. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Elektabilitas Parpol dan Politisi Islam Makin Menurun

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Elektabilitas Parpol dan Politisi Islam Makin Menurun

Postby sixpackguy » Sun Jul 01, 2012 5:09 pm

Selasa, 26/06/2012 14:20 WIB
Elektabilitas Parpol dan Politisi Islam Makin Menurun
M Rizki - detikNews

Jakarta: Terus turunnya popularitas dan elektabilitas parpol Islam, rupanya menular ke para politisinya. Tingkat elektabilitas mereka jauh tertinggal bila dibandingkan sejawatnya sesama politisi dari partai-partai politik yang tidak berbasiskan massa agama tertentu.

Setidaknya demikian menurut hasil jajak pendapat Lembaga Survey Nasional (LSN) soal elektabilitas partai-partai yang berbasis massa Islam. Hasil survey itu menunjukkan tren masyarakat yang semakin menurun untuk memilih tokoh dan partai politik yang memiliki basis massa Islam.

"Hidayat Nur Wahid, Hatta Rajasa, Yusril tingkat elektabilitasnya paling tinggi 5 persen. Sangat jauh dibanding tokoh nasional seperti Megawati, Prabowo dan Aburizal Bakrie yang mencapai di atas 15 persen," kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2012).

Anjloknya popularitas dan elektabilitas para politis serta parpol Islam, sebenarnya telah terjadi sedang Pemilu 2004. Setelah sempat berjaya pada Pemilu 1999, sepuluh tahun kemudian mereka mulai ditinggalkan oleh para konstituennya dan tidak ada jaminan pada Pemilu 2014 akan kembali.

"Total pemilih yang akan memilih partai berbasis massa Islam hanya 15,7 persen dari seribuan orang responden. Kecenderungan ini menurun dibandingkan ketika pemilu tahun 1999 atau 2004 di mana total suara terhadap partai berbasis massa Islam cenderung tinggi," papar Umar.

Fenomena masyarakat yang semakin religius tapi tidak serta membuatnya kian tertarik pada ideologi parpol Islam, adalah salah satu faktor ekternal penyebab menurunnya elektabilitas parpol maupun politisi Islam. Sementara faktor internalnya adalah krisis identitas di kalangan parpol dan politisi Islam.

"Selain itu perilaku partai dan politisi Islam yang cenderung pragmatis, tidak mencerminkan nilai-nilai politik Islam. Partai Islam dan politisi Islam juga dinilai tidak memberikan manfaat bagi umat Islam itu sendiri," tuturnya.

Periode survey adalah 10-20 Juni 2012. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengn margin of error 2,8 persen. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1230 orang dengan komposisi 50 persen pria dan 50 persen wanita. Usia responden adalah WNI dari 33 provinsi berusia 17 tahun ke atas, dan/atau belum berumur 17 tahun namun sudah menikah.

(lh/lh)


http://news.detik.com/read/2012/06/26/1 ... in-menurun


-----------------


Kamis, 28/06/2012 08:40 WIB
6 Faktor yang Mempengaruhi Merosotnya Elektabilitas Partai Islam
Mega Putra Ratya - detikNews

Image

Jakarta: Elektabilitas partai berbasis Islam diprediksi terus merosot menjelang Pemilu 2014. Setidaknya ada 6 faktor yang mempengaruhi merosotnya elektabiltas partai berbasis Islam.

"Pertama, pemilih menjadi semakin sekuler di mana agama tidak lagi menjadi faktor utama yang mempengaruhi pilihan publik dalam pemilu. Faktor evaluasi pemilih terhadap kinerja partai atau pemimpin, kedekatan pemilih dengan partai, dan program atau isu kandidat atau partai dalam pemilu adalah faktor yang dominan mempengaruhi pilihan publik dibanding latar belakang agama dan primordial (suku atau ras)," ujar pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/6/2012).

Faktor kedua, lanjut Arya, isu-isu berbasis agama dalam kampanye pemilu tidak lagi mendapatkan perhatian utama bagi pemilih. Pemilih lebih tertarik pada isu-isu ekonomi dan isu-isu yang populis, seperti pemberantasan korupsi, BBM, dan sebagainya.

"Ketiga, partai politik Islam gagal menciptakan kreasi politik untuk mendapatkan dukungan pemilih. Dalam dua kali pemilu setelah reformasi, beberapa partai Islam terjebak mengkampanyekan isu-isu tradisional seperti Piagam Jakarta dan terbukti gagal," tuturnya.

Keempat, di internal partai, modernisasi politik di tubuh partai-partai Islam tidak begitu berhasil. Partai-partai Islam masih menggantungkan suara partai pada basis-basis tradisional melalui tokoh atau institusi keagamaan dan tidak serius melakukan ekspansi ke luar segmen pemilih tradisional.

"Kelima, meskipun partai Islam sudah mencoba menjadi partai tengah dengan menjaring semua segmen pemilih, namun hingga kini pemilih tidak melihat adanya diferensiasi pada level isu dan program partai," paparnya.

Terakhir menurut Arya untuk bisa survive dalam pemilu mendatang, partai Islam harus melakukan evaluasi pada dua hal. Yaitu evaluasi strategi kampanye seperti isu, kebijakan, segmen pemilih target dan basis massa.

"Dan juga evaluasi kepemimpinan partai," tutupnya.

Berdasarkan survei LSN yang dilakukan 10-20 Juni 2012, dukungan masyarakat yakni 1.230 responden terhadap 4 parpol Islam terbesar yakni PKS, PAN, PPP dan PKB hanya 15,7 persen. Kecenderungan ini menurun dibandingkan ketika pemilu tahun 1999 atau 2004 di mana total suara terhadap partai berbasis massa Islam cenderung tinggi.

(mpr/mpr)


http://news.detik.com/read/2012/06/28/0 ... 02mainnews



--------------


PKS: Elektabilitas Parpol Islam Turun Itu Peringatan Dini
Polhukam / Kamis, 28 Juni 2012 11:45 WIB
Image

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera menganggap hasil survei yang menyatakan elektabilitas partai Islam menurun, menjadi early warning atau peringatan dini. Parpol Islam harus bekerja keras.

"Itu early warning bahwa selera publik tidak match dengan partai Islam," kata Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/6).

Menurut Lutfi, ada sejumlah hal yang patut diperbaiki parpol Islam salah satunya soal persoalan aktual yang tidak pernah disentuh mereka. Parpol Islam juga perlu pendekatan dan dialog kepada masyarakat.

"Umpamanya masalah pendidikan dan lapangan kerja. Bagaimana sekolah Islam langsung link and match dengan lapangan kerja. Persoalan kita lebih banyak ekonomi sementara partai Islam kurang concern, jadi hal-hal realitas," ujar Lutfi.

Lutfi mengajak agar parpol Islam menggunakan waktu dua tahun yang tersisa untuk berbenah diri. PKS sendiri menjadikan hasil survei untuk evaluasi. Sejauh ini PKS masih mengunggulkan mesin politik bukan tokoh.

"Soal capres kita tidak membicarakannya hingga hasil pemilu keluar. Kita ingin yang segar, muda, jangan itu lagi itu lagi," kata Lutfi.

Hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) soal elektabilitas partai-partai yang berbasis massa Islam ternyata menunjukkan tren menurun. Total pemilih yang akan memilih partai berbasis massa Islam hanya 15,7 persen dari seribuan responden.

Kecenderungan tersebut menurun dibandingkan ketika pemilu 1999 atau 2004. Saat itu total suara terhadap partai berbasis massa Islam cenderung tinggi.(Andhini)

http://www.metrotvnews.com/metromain/ne ... gatan-Dini



---------------

Sedih lah si musnet... kalo begini critanya kapan donk khalifah dan hukum syariah islam bisa diterapkan di Indonesia... :lol:
User avatar
sixpackguy
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1943
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Baidu [Spider]