolong mereka yang terkena dan akan terus demikian Insha Allah,
baik secara finansial atau pun phisikal, tanpa membedakan agama,
warna kulit atau pun bangsa. Jemaat ini juga telah memiliki jaringan
televisi global yang bernama MTA International yang mengudara
duapuluh empat jam sehari dalam beberapa bahasa dunia. Layanan ini
diberikan tanpa memungut biaya.
Di negeri mana pun mereka tinggal, Muslim Ahmadi selalu mematuhi
hukum di tempat itu serta memberikan kesetiaannya kepada negeri
kediamannya dan kepada bangsa yang mendiaminya.
Dunia ini yang telah demikian banyak menyaksikan tragedi seabad
terakhir dan yang sekarang juga masih belum lepas dari kungkungannya,
sesungguhnya sedang berada di tepi jurang mala petaka yang pasti tiba
sebagai ganjaran dari keserakahan, sikap mementingkan diri sendiri,
prasangka dan terutama sekali karena ketiadaan keadilan yang absolut
dan hakiki. Hazrat Masih Maudas telah memberikan petunjuk bagi
manusia akhir zaman ini tentang bagaimana berperilaku di tengah
komunitas dunia guna mencapai kedamaian dan keharmonisan. Beliau
berujar:
‘Nasihatku kepada kalian adalah agar kalian ini menjadi teladan
dalam semua kebaikan. Jangan sampai kalian malas dalam melaksanakan
kewajiban kalian kepada Tuhan dan jangan juga mengabaikan kewajiban
kalian kepada sesama manusia.’ (Malfuzat vol. II, h. 298)
Hazrat Masih Maud.as telah diberitahukan bahwa pesan-pesannya akan
sampai ke pelosok-pelosok dunia. Dari tempat terpencil di Qadian
tersebut, sekarang Jemaat ini berkat rahmat Allahswt, telah menyebar
ke lebih dari 170 negara di dunia dan populasinya sudah demikian
banyak dimana sebanyak 80 juta manusia telah baiat ke dalam Jemaat
pada tahun lalu (artikel ini ditulis tahun 2002). Saya sendiri
mengakui kebenaran Ahmadiyat lebih dari 14 tahun yang lalu dan
sedetik pun saya tidak pernah menyesalinya, bahkan saya bersyukur
setiap hari kepada Tuhan karena telah menuntun saya kepada ajaran
universal yang bernama Islam. Saya tidak tertarik kepada agama ini
karena paksaan, karena anda tidak bisa memaksakan hati untuk
mencintai sesuatu. Saya tertarik karena keindahan ajarannya dan orang-
orang yang melaksanakan ajaran tersebut yang menyebut diri mereka
sebagai Muslim Ahmadi.
Jemaat Islam Ahmadiyah meyakini dirinya sebagai perwujudan dari Islam
hakiki. Fungsinya adalah untuk mempersatukan manusia dengan sang
Khalik-nya dan menciptakan kedamaian, baik di tingkat individual mau
pun kolektif. Saya menganjurkannya bagi siapa saja yang ingin mencari
makna kehidupan yang hakiki.
Sumber: Wikipedia Indonesia
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages
You are receiving Individual Emails Change Delivery Settings
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe


