. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Eksposisi: At Taubah

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Tue Mar 10, 2009 9:15 pm

Head Fixer wrote:kasuistis itu sebuah ayat turun untuk menjawab/menerangkan aturan dalam kasus tertentu yang terjadi yg melatar belakangi turunnya. misal ya attaubah ini menyangkut perjanjian hudaibiah yakni antara kafir Quraisy dan sekutunya bersama dgn muslim. ayat tsb concern pada kasus perjanjian yg terjadi saat itu antara muslim kala itu dgn kafir kala itu. jd kalo kita mau mengambil suatu hukum di dalamnya, jiwa masalah tsb harus dipetakan dulu dan difahami dan disamakan dgn masalah baru, apakah sejiwa atau tidak.

sedangkan ayat2 dogmatis, adalah ayat2 yg murni turunya berfungsi secara universal dan tdk lekang oleh waktu. misal ajaran mengasihi fakir miskin, perintah sholat, dan hukum2 yang bersifat bukan menjawab kasus parsial dan temporal.


Ok, kita bahas dulu apakah At Taubah ini Dogmatis (Akidah) atau Kasuistis.

Bagaimana kalau kita bicara soal sub pembicaraan dulu:

Ayat2 AlQuran, benarkah ada yang kasuistis?
Pertama, Soal kasuistis. Saya tidak pernah menemukan argumen yang seragam soal kasuistis ini di antara golongan-golongan muslim. Sebagai contoh. Menikahi wanita usia muda, bagi beberapa muslim, ini kasuistis. Bagi beberapa muslim yang lain, ini adalah sunnah nabi.

Contoh kedua, poligami. Kenapa ini tidak kasuistis? Kenapa justru dikatakan dogmatis? Bukankah budaya arab jaman dahulu memang menyebabkan orang senang beristri banyak, dan mungkin karena perang, stok wanita jadi berjubel? Tetapi di jaman sekarang, ini juga tidak bisa jadi alasan. Belum dengan adanya ketentuan pemerintah. Kenapa poligami dikategorikan dogmatis?

Pertanyaan saya, darimana muslim bisa tahu, ohh yg ini Akidah Islam (dogmatis)... yang ini Kasuistis. Apa tolak ukurnya, apa dasarnya? Asbabun Nuzul sendiri, seringkali juga masih atau justru membawa dispute apakah satu bagian ini adalah Akidah, atau kasuistis.


Kedua, AlQuran, diklaim adalah perkataan Allah sendiri. Yang katanya lestari sepanjang jaman dan berlaku di setiap kondisi. Apakah klaim2 seperti ini perlu diralat?

Sekarang hubungannya dengan At Taubah. Sebelum menganalisa apakah At Taubah ini kasuistis atau dogmatis. Saya ingin tanya kapan sebenaranya At Taubah ini turun, sebelum perang, saat perang, atau sesudah perang? Perang dengan siapa?

Thank you HF, saya berharap kita berdua bisa berdiskusi dengan lebih intelek kali ini.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Wed Mar 11, 2009 12:12 am

injil_asli wrote:Aq ikutan boleh gak? pengen juga donk jadi intelek..hihihihi emank ada kafir yg intelek..klo intelek bisa jadi mu'alaf loh..kasian kan ffi klo mr. Fox jadi mualaf hihihihi


You are very welcome, be my guess.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby rainy » Wed Mar 11, 2009 7:11 am

Head Fixer wrote:kasuistis itu ......
sedangkan ayat2 dogmatis ......


trims mas ....

ada beberapa yang perlu diklarifikasi, tapi saya serahkan ke mas fox sebagai pemilik topik

Foxhound wrote: Sebelum menganalisa apakah At Taubah ini kasuistis atau dogmatis. Saya ingin tanya kapan sebenaranya At Taubah ini turun, sebelum perang, saat perang, atau sesudah perang? Perang dengan siapa?
User avatar
rainy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 677
Joined: Thu Feb 08, 2007 1:28 pm
Location: makassar

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Wed Mar 11, 2009 11:04 am

FOX wrote:Sekarang hubungannya dengan At Taubah. Sebelum menganalisa apakah At Taubah ini kasuistis atau dogmatis. Saya ingin tanya kapan sebenaranya At Taubah ini turun, sebelum perang, saat perang, atau sesudah perang? Perang dengan siapa?

jadi ente di halaman satu mengekspose surat Attaubah dgn kondisi tidak ngerti sejarah turunnya ayat tsb ?. wah ! berani sekali juga gegabah ..
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Ayat 17-24

Postby gaston31 » Wed Mar 11, 2009 11:29 am

Orang-orang yang layak memakmurkan masjid
17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.


[quote="Foxhound"]
Orang kafir, tidak berhak mengurus mesjid, tidak berhak membangun mesjid, tidak berhak melakukan pekerjaan untuk Islam, karena pekerjaan mereka adalah sia2, dan mereka hidup kekal di neraka. Itu adalah perkataan Allah sendiri. Apakah karena At Taubah kitab perang? Ooo jadi Allah SWT mengajarkan kobarkan kebencian kalau itu perang?


Perhatikan wahai muslim... jangan sampai ada orang kafir yang membangun mesjidmu... rubuhkanlah masjid Istiqlal...

[quote]
yup, tentu sia2. ngapain elo memakmurkan masjid, jika elo adalah kafir?

imho, pernyataan elo berikutnya aneh Fox. jika ada kafir yg mendirikan Istiqlal, knp harus dirobohkan? alesannya apaan?
yg sia2 tentu pekerjaan kafir arsiteknya, bukan muslim yg make tuh masjid.

24:39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya[1042].
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Wed Mar 11, 2009 12:53 pm

Head Fixer wrote:jadi ente di halaman satu mengekspose surat Attaubah dgn kondisi tidak ngerti sejarah turunnya ayat tsb ?. wah ! berani sekali juga gegabah ..


Orang yang gegabah, pasti kalah kan HF? Baik ketika perang, baik ketika duduk negosiasi, baik ketika berdebat dan beradu argumentasi, yang gegabah, pasti blunder. Termasuk ketika lu gegabah posting gambar2 editan low quality, termasuk ketika lu gegabah bilang wanita mengeluarkan sperma X.

Foxhound gegabah atau tidak, kita nilai nanti... sementara, harap jelaskan pengetahuanmu tentang At Taubah. At Taubah itu turunnya, sebelum perang Tabuk, saat perang Tabuk, atau sesudah perang Tabuk. Perang Tabuk itu melawan siapa?

yup, tentu sia2. ngapain elo memakmurkan masjid, jika elo adalah kafir?

imho, pernyataan elo berikutnya aneh Fox. jika ada kafir yg mendirikan Istiqlal, knp harus dirobohkan? alesannya apaan? yg sia2 tentu pekerjaan kafir arsiteknya, bukan muslim yg make tuh masjid.

24:39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya[1042].


Gaston, kata yang dipakai adalah tidak layak, tidak pantas. Kalau mesjid tidak layak dibangun oleh orang kafir. Ketika dibangun oleh kafir, hasilnya pun adalah mesjid yang tidak layak.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Wed Mar 11, 2009 3:19 pm

Head Fixer wrote:jadi ente di halaman satu mengekspose surat Attaubah dgn kondisi tidak ngerti sejarah turunnya ayat tsb ?. wah ! berani sekali juga gegabah ..

Foxhound wrote:Foxhound gegabah atau tidak, kita nilai nanti... sementara, harap jelaskan pengetahuanmu tentang At Taubah. At Taubah itu turunnya, sebelum perang Tabuk, saat perang Tabuk, atau sesudah perang Tabuk. Perang Tabuk itu melawan siapa?

Attaubah turun sesudah dan sebelum perang tabuk ..
surat ini terbagi dalam tiga diskursus ..
ayat2 pertama berbicara mengenai kelanjutan perjanjian hudaibiah
ayat2 pertengahan bicara peristiwa persiapan ke tabuk
dan ayat2 bagian terakhir (ke 3) peristiwa pasca tabuk terutama mengenai orang2 yg tdk ikut jihad ke tabuk

so ?
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby gaston31 » Wed Mar 11, 2009 3:25 pm

Gaston, kata yang dipakai adalah tidak layak, tidak pantas. Kalau mesjid tidak layak dibangun oleh orang kafir. Ketika dibangun oleh kafir, hasilnya pun adalah mesjid yang tidak layak.

kesimpulan drmn tuh?
... Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Wed Mar 11, 2009 5:15 pm

Head Fixer wrote:Attaubah turun sesudah dan sebelum perang tabuk ..
surat ini terbagi dalam tiga diskursus ..
ayat2 pertama berbicara mengenai kelanjutan perjanjian hudaibiah
ayat2 pertengahan bicara peristiwa persiapan ke tabuk
dan ayat2 bagian terakhir (ke 3) peristiwa pasca tabuk terutama mengenai orang2 yg tdk ikut jihad ke tabuk

so ?


Berarti ada yang turun sebelum perang Tabuk.
Pembatalan perjanjian antara Awloh dan rasulNya dengan kaum musyrik, itu berarti sebelum perang Tabuk diadakan bukan? Kasuistis atau dogmatis?
Perintah memerangi orang yang kepadanya diberikan Alkitab, itu kasuistis, atau dogmatis?

Kalau kasuistis, kasusnya apa? Bukannya sebelum perang diturunkannya?

Pertanyaan saya cara muslim mengukur yang ini dogmatis yang ini kasuistis koq juga belum dijawab, bagaimana sy bisa mengerti jalan pikiranmu terhadap case ini?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Wed Mar 11, 2009 5:19 pm

Foxhound wrote:Gaston, kata yang dipakai adalah tidak layak, tidak pantas. Kalau mesjid tidak layak dibangun oleh orang kafir. Ketika dibangun oleh kafir, hasilnya pun adalah mesjid yang tidak layak.

gaston31 wrote:kesimpulan drmn tuh?
... Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.


Logika umum sederhana. Kalau sudah tau mereka tidak layak memakmurkan mesjid, kenapa mesjid yang digunakan untuk beribadah pada Tuhan berani2nya kalian pakai orang yang tidak layak? Tidakkah kalian harus berikan yang terbaik untuk Tuhan? oooo bukan ya? Sorri kalau begitu... itu bukan aqidah Islam koq ya?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Jarum_Kudus » Thu Mar 12, 2009 12:26 am

Head Fixer wrote:illat hukum akan digunakan dalam menghadapi ayat2 yang sebab turunnya kasuistik. jadi kalo ada ayat kasuistis harus dicari dulu jiwa dari hukum2 yang terkandung di dalamnya. situasinya sama tidak ? .. kejadiannya percis tidak ?..

Gak ada ayat Qur'an yang hanya berdasar kasus yang persis sama, situasi sama, kejadian percis, sebab jaman dan waktu terus berubah. Kalo benar ayat Qur'an itu hanya bisa diterapkan berdasarkan kasus, situasi, kejadian percis, maka semua ayat Qur'an sudah tidak berlaku lagi. Muslim kayak elo itu hanya ingin memalsukan makna sebenarnya dari ayat Qur'an yang ganas karena ingin Islam tampak baik di mata kafirun dan Muslim yang tidak pernah tahu isi Qur'an agar mereka tidak murtad.

Muslim2 bodo menciptakan segala macam teori seperti teori kasuistik dan dogmatis boker asu yang TIADA DASAR HUKUMNYA DALAM QUR'AN!! Silakan Montir, Injil_Asli, Gaston, tunjukkan ayat Qur'an mana yang mendukung teori ****** karangan Muslim tersebut!! Hanya Muslim yang malu sama Islam saja yang berani2 mengatakan Sura 9 tidak berlaku sepanjang masa, tanpa perkecualian. Lo pikir knafa tuh Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, dan seluruh kalifah2 Islam terus-menerus melakukan jihad bantai kafir di sepanjang sejarah Islam?

Attaubah turun sesudah dan sebelum perang tabuk ..
surat ini terbagi dalam tiga diskursus ..
ayat2 pertama berbicara mengenai kelanjutan perjanjian hudaibiah
ayat2 pertengahan bicara peristiwa persiapan ke tabuk
dan ayat2 bagian terakhir (ke 3) peristiwa pasca tabuk terutama mengenai orang2 yg tdk ikut jihad ke tabuk

Sura 9 tidak ada hubungannya dengan Perjanjian Hudaybiyah (628 M). Sura 9 pada pokoknya berisi:
1. Ancaman terhadap suku bangsa Al Taf yang ogah murtad dari agama pagannya dan ogah menghancurkan berhala Al-Lat di kota Taif (630 M)
2. Ancaman terhadap Muslim yang ogah ikut jihad rampok kafir ke Tabuk memerangi Kekaisaran Byzantium Romawi (631 M)
3. Ancaman terhadap orang Kristen dan Yahudi bahwa mereka harus bayar Jizyah pada Muhammad yang tidak punya mata pencaharian lain selain memeras duit Muslim dan kafirun.
4. Ancaman terhadap pagan Quraish yang masih belum mau memeluk Islam, dua tahun setelah Mekah ditaklukan (630 M).

Inti semua ancaman ini adalah sama: Masuk Islam, tunduk sama Muhammad, mengakui dirinya sebagai Rasul Allah, dan TERUTAMA BAYAR JIZYAH BAGINYA --> sama percis neeeh dengan pernyataaan Hillman: BOLEH TETEP JADI KAFIR ASAL BAYAR.

Ancaman nomer 1 bersangkutan dengan DUIT. Karena adanya berhala Al-Lat di Taif, maka masyarakat pagan melakukan ibadah haji ke sana dan ini berarti uang tidak masuk ke Mekah. Muhammad menyuruh Abu Sufyan menghancurkan berhala Al-Lat di Taif agar berhala Ka'bah di Mekah jadi satu2nya berhala yang bisa dikitari masyarakat Arab. Ini berarti pula, uang masuk ke Mekah dan tidak usah berbagi dengan kota Taif.

Ancaman nomer 2 jelas juga karena urusan DUIT. Tanpa Jihad rampok kafir, Muslim tidak bisa makan apapun, dan akhirnya mati. Muslim2 ogah membantu Muhammad rampok Byzantium karena takut melihat kekuatan militer kafir yang begitu besar. Karena mereka tidak mau ikut jihad ke Tabuk, ogah bayar sedekah untuk usaha perampokan Muhammad, maka Muhammad ngamuk2 dan mengeluarkan ancaman2 neraka, azab dari Allah dan juga azab dari tangannya sendiri. Dia tahu Allah tidak dapat diandalkan untuk menurunkan azab bagi penentangnya, sehingga dia harus turun tangan sendiri. Nabi gobloook...

Ancaman nomer 3 juga sarat dengan urusan DUIT. Pemasukan duit ke masyarakat Mekah berkurang setelah Mamad melarang orang telanjang mengelilingi Ka'bah dan melarang kafir masuk mesjid Ilharam. Tapi Muhammad mengganti kerugian duit orang Mekah dengan duit hasil rampokan dari kafir Kristen dan Yahudi. Hehehe... walaahahaaahahh... emang nabinya tukang rampok, maka tak heran umatnya juga doyan rampok, doyan ngemis pada kafir dan ngamuk lagi kalo tidak dikasih sedekah ...hahaha...

Ancaman nomer 4 adalah karena Muhammad JIJIQUE melihat para pagan mengelilingi Ka'bah dengan telanjang bulat. Mereka harus masuk Islam dan harus mengenakan ihram saat tawaf.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Ayat 17-24

Postby Jarum_Kudus » Thu Mar 12, 2009 12:32 am

gaston31 wrote:imho, pernyataan elo berikutnya aneh Fox. jika ada kafir yg mendirikan Istiqlal, knp harus dirobohkan? alesannya apaan?
yg sia2 tentu pekerjaan kafir arsiteknya, bukan muslim yg make tuh masjid.

Yang untung jelas arsitek kafirnya dunk. Yang bayar kan Muslim, dan duit masuk kantong kafir. Apa ruginya kafir dapet duit dari Muslim? Kalo engga' bayar, naaahh... itu baru rugi. Tapi berdasarkan Qur'an sebenarnya Muslim tidak boleh melakukan hal itu, karena dengan begitu arsitek kafir itu mengepalai buruh2 mayoritas Muslim Indo untuk membangun mesjidnya. Qur'an jelas mengatakan bahwa Muslim tidak boleh mengangkat kafir sebagai bossnya, penasehatnya, ketuanya. Kalo Muslim melakukan hal itu, maka Muslim itu sama najisnya dengan kafir.

Q 5:51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Jarum_Kudus » Thu Mar 12, 2009 12:39 am

injil_asli wrote: kafir Fox itu ude gegabah banget kagak ngerti pisan tp uda nyimpulin macem2..egh uda gitu tanya2 molo nunjukin kebodohannye lg..hihihihi makenye klo gak tau kagak usa bacot macem2..belajar yg bener ye ame Ustadz HF

Otak najis lo terus bonyok nih, injil_asli? Sok tunjukkan bacot lo, sekalian sama bacot2 si Montir, Gaston, dan seluruh umat Islam lainnya.

Maksud "Memakmurkan Masjid" uda ngerti blom tonk..? beda ama jadi kuli bangunan mesjid ye..arsiteknye kafir, tukangnye kafir, matrial beli ame kafir, dst..kagak bisa dibilang makmurin mesjid coy..!

Mesjid tidak akan makmur sebelum ******** anjing.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 174
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Sang Nabi berkata, "Seorang laki melihat anjing makan lumpur karena kehausan. Maka orang itu mengambil sepatu dan mengisinya dengan air dan terus menuangkan air itu untuk anjing sampai anjing itu memuaskan dahaganya. Maka Allah menyetujui tindakannya dan mengijinkannya masuk surga." Dan dikisahkan oleh Hamza bin 'Abdullah: Ayahku berkata,"Di jaman Rasul Allah, anjing-anjing biasa kencing dan keluar masuk mesjid-mesjid, meskipun begitu mereka tidak pernah menyiramkan air di atas kencing anjing tersebut."


Ada anjing kagak di mesjid lo? Musti ada, biar persis sama makmurnya dengan mesjidnya Muhammad.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Thu Mar 12, 2009 12:49 am

injil_asli wrote:Aq ikutan boleh gak? pengen juga donk jadi intelek..hihihihi emank ada kafir yg intelek..klo intelek bisa jadi mu'alaf loh..kasian kan ffi klo mr. Fox jadi mualaf hihihihi


Foxhound wrote:You are very welcome, be my guess.


injil_asli wrote:kafir Fox itu ude gegabah banget kagak ngerti pisan tp uda nyimpulin macem2..egh uda gitu tanya2 molo nunjukin kebodohannye lg..hihihihi makenye klo gak tau kagak usa bacot macem2..belajar yg bener ye ame Ustadz HF

Maksud "Memakmurkan Masjid" uda ngerti blom tonk..? beda ama jadi kuli bangunan mesjid ye..arsiteknye kafir, tukangnye kafir, matrial beli ame kafir, dst..kagak bisa dibilang makmurin mesjid coy..!


Oooo.. ini to maksudnya intelektual muslim...
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby osho » Thu Mar 12, 2009 3:48 pm

injil_asli wrote:susah de klo otaq ude rembezz mah..moso anjing dibilang memakmurkan...klo ada piano tuh baru deh makmur meriah..hihihihihi sembahyang koq goyang..ngajak tuhannye joget ape ye?!

Aku berkata (Abdullah ibnush Shamit, rawi yang meriwayatkan dari Abu Dzar), “Wahai Abu Dzar, ada apa dengan anjing hitam bila dibandingkan dengan anjing merah atau anjing kuning?” Abu Dzar menjawab, “Wahai anak saudaraku, aku pernah menanyakan tentang hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana engkau menanyakannya kepadaku. Beliau berkata, ‘Anjing hitam itu setan’.” (HR. Muslim no. 1137)

makanya sembahyang jangan sampe anjing hitam bergoyang lewat .....

hihihihihhi

wassalam
User avatar
osho
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Thu Mar 12, 2009 9:28 pm

@HF, dari kutipan di bawah ini, entah copas dari mana si malamputeri, jelas menunjukkan konsep pemahamannya terhadap At Taubah adalah dogmatis, bukan kasuistis. Karena itu, jelaskan dulu standard ukurnya apa menganggap suatu ayat dogmatis atau kasuistis

malamputri wrote:viewtopic.php?f=93&t=30879&p=459510#p459479

Telah maklum bahwa jihad merupakan salah satu kewajiban yang dibebankan atas kaum Mukmin. Sebagai kewajiban, jihad juga berfungsi sebagai ujian keimanan. Ujian itu cukup berat lantaran secara tabiat manusia tidak menyukai peperangan. Itu juga diakui oleh al-Quran (lihat QS al-Baqarah [2]: 216).

Namun, ketidaksukaan manusia itu tidak boleh menjadi alasan baginya untuk meninggalkan kewajiban tersebut. Sebab, sebagaimana diingatkan ayat itu, tidak setiap perkara yang dibenci manusia adalah buruk. Sebaliknya, juga tidak setiap perkara yang dicintai manusia adalah baik. Oleh karena itu, baik terasa ringan (khifâf[an]) atau berat (tsiqâl[an]), seorang Muslim harus tetap berangkat berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka (lihat QS at-Taubah [9]: 41). Apabila mereka enggan pergi berjihad, mereka pun diancam dengan siksaan yang amat pedih (lihat QS at-Taubah [9]: 39).
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby seven_senses » Thu Mar 12, 2009 9:32 pm

Oh comon guys diskusi yang sehat ok?

Untuk mang head fixer dan mang gaston:
Good job! Diskusi yang bagus. Semoga teman teman muslim yang lain bisa mencontoh mamang mamang ini. (seperti mang ibra dan teh umatmuhammad yang dua duanya udah ga eksis)

Buat mang fox: jangan terpancing. :wink:

Sukses buat mamang bertiga!
Berdiskusilah secara sehat biar jadi teladan dan pembelajaran buat yang lain, seperti aku ini.
User avatar
seven_senses
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 311
Joined: Mon Jun 09, 2008 4:50 pm
Location: somewhere beyond the sea.. where comes the rain..

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby seven_senses » Thu Mar 12, 2009 9:37 pm

Oh comon guys diskusi yang sehat ok?

Untuk mang head fixer dan mang gaston:
Good job! Diskusi yang bagus. Semoga teman teman muslim yang lain bisa mencontoh mamang mamang ini. (seperti mang ibra dan teh umatmuhammad yang dua duanya udah ga eksis)

Buat mang fox: jangan terpancing. :wink:

Sukses buat mamang bertiga!
Berdiskusilah secara sehat biar jadi teladan dan pembelajaran buat yang lain, seperti aku ini.
User avatar
seven_senses
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 311
Joined: Mon Jun 09, 2008 4:50 pm
Location: somewhere beyond the sea.. where comes the rain..

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Head Fixer » Fri Mar 13, 2009 4:41 pm

Head Fixer wrote:Attaubah turun sesudah dan sebelum perang tabuk ..
surat ini terbagi dalam tiga diskursus ..
ayat2 pertama berbicara mengenai kelanjutan perjanjian hudaibiah
ayat2 pertengahan bicara peristiwa persiapan ke tabuk
dan ayat2 bagian terakhir (ke 3) peristiwa pasca tabuk terutama mengenai orang2 yg tdk ikut jihad ke tabuk
so ?

Foxhound wrote:berarti ada yang turun sebelum perang Tabuk.
Pembatalan perjanjian antara Awloh dan rasulNya dengan kaum musyrik, itu berarti sebelum perang Tabuk diadakan bukan? Kasuistis atau dogmatis?

disebut kasuistis karena perjanjian yg dimaksud ayat tsb adalah perjanjian hudaybiah. dan bukan perjanjian jenewa, bukan perjanjian dlm piagam jakarta, dan bukan perjanjian gencatan senjata IRAQ dan Soviet.
tidak ada perjanjian apapun dgn kafir yg dimaksud ayat tsb adalah kafir Quraisy dan sekutunya. bukan kafir romawi dan bukan kafir persia apalagi kafir amerika.

Perintah memerangi orang yang kepadanya diberikan Alkitab, itu kasuistis, atau dogmatis?

ahli kitab di sana maksudnya ROMAWI bukan amerika bukan pula vatikan. karena yahudi yg dikhaybar tidak diperangi dan tiak ditarik jizya padahal mereka juga ahli kitab. mereka tetep hidup damai sampa masa Umar bin Khattab.

Kalau kasuistis, kasusnya apa? Bukannya sebelum perang diturunkannya?

yaaaaa...berarti ente kagak ngerti maksud kasuistik. ayat itu turun karena perihal tertentu, jgn dipersempit kapan peristiwanya , sebelum atau sesudah. yg penting ayat itu diturunkan untuk maksud temporal saat itu. jika ada situasi yg sejiwa di saat ini maka hukumnya masih berlaku untuk digunakan. itulah ILLAT HUKUM.

Pertanyaan saya cara muslim mengukur yang ini dogmatis yang ini kasuistis koq juga belum dijawab, bagaimana sy bisa mengerti jalan pikiranmu terhadap case ini?

ya makanya dalam dunia ISLAM peran TAFSIR yg menggali sebab2 turunnya ayat yg digali dari hadits dan quran sendiri sangat penting.
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Eksposisi: At Taubah

Postby Foxhound » Fri Mar 13, 2009 9:34 pm

Head Fixer wrote:disebut kasuistis karena perjanjian yg dimaksud ayat tsb adalah perjanjian hudaybiah. dan bukan perjanjian jenewa, bukan perjanjian dlm piagam jakarta, dan bukan perjanjian gencatan senjata IRAQ dan Soviet.
tidak ada perjanjian apapun dgn kafir yg dimaksud ayat tsb adalah kafir Quraisy dan sekutunya. bukan kafir romawi dan bukan kafir persia apalagi kafir amerika.


Jadi perang Tabuk, adalah perang melawan kafir Quraisy? Apa kepercayaan kafir Quraisy? Dan sekarang dibawahnya kamu ngomong beda lagi.

Perintah memerangi orang yang kepadanya diberikan Alkitab, itu kasuistis, atau dogmatis?

Head Fixer wrote:ahli kitab di sana maksudnya ROMAWI bukan amerika bukan pula vatikan. karena yahudi yg dikhaybar tidak diperangi dan tiak ditarik jizya padahal mereka juga ahli kitab. mereka tetep hidup damai sampa masa Umar bin Khattab.


Orang Yahudi tidak mendapatkan alkitab, teori darimana? Yang disebut At Taubah adalah orang yang tidak mengharamkan apa yang diharamkan AwlohSWT dan diberikan kepadanya alkitab.... jelas bukan orang Yahudi bukan? Bisa dijelaskan lagi?

Foxhound wrote:Kalau kasuistis, kasusnya apa? Bukannya sebelum perang diturunkannya?

Headfixer wrote:yaaaaa...berarti ente kagak ngerti maksud kasuistik. ayat itu turun karena perihal tertentu, jgn dipersempit kapan peristiwanya , sebelum atau sesudah. yg penting ayat itu diturunkan untuk maksud temporal saat itu. jika ada situasi yg sejiwa di saat ini maka hukumnya masih berlaku untuk digunakan. itulah ILLAT HUKUM.


Jangan ngeles terus bilang 'yang penting', 'pokoknya'.... itu bukan adu argumentasi yang baik. Saya akan membuktikan bahwa dogmatis tidak bisa dipisahkan dari kasuistis. Di dalam dogmatis, belum tentu ada kasuistis. Tetapi kasuistis pasti mengandung sedikit dogma, kalau tidak, darimana orang beragama mengambil sikap dalam menghadapi suatu kasus.


Saya akan lebih banyak bertanya pada anda HF kali ini, dan kita akan lihat apakah jawaban anda bisa konsisten.
Anda mengajukan argumen bahwa At Taubah itu kasuistis, kalau turun sebelum perang, apa kasusnya? (sy pake bahasa anda) Apa maksud temporal saat itu?

Pertanyaan saya cara muslim mengukur yang ini dogmatis yang ini kasuistis koq juga belum dijawab, bagaimana sy bisa mengerti jalan pikiranmu terhadap case ini?

ya makanya dalam dunia ISLAM peran TAFSIR yg menggali sebab2 turunnya ayat yg digali dari hadits dan quran sendiri sangat penting.


Belum menjawab pertanyaan saya, bahkan pertama kali saya juga sudah katakan bahwa Azbabun Nuzul pun justru bisa menyebabkan dispute apakah itu kasuistis apakah itu dogmatis.

Setelah digali sebab musababnya, dan tau azbabun nuzul. Atas dasar patokan apa muslim mengatakan suatu ayat itu kasuistis atau dogmatis? Bukankah setiap ayat ada azbabun nuzulnya? Lantas, apakah seluruh ayat AlQuran itu kasuistis?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

PreviousNext

Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron