. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Embriologi ala Quran I

Re: Embriologi ala Quran

Postby no what-what » Wed Oct 26, 2005 2:21 pm

[quote="NoMind"]Dan tahukah Anda apa kata Quran darimana asal usul air mani tsb:

Quran 86:5-7

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
[quote="NoMind"]

Selama berhubungan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur'an dengan ungkapan, "setetes mani yang ditumpahkan".

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.
Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)
Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:
"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)
Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia. :)
 
no what-what
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 26
Joined: Wed Oct 26, 2005 1:55 pm

Re: Embriologi ala Quran

Postby Mr_GEJROT » Thu Oct 27, 2005 11:07 am

no what-what wrote:
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. [/i]
NoMind wrote:
Selama berhubungan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur'an dengan ungkapan, "setetes mani yang ditumpahkan".

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.
Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)
Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:
"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)
Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia. :)
 


Muslim ini memiliki kebiasaan seperti orang beli baju dipas-paskan, dicocok-cocokan dengan ukuran badan. Biar kelihatan modern dan acceptable. Memaksa-maksakan yang ilmiah kedalam kitabnya. Sudah gelepotan mengkait-kaitkan, ilmuwan nggak ada yang nggubris. Kacian deh lu...

"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)


Ngawur, manusia entah ada yang ngurus atau tidak ada yang ngurus akan berusaha untuk survive. Manusia bukan dari setitik mani, tapi dari sel telur yang membuahi indung telur.
"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)


Ngawur, yang dimaksud bercampur itu bukan campuran dalam sperma itu, tapi sperma yang bercampur, atau bertemu dengan indung telur, untuk membentuk zygot (kalau tidak salah?) dan tumbuh menjadi janin. Setetes dengan setitik jelas beda banget. Maksain nih. Jadi mana yang betul setitik atau setetes?

"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)


Sari air yang hina, maksudnya limbah? hina maksudnya yang nggak terpakai?. Kan ada yang membuahi milik perempuan dan itu yang terpakai, masak dibilang hina?

Semua itu adalah hoax besar, masih hangat nih di sini : http://www.faithfreedom.org/oped/Prasath51026.htm
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby no what-what » Fri Oct 28, 2005 7:45 am

loe ini ada-ada aja, Al Quran dari dulu nggak pernah berubah-ubah. Ilmu pengetahuan sekarang justru membuktikan bahwa apa yang tertulis dalam Al Quran adalah benar, bukannya mencocok-cocokkan. emang kaya kitab lain apa yang terus-terusan direvisi, he..he..he...
kalo mo lebih jelas coba loe liat disini ya :
http://www.keajaibanalquran.com/biology.html
no what-what
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 26
Joined: Wed Oct 26, 2005 1:55 pm

Postby NoMind » Fri Oct 28, 2005 8:35 am

no-what-what wrote:"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

Ayat Al Quran tsb diatas yang Anda klaim berasal dari Ilahi tidak 100% sesuai dengan ilmu pengetahuan karena dengan teknik cloning yang sudah dikuasi maka tidak diperlukan sel mani, setitik pun tidak diperlukan, untuk menciptakan manusia. Yang diperlukan adalah sel telur yang mana DNA dalam kromoson sel tsb bisa diganti dengan sel lain untuk menciptakan photo-copy manusia sumber sel tsb.


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Mr_GEJROT » Fri Oct 28, 2005 10:25 am

He...he...he...bung Nomind, membuat saya jadi malu nih!!!
Sebenarnya saya tidak tertarik dengan keajaiban quran, wong yang mengklaim ajaib cuma pengikutnya yang buta doang. Karena saya yakin keajaiban quran hanyalah yang tidak ajaib dijadikan ajaib. Kita lihat kembali surah-surah yang diklaim ajaib :
Dari apakah manusia terbentuk ?
Jawab 1 : Dari setitik mani
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (Al Qur'an, 75:36-37)

Jawab 2 : Dari setetes mani
"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)

Jawab 3 : Dari sari air yang hina
"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7)


Tiga kali disebut, secara bebeda-beda, setitik, setetes, sari air, tetep saja nggak ada yang bener. Betul-betul ajaib. Kalau nggak terjadi pembuahan dengan indung telur wanita ya nggak bakal jadi manusia. Dengan kemajuan teknologi kloning akhirnya tidak memerlukan syarat adanya sperma, jadi ke 3 surah di atas sudah nggak berlaku lagi. Begitu no what-what, siraman rohani singkat buat ente pagi ini.

Kalau tertarik dengan Harun Yahya, biar nggak cepet kena kibul, baca artikel yang sudah diterjemahkan oleh bung Barabaig (thks bro) ini : http://indonesian.knowislam.info/forum/viewtopic.php?t=345
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Burr » Fri Oct 28, 2005 11:19 am

Hik...hik...bang jrot...ente harus tahu Al-Quran itu bukan ilmu pengetahuan. Al-Quran ada sejak 1500 tahun yang lalu....tapi sampe sekarang dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan.
Jadi jangan sok tahu ente mengenai Al-Quran, ibaratnya ente and si nomind itu butiran pasir yang nyemplung ke tengah samudera, dihadapan Al-Quran ente-ente gak artinya apa-apa, banyak para ilmuwan kaliber
dunia yang bisa membuktikan bahwa, Al-Quran, bisa ditelaah dan dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.
Burr
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 99
Joined: Fri Oct 07, 2005 11:08 am

Postby somad » Fri Oct 28, 2005 12:45 pm

Sdr Burr.

Lah anda jadi menyerang pribadi orang, maaf saya hanya mengigatkan.

Menurut saya semua pertanyaan/pendapt yg telah diajukkan bukanlah untuk menyududkan ISLAM, namun justru untuk mendapatkan kejelasan, karena penanya tentu tidak bisa melihat dari perspectip secara Islami namun melihat dari perspectip sendiri. Dan ini telah anda salah tafsirkan dengan mengatakan pemosting sok Tau padahal memang sudah jelas nyata tidak tau.

Jadi tolong anda jawab saja semua pertanyaan2/penilaian2 itu tanpa menuduh sipenanya menghujad untuk kemudian terseret melontarkan Argumentum ad Hominem. Tentu dari perspectip Islami yg anda kuasai. Pasti nanti ada pro dan kontra dilihat dari sudut pandang masing2. Ini adalah wajar dan saya harap anda mau berjiwa besar.

Wassallam.
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Mr_GEJROT » Fri Oct 28, 2005 2:54 pm

Gini lho Burr, cara berfikirnya :
Quran dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan. Artinya kalau nggak ada ilmu pengetahuan atau temuan para kafir maka quran tidak terbukti. Ada temuan pengetahuan baru dipaksa-paksain dicocokkan oleh muslim biar sesuai quran. Sekarang saya pegang klaim kamu bahwa quran sejalan atau sesuai dengan ilmu pengetahuan. Karena sesuai dengan ilmu pengetahuan maka quran juga dapat dipakai untuk memprediksi ilmu pengetahuan apa yang belum ditemukan. Silahkan sebutkan surah-surahnya? yang dapat mendukung untuk melakukan hal itu. Kalau perlu dipublikasikan ke jurnal-jurnal atau publikasi ilmiah skala internasional biar dibuktiin oleh para kafir, yahudi, nasrani atau siapapun diluar islam. Walaupun itu jadi hak patennya quran. Tapi kalau nggak terbukti quran kamu dibuang ya, karena akan mudarat bagi ilmu pengetahuan dan ngibulin aja. Jangan yang sudah ketemu baru diklaim ini sesuai quran. Waktu sudah berjalan 1400 tahun, silahkan. Demikian sedikit siraman rohani singkat sore hari buat ente.
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Burr » Sat Oct 29, 2005 11:05 am

Hik...hik....bang jrot, baiklah gue ambil satu aja ya !! Kayanya ayat yang di bawah ini cocok buat ente-ente, Insya Allah bisa menggugah !! :

Professor Keith Moore dari Amerika Serikat seorang ahli Embriologi, dia mengutip surat An-nisa ayat 56, dijelaskan bahwa, "LUKA BAKAR YANG CUKUP DALAM TIDAK MENIMBULKAN SAKIT KARENA UJUNG-UJUNG SYARAF SENSORIK SUDAH HILANG"

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit terdiri dari 3 lapisan global, yaitu ; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combusto Grade III (luka bakar yang telah menembus Sub Cutis) salah satu tandanya adalah "hilangnya rasa nyeri si pasien." Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf affarent dan affarent yang mengatur sensasi persefsi.

Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat IA menyiksa hambaNYA yang "KAFIR" supaya hambaNYA tersebut merasakan pedihnya azab Allah tersebut.

Bagaiaman bunyi dari surat An-nisa ayat 56 itu ? "Innal ladziina kafaruu bi aayaatinaa saufa nusliihim naaran kullaamaa nadhijat juluuduhum baddalnaahum juluudan ghairahaa li yadzuuqul 'adzaaba innallaha kaana'aziizan hakiimaa."

artinya :

"Sesungguhnya orangt-orang "KAFIR" terhadap ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana."

Dan berkat surat An-nisa ayat 56 ini pula seorang ahli Farmakologi dan ke-5 mahasiswanya masuk Islam, yaitu Professor Tajaten Tahasen, Dekan Fak. Farmasi Chiang May Thailand.

Silahkan bang jrot...diteliti ulang....atau ada ahli-ahli yahudi atau kristen yang ente ajukan seperti di atas. Ingat satu ayat dulu !! jangan keburu nafsu, karena masih ada ratusan ayat yang bisa ditelaah secara ilmu pengetahuan !!
Burr
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 99
Joined: Fri Oct 07, 2005 11:08 am

Postby osama » Sat Oct 29, 2005 9:06 pm

alquran sumber ilmu pengetahuan?
Kayanya barang2 teknologi kebanyakan made in japan,china,usa

Ada ga yah yang tulisannya made in KUWAIT???????????
Kalo ada juga paling kipas angin doank :lol: :lol: :lol: :lol:
osama
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 28
Joined: Tue Oct 11, 2005 8:33 pm

Postby Mr_GEJROT » Mon Oct 31, 2005 10:49 am

Wah Burr, kamu itu seperti kuda, yang berkacamata hadist dan quran. Maunya jalan lurus terus. Dikanan kiri ada rambu-rambu, tetep aja jalan lurus, meskipun jalan lurus itu bisa membuat kamu terjerumus. Contohnya kamu percaya sama Proff. Keith Moore yang kredibilitas dan obyektifitas tulisannya banyak diragukan oleh ilmuwan barat. Makanya ilmuwan nggak respect sama dia, bahkan menjulukinya "$cientist". Nulisnya string s pakai $, karena si Keith Moore ini, sebenarnya hanya mengabdi pada dollar. Saya pernah surfing ke beberapa situs2 yang link dengan FFI. Baik Keith M maupun M. Buchaaile, mereka bekerja pada suatu riset konsorsium yang dibiayai oleh negara-negara arab, sponsor utamanya kalau tidak salah Arab saudi. Tujuannya ingin membuktikan dan menunjukkan bahwa bahwa ada bukti-bukti keterkaitan perkembangan ilmu pengetahuan dengan quran. Simplenya quran itu biar kelihatan nyentefik, ilmiah sesuai jaman. Nggak tahu konsorsium itu sekarang masih berjalan atau tidak, katanya sih dananya sudah diselewengkan untuk membiayai beberapa kegiatan teroris. Bahkan untuk menjaga kredibilasnya, terpaksa si Proff. Meith M ini, menerbitkan 2 buku yang isinya berbeda, satu untuk kepentingan negara-negara Arab, dalam hal ini, Islam dan dan satu lagi yang sesuai kaidah ilmiah yang ditaruh perpustakaan Amerika. Kedua buku tersebut isinya beda. Silahkan kamu surfing kesitus-situs yang link dengan FFI ini, mudah-mudahan masih ada, biar kacamata kudamu bisa lepas. Bung Vivaldi (thks bro) sudah menyinggungnya di sini : http://indonesian.knowislam.info/forum/viewtopic.php?t=491

Burr wrote:Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang
rusak pada saat IA menyiksa hambaNYA yang "KAFIR"
supaya hambaNYA tersebut merasakan pedihnya azab
Allah tersebut.

Bagaiaman bunyi dari surat An-nisa ayat 56 itu ?
"Innal ladziina kafaruu bi aayaatinaa saufa nusliihim naaran
kullaamaa nadhijat juluuduhum baddalnaahum juluudan
ghairahaa li yadzuuqul 'adzaaba innallaha kaana'aziizan
hakiimaa."

artinya :

"Sesungguhnya orangt-orang "KAFIR" terhadap ayat Kami,
kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit
mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan
pedihnya azab, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana."

Nggak ilmiah babar blas, apa hubungannya dengan tulisan Keith M, tolong tanyain ke Keith M, apa orang yang sudah mati kulitnya bisa tumbuh lagi?Apakah dia sudah pernah mengukur suhunya neraka?

Burr wrote:Dan berkat surat An-nisa ayat 56 ini pula seorang ahli
Farmakologi dan ke-5 mahasiswanya masuk Islam, yaitu
Professor Tajaten Tahasen, Dekan Fak. Farmasi Chiang May
Thailand.

Yang ini, biar kamu seneng, saya nggak komen dulu deh

Burr wrote:Silahkan bang jrot...diteliti ulang....atau ada ahli-ahli yahudi
atau kristen yang ente ajukan seperti di atas.
Ingat satu ayat dulu !! jangan keburu nafsu, karena masih ada
ratusan ayat yang bisa ditelaah secara ilmu pengetahuan !!

Biar kamu tambah seneng, ahli Yahudi dan Kristen nggak ada yang seperti Keith Moore cuma yang lebih dari dia kali banyak....he....he....he....Gue nggak perlu nafsu toh yang namanya quran sesuai ilmu pengetahuan itu, diputer-puter tetap muter, dibalik-balik tetap terbalik, digathuk-gathukan nggak gathuk, dicocok-cocokkan malah kecocok, dipas-pasin malah wagu/norak, maunya produk scientific itu berbasis quran, itu sih maunyi muslim, kemauan makin keras tapi produk akhir adalah dagelan yang nggak lucu. Itu dulu Brur, siraman rohani pagi ini buat ente.
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby Salafi » Mon Oct 31, 2005 11:56 am

Mr_Gejrot:
Wah Burr, kamu itu seperti kuda, yang berkacamata hadist dan quran. Maunya jalan lurus terus. Dikanan kiri ada rambu-rambu, tetep aja jalan lurus, meskipun jalan lurus itu bisa membuat kamu terjerumus. Contohnya kamu percaya sama Proff. Keith Moore yang kredibilitas dan obyektifitas tulisannya banyak diragukan oleh ilmuwan barat. Makanya ilmuwan nggak respect sama dia, bahkan menjulukinya "$cientist". Nulisnya string s pakai $, karena si Keith Moore ini, sebenarnya hanya mengabdi pada dollar. Saya pernah surfing ke beberapa situs2 yang link dengan FFI. Baik Keith M maupun M. Buchaaile, mereka bekerja pada suatu riset konsorsium yang dibiayai oleh negara-negara arab, sponsor utamanya kalau tidak salah Arab saudi. Tujuannya ingin membuktikan dan menunjukkan bahwa bahwa ada bukti-bukti keterkaitan perkembangan ilmu pengetahuan dengan quran.

Respon Salafi:
Justru itulah, mengungkapkan kebenaran, kalo dari ilmuwan Islam sendiri bakal di anggap sebagai mengada-ada, oleh karena itu, ilmuwan2 barat lah yang lebih tepat, yang sudah tidak percaya pada Kristen dan menjadi Atheis, karena terbelenggu oleh dogma2 gereja. Masalah $ dalam penelitian itu wajar, ga ada satupun penelitian tanpa $. Memang anda mau di suruh kerja tanpa di bayar? lalu apa buktinya kalo para ilmuwan yang di minta meneliti itu di "suap" untuk mengatakan kalo mereka men-cocok2 kan? fitnah seperti inilah yang berbahaya, dan penyakit hati ini telah tumbuh dari diri anda...Astagfirullah...

Mr_Gejrot:
Simplenya quran itu biar kelihatan nyentefik, ilmiah sesuai jaman. Nggak tahu konsorsium itu sekarang masih berjalan atau tidak, katanya sih dananya sudah diselewengkan untuk membiayai beberapa kegiatan teroris. Bahkan untuk menjaga kredibilasnya, terpaksa si Proff. Meith M ini, menerbitkan 2 buku yang isinya berbeda, satu untuk kepentingan negara-negara Arab, dalam hal ini, Islam dan dan satu lagi yang sesuai kaidah ilmiah yang ditaruh perpustakaan Amerika. Kedua buku tersebut isinya beda. Silahkan kamu surfing kesitus-situs yang link dengan FFI ini, mudah-mudahan masih ada, biar kacamata kudamu bisa lepas. Bung Vivaldi (thks bro) sudah menyinggungnya di sini : http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... c.php?t=49

Respon Salafi:
Ada baiknya anda melihat VCD debat antara DR. Zakir Naik dengan DR. William Campbell, Quran and The Bible, In The Light of Science.
Di situ anda akan mengerti bahwa Quran bukanlah SCIENCE tapi SIGNS. Dan Signs (tanda-tanda) ini hanyalah untuk orang2 yang berpikir, sayangnya anda bukan termasuk orang yang menggunakan rasio dalam mempelajari Quran, anda hanya menggunakan rasa kebencian dan phobia karena itu anda semakin jauh dari Hidayah Allah. Sadarlah dan bertaubat, Islam itu rahmat seluruh alam. Semoga Allah membuka hidayah bagi anda...
Salafi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Thu Oct 27, 2005 1:58 pm

NoMind dalam sorotan...

Postby Salafi » Mon Oct 31, 2005 12:33 pm

NoMind:
Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
Ayat Al Quran tsb diatas yang Anda klaim berasal dari Ilahi tidak 100% sesuai dengan ilmu pengetahuan karena dengan teknik cloning yang sudah dikuasi maka tidak diperlukan sel mani, setitik pun tidak diperlukan, untuk menciptakan manusia. Yang diperlukan adalah sel telur yang mana DNA dalam kromoson sel tsb bisa diganti dengan sel lain untuk menciptakan photo-copy manusia sumber sel tsb.

Respon Salafi:
Bung NoMind, akhirnya saya tertarik jg merespon anda. OK, bicara apakah Quran dari Ilahi atau tidak, kita coba menyelidiki Quran dari kaca mata Science. Memang benar banyak kalangan muslim kita yang mengatakan bahwa Quran itu buku ilmu pengetahuan. Menurut saya ini kurang tepat, yang coba saya tekankan adalah, Quran itu book of SIGNS dan bukan book of SCIENCE. Saya harap anda mengerti akan hal ini, karena banyak redaksi Quran yang mengatakan bahwa, " ...tanda2 bagi orang yang berpikir" dengan redaksi seperti ini, Allah mencoba menantang pengetahuan manusia, untuk melihat tanda2 dari Allah, dan memang sesuai dengan penelitian, oleh karena itu cukuplah kebenaran firman Allah dari itu. Sehingga logika anda bahwa manusia bisa di ciptakan dari kloning (dan saat ini saya katakan belum bisa sampai saat ini karena melihat kompleksitas DNA manusia) namun itu tidak mengurangi kebenaran Quran, sebagai contoh seperti ini.
Ketika ada fakta kebenaran:
1. Berkembang biak dengan cara bercampur sperma dan ovum
2. Berkembang biak dengan membelah diri
3. Berkembang biak dengan menggunakan kloning
Lalu katakanlah, ada buku, yang menjelaskan bukti pada poin pertama, dan terjadi 14 abad yang lalu dan ternyata sesuai dengan fakta yang baru di mengerti sekarang (dengan mikroskop elektron), dan di dalamnya dia menyebut satu proses kejadian, katakanlah poin ke-1. Lalu ternyata ada fakta2 lain, yaitu poin 2 dan 3. Apakah penulis buku itu salah hanya karena dia memuat poin 1 dan menjelaskannya? padahal di buku itu tidak mengklaim sebagai buku sains Biologi? Kalo buku itu mengklaim sebagai Sains Biologi, jelas buku itu perlu di revisi. Dan karena Quran bukan buku sains biologi, maka posisi Quran justru lebih kuat, karena pada jaman orang ga punya mikroskop elektron, tyt ada statement2 dalam Quran yang baru bisa di mengerti pada abad sekarang. Masya Allah, orang2 pada jaman awal Islam, yang belum punya mikroskop elektron, namun mereka tetap percaya pada Quran, apalagi kita, jaman sekarang dengan kecanggihan dan bukti yang telah nyata, apakah kita masih saja ingkar?
Dalam hal ini, jelas posisi Quran adalah sebagai tanda bagi orang yang beriman dan berpikir, dan sayangnya anda bukanlah golongan itu, anda hanya mengedepankan kebencian, permusuhan, iri dan dengki, maka tertutuplah pintu hidayah bagi anda ketika membaca ayat2 Allah, Justru Quran menyuruh agar umat Islam ini senantiasa berpikir, tentang ayat2 Allah. Ingat, ayat2 Allah itu ada yang berupa benda2 dan yang tertulis. Inilah Islam, dimana di dalamnya di galakkan untuk berpikir. Kamilah, umat Islam yang salah, yang tidak bisa menjalankan Islam secara Kaffah. Kami akui, umat Islam sekarang memang masih jauh dari Quran dan Sunnah dengan pemahaman Salaf. Dan kami senantiasa berdoa, agar selalu di tunjuki jalan yang lurus.

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...
Salafi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Thu Oct 27, 2005 1:58 pm

Postby Mr_GEJROT » Mon Oct 31, 2005 1:33 pm

Salafi wrote:
Respon Salafi:
Justru itulah, mengungkapkan kebenaran, kalo dari ilmuwan Islam sendiri bakal di anggap sebagai mengada-ada, oleh karena itu, ilmuwan2 barat lah yang lebih tepat, yang sudah tidak percaya pada Kristen dan menjadi Atheis, karena terbelenggu oleh dogma2 gereja. Masalah $ dalam penelitian itu wajar, ga ada satupun penelitian tanpa $. Memang anda mau di suruh kerja tanpa di bayar? lalu apa buktinya kalo para ilmuwan yang di minta meneliti itu di "suap" untuk mengatakan kalo mereka men-cocok2 kan? fitnah seperti inilah yang berbahaya, dan penyakit hati ini telah tumbuh dari diri anda...Astagfirullah...

Kebenaran apa yang islam tampilkan? Justru dengan memberikan dua jenis buku yang isinya berbeda, kebenaran itulah yang ditanyakan. Dari cuplikan surah diatas tidak ada landasan dan metodologi ilmiah yang disampaikan. Banyak kutipan-kutipan sepotong dari filsuf-filsuf pra Islam atau yang tidak mengenal islam sama sekali, yang sekarang juga dapat dibuktikan secara scientific. Dengan demikian, tanpa panduan quranpun para ilmuwan tetap akan jalan terus dengan berbagai kegiatan penelitian. Betul setiap pekerjaan harus dihargai secara profesional, bisa dalam bentuk upah atau yang remunerasi lainnya, dan untuk itu saya katakan mereka dibiayaai oleh konsorsium negara Arab, masalah kamu menganggapnya sebagai suap itu masalah kamu sendiri . Tidak ada yang dinafikan, orang bekerja tanpa upah, tapi kalau uang sendiri dipakai sebagai salah satu alat yang menggiurkan untuk mempengaruhi obyektifitas, kredibilitas ilmuwan tersebut dapat diabaikan bahkan dapat dianggap melacurkan diri dalam profesionalisme.


Salafi wrote:
Respon Salafi:
Ada baiknya anda melihat VCD debat antara DR. Zakir Naik dengan DR. William Campbell, Quran and The Bible, In The Light of Science.
Di situ anda akan mengerti bahwa Quran bukanlah SCIENCE tapi SIGNS. Dan Signs (tanda-tanda) ini hanyalah untuk orang2 yang berpikir, sayangnya anda bukan termasuk orang yang menggunakan rasio dalam mempelajari Quran, anda hanya menggunakan rasa kebencian dan phobia karena itu anda semakin jauh dari Hidayah Allah. Sadarlah dan bertaubat, Islam itu rahmat seluruh alam. Semoga Allah membuka hidayah bagi anda...

Setelah ngegabah menganggap quran sesuai science, nah sekarang kamu menggeser pengertian dari science menjadi signs. Quran sebagai sign dikaitan dengan pengetahuan ilmiah? Tanda-tanda apa lagi yang dapat diberikan secara jelas dan gamblang untuk memprediksi temuan yang akan datang?
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Re: NoMind dalam sorotan...

Postby NoMind » Mon Oct 31, 2005 2:00 pm

Salafi wrote:Bung NoMind, akhirnya saya tertarik jg merespon anda. OK, bicara apakah Quran dari Ilahi atau tidak, kita coba menyelidiki Quran dari kaca mata Science. Memang benar banyak kalangan muslim kita yang mengatakan bahwa Quran itu buku ilmu pengetahuan. Menurut saya ini kurang tepat, yang coba saya tekankan adalah, Quran itu book of SIGNS dan bukan book of SCIENCE. Saya harap anda mengerti akan hal ini, karena banyak redaksi Quran yang mengatakan bahwa, " ...tanda2 bagi orang yang berpikir" dengan redaksi seperti ini, Allah mencoba menantang pengetahuan manusia, untuk melihat tanda2 dari Allah, dan memang sesuai dengan penelitian, oleh karena itu cukuplah kebenaran firman Allah dari itu. Sehingga logika anda bahwa manusia bisa di ciptakan dari kloning (dan saat ini saya katakan belum bisa sampai saat ini karena melihat kompleksitas DNA manusia) namun itu tidak mengurangi kebenaran Quran, sebagai contoh seperti ini.
Ketika ada fakta kebenaran:

1. Berkembang biak dengan cara bercampur sperma dan ovum
2. Berkembang biak dengan membelah diri
3. Berkembang biak dengan menggunakan kloning

Lalu katakanlah, ada buku, yang menjelaskan bukti pada poin pertama, dan terjadi 14 abad yang lalu dan ternyata sesuai dengan fakta yang baru di mengerti sekarang (dengan mikroskop elektron), dan di dalamnya dia menyebut satu proses kejadian, katakanlah poin ke-1. Lalu ternyata ada fakta2 lain, yaitu poin 2 dan 3. Apakah penulis buku itu salah hanya karena dia memuat poin 1 dan menjelaskannya? padahal di buku itu tidak mengklaim sebagai buku sains Biologi? Kalo buku itu mengklaim sebagai Sains Biologi, jelas buku itu perlu di revisi. Dan karena Quran bukan buku sains biologi, maka posisi Quran justru lebih kuat, karena pada jaman orang ga punya mikroskop elektron, tyt ada statement2 dalam Quran yang baru bisa di mengerti pada abad sekarang. Masya Allah, orang2 pada jaman awal Islam, yang belum punya mikroskop elektron, namun mereka tetap percaya pada Quran, apalagi kita, jaman sekarang dengan kecanggihan dan bukti yang telah nyata, apakah kita masih saja ingkar?

Perkembangbiakan spt pada poin 1 yang Anda sebutkan di atas sudah diketahui secara lebih detail dan akurat oleh Aristoteles kurang lebih 900 tahun sebelum Muhammad. Jadi apa yang tercantum dalam Al Quran adalah bukanlah hal baru tetapi pengetahuan yang sudah adalah jauh sebelum Islam.

DE GENERATIONE ANIMALIUM
Aristotle

BOOK II

Aristotle wrote:When the material secreted by the female in the uterus has been fixed by the semen of the male (this acts in the same way as rennet acts upon milk, for rennet is a kind of milk containing vital heat, which brings into one mass and fixes the similar material, and the relation of the semen to the catamenia is the same, milk and the catamenia being of the same nature)-when, I say, the more solid part comes together, the liquid is separated off from it, and as the earthy parts solidify membranes form all round it; this is both a necessary result and for a final cause, the former because the surface of a mass must solidify on heating as well as on cooling, the latter because the foetus must not be in a liquid but be separated from it. Some of these are called membranes and others choria, the difference being one of more or less, and they exist in ovipara and vivipara alike.



With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Salafi » Mon Oct 31, 2005 3:25 pm

Mr_Gejrot:
Kebenaran apa yang islam tampilkan? Justru dengan memberikan dua jenis buku yang isinya berbeda, kebenaran itulah yang ditanyakan. Dari cuplikan surah diatas tidak ada landasan dan metodologi ilmiah yang disampaikan. Banyak kutipan-kutipan sepotong dari filsuf-filsuf pra Islam atau yang tidak mengenal islam sama sekali, yang sekarang juga dapat dibuktikan secara scientific. Dengan demikian, tanpa panduan quranpun para ilmuwan tetap akan jalan terus dengan berbagai kegiatan penelitian. Betul setiap pekerjaan harus dihargai secara profesional, bisa dalam bentuk upah atau yang remunerasi lainnya, dan untuk itu saya katakan mereka dibiayaai oleh konsorsium negara Arab, masalah kamu menganggapnya sebagai suap itu masalah kamu sendiri . Tidak ada yang dinafikan, orang bekerja tanpa upah, tapi kalau uang sendiri dipakai sebagai salah satu alat yang menggiurkan untuk mempengaruhi obyektifitas, kredibilitas ilmuwan tersebut dapat diabaikan bahkan dapat dianggap melacurkan diri dalam profesionalisme.

Respon Salafi:
Buang dulu rasa benci anda, dan coba pakai nalar yang sehat. Mana bukunya? apanya yang beda? Anda tidak memiliki kaidah dialog yang baik, apakah itu tidak di ajarkan kepada anda oleh agama anda? anda melontarkan fitnah, seolah2 seorang Keith Moore, karena dia menilai bahwa Quran memuat bukti yang ternyata selaras dengan Sains maka mendiskreditkan dia? btw, bukannya anda yang seolah2 menganggap pemerintah arab mendanai para ilmuwan ini supaya objektifitas mereka berkurang dan membela Quran, kalo memang benar, mana buktinya?

Mr_Gejrot:
Setelah ngegabah menganggap quran sesuai science, nah sekarang kamu menggeser pengertian dari science menjadi signs. Quran sebagai sign dikaitan dengan pengetahuan ilmiah? Tanda-tanda apa lagi yang dapat diberikan secara jelas dan gamblang untuk memprediksi temuan yang akan datang?

Respon Salafi:
Bukan kita yang mengaitkan tp Quran sendiri, ketika Quran bicara masalah alam, yang di berikan adalah suatu fakta alam, yang pada saat itu orang arab kuno belum memiliki pengetahuan cukup. Fakta alam itu di sebut sebagai tanda bagi anda, karena dengan tanda lah kita mengetahui mana yang Haq dan mana yang Bathil.
Dalam debat itu, anda melihat seorang William Campbell di "telanjangi" argumentasi nya oleh DR. Zakir Naik. Sains seolah menjadi hakim akan Quran dan Bibel, karena Sains bersifat netral. Coba anda lihat dulu VCD nya, baru komentar mana keberatan2 anda. Lalu kita diskusikan. OK. Tanda2 itu banyak, namun kalau anda belajar tanda2 itu, bukan untuk di pikirkan, dan berlandaskan kebencian dan iri dengki, maka ada 1 milyar tanda pun, hati anda akan tetap tertutup. Jadi berangkatlah dari tanda2 yang sudah ada dan telah di buktikan oleh fakta2 sains, pahami dan resapi.

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...
Salafi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Thu Oct 27, 2005 1:58 pm

Re: NoMind dalam sorotan...

Postby Salafi » Mon Oct 31, 2005 3:30 pm

NoMind:
Perkembangbiakan spt pada poin 1 yang Anda sebutkan di atas sudah diketahui secara lebih detail dan akurat oleh Aristoteles kurang lebih 900 tahun sebelum Muhammad. Jadi apa yang tercantum dalam Al Quran adalah bukanlah hal baru tetapi pengetahuan yang sudah adalah jauh sebelum Islam.
(Aristotle)When the material secreted by the female in the uterus has been fixed by the semen of the male (this acts in the same way as rennet acts upon milk, for rennet is a kind of milk containing vital heat, which brings into one mass and fixes the similar material, and the relation of the semen to the catamenia is the same, milk and the catamenia being of the same nature)-when, I say, the more solid part comes together, the liquid is separated off from it, and as the earthy parts solidify membranes form all round it; this is both a necessary result and for a final cause, the former because the surface of a mass must solidify on heating as well as on cooling, the latter because the foetus must not be in a liquid but be separated from it. Some of these are called membranes and others choria, the difference being one of more or less, and they exist in ovipara and vivipara alike.

Respon Salafi:
Saya tidak akan menjelaskan secara panjang lebar, apa yang anda jelaskan barusan adalah menjiplak William Campbell, dan hujjah saya yang paling tepat adalah: "Tontonlah VCD debat William Campbell dan Zakir Naik. Kalo anda ada catatan dalam debat itu, maka mari kita berdialog atas keberatan2 anda".

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...
Salafi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Thu Oct 27, 2005 1:58 pm

Postby Mr_GEJROT » Mon Oct 31, 2005 3:36 pm

Salafi wrote:
Respon Salafi:
Buang dulu rasa benci anda, dan coba pakai nalar yang sehat. Mana bukunya? apanya yang beda? Anda tidak memiliki kaidah dialog yang baik, apakah itu tidak di ajarkan kepada anda oleh agama anda? anda melontarkan fitnah, seolah2 seorang Keith Moore, karena dia menilai bahwa Quran memuat bukti yang ternyata selaras dengan Sains maka mendiskreditkan dia? btw, bukannya anda yang seolah2 menganggap pemerintah arab mendanai para ilmuwan ini supaya objektifitas mereka berkurang dan membela Quran, kalo memang benar, mana buktinya?

Beginilah kalau kacamata kuda sudah dipakai, saya berikan rambu- rambu, bahwa apa yang disampaikan Keith M, pernah diperdebatkan di FFI, sayang mungkin beberapa link nggak dapat diakses kembali, karena pernah down dan ganti server. Sehingga patut untuk dipertimbangkan dan menguji kembali apakah betul yang ditulis KM?. Ternyata yang muncul dari kamu adalah penilaian yang macam-macam, nggak pakai rasio kek, fitnah, dialog kurang baik lah, ungkapan kamu semua itu tak akan merubah esensi mengenai apa yang pernah diperdebatkan. Sori gue nggak dapat nunjukin bukunya. Kalau dapat akses file yang berkaitan dengan ini, akan gue tunjukin. Berikut ini sepintas cuplikannya yang dikutip oleh bung Vivaldi, yang patut untuk kamu masukkan dalam logika cara berpikirmu :

Jadi menurut Al-Qur’an :
Air mani – segumpal darah – segumpal daging – diubah menjadi tulang – meliputi tulang dengan daging – diciptakan bentuk lainnya.

Menurut Prof Keith Moore dalam edisi standardnya, jaringan dimana tulang berasal yaitu mesoderm, adalah jaringan yang sama yang menghasilkan otot dan daging. Jadi tulang dan daging berkembang bersama-sama, bukan tulang dulu baru daging seperti pandangan al-Qur’an. Lagipula pandangan bahwa TULANG DILIPUTI DAGING BERASAL DARI ILMUWAN YUNANI YAITU GALEN DARI PERGAMUS (129 M – 216 M)

Sumber Encyclopaedica Britannica 2003 :
Hingga tahun 500 M hasil karyanya diajarkan dan dirangkum di Alexandria, dan teorinya telah dikutip dibuku-buku medical di Byzantium. Manuskrip Yunaninya dikoleksi dan diterjemahkan dalam bahasa Arab sekitar tahun 850 M oleh Hunayn ibn Ishaq ……

Pengetahuan ini tidaklah istimewa, karena orang-orang kuno juga membuat patung-patung manusia atau binatang dengan teknik yang sama yaitu membuat rangka dengan rangkaian batang kemudian membungkusnya dengan lumpur atau tanah liat. Pengetahuan yang jauh dari ilmiah, melainkan lebih menggambarkan pandangan kuno yang salah.

Ketiga :
Quran 86:5-7
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

Jadi menurut Al Quran air mani itu dipancarkan dari antara tulang rusuk dan tulang dada. Padahal kita semua tahu bahwa sel mani di produksi di testis yang jaraknya cukup jauh dari kedua tulang yang dimaksud.

Uniknya pandangan ini tampaknya dicontek dari PENGAJARAN HIPPOCRATES di abad 5 SM (1100 tahun sebelum Muhammad SAW)

Sumber :
Hippocratic Writings
Penguin Classics, 1983, halaman 317-8
“sperma dihasilkan dari semua cairan dalam tubuh, disebarkan dari otak melalui sumsum tulang belakang kemudian melalui ginjal hingga testikel dan organ pria.

Keempat :
Tidak disebutkan sama sekali peran dari sel telur wanita. Jadi Al-Qur’an hanya dapat menuliskan air mani karena itu kelihatan mata. SEMENTARA YANG TIDAK KELIHATAN MATA TIDAK DIKETAHUI.
Apakah manusia hanya tercipta dari air mani saja? Dimanakah sel telur dan peran perempuan?

Itulah sebabnya versi “Islam” dari bukunya bahkan TIDAK TERSEDIA DI BRITISH LIBRARY, US LIBRARY DAN DI PERPUSTAKAAN-PERPUSTAKAAN DINEGARA MAJU LAINNYA. Kenapa??? Karena Keith Moore sadar bahwa penemuan ilmiah dalam qur’an itu bertentangan dengan pengetahuan yang umum, bahkan juga bertentangan dengan apa yang dia tulis di edisi standardnya.

Dalam bibliografi untuk bab 1 dalam bukunya, Keith Moore mencantumkan buku rujukan The History of Embryology karya J. Needham yang dikenal sebagai salah satu pakar embryology. Uniknya, J. Needham dalam buku tersebut sama sekali tidak terkesan dengan klaim embriologi qur’an. Setelah membahas embriologi yang dikenal dalam budaya kuno Yunani, India dan Mesir sebanyak 60 halaman, J. Needham hanya memberikan tidak lebih dari 1 halaman tentang embriologi qur’an dengan menyimpulkan :

Ilmu pengetahuan Arab, yang begitu sukses dengan ilmu astronominya, ternyata tidak banyak bermanfaat dalam bidang embriologi……….. hanyalah pengulangan dari apa yang diajarkan oleh Aristoteles dan Ayer-veda.


Salafi wrote:
Respon Salafi:
Bukan kita yang mengaitkan tp Quran sendiri, ketika Quran bicara masalah alam, yang di berikan adalah suatu fakta alam, yang pada saat itu orang arab kuno belum memiliki pengetahuan cukup. Fakta alam itu di sebut sebagai tanda bagi anda, karena dengan tanda lah kita mengetahui mana yang Haq dan mana yang Bathil.
Dalam debat itu, anda melihat seorang William Campbell di "telanjangi" argumentasi nya oleh DR. Zakir Naik. Sains seolah menjadi hakim akan Quran dan Bibel, karena Sains bersifat netral. Coba anda lihat dulu VCD nya, baru komentar mana keberatan2 anda. Lalu kita diskusikan. OK. Tanda2 itu banyak, namun kalau anda belajar tanda2 itu, bukan untuk di pikirkan, dan berlandaskan kebencian dan iri dengki, maka ada 1 milyar tanda pun, hati anda akan tetap tertutup. Jadi berangkatlah dari tanda2 yang sudah ada dan telah di buktikan oleh fakta2 sains, pahami dan resapi.

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...

Jawaban kamu nggak fokus, tunjukkan mana signs dari quran untuk memprediksi akan adanya temuan yang akan datang?
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Re: NoMind dalam sorotan...

Postby Salafi » Mon Oct 31, 2005 3:46 pm

NoMind:
Tidak perlu panjang lebar, singkat saja. Mengapa Muslim mengklaim bahwa embriologi dalam Al Quran adalah bukti Al Quran sesuai dengan sains dan bersumber dari Ilahi, padahal pengetahuan embriologi sudah ada dan diketahui oleh manusia 900 tahun sebelum Muhammad?
Apakah sama sekali tidak mungkin Muhammad mempelajari karya2 sceintific Yunani, India dan Yahudi dan memasukkannya dalam Al Quran?

Respon Salafi:
Pertanyaan anda sebenarnya hanya pengulangan pertanyaan dari para penghujat Islam. OK, saya coba bersabar, semoga Allah memudahkan urusan ini. Benar, karena apa yang di katakan Quran itu akurat dan benar sehingga kami yakin bahwa Quran itu benar wahyu ilahi, karena anda harus ingat, batu ujian bagi sebuah kitab yang mengklaim sebagai wahyu ilahi itu sederhana, "Haruslah tiada pertentangan dan kontradiksi di dalamnya" itulah batu ujiannya. Sekarang karena saya dan anda sudah membaca mengenai penjelasan Quran mengenai embriologi, dan ternyata memang bersesuaian dengan sains, dalam hal ini biologi maka tidak ada kontradiksi antara sains dengan Quran. Saya sudah merujuk dan menjelaskan pada anda untuk melihat VCD debat itu, namun anda berputar2 lagi. Sekarang saatnya saya ingin mengetahui pendapat Aristoteles yang begitu anda agungkan berikut pertanyaan saya:

-Bisa anda jelaskan, bagaimana step2 perkembangan embriologi manusia menurut aristoteles? harus benar2 murni dari tulisan dia, kalo anda punya referensi bukunya aristoteles mengenai embriologi manusia, saya sangat bersenang hati akan membelinya, Insya Allah. Jujur saya tidak punya literatur dari dia. Lalu apakah sesuai dan akuratkah step2 itu bila di konfrontasi dengan Sains biologi? lalu siapakah professor bidang embriologi yang menganggap bahwa karya aristoteles itu sesuai dengan bukti2 sains tentang embriologi yang baru di temukan sekarang?

Mengenai pertanyaan anda, kami,muslim menolak bahwa Muhammad lah yang menulis Quran dari pemikiran dia. Quran kita imani dari Allah. Kalo anda, saya sadar bahwa anda di luar islam, sehingga memiliki akidah yang pasti akan bersebrangan. Mengenai bahwa Muhammad menjiplak dari pemikiran Yunani, Yahudi dan India, saya tanyakan lagi, mana buktinya? mana ayat2 Quran yang menjiplak dari 3 kebudayaan tersebut? Anda menuduh, maka harus menunjukkan bukti...ataukah tuduhan anda hanya menjadi fitnah dan pepesan kosong? Tunjukkan kredibilitas anda untuk berdebat.

Saya tidak akan berputar putar dalam topik ini, saya anggap hujjah anda tidaklah cukup untuk membuktikan bahwa Quran bukan dari Ilahi. Saya mencoba bersabar dengan polemik ini. Saya tidak akan menanggapi tulisan anda selanjutnya mengenai topik ini, kalo anda tidak menjawab pertanyaan saya, karena ini lah etika dialog

Maaf jika ada kata2 saya yang tidak berkenan,
Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...
Salafi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Thu Oct 27, 2005 1:58 pm

Re: NoMind dalam sorotan...

Postby NoMind » Mon Oct 31, 2005 3:47 pm

Salafi wrote:Respon Salafi:
Saya tidak akan menjelaskan secara panjang lebar, apa yang anda jelaskan barusan adalah menjiplak William Campbell, dan hujjah saya yang paling tepat adalah: "Tontonlah VCD debat William Campbell dan Zakir Naik. Kalo anda ada catatan dalam debat itu, maka mari kita berdialog atas keberatan2 anda".

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi anda...

Tidak perlu panjang lebar, singkat saja. Mengapa Muslim mengklaim bahwa embriologi dalam Al Quran adalah bukti Al Quran sesuai dengan sains dan bersumber dari Ilahi, padahal pengetahuan embriologi sudah ada dan diketahui oleh manusia 900 tahun sebelum Muhammad?

Apakah sama sekali tidak mungkin Muhammad mempelajari karya2 sceintific Yunani, India dan Yahudi dan memasukkannya dalam Al Quran?


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

PreviousNext

Return to Quran & SAINS



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users