




sergius wrote:Benarkah seperti itu yang diatuliskan di Quran??? Kalo gak dapat jodoh cari di negara lain???
Gw gak OOT. Kalo muslimah boleh berkarir dan berkarya, maka poligami bukan lah solusi untuk wanita yang ditinggal oleh suaminya atau yang telah menjadi janda.
Toh, mereka bisa mandiri tanpa harus menerima bantuan berupa kelamin lelaki.

Nurman Numeiri wrote:sergius wrote:Benarkah seperti itu yang diatuliskan di Quran??? Kalo gak dapat jodoh cari di negara lain???
Gw gak OOT. Kalo muslimah boleh berkarir dan berkarya, maka poligami bukan lah solusi untuk wanita yang ditinggal oleh suaminya atau yang telah menjadi janda.
Toh, mereka bisa mandiri tanpa harus menerima bantuan berupa kelamin lelaki.
Halah, apakah semuanya harus ditulis dalam Al-Quran?
Ttg wanita karir, silakan aja. Pertanyaannya, apakah semua wanita
bisa seperti itu?
Menurut saya sih, wanita tidak hanya perlu uang untuk hidup,
dia perlu perlindungan, belaian kasih sayang, kehidupan sexual,
dll dll yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan bekerja.
Kalau memang ada wanita yang bisa jadi single parent .. good,
silakan aja, dan ndak usah kawin/poligami. Masalahnya, bisakah
semua wanita yang ditinggal suaminya seperti itu?
Ada juga yang nanya? Ya kawinnya ndak usah sama yang udah punya
istri donk, jejaka2 kan masih banyak? ya bagusss .. kalau
jejakanya ada yg mau, kalau ndak ada yang mau?
Monggooo ....
*Nn.

Poligami bukan saja tidak wajib tapi memang tidak bisa dijalankan. Muslimah2 yang gw kenal semua mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang bisa berlaku adil kecuali si nabi itu... walau menurut gw si nabi juga tidak dapat berlaku adil namun dia diperbolehkan karena dia adalah seorang nabi.gaston31 wrote:@serg
poligami tuh salah satu solusi Islam ketika wanita lbh bnyk dr ce. klo pria lbh banyak jumlahnya, maaf, gw blm nemu solusinya dr Quran. coba elo cari de solusi dr agama lain..
n skali lg, poligami bkn kwajibn. jika memng di china kekurangan wanita, knp muslim hrs memaksakn diri utk poligami?
klo pemerintah china membuat peraturan utk melarang polygami dinegerinya, krn fakta diatas, muslim dsana jg hrs tunduk n patuh, krn poligami hukumny bkn wajib!

Kenapa tidak mampu? Ada banyak tuh di dunia kisah seorang single mother. Baca chicken soup lah.....gaston31 wrote:@serg
Gw gak OOT. Kalo muslimah boleh berkarir dan berkarya, maka poligami bukan lah solusi untuk wanita yang ditinggal oleh suaminya atau yang telah menjadi janda.
=======
tentu saja bukan solusi.
silahkn saja tuh wanita berkarir, jd dia bs menolak utk dipinang utk jd istri ke-2.
gw kira klo seorng wanita itu tangguh n mampu mandiri scr finansial, ga akan lah dia mau dijadikan istri ke-2.pasti dia akan cari co yg single!

Jelas harus dong.... Bukan kan Quran dan hadith itu pedoman untuk menjalankan Islam? Kalo gak dituliskan artinya bukan sesuatu yang Islami lah.Nurman Numeiri wrote:Halah, apakah semuanya harus ditulis dalam Al-Quran?
Bisa.... jangan kan wanita, pria juga bisa. Semuanya bisa selama ada niat. Seorang manusia yang bervisi tinggi akan mengejar prestasi. Kita tau bahwa setiap manusia bisa mati tapi manusia bisa meninggalkan cerita dan sejarah yang berguna untuk generasi berikutnya.Ttg wanita karir, silakan aja. Pertanyaannya, apakah semua wanita
bisa seperti itu?
Wanita karir dan yang berkarya tidak seperti robot. Dia punya teman, punya anak (seorang janda), punya orang tua, punya saudara, dan lain2 yang bisa membuat dia hidup normal. Bila memang dia memiliki cinta terhadap seorang pria, ya itu normal. Tapi tidak ada wanita yang normal yang bersedia dipoligami. Poligami jelas merugikan wanita.Menurut saya sih, wanita tidak hanya perlu uang untuk hidup,
dia perlu perlindungan, belaian kasih sayang, kehidupan sexual,
dll dll yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan bekerja.
Jarang nonton tivi y? Buka wawasan anda akan dunia internasional. Dunia tidak hanya diberitakan tentang perang Israel dan Palestina.Kalau memang ada wanita yang bisa jadi single parent .. good,
silakan aja, dan ndak usah kawin/poligami. Masalahnya, bisakah
semua wanita yang ditinggal suaminya seperti itu?
Pria cenderung menjauhi wanita yang berkarir. Khususnya bila posisi dan gajinya melebihi si pria. Hal ini sangat disayangkan sekali. Mengapa pria cenderung demikian? Karena pria sudah terbiasa dengan pandangan yang mengharuskan pria / suami berpenghasilan lebih dr wanita / istri.Ada juga yang nanya? Ya kawinnya ndak usah sama yang udah punya
istri donk, jejaka2 kan masih banyak? ya bagusss .. kalau
jejakanya ada yg mau, kalau ndak ada yang mau?
Monggooo ....
*Nn.


gw kira klo seorng wanita itu tangguh n mampu mandiri scr finansial, ga akan lah dia mau dijadikan istri ke-2.pasti dia akan cari co yg single!

Phoenix wrote:
Auloh aja kaga mau diduakan koq...kenapa istri harus mau diduakan??? Laki2 aja kaga mau diduakan koq, kenapa wanita harus mau diduakan?
hear.... hear.....
kalo awloh aja ogah di duain, kenapa nyuruh2 manusia ngeduain, bahkan ngeduapuluhduain?, ( kayak muhammad ) apa gue mesti maksa jadi nabi dulu dan ngaku di doain awloh biar bisa ngumbar napsu?

sergius wrote:Jelas harus dong.... Bukan kan Quran dan hadith itu pedoman untuk menjalankan Islam? Kalo gak dituliskan artinya bukan sesuatu yang Islami lah.Nurman Numeiri wrote:Halah, apakah semuanya harus ditulis dalam Al-Quran?Bisa.... jangan kan wanita, pria juga bisa. Semuanya bisa selama ada niat. Seorang manusia yang bervisi tinggi akan mengejar prestasi. Kita tau bahwa setiap manusia bisa mati tapi manusia bisa meninggalkan cerita dan sejarah yang berguna untuk generasi berikutnya.Ttg wanita karir, silakan aja. Pertanyaannya, apakah semua wanita
bisa seperti itu?Wanita karir dan yang berkarya tidak seperti robot. Dia punya teman, punya anak (seorang janda), punya orang tua, punya saudara, dan lain2 yang bisa membuat dia hidup normal. Bila memang dia memiliki cinta terhadap seorang pria, ya itu normal. Tapi tidak ada wanita yang normal yang bersedia dipoligami. Poligami jelas merugikan wanita.Menurut saya sih, wanita tidak hanya perlu uang untuk hidup,
dia perlu perlindungan, belaian kasih sayang, kehidupan sexual,
dll dll yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan bekerja.Jarang nonton tivi y? Buka wawasan anda akan dunia internasional. Dunia tidak hanya diberitakan tentang perang Israel dan Palestina.Kalau memang ada wanita yang bisa jadi single parent .. good,
silakan aja, dan ndak usah kawin/poligami. Masalahnya, bisakah
semua wanita yang ditinggal suaminya seperti itu?Pria cenderung menjauhi wanita yang berkarir. Khususnya bila posisi dan gajinya melebihi si pria. Hal ini sangat disayangkan sekali. Mengapa pria cenderung demikian? Karena pria sudah terbiasa dengan pandangan yang mengharuskan pria / suami berpenghasilan lebih dr wanita / istri.Ada juga yang nanya? Ya kawinnya ndak usah sama yang udah punya
istri donk, jejaka2 kan masih banyak? ya bagusss .. kalau
jejakanya ada yg mau, kalau ndak ada yang mau?
Monggooo ....
*Nn.
Dunia sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. Sekarang manusia tidak hanya hidup untuk memenuhi bumi (beranak cucu). Manusia hidup sebagai manusia apa adanya. Tidak ada doktrin yang membelenggu manusia dan mengharuskan seorang manusia untuk berkembangbiak. Dan karena ini lah, sebagian orang bahkan memilih hidup sendiri.
Islam cenderung memandang hidup sendiri tanpa nikah sebagai sesuatu yang tabu. Dapat dilihat dari pola pikir yang menyatakan bahwa populasi wanita yang lbh banyak dari pria mengharuskan semua wanita di jodohkan kepada pria dan beberapa pria bisa dapat lebih dari 1 yang namanya poligami. Dengan demikian, Islam tidak menghargai hak dan kebebasan si wanita sebagai manusia. Perlu ditekankan bahwa Pria dan Wanita memang diciptakan oleh Sang Pencipta dalam agama2 besar. Hal ini juga seharusnya menjadi pedoman bahwa kedudukan 2 insan ini adalah sama. Tapi Islam memposisikan wanita jauh di bawah pria.
Bila kedudukan keduanya adalah sama, maka seharusnya ada anjuran poliandri sebagai solusi bila keadaan jumlah pria yang lbh banyak dari wanitanya.
1 alasan lain mengapa gw bertanya "apakah muslimah dapat berkarya dan berkarir?" adalah bagaimana Islam menentukan cara berpakaian muslimah.
Seorang muslimah yang hidup di Arab bisa dilihat di televisi. Pakaiannya seperti ninja. Semua tertutup kain kecuali mata. Bisakah seorang muslimah yang berpakaian seperti itu dengan leluasa berkarir dan mengukir prestasi? Gak usah pikir lama2. Pasti tidak bisa.
Dengan mengekang cara berpakaian seorang muslimah, Islam memasang barikade yang menghalangi seorang wanita dalam berkarya dan mengukir prestasi. Muslimah dalam situasi seperti itu akan cenderung mengikuti saran poligami karena mereka tidak bisa mandiri.
Pasti anda akan mengatakan, itu kan di Arab. Di Indonesia beda. Ada mentri yang jelas2 seorang muslimah dan berjilbab.
Indonesia tidak menerapkan SI. Bila SI diterapkan, muslimah tidak akan sebebas sekarang. Ada kan aturan yang mengatakan bahwa muslimah tidak boleh keluar tanpa didampingi mahramnya?
Contoh : 1 keluarga muslim ada 6 anak perempuan dan 2 anak laki2.
Ketika besar nanti mereka mau berkarya dan mandiri (kalau diijinkan), mereka harus dikawal mahramnya kan?
1 wanita dikawal 1 sodara laki2nya.
1 wanita dikawal ayahnya.
1 wanita dikawal 1 sodara laki2nya.
3 lagi siapa yang kawal? Pamannya? Lalu anak2 perempuan pamannya siapa yang kawal? Lalu kalo ibunya mau jalan2, siapa yang kawal?
Jelas Islam tidak memikirkan hal ini seperti halnya Islam tidak memikirkan posisi wanita dalam solusi poligaminya.


amorafi wrote:Sarapan Pagi
Robert Morey dalam buku The Islamic invasion : Conftonting the world's Fastest Growing Religion, menulis poligami Nabi saw secara negatif. Pada bab Life of Muhammad, Morey menyebut poligami Rasul sebagai salah satu dari dua kelemahan besar Nabi saw.
"Muhammad's Personal Life. In his personal life, Muhammad had two great weaknesses. The first was greed... His next gtreatest weakness was woman" (p.85) (Kehidupan Pribadi Muhammad. Dalam kehidupan pribadinya, Muhammad mempunyai dua kelemahan. Pertama, Ketamakan... dan kelemahan Kedua adalah wanita).
Tuduhan ini sebenarnya usang dan naif. Usang, karena poligami dalam Islam dimaksudkan sebagai pembatasan dan pengaturan jumlah istri oleh seorang suami. Kosep ini, sangat berjasa bagi kemaslahatan umat manusia. Naif, karena dalam kitab suci mereka, tidak ada satu ayatpun yang mengecam apalagi melaang poligami.
Ktab Ulangan 21:15-16 dan Keluaran 21:10 menjelaskan, beberapa aturan hukum beristri lebih dari satu. Ini adalah bukti bahwa alkitab (Bibel) pun tidak melarang poligami. Alkitab, memberikan aturan tentang poligami, sesuai zaman yang berlaku pada masa itu.
Dalam Alkitab, pelaku poligami pertama kali adalah Lamekh (Kejadian 4:19). Dalam Ulangan 25:5 disebutkan, jika suami meninggal, maka sang istri itu harus dinikahi oleh saudara lelaki sang suami. Perkawinan antara janda dengan ipar ini disebut "Kewajiban Perkawinan Ipar".
Jika saudara Ipar sudah beristri, ia harus memoligami janda iparnya. Jika saudara ipar itu menolak menikahinya dengan alasan tidak suka, ia dihukum oleh tokoh Nasrani dengan cara diludahi mukanya (Ulangan 25:0).
Dalam Bibel pun terdapat puisi tentang poligami : Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya, putri-putri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya (Kidung Agung 6:8-9).
Legalnya poligami ini, didukung fakta di dalam Bibel, bahwa para Nabi Bani Israil juga berpoligami. Nabi Ibrahin punya dua istri, yaitu Sara (Kejadian 11:29-31) dan Hagar (Kejadian 11:29-31). Selain itu, Ibrahim disebut juga punya gundik bernama Kentura (Kejadian 25:1).
Nabi Yakub punya empat istri, yaitu Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Jejak Nabi Yakub ditiru oleh anaknya, Esau, dengan menikahi dua perempuan Kanaanm yaitu Ada dan Oholibama (Kejadian 36:2-10).
Nabi Musa berpoligami dengan mengawini dua istri. Salah satunya bernama Zipora (Keluaran 18:2, Bilangan 12:1). Salomo alias Nabi Sulaiman punya 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja:1-3). Anak kandung Salomo, Rehabeam, juga berpoligami. Ia punya 18 istri dan 60 gundik yang memberinya 28 anak laki-laki dan 60 perempuan (2 Tawarikh 11:21).
Nabi Daud memiliki banyak istri dan gundik, diantaranya Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba ,(I Samuel 25:43-44,27:3,30:5, II Samuel 3:1-5, 5:13, I Tawarikh 3:1-9, 14:3, II Samuel 16:22). Simson kawin beberapa kali (Hakim-hakim 14:10, 16:1-4), dan masih banyak lagi daftar pelaku pepoligami dalam Alkitab.
Jauh sebelum Rasul lahir, Nabi Daud, Abraham, Yakub dan Salomo telah mempraktikan poligami. Tapi tak satupun ayat Bibel yang mengecam atau menilainya sebagai tindakan yang salah, bermaksiat dan dosa.
Nabi Daud, mengoleksi banyka istri dan gundik, tapi Tuhan tidak mengecamnya sebagai kelemahan. Bahkan, Tuhan memberikan penghargaan dengan julukan "Nabi yang taat kepada Tuhan dan berkenan di hati-Nya" (Kisah Para Rasul 13:22).
Nabi Yakub menikahi banyak wanita yang memiliki hubungan darah. Toh, Yakub tidak dibenci Tuhan. Semasa hidunya, Allah justru menampakkan diri keada Yakub sebagai Allah Yang Maha Kuasa (Keluaran 6:2). Bahkan, Tuhan menjanjikan akan memberikan sebuah negeri pada keturunan Yajub (KEluaran 33:1). "Yakub adalah nabi yang diberkati Tuhan, berada dalam kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah," (Matius 8:11), Lukas 13:28).
Labi Lot (Luth), dalam Bibel juga disebut memoligami dua kakak beradik hingaa beranak-pinak. Tapi, Tuhan tidak menegurnya sebagai orang yang berdosa karena berpoligami. Bahkan, Tuhan membeirkan pujian kepada Lot sebagai orang yang benar dan taat jepada Tuhan (II Petrus 2:7).
Bahkan, Nabi Salomo (Sulaiman) dalam Bibel diceritakan sebagai nabi superpoligami dengan koleksi istri terbanyak di dunia. Tuhan juga tidak mencelanya, sebagai tindakan maksiat. Tuhan justru menyayngi Salomo sebagai orang yang sudah dipilih Tuhan sejak bayi menjadi hamba-Nya yang akan mendirikan Bait Allah (I Tawarikh 22:9-10).
Pada masa Yesus, jika praktik poligami ini tercela dan hrus dihapus, pasti yesus menyikapinya dengan tegas. Ternyata, Yesus tidak pernah menghapus aturan tentang poligami yang diterapkan para Nabi terdahulu. "Janganlah kamu menyangka, bahw aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya," (Matius 5:17).
Dalam buku Sex in The Bible, halaman 5 disebutkan, Yesus sendiri -meski Bibel tak menceritakan- apakah dia pernah menikah dan berpoligami? Tapi, Ia tak pernah komplain ketika murid terkasihnya, Petrus, menikah berulangkali. Yesus tak mengecam apalagi menyuruh Petrus menceraikan istri-istrinya. Ini menunjukkan, Yesus tidak mengharamkan poligami.
Sikap Yesus ini bisa dimaklumi, karena leluhur Yesus sendiri adalah pelaku poligami (silsilah leluhur Yesus ada di Injil Matius 1:1-17). (fakta/sabili)
www.swaramuslim.net

Ya gw dah baca di site muslim. Tulisannya "boleh tapi ada syaratnya. Harus ditemani oleh muslimah juga dan muslimah yang dipercaya."gaston31 wrote:@serg
Contoh : 1 keluarga muslim ada 6 anak perempuan dan 2 anak laki2.
=======
apakah elo ga tau klo seorang muslimah boleh jg pergi dtemanin sodaranya yg ce jg?
yg jelas jgn sendirian,rawan bhy.
Seorang muslimah yang hidup di Arab bisa dilihat di televisi. Pakaiannya seperti ninja.
===
yg gw pahami, menutup aurat ya sprti muslim indo. wajah msh gpp.
di arab mungkin dtambah cadar krn debu kali, kyak gw klo speda motorn, pake masker

Bisakah wanita menolak keputusan suami dalam Islam dengan kondisi kekuasaan pria lbh di atas wanita dalam Islam?gaston31 wrote:msalah poligami kan jg terserah wanitany, dia bisa menolak kok klo dijadikan istri ke-2.

Users browsing this forum: No registered users